Anda di halaman 1dari 34

REFERAT (TINJAUAN PUSTAKA)

GLOMERULONEFRITIS
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kepaniteraan Klinik i!an" Ilmu Penyakit Dalam RSUD Si!#arj#

Disusun Oleh : Debi setiyawan, S.Ked 08700183

Pembimbing dr.Sudarwanto, S .PD

BAGIAN SMF ILMU PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIDOARJO
1

LEMBAR PENGESAHAN

!ama !"# $idang Pendidi%an Periode Ke aniteraan Klini% +udul ,e-erat Dia'u%an Pembimbing

: Debi setiyawan : 0870183 : "lmu Penya%it Dalam : 0& 'anuari ( 30 maret )01* : .lomerulone-ritis : #aret )01* : Dr. Sudarwanto, S .PD

/0123 D"P0,"KS2 D2! D"S23K2! /2!..21 4444444444444

#engetahui: Ketua S#5 "lmu Penya%it Dalam ,S6D S"DO2,+O, Pembimbing

Dr. dr. Sudarwanto, S .PD

Dr. Sudarwanto, S .PD

KATA PENGANTAR
2

Segala u'i syu%ur enulis an'at%an %ehadirat /uhan 7ang #aha 0sa %arena atas ber%at, rahmat, dan %arunia8!ya, sehingga enulis da at menyelesai%an ,e-erat di S#5 "lmu Penya%it Dalam ,S6D Sidoar'o yang ber'udul 9.lomerulone-ritis: dengan te at wa%tunya. ,e-erat ini dia'u%an untu% untu% memenuhi tugas dalam rang%a men'alani %e anitraan %lini% di S#5 "lmu Penya%it Dalam ,S6D Sidoar'o. $ersamaan ini enulis mengu;a %an terima %asih sebesar8besarnya %e ada : 1. dr. Sudarwanto S PD, sebagai embimbing %lini%. ). Do%ter S esialis Penya%it dalam ,S6D Sidoar'o 3. Sta-- aramedis di S#5 Kulit dan Kelamin ,S6D Sidoar'o. Penulis 'uga menyadari bahwa enulisan re-erat ini masih 'auh dari sem urna, oleh %arena itu enulis sangat menghara %an segala masu%an serta %riti% yang membangun demi sem urnanya tulisan ini. Penulis berhara semoga re-erat ini berman-aat bagi iha%8 iha% yang ter%ait.

Sidoar'o, 1 maret )01*

Penulis

DAFTAR ISI

3212#2! P0!.0S232!4444444444444444444444444. 1 K2/2 P0!.2!/2, 4444444444444444444444444444. ) D25/2, "S" 4444444444444444444444444444444... 3 $2$ " P0!D236162!444444444444444444444444444 * $2$ "" /"!+262! P6S/2K2444444444444444444444444.. < $2$ """ .1O#0,61O!05,"/"S 2K6/4444444444444444444... 11 $2$ "= P0#$2."2! .1O#0,61O!05,"/"S4444444444444444.. )0 Sindrom !e-riti% 2%ut4444444444444444444444444444. )0 Sindrom !e-roti%444444444444444444444444444444. )) Kelainan 6rin Persisten4444444444444444444444444444 )< .agal .in'al 2%ut444444444444444444444444444444 )< .agal .in'al Kroni%44444444444444444444444444444. )& $2$ = K0S"#P612!444444444444444444444444444.. 3) D25/2, P6S/2K24444444444444444444444444444.. 33

BAB I PENDAHULUAN
4

I.1. LATAR BELAKANG .lomerulone-ritis meru a%an enyebab utama ter'adinya gagal gin'al taha a%hir dan tingginya morbiditas ada ana%. /erminologi glomerulone-ritis yang di a%ai disini adalah untu% menun'u%%an bahwa %elainan yang ertama dan utama ter'adi ada gromerulus, bu%an ada stru%tur gin'al yang lain. .lomerulone-ritis meru a%an enya%it eradangan gin'al bilateral. Peradangan dimulai dalam gromerolus dan bermani-estasi sebagai roteinuria dan atau hematuria. #es%i un lesi utama ada gromerolus, teta i seluruh ne-ron ada a%hirnya a%an mengalami %erusa%an, sehingga ter'adi gagal gin'al. Penya%it yang mula8mula digambar%an oleh ,i;hard $right ada tahun 18)7 se%arang di%etahui meru a%an %um ulan banya% enya%it dengan berbagai etiologi, mes%i un res on imun aga%nya menimbul%an bebera a bentu% glomerulone-ritis. .lomerulone-ritis adalah enya%it yang sering di'um ai dalam ra%ti% %lini% sehari8hari dan meru a%an enyabab enting enya%it gin'al taha a%hir >P./2?. $erdasar%an sumber ter'adinya %elainan, glomerulone-ritis dibeda%an rimer dan se%under. .lomerulone-ritis rimer a abila enya%it dasarnya berasal dari gin'al sendiri sedang%an glomerulone-ritis se%under a abila %elainan gin'al ter'adi a%ibat enya%it sistemi% lain se ertis diabetes mellitus, lu us eritematosus sistemi% >10S?, myeloma multi le, atau amiloidosis. "ndonesia ada tahun 1@@<, mela or%an adanya 170 asien yang dirawat di rumah sa%it endidi%an dalam 1) bulan. Pasien terbanya% dirawat di Surabaya >)&,<A?, %emudian disusul berturut8turut di +a%arta >)*,7A?, $andung >17,&A?, dan Palembang >8,)A?. Pasien la%i8la%i dan erem uan berbanding ) : 1 dan terbanya% ada ana% usia antara &88 tahun >*0,&A?. .e'ala glomerulone-ritis bisa berlangsung se;ara mendada% >a%ut? atau se;ara menahun >%ronis? sering%ali tida% di%etahui %arena tida% menimbul%an ge'ala. .e'alanya da at beru a mual8mual, %urang darah >anemia?, atau hi ertensi. .e'ala umum beru a sembab %elo a% mata, %en;ing sedi%it, dan berwarna merah, biasanya disertai hi ertensi. Penya%it ini umumnya >se%itar 80A? sembuh s ontan, 10A men'adi %ronis, dan 10A bera%ibat -atal. Di "ndonesia glomerulone-ritis masih meru a%an enyebab P./2 yang men'alani tera i engganti dialysis walau un data US Renal Data System menun'u%%an bahwa dibetes meru a%an enyebab P./2 yang tersering. #ani-estasi %lini% glomerulone-ritis sangat berBariasi mulai dari %elainan urin se erti roteinuria atau hematuri sa'a sam ai dengan glomerulone-ritis rogresi;e at. I.2. TUJUAN PENULISAN Penulisan re-erat ini ditu'u%an untu% mengetahui de-inisi, atogenesis, ge'ala, tanda, diagnosis, enanganan, %om li%asi serta rognosis dari glomerulone-ritis a%ut yang da at menyebab%an berbagai %om li%asi, salah satunya gagal gin'al.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


5

II.1. ANATOMI GINJAL .in'al meru a%an organ ganda yang terleta% di daerah abdomen, retro eritoneal antara Bertebra lumbal 1 dan *. .in'al terdiri dari %orte%s dan medula. /ia gin'al terdiri dari 881) lobus yang berbentu% iramid. Dasar iramid terleta% di %orte%s dan un;a%nya yang disebut a illa bermuara di %ali%s minor. Pada daerah %orte%s terda at glomerulus, tubulus %ontortus ro%simal dan distal. Pan'ang dan beratnya berBariasi yaitu C& ;m dan )* gram ada bayi lahir ;u%u bulan, sam ai 1) ;m atau lebih dari 1<0 gram. Pada 'anin ermu%aan gin'al tida% rata, berlobus8lobus yang %emudian a%an menghilang dengan bertambahnya umur.

/ia gin'al mengandung C 1 'uta ne-ron >glomerulus dan tubulus yang berhubungan dengannya ?. Pada manusia, embentu%an ne-ron selesai ada 'anin 3< minggu. !e-ron baru tida% dibentu% lagi setelah lahir. Per%embangan selan'utnya adalah hi ertro-i dan hi er lasia stru%tur yang sudah ada disertai maturasi -ungsional. /ia ne-ron terdiri dari glomerulus dan %a sula bowman, tubulus ro%simal, anse henle dan tubulus distal. .lomerulus bersama dengan %a sula bowman 'uga disebut badan ma l higi. #es%i un ultra-iltrasi lasma ter'adi di glomerulus teta i eranan tubulus dalam embentu%an urine tida% %alah entingnya.

II. 1.1. Fungsi Ginja 5ungsi rimer gin'al adalah mem ertahan%an Bolume dan %om osisi ;airan e%strasel dalam batas8batas normal. Kom osisi dan Bolume ;airan e%strasel ini di%ontrol oleh -iltrasi glomerulus, reabsor si dan se%resi tubulus. 5ungsi utama gin'al terbagi men'adi : 1. 5ungsi e%s%resi #em ertahan%an osmolalitas lasma se%itar )8< mOsmol dengan mengubah e%s%resi air. #em ertahan%an 3 lasma se%itar 7,* dengan mengeluar%an %elebihan 3Ddan membentu% %embali 3EO3F #em ertahan%an %adar masing8masing ele%trolit lasma dalam rentang normal. #enge%s%resi%an rodu% a%hir nitrogen dan metabolisme rotein terutama urea, asam urat dan %reatinin. ). 5ungsi non e%s%resi #enghasil%an renin yang enting untu% mengatur te%anan darah. #enghasil%an eritro oietin yaitu suatu -a%tor yang enting dalam stimulasi rodu% sel darah merah oleh sumsum tulang. #emetabolisme Bitamin D men'adi bentu% a%ti-nya. Degradasi insulin. #enghasil%an rostaglandin 5ungsi dasar ne-ron adalah membersih%an atau men'ernih%an lasma darah dan substansi yang tida% di erlu%an tubuh sewa%tu darah melalui gin'al. Substansi yang aling enting untu% dibersih%an adalah hasil a%hir metabolisme se erti urea, %reatinin, asam urat dan lain8lain. Selain itu ion8ion natrium, %alium, %lorida dan hidrogen yang ;enderung untu% bera%umulasi dalam tubuh se;ara berlebihan. #e%anisme %er'a utama ne-ron dalam membersih%an substansi yang tida% di erlu%an dalam tubuh adalah : 1. !e-ron menyaring sebagian besar lasma di dalam glomerulus yang a%an menghasil%an ;airan -iltrasi. ). +i%a ;airan -iltrasi ini mengalir melalui tubulus, substansi yang tida% di erlu%an tida% a%an direabsor si sedang%an substansi yang di erlu%an direabsor si %embali %e dalam lasma dan %a iler eritubulus.
7

