Anda di halaman 1dari 35

BAB IV

INJEKSI AIR PADA SECONDARY RECOVERY


Operasi perolehan minyak tahap kedua (secondary recovey) dilakukan
dengan maksud untuk memperoleh minyak sisa di reservoir yang tidak dapat diambil
dengan metode tahap pertama (primary recovery). Dalam operasi perolehan tahap
kedua ini, suatu fluida diinjeksikan ke dalam reservoir minyak sisa tersebut bukan
untuk mempertahankan energi reservoir, tetapi secara fisik mendesak minyak sisa
dari reservoir. Waterflooding (injeksi air) merupakan salah satu dari metode
perolehan tahap kedua yang banyak digunakan dalam industri perminyakan, karena
water flooding mempunyai banyak keuntungan daripada metode perolehan tahap
kedua yang lainnya (gas flooding), diantaranya yaitu
! air tersedia dalam jumlah yang melimpah,
" air relatif mudah diinjeksikan,
# air mampu menyebar melalui formasi bearing minyak, dan
$ air lebih efisien dalam mendesak minyak.
Dalam sejarahnya, water flood pertama kali terjadi sebagai suatu hasil dari
injeksi air yang tidak disengaja pada daerah %ithole &ity %ensylvania di tahun "'().
%ada tahun "''!, *ohn +. &arll menyimpulkan bahwa air tanah dari lapisan yang
lebih dangkal mampu mendorong minyak dari reservoir dan memberi manfaat dalam
membantu peningkatan produksi minyak. %ada saat itu air dirasakan sebagai fungsi
utama dari injeksi air dalam mempertahankan tekanan reservoir yang memberikan
sumur,sumur itu mempunyai umur produktif yang lebih panjang.
%ada awalnya metode waterflooding ini dilakukan dengan menginjeksikan air
ke dalam sumur tunggal- saat .one yang terinvasi air meningkat dan sumur,sumur
yang berdekatan dimana air tidak menjangkaunya dijadikan sumur penginjeksi untuk
memperluas daerah invasi air. /ni dikenal sebagai 0circle flooding1. 2eknik ini
kemudian diperbaiki oleh +orest Oil &orp. dengan mengubah beberapa sumur
produksi menjadi sumur injeksi air dan membentuk suatu pola line drive.
4.1. Pengertian Waterflooding
%ada banyak reservoir minyak, tekanan reservoir akan berkurang selama
produksi berlangsung. %enurunan tekanan reservoir di bawah tekanan jenuh (bubble
point) dari hidrokarbon mengakibatkan keluarnya gas (komponen hidrokarbon yang
ringan) dari dalam minyak. 3elembung gas akan membentuk fasa yang
bersinambungan dan mengalir ke arah sumur,sumur produksi, bila saturasinya
melampaui harga saturasi e4uilibrium. 2erproduksinya gas ini akan mengurangi
energi yang tersedia secara alami untuk memproduksikan minyak, sehingga jumlah
minyak yang dapat diproduksikan (recovery) secara alami dapat berkurang pula.
5ecara umum dapat dikatakan bahwa penurunan tekanan yang tidak terkontrol
memberikan kontribusi terhadap pengurangan recovery.
%enurunan tekanan reservoir dapat diperlambat secara alami bila penyerapan
reservoir oleh sumur,sumur produksi diimbangi oleh perembesan air ke dalam
reservoir dari a4uifer. 6ir ini berperan sebagai pengisi atau pengganti minyak yang
terproduksi, disamping berperan sebagai media pendesak. 7ekanik produksi minyak
yang mengandalkan tenaga pengembangan dari gas yang keluar dari larutan
(depletion drive). 8enyataan ini mendorong orang untuk melakukan proses
penginjeksian air (waterflooding) dari permukaan bumi ke dalam reservoir minyak.
Waterflooding merupakan metode perolehan tahap kedua dimana air
diinjeksikan ke dalam reservoir untuk mendapatkan tambahan perolehan minyak
yang bergerak dari reservoir minyak menuju ke sumur produksi setelah reservoir
tersebut mendekati batas ekonomis produktif melalui perolehan tahap pertama.
%enginjeksian air yang dimaksudkan disini merupakan penambahan energi
kedalam reservoir melalui sumur,sumur tertentu, yaitu sumur injeksi. 6ir ini akan
mendesak minyak mengikuti jalur,jalur arus (stream line) yang dimulai dari sumur
injeksi dan berakhir pada sumur produksi. %ada suatu saat partikel air yang bergerak
dari sumur injeksi ini akan sampai pada sumur produksi, pada saat mana air mulai
terproduksi.
3ambar 9.".
8edudukan 6ir 5epanjang *alur 6rus 5ebelum dan 5esudah
2embus 6ir %ada 5umur %roduksi
"$)
3ambar 9.". menunjukkan kedudukan partikel air 6, :, &, D, dan ; yang bergerak
pada waktu yang bersamaan di sekeliling lubang sumur, melalui jalur arus ", #, $, 9,
dan ). *alur,jalur ini merupakan seperempat bagian dari pola injeksi,produksi lima
titik (five spot). 3ambar itu memperlihatkan pula kedudukan partikel air yang
membentuk batas air,minyak sebelum (a) dan sesudah (b) tembus air (water
breakthrough) pada sumur produksi. +raksi air yang turut terproduksi ini makin lama
makin besar, sehingga suatu saat produksi sumur tidak ekonomis lagi.
5ekarang timbul pertanyaan, berapa besar volume minyak yang telah
diproduksikan dengan bantuan injeksi air sampai dengan lain produksi yang tidak
bernilai ekonomis. 6tau dengan perkataan lain pertanyaan ini menyangkut berapa
besar recovery minyak dalam tahap produksi sekunder itu (proses injeksi air
merupakan tahap produksi sekunder yang proses pelaksanaannya mengikuti tahap
produksi primer). %ertanyaan ini sebenarnya memerlukan jawaban sebelum
keputusan untuk melaksanakan proses penginjeksian air diambil.
5ebelum dilakukan proses waterflooding maka diperlukan studi pendahuluan
yang meliputi
! %erolehan data,data
! 5ifat fisik batuan reservoir.
! %ermeabilitas rata,rata dalam berbagai luasan reservoir.
" Data porositas dalam berbagai luasan reservoir.
# <eterogenitas reservoir mengenai perubahan permeabilitas dalam setiap
ketebalan.
" 5ifat fluida reservoir.
7eliputi gravitasi, faktor volume formasi, dan viscositas sebagai fungsi
saturasi fluida.
# Distribusi saturasi air.
Distribusi saturasi air sebelum dan sesudah injeksi.
$ 7odel geologi.
Diperlukan pengetahuan tentang model geologi yang dapat diterapkannya
waterflooding dengan tepat, pengetahuan meliputi stratigrafi dan struktur.
9 5ejarah produksi dan tekanan.
/dentifikasi mengenai mekanisme pendorong selama masa produksi awal
seperti- water drive, gas cap drive, solution gas drive. %erkiraan minyak yang
tersisa setelah produksi awal serta distribusi tekanan dalam reservoir.
) 6ir untuk injeksi.
6ir untuk injeksi harus mempunyai syarat,syarat
! 2ersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang masa injeksi
" 2idak mengandung padatan,padatan yang tidak dapat larut.
# 5ecara kimiawi stabil dan tidak mudah bereaksi dengan elemen,
elemen yang terdapat dalam sistem injeksi dan reservoir.
" 5imulasi reservoir.
5ebelum waterflooding diterapkan terlebih dahulu dibuat simulasinya
berdasarkan data,data diatas. 5imulasi dapat dibuat dalam sistem " dimensi, #
dimensi, dan # dimensi dengan teknik numerik.
# =aboratorium.
Diadakan penelitian laboratorium untuk mencari kecocokan antara proses
waterflooding dengan sifat batuan dan fluidanya.
$ %ilot %roject.
7encoba mengaplikasikan ke dalam permasalahan di lapangan. 6da dua jenis
pola injeksi yang umum digunakan, yaitu pola five,spot dan single,injection.
8edua pola ini dapat memaksimalkan jumlah migrasi minyak.
9 7onitoring.
7elihat dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari lapangan. Di evaluasi apakah
tidak terjadi aliran minyak yang keluar dari pilot area.
) >esimulasi.
<asil yang diperoleh dari lapangan dibandingkan dengan simulasi reservoir yang
dibuat, lalu diadakan penyesuaian antara kondisi lapangan dengan simulasi
reservoirnya.
( ;valusi ekonomi.
7eliputi %erkiraan biaya yang dibutuhkan, perhitungan,perhitungan dan
presentasi.
5edangkan penilaian layak tidaknya suatu proyek waterflooding memerlukan
keterangan,keterangan mengenai
2ahap pendahuluan perkiraan recovery menyeluruh.
2ahap lanjutan perkiraan laju produksi terhadap waktu.
%erkiraan recovery menyeluruh ini diperlukan untuk memperoleh gambaran
kasar apakah proses injeksi air layak dilaksanakan. %ersamaan empiris yang dapat
digunakan adalah
! 3uthrie ? 3reenberger
;
>
@ !,#A"B log 8 C !,#))(B 5
w
C !,"$)) log
o
? ",)$' , !,!!!$9'' h C
!,""9!$ ................................................................................................ (9,")
! 6 % /
( )
[ ] #")B , !
"
'B' , )9
"B!$ , !
!AA! , ! !9## , !

