Anda di halaman 1dari 88

LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PKL) KEBIDANAN KOMUNITAS PADA MASYARAKAT DAN KELUARGA BINAAN DI NAGORI SAHKUDABAYU

HUTA II KECAMATAN GUNUNG MALELA KABUPATEN SIMALUNGUN 04 FEBRUARI 26 FEBRUARI 2014

POLITEKNIK KESEHATAN MEDAN

OLEH :

DEWI WULANDARI NIM. P0.73.24.2.11.009

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN MEDAN


PROGRAM STUDI KEBIDANAN PEMATANGSIANTAR 2014

LEMBAR PERSETUJUAN
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PKL) KEBIDANAN KOMUNITAS DI HUTA NAGORI SAHKUDABAYU KECAMATAN GUNUNG MALELA KABUPATEN SIMALUNGUN

DISETUJUI OLEH

DOSEN PEMBIMBING

KANDACE SIANIPAR NIP:197508102006042001

DIKETAHUI OLEH KETUA PROGRAM STUDI KEBIDANAN PEMATANGSIANTAR POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MEDAN

JULIANI PURBA, Akp, SPd, MM NIP:195907081983032001

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan pembuatan Laporan hasil pendataan status kesehatan masyarakat dan laporan hasil kegiatan asuhan kebidanan pada keluarga binaan di Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014. Tujuan diadakannya Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini adalah untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan oleh penulis sebagai mahasiswi pada program studi kebidanan serta untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan pendidikan akhir di Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan, program studi kebidanan Pematangsiantar. Pada kesempatan ini, penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Ibu Ir. Zuraidah Nasution, M.Kes, selaku Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. 2. Bapak Bupati Pemerintah Kabupaten Simalungun yang telah memberi izin dalam pelaksanaan PBL. 3. Ibu Yusliana Nainggolan, Spd, M.Kes, selaku Ketua Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. 4. Ibu Juliani Purba, Spd, A.Kp, MM selaku Ketua Program Studi Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. 5. Ibu Kandace sianipar selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan arahan bimbingan dalam penyusunan laporan PBL ini. 6. Bapak/Ibu Dosen beserta staf pada Program Studi Kebidanan Pematangsiantar. 7. Ibu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun beserta staf. 8. Bapak Camat Kecamatan GUNUNG MALELA Kabupaten Simalungun beserta staf yang telah memberikan izin kepada mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PBL.

9. Ibu Kepala Puskesmas SAHKUDA BAYU beserta staf pegawai Puskesmas Simalungun. 10. Bapak Suyatno selaku Pangulu di Nagori Sahkuda Bayu Kabupaten Simalungun. 11. Ibu Kepala Dinas BKKBN beserta staf yang telah memfasilitasi dan mendukung kami dalam pelaksanaan Praktek Belajar Lapangan (PBL). 12. Bapak Gamot Huta II (Dua) beserta seluruh masyarakat dan Bapak/Ibu keluarga binaan yang telah membantu kami dalam segala kegiatan yang telah dilakukan di Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun. 13. Orang tua terkasih dan adik-adikku tersayang yang senantiasa memberikan dukungan moral maupun material serta doa kepada penulis selama mengikuti pendidikan dan dalam menyelesaikan PBL ini. 14. Teman-teman seangkatan yang turut berpartisipasi selama proses Praktek Belajar Lapangan (PBL) hingga sekarang. Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten

Semoga Laporan Praktek Belajar Lapangan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih. Pematangsiantar, Februari 2014

Penulis

DEWI WULANDARI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sasaran pembangunan dalam go Millenium Development Goals (MDGS) adalah sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk

pembangunan dan salah satu dari tujuannya menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3, memerangi HIV/AIDS, malaria dan PMS, meningkatkan kesehatan ibu, memastikan kelestarian lingkungan hidup. Untuk menyiapkan dan menghasilkan tenaga profesional di bidang kesehatan khususnya kebidanan, Politeknik Kesehatan Medan sebagai unit pelaksanaan teknik lingkungan Kementerian Kesehatan yang melaksanakan pendidikan profesional program diploma di bidang kebidanan memberikan mahasiswa prodi kebidanan Pematangsiantar di masyarakat serta untuk mendapatkan pengalaman tentang pelayanan kebidanan terkini dalam bentuk praktek belajar lapangan (PKL). Praktek Belajar Lapangan ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk menerapkan dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang telah dimiliki oleh mahasiswa studi Kebidanan Pematangsiantar. Yang berkaitan dengan asuhan kebidanan yakni : Kesehatan bayi, balita, anak, remaja, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, KB, tentunya di tengahtengah masyarakat secara langsung. Praktek Belajar Lapangan (PKL) juga merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan akhir di Politeknik Kesehatan Medan Program study Kebidanan Pematangsiantar yang diwajibkan kepada seluruh mahasiswa tanpa kecuali. Adapun tempat yang menjadi lahan lapangan Praktek Belajar Lapangan (PBL) adalah di Nagori SAHKUDABAYU Kecamatan GUNUNG MALELA Kabupaten Simalungun yang dimulai pada tanggal 04 Februari 26 Februari 2014

1.2. Tujuan 1.2.1. Tujuan Umum Agar mampu menerapkan disiplin ilmu yang diperoleh dari instansi pendidikan ke komunitas dalam menemukan masalah kesehatan, merencanakan dan melaksanakan keberhasilan program

kesehatan tersebut. 1.2.2. Tujuan Khusus 1) Mampu melaksanakan manajemen kebidanan komunitas di wilayah kerja dimulai dari: 1. Pengenalan wilayah dan pendekatan kepada masyarakat. 2. Pengumpulan data yang berkaitan dengan keadaan rumah dan Samijaga, Kesehatan Keluarga, Keadaan Gizi Keluarga,

Pemberian ASI, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Reproduksi, Imunisasi, dan KB. 2) Mampu mengidentifikasi faktor penghambat upaya peningkatan kesehatan diwilayah setempat. 3) Mampu menggerakkan peran serta masyarakat dalam pelayanan asuhan kebidanan komunitas.

1.3. Metode Pengumpulan dapat dilakukan dengan cara : a. Wawancara Mengadakan tanya jawab langsung kepada keluarga dan masyarakat. b. Observasi Mengamati secara langsung keadaan keluarga binaan,

masyarakat binaan dan potensi masyarakat yang ada.

1.4. Kegiatan 1.4.1. Pengumpulan Data a. Sasaran Sasaran pengumpulan data yaitu 12 KK di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malel Kabupaten Simalungun. b. Waktu Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 4 s/d 7 Februari 2014 c. Lokasi Lokasi pengumpulan data Dilaksanakan di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun. 1.4.2. Pengolahan Data a. Editing Semua data yang dikumpulkan diperiksa kelengkapannya dan semua pertanyaan melalui format kuesioner telah terisi lengkap. b. Tabulating Data yang telah diperiksa kelengkapannya di lakukan dalam master tabel, data yang telah di olah dari lingkungan dan kemudian di susun menjadi satu. Pengolahan data di lakukan selama c. Perumusan Masalah Dari hasil analisa di peroleh masalah untuk di susun (penyusunan masalah) yang dapat di lakukan dalam bentuk pertanyaan. d. Prioritas Masalah Dalam menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria, diantaranya : 1. Sifat masalahnya.

2. Kemungkinan masalah yang dapat di ubah. 3. Potensi masalah untuk di cegah 4. Menonjolkan masalah.

1.5 Ruang Lingkup Ruang lingkup Praktek Belajar Lapangan (PBL) mulai tanggal meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. Kesehatan lingkungan, meliputi : a. Perumahan b. Pengolahan sampah c. Sumber air bersih d. Ternak 2. Kesehatan keluarga, meliputi : a. Kondisi kesehatan anggota keluarga b. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, PMS, dan narkoba 3. Keadaan gizi keluarga, meliputi : a. Pola makan keluarga b. Pengetahuan gizi dan kesehatan keluarga tentang : Makanan sehat Pertumbuhan anak Kekurangan vitamin A Pengetahuan tentang diare ini

4. Kesehatan reproduksi, meliputi : a. Kesehatan ibu hamil b. Kesehatan ibu nifas dan masa interval c. Kesehatan ibu menyusui d. Kesehatan remaja e. Kesehatan dalam masa klimakterium/menopause f. Kesehatan bayi dan balita

1.6. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

Setelah data terkumpul dan dianalisa kemudian disajikan ke masyarakat dalam bentuk Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Hasil perumusan tersebut akan ditentukan bersama oleh masyarakat bagaimana cara penanggulangan masalah yang ditemukan masyarakat. Tujuan MMD : a. Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayah b. Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan desa siaga dan Poskesdes. c. Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan melaksanakan desa siaga dan Poskesdes. 1. Pemecahan Masalah Materi yang diberikan kepada masyarakat disampaikan melalui penyuluhan. 2. Pemeriksaan ANC Diadakan pemeriksaan untuk ibu hamil yang belum

memeriksakan kehamilan. Ini dilakukan pada tanggal 17 Februari 2014 di Puskesmas Pembantu Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan Hb, Protein dan Glukosa dalam Urine. 3. PEMERIKSAAN IVA DAN SADARI

3. Safari KB Acara safari KB Dilaksanakan pada tanggal 19 dan 20 Februari 2014. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu usaha mencapai kesejahteraan dengan jalan memberi nasihat perkawinan dan penjarangan kehamilan.

1.7. Evaluasi

Dari hasil yang dilakukan masyarakat telah mengerti prioritas masalah yang dapat diatasi.

1.8. Jadwal Kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) Kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini dilaksanakan mulai tanggal 06 Februari - 22 Februari 2014 04 Februari 2014 04 07 Februari 2014 08 10 Februari 2014 11- 13 Februari 2014 14 Februari 2014 15 16 Februari 2014 : Pembukaan Praktek Belajar Lapangan dan Pengenalan Wilayah : Pendataan keluarga : Tabulasi data : Pengolahan data : Musyawarah Masyarakat Desa : Interaksi individu / kelompok terhadap masalah kebidanan komunitas. 17 Februari 2014 18 Februari 2014 : Pemeriksaan ibu Hamil : Pelaksaan pemeriksaan Iva dan sadari pada Wus sekaligus pemeriksaan tumbang pada bayi dan balita 19 Februari 2014 20 Februari 2014 21 Februari 2014 22 24 Februari 2014 25 Februari 2014 : Pelaksanaan Safari KB gelombang I : Pelaksanaan Safari KB gelombang II : Pelaksaan pemeriksaan pada ibu menopause : Evaluasi : Penutupan

DATA DAN ANALISA DATA Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan komunitas di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun pada sasaran yang dilaksanakan secara bertahap yang dimulai dari data geografi serta masalah-masalah kesehatan yang berhubungan langsung

kepada masyarakat, maka dalam hal ini perlu suatu data mengenai pengkajian umum.

GAMBARAN NAGORI SAHKUDA BAYU

A. DATA/GAMBARAN UMUM I. LOKASI NAGORI : SAHKUDA BAYU : SAHKUDA BAYU

KECAMATAN : GUNUNG MALELA KABUPATEN PROVINSI : SIMALUNGUN : SUMATERA UTARA

II.

DATA GEOGRAFIS
1. Luas Nagori : 600 Ha 2. Kondisi Nagori

- Suhu udara rata-rata : 30 0c 3. Batas Daerah/Wilayah - Utara - Barat - Selatan - Timur 4. Pertanahan - Luas pertanahan/pertanian - Luas pemukiman dan Pekarangan - Luas pekuburan - Luas perkantoran - Luas perkebunan : 90 Ha : 105 Ha : 1 Ha : 1 Ha : 400 Ha : Nagori Suka Rakyat Kec.Bandar : Nagori Bukit Maraja Kec.Gunung Malela : Nagori Marihat Bukit Kec.Gunung Malela : Nagori Pelita Baru Kec.Huta Bayu Raja

III.

DATA DEMOGRAFIS
1. Jumlah Penduduk : 4074 Orang

Laki-laki Perempuan

: 2080 Orang : 1994 Orang


: 1106 KK

2. Jumlah Kepala Keluarga

Dusun Huta 1 Atas Dusun Huta 1 Bawah Dusun Huta 2 Dusun Huta 3 Atas Dusun Huta 3 Bawah Dusun Huta 3 Buntu

: 148 KK : 242 KK : 192 KK : 218 KK : 229 KK : 77 KK

3. Distribusi penduduk menurut umur : 4074 orang

0-12 bulan >1-5 tahun 6-14 tahun 15-20 tahun 21-25 tahun 26-39 tahun 40-50 tahun 51-65 tahun >65 tahun

: 75 Orang : 355 Orang : 771 Orang : 462 Orang : 342 Orang : 790 Orang : 601 Orang : 482 Orang : 196 Orang

4. Tingkat pendidikan : 4074 orang Belum sekolah Tidak Sekolah SD SMP SMA PT : 458 : 124 Orang Orang

: 1429 Orang : 929 Orang

: 1021 Orang : 113 Orang

5. Pekerjaan

: 1106 KK

- PNS - Pegawai Swasta - Wiraswasta - Petani - Peternak - Tidak Bekerja

: 25 KK : 54 KK : 672 KK : 107 KK : 165 KK : 83 KK

6. Agama - Islam - Kristen - Budha

: 1106 KK : 1035 KK : 69 KK : 2 KK

7. Organisasi Sosial Masyarakat - Jumlah pengurus maujana - Jumlah kader kesehatan - Jumlah tim penggerak PKK - Jumlah kader PKK - Anggota PKK - Karang Taruna : 9 Orang :10 Orang : 4 TIM : 16 Orang : 34 Orang : Seluruh Usia 16-20

IV.

