Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN HASIL DISKUSI PEMICU 4 BLOK 19 TOLONG BUATKAN GIGI TIRUAN UNTUK SAYA DOK

Disusun oleh: Kelompok 2 Dosen Pembimbing: Eddy Dahar, drg.,M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

Ketua Sekretaris

: Ayesha Adisti : Octavina

(110600048) (110600046)

Anggota Kelompok 2 : Raeesa Shafiqa Dinauli Fatwa Annisa Darayani Rambe Resti Befiana Rahayu Nisak Roni Rustam Afandi Denny Andrian Maria Lisna Rawaty S Cindy Amallia Aryetta Deasy Faradita Putri Sry Rezeki Adelina Restu Hayati Sandroto Dziah Marhani Chairani Ilma Fredysen W Megosurya Ingrid P Khosalim Khaera Cameliya Joule Siregar Dina Naulita M Vandersun Lestari Indah Gayatri Vinda Anggela Dewi Artauli Octaviana (110600027) (110600029) (110600030) (110600031) (110600032) (110600033) (110600034) (110600035) (110600036) (110600037) (110600038) (110600039) (110600040) (110600041) (110600042) (110600043) (110600044) (110600045) (110600047) (110600049) (110600050) (110600051) (110600052)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kehilangan gigi sebagian akan berdampak buruk pada kesehatan rongga mulut, mengurangi fungsi pengunyahan dan mengganggu estetis. Oleh karena itu penting dibuatkan gigi tiruan untuk mengembalikan fungsi gigi yang telah hilang. Gigi tiruan sebagian dapat berupa gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) dan gigi tiruan cekat (GTC). Kedua jenis gigi tiruan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. Namun, untuk kasus-kasus tertentu GTC merupakan pilihan yang terbaik karena dinilai lebih nyaman dan terasa seperti gigi asli oleh pasien. Oleh karena itu, seorang dokter gigi harus dapat membedakan kasus yang merupakan indikasi pembuatan GTC atau tidak. Dan selanjutnya dapat membuat rencana perawatan untuk pembuatan GTC dengan memahami betul mengenai pemilihan desain GTC, termasuk pemilihan gigi penyangga, jenis retainer, dan bentuk dasar pontik. 1.2 Deskripsi Topik Seorang perempuan berusia 32 tahun, datang ke Klinik Prostodonsia RSGMP FKG USU ingin dibuatkan gigi tiruan untuk mengganti gigi depan atas yang dicabut kurang lebih 3 bulan yang lalu akibat terjatuh dari sepeda motor. Pasien berharap gigitiruan yang akan dibuatkan praktis dan nyaman dipakai dan tidak mengganggu aktifitasnya sebagai karyawati sebuah perusahaan swasta. Kesehatan umum pasien baik. Hasil pemeriksaan intra oral diperoleh data bahwa gigi 11 dan 21 sudah dicabut, gigi 12 fraktur kurang lebih panjang mahkota dan sudah dilakukan perawatan saluran akar, namun belum dibuatkan restorasi akhir, tinggi linggir alveolaris sisa pada regio 11 dan 21 lebih rendah 2 mm jika dibandingkan dengan posisi servik gigigigi tetangganya, terdapat kalkulus sub gingiva pada regio lingual rahang bawah dan oklusi baik. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan intra oral di atas serta ditambah