1
]
1

1
]
1


a i w
oi
i
oi
w
R
P P S
W k
B
S
E


. .
(9,#)
dimana
5
w
saturasi air, fraksi
8 permeabilitas, mD
porositas, fraksi
h tebal formasi

o
viscositas minyak, cp

w
viscositas air, cp
:
o
faktor volume formasi minyak, (52:D::=)
%
i
tekanan reservoir mula,mula, psia
%
a
tekanan reservoir pada saat ditinggalkan, psia
5ecara volumetris dapat pula ditentukan jumlah minyak yang dapat
dihasilkan oleh penginjeksian air yaitu berdasarkan persamaan

'


or
or
op
op
t sw pf
B
S
B
S
E V N AA)'
............................................................. (9,$)
dimana
E
pf
kumulatif produksi minyak, 52:
F
sw
gross swept volume, acre,ft
5
op
saturasi minyak pada saat dimulai injeksi, fraksi
5
or
saturasi minyak pada saat akhir injeksi, fraksi
:
op
faktor volume formasi minyak pada awal injeksi,
::=D52:
:or faktor volume formasi minyak pada akhir injeksi, ::=D52:
;
t
effisiensi total penginjeksian, fraksi.
3ross swept volume, F
sw
merupakan volume minyak yang dipengaruhi oleh
letak dari sumur injeksi,produksi yang harganya belum tentu sama dengan volume
reservoir keseluruhannya. +aktor efisiensi, ;
t
dipengaruhi sifat homogenitas reservoir
(variasi harga permeabilitas dalam arah vertikal) dan pola susunan sumur injeksi,
produksi.
4.. Peren!anaan Waterflooding
" Penent#an $o%a&i S#'#r In(e%&i)Prod#%&i
%ada umumnya dipegang prinsip bahwa sumur,sumur yang sudah ada
sebelum injeksi dipergunakan secara maksimal pada waktu berlangsungnya injeksi
nanti. *ika masih diperlukan sumur,sumur baru maka perlu ditentukan lokasinya.
Gntuk memilih lokasi sebaiknya digunakan peta distribusi cadangan minyak tersisa.
Di daerah yang sisa minyaknya masih besar mungkin diperlukan lebih banyak sumur
produksi daripada daerah yang minyaknya tinggal sedikit. %eta isopermeabilitas juga
membantu dalam memilih arah aliran supaya penembusan fluida injeksi
(breakthrough) tidak terjadi terlalu dini.
4... Penent#an Pola S#'#r In(e%&i)Prod#%&i
Gntuk meningkatkan faktor perolehan minyak salah satu caranya adalah
dengan efisiensi yang sebaik,baiknya dengan membuat satu caranya adalah dengan
mendapatkan efisiensi yang sebaik,baiknya dengan membuat pola sumur injeksi,
produksi.2etapi kita harus tetap memegang prinsip bahwa sumur yang sudah ada
sebelum injeksi harus dapat digunakan semaksimal mungkin pada waktu
berlangsungnya injeksi nanti.
%ertimbangan,pertimbangan dalam penentuan pola sumur injeksi produksi
tergantung pada
! 2ingkat keseragaman formasi, yaitu penyebaran permeabilitas ke arah lateral
maupun ke arah vertikal.
" 5truktur batuan reservoir meliputi patahan, kemiringan, dan ukuran.
# 5umur,sumur yang sudah ada (lokasi dan penyebaran).
$ 2opografi.
9 ;konomi.
%ada operasi waterflooding sumur,sumur injeksi dan produksi umumnya
dibentuk dalam suatu pola tertentu yang beraturan, misalnya pola tiga titik,lima titik,
tujuh titik, dan sebagainya. %ola sumur dimana sumur produksi dikelilingi oleh
sumur,sumur injeksi disebut dengan pola normal. 5edangkan bila sebaliknya yaitu
sumur,sumur produksi mengelilingi sumur injeksi disebut dengan pola inverted.
7asing,masing pola mempunyai sistem jaringan tersendiri yang mana memberikan
jalur arus berbeda,beda sehingga memberikan luas daerah penyapuan yang berbeda,
beda. Diantara pola,pola yang paling umum digunakan
! Direct line drive sumur injeksi dan produksi membentuk garis
tertentu dan saling berlawanan. Dua hal penting untuk diperhatikan dalam sistem ini
adalah jarak antara sumur,sumur sejenis (a) dan jarak antara sumur,sumur tak sejenis
(b)
" Staggered line drive sumur,sumur yang membentuk garis tertentu dimana
sumur injeksi dan produksinya saling berlawanan dengan jarak yang sama panjang,
umumnya adalah aD# yang ditarik secara lateral dengan ukuran tertentu.
3ambar 9.#.
%ola,%ola sumur /njeksi,%roduksi
"!)
# Four spot terdiri dari tiga jenis sumur injeksi yang membentuk
segitiga dan sumur produksi terletak ditengah,tengahnya.
$ Five spot %ola yang paling dikenal dalam waterflooding dimana
sumur injeksi membentuk segi empat dengan sumur produksi terletak ditengah,
tengahnya.
9 Seven spot sumur,sumur injeksi ditempatkan pada sudut,sudut
dari bentuk heHagonal dan sumur produksinya terletak ditengah,tengahnya.
4..*. Penent#an De+it In(e%&i dan ,e%anan
Debit injeksi yang akan ditentukan di sini adalah untuk sumur,sumur dengan
pola tertutup dengan anggapan bahwa mobility ratio (>) sama dengan satu. :esarnya
debit injeksi sangat tergantung pada perbedaan tekanan injeksi di dasar sumur dan
tekanan reservoirnya. :entuk persamaan dikembangkan dari %ersamaan Darcy sesuai
dengan pola sumur injeksi,produksi,sebagai berikut
%ola direct line drive (dDa "),
( ) [ ] '$' , " D )A" , " D ln
"! )9" . $
$
+

a d r a
x P k
i
w w
w

................................................ (9,9)
! %ola staggered line drive (dDa "),
( ) [ ] '$' , " D )A" , " D ln
"! )9" . $
$
+

a d r a
x P k
i
w w
w

................................................ (9,))
%ola five spot (dDa @ !,)),
( ) [ ] ("B , ! D ln
"! )9" , $
$

w w
w
r d
x P k
i

..................................................................... (9,()
%ola seven spot,
( ) [ ] ("B , ! D ln
"! A# , 9
$

w w
w
r d
x P k
i

..................................................................... (9,A)
dimana
i laju injeksi,bblDday
k
w
permeabilitas efektif terhadap air, mD
h ketebalan, ft
% perbedaan tekanan di dasar, psi

