Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN Osteoartitis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif, dimana keseluruhan struktur dari sendi mengalami perubahan

patologis. Ditandai dengan kerusakan tulang rawan (kartilago) hyalin sendi, meningkatnya ketebalan serta sklerosis dari lempeng tulang, pertumbuhan osteofit pada tepian sendi, meregangnya kapsula sendi, timbulnya peradangan, dan melemahnya otot-otot yang menghubungkan sendi. Keadaan ini berkaitan dengan usia lanjut terutama pada sendi-sendi tangan, lutut, dan sendi besar yang menanggung beban dan se ara klinis ditandai oleh nyeri, deformitas, pembesaran sendi oleh hambatan gerak.! Osteoarthritis paling sering terjadi pada sendi lutut. "re#alensi OA lutut di $ndonesia ukup tinggi, yaitu men apai !%,%& pada pria dan !',(& pada wanita. "asien OA biasanya mengeluh nyeri pada waktu melakukan akti#itas atau juga ada pembebanan pada sendi yang terkena. "ada derajat yang lebih berat, nyeri dapat dirasakan terus menerus sehingga sanggat mengganggu mobilitas pasien.! Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling sering menyerang manusia dan dianggap sebagai penyebab disabilitas pada orang tua. Osteoartritis lutut merupakan jenis penyakit sendi terbanyak dijumpai di seluruh dunia dan penyebab nyeri serta ke a atan pada usia lanjut dibandingkan dengan penyakit lain. Osteoartritis lutut lebih banyak pada wanita setelah usia %) tahun.' "enderita osteoartritis lutut biasanya datang dengan keluhan nyeri hilang timbul yang sudah menahun pada lututnya dan lama kelamaan kekuatan otot

berkurang, tidak mampu untuk naik tangga, serta sulit jongkok.* +ika proses ini terjadi se ara berlebihan bisa timbul gejala yaitu rasa nyeri yang hebat sehingga penderita akan mengalami gangguan aktifitas sehari-hari., "enyakit radang sendi ini mulai dikenal sejak abad ke-!- dan pada saat itu dipandang sebagai akibat dari suatu proses aus karena dipakai selama hidup. .enjelang abad ke-'), penyakit kelainan sendi adalah penyebab utama gangguan muskuloskeletal di seluruh dunia, dan dianggap sebagai ke a atan yang kedua di Amerika /erikat setelah penyakit jantung rematik.* Dari aspek rehabilitasi medik, penyakit sendi degeneratif dapat menyebabkan ke a atan fisik dalam beberapa tingkat yaitu impairment (kerusakan sendi yang menyebabkan keluhan nyeri), disabilitas (adanya ke a atan fisik sehingga mengganggu akti#itas sehari-hari, dan handicap (tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, pekerjaan, dan sosial).* 0erikut ini akan dibahas suatu tinjauan pustaka dan laporan kasus tentang rehabilitasi medik pada osteoartritis genu bilateral.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Osteoartritis berasal dari kata yunani yaitu osteo yang berarti tulang, arthro yaitu sendi dan itis berarti radang atau inflamasi. Osteoartritis (OA) adalah suatu kelainan sendi kronis (jangka lama) dimana terjadi proses pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi yang disertai dengan pertumbuhan tulang dan tulang rawan baru pada sendi. Kelainan ini merupakan suatu proses degeneratif pada sendi yang dapat mengenai satu atau lebih sendi. /etiap sendi memiliki resiko untuk terserang OA. Daerah yang paling sering terserang OA yaitu lutut, panggul, #ertebra dan pergelangan kaki.* B. Anatomi lutut /endi lutut merupakan gabungan dari tiga sendi yaitu patelofemoral, tibiofemoral medial dan tibiofemoral lateral. "ada sendi tibiofemoral, terdapat meniskus lateralis dan medial. .eniskus merupakan diskus fibrokartilago pipih atau segitiga atau irreguler yang melekat pada kapsul fibrosa dan selalu pada salah satu tulang yang berdekatan. .eniskus mengandung kolagen tipe $ sampai 1) - -)& sedangkan proteoglikan hanya !)&. Konstituen glikosaminoglikan yang terbanyak adalah kondroitin sulfat dan dermatan sulfat sedangkan keratan sulfat sangat sedikit. /elain itu fibrokartilago meniskus juga lebih mudah membaik bila rusak. /endi lutut diperkuat oleh kapsul sendi yang kuat, ligamen kolateral dan medial yang menjaga

