Anda di halaman 1dari 25

LAKIP Kec.

Banjarmasin Barat Tahun 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang hanya karena kuasa dan izinNya jualah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kecamatan Banjarmasin Barat Tahun 2013 ini dapat disusun dan diselesaikan sebagaimana mestinya. LAKIP ini merupakan wujud pertanggungjawaban sekaligus pertanggunggugatan Camat dan seluruh Perangkat Kecamatan Banjarmasin Barat dalam mengelola anggaran guna mencapai target-target kinerja yang dijanjikan atau ditetapkan pada setiap awal tahun anggaran. Meskipun masih terdapat berbagai kekurangan atau kelemahan dalam laporan ini karena berbagai keterbatasan dan kendala yang dihadapi namun kami berharap hal tersebut tidak mengurangi makna sesungguhnya dari LAKIP ini. Terima kasih disampaikan kepada semua pihak, utamanya perangkat Kecamatan Banjarmasin Barat yang telah menunjukkan kerjasamanya yang baik hingga rampungnya laporan ini. Semoga laporan tersebut dapat memberikan manfaat yang berati bagi kita semua. Amin

CAMAT BANJARMASIN BARAT

HUSNI THAMRIN, MIP NIP. 19720720 199903 1 006

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum A. Kewilayahan B. Kependudukan C. Perekonomian D. Sosial Budaya Keorganisasian Keaparaturan 1 1 1 2 3 4 4 5 6 6 6 6 8 8 9 9 9 16 17 19 19 19

1.2. 1.3.

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. Perencanaan Kinerja A. Visi dan Misi B. Tujuan dan Sasaran C. Indikator Kinerja Utama 2.2. Perjanjian Kinerja BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Pengukuran Kinerja 3.2. Analisis Capaian Kinerja 3.3. Analisis Capaian Kinerja Keuangan 3.4. Analisis Capaian Kinerja Utama BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan 4.2. Saran LAMPIRAN : - Dokumen Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2013 - Dokumen Indikator Kinerja Utama

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

IKHTISAR EKSEKUTIF

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Kecamatan Banjarmasin Barat telah menyusun Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013. LAKIP tersebut merupakan wujud pertanggungjawaban dan pertanggunggugatan kinerja sesuai kewenangan yang menjadi tanggung jawab Kecamatan Banjarmasin Barat untuk direalisasikan sepanjang tahun 2013. Dari hasil pengukuran capaian kinerja yang dilakukan, memperoleh hasil capaian kinerja rata-rata 102 persen yang berada pada interval antara 100 persen hingga 109 persen. Nilai capaian tersebut diperoleh dari capaian kinerja rata-rata setiap sasaran pada setiap misi yang telah dirumuskan. Sementara itu, capaian kinerja keuangan Kecamatan Banjarmasn Barat pada tahun anggaran 2013 berhasil mencapai nilai serapan sebesar 95% dari rencana yang ditetapkan. Kondisi demikian menggambarkan bahwa pecapaian target-target sasaran sangat berhasil, di mana terdapat surplus capaian kinerja dibandingkan dengan realisasi serapan anggaran tahun yang sama.

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Gambaran Umum A. Kewilayahan Kecamatan Banjarmasin Barat secara geografis berada di sisi paling Barat Kota Banjarmasin yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala dengan garis batas terletak di Sungai Barito. Secara umum wilayah ini merupakan dataran rendah dan sebagian kecil berada pada bantaran Daerah Aliran Sungai Barito. Luas keseluruhan Kecamatan Banjarmasin Barat mencapai 13,37 km persegi. Secara administratif, Kecamatan Banjarmasin Barat meliputi 9 (sembilan) Kelurahan, yaitu Kelurahan Pelambuan, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kelurahan Kuin Selatan, Kelurahan Belitung Selatan, Kelurahan Belitung Utara, Kelurahan Basirih, Kelurahan Telaga Biru, Kelurahan Telawang, dan Kelurahan Teluk Tiram. Dengan luas wilayah 3,65 km persegi, Kelurahan Basirih memiliki wilayah terluas di antara 9 kelurahan yang terdapat di Kecamatan Banjarmasin Barat sebagaimana digambarkan pada grafik berikut:
Kuin Selatan; 1,72; 13% Kuin Cerucuk; 1,66; 12% Teluk Tiram; 0,57; 4% Telawang; 0,68; 5%