w
viscositas air,cp
d jarak antara sumur tidak sejenis, ft
a jarak antara sumur sejenis
r
w
jari,jari efektif sumur, ft
%ersamaan yang disebutkan diatas adalah laju injeksi dari fluida yang
mempunyai mobilitas yang sama (7@") karena reservoir minyak terisi oleh cairan
saja. Gntuk menentukan laju injeksi sampai dengan terjadinya interferensi digunakan
persamaan
( ) ( )
1
]
1

r r
!
r r
k
P k x
i
e
ro
o
w
rw
w
w
D ln D ln
"! !A , A
$

....................................................... (9,')
dimana
r
e
radius terluar oil bank, ft
r radius terluar dari front pendesakan air, ft
Dari persamaan darcy terlihat bahwa debit injeksi dan tekanan injeksi
mempunyai keterkaitan. 7asalah sekarang adalah besaran mana yang harus
ditentukan lebih dahulu, karena keduanya merupakan besaran yang dapat diatur
dalam operasi injeksi air. Gntuk mencapai keuntungan ekonomis yang maksimal
biasanya diinginkan debit injeksi yang maksimal, namun ada pembatasan,
pembatasan yang harus diperhatikan. :atas bawah debit injeksi adalah debit yang
menghasilkan produksi minyak yang merupakan batas ekonomisnya. :atas atas debit
injeksi adalah debit yang berhubungan dengan tekanan injeksi yang mulai
menyebabkan terjadi rekahan di reservoir. 7etode untuk memperkirakan debit
injeksi yang terbaik dengan menggunakan pola five spot seperti yang ditunjukan
pada gambar berikut ini.
3ambar 9.$.
Divisi dari 5ebuah 5egment *aringan 5umur +ive,5pot
8edalam 5ektor 6liran >adial
##)
3ambar 9.9.
&onductance >atio Gntuk +ive 5pot %attern
"$)
6nalisa berikutnya adalah injeksi air dari interface sampai dengan fill,up.
:esarnya laju injeksi pada perioda ini dinyatakan dengan persamaan
i
wf
@ H / .............................................................................................. (9,B)
dimana
i
wf
laju injeksi air selama fill up, bblDday
i laju injeksi fluida dengan 7 @ ", bblDday
! conductance ratio yang ditentukan dari grafik
3ambar 9.9. memperlihatkan salah satu contoh grafik conductance ratio
untuk pola five spot. Dengan diketahuinya laju injeksi pada setiap periode dari
perilaku water flood, maka diramalkan waktu injeksi dari setiap periode.
" Penent#an Perfor'an!e In(e%&i Ber-ola
%ercobaan model fisik berskala kecil menghasilkan beberapa grafik
performance dalam bentuk hubungan ;
s
(effisiensi penyapuan) terhadap F
id
(volume
yang diinjeksikan, tak berdimensi), atau f
w
(fraksi laju aliran dari fluida pendesak,
misalnya air) terhadap 7 (perbandingan mobilitas air terhadap minyak). 7odel fisik
ini menggambarkan reservoir dan aliran sebagai berikut
! 2ebal lapisan dibandingkan dengan ukuran reservoir adalah kecil, sehingga
persoalan dapat dianggap # dimensi.
" 2idak ada pengaruh gravitasi atau kemiringan reservoir adalah kecil (I"!
o
)
# >eservoir bersifat homogen
$ %endesakan torak dan aliran mantap berlaku pada proses injeksi.
<asil percobaan diperoleh dari perekaman daerah yang didesak dan
dinyatakan dalam hubungan ;
s
terhadap bermacam,macam harga f
w
dan F
id
in"eksi pola unit luas
front #elakang di daera luas
E
s

....................................................................... (9,"!)
( )
( )
d
i
id
V didesak $ang pori pori volume
V diin"eksi tela $ang volume
V

.............................................. (9,"")
F
d
@ F
b
(" ? 5
wc
?5
or
) ...................................................................................... (9,"#)
Gntuk tiap,tiap pola injeksi ada grafik tersendiri. 3ambar 9.). adalah salah
satu contohnya, yaitu untuk pola sumur five spot. <asil percobaan ini dapat
digunakan untuk menentukan performance dari reservoir yang mengalami injeksi
berpola, baik untuk lapisan tunggal maupun untuk reservoir berlapis,lapis. Dalam hal
ini akan dibahas untuk reservoir lapisan tunggal.
3ambar 9.).
3rafik ;ffisiensi untuk %ola %enyapuan =ima 2itik
"$)
%ada waktu injeksi dimulai reservoir akan mengandung gas bebas bila
tekanan reservoir berada dibawah tekanan jenuh. 3as bebas ini baru dapat mengalir
bila saturasi gas sudah melampaui harga saturasi yang kritis (5
g
J 5
gc
). 3as bebas
pada saat saturasi mencapai 5
g
5
gc
masih belum dapat mengalir, sehingga injeksi air
tidak dapat mendesak gas ke arah sumur,sumur produksi melainkan tertinggal di
belakang front atau larut kembali dalam minyak.
4..4.1. Penent#an Perfor'an!e Bila "S
g
S
g!
:esaran,besaran ukuran performance yang digunakan adalah
E
p
@ produksi minyak kumulatif
W
p
@ produksi air kumulatif
W
i
@ injeksi air kumulatif
WO> @ perbandingan laju produksi air terhadap laju produksi minyak
3ambar 9.(.
3rafik ;fisiensi %enyapuan Gntuk pola =ima 2itik
"!)
%erhitungan dimulai dengan menentukan harga,harga
! %erbandingan mobilitas
w
o
S ro
S rw
wc
or
k
!
%

............................................................................................ (9,"$)
"...........F
D
@ volume pori,pori yang dapat didesak oleh air (displaceble pore volume)
@ F
b
. (" ? 5
wc
? 5
g
? 5
or
) ..................................................................... (9,"9)
#. . .Dari grafik,grafik (seperti pada gambar 9.(.) dapat ditentukan hubungan ;
s
vs F
id

(@F
i
DF
D
) atau ;
s
vs f
w
untuk harga 7 yang bersangkutan.
/. F
id
;
s
//. ;
s
f
w
K K
,

K @ tembus air
dst dst dst dst
Di buat gambarnya
pada kertas milimeter
Dari hubungan F
id
vs ;
s
seperti di atas dapat dihitung
(f
o
)
res
@
id
s
dV
dE
(f
w
)
res
@ " ? (f
o
)
res
id
s
dV
dE
@ tan , dimana adalah sudut kemiringan dari grafik ;
s
vs F
id
atau
id
s
dV
dE

id
s
V
E
! Dari harga (f
w
)
res
dapat dihitung
( )
( )
( )
res w
res w
res
f
f
W&R

"
............................................................................... (9,"))
( ) ( )
w
o
res s
B
B
W&R W&R
.......................................................................... (9,"()
"................................................................................................5elanjutnya ditentukan
o
D el s
p
B
V E
N
mod
) (

................................................................................... (9,"A)
w
D el id
i
B
V V
W
mod
) (

.................................................................................. (9,"')
w
o p w i
p
B
B N B W
W

............................................................................... (9,"B)
<asil yang diperoleh dari perhitungan di atas memberi kemungkinan untuk
menghitung harga,harga
( )
( )
p p
p
s o
N W d
N d
f
+

) (
....................................................................................... (9,#!)
( )
( )
res o
s o
s
f
f
W&R
) ( "

........................................................................................ (9,#")
( )
p p
p
N W d
N d
+
) (
@ tan , dimana tan adalah sudut kemiringan dari grafik
E
p
vs (W
p
C E
p
)
3ambar 9.A.
3rafik <ubungan E
p
vs (W
p
C E
p
)
"$)
:ila digunakan hubungan ;
s
vs f
w
maka perhitungan performance dilakukan sebagai
berikut
!.5etelah menentukan 7 dan F
d
, maka dibuatlah grafik ;
s
vs f
w
. 8emudian dihitung -
( )
iD
s
res o
dV
dE
f
( )
iD
s
res w
dV
dE
f "
( )
s
res
dE
w
iD
f , "
"
dF
.............................................................................. (9,##)
( )

s
res w
iD
dE
f
V
"
"
<arga integral sama dengan luas grafik
( )
res w
f "
"
vs ;
s

Dari sini diperoleh harga,harga ;
s
vs F
iD
w
D iD
i
B
V x V
W
o
D s
p
B
V x E
N
( )
( )
( )
w
o
res w
res w
s
B
B
f
f
W&R

"
........................................................................ (9,#$)
4..4.. Penent#an Perfor'an!e Bila S
g
.S
g!
3as bebas yang dapat mengalir akan bergerak mendahului minyak bila
didesak oleh air. 7obilitas gas jauh lebih besar dari mobilitas minyak, sehingga gas
akan mendahului minyak, tetapi tidak semua gas akan terdorong oleh minyak.
5ebagian akan tertinggal sebagai reidual gas atau terlarut kembali dalam minyak.
:ila di buat penampang aliran dari sumur injeksi hingga sumur produksi akan terlihat
tiga .ona, yaitu air, minyak, dan gas seperti dapat dilihat pada gambar 9.'.
3ambar 9.'
Lona 7inyak dan 3as
#")
Dari mulai terbentuknya hingga oil bank mencapai sumur produksi minyak
tetap diproduksikan seperti sebelum di injeksi dimulai (kecuali bila sumur,sumur
produksi ditutup) dengan harga 3O> yang tinggi. =aju produksi minyak akan
bertambah setelah oil bank mencapai sumur produksi (oil breakthrough) disertai
dengan berkurangnya harga 3O>. %erkiraan performance dilakukan berdasarkan
data ;
s
vs f
w
(F
iD
vs ;
s
) dengan memperhatikan jumlah air yang telah di injeksi (W
if
)
hingga oil bank breakthrough.
%enentuan performance berikaut ini di peroleh dari metode yang sama seperti
untuk lapisan tunggal dimana !5
g
5
gc
disertai dengan anggapan bahwa
". Oil bank diusahakan bertemu pada sumur produksi yang dikelilingi oleh sumur
injeksi, hal ini telah dicapai oleh sistem injeksi berpola.
#. Oil telah mengisi seluruh bagian reservoir kecuali daerah yang diisi oleh air pada
saat oil bank mencapai sumur produksi. Oil bank breakthrough terjadi bersamaan
di semua unit dari injeksi berpola.
$. 5elama pengisian pori,pori yang telah ditinggalkan oleh gas dengan minyak
hingga oil bank breakthrough tercapai (fill,up) sumur tetap memproduksi minyak
(4
o
) seperti sebelum injeksi dimulai.
%ada saat oil bank breakthrough terjadi maka volume air dan situasi minyak
adalah sebagai berikut
". 5ituasi minyak pada oil bank
5
o
@ (" ? 5
wc
? 5
gr
) ........................................................................................ (9,#9)
Dan displaceable porosity

D
@ (" ? 5
wc
? 5
gr
? 5
or
) ............................................................................ (9,#))
#. *umlah air yang telah diinjeksi, W
if
, mengisi ruangan yang telah ditinggalkan
oleh
!.....................................................3as bebas yang mengalir keluar sebanyak
F
b
(5
g
? 5
gr
)
">eservoir void sebagai akibat minyak terproduksi sebesar 4o selama fill,up
(t)
W
if
@ F
b
(5
g
? 5
gr
) C (void rate) (t)
dimana
(t) @
w w
if
B i
W
i
w
@ laju injeksi
void rate @ 4
o
. :
o
5ehingga
( )

,
_

w w
o o
gr g #
B i
B '
S S V
W
"

.............................................................. (9,#()
atau
( )
( )
or gr w
w w
o o
gr g
iD
S S S
B i
B '
S S
V

,
_

" "
............................... (9,#A)
Sa'-ai dengan fill)#- /
7inyak yang diproduksikan
w w
iD D
w w
i
o pf
B i
V V
B i
W
' N
...................................................... (9,#')
Gntuk W
i
W
if
atau F
iD
F
iDf
Setela0 fill)#- /
%roduksi minyak kumulatif
( )
pf
o
D iDf s
p
N
B
V V E
N +

.................................................. (9,#B)
o
iDf D s
B
V V E

................................................................... (9,$!)
Gntuk W
i
W
if
Folume air yang telah diinjeksikan sejak operasi dimulai
w
D
D
i
B
V el
V
V
Wi
mod

,
_

........................................................... (9,$")
%roduksi air kumulatif
Wp @ volume air yang diinjeksikan sesudah fill,up
@ volume air yang menggantikan minyak sesudah fill,up.
@
( ) ( )
w
D iDf s
w
D iDf iD
B
V V E
B
V V V

