Anda di halaman 1dari 8

ETNOBOTANI BEBERAPA SPESIES PADA SUKU ASTERACEAE Rizki Fauziah (3415110139), Kidung Wulandari (3415110212), Yusri Annisa (3415111371),

Nurul Amalia (3415111373)

Abstrak Suku asteraceae atau yang dikenal sebagai suku kenikir-kenikiran biasanya kurang dapat dimanfaatkan oleh warga. Umumnya, suku Asteraceae sebagai tanaman herba yang berfungsi sebagai tanaman hias. Tampilan fisik dari setiap spesies Asteraceae umumnya tanaman liar di tepi jalan. Penelitian dilakukan di Kebun Raya Cibodas (KRC) yang termasuk ke dalam wilayah Cianjur Jawa Barat, bertujuan untuk melihat pemanfaatan dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive yaitu hanya tumbuhan yang masuk ke dalam suku Asteraceae yang diamati dan diambil datanya. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ternyata setiap jenis tumbuhan suku Asteraceae dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan yang biasanya digunakan oleh warga di pedesaan karena memiliki khasiat obat herbal. Pucuk atau daun muda suku Asteraceae juga dapar dimanfaatkan sebagai lalap ataupun sayuran yang dapat dimanfaatkan.

Kata kunci : Asteraceae, Etnobotani, Kebun Raya Cibodas

PENDAHULUAN Latar Belakang Kebun Raya Cibodas-LIPI berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango pada ketinggian kurang lebih 1.300 1.425 meter di atas permukaan air laut dengan luas 84,99 hektar. Temperature rata-rata 18C. kelembaban 80,82%, dan rata-rata curah hujan 2.950 mm per tahun. Kebun Raya Cibodas merupakan tempat konservasi ex-situ bagi bagi tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi, penelitian, tempat pendidikan lingkungan, dan tempat wisata (Agus Darmawan 2008). Sumberdaya keanekaragaman hayati merupakan komponen vital bagi

kehidupan manusia karena telah dimanfaatkan selama berabad-abad lamanya. Setiap suku di Indonesia mempunyai pengetahuan tradisional yang biasanya diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya, yang pada umumnya dilakukan melalui perbincangan dari individu satu ke individu lain. Salah satu pengetahuan tradisional yang dimiliki suku di Indonesia yaitu pemanfaatan tumbuhan untuk kebutuhan sehari-hari. Pengetahuan tradisional yang dimiliki setiap suku di Indonesia perlu didokumentasikan melalui

kajian etnobotani supaya pengetahuan pemanfaatan tumbuhan yang dimiliki dari setiap suku tidak hilang ditelan modernisasi budaya. Namun adanya modernisasi budaya dapat menyebabkan hilangnya pengetahuan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat (Bodeker, 2000). Berdasarkan Judd,Campbell etc. 2002, Asteraceae yang bersifat cosmopolitan, special di daerah pegunungan dengan suhu tropis dan pada tempat terbuka atau tempat yang kering sehingga di Indonesia tanaman ini mudah dijumpai dan cukup akrab dengan masyarakat. Asteraceae merupakan Herba, semak, atau pohon. Menyimpan karbohidrat dalam bentuk oligosakarida, termasuk insulin. Beberapa bersifat aromatic berupa poliacetilens dan terpenoid. Batang dan daun umumnya berambut. Daun dapat bersilangan, spiral, berhadapan atau berkarang. Daun simple terkadang tepi betoreh dengan berbagai macam tipi gigi. Venasi dapat menyirip atau menjari, tidak berstipula. Bunga majemuk dilindungi oleh phyllaries (brachtea inflorucrum yang melindungi setiap bunga pada asteraceae). Bunga bentuk cawan. Perbungaan terminal atau aksilar. Aktinomorf atau zigomorf. Bunga biseksual atau uniseksual terkadang steril. Sepal biasanya termodifikasi menjadi pappus. Terdapat dua macam bunga yaitu bunga pita di bagian tep icawan dan bunga tabung yang berada di atas tepi cawan. Buah pada asteraceae disebut achene. Karena Asteraceae cukup mudah ditemukan disekitar kita maka perlu diadakan penelitrian mengenai pemanfatan dari Asteraceae. Sehingga selain memiliki bunga yang unik, masyarakat dapat mengetahui pemanfaatan Asteraceae. Beberapa spesies tumbuhan dari suku Asteraceae dapat dimanfaatkan secara tradisional dalam kehidupan sehari-hari, seperti bahan pangan, tanaman hias, dan obat-obatan. Pengolahan dan pemanfaatan tumbuhan tersebut merupakan aset harus dipertahankan, melalui etnobotani. Etnobotani adalah bidang ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan sumberdaya alam tumbuhan dan lingkungannya (Munawaroh & Inggit 2000). Keberadaan Kebun Raya Cibodas seharusnya tidak hanya bermafaat untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam, tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Keanekaragaman hayati pada Kebun Raya Cibodas dapat dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka pengumpulan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan bagi masyarakat, maka kajian etnobotani penting untuk dilakukan, sebagai acuan dalam menetapkan kebijakan pengelolaan kawasan dan pengembangan sumberdaya manusia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan budaya. Kajian etnobotani ini juga bermafaat