kestabilan lutut agar tidak bergerak ke lateral dan medial dan ligamentum krusiatum anterior dan posterior yang menjaga agar tidak terjadi hiperfleksi dan hiperekstensisendi lutut. 2leksi lutut akan diikuti rotasi internatibia, sedangkan ekstensi lutut akan diikuti rotasi untuk memperbesar momen gaya pada waktu lutut ekstensi sehingga kerja otot 3uadri eps femoris tidak terlalu kuat.'

4ambar !. Anatomi lutut C. Epidemiologi Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling banyak ditemukan di dunia, termasuk di $ndonesia. "enyakit ini menyebabkan nyeri dan disabilitas pada penderita sehingga mengganggu akti#itas sehari-hari. Di $nggris dan 5ales, sekitar !,* hingga !,(% juta orang mengalami gejala OA. Di Amerika, ! dari ( penduduk menderita OA. Osteoartritis menempati urutan kedua setelah penyakit kardio#askuler sebagai penyebab ketidakmampuan fisik (seperti berjalan dan menaiki tangga) di dunia barat. /e ara keseluruhan, sekitar !) 6 !%&.% "re#alensi osteoartritis se ara jelas meningkat sesuai dengan

pertambahan usia. Kondisi ini jarang ditemukan pada anak-anak dan dewasa

muda. 7sia, jenis kelamin, pekerjaan, kegemaran, ras, dan hereditas seluruhnya bisa berperan dalam manifestasi klinis osteoartritis.' Data di $ndonesia yang didapat dari .alang, pre#alensi OA sekitar !)!*,%&, di pedesaan +awa tengah pre#alensi osteoartritis klinis sekitar %,!&. Di 8umah /akit 9ipto .angunkusumo +akarta menunjukkan ,*,:& (!--!!--,) 6 *%& (')))) merupakan penderita osteoartritis. , /edangkan sesuai data di 8umah /akit "rof. D8. Kandou .anado menunjukkan bahwa penderita osteoarthritis sebanyak '' & (')!)), ') & (')!!), !- & (')!'). D. Etiologi ;tiologi pasti dari osteoartritis sampai saat ini tidak diketahui, akan tetapi beberapa faktor predisposisi terjadinya osteoartritis dipengaruhi oleh<%,1 7mur Dari semua faktor risiko timbulnya osteoartritis, faktor umur adalah yang terpenting. "re#alensi dan beratnya penyakit osteoartritis semakin meningkat dengan bertambahnya umur. Osteoartritis hampir tidak pernah ditemukan pada anak, jarang pada umur dibawah ,) tahun dan sering pada umur diatas 1) tahun. +enis Kelamin Kelainan ini ditemukan baik pada pria maupun wanita, dimana osteoartritis primer lebih banyak ditemukan pada wanita pas a menopause, sedangkan osteoartritis sekunder lebih banyak pada laki-laki. 8as =ebih sering pada orang Asia khususnya 9ina, ;ropa, dan Amerika. >al ini mungkin berkaitan dengan perbedaan ara hidup maupun perbedaan

pada frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan. 2rekuensi osteoartritis genu pada wanita kulit hitam lebih tinggi dibandingkan dengan pada wanita kulit putih, sedangkan pada laki-laki, frekuensi pada kulit hitam sama dengan pada kulit putih. 2aktor Keturunan Adanya mutasi pada gen prokolagen $$ atau gen-gen struktural lain untuk unsur-unsur tulang rawan seperti kolagen tipe $? dan ?$$, protein pengikat atau proteoglikan dikatakan berperan dalam timbulnya ke enderungan familial pada osteoartritis 2aktor metabolik@endokrin "enderita obesitas, hipertensi, hiperurisemia dan diabetes lebih rentan. E. Arauma dan faktor okupasi. anifestasi Klinis .anifestasi klinis seperti nyeri pada sendi yang terkena terutama sewaktu bergerak. 7mumnya timbul se ara perlahan-lahan, mula-mula rasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan istirahat. Aerdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi, pembengkakan sendi dan perubahan gaya berjalan.%,1 =ebih lanjut terdapat pembengkakan sendi dan krepitasi tulang.Aempat predileksi osteoartritis adalah sendi karpometakarpal $, metatarsofalangeal $, apofiseal tulang belakang, lutut dan paha. Aanda-tanda peradangan pada sendi tersebut tidak menonjol dan timbul belakangan, mungkin dijumpai karena adanya sino#itis, terdiri dari nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat dan kemerahan.(,:

!. Patofisiologi !. Aulang rawan sendi /tage $ < 4angguan atau perubahan matriks kartilago. 0erhubungan dengan peningkatan konsentrasi air yang mungkin disebabkan oleh gangguan mekanik, degradasi makromolekul matriks, atau perubahan metabolisme kondrosit. Awalnya konsentrasi kolagen tipe $$ tidak berubah, tapi jaring-jaring kolagen dapat rusak dan derajat agregasi proteoglikan menurun. /tage $$ < 8espon kondrosit terhadap gangguan atau perubahan matriks. Ketika kondrosit mendeteksi gangguan atau perubahan matriks, kondrosit berespon dengan meningkatkan sintesis dan degradasi matriks, serta berproliferasi. 8espon ini dapat menggantikan jaringan yang rusak, mempertahankan jaringan, dan meningkatkan #olume kartilago.8espon ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun. /tage $$$ < "enurunan respon kondrosit. Kegagalan respon kondrosit untuk menggantikan atau mempertahankan jaringan mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi disertai dan diperparah oleh penurunan respon kondrosit. "enyebab penurunan respon ini belum diketahui, namun diperkirakan akibat kerusakan mekanis pada jaringan, dengan kerusakan kondrosit dan downregulasi respon kondrosit terhadap sitokin anabolik.' '. "erubahan Aulang.

"erubahan tulang subkondral yang mengikuti degenerasi tulang rawan sendi meliputi peningkatan densitas tulang subkondral,

pembentukan rongga-rongga yang menyerupai kista yang mengandung jaringan miksoid, fibrosa, atau kartilago. 8espon ini mun ul paling sering pada tepi sendi tempat pertemuan tulang dan tulang rawan yang berbentuk bulan sabit (crescent). "eningkatan densitas tulang merupakan akibat dari pembentukan lapisan tulang baru pada trabekula biasanya merupakan tanda awal dari penyakit degenerasi sendi pada tulang subkondral, tapi pada beberapa sendi rongga-rongga terbentuk sebelum peningkatan densitas tulang se ara keseluruhan. "ada stadium akhir dari penyakit, tulang rawan sendi telah rusak seluruhnya, sehingga tulang subkondral yang tebal dan padat kini berartikulasi dengan permukaan tulang (denuded) dari sendi lawan. 8emodeling tulang disertai dengan kerusakan tulang sendi rawan mengubah bentuk sendi dan dapat mengakibatkan ketidakstabilan tungkai yang terlibat.' "ada sebagian besar sendi sino#ial, pertumbuhan osteofit diikuti dengan perubahan tulang rawan sendi serta tulang subkondral dan metafiseal. "ermukaan yang keras, fibrosa, dan kartilaginis ini biasanya mun ul di tepi-tepi sendi. Osteofit marginal biasanya mun ul pada permukaan tulang rawan, tapi dapat mun ul juga di sepanjang insersi kapsul sendi (osteofit kapsuler). Aonjolan tulang intraartikuler yang menonjol dari permukaan sendi yang mengalami degenerasi disebut osteofit sentral. /ebagian besar osteofit marginal memiliki pernukaan kartilaginis yang menyerupai tulang rawan sendi yang normal dan dapat

tampak sebagai perluasan dari permukaan sendi. "ada sendi superfisial, osteofit ini dapat diraba, nyeri jika ditekan, membatasi ruang gerak, dan terasa sakit jika sendi digerakkan. Aiap sendi memiliki pola karakter yang khas akan pembentukan osteofit di sendi panggul, osteoartritis biasanya membentuk in in di sekitar tepi a etabulum dan tulang rawan femur. "enonjolan osteofit sepanjang tepi inferior dari permukaan artikuler os humerus biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit degenartif sendi glenohumeral. Osteofit merupakan respon terhadap proses degenerasi tulang rawan sendi dan remodelling tulang subkondral, termasuk pelepasan sitokin anabolik yang menstimulasi proliferasi dan

pembentukan sel tulang dan matriks kartilago.' *. +aringan "eriartikuler. Kerusakan tulang rawan sendi mengakibatkan perubahan sekunder dari sino#ial, ligamen, kapsul, serta otot yang menggerakan sendi yang terlibat. .embran sino#ial sering mengalami reaksi inflamasi ringan sampai sedang dan dapat berisi fragmen-fragmen dari tulang rawan sendi. Kurangnya penggunaan sendi dan penurunan 8O.

mengakibatkan atrofi otot. "erubahan sekunder ini sering mengakibatkan kekakuan sendi dan kelemahan tungkai.' ". Diagnosis Diagnosis pada osteoartritis didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. "ada anamnesis akan didapatkan gejalagejala yang sudah berlangsung lama, tetapi berkembang se ara perlahan-

lahan.' 4ejala utama adalah nyeri pada sendi yang terkena, terutama pada waktu bergerak. Awal mula terasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan istirahat. Aerdapat hambatan pada gerak sendi, biasanya semakin bertambah berat sejalan dengan bertambanya rasa nyeri. Kaku pada pagi hari dapat timbul setelah imobilisasi, seperti duduk dalam waktu yang ukup lama atau setelah bangun tidur. Krepitasi atau rasa gemeretak pada sendi yang sakit juga menjadi keluhan dari penderita osteoarthritis.1 Aes-tes pro#okasi yang dilakukan untuk memeriksa sendi lutut antara lain< !. Aes McMurray Aes ini merupakan tindakan pemeriksaan untuk mengungkapkan lesi meniskus. "ada tes ini penderita berbaring terlentang. Dengan satu tangan pemeriksa memegang tumit penderita dan tangan lainnya memegang lutut. Aungkai kemudian ditekuk pada sendi lutut.Aungkai bawah eksorotasi@ endorotasi dan se ara perlahan-lahan diekstensikan. Kalau terdengar bunyi Bklek atau teraba sewaktu lutut diluruskan, maka meniskus medial atau bagian posteriornya yang mungkin terobek.:

4ambar '. "emeriksaan McMurray

10

2.

Anterior Drawer Test .erupakan suatu tes untuk mendeteksi ruptur pada ligamen ru iatum anterior lutut. "enderita harus dalam posisi terlentang dengan panggul fleksi ,%C. =utut fleksi dan kedua kaki sejajar. 9aranya dengan menggerakan tulang tibia ke atas maka akan terjadi gerakan hiperekstresi sendi lutut dan sendi lutut akan terasa kendor. "osisi pemeriksa di depan kaki penderita. +ika terdorong lebih dari normal, artinya tes drawer positif.:

4ambar *. Anterior Drawer Test!! 3. Posterior Drawer Test Posterior Drawer Test sama halnya dengan Anterior Drawer Test, hanya saja menggenggam tibia kemudian didorong kearah belakang.:

11

4ambar ,. Posterior Drawer Test!! 4. Appley Compresion Test Aes ini dilakukan untuk menentukan nyeri lutut yang disebabkan oleh robeknya meniskus. "enderita dalam posisi berbaring tengkurap lalu tungkai bawah ditekukkan pada sendi lutut kemudian dilakukan penekanan pada tumit pasien. "enekanan dilanjutkan sambil memutar tungkai ke arah dalam (endorotasi) dan luar (eksorotasi). Apabila pasien merasakan nyeri di samping medial atau lateral garis persendian lutut maka kemungkinan terdapat lesi pada meniskus medial dan lateral.: 5. Appley Distraction Test Aes ini dilakukan untuk membedakan lesi meniskal atau ligamental pada persendian lutut. Aindakan pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari Appley Comppresion Test. =akukan distraksi pada sendi lutut sambil memutar tungkai bawah keluar dan kedalam dan lakukan fiksasi. Apabila pada distraksi eksorotasi dan endorotasi itu terdapat nyeri maka hal tersebut disebabkan oleh lesi di ligamen.:

12

(a)

(b)

4ambar %. (a) Appley Comppresion TestD (b) Appley Distraction Test!! "emeriksaan penunjang<!,*,% a. b. . "emeriksaan radiologi foto polos lutut "emeriksaan laboratorium darah Analisa airan sendi

Peme#i$saan %adiologis Derajat kerusakan sendi berdasarkan gambaran radiologis kriteria Kellgren E =awren e < Derajat ) Derajat ! Derajat ' Derajat * < radiologi normal. < penyempitan elah sendi meragukan. < osteofit dan penyempitan elah sendi yang jelas. < osteofit sedang dan multipel, penyempitan elah sendi,

sklerosis sedang dan kemungkinan deformitas kontur tulang. Derajat , < osteofit yang besar, penyempitan elah sendi yang nyata, sklerosis yang berat dan deformitas kontur tulang yang nyata.

13

The American College of heumatology menyusun kriteria diagnosis OA lutut idiopatik berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiologi sebagai berikut<! Klinis dan =aboratorium Klinis dan radiologi Klinis Fyeri lutut G minimal % dari Fyeri lutut G minimal Fyeri - berikut < - umur H %) tahun - stiffness I *) menit - krepitasi - nyeri pada tulang - pelebaran tulang -tidak hangat pada perabaan - =;D I ,)mm@jam - 8heumatoid fa tor I!<,) - 9airan sino#ial < jernih, #is ous,leukositI')))@mm* ! dari * berikut - umur H %) tahun - stiffness I *) menit - krepitasi G osteofit lutut G

minimal * dari 1 berikut < - umur H %) tahun stiffness I *)

menit - krepitasi - nyeri pada tulang - pelebaran tulang -tidak hangat pada perabaan

H. %e&a'ilitasi medi$ pada osteoa#t#itis Aujuan<%,-,!) !. '. *. .engurangi nyeri dan spasme .emperbaiki lingkup gerak sendi .eningkatkan kekuatan otot

14

,. %.

.emperbaiki fungsi .eningkatkan kualitas hidup

"enatalaksanaan rehabilitasi medik pada penderita osteoarthtritis antara lain< !. 2isioterapi-,!),!' a. Aerapi dingin digunakan untuk melan arkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, mengurangi spasme otot dan kekakuan sendi sehingga dapat mengurangi nyeri. Dapat juga menggunakan es yang dikompreskan pada sendi yang nyeri. Aerapi dingin dapat berupa ryotherapy! kompres es dan masase es. b. Aerapi panas superfisial yaitu panas hanya mengenai kutis atau jaringan sub kutis saja (hot pac", infra merah, kompres air hangat, paraffin #ath) /edangkan terapi panas dalam, yaitu panas dapat menembus sampai ke jaringan yang lebih dalam yang sampai ke otot, tulang, dan sendi Diatermi gelombang mikro (.5D), Diatermi gelombang pendek (/5D), Diatermi gelombang suara ultra (7/D). "ada kasus OA digunakan /5D (short wa$e diathermi) dan 7/D (ultra sound diathermi). . T%&' (Transcutaneus %lectrical &er$e 'timulation) merupakan modalitas yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri melalui peningkatan ambang rangsang nyeri. d. >idroterapi bermanfaat untuk memberi latihan. Daya apung air akan membuat ringan bagian atau ekstermitas yang direndam sehingga sendi lebih mudah digerakan. /uhu air yang hangat akan membantu mengurangi nyeri, relaksasi otot dan memberi rasa nyaman.

15

e.

=atihan penguatan otot. =atihan diketahui dapat meningkatkan dan mempertahankan pergerakan sendi, menguatkan otot, meningkatkan ketahanan statik dan dinamik dan meningkatkan fungsi yang menyeluruh. =atihan terdiri dari latihan pasif, aktif, ketahanan, peregangan danrekreasi.