PELAYANAN KESEHATAN DAN SOSIAL EKONOMI


1. PELAYANAN KESEHATAN a. Puskesmas Pembantu b. Bidan Praktek Swasta c. Posyandu 2. TENAGA KESEHATAN : 1 Unit : 3 Unit : 2 Unit

a. Dokter b. Bidan c. Perawat 3. Fasilitas Umum

: Tidak Ada : 3 Orang : 2 Orang

a. Tempat pertemuan

: Balai Desa

b. Jumlah fasilitas pendidikan PAUD : 2 Unit SD : 3 Unit

SMP : 2 Unit SMA : 1 Unit c. Fasilitas Ibadah - Mesjid - Musholla - Gereja : 4 Unit : 1 Unit : 2 Unit

V.

STATUS KESEHATAN MASYARAKAT 1. Jumlah akseptor KB menurut jenis kontrasepsi yang dipakai a. Pil b. Suntik c. AKBK d. AKDR e. MOW f. MOP : 85 Orang : 184 Orang : 11 Orang : 2 Orang : 24 Orang :2

g. Kondom : 108 Orang 2. Jumlah PUS 3. Jumlah Ibu Hamil 4. Jumlah Ibu Nifas 5. Jumlah Ibu Menyusui : 702 Orang : 36 Orang : 6 Orang : 73 Orang

6. Jumlah Ibu Menopause : 326 Orang B.DATA KHUSUS Tabel 1 Distribusi 12 KK Berdasarkan jenis kelamin, umur, pendidikan, agama, suku, dan pekerjaan di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014
No Nama KK 1 2 3 4 Very Sustranugi Fatimah Junaidi Malan Marta Jenis Kelamin Lk Pr Lk Pr Umur Pendidikan Agama Suku Pekerjaan 27 57 35 72 S1 SD SMK SD Islam Jawa Peg.swasta Islam Jawa Tidak Bekerja Islam Jawa Wiraswasta Kristen Batak Tidak Bekerja

5 6 7 8 9

Sinto Wasdi Waginem Isman Suprayogi Ediriatno Tomson Purba

Lk Pr Lk Lk Lk Lk Lk Lk

37 77 34 40 59 32 72 33

SD SD SMP S1 SMA SMA

Islam Jawa Wiraswasta

Islam Jawa Tidak Bekerja


Islam Jawa Wiraswasta Islam Jawa Wiraswasta Kristen Batak Wiraswasta Islam Jawa Peg.swasta Kristen Batak Wiraswasta Kristen Batak Wiraswasta

10 Hendra 11 Reagen Rajagukguk 12 Parlindungan rajagukguk

SMP SMA

Analisa Data :
1. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 12KK islam 8 KK (66,7%), dan Kristen 4 KK (33,3%) 2. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 12 KK, mayoritas bersuku jawa 8 KK (66,7%),minoritas 4 KK bersuku Batak (33,3%) 3. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 12 KK,mayoritas pekerjaan wiraswasta yaitu sebanyak 7 KK (66,7%), pekerjaan pegawai swasta 2 KK (8,3%) minoritas tidak bekerja 3 KK (25%)

Tabel 2 Distribusi Penduduk berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin pekerjaan di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelompok Umur 0-1 tahun 1-5 tahun 6-14 tahun 15-20 tahun 21-25 tahun 26-39 tahun 40-50 tahun 51-65 tahun > 65 tahun TOTAL Jenis Kelamin Persentase Jumlah (%) Laki-laki Perempuan 3 0 3 6 2 2 4 8 5 5 10 20 1 2 3 6 5 3 8 16 6 7 13 26 1 1 2 4 1 3 4 8 1 2 3 6 25 25 50 100%

Analisa Data :

Berdasarkan tabel diatas, dari 50 jiwa didapatkan data jumlah laki laki dan perempuan memiliki kesamaan yaitu 25 jiwa (50%). Tertinggi menurut kelompok umur 26 - 39 tahun 13 jiwa (26%) dan terendah 40- 50 tahun yaitu 2 jiwa (4%). Tabel 3 Distribusi jiwa berdasarkan Tingkat Pendidikan di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Pendidikan Jumlah Persentase (%) 1 Belum sekolah 8 16 2 SD 14 28 3 SMP 9 18 4 SMA 15 30 5 Perguruan Tinggi 4 8 6 Tidak sekolah 0 0 TOTAL 50 100% Analisa Data Berdasarkan tabel diatas,dari 50 jiwa diketahui bahwa tingkat pendidikan tertinggi SMA yaitu 30 jiwa (25%) dan terendah yaitu perguruan tinggi 4 (8%).

Tabel 4 Distribusi 12 KK berdasarkan Keadaan Perumahan dan Samijaga di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014
No 1 Keadaan rumah Jenis bangunan rumah a. Non Permanen b. Semi Permanen c. Permanen Jumlah Persentase (%)

3 9 12 12 12 12 12

25 75
100%

TOTAL
2 Luas Ventilasi a. > 10% luas lantai b. < 10% luas lantai

100 100% 100

TOTAL
3 Cahaya dapat masuk a. Ya b. Tidak

0
100% -

TOTAL
4 Penerangan rumah a. lampu templok

b. Listrik c. Petromak

12

100

12 7 5 12

100% -

TOTAL
5 Lantai rumah a. Tanah b. Plester/semen c. Ubin/Keramik

58,3
41,7 100% -

TOTAL
6 Kemana sampah dibuang a. Kekali b. Dibakar c. Ditimbun d. Diambil petugas

12 12 11 1 12 12 12

100 100%

TOTAL
7 Berapa kali sampah dibuang a. Tiap hari b. 2 hari sekali c. 3 hari sekali

91,7 8,3 100% 100 100%

TOTAL
8 Kondisi tempat sampah a. Terbuka b. Tertutup

TOTAL

Analisa data 1. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 KK berdasarkan jenis bangunan yang tertinggi permanen 9 KK (75%). 2. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 KK (100%) semua luas ventilasinya > 10% luas lantai. 3. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 KK (100%) cahaya dapat masuk ke rumah pada pagi hari. 4. Semua penerangan lampu rumah adalah menggunakan listrik (100%). 5. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 rumah KK yang tertinggi berlantai plester atau semen 7 KK (58,3%). 6. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 KK (100%) pembuangan sampah dibakar. 7. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 KK berdasarkan frekuensi pembuangan sampah yang tertinggi dibuang setiap hari 11 KK (91,7%).

8. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 KK berdasarkan kondisi tempat sampah tertinggi terbuka 12 KK (100%).

Tabel 5 Distribusi 12 KK berdasarkan Sumber Air di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Sumber air Jumlah Persentase (%) 1 Sumber air bersih a. Ya 12 100 b. Tidak TOTAL 12 100% 2 Jenis sumber air a. Sumur Gali 12 100 b. PAM c. Air hujan d. Mata air e.DLL TOTAL 12 100% Analisa data 1. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa seluruh KK

menggunakan sumber air bersih (100%). 2. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa seluruh KK

menggunakan sumur gali (100%).

Tabel 6 Distribusi 12 KK Berdasarkan Keadaan Pemeliharaan Ternak di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Keadaan Ternak Jumlah Persentase (%) 1 Keluarga yang memelihara ternak 5 a. Ya 41,7 7 b. Tidak 58,3 12 TOTAL 100% 2 Jarak Kandang Ternak 2 a. < 10 meter 20 3 b. > 10 meter 80 c. Tidak ada 0 5 TOTAL 100%

Ternak yang mati secara tiba-tiba dalam 6 bulan terakhir a. Ya b. Tidak TOTAL Analisa data :

2 3 5

20 80 100%

1. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 12 KK yang memiliki ternak ada 5 KK (41,66%).

2. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 5 KK memiliki jarak kandang ternak dengan rumah > 10 meter sebanyak 3 KK (80%). 4. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 2 KK (20%) pernah ternaknya mati tiba-tiba dalam 6 bulan terakhir.

Tabel 7 Distribusi 12 KK berdasarkan Pola Makan di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 Persen No Pola Makanan Jumlah (%) 1 Frekuensi makan keluarga a. 1 kali b. 2 kali c. 3 kali 12 100 TOTAL 12 100% 2 Kebiasaan sarapan pagi a. Tidak biasa b. jarang / kadang-kadang c. Selalu 12 100 TOTAL 12 100% 3 Susunan hidangan seharihari a. Makanan pokok saja b. Makanan pokok + lauk pauk

c. Makanan pokok pauk + sayur d. Makanan pokok pauk + sayur + Buah d. Makanan pokok pauk + Sayur + Susu TOTAL Analisa data :

+ Lauk + Lauk + Lauk Buah +

7 5 -

58,3 41,7 -

12

100%

1. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa seluruh keluarga makan dengan frekuensi 3 x dalam sehari (100%). 2. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa seluruh keluarga selalu sarapan pagi (100%). 3. Berdasarkan tabel di atas diketahui dari 12 KK bahwa keluarga makan dengan susunan hidangan keluarga sehari-hari yang tertinggi : makanan pokok + lauk pauk + sayuran 7KK (58,3%)

Tabel 8 Distribusi Ibu yang memiliki Bayi dan Balita Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi dan Kesehatan di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Jumlah Persentase Gizi dan Kesehatan % a. Baik 1 16,7 b. Cukup c. Kurang TOTAL Analisa data : Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 6 ibu yang memiliki bayi dan balita berdasarkan pengetahuan tentang gizi dan kesehatan mayoritas ibu dengan pengetahuan cukup 4 ibu (66,7%). 4 1 6 66,7 16,6 100%

Tabel 9 Distribusi Ibu yang Memiliki Balita Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Pertumbuhan Anak di Huta II Nagori Sahkuda Bayu

Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang No Jumlah Persen % Pertumbuhan Anak a. Baik b. Cukup c. Kurang TOTAL Analisa data : Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 4 bu yang memiliki balita tingkat pengetahuan ibu tentang pertumbuhan anak mayoritas tertinggi ibu dengan pengetahuan cukup 3 Ibu (75%) minoritas 1 Ibu dengan pengetahuan cukup (25%). 3 1 4 75 25 100%

Tabel 10 Distribusi Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Vitamin A di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Vitamin A Jumlah Persen % a. Baik b. Cukup c. Kurang TOTAL Analisa data : Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 6 ibu yang memiliki bayi dan balita berdasarkan tingkat pengetahuan tentang vitamin A mayoritas ibu dengan pengetahuan kurang 5 (83,3%). 1 5 6 16,7 83,3 100%

Tabel 11 Distribusi KK Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Diare di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Jumlah Persen %

a. Baik b. Cukup c. Kurang TOTAL

2 7 3 12

16,7 58,3 25 100%

Analisa data : Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 12 KK berdasarkan tingkat pengetahuan tentang diare dengan pengetahuan cukup 7 KK (58,3%), pengetahuan cukup 3 KK (25%), dan pengetahuan baik 2 ibu (16,7%).

Tabel 12 Distribusi Tingkat Pengetahuan Ibu yang Memiliki Bayi Tentang ASI Eksklusif di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang ASI Jumlah Persen % a. Mengerti 2 66,6 b. Tidak mengerti 1 33,3 TOTAL 3 100% Analisa data : Berdasarkan tabel diatas diketahui 3 ibu menyusui. tingkat pengetahuan ibu tidak mengerti tentang ASI Eksklusif ada 1 ibu (33,3%).

Tabel 13 Distribusi Jumlah Remaja berdasarkan jenis kelamin di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Remaja Jumlah Persen (%) Laki-laki 2 40 Perempuan 3 60 TOTAL 5 100% Analisa data : Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 5 jiwa remaja, jenis

kelamin perempuan 3 jiwa (60%) dan jenis kelamin laki-laki 2 jiwa (40%)

Tabel 14

Distribusi Remaja berdasarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi, PMS, di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Tingkat pengetahuan Jumlah Persen (%) 1 Kesehatan reproduksi a. Baik b. Sedang b. Kurang 5 100 TOTAL 5 100% 2 PMS a. Baik b. Sedang b. Kurang 5 100 TOTAL 5 100% 3 Narkoba a. Baik b. Sedang 2 40 b. Kurang 3 60 TOTAL 5 100%

Analisa data: Berdasarkan table diatas diketahui bahwa dari 5 Remaja, 5 (100%) remaja kurang mengetahui pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, 5 (100%) remaja kurang mengetahui tentang PMS, dan 3 (60%) remaja kurang mengetahui tentang narkoba.