Telaga Biru; 1,53; 12%

Basirih; 3,65; 27%

Pelambuan; 2,12; 16% Belitung Utara; 0,74; 6% Belitung Selatan; 0,7; 5%

Sumber : Kec. Banjarmasin Barat Dalam Angka, 2013

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Banjarmasin Barat adalah: - Kecamatan Banjarmasin Utara di sebelah Utara - Kecamatan Banjarmasin Tengah di sebelah Timur - Kecamatan Banjarmasin Selatan di sebelah Selatan - Kabupaten Barito Kuala di sebelah Barat B. Kependudukan Dengan tingkat pertumbuhan rata-rata selama 3 tahun terakhir sekitar 1,04 %, penduduk Kecamatan Banjarmasin Barat terus mengalami peningkatan. Dari jumlah penduduk sebanyak 146.448 jiwa pada tahun 2013 sekitar 20% terkonsentrasi di pusat Kecamatan yaitu Kelurahan Pelambuan, di mana kegiatan perekonomian masyarakat lebih banyak berlangsung. Sedangkan jika dilihat dari tingkat kepadatan penduduknya, Kelurahan Belitung Selatan menduduki urutan pertama dengan kepadatan mencapai 22.283 jiwa per km2, dan Kelurahan Basirih merupakan kelurahan dengan tingkat kepadatan terendah yaitu 6.450 jiwa per km2. Tabel berikut menunjukkan perkembangan jumlah penduduk per Kelurahan selama 3 tahun terakhir.
NO. Kelurahan 2011 2012 2013

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Teluk Tiram Telawang Telaga Biru Pelambuan Belitung Selatan Belitung Utara Basirih Kuin Cerucuk Kuin Selatan JUMLAH

10.907 10.551 17.190 28.715 15.472 7.466 22.596 19.007 11.557 143.461

10.868 10.816 17.358 29.023 15.684 7.477 23.403 19.111 11.626 145.366

11.062 10.844 17.594 29.262 15.598 7.517 23.542 19.289 11.740 146.448

Sumber : Kec. Banjarmasin Barat Dalam Angka, 2011-2013.

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Sementara jika dilihat dari kelompok umur, jumlah penduduk Kecamatam Banjarmasin Barat pada tahun 2013 sebagaimana grafik berikut:

75+ 70 - 74 65 - 69 60 - 64 55 - 59 50 - 54 45 - 49 40 - 44 35 - 39 30 - 34 25 - 29 20 - 24 15 - 19 10 - 14 5-9 0-4 0

1,108 1,277 2,132 3,282 4,908 7,237 9,247 11,503 13,186 13,834 13,514 12,592 12,515 12,881 13,465 13,767 2 4 6 8 10 12 14 16

Sumber : Kec. Banjarmasin Barat Dalam Angka, 2013

Dari data di atas, jumlah penduduk usia produktif (15-64 th) cukup potensial yaitu mencapai 69,5%, di mana sebagian besar bekerja pada sektor industri yang terdapat cukup banyak di wilayah ini, khususnya di wilayah Kelurahan Pelambuan dan Telaga Biru. C. Perekonomian Kegiatan perekonomian masyarakat Kecamatan Banjarmasin Barat didominasi oleh sektor industri. Terdapat beberapa industri dan jasa berskala menengah dan besar, di antaranya industri pengolahan karet, pengolahan kayu, ekspedisi, jasa pelabuhan, dan sebagainya. Pada perusahaan-perusahaan tersebutlah sebagain besar penduduk Kecamatan Banjarmasin Barat menggantungkan hidupnya. Selain itu, dinamika perekonomian masyarakat juga ditunjang dengan keberadaan pasar-pasar, baik yang dibawah pengelolaan Pemerintah Kota Banjarmasin maupun yang dikelola secara mandiri oleh warga pemilik lahan. Pasar-pasar yang dikelola oleh Pemko Banjarmasin seperti Pasar Telawang,
6

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Pasar Kalindo, dan Pasar Induk Banjar Raya. Sedangkan pasar yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat adalah seperti Pasar THR, Pasar Telaga Biru, dan Pasar Ujung Pandang. D. Sosial Budaya Sebagaimana masyarakat Kota umumnya, penduduk di wilayah ini juga memiliki heterogenitas yang tinggi layaknya ciri khas sebuah kota, baik agama, budaya, maupun suku. Namun demikian, meskipun jumlah pemeluk agama Islam dan suku Banjar sangat dominan, kerukunan hidup antar pemeluk agama dan kepercayaan dapat berjalan harmonis dengan dilandasi sikap saling menghargai. Guna memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan ibadah, khususnya umat Islam, di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat sekitar 32 mesjid dengan beragam ukuran, 143 langgar dan 27 mushollah.