'. Aerapi okupasi meliputi latihan koordinasi akti#itas kehidupan sehari-hari (AK/) untuk memberikan latihan pengembalian fungsi sehingga penderita bisa melakukan kembali kegiatan @ pekerjaan seperti biasanya.!),!' *. Ortotik "rostetik digunakan untuk mengembalikan fungsi, men egah dan mengoreksi ke a atan, menyangga berat badan dan menunjang anggota tubuh yang sakit. "ada penderita OA biasanya dilakukan ren ana penggunaan "nee #race atau "nee support.!) ,. /osial .edis. Aujuannya adalah menyelesaikan@meme ahkan masalah sosial yang berkaitan dengan penyakit penderita, seperti masalah penderita dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.!'-!,

16

BAB III LAP(%AN KASUS ). IDENTITAS PASIEN Fama 7mur Alamat "ekerjaan Agama /uku Aanggal "eriksa *. ANA NESIS Keluhan utama 8iwayat "enyakit /ekarang < < Fyeri kedua lutut. < Fy. = O < 1) tahun < 0ahu =ingkungan J$$ < $bu rumah tangga < Kristen < .inahasa < , .aret ')!,

Fyeri kedua lutut sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu, nyeri dirasakan di kedua lutut, perlahan-lahan nyeri semakin parah, setelah berjongkok dalam jangka waktu yang lama saat men u i, pasien merasa nyeri dan kesulitan untuk berdiri namun pasien tidak memeriksakan diri ke dokter dan hanya minum obat dan suplemen yang dibelinya sendiri.

17

Fyeri sempat dirasakan berkurang namun bertambah parah sejak ' minggu terakhir, setelah pasien banyak berakti#itas dan berjalan jauh. Fyeri tidak menjalar dan terasa seperti ditusuk-tusuk. Fyeri dirasakan lebih parah pada lutut kanan dibandingkan dengan lutut kiri. Fyeri bertambah bila pasien banyak berjalan, berjongkok atau saat hendak berdiri dari posisi duduk. Fyeri berkurang saat pasien beristirahat. Aidak terdapat riwayat trauma, pasien jarang menggunakan high heels. Kadang terdapat bunyi BkrekK saat berjalan, terdapat riwayat kaku di pagi hari kurang dari *) menit dan berkurang setelah lutut digerak-gerakan. /aat ini pasien bisa berjalan tanpa alat bantu. 8iwayat penyakit dahulu <

8iwayat hipertensi, diabetes dan cardio$ascular disease tidak ada. 8iwayat Keluarga <

>anya pasien yang sakit seperti ini. 8iwayat /osial ;konomi <

"enderita tinggal dirumah permanen dengan * kamar. "asien tinggal dengan suami dan seorang anak yang sudah dewasa, kamar mandi terletak di dalam rumah, kloset duduk. 8iwayat kebiasaan dan akti#itas < "enderita adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sampingan dengan menjahit. /uami penderita adalah seorang pensiunan pegawai negeri.

18

8iwayat "sikologis

<

"enderita merasa emas dan terganggu dengan penyakit yang dialami. +. PE E%IKSAAN !ISIK Keadaan umum Kesadaran Aekanan darah Fadi Ainggi badan 0erat badan $ndeks massa tubuh Kepala .ata < /edang < Compos Mentis < !,)@:) mm>g < :)L@menit < !%1 m < 1: kg < '(,kg@m' (Obesitas tingkat !). 49/< ;,.1J% 8espirasi< ') L@m /uhu < *1,%)9

< Formo ephal < Konjungti#a tidak anemis, sklera tidak ikterik. "upil bulat isokor * mm, refleks ahaya kiri dan kanan ada, refleks ahaya tidak langsung kiri dan kanan ada.

=eher

< Arakea letak tengah, pembesaran kelenjar getah bening tidak ada.

Ahoraks

< /imetris kiri M kanan 9or@"ulmo< dalam batas normal.

19

Abdomen

< Datar, lemas, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba, bising usus (G) normal.

/tatus lokalis< 8egio genu deLtra dan sinistra $nspeksi < deformitas (-@-), edema (-@-), kemerahan (-@-), #arus (-@-), #algus (-@-) "alpasi < >angat (-@-), nyeri tekan (G@G)

.o#ement< Fyeri gerak aktif (G), nyeri gerak pasif (G), krepitasi (G@G) *isual Analog 'cale< De+tra ) , .aret ')!, !)

'inistra

, .aret ')!,

!)

