Anda di halaman 1dari 25

1.

DEFINISI BUNUH DIRI Menurut Corr, Nabe, dan Corr (2003), agar sebuah kematian bisa disebut bunuh diri, maka harus disertai adanya intensi untuk mati. Meskipun demikian, intensi bukanlah hal yang mudah ditentukan, karena intensi sangat variatif dan bisa mendahului, misalnya untuk mendapatkan perhatian, membalas dendam, mengakhiri sesuatu yang dipersepsikan sebagai penderitaan, atau mengakhiri hidup. i!hman menyatakan ada dua fungsi dari metode bunuh diri (dalam Maris dkk, 2000). "ungsi pertama adalah sebagai sebuah !ara untuk melaksanakan intensi mati. #edangkan pada fungsi yang kedua, makna khusus atau simbolisasi dari individu. #e!ara umum, metode bunuh diri terdiri dari % kategori utama yaitu& '. (bat (memakan padatan, !airan, gas, atau uap) 2. Menggantung diri (men!ekik dan menyesakkan nafas) 3. #en)ata api dan peledak *. Menenggelamkan diri +. Melompat %. Memotong (menyayat dan menusuk) ,erilaku destruktif diri yaitu setiap aktivitas yang )ika tidak di!egah, dapat mengarah kepada kematian. ,erilaku ini dapat diklasifikasikan sebagai langsung dan tidak langsung. a. ,erilaku destruktif diri langsung Men!akup setiap bentuk aktivitas bunuh diri. Niatnya adalah kematian, dan individu menyadari hal ini sebagai hasil yang diinginkan. -ama perilaku ber)angka pendek. b. ,erilaku destruktif diri tidak langsung Meliputi setiap aktivitas yang merusak kese)ahteraan fisik individu dan dapat mengarah kepada kematian. .ndividu tersebut tidak menyadari tentang potensial ter)adi kematian akibat perilakunya dan biasanya akan menyangkal apabila dikonfrontasi. /urasi perilaku ini biasanya lebih lama daripada perilaku bunuh diri (0ail #tuart, 200%). ,erilaku destruktif diri tidak langsung meliputi perilaku berikut& '. Merokok 2. Mengebut i!hman per!aya bah$a metode memiliki

3. 1er)udi *. 2indakan kriminal +. 2erlibat dalam aktivitas rekreasi beresiko tinggi %. ,enyalahgunaan 3at 4. ,erilaku yang menyimpang se!ara sosial 5. ,erilaku yang membuat stres 6. 0angguan makan '0. 7etidakpatuhan pada pengobatan medis (0ail #tuart, 200%) entang respons protektif diri mempunyai peningkatan diri sebagai respon paling adaptif, sedangkan perilaku destruktif diri tidak langsung, pen!ederaan diri, dan bunuh diri merupakan respons maladaptif (0ail #tuart, 200%). A) PERILAKU

REN AN! RESP"NS PR" EK IF#DIRI

Peningkatan diri

Pengambilan resiko yang meningkatkan pertumbuhan

Perilaku destruktif-diri tidak langsung

Pencedaraan diri

Bunuh diri

1) Ketidakpatuhan 2elah diperkirakan bah$a setengah dari pasien tidak patuh terhadap ren!ana pengobatan kesehatan mereka. (rang yang tidak patuh dengan aktivitas pera$atan kesehatan yang dian)urkan umumnya menyadari bah$a mereka telah memilih untuk tidak memperhatikan diri mereka. ,erilaku paling menon)ol yang berhubungan dengan ketidakpatuhan yaitu ketidakpatuhan terhadap pengobatan& 8 8 8 8 8 8 8 Menyadari alasan ketidakpatuhan Meremehkan keparahan masalah ,enyakit kronik yang ditandai dengan interval asimtomatik ,emberi pelayanan kesehatan yang sering berganti Men!ari penyembuhan se!ara muk)i3at asa bersalah yang mempengaruhi pen!apaian pera$atan teratur 7epedulian tentang !ontrol