1.2.

Keorganisasian Secara organisatoris, Kecamatan Banjarmasin Barat dipimpin oleh seorang Camat dan membawahi masing-masing seorang Sekretaris Kecamatan, 4 orang Kepala Seksi, dan 3 Kepala Sub Bagian serta dibantu beberapa jabatan fungsional lain yang merupakan perpanjangan tangan Dinas/Badan maupun instansi vertikal. Sesuai Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Banjarmasin, unsur organisasi Kecamatan terdiri dari : a. Kecamatan b. Sekretariat c. Seksi Pemerintahan d. Seksi Kesejahteraan Sosial e. Seksi Ketentraman dan Ketertiban f. Seksi Pendidikan dan Kesehatan. Sekretariat Kecamatan dilengkapi dengan: a. Sub Bagian Umum b. Sub Bagian Kepegawaian c. Sub Bagian Keuangan dan Perencanaan Namun sejak awal 2014, sesuai perubahan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Banjarmasin yang dituangkan dalam Perda Nomor 16 Tahun 2013, Seksi Pendidikan dan Kesehatan ditiadakan dan dibentuk Seksi Pelayanan

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Informasi dan Pengaduan untuk mengantisipasi pelaksanaan kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). 1.3. Keaparaturan Kecamatan Banjarmasin Barat pada kondisi hingga akhir tahun 2013 dilengkapi dengan 13 PNS dan dibantu 6 orang tenaga honorer. Berdasarkan pangkat/ golongan, PNS yang bertugas di Kecamatan Banjarmasin Barat terdiri dari 2 orang golongan IV, 7 orang golongan III, dan 4 orang goolongan II. Sedangkan menurut tingkat pendidikan formal terakhir yang ditamatkan, terdapat 1 orang berpendidikan S2, 7 orang S-1, 4 orang Diploma, dan 1 orang tamat SMA.

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1. Perencanaan Kinerja A. Visi dan Misi Kecamatan Banjarmasin Barat mempunyai gambaran dan harapan yang akan dicapai pada masa yang akan datang. Gambaran tersebut dituangkan dalam visi Kecamatan Banjarmasin Barat yang ditetapkan dengan mengacu pada visi Kota Banjarmasin. Adapun pernyataan visi Kecamatan Banjarmasin Barat adalah : TERWUJUDNYA KECAMATAN BANJARMASIN BARAT SEBAGAI BAGIAN WILAYAH KOTA BANJARMASIN YANG MANDIRI, HARMONIS, RELIGIUS, BERIMAN DAN BERTAQWA.

Visi yang telah ditetapkan di atas diterjemahkan kedalam guidelines yang lebih pragmatis dan konkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan strategi dan aktivitas organisasi. Untuk merealisasikan visi tersebut perlu terlebih dahulu dijabarkan ke dalam beberapa misi. Misi Kecamatan Banjarmasin Barat yang disusun sebagai penjabaran visi diatas adalah sebagai berikut : 1) Mewujudkan Kecamatan Banjarmasin Barat sebagai kawasan permukiman, perdagangan dan jasa yang bersih, sehat, nyaman dan hijau dengan berwawasan lingkungan; 2) Menciptakan ketentraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat; 3) Mewujudkan pemerintahan kelurahan dan kecamatan yang baik dan professional dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. B. Tujuan dan Sasaran Tujuan yang ingin dicapai baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, sejalan dengan misi yang hendak dicapai. Sedangkan untuk mencapai tujuan

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

organisasi agar terlaksana secara sistematik sejalan dengan visi dan misi Kota Banjarmasin, disusunlah 6 (enam) sasaran strategis sebagai berikut: MISI 1 : Mewujudkan Kecamatan Banjarmasin Barat sebagai kawasan

permukiman, perdagangan dan jasa yang bersih, sehat, nyaman dan hijau dengan berwawasan lingkungan. Tujuan : Menjadikan Kecamatan Banjarmasin Barat sebagai kawasan yang indah dan nyaman. Sasaran : 1. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup di kawasan Kecamatan Banjarmasin Barat. 2. Tersedianya perbaikan sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat. 3. Terwujudnya budaya bersih, tertib dan disiplin disemua aspek kehidupan.

MISI 2 : Menciptakan ketentraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat. Tujuan : Meningkatkan ketentraman dan ketertiban umum di lingkungan Kecamatan Banjarmasin Barat. Sasaran : Tertibnya Pedagang Kaki Lima (PKL), bangunan liar, dan bangunan tanpa izin.

