Anda di halaman 1dari 18

PT PLN (Persero)

Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/


1. KONSEP DASAR ANALISIS ALIRAN DAYA
1.1. Sistem Tenaga Listrik
Sistem tenaga listrik (Electric Power System) meliputi 3 komponen, yaitu :
1. Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik
Pembangkitan, yaitu produksi tenaga listrik, dilakukan dalam pusat tenaga
listrik atau sentral, dengan menggunakan penggerak mula dan generator.
2. Sistem Transmisi Tenaga Listrik
Transmisi, atau penyaluran adalah memindahkan tenaga listrik dari pusat
tenaga listrik dengan nilai tegangan transmisi ke ardu !nduk, yang terletak
berdekatan dengan pusat pemakaian berupa kota atau industri besar. Saluran
transmisi merupakan mata rantai penghubung antara stasiun pembangkit dan
sistem distribusi dan menghubungkan dengan sistem"sistem daya lain melalui
interkoneksi.
3. Sistem #istribusi Tenaga Listrik
Suatu sistem distribusi menghubungkan semua beban pada daerah tertentu
kepada saluran transmisi. #ari ardu !nduk tenaga listrik didistribusikan ke
ardu #istribusi dan ke pemakai atau konsumen.
ambar 1.1 diba$ah ini memperlihatkan se%ara skematis urutan dan &ungsi"&ungsi
pembangkitan, transmisi dan distribusi suatu sistem penyediaan tenaga listrik.
Gambar 1.1
Skema prinsip penyediaan tenaga listrik
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 1
(rah
)nergi
#istribusi Transmisi Pembangki
t
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
1.2. Studi Airan Da!a
1.2.1. "an#aat Studi Airan Da!a
#alam menentukan operasi terbaik pada sistem"sistem tenaga listrik dan dalam
meren%anakan perluasan sistem"sistem tenaga listrik, analisa mengenai studi aliran
beban memegang peranan penting.
*eberapa tu+uan dari studi aliran beban ini adalah :
1. ,ntuk mengetahui komponen +aringan sistem tenaga listrik pada umumnya.
2. -engetahui besarnya tegangan pada setiap bus (rel) dari suatu sistem
tenaga listrik.
3. -enghitung aliran"aliran daya, baik daya nyata maupun daya reakti& yang
mengalir dalam setiap saluran, dan memeriksa apakah semua peralatan yang
ada dalam sistem %ukup besar untuk menyalurkan daya yang diinginkan.
.. )&ek penataan kembali rangkaian"rangkaian dan penggabungan sirkit"sirkit
baru pada pembebanan sistem.
/. 0ondisi"kondisi ber+alan dan distribusi beban sistem yang optimum.
1. 0erugian"kerugian sistem yang optimum.
2. 3ating tran&ormator dan tap range tran&ormator yang optimum.
4. Perbaikan dan pergantian ukuran konduktor dan tegangan sistem.
1.2.2. In$ut dan Out$ut dari studi Airan Da!a
#ata input membutuhkan perhitungan aliran daya dan data output yang
diperoleh dari perhitungan aliran daya adalah sebagai berikut :
!nput 0ondisi Sistem
Tenaga
0on&igurasi sistem (data koneksi)
5ilai impedansi yang tergantung pada tipe
dan pan+ang saluran transmisi
!mpedansi Tra&o
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 2
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
0ondisi 6perasi
0ondisi Supply (le7el output generator,
tegangan terminal)
0ondisi permintaan (daya akti& dan reakti&
beban)
8asilitas daya reakti&
5ilai tap tra&o
6utput
(liran #aya Saluran transmisi dan peralatan seri lainnya
Tegangan Sudut dan phasa tegangan tiap"tiap bus
3ugi"rugi transmisi *agian e&ekti& dan bagain tidak e&ekti&
Tabel 1.1. Analisa Data
Sebagai tambahan dari data input dan data output seperti yang disebutkan
diatas ada beberapa point lain yang harus diperhatikan dalam perhitungan aliran daya,
seperti nilai kapasitas panas dari tiap"tiap peralatan seri dan setiap saluran transmisi
dan inter7al &luktuasi teganagan tiap"tiap bus yang dii9inkan (meskipun tidak selamanya
diinput se%ara langsung). *eberapa hal dapat dipela+ari dari perhitungan aliran daya.
1.%. Per&itungan Airan Da!a
Studi aliran daya dalam menun+ang keberhasilan operasi yang optimal amat
penting, karena disamping dapat digunakan dalam perumusan dan solusi masalah
yang akan dibahas +uga bertu+uan untuk menentukan besarnya arus, daya dan &aktor
daya serta daya reakti& di berbagai titik pada sistem daya yang dalam keadaan
berlangsung atau diharapkan untuk operasi normal.
6leh sebab itu studi aliran daya sangat diperlukan dalam peren%anaan serta
pengembangan sistem di masa"masa yang akan datang karena operasi yang
memuaskan pada sistem tenaga adalah bergantung kepada pengenalan serta
pengetahuan dari akibat adanya beban"beban, unit"unit pembangkit serta saluran
transmisi baru, sebelum semuanya dapat direalisasikan.
,ntuk itu dalam menganalisa studi aliran daya &okus utama tertu+u pada busnya
dan bukan pada generatornya. #alam studi aliran daya dikenal berbagai bus antara lain
:
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 3
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
1. *us 3e&erensi
(dalah bus yang mempunyai besaran |:| tegangan dengan harga skalarnya
dan sudut &asa tegangan (7) dengan titik nol sebagai re&erensinya.
2. enerator *us (*us Pembangkitan)
(dalah bus yang diketahui daya nyata (P) dan tegangan |:| pada harga
skalarnya.
3. *us Pembebanan
(dalah bus yang diketahui daya akti& beban (P
L
) dan daya reakti& beban (;
L
).
1.%.1. Satuan Per 'nit ($.u)
#alam analisa sistem tenaga dikenal istilah per"unit yang meruapakan standar
dalam perhitungan yang digunakan. Satuannya dikenal dengan isitilah pu *iasanya
dasar perhitungan untuk mendapatkan satuan per unit yang ditetapkan terlebih dahulu
adalah -:(
dasar
dan k:
dasar
, dan selan+utnya dihitung impedansi
dasar
dan arus
dasar
.
0etetapan dasar ini dipergunakan sebagai penyebut dimana parameter daya,
tegangan arus dan impedansi pada sistem tenaga listrik sebagai pembilangnya untuk
memperoleh satuan p.u
#asar perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut:
-:( dasar < dipilih (-:()
0: dasar < dipilih (k:),
dari dua dasar ini dapat dibentuk dasar selan+utnya, yaitu :
!mpedansi dasar <
( ) kV
MVA
Ohm
dasar
dasar
2
!mpedansi perunit <
(rus dasar <
=
pu
(baru) <
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 4
Z
pu(awal)

