Anda di halaman 1dari 130

Geologi Regional Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat, Sula e!i Selatan (Oleh Rab.

Sukamto dan Supriatna S. Tahun 1982)

PENDAHULUAN Pemetaan geologi di Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat. Sulawesi Selatan, di laksanakan dalam rangka Proyek Pemetaan Geologi dan interpretasi Foto Udara, Pelita 1, ole Subdirektorat Perpetaan, !irektorat Geologi "sekarang Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi#. Semula pemetaan dilaksanakan se$ara tinjau dengan tujuan untuk melengkapi data geologi guna kompilasi Peta Geologi %egional sekala 1&1'''.''' yang sekarang suda terbit "Sukamto, 1()*#. Pemetaan tinjau dilakukan selama +gustus dan September 1()1 ole %. Sakamto. ,. Sumadirdja, -S. Suriatmadja. .+. +stadiredja, dan dibantu ole S. ,ardoprawiro. !. Sudana, /. %atman dan 0. -itersole !ata geologi tinjau yang di asilkan pada 1()1 kemudian dilengkapi sejumla disusun lintasan geologi yang lebi menjadi peta geologi rapat, yang dilakukan dari September ber sistem Luar 1awa, sekala 1&2*'.'''.

Pemetaan selama dilakukan ole % Sukamto, S. Supriatna. + 3asin, Sukardi, dan

dibantu ole 3. /oya. 4. Umar. %. L. Situmorang, +. .oswara dan Sa ardjo. Selama 1()5 dan 1()( juga diperole data geologi setempat ole %. Sukamto dan S. Santosa yang dipakai untuk memperbaiki beberapa bagian dari peta geologi ini. Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat terletak antara kordiniat 11(o '*6 7 12'o 8*6 B- dan 8o 9 *o LS: meliputi !aera -k. 44 .abupaten ;aros, Pangkep, Barru Watansoppeng, Wajo, Watampone, Sinjai dan .otamadya Parepare& semuanya termasuk !aera -k. 1 Propinsi Sulawesi Selatan. Lembar peta berbatasan dengan Lembar ;ajene7Palopo di utara, Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai di selatan, Selat ;akasar d barat dan, -eluk Bone di timur. !aera ini mempunyai penduduk yang relati< lebi padat daripada bagian lain Sulawesi Selatan bertempat tinggal di kota kabupaten dan ke$amatan, penduduk terdapat di desa dan kampung di sepanjang semua jalan utama yang menuju kedaera pedalaman. Sebagian besar penduduk bertani sawan se ingga membuat daera ini peng asil padi yang utama di Sulawesi. Penduduk di sepanjang pantai kebanyakan nelayan yang di kota kebanyakan berniaga atau jadi karyawan. .e idupan sosial di daera ini men$erminkan ke idupan asli Sulawesi Selatan. Seperti Bugis, ;akassar, dan Bajo. Penduduk kebanyakan beragama 4slam, tetapi tetapi yang beragama .atoilik dan Protestan serta yang beragama lain anya sedikit. Fisiogra<i lengan selatan sulawesi yang berara utara7selatan mempengaru i keadaan iklimnya. Seperti di daera lndonesia yang lain, di sini pun ada dun musim, yaitu musim ujan dan musim kemarau. !i bagian barat musim berbeda waktunya dengan di bagian timur. ;usim ujan di bagian barat berlangsung dari /opember sampai +pril, dan di bagian timur dan ;ei sampai =ktober. ,utan lebat anya ditemukan di daera berdongak tinggi, yaitu di pegunungan sebela barat dan timur. !aera berdongak renda sebagian besar daera pertanian. Binatang liar suda jarang ditemui di daera ini: yang terli at anya ular, kijang, anoang dan kera. !aera pemetaan sangat muda di$apai. ,ubungan udara yang pada 1()1 antara 1akarta dan ;akassar "sekarang Ujung Pandang# anya berlagsung beberapa kali dalam seminggu. sekarang tela beruba jadi beberapa kali dalam

satu ari Lapangan udara Ujung Pandang, ;andai, terletak di bagian baratlaut Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai. ,ampir seluru daera pemetaan dapat dengan muda di$apai dengan mobil. Semua kota kabupaten dan sebagian dari kota ke$amatan mempunyai ubungan jalan yang dapar dilalui kendaraan mobil, jalan desa dan setapak dapat ditemukan ampir di seluru daera ini. Peta dasar yang dipakai dalam pemetaan ini adala peta topogra<i bersekala 1 &2*'.'''. +;S Seri -7*'>, 1(?*, /o SB *'78 dan *171 yang juga dipakai sebagai peta dasar .ompilasi. Untuk lapangan dipakai peta topogra<i bersekala 1 & *'.'''. !i samping itu dipakai potret udara yang melingkupi bagian barat lembar, dan sebagian dari bagian timur. Potret ini sebagiar besar bersekala
> di 1 & *'.'''. selain yang bersekala 1& 1'.'''. Penyelidikan geologi sebelumnya

lembar ini dilakukan ole Steiger "1(1*#, t6,oen @ Aiegler "1(1)#. Sung "1(85#. ,ooijer "1(8(# dan Patty @ Wiryosujono "1(?2#: yang terbaru di lakukan ole Ban Leeuwen "1()8#. GE"#"R$"L"G% !i daera Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat terdapat dua baris pegunungan yang memanjang ampir sejajar pada ara utara7barat laut dan terpisa kan ole lemba Sungai Walanae. Pegunungan yang barat menempati ampir setenga luas daera , melebar di bagian selatan "*' km# dan menyempit di bagian utara "22 km#. Pun$ak tertingginya 1?(8 m, sedangkan ketinggian rata7 ratanya 1*'' m. Pembentuknya sebagian besar batuan gunungapi. !i lereng barat dan di beberapa tempat di lereng timur terdapat topogra<i kras, pen$eminan adanya batugamping. !i antara topogra<i kras di lereng barat terdapat daera pebukitan yang dibentuk ole batuan Pra7-ersier. Pegunungan ini di baratdaya dibatasi ole dataran Pangkaiene7;aros yang luas sebagai lanjutan dari dataran di selatannya. Pegunungan yang di timur relati< lebi sempit dan lebi rerda , dengan pun$aknya rata7rata setinggi )'' m, dan yang tertinggi )5) m. 1uga pegunungan ini sebagian besar berbatuan gunungapi. Bagian selatannya selebar 2' km dan lebi tinggi, tetapi ke utara meyempit dan merenda , dan ak irnya menunjam ke bawa batas antara Lemba Walanae dan dataran Bone. Bagian utara pegunungan

ini bertopogra<i kras yang permukaannya sebagian berkeru$ut. Batasnya di timurlaut adala dataran Bone yang sangat luas, yang menempati ampir sepertiga bagian timur. Lemba Walanae yang memisa kan kedua pegunungan tersebut di bagian utara selebar >* .m. tetapi di bagian selatan anya 1' km. !i tenga tendapat Sungai Walanae yang mengalir ke utara Bagian selatan berupa perbukitan renda dan di bagian utara terdapat dataran aluBium yang sangat luas mengelilingi !. -empe. S&RA&%GRA$% .elompok batuan tua yang umurnya belum diketa ui terdiri dari batuan ularabasa, batuan mali an dan batuan melange. Batuannya terbreksikan dan tergerus dan mendaun, dan sentu annya dengan <ormasi dl sekitarnya berupa sesar atau ketidselarasan. Penarik an radiometri pada sekis yang meng asilkan 111 juta tanun .emungkinan menunjukkan peristiwa mali an ak ir pada tektonik Aaman .apur. Batuan tua ini tertindi tak selaras ole endapan flys h Formasi Balangbaru dan Formasi ;arada yang tebalnya lebi dari 2''' m dan berumur .apur +k ir. .egiatan magma suda mulai pada waktu itu dengan bukti adanya sisipan laBa dalam flys h. Batuan gunungapi berumur Paleosen "*5,*7 ?>,' it#, dan diendapkan dalam lingkungan laut, menindi tak selaras batuan flys h yang berumur .apur +k ir. Batuan sedimen Formasi ;alawa yang sebagian besar di$irikan ole endapan darat dengan sisipan batubara, menindi tak selaras batuan gunangai Paleosen dan batuan flys h .apur +k ir. .e atas Formasi ;alawa ini se$ara berangsur berali ke endapan karbonat Formasi -onasa yang terbentuk se$ara menerus dari 0osen +wal sampai bagian bawa ;iosen -enga . -ebal Formasi -onasa lebi kurang >''' m, dan melampar $ukup luas mengalasi batuan gunungapi ;iosen -enga di barat. Sedimen klastika Formasi Salo .alupang yang 0osen sampai =ligosen bersisipan batugamping dan mengalasi batuan gunungapi .alamiseng ;iosen +wal di timur. Sebagian besar pegunungan, baik yang di barat maupun yang di timur, berbatuan gunungapi. !i pegunungan yang timur, batuan itu diduga berumur

;iosen +wal bagian atas yang membentuk batuan Gunungapi .alamiseng !i lereng timur bagian utara pegunungan yang barat, terdapat batuan Gunungapi Soppeng yang diduga juga berumur ;iosen +wal. batuan sedimen berumur ;iosen -enga sampai Pliosen +wal berselingan dengan batuan gunungapi yang berumur antara 5,(>7(,2( juta ta un. Se$ara bersama batuan itu menyusun Formasi Camba yang tebalnya sekitar *''' m. Sebagian besar pegunungan yang barat terbentuk dari Formasi Camba ini yang menindi -onasa. Selama ;iosen ak ir sampai Pliosen, di daera yang sekarang jadi Lemba Walanae di endapkan sedimen klastika Formasi Walanae. Batuan itu tebalnya sekitar 8*'' m, dengan bio erm batugamping koral tumbu di beberapa tempat "batugamping +nggota -a$$ipi#. Formasi, Walanae ber ubungan menjemari dengan bagian atas Formasi Camba. .egiatan gunungapi selama ;iosen +k ir sampai Pliosen +wal merupakan sumber ba an bagi Formasi Walanae. .egiatan gunungapi yang masi terjadi di beberapa tempat selama Pliosen, dan meng asilkan batuan gunungapi Parepare "8,2*78,(* juta ta an# dan Baturape7Cindako, juga merupakan sumber bagi <ormasi itu. -erobosan batuan beku yang terjadi di daera itu semuanya berkaitan erat dengan kegiatan gunungapi tersebut. Bentuknya berupa stok, sill dan retas, bersusunan beraneka dari basal, andesit, trakit, diorit dan granodiorit. dan berumur berkisar dari 5.> sampai 1( D 2 juta ta un. Setela Pliosen +k ir, rupanya tidak terjadi pengendapan yang berarti di daera ini, dan juga tidak ada kegiatan gunungapi. 0ndapan undak di utara Pangkajene dan di beberapa tempat di tepi Sungai Walanae, rupanya terjadi selama Pliosen. 0ndapan ,olosen yang luas berupa aluBium terdapat di sekitar !. -empe, di dataran Pangkajene7;aros dan di bagian utara dataran Bone. tak selaras Formasi

Endapan Permukaan
!pt ENDAPAN UNDA'& kerikil, pasir dan lempung, membentuk dataran renda bergelombang di sebela utara Pangkajene. -erutama berasal dari batua pra7tersier di sebela timur Pangkajene. Satuan ini dapat dibedakan se$ara

mor<ologi dari endapan aluBium yang lebi muda. Satuan ini barangkali dapat dinasaba kan dengan endapan undak di dekat sungai Walanae yang mengandung tulang gaja purba yang berumur Plistosen: tidak terpetakan. Lempung, pasir dan kerikil yang tidak terpetakan di daera tata7sungai Walanae mungkin termasuk satuan ini. ! &ERU#BU '"RAL & batugamping terumbu, dibeberapa tempat di sepanjang pantai terangkat membentuk singkapan ke$il. 3ang dipetakan anya ditemukan di selatan ;arek. !i dangkalan Spermonde terumbu koral mun$ul ke atas muka laut, melampar kira7kira ?' km di lepas pantai ke ara barat, dan kira7 kira *' km di lepas pantai ke ara timur di bagian selatan Lembar. !a ENDAPAN ALU(%U#, DANAU DAN PAN&A% & lempung, lanau. lumpur pasir dan kerikil di sepanjang sungai besar, di sekitar lekuk !anau -empe, dan di sepanjang pantai. 0ndapan pantai setempat mengandung sisa kerang dan batugamping koral "E$#. Sisipan lempung laut yang mengandung moluska ("r a,. Tro bus dan #ypraea) dan bun$ak besi terdapat di sekitar !anau -empe "t6,oen @ Aiegler, 1(1*#. Undak sungai yang berumur Plistosen "tak terpetakan# di .ampung Sompo , dekat Sungai Walanae, mengandung tulang gaja purba yang dikenali sebagai +r$ idis$odon elebensis ",ooijer, 1(8(#.

Batuan Sedimen dan Bautan Gunungapi


.b $"R#AS% BALANGBARU $ sedimen tipe flys h% batupasir berselingan dengan batulanau, batulempung dan serpi bersispan konglomerat, batupasir konglomeratan. tu<a dan LaBa: batupasirnya bersusunan grewake dan arkosa. sebagian tu<aan dan gampingan& pada umumnBa menunjukkan struktur turbidit: di beberapa tempat di temukan konglomerat dengan susunan basal, andesit, diorit. serpi , tu<a terkersikkan, sekis, kuarsa, dan bersemen batupasir: pada umumnya padat dan sebagian serpi terkersikkan. !i bawa mikroskop, batupasir dan batulanau terli at mengandung pe$a an batuan beku. metasedimen dan rijang radiolaria. !aera baratlaut mengandung banyak batupasir dan ke ara tenggara, lebi banyak batulempung dan serpi . Baru7baru ini Labaratorium -otal C-F mengenali &lobotrun ana pada serpi 7lanauan dari sebela timur Bantimala, dan pada grewake dari jalan antara

Padaelo -anetteriaja yang berumur .apur +k ir "P.F Burollet, ubungan tertulis, 1()(#. Formasi ini tebalnya sekitar 2''' m: tertindi tak selaras batuan Formasi ;allawa dan Batuan Gunungapi -erpropilitkan, dan menindi .ompleks -ektonik Bantimala. 'm <lys$ : $"R#AS% #ARADA "Ban Leeuwen. 1()8#& sedimen bersi<at batupasir, batulanau, arkosa, grewake. serpi dan perselingan tak selaras

konglomerat: bersisipan batupasir dan batulanau gampingan, tu<a. laBa dan breksi yang tersusun ole basal, andesit dan trakit. Batupasir dan batulanau berwarna kelabu muda sampai ke itaman: serpi berwarna kelabu tua sampai $oklat tua& konglomerat tersusun ole kerikil andesit dan basal& laBa dan breksi terpropilitkan kuat dengan mineral sekunder berupa karbonat, silikat, serisit, klorit dan epidot. Fosil &lobotrun ana dari batupasir gampingan yang dikenali ole P- S ell menunjukkan umur .apur +k ir dan diendapkan di lingkungan neritik dalam "-.;. Ban Leeuwen, ubungan tertulis. 1()5#. Formasi ini tebalnya lebi dari 1''' m. Teos $"R#AS% SAL" 'ALUPANG& batupasir, serpi dan batulempung. berselingan dengan konglomerat gunungapi, breksi dan tu<a bersisipan laBa, batugamping dan napal, batulempung. serpi dan batupasir di beberara tempat ter$irikan ole warna mera , $oklat, kelabu dan itam: setempat mengandung <osil moluska dan <oramini<era, terutama di dalam lapisan batugamping dan napal pada umumnya gampingan. padat dan sebagian dengan urat kalsit, sebagian serpi nya sabakan: kebanyakan lapisan terlipat kuat dengan kemiringan antara 2'F 7 *)F. penampang di Salo .alupang memperli atkan lebi banyak konglomerat di bagian barat, dengan komponen andesit dan basal. !i sebela timur Palatae tersingkap lebi banyak tu<a dan batupasir daripada di SaLo .alupang. !i timur Samaenre terdapat lebi banyak singkapan serpi daripada di tempat lain: batuannya berwarna $oklat kemera an dan kelabu berselingan dengan batugamping berlapis "-eol# dan batupasir. Fosil <oramini<era yang dikenali ole !. .adar " ubungan tertulis, 1()1 dan 1()8). dan lokasi +.2(.b. -$.2>(.b dan -$.2>(.d yang, diantaranya (is o y lina )a*ana "G0%B00.#, +ummulites sp. , +. ,i-ehensis F=%S.+L. G

pen,aronensis "G0%B00.#, .eteroste,ina sp, #atapsydra/ uni a*us B=LL47 L=0BL4C,7-+PP+/, &loborotalia opima B=LL4. &lobi,erina binaensis .=C,, Gn. tripartita B=LL4. &n. tapuriensis BL=W @ B+//0%, &n. *ene-uelana ,0!B0%G, ,an,,an, dan lithothamnium. menunjukkan kisaran umur 0osen +wal 7 =ligosen +k ir. -ebal satuan ini diperkirakan tidak kurang dari 8*'' m. -em batulempung: Batupasirnya sebagian besar batupasir kuarsa, ada pula yang arkosa, grewake. dan tu<aan, umumnya berwarna kelabu muda dan $oklat muda: pada umumnya bersi<at rapu , kurang padat: konglomeratnya sebagian kompak: batulempung. batugamping dan napal umumnya mengandung moluska yang belum diperiksa, dan berwarna kelabu muda sampai kelabu tua: batubara berupa lensa setebal beberapa sentimeter dan berupa lapisan sampai 1,* m. Penelitian palinologi ter adap sisipan batubara tela dilakukan ole +srar . an ";.0 7 S$rutton, %obertson %esear$ , ubungan tertulis, 1()8# dan ole %obert ,. -s$ udy "!on 0. Wol$ort, USGS, ubungan tertulis, 1()>#. Sepulu bua $onto dari singkapan B.>2 "a7<# dan B.*8 "a7$, dan %%.1'#, daera -anetteriaja, dan sebua dari dekat galian lempung di -onasa mengandung <osil mikro<lora sbb.& " ritar hs sp., "na olosidites sp., +nno da eae sp. 0arrin,tonia sp, 0etula eae pollen, 0omba a eae sp., #ompositae sp. #yatbidites sp., (i olpopollis f , (. kale1esis, (. *erru ate, (. smooth, (inofla,ellates sp., 2lors buet-ia trilobata, &unnera sp., 3ntratriporopollenites, 4eotriletes sp., 5onosul ate pollen, 5onosulites sp., 5yri a eae pollen, Ola a ea sp., 6almea pollen, 6silamonoletes sp,. Retitri olpitesantonii. Retikut bensis "G0/.+-C,+L+ @ .+%. 1(?5#, Sapota eoida pollenites sp., Ster ulia eae sp., Syn olporate pollen, Tetraporina sp., Tri olpate pollen, Tri olpate *erru ate pollen, Triporate pollen. 7erru atosporites sp., 7errustriletesma)or. dan 7errutri olporites sp. Berdarsarkan <osil tersebut + . . an dan %.,. -s$ udy memperkirakan umur Paleogen dengan lingkungan paralas sampai dangkal. $"R#AS% #ALAWA& batupasir, konglomerat, batulanau. batulempung. dan napal, dengan sisipan lapisan atau lensa batubara dan

Berdasarkan <osil =strakoda dari $onto memperkirakan, umur 0osen "!L. Wol$ort. USGS, 2osil =stra$oda yang dikenali adala &

batuan B.8*He. 0. ,aIel ubungan tertulis. 1()>#. sp,. #ytberella sp,. sp.1 #ytboropteron

0airdiia

#ytberelloidea sp,.1 #ytberelloidea sp.2

#ytboropteron sp.2, 'ritbinids sp,. 4o/o on ba sp,. 6ai)enbor bella sp,. 6okornyella sp,. Tra iryleberis sp,. (an /estoberis sp,.-ebal <ormasi ini tidak kurang dari 8'' m: tertindi selaras ole batugamping -emt. dan menindi tak Selaras batuan sedimen .b dan batuan gunungapi -pB. Temt $"R#AS& &"NASA & batugamping koral pejal sebagian ter ablurkan. Berwarna puti dan kelabu muda: batugamping bioklastika dan

kalkarenit. Berwarna puti $oklat muda dan kelabu muda. sebagian berlapis baik, berselingan dengan napal globigerina tu<aan: bagian bawa nya mengandung batugamping berbitumen, setempat bersisipan breksi batugamping dan batugamping pasiran: di dekat, ;alawa, daera Camba terdapat batugamping

yang mengandung glaukonit, dan di beberapa tempat di daera %alla ditemukan batugamping yang mengandung banyak sepaian sekis dan batuan ultrama<ik: batugamping berlapis sebagian mengandung banyak <oramini<era besar, napalnya banyak mengandung <oramini<era ke$il dan beberapa lapisan napal pasiran mengandung banyak kerang (pele ypoda) dan siput (,astropoda) besar. Batugamping pejal pada umumnya terkekarkan kuat: di daera -anetteriaja terdapat tiga jalur napal yang berselingan dengan jalur barugamping berlapis. Fosil dari batuan Formasi -onasa tela tertulis, 1()2#, Purnamaningsi dikenali ole !. .adar ubungan ",ubungan tertulis 1()1, 1()>#, %eed @ ;ali$oat ";.W. .onts,

" ubungan tertulis, 1()>, 1()8#, dan ole

Sudiyono " ubungan tertulis, & 1()>#. Conto batuan yang dianalisa dari lokasi& +.8?, +.112, B.25.b. B.2(. B>'. B.>>, P.*5, B. 12(, C.5, C*1, !.>', -a.)2, -a.)(. -a.51, -a.('. -a.1>1, -a.1>8.d, -a.15?.a. -a.8*2, -a.*'?. -b.2. -$.?*.a. -$.(8, -$.1'', -$.1>8, -d.?, -d.2'. -d.?>, -d.)'. -d.1'1, -d.112, -d.11?, -e.121, -e.21?.a, -i.1, -i.>, dan -i.(. Fosil yang dikenali termasuk& (i tyo onus sp., "stero ydina sp., "n. matan-ensis C=L0, 0iplanispira sp., (is o y lina sp., +ummulites sp., +. ata i us L03;0%40. +. pan,aronensis "G0%B00.#,

2as iolites sp., 2. oblonga !6=%B4G/3, "l*eolinella sp., Orbitolites sp., 6ellatispira sp., 6. madaras-i ,+/-.0/, 6. orbitoidae P%=G+L0. P.
( S. pro*aleae 3+B0, Spiro lypeus sp., S. tidoen,anensis G+/ !0% GL0%..

Berini$ularis -+/, &loborotalia sp., &l. entralis CUS,;+/ @ B0%;U!0A, &l, mayeri CUS,;+/ @ 0LL4S=%, &l. obesa B=LL4, &l preamenardii CUS,;+/ @ S-+4/F=%-,. &l. siakensis "L0 %=3#, &lobo8uadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4S#, &n. dehis ens "C,+P;+/7P+%% C=LL4/S# ,antkenina alabamensis CUS,;+/, .eteroste,ina sp., .. bornensis G+/ !0% GL0%., "ustrotrillina bo1 bini "SC,LU;B0%G0%#, 4epido y lina sp., 4. f. Omphalus -+/, 4. 9phippioides 1=/0S, 4, sumatrensis "B%+!3#, L. parBa =PP0/==%-,, 3nio,ypsina sp., &lobi,erina sp., G. *ene-uelana ,0!B0%G, &lobi,erinoides sp., &d. altiaperturus B=LL4, Gd. immaturus L0 %=3, &d. Sub8uadratus B%=//47 ;+//, &d. trilobus "%0USS#, Orbulina bilobata "!6=%B4G/3#. =. suturalis B%=//4;+//, =. uni*ersa !6=%B4G/3, Oper una sp., "mphiste,ina sp. dan #y lo lypeus sp. Gabungan <osil ini menunjukkan kisaran umur dari 0osen +wal "-a.2# sampai ;iosen -enga "-<#, dan lingkungan neritik dangkal <ormasi ini. -ebal <ormasi ini diperkirakan tidak kurang dari >''' m: menindi selaras batuan Formasi ;alawa, diorit. Tm $"R#AS% )A#BA & batuan sedimen laut berselingan dengan batuan gunungapi: batupasir tu<aan berselingan dengan tu<a, batupasir, batulanau dan batulempung: bersisipan dengan napal, batugamping konglomerat dan breksi gunungapi, dan setempat dengan batubara, berwarna beraneka, puti , $oklat, mera , kuning, kelabu muda sampai ke itaman& umumnya mengeras kuat dan sebagian kurang padat: berlapisan dengan tebal antara 8 $m dan 1'' $m. -u<anya berbutir alus ingga lapili: tu<a lempungan berwarna, mera mengandung banyak mineral biotit: konglomerat dan breksinya terutama berkomponen andesit dan tertindi tak selaras batuan Formasi Camba: diterobos ole sill, retas, ban stok batuan beku yang bensusunan basal, trakit, dan ingga dalam dan laguna. -amba an pula ditemukan <osil7<osil <oramini<era yang lain. ganggang, koral dan moluska dalam

dan basal dengan ukuran antan 2 $m dan 8' $m: batugamping pasiran dan batupasir gampingan mengandung pe$a an koral dan moluska& batulempung gampingan kelabu tua dan napal mengandung <oram ke$il dan moluska: sisipan batubara setebal 8' $m ditemukan di S. ;aros. Pada umumnya berlapis baik, terlipat lema dengan kemiringan sampai >'F. Fosil dari Formasi Camba tela dikenali ole !. .adar " ubungan tertulis. 1()1, 1()>, 1()8#. +.F ;ali$oat ";.W. .ontI, ubungan tertulis, 1()2#, dan ole Purnamaningsi " ubungan tertulis, 1()8#, dari $onto batuan& B.2), B.)>, B.1>8. C.8>, C.88. -a.*). -a.1*>. -a.28>. -a.2)*, -a.2)?, -$.85. -$.81?. -d.8?, -d.152. -d.>>2, dan -i.1*. Fosil7<osil yang dikenali termasuk& 4epido y lina f. borneensis P%=G+L0. 4ephippioides 1=/0S @ C,+P;+/. 4. sumatrensis "B%+!3# 3nio,ypsina sp., &lobi,erina *ene-uelana ,0!B0%G , &loborotalia baroemoenensis L0%=3. &l. mayeri CUS,;+/ @ 0L4S=%, &l menardii "!=%B4G/3. &l len,uaensis B=LL4. &l. lobata B0%;U!0A. &.l obesa B=LL4, &l. peripheroa uta 1+%G4S,, &n BL=W dehis ens @ B+//0%. &l. praemenardii "C,+P;+/ P+%%7C=LL4/S# CUS,;+// @ S-+4/F=%-,. &l. siakensis "L0%=3# &lobo8udrina altispira "CUS,;+/ &loberinaoides immaturus L0%=3. &d. obli8uas B=LL4, &d. Sa ulifer "B%+!3, &d. Sub8uadratus B%=//4;+//. &d. Trilobus "%0USS#, Orbulina uni*ersa !6=%B4G/3, 0iorbulina bilobata "!6=%B4G/3#, Oper ulina sp., #y lo lypeus sp., .asti,erina 6raesiphonifera BL=W, Sphaeroidinellopsis seminulina (S#9:"&9R#, Sp. ko hi "C+U!%40#, dan Sp. subdehis ens BL=W. Gabungan <osil ini menunjukkan umur berkisar dari ;iosen -enga ;iosen +k ir "/.(J/.1*#, dan lingkungan neritik. Lagi pula ditemukan <osil7<osil <oramini<era yang lain, ganggang dan koral dalam <ormasi ini. .emungkinan sebagian dari Formasi Camba diendapkan dekat daera pantai. Se$ara setempat ditemukan pula <osil berumur Pliosen +wal, seperti yang di sebela utara Ujung Pandang. Satuan ini tebalnya sekitar *''' m, menindi tak selaras batugamping dari Formasi -onasa "-emt# dan batuan dari Formasi ;alawa "-em#, mendatar sampai

berangsur beruba

jadi bagian bawa

dari pada Formasi Walanae "-mpw#:

diterobos ole retas, Sil dan stok bersusunan basal piroksen, andesit dan diorit. -m$B, "n,,ota 0atuan &unun,api% batuan gunungapi bersisipan batuan sedimen laut: breksi gunungapi, laBa, konglomerat gunungapi, dan tu<a berbutir alus ingga lapili: bersisipan batupasir tu<aan, batupasir gampingan, batulempung mengandung sisa tumbu an, batugamping dan napal. Batuannya bersusunan andesit dan basal: umumnya sedikit terpropilitkan, sebagian terkersikkan, amigdaloidal dan berlubang7lubang diterobos ole retas, sill dan stok bersusunan basal dan diorit: berwarna kelabu muda, kelabu tua dan $oklat. Pemeriksaan petrogra<i menunjukkan <onolit ne<elin, por<iri sienit ne<elin, diabas ipersten, tu<a batuan basa andesit, andesit, andesit trakit dan basal leusit "Subroto dan Sae<uddin, ubungan tertulis, 1()2#& dan te<rit leusit basanit leusit, leusitit dan dasit "Bon Steiger, 1(1>#. Penarikan .alium +rgon pada batuan basal dari lokasi ) meng asilkan 1),) juta ta un "4ndonesia Gul< =il, ubungan tertulis, 1()2#, dasit dan andesit dari lokasi 1 dan 2 masing7masing meng asilkan umur 5,(> dan (,2( juta ta un "0-.!. =bradoBi$ , ubungan tertulis, 1()8#, dan basal dari Birru meng asilkan ?,2 juta ta un "-.;. Baan Leeuwen, ubungan tertulis, 1()5#. Beberapa lapisan batupasir dan batugamping pasiran mengandung moluska dan sepaian koral. Sisipan tu<a gampingan, batupasir tu<a gampingan, batupasir gampingan, batupasir lempungan, napal dan batugamping mengandung <osil <oramini<era. Fosil yang dikenali ole Sudiyono dan Purnamaningsi " ubungan tertulis, 1()>, 1()8# dari lokasi -d.) dan -d.>>5 adala &lobi,erina *ene-uelana ",0!B0%G#, &loborotalia mayeri CUS,;+/ @ 0LL4S=%, &l. menardii "!6=%B4G/3#, &l. siakensis "L0%=3#. &l. a ostaensis BL=W, &l. #f. dutertrei, &lobo8uadrin.a altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4S#, &lobi,erinoides e/tremus B=LL4. &d immaturus L0%=3, &d. obli8us B=LL4. &d. ruber "!6=%B4G/3# &d. sa ulifer "B%+!3#, &d. trilobus "%0USS#, .asti,erina ae8uilateralis (0R"(;), dan Sphaerodinellopsis subdehis ens "BL=W#. Baik gabungan <osil maupun data radiometri menunjukkan jangka umur ;iosen -enga 7 ;iosen +k ir.

Batuannya sebagian besar diendapkan dalam lingkungan laut neritik sebagai <asies gunungapi Formasi Camba, menindi tak selaras batugamping Formasi -onasa dan batuan Formasi ;alawa: sebagian terbentuk dalam lingkungan darat, setempat breksi gunungapi mengandung sepaian batugamping seperti yang ditemukan di S. Paremba: tebal diperkirakan tidak kurang dari 8''' m. Tmca $ Basal di sekatar &. Gatarang yang dikelilingi tebing melingkar menyerupai kaldera, dan juga di beberapa tempat yang lain, ter$irikan ole limpa an kandungan leusit. -m$l, "n,,ota 0atu,ampin,, batugamping, batugamping tu<aan, batugamping pasiran, setempat dengan sisipan tu<a: sebagian kalkarenit, pejal dan sarang, berbutir alus sampat kasar: puti , kelabu, kelabu ke$oklatan, $oklat muda dan $oklat: sebagian mengandung glaukonit& <osil terutama <oramini<era, dan sedikit moluska dan koral. Fosil yang dikenali ole !. %adar " ubungan tertulis, 1()># dan $onto batuan -a.>), -a.*2, -a.*5.a, -d.1'8 dan -d.1'*, adala & 4epido y lina sp., 4. f) omphalus -+/, 4. sumtrensis "B%+!3#, B. 7erbeeki (+9:TO+ < ,=LL+/!#, 5o,ypsina sp., 5. t e$idae<orinis "%U--0/#, 5. f. upulaeforinis "AUFF+%!47C=;0%C3#, &loborotalia sp., &l. ;ayeri CUS,;+// @ 0LL4S=%, &l. lobata B0%;U!0A, &l. praemenardii CUS,;+// @ S-+4/F=%-,. &l praes itula BL=W, &l. siakensis "L0%=3#, &loborotaloides *ariabilis B=LL4, &lobo8uadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4S#, &n. ,lobosa B=LL4, &lobi,erinoides sp., &d. immaturus L0%=3. &d. sa ulifer (0R"(;) &d. sub8uadratus B%=//4;+//, 0iorbulina bilobata "!6=%B4G/3#, Orbulina suturalis B%=//4,+//, =. uniBersa !6=%B4G/3, .asti,erina siphonifera "!6=%B4G/3#, Sphaeroidinellopsis ko hi (&"=(R39), Sp. Seminulina "SG,W+G0%#, Oper ulina sp., "mphiste,ina sp., #y lo ypeus sp., dan ganggang. Gabungan <osil tersebut menunjukkan umur ;iosen -enga "-<: /.( 7 /. 1>#.