MISI 3 : Mewujudkan pemerintahan kelurahan dan kecamatan yang baik dan professional dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tujuan : Menciptakan pemerintahan kelurahan dan kecamatan yang bersih dan berwibawa dengan pelayanan yang prima. Sasaran : 1. Tercapainya reformasi birokrasi dalam upaya peningkatan kinerja pemerintah kelurahan dan kecamatan;
10

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

2. Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas kebijakan pengelolaan keuangan daerah. C. Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan Banjarmasin Barat telah menyusun IKU sejak tahun 2013 yang disusun berdasarkan tugas pokok dan fungsi Kecamatan. Keseluruhan IKU tersebut terdiri dari : Kinerja Utama 1 : Meningkatnya kinerja pemerintahan kelurahan dan kecamatan, dengan indikator : Persentase peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja Utama 2 : Meningkatnya ketentraman dan ketertiban lingkungan, dengan indikator : 1. Persentase peningkatan bangunan yang memiliki IMB. 2. Persentase peningkatan penertiban PKL Kinerja Utama 3: Mengakomodir usulan pembangunan dari kelurahan melalui Musrenbang tingkat Kecamatan dengan indikator : Persentase peningkatan usulan pembangunan yang diakomodir. Kinerja Utama 4: Pengentasan Kemiskinan pada tingkat kecamatan dengan indikator: Persentase penurunan masyarakat miskin yang menerima Raskin. Kinerja Utama 5 : Pembinaan bidang pendidikan dan kesehatan yang semakin baik, dengan indikator : Persentase Posyandu Aktif.

2.2. Perjanjian Kinerja Perjanjian Kinerja atau Penetapan Kinerja merupakan janji atau komitmen SKPD untuk merealisasikan anggaran guna mewujudkan target-target dari setiap indikator sasaran strategis. Penetapan Kinerja Kecamatan Banjarmasin Barat Tahun 2013 sebagaimana terlampir.

11

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Pengukuran Kinerja Untuk memperoleh informasi capaian kinerja, perlu dilakukan proses pengumpulan dan pengolahan data kinerja, baik data yang diperoleh secara internal maupun yang bersumber dari unsur eksternal. Secara umum, pengukuran kinerja dihitung berdasarkan persentase capaian atas target yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja. Karena seluruh indikator kinerja yang ditetapkan bersifat positif, maka pengukuran kinerja menggunakan rumus persamaan dengan perbandingan lurus yang berarti bahwa baiknya kinerja diukur dari semakin tingginya nilai capaian. Secara matematis,

formulasinya dapat digambarkan sebagai berikut:

Kinerja = 100% x (Capaian-Target)/Target

3.2. Analisis Capaian Kinerja Sasaran Sebagai upaya merealisasikan enam sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja dan Renstra, Kecamatan Banjarmasin Barat menyelenggarakan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat secara langsung ataupun tidak langsung berdampak positif ke arah pencapaian target kinerja. Sasaran 1:

Meningkatnya kualitas lingkungan hidup di kawasan Kecamatan Banjarmasin Barat.

Pencapaian sasaran tersebut diupayakan melalui program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dengan kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan dengan capaian kinerja sebagai berikut :

12

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Indikator Kinerja Jumlah lingkungan kelurahan yang bersih

Target 9 Kelurahan

Realisasi 9 Kelurahan

Capaian (%) 100

Data di atas menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat dapat dikendalikan dengan baik terkait masalah persampahan. Dari sebanyak 359 RT di Kecamatan Banjarmasin Barat, secara umum cukup baik tingkat kebersihannya hanya terdapat 33 kawasan Rukun Tetangga yang terlihat kurang optimal dalam kegiatan pemeliharaan kebersihan, khususnya di wilayah-wilayah sekitar pasar tradisional seperti Kelurahan Kuin Cerucuk dan Kelurahan Basirih. Hal ini dapat dipahami, bahwa selain tingginya aktivitas pasar dibanding lingkungan lain, diperlukan juga sinergi kegiatan dengan dinas teknis terkait.

Tingkat ketercapaian tersebut merupakan hasil kerjasama Kecamatan dan Kelurahan serta unit kerja terkait dalam memberdayakan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pengelolaan persampahan di lingkungan sekitarnya. Hal ini didukung pula dengan adanya fasilitas kendaraan bermotor roda tiga yang terdapat di seluruh kelurahan sebagai sarana angkutan sampah.