kV
dasar

kV
baru
p.u
MVA
baru



MVA
dasar
2
*
*
3 . kV
dasar
MVA
dasar
Z x 1000 x MVA
dasar
(kV)
2
pu
Amp
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
>ontoh :
Suatu sistem tenaga listrik dipasok dari Tra&o 1/?@2? k: di ardu induk, dengan
kapasitas 1? -:( mempunyai +aringan 2? k: dengan impedansi 1? 6hm , akan di%ari
nilai per unitnya
#ipilih -:(
dasar
< 1?? -:(
0:
dasar
< 1/? k: di bus 1/? k:, base di *us 2? k: < 1A@1/. B 1/? k: <
14,/1 k:
!
dasar
< 1??. 1??? @3.1/? (mp < 34. (mp
=
dasar
di *us 2? k: < (14,/1)
2
@1?? < 3,.22/ 6hm.
Sehingga diperoleh : =
L
< 1? 6hm @ 3,.22/ 6hm < 2,A22 pu.
1.%.2. Data 'ntuk Studi Airan Da!a
Titik tolak dalam mendapatkan data yang harus disediakan adalah diagram segaris
sistem tenaga listrik, sedangkan data"data yang diperlukan dalam analisa aliran beban
ini adalah :
1. #ata Saluran Transmisi
#ata saluran transmisi yang dimaksud adalah besarnya harga"harga
tahanan (3), reaktansi (B) dan C suseptansi dari setiap %abang saluran
transmisi (D@2) dan data ini biasanya dalam p.u.
2. #ata Trans&ormator dan Tapnya
,ntuk trans&ormator adalah reaktansi dan tap"tapnya.
3. #ata *us (3el)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 5
60 MVA
150 kV 20 kV
Z
L
= 10 Om
!ap "ra#$
154%1& kV
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
Daitu data pembangkitan dan pembebanan. #ata bus (rel) yang
dimaksud adalah data pembangkitan dan data beban dalam per -E
dan -:(3, serta data tegangan bus dalam satuan per unit.
.. #ata Tambahan
#ata tambahan yang dimaksud adalah penggunaan kapasitor.
1.%.2.1. Generat*r Serem$ak
Pada pusat"pusat pembangkit yang meman&aatkan energi thermal maupun pusat
pembangkit yang meman&aatkan energi air menggunakan mesin serempak sebagai
generator utamanya.
enerator ini dihubungkan ke trans&ormator penaik tegangan selan+utnya dihubungkan
ke bus bar dan ini diasumsikan sebagai sumber daya dengan reaktansi serempak
tersambung seri, keluaran hasil perhitungan pada studi ini adalah besarnya tegangan
pada bus dimana generator ini terhubung, oleh karenanya bus"bus yang terhubung
dengan generator ini berupa PF: bus (bus generator) atau bus re&erensi (slack-bus).
1.%.2.2. Penguba& Ta$ Tra#*
#alam operasi sistem tenaga listrik khususnya dalam kaitannya dengan masalah
pengaturan tegangan, seringkali diperlukan perubahan posisi tap trans&ormator.
Trans&ormator daya pada umumnya dilengkapi dengan tap pada lilitannya untuk
mengubah besarnya tegangan yang keluar dari trans&ormator. Perubahan tegangan
dilakukan dengan mengubah posisi tap trans&ormator seperti yang ditun+ukan pada
gambar 2.1
ambar 1.2
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 6
Pengubah Tap
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
Lilitan trans&ormator dengan pengubah kedudukan tap dalam keadaan
berbeban di lilitan tegangan tinggi
5amun tidak semua trans&ormator dapat diubah posisinya dalam keadaan
berbeban. Trans&ormator yang dioperasikan di ! umumnya posisi tapnya dapat
dirubah dalam keadaan berbeban, bahkan sering kali +uga dilengkapi dengan pengatur
tegangan otomatis yang mengindera tegangan yang keluar dari trans&ormator untuk
selan+utnya dipakai untuk memberi komando perubahan tap trans&ormator dalam