2) Pencedaraan diri

1erbagai istilah digunakan untuk menggambarkan perilaku men!ederai diri& 8 8 8 8 8 9niaya diri 9gresi terhadap diri sendiri Membahayakn diri Cedera yang membebani diri Mutilasi diri ,en!ederaan diri dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan membahayakan diri sendiri yang dilakukan senga)a. ,en!edaraan dilakukan terhadap diri sendiri, tanpa bantuan orang lain, dan !edera tersebut meliputi kerusakan )aringan yang !ukup parah. 1entuk umum perilaku pen!ederaan diri termasuk melukai tubuh sedikit demi sedikit, dan menggigit )ari. $) Peri%aku Bunuh diri 1unuh diri merupakan tindakan yang se!ara sadar dilakukan oleh pasien untuk mengakhiri kehidupannya. #emua perilaku bunuh diri adalah serius, apapun tu)uannya. /alam pengka)ian perilaku bunuh diri, lebih ditekankan pada letalitas dari metode yang mengan!am atau digunakan. :alaupun semua an!aman dan per!obaan bunuh diri harus ditanggapi se!ara serius, perhatian yang lebih $aspada dan seksama ditun)ukkan ketika seseorang meren!anakan atau men!oba bunuh diri dengan !ara yang paling mematikan seperti dengan pistol, menggantung diri atau melompat dari bangunan yang tinggi. Cara yang kurang mematikan seperti karbon monoksida dan overdosis obat, memberikan $aktu untuk mendapatkan bantuan saat tindakan bunuh diri telah dilakukan. ,engka)ian orang yang bunuh diri )uga men!akup apakah orang tersebut telah membuat ren!ana yang spesifik dan apakah tersedia alat untuk melakukan renana bunuh diri tersebut. (rang yang siap membunuh diri adalah orang yang meren!anakan kematian dengan tindak kekerasan, mempunyai ren!ana spesifik, dan mempunyai alat untuk melakukannya. 2. EPIDE&I"L"!I ,ada tahun8tahun terakhir angka bunuh diri pada rema)a di 9merika #erikat telah meningkat se!ara dramatis, $alaupun pada beberapa negara lain tidak demikian. 2elah terdapat peningkatan yang tetap pada angka bunuh diri bagi orang 9merika yang berusia '+ sampai '6 tahun. 9ngka tersebut sekarang adalah '3, % per '00.000 untuk anak laki8laki dan 3,% per '00.000 untuk perempuan. -ebih dari +.000 orang rema)a melakukan bunuh diri setiap tahunnya di 9merika #erikat, yaitu satu tiap 60 menit. ,eningkatan angka bunuh diri dianggap men!erminkan

perubahan dalam lingkungan sosial, perubahan sikap terhadap bunuh diri, dan meningkatkan ketersediaan alat untuk bunuh diri; sebagai !ontohnya, di 9merika #erikat %%< bunuh diri rema)a pada anak laki8laki adalah dilakukan dengan sen)ata api, dibandingkan dengan %< di .nggris. 1unuh diri adalah penyebab kematian nomor 3 yang terbanyak di 9merika #erikat pada orang yang berusia '+ sampai 2* tahun dan nomor 2 di antara laki8laki kulit putih pada kelompok usia tersebut 9ngka bunuh diri adalah tergantung pada usia, dan angka meningkat se!ara bermakna setelah pubertas. 1ilaman kurang dari '< bunuh diri yang berhasil per '00.000 untuk usia di ba$ah '* tahun, kira8kira '0 per '00.000 bunuh diri yang berhasil ter)adi pada rema)a yang berusia antara '+ dan '6 tahun. /i ba$ah usia '* tahun, usaha bunuh diri sekurangnya adalah +0 kali lebih sering dibandingkan keberhasialn bunuh diri. 2etapi, antara usia '+ dan '6 tahun, angka usaha bunuh diri adalah kira8kira '+ kali lebih besar dibandingkan keberhasialn bunuh diri. =umlah bunuh diri rema)a pada beberapa dekade yang lalu telah meningkat sebesar 3 sampai * kali. $. E I"L"!I 1anyak penyebab tentang alasan seseorang melakukan bunuh diri & 7egagalan beradaptasi, sehingga tidak dapat menghadapi stres. ,erasaan terisolasi, dapat ter)adi karena kehilangan hubungan interpersonal> gagal melakukan hubungan yang berarti. ,erasaan marah> bermusuhan, bunuh diri dapat merupakan hukuman pada diri sendiri. Cara untuk mengakhiri keputusasaan.

#e!ara universal& karena ketidakmampuan individu untuk menyelesaikan masalah. 2erbagi men)adi& '. "aktor 0enetik 2. "aktor 1iologis lain 3. "aktor ,sikososial ? -ingkungan "aktor genetik (berdasarkan penelitian)&

',+ @ 3 kali lebih banyak perilaku bunuh diri ter)adi pada individu yang men)adi kerabat tingkat pertama dari orang yang mengalami gangguan mood>depresi> yang pernah melakukan upaya bunuh diri. -ebih sering ter)adi pada kembar mono3igot dari pada kembar di3igot.

"aktor 1iologis lain& 1iasanya karena penyakit kronis>kondisi medis tertentu, misalnya& #troke 0angguuan kerusakan kognitif (demensia) /iabetes,enyakit arteri koronaria 7anker A.B > 9./# "aktor ,sikososial ? -ingkungan& 2eori ,sikoanalitik > ,sikodinamika& 2eori "reud, yaitu bah$a kehilangan ob)ek berkaitan dengan agresi ? kemarahan, perasaan negatif thd diri, dan terakhir depresi. 2eori ,erilaku 7ognitif& 2eori 1e!k, yaitu ,ola kognitif negatif yang berkembang, memandang rendah diri sendiri #tressor -ingkungan& kehilangan anggota keluarga, penipuan, kurangnya sistem pendukung so!ial

Fakt'r Pre(ipita(i "aktor pen!etus seseorang melakukan per!obaan bunuh diri adalah& a. ,erasaan terisolasi dapat ter)adi karena kehilangan hubungan interpersonal > gagal melakukan hubungan yang berarti. b. 7egagalan beradaptasi sehingga tidak dapat menghadapi stres. !. ,erasaan marah>bermusuhan, bunuh diri dapat merupakan hukuman pada diri sendiri. d. Cara untuk mengakhiri keputusan.