#e%anisme %er'a ne-ron yang lain dalam membersih%an lasma dan substansi yang tida% di erlu%an tubuh adalah se%resi. Substansi8substansi yang tida% di erlu%an tubuh a%an dise%resi dan lasma langsung melewati sel8sel e itel yang mela isi tubulus %e dalam ;airan tubulus. +adi urine yang a%hirnya terbentu% terdiri dari bagian utama beru a substansi8substansi yang di-iltrasi dan 'uga sebagian %e;il substansi8substansi yang dise%resi. II. 1. 2. Sis!"# G $#"%$ us N$%#a .lomerulus terdiri atas suatu anyaman %a iler yang sangat %husus dan dili uti oleh sim ai $owman. .lomerulus yang terda at de%at ada erbatasan %orte%s dan medula >9'uGtame8 dullary:? lebih besar dari yang terleta% eri-er. Per;abangan %a iler berasal dari arteriola a--erens, membentu% lobul8lobul, yang dalam %eadaan normal tida% nyata, dan %emudian ber adu lagi men'adi arteriola e--erens. /em at masu% dan %eluarnya %edua arteriola itu disebut kutub vaskuler. Di seberangnya terda atkutub tubuler, yaitu ermulaan tubulus ;ontortus roGimalis. .elung glomerulus yang terdiri atas anyaman %a iler tersebut, ditun'ang oleh 'aringan yang disebut mesangium, yang terdi ri atas matriks dan sel mesangial. Ka iler8%a iler dalam %eadaan normal tam a% aten dan lebar. Di sebelah dalam dari ada %a iler terda at sel endotel, yang mem unyai sito lasma yang ber-enestrasi. Di sebelah luar %a iler terda at sel epitel viseral, yang terleta% di atas membran basalis dengan ton'olan8ton'olan sito lasma, yang disebut sebagai edun;ulae atau foot processes. #a%a itu sel e itel Biseral 'uga di%enal sebagai podosit. 2ntara sel endotel dan odosit terda at membrana basalis glomeruler >.$# H glomerular basement membrane?. #embrana basalis ini tida% mengelilingi seluruh lumen %a iler. Dengan mi%ros%o ele%tron ternyata bahwa membrana basalis ini terdiri atas tiga la isan, yaitu dari arah dalam %e luar ialah lamina rara interna, lamina densa dan lamina rara externa. Sim ai $owman di sebelah dalam berla is%an sel epitel parietal yang ge eng, yang terleta% ada membrana basalis sim ai $owman. #embrana basalis ini berlan'ut dengan membrana basalis glomeruler ada %utub Bas%uler, dan dengan membrana basalis tubuler ada %utub tubuler. Dalam %eadaan atologi%, sel e itel arietal %adang8%adang ber roli-erasi membentu% bulan sabit (crescent . $ulan sabit bisa segmental atau sir%um-erensial, dan bisa seluler, -ibroseluler atau -ibrosa. Po ulasi glomerulus ada ) ma;am yaitu : 1. glomerulus %orte%s yang mem unyai ansa henle yang ende% berada dibagian luar %orte%s. ). glomerulus 'u%stamedular yang mem unayi ansa henle yang an'ang sam ai %e bagian dalam medula. .lomerulus sema;am ini berada di erbatasan %orte%s dan medula dan meru a%an )0A o ulasi ne-ron teta i sangat enting untu% reabso rsi air dan ele%trolit.

+alinan glomerulus meru a%an %a iler8%a iler %husus yang ber-ungsi sebagai enyaring. Ka iler glomerulus dibatasi oleh sel8sel endotel, mem unyai sito lasma yang sangat ti is, yang mengandung banya% lubang disebut -enestra dengan diameter <0081000 2. #embran basal glomerulus membentu% suatu la isan yang ber%esinambungan, antara sel endotel dengan mesangial ada satu sisi dan sel e itel disisi lain. #embran tersebut mem unyai 3 la isan yaitu : 1. 1amina dense yang adat >ditengah? ). 1amina rara interna, yang terleta% diantara lamina densa dan sel endotel 3. 1amina rara e%sterna, yang terleta% diantara lamina densa dan sel e itel Sel8sel e itel %a sula bowman Biseral menutu i %a iler dan membentu% ton'olan sito lasma foot process yang berhubungan dengan lamina rara e%sterna. Diantara ton'olan8ton'olan tersebut adalah ;elah8;elah -iltrasi dan disebut silt ore dengan lebar )008300 2. Pori8 ori tersebut ditutu i oleh suatu membran disebut slit dia hgrma. #esangium >sel8sel mesangial dan matri%? terleta% dianatara %a iler8%a iler gromerulus dan membentu% bagian medial dinding %a iler. #esangium ber-ungsi sebagai endu%ung %a iler glomerulus dan mung%in bereran dalam embuangan ma%romole%ul >se erti %om le% imun? ada glomerulus, bai% melalui -agositosis intraseluler mau un dengan trans or melalui saluran8saluran intraseluler %e regio 'u%staglomerular.

/ida% ada rotein lasma yang lebih besar dari albumin ada -iltrat gromerulus menyata%an e-e%tiBitas dari dinding %a iler glomerulus sebagai suatu barier -iltrasi. Sel endotel, membran basal dan sel e itel dinding %a iler glomerulus memili%i %andungan ion negati- yang %uat. #uatan anion ini adalah hasil dari ) muatan negati- : roteogli%an >he aran8sul-at? dan gli%o rotein yang mengandung asam sialat. Protein dalam darah relati- memili%i isoele%tri% yang rendah dan membawa muatan negati- murni. Karena itu, mere%a ditola% oleh dinding %a iler gromerulus yang muatannnya negati-, sehingga membatasi -iltrasi.

10

II.2. FISIOLOGI II.2.1. Fi !%asi g $#"%u us Dengan mengalirnya darah %e dalam %a iler glomerulus, lasma disaring melalui dinding %a iler glomerulus. 3asil ultra-iltrasi tersebut yang bebas sel, mengandung semua substansi lasma se erti e%trolit, glu%osa, -os-at, ureum, %reatinin, e tida, rotein8 rotein dengan berat mole%ul rendah %e;uali rotein yang berat mole%ulnya lebih dari &8.000 >se erti albumin dan globulin?. 5iltrat di%um ul%an dalam ruang bowman dan masu% %e dalam tubulus sebelum meningal%an gin'al beru a urin. 1a'u -iltrasi glomerulus >15.? atau gromelural -iltration rate >.5,? meru a%an en'umlahan seluruh la'u -iltrasi ne-ron yang masih ber-ungsi yang 'uga disebut single ne-ron glomerular -iltration rate >S! .5,?.besarnya S! .5, ditentu%a oleh -a%tor dinding %a iler glomerulus dan gaya Starling dalam %a iler tersebut. S! .5, H K-.>IP8IJ? H K-.P.uKoe-esien ultra-iltrasi >K-? di engaruhi oleh luas ermu%aan %a iler glomerulus yang tersedia untu% -iltrasi dan %ondu%si hidroli% membran basal. /e%anan ultra-iltrasi >Pu-? atau gaya Starling dalam %a iler ditentu%an oleh : 8 te%anan hidrostati% dalam %a iler glomerulus >Pg? o te%anan hidrostati% dalam %a sula bowman atau tubulus >Pt? o te%anan on%oti% dalam %a iler glomerulus >J g? o te%anan on%oti% dalam %a sula bowman yang diangga nol %arena ultra -iltrat tida% mengandung rotein.

11

BAB III GLOMERULONEFRITIS AKUT

.lomerulone-ritis a%ut >.!2? adalah suatu rea%si imunologis ada gin'al terhada ba%teri atau Birus tertentu.7ang sering ter'adi ialah a%ibat in-e%si %uman stre to;o;;us. .lomerulone-ritis meru a%an suatu istilah yang di a%ai untu% men'elas%an berbagai ragam enya%it gin'al yang mengalami roli-erasi dan in-lamasi glomerulus yang disebab%an oleh suatu me%anisme imunologis. Sedang%an istilah a%ut >glomerulone-ritis a%ut? men;ermin%an adanya %orelasi %lini% selain menun'u%%an adanya gambaran etiologi, atogenesis, er'alanan enya%it dan rognosis. III. 1. ETIOLOGI $erbagai %emung%inan enyebab .! antara lain: adanya Kat yang berasal dari luar yang bertinda% sebagai antigen >2g?, rangsangan autoimun, dan indu%si ele asan sito%inL a%ti-asi %om lemen lo%al yang menyebab%an %erusa%an glomerular. Pada umumnya %erusa%an glomerular >glomerular in'ury? tida% dia%ibat%an se;ara langsung oleh enda an %om le%s imun di glomerulus, a%an teta i hasil intera%si dari sistem %om lemen, mediator humoral dan selular. #enurut %e'adiannya .! dibeda%an atas .! rimer dan .! se%under. Di%ata%an .! rimer 'i%a enya%it dasarnya berasal dari gin'al sendiri dan .! se%under 'i%a %elainan gin'al ter'adi a%ibat enya%it sistemi% lain se erti enya%it autoimun tertentu, in-e%si, %eganasan atau enya%it metaboli%. Sebagian besar >7<A? glomerulone-ritis a%ut as%a stre to%o%us timbul setelah in-e%si saluran erna asan bagian atas, yang disebab%an oleh %uman Stre to%o%us beta hemoliti%us gru 2 ti e 1, 3, *, 1), 18, )<, *@. Sedang ti e ), *@, <<, <&, <7 dan &0 menyebab%an in-e%si %ulit 881* hari setelah in-e%si stre to%o%us, timbul ge'ala8ge'ala %linis. "n-e%si %uman stre to%o%us beta hemoliti%us ini mem unyai resi%o ter'adinya glomerulone-ritis a%ut as%a stre to%o%us ber%isar 1081<A. Stre to;o;;us ini di%emu%a%an ertama %ali oleh 1ohlein ada tahun 1@07 dengan alasan bahwa: 1. /imbulnya .!2 setelah in-e%si s%arlatina 2. Diisolasinya %uman Stre to;o;;us beta hemolyti;us golongan 2 3. #ening%atnya titer anti8stre tolisin ada serum enderita. 4. #ung%in -a%tor i%lim, %eadaan giKi, %eadaan umum dan -a%tor alergi mem engaruhi ter'adinya .!2 setelah in-e%si dengan %uman Stre to;o;;uss. 2da bebera a enyebab glomerulone-ritis a%ut, teta i yang aling sering ditemu%an disebab%an %arena in-e%si dari stre to%o%us, enyebab lain diantaranya: a. $a%teri : Stre to%o%us gru E, #eningo;o;;o;us, Stre to;;o;us =iridans, .ono;o;;us, 1e tos ira, #y;o lasma Pneumoniae, Sta hylo;o;;us albus, Salmonella ty hi dll
12