dengan hasil pemeriksaan penunjang dan kesepakatan dengan pasien maka diputuskan gigitiruan yang akan dibuatkan adalah gigi tiruan jembatan porcelain fused to metal (PFM). GTC merupakan jenis gigi tiruan sebagian yang dibuat untuk merestorasi gigi atau mengganti satu atau lebih gigi yang hilang dan dilekatkan secara permanen di dalam rongga mulut pasien. Rencana perawatan diformulasikan dengan urutan yang logis, mencakup pembuatan desain gigi tiruan untuk mengembalikan gigi geligi pasien sehingga didapatkan rongga mulut yang sehat dengan fungsi dan estetis yang optimal. Gigi tiruan jembatan porcelain fused to metal (PFM) dinilai sebagai pilihan yang tepat karena merupakan penggabungan dari kebaikan sifat mekanik logam dengan sifat estetik porcelain yang baik. Dalam rencana perawatan ini pemilihan gigi penyangga juga perlu benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan prognosis yang baik. Perlunya pemahaman dalam langkah-langkah penetapan diagnosis, membuat rencana perawatan, pemilihan gigi penyangga dan desain yang tepat, melakukan preparasi gigi penyangga dengan baik, membuatkan GTC sementara hingga pemasangan GTC definitif nantinya. Diskusi yang telah dilakukan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa kedokteran gigi mengenai gigi tiruan cekat.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada pembuatan GTC adalah pemeriksaan radiografis dan pembuatan model diagnostik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dalam menentukan suatu kasus indikasi atau tidak dibuatkan GTC. Oleh karena itu, kedua pemeriksaan ini wajib dilakukan sebelum membuat rencana perawatan. Secara umum pemeriksaan radiografis berfungsi sebagai informasi tambahan bagi pemeriksaan klinis. Sebelum pembuatan GTC, pemeriksaan radiografis atau rontgen foto dilakukan untuk melihat ketebalan dan posisi dinding pulpa gigi penyangga, perbandingan mahkota dan akar gigi penyangga, dan memeriksa struktur tulang yang akan menjadi pendukung, padat atau tidaknya tulang penyangga. Hal ini dilakukan untuk menentukan suatu kasus dapat dibuatkan GTC atau tidak. Selain itu juga untuk memilih gigi penyangga yang tepat dan sebagai pedoman untuk melakukan preparasi gigi penyangga.2 Pembuatan model diagnostik dilakukan untuk melihat keadaan rongga mulut pasien. Observasi dapat lebih mudah dilakukan dan untuk menentukan seberapa banyak preparasi akan dilakukan. Dapat pula mengetahui oklusi statis dan dinamis pasien dengan memasangkan model ke artikulator.2

2.2 Jenis Gigi Tiruan Jenis gigi tiruan yang dapat dibuatkan pada pasien ini bervariasi. Dapat dibuatkan gigi tiruan jembatan, GTSL resin akrilik, GTKL maupun dental implan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun gigi tiruan jembatan merupakan pilihan yang tepat untuk pasien dalam skenario.

Pemakaian gigi tiruan jembatan memiliki beberapa kelebihan, yaitu: Lebih nyaman dipakai oleh pasien karena tidak memiliki plat basis Lebih estetis karena dibuat menyerupai bentuk dan warna gigi asli Retensi lebih baik dan tidak mudah terlepas karena disemenkan ke gigi penyangga Resiko karies lebih rendah karena sisa makanan tidak mudah menumpuk Lebih stabil dan memiliki efek splint sehingga menghindari gigi dari beban stress Beban pengunyahan disalurkan langsung ke gigi penyangga sehingga memberi stimulus yang positif bagi jaringan pendukung gigi 2 Sedangkan kekurangan pemakaian gigi tiruan jembatan adalah: Pembuatannya lebih rumit, memerlukan keahlian, ketelitian dan pengalaman Harga relatif lebih mahal karena memerlukan peralatan khusus Memerlukan pengasahan atau preparasi gigi yang digunakan sebagai penyangga2

2.3 Pemilihan Gigi Penyangga Gigi yang akan digunakan sebagai gigi penyangga adalah gigi 12, 13, 22, dan 23. Pemilihan keempat gigi tersebut sesuai dengan Hukum Ante, yaitu luas ligamen periodontal gigi penyangga harus lebih besar atau sama dibandingkan gigi yang hilang. Dengan begitu gigi 12, 13, 22, dan 23 dapat menyangga gigi tiruan yang menggantikan kedua gigi insisivus centralis dengan baik dan kokoh. Selain itu, pemilihan keempat gigi penyangga ini juga memenuhi prinsip keseimbangan.2 Selain berpedoman pada Hukum Ante, pemilihan gigi penyangga juga dilakukan dengan mempertimbangkan beban pengunyahan yang akan diterima gigi tiruan, jumlah kehilangan gigi, dan kesehatan jaringan pendukung. Apabila gigi insisivus lateralis cukup besar, tebal, dan akarnya panjang maka dapat dipertimbangkan untuk tidak melibatkan kaninus sebagai penyangga.2