Fakt'r Predi(p'(i(i

-ima domain faktor predisposisi yang menun)ang pemahaman perilaku destruktif8diri sepan)ang siklus kehidupan adalah& '. Diagnosis psikiatrilebih dari 60< orang de$asa yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri mengalami gangguan )i$a. 2iga gangguan )i$a yang membuat individu beresiko untuk bunuh diri yaitu gangguan alam perasaan, penyalahgunaan 3at, dan ski3ofrenia. 2. Sifat kepribadiantiga aspek kepribadian yang berkaitan erat dengan peningkatan resiko bunuh diri adalah rasa bermusuhan, impulsif, dan depresi 3. Lingkungan psikososialbaru mengalami kehilangan, perpisahan atau per!eraian, kehilangan yang dini, dan berkurangnya dukungan sosial merupakan faktor penting yang berhubungan dengan bunuh diri *. Riwayat keluargari$ayat keluarga yang pernah melakukan bunuh diri merupakan faktor resiko penting untuk perilaku destruktif8diri +. Faktor biokimiadata menun)ukkan bah$a proses yang dimediasi serotonin, opiat, dan dopamin dapat menimbulkan perilaku destruktif8diri (0ail #tuart, 200%)

Stre('r Pencetu( ,erilaku destruktif diri dapat ditimbulkan oleh stres yang berlebihan yang dialami individu. ,en!etusnya seringkali beruapa ke)adian kehidupan yang memalukan, seperti masalah yang interpersonal, dipermalukan didepan umum, kehilangan peker)aan atau an!aman pengurungan. #elain itu, dengan mengetahui seseorang yang men!oba atau melakukan bunuh diri atau terpengaruh media untuk bunuh diri, )uga dapat membuat individu semakin rentan untuk melakukan perilaku destruktif8diri.

FAK "R#FAK "R DALA& PEN!KA)IAN PASIEN DES RUK IF#DIRI Lin*kun*an Upa+a Bunuh Diri ,en!etus peristi$a kehidupan yang memalukan; 2indakan persiapan& mendapatkan suatu metode, mengatur ren!ana, membi!arakan tentang bunuh diri, memberikan barang berharga sebagai hadiah, !atatan untuk bunuh diri; ,enggunaan metode kekerasan atau obat> ra!un yang lebih mematikan;

,emahaman letalitas dari metode yang dipilih 7e$aspadaan yang dilakukan agar tidak diketahui

Petun,uk !e,a%a 7eputusasaan; Menyalahkan diri sendiri, perasaan gagal dan tidak berharga; 9lam perasaan tertekan; 9gitasi dan gelisah; .nsomnia yang menetap; ,enurunan berat badan; 1erbi!ara lamban,keletihan, menarik diri dari lingkungan sosial; ,ikiran dan ren!ana bunuh diri

!an**uan )i-a Cpaya bunuh diri sebelumnya; 0angguan alam perasaan; 9lkoholisme atau penyalahgunaan 3at; 0angguan tingkah laku dan depresi pada rema)a; /emensia dini dan status konfusi pada lansia yang mengalami ski3ofrenia; 7ombinasi dari kondisi diatas.

Ri-a+at P(ik'('(ia% 1aru berpisah, ber!erai, atau kehilangan; Aidup sendiri; 2idak beker)a, perubahan atau kehilangan peker)aan yang baru dialami; #tres kehidupan multipel (pindah, kehilangan, putus hubungan yang berarti, masalah sekolah, an!aman terhadap krisis disiplin); ,enyakit medis kronik;

Minum alkohol yang berlebihan atau penyalahgunaan 3at;

Fakt'r Kepri.adian .mpulsif, agresif, rasa bermusuhan; 7ekakuan kognitif dan negativitas; 7eputusasaan; Aarga diri rendah; 0angguan kepribadian ambang atau antisosial.

Ri-a+at Ke%uar*a i$ayat keluarga berperilaku bunuh diri; i$ayat keluarga gangguan alam perasaan, alkoholisme, atau keduanya.

/. PA "PSIK"L"!I PERILAKU ,engka)ian orang yang bunuh diri )uga men!akup apakah orang tersebut telah membuat ren!ana yang spesifik dan apakah tersedia alat untuk melakukan renana bunuh diri tersebut. (rang yang siap membunuh diri adalah orang yang meren!anakan kematian dengan tindak kekerasan, mempunyai ren!ana spesifik, dan mempunyai alat untuk melakukannya (0ail #tuart, 200%). 1erdasarkan besarnya kemungkinan pasien melakukan bunuh diri, terdapat tiga ma!am perilaku bunuh diri, yaitu & a. .syarat bunuh diri 1iasanya ditun)ukkan dengan berperilaku se!ara tidak langsung ingin bunuh diri, misalnya dengan mengatakan, D2olong )aga anak8anak karena saya akan pergi )auhEF atau D#egala sesuatu akan lebih baik tanpa saya.F /alam kondisi ini pasien mungkin sudah mempunyai ide untuk mengakhiri hidupnya, tetapi tidak disertai dengan an!aman dan per!obaan diri. ,asien umumnya mengungkapkan perasaan seperti rasa bersalah, sedih, marah, putus asa, atau tidak berdaya. ,asien )uga mengungkapkan hal8hal negatif tentang dirinya sendiri yang menggambarkan harga diri rendah.(1. 9. 7eliat, 200%) b. 9n!aman bunuh diri

9n!aman bunuh diri umumnya diu!apkan oleh pasien, berisi keinginan untuk mati disertai oleh ren!ana untuk mengakhiri kehidupan dan persiapan alat untuk melaksanakan ren!ana tersebut. #e!ara aktif pasien telah memikirkan ren!ana bunuh diri, tetapi tidak disertai dengan per!obaan bunuh diri (1. 9. 7eliat, 200%). :alaupun dalam kondisi ini belum pernah men!oba bunuh diri, penga$asan ketat harus dilakukan. 7esempatan sedikit sa)a dapat dimanfaatkan pasien untuk melaksanakan ren!ana bunuh dirinya. (1. 9. 7eliat, 200%) Mengkomunikasikan se!ara nonverbal dengan memberikan barang berharga sebagai hadiah, merevisi $asiatnya, dan sebagainya. ,esan8pesan ini harus dipertimbangkan dalam konteks peristi$a kehidupan saat ini. 9n!aman menun)ukkan ambivalensi seseorang terhadap kematian. 7urangnya respons positif dapat ditafsirkan sebagai dukungan untuk melakukan tindakan bunuh diri (0ail #tuart, 200%). !. ,er!obaan bunuh diri> Cpaya bunuh diri ,er!obaan bunuh diri adalah tindakan pasien men!ederai atau melukai diri untuk mengakhiri kehidupannya. ,ada kondisi ini, pasien aktif men!oba bunuh diri dengan !ara gantung diri, minum ra!un, memotong urat nadi, atau men)atuhkan diri dari tempat yang tinggi (1. 9. 7eliat, 200%).

PROSES PERILAKU BUNUH DIRI Peningkatan verbal/ non verbal Pertimbangan untuk melakukan bunuh dir Ancaman bunuh diri

Ambivilensi tentang kematian

Kurangnya respon positif Upaya bunuh diri

Bunuh diri

0. &ANIFES ASI KLINIS Menurut Carpenito dan 7eliat tanda dan ge)alanya adalah& a. ,erasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. Misalnya & malu dan sedih karena rambut )adi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker b. asa bersalah terhadap diri sendiri. Misalnya & ini tidak akan ter)adi )ika saya segera ke rumah sakit, menyalahkan> menge)ek dan mengkritik diri sendiri. !. Merendahkan martabat. Misalnya & saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya orang bodoh dan tidak tahu apa8apa d. 0angguan hubungan sosial, seperti menarik diri. 7lien tidak ingin bertemu dengan orang lain, lebih suka sendiri. e. ,er!aya diri kurang. 7lien sukar mengambil keputusan, misalnya tentang memilih alternatif tindakan. f. Men!ederai diri. 9kibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan. 1. &EKANIS&E K"PIN! Mekanisme pertahanan ego yang berhubungan dengan perilaku destruktif8diri tidak langsung adalah '. ,enyangkalan, mekanisme koping yang paling menon)ol 2. *. asionalisasi egresi. Mekanisme pertahanan tidak seharusnya dila$an tanpa memberikan !ara koping alternatif. Mekanisme pertahanan ini mungkin berada diantara individu dan bunuh diri. ,erilaku bunuh diri menun)ukkan ter)adinya kegagalan mekanisme koping. 9n!aman bunuh diri mungkin menun)ukkan upaya terakhir untuk mendapatkan pertolongan agar dapat mengatasi masalah. 1unuh diri yang ter)adi merupakan kegagalan koping dan mekanisme adaptif. 3. .ntelektualisasi

2. ASUHAN KEPERA3A AN a. ,engka)ian F'r4at Pen*ka,ian pada Pa(ien Re(ik' Bunuh Diri

(1.9. 7eliat, 200%) '. 7eluhan utama & 2. ,engalaman masa lalu yang tidak menyenangkan & 3. 7onsep diri& Aarga diri (Cmumnya pasien mengatakan hal yang negatif tentang dirinya, yang menun)ukkan harga diri rendah) *. 9lam perasaan G H #edih G H 7etakutan G H ,utus asa G H 0embira berlebihan

(,asien umumnnya merasakan kesedihan dan keputus asaan yang sangat mendalam) +. .nteraksi selama $a$an!ara G H 1ermusuhan G H /efensif G H Mudah tersinggung G H 2idak kooperatif G H 7ontak mata kurang G H Curiga

(,asien biasanya menun)ukkan kontak mata yang kurang) %. 9fek G H /atar G H 2umpul G H -abil G H 2idak sesuai

(,asien biasanya menun)ukkan afek yang datar atau tumpul) 4. Mekanisme koping maladaptif G H Minum alkohol G H eaksi lambat G H Menghindar G H 1eker)a berlebihan G H Men!ederai diri G H -ainnya

(,asien biasanya menyelesaikan masalahnya dengan !ara menghindar dan men!ederai diri) 5. Masalah psikososial dan lingkungan G H Masalah dengan dukungan keluarga G H Masalah dengan perumahan

b. /iagnosa kepera$atan /iagnosis yang mun!ul adalah re(ik' .unuh diri.