13

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Sasaran 2 :

Tersedianya perbaikan sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat.

Untuk mewujudkan sasaran ini, Kecamatan Banjarmasin Barat melaksanakan program Pengembangan Infrastruktur Pedesaan dengan kegiatan Peningkatan dan Perbaikan Jalan. Setelah dilakukan penyesuaian dengan DPA-SKPD (perubahan), dimana terjadi perubahan target dari semula 9 Kelurahan (pada dokumen PK-2013) menajdi 8 Kilometer pada DPA, kegiatan tersebut memiliki capaian kinerja sebagai berikut:
Indikator Kinerja Panjang jalan lingkungan yang diperbaiki. Target 8 Km Realisasi 8,386 Km Capaian (%) 103

Meskipun perbaikan ruas jalan yang menjadi tanggung jawab kecamatan dibatasi untuk konstruksi beton dengan lebar jalan lingkungan rata-rata 3 meter, hal tersebut dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat. Jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2012 yang hanya melaksanakan kegiatan perbaikan atau rehab jalan sepanjang 2,318 km, berarti terdapat peningkatan sangat signifikan sebesar 6,068 km atau 261,7 % pada tahun 2013.

Panjang jalan direhab (km)


8,386

2,318

2012

2013

14

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Terwujudnya budaya bersih, tertib dan disiplin di semua aspek kehidupan.


Sasaran 3 : Untuk mewujudkan budaya bersih, tertib, dan disiplin diperlukan langkah langkah sistemik jangka panjang dengan strategi menanamkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat atau komunitas yang menjadi kelompok sasaran. Sasaran strategis tersebut diupayakan pencapaiannya melalui Program Pengembangan Lingkungan Sehat dengan kegiatan: 1. Pembinaan dan Lomba Sekolah Sehat 2. Lomba Bersih-bersih tingkat RT 3. Penghijauan dan Keindahan Kecamatan 4. Padat Karya Normalisasi Saluran Drainase dan Sungai Kecil Capaian kinerja dari sasaran ini adalah sebagai berikut:
No. 1 2 3 4 Indikator Kinerja Jumlah sekolah yang dibina Jumlah pemenang lomba bersih-bersih Jumlah taman yang terpelihara baik Jumlah sungai kecil/ drainase yang dinormalisasi Target 11 Unit 12 Kategori 3 Buah 27 Buah Realisasi 12 Unit 12 Kategori 3 Buah 29 Buah Capaian (%) 109 100 100 107

15

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Sasaran tersebut memperoleh capaian sangat baik, di mana 50% indikator berhasil mencapai kinerja melampaui target yang direncanakan. Sedangkan selebihnya dapat mencapai kinerja sebagaimana target yang ditetapkan. Dari 11 unit sekolah yang direncanakan diberikan pembinaan, terealisasi ada 12 sekolah yang memenuhi syarat untuk dilakukan pembinaan dalam rangka mengikuti lomba sekolah sehat yaitu : a. Taman Kanak-kanak sebanyak 3 unit. b. Sekolah Dasar sebanyak 3 unit. c. Sekolah Menengah Pertama sebanyak 3 unit. d. Sekolah Menengah Atas sebanyak 3 unit. Lomba bersih-bersih Rukun Tetangga (RT) mencakup 4 kategori utama yang terbagi ke dalam 12 kategori turunan. Dari hasil penilaian tim, diperoleh 12 kategori pemenang lomba, meliputi : a. 3 RT Kawasan alamiah. b. 3 RT Kawasan Terencana. c. 3 RT Kawasan Tepian Sungai. d. 3 Petugas Kebersihan Terbaik.

Selain berbagai kegiatan lomba di atas, terkait dengan sasaran strategis ini Kecamatan Banjarmasin Barat juga melakukan pemeliharaan atas 3 (tiga) buah taman yang ada di lingkungan kantor Kecamatan. Sebagaimana diketahui, Kantor Kecamatan Banjarmasin

16

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Barat dikenal dengan penghijauannya, di mana terdapat banyak tanaman baik yang bertujuan untuk keindahan maupun obat (TOGA). Kegiatan tersebut telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir dengan target dan capaian yang sama yaitu 3 (tiga) buah taman di lingkungan Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat.