b. =irus : 3e atitis $, Bari;ella, Ba;;inia, e;hoBirus, e idemi%a dl ;. Parasit : #alaria dan to%so lasma

arBoBirus, in-luenKa,

arotitis

III. 1. 1. S!%"&!$'$'us Ster to%o%us adalah ba%teri gram ositi- berbentu% bulat yang se;ara %has membentu% asangan atau rantai selama masa ertumbuhannya. #eru a%an golongan ba%teri yang heterogen. 1ebih dari @0A in-e%si stre to%%us ada manusia disebab%an oleh Streptococcus hemolisis M %um ulan 2. Kum ulan ini diberi s esies nama S. pyogenes. S. pyogenes M8hemoliti% golongan 2 mengeluar%an dua hemolisin, yaitu: 1. Ster tolisin O 2dalah suatu rotein >$# &0.000? yang a%ti- menghemolisis dalam %eadaan teredu%si >mem unyai gugus8S3? teta i ;e at men'adi tida% a%ti- bila ada o%sigen. Ster tolisin O bertanggung 'awab untu% bebera a hemolisis yang terlihat %eti%a ertumbuhan di otong ;u%u dalam dan dimasu%%an dalam bia%an ada lem eng agar darah. Ster tolisisin O bergabung dengan antister tolisin O, suatu antibodi yang timbul ada manusia setelah in-e%si oleh setia stre to%o%us yang menghasil%an ster tolisin O. 2ntibodi ini menghambat hemolisis oleh ster tolisin O. -enomena ini meru a%an dasar tes %uantitati- untu% antibody. /iter serum antister tolisin O >2SO? yang melebihi 1&08)00 unit diangga abnormal dan menun'u%%an adanya in-e%si ster to%o%us yang baru sa'a ter'adi atau adanya %adar antibodi yang teta tinggi setelah serangan in-e%si ada orang yang hi ersensiti-itas. ). Ster tolisin S 2dalah Kat enyebab timbulnya Kona hemoliti% dise%itar %oloni ster to%o%us yang tumbuh ada ermu%aan lem eng agar darah. Ster tolisin S bu%an antigen, teta i Kat ini da at dihambat oleh enghambat non s esi-i% yang sering ada dalam serum manusia dan hewan dan tida% bergantung ada engalaman masa lalu dengan ster to%o%us.

Streptococcus $a%teri ini hidu ada manusia di tenggoro%an dan 'uga %ulit. Penya%it yang sering disebab%an diantaranya adalah -aringitis, demam remati% dan glomerulone-ritis.

13

III. 2. PATOFISIOLOGI Sebenarnya bu%an ster to%o%us yang menyebab%an %erusa%an ada gin'al. Diduga terda at suatu antibodi yang ditu'u%an terhada suatu antigen %husus yang meru a%an unsur membran lasma ster to%o%al s esi-i%. /erbentu% %om le%s antigen8antibodi didalam darah dan bersir%ulasi %edalam glomerulus tem at %om le%s tersebut se;ara me%anis ter erang%a dalam membran basalis.selan'utnya %om lomen a%an ter-i%sasi menga%ibat%an lesi dan eradangan yang menari% leu%osit olimor-onu%lear >P#!? dan trombosit menu'u tem at lesi. 5agositosis dan ele asan enKim lisosom 'uga merusa% endothel dan membran basalis glomerulus >".$#?. Sebagai res on terhada lesi yang ter'adi, timbu roli-erasi sel8sel endotel yang dii%uti sel8sel mesangium dan selan'utnya sel8sel e itel. Sema%in mening%atnya %ebo;oran %a iler gromelurus menyebab%an rotein dan sel darah merah da at %eluar %e dalam urine yang sedang dibentu% oleh gin'al, menga%ibat%an roteinuria dan hematuria. 2ga%nya %om le%s %om lomen antigen8antibodi inilah yang terlihat sebagai nodul8nodul sube itel ada mi%ros%o ele%tron dan sebagai bentu% granular dan berbung%ah8bung%ah ada mi%ros%o imuno-luoresensi, ada emeri%saan ;ahaya glomerulus tam a% membeng%a% dan hi erseluler disertai inBasi P#!. #enurut enelitian yang dila%u%an enyebab in-e%si ada glomerulus a%ibat dari rea%si hi ersensiBitas ti e """. Kom le%s imun >antigen8antibodi yang timbul dari in-e%si? mengenda di membran basalis glomerulus. 2%tiBasi % m lomen yang menyebab%an destru%si ada membran basalis glomerulus. Kom le%s8%om le%s ini menga%ibat%an %om elen yang diangga meru a%an mediator utama ada ;edera. Saat sir%ulasi melalui glomerulus, %om le%s8%om le%s ini da at tersebar dalam mesangium, dilo%alisir ada subendotel membran basalis glomerulus sendiri, atau menembus membran basalis dan ter erang%a ada sisi e itel. $ai% antigen atau antibodi dalam %om le%s ini tida% mem unyai hubungan imunologis dengan %om onen glomerulus. Pada emeri%saan mi%ros%o ele%tron ;edera %om le%s imun, ditemu%an enda an8enda an ter isah atau gum alan %arateristi% aa mesangium, subendotel, dan e imembranosa. Dengan mis%ros%o imuno-luoresensi terlihat ula ola nodular atau granular seru a, dan mole%ul antibodi se erti "g., "g# atau "g2 serta %om onen8%om onen %om lomen se erti E3,E* dan E) sering da at diidenti-i%asi dalam enda an8enda an ini. 2ntigen s esi-i% yang dilawan oleh imunoglobulin ini ter%adang da at diidenti-i%asi. 3i otesis lain yang sering disebut adalah neuraminidase yang dihasil%an oleh Stre to%o%us, merubah "g. men'adi autoantigenic. 2%ibatnya, terbentu% autoantibodi terhada "g. yang telah berubah tersebut. Selan'utnya terbentu% %om le% imun dalam sir%ulasi darah yang %emudian mengenda di gin'al. Streptokinase yang meru a%an se%ret rotein, diduga 'uga ber eran ada ter'adinya .!2PS. Sre to%inase mem unyai %emam uan merubah laminogen men'adi lasmin. Plasmin ini diduga da at menga%ti-%an sistem %om lemen sehingga ter'adi ;as;ade dari sistem %om lemen.7 Pola res on 'aringan tergantung ada tem at de osit dan 'umlah %om le%s yang dide osit. $ila terutama ada mesangium, res on mung%in minimal, atau da at ter'adi erubahan mesangio ati% beru a lori-erasi sel8sel mesangial dan matri% yang da t meluas diantara sel8sel endotel dan membran basalis,serta menghambat -ungsi -iltrasi sim ai %a iler. +i%a %om le%s terutama terleta% subendotel atau sube itel, ma%a res on ;enderung beru a glomerulone-ritis di-usa,
14

sering%ali dengan embentu%an sabit e itel. Pada %asus enimbunan %roni% %om le% imun sube itel, ma%a res on eradangan dan roli-erasi men'adi %urang nyata, dan membran basalis glomerulus berangsur8 angsur menebal dengan masu%nya %om le%s8%om le%s %e dalam membran basalis baru yang dibentu% ada sisi e itel. #e%anisme yang bertanggung 'awab terhada erbedaan distribusi de osit %om le%s imun dalam glomerulus sebagian besar tida% di%etahui, walau un demi%ian u%uran dari %om le%s tam a%nya meru a%an salah satu determinan utama. Kom le%s8%om le%s %e;il ;enderung menembus sim ai %a iler, mengalami agregasi, dan bera%umulasi se an'ang dinding %a iler do bawah e itel, sementara %om le%s8%om le%s beru%uran sedang tida% sedemi%ian mudah menembus membran basalis, ta i masu% %e mesangium. Kom l%es 'uga da at berlo%alisasi ada tem at8tem at lain. +umlah antigen ada bebera a enya%it de osit %om le%s imun terbatas, misal antigen ba%teri da at dimusnah%an dengan me%anisme ertahanan en'amu atau dengan tera i s esi-i%. Pada %eadaan demi%ian, de osit %om le%s8%om le%s imun dalam glomerulus terbatas dan %erusa%an da at ringan danberlangsung sing%at, se erti ada glomerulone-ritis a%ut ost stero to%o%us.1,) 3asil enyelidi%an %linis ( imunologis dan er;obaan ada binatang menun'u%%an adanya %emung%inan roses imunologis sebagai enyebab. $ebera a enyelidi% menga'u%an hi otesis sebagai beri%ut : 1. /erbentu%nya %om le%s antigen8antibodi yang mele%at ada membrana basalis glomerulus dan %emudian merusa%nya. ). Proses auto8imun %uman Stre to;o;;us yang ne-ritogen dalam tubuh menimbul%an badan autoimun yang merusa% glomerulus. 3. Stre to;o;;us ne-ritogen dan membran basalis glomerulus mem unyai %om onen antigen yang sama sehingga dibentu% Kat anti yang langsung merusa% membrana basalis gin'al. III. (. PRE)ALENSI .!2PS da at ter'adi ada semua %elom o% umur, namun tersering ada golongan umur <81< tahun, dan 'arang ter'adi ada bayi. ,e-erensi lain menyebut%an aling sering ditemu%an ada ana% usia &810 tahun. Penya%it ini da at ter'adi ada la%i la%i dan erem uan, namun la%i la%i dua %ali lebih sering dari ada erem uan. Perbandingan antara la%i8la%i dan erem uan adalah ):1. Diduga ada -a%tor resi%o yang berhubungan dengan umur dan 'enis %elamin. Su%u atau ras tida% berhubungan dengan reBelansi enya%it ini, ta i %emung%inan reBalensi mening%at ada orang yang sosial e%onominya rendah, sehingga ling%ungan tem at tinggalnya tida% sehat.

III. *. GEJALA KLINIS .ambaran %linis da at berma;am8ma;am. Kadang8%adang ge'ala ringan teta i tida% 'arang ana% datang dengan ge'ala berat.. Kerusa%an ada rumbai %a iler gromelurus menga%ibat%an hematuriaL%en;ing berwarna merah daging dan albuminuria, se erti yang telah di%emu%a%an sebelumnya. 6rine mung%in tam a% %emerah8merahan atau se erti %o i Kadang8%adang disertai
15

edema ringan yang terbatas di se%itar mata atau di seluruh tubuh. 6mumnya edema berat terda at ada oliguria dan bila ada gagal 'antung. 0dema yang ter'adi berhubungan dengan enurunan la'u -iltrasi glomerulus >15.L.5,? yang menga%ibat%an e%s%resi air, natrium, Kat8Kat nitrogen mung%in ber%urang, sehingga ter'adi edema dan aKotemia. Pening%atan aldosteron da at 'uga ber eran ada retensi air dan natrium. Di agi hari sering ter'adi edema ada wa'ah terutama edem eriorbita, mes%i un edema aling nyata dibagian anggota.5, biasanya menurun >mes%i un aliran lasma gin'a biasanya normal? a%ibatnya, e%s%resi air, natrium, Kat8Kat nitrogen mung%in ber%urang, sehingga ter'adi edema dan aKotemia. Pening%atan aldosteron da at 'uga ber eran ada retensi air dan natrium. Di agi hari sering ter'adi edema ada wa'ah terutama edem eriorbita, mes%i un edema aling nyata dibagian anggota bawah tubuh %eti%a men'elang siang. Dera'at edema biasanya tergantung ada berat eradangan gelmurulus, a a%ah disertai dnegan ayah 'antung %ongesti-, dan sebera a ;e at dila%u%an embatasan garam.

3i ertensi terda at ada &0870A ana% dengan .!2 ada hari ertama, %emudian ada a%hir minggu ertama men'adi normal %embali. $ila terda at %erusa%an 'aringan gin'al, ma%a te%anan darah a%an teta tinggi selama bebera a minggu dan men'adi ermanen bila %eadaan enya%itnya men'adi %ronis. Suhu badan tida% bebera a tinggi, teta i da at tinggi se%ali ada hari ertama. Kadang8%adang ge'ala anas teta ada, walau un tida% ada ge'ala in-e%si lain yang mendahuluinya. .e'ala gastrointestinal se erti muntah, tida% na-su ma%an, %onsti asi dan diare tida% 'arang menyertai enderita .!2. 3i ertensi selalu ter'adi mes%i un ening%atan te%anan darah mung%in hanya sedang. 3i ertensi ter'adi a%ibat e%s ansi Bolume ;airan e%strasel >0E5? atau a%ibat Basos asme masih belum di%etahui dengna 'elas. III. +. GAMBARAN LABORATORIUM 6rinalisis menun'u%%an adanya roteinuria >D1 sam ai D*?, hematuria ma%ros%o i% ditemu%an ham ir ada <0A enderita, %elainan sedimen urine dengan eritrosit dis-ormi%, leu%osituria serta tora% selulet, granular, eritrosit>DD?, albumin >D?, silinder le%osit >D? dan lain8lain. Kadang8
16

%adang %adar ureum dan %reatinin serum mening%at dengan tanda gagal gin'al se erti hi er%alemia, asidosis, hi er-os-atemia dan hi o%alsemia. Kadang8%adang tam a% adanya roteinuria masi- dengan ge'ala sindroma ne-roti%. Kom lomen hemoliti% total serum >total !emolytic comploment? dan E3 rendah ada ham ir semua asien dalam minggu ertama, teta i E* normal atau hanya menurun sedi%it, sedang%an %adar ro erdin menurun ada <0A asien. Keadaan tersebut menun'u%%an a%tiBasi 'alur alternati- %om lomen. Penurunan E3 sangat men;olo% ada asien glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o%us dengan %adar antara )08*0 mgLdl >harga normal <081*0 mg.dl?. Penurunan E3 tida% berhubungan dengann arahnya enya%it dan %esembuhan. Kadar %om lomen a%an men;a ai %adar normal %embali dalam wa%tu &88 minggu. Pengamatan itu memasti%an diagnosa, %arena ada glomerulone-ritis yang lain yang 'uga menun'u%%an enuruanan %adar E3, ternyata berlangsung lebih lama. 2danya in-e%si ster to%o%us harus di;ari dengan mela%u%an bia%an tenggoro% dan %ulit. $ia%an mung%in negati- a abila telah diberi antimi%roba. $ebera a u'i serologis terhada antigen ster to%o%us da at di a%ai untu% membu%ti%an adanya in-e%si, antara lain antister toKim, 2S/O, antihialuronidase, dan anti Dnase $. S%rining antister toKim ;u%u berman-aat oleh %arena mam u mengu%ur antibodi terhada bebera a antigen ster to%o%us. /iter anti ster tolisin O mung%in mening%at ada 7<880A asien dengan .!2PS dengan -aringitis, mes%i un bebera a starin ster to%o%us tida% mem rodu%si ster tolisin O.sebai%nya serum diu'i terhada lebih dari satu antigen ster to%o%us. $ila semua u'i serologis dila%u%an, lebih dari @0A %asus menun'u%%an adanya in-e%si ster to%o%us. /iter 2S/O mening%at ada hanya <0A %asus, teta i antihialuronidase atau antibodi yang lain terhada antigen ster to%o%us biasanya ositi-. Pada awal enya%it titer antibodi ster to%o%us belum mening%at, hingga sebai%nya u'i titer dila%u%an se;ara seri. Kenai%an titer )83 %ali berarti adanya in-e%si. Krioglobulin 'uga ditemu%an .!2PS dan mengandung "g., "g# dan E3. %om le%s imun bersir%ulasi 'uga ditemu%an. /eta i u'i tersebut tida% mem unyai nilai diagnosti% dan tida% erlu dila%u%an se;ara rutin ada tatala%sana asien. III. ,. GAMBARAN PATOLOGI #a%ros%o is gin'al tam a% aga% membesar, u;at dan terda at titi%8titi% erdarahan ada %orte%s. #i%ros%o is tam a% ham ir semua glomerulus ter%ena, sehingga da at disebut glomerulone-ritis di-usa. /am a% roli-erasi sel endotel glomerulus yang %eras sehingga menga%ibat%an lumen %a iler dan ruang sim ai $owman menutu . Di sam ing itu terda at ula in-iltrasi sel e itel %a sul, in-iltrasi sel olimor-onu%leus dan monosit. Pada emeri%saan mi%ros%o ele%tron a%an tam a% membrana basalis menebal tida% teratur. /erda at gum alan hum s di sube itelium yang mung%in dibentu% oleh globulin8gama, %om lemen dan antigen Stre to;o;;us.

17

III. -. DIAGNOSIS Diagnosis glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% erlu di;urigai ada asien dengan ge'ala %linis beru a hematuria nyata yang timbul mendada%, sembab dan gagal gin'al a%ut setelah in-e%si stre to%o%us. /anda glomerulone-ritis yang %has ada urinalisis, bu%ti adanya in-e%si stre to%o%us se;ara laboratoris dan rendahnya %adar %om lemen E3 mendu%ung bu%ti untu% menega%%an diagnosis. /eta i bebera a %eadaan lain da at menyeru ai glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% ada awal enya%it, yaitu ne-ro ati8"g2 dan glomerulone-ritis %roni%. 2na% dengan ne-ro ati8"g2 sering menun'u%%an ge'ala hematuria nyata mendada% segera setelah in-e%si saluran na as atas se erti glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o%, teta i hematuria ma%ros%o i% ada ne-ro ati8"g2 ter'adi bersamaan ada saat -aringitas >synp!aryngetic !ematuria?, sementara ada glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% hematuria timbul 10 hari setelah -aringitasN sedang%an hi ertensi dan sembab 'arang tam a% ada ne-ro ati8"g2. .lomerulone-ritis %roni% lain 'uga menun'u%%an gambaran %linis beru a hematuria ma%ros%o is a%ut, sembab, hi ertensi dan gagal gin'al. $ebera a glomerulone-ritis %roni% yang menun'u%%an ge'ala tersebut adalah glomerulone-ritis membrano roli-erati-, ne-ritis lu us, dan glomerulone-ritis roli-erati- %resenti%. Perbedaan dengan glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% sulit di%etahui ada awal sa%it. Pada glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% er'alanan enya%itnya ;e at membai% >hi ertensi, sembab dan gagal gin'al a%an ;e at ulih? sindrom ne-roti% dan roteinuria masih lebih 'arang terlihat ada glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% dibanding%an ada glomerulone-ritis %roni%. Pola %adar %om lemen E3 serum selama tinda% lan'ut meru a%an tanda >mar%er? yang enting untu% membeda%an glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% dengan glomerulone-ritis %roni% yang lain. Kadar %om lemen E3 serum %embali normal dalam wa%tu &88 minggu ada glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% sedang%an ada glomerulone-ritis yang lain 'auh lebih lama.%adar awal E3 O<0 mgLdl sedang%an %adar 2S/O P 100 %esatuan /odd. 0%saserbasi hematuria ma%ros%o is sering terlihat ada glomerulone-ritis %roni% a%ibat in-e%si %arena stre to%o% dari strain non8ne-ritogeni% lain, terutama ada glomerulone-ritis membrano roli-erati-. Pasien glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% tida% erlu dila%u%an bio si gin'al untu% menega%%an diagnosisN teta i bila tida% ter'adi erbai%an -ungsi gin'al dan terda at tanda sindrom ne-roti% yang meneta atau memburu%, bio si meru a%an indi%asi.

III. .. DIAGNOSIS BANDING .!2PS harus dibeda%an dengan bebera a enya%it, diantaranya adalah : 1. !e-ritis "g2 Periode laten antara in-e%si dengan onset ne-ritis adalah 18) hari, atau ini mung%in berhubungan dengan in-e%si saluran erna-asan atas. ). #P.! >ti e " dan ""? #eru a%an enya%it %roni%, teta i ada awalnya da at bermani-estasi sama s erti gambaran ne-ritis a%ut dengan hi o%om lementemia. 3. 1u us ne-ritis .ambaran yang men;olo% adalah gross hematuria
18

*. .lomerulone-ritis %ronis Da at bermani-estasi %linis se erti glomerulone-ritis a%ut. III. /. PENATALAKSANAAN /ida% ada engobatan yang %husus yang mem engaruhi enyembuhan %elainan di glomerulus. 1. "stirahat mutla% selama 38* minggu. Dulu dian'ur%an istirahat mutla% selama &88 minggu untu% memberi %esem atan ada gin'al untu% menyembuh. /eta i enyelidi%an tera%hir menun'u%%an bahwa mobilisasi enderita sesudah 38* minggu dari mulai timbulnya enya%it tida% bera%ibat buru% terhada er'alanan enya%itnya. ). Pemberian enisilin ada -ase a%ut. Pemberian antibioti%a ini tida% mem engaruhi beratnya glomerulone-ritis, melain%an mengurangi menyebarnya in-e%si Stre to;o;;us yang mung%in masih ada. Pemberian enisilin ini dian'ur%an hanya untu% 10 hari, sedang%an emberian ro-ila%sis yang lama sesudah ne-ritisnya sembuh terhada %uman enyebab tida% dian'ur%an %arena terda at imunitas yang meneta . Se;ara teoritis seorang ana% da at terin-e%si lagi dengan %uman ne-ritogen lain, teta i %emung%inan ini sangat %e;il se%ali. Pemberian enisilin da at di%ombinasi dengan amo%sislin <0 mgL%g $$ dibagi 3 dosis selama 10 hari. +i%a alergi terhada golongan enisilin, diganti dengan eritromisin 30 mgL%g $$Lhari dibagi 3 dosis. 3. #a%anan. Pada -ase a%ut diberi%an ma%anan rendah rotein >1 gL%gbbLhari? dan rendah garam >1 gLhari?. #a%anan luna% diberi%an ada enderita dengan suhu tinggi dan ma%anan biasa bila suhu telah normal %embali. $ila ada anuria atau muntah, ma%a diberi%an "=5D dengan larutan glu%osa 10A. Pada enderita tan a %om li%asi emberian ;airan disesuai%an dengan %ebutuhan, sedang%an bila ada %om li%asi se erti gagal 'antung, edema, hi ertensi dan oliguria, ma%a 'umlah ;airan yang diberi%an harus dibatasi. *. Pengobatan terhada hi ertensi. Pemberian ;airan di%urangi, emberian sedatiBa untu% menenang%an enderita sehingga da at ;u%u beristirahat. Pada hi ertensi dengan ge'ala serebral diberi%an reser in dan hidralaKin. #ula8mula diberi%an reser in sebanya% 0,07 mgL%gbb se;ara intramus%ular. $ila ter'adi diuresis <810 'am %emudian, ma%a selan'utnya reser in diberi%an eroral dengan dosis rumat, 0,03 mgL%gbbLhari. #agnesium sul-at arenteral tida% dian'ur%an lagi %arena memberi e-e% to%sis. <. $ila anuria berlangsung lama ><87 hari?, ma%a ureum harus di%eluar%an dari dalam darah dengan bebera a ;ara misalnya dialisis ertonium, hemodialisis, bilasan lambung dan usus >tinda%an ini %urang e-e%ti-, tran-usi tu%ar?. $ila rosedur di atas tida% da at dila%u%an oleh %arena %esulitan te%nis, ma%a engeluaran darah Bena un da at di%er'a%an dan ada%alanya menolong 'uga. &. Diure%ti%um dulu tida% diberi%an ada glomerulone-ritis a%ut, teta i a%hir8a%hir ini emberian -urosemid >1asiG? se;ara intraBena >1 mgL%gbbL%ali? dalam <810 menit tida% bera%ibat buru% ada hemodinami%a gin'al dan -iltrasi glomerulus. 7. $ila timbul gagal 'antung, ma%a diberi%an digitalis, sedatiBa dan o%sigen. III. 10. KOMPLIKASI 1. Oliguria sam ai anuria yang da at berlangsung )83 hari. /er'adi sebagia a%ibat ber%urangnya -iltrasi glomerulus. .ambaran se erti insu-isiensi gin'al a%ut dengan uremia, hi er%alemia, hi er-os-atemia dan hidremia. Qalau aliguria atau anuria yang
19

lama 'arang terda at ada ana%, namun bila hal ini ter'adi ma%a dialisis eritoneum %adang8%adang di erlu%an. ). 0nse-alo ati hi ertensi yang meru a%an ge'ala serebrum %arena hi ertensi. /erda at ge'ala beru a gangguan englihatan, using, muntah dan %e'ang8%e'ang. "ni disebab%an s asme embuluh darah lo%al dengan ano%sia dan edema ota%. 3. .angguan sir%ulasi beru a dis ne, orto ne, terda atnya ron%i basah, embesaran 'antung dan meningginya te%anand arah yang bu%an sa'a disebab%an s asme embuluh darah, melain%an 'uga disebab%an oleh bertambahnya Bolume lasma. +antung da at memberas dan ter'adi gagal 'antung a%ibat hi ertensi yang meneta dan %elainan di mio%ardium. *. 2nemia yang timbul %arena adanya hi erBolemia di sam ing sintesis eritro oeti% yang menurun. III. 11. PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS Sebagian besar asien a%an sembuh, teta i <A di antaranya mengalami er'alanan enya%it yang memburu% dengan ;e at embentu%an %resen ada e itel glomerulus. Diuresis a%an men'adi normal %embali ada hari %e 7810 setelah awal enya%it, dengan menghilangnya sembab dan se;ara bertaha te%anan darah men'adi normal %embali. 5ungsi gin'al >ureum, %reatinin? membai% dalam 1 minggu dan men'adi normal dalam wa%tu 38* minggu. Kom lemen serum men'adi normal dalam wa%tu &88 minggu. /eta i %elainan sedimen urin a%an teta terlihat selama berbulan8bulan bah%an bertahun8tahun ada sebagian besar asien. Dalam suatu enelitian ada 3& asien glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% yang terbu%ti dari bio si, dii%uti selama @,< tahun. Prognosis untu% men'adi sembuh sem urna sangat bai%. 3i ertensi ditemu%an ada 1 asien dan ) asien mengalami roteinuria ringan yang ersisten. Sebali%nya rognosis glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% ada dewasa %urang bai%. Potter d%% menemu%an %elainan sedimen urin yang meneta > roteinuria dan hematuria? ada 3,<A dari <3* asien yang dii%uti selama 1)817 tahun di /rinidad. PreBalensi hi ertensi tida% berbeda dengan %ontrol. Kesim ulannya adalah rognosis 'ang%a an'ang glomerulone-ritis a%ut as;astre to%o% bai%. $ebera a enelitian lain menun'u%%an adanya erubahan histologis enya%it gin'al yang se;ara ;e at ter'adi ada orang dewasa. Selama %om lemen E3 belum ulih dan hematuria mi%ros%o is belum menghilang, asien henda%nya dii%uti se;ara se%sama oleh %arena masih ada %emung%inan ter'adinya embentu%an glomerulos%lerosis %resenti% e%stra8 %a iler dan gagal gin'al %roni%.

BAB I) PEMBAGIAN GLOMERULONEFRITIS

.! ada umumnya dibagi atas dasar gambaran histo atologi% dan atas dasar gambaran %linisnya 1. $erdasar%an gambaran histo atologisnya da at dibeda%an atasN a. .! lesi minimal H ne-rosis li oid b. .! membranosa H e%stramembranosa H e imembranosa ;. .! roli-eratiBe H endo%a iler H ost stre to;o;;al d. .! %resenti% H rogresi- ;e at e. .! membrano roli-erati- H mesangio%a iler : ti e 1 dan )
20

-. .! rolo-erati- -o%al segmental H roli-eratiBe mesangial g. .lomerulos%lerosis -o%al segmental ). Diagnosis .! da at ditega%%an dengan emeri%saan anamnesa, emeri%saan -isi%, dan emeri%saan enun'ang lain. Pemeri%saan sederhana ada umunya da at membantu menega%%an diagnosis %lini%. Pemeri%saan enun'ang beru a bio sy gin'al da at di eri%sa dengan mi%ros%o ele;tron, %adar immunoglobulin, dan %adar %om lemen. $erdasar%an gambaran %linisnya .! di%enal < ma;am bentu%, yaituN a. Sindroma ne-ritis a%ut b. Sindroma ne-roti% ;. Kelainan urin ersisten d. .agal gin'al a%ut rogresi- ;e at e. .agal gin'al %roni% I). 1. SINDROMA NEFRITIS AKUT
I). 1. a. D"1inisi

Sindrom !e-riti% 2%ut >.lomerulone-ritis 2%ut, .lomerulone-ritis Pas;a "n-e%si? adalah suatu eradangan ada glomeruli yang menyebab%an hematuria >darah dalam air %emih?, dengan gum alan sel darah merah dan roteinuria > rotein dalam air %emih? yang 'umlahnya berBariasi. I). 1. 2. E!i$ $gi Sindroma ne-riti% a%ut bisa timbul setelah suatu in-e%si oleh stre to%o%us, misalnya stre throat. Kasus se erti ini disebut glomerulone-ritis as;a stre to%o%us. .lomeruli mengalami %erusa%an a%ibat enimbunan antigen dari gum alan ba%teri stre to%o%us yang mati dan antibodi yang menetralisirnya. .um alan ini membung%us sela ut glomeruli dan mem engaruhi -ungsinya. !e-ritis timbul dalam wa%tu 18& minggu >rata8rata ) minggu? setelah in-e%si dan ba%teri stre to%o%us telah mati, sehingga emberian antibioti% a%an e-e%ti-. .lomerulone-ritis as;a stre to%o%us aling sering ter'adi ada ana%8ana% diatas 3 tahun dan dewasa muda. Se%itar <0A %asus ter'adi ada usia diatas <0 tahun. Sindroma ne-riti% a%ut 'uga bisa disebab%an oleh rea%si terhada in-e%si lainnya, se erti: in-e%si ada bagian tubuh buatan, endo%arditis ba%terialis, neumonia, abses ada organ erut, ;a;ar air, he atitis in-e%sius, si-ilis, malaria, dll. I). 1. 3. G"ja a K inis Se%itar <0A enderita tida% menun'u%%an ge'ala. +i%a ada ge'ala, yang ertama %ali mun;ul adalah enimbunan ;airan disertai embeng%a%an 'aringan >edema?, ber%urangnya Bolume air %emih dan air %emih berwarna gela %arena mengandung darah. Pada awalnya edema timbul sebagai embeng%a%an di wa'ah dan %elo a% mata, teta i selan'utnya lebih dominan di tung%ai dan bisa men'adi hebat.

21

/e%anan darah tinggi dan embeng%a%an ota% bisa menimbul%an sa%it %e ala, gangguan englihatan dan gangguan -ungsi hati yang lebih serius. I). 1. 4. Diagn$sa 6rinalisis >analisa air %emih? menun'u%%an 'umlah rotein yang berBariasi dan %onsentrasi urea dan %reatinin di dalam darah sering%ali tinggi. Kadar antibodi untu% stre to%o%us di dalam darah bisa lebih tinggi dari ada normal. Kadang embentu%an air %emih terhenti sama se%ali segera setelah ter'adinya glomerulone-ritis as;a stre to%o%us, Bolume darah mening%at se;ara tiba8tiba dan %adar %alium darah mening%at. +i%a tida% segera men'alani dialisa, ma%a enderita a%an meninggal. Sindroma ne-riti% a%ut yang ter'adi setelah in-e%si selain stre to%o%us biasanya lebih mudah terdiagnosis %arena ge'alanya sering%ali timbul %eti%a in-e%sinya masih berlangsung. I). 1. ". T5"%a&i Pemberian obat yang mene%an sistem %e%ebalan dan %orti%osteroid tida% e-e%ti-, %orti%osteroid bah%an bisa mem erburu% %eadaaan. +i%a ada saat ditemu%an sindroma ne-riti% a%ut in-e%si ba%teri masih berlangsung, ma%a segera diberi%an antibioti%. +i%a enyebabnya adalah in-e%si ada bagian tubuh buatan >misalnya %atu 'antung buatan?, ma%a rognosisnya teta bai%, asal%an in-e%sinya bisa diatasi. 6ntu% mengatasi in-e%si biasanya dila%u%an engang%atan %atu buatan yang terin-e%si dan menggantinya dengan yang baru disertai dengan emberian antibioti%. Penderita sebai%nya men'alani diet rendah rotein dan garam sam ai -ungsi gin'al %embali membai%. $isa diberi%an diureti% untu% membantu gin'al dalam membuang %elebihan garam dan air. 6ntu% mengatasi te%anan darah tinggi diberi%an obat anti8hi ertensi. +i%a ter'adi gagal gin'al yang berat, enderita erlu men'alani dialisa. I). 1. 1. P%$gn$sis Sebagian besar enderita mengalami enyembuhan yang sem urna. +i%a emeri%saan laboratorium menun'u%%an adanya se'umlah besar rotein dalam air %emih atau ter'adi %emunduran -ungsi gin'al yang sangat ;e at, ma%a %emung%inan a%an ter'adi gagal gin'al dan %erusa%an gin'al. Pada 1A enderita ana%8ana% dan 10A enderita dewasa, sindroma ne-riti% a%ut ber%embang men'adi sindroma ne-riti% yang ber%embang dengan ;e at.
22

Se%itar 8<8@<A ana%8ana% %embali menda at%an -ungsi gin'alnya yang normal, teta i memili%i resi%o tinggi menderita te%anan darah tinggi di %emudian hari. Se%itar *0A dewasa mengalami enyembuhan yang tida% sem urna dan teta memili%i %elainan -ungsi gin'al. I). 2. SINDROMA NEFROTIK I). 2. a. D"1inisi Sindrom ne-roti% adalah enya%it dengan ge'ala edema, roteinuria, hi oalbuminemia dan hi er%olesterolemia. Kadang8%adang terda at hematuria, hi ertensi dan enurunan -ungsi gin'al. Penya%it ini ter'adi tiba8tiba, terutama ada ana%8ana%. $iasanya beru a oliguria dengan urin berwarna gela , atau urin yang %ental a%ibat roteinuria berat. Sindrom ne-roti% meru a%an gangguan %linis ditandai oleh: Pening%atan rotein dalam urin se;ara berma%na > roteinuria? Penurunan albumin dalam darah 0dema Serum ;holesterol yang tinggi >hi erli idemia? /anda ( tanda tersebut di'um ai disetia %ondisi yang sangat merusa% membran %a iler glomerulus dan menyebab%an ening%atan ermiabilitas glomerulus. I). 2. 2. E!i$ $gi Penyebab sindrom ne-roti% yang asti belum di%etahui, a%hir8a%hir ini diangga sebagai suatu enya%it autoimun, yaitu suatu rea%si antigen ( antibodi. 6mumnya etiologi dibagi men'adi : 1. Sindrom ne-roti% bawaan Diturun%an sebagai resesi- autosomal atau %arena rea%si materno-etal. ,esisten terhada semua engobatan. Prognosis buru% dan biasanya asien meninggal dalam bulan8bulan ertama %ehidu annya. ). Sindrom ne-roti% se%under Disebab%an oleh : #alaria %uartana atau arasit lainnya. Penya%it %olagen se erti lu us eritematosus diseminata, ur ura ana-ila%toid. .lumerulone-ritis a%ut atau %roni%, /rombosis Bena renalis. $ahan %imia se erti trimetadion, aradion, enisilamin, garam emas, air ra%sa. 2miloidosis, enya%it sel sabit, hi er rolinemia, ne-ritis membrano roli-eratihi o%om lementemi%. 3. Sindrom ne-roti% idio ati%
23

/ida% di%etahui sebabnya atau disebut sindroma ne-roti% rimer. $erdasar%an histo atologis yang tam a% ada bio si gin'al dgn emeri%saan mi%ros%o biasa dan mi%ros%o ele%tron, Ehur% d%% membaginya men'adi : *. Kelainan minimal Pada mi%ros%o ele%tron a%an tam a% -oot rosessus sel e itel ber adu. Dengan ;ara imuno-luoresensi ternyata tida% terda at "g. ada dinding %a iler glomerulus. <. !e-ro ati membranosa Semua glomerulus menun'u%an enebalan dinding %a iler yang tersebar tan a roli-erasi sel. Prognosis %urang bai%. &. .lomerulone-ritis roli-erati .lomerulone-ritis roli-erati- esudati- di-us. /erda at roli-erasi sel mesangial dan in-iltrasi sel olimor-onu%leus. Pembeng%anan sito lasma endotel yang menyebab%an %a iler tersumbat. Dengan enebalan batang lobular. /erda at role-irasi sel mesangial yang tersebar dan enebalan batang lobular. Dengan bulan sabit > ;res;ent? Dida at%an roli-erasi sel mesangial dan roli-erasi sel e itel sam ai %a sular dan Biseral. Prognosis buru%. .lomerulone-ritis membrano roli-eratiProli-erasi sel mesangial dan enem atan -ibrin yang menyeru ai membran basalis di mesangium. /iter globulin beta8"E atau beta8"2 rendah. Prognosis buru%. 1ain8lain erubahan roli-erasi yang tida% %has.

7. .lomerulos%lerosis -o%al segmental Pada %elainan ini yang men;olo% s%lerosis glomerulus. Sering disertai atro-i tubulus. Prognosis buru%. I). 2. 3. Pa!$1isi$ $gi /er'adi roteinuria a%ibat ening%atan ermiabilitas membran glomerulus. Sebagian besar rotein dalam urin adalah albumin sehingga 'i%a la'u sintesis he ar dilam ui, mes%i telah berusaha diting%at%an, ter'adi hi oalbuminemia. 3al ini menyebab%an retensi garam dan air. #enurunnya te%anan osmoti% menyebab%an edema generalisata a%ibat ;airan yang ber indah dari sistem Bas%uler %edalam ruang ;airan e%stra seluler. Penurunan sir%ulasi Bolume darah menga%ti-%an sistem imun angiotensin, menyebab%an retensi natrium dan edema lebih lan'ut. 3ilangnya rotein dalam serum menstimulasi sintesis li o rotein di hati dan ening%atan %onsentrasi lema% dalam darah >hi erli idemia?. #enurunnya res on imun %arena sel imun terte%an, %emung%inan disebab%an %arena hy oalbuminemia, hy erli idemia atau de-isiensi seng.

24

Sindrom ne-roti% da at ter'adi diham ir setia enya%it renal intrinsi% atau sistemi% yang mem engaruhi glomerulus. #es%i un se;ara umum enya%it ini diangga menyerang ana%8 ana%, namun sindrom ne-roti% 'uga ter'adi ada orang dewasa termasu% lansia. I). 2. 4. Mani1"s!asi K ini' .e'ala utama yang ditemu%an adalah : Proteinuria P 3,< gLhari ada dewasa atau 0,0< gL%g $$Lhari ada ana%8ana%. 3i oalbuminemia O 30 gLl. o 0dema generalisata. 0dema terutama 'elas ada %a%i, namun da at ditemu%an edema mu%a, as;Gites dan e-usi leura. o 2noreGia o 5atigue o !yeri abdomen o $erat badan mening%at o 3i erli idemia, umumnya ditemu%an hi er%olesterolemia. o 3i er%oagualabilitas, yang a%an mening%at%an resi%o trombosis Bena dan arteri. I). 2. ". K$#& i'asi "n-e%si >a%ibat de-isiensi res on imun? /romboembolisme >terutama Bena renal? 0mboli ulmo Pening%atan ter'adinya ateros%lerosis 3y oBolemia 3ilangnya rotein dalam urin Dehidrasi I). 2. 1. P"#"%i'saan Diagn$s!i' 2danya tanda %linis ada ana% ,iwayat in-e%si saluran na-as atas 2nalisa urin : mening%atnya rotein dalam urin #enurunnya serum rotein $io si gin'al I). 2. g. P"na!a a'sanaan T"%a&"u!i' Diit tinggi rotein, diit rendah natrium 'i%a edema berat Pembatasan sodium 'i%a ana% hi ertensi 2ntibioti% untu% men;egah in-e%si /era i diureti% sesuai rogram /era i albumin 'i%a inta%e ana% dan out ut urin %urang /era i rednison dgn dosis ) mgL%gLhari sesuai rogram I). (. KELAINAN URIN PERSISTEN I). (. a. K" ainan 4a&a! 2"%u&a6
25

3ematuria ringan dengan atau tan a silinder eritrosit Proteinuria dengan atau tan a silinder hialin Piuria dengan atau tan a silinder leu%osit Kelainan tersebut da at berdiri sendiri8sendiri atau se;ara bersamaan. 3ematuri tan a roteinuri atau silinder mung%in da at meru a%an satu8satunya etun'u% adanya neo lasma, in-e%si /$E, atau ne-ro ati analgesi;. 3ematuria yang meneta sering memerlu%an emeri%saan ielogra-i intraBena, sistos%o o dan %adang8%adang erlu emeri%saan arteriogra-i. 3ematuria glomerurer disertai atau tan a silinder eritrosit atau silinder granuler, tan a roteinuri sering dida at%an ada hematuria re%uren 'ina% dan enya%it $uerger. 3ematuri dan roteinuri glomeruler bila ter'adi bersama8sama terda at ada banya% enya%it gin'al yang a%hirnya da at menyebab%an gagal gin'al %ronis. 3ematuria dan roteinuri glomeruler mem unyai rognosa lebih 'ele% dari ada hematuri atau roteinuri sa'a. Proteinuri adalah tanda dari banya% enya%it gin'al yang sedi%it banya% menun'u%%an mani-estasi rea%si eradangan dalam glomerolus misalnya ada diabetes mellitus, amiloidosis, dll. Proteinuri ringan da at meru a%an bentu% dari semua enya%it gin'al yang da at men'adi sindroma ne-roti% di%emudian hari. I). (. 2. Ta!a a'sana Disini ada umumnya tida% memerlu%an enatala%sanaan %husus. !amun erlu dising%ir%an %emung%inan enyebab %elainan e%straglomerular dan memerlu%an monitoring terus8menerus. I). *. GAGAL GINJAL AKUT PROGRESIF 7EPAT I). *. a. D"1inisi .agal gin'al a%ut meru a%an suatu %eadaan %linis yang ditandai dengan enurunan -ungsi gin'al se;ara mendada% dengan a%ibat ter'adinya ening%atan hasil metabolit se erti ureum dan %reatinin. I). *. 2. E!i$ $gi Penyebab gagal gin'al da at di%elom o%%an %edalam: 1. 5a%tor rarenal, se erti hi oBolemi, hi otensi, dan hi o%sia. ). 5a%tor renal, se erti glomeruloneritis a%ut, %oagulasi intraBas%ular terlo%alisasi,ne%rosis tubulus a%ut, ne-ritis interstitial a%ut, tumor, %elainan er%embangan, dan ne-ritis

herediter. 3. 5a%tor ostrenal, se erti obstru%ti- saluran %emih a%ibat ne-rolitiasis, tumor, %era;unan 'eng%ol, dll. I). *. 3. Mani1"s!asi K inis /anda dan ge'ala yang mun;ul mung%in didominasi oleh enya%it en;etus./emuan8temuan %linis yang ter%ait dengan gagal gin'al meli uti u;at, enurunan Bolume urin, hi ertensi,

muntah dan letargi. Kom li%asi gagal gin'al a%ut meli uti %elebihan ;airan, dengan gagal 'antung %ongesti- dan edema aru.
26