1eberapa klasifikasi diagnostik medis yang berkaitan dengan respon protektif diri berdasarkan N9N/9 20008200' dan N9N/9 20'2820'* yaitu& NANDA 2555#2551 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 0angguan penyesuaian 9nsietas 0angguan !itra tubuh 7etidakefektifan koping 7etidakefektifan penyangkalan esiko kesepian 7etidakpatuhan endah situasional harga diri 8 esiko rendah situasional 8 8 8 harga diri ,erilaku men!ederai diri diri /istres spiritual esiko bunuh diri 8 8 8 8 8 8 8 8 Rencana A(uhan Kepera-atan a. Anca4an6 perc'.aan .unuh diri ') 2indakan kepera$atan pada pasien per!obaan bunuh diri a) 2u)uan kepera$atan ,asien tetap aman dan selamat b) 2indakan kepera$atan Melindungi pasien dengan !ara& 8 8 8 8 8 8 NANDA 2512#251/ ,engabaian diri Aambatan 7omunikasi verbal Aarga diri rendah kronik Aarga diri rendah situasional esiko kronik esiko harga diri rendah situasional 0angguan !itra tubuh 9nsietas 7oping /efensif 9nsietas 7ematian 7etidakefektifan penyangkalan #tres berlebihan /istres spiritual esiko distres spiritual esiko esiko perilaku perilaku kekerasan kekerasan terhadap orang lain terhadap diri sendiri Mutilasi diri esiko mutilasi diri esiko bunuh diri harga diri rendah

esiko perilaku men!ederai 8

2emani pasien terus8menerus sampai pasien dapat dipindahkan ketempat yang aman =auhkan semua benda yang berbahaya (mis., pisau, silet, gelas, dan tali) ,eriksa apakah pasien benar8benar telah meminum obatnya, )ika pasien mendapatkan obat /engan lembut, )elaskan pada pasien bah$a 9nda akan melindungi pasien sampai tidak ada keinginan bunuh diri

2) 2indakan kepera$atan pada keluarga pasien per!obaan bunuh diri a) 2u)uan kepera$atan 7eluarga berperan serta melindungi anggota keluarga yang mengan!am atau men!oba bunuh diri b) 2indakan kepera$atan Mengan)urkan keluarga untuk ikut menga$asi pasien serta )angan pernah meninggalkan pasien sendirian Mengan)urkan keluarga membantu pera$at men)auhi barang8 barang berbahaya disekitar pasien Mengan)urkan keluarga untuk tidak membiarkan pasien sering melamun sendiri Men)elaskan kepada keluarga pentingnya pasien minum obat se!ara teratur. .. I(+arat .unuh diri den*an dia*n'(i( har*a diri rendah '. 2indakan kepera$atan pada pasien isyarat bunuh diri a) 2u)uan kepera$atan ,asien mendapat perlindungan dari lingkungannya ,asien mampu mengungkapkan perasaannya ,asien mampu meningkatkan harga dirinya ,asien mampu menggunakan !ara penyelesaian masalah yang baik b) 2indakan kepera$atan Mendiskusikan !ara mengatasi keinginan bunuh diri, yaitu dengan meminta bantuan dari keluarga atau teman Meningkatkan harga diri pasien dengan !ara& Memberikan kesempatan pasien mengungkapkan perasaannya

Memberikan pu)ian )ika pasien dapat mengatakan perasaan yang positif Meyakinkan pasien bah$a dirinya penting Mendiskusikan tentang keadaan yang sepatutnya disyukuri oleh pasien Meren!anakan aktivitas yang dapat pasien lakukan 2ingkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan !ara& Mendiskusikan masalahnya Mendiskusikan dengan pasien efektivitas masing8masing !ara penyelesaian masalah Mendiskusikan dengan pasien !ara menyelesaikan masalah yang lebih baik dengan pasien !ara menyelesaikan

2. 2indakan kepera$atan pada keluarga pasien isyarat bunuh diri a) 2u)uan kepera$atan 7eluarga mampu mera$at pasien yang beresiko bunuh diri b) 2indakan kepera$atan ') Menga)arkan keluarga tentang tanda dan ge)ala bunuh diri Menanyakan keluarga tentang tanda dan ge)ala bunuh diri yang pernah mun!ul pada pasien Mendiskusikan tentang tanda dan ge)ala yang umumnya mun!ul pada pasien yang beresiko bunuh diri Menga)arkan keluarga !ara melindungi pasien dari perilaku bunuh diri Mendiskusikan tentang !ara yang dapat dilakukan keluarga )ika pasien memperlihatkan tanda dan ge)ala bunuh diri 2) Men)elaskan tentang !ara8!ara melindungi pasien yaitu dengan, Memberikan tempat yang aman. Menempatkan pasien ditempat yang mudah dia$asi, )angan biarkan pasien mengun!i diri dikamarnya atau )angan meninggalkan pasien sendirian dirumah Men)auhkan barang8barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri. =auhkan pasien dari barang8barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri, seperti tali, bahan bakar minyak> bensin, api, pisau atau benda ta)am lainnya, 3at yang berbahaya seperti obat nyamuk atau ra!un serangga. #elalu melakukan penga$asan dan meningkatkan penga$asan )ika tanda dan ge)ala bunuh diri meningkat. =angan pernah