Tabel 15 Distribusi Ibu Nifas/Masa Interval Berdasarkan Pemakaian Alat Kontrasepsi di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No ALAT KONTRASEPSI 1 Jenis alat kontrasepsi yang N % digunakan a. Pakai 4 57,1 b. Tidak Pakai 3 42,9 Total 7 100% 2 Jenis Alkon yang dipakai a. IUD b. PIL 1 -

c. SUNTIK d. IMPLANT

Total Ada Keluhan dalam memakai Alkon a. Ada b. Tidak Ada Total

1 1 2 2 4

100 100% 50 50 100%

Analisa data : Berdasarkan tabel di atas dari 10 WUS diketahui 9 WUS tidak menggunakan alat kontrasepsi alasan karena menggunakan KB alami. Da\n dari 1 WUS yang menggunakan Alat Kontrasepsi menggunakan ALKON Suntik.

Tabel 16 Distribusi Ibu berdasarkan Tingkat pengetahuan Ibu Tentang Klimakterium / menopause di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 Tingkat Pengetahuan Tentang Jumlah Persen (%) No Klimakterium/Menopause a. Tahu b. Tidak Tahu 5 100 TOTAL 5 100% Analisa Data : Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang klimakterium, yang tidak mengetahui 1 orang (100%)

Tabel 17 Distribusi Cakupan Bayi dan Balita berdasarkan Imunisasi di Huta II Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Febuari 2014 No Imunisasi Jumlah (%) 1 Bayi a. Lengkap -

b. Belum Lengkap c. Tidak Lengkap TOTAL Balita a. Lengkap b. Tidak Lengkap c. Tidak imunisasi TOTAL

3 3 4 4

100 100% 100 100

Analisa Data: Berdasarkan Tabel diatas ditemukan 3 bayi (100%) belum lengkap imunisasi dan semua balita 4 (100%) sudah lengkap imunisasi.

BAB III ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA BINAAN DI HUTA II NAGORI SAHKUDA BAYU KECAMATAN GUNUNG MALELA KABUPATEN SIMALUNGUN FEBRUARI

KELUARGA BINAAN I 1. Data Keluarga a. Identitas Keluarga Nama KK Jenis Kelamin Umur Agama Suku / Kebangsaan Pendidikan Pekerjaan Status Pernikahan : Isman Suprayogi : Laki-laki : 34 tahun : Islam : Jawa / Indonesia : SMP : Wiraswasta : Syah

- Usia Menikah Suami : 25 tahun - Usia Menikah Isteri - Lama Pernikahan : 19 tahun : 2 tahun

b. Anggota Keluarga
NO 1 Nama Jenis Kelamin Pr Umur 25 thn Pendidikan SMA Pekerjaan IRT Hubungan Keluarga Istri

DEWI YUSTIKA

c. Keadaan Rumah dan Samijaga a. Perumahan 1. Jenis bangunan 2. Luas bangunan rumah 3. Luas Ventilasi rumah : permanen : 9 x 4 m2 : > 10% luas lantai

4. Cahaya dapat masuk rumah pada pagi hari : ya 5. Penerangan 6. Lantai rumah b. Pengolahan Sampah 1. Proses buang sampah 2. Frekuensi buang sampah 3. Kondisi tempat sampah c. Sumber Air Bersih 1. Keluarga mempunyai air bersih 2. Jenis air bersih bersumber air PAM 3. Keadaan fisik air bersih 4. Keadaan air minum keluarga : Ya : Sumur gali : Bersih : Dimasak : dibakar : setiap hari : Terbuka : Listrik : plester / semen

d. Status Kesehatan Keluarga Dalam 6 bulan terakhir tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit serius.

e. Status Kesehatan Individu a. Status kesehatan ibu Ibu dalam keadaan sehat dan merupakan usia subur. b. Data keluarga berencana Ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu suntik

2. Analisa Data Bapak Sugito, 27 tahun, agama Islam, suku Jawa, mempunyai istri berusia 25 tahun yang sedang hamil dan merupakan kehamilan pertama. Mereka merupakan pasangan usia subur yang kurang mengetahui tentang diare dan ibu hamil tidak tahu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.

3. Perumusan Masalah Keluarga khususnya ibu kurang mengetahui tentang diare Ibu tidak tahu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.

4. Prioritas Masalah

a. Keluarga khususnya ibu kurang mengetahui tentang diare.


No Kriteria 1 2 3 4 Sifat masalah Kemungkinan masalah dapat diubah Potensi masalah dapat diubah Menonjolnya masalah Bobot Perhitungan Skor 1 2 1 1 5 2/3 x 1 2/2 x 2 3/3 x 1 2/2x1 0,6 1 0,6 1 3,2

Jumlah

b.
No

Ibu tidak tahu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.


Kriteria Bobot Perhitungan Skor

1 2 3 4

Sifat masalah Kemungkinan masalah dapat diubah Potensi masalah dapat diubah Menonjolnya masalah

1 2 1 1 5

3/3 x 1 2/2 x 2 3/3 x 1 0/2 x 1

1 2 1 0 4

Jumlah

Penyusunan masalah sesuai prioritasnya : 1. Keluarga khususnya ibu kurang mengetahui tentang diare. 2. Ibu tidak tahu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.

5. Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan

No 1

Diagnosa Ibu

Masalah

Kebutuhan Penyuluhan ibu diare tentang

tidak mengerti Kurangnya pengetahuan tentang diare

tentang diare

Dasar :

Ibu mengatakan tidak tentang pengertian diare tahu

Ibu mengatakan tidak tahu cara pencegahan dan penanggulangan diare

Ibu

G:I

P:0

A:0, Kurangnya ibu

Penyuluhan tanda-tanda

tentang bahaya

kehamilan

trimester pengetahuan

II tidak tahu tentang tentang

tanda-tanda

dalam kehamilan

tanda-tanda bahaya bahaya kehamilan dalam kehamilan

Dasar : HPHT: 28-06-2011 DJJ: 128x/i

Ibu

tidak

tahu tanda-

tentang tanda kehamilan

bahaya

Ibu

tidak

tahu

cara pencegahan dan penanggulangan tanda-tanda bahaya kehamilan

6. FORMAT PLAN OF ACTION (POA) KK : Sugito

Masala No Masalah h Potensi al 1. Kurangn Ibu tidak - Agar ibu Kunjungan I ya dapat Keluar Di rumah - Ibu sudah Tujuan Kegiatan Sasara Tempat/ n Waktu Kriteria Evaluasi /

mengeta - Memperkena ga hui tentang lkan diri yang

Bapak Ewin mengerti Pamuji tentang 01 pengertia

pengeta- menceg huan ibu ah dan

- Menjelaskan kurang Rabu,

tentang melakuk diare an penang anan awal jika ada anggota keluarga yang menderi ta diare

pengertia n diare

pengertian diare

menge Februari rti 2012

n diare

- Tanya jawab tentan Pukul 16.30 g diare WIB

- Ibu sudah - Agar ibu Kunjungan II mengeta - Menjelaskan hui tentang pencega tentang pencegahan diare& Di Bapak Ewin Kamis, Februari 2012 Pukul 16.30 - Ibu sudah WIB mengerti penanggu Di rumah langan Bapak Ewin diare Jumat, Februari 2012 Pukul 15.30 WIB 03 mengerti rumah tentang pencegah 02 an diare

han diare - Tanya jawab

- Agar ibu Kunjungan III mengeta - Menjelaskan hui penangg u-langan diare tentang penanggulan gan diare - Tanya jawab

N o

Masalah

Masalah Potensial

Tujuan

Kegiatan

Sasara Tempat/ n Waktu Di

Kriteria Evaluasi

2. Kurangny - Ibu tidak - Agar a pengetah uan tentang tandatanda bahaya kehamilan tahu tentang ibu tandatanda bahaya kehamila n

ibu Kunjungan I Ibu yang

rumah - Ibu sudah mengerti 01 tentang tandatanda bahaya kehamila n

mengetah - Memperken hamil ui tentang alkan diri tandatanda bahaya kehamila n - Menjelaska tidak n tahu

Bapak Ewin Rabu,

Februari 2012 Pukul 16.45

pengertian tentang WIB tanda-tanda tandabahaya kehamilan tanda bahaya

- Tanya - Ibu tidak


tahu cara - Agar pencega han dan penangg ulangan tandatanda bahaya kehamila n ibu mengetah ui tentang pencegah Kunjungan II an bahaya kehamila n - Menjelaska n tentang pencegaha n bahaya jawab

kehamil an

Di

rumah

Bapak Ewin Kamis, 02

- Ibu sudah
mengerti tentang pencegah an bahaya kehamila n

Februari 2012 Pukul WIB 16.45

kehamilan

- Tanya Agar ibu menget ahui Kunjungan III Menjelas kan tentang penangg ulangan bahaya kehamila n jawab Di rumah

Bapak Ewin Jumat, 03

Ibu sudah mengert i tentang apa yang harus dilakuka n apabila terdapat tandatanda bahaya kehamil an

penang gulangan bahaya kehamil an

Februari 2012 Pukul WIB 15.45

Tanya jawab

7. Pelaksanaan MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

No Masalah 1. Kurangnya pengeta-huan ibu diare

Tempat/ Waktu Di Bapak

Pelaksanaan

Kriteria Evaluasi Ibu

rumah Kunjungan I - Memperkenalkan diri -

sudah

mengerti tentang

tentang Sugito Rabu, Februari 2012

Menjelaskan pengertian diare

01 pengertian diare - Tanya jawab Ibu sudah

Pukul 16.30 Kunjungan II WIB

mengerti tentang

- Menjelaskan tentang pencegahan diare pencegahan diare& tanya jawab Ibu mengerti Kunjungan III penanggulangan - Menjelaskan tentang diare 02 penanggulangan diare - Tanya jawab sudah

Di Bapak Sugito

rumah

Kamis, Februari 2012

Pukul 16.30 WIB

Di

rumah

Bapak Sigito Jumat, Februari 2012 Pukul 15.30 WIB 2. Kurangnya pengetahuan ibu Di Bapak rumah Kunjungan I 03

Ibu

sudah

01 -

Memperkenalkan diri Menjelaskan pengertian tanda tandabahaya

mengerti tentang tandatanda bahaya kehamilan

tentang Sugito Rabu, Februari 2012 Pukul 16.45

tanda-tanda bahaya kehamilan

WIB

kehamilan

rumah -

Tanya jawab

Ibu

sudah

Kunjungan II Di Bapak Sugito Kamis, Februari 2012 Pukul 16.45 WIB 02 Menjelaskan tentang pencegahan bahaya kehamilan Tanya jawab

mengerti tentang pencegahan bahaya kehamilan

Kunjungan III

Menjelaskan tentang penanggulangan bahaya kehamilan

Ibu

sudah

mengerti tentang apa

yan g harus dilakukan apabila terdapat

Di Bapak Sugito

rumah -

Tanya jawab

Jumat, Februari 2012

03

tanda-tanda bahaya kehamilan

Pukul 15.45 WIB

ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BINAAN DI HUTA III NAGORI KARNG REJO KECAMATAN GUNUNG MALIGAS KABUPATEN SIMALUNGUN

KELUARGA BINAAN II I. Pengumpulan Data a. Identitas Kepala Keluarga Nama Jenis Kelamin Umur Suku / Kebangsaan : Supratno : Laki-laki : 61 tahun : Jawa / Indonesia

Agama Pendidikan Status Pernikahan Usia menikah suami Usia menikah istri Alamat b. Anggota Keluarga
No 1. Nama Anggota Keluarga Paini Pr/ Lk Pr

: Islam : Tidak sekolah : Sah : 24 tahun : 24 tahun : Jl. Anjangsana

Tgl. Lahir (Umur) 54 Thn

Pendidikan TS

Pekerjaan IRT

Hubungan Keluarga Istri

c. Keadaan Rumah dan Samijaga 1. Perumahan Jenis bangunan rumah : Semi permanen Luas bangunan rumah Luas ventilasi udara : 6 x 7 m2 : < 10% luas lantai Cahaya pada pagi hari dapat masuk ke rumah : Ya Penerangan rumah Lantai rumah : Listrik : Seme n/plester 2. Pengolahan Sampah Keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah di rumah Sampah rumah tangga selalu dibakar Frekuensi pembuangan sampah setiap hari Kondisi tempat sampah terbuka

3. Sumber Air Bersih Keluarga mempunyai air bersih di rumah Sumber air bersi berasal dari PAM Keadaan fisik air bersih

Kebiasaan air minum keluarga dimasak

d. Kesehatan Keluarga 1. Anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit dalam 6 bulan terakhir. 2. Jika ada anggota yang sakit, makan obat yang dibeli di warung.

e. Keadaan gizi keluarga 1. Pola Makan Frekuensi makan keluarga 3x sehari Anggota keluarga selalu sarapan pagi setiap hari Susunan hidangan makanan keluarga setiap hari terdiri dari makanan pokok + lauk pauk + sayuran 2. Pengetahuan Gizi dan Kesehatan Guna makanan dalam tubuh manusia sebagai sumber zat tenaga Zat tenaga diperoleh dari jenis-jenis : makanan pokok + lauk pauk + sayuran 3. Pengetahuan tentang diare Pengetahuan Diare : tidak tahu : tidak tahu : tidak tahu

Tindakan awal penanggulangan diare Mencegah supaya tidak terjadi diare

e. Kesehatan Dalam Masa Klimakterium/Menopause 1. Ibu masih mengalami menstruasi ? : Tidak 2. Sudah berapa lama ? : 5 tahun : Tidak ada

3. Keluhan apa yang dirasakan ibu selama ini?

4. Apa yang dimaksud dengan menopause? :Tidak tahu 5. Apa yang dilakukan ibu selama masa menopause? : banyak aktivitas II. DATA FOKUS

Ibu Paini umur 54 tahun,keluarga kurang mengerti tentang diare, ibu kurang mengerti tentang klimakterium/menopause

III. PERUMUSAN MASALAH Dari data diatas dan analisa yang sederhana maka permasalahan yang timbul di keluarga ibu marsinem adalah: Kurangnya pengetahuan keluarga tentang diare, Kurangnya pengetahuan ibu tentang klimakterium/menopause

IV. PRIORITAS MASALAH

Kurangnya pengetahuan keluarga tentang klimakterium/menopause No. Kriteria 1. Sifat masalah Bobot 1 Perhitungan Skor 3/3x1 1 Pembenaran Ibu belum mengerti tentang menopause Dengan penyuluhan yang baik masalah tentang menopause dapat diatasi Cukup Kemungkinan masalah dapat diatasi

2.

Kemungkinan 2 masalah dapat diubah

2/2x2

3. 4.

Potensi masalah Menonjolnya masalah

1 1

3/3x1 1/2x1

1 0,5

Total

4,5

Kurangnya pengetahuan tentang diare No. Kriteria 1. Sifat masalah Bobot 1 Perhitungan 2/3x1 Skor 0,6 Pembenaran Ibu tidak mengerti tentang diare

2.

Kemungkinan

2/2x1

Pengetahuan

masalah diubah

dapat

ibu tentang diare dapat di atasi 1 1 3/3x1 0/2x1 1 0 Cukup Kemungkinan masalah tidak dapat dirasakan

3. 4.

Potensi masalah Menonjolnya masalah

Total

3,6

Dari analisa diatas maka prioritas masalah adalah: a. Kurangnya pengetahuan ibu tentang klimakterimu/menopause b. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang diare V. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH DAN DASAR No. Masalah Dasar 1. Kurangnya pengetahuan keluarga - Ibu kurang mengerti tentang diare tentang diare 2. Kurangnya pengetahuan ibu - Ibu kurang mengetahui tentang klimakterium/menopause tentang klimakterium/menopause

VI.PLANNING OF ACTION (POA)


N Masalah Tujuan Sasar Kegiatan O. an 1. Kurangnya Agar Kunjungan I Pengetahuan keluarga - Memberikan Tentang diare Mengtahui Keluar informasi tentang ga diare tentang - Memberikan diare- Agar penyuluhan tentang keluarga cara penccegahan mengetahu diare i - Memberikaan bagaimana penyuluhan tentang cara mencegah penanggulangan diare- Agar diare keluarga Kunjungan II mengetahu Mengevaluasi hasil i cara penyuluhan tanggal Tempat/W Evaluasi aktu Rumah Keluarga sudah Bpk M 2 mengerti Februari tentang diare 2012 Pukul Keluarga sudah 14.00 WIB mengerti tentang cara penceggahan diare

Rumah Keluarga sudah Bpk M mengerti 04 februari tentang cara 2012 menanggulangi Pukul diare

2. Kurangnya pengetahuan ibu tentang klimakterium/ menopause

penanggul angan diare. Agar ibu Ibu mengetahu menpi tentang ause menopaus e, perubahan yang terjadi selama menopaus e, usaha yang dapat mengurang i keluhan saat menopaus e

20 April 2011

16.00 WIB

Kunjungan I Rumah Memberikan Bpk M 2 Ibu sudah penyuluhan tentang Februari mengerti apa itu pengertian 2012 menopause menopause Pukul Memberikan 14.00 wib Ibu sudah penyluhan tentang mengerti perubahan yang perubahan yang terjadi selama masa terjadi selama menopause masa Memberikan menopause penyuluhan tentang usaha yang dapat Ibu sudah mengurangi keluhan Rumah mengetahui saat menopause Bpk M usaha-usaha 04 februari apa yang dapat Kunjungan II 2012 mengurangi Mengevaluasi hasil Pukul keluhan saat penyuluhan tanggal 16.00 WIB menopause 20 April 2011

JADWAL PELAKSANAAN RENCANA KEGIATAN


No. 1. Masalah Kurangnya pengetahuan keluarga tentang diare Kegiatan Kunjungan I - Memberikan penyuluhan tentang pengertian diare kepada keluarga - Memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan diare dan penanggulangannya . Kunjungan II Mengevaluasi hasil penyuluhan pada tanggal 19 april 2011. Tanggal Evaluasi Rumah - Keluarga sudah Bpk M 2 mengetahui Februari tentang diare 2012 Pukul - Keluarga telah 14.00 mengerti tentang WIB cara pencegahan dan penanggulangan diare - Keluarga sudah mengerti tentang Rumah diare Bpk M 04 februari 2012 Pukul 16.00 WIB Rumah - Ibu sudah Bpk M 2 mengerti tentang Februari menopause 2012 - Ibu sudah Pukul mengerti 14.00 perubahan yang wib terjadi selama masa menopause - Ibu sudah

2.

Kurangnya Kunjungan I pengetahuan ibu - Memberikan tentang penyuluhan tentang klimakterium/menopau menopause se - Memberikan penyuluhan tentang perubahan yang terjadi pada masa menopause

Memberikan penyuluhan tentang usaha yang dapat mengurangi keluhan saat menopause Kunjungan II Mengevaluasi hasil penyuluhan pada tanggal 19 April 2011

Rumah Bpk M 04 februari 2012 Pukul 16.00 WIB

mengetahui usaha apa yang dapat mengurangi keluhan saat menopause Ibu sudah mengerti tentang penyuluhan yang diberikan yaitu tentang menopause

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BINAAN DI NAGORI KARANG REJO KEC GUNUNG MALIGAS FEBRUARI 2012

KELUARGA BINAAN III I. KELUARGA BINAAN III b. Pengumpulan Data 1. Identitas Kepala Keluarga Nama KK Jenis kelamin Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Status pernikahan Usia menikah : suami istri b. Anggota Keluarga
No Nama Anggota Pr/ Tgl. Lahir Pendidikan Pekerjaan Hubungan

: Supardi : Laki-laki : 35 tahun : Islam : Jawa/Indonesia : SMA : Wiraswasta : Sah : 20 tahun : 17 tahun

Keluarga 1. 2. Wita Rizky Aryandi

Lk Pr Lk

(Umur) 30 12 SD SD IRT Ikut orang tua

Keluarga Istri Anak

3.

Nita anggita

Pr

SD

Ikiut orang tua

Anak

4.

Habib

Pr

10 bulan

Ikut orang tua

Anak

c. Keadaan Rumah dan Samijaga 1. Perumahan Jenis bangunan rumah Luas bangunan rumah Luas ventilasi udara : Permanen : 9 x 8 m2 : > 10% luas lantai Cahaya pada pagi hari dapat masuk ke rumah : Ya Penerangan rumah : Lampu Listrik Lantai rumah : Kramik

2. Pengolahan Sampah 3. Keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah di rumah Sampah rumah tangga selalu dibakar Frekuensi pembuangan sampah setiap hari Kondisi tempat sampah terbuka Sumber Air Bersih Keluarga mempunyai air bersih di rumah Sumber air bersi berasal dari PAM Keadaan fisik air bersih d. Kesehatan Keluarga 1. Anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit dalam 6 bulan terakhir.

2.

Jika ada anggota yang sakit, keluarga langsung berobat ke Bidan.

e. Keadaan Gizi Keluarga 1. Pola Makan Frekuensi makan keluarga 3x sehari Anggota keluarga selalu sarapan pagi setiap hari Susunan hidangan makanan keluarga setiap hari terdiri dari makanan pokok + lauk pauk + sayur. 2. Pengetahuan Gizi dan Kesehatan Guna makanan dalam tubuh manusia sebagai sumber zat tenaga Zat tenaga diperoleh dari jenis-jenis : makanan pokok + lauk pauk + sayur Makanan anak berumur 6 bulah adalah ASI tetap diberikan Makanan anak berumur 1 tahun ke atas : ASI tetap diberikan dan pemberian makanan yang lunak. Bahaya pemberian susu botol pada bayi : ibu tidak tahu. 3. Kekurangan Vitamin A Penyebab utama gangguan kesehatan mata balita karena kurang makan sayur. Tanda-tanda awal gangguan kesehatan mata balita akibat kekurangan vitamin A adalah bercak putih dibagian bola mata. Cara mencegah gangguan kesehatan mata akibat kekurangan vitamin A adalah makan sayur. Pada bulan berapa pemberian vitamin A dosis tinggi pada balita; ibu kurang tahu Kapsul vitamin A warna merah dan biru berikan kepada : ibu kurang tahu. 4. Pengetahuan Tentang Diare

Pengertian tentang diare buang air besar sering dan cair Tindakan awal penanggulangan diare adalah memberi obat diare Cara mencegah supaya tidak terjadi diare; ibu tidak tahu.

II.

DATA FOKUS Ibu Wita umur 30tahun, ibu kurang mengerti tentang Vit A dan tentang Diare.

III

PERUMUSAN MASALAH a. Ibu kurang mengerti tentang vitamin A b. Ibu kurang mengerti tentang Diare

IV

PRIORITAS MASALAH 1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang vitamin A

No Kriteria 1 Sifat masalah

Bobot Perhitungan Skor Pembenaran 1 2/3 x1 0,6 Ibu tidak mengerti tentang pemberian vitamin A Pengetahuan ibu tentang pemberian vitaminA dapat di atasi Cukup

Kemungkinan masalah dapat diubah

2/2 x2

Potensi dapat diubah

masalah 1

3/3 x1

Menonjolnya masalah 1

2/2 x1

Kemungkinan masalah tidak dapat di rasakan

Jumlah

4,6

2.

Kurangnya pengetahuan ibu tentang diare

No Kriteria 1 Sifat masalah

Bobot Perhitungan Skor Pembenaran Ibu tidak 1 2/3 x 1 2/3 mengerti tentang diare 2 Kemungkinan masalah dapat Pengetahuan diubah ibu tentang 2 1/2 x 2 1 diare dapat di atasi 3 Potensi masalah dapat Cukup 1 3/3 x 1 1 diubah 4 Menonjolnya masalah Kemungkinan masalah tidak 1 1/2 x 1 dapat dirasakan Jumlah 3,1 3. Ibu tidak menggunakan alat kontrasepsi No Kriteria 1 Sifat masalah Bobot Perhitungan Skor Pembenaran 1 2/3 x 1 0,6 Ibu belum mengerti tentang alkon dan efek sampingnya Dengan adanya penyuluhan ibu akan lebih mengerti tentang alat kontrasepsinya dan efek sampingnya Cukup

Kemungkinan masalah 2 dapat diubah

2/2 x 2

Potensi masalah dapat 1 diubah

3/3 x 1

Menonjolnya masalah 1

2/2x1

Dengan mengetahui alat dan jenis

kontrasepsi efeknya ibu

akan patuh untuk menggunakan alat kontrasepsi

Jumlah

3,6

Penyusunan masalah sesuai prioritasnya : 1. Ibu tidak menggunakan alat kontrasepsi 2. Kurangnya pengetahuan ibu tentang diare 3. kurangnya pengetahuan ibu tentang Vitamin A

V. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL No Masalah 1 Kurangnya pengetahuan tentang alat kontrasepsi Dasar ibu - Ibu tidak menggunakan alat kontrasepsi - Ibu tidak mengerti tentang alat kontrasepsi ibu - Ibu tidak tahu tentang pengertian diare - Ibu tidak tahu cara pencegahan dan penanggulangan diare ibu Ibu kurang mengetahui tentang Vitamin A