@
( )
w
D s iD
B
V E V
............................................................... (9,$#)
%erbandingan air minyak D Water Oil >atio (:67DWO>) di permukaan
( )
p
p
s
dN
dW
W&R
........................................................................ (9,$$)
5ecara tabulasi perhitungan performance disusun sebagai berikut
F
iD
;
s
;
s
, F
iDf
F
iD
, ;
s
W
/
E
p
W
p
(WO>)
s
4..1. Si&te' Pengola0an Air In(e%&i
6ir yang diinjeksikan ke dalam reservoir seringkali menimbulkan beberapa
persoalan, seperti korosi baik pada peralatan di permukaan ataupun di bawah
permukaan, scale, swelling, padatan tersuspensi, gas yang terlarut - yang kesemuanya
itu bisa mengurangi efficiency pendorongan minyak oleh air.
6pabila air yang diinjeksikan berasal dari sumber lain jika bukan dari formasi
yang akan diinjeksi, maka haruslah diperiksa terlebih dahulu sifat campuran kedua
air tersebut. 6pakah campuran itu tidak menimbulkan endapan,endapan kimia
seperti barium sulfat, calcium sulfat, calcium carbonat, sulfida besi dan oksida besi
yang diakibatkan unsur,unsur dari .at,.at tersebut dalam air injeksi. *ika hal ini
terjadi, maka pori,pori formasi akan tersumbat dan injeksi air akan macet atau
kurang lancar. :egitu pula akibat banyaknya oksigen dalam air injeksi bisa
menimbulkan tumbuhnya bakteri dalam pori,pori formasi, sehingga hal serupa dapat
terjadi. %ada pokoknya campuran tersebut selain tidak boleh menimbulkan endapan,
dan tidak boleh merusak formasi, misalnya kalau dalam formasi kapur tidak boleh
menyebabkan larutnya formasi tersebut, juga kalau dalam formasi clay tidak boleh
menimbulkan swelling. 5ehingga dikatakan bahwa sifat campuran kedua air biasa
disebut compatibility. Dua macam air lebih dikatakan compatibility,nya baik apabila
campuran tersebut tidak menyebabkan reaksi apa,apa.
Gntuk mencegah problem,problem ditimbulkan seperti diatas, maka dapat
digunakan treatment yang berupa -
". 6eration,
6dalah pemecahan air menjadi partikel,peartikel halus ke dalam suatu ruangan.
%roses ini dimaksudkan untuk pengoksidasian besi dan mangan yang terdapat di
dalam air, sehingga hasil oksidasinya dapat tersaring. 6eration juga digunakan
untuk menghilangkan karbondioksida dan hidrogen sulfida dari dalam air.
6eration, sudah tentu menyebabkan penambahan kadar oksigen dalam air, dan
ini bisa menjadikan air lebih korosif. 6kan tetapi metode ini terutama dipakai
untuk air yang mengandung besi, mangan, karbondioksida dan hidrogen sulfida.
#. %enambahan .at kimia (chemical treatment)
&hemical treatment ini berfungsi untuk menghilangkan senyawa,senyawa yang
dapat menghilangkan korosi, scale, swelling. *adi di sini penambahan .at kimia
yang dipergunakan untuk weater treatment pemilihannya bergantung kepada
persoalan yang dihadapi. 7isalnya, garam,garam alkali digunakan untuk
menaikkan p< dan menghilangkan karbondioksida - chlor seringkali dipakai
untuk mengontrol algae, dan sebagainya.
$. 5ettling atau pengendapan
Dimaksudkan untuk mengendapkan padatan,padatan yang tersuspensi dalam air.
5ehingga dapat memisahkan benda padat yang halus seperti lumpur, clay, sand,
dan silt dari air. 2empat,tempat yang biasa dipakai untuk pengendapan ini adalah
oil skimmer tank atau skimming pit.
9. 6lgae treatment
6lgae treatment ini dilakukan dengan menambahkan .at,.at kimia seperti chlor,
hypochlorite, tembaga sulfate dan phenol ke dalam air. &aranya adalah .at,.at
tersebut diinjeksikan ke dalam air sebagai gas dalam jumlah yang kecil, tetapi
kontinu.
). %enyaringan (filtering)
%enyaringan ini berfungsi sebagai penyaring dari partikel,partikel yang
tersuspensi dalam air, dengan ukuran yang lebih kecil. Dalam prakteknya
dilakukan setelah treatment terhadap .at,.at yang berbentuk endapan.
(. De,aeration
Maitu proses pemecahan air menjadi partikel,partikel di dalam suatu ruang
hampa, sehingga oksigen bersatu dengan udara, kemudian dikeluarkan oleh
vacum pump.
Dalam prakteknya pengolahan,pengolahan tersebut diklasifikasikan dalam
tiga sistem, yaitu sistem terbuka, sistem setengah tertutup, dan sistem tertutup (dalam
garis besarnya seperti pada pressure maintenance).
1 Per0it#ngan Perole0an 2in3a%
%erhitungan untuk meramalkan perolehan minyak dari pendesakan fluida
tidak tercampur terutama air telah dikembangkan oleh banyak ahli, baik secara
analitis maupun empiris. %ada bagian ini akan dibicarakan perolehan minyak
berdasarkan pendesakan linier yang dikembangkan oleh :uckley dan =everett pada
pendesakan injeksi berpola.
4.*.1. Pende&a%an $inier
%endesakan linier adalah pendesakan yang mempunyai kecepatan hanya
dalam satu arah pada setiap saat dan setiap tempat. Dalam prakteknya dapat terjadi
pada pendesakan berpola direct line drive yang jarak antara sumur sejenis jauh lebih
kecil daripada jarak antara sumur tidak sejenis.
5ecara umum, suatu pendesakan akan mempunyai batas yang merupakan
front terdepan fluida pendesak. %ada bidang front ini saturasi fluida pendesak
melonjak naik, kemudian di belakang front saturasi fluida pendesak naik secara
berangsur,angsur sampai mencapai saturasi maksimalnya, yaitu seharga (" ? 5
or
fluda
yang didesak)
Per&a'aan 4ra%&i Aliran
3ambar 9.B.
3eometri 6liran
A)
6nggapanDasumsi yang digunakan
) 6liran mantap (steady state).
( 5istem pendesakan dari dua macam fluida yang tidak larut satu sama lain
(immiscible).
A +luida yang tidak dapat dimampatkan (incompressible).
' 6liran terjadi pada media berpori,pori yang homogen.
%ersamaan yang digunakan untuk menghitung efisiensi pendesakan
dikembangkan pertama kali oleh :uckley,=everret, yang mendasarkan pada
persamaan Darcy

,
_

sin
g
s
P k
V
............................................................................ (9,$9)
dimana
s @ sumbu yang searah dengan aliran
! @ sudut kemiringan
@ massa jenis
k @ permeabilitas
% @ tekanan
F @ laju aliran
Gntuk aliran horisontal, persamaan (9,$9) berubah menjadi
ds
dP k
V


................................................................................................... (9,$))
*ika dua macam fluida yang mengalir, misalkan air dan minyak, maka persamaan
aliran untuk masing,masing fasa menjadi

,
_

sin g
ds
P k
V
w
w
w
w
........................................................................ (9,$()

,
_

sin g
ds
P k
V
o
o
o
o
......................................................................... (9,$A)
Dengan pengaturan selanjutnya gabungan dari persamaan (9,$() dan (9,$A)
menjadi
( ) ( )

sin
o w w o
o
o o
w
w w
P P P P
ds
d
k (
'
k (
'

sin P g
ds
d

.............................................................................. (9,$')
penampang luas (
(
'

*ika 4
t
@ 4
o
C 4
w
.................................................................................................. (9,$B)
7aka persamaan (9,$') menjadi


sin Ps g
ds
dP
k (
'
k (
'
k (
'
c
o
w o
o
t o
w
w w
+
............................................. (9,9!)
Dengan jalan membagi persamaan (9,9!) dengan
o
t o
k
'
dan
mendefinisikan fraksi aliran fw @
t
w
'
'
, maka
o
w
w
o
c
o t
o
w
k
k
g
ds
dP
'
( k
f

+ +

,
_

"
sin "
............................................................. (9,9")
atau bila dinyatakan dalam satuan
k @ mD %
c
@ psi
@ cp s @ ft
6 @ ft
$
@ grDcc
........................................ (9,9#)
Data tekanan kapiler umumnya dinyatakan sebagai fungsi dari (5
w
) gradien
tekanan kapiler

dapat dinyatakan dalam hubungan

(9,9$)
dimana harga

diperoleh dari grafik tekanan kapiler. 6kan tetapi

sulit diperoleh,
atau tidak diketahui sama sekali. :erdasarkan hal itu untuk segi praktisnya maka
harga

diabaikan. *adi persamaan fraksi aliran menjadi

(9,99)
%ersamaan ini akan lebih sederhana bila aliran terjadi dalam arah horisontal,
@ !.

(9,9))
:ila pendesakan minyak terjadi pada temperatur konstant dengan harga
viscositas minyak dan air tertentu, maka persamaan (9,9)) hanya merupakan fungsi
langsung dari saturasi. %ersamaan fraksi aliran jika di plot dalam kertas milimeter
akan menghasilkan kurva seperti ditunjukkan pada gambar 9."!. dengan saturasi
antara 5
wc
dan " , 5
or
dimana fraksi aliran bertambah dari nol sampai satu.
3ambar 9."!.
8urva +raksi 6liran 5ebagai +ungsi dari 5aturasi 6ir
A)
" 2etoda Pende&a%an Ke'a(#an 4ront
Dalam th "B9# :uckley,=everett menyajikan apa yang disebut sebagai
persamaan dasar untuk menggambarkan pendesakan immiscible satu dimensi.
%ersamaan :uckley,=everret tersebut adalah

(9,9()
Gntuk laju injeksi air yang konstan (i
w
@ 4i) kecepatan bidang dengan 5w
pada 5
w
yang bersangkutan. 5edangkan letak atau posisi dengan 5
w
yang berbeda,
beda pada waktu tertentu dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut

(9,9A)
dimana
W
i
@ injeksi air kumulatip (dengan anggapan W
i
@ !, untuk t @ !)
5ecara matematis terdapat kesukaran hubungan antara kurva fraksi aliran
(3ambar 9."!.) dengan persamaan (9,9A). 6danya titik belok di dalam kurva fraksi
aliran menyebabkan df
w
vs 5
w
akan mempunyai suatu titik maksimum yang
ditunjukkan oleh gambar 9.""a. %enggunaan persamaan (9,9') untuk memplot
distribusi pada waktu tertentu akan menghasilkan kurva garis lurus pada gambar
9.""b.
3ambar 9."".
! %enurunan 5aturasi dari 5uatu 8urva +raksi 6liran
" Distribusi 5aturasi Dalam *arak %endesakan
A)
%rofil saturasi seperti gambar di atas secara fisik tidak mungkin, karena
tidak mungkin ada beberapa harga saturasi pada satu titik di reservoir. Gntuk
menggambarkan profil saturasi yang tepat maka ditarik garis vertikal lurus sehingga
luas 6 sama dengan :. 3aris ini merupakan gambaran saturasi di front 5
wf
Welge ("B)#) mengajukan pendekatan lain untuk menentukan 5
wf
. &ara
yang dilakukan adalah mengintegrasikan distribusi saturasi dari titik injeksi ke front,
selanjutnya dapat diperoleh saturasi air rata,rata di belakang front (sw), seperti
ditunjukan pada gambar 9."#.