Gambar 1: Desain Gigi Tiruan Jembatan

2.4 Pemilihan Jenis Retainer Gigi penyangga 22, 23 dan 13 menggunakan retainer ekstra koronal. Bentuk preparasi dan restorasi dari retainer ekstra koronal sebagian atau seluruhnya terletak di luar mahkota gigi penyangga. Retainer ekstra koronal sesuai untuk digunakan pada gigi dengan kondisi sehat dengan tujuan mendapatkan kekuatan yang tinggi dan retensi yang lebih baik.3,4 Gigi penyangga 12 menggunakan retainer intra radikular. Bentuk preparasi dan restorasi terletak di dalam saluran akar dari gigi penyangga. Retainer intra radikular digunakan untuk gigi nonvital yang telah dirawat endodontik. Retensi diperoleh dengan cara memasang pasak di dalam root kanal untuk mendapatkan kekuatan yang lebih baik.3,4

2.5 Pemilihan Tipe Dasar Pontik dan Usaha Memperbaiki Estetis Pontik Tipe dasar pontik yang sesuai adalah modified ridge lap pontik. Bagian labial dasar pontik berkontak dengan linggir alveolaris sehingga estetis baik, sedangkan

bagian palatinal nya menjauhi linggir sehingga mudah dibersihkan. Pontik ini didesain dengan bagian bukolingual cekung sehingga dapat menyebabkan impaksi makanan. Tapi hal ini bias dihindari dengan memodifikasi permukaan mesiodistal menjadi cembung.5 Linggir alveolaris yang mengalami penurunan 2 mm dapat diatasi dengan membuat penambahan porselen yang sewarna dengan gusi pada regio 11 dan 21 tersebut. Pontik dibuat dengan ukuran normal sesuai dengan anatomis gigi asli. Kemudian pada akhiran pontik dibuat porselen warna merah muda yang meniru jaringan gingiva untuk menutupi penurunan linggir sehingga estetis lebih baik.6

2.6 Perawatan Pendahuluan Perawatan-perawatan yang dilakukan sebagai persiapan dalam pembuatan gigi tiruan cekat antara lain : 1. Memperbaiki oral hygiene pasien 2. Perawatan konservasi (pembuatan post & core pada gigi 12 untuk dijadikan intraradikular retainer) 3. Perawatan periodontal (scalling kalkulus subgingiva pada regio lingual rahang bawah)

2.7 Preparasi Gigi Ideal Tanda preparasi gigi yang baik (ideal), yaitu: Hasil preparasi baik bila jaringan gigi yang diasah ketebalannya cukup untuk membuat retainer sesuai yang diinginkan. Hal ini tergantung bahan yang akan digunakan. Preparasi harus sedikit konus ke arah insisal/oklusal sekitar 10. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan retensi yang optimum. Antara satu gigi penyangga dengan penyangga yang lainnya harus saling sejajar sisinya.

Preparasi harus mengikuti bentuk anatomis gigi. Preparasi harus non-undercut. Pertemuan bidang preparasi harus ditumpulkan atau dibulatkan. Tepi akhiran servikal preparasi terletak pada atau sedikit di bawah margin gingiva. Hal ini tergantung dengan kebutuhan.7

2.8 Faktor yang Mempengaruhi Estetis Gigi Tiruan Cekat Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penampilan atau estetis gigi tiruan cekat pada kasus diatas diantaranya adalah: Pemilihan bahan Pemilihan warna yang tepat dengan menggunakan shade guide Bentuk dan ukuran sesuai anatomis gigi asli Pontik bagian depan menyentuh gingiva Resorpsi tulang perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan celah pada GTC Jenis kelamin mempengaruhi pemilihan bentuk Usia mempengaruhi pemilihan warna Pontik disesuaikan dengan overjet dan overbite normal pasien

2.9 Pertimbangan Pemakaian GTC Sementara Pembuatan dan pemakaian GTC sementara diperlukan oleh pasien dalam kasus. Hal ini dikarenakan proses pembuatan GTC definitif butuh waktu 1-2 minggu. Selain itu dikarenakan pasien perempuan dan butuh estetis serta ia bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta, sehingga penggunaan GTC diperlukan agar tidak mengganggu aktivitasnya. Fungsi GTC sementara ini antara lain: 1. Untuk melindungi pulpa, karena gigi yang baru dipreparasi akan meningkatkan sensitivitas gigi tersebut. 2. Mempertahankan kesehatan periodontal.