Kurangnya pengetahuan tentang diare

Kurangnya pengetahuan tentang vitamin A

VI. PLAN OF ACTION (POA)


No Masalah Masalah Tujuan Potensial 1. Pasanga Pasangan - Agar ibu n usia usia subur mau subur tidak dapat menggunak tidak menciptaka an alat mau n keluarga kontrasepsi menggu sehat dan na-kan sejahtera alat kontrase - Agar ibu psi mengetahui manfaat dari KB Tempat/ Kriteria / Waktu Evaluasi Kunjungan I Pasangan Di rumah Bpk - Ibu mau usia subur Supardi menggunak Memperkenalk 01 Februari an alat an diri 2012 kontrasepsi Menjelaskan Pukul 16.00 pengertian KB WIB dan alat kontrasepsi - Ibu sudah - Tanya jawab Di rumah Bpk mengerti Supardi tentang Kunjungan II 01 Februari manfaat berMenjelaskan 2012 KB tentang Pukul 16.30 manfaat alat WIB Kegiatan Sasaran

Ibu belum mengerti manfaat ber-KB

kontrasepsi Agar ibu - Tanya jawab mengetahui tentang Kunjungan III jenis-jenis Menjelaskan alat tentang jeniskontrasepsi jenis alat kontrasepsi - Tanya jawab

Di rumah Bpk Supardi 03 Februari 2012 Pukul 17.00 WIB

Ibu sudah mengerti tentang jenis-jenis dari alat kontrasepsi

2. Kurangn ya pengeta huan ibu tentang diare

Ibu tidak - Agar ibu Kunjungan I dapat mengetahui mencegah tentang Memperkenalk dan pengertian an diri melakukan diare Menjelaskan penangana pengertian n awal jika diare ada - Tanya jawab anggota - Agar ibu keluarga mengetahui Kunjungan II yang tentang - Menjelaskan menderita pencegaha tentang diare n diare pencegahan diare& - Tanya jawab Agar ibu mengetahui Kunjungan III penanggu- Menjelaskan langan tentang diare penanggulanga n diare - Tanya jawab

Keluarga yang kurang mengerti tentang diare

Di rumah Bpk Supardi 04 Februari 2012 Pukul 16.00 WIB

Ibu sudah mengerti tentang pengertian diare

Di rumah Bpk Supardi 04 Februari 2012 Pukul 16.30 WIB

Ibu sudah mengerti tentang pencegahan diare

Di rumah Bpk - Ibu sudah Supardi 04 mengerti Februari penanggula 2012 ngan diare Pukul 17.00 WIB

3. Kurangn Pentingnya ya vitamin A pengeta bagi balita huan ibu tentang vitamin A

Agar ibu Kunjungan I Ibu yang mengetahui memiliki tentang Memperkenalkan balita manfaat diri vitamin A Menjelaskan manfaat vitamin A - Tanya jawab Agar ibu mengetahui tentang akibat kekurangan vitamin A

Di rumah Bpk - Ibu sudah Supardi 05 mengerti Februari tentang 2012 manfaat Pukul 16.00 vitamin A WIB

Kunjungan II Menjelaskan tentang akibat kekurangan vitamin A - Tanya jawab

Di rumah Bpk - Ibu sudah Supardi 05 mengerti Februari tentang 2012 akibat Pukul 16.30 kekurangan WIB vitamin A

Agar ibu mengetahui tentang sumbersumber vitamin A

Kunjungan II Menjelaskan tentang sumber-sumber vitamin A - Tanya jawab

Di rumah Bpk Supardi 05 - Ibu sudah Februari mengerti 2012 tentang Pukul 17.00 sumberWIB sumber vitamin A

JADWAL PELAKSANAAN RENCANA KEGIATAN


No 1. Masalah Pasangan usia subur tidak mau menggunakan alat kontrasepsi Tempat/ Waktu Di rumah Bpk Supardi 01 Februari 2012 Pukul 16.00 WIB Pelaksanaan Kunjungan I - Memperkenalkan diri - Menjelaskan pengertian KB dan alat kontrasepsi - Tanya jawab Kunjungan II Menjelaskan tentang manfaat alat kontrasepsi - Tanya jawab Kunjungan III Menjelaskan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi - Tanya jawab Kunjungan I - Memperkenalkan diri - Menjelaskan pengertian diare - Tanya jawab Kunjungan II Menjelaskan tentang pencegahan diare& tanya jawab Kunjungan III Menjelaskan tentang penanggulangan diare - Tanya jawab Kriteria / Evaluasi Ibu mau menggunakan alat kontrasepsi

Ibu belum mengerti manfaat ber-KB

Di rumah Bpk Supardi 01 Februari 2012 Pukul 16.30 WIB Di rumah Bpk Supardi 03 Februari 2012 Pukul 17.00 WIB Di rumah Bpk Supardi 04 Februari 2012 Pukul 16.00 WIB

Ibu sudah mengerti tentang manfaat ber-KB

2.

Kurangnya pengetahuan tentang diare

ibu

Ibu sudah mengerti tentang jenis-jenis dari alat kontrasepsi Ibu sudah mengerti tentang pengertian diare

Di rumah Bpk Supardi 04 Februari 2012 Pukul 16.30 WIB

Ibu sudah mengerti tentang pencegahan diare

Kurangnya pengetahuan ibu tentang vitamin A

Di rumah Bpk Supardi 04 Februari 2012 Pukul 17.00 WIB Di rumah Bpk Supardi 05 Februari 2012 Pukul 16.00 WIB Di rumah Bpk Supardi 05 Februari 2012 Pukul 16.30 WIB Di rumah Bpk Supardi 05 Februari 2012 Pukul 17.00 WIB

Ibu sudah mengerti penanggulangan diare

Kunjungan I - Memperkenalkan diri - Menjelaskan manfaat vitamin A - Tanya jawab Kunjungan II Menjelaskan tentang akibat kekurangan vitamin A - Tanya jawab Kunjungan II Menjelaskan tentang sumber-sumber vitamin A - Tanya jawab

- Ibu sudah mengerti tentang manfaat vitamin A

- Ibu sudah mengerti tentang akibat kekurangan vitamin A

- Ibu sudah mengerti tentang sumbersumber vitamin A

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dari 12 KK yang di data, ada 3 KK yang dilakukan pembinaan masalah kesehatan yang ditemukan adalah: 1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang tanda bahay kehamilan 2. Kurangnya pengetahuan ibu tentang penggunaan alat kontrasepsi 3. Kurangnya pengetahuan ibu tentang vitamin A.
4. Kurangnya

pengetahuan

keluarga

tentang

diare

dan

penanggulangannya. 5. Kurangnya pengetahuan ibu tentang menopause

B. Saran

1. Diharapkan kepada penduduk khususnya pada keluarga binaan yang telah mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan keluarga, dengan cara membaca majalah,

mendengarkan radio, bertanya langsung dengan petugas kesehatan. 2. Diharapkan kepada ibu yang telah mendapat penyuluhan tentang kesehatan keluarga termasuk didalamnya pengetahuan tentang diare dan tentang KB untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan keluarga. 3. Diharapkan kepada ibu telah mendapat penyuluhan tentang

menopause agar mengetahui tentang menopause agar tidak perlu lagi khawatir menghadapi masa menopause dan dapat memanfaatkan pengetahuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu 4. Diharapkan kepada Ibu hamil yang telah mendapat penyuluhan tentang Tanda dan Bahaya Kehamilan agar dapat mengantisipasi dan mampu mengenali masalah yang dihadapi secara cepat. 5. Diharapkan kepada ibu yang telah mendapat penyuluhan tentang kesehatan keluarga termasuk didalamnya pengetahuan tentang diare untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan keluarga.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Pokok Bahasan Kehamilan Sub Pokok Bahasan : Sasaran Tempat Waktu : : : Tanda Bahaya Pada Kehamilan Ibu hamil di rumah ibu Rani 30 menit : Pengenalan Tanda Bahaya Pada

A. TUJUAN PENYULUHAN 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan ini, ibu dapat mengenali dan mengerti tentang tanda bahaya pada kehamilan.

2.

Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan ini, masyarakat dapat : a. b. c. Mengetahui pengertian kehamilan Mengetahui pengertian tanda bahaya kehamilan Mengetahui macam-macam tanda bahaya kehamilan

d.

Mengetahui yang akan terjadi jika terjadi tanda bahaya pada kehamilan

MATERI PENYULUHAN 3. 4. 5. 6. Pengertian kehamilan Pengertian tanda bahaya pada kehamilan Macam-macam tanda bahaya pada kehamilan Akibat yang terjadi jika terjadi tanda bahaya pada kehamilan

B. PROSES PENYULUHAN DAN KEGIATAN No TAHAPAN 1 KEGIATAN Penyuluh Pembukaan Memberi salam Perkenalan Menyebutkan topik 2 penyajian materi penyuluhan Pengertian kehamilan Pengertian tanda bahaya pada kehamilan Macam-macam tanda Mendengarkan dan menyimak 5 Menit Waktu Peserta Menjawab salam 5 Menit dan mendengar

penyuluhan dengan serius

bahaya pada kehamilan Akibat yang terjadi jika terjadi tanda bahaya pada kehamilan 3 Diskusi Memberikan dan diskusi. Memberikan tentang materi 5 Penutup Menutup acara pertanyaan Menjawab pertanyaan dengan serius 4 Evaluasi pertanyaan Menanggapi dan 5 Menit menjawab. dengan Menanggapi 5 Menit 10 Menit

memberi salam

C. METODE 1. 2. Ceramah Tanya jawab

D. ALAT/MEDIA 1. Buku panduan

E. EVALUASI 1. 2. F. Prosedur : Lisan Soal : Essay

SUMBER 1. 2. www.google.co.id, tanggal 11 April 2009, jam 15.00 wib Setio wulan. Wiwiek, Wardhani Ikawahyu, Mansjoer Arif, Triyanti Kuspuji, Savitri Rakhmi, 2001, Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius, Jakarta

MATERI

PENGENALAN TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN

1.

Pengertian Kehamilan Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai dengan lahirnya janin. Lama kehamilan normal adalah 280 hari

2.

Pengertian Tanda Bahaya Pada Kehamilan Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang

mengidentifikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama

hamil/kehamilan (periode antenatal), yang apabila tidak terdeteksi atau diketahui secara cepat akan menyebabkan kematian ibu.

3.

Macam-macam Tanda Bahaya Pada Kehamilan a. b. c. d. e. f. g. h. i. Perdarahan Keluar air ketuban sebelum waktunya Kejang Gerakan janin tidak ada atau kurang Demam tinggi Nyeri perut yang hebat Sakit kepala yang hebat Muntah terus dan tidak bisa makan Selaput kelopak mata pucat

3.1 Perdarahan Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan yaitu perdarahan yang sedikit atau spotting sekitar waktu pertama haidnya. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi, dan ini normal terjadi. Jika terjadi perdarahan ringan mungkin pertanda dari serviks yang rapuh atau erosi, ada 2 kemungkinan, yaitu perdarahan ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi. Perdarahan yang tidak normal, yang terjadi pada awal kehamilan adalah berwarna merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Perdarahan yang tidak normal, yang terjadi pada kehamilan lanjut adalah merah, banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu disertai dengan rasa nyeri. Perdarahan ini bisa berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta. 3.2 Keluar air ketuban sebelum waktunya

Ketuban

pecah

dini

adalah

apabila

terjadi

sebelum

persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena danya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serviks. 3.3 Kejang Jika kejang didahului makin memburuknya keadaan dan terjadi gejala-gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati hingga muntah. Jika semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang-kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia.

3.4 Gerakan janin tidak ada atau kurang Pertama kali ibu merasakan gerakkan bayi pada bulan ke-5 dan ke-6, dan ada yang merasakan gerakan lebih awal. Bila bayi tidur gerakannya melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3x dalam 1 jam. 3.5 Demam tinggi Jika suhu ibu hamil > 38oC merupakan masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. Penanganannya adalah istirahat baring, minum banyak dan mengompres untuk menurunkan suhu. Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh ibu hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejalagejala penyakit. Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. 3.6 Nyeri perut yang hebat Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin

menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah istirahat. Ini bisa kemungkinan appendikatis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalina pre-term, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, absorpsi plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lain. 3.7 Sakit kepala yang hebat Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan merupakan ketidaknyamanan yang biasa terjadi dalam kehamilan. Jika sakit kepala yang tidak hilang-hilang walaupun sudah beristirahat, disertai dengan penglihatan menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari preeklampsia.