rangka men+aga agar tegangan yang keluar dari trans&ormator mempunyai nilai yang
konstan.
(pabila ada dua atau lebih trans&ormator yang beroperasi paralel dan masing"masing
dilengkapi dengan pengatur tegangan otomatis, perlu ditentukan trans&ormator mana
yang memberi komando sedangkan yang lain men+adi pengikut (follower).
Pengaturan tegangan se%ara operasional sering dilakukan dengan mengatur
kedudukan tap trans&ormator. Tap trans&ormator yang dapat dirubah dalam keadaan
berbeban (on load tap changer) umumnya terletak di sisi tegangan tinggi.
#alam keadaan operasi normal di !, umumnya daya mengalir dari sisi tegangan tinggi
ke sisi tegangan yang lebih rendah. 5amun dalam keadaan darurat misalnya dalam
proses mengatasi gangguan dapat ter+adi situasi bah$a tegangan harus dikirim dari sisi
tegangan yang lebih rendah ke sisi tegangan yang lebih tinggi. #alam hal proses
pengiriman tegangan yang arahnya terbalik dari biasanya, harus diperhatikan bah$a
arah pengaturan tap trans&ormator +uga terbalik. -isalnya pada gambar 1.1 apabila
tegangan datang dari sisi tegangan yang lebih tinggi ke sisi tegangan yang lebih
rendah, apabila tegangan yang diterima hendak dinaikkan, tap harus digerakkan ke
ba$ah. Tetapi apabila arah datangnya tegangan dibalik, yaitu dari sisi tegangan yang
lebih rendah ke sisi tegangan yang lebih tinggi maka apabila tegangan yang diterima
hendak dinaikkan, tap harus digerakkan ke atas.
(pabila pengaturan tap trans&ormator dilakukan se%ara otomatis dengan
menggunakan pengatur tegangan otomatis, maka pengatur tegangan otomatis akan
beker+a atas dasar tegangan yang diinderanya. Penginderaan tegangan umumnya
dilakukan pada sisi tegangan yang lebih rendah, sehingga dalam keadaan mengatasi
gangguan seperti tersebut di atas, yaitu tegangan datang dari sisi tegangan yang lebih
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " '
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
rendah, apabila tegangan yang datang terlalu tinggi dan diindera oleh pengatur
tegangan otomatis, pengatur tegangan otomatis akan menggerakkan tap trans&ormator
ke atas sehingga di sisi tegangan yang lebih tinggi tegangan akan naik, sedangkan
sesungguhnya diinginkan agar tegangan turun sehingga hal ini dapat membahayakan
peralatan instalasi. 'al ini disebabkan seperti uraian di atas, karena pengaturan
tegangan otomatis dibuat dengan pemikiran bah$a tegangan (dalam keadaan operasi
normal) datang dari sisi tegangan yang lebih tinggi ke sisi tegangan yang lebih rendah,
sehingga alat pengindera dan alat"alat kontrolnya yang memerintahkan gerakan tap
akan menuruti urutan atas dasar keadaan tersebut di atas. *agian ini men+elaskan
metode pengukuran tegangan dari sistem tenaga. ,ntuk pengukuran le7el tegangan
sistem tenaga :
1. -etode pengukuran berdasarkan pengukuran daya reakti& yang disuply ke
sistem
2. -etode pengukuran berdasarkan rasio tegangan yang digunakan.
0edua metode dapat disimpulkan kedalam tabel diba$ah ini (dalam keadaan
pengukuran terus"menerus atau tidak, inter7al pengukuran dan &itur pengukuran.
Tabel 1.2. -etode Pengukuran tegangan
-etode
Pengukuran
Prosedur
pengukuran,
inter7al
pengukuran
8itur
pengukuran
(1) 8asilitas
daya reakti&