Di samping itu, selama tahun 2013 juga telah dilakukan upaya normalisasi sungai-sungai kecil dan drainase di wilayah ini dengan tujuan memperlancar arus air guna menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan. Hal ini sangat perlu dilakukan karena kondisi geografis Kota Banjarmasin umumnya yang lebih rendah dari permukaan laut dan Kecamatan Banjarmasin Barat khususnya yang berada di DAS Barito menjadikan wilayah ini mengalami kesulitan lebih dalam mengurangi rendaman air yang sering terjadi saat musim hujan. Dari 27 anak sungai/ drainase yang ditargetkan, sebanyak 29 lokasi dapat dilaksanakan normalisasi dengan melibatkan masyarakat banyak. Pencapaian tersebut lebih besar dari tahun 2012 yang hanya memperoleh capaian 27 anak sungai/ drainase. Ke-29 lokasi anak sungai/ drainase tersebut terdiri dari : a. Kel. Kuin Selatan, 3 lokasi b. Kel. Kuin Cerucuk, 8 lokasi c. Kel. Telaga Biru, 3 lokasi d. Kel. Basirih, 4 lokasi e. Kel. Belitung Selatan, 4 lokasi f. Kel. Belitung utara, 3 lokasi g. Kel. Pelambuan, 2 lokasi h. Kel. Telawang, 3 lokasi i. Kel. Teluk Tiram, 2 lokasi

Anak sungai/ drainase dinormalisasi


29

27

2012

2013

17

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Sasaran 4 : Tertibnya

Pedagang Kaki Lima (PKL), bangunan liar, dan bangunan tanpa izin.
Dalam upaya penertiban pedagang kaki lima dan bangunan-bangunan liar, Kecamatan Banjarmasin Barat bekerjasama dengan unit kerja terkait seperti Satuan Polisi Pamongpraja dan Dinas Tata Ruang Cipta Karya dan Perumahan. Pelaksanaan tugas-tugas tersebut lebih banyak menggunakan pendekatan antisipatif dan persuasif karena sesuai dengan kedudukan Kecamatan yang tidak memiliki cukup aparatur seperti polisi pamong praja. Untuk itu, kegiatan lebih diarahkan pada pengawasan/ monitoring keberadaan PKL maupun bangunan-bangunan tanpa IMB yang ada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat dan melaporkan hasilnya kepada unit kerja terkait. Melalui program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, telah dilakukan kegiatan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban dengan capaian kinerja sebagai berikut:

Indikator Kinerja Jumlah Kelurahan termonitor

Target 9 Kel

Realisasi 9 Kel

Capaian (%) 100

Tingkat kepatuhan masyarakat untuk mengurus IMB atas bangunan yang didirikan atau direhabilitasi di atas tanah miliknya, khususnya untuk bangunan baru cukup baik. Hal ini tidak terlepas dari kegiatan monitoring yang dilakukan aparatur Kecamatan untuk memantau seluruh aktivitas pendirian bangunan di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat
18

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

yang terbagi dalam 9 Kelurahan. Sepanjang tahun 2013, telah berhasil dilaksanakan kegiatan monitoring untuk 9 kelurahan, di mana rata-rata setiap kelurahan mendapat 12 kali monitoring yang dilakukan aparatur Kecamatan Banjarmasin Barat. Capaian kinerja tersebut tidak berbeda dengan tahun 2012, di mana kegiatan monitoring ketentraman dan ketertiban telah mampu melingkupi seluruh kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Tercapainya reformasi birokrasi dalam upaya peningkatan kinerja pemerintah kelurahan dan kecamatan.
Sasaran 5 : Meskipun bukan merupakan kegiatan yang dimaksudkan khusus sebagai implementasi program Reformasi Birokrasi, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi kegiatan yang sangat strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat secara bottom-up sehingga kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah dapat bersesuaian dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Partisipasi masyarakat untuk mengikuti Musrenbang dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan Musrenbang sekaligus menjadi tolak ukur keberhasilan reformasi birokrasi dalam hal peningkatan partispasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Demikian pula dengan penyelenggaraan kegiatan musrenbang sendiri, merupakan tolak ukur berlangsungnya upaya pelibatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Capaian kinerja sasaran ini sebagaimana digambarkan tabel berikut :

Indikator Kinerja Jumlah Pelaksanaan Rapat Musrenbang Kelurahan dan kecamatan

Target

Realisasi

Capaian (%)

10 kali

10 kali

100

Kondisi capaian kinerja tahun 2013 tersebut tidak berbeda dengan keadaan pada tahun 2012, di mana sebanyak 9 kelurahan telah melaksanakan kegiatan Musrenbang yang dilanjutkan dengan Musrenbang tingkat kecamatan sehingga semuanya berjumlah 10 kali kegiatan Musrenbang.