melonggarkan penga$asan, $alaupun pasien tidak menun)ukkan tanda dan ge)ala untuk bunuh diri 3) Menga)arkan keluarga tentang hal8hal yang dapat dilakukan )ika pasien melakukan per!obaan bunuh diri dengan !ara& Men!ari bantuan tetangga sekitar atau pemuka masyarakat untuk menghentikan upaya bunuh diri tersebut #egera memba$a pasien ke rumah sakit atau puskesmas mendapatkan bantuan medis *) Membantu keluarga men!ari ru)ukan fasilitas kesehatan yang tersedia bagi pasien Memberikan informasi tentang nomor telepon darurat tenaga kesehatan Mengan)urkan keluarga untuk mengantarkan pasien berobat> kontrol se!ara teratur untuk mengatasi masalah bunuh dirinya Mengan)urkan keluarga untuk membantu pasien minum obat sesuai prinsip lima benar, yaitu benar orangnya, benar obatnya, benar dosisnya, benar !ara penggunaannya, dan benar $aktu penggunaannya.

c. Ri(ik' .unuh diri a) 2u)uan umum& 7lien tidak melakukan tindakan bunuh diri dan mengungkapkan kepada seseorang yang diper!aya apabila ada masalah. b) 2u)uan khusus& 7lien dapat membina hubungan saling per!aya dengan menerapakan prinsip komunikasi terapetik. 1) #apa klien dengan ramah dan sopan. 2) ,erkenalkan diri dengan sopan 3) 2anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang diuskai klien 4) =elaskan tu)uan pertemuan. 5) =u)ur dan menepati )an)i. 6) 2un)ukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. 7) 1eri perhatian kepda klien.

d. K'pin* indi7idu tak adapti8 a) 2u)uan umum& 7lien dapat memilih koping yang efektif agar tidak melakukan bunuh diri. b) 2u)uan khusus& a. 7lien dapat membina hubungan saling per!aya dengan menerapakan prinsip komunikasi terapetik. #apa klien dengan ramah dan sopan. ,erkenalkan diri dengan sopan, 2anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien. =elaskan tu)uan pertemuan. =u)ur dan menepati )an)i. 2un)ukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. 1eri perhatian kepada klien. b. 7lien dapat mengidentifikasi penyebab bunuh diri 1eri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya. 1antu klien untuk mengungkapkan perasaan kesal. !. 7lien dapat mengidentifikasi tanda8tanda resiko bunuh diri. 9n)urkan klien mengungkapkan perasaan )engkel. (bservasi tanda8tanda resiko bunuh diri Menyimpulkan bersama sama klien resiko bunuh diri yang dialami. d. 7lien dapat mengidentivikasi resiko binuh diri yang biasa dilakukan. Mengan)urkan per!obaan bunuh diri yang biasa dilakukan. 1erbi!ara dengan klien apakah !ara yang dilakukan salah. e. 7lien dapat mengidentivikasi akibat resiko bunuh diri 1i!arakan akibat dan kerugian dari resiko bunuh diri. Menyimpulkan bersama klien akibat dari resiko bunuh diri. f. 7lien dapat mengidentivikasi !ara berespon resiko bunuh diri. /iskusikan dengan klien apakah klien mau mempela)ari !ara yang sehat untuk menghadapi masalah. g. 7lien dapat mendemonstrasikan !ara mengontrol tindakan resiko bunuh diri. 1antu klien untuk mengatasi masalah.

1antu klien mengidentifikasi manfaat yang dipilih. h. 7lien dapat mengontrol tindakan bunuh diri dengan !ara spiritual. Mengan)urkan klien untuk berdoIa dan sholat. i. 7lien dapat menggunakan obat se!ara benar. =elaskan !ara minum obat dengan klien. /iskusikan manfaIat minum obat. ). 7lien mendapat dukungan keluarga dalam mengontrol tindakan bunuh diri. .dentifikasi keluarga mera$at klien. =elaskan !ara mera$at klien. k. 7lien mendapat perlindungan lingkungan untuk tidak melakukan tindakan bunuh diri. -indungi klien untuk tidak melakukan bunuh diri (#tuart , 2006).

e. Har*a diri rendah a) 2u)uan umum& 7lien dapat berhubungan dengan lain se!ara optimal untuk mengungkapkan sesuatu yang dia rasakan pada orang yang diper!aya. b) 2u)uan khusus& a. 7lien dapat membina hubungan saling per!aya. 1ina hubungan saling per!aya dengan menerapkan prinsip komunikasi terapetik. #apa klien dengan ramah se!ara verbal dan non verbal. ,erkenalkan diri dengan sopan. 2anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien. =elaskan tu)uan pertemuan. 2un)ukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. 1eri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. b. 7lien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. /iskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. Aindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien. Ctamakan memberi pu)ian yang realistik. !. 7lien dapat menilai kemampuan yang digunakan.