3.8 Muntah terus dan tidak bisa makan Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, dimuali dari 6 minggu setelah HPHT. Mual dan muntah berlangsung dalam 10 minggu. Jika mual dan muntah mengganggu aktivitas sehari-hari dan keadaan umum menjadi lebih buruk dinamakan hiperemisis Gravidarum. 3.9 Selaput kelopak mata pucat Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan haemoglobin < 11gr% pada trimester I dan III, < 10,5 gr% pada trimester II. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok bahasan Sub pokok bahasan

: Keluarga berencana : Pengertian dan Manfaat dari penggunaan KB atau Alat Kontrasepsi

Sasaran Waktu Tempat

: Pasangan Usia Subur : 1 x 60 menit : Rumah Bapak Sugiarto

A. TUJUAN PENYULUHAN 1. Tujuan Penyuluhan Setelah mengikuti ceramah dan penjelasan, ibu ibu dapat mengetahui dan mengerti pentingnya dan manfaat dari

penggunaan alat kiontrasepsi ( KB )

2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti ceramah dan penjelasan selama 60 menit sudah termasuk Tanya jawab, ibu ibu diharapkan mampu : a. Menyebutkan pengertian dan manfaat dari KB b. Menyebutkan jenis jenis alat alat kontrasepsi

c. Menyebutksn efek dari penggunaan alat kontrasepsi d. Menyebutkan keuntungan, kerugiaan dari alat kontrasepsi

B. Materi : Terlampir 1. Pengertian dan mamfaat dari KB 2. Jenis-jenis alat kontrasepsi 3. Efek dari penggunaan alat kontrasepsi 4. Keuntungan dan kerugian dari penggunaan alat kontrasepsi C. Metode 1. Ceramah 2. tanya jawab

D. Media : SAP dan Gambar / Poster E. Tahapan tahapan No Tahapan 1


Pembukaan

Kegiatan Penyuluhan Peserta - Mengucapkan salam - Menanggapi - Memperkenalkan diri - Menggali pengetahuan -

Waktu
10 menit

Pemberian materi

3 4

Evaluasi

Penutup

(observasi) . Ceramah - Mendengarkan dan 30 menit memperhatikan Menyampaikan materi. penyuluhan dengan Menjelaskan tahap serius. demi tahap. Memberikan kesempatan bertanya 10 menit Menjawab pertanyaan Menggali pengetahuan - Dapat mengulang 10 menit sasaran dengan kembali informasi memberi pertanyaan yang telah didapat. 10 menit Memberi salam - Menjawab salam penutup.

F. Evaluasi 1. Prosedur : selama proses penyuluhan 2. Bentuk : Tanya jawab 3. Jenis : lisan

G. Sumber Manuaba, Ida Bagus Gde, 2008, Ilmu Kebidanan Penyakit

Kandungan dan Keluarga Berencana, Jakarta.

KELUARGA BERENCANA
Pengertian keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan, kemandulan, dan pengajaran kehamilan. Manfaat keluarga berencana dipandang dari segi kesehatan a. Untuk Ibu Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang pendek Dengan jalan mengatur jumlah dan jarak kelahiran kali dalam jangka waktunya yang terlalu

b. Untuk anak-anak Anak yang dilahirkan dapat tumbuh secara wajar karena ibu yang mengandung berada dalam keadaan sehat. Memberikan kesempatan kepada mereka perkembangan fisiknya lebih baik karna anak memperoleh makanan yang cukup dari sumber yang tersedia dalam keluarga. c. Untuk ayah Memperbaiki kesehatan fisiknya Memperbaiki kesehatan mental lebih banyak waktu terluang untuk keluarganya.

A. Alat kontrasepsi Kontrasepsi adalah menghindari / mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antar telur matang dengan sel sperma tersebut. Cara kerja kontrasepsi, yaitu : 1. Mengusahakan agar tidak terjadinya ovulasi 2. Melumpuhkan sperma 3. Menghalangi pertemuan sel telur

Pembagian cara kerja kontrasepsi, yaitu :

1. Metode sederhana a. Tanya alat / obat Senggama terputus Pantang berkala

b. Dengan alat / obat Kondom Diafragma/cap

c. Metode efektif Pil AKDR Suntikan KB Susuk KB

d. Metode menutup dengan cara operasi Pada wanita : tubektomi Pada pria : vasektomi

B. Cara Kontrasepsi Sederhana Ialah suatu cara yang dapat dikerjakan sendiri oleh peserta keluarga berencana tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Pada umumnya keefektifan cara kontrasepsi sederhana kurang, dibandingkan dengan cara-caraseperti pil yang diminum, suntikan atau IUD. 1. Tanpa alat a. Senggama terputus Senggama dijalankan sebagaimana biasa-biasa tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria(zakar) dikeluarkan dari vagina, sehingga mani keluar di luar vagina, sehingga mani keluar di luar vagina. Cairan ini tidak berbahaya, baik fisik maupun mental. Tetapi cairan ini tidak dapat dilakukan sepenuhnya karena : Memerlukan pengusaan diri yang kuat Kemungkinan ada sedikit cairan yang mengandung spermatozoa tertumpang dari zakar dan masuk kedalam vagina sehingga dapat

terjadi kehamilan, meskipun telah dilakukan pencabutan sebelum mani menyemprot.

b. Pantang Berkala Ialah tidak melakukan senggama dalam masa subur seorang wanita yaitu sekitar waktu terjadinya ovulasi. Masa berpantang dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan masa subur, tetapi lebih aman kalau masa terpantang itu dimulai dari 13 hari sebelum haid yang akan dating. Biasanya ovulasi terjadi pada hari ke14 sebelum haid yang akan datang, tetapi dapat pula lebih cepat atau lebih lambat 2 hari, yakni menjadi hari ke 16 atau hari ke 12 sebelum haid yang akan dating. Cara menentukan masa ovulasi : Untuk dapat menentukan masa ovulasi perlu diketahui terlebih dahulu haid yang akan dating. Untuk mengetahui haid yang akan dating perlu mengetahui siklus haid. Untuk mengetahui lamanya siklus haid perlu dicatat sekurangkurangnya 8-12 siklus selama 8 bulan. Kerugian cara ini adalah masa puasa bersenggama sangat lama sehingga menimbulkan rasa kecewa dan kadang-kadang berakibat pasangan tersebut tidak bisa menikmati.

2. Dengan Alat. a. Kondom Kondom merupakan selubung / sarung karet yang dapat terbuat dari berbagi bahan diantaranya lateks (karet), plastic atau bahan yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual. Cara kerja. Menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara menggemas sperma di ujung selubung karet yang

dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah kedalam saluran reproduksi perempuan. Mencegah penularan mikroorganisme(IMS) dari satu pasangan yang lain. Manfaat : Efektif bila digunakan produksi ASI Tidak mengganggu produksi ASI Murah dan dapat dibeli secara umum Dapat mencegah penularan IMS Mencegah ejakulasi dini Saling berinteraksi sesama pasangan.

b. Diafragma / cap Diafragma adalah cap berbentuk cembung, terbuat dari lateks (karet) yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup servik. Cara kerja : Menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran reprodoksi bagian atas (uterus dan tuba falopi) dan sebagai alat tempat spermisida. Manfaat : Efektif bila digunakan dengan benar Tidak mengganggu kesehatan ASI Tidak mengganggu kesehatan klien Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah terpasang sampai 6 jam sebelumnya. Salah satu perlindungan terhadap IMS/HIV/AIDS Bila digunakan pada saat hamil, menampung darah menstruasi

Diafragma dikeluarkan lagi setelah 8 jam persetubuhan.

Cara kontrasepsi dengan metode efektif ialah penggunaan obat atau alat yang mengakibatkan pencegahan yang efektif terhadap kemungkinan timbulnya kehamilan. Untuk

menggunakan cara-cara tersebut perlu pemeriksaan dokter untuk bidan lebih dahulu. A. PIL 1. Cara kerja * Mencegah pengeluaran hormone dari kelenjar hipofise yang perlu untuk ovulasi sehingga tidak terjadi ovulasi. * Menyebabkan perubahan pada endometrium, sehingga

endometrium tidak siap untuk nidasi. 2. Keuntungan memakai pil * * * * Bila minum pil sesuai dengan aturan dijamin berhasil 100%. Kontrasepsi yang sangat efektif Tidak mengganggu senggama Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah yang keluar berkurang tidak terjadi nyeri haid * * * Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause. Mudah dihentikan setiap saat Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan

3. Kerugian memakai pil * * * * * * * * Harus meminum pil secara teratur Dalam waktu jangka panjang menekan ovulasi Penyulit ringan seperti : Berat badan bertambah Rambut Rontok Tumbuh jerawat Mual sampai muntah Mempengaruhi fungsi hati dan ginjal

B. Suntikan 1. Cara kerja ~ Menekan ovulasi ~ membuat lendir servik menjadi kental sehingga penetrasi terganggu ~ Menghambat transportasi gamet oleh tuba

2. Keuntungan suntikan KB tinggi ~ Pemberiannya sederhana setiap 8 minggu sampai 12 minggu ~ Tingkat efektifitasnya tinggi ~ Hubungan seks dengan suntikan KB tinggi ~ Pengawasan medis yang ringan ~ Dapat dipakai pasca persalinan, Pasca keguguran dan pasca menstruasi ~ Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi 3. Kerugian suntikan KB ~ Perdarahan tidak menentu ~ Terjadi amenore (tidak dating bulan) Berkepanjangan ~ Penambahan berat badan ~ Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.

C. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) 1. Pengertian AKDR adalah kontrasepsi yang digunakan dari plastic halus berbentuk spiral yang dipasang didalam rahim dengan memakai alat khusus oleh dokter, bidan dan para medik yang terlatih. 2. Keuntungan AKDR - Dapat diterima pleh masyarakat - Pemasangan tidak memerlukan medis tehnis yang sulit - Kontrol medik yang ringan - Penyulit tidak terlalu berat - Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung dengan baik. 3. Kerugian AKDR - Masih terdapat kehamilan dengan menggunakan AKDR - Terdapat pendarahan - Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer dan skunder dan kehamilan ektopik.

D. Susuk KB (Norplant atau implant) Pemasangan Norplant (susuk KB) adalah dipasang pada lengan kiri atas dan pemasangan seperti kipas mekar dan kapsul. 1. Keuntungan metode susuk KB - Dipasang selama 6 bulan - Kontrol medik ringan - Dapat dilayani didaerah pedesaan - Penyulit medik tidak terlalu tinggi 2. Kerugian metode susuk KB. - Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi yang serasi dan terjadi pendarahan yang tidak teratur. - Berat badan bertambah - Menimbulkan jerawat, ketegangan payudara. - Liang senggama terasa kering 3. Kontrasepsi mantap(kontap) Kontrasepsi mantap adalah merupakan metode KB, yang paling efektif, murah aman dan mempunyai nilai gemografi yang tinggi. Ini dilakukan pada kedua pihak sehingga tidak ada paksaan dari pihak lain, disini ada kontrasepsi lain, disini ada kontrasepsi yang dilakukan: a. Kontrasepsi pengangkatan kedua buah indung telur b. melakukan tubektomie

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP)


Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Waktu Tempat : Klimakterium/ Menopause : Tanda dan Gejala Klimakterium / Menopause : Ibu Menopause : 1 x 60 menit : Rumah Bapak M. Idris

A. Tujuan Penyuluhan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan ini, ibu menopause diharapkan dapat mengerti tentang menopause. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan ibu mampu : a. Menyebutkan pengertian menopause. b. Menyebutkan klimakterium. c. Menyebutkan perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada masa klimakterium. d. Menyebutkan perubahan-perubahan psikologis yang terjadi pada masa klimakterium. tanda-tanda dan masalah awal pada masa

B. Materi Penyuluhan Terlampir.

C. Proses Penyuluhan / Kegiatan No Tahapan 1


Pembukaan

Kegiatan Penyuluhan Peserta - Mengucapkan salam - Menanggapi - Memperkenalkan diri - Menggali pengetahuan
(observasi) .

Waktu
10 menit

Pemberian materi

- Ceramah - Mendengarkan dan 30 menit memperhatikan - Menyampaikan materi. penyuluhan dengan - Menjelaskan tahap serius. demi tahap. Memberikan kesempatan bertanya 10 menit Menjawab pertanyaan Menggali pengetahuan - Dapat mengulang 10 menit sasaran dengan kembali informasi memberi pertanyaan yang telah didapat. 10 menit Memberi salam - Menjawab salam penutup.

3 4

Evaluasi

Penutup

D. Metode (Cara) 1. Ceramah 2. Tanya Jawab E. Alat / Media 1. Buku panduan 2. SAP F. EVALUASI 1. Mampu menyebutkan pengertian Menopause. 2. Mampu menyebutkan tanda-tanda dan masalah awal pada masa klimakterium. 3. Mampu menyebutkan perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada masa klimakterium. 4. Mampu menyebutkan perubahan-perubahan psikologis yang terjadi pada masa klimakterium. G. Sumber Pustaka Kesehatan Reproduksi Wanita, Ida Bagus Manuaba

KLIMAKTERIUM / MENOPAUSE

A. Pengertian Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi dan berakhir pada awal masa senium yaitu pada usia 40-50 tahun. Masa klimakterium berlangsung beberapa tahap sebagai berikut : - Masa Premenopause : merupakan masa 4-5 tahun sebelum meno-pause - Masa menopause : merupakan masa pendarahan berakhir dari uterus yang dipengaruhi oleh hormon. - Masa Pasca Menopause: merupakan masa 3-5 tahun setelah menopause. B. Tanda dan Gejala Awal Pada Masa Klimakterium. 1. Gejala-gejala gangguan pada pembuluh darah : Terjadi pelebaran pada pembuluh darah tepi. Meningkatnya frekuensi denyut jantung (berdebar-debar). Berkeringat pada malam hari. Gelisah dan sakit kepala.