19

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas kebijakan pengelolaan keuangan daerah.


Sasaran 6 : Sasaran tersebut diupayakan melalui program peningkatan sarana dan prasarana dengan indikator jumlah peningkatan penerimanaan PAD sebagaimana matrik berikut:
Indikator Kinerja Jumlah peningkatan penerimaan PAD Target 9 Kelurahan Realisasi Capaian (%) -

Indikator kinerja pada sasaran di atas tidak dapat dikemukakan datanya, karena sejak beberapa tahun lalu, Kelurahan dan Kecamatan sudah tidak lagi melakukan pemungutan retribusi daerah. Dengan demikian, kinerja seluruh sasaran yang diuraikan di atas telah berhasil mencapai target yang ditetapkan dengan rata-rata capaian 102%.

3.3.

Akuntabilitas Kinerja Keuangan

Secara umum, kinerja pengelolaan keuangan Kecamatan Banjarmasin Barat dapat dikategorikan Baik dilihat dari perspektif tingkat penyerapan anggaran yaitu mencapai 95%. Serapan tertinggi terjadi pada program Perencanaan Pembangunan Daerah dan terendah pada Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang merupakan program komplementer. Namun demikian, rendahnya serapan pada program ini tidak berarti tidak terpenuhinya kebutuhan berkenaan administrasi perkantoran namun lebih bersifat penghematan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil pelaksanaan tugas. Sebanyak 6 program strategis yang menjadi agenda Kecamatan Banjarmasin Barat pada tahun 2013, tidak satupun program yang tingkat penyerapan anggarannya di bawah 90%. Hal ini menunjukkan perencanaan kegiatan yang disusun untuk anggaran 2013 sangat baik, karena rendahnya tingkat deviasi. Berikut gambaran kinerja keuangan Kecamatan Banjarmasin Barat pada Tahun 2013:

No. 1 2 3

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Pengembangan Lingkungan Sehat

Anggaran 41.740.000

Realisasi 41.740.000

Capaian (%) 100 94,78 97,97 20

4.697.100.000 4.451.789.908,28

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

168.465.000 4 5 6 7 Peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur Perencanaan Pembangunan Daerah Peningkatan sarana dan prasarana Pelayanan administrasi perkantoran Total 38.600.000 11.725.000 605.360.000 447.510.000 6.010.500.000

165.053.250 36.200.000 11.725.000 588.973.000 413.458.579 5.708.939.737 93,78 100,00 97,29 92,39

Jika dibandingkan dengan kinerja keuangan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan tingkat serapan meskipun terjadi sedikit penurunan khususnya pada program pelayanan administrasi perkantoran karena adanya penyesuaian dengan kebutuhan riil. Perbandingan kinerja keuangan selama 2 tahun terakhir dengan rincian per program adalah sebagai berikut :

No. 1 2 3 4 5 6 7

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Pengembangan Lingkungan Sehat Peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur Perencanaan Pembangunan Daerah Peningkatan sarana dan prasarana Pelayanan administrasi perkantoran Rata-rata

2012 99,21 92,26 92,00 83,05 100,00 91,80 94,90 93,32

2013 100 94,78 97,97 93,78 100,00 97,29 92,39 94,98

Perubahan Naik Naik Naik Naik Tetap Naik Turun Naik

3.4.

Capaian Kinerja Utama

Kinerja Utama 1 : Meningkatnya kinerja pemerintahan kelurahan dan kecamatan, dengan indikator : Persentase peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dilihat dari jumlah seluruh pelayanan administrasi yang dikeluarkan, indikator tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada tahun 2012 terdapat 1.086 dokumen pelayanan yang diterbitkan, sedangkan pada tahun 2013 terdapat 2.094 dokumen. Hal ini berarti telah terjadi peningkatan sebesar 93 persen pada tahun 2013 dibanding tahun sebelumnya.

21

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Pelayanan Administrasi
2.094 2.500 2.000 1.500 1.000 500 2012 2013 1.086

Kinerja Utama 2 : Meningkatnya ketentraman dan ketertiban lingkungan, dengan indikator : 1. Persentase peningkatan bangunan yang memiliki IMB. 2. Persentase peningkatan penertiban PKL. Untuk indikator persentase peningkatan bangunan yang memiliki IMB dapat dikemukakan bahwa pada tahun 2012 terdapat 232 permohonan dan tahun 2013 terdapat 221 permohonan IMB. Hal ini menggambarkan terjadinya peningkatan bangunan yang memiliki IMB khususnya selama 2 tahun terakhir, yaitu sebesar 195%. Namun jika dilihat dari jumlah permohonan IMB yang diterima, terjadi penurunan sebesar 4,7 persen dibanding tahun 2012.