Tmp1

$"R#AS* WALANAE & batupasir berselingan dengan

batulanau, tu<a, napal, batulempung. konglomerat dan batugamping& Sebagian memakas dan sebagian repi : umumnya berwarna muda, puti keabuan, ke$oklatan dan kelabu muda. Batupasir berbutir alus sampai kasar, umumnya tu<aan dan gampingan, terdiri terutama dari sepaian batuan beku dan sebagian mengandung banyak kuarsa. .omponen batuan gunungapi jumla nya bertamba se$ara berangsur ke ara barat dan selatan, terdiri dari butiran abu ingga lapili, tu<a kristal, setempat mengandung banyak batuapung dan biotit. .onglomerat ditemukan lebi jumla banyak banyak di bagian selatan dan barat, tersusun terutama dari kerikil dan kerakal andesit, trakit dan basal. .e ara utara dan timur karbonat dan klastika bertamba : di sekitar -a$ipi batugamping batugamping pasiran berlapis yang berselingan dengan napal. berkembang jadi anggota -a$ipi: di daera sekitar Watampone ditemukan lebi batulempung, batupasir dan tu<a. Fosil <oram ke$il banyak ditemukan di dalam napal dan sebagian batugamping: setempat moluska ditemukan melimpa di dalam batupasir, napal dan batugamping: di daera selatan setempat ditemukan ada tumbu an di dalam batupasir silangsiur dan beberapa lensa batubara di dalam batulempung: batuta u ditemukan di dalam batupasir dekat Pampanua dan Sengkang, daera utara.Fosil <oramini<era yang dikenali ole !. .adar " ubungan tertulis, 1()>. 1()8#, ole Pumarnaningsi dan ;. .armini " ubungan tertulis, 1()8# dan $onto batuan -a.1*'. -a.1*), -a.1?5. -a.1(2. -a.21(. -a. 28= -a.>5(, -$.2(?.a, -d.8>, dan -e.)*, adala & 4epido y lina sp., 'ata y lo ypeus sp., 5io,ypsina sp.. &lobi,erina bulloides !=%B4G/3, &. nephentes !=!!, Globorotalia obesa B=LL4. &l. dutertrei "!6=%B4G/3#, &l. lobata B0%;U!0A, &l. S itula "B%+!3#, &l. a ostaensis BL=W. &l. rassula CUS,;+/ @ S-0W+%-, &l. merotumida BL=W @ B+//0% &l. -umida "B%+!3:, GloboKuadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4S#, &lobi,erinoides on,lobatus, B%+!3. &d. 9/tremus B=LL4, &d. immaturus L0%=3. &d. ruber "!6=%B4/3# &d. sa ulifer "B%+!3#. &d. obli8uus B=LL4, &d. trilobus "%0USS#. Orbulina uni*ersa !6=%B4G/3, .asti,erina ae8uilateralis "B%+!3#, Sphaeroidinellopsi-s

seminulina

"SC,W+C0%#,

0p.

subdehis ens

BL=W,

6ulleniatina

obi8uilo ulata "P+%.0% @ 1=/0S#, "mphiste,ina sp., dan Oper ulina sp. Gabungan <osil tersebut menunjukkan umur ;iosen -enga 7 Pliosen "/.(7/.2'#. Lagi pula ditemukan <osil7<osil <oramini<era yang lain, moluska, ganggang dan koral dalam <ormasi ini. Satuan batuan ini tersebar luas di sepanjang lemba S. Walanae, di timur !. -empe dan sekitar Watampone: pada umumnya terlipat lema , dengan kemiringan lapisan kurang dan 1*F, pelipatan kuat terjadi di sepanjang lajur sesar, dengan kemiringan sampai ?'F. Bagian bawa <ormasi ini diperkirakan menjemari dengan Formasi Camba, dan bagian atasnya menjemari dengan Batuan Gunungapi Parepare: telal diperkirakan tidak kurang dari 8.*'' m. &mpt, "n,,ota Ta ipi$ batugamping koral dengan sisipan batugamping berlapis, napal, batulempung, batupasir, dan tu<a& puti , kelabu muda, dan kelabu ke$oklatan: sebagian sarang dan sebagian pejal. setempat berstruktur breksi dan konglomerat: setempat mengandung banyak moluska. Fosil <oram yang dikenali ole !. .adar " ubungan tertulis, 1()8#, dan lokasi 0.)** dan -a. 1*) adala & "mphiste,ina sp., Oper ulina sp., Orbulina sp., Rotalia sp., dan &astropoda. Satuan ini di banyak tempat membentuk pebukitan keru$ut, dan beberapa membentuk punggungan yang sejajar dengan pantai timur, yaitu di barat Watampone: di lemba S. Walanae, dan di utara -a$ipi, batugamping +nggota -a$ipi tarsingkap di sana7sini di dalam batuan Formasi Walanae: tebal satuan ini dperkirakan tidak kurang dan 1)'' m.

Batuan Gunungapi
Tp* BA&UAN GUNUNGAP% &ERPR"P%L%&'AN & breksi, laBa dan tu<a. di bagian atas lebi banyak tu<a, sedangkan di bagian bawa lebi banyak laBa& umumnya bersi<at andesit, sebagian trakit dan basal: bagian atas bersisipan serpi mera dan batugamping: komponen breksi beraneka, dari beberapa $m sampai melebi i *' $m, terekat tu<a yang jumla nya kurang dari *'L: laBa dan breksi berwarna kelabu tua sampai kelabu ke ijauan, sangat terbreksikan dan terpropilitkan, mengandung banyak karbonat dan silikat.

18

Penarik an .aliumH+rgon pada basal dan timur Bantimala "lokasi *#7 meng asilkan umur *5,* juta ta un "1.!. =bradoBi$ , ubungan tertulis. 1()8#, dan penarik an jejak bela pada tu<a dari bagian bawa Batuan Gunungapi Langi meng asilkan umur ?> M 2 juta ta un "-.;. Ban Leeuwen. ubungan tertulis 1()5#. Satuan ini tebalnya sekitar 8'' m: sebagai lanjutan dan yang tersingkap di Birru, di lembar Ujung Pandang, Benteng @ Sinjai, yang ole Ban Leeuwen "1()8# disebut batuan Gunungapi Langi: ditindi takselaras ole batuan 0osen Formasi -onasa dan Formasi ;alawa: diterobos ole basal. Tmk* BA&UAN GUNUNGAP% 'ALA#%SENG & laBa dan breksi, ingga kelabu ke itaman, umumnya dengan sisipan tu<a, batupasir, batulempung dan napal: kebanyakan bersusunan basal dan sebagian andesit: kelabu tua tansatmata, kebanyakan teruba , amidaloid dengan mineral sekunder karbonat dan silikat: sebagian laBanya menunjukkan struktur bantal. Satuan batuan ini tersingkap di sepanjang daera pegunungan di timur lemba Walanae, terpisa kan ole lajur sesar dari batuan sedimen dan karbonat yang berumur 0osen di bagian baratnya diterobos ole ansdesit dan diorit. Satuan batuan ini berumur lebi 0osen dan lebi Tms* Bawa : dan tebalnya tidak kurang dari 8.2*' m. BA&UAN GUNUNGAP% S"PPENG & breksi gunungapi dan laBa, dengan sisipan tu<a berbutir pasir sampai lapili, dan batulempung: di bagian utara lebi banyak tu<a dan breksi, sedangkan di bagian selatan lebi banyak laBanya: sebagian bersusunan basal piroksen dan sebagian basal leusit, kandungan leusitnya makin banyak ke ara selatan& sebagian laBanya berstuktur bantal dan sebagian terbreksikan: breksinya berkomponen antara * $m 7 *' $m: warnanya kebanyakan kelabu tua sampai kelabu ke ijauan. Batuan gunungapi ini pada umumnya teruba sangat kuat, amigdaloid dengan mineral sekunder berupa urat karbonat dan silikat: diterobos ole retas "',* m 7 1 m# dan sil trakit dan andesit, dengan ara umum retas timurlaut7 retas dan stok basal, muda dari batugamping batuan granodiorit dan

tua dari Formasi Camba ;iosen -enga , mungkin ;iosen

baratdaya. Satuan ini ditaksir setebal 8.''' m, menindi takselaras batugamping Formasi -onasa dan ditindi : selaras batuan Formasi Camba: diperkirakan berumur ;iosen Bawa . Tpb* BA&UAN GUNUNGAP% BA&URAPE )%NDA'" & laBa dan breksi, dengan sisipan sedikit tu<a dan konglomerat: bersusunan basal, sebagian besar pon<iri dengan <enokris piroksen sampai 1 $m panjangnya, dan sebagian tansatmata: kelabu tua ke ijauan ingga itam: laBa sebagian berkekar meniang dan sebagian berkekar lapis: pada umumnBa breksi berkomponen kasar, 1* $m 7 ?' $m, terutama basal dan sedikit andesit, terekat ole tu<a,!asit pasir sampai lapili, mengandung banyak sepaian piroksen. Satuan batuan ini tebalnya tidak kurang dari 12*' m di lembar Ujungpandang, Benteng @ Sinjai setela selatan daera lembar ini menindi takselaras batuan gunungapi Formasi Camba "-m$B#: mungkin berumur Pliosen +k ir. Tpp* SA&UAN GUNUNGAP% PAREPARE & tu<a, berbutir alus sampai lapili, breksi dan konglomerat gunungapi , setempat dengan sisipan laBa dan batupasir tu<aan& terutama bersusunan trakit dan andesit, pemeriksaan petrogra<i menunjukan andesit trakit, beberapa lapisan tu<a mengandung banyak biotit: umumnya memakas lema dan sebagian repi : berwarna puti keabuan ingga kelabu: setempat terli at lapisan silang7siur dan sisa tumbu an. Sebagian dari batuan, gunungapi ini di daera timur terdiri terutama dari laBa "-ppl#, bersusunan trakit, mengandung banyak biotit. Satuan ini ditaksir setebal *'' m, menindi batuan Formasi Camba dan kemungkinan menjemari dengan bagian atas Formasi Walanae. Umurnya Pliosen, berdasarkan penarik an radiometri pada trakit dan tu<a dari timurlaut Parepare "Lembar ;ajene7Palopo#, yang masing7 masing meng asilkan 8,2* dan 8,(* juta ta un "1.!. =bradoBi$ , tertulis, 1()8# ubungan

Batuan Terobosan
,d GRAN"D%"R%& & terobosan granodiorit, berwarna kelabu muda, dengan miksoskop batuannya terli at mengandung <elspar. kuarsa, biotit, sedikit piroksen dan orenblenda, dengan mineral ikutan Iirkon, apatit dan magnetit:

mengandung senolit bersusunan diorit dan diterobos ole aplit: beberapa bagian yang bersusunan diorit terkaolinkan. Batuan terobosan ini terdapat dibagian tenggara Lembar, tersingkap luas di sekitar Birru, di lembar Ujungpandang, Benteng @ Sinjai. menerobros batuan Formasi ;arada ".m# dan Batuan Gunungapi -erpropilitkan "-pB#, tetapi tidak ada santu an dengan batugamping Formasi -onasa -emt#. Penarik an jejak bela per$onto granodiorit meng asilkan umur 1( M 2 juta ta un, dan memberikan dugaan batuan terobosan ini ditempatkan selama ;iosen "-.;. Ban Leeuwen, ubungan tertulis. 1()5#. d D%"R%& + GRAN"D%"R%& & terobosan diorit dan granodiorit, terutama berupa stok dan sebagian berupa retas, kebanyakan bertekstur por<ir, berwarna kelabu muda sampai kelabu. !iorit yang tersingkap di sebela utara Bantimala dan di sebela timur Birru menerobos batu pasir Formasi Balangbaru dan batuan ultrama<ik: terobosan yang terjadi di sekitar Camba sebagian terdiri dari granodiorit por<ir, dengan banyak <enokris berupa biotit dan am<ibol, dan menerobos batugamping Formasi -onasa dan batuan Formasi Camba. Penarik an .aliumH+rgon granodiorit dari timur Camba "lokasi 5# pada biotit meng asiikan (.'> juta ta un "1.!. =bradoBi$ , ubungan tertulis 1()8#. t &RA'%&& terobosan trakit berupa stok, sil dan retas: bertekstur por<ir kasar dengan <enokris sanidin sampai > $m panjangnya: berwarna puti keabuan sampai kelabu muda. !i sekitar Bantimala dan -anetteriaja trakit menerobos batugamping Formasi -onasa, dan di utara Soppeng menerobos batuan gunungapi Soppeng "-msB#. Penarik an .aliumH+rgon trakit: dari barat Bantimala "lokasi > dan 8 meng asilkan & pada <elspar 5,> juta ta un, dan pada biotit 1'.( juta ta un "4ndonesia Gul< =il, ubungan tertulis. 1()2#. b BASAL & terobosan basal berupa sil, stok dan retas, kebanyakan tansatmata: berwarna kelabu tua ke itaman sampai bertekstur por<ir dengan <enokris piroksen kasar men$apai ukuran lebi dari 1 $m, dan sebagian puti

ke ijauan, sabagian di$irikan ole srtuktur kekar meniang bersegi enam, beberapa di antaranya bertekstur gabro. -erobosan basal di sekitar -onasa membentuk sil di dalam batugamping Formasi -onasa dan terobosan yang terjadi di sekitar ;alawa kebanyakan membentuk retas dalam batuan Formasi ;alawa. Penarik an .aliumH+rgon pada batuan basal dari lokasi ), di timur -onasa 1, menunjukkan umur 1),) juta ta un "4ndonesia Gul< =il, ubungan tertulis. 1()2#.

'omplek! &ektonika Bantimala


=b BA&UAN UL&RABASA & peridotit, sebagian besar terserpentinkan, berwarna ijau tua sampai ijau ke itaman: kebanyakan terbreksikan dan tergerus melalui sesai naik ke ara baratdaya: pada bagian yang pejal terli at struktur
1)

berlapis, dan di beberapa tempat mengandung bun$ak dan lensa kromit: satuan ini tebalnya tidak kurang dan 2*'' m, dan mempunyai sentu an sesar dengan satuan batuan di sekitarnya. s BA&UAN #AL%HAN & sebagian besar sekis dan sedikit genes: se$ara megaskopik terli at mineral di antaranya glauko<an, garnet, epidot, mika dan klorit: di bawa mikroskop t6,oent @ Aiegler "1(1*# dan Subroto @ Sae<udin " ubungan tertuis. 1()2# mengenali sekis glauko<an, eklogit, sekis garnet, sekis am<ibol, sekis kiorit, sekis muskoBit, sekis muskoBit7tremoilit7aktinolit, sekis muskoBit7aktinolit, genes albit7ortoklas, dan genes kuarsa7<elspar: eklogit tidak ditemukan berupa singkanan, melainkan berupa sejumla bongka besar di daera batuan mali an: di lokasi -e. 18(.a sekisnya mengandung gra<it:, berwarna kelabu, ijau, $oklat dan biru. Baruan mali an ini umumnya berpendaunan miring ke ara timurlaut, sebagian terbreksikan, dan tersesarkan naik ke ara baratdaya. Satuan ini tebalnya tidak kurang dari 2''' m dan bersentu an sesar dengan satuan batuan di sekitarnya. Penarik an .aliumH+rgon pada sekis di timur Bantimala "lokasi *# meng asilkan umur 111 juta ta un "1.!. =bradoBi$ . ubungan tertulis, 1()8#. '"#PLE' #ELANGE & batuan $ampur aduk se$ara tektonik terdiri dari grewake, breksi, kongomerat, batupasir: terkersikkan, serpi kelabu, serpi mera , rijang radiolaria mera , batusabak, sekis, ultrama<ik, basal, diorit dan

lempung: impunan batuan ini mendaun, kebanyakan miring ke ara timurlaut dan tersesarkan naik ke ara baratdaya: satuan ini tebalnya tidak kurang dari 1)*' m, dan mempunyai sentu an sesar dengan satuan batuan di sekitarnya. &E'&"N%'A Batuan tua yang masi tektonikanya adala bagian bawa takselaras menindi dapat diketa ui kedudukan stratigra<i dan satuan yang lebi tua, dan bagian atasnya sedimen fly h Formasi Balangbaru dan Formasi ;arada:

ditindi takselaras ole batuan yang lebi muda. Batuan yang lebi tua merupakan masa yang terimbrikasi melalui sejumla sesar sungkup, terbreksikan, tergerus, terdaunkan dan sebagian ter$ampur menjadi melange. =le karena itu komplek batuan ini dinamakan .omplek -ektonik Bantimala. Berdasarkan impunan batuannya diduga Formasi Balangbaru dan Formasi ;arada itu merupakan endapan lereng di dalam sistem busur7palung pada Iaman .apur +k ir. Gejala ini menunjukkan, ba wa melange di !aera Bantimala terjadi sebelum .apur +k ir. .egiatan gunungapi bawa laut dimulai pada .ala Paleosen, yang asil erupsinya terli at di timur Bantimala dan di daera Birru "lembar Ujungpandang, Benteng @ Sinjai#. Pada .ala 0osen +wal, rupanya daera di barat berupa tepi daratan yang di$irikan ole endapan darat serta batubara di dalam Formasi timur, berupa $ekungan laut dangkal tempat anya berlangsung selama awal ;alawa: sedangkan di daera

pengendapan batuan klastika bersisipan karbonat Formasi Salo .alupang. Pengendapan Formasi ;alawa kemungkinan 0osen, sedangkan Formasi Salo .alupang berlangsung sampai =ligosen +k ir. !i barat diendapkan batuan karbonat yang sangat tebal dan luas sejak 0osen +k ir sampai ;iosen +wal. Gejala ini menandakan ba wa selama waktu itu terjadi paparan laut dangkal yang luas, yang berangsur7angsur menurun sejalan dengan adanya pengendapan. Proses tektonik di bagian barat ini berlangsung sampai ;iosen +wal, sedangkan di bagian timur kegiatan gunungapi suda mulai lagi selama ;iosen +wal, yang diwakili ole Batuan Gunungapi .alamiseng dan Soppeng "-mkB dan -msB#. +k ir kegiatan ganungapi ;iosen +wal itu diikuti ole tektonik yang menyebabkan terjadinya permulaan terban Walanae yang kemudian menjadi

$ekungan tempat pembentukan Formasi Walanae. Peristiwa ini kemungkinan besar berlangsung sejak awal ;iosen -enga , dan menurun perla an selama sedimentasi sampai .ala Pliosen. ;enurunnya -erban Walanae dibatasi ole dua sistem sesar normal, yaitu sesar Walanae yang seluru nya nampak sekarang di sebela timur, dan sesar Soppeng yang anya tersingkap tidak menerus di sebela barat. Selama terbentuknya terban Walanae, di timur kegiatan gunungapi terjadi anya di bagian selatan sedangkan di barat terjadi kegiatan gunungapi yang ampir merata dari selatan ke utara, berlangsung dari ;iosen -enga sampai Pliosen. Bentuk keru$ut gunungapi masi dapat diamati di daera sebela barat ini, di antaranya Pun$ak ;aros dan G. -ondongkarambu. Suatu tebing melingkar mengelilingi G. Benrong, di utara G. -ondongkarambu, mungkn. merupakan sisa suatu kaldera. Sesar utama yang berara utara7baratlaut terjadi sejak ;iosen -enga , dan tumbu sampai setela Pliosen. Pelipatan besar yang berara ampir sejajar dengan sesar utama diperkirakan terbentuk se ubungan dengan adanya, tekanan mendatar berara kira7kira timut7barat pada waktu sebelum ak ir Pliosen. -ekanan ini mengakibatkan pula adanya sesar sungkup lokal yang menyesarkan batuan pra7kapur +k ir di !aera Bantimala yang kemudian tertekan melawati batua tersier. Penyesaran yang relari< lebi ke$il di bagian timur Lembar Walanae dan di bagian barat pegunungan barat yang berara sesar besar. SU#BERDA,A #%NERAL DAN ENERG% Gejala mineralisasi yang didapatkan di daera Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat iala sebagai berikut& Sebua km sebela urat kuarsa yang mengandung sul<ida tembaga dan malakit timurlaut Camba. ,asil analisis ole !irektorat Geologi "1()# tersingkap pada sentu an retas diorit di dalam batuan klastika -eos kira7kira >' memperli atkan kandungan Cu, 11,1(L dan An 1,*5L. .etul mangan dengan baratlaut 7 tenggara dan meren$ong, kemungkinan besar terjadi ole gerakan mendatar ke kanan sepanjang ingga

kandungan ;n=2, 2',>(L yang berserakan di dekat sentu an antara batugamping -emt dan batuan gunungapi -pB di daera Birru, menurut asil penelitian P%iotinto Bet le en 4ndonesia "1()8# ternyata tudung besi petunjuk mineral logam dasar. .romit ditemukan dalam batuan ultrabasa di timur Barru dan di timurlaut Pangkajene, terutama pada bagian yang berlapis berupa lensa atau bun$ak. -ana palapukannya mengandung apungan kromit. +nalisis kimia apungan kromit dari baratlaut -anetteriaja memperli atkan kadar Cr2=>, 28.)'L dan Fe, 1>.8)L. !i beberapa tempat kromit ditambang ole perusa aan daera . Batugamping Formasi -onasa dan lempung. Formasi ;alawa digali di tenggara dan di timur laut Pangkajene, sebagian ba an dasar bagi pabrik semen -onasa 4 dan -onasa 44. Batuan terobosan basal, trakit, diorit dan granodiorit yang ditemukan di beberapa tempat baik sebagai ba an bangunan <ondasi. Lapisan batubara ditemukan di beberapa tempat di dalam Formasi ;alawa. Beberapa di antaranya tela ditambang selama dan sebelum perang dunia kedua. 0ksplorasi minyak dan gas tela dilakukan ole Gul< =il 4ndonesian sejak ta un 1(?) baik di daera pantai maupun di lepas pantai. -es pemboran di Singkang tela membuktikan adanya gasbumi di daera itu. ;ataair panas dan mineral ditemukan di beberapa tempat, yang di antaranya men$apai temperatur 8'o C. +nalisis kimia air mineral per$onto dari utara -anettariaja menunjukkan susunan utama dalam mgHliter& Ca2M, 2'?,*: C=2 bebas, 2>5,1: ,C=>, ?(),5: dan Cl, 11?,'.

DA$&AR PUS&A'A ,ooijer, !+. 19>9. Plisto$ene Bertebrates <rom Celebes. 4G +r$ ideskodon $elebensit noB. Spe$.% Aool. ;eded. , !eelNN, /o. 18, Leiden 1(8(. Patty, 0.1. and S. Wiryosujono, 1(?2. - e raw materials <or $ement plant in t e -onasa 7 Balo$i area on Sout Sulawesi: unpubl. rept GS4, /o. 2'Hdo. Steiger, Bon ,., 1(1*. Petrogra<is$ e bes$ rijying Ban eenege gesteenten uit de ondera<deeling Pangkadjene en et lands$ap -anette BH GoBt. Celebes dan =nder orig ede: jaarb. ;ijnw. Ger ., pp. 1)1722). Sukamto. %, 1()*. Geologi$ map o< 4ndonesia, S eet G444 Ujungpandang, s$ale 1 & 1,'''.''': Geologi$al SurBey o< 4ndonesia. Sung, G.L., 1(85. SamenBatting Ban belangrijkere geologis$ e gegeBens oBer Celebes: GL. +. %aport /o. 22*)*: unpubl. rent. P0%-+;4/+. t6,oent, C. and .. Aiegler, 1(1). Gerslag oBede resultaten Ban geologis$ pp. 2>*7>?>. Ban Leeuwen, -.;., 1()8 . - e geology o< Birru area, Sout %iotinto Bet le em 4ndonesia, unpubl. rept. Sulawesi: P7 ;ijnbouwkundige Berkenningen in A.W. Celebes: jaarb. ;ijnw. Gerb. 44,

'eterangan dan Peta Geologi Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai, Sula e!i (Oleh Rab. Sukamto dan Supriatna S. Tahun 1982)

PENDAHULUAN Pemetaan geologi daera Lembar Ujung Pandang. Benteng dan Sinjai, Sulawesi Selatan, dilaksanakan dalam rangka Proyek Pemetaan Geologi dan interpretasi Foto Udara. Pelita 4, ole Subdirektorat Perpetaan, !irektorat Geologi "skarang Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi). Semula pemetaan dilaksanakan se$ara tinjau dengan tujuan untuk melengkapi data geologi di daera selatan garis *F LS "termasuk Lembar Pangkajene dan Watampone suda Bagian Barat# guna kompilasi Peta Geologi %egional sekala 1 &1.'''.''', yang sekarang terbit "Sukamto 1()*# Pemetaan tinjau dilakukan selama +gustus dan %. Sukamto ,. Sumadirdja. -.S Suria +dmadja. ..+ September 1()1 ole -itersole. !ata geologi tinjau yang di asilkan pada 1()1 .emudian dilengkapi dengan berbagai lintasan geologi yang lebi rapat yang dilakukan selama +pril sampai dengan 1uli 1()8, dan +gustus sampai dengan /opember 1()8.

+stadiredja, dan dibantu ole S. ,ardjprawiro. !. Sudana /. %atman dan 0.

,asilnya disusun menjadi peta geologi bersistem luar 1awa sekala 1 & 2*'.'''. Pemetaan selama 1()8 dilakukan ole %. Sukamto,. S. Supriatna. 4. Umar, +. .oswara dan dibantu ole Sanardjo. Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai dibatasi ole kordinat& 11(o 712'F >'6 B- dan *o 9 ?o LS. Untuk muda nya seluru Pulau Salayar yang memanjang sampai ?F >'6 LS dimasukkan ke dalam lembar ini. =le karena itu lembar ini sebenarnya di selatan dibatasi ole lintang ?F >*6. !aera ini meliputi !aera -k 44 .abupaten ;aros, Sungguminasa, -akalar. 1eneponto, Benteng, Bulukumba, Sinjai dan Salayar: termasuk !aera -k. 4 Propinsi Sulawesi Selatan. Lembar peta berbatasan dengan Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat di utara Selat ;akassar di barat, -eluk Bone di timur dan Laut Flores di selatan. Penduduk di daera lembar ini relati<. padat daripada daera lain di Sulawesi. .ebanyakan penduduk betempat tinggal di kota7kota .abupaten dan .e$amatan. 3ang tersebar di sepanjang pesisir, dan juga di desa7desa yang besar di pedalaman. Sebagian besar penduduknya bertani sawa dan ladang, dan ada pula yang bekerja sebagai nelayan. Penduduk di kota7kota. sebagian berniaga dan sebagian karyawan. .e idupan sosiai di daera ini men$erminkan kebudayaan asli Sulawesi Selatan yang diantaranya Bugis, ;akassar, Bajo, dll. .ebanyakan masyarakatnya beragama islam ada pula beragama: .atolik dan protestan sedikit yang beragama lain. Fisiogra<i lengan selatan Sulawesi yang membentang dengan ara utara7 selatan mempengaru i keadaan iklim di daera ini. Seperti di daera 4ndonesia yang lain di daera ini pun ada dua musim, yaitu musim kemarau dan musim ujan. ;usim di daera di bagian barat berbeda waktunya dengan daera bagian timur. ;usim ujan di bagian barat biasanya berlangsung dan /opember sHd +pril, dan di bagian timur biasanya berlangsung dari ;ei sHd =ktober. ,utan lebat anya ditemukan di daera dongak yang tinggi, yaitu di sekitar G. Lompobatang dan G. Cindako. !aera berdongak renda sebagian besar berupa daea pertanian. Binatang utan suda jarang ditemui di daera ini, yang terli at anya ular, kijang, anoang dan kera.

!aera pemetaan umumnya muda di$apai. Per ubungan udara yang pada ta un 1()1 anya ada penenbangan dan 1akarta ke ;akassar "sekarang Ujung Pandang# beberapa kali dalam seminggu, sekarang tela beberapa kali dalam satu beruba menjadi ari. Lapangan Udara ;andai terletak di bagian

baratlaut lembar peta. di antara Ujung Pandang dan ;aros. !ari ;andai atau dan Ujung Pandang ampir seluru daera pemetaan dapat di$apai dengan kendaraan mobil. Semua kota .abupaten dan sebagian dari kota7kota .e$amatan mempunyai ubungan jalan yang dapat dilalui ole kendaraan mobil. 1alan7jalan desa dan setapak dapat datemukan ampir di seluru daera ini. Pulau Salayar sekarang mempunyai ubungan laut teratur dengan Bulukumba di daratan peta topogra<i Sulawesi, dan baru7baru ini juga ubungan udara yang disebut perintis. Peta dasar yang dipakai dalam pemetaan ini adala bersekala 1 & 2*'.''', +;S seri -7*'>, 1(?2, SB *'7* dan SB *17* D (. Peta sekala ini dipakai sebagai peta dasar kompilasi. !i lapangan dipakai pula peta topogra<i bersekala 1 & 1''.'''. !i samping itu dipakai pula potret udara yang melengkapi sebagian besar daera , dengan sekala sebagian besar 1&*'.''', dan beberapa bersekala 1&1'&'''. ,anya 2 daera sempit yang memanjang utara7 selatan. satu melewati bagian timur Pun$ak G. Lompobatang dan yang lain melewati Sinjai yang tidak terlingkupi potret udara. Laporan penyelidikan geologi sebelumnya yang dipakai sebagai re<erensi dalam penusunan peta Lembar Ujung Pandang. Benteng dan Sinjai ini adala yang disusun tO,oen dan Aiegler "1(1*#, .orte "1(28#, Sung "1(82#, Purbo7 ,adiwidjoyo "1()'# dan Ban Leeuwen "1()8#. GE"#"R$"L"G% Bentuk mor<ologi yang menonjol di daera lembar ini adala keru$ut gunungapi Lompobatang. yang menjulang men$apai ketinggian 25)? m di atas muka laut. .eru$ut gunungapi dari kejau an masi memperli atkan bentuk aslinya. dan menempati lebi kurang 1H> daera lembar. Pada potret udara terli at dengan jelas adanya beberapa keru$ut parasit, yang keli atannya lebi muda dan keru$ut induknya bersebaran di sepanjang jalur utara7selatan melewati pun$ak G.

Lompobatang. .eru$ut gunungapi Lompobatang ini tersusun ole gunungapi berumur

batuan

Plistosen. !ua bua bentuk keru$ut tererosi yang lebi sempit sebarannya terdapat di sebela barat dan sebela utara G. Lompobatang. !i sebela barat terdapat G. Baturape, men$apai ketinggian 1128 m dan di sebela utara terdapat G. Cindako, men$apai ketinggian 1*'' m. .edua bentuk keru$ut tererosi ini disusun ole bawan gunungapi berumur Pliosen. !i bagian utara lembar tendapat 2 daera yang ter$irikan ole topogra<i kras yang di bentuk ole batugamping Formasi -onasa. .edua daera pegunungan yang tersusun ole batuan bertopogra<i kras ini dipisa kan ole !aera sebela

gunungapi berumur ;iosen sampai Pliosen. barat G. Cindako dan sebela utara G. Baturape merupakan daera berbukit. kasar di bagian timur dan alus di bagian barat. Bagian timur men$apai ketinggian. kina7kira *'' m, sedangkan bagian barat kurang, dan *' m di atas muka laut dan ampir merupakan suatu datanan. Bentuk mor<ologi ini disusun ole batuan klastika gunungapi berumur ;iosen. Bukit7 bukit memanjang yang tersebar di daera ini mengara ke G. Cindako dan G. Baturape berupa retas7retas basal. Pesisir barat merupakan daratan renda yang sebagian besar terdiri dari daera rawa dan daera pasang7surut. Beberapa sungai besar membentuk daera banjir di dataran ini. Bagian timurnya terdapat bukit7bukit terisolir yang tersusun ole batuan klastika gunungapi berumur ;iosen dan Pliosen. Pesisir baratdaya ditempati ole mor<ologi berbukit memanjang renda dengan ara umum kirar7 kira baratlaut7tenggara. Pantainya berliku 7 liku membentuk beberapa teluk, yang muda dibedakan dari pantai di daera lain pada lembar ini. !aera ini disusun ole batuan karbonat dari Formasi -onasa. Se$ara <isiogra<i pesisir timur merupakan peng ubung antara Lemba Walanae di utara, dan Pulau Salayar di selatan. !i bagian utara, daera berbukit renda dari Lemba Walanae menjadi lebi sempit dibanding yang di "Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat# dan menerus di sepanjang pesisir timur Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai ini. Pegunungan sebela timur

dan Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat berak ir di bagian utara pesisir timur lembar ini. Bagian selatan pesisir timur membentuk suatu tanjung yang ditempati sebagian besar ole daera berbukit keru$ut dan sedikit topogra<i kras. Bentuk mor<ologi sema$am ini ditemukan pula di bagian baratlaut P. Salayar. -eras pantai dapat diamati di daera ini sejumla antara > dan * bua . Bentuk mor<ologi
28

ini disusun ole batugamping berumur ;iosen +k ir7Pliosen. Pulau Salayar mempunyai bentuk memanjang utara7selatan, yang se$ara <isiogra<i merupakan lanjutan dari pegunungan sebela timur di Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat. Bagian timur rata7rata berdongak lebi tinggi dengan pun$ak tertinggi ?'5 m, dan bagian barat lebi renda . Pantai timur rata7rata terjal dan pantai barat landai se$ara garis besar membentuk mor<ologi lereng7miring ke ana barat. S&RA&%GRA$% Tatanan Strati,rafi Satuan batuan tertua yang tela diketa ui umurnya adala batuan sedimen <lys$ .apur +tas yang dipetakan sebagai Formasi ;arada ".m# Batuan mali an "s# belum diketa ui umurnya, apaka lebi tua atau lebi muda dari pada Formasi ;arada: yang jelas diterobos ole granodiorit yang diduga berumur ;iosen (1( ? 2 juta ta un#. ,ubungan Formasi ;arada dengan satuan batuan yang lebi muda, yaitu Formasi Salo .alupang dan Batuan Gunungapi -erpropilitkan tidak begitu jelas, kemungkinan tak selaras. Formasi Salo .alupang "-eos# yang diperkirakan berumur 0osen +wal 7=ligosen +k ir ber<asies sedimen laut, dan diperkirakan setara dalam umur dengan bagian bawa Formasi -onasa "-emt#. Formasi Salo .alupang terjadi di sebela timur Lemba Walanae dan Formasi -onasa terjadi di sebela baratnya. Satuan batuan berumun 0osen +k ir sampai ;iosen -enga menindi takselaras batuan yang lebi tua. Berdasarkan sebaran daera singkapannya, diperkirakan batuan karbonat yang dipetakan sebagai Formasi -onasa "-emt# tenjadi pada daera yang luas di lemba ini. Formasi -onasa ini diendapkan sejak

0osen +k ir berlangsung ingga ;iosen -enga , meng asilkan endapan karbonat yang tebalnya tidak kurang dan 1)*' m. Pada kala ;iosen +wal rupanya terjadi endapan batuan gunungapi di daera timur yang menyusun Batuan Gunungapi .alamiseng "-mkB#. Satuan batuan berumur ;iosen -enga sampai Pliosen menyusun Formasi Camba "-m$# yang tebalnya men$apai 8.2*' m dan menindi tak selaras batuan7 batuan yang lebi tua. Formasi ini disusun ole batuan sedimen laut berselingan dengan klastika gunungapi, yang menyamping berali menjadi dominan batuan gunungapi "-m$B#. Batuan sedimen laut berasosiasi dengan karbonat mulai diendapkan sejak ;iosen +k ir sampai Pliosen di $ekungan Walanae, daera 2* timur, dan menyusun Formasi Walanae "-mpw# dan +nggota Salayar "-mps#. Batuan gunungapi berumur Pliosen terjadi se$ara setempat, dan menyusun Batuan Gunungapi Baturape 7 Cindako "-pbB#. Satuan batuan gunungapi yang termuda adala yang menyusun Batuan Gunungapi Lompobatang "ElB#, berumur Plistosen. Sedimen termuda lainnya adala endapan aluBium dan pantai "Ea$#.

Endapan Permukaan
!a ENDAPAN ALU(%U#, RAWA DAN PAN&A%& kerikil. pasir, lempung, lumpur dan batugamping koral. -erbentuk dalam lingkungan sungai, rawa, pantai dan delta. !i sekitar Bantaeng, Bulukumba dan S. Berang endapan aluBiumnya terutama terdiri dari rombakan batuan gunungapi G. Lompobatang& di dataran pantai barat terdapat endapan rawa yang sangat luas.