/iskusikan digunakan.

penggunaannya.kemampuan

yang

masih

dapat

/iskusikan kemampuan yang dapat dilan)utkan.

Rencana Pen+u%uhan Pa(ien 9 k'n(e%in* kepatuhan '. Mengka)i pengetahuan pasien tentang aktivitas pera$atan diri 9ktivitas .ntruksional & a) Minta pasien menggambarkan gaya hidup, diet, olahraga dan pola pengobatan yang biasa dilakukan. Jvaluasi & ,asien menggambarkan perilaku sehari8harinya b) 9pakah perilaku yang digambarkan sesuai dengan instruksi pera$atan diri yang pernah diterimanya. Jvaluasi & ,asien mengulang arahan yang sebelumnya

2. Mengidentifikasi area perilaku pasien yang berbeda dengan praktik pera$atan diri yang sehat 9ktivitas .nstruksional& a) =elaskan perilaku pera$atan diri yang sehat kepada pasien b) 1erikan materi penyuluhan se!ara tertulis kepada pasien, !) /ukung pasien untuk men)elaskan alasannya untuk tidak melakukan pera$atan diri sesuai dengan yang direkomendasikan. Jvaluasi& ,asien membahas masalah masalah kepatuhan. 3. Membahas pendekatan alternatif untuk pera$atan diri 9ktivitas .nstruksional & a) 1antu pasien untuk mengidentifikasi alternatif perilaku pera$atan diri dan yang lebih bisa diterima b) .3inkan pasien untuk membi!arakan tentang perasaan yang berhubungan dengan penyakit dan pengobatan Jvaluasi & ,asien menentukan pendekatan yang berbeda, mengungkapkan perasaan yang berhubungan dengan penyakit.

*. Menyetu)ui imbalan untuk perilaku patuh 9ktivitas .nstruksional & 2anya pasien tentang imbalan )ika melakukan pera$atan diri yang baik Jvaluasi & ,asien mengidentifikasi imbalan +. Mendukung perilaku baru 9ktivitas .nstruksional & ,u)i pasien atau komitmennya untuk melakukan gaya hidup yang lebih sehat Jvaluasi & ,asien menghargai komitmen baru untuk pera$atan diri

Rencana A(uhan Kepera-atan 9 Re(p'n( Pr'tektid#diri &a%adapti8 Diagnosis Keperawatan (N9N/9 20008200') ,otensial untuk melakukan perilaku kekerasan terhadap diri sendiri Kriteria hasil & pasien tidak akan membahayakan dirinya sendiri se!ara fisik u,uan )an*ka Pendek Pa(ien tidak akan 4e%akukan akti7ita( +an* 4encederai dirin+a Inter7en(i (bservasi dengan ketat, ,indahkan benda yang membahayakan, #iapkan lingkungan yang aman, 1erikan kebutuhan fisiologis dasar, 7ontrak untuk keamanan )ika tepat, ,antau pengobatan. Pa(ien akan 4en*identi8ika(i a(pek p'(iti8 pada dirin+a .dentifikasi kekuatan pasien, 9)ak pasien untuk berperan serta dalam aktivitas yang disukai dan dapat dilakukannya, Ra(i'na% ,rioritas tertinggi diberikan pada aktivitas penyelamatan hidup pasien dan perilaku pasien harus dia$asi sampai kendali diri memadai untuk keamanan. ,erilaku destruktif8diri men!erminkan depresi yang mendasar dan

/ukung hygine yang baik dan berhias, 2ingkatkan hubungan interpersonal yang sehat

terkait dengan harga diri rendah serta kemarahan terhadap diri sendiri Mekanisme koping maladaptif harus diganti dengan mekanisme koping yang sehat untuk mengatasi stres dan ansietas. .solasi sosial menyebabkan harga diri rendah dan depresi, men!etuskan perilaku destruktif8diri.

Pa(ien akan 4en*i4p%e4enta (ikan dua re(p'n pr'tekti8#diri +an* adapti8

,ermudah kesadaran, penamaan, dan ekspresi perasaan, 1antu pasien mengenal mekanisme koping yang tidak sehat, .dentifikasi alternatif !ara koping, 1eri imbalan untuk perilaku koping yang sehat.

Pa(ien akan 4en*identi8ika(i dua (u4.er dukun*an ('(ia% +an* .er4an8aat

1antu orang terdekat untuk berkomunikasi se!ara konstruktif dengan pasien, 2ingkatkan hubungan keluarga yang sehat .dentifikasi sumber komunitas yang relevan, -akukan ru)ukan ke sumber komunitas

Pa(ien akan 4a4pu 4en,e%a(kan rencana pen*'.atan dan ra(i'na%n+a

-ibatkan pasien dan orang terdekat dalam peren!anaan asuhan, =elaskan karakteristik dari kebutuhan pelayanan kesehatan yang telah diidentifikasi, kebutuhan asuhan kepera$atan, diagnosis medis, pengobatan, dan medikasi yang direkomendasikan, /apatkan respon terhadap ren!ana asuhan kepera$atan, Modifikasi ren!ana berdasarkan umpan balik pasien.