(9,9')
atau

(9,9B)
Gntuk memenuhi persamaan tersebut, haruslah dibuat garis singgung terhadap kurva
fraksi aliran dari titik (5
w
@ 5
wf
- f
w
@ !) ke titik (5
w
@ 5
wf
-f
w
5
wf
) dan ekstrapolasi
garis singgung tersebut akan memotong garis f
w
@ " di titik (5
w
@ 5
w
- f
w
@ "). Gntuk
lebih jelasnya dapat kita lihat gambar 9."#.
3ambar 9."#.
3aris 5inggung terhadap 8urva +raksi 6liran dari 5
w
@ 5
wc
A)
Dengan demikian di dalam menentukan 5
wf
, f
w
5
w
dan 5
w
diperlukan plot
kurva fraksi aliran, yaitu dengan menggunakan persamaan (9,99) atau (9,9') untuk
interval saturasi 5
wc
I 5
w
I" , 5
or
. %erlu di ingat bahwa masing,masing persamaan
tersebut mengabaikan pengaruh gradien tekanan kapiler. <al ini dapat dipenuhi
untuk di belakang front, yaitu bahwa 5
wf
I 5
w
I" , 5
or
.
5ebelum breakthrough (:2) dalam sumur produksi persamaan untuk
menentukan posisi bidang dengan 5
w
konstan untuk 5
wf
I 5
w
I " I " , 5
or
adalah

(9,)!)
%ada saat breakthrough dan sesudahnya yang diamati adalah kenaikan 5w
pada sumur produksi, dalam hal ini H @ =, sehingga persamaan menjadi

(9,)")
dimana
5
we
@ 5
w
sesaat di sumur produksi.
W
id
@ injeksi air dalam jumlah volume pori, demensionless.
%ada saat breakthrough, saturasi front pendesakan 5
wf
@ 5
w bt
mencapai sumur
produksi dan water cut reservoir bertambah dengan cepat dari nol sampai fw
bt
@fw
swf
.
%erolehan minyak untuk fasa ini dinyatakan dengan persamaan berikut
Epdb Widbt @ 4idbt @ ( ? 5wc) @

.................................................................... (9,)#)
:ila laju injeksi tanpa dimensi i
wd
@ 4iD=6, (%FDsatuan waktu), maka waktu
terjadinya breakthrough dapat dihitung dengan persamaan

(9,)$)
5etelah breakthrough, = tetap konstan pada persamaan (9,)") dan 5
we,
+
we,
5
w
dan fraksi aliran pada sumur produksi berangsur naik seperti yang ditunjukan pada
gambar 9."$. selama fasa ini perhitungan recovery minyak lebih komplek dan
memerlukan aplikasi Welge (9,9'), yaitu

(9.)9)
Dari persamaan (9,)") dan persamaan (9,)9) berubah menjadi

(9,)))
:ila masing,masing ruas dikurangi 5
wc
maka akan di peroleh persamaan untuk
menghitung perolehan minyak, yaitu

(9,)))
3ambar 9."$.
Distribusi 5aturasi 6ir %ada 5aat :reakthrough dan 5esudahnya %ada %endesakan
6ir =inier
A)
8edua persamaan recovery, yaitu persamaan (9,)#) dan (9,))) dalam praktek
dapat dipakai dengan prosedur sebagai berikut
". :uat kurva fraksi aliran dengan persamaan (9,99) atau (9,9)) dengan
mengabaikan gradien tekanan kapiler.
:uat garis singgung tangensial dari titik (5
w
@ 5
wc
- f
w
@ !) terhadap kurva tersebut.
2itik tangensial yang diperoleh mempunyai koordinat (5
w
@ 5
wf
@ 5w
bt
- f
w
5
wf
@ fw
bt
)
dan ekstrapolasi garis tersebut ke f
w
@", maka akan memberikan harga saturasi rata,
rata di belakang front pada saat breakthrough

. 5elanjutnya persamaan (9,)#) dapat
digunakan untuk menghitung recovery minyak dan waktu terjadinya breakthrough.
%ilih harga 5
we
sebagai variabel bebas, ambil harga,harga 5
w
dengan pertambahan )N
diatas 5
wbt
. 5etiap titik pada kurva fraksi aliran, untuk 5
we
J 5
wbt
mempunyai
koordinat 5
w
@ 5
we
, f
w
@f
we
. Dan aplikasi persamaan (9,)9) pada gambar 9."9, yang
menunjukkan bahwa garis tangensial terhadap kurva fraksi aliran memotong garis f
w

@ ", memberikan harga

sesaat. Gntuk setiap harga 5
we
baru harga

yang
bersangkutan ditentukan secara grafis dan recovery minyak dapat dihitung dari
E
pd
@ 5
w
?5
wc
(%F).
3ambar 9."9.
6plikasi &ara 3rafis Welge Gntuk 7enentukan >ecovery 7inyak 5etelah
:reakthrough
A)
8ebalikan dari kemiringan kurva fraksi aliran untuk setiap harga 5
we
akan
memberikan W
id
, yaitu jumlah volume pori dari air yang diinjeksikan (sesuai dengan
persamaan 9,)#). 5elanjutnya dapat menghubungkan antara waktu dan recovery
yang dicapai, yaitu W
id
@ i
wd
. t.
6khirnya persamaan (9,))) dapat digunakan secara langsung untuk
menghitung recovery minyak dengan menentukan terlebih dahulu f
we
dan w
id
dari
kurva fraksi aliran untuk setiap harga 5
we
yang dipilih. &ara terakhir ini dikenal
sebagai cara numerik.
4.4. Pilot Waterflooding
%ilot waterflooding merupakan percobaan untuk menguji seberapa besar
keberhasilan proyek waterflooding dengan mengaplikasikannya ke dalam
permasalahan di lapangan yang nantinya bisa dikembangkan dalam skala yang lebih
luas (sebelum dipakai secara luas). &ara perhitungan performance yang telah
diuraikan didasarkan pada harga petrofisik, seperti k
o
, k
w
, , 5
wc
, 5
or
, 5
gr
, 5
g
yang
dianggap representatif untuk reservoir. 8etelitian data ini akan mempengaruhi hasil
perhitungan. %endekatan lain untuk mendapat jawaban atas performance adalah
memilih suatu bagian dari reservoir yang akan dikembangkan dengan suatu pola
injeksi tertentu. %roses injeksi pada suatu bagian reservoir dikenal sebagai pilot
injeksi. %erformance dari pilot injeksi inilah yang akan digunakan untuk
mengevaluasi performance dari seluruh reservoir bila diinjeksi dengan pola yang
sama.
3ambar 9."). menunjukkan dua macam pilot injeksi yang menggunakan
masing,masing satu sumur injeksi di tengah dikelilingi oleh empat sumur produksi
dan empat sumur injeksi mengelilingi satu sumur produksi.
3ambar 9.").
%ilot /njeksi Dengan %ola =ima 2itik
A)
%ada gambar 9.")a. terlihat bahwa kira,kira tiga perempat dari minyak yang
diproduksi oleh masing,masing sumur dari luar unit lima titik (segi empat yang
dibatasi oleh garis,garis yang menghubungkan sumur,sumur produksi). 3ambar
9.")b. menunjukkan bahwa sebagian besar dari minyak yang diproduksikan berasal
dari unit lima titik, walaupun sebagian besar air bergerak keluar dari daerah pola
injeksi lima titik.
Di lihat dari segi jalur arus yang dimulai dari sumur injeksi itu maka ada dua
macam pendekatan yang dapat diambil untuk menggunakan hasil dari pilot injeksi
untuk penentuan performance dari seluruh reservoir. 8edua macam pendekatan itu
adalah
! 7enggunakan faktor koreksi.
" 7emilih susunan sumur injeksi produksi yang tepat sehingga hasil dari " unit
pola injeksi yang ditengah mencerminkan hasil yang tepat.
Dalam perencanaan pilot waterflooding perlu juga mengetahui keuntungan
dan batasan pilot waterflooding, informasi yang diperoleh dari pilot waterflooding,
dan pemilihan pola sumur injeksi,produksi yang tepat.
4.4.1. Penent#an 4a%tor Kore%&i
&audle telah meneliti performance dari pilot injeksi dari pola lima titik
dengan menggunakan model fisik, seperti terlihat dalam gambar 9."(.
%ercobaan ini menggunakan variabel,variabel
". %erbandingan mobilitas 7 !." , !.#B , " , $.A , dan "!