Batuan Sedimen dan Batuan Gunungapi


.m $"R#AS% #ARADA "-;. G+/ L00UW0/, 1()8#& batuan sedimen bersi<at <lys$ & perselingan. batupasir, batulanau, arkose. Grewake, serpi dan konglomerat: berisipan batupasir dan batulanau gampingan. tu<a, laBa dan breksi yang bersusunan basal. andesit dan trakit. Batupasir dan batulanau berwarna kelabu muda sampai ke itaman: serpi berwarna kelabu tua sampa $oklat tua: konglomerat tersusun ole andesit dan basal: laBa dan breksi terpropilitkan kuat dengan mineral sekunder berupa karbonat, silikat, serisit. klorit dan epidot. Fosil ,lobotrun ana, dari batupasir gampingan yang dikenal ole P- S ell menunjuk.an umur .apur +k ir, dan

diendapkan di lingkungan neritik dalam "-.;. Ban Leeuwen, ubungan tertulis, 1()* . Formasi ini diduga tebalnya tidak kurang dari 1''' m. Teos $"R#AS% SAL" 'ALUPANG& batupasir, serpi dan batulempung berselingan. dengan konglomerat gunungapi, breksi dan tu<a. bersisipan laBa. batugamping dan napal& batulempung. serpi dan batupasirnya di beberapa tempat di$irikan ole warna mera , $oklat, kelabu dan itam: setempat mengandung <osil moluska dan <oramini<era di dalam sisipan batugamping dan napal: pada umumnya gampingan, padat, dan sebagian dengan urat kalsit, sebagian dari serpi nya sabakan: kebanyakan lapisannya terlipat kuat dengan kemiringan antara 2'o 7 )*o. Fosil dari Formasi Salo .alupang yang dikenali ole !. .adar " ubungan tertulis, 1()8# pada $onto batuan -d. 18', terdiri dari& "stero y lina matan-ensis C=L0, (is o y lina dispansa "S=W0%B3#, (. )a*ana "G0%B00.#, +ummulites sp., 6ellatispira madaras-i ",+/-.0/#, .eteroste,ina saipanensis C=L0, . dan &lobi,erina sp. Gabungan <osil ini menunjukkan umur 0osen +k ir "-b#. Formasi Salo .alupang yang tersingkap di daera Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat mengandung <osil yang berumur 0osen +wal sampai =ligosen +k ir. Formasi ini tebalnya tidak kurang dari 1*'' m, sebagai lanjutan dari daera lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat sebela utaranya : ditindi tak selaras ole batuan dari Formasi Walanae dan dibatasi ole sesar dan batuan gunungapi Tmk*. Temt $"R#ASl &"NASA& batugamping, sebagian berlapis dan sebagian Pejal: koral, bioklastika, dan kalkarenit. dengan sisipan napal globigerina. Batugamping kaya <oram besar, batugamp ing pasiran, setempat dengan moluska& kebanyakan puti dan kelabu muda. sebagian kelabu tua dan $oklat. Perlapisan baik setebal antara 1' $m dan >' $m, terlipat lema dengan kemiringan lapisan rata7rata kurang dari 2*o: di daera 1eneponto banugamping berlapis berselingan dengan napal globigerina. Fosil dari Formasi -onasa dikenal& ole !. .adar " ubungan tertulis. 1()>, 1()8, 1()*%. dan ole Purnamaningsi " ubungan tertulis, 1()8#. Conto 7$onto yang dianalisa <osilnya adala & La.5, La.>*, Lb.1, Lb.8(, Lb5>, L$.88, L$.(), L$. 118, -d.>), -d.1?1, dan -d.1?).

Fosil <osil yang dikenali termasuk& (is o y lina sp., +ummuliites sp. . .eteroste,ina sp.. 2los ulineilla sp., Spiro hypues sp., S. Orbitoides !=UG4LL0, 4epido y lina sp., 4. ephippiodes 1=/0S @ C,+P;+/. 4. *erbeeki /0W-=/ @ ,=LL+/!, 4. $<. Sumatrensis @O+9S < C,+P;+/, 5io,ypsina sp., &lobi,erina sp, &n. triprtita C=C,, &lobo8uadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4S#, "mphiste,ina sp.,#y lo lypeus sp.. dan Oper ulina sp. Gabungan <osil tersebut menunjukkan umur berkisar dari 0osen sampai ;iosen -enga "-a 7 -<#. dan lingkungan pengendapan neritik dangkal sampai dalam dan sebagian laguna. Formasi ini tebalnya tidak kurang dari 1)*' m, tak selaras menindi batuan Gunungapi -erpropilitkan "-pB# dan ditindi ole Formasi Camba "-m$#% di beberapa tempat diterobos ole retas, sil dan stok bersusunan basal dan diorit: berkembang baik di sekitar -onasa di daera Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat, sebela utaranya. -m$ $"R#AS% )A#BA & batuan sedimen laut berselingan dengan batuan gunungapi, batupasir tu<aan benselingan dengan tu<a batupasir dan batulempung : bersisipan napal, batugamping , konglomerat dan breksi gunungapi. dan batubara. Warna beraneka dari puti , $oklat, mera . kelabu muda sampai ke itaman umumnya mengeras kuat: berlapis7lapis dengan tebal antara 8 $m dan 1'' $m. -u<a berbutir alus ingga lapili: tu<a lempungan berwarna mera mengandung banyak mineral biotit: konglomenat dan breksinya terutama berkomponen andesit dan basal dengan ukuran antara 2 $m dan >' $m: batugamping pasiran mengandung koral dan moluska: batulempung kelabu tua dan napal mengandung <osil <oram ke$il: sisipan batubara setebal 8' $m ditemukan di S. ;aros. Fosil dari Formasi Camba yang dikenal ole !. .adar " ubungan tertulis 1()8, 1()*# dan Purnamaningsi " ubungan tertulis, 1()*#. pada $onto batuan La.>. L.a.28, La.12*, dan La.885H8, terdiri dari& &loborotalia mayeri CUS,;+/ @ 0LL4S=%,. Gl. praefoksi BL=W @ ;+//0%, &l. siakensis "L0%=3#, 2los ulinella bontan,ensis "%U--0/#. &lobi,erina *ene-uelana ,0!B0%G,. &lobo8uadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%WS#. Orbulina uni*ersa

25

!6=%B4G/3, O. suturalis B%=W/4;+// #ellantbus ratu ulatus F4C,-0L @ ;=LL, dan 9lphidium ad*enum "CUS,;+/# Gabungan <osil tersebut menunjukkan umur ;iosen -enga "-<#. Lagi pula ditemukan <osil <oramini<era jenis yang lain, ostrakoda dan moluska dalam Formasi ini. .emungkinan Formasi Camba di daera ini berumur sama dengan yang di Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat, yaitu ;iosen -enga sampai ;iosen +k ir. Formasi ini adala lanjutan dari Formasi Camba yang terletak di Lembar Pangkajene dan Bagian Barat Watampone sebela utaranya kira7kira 8.2*' m tebalnya, diterobos ole retas basal piroksen setebal antara P 7 >' m, dan membentuk bukit7bukit memanjang Lapisan batupasir kompak "1' 7 )* $m# dengan sisipan batupasir tu<a "1 7 2 $m# dan konglomerat berkomponen basal dan andesit, yang tersingkap di P. Salayar diperkirakan termasuk satuan -m$. Tm * Batuan Gunungapi $orma!i )amba& breksi gunungapi, laBa konglomerat dan tu<a berbutir alus ingga lapili bersisipan batuan sedimen laut berupa barupasir tu<aan, batupasir gampingan dan batulempung yang mengandung sisa tumbu an. Bagian bawa nya lebi banyak mengandung breksi gunungapi dari laBa yang berkomposisi andesit ban basal: konglomerat juga berkomponen andesit dan basal dengan ukuran > 7 *' $m: tu<a berlapis baik, terdiri dari tu<a litik, tu<a kristal dan tu<a Bitrik. Bagian atasnya mengandung ignimbrit bersi<at trakit dan te<rit leusit: ignimbrit berstruktur kekar meniang, berwarna kelabu ke$oklatan dan $oklat tua, te<rit leusit berstruktur aliran dengan permukaan berkerak roti, berwarna dipetakan ole itam. Satuan -m$B ini termasuk yang -.;. Ban Leeuwen " ubungan tertulis, 1()5# sebagai Batuan

Gunungapi Sopo, Batuan Gunungapi Pamusureng dan Baruan Gunungapi Lemo. Breksi gunungapi yang tersingkap di P. Salayar mungkin termasuk <ormasi ini: breksinya sangat kompak, sebagian gampingan: berkomponen basal am<ibol, basal piroksen dan andesit "',* J >' $m#, bermassa dasar tu<a yang mengandung biotit dan piroksen. Fosil yang dikenali ole !. .adar " ubungan rertulis, 1()1# dari lokasi +.)* dan +.)?.b termasuk& "mphiste,ina sp., &lobi,erinides, Oper ulina sp., Orbulina uni*ersa !6=%B4G/3, Rotaila sp., dan &astropoda. Penarik an jejak

2(

bela dan $onto ignimbrit meng asilkan umur 1> D 2 juta ta un dan .7+r dan $onto laBa meng asilkan umur ?,2 juta ta un "-;. Ban Leeuwen, ubungan tertulis, 1()5#. !ata paleontologi dan radiometri tersebut menunjukkan umur ;iosen -enga sampai ;iosen +k ir. Satuan ini mempunyai tebal sekitar 2.*'' m dan merupakan <asies gunungapi dari pada Formasi Camba yang berkembang baik di daera sebela utaranBa Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat#: lapisannya kebanyakan terlipat lema , dengan kemiringan kurang dari 2'o: menindi tak selaras batugamping Formasi -onasa "-emt# dan batuan yang lebi tua. Tmp1 $"R#AS% WALANAE & penselingan batupasir, konglomerat, dan tu<a. dngan sisipan batulanau, batulempung, batugamping, napal dan lignit: Batupasir berbutir sedang sampai kasar, umumnya gampingan dan agak kompak, berkomposisi sebagian andesit dan sebagian lainnya banyak mengandung kuarsa: tu<anya benkisar dari tu<a breksi, tu<a lapili dan tu<a kristal yang banyak mengandung biotit: konglomerat berkomponen andesit, trakit dan basal, dengan ukuran P 7 )' $m. rata7rata 1' $m.Formasi ini terdapat di bagian timur, sebagai lanjutan dari lemba S. Walanae di lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat sebela utaranya. !i daera urara banyak mengandung tu<a, di bagian tenga banyak mengandung batupasir, dan di bagian selatan sampai di P. Salayar batuannya merjemari dengan batugamping +nggota Salayar "-mps#: kebanyakan batuannya berlapis baik, terlipat lema dengan kemiringan antara 1' o 9 2'o, dan membentuk perbukitan dengan ketinggian rata7rata 2*' m di atas muka laut: tebal Formasi ini sekitar 2*'' m. !i P. Salayar Formasi ini terutama terdiri dari lapisan7lapisan batupasir tu<aan "1' 7 ?* $m# dengan sisipan. napal: batupasirnya mengandung kuarsa, biotit, am<ibol dan piroksen. Fosil dari Formasi Walanae yang dikenali ole Purnamaningsi " ubungan tertulis, 1()*# pada $onto batuan La.8*) dan La,8?5, terdiri dari& &lobi,erina sp., &loborotalia menardi "!6=%B4G/63#, &l. tumida "B%+!3#. &lobo8uadrina altispira "CU-S,;+/ @ 1+%G4S#, &lobi,erinoides immaturus L0%=3, &l. obli8uus 0O443 dan Orbulina uni*ersa !6=%B4G/3. Gabungan <osil tersebut menunjukkan umur berkisar dari ;iosen +k ir sampai Pliosen,

"/15 9 /2'#. Lagi pula ditemukan jenis <oramini<era yang lain, ganggang, dan >' koral dalam Formasi ini. Tmps Anggota Sala-ar $orma!i Walanae$ batugamping pejal, batugamping koral dan kalkarenit, dengan sisipan napal dan batupasir gampingan: umumnya puti , bagian $oklat dan mera % setempat mengandung moluska. !i sebela timur Bulukumba dan di P. Salayar terli at batugampmg ini relati< lebi muda dan pada batupasir Formasi Walanae, tetapi di beberapa tempat terli at adanya ubungan menjemari. Fosil dari +nggota Salayar yang di kenali ole Purnamaningsi " ubungan tertulis, 19AB) pada $onto batuan La.8>), La.8>5 dan La.8)(, terdiri dari& &lobi,erinanaphentes -=!!, &loborotalia a ostaensis BL=W, &l. dutertrei ((COR03&+;),&l. mar,aritae B=LL4 < B0%;U!0A, &l. menardii "!6=%B4G/3#, &4 s itaes "B%+!3#, &l. tumiida "B%+!3#, &lobo8uadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4S#, &n. (ehis ens "C,+P;+//7P+%%C=LL4/S#, &lobi,erinoides e/tremus B=LL4 @ B0%;U!0A, &d. immaturus L0%=3, &d. obli8uus B=LL4, &d. ruber& "!6=%B4G/3#, &d. sa ulifer "B%+!3#, &d. trilobus "%0USS#, 0iorbulina bilobata "!6=%B4G/3#, Orbulina uni*ersa "!6=%B4G/3#, .asd,erina ae8uiiateralis "B%+!3#, 6ulleniatina primalis B+//0% @ BL=W, Sphaeroidinellopsis seminulina SC,W+G0% dan Sp. subdehis ens BL=W. Gabungan <osil tersebut menunjukkan umur berkisar dan ;iosen +k ir sampai Pliosen +wal "/1?7/1(#.

-ebal satuan diperkirakan sekitar 2''' m. !i .p. +ra dan di ujung utara P. Salayar ditemukan undak7undak pantai pada batugamping: paling sedikit ada > atau 8 undak pantai. !aera batugamping ini membentuk pebukitan renda dengan ketinggian rata7rata 1*' m, dan yang paling tinggi 8'' m di P. Salayar.

Batuan Gunungapi
Tp* BA&UAN GUNUNGAP% &ERPR" P%L%&'AN & breksi, laBa dan tu<a. ;engandung lebi banyak tu<a di bagian atasnya dan lebi banyak laBa di bagian bawa nya, kebanyakan bersi<at andesit dan sebagian trakit: bersisipan

serpi dan batugamping di bagian atasnya: koponen breksi beraneka ukuran dari beberapa $m sampai lebi dan *' $m, tersemen ole tu<a yang kurang dan *'L: laBa dan breksi berwarna kelabu tua sampai kelabu ke ijauan, sangat terbreksikan dan terpropilitkan, mengandung bank7bank karbonat dan silikat. Satuan ini tebalnya sekitar 8'' m, ditindi tak selaras ole batugamping 0osen Formasi -onasa, dan diterobos ole batuan granodiorit "gd#: disebut Batuan Gunungapi Langi ole Ban Leeuwen "1()8#. Penarik an jejak bela sebua $onto tu<a dari bagian bawa satuan meng asilkan umur 7 ?> juta ta un atau Paleosen "-.;. Ban Leeuwen, ubungan tertulis, 1()5#. DTmk* BA&UAN GUNUNGAP% 'AL%#%SENG & laBa dan breksi, ingga kelabu ke ijauan, umumnya

dengan sisipan tu<a: batupasir, batulempung dan napal. .ebanyakan bensusunan basal dan sebagian andesit, kelabu tua tansatmata, kebanyakan teruba . amigdaloidal dengan mineral sekunder karbonat dan silikat: sebagian laBanya menunjukkan struktur bantal. Satuan batuan ini tersingkap di sapanjang daera daera sebela pegunungan sebela

timur Lemba Walanae. sebagai lanjutan dan -mkB yang tersingkap bagus di utaranya "Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat#: jalur sesar dari batuan sedimen dan karbonat Formasi Salo terpisa kan ole

.alupang "0osen J =ligosen# di bagian baratnya: diterobos ole retas dan stok bensusunan basal, andesit dan diorit. Satuan batuan ini diperkirakan beramur ;iosen +wal: tebal satuan di lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat tidak kurang dari 82*' m. Tpb* BA&UAN GUNUNGAP% BA&URAPE )%NDA'" & laBa dan breksi, dengan sisipan sedikit tu<a dan konglomerat. Bersusunan basal, sebagian besar por<iri dengan <enokris piroksen besar7besar sampai 1 $m dan sebagian ke$il tansatmata, kelabu tua ke ijauan ingga itam warnanya: laBa sebagian berkekar maniang dan sebagian berkekar lapis, pada umumnya breksi berkomponen kasar, dari 1* $m sampai ?' $m, terutama basal dan sedikit andesit, dengan semen tu<a berbutir kasar sampai lapili, banyak mengandung pe$a an piroksen.

.omplek terobosan diorit berupa stok dan retas di Baturape dan Cindako diperkirakan merupakan bekas pusat erupsi "-pb$#: batuan di sekitarnya teruba kuat, amigdaloidal dengan mineral sekunder Ieolit dan kalsit& mineral galena di Baturape kemungkinan ber ubungan dengan terobosan diorit ini: daera sekitar Baturape dan Cindako batuannya didominasi ole laBa Tpbl. Satuan ini tidak
>2 kurang dari 12*' m tebalnya dan berdasarkan posisi stratigra<inya kira7kira

berumur Pliosen +k ir. ElB BA&UAN GUNUNGAP% L"#P"BA&ANG & aglomerat, laBa. breksi, endapan la ar dan tu<a. ;embentuk keru$ut gunungapi strato dengan pun$ak tertinggi 2(*' m di atas muka laut: batuannya sebagian besar berkomposisi andesit dan sebagian basal, laBanya ada yang berlubang 7 lubang seperti yang di sebela barat Sinjai dan ada yang berlapis: laBa yang terdapat kira7kira 2P km sebela utara Bantaeng berstruktur bantal: setempat breksi dan tu<anya mengandung banyak biotit. Bentuk mor<ologi tubu gunungapi masi jelas dapat dili at pada potret udara& "ElB$# adala pusat erupsi yang memperli atkan bentuk kuba laBa: bentuk keru$ut parasit memperli atkan paling sedikit ada 2 perioda kegiatan erupsi, yaitu ElBpl dan ElBp2. !i daera sekitar pusat erupsi batuannya terutama terdiri dari laBa dan aglomerat "ElB#, dan di daera yang agak jau terdiri terutama dan breksi, endapan la ar dan tu<a "ElBb#. Berdasarkan posisi stratigra<inya diperkirakan batuan gunungapi ini berumur Plistosen.

Batuan Terobosan
gd GRAN"D%"R%& & terobosan granodiorit, batuannya berwarna kelabu muda, di bawa mikroskop terli at adanya <elspar, kuarsa, biotit, sedikit piroksen dan ornblende, dengan mineral pengiring Iirkon, apatit dan magnetit: mengandung senolit bersi<at diorit, diterobos retas aplit, sebagian yang lebi bersi<at diorit mengalami kaolinisasi. Batuan terobosan ini tersingkap di sekitar Birru, menerobos batuan dari Formasi ;arada (.m) dan Batuan Gunungapi -erpropilitkan "-pB#, tetapi tidak ada kontak dengan batugamping Formasi -onasa "-emt#. Penarikan jelak bela dari $onto granodiorit yang meng asilkan umur 1( D 2 juta ta un memberikan

dugaan ba wa penerobosan batuan ini berlagsung di .ala ;iosen +wal "-.;. Ban Leeuwen, ubungan tertulis, 1()5#. d D%"R%&& terobosan diorit, kebanyakan berupa stok dan sebagian retas atau sill: Singkapannya ditemukan di sebela timur ;aros, menenobos >> batugamping Formasi -onasa "-emt#: umumnya berwarna kelabu, bertekstur por<iri, dengan <enokris am<ibol dan biotit, sebagian berkekar meniang. Penarik an .alium +rgon pada biotit dan aplit "lokasi 2) dan diorit "lokasi ># menunjukkan umur masing7 masing (.21 dan ),)8 juta ta un atau ;iosen. +k ir. "1.!. =bradoBi$ ubungan tertulis. 19A>). tEa &RA'%& DAN ANDES%& & terobosan trakit dan andesit berupa retas dan stok. -rakit berwarna puti , bertekstur por<iri dengan <enokris sanidin sampai sepanjang 1 $m: andesit berwarna kelabu tua, bertekstur por<iri dengan <enokris am<ibol dan biotit. Batuan ini tersingkap di daera sebela baratdaya Sinjai, dan menerobos batuan gunungapi Formasi Camba "-m$B#. BASAL & terobosan basal berupa retas, sill dan stok, bertekstur por<ir dengan <enokris piroksen kasar men$apai ukuran lebi dan 1 $m, berwarna kelabu tua ke itaman dan ke ijauan: sebagian di$irikan ole struktur kekar meniang, beberapa di antaranya mempunyai tekstur gabro. -erobosan basal di sekitar 1ene Berang berupa kelompok retas yang mempunyai ara kira7 kira radier memusat ke Baturape dan Cindako : sedangkan yang di sebela utara 1eneponto berupa stok. Semua terobosan basal menerobos batuan dan Formasi Camba "-m$#. Penarikan .aliumH+rgon pada batuan basal dari lokasi 1 dan 8, dan gabro dari lokasi * menunjukkan umur masing7masing ),*. ?,(( dan ),>? juta ta un, atau ;iosen +k ir "4ndonesia Gul< =il Co., ubungan tertulis, 1()2: 1.!. =bradoBi$ , ubungan tertulis, 1()8#. lni menandakan ba wa kemungkinan besar penerobosan basal berlangsung sejak ;iosen +k ir sampai Pliosen +k ir.

Batuan Malihan
s BA&UAN #AL%HAN '"N&A' & batutanduk yang berkomposisi mineral7mineral anto<ilit. kordiorit, epidot, garnet, kuarsa, <elspar, muskoBit dan karbonat. Berwarna kelabu ke iauan sampai ijau tua, tersingkap daera yang

sempit "D2 km2#, pada kontak dengan granodiorit "gd# dan dibatasi ole sesar dari batuan gunungapi -m$B. Batutanduk ini mengandung banyak lensa magnetit. &E'&"N%'A Batuan tertua yang tersingkap di daera ini adala sedimen <lys$ Formasi ;arada, berumur .apur +tas. +sosiasi batuannya memberikan petunjuk suatu endapan lereng bawa laut, ketika .egiatan magma berkembang menjadi suatu gunungapi pada waktu kira7kira ?> juta ta un, dan meng asilkan Batuan Gunungapi -erpropilitkan.
>8

Lemba Walanae di lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat sebela utaranya menerus ke Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai, melalui Sinjai di pesisir timur Lemba ini memisa kan batuan berumur 0osen. yaitu sedimen klastika Formasi Salo .alupang di sebela timur dan sedimen karbonat Formasi -onasa di sebela baratnya. %upanya pada .ala 0osen daera sebela barat Lemba Walanae menapakan suatu paparan laut dangkal, dan daera sebela timurnya merupa.an suatu $ekungan sedimentasi dekat daratan. Paparan laut dangkal 0osen meluas ampir ke seluru daera lembar peta, yang buktinya ditunjukkan ole sebaran Formasi -onasa di sebela barat Birru, sebela timur ;aros dan di sekitar -akalar. 0ndapan paparan berkembang selama 0osen sampai ;iosen -enga . Sedimentasi klastika di sebela timur Lemba Walanae rupanya ber enti pada +k ir =ligosen, dan diikuti ole kegiatan gunungapi yang meng asilkan Formasi .alamiseng. +k ir dari pada kegiatan gunungapi 0osen +wal diikuti ole tektonik yang menyebabkan terjadinya pemulaan terban Walanae. yang kemudian menjadi $ekungan di mana Formasi Walanae terbentuk. Peristiwa ini kemungkinan besar berlangsung sejak awal ;iosen -enga dan menurun perla an selama sedimentasi sampai kala Pliosen. ;enurunnya $ekungan Walanae dibarengi ole kegiatan gunungapi yang terjadi se$ara luas di sebela baratnya dan mungkin se$ara lokal di sebela timurnya. Peristiwa ini terjadi selama ;iosen -enga sampai Pliosen. Semula gunungapinya terjadi di bawa muka laut, dan kemungkinan sebagian mun$ul di permukaan pada kala Pliosen. .egiatan gunungapi selama ;iosen

meg asilkan Formasi Camba, dan selama Pliosen meng asilkan Batuan Gunungapi Baturape7Cindako. .elompok retas basal berbentuk radier memusat ke G. Cindako dan G. Baturape, terjadinya mungkin ber ubungan dengan gerakan mengkuba pada kala Pliosen. .egiatan gunungapi di daera ini masi berlangsung sampai dengan kala Plistosen, meg asilkan Batuan Gunungapi Lompobatang. Ber entinya kegiatan magma pada ak ir Plistosen, diikuti ole suatu tektonik yang meng asilkan sesar7 sesar en e helon "meren$ong# yang melalui G. Lompobatang berara utara7 selatan. Sesar7sesar en e helon mungkin sebagai akibat dari suatu gerakan mendatar dekstral dari pada batuan alas di bawa Lemba Walanae. Sejak kala Pliosen pesisir7 barat ujung lengan Sulawesi Selatan ini merupakan dataran stabil, yang pada kala ,olosen anya terjadi endapan aluBium dari rawa7rawa. SU#BER DA,A #%NERAL DAN ENERG% Gejala mineralisasi didapatkan di daera Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai. Gosan mangan ditemukan berserakan di atas tana lapukan dari Batuan Gunungapi -erpropilitkan "-pB#, dekat sentu an dengan terobosan granodiorit "gd#. ,asil penyelidikan yang diiakukan ole P- %iotinto Bet le en 4ndonesia menunjukkan ba wa gosan mangan itu berasal dari prospek endapan biji logam dasar "Ban Leeuwen, 1()8#. 0ndapan timbal terjadi di daera pinggiran komplek terobosan diorit "-pb$# pada Batuan Gunungapi Baturape7 Cindako "-pbB#, yang ole perusa aan setempat tela ditambang sejak sebelum Perang !unia ke744. Batugamping dari Formasi -onasa yang berlimpa memberikan $adangan ba an galian industri yang $ukup besar. Batugamping ini tela digunakan sebagai ba an baku untuk Pabrik Semen -onasa yang terletak di Pangkajene di sudut baratdaya lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat. Batuan beku berupa terobosan dan laBa "basal, trakit, andesit, diorit, granodorit# yang ditemukan di berbagai tempat baik sebagai ba an bangunan <ondasi. ;ataair panas dan mineral ditemukan di beberapa tempat. Beberapa airpanas di sebela baratdaya dan selatan Sinjai, di antaranya ada yang bersu u sampai 8'oC "Purbo7,adiwidjoyo, 1()'#. 0ksplorasi minyak dan gasbumi

dilakukan ole Gul< =il 4ndonesia sejak 1(?) di beberapa tempat di darat dan di lepas pantai. Pemboran uji tela dilakukan baik di pantai maupun di lepas pantai.

DA$&AR PUS&A'A .orte, P.. 2(28. Geologis$ e Berkenning in Saleier: unpubl. rept. GS4 Purbo7,adiwidioyo 1()', -entang pemeriksaan gerakan tana di .p. Salo e, .abupaten Sinjai, Sulawesi Selatan unpubl. rept GS4, 4SHGt H1?*, Sukamto, .., 1()*, Geologi$ ;ap o< 4ndonesia, s eet G444 Ujung Pandang, s$ale 1,''',''': Geologi$al SurBey o< 4ndonesia. t6,oen, C. @ .. Aiegler, 1(1), Gerslag oBer pp. 2>*J>?1, Ban Leeuwen. -;., 1()8, - e geology o< Birru area, Sout Sulawesi P- %iotinto 0et le em 4ndonesia, unpubl. rept. e resultaten Ban geologis$ 7 mijn ouB7kundige Berkenninger in A.W. Celebes$ )aarb. ;ijnw. 7erb. 33,

Geologi Lembar #ajene dan Bagian Barat Lembar Palopo, Sula e!i "=le & !juri, Sudjatmiko, S. Ba$ ri dan Sukido, 1((5# 0disi .edua
PENDAHULUAN Peta dasar dibuat ole Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, berdasarkan peta dari U.S. +rmy ;ap SerBi$e, seri -7*'>, Lembar S+ *'71? dan S+ *171>, 1(?*. Peta geologi dibuat berdasarkan pemetaan pada ta un 1(12 ole Sudjatmiko, !juri, Budi Santoso, ;emed dan 3op 3usu<, serta kompilasi ole S. Ba$ ri pada ta un 1((). 0disi pertama "1()8#, ole !juri dan Sudjatmiko 0disi kedua "1(()#, digambar dan di$etak ulang dengan beberapa perbaikan ole &S. Ba$ ri dan Sukido !isunting ole !. Sukarna, / %atman dan "and# -.C. +mil &atanan Stratigra.i !aera Lembar ;ajene dan Bagian Barat Lembar Palopo terbentuk ole beraneka ma$am batuan seperti, batuan sedimen, mali an, gunungapi dan terobosan. Umurnya berkisar dari ;esoIoikum sampai .uarter. Satuan tertua di Lembar ini adala Batuan ;ali an "-% w# yang terdiri dari sekis, genes, <ilit dan batusabak. Satuan ini mungkin dapat disamakan dengan .ompleks Wana di Lembar Pasangkayu yang diduga berumur lebi ole <ilit, kuarsit, batulempung mali dan pualam, berumur .apur. Satuan berikutnya adala Formasi -oraja "-et# terdiri dari batupasir dan batulempung yang umumnya kuarsa, konglomerat kuarsa, kuarsit, serpi tua dan .apur dan tertindi takselaras ole Formasi Latimojong ".ls#. Formasi tersusun

berwarna mera alau ungu. Formasi ini mempunyai +nggota %antepao "-etr# yang terdiri dari batugamping numulit berumur 0osen -enga 0osen +k ir. Formasi -oraja menindi takselaras Formasi Latimojong, dan tertindi takselaras ole Batuan Gunungapi Lamasi "-oml# yang terdiri dari batuan gunungapi, sedimen gunungapi dan batugamping yang berumur =ligo7;iosen atau =ligosen +k ir 7 ;iosen +wal. Batuan gunungapi ini

>5

mempunyai +nggota Batugamping "-om$#, tertindi selaras ole Formasi %iu "-mr# yang terdiri dari batugamping dan napal. Formasi %iu berumur ;iosen +wal 7 ;iosen -enga , tertindi takselaras ole Formasi Sekala "-mps# dan Batuan Gunungapi -alaya "-mtB#. Formasi Sekala terdiri dari grewake, batupasir ijau, napal dan batugamping bersisipan tu< dan laBa bersusunan andesit7basal: berumur ;iosen -enga 7 Pliosen: ber ubungan men7jemari dengan Batuan Gunungapi -alaya. Batuan Gunungapi -alaya terdiri dari breksi, laBa dan tu< yang bersusunan andesit7basal dan mempunyai +nggota -u< Beropa "-mb#. Batuan Gununapi -alaya menjemari dengan Batuan Gunungapi +dang "-ma# yang terutama bersusunan leusit basal.

Pemerian Satuan
!a ALU(%U# & Lempung lanau, pasir, dan kerikil !pbt &U$ BARUPU & -u<, puti ingga kelabu muda, mengandung biotit dan batuapung, bersusunan dasit: setempat dijumpai breksi, batuapung Umurnya diduga Plistosen dan tebalnya sekitar >'' m. /ama satuan ini pertamakali digunakan ole +bendanon "1(1*#. !phs ENDAPAN AN&AR GUNUNG & .onglomerat mengandung komponen granit, batupasir tu<aan, batulanau dan serpi , setempat mengandung <osil moluaka: termampatkan lema . !pps NAPAL PA#BAUANG & /apal tu<a, serpi napalan meagandung nodul, batupasir tu<aan, dan lensa7lensa konglomerat: mengandung <osil <oramini<era yang menunjukkan umur Plistosen. -ebal satuan sekitar >'' m, dan kemungkinan terendapkan di lingkungan laut dangkal. Tmpi BA&UAN &ER"B"SAN & Umumnya batuan beku bersusunan asam sampai menenga seperti granit, granodiorit, diorit, senit, monIonit kuarsa den riolit: setempat dijumpai gabro di G. Pangi. Singkapan terbeser di daera G. Paroreang yang menerus sampai daera G. Gandadiwata di Lembar ;amuju "%atman dan +tmawinata, 1((>#. Umumya diduga Pliosen karena menerobos Batuan Gunungapi Walimbong yang berumur ;io7Pliosen, serta berdasarkan kesebandingan dengan granit di Lembar Pasangkayu yang berumur >,>* juta ta un "Sukamto, 4()*a#

>(

Tpp*

BA&UAN GU#%NGAP% PAREPARE & Breksi gunungapi

berkomponen trakit dan andesit: batuapung, batupasir tu<aan, konglomerat dan breksi tu<aan: diterobos ole , retas7retas trakit7andesit. Umur satuan adala Pliosen berdasarkan penarik an radiometri pada trakit dan tu<a di Parepare yang meng asilkan umur 8,2* dan 8,(* juta ta un "S.!. =bradoBi$ , dalam Sukamto, 1(52#. Tppl ANGG"&A LA(A BA&UAN GUNUNGAP% PAREPARE & LaBa trakit, kelabu muda ingga puti , berkekar7tiang. Tmpm $"R#AS% #AP% & Batupasir tu<an, batulanau, batulempung, batugamping pasiran dan kanglomerat. Berdasarkan kandungan <osil <oramini<eranya umur <ormasi ini ;iosen -enga tersingkap di daera S. ;api, tebalnya sekitar 1'' m. Tp1 $"R#AS% WALANAE & .onglametat, sedikit batupasir glaokonit dan serpi : mengandung kokuina, moluska dan <oramini<era yang menunjukkan umur Pliosen, sedang lingkungan pengendapannya darat ingga laut dangkal. .e ara Selatan, di Lembar Pangkajene dan Watampone bagian barat "Sukamto. 1(52#, batupasir semakin menguasai dan berselingan dengan batulanau, tu<, napal, konglomerat dan batugamping. Batugamping di -a$ipi disebut +nggota -a$ipi. -ebal <ormasi tidak kurang dari 1)'' m. Tpl ANGG"&A BA&UGA#P%NG $"R#AS% WALANAE & Batugamping terumbu, tebalnya kurang dari 1'' m, dijumpai menumpangi atau sebagai lensa pada bagian atas Batuan Gunungapi Walimbong "-mpB#. umurya sekitar ;io7Pliosen. dengan lingkungan pengendapan laut dangkal. Batuan serupa dan seumur di Lembar Pangkajene dan bagian barat Watampone "Sukamto, 1(52# disebut +nggota -a$ipi Formasi Walanae, di Lembar 0nrekang "Sukido. 1(()# disebut Formasi -a$ipi. Tmp* BA&UAN GUNUNGAP% WAL%#B"NG & LaBa berausunsn basal sampai andesit, sebagian laBa bantal: breksi andesit piroksin, breksi andsit trakit: mengandung <eldspatoid di beberspa tempat: diendapkan di lingkungan 7 Pliosen. Formasi ini

laut. diduga berumur ;io7Pliosen karena menjemari dengan Formasi Sekala yang berumur ;iosen -enga 7 Pliosen: tebalnya ratusan meter. Tmm $"R#AS% #ANDAR & Batupasair, batulanau dan serpi , berlapis baik, mengandung lensa lignit, mengandung <oramini<era berumur sampai deltaik: di Lembar ;amuju <ormasi ini dikuasai ole ;amuju "%atman dan +tmawinata, 1((>#. Tmps $"R#AS% SE'ALA & Batupasir, konglomerat, serpi , tu<, sisipan laBa andesit 9 basalan,: mengandung <oramini<era berumur ;iosen -enga Lembar ;amuju "%atman dan +tmawinata, 1((># <ormasi ini juga disusun ole batupasir ijau, napal dan laBa bantal, dan sebagian batuan ber$irikan endapan turbidit. Tomd $"R#AS% DA&E & /apal diselingi batulanau gampingan dan batupasir gampingan: tebal endapan men$apai *'' 7 1''' m: kandungan <oramini<era menunjukkan umur =ligosen -enga +tmawinata. 1((># <ormasi ini disebut Formasi %io. Tomm $"R#AS% #A'ALE & Batugamping terumbu, terbentuk di laut dangkal. Umurnya diduga ;iosen +wal 7 ;iosen -enga . Tms P"R#AS% SAL"WA/" & /apal dan batugamping yang tersisip, setempat mengandung batupasir gampingan berwarna abu7abu biru sampai itam, konglomerat dan breksi, Foramini<era umurnya berjangka dari ;iosen +wal ingga ;iosen -enga termuda. Tml $"R#AS% L"'A & Batuan epiklastik gunungapi terdiri dari batupasir andesitan batulanau, konglomeerat dan breksi. Berlapis ingga masi< terutama sebagai endapan darat ingga delta dan laut dangkal. Fosil <oramini<era menunjukkan umur ;iosen -enga 7 ;iosen +k ir. -ebalnya men$apai ratusan meter.
8'

;iosen napal dan

+k ir, tebal men$apai 8'' m, mungkin diendapkan di lingkungan laut dangkal batugamping dengan sisipan tu<, batupasir dan konglomerat, serta disebut Formasi

Pliosen dengan lingkungan pengendapan laut dangkal: tebalnya sekitar *'' m. !i

7 ;iosen -enga

dengan

lingkungan pengendapan laut dangkal. !i Lembar ;amuju "%atman dan

Tol* BA&UAN GUNUNGAP% LA#AS% & LaBa andesit, basal, breksi gunungapi, batupasir dan batulanau: setempat mengandung <eldspatoid: umumnya terkloritkan dan terkersikan: umurnya diduga =ligosen karena menindi Formasi -oraja m. Tets $"R#AS* &"RA/A & Serpi $oklat kemera an, serpi napalan kelabu, batugamping, batupasir kuarsa, konglomerat, batugamping, dan setempat batubara. -ebal <ormasi diduga tidak kurang dan 1''' m. Fosil <oramini<era besar pada batugamping menunjukkan umur 0osen 7 ;iosen "Budiman, 1(51. dalam Simandjuntak, drr., 1((>#. Sedang lingkungan pengendapannya laut dangkal. Formasi ini menindi Tetl tidak selaras Formasi Latimojong dan ditindi tidak selaras ole Batuan Gunungapi Lamasi. ANGG"&A BA&UGA#P%NG $"R#AS% &"RA/A & ingga puti , bebeepa lensa7lensa besar, mengandung Batugamping kelabu "-ets# yang berumur 0osen, sedang Formasi -oraja menurut Simandjuntak, drr. "1((1# berumur Paleosen. -ebal satuan tidak kurang dari *''

numulites berumur 0osen dengan lingkungan pengendapan laut dangkal, tebalnya sekitar *'' m: di Lembar ;amuju disebut +nggota %antepao Formasi -oraja "%atman dan +tmawinata, 1((>#. 'ls $"R#AS% LA&%#"/"NG & Se$ara umum <ormasi ini mengalami pemali an lema 7 sedang: terdiri atas serpi , <ilit, rijang, marmer, kuarsit dan breksi terkersikkan: diterobos ole batuan beku menenga sampai basa: di Lembar ;amuju "%atman dan +tmawinata, 1((># juga dijumpai batulempung mengandung <osil &lobotrun ana berumur .apur +k ir, dengan lingkungan pengendapan laut dalam. -abal <ormasi lebi dari 1''' m. &E'&"N%'A DAN S&RU'&UR Lembar ;ajene dan bagian barat Palopo terletak di ;endala Geologi Sulawesi Barat "Sukamto, 1()* b, li at gambar#. ;endala ini di$irikan ole batuan sedimen laut dalam berumur .apur 7 Paleogen yang kemudian berkembang menjadi batuan gunungapi bawa laut dan ak irnya gunungapi darat di ak ir -ersier. Batuan terobosan granitan berumur ;iosen7Pliosen juga men$irikan mendale ini. Sejara tektoniknya dapat diuraikan mulai dari jaman

.apur, yaitu, saat ;endala Geologi Sulawesi -imur bergerak ke barat mengikuti gerakan tunjaman landai ke barat di bagian timur ;endala Gaologi Sulawesi Barat. Penunjaman ini berlangsug ingga ;iosen -enga , saat kedua mendala tersebut bersatu. Pada ak ir ;iosen 7 -enga sampai Pliosen terjadi pengendapan sedimen molasa se$ara tak selaras di atas seluru mendala geologi di Sulawesi, serta terjadi terobosan batuan granitan di ;endala Geologi Sulawesi Barat, Pada Plio7Pliosen seluru daera Sulawesi ter$enangga. !idaera pemetaan, per$enanggaan ini diduga tela mengakibatkan terbentuknya lipatan dengan

sumbu berara baratlaut 7 tenggara, serta sesar naik dengan bidang sesar miring ke timur. Setela itu seluru daera Sulawesi terangkat dan membentuk bentangalam seperti sekarang ini. SU#BERDA,A #%NERAL DAN ENERG% Se$ara setempat, yaitu di daera utara G. Gandang dijumpai mineralisasi tembaga, timbal, seng dan besi, yaitu pada batuan gunungapi dan pada batuan terobosan. .arena sebaran batuan gununapi $ukup luas, disertai penerobosan batuan granitoid yang $ukap luas pula, maka kemungkinan di daera ini mempunyai potensi mineral logam yang tinggi. +danya alterasi seperti kloritisasi dan silisi<ikasi pada Batuan Gunungapi Lamasi juga merupakan petunjuk adanya mineralisasi. Berbagai ma$am batuan beku terobosan yang ada menpunyai potensi sangat besar untuk keperluan ba an bangunan. +dapun sumber energi yang ada adala batubara yang tersingkap dibeberapa tempat pada Formasi -oraja.