I). *. 4. Diagn$sis 2namnesis yang teliti da at membantu dalam menentu%an enyebab gagal gin'al. #untah, diare dan demam menanda%an adanya dehidrasi. 2danya in-e%si %ulit atau tenggoro%an yang mendahuluinya menanda%an glomerulone-ritis as;astre to%o%us. Kelainan laboratorium da at meli uti anemia, yang da at disebab%an oleh engen;eran a%ibat dari %elebihan beban ;airan, ening%atan %adar $6! serum, %reatinin, asam urat dan -os-at. Dan antibodi da at didete%si dalam serum terhada stre to%o%us. Pada semua enderita gagal gin'al a%ut, %emung%inan obstru%si da atdinilai dengan mela%u%an roentgen abdomen, 6S. gin'al atau E/8S;an abdomen. I). *. ". P"na!a a'sanaan Penatala%sanaan harus ditu'u%an %e ada enya%it rimer yang menyebab%an gagal gin'al a%ut tersebut, dan berdasar%an %eadaan %linis yang mun;ul.

I). +. GAGAL GINJAL KRONIK I).+. A. D"1inisi .agal gin'al %ronis meru a%an %egagalan -ungsi gin'al >unit ne-ron? yang berlangsung elahan8 lahan %arena enyebab berlangsung lama dan meneta yang menga%ibat%an enum u%an sisa metabolit >to%si% uremi%? sehingga gin'al tida% da at memenuhi %ebutuhan biasa lagi dan menimbul%an ge'ala sa%it >3uda% R .allo, 1@@&?. Kegagalan gin'al %ronis ter'adi bila gin'al sudah tida% mam u mem ertahan%an ling%ungan internal yang %onsisten dengan %ehidu an dan emulihan -ungsi tida% dimulai. Pada %ebanya%an indiBidu transisi dari sehat %e status %ronis atau enya%it yang meneta sangat lamban dan menunggu bebera a tahun. >$arbara E 1ong, 1@@&N 3&8? .agal gin'al %ronis atau enya%it renal taha a%hir >0S,D? meru a%an gangguan -ungsi renal yang rogresi- dan irreBersible dimana %emam uan tubuh gagal untu% mem ertahan%an metabolisme dan %eseimbangan ;airan dan ele%trolit,menyebab%an uremia >retensi urea dan sam ah nitrogen lain dalam darah?. >$runner R Suddarth, )001N 1**8? I). +. 2. E!i$ $gi Penyebab ..K menurut Pri;e, 1@@)N 817, dibagi men'adi dela an %elas, antara lain: "n-e%si misalnya ielone-ritis %roni% Penya%it eradangan misalnya glomerulone-ritis Penya%it Bas%uler hi ertensi- misalnya ne-ros%lerosis benigna, ne-ros%lerosis maligna, stenosis arteria renalis .angguan 'aringan enyambung misalnya lu us eritematosus sistemi%, oliarteritis nodosa,s%lerosis sistemi% rogresi-.
27

.angguan %ongenital dan herediter misalnya enya%it gin'al oli%isti%,asidosis tubulus gin'al Penya%it metaboli% misalnya D#,gout,hi er aratiroidisme,amiloidosis !e-ro ati to%si% misalnya enyalahgunaan analgesi%,ne-ro ati timbale !e-ro ati obstru%ti- misalnya saluran %emih bagian atas: %al%uli neo lasma, -ibrosis netro eritoneal. Saluran %emih bagian bawah: hi ertro i rostat, stri%tur uretra, anomali %ongenital ada leher %andung %emih dan uretra.

Penyebab ..K da at dibagi dalam 3 %elom o% yaitu: 1. Penyebab re8renal: beru a gangguan aliran darah %earah gin'al sehingga gin'al %e%urangan su lai darah. +aringan gin'al %e%urangan o%sigen dengan a%ibat lebih lan'ut 'aringan gin'al mengalami %erusa%an, misal: Bolume darah ber%urang %arena dehidrasi berat atau %ehilangan darah dalam 'umlah besar, ber%urangnya daya om a 'antung, adanya sumbatanLhambatan aliran darah ada arteri besar yang %earah gin'al, dsb. ). Penyebab renal: beru a gangguanL%erusa%an yang mengenai 'aringan gin'al sendiri, misal: %erusa%an a%ibat enya%it diabetes mellitus >diabeti; ne hro athy?, hi ertensi >hy ertensiBe ne hro athy?, enya%it sistem %e%ebalan tubuh se erti S10 >Systemi; 1u us 0rythematosus?, eradangan, %era;unan obat, %ista dalam gin'al, berbagai gangguan aliran darah di dalam gin'al yang merusa% 'aringan gin'al, dll. 3. Penyebab ost renal: beru a gangguanLhambatan aliran %eluar >out ut? urin sehingga ter'adi aliran bali% urin %earah gin'al yang da at menyebab%an %erusa%an gin'al, misal: a%ibat adanya sumbatan atau enyem itan ada saluran engeluaran urin antara gin'al sam ai u'ung saluran %en;ing, ;ontoh: adanya batu ada ureter sam ai urethra, enyem itan a%ibat saluran terte%u%, enyem itan a%ibat embesaran %elen'ar rostat, tumor, dsb. I). +. 3. S!a4iu# Gaga Ginja K%$ni' Per'alanan umum gagal gin'al rogresi- da at dibagi men'adi 3 stadium: 1. Stadium " Penurunan ;adangan gin'al >-aal gin'al antar *0 A ( 7< A?. /aha inilah yang aling ringan, dimana -aal gin'al masih bai%. Pada taha ini enderita ini belum merasasa%an ge'ala ge'ala dan emeri%saan laboratorium -aal gin'al masih dalam masih dalam batas normal. Selama taha ini %reatinin serum dan %adar $6! >$lood 6rea !itrogen? dalam batas normal dan enderita asimtomati%. .angguan -ungsi gin'al mung%in hanya da at di%etahui dengan memberi%an beban %er'a yang berat, se ersti tes eme%atan %emih yang lama atau dengan mengada%an test .5, yang teliti. ). Stadium "" "nsu-iensi gin'al >-aal gin'al antar )0 A ( <0 A?. Pada taha ini enderita da at mela%u%an a%ti-itas se erti biasa adahal daya dan %onsentrasi gin'al menurun. Pada stadium ini engobatan harus ;e at daloam hal mengatasi %e%urangan ;airan, %e%urangan garam, gangguan 'antung dan en;egahan emberian obat obatan yang bersi-at menggnggu -aal gin'al. $ila lang%ah lang%ah ini dila%u%an se;e atnya dengan te at da at men;egah enderita masu% %etaha yang lebih berat. Pada taha ini lebih dari 7< A 'aringan yang ber-ungsi telah rusa%. Kadar $6! baru mulai mening%at diatas batas normal. Pening%atan %onsentrasi $6! ini berbeda beda, tergantung dari %adar rotein dalam diit. ada stadium ini %adar %reatinin serum mulai mening%at melebihi %adar normal. Poliuria a%ibat gagal gin'al biasanya lebih besar ada enya%it yang terutama menyerang
28

tubulus, mes%i un oliuria bersi-at sedang dan 'arang lebih dari 3 liter L hari. $iasanya ditemu%an anemia ada gagal gin'al dengan -aal gin'al diantara < A ( )< A . -aal gin'al 'elas sangat menurun dan timbul ge'ala ge'ala %e%urangan darah, te%anan darah a%an nai%, , a%ti-itas enderita mulai terganggu. Mani1"s!asi K inis Ke arahan tanda dan ge'ala bergantung ada bagian dan ting%at %erusa%an gin'al, %ondisi lain yang mendasari, dan usia asien. KardioBas%uler: o 3i ertensi >a%ibat retensi ;airan dan natrium dari a%tiBasi system rennin8 angiotensin8aldosteron? o Pitting edema >%a%i, tangan, sa%rum? o 0dema eriorbital o .agal 'antung %ongestio 0dema ulmoner >a%ibat ;airan berlebih? o Pembesaran Bena leher o !yeri dada dan sesa% na as a%ibat eri%arditis >a%ibat iritasi ada la isan eri;ardial oleh to%sin uremi%?, e-usi eri;ardial, enya%it 'antung %oroner a%ibat ateros%lerosis yang timbul dini, dan gagal 'antung a%ibat enimbunan ;airan dan hi ertensi. o .angguan irama 'antung a%ibat ateros%lerosis, gangguan ele%trolit dan %alsi-i%asi metastati;. DermatologiLintegumen: o ,asa gatal yang arah > ruritis? dengan e%s%oriasis a%ibat to%sin uremi% dan engenda an %alsium di ori8 ori %ulit o Qarna %ulit abu8abu meng%ilat a%ibat anemia dan %e%uning8%uningan a%ibat enimbunan uro%rom o Kulit %ering, bersisi% o 0%imosis a%ibat gangguan hematologis o Ku%u ti is dan ra uh o ,ambut ti is dan %asar o $utiran uremi;Lurea -rost >suatu enum u%an Kristal urea di %ulit, saat ini 'arang ter'adi a%ibat enanganan yang dini dan agresi- ada enya%it gin'al taha a%hir?. Pulmoner: o Era;%les o S utum %ental dan liat o !a as dang%al o Perna asan %ussmaul

.astrointestinal: o 5oetor uremi% disebab%an oleh ureum yang berlebihan ada air liur diubah oleh ba%teri di mulut men'adi ammonia sehingga na as berbau ammonia. 2%ibat lain adalah timbulnya stomatitis dan arotitis o 6lserasi dan erdarahan ada mulut