, bervariasi dari " 9
<asil percobaan dinyatakan dalam grafik

seperti dapat dilihat pada 3ambar :,"
sampai :,) (lampiran :). %enggunaan grafik dari 3ambar :," sampai :,) untuk
menentukan faktor koreksi + yang didefinisikan

adalah menentukan harga 7 dan > yang akan digunakan. 5elanjutnya untuk harga
f
w
yang ada dicari harga ;
s
dan F
iD
baik dari pola lima titik yang penuh maupun dari
hasil pilot injeksi.
+
w
) spot penuh % / l o t
;
s
F
iD
;
s
F
iD
!
,
,
,
!.B)
Dari tabel di atas dibuat grafik + vs f
w
untuk ;
s
dan F
iD
3ambar 9."(.
%ilot /njeksi Gntuk %ola /njeksi =ima 2itik
A)
3ambar 9."A.
<ubungan +aktor 8oreksi + vs f
w
A)
4.4.. Ke#nt#ngan Dan Bata&an Pilot Waterflooding
5eperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya, peramalan perilaku
waterflooding di lapangan meliputi banyak faktor. %eramalan ini memerlukan
informasi yang dapat diandalkan seperti efisiensi pendesakan, cukup areal, dan
penyapuan vertikal. /ni memerlukan contoh yang baik untuk mendapatkan batuan
reservoir dan sifat fluida yang representatif, mengukur heterogenitas reservoir dan
sebagainya. 7aka tidak mengherankan bahwa sarjana perminyakan berusaha
memahami pilot injeksi dengan mempelajari perilaku perolehan minyak dari sampel
reservoir itu sendiri. 5etelah perilaku perolehan ini didapatkan kemudian
dibandingkan untuk menghasilkan perilaku yang diharapkan dari operasi
waterflooding dalam usaha skala sesungguhnya.
5ecara ekonomis, suatu pilot merupakan alat yang diharapkan mampu
memperkirakan perilaku lapangan. :agaimanapun, pilot ini mempunyai batasan,
batasan sebagai berikut
! Dengan suatu pilot yang kecil maka penempatan probabilitasnya dalam
bagian reservoir yang tidak representatif.
" %engaruh,pengaruh dari suatu kerusakan sumur akan lebih terlihat pada
sejumlah kecil sumur,sumur.
# <ilangnya migrasi minyak dari suatu pola pilot tunggal mungkin
menghasilkan suatu perkiraan perolehan yang lebih rendah daripada yang telah
direalisasikan dengan injeksi skala penuh.
$ 6ir yang diinjeksikan mungkin akan hilang keluar daerah pilot., sehingga
disarankan air injeksi harus lebih banyak daripada untuk pola waterflooding dalam
skala penuh.
%entingnya penempatan pilot dalam bagian reservoir yang representatif telah
nyata. 8etebalan pasir bersih dan saturasi minyak merupakan dua variasi yang paling
penting dalam membedakan perolehan minyak di suatu daerah dengan daerah yang
lain. /nformasi pasir bersih sering didapatkan dari core atau logs. :agaimanapun
juga, saturasi minyak dapat bervariasi pada daerah dengan ketebalan pasir bersih
yang seragam. %ada lapangan,lapangan yang mempunyai sejarah panjang mengenai
penipisan awal, minyak dapat terakumulasi dalam daerah yang secara struktural
rendah dengan gravity drainage.
5uatu kerusakan sumur injeksi atau satu penempetan sumur dalam suatu
bagian reservoir yang rapat sering dapat menghasilkan laju injeksi air yang
diantisipasi lebih rendah - dan jika lebih dari satu sumur injeksi dilibatkan dalam
pilot tersebut dapat menghasilkan suatu injeksi yang tidak seimbang. >usaknya
sumur produksi mempunyai pengaruh yang sangat serius, dengan berkurangnya
perolehan minyak dan meningkatnya minyak yang bermigrasi diluar pilot merupakan
suatu hasil kemungkinan yang dapat terjadi.
:anyak batasan,batasan dapat diatasi dengan mendesign pilot,pilot dengan
memasukkan lebih dari satu pola.
" Infor'a&i Yang Da-at Di-erole0 Dari Pilot Waterflooding
2injauan awal dari pilot waterflooding memperlihatkan bahwa tujuan dasar
dari pilot,pilot ini adalah penyederhanaan untuk menentukan ada atau tidaknya oil
bank atau .ona saturasi minyak yang meningkat dapat terbentuk. Oleh karena itu,
segera setelah terjadi 0kick1 atau 0bu..1 dalam produksi minyak diperoleh, maka
pengembangan waterflooding dalam skala penuh dapat dilangsungkan. 2entunya,
pada saat yang sama, informasi injeksivitas air diperoleh, yang mana berpengaruh
juga dalam mendesign injeksi skala penuh.
Dua tipe yang sering digunakan dalam pilot waterflooding adalah injeksi
lima titik dengan sumur produksi tunggal dan sumur injeksi tunggal (3ambar 9."').
3ambar 9."'
Dua %ola Waterflooding Mang 5ering Digunakan
"!)
:eberapa pilot injeksi terdiri dari banyak pola dengan dua atau lebih lima titik yang
berdekatan, umumnya untuk meminimalkan migrasi minyak yang hilang, khususnya
dari pola yang lebih dalam.
:anyaknya studi teknik reservoir telah dlakukan untuk mendapatkan evaluasi
pilot injeksi yang lebih baik. 5alah satunya adalah yang telah dilakukan oleh
%aulsell, dia mengemukakan bahwa dalam satu sumur injeksi tunggal dalam pilot
injeksi cakupan arealnya meningkat setelah tembus air sampai daerah yang tersapu
sekitar #!! N atau lebih dari daerah pilot. 7aka dia menyimpulkan bahwa evaluasi
pilot injeksi yang didasarkan pada anggapan yang menyatakan tidak ada aliran yang
keluar dari daerah pilot itu akan salah.
>osenbaum dan 7atthews telah mempelajari pengaruh saturasi gas mula,
mula dan mobilitas ratio dalam perbandingan laju produksi dengan laju injeksi untuk
pola lima titik yang bervariasi. Dalam satu studi yang melibatkan model
potensiometrik dan model aliran, empat pilot pola yang berbeda telah dipelajari. /ni
meliputi lima titik tunggal, pilot sumur injeksi tunggal, dan enam inverted lima titik.
%erbandingan diameter sumur dengan jarak antara sumur injeksi dan produksi adalah
tetap yaitu " "!!!. 0 ratio1 digunakan sebagai suatu alat korelasi, yang
didefinisikan sebagai perbandingan tekanan drawdown pada sumur produksi dengan
kenaikan tekanan pada sumur,sumur injeksi. <asil,hasil dari studi ini
memperlihatkan bahwa harga ratio meningkat, maka perolehan minyak total dan
produksi fluida total dari relatif meningkat dengan volume air yang diinjeksikan.
%ada kenaikan harga ratio, minyak bermigrasi menuju sumur,sumur produksi di
daerah sekelilingnya.
%engaruh saturasi gas mula,mula pada pilot sumur injeksi tunggal telah
dipelajari oleh Eeilson dan +lock. 5etelah tembus air, sumur,sumur terus
memproduksi minyak sampai efisiensi penyapuan areal akhir diatas (!! N diperoleh.
%ergerakan minyak kedalam pilot sumur,sumur produksi jarang dialami di
lapangan. 5eringkali perolehan minyak dari pilot lebih rendah daripada yang
diperoleh dengan injeksi skala penuh, karena migrasi keluar dari pilot. 8emungkinan
besarnya migrasi minyak dari pilot injeksi telah dibahas dalam suatu laporan yang
telah dilaporkan dari hasil studi produktivitas sumur dalam perilaku sumur lima titik
dengan sumur produksi tunggal dan sumur injeksi tunggal. %roduktivitas dari sumur
produksi dinyatakan dengan kondisi rationya. /stilah ini didefinisikan sebagai
perbandingan kapasitas aliran reservoir yang ditentukan dari data produktivitas
indeks dengan kapasitas aliran yang ditentukan dari data tekanan build,up. /ni
sebanding dengan perbandingan produktivitas sumur nyata dengan sumur yang tidak
mengalami kerusakan, tidak di stimulasi, sumur yang berukuran normal pada formasi
yang sama. 5umur yang berukuran normal ini berdiameter ( in dan spasinya "! acre.
7obilitas rationya !.# , !.9) , dan !.B9 telah dipelajari dengan saturasi gas diatas
#).B N %F. <asil studi ini dibahas pada bagian berikut ini -
)* Pilot lima titik dengan sumur produksi tunggal
5elama fill,up ruang gas mula,mula pada daerah pilot terdapat pergerakan
radiasi dari air yang diinjeksikan dan tidak ada minyak yang bermigrasi melewati
batas daerah pilot. 5etelah fill,up cairan, jika kondisi ratio dari pilot sumur produksi
tidak mencukupi untuk memproduksi semua minyak yang didesak dari daerah pilot,
maka minyak akan bermigrasi keluar daerah pilot. 5atu faktor yang cenderung
memperlambat migrasi minyak di daerah pilot adalah kehadiran front waterflooding
yang terbentuk di sekitar sumur,sumur injeksi. 5aat front,front air ini mendekat
kemudian bersatu maka minyak yang dapat diperoleh kecil dalam daerah pilot dapat
meloloskan diri. 7odel,model test menunjukkan bahwa saat saturasi gas meningkat,
sebagian besar minyak yang dapat diperoleh diproduksikan dari pilot sumur
produksi. %ada saturasi gas yang lebih tinggi, daerah pilot secara menyeluruh ditutupi
oleh front,front waterflooding pada saat fill,up cairan ada dalam daerah pilot.
5aturasi gas mula,mula dapat menjadi besar pada saat fill,up cairan ada
dalam daerah pilot, front,front waterflooding akan bersatu, dan migrasi minyak dapat
dicegah. <arga dari saturasi gas mula,mula ini adalah