DA$&AR PUS&A'A +bendanon, 0.C., 1(1*. Geologis$ e en geograp is$ e doorkruisingen Ban ;idden7Celebes "1('(71(1'#& 4eiden, 9.@. 0rill, *.3, >B1 p %atman, /. !an S. +tmawinata, 1((>. Geologi Lembar ;amuju, Sulawesi, Sekala 1 & 2*'.'''. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. %eyIer. 0.C., 1(1*. Geologis$ e aanteekeningen betre<<ende de Auidelijke -oraja Landen, BerIameld uit de Gerslagen der mijnbouwkundige onder7Ioekingen 4n ;idden Celebes& @aarboek *.h 5i)n1e-en in +ederlands h OostF3ndie, 1918, :elte*reden (no1 @atine,ara), &o*Gt. 6rintin, Offi e p, 1B> H 2I9. pl.1> Simandjuntak, -=, 0. %usmana, Surono dan Supandjono, 2BI.III. Penelitian dan Pengembangan, Geologi.

Sukamto, %., 1(1* a. &eolo,i 5ap of Sula1esi Sheet 7333 =)un, 6andan, S ale 1$1III.III Geologi$al SurBey o< 4ndonesia. 7777771()* b. - e Stru$ture o< Sulawesi in t e lig t o< plate te$toni$s, 6ro . Re,, on the &eol, and 5in Resour es of Southeast "sia. @akarta$ 3ndonesian "sso iation of &eolo,ist. FFFFFF%., 1(52. &eolo,i 4embar 6an,ka)ene dan :atampone 0a,ian 0arat, Sula1esi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Sukido, !. Satria dan S .oesoemadinata, 199A, 6eta ,eolo,i 4embar 9nrekan, Sula1esi, skala 1 & 1''.''', Puslitbang Geologi.

Geologi Lembar #amuju, Sula e!i


Geology o< t e ;amuju Euadrangle, Sulawesi
Oleh (By): N. Ratman dan (and) S. Atmawinata Geologi dipetakan pada 1985 oleh: Geology mapped in 1985 by: N. Ratman dan (and) S. Atmawinata Ditelaah dan disunting oleh: Reviewed and edited by: T.O. Simandjuntak, S. Gafoer & K. Sukamto DEPA !E"E# PE !A"BA#GA# DA# E#E G$ D$ E%!O A! &E#DE A' GEO'OG$

A# ()"BE DA*A "$#E A' PUSAT PENELITIAN AN PENGE!"ANGAN GEOLOGI DEPARTMENT ! M"NE# AND ENERG$ D"RE%T RATE GENERA& ! GE & G$ AND M"NERA& RE# 'R%E# GE & G"%A& RE#EAR%( AND DE)E& PMENT %ENTRE

#$$%

PENDAHULUAN Pemetaan geologi bersistim Lembar ;amuju, sekala 4 & 2*'.''' dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pelita 4G ta un kedua, Proyek Pemetaan Geologi dan 4nterpretasi <oto $itra di lingkungan Puslitbang Geologi. Pekerjaan lapangan berlangsung selama 8 bulan yang dibagi dalam dua ta ap. 3ang pertama dari 1uni sampai 1uli 1(5* dan kedua dan =ktober sampai /oBember 1(5*. Proyek yang sama pada 1()2 tela dilakukan pem$taan geologi tinjau di Lembar ini dan asilnya berupa laporan terbuka "+pandi drr., 1(52#. Lembar ;amuju dibatasi ole kordinat 115F>'6 7 12'' B- dan 2F 7 >F LS, yang luas daratannya 11.>'* km2. !i utara batasnya adala Lembar Pasangkayu: di umur Lembar ;alili: di selatan Lembar ;ajene dan di barat Selat ;akassar. Se$ara kepamongprajaan, Lembar ini termasuk dalam .abupaten ;amuju, .abupaten ;ajene, .abupaten Polmas "Polewali7;amasa#, .abupaten -ator "-ana -oraja# dan .abupaten Luwu, Propinsi Sulawesi Selatan "Gb. 2#. Sebagaimana daera lainnya di 4ndonesia. GE"#"R$"L"G% Lembar ;amuju sebagian besar berupa pegunungan, anya sebagian ke$il berupa pebukitan menggelombang dan dataran renda . -opogra<i kras terdapat

sempit di sekitar %antepao, di bagian tenggara Lembar "Gb. 8#. !aera pegunungan ;or<ologi ini menempati ampir dua pertiga luas daera yang ini dipetakan yaitu di bagian tenga , utara, timurlaut dan selatan. !aera

umumnya berlereng terjal dan $uram, pun$ak bukitnya berkisar dari 5'' sampai >.''' m. Pun$ak tertinggi adala Bulu Gandadiwata " >.')8 m# dan Bulu Potali " >.''5 m#. ,alaan tertentu tidak terdapat pada sebaran gunung tersebut, akibatnya pola aliran berkembang tidak mengikuti aliran tertentu, melainkan menyesuaikan dengan keadaan tana bawa nya. !i banyak tempat terdapat air terjun, yang menunjukkan $iri kemudaan daera . Ciri lain berupa lemba yang sempit dan $uram. !i sekitar Barupu dan Panggala, terdapat suatu mor<ologi , yang berpola saliran meman$ar. Lereng bukit umumnya terjal dan membentuk ngarai, dindingnya digali untuk pemakaman. !i daera pegunungan terdapat sedikit topogra<i krast dan dataran aluBium sempit, yaitu di sekitar %antepao. Gua alamia pada batugamping di daera ini digunakan penduduk setempat sebagai lokasi pemakaman. Daera0 pebukitan meng1gelombang ;or<ologi ini terdapat di bagian baratdaya Lembar, yaitu daera antara -eluk Lebani dan -eluk ;amuju. -inggi pebukitan berkisar dan *'' sampai ?'' mdpl atas muka laut. !aera ini berpola aliran meranting. Daera0 dataran renda0 !ataran renda menempati bagianbarat Lembar, yaitu sepanjang pantai mulai dan .aluku sampai Babana "daera S. Budong7budong#. Umumnya berpola aliran meranting "dendritik# dan beberapa sungal bermeander.

&A&AAN S&RA&%GRA$%
!aera Lembar ;amuju terbentuk ole beraneka ma$am batuan seperti, batuan sedimen, mali an, gunungapi dan terobosan. Umurnya berkisar dan ;esoIoikum sampai .uarter. Satuan tertua di Lembar ini adala Batuan ;ali an "-% w# yang terdiri dari sekis, genes, <ilit dan batusabak. Satuan ini mungkin dapat disamakan dengan .ompleks Wana di Lembar Pasangkayu yang diduga berumur lebi tua dan

.apur dan tertindi takselaras ole Formasi Latimojong ".ls#. Formasi tersusun
8)

ole <ilit, kuarsit, batulempung mali dan pualam, berumur .apur. Satuan berikutnya adala Formasi -oraja "-et# terdiri dari batupasir dan batulempung yang umumnya 0osen +k ir. kuarsa, konglomerat kuarsa, kuarsit, serpi

berwarna mera atau ungu. Formasi ini mempunyai +nggota %antepao "-etr# yang terdiri dari batugamping numulit berumur 0osen -enga ole Formasi -oraja menindi takselaras Formasi Latimojong, dan tertindi takselaras Batuan Gunungapi Lamasi "-oml# yang terdiri dari batuan gunungapi, sedimen gunungapi dan batugamping yang berumur =ligo7;iosen atau =ligosen +k ir 7 ;iosen +wal. Batuan gunungapi ini mempunyai +nggota Batugamping "-om$#, tertindi selaras ole Formasi %iu "-mr# yang terdiri dari batugamping dan napal. Formasi %iu berumur ;iosen +wal 7 ;iosen -enga , tertindi takselaras ole Formasi Sekala "-mps# dan Batuan Gunungapi -alaya "-mtB#. Formasi 7 Pliosen: Sekala terdiri dari grewake, batupasir ijau, napal dan batugamping bersisipan tu< dan laBa bersusunan andesit7basal: berumur ;iosen -enga ber ubungan menjemari dengan Batuan Gunungapi -alaya. Batuan Gunungapi -alaya terdiri dari breksi, laBa dan tu< yang bersusunan andesit7basal dan mempunyai +nggota -u< Beropa "-mb#. Batuan Gununapi -alaya menjemari dengan Batuan Gunungapi +dang "-ma# yang terutama bersusunan leusit basal. Batuan Gunungapi +dang ber ubungan menjemari dengan Formasi ;amuju "-mm# yang berumur ;iosen +k ir. Formasi ;amuju terdiri atas napal, batupasir gampingan, napal tu<an dan batugamping pasiran bersisipan tu< Formasi ini mempunyai +nggota -apalang "-mmt# yang terdiri dari batugamping koral, batugamping biokiastika dan napal yang banyak mengandung moluska. Formasi Lariang terdiri dari batupasir gampingan dan mikaan, batulempung, bersisipan kalkarenit, konglomerat dan tu<: umumya ;iosen +k ir7Pliosen +wal. !i bagian tenggara Lembar, tersingkap -u< Barupu "Ebt# yang terdiri dari tu<, tu< lapili dan laBa, yang umumnya bersusunan dasit, dan diduga berumur Plistosen. Sedangkan di bagian baratlaut tersingkap Formasi Budong7budong "Eb# yang terdiri dari konglomerat, batupasir, batulempung: dan batugamping koral "El#.

0ndapan termuda di Lembar ini adala endapan kipas aluBium "Et# dan aluBium (!a) yang terdiri dari endapan7endapan sungai, pantai dan antar gunung.

Perian satuan peta


ENDAPAN PER#U'AAN !f ENDAPAN '%PAS ALU(%U# % Breksi, batupasir sedang7kasar, lempung danpasir. Satuan ini umumnya terdapat pada lereng bukit yang berbatuan gunungapi dan batuan beku "andesit, basal dan granit# Singkapannya terdapat di bagian tenggara Lembar di daera -andung dan Litke. .omponen batuan umumnya ber bentuk menyudut tanggung7menyudut, berukuran pasir7bongka , terpila buruk. Breksi dan batupasirnya berlapis buruk, dengan massadasar pasir lempungan: kurang mampat sampai lepas. Satuan ini diduga berumur Plistosen sampai ,olosen !a ALU(%U# : Bongka , kerakal, kerikil, pasir, lanau, lempung dan lumpur: setempat mengandung sisa7sisa tumbu an. Satuan ini ter ampar luas di daera muara sungai besar, yaitu S. Budong budong S. Lumu, S. .arama, dan S. .aluku serta terdapat di sepanjang pantai. -ebalnya berkisar antara 4 dan * m. Satuan ini menindi takselaras satuan yang ada di bawa nya. Umumya adala ,olosen Setempat berupa endapan antar gunung yang BA&UAN SED%#EN 'ls $"R#AS% LA&%#"/"NG & batusabak, kuarsit, <ilit, batupasir kuarsa mali , batulanau mali dan pualam: setempat batulempung gampingan. Batusabak, berwarna kelabu ke itaman sampai itam, berlapis baik dengan tebal dan 2 $m sampai 1' $m: mampat: setempat mengandung urat kuarsa. .uarsit, berwarna puti ke ijauan: berlapis baik dengan tebal 1 sampai > $m: mampat. Filit, berwarna mera ke$oklatan perdaunan seara dengan bidang perlapisan. Batupasir kuarsa mali dan batulempung mali , umumnya berwarna puti kelabu sampai ke$oklatan: berlapis baik dengan tebal dan beberapa $m sampai 2* $m: terutama tersusun dan kuarsa dan lempung: perdaunan seara dengan bidang terdiri dari breksi, konglomerat batupasir, batulempung yang belum padat, dan sisa tumbu an.

8(

perlapisan. Pualam, berwarna puti kelabu, berbutir alus dan mampat. Batuan ini anya tersingkap di daera ulu S. ;ariri sebela timur Galumpang. Batulempung gampingan, berwarna kelabu muda, $ukup keras: berlapis dengan tebal dan beberapa $m sampai 2' $m. Batuan ini mengandung <osil &lobotrun ana formi ata formi ata PLU;;0%, &bobotrun ana stuartiformis !=LB40%, &lobotrun ana sp. .umpulan <osil ini menunjukkan umur .apur +k ir dengan lingkungan pengendapan laut dalam "Purnamaningsi , ubungan tertulis, 1(5*#. Satuan ini diterobos ole Granit ;amasa dan Granit .ambuno, tertindi takselaras ole Formasi -oraja dan batuan yang lebi muda lainnya. Sebarannya terdapat di bagian tenga , selatan dan timurlaut Lembar, serta sedikit di bagian timur. !i bagian timurlaut, menerus ke Lembar Pasangkayu di utara, dan ke Lembar ;alili di timur. -ebalnya lebi dan 1.''' m. Singkapan batusabak di S. .arataun daera Galumpang banyak mengandung urat kuarsa yang disertai $ebakan biji sul<ida tembaga, besi, seng dan sedikit emas. -ebal unit kuarsa beraneka dan beberapa $m sampai *' $m. /ama Formasi Latimojong pertama kali digunakan ole Tet napal, batupasir ijau, batupasir gampingan dan batubara, setempat dengan lapisan tipis resin dalam batulempung. Umumnya berlapis baik, dengan tebal lapisan berkisar dan beberapa $m sampai lebi dari 1 m. Setempat berstruktur perarian sejajar, lapisan bersusun dan silang7siur. Satuan ini umumnya terlipat, setempat mempunyai kemiringan ampir tegak. Se$ara keseluru an, satuan ini mempunyai warna yang k as yaitu mera ke$oklatan sampai ungu, dan beberapa berwarna kelabu ke itaman. Batupasir kuarsa, berwarna puti 7kelabu muda, $oklat kemera an sampai ungu: berukuran sedang sampai kasar: terpila baik, butiran membundar tanggung sampai membundar benar: terdiri dari ('L 7 (*J kuarsa dan sisanya adala kepingan mineral rutil dan Iirkon: berperekat kuarsa alus. Brouwer "1(>8# dengan lokasi tipenya di Pegunungan Latimojong, Lembar ;ajene. "!juri dan Sudjatmiko, 1()(#. $"R#AS% &"RA/A perselingan batupasir kuarsa, serpi dan batulanau, ber sisipa konglomerat kuarsa, batulempung karbonat, batugamping,

*'

.onglomerat kuarsa, berwarna puti kelabu: sangat pejal: ukuran butir dari * mm sampai > $m, membundar tanggung sampai membundar baik, terpila baik, beberapa lapisan membentuk lapisan bersusun dengan tebal berkisar dan 2 $m sampai 1* $m. .omponen utamanya terdiri dari kuarsa dan sedikit batuan sedimen mali , dengan perekat atau massa dasar pasir kuarsa. Serpi , berwarna kelabu ke$oklatan: pasiran: muda setebal 1 sampai * $m dan tak ber<osil. Batubara umumnya terdapat sebagai sisipan dalam batupasir kuarsa, tebalnya 8' 7 )* $m, tersingkap di utara -amalea dan sebela barat Galumpang. Batulanau, berwarna kelabu muda sampai kelabu tua: muda an$ur: agak gampingan: berlapis baik dengan tebal dari 2 $m sampai 1* $m: yang lapuk berwarna mera ke$oklatan. Batuan ini disisipi ole lapisan tipis napal, berwarna puti : $ukup keras: tak ber<osil. Umumnya terdapat pada bagian bawa <ormasi. Batulempung karbonan, berwarna kelabu tua sampai $oklat kemera an: agak lunak dan mengandung sedikit kerikil batuan sedimen mali daera sentu an dengan tubu granit, batuan ini menjadi sangat keras. Batugamping bioklastika, berwarna puti ke ijauan sampai kelabu: pejal: berlapis baik dengan tebal 2 sampai 1' $m: terdapat sebagai sisipan: lapukannya berwarna mera . Fosil yang ditemukan dalam batugamping bioklastika adala 6elatispira orbitoides P%=G+L0, "mphiste,ina sp., 2abiania sp., (is o y lina sp., "stero y lina sp., +ummulites sp., &loborotalia ,ulbrooki B=LL4 dan Oper ulina sp. .umpulan <osil ini menunjukkan umur 0osen -enga 70osen +k ir "Sudiyono, ubungan tertulis, 1(5*#. Lingkungan pengendapannya adala laut dangkal sampai darat. Formasi ini tersebar di sudut tenggara Lembar, yaitu di daera %antepao dan di bagian tenga Lembar, yaitu di daera S. ,au dan S. .arataun. -ebalnya diperkirakan lebi dari 1.''' m. Formasi ini mempunyai +nggota %antepao yang ber ubungan menjemari. Formasi -oraja diduga menindi takselaras Formasi yang membundar tanggung. Batuan ini setempat disisipi lapisan tipis "2 $m# resin. !i an$ur: berlapis baik dengan tebal dan 2 $m sampai 1 m, setempat bersisipan batugamping kelabu yang keras

Latimojong dan tertindi ;iosen.

takselaras ole

satuan batuan gunungapi =ligosen 7

Satuan ini pertama kali dikenal sebagai Formasi Serpi -embaga "de .oning .ni<, 1(18#. /ama Formasi -onja dimun$ulkan ole !juri dan Sudjatmiko "1()8# yang dibagi atas dua bagian yaitu batuan sedimen "serpi , batugamping, batupasir kuarsa, dan konglomerat kuarsa# dan batugamping. !alam laporan ini batugampingnya disebut +nggota %antepao. /ama Formasi ini berasal dari daera
*1

-oraja yang merupakan lokasi tipenya. Tetr ANGG"&A RAN&EPA", $"R#AS% &"RA/A & batugamping numulit dan batugamping ter ablur ulang, sebagian tergerus. Batugamping numulit, berwarna puti sampai $oklat muda berlapis baik, setempat tergeruskan se ingga <osil numulit tampak mengkilat dan menjadi terpipi kan seara bidang lapisan. Batugamping ter ablur ulang, berwarna puti kelabu sampai $oklat terang: sebagian berlapis: setempat berkepingan. Selain +ummulit sp., batuan ini mengandung pula <osil (is o y lina sp., 6elatispira sp., "s o y lina sp., !uin8uelo ulina sp., "stero y lina sp., ekinoid, koral dan ganggang yang menunjukkan umur 0osen dengan lingkungan pengendapannya laut dangkal "Purnamaningsi , ubungan tertulis, 1(5*#. Batugamping numulit ini sebagian berupa lensa di dalam Formasi -oraja. +nggota %antepao dan Formasi -oraja tertindi takselaras ole satuan batuan gunungapi =ligosen7;iosen dan diduga menindi takselaras Formasi Latimojong. Satuan ini tersingkap di bagian -enggara Lembar, yaitu di daera %antepao, dan sedikit di bagian tenga Lembar, yaitu di dekat Galumpang. -ebalnya D *'' m. Satuan ini pertama kali dikenal sebagai satuan Batugamping Formasi -oraja "!juri dan Sudjatmiko, 1()8#. /ama +nggota %antepao adala nama baru yang diusulkan, lokasi tipenya terdapat di sekitar %antepao Tom ANGG"&A BA&UGA#P%NG, BA&UAN GUNUNGAP% LA#AS%: batugamping dan napal. Batugamping, berwarna puti : pejal: ter ablur ulang: miskin <osil: sebagian berupa terumbu. /apal, berwarna kelabu ke$oklatan: berlapis baik dengan tebal dari beberapa $m sampai 2* $m. Satuan ini di banyak tempat merupakan lensa di dalam Batuan Gunungapi Lamasi "-oml#. /apal ini

*2

mengandung <osil &lobi,erina an,ulisuturalis B=LL4 #atapsydra/ dissimilis CUS,;+/ dan B0%;U!0A, &loborotalia $< &. seakensis L0%=3, &loborotaloides suteri B=LL4, dan &lobi,erina bagian bawa f, &. selli B=%I0-U. .umpulan <osil ini menunjukkan umur =ligosen +k ir7;iosen +wal "P72 1# atau /8, diendapkan dalam lingkungan litoral sampai neritik "Purnamaningsi , ubungan tertulis, 1(5*#. Satuan ini tersingkap baik, terutama di daera aliran S. Lamasi sebela utara %antepao, ber ubungan menjemari dengan seri batuan gunungapi =ligosen ;iosen "-om$#. -ebalnya diduga 1'' m. Tmr $"R#AS% R%U: napal, batugamping, serpi , batupasir gampingan bersisipan batulempung dan tu<. /apal, berwarna puti sampai $oklat muda dan kelabu: tebal dan beberapa $m sampai 1 m: berlapis baik dengan lapisan banyak mengandung <osil. Batugamping pasiran, berwarna puti sampai $oklat muda: sebagian berlapis: setempat ter ablurkan: beberapa berupa terumbu. Serpi , berwarna kelabu: tebal lapisan men$apai 1 m lebi : bersisipan batugamping pasiran setebal * $m sampai 2' $m. Batupasir gampingan, berwarna kelabu ke$oklatan agak keras sampai lunak: berlapis baik dengan tebal dari beberapa $m sampai 1* $m: biasanya berselingan dengan batulempung, bersisipan batugamping pasiran dan tu<. Batulempung dan tu<, berwarna puti $oklat agak lunak: umumnya merupakan sisipan tipis di dalam batugamping pasiran dan sedikit dalam serpi . Formasi ini mengandung <osil, di antaranya adala & 4epido y lina martini SC,LU;B0%G0%, 4epido y lina omphalus -+/ S4/ ,=., 5io8ypsina sp., dan .eteroste,ina sp., yang menunjukkan umur ;iosen +wal7;iosen -enga dan berlingkungan pengendapan laut dangkal "Purnamaningsi , ubungan tertulis, 1(5*#. Sebarannya terutama di sekitar %antepao dan menerus ke Lembar ;ajene dan Palopo di bagian selatan dan timur. Formasi ini tertindi takselaras ole Formasi Sekala. Satuan ini diduga menindi selaras Batuan Gunungapi Lamasi dan menindi takselaras Formasi -oraja. -ebalnya diperkirakan *'' m 7 )'' m. /ama Formasi ini adala nama ampir mendatar agak keras: dan

baru yang diusulkan dan singkapan terbaik terdapat di S. %iu. Satuan ini di Lembar ;ajene dan bagian barat Palopo disebut satuan napal "!juri dan Sudjatmiko, 1()8#. Tmps $"R#AS% SE'ALA & batupasir batulempung. batupasir mikaan, tu<, serpi ijau, grewake, napal, dan batupasir gampingan. dengan

sisipan breksi, laBa dan konglomerat. Umumya berlapis baik, setempat berstruktur perlapisan bersusun. Batupasir ijau, tu<an: keras: berlapis dengan tebal dan 1' $m sampai 1 m, berselingan dengan batulempung, berwarna $oklat ke itaman: keras, dan tu< berwarna $oklat muda. Grewake, berwarna kelabu ke ijauan berlapis baik dengan tebal dan 2* $m sampai lebi dan 1 m: berbutir sedang sampai kasar: setempat konglomeratan dan membentuk perlapisan bersusun dan
*>

KslumpC. .omponennya terdiri dari mika, <elspar, ornblenda dan sedikit kuarsa. Batulempung, berwarna $oklat mera : keras: tu<aan: belapis baik dengan tebal dari beberapa $m sampai 2' $m. batuan ini berselang7 seling dengan graiwake berbutir alus sampai sedang, batulempung lunak dan serpi . Batupasir mikaan, berwarna kelabu: keras: tu<aan: berlapis dengan tebal 1' $m7 1* $m. /apal, berwarna puti : agak keras: berlapis dengan tebal men$apai 2* $m. Batuan ini setempat berselingan dengan tu< alus dan lunak. Serpi nya, berwarna itam sampai ungu dan agak lunak. Batupasir gampingan, berwarna kelabu: mengandung <osil <oramini<era: berstruktur perarian sejajar: bersisipan tu<, breksi gunungapi, tu< pasiran dan konglomerat. !i dalam konglomerat tendapat komponen batugamping <oram yang berumur 0osen. Breksi gunungapi, berkomponen andesit7basal: berukuran dari kerikil sampai bongka pasiran. LaBa, bersusunan andesit7basal: berstruktur bantal: berongga "amigdaloid# dan terisi kalsit, beberapa termineralkan dengan pirit. LaBa dan breksi tersebut berupa trakit7andesit: por<irit: ypokristalin, tersusun ole plagioklas, piroksen, <elspar, gelas dan biji . Beberapa berupa trakit7basal: bertekstur por<irit: trakit: kristalnya berbentuk eu edral7an edral: berukuran sedang sampai alus: tersusun menyudut sampai menyudut tanggung: bermassa dasar tu<

*8

ole plagioklas, klinopiroksen, biotit, <elspar dan gelas. Felspar piroksen sebagian besar teruba menjadi serisit dan kiorit. /apal dan batugamping pasirannya mengandung <osil Orbulina uni*ersa !O=%B4G/3, &lobi,erina *ene-uelana ,0!B0%G, &lobi,erinoides immaturus L0%=3, &lobo,uadrina altispira CUS,;+/ @ 1+%G4S, &loborotalia menardii !O=%B4G3, &lobi,erinoides trilobus %0USS, Sphaeroidinellopsis subdehis ens BL=W, &lobo,uadrina sp., 0ulimina sp., dan +odosaria sp. .umpulan <osil ini menunjukkan umur ;iosen -enga 7 Pliosen dan berlingkungan pengendapan KinnerFouter sublitoralG "Purnamaningsi , ubungan tertulis, 1(5*#. !engan adanya struktur perlapisan bersusun dan KslumpC, mungkin sebagian dan <ormasi ini diendapkan dalam keadaan arus pekat "turbidit#. Formasi ini tersebar di bagian tenggara Lembar, yaitu di sebela barat %antepao, dan di bagian tenga Lembar. ;enindi takselaras Formasi %iu, ber ubungan menjemari dengan Batuan Gunungapi -alaya. -ebal satuan diperkirakan 1.''' m. /ama <ormasi ini adala nama baru yang diusulkan, diambil dari nama S. Sekala yang merupakan tempat singkapan terbaik. .e ara timur di Lembar ;alili, <ormasi ini disebut -u< %ampi "Simandjuntak drr., 1((1#. Tmm $"R#AS% #A#U/U & napal, kalkarenit dan batugamping koral bersisipan tu< dan batupasir, setempat dijumpai konglomerat di bagian bawa . /apal, berwarna puti sampai kelabu: berlapis baik dengan tebal dan beberapa $m sampai 2' $m: agak keras: setempat tu<an banyak mengandung ,lobi,erina dan sedikit $angkang moluska. .alkarenit, berwarna puti sampai kelabu: berlapis baik dengan tebal 1' $m sampai *' $m: agak keras: banyak mengandung ,lobi,erina. Batugamping koral, tak berlapis: berongga: biasanya membentuk bukit ke$il7ke$il yang menonjol dan lebi terjal dibandingkan dengan daera sekitarnya. -u< berwarna puti ke$oktatan lunak: terlapis tipis "1 7 * $m#: merupakan sisipan di dalam kalkarenit dan napal: setempat berselang7seling. Batupasir alus dan batulempung, mikaan: tu<an: agak keras sampai lunak: umumnya terdapat sebagai sisipan di dalam kalkarenit, sedikit dalam napal.

.onglomerat, lapuk, berwarna itam: komponen berukuran kerikil sampai kerakal dengan bentuk membundar tanggung sampai membundar baik. Batuan ini anya tersingkap di satu tempat, yaitu di tepi jalan ;amuju 7 -apalang dan terletak di bawa kalkarenit, diperkirakan menjemari dengan tu< leusit "-ma#. Fosil yang dapat dikenali, baik dari napal maupun batugamping pasirannya adala Orbulina uni*ersa !6=%B4G/3, &loborotalia menardii ! O=%B4G/3, &lobi,erinoides immaturus L0%=3, &lobi,erinoides lobulus %0USS, &lobi,erina *ene-uelana ,0!B0%G, &lobi,erinoides si anus !0 S-0P,+/4, Orbulina suturalis B%=/4;+/, Sphaeroidinellopsis seminulina SC,W+G/0% dan <osil bentosnya adala (entalina sp., dan 6lanulina sp. .umpulan <osil plangton tersebut menunjukkan umur ;iosen +k ir dan diendapkan pada lingkungan inner F outer sublitoral "Sudiyono, ubungan tertulis, 1(5*#. Formasi ini tersebar di sekitar ;amuju dan -apalang di bagian baratdaya Lembar, ber ubungan menjemari dengan Batuan Gunungapi +dang -ebalnya D *'' m. Formasi ini mempunyai +nggota -apalang "-mmt#. /ama <ormasi ini adala nama baru yang diusulkan, singkapan terbaiknya terletak di sebela Tmmt ANGG"&A &APALANG, $"R#AS% #A#U/U 2 batugamping terumbu mengandung moluska melimpa , batugamping kepingan dan napal: sebagian berlapis. Batugamping terumbu, berwarna kelabu sampai $oklat: mengandung moluska dan koral. Batugamping kepingan, berwarna kelabu ke$oklatan: berlapis baik dengan tebal >'7 1'' $m: terdiri dari koral dan $angkang moluska. Sedangkan napal, berwarna $oklat: berlapis baik: mengandung <oramini<era ke$il dan $angkang moluska. +nggota ini tersingkap di sekitar -apalang dan ber ubungan menjemari dengan batuan leusit7basal dari Batuan Gunungapi +dang. -ebalnya D *' m. Berdasarkan kedudukannya yang menjemari dengan Formasi ;amuju, maka anggota ini diduga berumur ;iosen +tas. Satuan ini merupakan nama anggota baru yang diusulkan, diambil dari nama daera -apalang yang merupakan tempat singkapan terbaik. baratdaya ;amuju.