2. Keluhan-keluhan kejiwaan adalah : Rasa bosan yang berlebihan. Mudah tersinggung.

3. Perubahan gairah seks menurun. 4. Keluhan susah tidur atau insomnia. Keluhan ini akibat gangguan pada pembuluh darah dimana para ahli menga-takan insomnia makin jelas setelah beberapa tahun memasuki menopause. 5. Gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi adalah gangguan menstruasi pada wanita yang tidak mendapat haid yang sebelumnya mendapat haid siklus yang teratur.

C. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa Klimakterium. Secara umum perubahan yang terjadi pada masa klimakterium meliputi aspek fisik dan aspek psikologis antara lain : 1. Perubahan fisik Fisik meliputi ketidaknyamanan seperti rasa kaku dan dapat terjadi secara tiba-tiba di sekujur tubuh. Kadang-kadang diikuti dengan panas atau dingin, pening atau kelelahan, cepat marah dan berdebar-debar. Beberapa keluhan fisik yang terjadi antara lain: Ketidak teraturan siklus haid. Perubahan kulit. Kerapuhan tulang atau osteoporosis. Tanda paling umum fluktuasi siklus haid kadang kala haid muncul tepat pada waktu tetapi tidak pada siklus berikutnya, ketidakteraturan ini sering disertai dengan jumlah darah yang sangat banyak tidak disertai dengan volume darah yang normal. Gejala rasa panas. Muncul rasa panas ini sering diawali pada daerah dada, leher atau wajah dan menjalar ke beberapa daerah tubuh yang lain. Hal ini berlangsung selama 2-3 menit disertai keringat yang banyak. 2. Perubahan Psikologis Perubahan psikologi pada masa ini berhubungan dengan kadar ekstrogen menurun. Gejala yang paling menonjol adalah kurangnya tenaga dalam gairah, berkurangnya konsentrasi, serta timbul perubahan emosi. Perubahan psikologi yang sering terjadi antara lain : Ingatan menurun. Kecemasan. Mudah tersinggung. Stress. Depresi

Nutrisi pada masa klimalterium dan menopause Kesiapan menghadapi klimakterium dan masa menopause yaitu mengkonsumsi makanan dan gizi yang seimbang. Pemenuhan gizi yang memadai akan sangat membantu dalam menghambat sebagai dampak negatif terhadap kinerja otak, mencegah kulit kering serta berbagai penyakit lainnya. Sebaiknya mengkonsumsi vitamin C seperti : brokoli, kembang kol, bayam, jeruk, kubis, semangka dan lain-lain. Vitamin D seperti : salmon, minyak ikan, telur dan susu, dll. Vitamin E seperti : minyak kedelai, minyak jagung, minyak wijen, kacang tanah goreng, minyak kelapa, dll. Hindari jenis camilan yang mengandung banyak gula seperti : permen, cokelat, biskuit manis atau biskuit berlapis krim serta berminuman soda atau softdrink. Kudapan yang lebih tinggi lemak juga harus dibatasi, misalnya kentang goreng, keripik, cake, coklat atau es krim. Ganti dengan jenis makanan yang rendah lemak, misalnya : buah segar, jagung kukus atau rebus, yogurt atau es krim rendah lemak. Kurangi mengkonsumsi makanan siap saji.

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP)


Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Waktu Tempat : Diare : Pengertian Tentang Diare. : Keluarga yang kurang mengerti tentang Diare : 1 x 60 menit : Dirumah Bapak M. Idris dan

Dirumah Bapak Sugiarto A. Tujuan Penyuluhan/Kegiatan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan sasaran dan keluarga mengetahui tentang diare. 2. Tujuan Khusus Setelah tentang : a. Pengertian diare. b. Penyebab diare. c. Jenis diare. d. Gejala dan akibat diare. e. Cara mencegah diare. B. Materi Penyuluhan 1. Pengertian diare. 2. Penyebab diare. 3. Jenis diare. 4. Gejala dan Akibat diare. 5. Cara mencegah diare. C. Metode 1. Ceramah 2. Tanya Jawab D. Alat / Media mengikuti penyuluhan diharapkan sasaran mengetahui

1. Buku Panduan. 2. Materi SAP E. Evaluasi 1. Prosedur 2. Jenis 3. Bentuk Soal : 1. Sebutkan pengertian diare? 2. Sebutkan penyebab diare? 3. Sebutkan jenis-jenis diare? 4. Sebutkan gejala dan akibat diare? 5. Sebutkan cara mencegah terjadinya diare? F. Tahapan tahapan
No Tahapan 1 Kegiatan Waktu Penyuluhan Peserta Pembukaan - Mengucapkan salam 10 menit - Menanggapi - Memperkenalkan diri - Menggali pengetahuan. Pemberian - Ceramah 30 menit - Mendengarkan materi dan - Menyampaikan materi. memperhatikan - Menjelaskan tahap demi tahap. - Memberikan kesempatan penyuluhan dengan serius. bertanya 10 menit - Menjawab pertanyaan Evaluasi 10 menit - Menggali pengetahuan sasaran - Mengulang dengan memberi pertanyaan kembali informasi yang didapat. Penutup - Memberi salam penutup. - Menjawab salam 10 menit

: setelah selesai penyuluhan. : Lisan : Tanya jawab.

G. Sumber Pujiadi Solahin, 2000, Ilmu Gizi Klinis Pada Anak, Penerbit Balai FKUI Jakarta. Prawirohardjo Sarwono, 1999, Ilmu Kandungan, Penerbit Yayasan Bina Pustaka Jakarta.

DIARE
1. Pengertian Diare dapat diartikan buang air besar yang encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak.

2. Penyebab diare. Diare disebabkan oleh faktor infeksi, metabolisme (gangguan

penyerapan zat gizi) makanan dan faktor psikologisnya. Faktor infeksi Infeksi pada saluran pencernaan merupakan penyebab utama diare pada anak. Faktor Metabolisme 1. Malabsorbsi karbohidrat Sering terjadi pada bayi kepekaan terhadap lactoglobin dalam susu formula. Gejalanya diare berat, tinja berbau asam. Sakit di daerah perut, jika sering terkena diare ini, pertumbuhan anak akan terganggu. 2. Malabsorbsi Lemak Akibat penyerapan lemak yang tidak baik. Gejalanya tinja mengandung lemak. Faktor makanan Makanan yang mengakibatkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu banyak lemak, mentah (sayuran) dan kurang matang. Faktor psikologis Rasa takut, cemas dan tegang. Jika terjadi pada anak dapat menyebabkan diare kronis.

3. Jenis-jenis Diare.

a. Diare Akut Diare akut adalah diare yang terjadi sewaktu-waktu tetapi gejalanya dapat terjadi berat, penyebabnya adalah sebagai berikut : Adanya jasad renik atau bakteri yang masuk ke dalam usus halus dan berkembang pesat dalam usus. Racun yang dikeluarkan oleh bakteri.

b. Diare Kronis Diare kronis ini menahun dan lebih kompleks. Penyebabnya : Bakteri, jamur dan parasit. Malbsorbsi kalori. Malbsorbsi lemak.

4. Gejala dan Akibat Diare Gejala : a. Bayi menjadi cengeng dan gelisah, suhu badannya meninggi. b. Tinja terlihat encer, berlendir dan berdarah. c. Anus lecet. d. Gangguan gizi. e. Muntah sebelum dan sesudah diare. f. Terjadinya penurunan kadar gula darah. Akibat diare : a. Mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh. b. Dapat mengakibatkan kematian pada bayi akibat kekurangan cairan. c. Gangguan pertumbuhan anak karena asupan makanan terhenti sementara pengeluaran zat gizi terus berjalan.

5. Cara Mencegah Diare a. Tetap memberikan ASI dan gizi yang baik pada bayi. b. Menjaga kebersihan lingkungan. c. Imunisasikan bayi dan balita.

d. Cuci tangan sebelum makan. e. Tidak memakan makanan basi, kotor dan belum matang. f Air minum harus selalu dimasak dahulu.

g. Bila telah terjadi berikan larutan oralit dengan cara : Bila dapat oralit dalam bungkusan, masukkan satu bungkus kecil ke dalam 1 gelas air (200 cc) hangat, bila bungkusan besar satu bungkus masukkan ke dalam 5 gelas air hangat (1000 cc). Oralit buatan sendiri Tambahkan 1 sendok masukan gula pasir dan 1 sendok makan garam ke dalam 1 gelas air hangat (200 cc). Tetap jaga kebersihan dalam pemberian oralit. Pada prinsipnya oralit diberikan sesuai kemampuan anak yang meminum, jangan takut berlebihan, sebab akan dibuang lewat BAK sebaliknya jangan sampai kurang karena tidak akan mengatasi kekurangan cairan.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Waktu Tempat

: Kesehatan Reproduksi : Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi : Remaja Putra/Putri : 1 x 60 menit : Rumah BapakM. Idris

A. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan sasaran dapat mengerti tentang reproduksi sehat 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan sasaran mampu : a. Menyebutkan pengertian kespro b. Menyebutkan usia reproduksi sehat c. Menyebutkan pengertian pernikahan dini d. Menyebutkan penyebab pernikahan dini e. Menyebutkan dampak pernikahan dini

B. Pokok Bahasan 1. Pengertian Kespro 2. Usia reproduksi sehat 3. Pengertian pernikahan dini 4. Penyebab pernikahan dini 5. Dampak pernikahan dini

C. Tahapan-tahapan

No 1

Tahapan
Pembukaan

Kegiatan Penyuluhan Peserta - Mengucapkan salam - Menanggapi - Memperkenalkan diri - Menggali pengetahuan
(observasi) .

Waktu
10 menit

Pemberian materi

- Ceramah - Mendengarkan dan 30 menit memperhatikan - Menyampaikan materi. penyuluhan dengan - Menjelaskan tahap serius. demi tahap. Memberikan kesempatan bertanya 10 menit Menjawab pertanyaan Menggali pengetahuan - Dapat mengulang 10 menit sasaran dengan kembali informasi memberi pertanyaan yang telah didapat. 10 menit Memberi salam - Menjawab salam penutup.

3 4

Evaluasi

Penutup

D. Metode a. Ceramah b. Tanya jawab E. Alat/Media


1. Buku panduan 2. SAP

F. Evaluasi Essay Test Mengajukan pertanyaan kepada sasaran 1. Apakah pengertian kesehatan reproduksi? 2. Sebutkan usia reproduksi sehat ! 3. Apakah pengertian pernikahan dini? 4. Sebutkan penyebab pernikahan dini! 5. Sebutkan dampak pernikahan dini!

KESEHATAN REPRODUKSI

1. Pengertian Reproduksi adalah suatu proses kehidupan manusia yang

menghasilkan keturunan. Untuk itu sudah menjadi kodrat manusia untuk hamil dan menghasilkan keturunan. Kehamilan yang baik adalah kehamilan yang tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan jasmani yang tidak akan menimbulkan gangguan jasmani dan rohani, untuk ibu maupun calon anak yang akan dilahirkan.

2. Usia Reproduksi Sehat Salah satu faktor yang penting dalam kehamilan adalah umur ibu waktu hamil yang baik untuk keselamatan ibu dan janin adalah : a. Umur 10-15 tahun dianggap seperti berbahaya untuk kehamilan sebab secara fisik, ibu masih dalam tahap pertumbuhan organorgan reproduksi, masih sangat muda dan belum kuat sekali. b. Umur 15-20 tahun masih sangat berbahaya meskipun lebih kurang resiko relatif lebih secara psikologi dianggap masih belum cukup matang dan dewasa untuk menghadapi kehamilan dan persalinan. c. Umur 20-30 adalah kelompok umur paling baik untuk menghadapi secara fisik dan cukup juga dari segi mental wanita nasehat sudah cukup dewasa. Dari penelitian-penelitian yang ada menunjukkan bahwa resiko kehamilan baik ibu maupun bayi ternyata paling baik. d. Umur 30-35 tahun ini dianggap sudah mulai berbahaya secara fisik dan sudah mulai menurun apalagi jumlah keturunan sebelumnya lebih dari 3 kali ibu hamil pada usia muda perkembangan fisiknya yang belum masih tidak dapat mencapai yang optimal sering didapati bahwa terkadang panggul ibu belum berbentuk sempurna sehingga menimbulkan kesulitan dalam proses persalinan karena adanya ketidak sesuaian antara kepala anak dan panggul ibu. 3. Pengertian pernikahan dini

Pernikahan dini adalah pernikahan yang langsung pada usia kurang dari 20 tahun pernikahan sebaiknya dilakukan pada usia 20 tahun untuk wanita dan pria 25 tahun karena pada saat itu baik secara fisik maupun mental sudah siap menjalani bahtera rumah tangga.