A== A== N angle

DeLtra :% -: '))

/inistra :% -: '%)

20

"emeriksaan =ingkup 4erak /endi (=4/) regio genu deLtra dan sinistra DeLtra )-!!)) )-)) /inistra )-!*)) )-)) Formal )-!*%) ))

2leksi ;kstensi

"emeriksaan .otorik E$st#emitas supe#io# DeLtra /inistra Formal Formal %@%@%@% %@%@%@% Formal Formal Formal Formal Formal Formal E$st#emitas infe#io# DeLtra /inistra Formal Formal %@%@%@% %@%@%@% Formal Formal Formal Formal Formal Formal

4erakan Kekuatan otot Aonus otot 8efleks 2isiologis 8efleks "atologis /ensibilitas Aes"ro#okasi < Jenis tes Anterior drawer Posterior drawer McMurray ,achman Apley grinding ,ateral sta#ility Medial sta#ility

De,t#a -

Sinist#a -

>asil ?-2oto genu deLtra dan sinistra A"@lateral <

21

Kesan < Osteoartritis genu deLtra dan sinistra.

-. %ESU E "erempuan, 1) tahun, datang dengan keluhan nyeri kedua lutut sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu, nyeri bertambah parah sejak ' minggu terakhir setelah banyak berakti#itas (berjalan lama). Fyeri pada lutut kanan dirasakan lebih parah dibandingkan dengan lutut kiri. Fyeri tidak menjalar, seperti ditusuk-tusuk bertambah bila pasien banyak berjalan, jongkok atau saat hendak berdiri dari posisi duduk, berkurang saat pasien beristirahat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan Aekanan darah < !,)@:) mm>g 8espirasi < ') L@menit Fadi < :) L@menit /uhu < *1,%O9

*isual Analog 'cale lutut kanan % P kiri ' ange of Mo$ement genu kanan dan kiri menurun ( fleLi deLtra )-!!)O P fleLi sinistra )-!*)O) Dari pemeriksaan radiologis didapatkan kesan osteoarthritis genu bilateral. Pro#lem < Fyeri kedua lutut ( *isual Analog 'cale 4enu dekstra < % P 4enu sinistra < ') Keterbatasan lingkup gerak sendi genu deLtra dan sinistra.

22

Kelebihan berat badan. 4angguan akti#itas seperti berjalan, jongkok dan naik turun tangga. Ke emasan terhadap kondisinya. < Osteoartritis genu bilateral < Degeneratif < 4enu bilateral < $mpairment< osteoarthritis lutut. Disability < gangguan akti#itas seperti saat berjalan, jongkok, naik turun tangga. >andi ap < (-)

Diagnosis klinis Diagnosis etiologi Diagnosis topis Diagnosis fungsional

"enatalaksanaan .edikamentosa

<

Asam mefenamat * L %)) mg Fon medikamentosa < %e&a'ilitasi medi$ 2isioterapi - ;#aluasi < - Fyeri lutut (*isual Analog 'cale genu dekstra %, genu sinistra ') - Keterbatasan lingkup gerak sendi genu deLtra dan sinistra

23

- gangguan akti#itas sehari-hari (berdiri, berjalan, dan jongkok) - "rogram< - 'hort -a$e Diathermy pada genu deLtra. - =atihan peningkatan lingkup gerak sendi deLtra dan sinistra - =atihan penguatan otot 6 otot 3uadriseps femoris deLtra dan sinistra. - =atihan stretching otot 6 otot hamstring. - =atihan sepeda statis (sesuai ketahanan pasien). Okupasi terapi - ;#aluasi < - Fyeri lutut (*isual Analog 'cale genu dekstra %, genu sinistra '). - 4angguan akti#itas sehari berjalan, dan jongkok). - "rogram < - latihan akti#itas kehidupan sehari-hari dengan prinsip mengurangi beban pada sendi lutut (.oint protection). Ortotik prostetik - ;#aluasi < - Fyeri lutut (*isual Analog 'cale genu dekstra %, genu sinistra '). - 4angguan akti#itas sehari 6 hari (berdiri, berjalan, dan jongkok). - "rogram < ren ana penggunaan "nee #race untuk genu deLtra.
24

