Anda di halaman 1dari 7

Patimah Tul M 2011730158 HISTOLOGY TELINGA

TELINGA LUAR AURIKULA Suatu lempeng tulang rawan elastik yang kuning dengan ketebalan 0,5 1 mm, diliputi oleh perikondrium yang banyak mengandung serat-serat elastis. Seluruh permukaannya diliputi kulit tipis dengan lapisan subkutis yang sangat tipis (hipodermis) pada permukaan anterolateral. Ditemukan rambut, kelen ar sebasea dan kelen ar keringat, yang umumnya kurang berkembang. Dalam lapisan subkutis dan menempel pada perikondrium terdapat beberapa lembar otot lurik. LIANG TELINGA LUAR MEATUS AKUSTIKUS EKSTERNUS! !embentang dari aurikula sampai membran timpani. "ada potongan melintang, saluran ini bentuknya o#al dan liang telinganya tetap terbuka karena dindingnya kaku. Sepertiga bagian luar

mempunyai dinding tulang rawan elastis yang meneruskan diri men adi tulang rawan aurikula, dan duapertiga bagian dalam berdinding tulang. Saluran ini dilapisi kulit tipis tanpa aringan subkutis. $apisan-lapisan demis yang lebih dalam bersatu dengan perikondrium atau periosteum. "ada bagian luar banyak ditemukan rambut yang berhubungan dengan kelen ar sebasea, dan se umlah ke%il rambut dan kelen ar sebasea pada bagian atap saluran bagian dalam. Dalam liang telinga luar ditemukan serumen, yaitu suatu materi %oklat seperti lilin dengna rasa yang pahit dan ber&ungsi pelindung. Serumen merupakan gabungan sekret kelen ar sebasea dan kelen ar serumen, yang merupakan modi&ikasi kelen ar keringat yang besar, ber alan spiral dan salurannya bermuara langsung ke permukaan kulit atau bersama kelen ar sebasea ke leher &olikel rambut. MEM"RAN TIMPANI 'erbentuk o#al dan letaknya obli(ue)miring menutupi bagian terdalam liang telinga luar. !embran timpani mempunyai dua lapis aringan ikat, lapisan luar mempunyai serat yang ber alan radial, dan lapisan dalamnya mempunyai serat yang ber alan sirkular. "ermukaan luarnya dilapisi kulit yang sangat tipis dan permukaan dalamnya dilapisi mukosa ruang telinga tengah yang tebalnya *0-+0 mikron dengan epitel yang kuboid. "ada membran timpani melekat maleus yang menyebabkan membran menon ol ke dalam rongga telinga tengah. 'agian atas membran timpani tak mengandung serat-serat kolagen, dan disebut bagian &laksida (membrana shrapnell). TELINGA TENGAH ,erdiri dari rongga seperti %elah di dalam tulang temporal yaitu rongga timpani, dan tuba auditorius (eusta%hii) yaitu suatu kanal atau duktus yang menghubungkannya dengan naso&aring.

-pitel yang melapisi rongga timpani adalah epitel selapis gepeng atau kubis rendah, akan tetapi dibagian anterior pada %elah tuba auditi#a, epitelnya selapis silindris bersilia . $amina propria tipis dan menyatu dengan per%osteum. !aleus dan inkus tergantung pada ligamen-ligamen tipis dari atap. $empeng dasar stapes melekat melalui sendi &ibrosa pada &enestra o#alis pada dinding dalam. /ntara ketiga tulang pendengaran terdapat dua sendi sino#ial "eriost%um tipis pada tulang pendengaran, menyatu dengan lamina propria tipis dibawah lapisan epitel selapis gepeng, yang melapisi seluruh rongga timpani. 0enestra o#alis pada dinding medial, ditutupi oleh lempeng dasar stapes, memisahkan rongga timpani dari perilim& dalam skala #estibuli koklea. 1leh karenanya, getaran-getaran membrana timpani diteruskan oleh rangkaian tulang-tulang pendengaran ke perilim& telinga dalam. 0enestra rotundum yang terletak dalam dinding medial rongga timpani di bawah dan belakang &enestra o#alis dan diliputi oleh suatu membran elastis (membran timpani sekunder), yang memisahkan rongga timpani dari perilim& dalam skala timpani koklea. TU"A EUSTA#HIUS !enghubungkan rongga timpani dengan naso&aring, pan angnya +,5 %m. 'agian sepertiga posterior mempunyai dinding tulang dan bagian duapertiga anterior mempunyai dinding tulang rawan. $umennya gepeng, dinding medial dan lateral bagian tulang rawan saling berhadapan menutup lumen. -pitel ber#ariasi dari epitel bertingkat, selapis silindris bersilia dengan sel goblet dekat &aring$amina propia dengan &aring, mengandung kelen ar seromukosa. Dengan menelan, dinding tuba saling terpisah, sehingga lumen terbuka dan udara dapat masuk ke rongga telinga tengah untuk menyamakan tekanan udara pada ke dua sisi membran timpani.

TELINGA $ALAM /dalah suatu sistem saluran dan rongga di dalam pars petrosun tulang temporalis, labirin oseosa ($abirin tulang). Di dalamnya terdapat labirin membranosa yang uga merupakan suatu rangkaian saluran dan rongga-rongga. $abirin membranosa berisi %airan endolim&. Dinding labirin membranosa memisahkan endolim& dari perilim&, yang mengisi ruang labirin tulang sisanya. LA"IRIN TULANG 2ang di tengah adalah #estibulum, terletak medial terhadap rongga timpani, dengan &enestra o#alis pada dinding di antaranya. "osterior terhadap #estibulum dan bermuara ke dalamnya, ada tiga buah saluran semisirkularis. 'erdasarkan letaknya, saluran semisirkularis itu disebut saluran anterior, posterior, dan lateral, yang masing-masing saling tegak lurus. Setiap saluran mempunyai pelebaran, disebut /mpula. /mpula saluran yang anterior dan lateral, letaknya berdekatan di atas &enestra o#alis, dan milik saluran posterior membuka ke bagian posterior #estibulum. 3alaupun ada tiga saluran, hanya ada lima muara pada #estibulum. 4 ung posterior saluran posterior yang tidak berampula, menyatu dengan u ung medial saluran anterior yang tidak berampula, dan bermuara ke dalam bagian medial #estibulum oleh krus komune. 4 ung tidak berampula saluran lateral bermuara se%ara terpisah ke dalam bagian atas #estibulum. Dari dinding medial #estibulum ter ulur saluran sempit ke arah in&eroposterior untuk men%apai permukaan posterior tulang temporal pars petrosus dalam &osa kranial posterior. 5e /rah anterior, rongga #estibulum berhubungan dengan koklea tulang. Sumbu tulang koklea yaitu modiolus tersusun melintang terhadap sumbu pan ang tulang temporal pars petrosus dengan dasar mengarah ke &osa kranial posterior dan pun%aknya mengarah ke depan dan lateral.

,on olan tulang yang ter ulur dari modiolus membentuk lamina spiralis. LA"IRIN MEM"RANOSA Didalam labirin tulang terdapat labirin membranosa, suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dilapisi epitel dan mengandung endolim&. 6estibulum berisi dua buah ruangan dan saluran-saluran penghubung. Di bagian posterior, utrikulus dihubungkan denan tiga buah saluran semisirkularis membranosa melalui lima buah lubang. /mpula saluran semisirkularis membranosa lebar. Di anterior, sakulus yang bentuknya hampir s&eris, dihubungkan dengan utrikulus oleh suatu tabung)saluran ramping berbentuk huru& 2, yang %abang-%abang pendeknya merupakan duktus utrikularis dan duktus sakularis. Saluran-saluran ini bergabung membentuk duktus endolim&atikus, yang ber alan posteroin&erior ke permukaan posterior pars petrosus tulang temporal, dan di sini berakhir sebagai kantung yang buntu yaitu sakus endolim&atikus. Di sebelah anterior, bagian bawah kantung ini berhubungan dengan duktus koklearis melalui suatu saluran pendek dan sempit duktus reuniens. ,erdapat badan-badan akhir sara& sensorik dalam ampula saluran semisirkularis (krista ampularis) dan dalam utrikulus dan sakulus (makulus ultrikuli dn sakuli) yang ber&ungsi sebagai indra statik dan kinetik. 1rgan pendengaran adalah organ 7orti yang terdapat sepan ang duktus koklearis. UTRIKULUS $AN SAKULUS !empunai dinding dengan lapisan aringan ikat halus yang mengandung se umlah &ibroblas dan melanosit. Di antara lapis aringan ikat utrikulus dan sakulus dengan epitel selapis gepeng yang melapisi, terdapat suatu lamina basal yang tipis.

T%&'a(at ti)a *%+i, ,%l 'alam ma-ula . 8 Sel penyokong (sustentakular) . adalah sel yang berbentuk silindris tinggi, terletak pada lamina basalis, dan mempunyai mikro#ili pada permukaan apikal dengan beberapa granila sekretorik. Sel-sel ini membentuk matriks membran otolit. 8 8 Sel rambut tipe 9 Sel rambut tipe 99

"ada permukaan makula, terdapat suatu lapisan gelatin dengan ketebalan ** mikrometer, disebut membran otolit, yang mengandung banyak badan-badan kristal yang ke%il yang disebut otokonia atau otolit, terdiri dari kalsium karbonat dan suatu protein. !ikro#ili pada sel penyokong dan stereosilia serta kinosilia sel rambut, terbenam dalam membran otolit. "erubahan posisi kepala, mengakibatkan perubahan dalam tekanan atau tegangan dalam membran otolit dengan akibat ter adi rangsangan pada sel rambut. :angsangan ini diterima oleh badan akhir sara& yang terletak antara sel-sel rambut. KANALIS SEMISIRKULARIS !empunyai penampang yang o#al dengan bagian yang paling %embung berdampingan erat dengan periosteum. "ada permukaan luarnya terdapat ruang perilim& yang lebar dilalui trabekula. Sebuah krista ditemukan dalam setiap ampula. ,iap krista dibentuk oleh sel-sel penyokong dan dua tipe sel rambut. !ikro#ili, stereosilia, dan kinosilianya terbenam massa gelatinosa, yang disebut kupula. Dalam krista ampularis, sel-sel rambutnya dirangsang oleh gerakan endolim& akibat per%epatan sudut kepala. ;erakan endolim& ini mengakibatkan tergeraknya stereosilia dan kinosilia.

Dalam makula, sel-sel rambut uga terangsang, tetapi perubahan posisi kepala dalam ruang mengakibatkan suatu peningkatan atau penurunan tekanan pada sel-sel rambut oleh membran otolit. KOKLEA 'er alan spiral degan * +)< putaran sekitar modiolus. !odiolus men adi tempat keluarnya lamina spiralis, kemudian men ulur ke dinding luar koklea suatu membrana basilaris. "ada tempat perlekatan membrana basilaris ke dinding luar koklea, terdapat penebalan periosteum yang disebut ligamentum spiralis. !embran #estibularis (:eissner), membentang sepan ang koklea dari lamina spiralis ke dinding luar. 5edua membran ini, membagi saluran koklea tulang men adi tiga buah ruang yaitu .