4. Dampak pernikahan dini a. Meningkatkan resiko terkena kanker serviks Wanita yang menikah sebelum usia 20 tahun mempunyai resiko 2 kali lipat mendapat kanker dibandingkan wanita yang menikah pada umur lebih dari 20 tahun b. Meningkatkan resiko dalam kehamilan dan persalinan Ibu muda pada waktu hamil sering mengalami ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Waktu Tempat

: Kesehatan Reproduksi : Penyakit Menular Seksual : Remaja Putra/Putri : 1 x 60 menit : Dirumah Bapak M. Idris

A. Tujuan Penyuluhan 1. Tujuan Umum Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan remaja dapat mengerti dan memahami tentang kesehatan reproduksi 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti ceramah diharapkan remaja dapat mengerti dan memahami tentang penyakit menular seksual a. Menyebutkan pengertian penyakit menular seksual b. Menyebutkan tanda-tanda penyakit menular seksual c. Menyebutkan cara pencegahn penyakit menular seksual d. Menyebutkan jenis-jenis penyakit menular seksual

B. Materi 1. Defenisi 2. Tanda tanda PMS 3. Pencegahan PMS 4. Jenis-jenis PMS

C. Proses/Kegiatan Penyuluhan No Tahapan 1


Pembu-

Kegiatan Penyuluhan - Mengucapkan salam

Peserta - Menanggapi

Waktu
10 menit

kaan

Pemberian materi Evaluasi

3 4

Memperkenalkan diri Menggali pengetahuan Ceramah Menyampaikan materi. Menjelaskan tahap demi tahap. Memberikan kesempatan bertanya 10 menit - Menjawab pertanyaan - Menggali pengetahuan sasaran dengan memberi pertanyaan

Mendengarkan dan 30 menit memperhatikan penyuluhan dengan serius.

Penutup

- Memberi salam penutup.

Dapat mengulang 10 menit kembali informasi yang telah didapat. 10 menit - Menjawab salam

D. Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Diskusi E. Alat / Bahan a. SAP b. Buku Panduan F. Evaluasi a. Apa yang dimaksud dengan penyakit menular seksual? b. Apa sajakah tanda tanda penyakit menular seksual? c. Bagaimana cara pencegahan penyakit menular seksual? d. Apa sajakah jenis-jenis penyakit menular seksual? G. Sumber A. Agust Burns, Pembedayaan Wanita dalam Bidang Kesehatan, Yayasan Esentia Media, Yogyakarta, 2000 Depkes RI, Pengedalian Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan Nifas, Jakarta, 2001 Sarwono, Prawirohardjo, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka, Jakarta, 1997

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

1. Pengertian PMS adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. PMS dapat menyebabkan : a. Kemandulan baik bagi pria maupun wanita b. Kematian karena infeksi berat (AIDS) c. Nyeri yang menetap di perut bagian bawah d. Kanker serviks (mulut rahim)

2. Tanda-Tanda PMS Adapun tanda-tanda PMS pada wanita : a. Cairan yang tidak normal dari vagina b. Rasa sakit diperut bagian bawah c. Ulkus Ruam, benjolan di alat genital Tanda-tanda pada pria : a. Rasa panas dan nyeri saat buang air kecil b. Ujung kepala penis merah meradang

3. Pencegahan PMS a. Tidak melakukan seks diluar nikah b. Tidak berganti-ganti pasangan c. Tidak melakukan hubungan seksual dengan pekerja seks komersial d. Jika terpaksa, aktivitas seksual dilakukan dengan menggunakan kondom yang dapat mengurangi resiko tertular PMS 4. Jenis Jenis PMS a. Gonorhoe / Clamidia Keduanya merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan infeksi berat dan kemandulan pada pria dan wanita Tanda-tanda Gonorhoe dan Clamidia pada wanita : 1. Cairan kuning atau hijau dari vagina atau anus

2. Rasa panas atau nyeri bila buang air kecil 3. Demam 4. Rasa nyeri diperut bagian bawah 5. Rasa nyeri/berdarah sewaktu berhubungan seksual Tanda tanda pada pria : 1. Cairan yang keluar dari penis 2. Rasa panas / nyeri buang air kecil 3. Rasa panas / bengkak pada buah pelir b. Syphilis Adalah suatu penyakit PMS yang berat yang mempunyai efek diseluruh tubuh dan bisa berlangsung sampai bertahun-tahun, penyebab adalah bakteri. Tanda-tanda : 1. Ulcus kecil yang tidak sakit yang menyerupai jerawat, lecet, benjolan yang datar dan basah/ ulcus terbuka 2. Beberapa minggu/beberapa bulan kemudian akan mengalami radang tenggorokan, demam, timbul kelainan kulit Semua tanda akan hilang dengan sendirinya tetapi penyakit masih ada. Tanpa pengobatan dapat mengakibatkan cacat jantung, kelumpuhan, penyakit jiwa dan kematian c. Herpes Genetalia Adalah jenis PMS yang disebabkan oleh virus yang dapat menyerang di alat genetalia. Tanda-tanda : 1. Rasa gatal, rasa panas di mulut genetalia atau paha 2. Luka lecet kecil yang luka di kelamin membentuk ulcus terbuka dan sakit didalam genetalia Tidak ada obat yang menyembuhkan penyakit herpes. Untuk tidak mengganggu atau membuat kelihatan sehat, maka anda dapat melakukan hal ini : 1. Letakkan es diatas ulcus

2. Buat kompres dengan cara merendam kain bersih yang dingin 3. Duduk dan rendam pantat di air yang bersih 4. Campur air bersih dengan baking soda/tepung kanji sehingga berbentuk kanji kemudian diletakkan diatas ulcus. Penting : 1. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah menyentuh ulcus 2. Hati-hati jangan menyentuh mata sendiri/mata anak-anak 3. Coba hindari hubungan seksual sewaktu mengalami ulcus herpes

5. HIV / AIDS AIDS adalah sebuah singkatan dari Acquired Immuno

Deficiency Syndrome artinya gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang. AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency). Proses penularan AIDS melalui hubungan seksual dilakukan dengan cara sebagai berikut : 3. Melakukan aktivitas seksual seperti anak seks atau oral seks 4. Melakukan aktivitas seksual melalui hubungan seksual

umumnya dapat menyebabkan seseorang tertular virus ini.

Gejala-gejala seseorang tertular AIDS terbagi ke dalam 2 jenis sebagai berikut : a. Menurunnya berat badan sekitar 10% dalam waktu singkat b. Demam yang berkepanjangan selama 1 bulan atau lebih Yang terus menerus selama 1 bulan lebih

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Pokok bahasan : Vitamin A Sub pokok Bahasan : Pemberian vitamin A untuk Bayi dan Balita Sasaran Waktu Hari, Tanggal Tempat : Ibu yang memiliki bayi dan balita : 60 Menit : Selasa, 19 April 2011 : Rumah Bapak Rahmat

A. TUJAUAN PENYULUHAN - Tujuan Umum Setelah diadakannya penyuluhan diharapkan ibu nifas, ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita mengetahui cara pemberian vitamin A - Tujuan Khusus - Setelah mengikuti penyuluhan, peserta diharapkan mampu menyebutkan pengertian vitamin A. - Setelah mengikuti penyuluhan, peserta diharapkan mampu menjelaskan kembali manfaat-manfaat vitamin A. - Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat menyebutkan kembali sumber-sumber vitamin A. - Setelah mengikuti penyuluhan, peserta diharapkan menjelaskan kembali akibat yang terjadi apabila kekurangan vitamin A. - Setelah mengikuti penyuluhan, peserta diharapkan menjelaskan kembali perbedaan-perbedaan jenis kapsul vitamin A. - Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mengetahui pada saat kapan vitamin A diberikan.

B. MATERI - Menyebutkan definisi vitamin A - Menjelaskan manfaat-manfaat vitamin A

- Menyebutkan sumber-sumber vitamin A - Menjelaskan akibat yang terjadi bila kekurangan vitamin A - Menjelaskan cara mencegah kekurangan vitamin A - Menjelaskan perbedaan-perbedaan jenis kapsul vitamin A - Mengetahui pada saat kapan vitamin A diberikan C. Proses Penyuluhan
No 1 2 Tahapan Pembukaan Pemberian materi KEGIATAN Waktu Penyuluh Peserta MenjawabSalam 5 menit Mengucapkan salam dan mendengarkan Memperkenalkan diri Penyampaian materi Tentang : Mendengarkan dan 15 menit - Pengertian vitamin A memperhatikan - Manfaat-manfaat vitamin A - Sumber-sumber vitamin A - Akibat yang terjadi bila kekurangan vitamin A - Cara mencegah kekurangan vitamin A - Perbedaan-perbedaan jenis kapsul vitamin A - Pada saat kapan vitamin A diberikan - Memberikan pertanyaan dan Menjawab 5 menit kesempatan untuk diskusi pertanyaan dengan baik Meminta peserta untuk mengulang Dapat menyebutkan 3 menit kembali informasi yang sudah didapat dan menjelaskan dengan baik dari informasi yang sudah didapat Menutup acara dengan mengucapkan Menanggapi dan 2 menit salam membagi salam

Diskusi

Evaluasi

Penutup

D. METODE - Metode Ceramah - Tanya jawab - Diskusi E. Alat dan Media


Buku panduan SAP

F. EVALUASI 1. Apa pengertian vitamin A dan manfaat-manfaat vitamin A !

2. Coba anda sebutkan dari bahan makanan apa saja didapat sumber-sumber vitamin A ! 3. Coba jelaskan dampak yang terjadi apabila kekurangan vitamin A dan cara mencegahnya ! 4. Bisakah anda membedakan jenis-jenis kapsul vitamin A? 5. Apakah anda mengetahui, pada saat kapan vitamin A diberikan?

G. SUMBER 1. DepkesRI, 2005, Apa dan Mengapa Tentang Vitamin A 2. Dr. Arisman, MB, 2007, Gizi dalam Daur Kehidupan, EGC, Jakarta 3. Sunita Almatsie, 2004, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Materi

VITAMIN A
Pengertian Vitamin A Vitamin A adalah salah satu zat gizi, sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik), untuk pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Manfaat-manfaat Vitamin A Yaitu : Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak, diare. Membantu proses penglihatan dalam adaptasi dari tempat yang terang ke tempat yang gelap a. Manfaat vitamin A bagi bayi - Bayi lebih kebal dan jarang kena penyakit kebutaan b. Manfaat vitamin A bagi balita - Menjaga kesehatan mata dan mencegah kebutaan - Meningkatkan daya tahan tubuh - Bila terkena diare, campak atau infeksi lain, maka penyakit tersebut tidak akan menjadi parah sehingga membahayakan jiwa. Sumber-sumber Vitamin A Sumber-sumber vitamin A dapat dijumpai pada : - Bahan makan hewani seperti hati, kuning telur, ikan daging, ayam, dan bebek. - Buah-buahan berwarna kuning dan jingga seperti pepak, mangga masak, alpukat, jambu biji merah, pisang.

- Sayuran yang berwarna hijau tua dan berwarna jingga seperti bayam, daun singkong, daun kelor, daun bluntas, kecipur, lalu kuning, daun ubu jalar, susu dan beberapa mie instant. Akibat Kekurangan Vitamin A Kekurang vitamin A adalah suatu keadaan dimana simpanan vitamin A dalam tubuh berkurang. Pada tahap awal ditandai dengan gejala rabun senja atau kurang dapat melihat pada malam hari sehingga dapat mengakibatkan kebutaan. Bayi dan balita yang kekurangan vitamin A akan mudah terserang campak, diare atau penyakit lainnya. Cara Mencegah Kekurangan Vitamin A Cara mencegah kekurangan vitamin A, ibu-ibu dapat mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewan (susu, daging dan telur) atau sayuran hijau serta buah-buahan. Sedangkan bayi dapat memperoleh vitamin A dari ASI yang diberikan sampai berumur 6 bulan dan mendapatkan kapsul vitamin A setiap 6 bulan hingga usia 5 tahun. Perbedaan-perbedaan Jenis diberikan Pada Bayi - Kapsul vitamin A 100.000 SI (warna biru) diberikan kepada semua bayi berumur 6 11 bulan, baik sehat maupun tidak sehat (sakit) Pada Balita - Kapsul vitamin A 200.000 SI (warna merah) diberikan kepada semua anak balita (1-5 tahun) baik sehat maupun sakit. Cara Pemberian Vitamin A Gunting ujung kapsul, keluarkan isi kapsul dengan memencet kapsul sampai semua isinya masuk ke mulut anak. Warna merah (200.000 SI), Warna biru (100.000 SI) Kapsul Vitamin A dan Kapan