29

o 2nore%sia, mual, muntah yang berhubungan dengan gangguan metabolism di dalam usus, terbentu%nya Kat8Kat to%si% a%ibat metabolism ba%teri usus se erti ammonia dan metil guanidine, serta sembabnya mu%osa usus o Eegu%an >hi;;u ? sebabnya yang asti belum di%etahui o Konsti asi dan diare o Perdarahan dari saluran ." >gastritis erosiBe, ul%us e ti;, dan ;olitis uremi%? !eurologi: o 0nse-alo ati metaboli;. Kelemahan dan %eletihan, tida% bias tidur, gangguan %onsentrasi, tremor, asteri%sis, mio%lonus, %e'ang o Kon-usi o Disorientasi o Kelemahan ada tung%ai o ,asa anas ada tela a% %a%i o Perubahan erila%u o $urning -eet syndrome. ,asa %esemutan dan se erti terba%ar, terutama di tela a% %a%i #us%ulos%leletal: o Kram otot o Ke%uatan otot hilang o 5ra%tur tulang o 5oot dro o ,estless leg syndrome. Pasien merasa egal ada %a%inya sehingga selalu digera%%an o #io ati. Kelemahan dan hi ertro-i otot8otot terutama otot8otot e%stremitas ro%simal ,e rodu%si: o 2tro-i testi%uler o .angguan se%sual: libido, -ertilitas dan ere%si menurun ada la%i8la%i a%ibat rodu%si testosterone dan s ermatogenesis yang menurun. Sebab lain 'uga dihubung%an dengan metaboli; tertentu >seng, hormone aratiroid?. Pada wanita timbul gangguan menstruasi, gangguan oBulasi sam ai amenore 3ematologi: o 2nemia, da at disebab%an berbagai -a;tor antara lain: 1. $er%urangnya rodu%si eritro oetin, sehingga rangsangan eritro oesis ada sumsum tulang menurun ). 3emolisis, a%ibat ber%urangnya masa hidu eritrosit dalam suasana uremia to%si% 3. De-isiensi besi, asam -olat, dan lain8lain, a%ibat na-su ma%an yang ber%urang *. Perdarahan, aling sering ada saluran ;erna dan %ulit <. 5ibrosis sumsum tulang a%ibat hi er aratiroidisme se%under o .angguan er-usi trombosit dan trombosito enia. #enga%ibat%an erdarahan a%ibat agregasi dan adhesi trombosit yang ber%urang serta menurunnya -a;tor trombosit """ dan 2DP >adenosine di-os-at?
30

o .angguan -ungsi leu%osit. 5agositosis dan %emota%sis ber%urang, -ungsi lim-osit menurun sehingga imunitas 'uga menurun. 0ndo%rin o .angguan metabolism glu%osa, resistensi insulin dan gangguan se%resi insulin. Pada gagal gin'al yang lan'ut >%lirens %reatininO1< m1Lmenit?, ter'adi enurunan %lirens metaboli; insulin menyebab%an wa%tu aruh hormone a%ti- meman'ang. Keadaan ini da at menyebab%an %ebutuhan obat enurun glu%osa darah a%an ber%urang o .angguan metabolisme lema% o .angguan metabolisme Bitamin D Sistem lain: o /ulang: osteodistro-i renal, yaitu osteomalasia, osteitis -ibrosa, osteos%lerosis, dan %alsi-i%asi metastati; o 2sidosis metaboli; a%ibat enimbunan asam organi; sebagai hasil metabolism o 0le%trolit: hi er-os-atemia, hi er%alemia, hi o%alsemia K$#& i'asi Kom li%asi otensial gagal gin'al %ronis yang memerlu%an ende%atan %olaborati- dalam erawatan men;a%u : 3i er%alemia a%ibat enurunan e%s%resi, asidosis metaboli;, %atabolisme, dan masu%an diet berlebih. Peri%arditis, e-usi eri;ardial, dan tam onade 'antung a%ibat retensi rodu% sam ah uremi% dan dialysis yang tida% ade%uat. 3i ertensi a%ibat retensi ;airan dan natrium serta mal-ungsi system rennin8 angiotensin8aldosteron. 2nemia a%ibat enurunan eritro oetin, enurunan rentang usia sel darah merah, erdarahan gastrointestinal a%ibat iritasi oleh to%sin, dan %ehilangan darah selama hemodialisis. Penya%it tulang serta %lasi-i%asi metastati; a%ibat retensi -os-at, %adar %alsium serum yang rendah, metabolism Bitamin D abnormal, dan ening%atan %adar alumunium. 3. Stadium """ 6remi gagal gin'al >-aal gin'al %urang dari 10 A?. Semua ge'ala sudah 'elas dan enderita masu% dalam %eadaan diman ta% da at mela%u%an tugas sehari hair sebaimana mestinya. .e'al ge'al yang timbul antara lain mual, munta, na-su ma%an ber%urang., sesa% na-as, using, sa%it %e ala, air %emih ber%urang, %urang tidur, %e'ang %e'ang dan a%hirnya ter'adi enurunan %esadaran sam ai %oma. Stadum a%hir timbul ada se%itar @0 A dari massa ne-ron telah han;ur. !ilai .5, nya 10 A dari %eadaan normal dan %adar %reatinin mung%in sebesar <810 ml L menit atau %urang. Pada %eadaan ini %reatinin serum dan %adar $6! a%an mening%at dengan sangat men;olo% sebagai enurunan. Pada stadium a%hir gagal gin'al, enderita mulai merasa%an ge'ala yang ;u%u arah %arena gin'al tida% sanggu lagi mem ertahan%an homeostatis ;aiaran dan ele%trolit dalam tubuh. Penderita biasanya men'adi oliguri > engeluaran %emih? %urang dari <00L hari %arena %egagalan glomerulus mes%i un roses enya%it mula mula menyerang tubulus gin'al, %om le%s menyerang tubulus gin'al, %om le%s erubahan bio%imia dan ge'ala ge'ala yang dinama%an sindrom uremi% mem engaruhi setia sistem dalam tubuh. Pada stadium a%hir gagal
31

gin'al, enderita asti a%an menggal %e;uali ia menda at engobatan dalam bentu% trans lantasi gin'al atau dialisis.

BAB ) KESIMPULAN

.lomerune-ritis meru a%an enya%it erdangan gin'al bilateral. .lomerulone-ritis a%ut aling laKim ter'adi ada ana%8ana% 3 sam ai 7 tahun mes%i un orang dewasa muda dan rema'a da at 'uga terserang , erbandingan enya%it ini ada ria dan wnita ):1. .!2 ialah suatu rea%si imunologis ada gin'al terhada ba%teri atau Birus tertentu.7ang sering ter'adi ialah a%ibat in-e%si. /ida% semua in-e%si stre to%o%us a%an men'adi glomerulone-ritis, hanya bebera a ti e sa'a. /imbulnya .!2 didahului oleh in-e%si e%stra renal, terutama di tra%tus res irotorius bagian %ulit oleh %uman stre to%o%us beta hemoliti%us golongan 2 ti e 1), *, 1&,
32

)< dan *@. dari ti e tersebut diatas ti e 1) dan )< lebih bersi-at ne-ritogen disbanding yang lain. #enga a ti e tersebut lebih ne-ritogen dari ada yang lain tida% di %etahui. .e'ala8ge'ala umum yang ber%aitan dengan ermulaan enya%it adalh rasa lelah, anore%sia dan %adang demam,sa%it %e ala, mual, muntah. .ambaran yang aling sering ditemu%an adalah :hematuria, oliguria,edema,hi ertensi. /u'uan utama dalam enatala%sanaan glomerulone-ritis adalah untu% #eminimal%an %erusa%an ada glomerulus, #eminimal%an metabolisme ada gin'al, #ening%at%an -ungsi gin'al. /ida% ada engobatan %husus yang mem engaruhi enyembuhan %elainan glomerulus. Pemberian enisilin untu% memberantas semua sisa in-e%si,tirah baring selama stadium a%ut, diet bebas bila ter'adi edema atau ge'ala gagal 'antung danantihi ertensi %alau erlu,sementara %orti%osteroid tida% mem unyai e-e% ada glomerulo-ritis a%ut as;a in-e%si stre %o%us. Sebagian besar asien a%an sembuh, teta i <A diantaranya mengalami er'alanan enya%it yang memburu% dengan ;e at. Diuresis a%an men'adi normal %embali ada hari %e 7810 setelah awal enya%it dengan menghilangnya sembab dan se;ara bertaha te%anan darah men'adi normal %embali. 5ungsi gin'al>ureum dan %reatinin? membai% dalam 1 minggu dan men'adi normal dalam wa%tu 38* minggu. Potter dan %awan8%awan menemu%an %elainan sediment urine yang meneta > roteinuria dan hematuria? ada 3,<A dari <3* asien yang dii%uti selama 1)817 tahun di /rinidad..e'ala -isi% menghilang dalam minggu %e ) atau %e 3, %imia darah men'adi normal ada minggu %e ) dan hematuria mi%ros%o i% atau ma%ros%o i% da at meneta selama *8& minggu. 10D meninggi terus sam ai %ira8%ira 3 bulan, rotein sedi%it dalam urine dan da at meneta untu% bebera a bulan. 0%saserbasi %adang8%adang ter'adi a%ibat in-e%si a%ut selama -ase enyembuhan, teta i umumnya tida% mengubah roses enya%itnya. Penderita yang teta menun'u%%an %elainan urine selama 1 tahun diangga menderita enya%it glomerulone-ritis %roni%, walau un da at ter'adi enyembuhan sem urna. 10D diguna%an untu% mengu%ur rogresiBitas enya%it ini, %arena umumnya teta tinggi ada %asus8%asus yang men'adi %ronis. Di er%ira%an @< A a%an sembuh sem urna, )A meninggal selama -ase a%ut dari enya%it ini dan )A men'adi glomerulone-ritis %ronis.

DAFTAR PUSTAKA

1. "lmu Kesehatan !elson, )000, Bol 3, ed Qahab, 2. Sami%, 0d 1<, .lomerulone-ritis a%ut as;a stre to%o%us,18138181*, 0.E, +a%arta. ). htt :LLyumiKone.word ress.;omL)00@L07L)8Lglomerulone-ritis8a%ut8gnaL 3. mar%um. #.S,Qiguno .P, Siregar.P,1@@0, .lomerulone-ritis, "lmu Penya%it Dalam "", )7*8)81, $alai Penerbit 5K6",+a%arta.
33

*. Pri;o S2. R Qilson 1#. 1@@<. Pa!$ $gi. K$ns"& K ini' P"n9a'i!. +a%arta. Penerbit $u%u Kedo%teran 0.E. hal. 8)788)@.

P%$s"s8&%$s"s

<. Soe arman R Sarwono Qa ad'i. 1@@0. I #u P"n9a'i! Da a#. +a%arta. $alai Penerbit 5K6". hal. )7*8)80. &. htt :LLwww.%albe-arma.;omL-ilesL;d%L-ilesL08SKlari-i%asi3isto atologi%. d-L08SKlari-i%a si3isto atologi%.html 7. htt :LLwww.%albe.;o.idL-ilesL;d%L-ilesL11S3ematuriPada2na%. d-L11S3ematuriPada2na% .html.

34