Tmpl $"R#AS% LAR%ANG batupasir gampingan, mikaan, batulempung bersisipan kalkarenit, konglomerat dan tu<. Batupasir gampingan, mikaan, berwarna kelabu: berbutir sedang 7 kasar, mampat: setempat konglomeratan. Batuan ini berlapis baik, dengan tebal dan beberapa $m sampai 1' $m. Batulempung, berwarna kelabu: berlapis tipis sampai masi<: menunjukkan struktur silang7siur. .alkarenit, berwarna kelabu: tak berlapis: sebagian ter ablurkan: banyak mengandung <osil <oramini<era, gastropoda dan bra$iopoda, setempat berupa terumbu koral. .onglomerat, berwarna $oklat kemera an: aneka ba an: berlapis baik dan berselang7seling dengan batupasir setebal 2 $m sampai ? $m: komponen berukuran 2 $m sampai 8 $m, terdiri dari batuan sedimen, basal, andesit, granit, genes dan sekis, berbentuk membundar tanggung sampai membundar yang direkat ole batupasir kuarsa yang juga sebagai massadasar. -u<, berwarna puti kelabu: mengandung biotit dan kuarsa: muda an$ur: merupakan sisipan dalam batupasir gampingan dan batulempung. Batupasir gampingan dan kalkarenit, mengandung <osil, antara lain &lobi,erinoides ruber !6=%B4G/3, &lobi,einoides triloba %0USS, &loborotalia menardii !6=%B4G/3, &lobi,erinoides elon,atus ! O=%B4G/3, 6ulleniatina primalis BL=W dan B+//0%, &lo,uadrina altispira CUS,;+/ dan 1+%G4S, Sphaeroidinellopsis seminulina SC,W+G0%, &lobi,erinoides obli,uus B=LL4, &lobi,erinoides immaturus L0%=3, &lobi,erina *ene-uelana ,0!B0%G, &loborotalia a ostaensis BL=W, &loborotalia $<. &loborotalia mar,aritae B=LL4 dan B0%;U!0A, FraIilus sp., /eoeponides sp., Sipho,enerina sp. "terdapat melimpa , #an ris sp., "mmonia sp., .asti,erina siphonfera !6=%B4G/3, Orbulina uni*ersa !6=%B4G/3 dan 0ullimina sp. .umpulan <osil plangton ini menunjukkan umur ;iosen +k ir7Pliosen +wal dan terendapkan dalam lingkungan laut dangkal "Sudiyono, ubungan tertulis, 1(5*). Formasi ini tersebar di bagian baratlaut Lembar yaitu di bagian tenga aliran S. Lumu dan S. Budong7budong, menerus ke utara ke Lembar Pasangkayu. Satuan ini menindi takselaras Batuan Gunungapi +dang. Batuan Gunungapi -alaya, dan
*?

Batuan ;ali an: tertindi takselaras ole Formasi Budong 7 Budong dan endapan .uarter. -ebal satuan ini D *'' m. /ama <ormasi ini adala nama baru yang diusulkan, berasal dan nama S. Lariang di Lembar Pasangkayu yang merupakan daera dalam persiapan, 1(5)#. !b $"R#AS% BUD"NG 1 BUD"NG& konglomerat dan batupasir, bersisipan tipis batugamping koral dan batulempung. .onglomerat, berwarna $oklat kelabu: aneka ba an: mampat: sebagian muda lepas: berlapis baik, dengan tebal lapisan dan beberapa $m sampai >* $m. .omponen utamanya adala leusit, dasit, granit, dan diorit: berbentuk membundar tanggung sampai membundar, tertanam dalam massadasar batupasir berbutir alus sampai sedang. Batupasir, berwarna kelabu ke$oklatan agak lunak: berlapis dengan tebal dan beberapa $m sampai 2' $m: butiran berukuran alus sampai sedang, terdiri dari kuarsa dan batuan beku, dengan massa dasar lempung. Setempat ditemukan struktur perlapisan bersusun, dan berselingan dengan grewake. Batugamping koral, berwarna ke$oklatan: tersusun dan pe$a an koral: berlapis tipis "2 7 * $m#: terdapat sebagai sisipan dalam konglomerat dan batupasir. Batulempung, berwarna $oklat: agak lunak: berlapis tipis: mengandung sisa tumbu an. Batuan ini terdapat sebagai sisipan dalam batupasir dan konglomerat. Berdasarkan kedudukan stratigra<inya, dan masi belum kompak, maka <ormasi ini diduga berumur Plistosen7,olosen, dan berlingkungan pengendapan laut dangkal sampai darat. Satuan ini tersebar di bagian baratlaut Lembar, terutama di
*)

lokasi tipenya "Sukido, drr.,

bagian ilir S. Budong7budong. Formasi Budong7budong menindi takselaras Formasi Lariang, Batuan Gunungapi Lamasi, Batuan Gunungapi -alaya dan Batuan mali an, dan diduga ber ubungan menjemari dengan batugamping koral. -ebal satuan seluru nya D 2'' m. Formasi Budong7budong adala nama baru yang diusulkan, berasal dari nama S. Budong7budong, yang merupakan tempat singkapan yang terbaik.

!l

BA&UGA#P%NG '"RAL & batugamping terumbu dan batugamping

bioklastika, setempat dengan $angkang moluska: berongga. Batuan ini terutama tersusun dari koral, ganggang dan sedikit pe$a an $angkang moluska. Sebarannya terutama terdapat di pantai baratlaut Lembar dan diduga menjemari dengan Formasi Budong7budong yang berumur Plistosen ,olosen, -ebal satuan D 2* m. BA&UAN GUNUNGAP% Toml BA&UAN GUNUNGAP% LA#AS%& aneka tu<, laBa dan breksi gunungapi bensusunan andesit dasit, setempat sisipan batupasir gampingan dan serpi Batuan ini umumnya mengandung urat kuarsa dasit dan trakit serta sedikit basal. +neka tu< terdiri dari tu< ijau, tu< sela dan tu< lapili. -u< ijau, berbutir sangat alus: ber ablur renik: terdiri dari klorit "?'L#, <elspar "1'L#, serisit "*L#, lempung "1*L#, kuarsa "*L# dan biji "1L#. Batuan ini agak keras sampai lunak: berlapis buruk antara ',* 7 2 $m sampai tak berlapis. Setempat berwarna puti ke ijauan: keras: terkersikkan termineralkan, terutama pirit: berkepingan tu< puti bersi<at dasit atau trakit, terdiri dari mineral kuarsa dan <elspar. -u< sela, berwarna kuning7ke ijauan, berkepingan dasit dan andesit yang tertanam dalam massa dasar mineral kuarsa dan <elspar, mengandung sedikit tembaga dan pirit. -u< lapili, berupa tu< dengan pe$a an dasit berukuran 1 7 > $m, berbentuk menyudut sampai menyudut tanggung: keras: berlapis baik. LaBa, berwarna kelabu muda: pejal: bersusunan dasit7trakit: umumnya teruba dan termineralkan berupa pirit. LaBa bersusunan dasit, kristalnya berbentuk an edral sampai eu edral: por<irit: berbutir kasar sampai alus: tersusun ole plagioklas "+n2', 2'L#, kuarsa "1*L#, biotit "1*L#, mikrolit <elspar dan gelas ">*L#, sedikit dan piroksen. +ndesitnya berukuran alus sampai sedang: pejal: bermineral sul<ida, terutama pirit, setempat tembaga: teruba dan terkersikkan: bersusunan andesit,
*5

por<irit: ipokristalin: tersusun ole <enokris plagioklas ">*L#, piroksen "2*L#, biji "2'L#, sedikit kuarsa dan gelas dengan massa dasar <elspar ">*L#. Breksi, berwarna puti kelabu: bersusunan sama dengan laBa: komponennya berukuran dari beberapa $m sampai * $m dengan bentuk menyudut tanggung sampai menyudut dengan massa dasar tu<. !i beberapa tempat, batuan ini termineralkan yang tersebar di dalam komponen maupun massa dasarnya: setempat mengandung sul<ida tembaga. Batulempung itam, menyerpi : terdapat se$ara setempat, berupa selingan dalam tu< breksi. Batuan ini biasanya mengandung sisipan tipis tu< lapili bersusunan andesit. Satuan batuan ini diterobos ole retas diorit, andesit dan Granit .ambuno, yang menyebabkan terjadinya pemineralan dari penguba an "pengersikan, pengepidotan, dan pengkloritan#, terutama pada bidang kontaknya. Pemineralan yang terjadi berupa biji Kmassi*eG, Kfra,mentalG Ksto k1arkG dan Knet1orkG dan sisin urat. Biji ditemukan di daera diselidiki ole Psul<idanya adala +neka s<alerit, pirit, galena dan kalkopirit: Sangkaropi, Pompangeo dan %umanga "semuanya tela

-ambang dan tim dari !irektorat Sumberdaya ;ineral. !i Bilolo ditemukan $ebakan barit di atas biji sul<ida Kmassi*eG. Cebakan ini tela diselidiki dan ditambang ole P- +neka -ambang, Pemineralan sul<ida dan barit akan diba as lebi lanjut dalam bab Sumberdaya ;ineral dan 0nergi. Batuan gunungapi ini mempunyai +nggota Batugamping, se ingga umurnya diperkirakan sama dengan anggota tersebut yaitu =ligosen 7 ;iosen. Satuan ini tersebar di bagian tenga , utara dan timur Lembar, menindi takselaras Formasi -oraja dan tertindi selaras ole Formasi Sekala. Lokasi tipenya terdapat di S. Lamasi antara Palopo dan Sabang, Lembar ;alili "Simandjuntak drr., 1(52# dibagian tenggara Lembar. Tmrt &U$ RA#P% & batupasir tu<an dan tu< kristal.

Batupasir tu<an, puti

ingga kekuningan, berbutir alus ingga sedang, terpila

buruk, mengandung ka$a gunungapi, <elspar dan kuarsa. ;emperli atkan perlapisan sejajar yang disebabkan ole peruba an warna atas susunan butiran batuan, dan berlapis dengan ketebalan berkisar antara 1'7>' $m. Umumnya pejal
*(

dan tela mengalami uba an. -u< kristal, puti , pejal dan padat, berbutir alus terdiri dari kristal kuarsa dan <eldspar yang berbentuk an edral dan lempung terdapat sebagai asil dari mineral uba an. -u< kristal ini umumnya terdapat berelingan dengan batupasir tu<an dengan tebal lapisannya men$apai * m Batuan ini terdapat di bagian timurlaut Lembar, menyebar ke ara menindi Formasi Latimojong "Simandjuntak drr., 1((1#. Tmt BA&UAN GUNUNGAP% &ALA,A 3 breksi, laBa, breksi tu<, tu< lapili, bersisipan tu<< dan batupasir "grewake#, rijang, serpi , napal, setempat batupasir karbonan dan batubara. Breksi, laBa dan breksi tu<, umumnya bersusunan andesit sampai basal: setempat mengandung leusit Batuan ini sebagian besar tela mengandung urat kalsit dan setempat urat kuarsa Breksi, berwarna kelabu: komponen berukuran kerikil sampai bongka , dengan bentuk menyudut tanggung sampai menyudut, tertanam dalam terpropilitkan dan ijau: banyak termineralkan, se ingga warnanya kelabu ke ijauan sampai timur di Lembar ;alili yang diperkirakan berumur =ligosen7;iosen +wal, dan takselaras

massadasar tu< pasiran: mampat: tidak berlapis. LaBa, berwarna kelabu: terkekarkan dengan sturktur kekar meniang: beberapa berstuktur bantal: pejal. Berdasarkan penelitian petrologi, batuan ini umumnya bersusunan andesit, andesit piroksen, diabas dan basal: beberapa $onto bersusunan trakit basal, dasit, andesit orenblenda, andesit biotit dan basal leusit. Umumnya ter ablur penu , por<irit, berbutir alus sampai sedang dengan bentuk an edral sampai eu edrali: beberapa bertekstur a<anit.

?'

+ndesit piroksen tersusun dari plagioklas +n 8'7*' "8'L 7 ?'L#, piroksen "1'L 7 2'L#, sedikit lempung, kuarsa, orenblenda, biotit, biji dan gelas. Piroksen dan plagioklas, sebagian tela teruba menjadi kalsit, serisit dan beberapa epidot. ;assadasarnya terdiri dari mikrolit atau kristal renik <elspar dan sedikit piroksen atau orenblenda, yang umumnya tela berwarna temba menjadi kalsit dan beberapa kuarsa karbonat. Beberapa mineral menunjukkan retak7retak, yang diisi ole sekunder. Biji itam, berbutir terdapat menyebar pada massadasar. Basal dan breksi basal, umumnya terdiri dari plagioklas "+n >o 7 +b)'#, klinopiroksen, oliBin, gelas, mineral gelap dan biji . Batuan ini menunjukkan tekstur por<irit, dengan penokris terdiri dari <elspar dan piroksen: umumnya tela teruba menjadi serisit, klorit dan epidot. -u< lapili, berwarna kelabu ke ijauan berkepingan andesit. +ndesit, berbutir alus "',> mm 7 1 mm#, an edral eu edral, tersusun dan plagioklas "8'L#, piroksen "1*L#, kripto kristalin "2'L#, kuarsa "2L#, ortoklas "1L#, karbonat "*L#, klorit "5L#, dan biji "1L#. Batupasir karbonan, berwarna kelabu tua: berbutir alus7sedang: sebagian konglomeratan yang banyak mengandung kepingan batulanau sangat keras: berlapis dan menunjukkan stuktur silang7siur. Batubara dengan tebal lebi dari 2 m ditemukan berselingan dengan batupasir karbonan. Batupasir wake sebagai sisipan, berwarna kelabu ke ijauan: berlapis baik dengan tebal ',* 7 1 m: berstuktur perlapisan bersusun: setempat Oslump6 dan konglomeratan. Batuan ini biasanya tendapat berselingan dengan laBa atau breksi. %ijang, merupakan sisipan tipis dalam saluan ini, berwarna puti kelabu sampai kelabu kemera an. Serpi . berwarna kelabu ke$oklatan: getas: berlapis tipis. /apal, berwarna puti : berlapis tipis "1 7 * $m#: keras dan mampat. /apal ini mengandung <osil ganggang, pe$a an ekinoid, 4epido y lina sp., 5io,ypsina sp. dan &ypsina sp., yang mungkin menunjukkan umur ;iosen +wal 7 ;iosen -enga . Berdasarkan umur itu dan kedudukan stratigra<inya yang menjemari dengan Formasi Sekala, maka dapat disimpulkan ba wa umur satuan ini berkisar dan

alus "',8 mm#, kedap, an edral,

?1

;iosen -enga sampai Pliosen. Lingkungan pengendapan satuan ini adala laut dalam sampai dangkal dan sebagian darat. Satuan ini tersebar luas di Lembar ;amuju dan ampir tersingkap di semua tempat. !i bagain selatan Lembar, menerus ke Lembar ;ajene: ke utara ke Lembar Pasangkayu dan ke timur ke Lembar ;alili dan sebela barat Poso. /ama satuan diambil dari nama Gunung "Bulu# -alaya, di bagian barat Lembar, tempat ditemukan singkapan yang baik. -ebal satuan ini D)*' m, Tmb &U$ BER"PA & perselingan tu< dan batupasir tu<an, bersisipan breksi gunungapi dan batupasir wake. -u<, berwarna puti kemera an sampai ke ijauan: berbutir alus7 sedang: mengandung biotit, <elspar dan kuarsa. Batupasir tu<an, berwarna kelabu ke$oklatan: berlapis baik dan pejal. Batupasir wake, berwarna kelabu ke ijauan: berlapis baik tersusun dari plagioklas, mineral ma<ik, kuarsa dan oksida besi, berbutir sedang sampai kasar. Breksi gunungapi, berwarna kelabu kekuningan: pejal: sebagian berlapis: komponen berukuran dan * sampa >' $m dengan bentuk menyudut tanggung sampai menyudut. -ersusun ole kepingan andesit sampai basal, por<irit, tersusun dari plagioklas, orenblenda, piroksen dan gelas yang tertanam dalam massadasar mikrolit <elspar. Batupasir wake sebagai sisipan berwarna kelabu muda, berlapis $ukup baik dengan tebal dan ',* sampai ',)* m. Satuan ini diduga merupakan anggota di bagian bawa dani Batuan Gunungapi -alaya se ingga umurnya diduga ;iosen -enga . -ebalnya D *'' m. Satuan ini tersingkap di tenga Latimojong. Tma BA&UAN GUNUNGAP% ADANG & tu< lapili, breksi bersisipan laBa, bagian timur Lembar, terutama di sekitar desa Belopa: menjemari dengan Batuan Gunungapi -alaya dan menindi takselaras Formasi

batupasir dan batulempung tu<an.

?2

-u< lapili, berwarna puti ke ijauan: berbutir kasar: mengandung mineral leusit, berukuran dan beberapa $m sampai > $m, ter ablur sempurna, dengan massadasar tu< alus bersusunan leusit. Batuan ini berlapis kurang baik sampai tak berlapis. Breksi, berwarna kelabu: komponen berukuran kerikil sampai bongka , terutama tersusun ole basal leusit dan massadasarnya tu< yang bersusunan leusit. Basal leusit, berbutir kasar: ter ablur sempurna: por<irit, tersusun dan mineral leusit "*'L#, piroksen "*L#, gelas dan <elspar "8'L#, mineral kedap $a aya "*L# dan biotit "1L#. LaBa basal lausit, por<irit dengan bentuk mineral sub ederal sampai an edral, terdiri dari leusit "8*L#, kalium <elspar "2'L#, piroksen "1'L# dan biotit "5L#. Beberapa $onto batuan menunjukkan struktur trakit. Batupasir dan batulempung tu<aan, berwarna kelabu muda: terdapat sebagai sisipan dalam tu<a berlapis $ukup baik dengan tebal 1 7 * $m agak keras: mengandung mineral leusit berbutir alus sedang dan batuapung. Setempat dalam satuan ini ditemukan batuan biotit andesit dengan kristal biotit berukuran 2 $m. Satuan ini tersebar luas di bagian baratdaya Lembar, yaitu daera di antara -apalang dan ;amuju% menjemari dengan Formasi ;amuju dan +nggota -apalang: dan diduga menjemari pula dengan Batuan "gunungapi -alaya. Berdasarkan kedudukan stratigra<i tersebut, maka umumya diduga sama dengan Formasi ;amuju, yaitu ;iosen -enga 7 ;iosen +k ir. Umur ini sama dengan umur leusit yang ada di Lembar Pangkajene "Silitonga, 1(52#. -ebal satuan D 8'' m. !bt &U$ BARUPU & tu<, tu< lapili, tu< ablur, bersusunan dasit dan sedikit sampai kelabu: agak mampat, sebagian muda an$ur: breksi laBa bersusunan andesit dan dasit. -u<, berwarna puti setempat berlapis "1' 7 2* $m#. Sedangkan tu< ablur, berwarna pati kelabu: berbutir sedang sampai kasar: terdapat sebagai sisipan tipis dalam tu<. Batuan ini umumnya bersusunan dasit: biotit, sanidin, dan banyak dijumpai oksida besi.

Breksi laBa, berwarna kelabu: mampat keras: komponen berukuran kerikil sampai bongka andesit. -u< Barupu diduga berumur Plistosen dan tebalnya D >'' m. Sebarannya terdapat di bagian tenggara Lembar yaitu di daera gunungapi =ligosen 7 ;iosen. Penamaan -u< Barupu pertama kali diberikan ole +bendanon "1(1*#, kemudian digunakan pula ole %eyIer "1(2'#. /amanya berasal dan Barupu, nama kampung di setela terbaik. BA&UAN &ER"B"SAN Tmpi BA&UAN &ER"B"SAN & granit, granodiorit, riolit. Granit, berwarna kelabu, puti kemera an sampai ke itaman, berbutir sedang sampai sangat kasar, ter ablur sempurna dengan bentuk sub7eu edral, beberapa panidiomor<ik. ;ineral utamanya terdiri dari kuarsa, kalium <elspar, plagioklas, orenblenda, biotit dan setempat klorit, apatit dan biji . .uarsa dan <elspar umumnya tumbu bersama (inter,ro1th), dan setempat serisitisasi dan karbonatisasi. Pada beberapa mineral terli at retak7retak sebagai akibat pengaru dari tekanan. !i beberapa tempat mengandun emas. Granodiorit, berwarna puti kotor berbintik itam ingga kelabu ke itaman, berbutir sedang7kasar, por<iritik dengan <enokris terdiri dari plagioklas, orenblenda, kuarsa dan biotit: sedikit piroksen, biji : setempat terli at klorit, apatit, sirkon dan epidot: serisit, magnetit dan lempung terdapat sebagai asil
?>

dengan bentuk menyudut tanggung sampai menyudut: bersusunan

.awalean, sebela

selatan Bulu

;alimongan dan di sebela barat %antepao. Satuan ini menindi takselaras batuan

barat %antepao yang merupakan tempat singkapan

uba an. %iolit, puti kelabu, butir alus7sedang dan berbentuk sub7an edral. ;ineral penyusun utarnanya terdiri dari piroksen, biotit dan plagioklas dengan sedikit kuarsa dan <elspar.

!iorit, berwarna kelabu ke itaman sampai ke ijauan, umumnya berbutir sedang7

+1

alus, ter ablur sempurna setempat mengandung butiran kuarsa ingga terbentuk batuan diorit kuarsa dan terdapat sebagal retas7retas di beberapa tempat. +patit, umumnya berbentuk reta7retas berwarna kelabu kemera an, berbutir sangat kasar dengan mineral <elspar dan kuarsa men$apai ukuran > $m. Granit mempunyai penyebaran yang luas terutama di bagian selatan Lembar, beberapa tempat di baglan timur. Batuan ini ada yang menamakan Granit ;amasa atau Granit .ambuno di Lembar ;alili dan Lembar Poso: Umurnya diperkirakan pada ;iosen +k ir 7 Pliosen +wal. !i beberapa tempat, terutama yang terdapat di bagian selatan Lembar tela mengalami pelapukan yang $ukup kuat, ingga lepas 7 lepas seperti pasir kuarsa. Penerobosan ter adap Batuan Gunungapi Lamasi menunjukkan adanya pemineralan biji sul<ida dan membentuk $ebakan tembaga, seperti yang terdapat di Sangkaropi, Penasuang dan Bilolo di bagian utara -ana -oraja. BA&UAN #AL%HAN TR 1 BA&UAN #AL%HAN & sekis mika, genes mika, dan sedikit <ilit serla batusabak. Sekis mika dan genes mika, berwarna kelabu: umumnya tersusun ole biotit, muskoBit, dan kuarsa: berbutir sedang sampai kasar. Batuan tela mengalami de<ormasi dan pada singkapannya terli at paling sedikit ada tiga ara pendaunan. Filit, berwarna kelabu: tersusun dari lempung, karbonat dan kuarsa, beberapa granit dan sedikit ornblende. Batusabak, berwarna kelabu ke itaman dengan susunan ampir sama dengan <ilit. Satuan ini diduga berumur lebi tua dari pada umur Formasi Latimojong, mengalami beberapa kali adanya lebi dari dua ara berdasarkan kenyataan ba wa batuannya tela pen$enanggaan (deformasi) yang di$irikan ole

pendaunan, sedangkan Formasi Latimojong kurang menunjukkan ara pendaunan. .enyataan ini membuktikan ba wa .omplek Wana terbentuk sebelum .apur dan diduga -rias, tetapi sebelum Formasi Latimojong terbentuk. -ebal satuan ini tidak diketa ui dengan pasti, diduga lebi dari 1.''' m.

?8

Satuan ini dapat disebandingkan dengan sekis glauko<an atau .omplek Pompangeo "Simandjuntak, drr., 1((1# atau .omplek Wana "Sukido, drr., 1(5), dalam persiapan#. Satuan ini tersingkap di daera Budong7budong, sudut baratlaut Lembar. Singkapan yang $ukup luas terdapat di sebela utara Lembar yaitu di Lembar Pasangkayu. Satuan ini tertindi Formasi Budong7budong aluBium. S&RU'&UR DAN &E'&"N%'A Struktur utama di Lembar ;amuju adala sesar normal dan sesar naik yang mempunyai ara umum utara timurlaut7selatan baratdaya. Beberapa sesar berara ampir barat 7 timur dan utara baratlaut 7 selatan tenggara. Struktur lipatan di Lembar ini berkembang $ukup baik. !aera Lembar termasuk dalam ;andala Geologi Sulawesi Barat "Sukamto, 1()>a#, terutama terdiri dari batuan mali an, batuan sedimen, batuan gunungapi dan batuan terobosan bersi<at granit. !i daera ini paling sedikit tela terjadi empat kali gejala tektonik. -ektonik awal yang dapat diamati mungkin terjadi pada .ala .apur -enga yang bersamaan dengan gejala tektonik di !aera Sulawesi baratdaya "Leeuwen, 1(51#. Gejala ini mengakibatkan perlipatan, persesaran dan pemali an regional derajat renda pada Satuan Batuan ;ali an. Pada .apur +k ir terbentuk Formasi Latimojong dalam lingkungan laut dalam, terutama terbentuk di bagian timur dan tenga Lembar. -ektonika selanjutnya terjadi pada Paleosen, yang mengakibatkan satuan Batuan ;ali an terlipat dan termali lagi serta Formasi Latimojong termaili regional derajat renda . Pada .ala 0osen sampai =ligosen terjadi genang laut yang membentuk sedimen laut Formasi -oraja dan +nggota %antepao. Pada .ala =ligosen sampai ;iosen +wal terjadi lagi kegiatan tektonik yang disertai dengan kegiatan gunungapi dalam bentuk busur kepulauan gunungapi, dan membentuk Batuan Gunungapi Lamasi, yang di beberapa tempat terbentuk pula batugamping. Setela kegiatan gunungapinya ter enti, pengendapan batuan karbonat terus berlangsung sampai awal ;iosen -enga se ingga terbentuk Formasi %iu. takselaras ole Formasi Lariang,

?*

Pada .ala ;iosen -enga bagian tenga sampai +wal ;iosen +k ir terjadi lagi kegiatan tektonik yang disertai dengan kegiatan gunungapi yang meng asilkan Batuan Gunungapi -alaya, -u< Beropa dan batuan sedimen gunungapi Formasi Sekala. Batuan Gunungapi -alaya bersusunan andesit7basal yang makin ke ara atas susunannya beruba menjadi leusit7basal, se ingga terbentuk Batuan Gunungapi +dang. !i bagian barat, pada waktu yang bersamaan terendapkan batuan karbonat Formasi ;amuju dan batugamping terumbu +nggota -apalang.

+,

Pada .ala ak ir ;iosen -enga , kegiatan gunungapi tersebut disertai dengan terobosan batun granit yang menerobos semua satuan yang lebi tua. -erobosan ini membawa larutan idrotermal yang kaya akan biji sul<ida dan membentuk endapan biji sul<ida terutama su<<ida tembaga, seperti di daera Sangkaropi, Penasuang dan Bilolo. -erobosan ini disertai dengan pengangkatan dan penyesaran, se ingga terbentuk sesar turun dan sesar naik yang berara utara timurlaut 7 selatan baratdaya. Pengangkatan yang terjadi di bagian barat Lembar mungkin berlangsung sampai ;iosen +k ir yang dilanjutkan dengan penurunan se ingga terbentuk Formasi Lariang. .egiatan tektonik terak ir mungkin terjadi pada .ala Pliosen, se ingga bagian timur Lembar terangkat, sedangkan pengangkatan di bagian barat Lembar disusul ole penurunan yang meng asilkan Formasi Budong7budong dan Batugamping .oral. Sejak Pliosen +k ir daera Pengangkatan daera ini diduga suda berupa daratan, dan pada .ala Plistosen "Q# terjadi kegiatan gunungapi yang meng asilkan -u< Barupu, ini masi berlangsung terus sampai sekarang. di$irikan dengan tumbu nya terumbu koral di sepanjang pantai barat. SU#BERDA,A #%NERAL DAN ENERG% !aera Lembar ;amuju mengandung ba an galian logam dan non logam serta sumberdaya energi yang diperkirakan mempunyai prospek $ukup baik. Ba0an galian logam

??

Ba an galian logam yang ditemukan di daera pemetaan adala emas, perak, tembaga, besi dan seng: di antaranya berupa kalkopirit, kalkosit, koBelit, s<alerit, malakit, bornit, magnetit, galena dan pirit. Cebakannya antara lain berupa letakan, urat, por<iri, impregnasi dan kantong7kantong. Sebarannya terdapat di bagian tenga dan tenggara Lembar, dekat dengan batuan terobosan Granit. Batuan terobosan itu sangat erat gunungapi dan pluton. Penelitian mineral logam di daera "1(5'# dan !eddi, drr. "1(58#. !jum ani dan Pudjowalujo "1()?#, mendapatkan beberapa daera Salipaku dan -alimbangan 7 Sangkaropi. Daera0 Batui!i +Salole ;ineral logam yang ditemukan di daera ini adala pirit, kalkopirit, dan koBelit: terdapat dalam urat kuarsa yang menerobos batusabak, berupa urat7urat berisi pirit dan malakit. !itemukan juga bongka diorit yang mengandung pirit, s<alerit dan kalkopirit. Genesa pemineralannya diduga metasomatisma kontak dan mungkin pula impregnasi. +nalisa geokimia $onto tana di S. Belimbing meng asilkan kadar tembaga dari *' sampai 1(> ppm dan di S. Belopa dan ?' sampai 82? ppm. !i daera ini, !eddi, drr. "1(58# menemukan tembaga dengan kadar 2 sampai 1>' ppm, timbal dengan kadar 11 sampai 8? ppm dan seng dengan kadar ) sampai 58 ppm. ;ineralisasi emas terdapat dalam urat7urat kuarsa alus di S. -aroto anak sungai Lebutang. Daera0 Hune1Lelupa Pemineralan di daera ini terjadi pada reka an alus batuan pluton dan pada retas andesit. ;ineral yang ditemukan adala pirit, kalkopirit dan galena yang terdapat se$ara tersebar "por<iri#. +nalisa geokimia dari $onto sedimen dari S. .asomang yang mengandung mineral logam, yaitu Batuisi 7 Salole, ,una 7 Lelupa, Paniwangan 7 ini tela dilakukan ole !jum ani dan Pudjowalujo "1()?#, Seksi ;ineral Gulkanogenik !irektorat Sumberdaya ;ineral ubungannya dengan pemineralan di daera ini. Pemineralan terjadi pada batuan mali an, sedimen,

?)

menunjukkan kadar tembaga 28 7 25 ppm, timbal ? 7 *( ppm, dan seng >' 7 (' ppm. +nalisa $onto tana nya menunjukkan kadar tembaga 81 7 8)) ppm. Daera0 Pani angan1Salupaku ;ineral yang ditemukan di Paniwangan adala bongka magnetit: sedangkan di Salapaku adala butir7butir alus kalkopirit di dalam batuan mali an. Daera0 &alimbangan1Sangkaropi1Bilolo ;ineral yang ditemukan di daera -alimbangan adala pirit dan kalkopirit yang terkurung dalam massa dasar magnetit pejal di dalam batusabak. Selain itu ditemukan juga urat berisi pirit, kalkopirit, galena dan s<alerit yang menerobos breksi andesit dan granodiorit. +nalisa geokimia $onto sedimen sungai dan S. -alimbangan menunjukkan kadar tembaga dari 1,8 sampai 5>? ppm, timbal dari >1 sampai 2(* ppm dan seng dan >1 sampai 12* ppm. !i daera Sangkaropi, mineral yang ditemukan adala pirit, galena, s<alerit, kalkopirit, bornit dan koBelit. 0ndapan berupa kantong7kantong terdapat di dalam breksi gunungapi. !i daera ini ditemukan pula urat7urat yang mengandung gabungan galena7pirit7kuarsa di dalam batuan granit. +nalisa geokimia $onto tana , meng asilkan kadar tembaga 128 7 1*' ppm. !i daera Bilolo, $ebakan tembaga diikuti ole barit. Barit ini diusa akan se$ara ke$il7ke$ilan ole P-. +neka -ambang. Cebakan tembaga dengan barit sebagai penutupnya diduga merupakan $ebakan biji Gulkanogenik, 1(5', 1(51#. 0ksplorasi tembaga ole P-. +neka -ambang bekerjasama dengan Seksi ;ineral Gulkanogenik, S!;, di daera Sangkaropi7Bilolo berlangsung dan 1()? 7 1(51. Selama kegiatan pemetaan geologi Lembar ;amuju ini, kegiatan yang dilakukan P-. +neka -ambang, adala mengusa akan barit se$ara ke$il7ke$ilan, sedangkan tembaganya tidak, mungkin kurang menguntungkan. Ba0an galian non logam Ba an galian non logam yang terdapat di daera ini antara lain adala batugamping, granit, andesit, basal, dasit, pasir dan kerikil yang $ukup melimpa . tipe .uroko "Seksi ;ineral

Sebagian ba an galian ini tela diman<aatkan untuk ba an bangunan dan pengeras jalan. Sumber energi Sumber energi yang terdapat di daera mi adala batubara dan mataair panas. Batubara terdapat sebagai sisipan dalam batuan Formasi -oraja dengan tebal berkisar dan 8' sampai )* $m. Singkapannya terdapat di * km baratdaya Penasuang, 8 km baratlaut Galumpang dan di daera Galumpang sendiri, serta 1,* km utara -amalea. ;ataair panas di daera ini terdapat $ukup banyak tersebar di bagian tenga dan timur Lembar: su unya berkisar dari ?' sampai ('F C, mungkin dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik berkekuatan sekitar 8' mega Watt "+pandi drr., 1(52#. Sumber energi lainnya adala air terjun yang mungkin bisa diman<aatkan sebagal pembangkit tenaga listrik dengan sistem mikro7 idro. +ir terjun ini terdapat di daera aliran $abang S. ;amasa di bagian tenggara Lembar. Sumberda-a alam lainn-a !i Lembar ;amuju, selain ba an galian logam dan non logam yang ditemukan, 1uga asil utannya $ukup melimpa untuk diman<aatkan, terutama rotan dan kayu itam. -ana -oraja sebagai obyek pariwisata, sebarusnya bisa dikembangkan lagi, dengan dan menjaga kelestarian lingkungan, adat istiadat dan kebudayaannya yang k as, serta menyediakan sarana dan prasarana angkutan dan <asilitas lainnya yang lebi baik. !aera lainnya dapat pula dijadikan obyek pariwisata, mengingat daera inii mempunyai keadaan alam dan panorama yang inda dengan binatang langka yang anya ada di Sulawesi, yaita anoa, babirusa, tapir dan burung maleo. Untuk perlu diadakan suatu peburuan liar. !aera pantai barat, mulai dan ;amuju selatan sampai Belang7 belang di utara $ukup baik untuk tempat iburan dan pariwisata. !i daera lautnya kaya akan utan suaka nasional yang dapat dijadikan obyek pariwisata sambil melindungi binatang tersebut dan kepuna an yang disebabkan ole
?5

?(

berbagai jenis karang, tumbu an, dan ikan karang dengan lingkungan yang masi bersi dan inda . A)UAN +bendanon, 0.C., 1(1*, &eolo,is he en ,eo,raphis he door kruisin,en *an 5idden #elebes "1('*71(1'#. Leiden, 0.1. Brill, B.1,8*1 p. +pandi, -., /. %atman dan 3usup, 1(52, Laporan Geologi Lembar ;amuju, Sulawesi, sekala 1& 2*'.'''. Pro. P.G.4.F., Bid. Geo. %eg. Puslitbang Geologi. Brouwer, ,+., 1(>8, Geologis$ e onderIoekingen op et eiland Celebes, 7erh. &eol. 5ynb. &en. +ed. en 'ol., Geola Serie Gol. R. !eddi, -. Sutisna, Sukmana dan Aulki<li, 1(58, Peyelidikan Penda uluan Geologi, Pendulangan dan Geokimia !aera .e$amatan Budong7budong, .abupaten ;amuju, Sulawesi Selatan. Seksi ;ineral Gulkanogenik, Sub. !it.;i<t Log. S!;. !e .oning .nij<<. 1., 1(18, Geologis$ e gegeBens omtrent gedeelten der a<delingen Loewoe, Parepait en Boni Ban et GoBernment Celebes en =nder oorig eden. @aarb. *.h. 5i)n1e-en in +ederlandsek Oost indie 1(12, BataBia Staatsdrukkerij !eel 4, p.22) F29B. !jum ani dan ,. Pudjowalujo, 1()?, Laporan * ta un Peta ta ap 4, Bagian Pemetaan dan Penyelidikan ;ineral daera 1(?(71()(, !irektorat Geologi. !juri dan Sudjatmiko, 1()(, Peta Geologi Bersistem, Lembar ;ajene7Palopo, Sulawesi Selatan, sekala 1 2*'.'''. !irektorat Geologi. Leeuwen - .;. Ban, 1(51, - e Geology o< Sout west Sulawesi wit Spe$ial %e<eren$e to t e Biru +rea. 4n& Bat er +l. @ Wiryosujono, S. - e Geology and -e$toni$s o< 0astern 4ndonesia, G%!C, Spe . 6ubl. /o. 2, 1(51, pp.1))7>'8. %eyIer, 1., 1(2', Geologis$ e ann tekeningen betre<<ende de Iuidelijke -oraja7 Landen, BetIaineld uit de Buslagen der mijnbouwkundige onderIoekingen in ;idden Celebes @aarb. 7.h. 5i)1. in +ed. !ast 3ndie, 1(15, p. 1*872'(, p1. 18. Sulawesi Selatan Blok *,

Sarasin F. @ P. Sarasin, 1('1, 0ntwur< einer geogra<is$ e, geologise e Bes$ reibung der

insel Celebes, Weisbaden. +rsip Perpustakaan Puslitbang Geologi. Seksi ;ineral Gulkanogenik, 1(5', Laporan penyelidikan geologi dan geokimia tinjau regional daera basin S. Lamasi dan S. Sadari, .e$amatan Sesean dan .e$amatan Walenrang, .abupaten -ana -oraja dan .abupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sub. !it. 0ksp. ;in. Log. !S;, Simand)untak, -=., B. Rusmana, Surono dan LB. Supandjono, 1((1, 6eta &eolo,i 0ersistem 4embar 5alili, Puslitbang Geologi. Sukamto, %., 1()5, - e stru$ture o< Sulawesi in t e lig t o< plate te$toni$s. 6ro . Ra,. #onf. &eol. 5in. Res. S.9. "sia, 1()*, 1akarta. Sukido, !. Sukarna dan .. Sutisna, 1(5), 6eta &eolo,i 4embar 6asan,kayu, Sula1esi, sekala 1& 2*'.''', Puslitbang Geologi.

