Anda di halaman 1dari 3

PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT TUBERKULOSIS Pemerintah melalui Program Nasional Pengendalian TB telah melakukan berbagai upaya untuk

menanggulangi TB, yakni dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse). World Health Organization (WHO) merekomendasikan 5 komponen strategi DOTS yakni : Tanggung jawab politis dari para pengambil keputusan (termasuk dukungan dana) Diagnosis TB dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis Pengobatan dengan paduan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) jangka pendek dengan pengawasan langsung Pengawas Menelan Obat (PMO) Kesinambungan persediaan OAT jangka pendek dengan mutu terjamin Pencatatan dan pelaporan secara baku untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi program penanggulangan TB. Peningkatan jumlah penderita TB disebabkan oleh berbagai faktor, yakni kurangnya tingkat kepatuhan penderita untuk berobat dan meminum obat, harga obat yang mahal, timbulnya resistensi ganda, kurangnya daya tahan hospes terhadap mikobakteria, berkurangnya daya bakterisid obat yang ada, meningkatnya kasus HIV/AIDS dan krisis ekonomi. Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang sebagian besar (80%) menyerang paru-paru. Umumnya Mycobacterium tuberculosis menyerang paru dan sebagian kecil organ tubuh lain. Risiko terinfeksi TB sebagian besar adalah faktor risiko external, terutama adalah faktor lingkungan seperti rumah tak sehat, pemukiman padat & kumuh. Sedangkan risiko menjadi sakit TB, sebagian besar adalah faktor internal dalam tubuh penderita sendiri yg disebabkan oleh terganggunya sistem kekebalan dalam tubuh penderita seperti kurang gizi, infeksi HIV/AIDS, pengobatan dengan immunosupresan dan lain sebagainya. TANDA TANDA DAN GEJALA KLINIS Gejala TB pada orang dewasa umumnya penderita mengalami batuk dan berdahak terus-menerus selama 3 minggu atau lebih, batuk darah atau pernah batuk darah. Adapun gejala-gejala lain dari TB pada orang dewasa adalah sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan dan berat badan menurun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam, walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan. Pada anak-anak gejala TB terbagi 2, yakni gejala umum dan gejala khusus. Gejala umum, meliputi : Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik. Demam lama atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifus, malaria atau infeksi saluran nafas akut) dapat disertai dengan keringat malam. Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit, paling sering di daerah leher, ketiak dan lipatan paha. Gejala dari saluran nafas, misalnya batuk lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk), tanda cairan di dada dan nyeri dada.

Gejala dari saluran cerna, misalnya diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan (massa) di abdomen, dan tanda-tanda cairan dalam abdomen. Gejala Khusus, sesuai dengan bagian tubuh yang diserang, misalnya : TB kulit atau skrofuloderma TB tulang dan sendi, meliputi : o Tulang punggung (spondilitis) : gibbus o Tulang panggul (koksitis): pincang, pembengkakan di pinggul o Tulang lutut: pincang dan atau bengkak TB otak dan saraf Meningitis dengan gejala kaku kuduk, muntah-muntah dan kesadaran menurun. Gejala mata o Conjunctivitis phlyctenularis o Tuburkel koroid (hanya terlihat dengan funduskopi) Seorang anak juga patut dicurigai menderita TB apabila: Mempunyai sejarah kontak erat (serumah) dengan penderita TB BTA positif. Terdapat reaksi kemerahan cepat setelah penyuntikkan BCG (dalam 3-7 hari). DIAGNOSIS Secara umum diagnosis TB paru pada anak didasarkan pada: Gambaran klinik Gambaran foto rontgen dada Uji tuberculin Reaksi cepat BCG Pemeriksaan mikrobiologi dan serologi Respons terhadap pengobatan dengan OAT Terapi Obat yang umum dipakai adalah Isoniazid, Etambutol, Rifampisin, Pirazinamid, dan Streptomisin.

Sebagai contoh, untuk TB kategori I dipakai 2HRZE/4H3R3, artinya : Tahap awal/intensif adalah 2HRZE : Lama pengobatan 2 bulan, masing masing OAT (HRZE) diberikan setiap hari. Tahap lanjutan adalah 4H3R3 : Lama pengobatan 4 bulan, masing masing OAT HR) diberikan 3 kali seminggu. Pengobatan TB Pada Anak Susunan paduan obat TB anak adalah 2HRZ/4HR PERHATIAN KHUSUS UNTUK PENGOBATAN Wanita hamil (streptomisin tidak dipakai) Ibu menyusui dan bayinya Wanita penderita TB pengguna kontrasepsi. Penderita TB dengan infeksi HIV/AIDS Penderita TB dengan hepatitis akut Penderita TB dengan penyakit hati kronik Penderita TB dengan gangguan ginjal Penderita TB dengan Diabetes Melitus Isoniazid 300 mg, Rifampisin 450 mg, Pirazinamid 500 mg, Etambutol 250 mg DIREKTORAT BINA FARMASI KOMUNITAS DAN KLINIK DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI