Anda di halaman 1dari 29

SIFAT FISIKA DAN KIMIA MOLEKUL OBAT

Mustika Furi, M.Si, Apt

NETRAL
SENYAWA ANORGANIK ASAM BASA

BAHAN OBAT

GARAM ANORGANIK
ASAM LEMAH SENYAWA ORGANIK MOLEKUL NETRAL GARAM ORGANIK BASA LEMAH

SIFAT FISIKA DAN KIMIA


Sifat fisika molekul organik seperti pKa dan koefisien partisi berhubungan erat dalam mendesain metode analisis Gabungan beberapa gugus fungsional dalam suatu molekul obat akan menentukan keseluruhan sifat-sifat molekul obat tersebut.

TEORI Arrhenius

ASAM BASA Donor hidrogen Donor H+ hidroksida OHDonor Proton Akseptor Proton Donor pasangan elektron

Bronsted

Lewis

Akseptor pasangan elektron

Perhitungan pH untuk Asam dan Basa Dalam Larutan Air

pKa dan kekuatan Asam-Basa


Reaksi suatu larutan tergantung pada tetapan disosiasi asam (Ka) dan tetapan disosiasi basa (Kb). Suatu larutan bereaksi netral jika Ka = Kb, bereaksi asam jika Ka > Kb, dan bereaksi basa jika Kb> Ka. Untuk asam : semakin kecil nilai pKa maka asam tersebut semakin kuat, dan sebaliknya. Untuk basa : semakin besar nilai pKa maka basa tersebut semakin kuat, dan sebaliknya

pKa = - log Ka = log (1 / Ka)


reaksi HA Ka H+ + Amaka Ka = [H+] [A-] HA

ASAM LEMAH DAN BASA LEMAH


Asam lemah dalam larutan air tidak terionisasi sempurna dan berada dalam kesetimbangan dengan asam yang tidak terdisosiasi Contoh soal:

C6H5COONa is a salt of a weak acid C6H5COOH. A .10 M solution of C6H5COONa has a pH of 8.60. 1. calculate [OH-] of C6H5COONa 2. calculate K for: C6H5COO- + H2O <--> C6H5COOH + OH3. calculate Ka for C6H5COOH

Ionisasi Molekul Obat


Nilai Pka suatu molekul obat terkait dengan formulasi obat dan dalam desain metode analisis untuk penentuan kadarnya. Persamaan untuk menghitung persentase ionisasi asam dan basa adalah: 1. Asam % ionisasi: = 10pH-pKa x 100 % 1+10pH-pKa 2. Basa % ionisasi: = 10pKa-pH x 100 % 1+10pKa-pH

LARUTAN BUFFER
buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung Buffer biasanya merupakan campuran dari larutan asam/basa lemah dengan asam/basa kuat

Pembagian senyawa obat organik


ASAM LEMAH MOLEKUL NETRAL GARAM ORGANIK R-COOH

NON IONIK R-COONa, Ar-COONa, RNH2.HCl, ArNH2.HCL, NaOAr

SENYAWA ORGANIK

BASA LEMAH

R-NH2, Ar-NH2

Asam Lemah
Sukar larut dalam air, kecuali asam organik suku rendah (asam asetat, asam propionat, asam barbiturat) Larut dalam pelarut organik (eter, kloroform, heksan, etanol) Contoh : asam salisilat, asam benzoat, asam asetilsalisilat (asetosal).

Asam asetilsalisilat

Asam benzoat

Basa Lemah
Sukar larut dalam air Larut dalam pelarut organik (eter, kloroform, heksan, etanol) Contoh : alkaloida (kinin, kodein, morfine, papaverin), antihistamin (CTM, prometazin)

papaverin

prometazine

Garam Organik
Larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organik Contoh : C6H5COONa, Na benzoat, Tiamin HCl, Kodein HCl, Papaverin HCl, Na salisilat, Tetrasiklin HCl, Morfine HCl, Piridoksin HCl.
Na benzoat

Tiamin HCl

Na Salisilat

Molekul Netral
Umumnya sukar larut dalam air Contoh : kloramfenikol, parasetamol.

paracetamol

Profil fisiko-kimia molekul obat (1)


Parasetamol

aspirin

obat analgetika antipiretika dengan gugus amida gugus amida (netral), gugus hidroksi fenolik (asam sangat lemah, pKa 9,5) hampir semua amida sangat stabil terhadap hidrolisis

obat analgetika-antipiretika gugus asam karboksilat (asam lemah, pKa 3,5), ester fenolik (tidak stabil) koefisien partisi yang tidak terionisasi pada pH asam P = 631 (oktanol/air) dapat mengalami hidrolisis ester dengan cepat oleh OH-