)'

Geologi Lembar #alili, Sula e!i


Geology of the 5alili !uadran,le, Sula1esi
-leh *+y): !O. (i.and/untak0 E.

us.ana0 (u1ono dan *and) &. B (upand/ono

Geologi dipetakan pada 19293198- oleh: Geology mapped in 19,9-198. by:

!O. (i.and/untak0 E/ us.ana0 (u1ono0 &. (upand/ono0 A. %os4a10 (itu.o1ang0 !. !u1kandi0 %. (utisna0 A. A5is dan *and) ". Endha1to

.'.

Ditelaah dan disunting oleh e6ie4ed and edited 7y:

%ab. Sukamto dan (and) -. Soeradi


DEPA !E"E# PE !A"BA#GA# DA# E#E G$ D$ E%!O A! &E#DE A' GEO'OG$ DA# ()"BE DA*A "$#E A' PUSAT PENELITIAN AN PENGE!"ANGAN GEOLOGI

DEPARTMENT ! M"NE# AND ENERG$ D"RE%T RATE GENERA& ! GE & G$ AND M"NERA& RE# 'R%E# GE & G"%A& RE#EAR%( AND DE)E& PMENT %ENTRE

1991

)1

PENDAHULUAN Pemetaan g$ologi bersistem Lembar ;alili "211># dilakukan ole Bidang Geologi %egional "sekarang Bidang Pemetaan Geologi#, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, dalam rangka kegiatan Proyek Pemetaan Geologi dan 4nterpretasi Foto udara, ta un anggaran 1()(H1(5', P0L4-+ 444 ta un ke 1. -ujuannya iala penyelidikan geologi serta sumberdaya mineral dan energi yang akan rneng asilkan data dasar untuk menunjang inBentarisasi sumberdaya mineral dan energi wilaya tersebut. Pekerjaan lapangan berlangsung dalam dua ta ap& ta ap pertama dan 1uni sampai +gustus 1()(, dan ta ap kedua dan /opember 1()( sampai 1anuari 1(5'. Lembar ;alili terletak diantara kordinat 12'F 7 121F>'6 B- dan 2F''6 7 >F''6 LS, dan meliputi daera seluas 21.''' .m2. Lembar ini di utara dibatasi ole Lembar Poso, di timur ole Lembar Bungku, di selatan ole Lembar .endari, -eluk Bone dan Lembar ;ajene, dan di barat ole Lembar ;amuju. Bagian selatan lembar termasuk .abupaten Luwu, Propinsi Sulawesi Selatan, sedangkan bagian utara termasuk .abupaten Poso, Propinsi Sulawesi -enga .

)2

;usim kemarau di daera ini berlangsung dan ;ei sampai =ktober, dan musim ujan dan /opember sampai +pril. Cura ujan di bagian selatan antara 2*'' 7 >''' mm, dan di bagian utara antara >*'' 7 8''' mm per ta un. Penduduknya terdiri dari beberapa suku. Suku Bugis dan Bajo6e yang menempati daera pantai bermata pen$arian menangkap ikan dan berdagang. Suku ;ori, -olaki, -oraja dan Pamona yang idup di pedalaman umumnya bertani dan men$ari asil utan. Sejak adanya tambang nikel di Soroako banyak diantara penduduk asli yang menjadi karyawan perusa aan. =rang Bugis dan Bajo6e pada umumnya beragama 4slam: orang ;ori dan -oraja beragama .risten, sedangkan orang -olaki ada yang 4slam dan ada yang .risten. !aera yang dipetakan dapat di$apai dan Ujung Pandang melalui udara, darat dan laut. Penerbangan perintis Ujung Pandang 7 Soroako berlangsung dua kali seminggu, dan Ujung Pandang 7 ;asamba sekali seminggu, menggunakan pesawat ke$il -win otter, Cessna atau Cassa. 1alan darat dan Ujung Pandang ke Palopo suda beraspal dan dapat dilalui segala jenis kendaraan bermotor pada setiap musim. 1alan ini merupakan ruas jalan -rans Sulawesi. +ntara kota ;alili dan Soroako terentang jalan raya yang dibangun dan dikelola ole laut. Peta dasar yang dipakai bersekala 1&2*'.''', seri S$ yang berasal dan US +rmy SerBi$e. Potret Udara yang ters$dia seluru daera . Laporan terda ulu mengenai daera ini ditulis ole .ool oBen "1(>'#, Brouwer "1(>8#, Lo$Iy "1(>8#, %ulten "1(2)#, UmbgroBe "1(>*#, ,etIel "1(>?#, Bot $ "1(2)#, ,opper "1(81#, Soeria 7 +tmadja dkk."1()2#, Sukamto "1()*#, +$ mad "1()*# dan Sop a eluwakan @ Suparka "1()5#. Laporan 7 laporan tersebut terutama menyangkut daera yang berbatuan ultrabasa. Bagian barat Lembar tela ada peta geologi yang bersi<at kompilasi. $%S%"GRA$% anya meliputi bagian timur dan tenga daera pemetaan, dibuat ot$ +ngkatan Udara +ustralia. Citra Landsat meliputi P- 4n$o. Palopo dan ;alili selain jalan darat juga di ubungkan dengan pera u atau kapal

)>

Se$ara mor<ologi daera ini dapat dibagi atas 8 satuan & !aera Pegunungan, !aera Pebukitan, !aera .ras dan !aera Pedataran. !aera Pegunungan menempati bagian barat dan tenggara lembar peta. !i bagian barat terdapat 2 rangkaian pegunungan& Pegunungan -ineba dan Pegunungan .oro7Ue yang memanjang dan baratlaut 7 tenggara, dengan ketinggian antara )''7 >'1? m di atas permukaan laut dan dibentuk ole batuan granit dan mali an. Sedangkan di bagian tenggara lembar peta terda pat Pegunungan Gerbeek dengan ketinggian antara 5'' 7 1>8? m di atas permukaan laut, dibentuk ole batuan ultrama<ik dan batugamping. Pun$ak7pun$aknya antara lain G. Baliase ">'1? m#, G. -ambake "15>5 m#, Bulu /owinokel "1)'' m#, G. .aungabu "1)?' m#, Bu i

21

-aipa "1>8? m#, Bulu Ladu "12)8 m#, BuLu Burangga "1'>2 m# dan Bulu Lingke "12'( m#. Sungai7sungai yang mengalir di daera ini yaitu S. .ataena, S. Pin$ara, S. %ongkong. S. Larona dan S. ;alili merupakan sungai utama. Pola aliran sungai umumnya dendrit. !aera Pebukitan menempati bagian tenga dan timurtaut lembar peta dengan ketinggian antara 2'' 7 )'' m di atas permukaan laut dan merupakan pebukitan yang agak landai yang terletak di antara daera pegunungan dan daera pedataran. Pebukitan ini dibentuk ole batuan Bulkanik, ultrama<ik dan batupasir. Pun$ak7 pun$ak bukit yang terdapat di daera ini di antaranya Bulu -iruan ""?>' m#, Bulu -ambunana "8)) m# dan Bulu Bukila "?8* m#. Sungai7sungai yang bersumber di daera pegunungan mengalir melewati daera ini terus ke daera pedataran dan bermuara di -eluk Bone. Pola alirannya dendrit. !aera .ras menempati bagian timurlaut lembar peta dengan ketinggian antara 5'' 7 1)'' m dari permukaan laut dan dibentuk ole batugamping. !aera ini di$irikan ole adanya dolina, SSink oleT dan sungai bawa permukaan. Pun$ak yang tinggi di daera m di antaranya Butu Wasopute "1)?5 m# dan Pegunungan -oruke 0mpenai "115* m#. !aera Pedataran menempati daera selatan lembar peta, melampar mulai dan utara Palopo, Sabbang, ;asamba sampai Bone7Bone. !aera ini mempunyai

ketinggian

anya beberapa meter di atas permukaan laut dan dibentuk ole

endapan aluBium. Pada umumnya merupakan daera pemukiman dan pertanian yang baik. Sungai yang mengaliri di daera ini diantaranya S. Pampengan, S. %ongkong dan S. .ebu, menunjukkan proses berkelok. -erdapatnya pola aliran subdendrit dengan air terjun di beberapa tempat, terutama di daera pegunungan, aliran sungai yang deras, serta dengan memper atikan dataran yang agak luas di bagian selatan peta dan adanya perkelokan sungai utama, semuanya menunjukkan mor<ologi dewasa. S&RA&%GRA$% Tatanan Strati,rafi Berdasarkan impunan batuan, struktur dan biostratigra<i, se$ara regional Lembar ;alili termasuk ;endala Geologi Sulawesi -imur dan ;endala Geologi Sulawesi Barat, dengan batas Sesar Palu .oro yang membujur batua ampir utara7selatan. ;endala Geologi Sulawesi -imur dapat dibagi menjadi dua lajur "-elt#& lajur mali an dan lajur o<iolit Sulawesi -imur yang terdiri dari batuan ultrama<ik dan batuan sedimen petagos ;esoIoikum. ;endala Geologi Sulawesi Barat di$irikan ole lajur gunungapi Paleogen dan /eogen, intrusi /eogen dan sedimen <lys$ ;esoIoikum yang diendapkan di pinggiran benua "Paparan Sunda#. !i ;endala Geologi Sulawesi -imur, batuan tertua adala batuan o<iolit yang terdiri dari ultrama<ik termasuk arIburgit, dunit, piroksenit, we rlit dan serpentinit, setempat batuan ma<ik termasuk gabro dan basal. Umurnya belum dapat dipastikan, tetapi diperkirakan sama dengan o<iolit di lengan timur Sulawesi yang berumur .apur 9 +wal -ersier "Simandjuntak, 1(5?#. !i bagian barat mendala ini terdapat lajur metamor<ik, komplek Pompangeo yang terdiri dari berbagai jenis sekis ijau di antaranya sekis mika, sekis ornblenda, sekis glauko<an, <ilit, batusabak, batugamping terdaunkan atau

)8

pualam dan setempat breksi. Umurnya diduga tidak lebi tua dari .apur. !i atas o<iolit diendapkan tak selaras Formasi ;atano& bagian atas berupa batugamping

kalsilutit, rijang radiolaria, argilit dan batulempung napalan, sedangkan bagian bawa terdiri dari rijang radiolaria dengan sisipan kalsilutit yang semakin banyak ke bagian atas. Berdasarkan kandungan <osilnya Formasi ini menunjukkan umur .apur. Pada mendala ini dijumpai pula komplek bawa ban$u ";elange Wasuponda#, terdiri dari bongka an asing batuan ma<ik, serpentinit, pikrik, rijang, batugamping terdaunkan, sekis, am<ibolt dan eklogit "Q# berbagai ukuran yang tertanam di dalam masa dasar lempung mera bersisik. Batuan tekonika ini tersingkap baik di daera Wasuponda serta di daera 0nsa, .oro ;udi dan Petumbea, diduga terbentuk sebelum -ersier "Simandjuntak, 1(5'#. Pada .ala ;iosen +k ir batuan sedimen pas$a orogenesa /eogen ".elompok ;olasa Sulawesi# diendapkan tak selaras di atas batuan yang lebi tua. .elompok ini termasuk Formasi -omata yang terdiri dari klastika alus sampai kasar, dan Formasi Larona yang umumnya terdiri dari klastika kasar yang diendapkan dalam lingkungan laut dangkal sampai darat. Pengendapan ini terus
)*

berlangsung sampai .ala Pliosen. !i ;endala Geologi Sulawesi Barat batuan tentua adala Formasi Latimojong

2,

yang diduga berumur .apur +k ir. Batuan ini terdiri dari deret <lys$ , perselingan antara argilit, <ilit, batusabak dan wake dengan sisipan rijang radiolaria dan konglomerat. Batuan ini diduga tela diendapkan di pinggiran benua Sunda. -ak selaras di atasnya di7endapkan Formasi -oraja yang terdiri dari serpi , batugamping, batupasir dan konglomerat. Umurnya berjangka dari 0osen 7 ;iosen -enga "!juri dan Sudjatmiko, 1()8#. Pada .ala =ligosen terjadi kegiatan gunungapi bawa laut yang meng asilkan laBa bantal dan breksi yang bersusunan basa sampai menenga . Batuan itu membentuk Batuan Gunungapi Lamasi. .egiatan ini berlangsung terus sampai .ala ;iosen -enga "Batuan Gunungapi -ineba dan -u<a %ampi#, yang sebagian suda mun$ul ke atas permukaan laut. !i atasnya se$ara tak selaras diendapkan Formasi Bone7bone yang terdiri dari endapan turbidit dan perselingan antara konglomerat dan klastika alus. Formasi ini banyak mengandung <osil <oram ke$il yang menunjukkan umur ;iosen +k ir

7 Pliosen. .egiatan gunungapi terjadi lagi pada Plio7Plistosen ba kan sampai ,olosen yang meng asilkan laBa dan ba an piroklastika yang bersusunan andesit "Batuan Gunungapi ;asamba#. -erdapat dua bauan terobosan granit yang berbeda umurnya: yang pertama berumur ;iosen +k ir dan yang kedua Pliosen. 3ang terak ir lamparannya $ukup luas di bagian baratlaut lembar peta. !i daera Palopo granit berumur ;iosen +k ir menerobos Formasi Latimojong dan Formasi -oraja dan meng asilkan mineralisasi idrotermal. Batuan termuda di daera ini adala aluBium yang terdiri dari endapan sungai, danau dan pantai. Sebarannya luas di utara -eluk Bone dan di selatan !anau Poso. 6erian Satuan 6eta ENDAPAN PER#U'AAN !l ENDAPAN DANAU & Lempung, pasir dan kerikil. Lempung menunjukkan penlapisan karena perbedaan warna dan agak mengeras, tebal lapisan antara beberapa sampai 1'' mm. Pasir dan kerikil, kelabu ingga itam, kurang padat, mengandung banyak sisa tumbu an. Perlapisan $ukup baik, dengan tebal lapisan antara beberapa ingga 2' $m. Sebaran satuan meliputi daera di selatan !anau Poso, sekitar !anau ;atano, !anau ;a alona dan !anau -owuti. -ebal satuan diperkirakan pulu an meter.
)?

Oal ALU(%U# & lumpur, lempung, pasir, kerikil dan kerakal. Satuan ini merupakan endapan sungai, rawa dan pantai. Sebarannya meliputi dataran di utara -eluk Bone, %ampi dan Leboni yang terletak di bagian baratlaut lembar, daera Somba Limu di timur !anau Poso, sepanjang lemba S. Laa di bagian timurlaut lembar, serta daera !anau ;atano. 5endala &eolo,i Sula1esi 0arat BA&UAN SED%#EN Bungku yang terletak di sebela barat

'ls $"R#AS% LA&%#"/"NG & perselingan batusabak, <ilit, wake, kuarsit, batugamping dan batulanau dengan sisipan konglomerat dan rijang, umumnya termali sangat lema . Batusabak, itam sampai kelabu ke itaman padat dan keras, tebal lapisan an tar 1'72' m. Filit, mera ke$oklatan: bela an berkembang baik dan persekisan suda tampak agak keras dan kompak.
)) Wake, kelabu ke ijauan sampai kelabu: padat, keras: berukuran sedang: kepingan

"<ragmen# membulat sampai membulat tanggung, terdiri atas rombakan batuan gunungapi, ornblenda dan <elspar: berlapis baik dengan tebal lapisan ?' $m. Perarian sejajar berkembang baik: kontak atas dan bawa lapisan sangat jelas. .uarsit, ijau $era sampai mera keputi an: padat, sangat keras: berlapis baik: tebal lapisan sampai 1 m. Batugamping, itam: padat, meng ablur dan sangat keras: berlapis baik dengan tebal lapisan >' 7 *' $m. Batulanau, kelabu sampai kelabu kemera an: perarian: berbutir alus padat dan keras. .onglomerat, kelabu: bersi<at padat, dengan komponen andesit dan batupasir, berukuran 27 * $m, kemas terbuka, perekat batupasir. %ijang, puti sampai mera : padat, pejal, sangat keras: ber<osi radiolaria. Fosil untuk penentuan umur batuan tidak ditemukan, tetapi Brouwer "1(>8# di Pegunungan Latimojong dan %eyIer "1(2'# di Babakan di bagian tenggara lembar, menemukan <osil yang berumur .apur. ,impunan batuan dan struktur sedimen memperli atkan ba wa Formasi Latimojong adala endapan <lys$ yang diendapkan di pinggiran benua yang akti< -ana Sunda "Sundaland#. Formasi Latimojong melampar di pojok baratdaya daera penyelidikan, mulai dan Palopo sampai anak sungai %ongkong. -ebal satuan ini diperkirakan melebi i 1''' m, di atasnya tertindi se$ara tidak selaras ole Formasi -oraja dan batuan gunungapi Lamasi. Satuan ini merupakan kelanjutan dan Formasi Latimojong di Lembar ;ajene Palopo "!juri @ Sudjatmiko, 1()8# di tenggara lembar peta. sekitar

Tets $"R#AS% &"RA/A & serpi , batugamping dan batupasir dengan sisipan konglomerat. Serpi , mera tua sampai mera ati: padat dan keras: perlapisan $ukup baik dengan tebal lapisan antara *7>' $m: memperli atkan Sreti$ulate $leaBageT. Batugamping, puti kekuningan sampai kelabu ke itaman: berupa batugamping koral, padat dan sangat keras, tidak berlapis: tebal men$apai *' m. Batupasir, kelabu ke ijauan sampai $oklat: padat, keras, berkomponen kepingan batuan, kuarsa dan <elspar berbutir sedang, membulat sampai membulat tanggung: berlapis baik, tebal tiap lapisan antara > 7 1* $m.
)5

.onglomerat, kelabu ke itaman: padat dan keras, berkomponen kuarsit, kuarsaan baturijang: berukuran ',*7> $m, membulat tanggung sampai membulat, terekat ole batupasir kasar dan berkemas terbuka Formasi -oraja didominasi ole serpi , batugamping dan batupasir berselingan dengan serpi , dengan sisipan konglomerat. Fosil <oramini<era besar yang ditemukan dalam batugamping& 5unidit s sp, (is o y lina Sp, 0ordis S 4epido y lina sp. Oper ulina sp, #ydo lyp us sp dan 5io,ypsina sp menunjukkan umur 0osen7;iosen "Budiman, 1(51#. Satuan ini diendapkan pada lingkungan dangkal sampai air payau. Sebarannya dari sekitar desa ;aro, memanjang ke barat dan selatan melewati desa -ondon ingga di Lembar ;ajene yang berdampingan "!juri @ Sudjatmiko, 1()*#. .etebalan seluru nya melebi i 1''' m. Satuan ini menindi se$ara tidak selaras Formasi Latimojong dan ditindi se$ara tidak selaras ole satuan batuan gunungapi Lamasi. B+-U+/ GU/U/G+P4 Tpl* BA&UAN GU/NUNGAP% LA#AS%& laBa, breksi dan tu<a. LaBa, bersusunan andesit sampai basal: memperli atkan struktur aliran dan amigdaloid, padu dan pejal: tebal 1 7 1' m. LaBa andesit berwarna kelabu:.bentekstur por<irit dengan <enokris plagioklas dan piroksen serta masa dasar, berbutir alus, LaBa basal berwarna kelabu ke itaman, bertekstur por<irit dangan <enokris plagioklas, piroksen dan orenblenda, serta masa dasar berbutir

alus yang terdiri dari mineral plagioklas dan piroksin. .edua jenis laBa itu terpropilitkan dan teruba dengan mineral uba nya berupa lempung dan kiorit. Breksi, kelabu sampai kelabu ke itman: berkomponen batuan andesit, basal dan batuapung: menyudut sampai menyudut tanggung berukuran antra 1'7 8' $m: perekatnya tu<a mengalami proses pirit dan perak. -u<a, puti sampai kelabu: mengandung mineral ornblenda dan ka$a Bolkanik, berukuran sampai ',1 $m. Perlapisan $ukup baik: merupakan perselingan antara tu<a alus dan tu<a kasar: tebal tiap lapisan antara *78* $m. -ebal seluru lapisan tu<a men$apai 1' m. Batuan gunungapi Lamasi berupa perselingan laBa, breksi dan tu<a, dengan laBa dan breksi merupakan batuan penyusun utamanya. Berdasarkan penarik an pada batuan basal di daera Palopo "Sukamto, 1()*# dan korelasi dengan batuan gunungapi ini gunungapi di daera Biru "Ban Leeuwen, 1()(# dan daera Bantimala "Sukamto, 1(52#, satuan ini diperkirakan berumur Paleogen. Batuan merupakan alus sampai kasar, Padat dan keras. !i beberapa tempat idrotermal, ingga termineralisasikan membentuk endapan

asil kegiatan gunungapi bawa laut. Sebarannya mulai dari Palopo, melampar ke utara sampai Sabbang. -ebal satuan diperkirakan men$apai *'' m. Satuan ini menindi se$ara tak selaras Formasi -oraja dan Formasi Latimojong. Batuan gunungapi Lamasi dapat dikorelasikan dengan batuan gunungapi ;iosen di Lembar ;ajene "!juri @ Sudjatmiko, 1()*: Sunarya @ Surawinata, 1(5'#. Tmrt &U$A RA#P%& Batupasir -u<aan, tu<a ubu dan tu<a kristal. Batupasir tu<aan, puti kekuningan: berbutir alus sampai sedang agak padat, mengandung ka$a Bulkanik, <elspar dan kuarsa. Perlapisan sejajar disebabkan ole peruba an warna susunan batuan. Se$ara keseluru an batuan ini berselingan dengan batupasir tu<aan: tebal tiap lapisan antara 1' 7 >' $m. Batuan ini umumnya tela mengalami uba an.

)(

-u<a kristal, puti : pejal, padat: terdiri dari kristal an edron bersusunan <elspar, kuarsa dan lempung. Felspar dan kuarsa berbutir alus: lempung asil uba an <elspar. Batuan tela mengalami uba an kuat. -u<a %ampi tersusun terutama ole perselingan batupasir tu<aan dengan tu<a yang mengandung lapisan tu<a kristal, tebal sampai * m. Batuan ini diterobos ole batuan granit berumur ;iosen +k ir7Plistosen, dan karena itu diperkirakan berumur =ligosen7;iosen +wal: berupa endapan gunungapi bawa laut. Sebarannya dari barat desa %ampi di bagian barat laut Lembar ;alili meluas ke ara barat Lembar ;amuju. -ebal satuan diperkirakan sekitar ?'' m. Satuan ini menindi tidak selaras Formasi Latimojong dan menjemari dengan Batuan Gunungapi -ineba. Tmt* BA&UAN GUNUNGAP% &%NEBA& laBa andesit orenblenda, basal, Latit kuarsa dan breksi. LaBa andesit orenblenda, kelabu berbintik puti : por<iritik dengan <enokris ornblenda: berbutir sedang masa dasar sangat alus, orenblenda, ka$a dan lempung. ,orenblenda asil uba an mineral plagioklas dan sebagian teruba

terdiri dari mineral <elspar, plagioklas: pejal dan padat.

menjadi biotit, sedangkan lempung berupa

LaBa basal, umumnya mengalami uba an: kelabu sampai ke itaman berbintik puti berbutir alus yang terdiri dari mineral plagioklas, serisit, stibik, ka$a dan lempung. LaBa latit kuarsa, kelabu berbintik puti : pejal: por<iritik dengan <enokris berbutir sedang% terdiri atas mineral kuarsa, <elspar kalium, plagioklas dan biotit: masa dasar berbutir alus, terdiri atas mineral <elspar, biotit, kiorit, lempung dan serisit: <elspar kalium dan plagioklas teruba menjadi lempung dan serisit: klorit berupa uba an dan mineral ma<ik. Sebaran ke atas berupa laBa andesit orenblenda: basal teruba dan latit kuarsa sulit diperikan. Batuan gunungapi -ineba berupa asil peleleran batuan gunungapi bawa laut yang diduga berumur =ligosen7;iosen +wal, karena satuan ini batuan bersi<at granit yang berumur ;iosen +k ir7Plistosen. diterobos ole

5' 5'

Satuan ini menempati tinggian -ineba, terus melampar ke ara penampang geologi, diperkirakan tidak kurang dan *'' m.

utara daera

%ampi di bagian baratlaut Lembar ;alili. .etebalan satuan diper itungkan dan

!Tpm* BA&UAN GUNUNGAP% #ASA#BA& batuan piroklastika dan laBa. Batuan piroklastika, merupakan rempa gunungapi bersusunan andesit dan dasit: menunjukkan kemas terbuka. LaBa, bersusunan andesit dan basal. LaBa andesit, k$labu: bertekstur por<iritik: berbutir alus sampai menenga : mengandung <enokris plagioklas, piroksen dan sedikit ortoklas, dengan masa dasar mikrolit plagioklas, ka$a dan lempung. LaBa basal, itam: amigdaloid, a<anitik: berstruktur aliran, mengandung mikrolit <elspar: massa dasar sangat alus dari ka$a dan klorit. Sebagian teruba menjadi mineral lempung. Batuan ini berongga yang diisi ole kalsit Batuan gunungapi ;asamba diperkirakan asil kegiatan gunungapi Plio7Plistosen dalam lingkungan daratan. Penarik an .aliumH+rgon atas batuan trakit yang terdapat di beberapa tempat di sepanjang jalur sesar Palu7.oro menunjukkan umur 8,2* juta ta un "Sukamto, 1()*a#. Sebaran satuan batuan ini meliputi daera di bagian utara ;asamba. Batuan ini menindi tak selaras granit .ambuno dan Formasi Bone7Bone. Berdasarkan kesamaan litologi dinasaba kan dengan batuan Gunungapi "EtB# yang terdapat di daera 1()*#. BA&UAN BE'U4&ER"B"SAN Tmp, GRAN%& PAL"P" & granit dan granodiorit. Granit, puti koton benbintik itam: ber ablur penu : berbudaran sama besar: berbutir menenga : <anerik dengan mineral utama kuarsa, ortoklas, plagioklas dan sedikit orenblenda. Umumnya mengalami pelapukan, terbreksikan dan terkekarkan. Granodiorit, puti ke itaman: pejal: <anerik dan por<iritik: berbutir menenga sampai kasar <enokris plagioklas dengan masadasar kuarsa, ornblenda, biotit dan Lembar Ujung Pandang "Sukamto,

51

mineral uba an kloril. ;ineral ma<ik umumnya tela terkloritisasikan. Batuan yang bertekstur por<iritik tersebut tela terkekarkan dan terbreksikan. !i dalam satuan batuan ini kedudukan granit ter adap granodiorit sulit ditentukan, baik ke ara atas maupun mendatar. Berdasarkan asil penarik an pada retas granit di daera Palopo, batuan itu berumur 5,1' juta ta un "Sukamto, 1()*# atau +k ir ;iosen. Satuan ini menempati daera pegunungan antara desa -ojambu dan -ondon, yang terletak di bagian baratdaya Lembar ;alili. Satuan batuan ini menerobos Formasi -oraja dan Formasi Latimojong. Tpk, GRAN%& 'A#BUN" & granit dan granodiorit.

29

Granit, puti berbintik itam kebiruan: berbutir sedang sampai kasar: ber ablur penu " olokristalin#: umumnya bertekstur por<iritik. Fenokris terdiri atas ortoklas, plagioklas, kuarsa, orenblenda dan biotit, yang tersebar di atas masa dasar kuarsa, ornblenda, biotit dan mineral lempung. Umumnya batuan ini masi segar. !itemukan berbagai jenis granit, di antaranya mikrolit orenblenda7biotit, mikrogranit biotit, genes7mikrogranit biotit, dan mikro7leukogranit ",artono S, 1(5'#. Granodiorit, puti berbintik itam: pejal dan bertekstur por<iritik dan sedikit ipidiomor<: butiran berukuran sedang. Susunan <anerik: ber ablur penu :

mineral berupa <enokris plagioklas dan jenis oligoklas, ortoklas, kuarsa dan orenblenda, serta masa dasar epidot, serisit, magnetit, kuarsa dan mineral ternpung. Bauan ini umumnya terdapat dalam keadaan segar. Setempat tela terkekarkan dan menunjukkan kekar tiang. Berdasarkan kesamaan litologi dengan granit di Lembar Pasangkayu yang asil penarik an granit menunjukkun umur >,>* juta ta un "Sukamto, 1()*#, granit .ambuno diduga berumur Pliosen. Sebaran sauan ini meliputi pegunungan di sekitar Bulu .ambuno di bagian barat Lembar ;alili. !i baratlaut desa Sabbang tampak gejala peruntu an tektonik dengan batuan dan Formasi Latimojong di daera %ampi satuan ini menerobos satuan gunungapi -inemba yang menunjukkan gejala alterasi dan pemineralan.

5endala &eolo,i Sula1esi Timur BA&UAN SED%#EN 'ml $"R#AS% #A&AN"& batugamping ablur dan kalsilutit, napal, serpi , dengan sisipan rijang dan batusabak. Formasi ;atano bagian bawa ditempati ole batugamping kalsilutit berlapis dengan lensa rijang, sedang bagian atas merupakan perselingan antara batugamping pejal dan ter ablur ulang, napal dan srrpi dengan lensa batusabak dan rijang. Batugamping, puti kotor sampaii kelabu: berupa endapan kalsilutit yang tela meng ablur ulang dan berbutir alus "lutit#: perlapisUn sangat baik dengan ketebalan lapisan antara 1' 7 1* $m: di beberapa tempat dolomitan: di tempat lain mengandung lensa rijang setempat perdaunan. /apal, kelabu sampai ke$oklatan: padat dan pejal: terlipat kuat: berlapis baik dengan tebal lapisan sampai 1* $m. !i beberapa tempat terdapat lensa rijang dan sisipan batusabak. Serpi , kelabu: pejal dan padat berlapis baik dengan ketebaan lapisan sampai * 52 $m: terkadang gampingan atau napalan. %ijang. kelabu sampai kebiruan dan $oklat kemera an: pejal dan padat. berupa lensa atau sisipan dalam batugamping dan napal: ketebatan sampai 1' $m. Batusabak, $oklat kemera an: padat dan setempat gampingan: berupa sisipan dalam serpi dan napal, ketebalan sampai 1' $m. Berdasarkan kandungan <osil batugamping, yaitu &lobotrun ana sp dan .eteroheli/ sp, serta Radiolaria dalam rijang "Budiman, 1(5'#, Formasi ;atano diduga berumur .apur +tas. Satuan ini diendapkan dalam lingkungan laut dalam. Sebaran <ormasi antara daera Ulu Uwoi dan Balu Wasopute, memanjang pada ara baratdaya7timurlaut dan S. Bantai ,ulu sampai Pegunungan -ometindo. .etebalan seluru lapisan men$apai **' m. ,ubungan dengan .omplek Ultrama<ik berupa sesar naik: biasanya berupa suatu lajur termilonitkan atau terserpentinkan yang bisa men$apai

pulu an meter tebalnya. Satuan ini menindi se$ara selaras Formasi Lamusa, serta tertindi se$ara tidak selaras ole Formasi -omata dan Formasi Larona.
5>

.ool oBen "1(>'# menamakan satuan ini SLapisan ;atano +tasT.

LA/UR "$%"L%& SULAWES% &%#UR BA&UAN BE'U ;-osu BA&UAN UL&RA#A$%'& arIburgit, l erIolit, we rlit, websterit, serpentinit dan dunit. ,arIburgit, ijau sampai ke itaman: olokristalin, padu dan pejal. ;ineralnya alus sampai kasar, terdiri atas oliBin "?'L# dan piroksen "8'L#. !i beberapa tempat menunjukkan struktur perdaunan. ,asil peng abluran ulang pada mineral piroksen dan oliBin men$irikan batas masing7masing kristal bergerigi. L erIolit, ijau ke itaman: otokristalin, padu dan pejal. ;ineral penyusunnya iala oliBin (8*L), piroksen "2*L#, dan sisanya epidot, yakut, klorit dan biji dengan mineral berukuran alus sampai kasar. We rlit, bersi<at padu dan pejal: ke itaman: bertekstur a<anitik. Batuan ini tersusun ole mineral oliBin, serpentin, piroksen dan iddingsit. Serpentin dan iddingsit berupa mineral asil uba an oliBin. Websterit, ijau ke itaman: olokristalin, padu dan pejal. Batuan ini terutama tersusun ole mineral oliBin dan piroksenkilno berukuran alus sampai sedang. 1uga ditemukan mineral serpentin, klorit, serisit dan mineral kedap $a aya. Batuan ini tela mengalami penggerusan, ingga di beberapa tempat terdapat pemilonitan dalam ukuran sangat alus yang memperli alkan struktur kataklas. Serpentinit, kelabu tua sampai ke itaman: padu dan pejal. Batuannya bentekstur a<anitik dengan susunan mineral antigorit, lempung dan magnetit. Umumnya memperli atkan struktur kekar dan $ermin sesar yang berukuran megaskopis. !unit, ke itaman: padu dan pejal, berteksur a<anitik. ;ineral penyusunnya iala oliBin, piroksen. plagioklas, sedikit serpentin dan magnetit: berbutir alus sampai

81

sedang. ;ineral utama =liBin berjumla

sekitar ('L& -ampak adanya

penyimpangan dan pelengkugan kembaran yang dijumpai pada piroksen. men$irikan adanya gejala de<ormasi yang dialami ole batuan ini. !i beberapa tempat dunit terserpentinkan kuat yang ditunjukkan dari struktur sisa seperti jaring dan barik7barik mineral oliBin dan piroksen: serpentin dan talkum sebagai mineral pengganti. ;-osm BA&UAN #A$%' & gabro, diabas. Gabro, sebagai retas di dalam batuan ultrama<ik: kelabu berbintik itam: bersi<at padu dan pejat. Batuan ini bertekstur <aneritik dengan susunan mineral plagioklas, oliBin, antigorit, serta sedikit magnetit dan serisit. -ebal retas gabro sampai 2 m. !iabas, kelabu sampai itam: pejal dan bertekstur a<anitik atau membutir: ipidiomor< dengan butiran alus sampai sedang. ;ineral penyusunnya ortoklas atau piroksen, klorit, lempung, oksida besi, dan sedikit kuarsa. Plagioklas dan ortoklas urnumnya teruba menjadi lempung kelabu. Piroksen sebagian teruba menjadi kiorit dan oksida besi. .lorit berwarna ijau muda: umumnya ber$ampur dengan oksida besi, se ingga warnanya menjadi kekuningan serta sering terdapat mengisi rongga di antara mineral. Batuan ini terdapat di dalam .omplek Ultrama<ik sebagal bagian daripada o<iolit. Batuan Ultrama<ik dan ;a<ik ini diperkirakan merupakan batuan tertua di Lembar ;alili dan diduga berumur .apur. Sebarannya meluas di sekitar !anau ;atano dan !anau -owuti di timur dan tenggara Lembar peta, meliputi pegunungan Gerbeek, Bulu Salura, Pegunungan -ometindo, Bulu Bukia, Bulu -ambu una, Bulu -ampara ;asapi dan Butu Lingke. Satuan ini se$ara tektonik bersentu an dengan batuan ;esoIoikum dan Paleogen, dan se$ara tak selaras tertindi batuan 58 sedimen /eogen dan .uarter. BA&UAN &E'&"N%' ;-wm B+/CU, ";0L+/G0# W+SUP=/!+& -erdiri dari bongka an asing, sekis, genes, batuan ma<ik, am<iboilt, diabas mali , batuan ultrama<ik "pikrit#, batugamping terdaunkan dan eklogit: berukuran dari beberpa sentimeter sampai

pulu an meter, ba kan ratusan meter: terutama dalam masa dasar lempung mera bersisik yang sering menunjuktan perdaunan, s tempat juga masa dasar serpentinit terdaunkan "pikrit#. Satuan ini diduga merupakan ban$u tektonik "Simandjuntak, 1(5'#, berdasarkan bentuk bodin yang menunjukkan kesan penekukan dan lempung bersisik yang terdaunkan. Berdasarkan ketiadaan bongka asing yang berumur -ersier, diperkirakan satuan ini terbentuk datam lajur penunjaman Aaman .apur. .etebalan sulit ditentukan: ubungannya dengan batuan ultrama<ik dan Formasi ;atano berupa persentu an tektonik. Singkapan baik terdapat di daera Wasuponda di baratdaya !anau ;atano. ;-s BA&UAN SERPEN&%N& serpentin "pikrit, dikuasai ole mineral antigorit, sedikit talkurn, lempung dan magnetit: itam ke ijauan: permukaan mengkilap: tergeruskan, dengan $ermin sesar dan kekar yang tak beraturan: umumnya memperli atkan persekisan yang setempat terlipat, dan dapat dili at dengan mata bugil. -alkum menyerabut, menempati retakan di antara serpentin: lempung, kelabu, sangat dalam batuan. Batuan serpentin merupakan asil uba an batuan ultrama<ik yang terbentuk dalam kerak samudera pada PaleoIoikum +k ir diperkirakan diali mampatkan pada ;esoIoikum. Singkapan di daera selatan !. Poso, dan sebagai bongka an dalam Ban$u ";elange# Wasuponda. .etebalan sulit diperkirakan, berdasarkan penampang melebi i 1''' m. ,ubungan dengan batuan sekitarnya berupa persentu an tektonik. BA&UAN #AL%HAN LA/UR #E&A#"R$%) SULAWES% &ENGAH ;-pm '"#PLE' P"#PANGE" & sekis, genes, pualam, serpentinit dan meta alus, terdapat se$ara berkelompok di beberapa tempat dalam batuan. ;agnetit, itam kedap: biasanya mengisi retakan

8,

kuarsit, batusabak, <ilit dan setempat breksi.

5*

Sekis, puti , kuning ke$oklatan, ke ijauan kelabu: kurang padat sampai sangat padat serta memperli atkan perdaunan. Setempat menunjukkan struktur he*ron, lajur tekuk "kink banding# dan augen, dan di beberapa tempat perdaunan terlipat. Batuan terdiri atas sekis mika, sekis mika yakut "garnet, sekis klorit7am<ibolit dan sekis klorit7Ioisit. am<ibolit dan <asies sekis ijau7glauko<an7lawsonit. -ekstur batuan eteroblas: terdiri dari mineral lepidoblas dan granoblas berbutir alus sampai sedang: kuarsa, muskoBit orenblende, klinoIoisit, <elspar, yakut "garnet#, klorit, serisit: apatit dan titanit sebagai mineral tamba an. Genes, kelabu sampai kelabu ke ijauan: bertekstur eteroblas, Renomor< sama butiran, terdiri dari mineral granoblas berbutir alus sampai sedang. 1enis batuan ini terdiri atas genes kuarsa biotit dan genes pumpelit7muskoBit7yakut. Bersi<at kurang padat sampai padat. Genes kuarsa7biotit tersusun ole mineral kuarsa, plagioklas dan biotit. alus sampai sedang setempat an$uran <elspar, muskoBit dan kuarsa. Genes pumpelit7muskoBit7yakut, berbutir ditemukan blastomilonit yang berupa terdapat dalam bentuk granoblas. Pualam ";-mm#, ke ijauan, kelabu sampai kelabu gelap, $oklat sampai mera $oklat, dan itam bergaris puti : sangat padat dengan persekisan, tekstur umumnya nematoblas yang memperli atkan pengara an. Persekisan dalam batuan ini didukung ole adanya pengara an kalsit ablur yaag tergabung dengan mineral lempung dan mineral kedap "opak#. Batuan terutama tersusun ole kalsit, dolomit dan piroksen: mineral lempung dan mineral biji dalam bentuk garis. Wolastonit dan apatit terdapat dalam jumla sangat ke$il. Plagioklas jenis albit mengalami peng abluran ulang dengan piroksen. Serpentinit ";-sp#, ke ijauan sampai ke itaman: terdaunkan, menunjukkan kesan $ermin sesar yang mengkilap pada permukaannya. Setempat mengandung asbes dan rodingit. Batuan ini ditemukan dalam lajur sesar dengan ketebalan kurang dari satu meter sampai beberapa meter, dan dalam lajur sesar besar melebi i ratusan meter. !i beberapa tempat perdaunan yang tela terlipat "kink banding#. Serpentin

Batuan terutama terdiri atas plagioklas, kuarsa, muskoBit dan pumpelit: yakut

5?

terdapat di sebela ;asamba.

utara ;asamba, diantara sesar Palu7.oro dan sesar naik

.uarsit, puti sampai $oklat muda: pejal dan keras: berbutir "granular#, terdiri atas mineral granoblas, senoblas, dengan butiran dan alus sampai sedang. Batuan sebagian besar terdini dari kuarsa, jumla nya sekitar ()L. =ksida besi ber$ela diantara kuarsa, jumla nya sekitar >L. Batuan ditemukan sebagai lensa di dalam batuan mali an: tebal men$apai 1' $m. Batusabak, kelabu sampai $oklat: agak padat sampai padat, setempat tampak struktur perlapisan alus "perarian#. Filit, $oklat muda sampai $oklat tua: padat, bela an berkembang baik, setempat terdaunkan: lensa atau pisa an kuarsa "KuartI segregation# berwarna puti sampai $oklat setebal beberapa mm sampai 1 $m. Breksi aneka ba an, $oklat kemera an: padat, terkVrsikkan dan termali kan lema . .omponen terdiri dari batugamping, rijang dan argilit: sebagian terdaunkan: berukuran sampai 1* $m: bentuk menyudut: masa dasar kalsit. Urat kuarsa dan kalsit memotong breksi ini se$ara tidak beraturan. Se$ara umum, .omplek Pompangeo didominasi ole sekis dan genes. Serpentinit umumnya ditemukan dalam lajur sesar. Pualam, kuarsit, batusabak dan <ilit terdapat berupa lensa atau perselingan dengan srkis.Umur satuan ini belum dapat dipastikan, tetapi diduga tidak lebi tua dari .apur. Sebaran satuan batuan ini meliputi daera Pegunungan Pompangeo, .oro7Ue dan Bakase yang terletak di sebela utara pebukitan Bone7Bone, serta di utara, barat dan selatan

!anau Poso, di barat desa ;angkutana, dan di utara ;asamba. Pualam terdapat $ukup luas di barat ;angkutana yang merupakan lereng timur Pegunungan Bakase, serta dalam lensa7lensa ke$il dengan ketebalan kurang dari satu meter sampai beberapa meter sering dijumpai dalam sekis dan genes.

Setempat ditemukan perselingan dengan sekis seperti tersingkap di .odina, selatan !. Poso. Satuan ini tertindi tak selaras ole Formasi -omata dan Formasi Bone7Bone: persentu an tektonik berupa sesar7naik dengan batuan granit di barat dan batuan o<iolit di sebela -imurnya. 5endala &eolo,i 4a)ur 0an,,aiFSula BA&UAN SED%#EN '@ml $"R#AS% #AS%'U& batusabak, serpi , <ilit, batupasir, batugamping dengan bun$a gamping rijangan. Batusabak, kelabu ingga kelabu tua: berlapis baik, tebal lapisan sampai * $m:

85

5)

padat: bela an berkembang baik. Serpi , kelabu ke itaman: padat: berlapis baik dengan tebal lapisan men$apai * $m. Setempat mengandung lensa tipis batupasir kelabu, berbutir sedang 7 kasar: padat. -ebal lensa men$apai ',* $m. Filit, kelabu gelap: berbutir sampai setebal 1 $m. Batupasir, kelabu ke$oklatan: berbutir alus sampai kasar komponen terdiri dari kuarsa, mika, <elspar dan kepingan batuan: padat: lapisan $ukup baik dengan tebal sampai 1' $m. Batugamping, puti kotor, kelabu muda sampai $oklat: berbutir alus: berlapis baik dengan tebal lapisan men$apai 1* $m: di beberapa tempat mengandung urat7 urat kalsit: setempat mengandung bun$a rijang. %ijang, $oklat kemera an: berupa lensa dan bun$a memanjang. dijumpai. Fosil penunjuk umur tidak ditemukan. !iduga Formasi ;asiku berumur 1ura +k ir7.apur +wal dan diendapkan dalam llngkungan laut dalam. -ebal men$apai * $m: berbentuk lonjong dan <osil mikro. mengandung alus, padat berlapis baik dengan tebal lapisan men$apai * $m: bela an berkembang baik setempat mengandung urat kuarsa

Batuan ini terlipat kuat dan tersesarkan: reka an dan kekar sangat umum

Satuan ini tersingkap di selatan .olonodale, dan meluas ke utara di Lembar Poso. -ebal satuan sekitar *'' m. !iduga satuan ini menindi ;atano. Sedimen 'lastika 6as a Oro,enesa +eo,en 'EL"#P"' #"LASA SULAWES% & .elompok ini terdiri dari batuan klastika kasar, termasuk Formasi -omata, Formasi Bone7bone dan Formasi Larona. -mpt $"R#AS% &"#A&A & perselingan serpi , batupasir, batupasir dan konglomerat dengan sisipan napal dan lignit. Serpi , kelabu sampai ke$oklatan: berlapis baik dan padat: tebal lapisan sampai 8' $m: di beberapa tempat gampingan dan mengandung konkresi oksida besi berukuran sampai 1' $m atau berupa lensa setebal * $m. Batupasir, kelabu sampai kuning ke$oklatan: berbutir
55

selaras Formasi

-etamba u dan bersentu an se$ara tektonik dengan batuan o<iolit dan Formasi

alus sampai kasar:

setempat kerikilan: terdiri dari rombakan kuarsa, kuarsit, mika dan rijang perlapisan $ukup baik: tebat tiap lapisan >' $m: tidak padat ke$uali setempat. .onglomerat, berkomponen kuarsit, kuarsa, batugamping terdaunkan: terekat pasir berlumpur se$ara kurang padat sampai padat: membulat tanggung sampai membulat, dengan ukuran sampai 1' $m: tebal lapisan sampai 8' $m. /apat, kelabu: agak padat: berupa sisipan dalam serpi dan batupasir dengan ketebalan sampai 1' $m. Lignit, ke itaman: kurang padat, sebagai sisipan dalam serpi satuan: tebal sampai 2'' m. .e ara atas serpi dan batupasir lebi dominan dibandingkan dengan konglomerat. .andungan <osil dalam batupasir alus& &lobi,erinoides immaturus L0%=3, &lobi,erinoides trilobus %0USS, G. ruber !6=%B4G/3, G. obli8uus B=LL4, &loborotalia a osta usis B%+!3, &lobo8uadrina altispira US,;+/ @ 1+%G4S, &. dehis ens C,+P;+/, P+%%, C=LL4/S dan Spha roidinella di bagian atas

seminulia SC,W+G0%, yang menunjukkan umur ;iosen +k ir 7 Pliosen serta lingkungan pengendapan laut dangkal dan setempat payau. Sebaran satuan batuan ini meliputi daera lemba S. .adata di antara desa Sombu Limu dan .oro Lemo, daera antara desa -omata dan Gontara, serta pebukitan antara Bulu Ponteoa dan Bulu Paangkombe, di bagian timurlaut daera ;alili. -ebal satuan ini sekitar 1''' m. ,ubungan antara Formasi -omata dan Formasi Larona mungkin menjemari. Berdasarkan kesamaan litologi, Formasi -omata dapat dikorelasikan dengan molasa Sulawesi Sarasin dan Sarasin "1('1#. Tmpb $"R#AS% B"NE1B"NE& Perselingan antara konglomerat, batupasir, napal dan lempung tu<aan. .onglomerat, kelabu ke$oklatan: kurang padat ingga padat: pila an dan kemas buruk, komponen terutama didominasi ole batuan mali an, juga terdapat batuan gunungapi andesit, batugamping terdaunkan, kuarsit dan kuarsa. Bentuk komponen membundar sampai membundar tanggung, umumnya berukuran sampai 1' $m, tetapi ada juga yang sampai >' $m. Perekatnya batupasir berbutir sedang sampai kasar, di beberapa tempat gampingan: setempat perlapisan bersusun dengan bidang lapisan sulit dikenali. -ebal lapisan berkisar 1 7 ? m. Lapisan bergabung umum terdapat, se ingga lapisan menjadi sangat tebal,

82

5(

men$apai belasan meter. Batupasir, kelabu sampai ke$oklatan: padat dan keras, kadang 7 kadang gampingan: berbutir alus sampai kasar, setempat kerikilan: menyudut tanggung sampai membulat tanggung, terpila baik: kompone berupa kepingan batuan mali an, gunungapi, mika, imineral ma<ik, dan kuarsa membentuk perselingan dengan napal dan lempung tu<aan: tebal lapisan antara 2* $m 7 1 m. Struktur permukaan erosi, kesan beban. dan perlapisan bersusun dalam beberapa lapisan batupasir se$ara berangsur berali ke konglomerat di bawa nya. /apal, kelabu tua sampai kelabu muda: kurang padat, berlapis baik dengan ketebalan tiap lapisan antara 1 7 1* $m.

Lempung tu<aan, kelabu ke$oklatan sampai $oklat: kurang padat, berlapis baik: setempat struktur perarian. -ebal tiap lapisan 1 7 2' $m, tidak jarang sampai 2'' mm. Bagian bawa <ormasi terutama terdiri dari perselingan napal, batupasir (' dan lempung tu<aan, sedangkan bagian atas didominasi ole konglomerat dan batupasir sela "litos#. /apal mengandung <osil <oramini<era ke$il diantaranya& &lobo8uadiin menunjukkan dehis ens umur C,+P;+/, ;iosen P+%%, C=LL4/S, &loborotalia a osta i-sis BL=W dan G. plesiotumida BL=W @ B+//0%, yang +k ir7Pliosen "/1?7/1(#. Satuan ini diendapkan pada lingkungan laut dangkal dan terbuka "neritik#. -ersebar di utara ;asamba, Bone7Bone sampai ;angkutana. .etebalannya diduga melebi i )*' m: terletak tak selaras di atas .omplek ;ali an Pompangeo. Tpls $"R#AS% LAR"NA & .onglomerat, batupasir, batulempung dengari

sisipan tu<a. .onglomerat, kelabu sampai kelabu itam: komponen berupa batuan ultrama<ik, batugamping terdaunkan, kuarsit, rijang berukuran 1'7>' $m, membulat tanggung sampai membulat: terekat padat ole memperli atkan perlapisan bersusun. Batupasir, kelabu sampai $oklat: berbutir kasar, komponen berupa kepingan batuan, juga kuarsa dan piroksen: $ukup padat: perlapisan baik, di beberapa tempat menunjukkan perlapisan bersusun: tebal tiap lapisan sampai 2' $m. 1uga terdapat. batupasir padat dan berlapis baik. Lempung, kelabu: berlapis baik, berupa sisipan dalam konglomerat atau dalarn batupasir: padat, setempat gampingan dan mengandung <osil Gastropoda, setempat jejak daun: tebal tiap lapisan sampai 1' $m. ijau, berbutir kasar dengan komponen ampir seluru nya terdiri dari rombakan batuan ultrama<ik, tebal lapisan antara >71' $m: batupasir kasar ke$oklatan, setempat gampingan: pila an dan kemas kurang baik, tebal tiap lapisan minimum 2* $m:

-u<a, kelabu: berbutir

alus dan kompak: berupa sisipan dalam batupasir,

ketebalan men$apai 1' $m. Berdasarkan kesamaan litologi dengan Formasi Bone7Bone "-mpb#, Formasi Larona berumur ;iosen +k ir7Pliosen. Satuan batuan ini. diendapkan dalarn lingkungan laut dangkal sampai darat. Sebarannya meliputi pebukitan di utara S. Waki sampai desa Lerea, di bagian selatan Lembar Bungku: tebal sekitar 1''' m: perlipatan lema dan aluBium.
(1

yang menyebabkan sudut kemiringan sampai >*'. Formasi

Laorana dan Formasi -omata tertindi se$ara tidak selaras ole endapan danau

S&RU'&UR DAN &E'&"N%'A Struktur dan geologi Lembar ;alili memperli atkan $iri .omplek tubrukan dan pinggiran benua yang akti<. Berdasarkan struktur, ini dapat dibagi menjadi 2 impunan batuan, biostratigra<i dan umur, daera domain yang sangat berbeda, yakni & 1# alo ton& o<iolit dan mali an, dan 2# auto ton& batuan gunungapi dan pluton -ersier dan pinggiran benua Sundaland, serta kelompok molasa Sulawesi. Lembar ;alili, sebagaimana alnya daera Sulawesi bagian timur, memperli atkan struktur yang sangat rumit. ,al ini disebabkan ole pengaru pergerakan tektonik yang tela berulangkali terjadi di daera ini. Struktur penting di daera ini adala sesar lipatan, selain itu terdapat kekar dan perdaunan. Se$ara umum kelurusan sesar berara baratlaut7tenggara. 3ang terdapat di daera ini berupa sesar naik, sesar sungkup, sesar geser dan sesar turun, yang diperkirakan suda mulai terbentuk sejak ;esoIoikum. Beberapa sesar utama tampaknya akti< kembali. Sesar ;atano dan sesar Palu7.oro merupakan sesar utama berara baratlaut7tenggara, dan menunjukkan gerak mengiri. !iduga kedua sesar itu masi akti< sampai sekarang "-jia 1()>: + mad, 1()*#, keduanya bersatu di bagian baratlaut Lembar. !iduga pula kedua sesar ters$but terbentuk sejak =ligosen, dan bersambungan dengan sesar Sorong se ingga merupakan satu sistem sesar Strans<ormT. Sesar lain yang lebi ke$il berupa tingkat pertama danHatau kedua yang terbentuk bersamaan atau setela

sesar utama tersebut. !engan demikian sesar7sesar ini dapat dinamakan Sistem Sesar ;atano7Palu7.oro. Lipatan yang terdapat di daera ini dapat digolongkan dalam lipatan lema , lipatan tertutup dan lipatan tumpang tindi . Pada yang pertama kemiringan lapisannya landai biasanya tidak melebi i >=F yang dapat digolongkan dalam jenis lipatan terbuka. Lipatan ini berkembang dalam batuan yang berumur ;iosen ingga Plistosen: biasanya sumbu lipatannya bergelombang dan berara baratdaya7timurlaut. Pada yang kedua, baik yang simetris maupun yang tidak, kemiringan lapisannya antara *'' dan tegak, ada juga yang terbalik. Lipatan ini biasanya terdapat dalam batuan sedimen ;esoIoikum. Sumbu lipatan pada umumnya berara utara7selatan, mungkin golongan ini terbentuk pada .ala =ligosen atau lebi tua. +dapun yang ketiga berkembang dalam batuan sedimen ;esoIoikum, batuan mali an dan di beberapa tempat dalam serpentin yang terdaunkan. Lipatan dalam batuan sedimen ;esoIoikum berimpit danHatau memotong lipatan terda ulu, se ingga ada sumbu lipatan pertama "<1# yang berimpit dengan yang kemudian "<2#, di samping <1 terpotong ole de<ormasi lagi pada Plio7Plistosen, dan membentuk lipatan <asa ketiga "<># dengan sumbu lipatan yang berara baratlaut7tenggara, sama dengan lipatan pada batuan sedimen muda. 1enis lipatan ini dalam ukuran megaskopis berkembang dataran batuan mali an dan serpentin yang terdaunkan. .ekar terdapat dalam ampir s$mua jenis batuan dan tampaknya terjadi dalam beberapa perioda. Pola dan ara kekar ini sesuai dengan jenisnya, a$: b atau diagonal. Perkembangan tektonik dan sejara pengendapan batuan sedim$n di daera ini tampaknya sangat erat ubungannya dengan perkembangan ;endala Banggai7 Sula yang suda terkeratonkan pada ak ir PaleoIoikum. <2. Lipatan kedua "<2# ini diperkirakan mengalami terbentuk pada ;iosen -enga . .edua lipatan ini tampaknya

(2

Pada Aaman -rias Formasi -okala diendapkan di datam paparan tepi lereng benua. Pada ak ir -rias terjadi pemekaran pinggiran benua yang kemudian disusul pengendapan Formasi Batebeta se$ara selaras di atasnya pada awal 1ura. Pada Aaman 1ura Formasi /anaka diendapkan se$ara tidak selaras di atas batuan yang lebi tua, dalam lingkungan darat ingga laut dangkal. !i bagian neritik luar diendapkan Formasi -etamba u dan Formasi ;asiku pada ak ir 1ura ingga permulaan .apur. .etiga satuan ini terbentuk di pinggiran benua yang saat ini menjadi ;endala Banggai7Sula. Semuanya tersingkap di Lembar Bungku "Simandjuntak drr., 1(51# di sebela timur lembar ini. Pada Aaman .apur, dibagian lain dalam $ekungan laut dalam di sebela barat terjadi pemekaran dasar samudera, dan membentuk kerak samudera yang sebagian menjadi Lajur =<iolit Sulawesi -imur. Pengendapan ba an7ba an pelagos di atas kerak samudera ini berlangsung ingga Aaman .apur +k ir "Formasi ;atano#. Pada Aaman .apur +k ir, lempeng samudera yang bergerak ke ara penunjaman ini sekarang ditandai ole batuan ban$u barat menunjam di bawab pinggiran benua danHatau di daera busur gunungapi. 1alur di Wasuponda "Simandjuntak, 1(5'#. !i $ekungan rumpang parit busur di pinggiran yang akti< di sebela barat, diendapkan batuan sedimen jenis S<lys$ , Formasi Latimojong pada .apur +tas. Pengendapan batuan ini disusul ole Formasi -oraja pada .ala 0osen dan kegiatan gunungapi bawa laut pada .ala =ligosen "Gulkanik Lamasi# yang berlangsung terus ingga ;ios$n "Golkanik %ampi dan -ineba#. Satuan batuan ini sekarang merupakan bagian dan ;endala Sulawesi Barat. Pada Aaman Paleogen pengendapan batuan karbonat "Formasi Lar$a# berlangsung dalam busur laut yang semakin mendangkal, yang disusul pengendapan Formasi -akaluku pada .ala ;ios$a -enga . Pada .ala =ligoson, sesar Sorong yang menerus ke sesar ;atano dan Palu7.oro mulai akti< dalam bentuk sesar trans$urrent. +kibatnya minikontinen Banggai7 Sula bergerak ke ara barat dan memisa kan diri dari benua +ustralia.

(>

Pada .ala ;iosen -enga bagian timur kerak samudera di ;endala Sulawesi -imur menumpang tindi "obdu$ted# plat<orm Banggai7Sula yang bergerak ke ara barat. !alam pada itu, di bagian barat lajur penunjaman dan busur luar tersesarsungkupkan ber impitan. Pada +k ir ;iosen ingga Pliosen, batuan kiastika alus sampai kasar .elompok ;olasa Sulawesi "Formasi -omata, Bone7Bone# diendapkan dalam lingkungan taut dangkal dan terbuka dan sebagian berupa endapan darat yang bersamaan dengan intrusi yang bersi<at granit di bagian barat. Pada .ala Plio7Plistosen keseluru an daera mengalami de<ormasi. 4ntrusi yang bersi<at granit menerus di ;endala Sulawesi Barat, yang dibarengi ole perlipatan dan penyesaran bongka yang mengakibatkan terbentuknya berbagai $ekungan ke$il, dangkal dan sebagian tertutup. !i dalamnya diendapkan batuan kiastika kasar dan keseluru an daera terangkat. Pada bagian tertentu, endapan aluBium, danau, sungai dan pantai berlangsung terus ingga sekarang. SU#BERDA,A #%NERAL DAN ENERG% Ba an galian yang terdapat di daera yang dipetakan di antaranya nikel, biji besi, kromit, emas, batugamping, granit, basal, andesit, batubara, pasir dan kerikil Biji nikel pada saat ini sedang ditambang ole P-. 4n$o di daera Soroako. Biji tersebut biasanya terdapat dalam endapan laterit berasal dari batuan ultramalik yang melapuk. !i samping itu biji besi yang potensial terdapat pada bagian atasnya "sebagai penudung# yang biasanya berupa daera 7daera datar "P- 4n$o, 1()2, Sukamto, 1()*#. .romit dijumpai sebagai endapan primer dan sekunder yang pertama berupa lensa, lapisan tipis, bentuk pod atau sebagai butiran yang menyebar dalam batuan ultrama<ik dan erat ubungannya dongan arIburgit dan dunit yang tela di atas rumpang parit busur dan busur gunungapi, dan mengakibatkan ketiga mendala geologi tersebut saling

(8

terserpentinkan "Sop a eluwakan dan Suparka, 1()5#. .romit sekunder tipe sedimenter terdapat sebagai komponen dalam konglomerat. 0ndapan tersebut terdapat di sekitar .arebe dan S. Larona, sebela baratdaya ;alili. 0mas tipe sedimenter "pla$er deposit# terdapat di S. Lamasi, daera diusa akan ole penduduk dengan $ara mendulang. Batubara dan lignit tidak banyak terdapa, berupa lensa7lensa dalam Formasi -oraja dan Formasi -omata. Batugamping pejal terdapat di bagian selatan !. ;atano, sebagian suda diman<aatkan ole P-. 4n$o untuk ba an bangunan. Pualam terdapat di daera pegunungan Bal$ase. Granit, basal dan andesit terdapat mulai dan Palopo ingga Sabbang dan ;asamba, bisa diman<aatkan untuk ba an bangunan dan pengeras jalan. Pasir dan kerikil terdapat di daera aluBium, sangat alus, di utara -eluk Bone. PR"SPE' PENGE#BANGAN W%LA,AH Untuk pengembangan wilaya yang menunjukkan prospek baik iala daera dataran renda yang membentang mulai dan Palopo sampai daera Wotu. !i daera ini selain sarana angkutan suda ada, juga tana nya $ukup subur dan baik sekali untuk pesawa an, se ingga sangat tepat untuk pemukiman transmigrasi. Pada saat ini proyek transmigrasi suda dilaksanakan di daera Bone7bone dan Wotu yang terak ir suda dimulai sejek Iaman Belanda "1(>'#. !aera lain yang sedang dikembangkan iala daera Wowondula dan Wasuponda, yang sepenu nya dibiayai dan dikelola ole P- 4n$o. !i S. Larona pembangkit listrik tenaga air tela dibangun ole P-. 4n$o yang meng asilkan tenaga listrik paling besar di Sulawesi. !. Poso, !. -owuti dan !. ;atano sangat untuk dikembangkan menjadi industri pariwisata disamping untuk perikanan. DA$$AR PUS&A'A4RE$EREN)ES Palopo,

+ mad, W., 1()*, Geology along t e ;atano Fault Aone, 0ast Sulawesi, 4ndonesia, Pro$. %egional $on<eren$e on t e Geology and ;ineral %esour$es o< Sout east +sia, pp. 18>7 1*'.

Bemmelen, %.W.Ban, 1(8(, - e Geology o< 4ndonesia, 5aninus +i)h off The .a,ue. Brouwer, ,.+., 1()8, Geologi$al 0Rploration in t e 4sland o< Celebes& "msterdam, +ort, .olland 6ith. #o !juri and Sudjatmiko, 1()8, Geologi$ ;ap o< t e ;ajene and Western part o< Palopo Euadrangles, Sout Sulawesi & &eol. Sur*ey of 3ndonesian. Fran$ken, C. @ 1ones, !., 1()1, %eport on a P oto Geologi$al Study o< Sout 0astern Sulawesi, Prepared by '45.$" ro anofor 6T. 3+#O, =npub. ,amilton, Warren, 1(- Preliminary -e$toni$ ;ap o< t e 4ndonesian %egion& =S &eol. Open file report. J77, 1()>, -e$toni$ o< t e 4ndonesian %egion & Pro$. %egional Con<eren$e on t e Geology o< Sout east +sia& &eol. So . 5alaysia. 0ull. +o.L. ,opper, %.,., 1(81. + Geology %e$onnaissan$e in t e 0ast +rm o< Celebes and 4sland Peleng& Unpub. rep. ;ay 2>, 1(8),& +ederlands he 6a ifi 6etroleum 5aats happi).

9,

(*

.oot oBen, W.C.B.,1(>2, - e Geology o< t e ;alili Field, Central Celebes "!ut$ #& @0 5i)n1.+ed.3ndi . 7erh.333.

J, 1(2>, %eport on t e 4nBestigation o< /i$kel =re and C romite in t e Lasolo +rea "Subs$$t.& .endari# $ "rsip 6us. @a1. &eolo,i +o. 2IEbr. P- 4nternational /i$kel 4ndonesia, 1()2, Laterite !eposits in t e Sout east +rm o< Sulawesi& =npub. Rep. 6resented at Re,ional #onferen e on the &eolo,y of Southeast "sia, 'ualalumpur, 5ar h 19A2. Sarasin, F, 1('1, 0ntwur< drier Geogra<is$ e, Geologis$ en Bes$ r$ibung der 4nset Celebes& :iesbaden. Simandjuntak, -.=., 1(5', Wasuponda ;elange 63T l"&3 7333, @akarta. 7777777,1(51, Some Sedimentologi$al +spe$ts o< ;esoIoi$ ro$ks in 0astern Sulawesi & 63T 3"&3 3M, ;o,yakarta. Simandjuntak, -.=., 1(5?, Sedimentology and -eetont$s o< t e Collision CompleR in t e 0ast +rm o< Sulawesi, Unpub. P ! t esis R.0+# =ni*ersity of 4ondon, NA> pp. Sukamto, %ab., 1()>, %e$onnaissan$e Geologi$ ;ap
(?

o< Palu +rea, Central Sulawesi & & ot. Sur*ey of 3ndonesia. 77777771()*a, Geologi$ ;ap o< 4ndonesia, S eet G444, UjungPandang, S$ale 1&1.'''.''' &eol. Sur*ey of 3ndonesia. FFFFFFF,1()*b, - e Stru$ture o< Sulawesi in t e lig t o< Plate -e$toni$s& 6ro . Re,. #onf. on the &eol. and 5in. Resour es of South ast "sia, @akarta$ 3ndonesian "sso iation of &eolo,ists. Sop a eluwakan, 1an @ Suparka, 1()5, Geologi dan +sosiasi Cebakan .romit daera ;alili dan sekitarnya, Sulawesi Selatan & 4aporan 6enelitian, 4&6+ 4363. Sunarya,3., 3udawinata, .. @ ,erman,!,A.,1(5', Penelitian Stratigra<i dan Studi Geokimia 0ndapan Biji -ipe .uroko di daera Sangkaropi, .e$amatan Sesean, -ana -oraja, Sulawesi Selatan & 63T ("&3 3M, ;o,yakarta. So$ria +tmadja, %., Golig tly, 1.P. @ Wa ju, B., 1()2, ;a<i$ and Ultrama<i$ %o$k +sso$iation in t e 0ast +rm o< Sulawesi& =npub. Rep. 6resented at Re,. #onf on the &eol, of S9 "sia, 'ualalumpur, 5ar h 19A2.

-jetje +pandi, 1(5', Geologi$ ;ap o< ;amuju Euadrangle, Sulawesi, S$ale 1&2*'.'''& &eol. Sur*ey of 3ndonesia. -jia, ;.!. @ Aakaria, -., 1()8, Palu7.oro Strike Slip Fault Aone, Central Sulawesi, 4ndonesia& Sains 5alaysiana. UmbgroBe, 1.,.F., 1(>*, !$ Pretertiare ,istori$ Ban de 4ndis$ en +r$ ipel $ 4eids he &eo4 5edal. A. Leeuwen, - .;. Ban, 1()(, - e Geology o< Sout east Sulawesi wit Spe$ial %e<eren$e to t e Biru +rea& ##O6F3O#ES9"T"R, 0andun,, @uly 19A9.