,emahaman dan peran serta dalam peren!anaan pelayanan kesehatan meningkatkan kepatuhan.

I4p%e4enta(i Kepera-atan #, ' 9n!aman> per!obaan bunuh diri&

Pa(ien

& melindungi pasien dari per!obaan bunuh diri.

Ke%uar*a& ,er!akapan dengan keluarga untuk melindungi pasien yang men!oba bunuh diri

#, 2 .syarat bunuh diri dengan diagnosis harga diri rendah& Pa(ien & Melindungi pasien dari isyarat bunuh diri Meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri Meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pada pasien isyarat bunuh diri. Ke%uar*a9 Menga)arkan keluarga tentang !ara melindungi anggota keluarga beresiko bunuh diri, Melatih keluarga !ara mera$at pasien resiko bunuh diri isyarat bunuh diri, Membuat peren!anaan pulangbersama keluarga pasien resiko bunuh diri.

E7a%ua(i '. 9pakah an!aman terhadap integritas fisik atau sistem diri pasien telah berkurang sifat, )umlah, asal atau $aktunyaK 2. 9pakah perilaku pasien men!erminkan kepeduliannya terhadap kese)ahteraan fisik, psikologis, dan kese)ahteraan sosialK 3. 9pakah sumber koping pasien telah dika)i dan dimobilisasi se!ara adekuatK *. 9pakah pasien menggambarkan diri dan perilaku se!ara adekuat dan ob)ektifK +. 9pakah pasien menggunakan respons koping yang adaptifK %. 9pakah pasien terlibat dalam aktivitas peningkatan8diriK 4. 9pakah pasien mengambil resiko yang !ukup beralasan yang dapat meningkatkan pertumbuhan personalK (0ail #tuart, 200%)

E7a%ua(i Ke4a4puan Pa(ien Re(ik' Bunuh Diri dan Ke%uar*an+a (1.9. 7eliat, 200%)

Nama ,asien & uangan Nama ,era$at ,etun)uk & & &

1erilah tanda checklist (L) )ika pasien mampu melakukan kemampuan di ba$ah ini. 2uliskan tanggal setiap dilakukan supervisi. an**a%

N'. A. '. 2. Pa(ien

Ke4a4puan

Menyebutkan !ara mengamankan benda8benda berbahaya Menyebutkan !ara mengendalikan dorongan bunuh diri Menyebutkan aspek positif diri Menyebutkan koping konstruktif untuk mengatasi masalah Menyebutkan renana masa depan Membuat ren!ana masa depan Ke%uar*a Menyebutkan pengertian bunuh diri dan proses ter)adinya bunuh diri Menyebutkan tanda dan ge)ala risiko bunuh diri Menyebutkan !ara mera$at pasien risiko bunuh diri Membuat )ad$al aktivitas dan minum obat pasien dirumah Memberikan pu)ian atas kemampuan pasien

3. *. +. %. B. '.

2. 3. *. +.

E7a%ua(i Ke4a4puan Pera-at da%a4 &era-at Pa(ien Re(ik' Bunuh Diri (1.9. 7eliat, 200%) Nama pasien uangan Nama ,era$at ,etun)uk & & & &

a. 1erilah tanda checklist (L) pada tiap kemampuan yang ditampilkan b. Jvaluasi tindakan kepera$atan untuk setiap #, dilakukan menggunakan instrumen Jvaluasi ,enampilan 7linik ,era$at M7M, !. Masukkan nilai tiap evaluasi penampilan klinik pera$at M,7, ke dalam baris nilai #,.

N'. A. Pa(ien

Ke4a4puan

an**a%

SP 1 Pa(ien '. Mengidentifikasi benda8benda yang dapat membahayakan pasien Mengamankan benda8benda yang dapat membahayakan pasien Melakukan kontrak terapi Menga)arkan !ara mengendalikan dorongan bunuh diri Melatih !ara mengendalikan dorongan bunuh diri Nilai #, ' ,asien #, 2 '. 2. 3. Mengidentifikasi aspek positif pasien Mendorong pasien untuk berpikir positif terhadap diri Mendorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga Nilai #, 2 ,asien #, 3 ,asien '. 2. 3. *. +. Mengidentifikasi pola koping yang biasa diterapkan pasien Menilai pola koping yang biasa dilakukan Mengidentifikasi pola koping yang konstruktif Mendorong pasien memilih pola koping yang konstruktif Mengan)urkan pasien menerapkan pola koping konstruktif dalam kegiatan harian Ni%ai SP $ Pa(ien SP / Pa(ien '. 2. Membuat ren!ana masa depan yang realistis bersama pasien Mengidentifikasi !ara men!apai

2.

3. *.

+.