0apasitor
shunt
Gumlah yg
diparalelkan
diukur dari
0etika le7el
tegangan
sistem suply
daya reakti&
turun
3eaktor
shunt
0etika le7el
tegangan
turun,
penyerapan
daya reakti&
turun
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " (
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
(2) Peralatan daya reakti&
sinkron
enerator
Pengukuran
tegangan
yang baik
diperoleh dari
respon
&luktuasi
tegangan
sistem
(3) 6n"load tap tra&o 5ilai tap
dis$i%h
0etika tidak
ada sumber
daya disisi
sekunder
hanya
tegangan sisi
sekunder
yang
berubah.
0etika tidak
ada sumber
daya disis
sekunder
tegangan sisi
primer,
tegangan
sekunder dan
aliran daya
reakti&
berubah.
1.%.2.%. Sauran Transmisi
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " &
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
,ntuk ka$at transmisi dapat digolongkan berdasarkan pan+ang salurannya, yaitu :
(William. D. Stevenson. 1!". hal # 1$$)
a. Saluran pendek (H 4? km)
b. Saluran menengah (4? " 2/? km)
%. Saluran pan+ang (I 2/? km)
1.%.%. Persamaan +aringan
,ntuk mendapatkan suatu perumusan yang melukiskan karakteristik +aringan
pada sistem tenaga listrik yang menggunakan re&erensi pada bus, maka dapat terlihat
suatu persamaan yang dapat diselesaikan dengan metode rangkaian tertutup atau
persamaan titik simpul.
,ntuk +elasnya dapat dilihat penyelesaian di ba$ah ini untuk rangkaian pada
gambar 1.3.
ambar 1.3
Garingan sederhana tenaga listrik
"et*de rangkaian tertutu$
#ari gambar 1.3 didapatkan persamaan : (
0
3 4 1 4 4
+ + + +
c
E
dg
Z ) I (I
ad
Z ) I (I
ea
Z I
a
E
........ (2.1)
#engan mengatur suku"suku yang sama didapat :
)
dg
Z
ad
Z
ea
(Z I )
dg
Z ( I )
ad
Z ( I
c
E
a
E + + + +
4 3 1 ...... (2.2)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 10
)
*
)
*
)
*
a
d
%
b
!
1
e g &
+
4
!
2
+
3
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
Sehingga untuk rangkaian tertutup bentuk standarnya adalah sebagai
berikut :
4 14 3 13 2 12 1 11 1
I Z I Z I Z I Z E + + +
4 24 3 23 2 22 1 21 2
I Z I Z I Z I Z E + + +
........ (2.3)
4 34 3 33 2 32 1 31 3
I Z I Z I Z I Z E + + +
4 44 3 43 2 42 1 41 4
I Z I Z I Z I Z E + + +
"et*de titik sim$u
Pada persamaan ini sumber tegangan diganti dengan sumber arus dan
besaran impedansi = diubah men+adi besaran admitansi D. Sehingga bila
dari gambar 1.3 dibentuk dengan besaran admitansi didapat :
ambar 1..
Garingan dengan / titik simpul
Selan+ut pada simpul 1 didapatkan :
0
4 1 2 1 1 1
+ + +
e
Y ) E (E
a
Y ) E (E )
f
(Y E I
........ (2..)
e
Y E
a
Y E )
e
Y
a
Y
f
(Y E I
4 2 1 1
+ +
........ (2./)
Pada simpul 2
0
4 2 3 2 1 2
+ +
c
Y ) E (E
b
Y ) E (E
a
Y ) E E (
........ (2.1)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 11
1
.
3
2
D
a
D
e
D
%
D
b
D
d
D
&
D
h
D
g
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
0
4 3 2 1
+ + +
c
Y E
b
Y E )
c
Y
b
Y
a
(Y E
a
Y E
........ (2.2)
Selan+utnya dapat dibuat standarnya adalah sebagai berikut :
4 14 3 13 2 12 1 11 1
E Y E Y E Y E Y I + + +
4 24 3 23 2 22 1 21 2
E Y E Y E Y E Y I + + +
........ (2.4)
4 34 3 33 2 32 1 31 3
E Y E Y E Y E Y I + + +
4 44 3 43 2 42 1 41 4
E Y E Y E Y E Y I + + +
#ari persamaan (2.3) dan (2.4) didapat perumusan dalam bentuk matrik
yaitu:
" ,ntuk persamaan (2.3)