3.

Mendapatkan hubungan oklusal yang harmonis. Kontak gigi yang inadekuat dapat menyebabkan supra-erupsi dan migrasi dari gigi tetangga.

4.

Pengasahan gigi dapat menyebabkan lapisan enamel terbuka, sehingga GTC sementara diperlukan untuk melindungi gigi dari rangsangan mekanis, termis, dan kemis. Untuk melindungi gingival pada servikal gigi yang dipreparasi.7

5.

BAB III PENUTUP

Dapat diambil beberapa kesimpulan mengenai perawatan yang akan dilakukan kepada karyawati berusia 32 tahun yang ingin dibuatkan gigi tiruan jembatan porcelain fused to metal (PFM) untuk menggantikan gigi 11 dan 21 nya tersebut. Diperlukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiografi dan pembuatan model diagnostik. Gigi tiruan jembatan dipilih karena nyaman, estetis baik, retensi baik, stabil dan dapat menyalurkan beban pengunyahan langsung ke gigi penyangga. Gigi yang akan digunakan sebagai gigi penyangga adalah gigi 12 dengan menggunakan retainer intra radikular, dan gigi 13, 22,23 dengan menggunakan retainer ekstra koronal. Tipe dasar pontik yang sesuai adalah modified ridge lap pontik dengan bagian labial dasar pontik berkontak dengan linggir alveolaris sehingga estetis baik, sedangkan bagian palatinal nya menjauhi linggir sehingga mudah dibersihkan. Linggir alveolaris yang mengalami penurunan 2 mm dapat diatasi dengan membuat penambahan porselen yang meniru warna gusi pada regio 11 dan 21. Perawatan-perawatan yang dilakukan sebagai persiapan dalam pembuatan gigi tiruan cekat adalah memperbaiki oral hygiene pasien, pembuatan post & core pada gigi 12 dan scalling kalkulus subgingiva pada regio lingual rahang bawah. Perlu diperhatikan syarat-syarat preparasi ideal saat melakukan preparasi gigi penyangga dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi estetis gigi tiruan cekat. Selama menunggu proses pembuatan GTC definitif, diperlukan pembuatan GTC sementara untuk melindungi gigi dan gingiva, menjaga posisi gigi, dan untuk estetis. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi seorang dokter gigi yang dapat melakukan perawatan prostodontik dengan membuat GTC dan memahami langkah-langkah dari menetapkan diagnosis, membuat rencana perawatan, pemilihan gigi penyangga dan desain yang tepat, melakukan preparasi gigi penyangga dengan baik, membuatkan GTC sementara hingga pemasangan GTC definitif nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anusavice KJ. Phillips. Science of dental materials. Trans. Johan Arief Budiman dan Susi Purwoko. 10 th ed., Jakarta : EGC, 2004. 2. Rosentiel SF, Land MF, Fujimoto J. Contemporary Fixed Prosthodontics. 3rd Ed. USA: Mosby Inc., 2001. 3. Rompis CS. 2014, GigitiruanCekat. http://www.scribd.com/doc/211289541/GTC-CH-docx. (diakses tanggal: 22 Maret 2014). 4. Julica MP. 2009. Retainer for Fixed Partial Denture. http://mawarputrijulica.wordpress.com/2009/09/09/retainer-for-fixed-partialdenture/. (diakses tanggal : 22 Maret 2014). 5. Deepak Nallaswamy. Textbook of Prsothodontics. Jaypee Brothers Medical Publishers (p) Ltd. New Delhi. 2007: 510. 6. Adenan A, Sumarsongko T. Penanganan Linggir Alveolar yang Resorpsi pada Pembuatan Jembatan. Bagian Prostodonsia Universitas Padjajaran, Bandung. 2009: 8. 7. Nallaswamy D. Textbook of Prosthodontics. 1st Ed. New Delhi: Jaypee, 2003: 567, 639.

Anda mungkin juga menyukai