untuk mencegah hilangnya pengetahuan tradisional yang dimiliki masyarakat yang disebabkan adanya modernisasi.

Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam pemanfaatan tumbuhan suku Asteraceae yang terdapat di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat.

METODOLOGI Lokasi Penelitian Kebun Raya Cibodas (Cibodas Botanical Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Pacet,Cianjur.

Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive yaitu hanya tumbuhan yang masuk ke dalam suku Asteraceae yang diamati dan diambil datanya (Whitney ,1960). Penelitian ini mengambil data habitus dan morfologi. . Alat dan Bahan Objek yang diteliti adalah tumbuhan yang berasal dari suku Asteraceae. Alat yang digunakan selama penelitian adalah alat tulis, kamera, kunci determinasi, plastik, gunting, benang, label, kertas koran.

Cara Kerja Langkah pertama dalam penelitian ini dilakukan dengan mengelilingi lokasi penelitian untuk mencari tumbuhan yang termasuk ke dalam suku Asteraceae. Bila dijumpai tumbuhan yang termasuk ke dalam suku Asteraceae selanjutnya dilakukan pengambilan gambar dengan kamera,mengamati serta mencatat sertiap karakter morfologinya seperti morfologi akar, batang, daun, maupun bunga. Spesies yang telah terdeskripsi, dijadikan herbarium dengan menginventarisasinya dengan koran atau plastic serta diberi label. Spesies yang belum teridentifikasi, juga dijadikan herbarium dengan memberi labeling, misalnya sp 1 dan seterusnya yang akan diidentifikasi setelahnya. Data-data yang telah terkumpul selanjutnya

dilakukan identifikasi untuk mengetahui nama jenis dari tumbuhan tersebut. Setelah nama jenisnya diketahui kemudian dicari pemanfaatan (etnobotani) dari tumbuhan tersebut.

HASIL

No 1

Nama Achillea millefolium

Gambar

Deskripsi Berupa semak. Batang tidak berkayu, bulat, berbuku, hijau. Daun majemuk, menyirip batang, ganda, berwarna duduk hijau.

Etnobotani obat dan nyeri obat haid sakit

memeluk perut Bunga

majemuk, di ujung batang, bentuk kerucut, 2. Ageratina riparea Berupa terna herba. RantingTanaman hias

rantingnya menghasilkan akar pada sendi yang menyentuh tanah. Daun hijau,bentuk lanset, tepi bergerigi. Batang keunguan dan silinder.