5-fluoro urasil

sulfadiazin

obat antikanker gugus ureida nitrogen A (asam, pKa 7,0), gugus ureida nitrogen B (asam sangat lemah, pKa 13,00) koofesien partisi dalam bentuk tak terionisasi P = 0,13 (oktanol/air) molekul cukup stabil

obat antibakteri gugus cincin diazin (basa sangat lemah, pKa 2), gugus nitrogen sulfonamid (asam lemah, pKa 6,5), gugus amin aromatis (basa lemah, pKa < 2) koofesien partisi dalam bentuk tak terionisasi P = 0,55 (oktanol/air)

isoprenalin

prednisolon

obat simpatomimetik gugus amin sekunder(basa, pKa 8,6), gugus benzil alkohol (netral), gugus katekol (asam lemah, pKa 10-12) koofesien partisi dalam bentuk tak terionisasi sangat mudah larut dalam air molekul mudah dioksidasi paparan sinar/udara

obat kortikosteroid gugus keton(netral), gugus alkohol primer, sekunder, tersier (netral) koofesien partisi dalam P = 70 (oktanol/air), tidak mengalami ionisasi. reaksi eliminasi karena pengaruh panas pada ester berlangsung secara cepat.

GRAVIMETRI
1/10/2013

adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstannya)

Analisis Gravimetri Analisis gravimetri melibatkan: pembentukan, isolasi dan pengukuran berat dari suatu endapan Persyaratan pd analisa gravimetri: 1. Zat yg ditentukan hrs dpt diendapkan secara terhitung (99%) 2. Endapan yg terbentuk hrs cukup murni dan dapat diperoleh dlm bentuk yg cocok untuk pengolahan selanjutnya.

Analisis gravimetri dapat dilakukan dengan cara:


Pengendapan Penguapan Elektrolisis

Metode Pengendapan
Sampel yg akan ditentukan dg gravimetri ditimbang secara kuantitatif, dilarutkan dalam pelarut tertentu kemudian diendapkan kembali dengan reagen tertentu. Senyawa yang dihasilkan harus memenuhi syarat yaitu memiliki kelarutan sangat kecil sehingga bisa mengendap kembali dan dapat dianalisis dengan cara menimbang.

Endapan yang terbentuk harus berukuran lebih besar dari pada pori-pori alat penyaring (kertas saring), kemudian endapan tersebut dicuci dengan larutan elektrolit yang mengandung ion sejenis dengan ion endapan.
Endapan yang terbentuk dikeringkan pada suhu 100-130 derajat celcius atau dipijarkan sampai suhu 800 derajat celcius tergantung suhu dekomposisi dari analit.

Metode Penguapan
Cara yang dilakukan dalam metode ini dengan cara pemanasan dalam gas tertentu atau penambahan suatu pereaksi tertentu sehingga komponen yang tidak diinginkan mudah menguap atau penambahan suatu pereaksi tertentu sehingga komponen yang diinginkan tidak mudah menguap.

digunakan untuk menetapkan komponenkomponen dari suatu senyawa yang relatif mudah menguap.

Berat sampel sebelum dipanaskan merupakan berat senyawa dan berat air kristal yang menguap. Pemanasan untuk menguapkan air kristal adalah 110-130 derajat celcius, garamgaram anorganik banyak yang bersifat higroskopis sehingga dapat ditentukan kadar hidrat/air yang terikat sebagai air kristal.

Metode Elektrolisis
Ion-ion logam berada dalam bentuk kation apabila dialiri dengan arus listrik dengan besar tertentu dalam waktu tertentu maka akan terjadi reaksi reduksi menjadi logam dengan bilangan oksidasi 0.

Metode elektrolisis dilakukan dengan cara mereduksi ionion logam terlarut menjadi endapan logam.

Endapan yang terbentuk selanjutnya dapat ditentukan berdasarkan beratnya, misalnya mengendapkan tembaga terlarut dalam suatu sampel cair dengan cara mereduksi. Cara elektrolisis ini dapat diberlakukan pada sampel yang diduga mengandung kadar logam terlarut cukup besar seperti air limbah.

Kinerja Metode Gravimetri Relatif lambat Memerlukan sedikit peralatan Neraca dan oven Tidak memerlukan kalibrasi Hasil didasarkan pada berat molekul Akurasi 1-2 bagian per seribu Sensitivitas: analit > 1% Selektivitas: tidak terlalu spesifik

PROSEDUR GRAVIMETRI
Penyiapan larutan Pengendapan Penyaringan

Penimbangan

Pengeringan / pemanggangan

Pencucian

Perhitungan