,
_

,
_

,
_

4
3
2
1
44 43 42 41
34 33 32 31
24 23 22 21
14 13 12 11
4
3
2
1
I
I
I
I
Z Z Z Z
Z Z Z Z
Z Z Z Z
Z Z Z Z
E
E
E
E
........ (2.A)
- ,ntuk persamaan (2.4)

,
_

,
_

,
_

4
3
2
1
44 43 42 41
34 33 32 31
24 23 22 21
14 13 12 11
4
3
2
1
E
E
E
E
Y Y Y Y
Y Y Y Y
Y Y Y Y
Y Y Y Y
I
I
I
I
........ (2.1?)
,ntuk memudahkan notasi pada solusi, maka dari persamaan"persamaan
(2.A) dan (2.1?) matrik tersebut dapat di$akili men+adi :

,
_

,
_


4
3
2
1
4
3
2
1
E
E
E
E
E
I
I
I
I
I dan
........(2.11)
1.%.,. "et*de $er&itungan
1.%.,.1. Persamaan Airan Da!a
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 12
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
ambaran mengenai aliran daya yang ter+adi dalam sistem beserta pro&il
tegangan sangat diperlukan untuk keperluan analisa situasi sistem. ,ntuk
mendapatkan gambaran mengenai aliran daya ini, diperlukan suatu perhitungan
yang biasa disebut sebagai perhitungan aliran daya. Perhitungan aliran daya ini
perlu dilakukan karena yang diketahui adalah beban daya akti& dan beban daya
reakti& yang ada pada setiap ! atau simpul dalam sistem..........