Bunganya putih dengan kepala padat diujung cabang. 3. Ageratum conyzoides Terna Herba. Daun tunggal, bulat telur, Daun dan akar

tepi beringgit, pertulangan menyirip, berkhasiat sebagai tangkai pendek, hijau. Bunga obat luka baru, panas,

majemuk, di ketiak daun, bongkol menyatu tunggang. menjadi karangan. Akar

penurun wasir.

disentri dan obat

Crassocephalum crepidioides

Tanaman herba. batangnya beralur dan Daun dan batang berambut. Batang bawah berambut lebih sedikit dapat dimakan sayuran digunakan dibandingkan batang sebagai dan

bagian atas. Daun tersusun spiral berbentuk elips memanjang atau bulat

dalam salad

telur.Bunga terletak di terminal,

Galinsoga parviflora

Terna herba. Batang tegak lurus,

Pucuk daun dapat

sedikit berbulu halus. Tangkai agak dijadikan sayuran bersegi atau bentuk silinder. Daun yang berhadapan, hijau kekuning-kuningan, tinggi bernutrisi serta

bulat telur telur lonjong .Bunga periuk sebagai makanan runjung/kerucut. tambahan ternak. 6 Synedrella nodiflora Terna herba. Batang bercabang Daun yang muda Daun dimanfaatkan sebagai yang halus daun untuk

menggarpu

berulang-ulang.

berhadapan. Helai daun bundar telur memanjang. terminal.Bunga

Perbungaan lalab.Daun majemuk dalam digiling bersama bandotan (Ageratum

bongkol kecil. Daun pelindung bundar telur memanjang, berujung runcing, berambut kaku.

conyzoides), daun centemanis (Lantana camara), dan kapur sirih, dioleskan untuk

menghangatkan perut yang sakit. Sebagai gosok meringankan rematik. 7 Taraxacum javanicum Herba dalam bentuk roset. Batang sebagai berongga, berbulu dan bergetah. Akar serabut berwarna putih bergetah, umum, tonik pencahar obat untuk

ringan, dan untuk gangguan hati. ginjal Obat

berbau khas. Bentuk daun bertoreh,

venasi menjala, Apex membulat costa dan

hijau muda . Tangkai daun hijau atau kulit merah muda keunguan. 8 Emilia sonchifolia jerawat.

seperti

Terna herba. Batang tegak. Daun Dapat dikonsumsi memeluk batang Herba tegak. Batang bulat tegak bercabang, berwarna ungu keputihan, daun tunggal lanset tersebar, ujung runcing, tepi bergerigi, pangkal tumpul pertulangan menyirip, kelopak sebagai terkenal sayuran dikukus

atau sebagai salad. Daun digunakan

untuk luka di mata dan telinga.

berbentuk bonggol. Tumbuh di ujung batang kelopak berwarna ungu

kemerahan, kepala benang sari cokelat, akar tunggang.

PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang dilakukan, pada suku Asteraceae memiliki karakteristik dan bersifat cosmopolitan, terutama di daerah pegunungan dengan suhu tropis dan pada tempat terbuka atau tempat yang kering sehingga di Indonesia tanaman ini mudah dijumpai dan cukup akrab dengan masyarakat. Asteraceae merupakan tanaman herba, semak, jarang pohon, beberapa bersifat aromatic berupa poliacetilens dan terpenoid. Daun maupun batang berambut. Daun dapat bersilangan, spiral, berhadapan atau berkarang. Daun simple terkadang tepi betoreh dengan berbagai macam tipi gigi. Venasi dapat menyirip atau menjari, tidak berstipula. Bunga majemuk dilindungi oleh phyllaries (brachtea inflorucrum yang melindungi setiap bunga pada asteraceae). Bunga bentuk cawan. Perbungaan terminal atau aksilar. Aktinomorf atau zigomorf. Bunga biseksual atau uniseksual terkadang steril. Sepal biasanya termodifikasi menjadi pappus. Terdapat dua macam bunga yaitu bunga pita di bagian tep icawan dan bunga tabung yang berada di atas tepi cawan. Buah pada asteraceae disebut achene. Asteraceae cukup mudah ditemukan disekitar kita, tidak hanya memiliki bunga yang unik, tetapi memiliki manfaat pada setiap spesies yang ditemukan pada penelitian ini.Berikut ini diuraikan pemanfaatan (etnobotani) dari tumbuhan suku Asteraceae yang ditemui, yaitu :

Obat obatan Herbal 1. Achillea millefolium, bagian daun dapat dimanfaatkan sebagai obat nyeri saat haid dan sakit perut. 2. Ageratum conyzoides, daun dan akar berkhasiat sebagai obat luka baru, penurun panas, disentri dan obat wasir. 3. Synedrella nodiflora, daun yang digiling halus bersama daun bandotan (Ageratum conyzoides), daun centemanis (Lantana camara), dan kapur sirih, dioleskan untuk menghangatkan perut yang sakit serta sebagai obat gosok untuk meringankan reumatik. 4. Emilia sonchifolia, daun digunakan untuk luka bagian di mata dan telinga. 5. Taraxacum javanicum, daunnya sebagai tonik umum, pencahar ringan, dan untuk gangguan ginjal dan hati. Obat kulit seperti jerawat. Tanaman Hias 1. Ageratina riparea,sebagai tanaman hias yang ada dipinggiran jalan. 2. Taraxacum javanicum,memiliki bunga yang indah, sehingga dijadikan tanaman hias pada pekarangan rumah, serta karangan bunganya sering dijadikan hiasan dekorasi pengantin. Bahan Pangan 1. Galinsoga parviflora, pucuk atau daun muda dapat dijadikan sebagai sayuran yang bernutrisi tinggi serta sebagai makanan tambahan untuk ternak. 2. Synedrella nodiflora, daun muda dimanfaatkan sebagai lalaban. 3. Emilia sonchifolia, daun muda dapat dikonsumsi sebagai sayuran yang dikukus serta sebagai salad sayuran. 4. Crassocephalum crepidioides, Daun dan batang yang dimakan sebagai sayuran dan digunakan dalam salad

UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan segala kuasa serta pertolongan hingga akhirnya penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih juga tidak luput kami sampaikan kepada pihak Kebun Raya Cibodas yang telah menyediakan dukungan sarana penelitian dengan sebaik-baiknya. Rasa terima kasih yang begitu besar kami sampaikan kepada Pak Agung Sedayu selaku dosen botani II. Kakak mentor sekaligus pembimbing kami selama penelitian yaitu kak Kiki Zakyah. Turut serta Kak Syifa dan Kak Rizky Indah pratiwi selaku kakak asisten laboratorium botani II yang telah banyak membantu saat pembuatan jurnal hasil penelitian ini, serta teman-teman satu kelompok suku Asteraceae yang telah bekerja keras bersama.

DAFTAR PUSTAKA Judd,Campbell etc. 2002. Plant Systematics: a phylogenetic approach, Second edition. USA: Sinauer Associatrs, Inc Backer, C.A. dan R.C. Bakhulzen van den Brink, Jr.1963. Flora of Java. Vol. II. Groningan : P. Noordhoff. Steenis, C.G.G..J. van. 1972. The Mountain Flora of Java. Leiden: E.J. Brill. Steenis, C.G.G.J. van. 1978. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: Pradnya Paramitha. Bodeker, G., 2000. Indigenous Medical Knowledge: The Law and Politics of Protection: Oxford Intellectual Property Research Centre Seminar in St. Peters College, 25th January 2000, Oxford. Munawaroh E, Inggit PA. 2000. Peran Etnobotani dalam Menunjang Konservasi Ex-situ Kebun Raya. Seminar Nasional Fakultas Biologi UKMSW. Salatiga, 3 Juni 2000. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. hlm 1-9. Agus Darmawan.(2008, Oktober). Cibodas Botanic Gardens. Diperoleh 2 November 2012, dari http://www.krcibodas.lipi.go.id/ Gambar oleh Kidung Wulandari, Kamera Digital Casio Exlim Z 33, 10.1 Megapixels. Gambar diambil tahun 2012.

Foto kasih sumbernya dari mana/siapa yang foto, tahunnya kapan?