Geologi Lembar Bungku, Sula e!i


Geology o0 t1e +2ng32 42ad5angle6#2lawe7i

Oleh *+y): T.O. Simandjuntak, E. Ru&mana & '.". Su(andjono

Geologi dipetakan pada 198- oleh: Geology mapped in 198. by: T.O. Simandjuntak, E. Ru&mana & '.". Su(andjono

Ditelaah dan disunting oleh: Reviewed and edited by: !.!. Pur)o*+adiwidjojo dan (and) R. Sukamto

DEPA !E"E# PE !A"BA#GA# DA# E#E G$ D$ E%!O A! &E#DE A' GEO'OG$ DA# ()"BE DA*A "$#E A' PUSAT PENELITIAN AN PENGE!"ANGAN GEOLOGI

DEPARTMENT ! M"NE# AND ENERG$ D"RE%T RATE GENERA& ! GE & G$ AND M"NERA& RE# 'R%E# GEOLOGICAL RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTRE

1998

()

PENDAHULUAN Pemetaan geologi dan penyelidikan mineral Lembar Bungku merupakan tindak lanjut Proyek Pemetaan Geologi dan 4nterpretasi Foto Udara "sekarang Proyek Pemetaan Geologi dan Geo<isika#, Bidang Geologi %egional "sekarang Bidang Pemetaan Geologi#, Puslitbang Geologi. ,asilnya diperlukan untuk menunjang penginBentarisan sumberdaya mineral dan program pengembangan wilaya da$ra tersebut. Pekerjaan lapangan dilaksanakan dalam dua ta ap, yang pertama pada 1uni71uli 1()(, ta un anggaran 1()(H1(5', dan yang kedua pada 1uni71uli 1(5', ta un

(5

anggaran 1(5'H1(51. -a ap pertama menyangkut bagian barat dan ta ap kedua bagian timur Lembar, masing7masing dibatasi pemisa air Bulu .aroni "Gb. 1#. Lembar Bungku se$ara geogra<i dibatasi ole 121F>'6 7 12>F''6 B-, dan 2F''6 7 >F''6 LS, yang meliputi daera seluas 8.*'' km2. Bagian selatan berbatasan peta dengan Lembar .endari: barat, Lembar ;alili: utara, Lembar Poso dan Lembar Batui: dan timur, Lembar .ep. Sula. Peta dasar yang digunakan adala topogra<i Lembar Bungku S+ *171', seri - *'>, buatan U.S. +rmy ;ap SerBi$e, dengan sekala 1 & 2*'.'''. Selain itu digunakan pula potret udara dan $itraan satelit yang melingkupi daera ini. Laporan yang ada mengenai daera ini berasal dan !ie$kmann, "1(15#, yang meneliti pemineralan nikel di sekitar -eluk -omoni sampai .olaka dan .endari. P-. 4n$o 4ndonesia, sejak 1(?5 Selama beberapa ta un menyelidiki keadaan geologi daera daera Bungku. Se$ara kepamongprajaan bagian barat Lembar ini termasuk .e$amatan ;alili, .abupaten Luwu, Propinsi Sulawesi Selatan: sedangkan bagian timurnya termasuk .e$amatan Bungku -enga , .abupaten Poso, Propinsi Sulawesi -enga . Penduduk di daera pemetaan terdiri dari suku Pamona, ;ori, Bugis dan Bajoe. Suku Pamona umumnya menempati daera pebukitan. -empat tinggal dan tana pertaniannya selalu berpinda 7pinda tempat. Suku ini terkenal pula senang berburu. Suku ;ori umumnya menempati daera pedalaman. ;ereka bertani, mendamar, merotan serta beternak ayam, kambing dan kerbau. Suku Pamona dan suku ;ori umumnya beragama .risten. Suku Bugis umumnya bertempat tinggal di daera pantai: mereka berdagang dan men$ari ikan. Suku Bajoe tinggal di pantai sebagai nelayan. Suku Bugis dan Bajoe umumnya beragama 4slam, Penduduk di daera pemetaan sangat jarang, dengan kepadatan kurang dan * jiwa setiap km2. ;usim ujan di daera ini berlangsung antara ;ei 7 =ktober, dan musim kemarau antara /opember 7 +pril. Cura ujan rata7rata sekitar >''' mmHta un. ini dalam rangka pen$arian biji nikel. Sukamto "1()*a#, menyusun peta geologi Lembar Ujungpandang, 1& 1.'''.''', yang juga meliputi

((

!aera pegunungan umumnya masi tertutup utan tropika. !aera pebukitan menggelombang banyak yang tertutup ole alang7alang dan semak belukar, akibat perladangan yang berpinda 7pinda . Sedangkan daera pantai umumnya ditumbu i ole bakau. Ular besar dan ke$il, babi utan, babi rusa, rusa serta anoa masi terdapat di daera ini. +noa yang. anya terdapat di Sulawesi termasuk <auna yang dilindungi. Lalulintas udara se$ara teratur terdapat antara Ujungpandang dan Soroako serta Ujungpandang dan .endari. Selanjutnya dapat diteruskan dengan kendaraan darat dan pera u bermotor langsung ke daera pemetaan. $%S%"GRA$% ;or<ologi di daera Lembar Bungku dapat dibagi menjadi lima satuan, yakni dataran renda , dataran menenga , pebukitan menggelombang, kras dan pegunungan. ;or<ologi dataran randa umumnya mempunyai ketinggian antara ' dan *' m di atas muka laut. !ataran ini menempati daera sepanjang pantai timur Lembar, ke$uali pantai dekat desa -odua, -abo dan Lalompe. Batuan penyusunnya terdiri atas endapan sungai, pantai dan rawa. ;or<ologi dataran menenga menempati daera sekitar !esa -okolimbu dan -osea yang terletak di pantai timur !anau -owuti, serta daera yang terletak antara !anau ;a alona dan Bulu Biniu. !ataran ini tersusun ole endapan danau, dan memiliki ketinggian sekitar >'' mdpl atas muka laut. ;or<ologi pebukitan menggelombang, berketinggian antara 1'' dan 8'' m di atas muka laut. Pebukitan ini menempati daera antara S. =ngkaya dan S. Bulu ;belu, sebela utara Peg. Gerbeek, sekitar daera Lamona, sekitar daera Ba u ;a oni, sekitar .ampung -abo serta di sekitar Bulu -alowa. Batuan penyusun pebukitan ini iala batuan sedimen dan Formasi -omata. ;or<ologi kras, memiliki ketinggian antara 8'' dan 5'' m di atas muka laut, di$irikan ole adanya pebukitan kasar, sungai bawa tana dan dolina. Pebukitan kras meliputi daera S. =ngkaya, S. -etamba u,

1''

antara S. Ba u ;belu dan S, Wata, antara S. +mbuno ke ara tenggara sampai sekitar G. Wa ombaja, serta daera pebukitan selatan membentang dan Peg. pebukitan kras ultrama<ik, Wawoombu di barat sampai Peg. Lalompa di timur. !aera ;or<ologi Pegunungan, umumnya daera ditempati ole

ditempati ole batuan karbonat dan Formasi7<ormasi -okala, ;atano dan Salodik. batuan berketinggian lebi menempati lebi punggungan pemisa dan )'' m di atas muka laut. !aera dan separo air Bulu .aroni yang ke ara pegunungan ini

Lembar, yakni pegunungan sekitar baratlaut7tenggara, serta

punggungan pemisa air Wawoombu yang ara nya baratdaya7timurlaut. Pun$ak7 pun$aknya antara lain Bulu Lampesu "1'?5# dan Bulu .aroni "1822#. Pola aliran sungai umumnya meranting. Beberapa sungai memiliki pola ampir sejajar, yaitu S. Ba udopi, S. Ba uma oni dan S. Wosu. Sungai sungai yang terletak di sebela timur punggungan pemisa air Bum .aroni, mengalir ke am timur dan bermuara di -eluk -olo: yang terletak di sebela barat punggungan pemisa air Bulu .aroni dan Wawoombu mengalir ke ara barat dan bermuara di !anau -owuti. Sedangkan sungai yang terletak antara punggungan pemisa air Wawoombu dan Bulu .aroni mengalir ke ara selatan dan bermuara di -eluk -olo dekat .endari di luar Lembar Bungku. S&RA&%GRA$% &atanan Stratigra.i Satuan batuan di Lembar Bungku dapat dikelompokkan dan ditempatkan dalam dua mendala, yaitu ;endala Banggai7Sula dan ;endala Sulawesi -imur "Sukamto, 1()*a#. ;endala Banggai7Sula meliputi Formasi -okala "-% 1t# terdiri atas batugamping klastika dengan sisipan batupasir sela, diduga berumur -rias 7 1ura +wal. Formasi -okala ditindi se$ara selaras ole Formasi /anaka "1n# yang terdiri atas konglomerat, batupasir kuarsa mikaan, serpi dan lensa batubara yang diperkirakan berumur 1ura +k ir. Formasi ;asiku ".1n# terdiri dari batusabak, <ilit, batupasir, batugamping, berumur 1ura +k ir 7 .apur +wal. Formasi Salodik "-ems# diendapkan pada 0osen +k ir 7 ;iosen +wal terdiri atas kalsilutit, batugamping pasiran dan batupasir.

1'1

;endala Sulawesi -imur meliputi .ompleks Ultrama<ik ".u# yang sampai saat ini umumya masi dianggap yang paling tua. Batuannya terdiri dari arIburgit, l erIolit, we rlit, websterlit, serpentinit, dunit dan gabro. Se$ara tektonik .ompleks Ultrama<ik menindi satuan batuan yang berumur ;esoIoikum, baik dari ;endala Banggai7Sula ataupun ;endala Sulawesi -imur. Formasi ;atano ".m# terdiri atas kalsilutit ablur bersisipan napal, serpi dan rijang diduga berumur .apur +k ir. Formasi ;atano se$ara tak selaras tertindi ole Formasi -omata "-mpt# yang terdiri dari atas batupasir, lempung, tu<, dan konglomerat dengan sisipan lignit, yang diperkirakan berumur ;iosen +k ir 7 Pliosen. !i beberapa tempat terdapat aluBium "Ea# yang menindi se$ara tak selaras Formasi -omata. +luBium berupa endapan sungai, pantai rawa dan danau, terdiri dari atas kerikil, kerakal, pasir lempung dan sisa tumbu an. 0ndapan muda tersebut diduga berumur Plistosen 7 ,olosen. 6erian Satuan 6eta ENDAPAN PER#U'AAN !a ALU(%U# & lumpur, lempung, pasir, kerikil, dan kerakal. Lempung, berwarna $oklat muda sampai $oklat tua: kelabu tua sampai ke itaman berselingan dengan pasir, kerikil dan kerakal. Sebagian endapan danau agak padat. -ebal lapisannya beberapa $m sampai pulu an $m. Pasir, berwarna $oklat, berbutir alus sampai kasar, perlapisan buruk dan tidak padat. -ebalnya dari beberapa $m sampai pulu an $m. Setempat membentuk struktur perlapisan bersusun, mengandung sisa tumbu an. .erikil dan kerakal, bersi<at lepas dan kemas terbuka: komponennya berukuran sampai * $m, membulat7tanggung sampai membulat, terdiri atas kepingan batuan ultrama<ik, sedimen mali , kuarsit, batugamping terdaunkan dan rijang. +luBium berupa endapan sungai, rawa, danau dan pantai: diperkirakan berumur Plistosen 7 ,olosen. Sebarannya terdapat di sepanjang tepi danau dan pantai timur Lembar Bungku. BA&UAN SED%#EN

5endala 0an,,aiF Sula wake, serpi , napal dan lempung pasiran dengan sisipan argilit. Batugamping klastika, berwarna kelabu muda, kelabu sampai mera

1'2

TR@t $"R#AS% &"'ALA & perselingan batugamping klastika, batupasir sela, jambu,

berbutir alus, sangat padu, serta memiliki perlapisan yang baik, dengan kekar yang diisi urat kalsit puti kotor. Umumnya tela mengalami pelipatan kuat: tidak jarang ditemukan sinklin dan antiklin, serta lapisan yang ampir tegak "melebi i 5'o#. Setempat terdaunkan. Batupasir sela, berukuran alus sampai kasar, berwarna kelabu ke ijauan sampai mera ke$oklatan terakat lempung dan oksida besi lunak, setempat padat, mengandung sedikit kuarsa, berlapis baik. Wake, berwarna kelabu ke ijauan sampai ke$oklatan, berbutir sedang sampai kasar, terekat lempung. Perlapisan berkisar dari tidak jelas sampai baik. !i beberapa tempat tampak perlapisan bensusun: tebal lapisan men$apai *' $m. Serpi dan napal, berwarna kelabu sampai kekbu tua, memiliki perlapisan baik, tebal lapisan antara 1' 7 2' $m. Lempung pasiran, berwarna kelabu sampai ke$oklatan, perlapisan baik, tebal lapisan antara 1 7 1' $m berselingan dengan batuan yang disebutkan terda ulu. +rgilit, menunjukkan kesan rijang, berwarna kelabu, bebepa sisipan. Batugamping, mengandung <osil .alobia, "monit dan belemnit yang diperkirakan berumur -rias 7 1ura +wal dan lingkungan laut dangkal "neritik#. Formasi -okala tersingkap di bagian selatan dan tenggara Lembar. Sedang nama <ormasi berdasarkan pada tempat singkapan yang baik di G. -okala, Lembar Batui "Surono, drr., 1(58#. Satuan batuan ini berketebalan melebi i 1''' m, se$ara selaras tertindi Formasi /anaka dan se$ara tektonik bersentu an dengan batuan ultrama<ik. @n $"R#AS% NANA'A & konglomerat, batupasir mikaan, serpi dan lensa batubam. .onglomerat, berkomponen batuan gunungapi, granit mera , batuan mali an, kuarsa, serta sedikit rijang. .omponennya membulat tanggung sampai membulat

berdiameter sampai 1' $m terekat padu ole batupasir ke$oklatan: berselingan dengan batupasir dan serpi tebal lapisan dapat melebi i satu meter. Batupasir mikaan, berwarna mera lapisan berkisar antara > 7 >' $m. Serpi , berbutir alus, berwarna kelabu sampai ke$oklatan, berlapis baik, padat, tebal lapisan men$apai * $m. Batubara, berwarna kelabu tua sam7pai ke itaman, berupa sisipan atau lensa dalam serpi ketebalan sampai >' $m. Umur satuan batuan ini diperkirakan 1ura, berdasarkan korelasi dengan batuan yang sama di Lembar Poso. .eterdapatan batubara menunjukkan ba wa lingkungan pengendapannya darat ingga laut dangkal. Formasi /anaka menyebar di daera -ebal seluru selatan !esa Sawaitole: dibatasi Sesar ;atano dan bersentu an tektonik dengan batuan ultrama<ik. lapisan sulit ditentukan: tetapi di P. Banggai dan Sula dapat men$apai 2''' m "Sukamto, 1()*b#. @'m $"R#AS% #AS%'U & batusabak, serpi , <lit, batupasir, batugamping ke$oklatan, berbutir alus sampai kasar, setempat kerikilan, berlapis baik terekat lempung dan oksida besi, padat,1'> tebal

dengan bun$ak rijang. Batusabak, berwarna kelabu sampai $oklat ke itaman, berlapis baik, padat. -ebal tiap lapisannya sampai * $m. Serpi , berwarna kelabu ke itaman, berlapis baik, padat. -ebal tiap lapisannya men$apai * $m. Setempat ditemukan lensa tipis dan sisipan batupasir, berwarna kelabu, berbutir kasar, padat. -ebal lensa sampai ',* $m. Filit, berwarna kelabu tua, berbutir alus, padat, berlapis baik, perdaunan Sebagai $iri k usus, setempat berurat kuarsa sampai 1 $m, yang sejajar ara perdaunan: tebal <ilit men$apai * $m. Batupasir, berwarna kelabu ke$oklatan, berbutir alus sampai kasar, padat, lapisan $ukup baik, ketebalan sampai 1' $m.

Batugamping, berwarna puti berbutir

kotor, kelabu muda sampai $oklat kemera an,

alus, berlapis baik. !i beberapa tempat reka an terisi kalsit, tebal

lapisan sampai 1 $m. -ebal lapisan batugamping sekitar 1* $m. Setempat ditemukan bun$ak rijang. %ijang, berwarna $oklat kemera an, mengandung radiolaria, berupa lensa setebal * $m, dan berupa bun$ak dalam batugamping, membulat7tanggung sampai membulat: ukurun men$apai * $m, perlapisan $ukup baik. Berdasarkan kandungan <osil &lobotrun ana sp di dalam batugamping dan Radiolaria di dalam rijang, Formasi ;asiku diduga berumur 1ura +k ir .apur +wal, dan lingkungan pengendapannya laut dalam. ,ubungannya dengan Formasi /anaka tidak diketa ui. Sebaran satuan ini meliputi daera bagian utara dan baratdaya Lembar. ulu S. =ngkaya dan Peg. Wawoombu di Singkapan yang baik

terdapat dekat .ampung ;asiku di Peg. Wawoombo. -ebal satuan sekitar *'' m. Formasi ;asiku tertindi se$ara selaras ole Formasi ;atano. Tems $"R#AS% SAL"D%' & kalsilutit, batugamping pasiran, napal, batupasir dan rijang. .alsilutit, berwarna puti kelabu sampai kelabu, berbutir alus, padat, perlapisan baik, dengan tebal tiap lapisan antara 1' dan >' $m. Batugamping pasiran, berwarna kelabu ke$oklatan, berbutir alus sampai sedang: padat: berlapis baik, dengan tebal tiap lapisan sampai 2' $m. /apal, berwarna kuning ke$oklatan: berlapis baik, dengan tebal tiap lapisan sampai 1* $m. Batupasir, berwarna kekuningan sampai kelabu, berbutir alus, padat, di beberapa tempat karbonatan: ditemukan bempa sisipan di dalam batugamping kalsilutit: tebal tiap lapisan sampai 1' $m. %ijang, berwarna ke$oklatan sampai kemera an: berupa lensa atau sisipan dalam
1'8

batugamping kalsilutit: tebal tiap lapisan sampai ) $m. Berdasarkan kandungan <osil &loborotalia spp., &lobi,erina sp., #hilo,ueinbelina sp., (is o y lina spp., +ummulites sp., Oper ulina sp.,

&lobi,erinoides altiapertura B=LL4, &lobi,erinoides trilobus "%0USS#, &lobi,erinoides immaturus L0 %=3, &bobi,erinoides sa uliferus "B%+!3#, &lobi,erina Spp., &loborotalia sp., 6raeorbulina sp., 4epido y lina sp., dan Spiro lypeus sp.: dan napal &bobo8uadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4S#, Sphaeroidinellopsis seminulina "SC,W+G0%#, &bobi,erinoides immaturus L0 %=3, &lobi,erinoides altiaperturus B=LL4, &lobi,erinoides trilobus %0USS#, &lobi,erina binaensis .=C,, &bobi,erina sp. dan &lobi,erinita sp. "Budiman, 1(5': ubungan tertulis#, di dalam batugamping kalsilutit, Formasi Salodik diduga berumur 0osen +k ir 7 ;iosen +wal: lingkungan pengendapannya diperkirakan laut dangkal dan terbuka. Sebaran satuanbatuan ini terdapat di sebela timur Peg. Wawoombu, di bagian selatan Lembar. -ebalnya sekitar 2*' m. 5endala Sula1esi Timur 'm $"R#AS% #A&AN" & kalsilutit, napal, serpi dan rijang. .alsilutit, berbutir alus, berwarna kelabu, padat dan keras, lapisannya baik, tebal lapisan berkisar antara 1' 7 1* $m. /apal, berwarna, kelabu, berlapis baik, padat dan keras. -ebal masing7masing lapisan men$apai 1* $m. Setempat sisipan rijang setebal 1' $m. Serpi , benBama kelabu, berlapis baik, padat. -ebal tiap lapisannya sampai * $m. %ijang, berupa sisipan dalam batugamping dan napal. -ebal sisipan sampai 1' $m, berwarna mera sampai $oklat kemera an. Berdasarkan kandungan <osil .eteroheli/ sp., dalam batugamping, dan Radiolaria dalam rijang, Formasi ;atano diduga berumur .apur +k ir "Budiman, 1(5', ubungan tertulis#: berlingkungan pengendapan laut dalam. Sebaran satuan meliputi daera antara ulu S. =ngkaya dan Peg. Gerbeek, Peg. Wawoombu dan Bulu Warungkelewatu, di bagian utara dan selatan Lembar. -ebalnya sekitar **' m. Formasi ;atano tertindi se$ara selaras ole Formasi Salodik. !i beberapa tempat persentu an tektonik dengan batuan ultrama<ik:

1-,

ubungan dengan batuan sedimen yang lebi tua tidak jelas. .ool oBen "1(>2#
1'*

menyebutnya Slapisan ;atano +tasT. -mpt $"R#AS% &"#A&A & perselingan batupasir konglomerat, batulempung dan tu< dengan sisipan lignit. Batupasir, berwarna kelabu kuning ke$oklatan, kelabu sampai $oklat, berbutir alus sampai kasar kerikilan, berlapis baik, di beberapa tempat terdapat lapisan bersusun tebal lapisan men$apai >' $m, kurang padat sampai padat, komponen kepingan batuan, kuarsa dan mineral itam: setempat gampingan. 1uga ditemukan batupasir ijau berbutir kasar, ampir seluru nya terdiri dari batuan ultrama<ik. .onglomerat, berkomponen sampai 1' $m, sesekali >' $m: membulat7 tanggung sampai membulat: terekat padu ole batupasir kasar berwarna ke$oklatan: setempat gampingan: komponen berupa batuan ultrama<ik, batugamping terdaunkan, kuarsit, dan rijang. Pila an dan kemas umumnya kurang baik. -ebal lapisan minimum 8' $m: ditemukan perlapisan bersusun. Batulempung, bewarna kelabu, ke$oklatan sampai $oklat kemera an: setempat bersi<at gampingan: mengandung <osil moluska. Setempat ada jejak daun, sering ada kongkresi oksida besi, berukuran men$apai 1' $m, atau berupa sisipan setebal > $m. Perlapisan kurang baik sampai $ukup baik, umumnya kurang padu, ke$ual di beberapa tempat. -ebal tiap lapisan sampai 8'' $m. -u<, berbutir alus sampai sedang, berwarna kelabu muda sampai kelabu tua, kurang padu sampai padu, perlapisan $ukup baik, dengan tebal masing7masing lapisan sampai 1* $m. Lignit, berwarna kelabu ke itaman: kurang padat: berupa sisipan dalam batulempung dengan tebal sampai 2'' $m. Batupasir alus mengandung <osil& 0oli*ia sp., 6ullenia sp., Robulus sp., &lobi,erinoides trilobus "%0USS#, &lobi,erinoides immaturus LB %=3, &lobi,erinoides ruber "! O=%B 4G/3#, &lobi,erinoides obli8uus B=LL4, &loborotalia menardil "!6=%B4G/3#, &loborotalia a ostaensis BL=W, &lobo8uadrina altispira "CUS,;+/ @ 1+%G4 S#, Sphaeroidinella seminulina SC,W+G0%, &loborotalia plesiotumida BL=W @ B+//0%, dan .asti,erma

1'?

ae8uilaterabis "B%+!3#: menunjukkan umur ;iosen +wal lingkungan pengendapannya laut dangkal, setempat payau.

ingga Pliosen:

Satuan ini di bagian atas lebi dikuasai ole batuan klastika kasar, di bagian bawa dikuasai ole klastika alus. Sebarannya meliputi daera selatan !esa -anoa, Ba u ;belu dan dekat !esa Sawogi, Lamona, Ba u ;a oni, sepanjang S. Ba odopi, dan daera sebela barat Bulu Warungkelewatu. -ebal satuan sekitar 1''' m. Ciri litologi satuan sama dengan ;olasa Sulawesi Sarasin dan Sarasin "1('1#. /ama Formasi -omata berasal dari !esa -omata "Lembar ;alili# tempat diketemukannya singkapan yang baik. BA&UAN BE'U 'u '"#PLE'S UL&RA#A$%' & arIburgit, l erIolit, we rlit, websterit, serpentinit, dunit, diabas dan gabro. ,arIburgit, berwana ijau sampai ke itaman, padat dan pejal setempat ada per aluan mineral: tersusun dan mineral alus sampai kasar, terdiri atas oliBin "sekitar **L), dan piroksen "sekitar >*L), serta mineral serpentin sebagai asil uba an piroksen dan oliBin "sekitar 1'L#. Setempat dijumpai blastomilonit dan por<iroblas dengan megakris piroksen yang tumbu dengan massadasar minolit. L erIolit, berwarna ijau ke itaman, pejal dan padat, berbutir sedang sampai kasar ipidiomor<. !i beberapa tempat terdapat tekstur o<it dan poikilitik. Batuan terutama terdiri dari mosaik oliBin dan piroksen7klino atau piroksenorto: yakut dan epidot merupakan mineral ikutan. /ampaknya batuan ini tela mengalami gejala penggerusan yang di$irikan ole pelengkungan pada kembaran polisintesis dan pada mineral piroksen. Wer lit berwarna ke itaman, pejal dan padat, berbutir alus sampai kasar, alotriomoi<. Batuan terutama terdiri atas oliBin, dan kadang7kadang piroksen klino. ;ineral oliBin, dan piroksen ampir seluru nya memperli atkan retakan dalam jalur memanjang yang umumnya terisi serpentin dan talkum, strukturnya menyerupai jala. Gejala de<ormasi tela terjadi dalam batuan ini dengan diperli atkannya penyimpangan dan pelengkungan kembaran yang dijumpai pada

1')

mineral piroksen klino. Setempat mineral oliBin selain teruba dan talkum, juga jadi igningsit $oklat kemera an.

jadi

serpentin

Websterit, berwarna ijau ke itaman, padat dan pejal. -erutama tersusun ole mineral oliBin dan piroksen klino, berukuran alus sampai sedang, serta ampir seluru kristalnya berbentuk an edron. Serpentin asil uba an oliBin dan piroksen terutama mengisi reka an kristal temba , dan membentuk struktur jala. Batuan mengalami penggerusan, ingga setempat terdapat pemilonitan dalam ukuran sangat alus dan memperli atkan struktur kataklastik. .lorit, Ioisit dan mineral gelap, terdapat terutama pada lajur milonit, ke$uali itu mineral ini terdapat pula di seluru bagian batuan. Serpentinit, berwarna kelabu tua sampai ijau ke itaman, pejal dan padat. ;ineral penyusunnya terdiri dari antigont, lempung dan magnetit, berbutir alus, dengan retakan tidak teratur, yang umumnya terisi magnetit lempung berwarna kelabu, sangat itam kedap. ;ineral alus, berkelompok pada beberapa tempat.

1-5

Batuan ini umumnya memperli atkan struktur kekar dan $ermin sesar "sli$kenside# yang dapat dili at dengan mata telanjang. !iabas, berwarna kelabu, kelabu ke ijauan sampai itam ke ijauan, padat dan pejal, berbutir alus sampai sedang, setempat ablur penu . ;ineral penyusunnya terdiri atas plagioklas, ortoklas, piroksen dan biji , jenis plagioklasnya labradorit. !i beberapa tempat batuan teruba kuat. !unit, berbutir alus sampai kasar, berwarna ke ijauan, kelabu ke ijauan sampai ke itaman, pejal dan padat. Setempat tampak por<iroblastik. Susunan mineral terdiri atas oliBin "sekitar ('L#, piroksen, plagiokias, dan biji : mineral uba an terdiri dari serpentin, talkum, dan klorit, masing7masing asil uba an oliBin dan piroksen. !i beberapa tempat batuan teruba sarang, bank7bank, bentuk sisa, dan bentuk serpentin dan talkum sebagai mineral pengganti. Gabro, berbintik itam, berbutir Sedang sampai kasar, padat dan pejal. ;ineral penyusunnya terdiri atas plagioklas, dan oliBin jenis plagioklas yakni labradorit7 bitaonit. Sebagian oliBin teruba jadi antigorit, dan biji , plagioklas jadi serisit. Batuan ini ditemukan berupa retas menerobos batuan ulatrama<ik. kuat: memperli atkan struktur semu dengan

S&RU'&UR DAN &E'&"N%'A Struktur utama di daera ini berupa sesar dan lipatan. Sesar meliputi sesar turun, sesar geser, sesar naik dan sesar sungkup. Penyesaran diduga berlangsung sejak ;esoIoikum. Sesar ;atano merupakan sesar utama dengan ara baratlaut7 tenggara. Sesar ini menunjukkan gerakan mengiri, diduga bersambung dengan Sesar Sorong. .eduanya merupakan satu sistem sesar jurus yang mungkin tela terbentuk sejak =ligosen. .elanjutannya diperkirakan pada Sesar Palu7.oro yang juga menunjukkan gerakan mengiri "di luar Lembar Bungku: diperkirakan masi akti<#. Sesar yang lain di daera ini lebi ke$il dan merupakan sesar tingkat kedua atau
1'5

mungkin tingkat ketiga. Lipatan yang terdapat di Lembar ini tergolong lipatan terbuka, tertutup, dan pergentengan. 1. Lipatan terbuka berupa lipatan lema yang mengakibatkan kemiringan lapisan tidak melebi i >*F. Lipatan ini terdapat dalam batuan yang berumur ;iosen ingga Plistosen. Biasanya sumbu lipatannya menggelombang dan berara barat7timur sampai baratlaut7tenggara. 2. Lipatan tertutup berupa lipatan sedang sampai kuat yang mengakibatkan kemiringan lapisan dan *'F sampai tegak. Setempat, lapisan itu ingga terbalik. Lipatan ini terdapat dalam batuan sedimen ;esoIoikum, dengan sumbu lipatan yang umunmya berara baratlaut7tenggara. !iduga, lipatan ini terbentuk pada =ligosen atau lebi tua. >. Lipatan pergentengan "superimposed <old# terdapat dalam satuan batuan ;esoIoikum, pada ;endala Sulawesi -imur dan ;endala Banggai7Sula. Sumbu lipatannya berara baratlaut7tenggara. .ekar terdapat dalam ampir semua satuan batuan, tetapi terutama dalam batuan beku dan batuan sedimen ;esoIoikum. -erjadinya mungkin dalam perioda, sejalan dengan perkembangan tektonik di daera ini. beberapa

Sejara

pengendapan batuan sedimen dan perkembangan tektonik di Lembar ubungannya dengan perkembangan ;endala terkratonkan pada ak ir PaleoIoikum. yang suda

Bungku diduga sangat erat Banggai7Sula 1ura +wal.

Pada Aaman -rias, terjadi pengendapan Formasi -okala yang berlangsung sampai .emudian pada 1ura +k ir menyusul pengendapan Formasi /anaka se$ara selaras di atasnya. Pada 0osen +k ir7;iosen +wal, Formasi Salodik diendapkan se$ara tidak selaras di atasnya: lingkungannya laut dangkal sampai darat. .etiga satuan ini terbentuk di tepian benua yang saat ini berupa ;endala Banggai 7 Sula. !i bagian lain, dalam $ekungan laut7dalam di barat Banggai7Sula, pada Aaman 1ura terendapkan ba an pelagos Formasi ;asiku. Pengendapan ini terus berlangsung ingga awal Aaman .apur. Formasi ;atano se$ara selaras terendapkan di atas Formasi ;asiku. .edua satuan ini terendapkan di laut dalam. Pada Aaman Paleogen +k ir pengendapan batuan karbonat Formasi Salodik berlangsung dalam busur luar yang semakin mendangkal. Proses ini berlangsung 1'( sampai awal .ala ;iosen. Pada .ala =ligosen, Sesar Sorong yang menerus ke Sesar ;atano dan Palu7.oro mulai akti< dalam bentuk sesarjurus mendatar, se ingga benua mini Banggai7Sula bergerak ke ara barat dan memisa kan diri dan Benua +ustralia. Pada .ala ;iosen -enga , bagian timur kerak samudra di ;endala Sulawesi -imur menumpang tindi (obdu ted) benua mini Banggai 7 Sula yang bergerak ke ara barat lajur penunjaman dan busur luar tersungkupkan (o*erthrusted) di atas rumpang parit busur gunungapi, yang mengakibatkan ketiga mendala geologi tersebut saling berdempetan. Pada ak ir ;iosen ingga Pliosen batuan klastika alus sampai kasar dan bagian bawa Formasi -omata mulai terendapkan dalam lingkungan laut7dangkal dan terbuka. Pada .ala Pliosen keseluru an daera mengalami orogenesa yang dibarengi ole lipatan dan sesar bongka , mengakibatkan terbentuknya $ekungan ke$il dan dangkal. Batuan klastika kasar dan bagian atas Formasi -omata terendapkan di dalamnya, kemudian seluru daera terangkat.

1-2

11'

Pada bagian tertentu, endapan aluBium, danau, sungai dan pantai berlangsung terus ingga sekarang. SU#BERDA,A #%NERAL Ba an galian yang ditemukan di daera Bungku di antaranya nikel, biji besi, pasir besi, minyak bumi, batugamping, batuan beku, pasir dan kerikil. Biji nikel suda dieksplorasi ole P-. 4n$o tetapi tidak dilanjutkan karena se$ara ekonomi tidak menguntungkan. Biji tersebut biasanya terdapat dalam endapan laterit berasal dan batuan ultrama<ik yang melapuk. Biji nikel ini biasanya berasosiasi dengan biji besi, yang merupakan lapisan penutup endapan laterit yang biasanya berupa daera datar "P-. 4n$o, 1()2: Sukamto, 1 ()*b#. Pasir besi berupa endapan pantai setebal 1 7 2 m, ditemukan disepanjang pantai mulai dan Wata sampai Wosu, di bagian timurlaut Lembar. 0ndapan tersebut perna diteliti ole P-. 4ndo$ rom pada ta un 1()5H1()(, tetapi tidak dilanjutkan, mungkin se$ara ekonomi kurang menguntungkan. %embesan minyak bumi merupakan petunjuk adanya sumber minyak bumi, yang banyak dijumpai terutama di sepanjang S. Wosu, di bagian timurlaut Lembar: diduga berasal dari satuan batuan sedimen ;endala Banggai7Sula. !engan diketemukannya rembesan minyak bumi tersebut, diperkirakan daera Bungku memiliki potensi penting di masa mendatang. Batugamping bersi<at pejal, terdapat di beberapa tempat seperti di Peg. Wawoombu, dan sekitar .ampung .uluri di bagian selatan dan tenggara Lembar. Penduduk setempat tela meman<aatkan sebagai ba an pengeras jalan dan se$ara ke$il7ke$ilan sebagai ba an bangunan, Singkapan batuan $ukup luas dan tebal, diduga memiliki mutu yang baik, se ingga sebagai ba an bangunan batugamping ini memiliki prospek $ukup baik. Batuan beku terdiri atas batuan ultrama<ik, gabro dan diorit: terdapat di sekitar !. -owuti dan bagian tenga Lembar. Batuan ini bersi<at pejal dan padat, se ingga dapat digunakan sebagai ba an pengeras jalan dan balian bangunan. Pasir dan kerikil merupakan ba an baku untuk pembuatan jalan dan ba an bangunan. !i daera ini ditemukan sebagai endapan pantai yang terletak antara

-anjung Lingkobu dan -anjung Lalompa: dan dalam satuan batuan dan Formasi -omata, di sekitar Bulu -alowa, ulu S. =ngkaya dan S. Ba u ;belu, di bagian tenggara dan utara Lembar.

ACUAN !ie$kmann, W., 1(15, O*er het *erbeek,eber,te in #elebes en des-elps 9rtsaf-ettin,en. .ool oBen, W.B.C., 1(2>, %eport on t e inBestigation o< ni$kel ore and $ romite in t e Lasolo area "subse$tion & .endari#, +rsip Pusat 1awatan Geologi, /o. 2'Hbr. 77777777, 1(>2, - e geology o< t e ;alili <ield, Centrul Celebes "!ut$ #, @b. 5i)n1. +ed. 3ndie. 7erh. 333. P-. 4nternational /i$kel 4ndonesia, 1()2, Laterite deposits in t e Sout east arm, Sulawesi unpubl. report presented at %egional Con<eren$e on t e Geology o< Sout east +sia, .uala Lumpur, ;ar$ , 1()2. Sarasin, F. @ P. Sarasin, 1('1, 9n1urfeiner,eo,rafis he, ,eolo,is hen bes hreib

1-9

un, der 3nsel #elebes$ Wiesbaden. Sukamto, %., 1()*a, Geologi$ ;ap o< 4ndonesia, s eet G444, Ujungpandang, s$ale 1 1.'''.''', &eol. Sur*ey of 3ndonesia. 777777771()*b, - e stru$ture o< Sulawesi in lig t o< plate te$toni$s, 6ro . Re,. onf on the &eol. and 5in. Res. of Southeast "sia, 1akarta 8 7 ) +ugust, 1()* & 4ndonesian +sso$iation o< Geologists. Surono, %.L. Situmorang @ -.=. Simandjuntak, 1(58, Laporun Geologi Lembar Batui, Sulawesi, Laporan terbuka, Puslitbang Geologi.

111

112