,
_

i
J
+
J
i+
K >os
i+
D
+
:
n i
i +
i
:
i
P
........ (3.1?)

,
_

i
J
+
J
i+
K Sin
i+
D
+
:
n i
i +
i
:
i
;
........ (3.11)
dengan
n , 3, 2, 1, i
#alam membentuk perumusan ini diperlukan suatu teknik peme%ahan solusi
aliran daya. Sedangkan untuk menghitung aliran daya dapat dipergunakan beberapa
metode antara lain :
1. -etode iterasi auss dengan menggunakan matrik admitansi bus atau
matrik impedansi bus.
2. -etode iterasi auss F Sheidel yang merupakan pengembangan dari
metode iterasi auss.
3. -etode 5e$ton F 3aphson dengan menggunakan matrik admitansi
bus.
.. -etode 8ast #e%oupled yang merupakan penyederhanaan dari metode
5e$ton 3aphson.
#alam pembahasan selan+utnya teknik penyelesaian pengaturan daya reakti&
adalah dengan menggunakan metode 5e$ton F 3aphson yang merupakan pokok dari
permasalahan dari studi ini.
1.%.,.2. "et*de Ne-t*n . Ra$&s*n
#asar matematis yang digunakan dalam metode 5e$ton F 3hapson adalah
dengan menggunakan deret Taylor. (pabila ada n buah persamaan non linier dengan n
7ariabel seperti halnya persamaan (3.1?) atau persamaan (3.11) untuk sistem dengan n
buah simpul, yang dapat ditulis sebagai :
0 )
n
L , ,
2
L ,
1
(L
1
&
........ (3.12)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 13
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
dimana 0

merupakan suatu konstanta. ,ntuk meme%ahkan persamaan (3.12)
di%oba suatu nilai L terlebih dahulu misalnya
?
n
?
2
?
1
L , , L , L . Selisih antara
nilai L yang sebenarnya dengan nilai L yang di%oba adalah
n 2 1
ML , , ML , ML . 'ubungan matematisnya adalah sebagai berikut :
n
L M
?
n
L
n
L , ,
2
L M
?
2
L
2
L ,
1
L M
?
1
L
1
L + + +
........ (3.13)
-elihat persamaan (3.12), maka didapat pula :
[ ] ?
n
ML
?
n
L , ,
2
ML
?
2
L ,
1
ML
?
1
L
1
& 0 + + +
........ (3.1.)
Persamaan (3.1.) diekspansikan ke dalam teorema deret Taylor akan men+adi :
[ ] + +
1
]
1

+
1
]
1

+
?
2
1
2
?
1
1
1
?
n
?
2
?
1 1 1
L
&
ML
L
&
ML L , , L , L & 0
? K
L
&
ML
1
?
n
1
n
+
1
]
1

........ (3.1/)
+ +
1
]
1

+
1
]
1

?
2
1
2
?
1
1
L
&
ML
L
&
?
n
1
n
L
&
ML
1
]
1

adalah turunan dari


1
&
terhadap
n
L , ,
2
L ,
1
L
dan diberi nilai
?
n
L , ,
?
2
L ,
?
1
L
,
1
K
adalah &ungsi pangkat lebih
tinggi, dan bila
1
K
diabaikan , maka persamaan (3.1/) dalam bentuk matrik
men+adi :
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 14
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
]
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
]
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
]
1

?
n
ML
?
2
ML
?
1
ML
?
n
L
n
&
?
2
L
n
&
?
1
L
n
&
?
n
L
2
&
?
2
L
2
&
?
1
L
2
&
?
n
L
1
&
?
2
L
1
&
?
1
L
1
&
?
n
& 0
?
2
& 0
?
1
& 0