- hari (berdiri,

"sikolog - ;#aluasi < penderita merasa emas dengan sakitnya. - "rogram< memberi dukungan kepada penderita agar rajin berlatih di rumah dan kontrol se ara teratur, memberi dukungan mental kepada penderita dan keluarga agar tidak emas dengan penyakit yang dideritanya. /osial medik - ;#aluasi< 0iaya hidup sehari-hari ukup, biaya pengobatan

ditanggung oleh pemerintah menggunakan asuransi kesehatan. - "rogram< .emberikan edukasi pada penderita dan keluarga mengenai penyakit penderita dan memberikan dukungan agar penderita rajin melakukan terapi dan home program. /ome program dan edukasi - .engurangi akti#itas yang berdampak besar pada lutut seperti naik turun tangga, berjalan lama, serta berdiri dalam waktu yang lama. - "emakaian alat kaki yang empuk dan flat (datar). - Kontrol ke poli rehabilitasi medik se ara rutin. - Konsul ke bagian giQi untuk menyesuaikan berat badan dan pengaturan giQi yang seimbang,

25

P%("N(SIS Nuo ad #itam Nuo ad fungtionam Nua ad sanationam < Dubia ad 0onam < Dubia ad 0onam < Dubia ad 0onam

26

DA!TA% PUSTAKA !. 8eni >. .asdu hi. 8ehabilitasi Fyeri pada /endi Degeneratif. /.2@0agian $lmu Kedokteran 2isik dan 8ehabilitasi 8/7 dr./oetomo@2K 7FA$8. "K08ehabilitasi .edik, /urabaya< '))%. 0randt KD, Doherty ., =ohmander =/. Osteoarthritis. ' ed. OLford 7ni#ersity "ress. Few Rork< '))*D'---*):.

'.

*.

4arison /+. Osteoartritis. Dalam < 5ijaya A9, alih bahasa. Dasar-Dasar Aerapi dan 8ehabilitasi 2isik.+akarta < >ipokrates, !--1D()-'.

,.

0roto 8. .anfaat 4lukosamin dan Kondroitin /ulfate untuk terapiOsteoartritis. Dalam< /etyohadi 0, Kasjmir R$, editor. Faskah lengkap Aemu$lmiah 8eumatologi. +akarta< '))'.

%.

8osjad 9. Kelainan Degeneratif Aulang dan /endi. Dalam < "engantar $lmu0edah Ortopedi. 7jung "andang < 0intang =amumpatueD !-(-'*%

1.

As#iarty, Fuhani /A, Aulaar A, dkk. Osteoartritis. Dalam< /tandar Operasional "rosedur .D;"K;/. +akarta, ')))D !%-!:

(.

Anonymous.Osteoartritis. SOnlineT. ')), S ited ')!* Fo#ember '%TD A#ailablefrom<www.arthritis. om@types&of&')arthritis@osteoartritis.

:.

0raunwald ;, 2au i A/, et al. Degenerati#e joint disease. $n< >arrison s manual of medi ine !% thed. 0oston< . 4raw->ill< '))'D(,:-,-.

27

-.

;lyas ;. "endekatan Aerapi 2isik pada Osteoarthritis. "ertemuan $lmiah Aahunan ";8DO/8$ '))'. 0idang "endidikan da =Atihan "engurus 0esar";8DO/8$. +akarta, '))'D%*-1*.

!).

Aulaar A0.. "eran Kedokteran 2isik dan 8ehabilitasi .edik padaAatalaksana Osteoarthritis. /emijurnal 2armasi dan Kedokteran ;thi alDigest. 2ebruari '))1D,1-%,. "ain eLer ises. Knee from<http@@"aineLer ise.net "ain ;Ler ise. (online). A#ailable

!!.

!'.

.ansjoer A, dkk. 8eumatologi. Dalam< Kapita selekta kedokteran. +akarta<.edia Aes ulapius 2K7$, !---D%'%-1 .

!*.

Jogelgesang /. Osteoarthritis. $n< 5est /4, editor. 8heumatology se rets, 'nd edition. "hiladelphia< >anley E 0elfus $n , '))'D*1%-(,.

!,.

/engkey =/, dkk. Kumpulan Kuliah 8ehabilitasi .edik 2K 7F/8AA .anado< ')!).

28