(9,)()
<asil,hasil model menunjukkan bagaimana saturasi gas mula,mula dan
kondisi ratio sumur produksi mempengaruhi perolehan minyak dari pilot injeksi lima
titik dengan sumur produksi tunggal seperti yang ditunjukkan 3ambar 9."B.
3ambar 9."B.
%engaruh 8ondisi >atio 5umur %roduksi dan 5aturasi 3as 7ula,mula %ada
%erolehan 7inyak dari %ilot Waterflooding =ima 2itik 2unggal Dengan ;mpat
/njector dan 5atu %roducer
"!)
%ada kondisi ratio #.## , sebanding dengan kapasitas horisontal rekah yang tinggi
dengan jari,jari "'.) ft, kira,kira B$ N dari minyak yang dapat diperoleh mula,mula
dalam daerah pilot telah diproduksikan. >ange harga 5
gi
D5
g
K yang dijumpai dalam
operasi waterflooding konvensional adalah dari !.$ sampai !.A . %ada range dari
saturasi gas ini, pilot injeksi lima titik tunggal dengan sumur produksi kondisi
rationya ".! (sebanding dengan yang bersih, sumur berukuran normal tidak
mempunyai stimulasi produksi) akan diperoleh dari $) sampai A) N minyak mula,
mula yang dapat diperoleh ditempat. 7aka untuk suatu pola pilot yang menghasilkan
perolehan minyak mewakili suatu pola waterflooding dalam skala penuh, sumur
produksi harus mempunyai kondisi ratio sebesar #.# atau lebih.
%ada 3ambar 9."B. memperlihatkan perilaku perolehan minyak yang
diperoleh dari suatu pengembangan pilot injeksi sumur lima titik dan sumur lima titik
dengan sumur injeksi tunggal dimana pilot penghasil mempunyai kondisi ratio #.# .
%ernyataan yang sesuai pada suatu produksi dengan kondisi ratio #.# , pilot injeksi
lima titik tunggal dapat juga menghasilkan suatu perkiraan yang baik dari perilaku
produksi minyak yang diharapkan dibawah injeksi dalam skala penuh. 3radien
tekanan regional juga memperlihatkan pengaruh yang kecil dalam perilaku pilot.
+* Pilot in"eksi sumur in"eksi tunggal
5tudi yang menunjukkan bahwa pada saat tidak terdapat saturasi gas yang ada
sebelum injeksi air, minyak diperoleh dari pilot produksi,produksi dengan
memperkirakan volume minyak yang dapat diperoleh pada daerah pilot pada saat
sumur,sumur produksi telah mempunyai kondisi ratio sebesar ".! atau diatasnya.
:agaimanapun juga, pada saat terdapat saturasi gas mula,mula, maka ada migrasi
minyak yang cukup berarti keluar daerah pilot dengan mengabaikan kondisi ratio
sumur,sumur produksi. %ilot injeksi sumur injeksi tunggal umumnya tidak cukup
untuk mendapatkan suatu perkiraan perolehan waterflooding skala penuh.
:agaimanapun juga, dari volume air yang diinjeksikan pada tembus air, informasi
yang bermanfaat dapat diperoleh dari cakupan volumetrik pada tembus air. *uga jika
air terpecah melalui satu sumur produksi yang mengimbangi lebih awal daripada
imbangan sumur,sumur yang lain, permeabilitas searah akan dipantulkan.
1 Penent#an S#&#nan S#'#r 5nt#% Pilot
5usunan sumur produksi dan injeksi dari satu pilot injeksi memungkinkan
untuk menggunakan hasil dari " unit pola injeksi di tengah susunan sumur tersebut
sebagai salah satu dari unit pola injeksi yang penuh. :ernard telah meneliti bentuk
pola sumur injeksi,produksi yang cocok untuk menilai pola injeksi lima titik.
Fariabel yang digunakan adalah perbandingan mobilitas 7 dan besar oil bank (;
o
)
pada saat injeksi dimulai.
Gntuk mendesign suatu pilot injeksi yang semestinya, satu harus memikirkan
bentuk pilot yang bagaimana yang harus didesign. *ika tujuan,tujuan adalah untuk
menentukan injektivitas air dan untuk mendapatkan suatu indikasi dari sejumlah
besar volume minyak yang dapat bergerak, maka hampir semua pola pilot injeksi
sesuai. :agaimanapun juga, jika tujuan,tujuan juga meliputi perolehan perkiraan
minyak yang dapat diperoleh dengan waterflooding, kemudian pilot harus
". Ditempatkan pada bagian reservoir yang representatif baik dari saturasi minyak,
permeabilitas, maupun heterogenitas reservoir dari penyisa reservoir.
#. Disusun suatu pola lima titik banyak atau tunggal, dengan stimulasi sumur,sumur
produksi sehingga sumur ini mempunyai kondisi ratio #.# atau diatasnya.
$. 7empunyai laju injeksi untuk tiap injektor yang sebanding dengan hasil
porositas dan ketebalan net pay dari daerah,daerah sekeliling tiap,tiap injektor.