........ (3.11)
atau :
ML
?
G
?
& 0 ........ (3.12)
dengan :
?
& < matrik nilai &ungsi
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 15
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
?
G < matrik Ga%obian
ML
< matrik perubahan nilai (7ektor koreksi)
#alam alogaritma perhitungan aliran daya dengan menggunakan metode
5e$ton " 3aphson, langkah"langkahnya adalah sebagai berikut :
a. -enghitung nilai"nilai P dan ; yang mengalir ke dalam sistem.
b. -enghitung nilai
P M
pada setiap rel.
%. -enghitung nilai"nilai untuk Ga%obian.
d. -en%ari in7ers matrik Ga%obian dan men%ari nilai nilai koreksi
J M

dan
: M
.
e. -enghitung nilai"nilai baru dengan menambahkan
J M
dan
: M

dengan nilai sebelumnya.
&. 0embali ke langkah a.
#engan melihat persamaan (3.12) maka uraian pada butir a sampai dengan
butir b dapat dinyatakan sebagai berikut :
i
&
untuk daya nyata ditulis sebagai
iP
&
dan
i
&
untuk daya reakti& ditulis sebagai i;
&
, selan+utnya diperoleh :
i i i iP
P M (dihitung) P ) (diketahui P &
........ (3.14)
i
; M (dihitung) ; ) (diketahui ; &
i i i;

........ (3.1A)
disebut nilai residu.
dimana :
P
i
didapat melalui persamaan (3.1?)
;
i
didapat melalui persamaan (3.11)
Sedangkan 7ektor koreksi pada persamaan (3.12) yaitu N dengan bentuk :
|:
i
|,
!
5ilai residu < -atrik Ga%obian nilai koreksi
1
]
1

1
]
1

1
]
1

i
i
. 3
2 1
i
i
: M
J M
G G
G G
; M
P M
........ (3.2?)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 16
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
Sedangkan unsur " unsur matrik Ga%obian tersebut adalah didapatkan
dengan membuat turunan parsial sebagai berikut :
1
1
1
1
1
1
1
]
1

n
n
1
n
n
1
1
1
1
J
P
J
P
J
P
J
P
G

1
1
1
1
1
1
1
]
1

n
n
1
n
n
1
1
1
2
:
P
:
P
:
P
:
P
G

1
1
1
1
1
1
1
]
1

n
n
1
n
n
1
1
1
3
J
;
J
;
J
;
J
;
G

1
1
1
1
1
1
1
]
1

n
n
1
n
n
1
1
1
.
:
;
:
;
:
;
:
;
G

Proses iterasi dilakukan dengan +alan menentukan invers dari matrik


Ga%obian untuk menentukan nilai koreksi. Selan+utnya setelah nilai koreksi di
dapat, maka proses iterasi dilakukan dengan men%oba nilai baru dari : dan
yang besarnya < nilai per%obaan pertama ditambah nilai koreksi yang didapat
,ntuk simpul re&erensi besar sudut dan tegangan sudah ditentukan, nilai daya
akti& dan daya reakti& dihitung setelah semua proses untuk metode optimasi pada
setiap simpul selesai.
1.%./. 0asi Anaisa Airan Da!a
Pada prinsipnya, studi aliran daya menghasilkan suatu kondisi sistem yang biasa
diperlukan yaitu :
1. Tingkat Pembebanan
2. -utu tegangan
3. 3ugi rugi
1.%./.1. Tingkat Pembebanan
-erepresentasikan aliran daya pada seluruh %abang, beban pada seluruh
busbar serta pembangkitan pada masing masing mesin pembangkit. #apat +uga
diketahui keseluruhan daya yang dibangkitkan.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 1'
PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan LUR/HAR/HAR TRANS GI/
1.%./.2. Tingkat Tegangan
Tegangan hasil perhitungan pada seluruh gardu induk dapat diba%a. #engan
mengamati besarnya tegangan maka dapat diidenti&ikasi tegangan yang kurang atau
tidak memenuhi syarat. #alam hal seperti ini, sis$a bisa memainkan perannya dengan
%ara men%ari alternati& dengan mengatur pembangkitan pada titik terdekat,
memasukkan kapasitor dll.
1.%./.%. Rugi rugi
Seluruh rugi transmisi pada setiap %abang bisa dilihat, dan demikian pula se%ara total
sistem. Sis$a bisa membuat per%obaan dengan mengubah komposisi pembangkit atau
kon&igurasi +aringan untuk menurunkan rugi rugi transmisi.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
'al " 1(