IMB
232 235 230 225 220 215 2012 2013 221

Sedangkan terkait dengan indikator kedua, yaitu persentase peningkatan penertiban PKL untuk tahun 2013 hanya dilaksanakan sekali penertiban oleh Satpol PP Kota Banjarmasin, turun 50% dibanding tahun 2012 yang melaksanakan 2 kali proses penertiban.
22

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Kinerja Utama 3: Mengakomodir usulan pembangunan dari kelurahan melalui Musrenbang tingkat Kecamatan, dengan indikator : Persentase peningkatan usulan pembangunan yang diakomodir. Indikator tersebut cukup menggembirakan karena sebagian besar usulan pembangunan yang disampaikan di tingkat Musrenbang Kecamatan dapat diakomodir dan diteruskan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, kecuali untuk usulan yang tidak disertai data yang jelas dan terukur. Kinerja Utama 4: Pengentasan Kemiskinan pada tingkat kecamatan dengan indikator: Persentase penurunan masyarakat miskin yang menerima Raskin. Indikator tersebut mengalami peningkatan cukup baik di mana terjadi penurunan yang cukup signifikan selama tiga periode terakhir sebagaimana tabel berikut :
Periode 2011 2012 2013 Penerima Raskin (KK) 4.293 4.186 3.980 % 1,23 5

Penerima Raskin (KK)


4.350 4.300 4.250 4.200 4.150 4.100 4.050 4.000 3.950 3.900 3.850 3.800 4.293 4.186

3.980

Perubahan jumlah penerima Raskin tersebut di atas menggambarkan semakin berkurangnya jumlah rumah tangga yang termasuk dalam kategori miskin di Kecamatan Banjarmasin Barat dari tahun ke tahun.

23

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

Kinerja Utama 5 : Pembinaan bidang pendidikan dan kesehatan yang semakin baik, dengan indikator : Persentase Posyandu Aktif. Indikator tersebut sangat baik, dimana dari 76 Posyandu yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat seluruhnya bersifat aktif. Berikut rincian jumlah Posyandu per Kelurahan :

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9

KELURAHAN Kuin Cerucuk Pelambuan Telawang Teluk Tiram Belitung Selatan Belitung Utara Basirih Kuin Selatan Telaga Biru Jumlah

JUMLAH POSYANDU 14 10 7 7 5 6 11 7 9 76

KETERANGAN Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif

Keaktifan seluruh Posyandu tersebut di atas dalam memberikan layanan kesehatan khususnya ibu dan balita merupakan profil kepedulian masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan dasar bagi ibu dan balita utamanya.

24

LAKIP Kec. Banjarmasin Barat Tahun 2013

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan a. Seluruh indikator kinerja Kecamatan Banjarmasin Barat telah dapat tercapai dari target yang ditetapkan bahkan sebagian mampu melampaui target, kecuali untuk indikator pada sasaran keenam dimana Kecamatan maupun kelurahan sudah tidak lagi melakukan kegiatan pemungutan retribusi. b. Capaian kinerja sasaran Kecamatan Banjarmasin Barat diukur dari targettarget yang ditetapkan mencapai rata-rata 102 persen. Sedangkan capaian kinerja keuangan untuk mewujudkan target-target kinerja tersebut mencapai 95 persen, yang bermakna sebagai penghematan. 4.2. Saran a. Karena LAKIP disusun berdasarkan dokumen Penetapan Kinerja yang dibuat pada tahun anggaran bersangkutan, maka proses perumusan target-target kinerja pada dokumen dokumen RKA, DPA, dan Penetapan Kinerja hendaknya dilakukan asistensi secara lebih intens oleh instansi yang membidangi urusan perencanaan sehingga terjadi konsistensi nilai-nilai target pada dokumendokumen RKA, DPA, dan Penetapan Kinerja. b. Perlu dilakukan tahapan penyusunan Penetapan Kinerja perubahan ketika APBD Perubahan pada tahun berjalan telah ditetapkan, karena dokumen Penetapan Kinerja perubahan tersebut akan menjadi dasar penyusunan LAKIP melengkapi dokumen Penetapan Kinerja yang ditetapkan berdasarkan DPA pada APBD murni.

25