Anda di halaman 1dari 19

Kamis, 05 Juli 2012

uji MPN
LABORTATORIUM MIKROBIOLOGI & PARASITOLOGI DIPLOMA III AKADEMI FARMASI BINA HUSADA KENDARI LAPORAN MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI METODE MPN (Most Probable Number)

OLEH KELOMPOK KELAS : : IV C ASISTEN

KARMILA, S.Farm.,M.Si

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA KENDARI 2012 BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Mikroba, di alam terdapat hampir disemua tempat. Di udara mulai dari permukaan tanah sampai pada lapisan atsmosfer yang paling tinggi. Dilaut terdapat sampai pada dasar laut yang

paling dalam. Didalam air, seperti sungai, selokan, kolam atau air sawah. Pada tanah yang subur, kira-kira terdapat 50 juta bakteri per gram tanah. Mikroba pun banyak terdapat ditempat dimana manusia hidup. Terdapat pada udara yang kita hirup, pada makanan yang kita makan, juga terdapat pada permukaan kulit, pada jari tangan, pada rambut, dalam rongga mulut, usus dalam saluran pernapasan dan pada seluruh permukaan tubuh yang terbuka dan dianggap sebagai flora normal. Akan tetapi, untunglah hanya sebagian kecil dari mikroba itu yang dapat menimbulkan penyakit (pathogen). Pada setiap cm 2 kulit terdapat sekitar 10.000 sampai 100.000 bakteri. Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi, salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number).

I.2. MPN I.4.

TUJUAN Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui cara dan prinsip uji Angka

PRINSIP MPN adalah suatu metode enumerasi mikroorganisme yang menggunakan data dari hasil

pertumbuhan mikroorganisme pada medium cair spesifik dalam seri tabung yang ditanam dari sampel padat atau cair yang ditanam berdasarkan jumlah sampel atau diencerkan menurut tingkat seri tabungnya sehingga dihasilkan kisaran jumlah mikroorganisme yang diuji dalam nilai MPN/satuan volume atau massa sampel. Prinsip utama metode ini adalah mengencerkan sampel sampai tingkat tertentu sehingga didapatkan konsentrasi mikroorganisme yang pas/sesuai dan jika ditanam dalam tabung menghasilkaan frekensi pertumbuhan tabung positif kadang-kadang tetapi tidak selalu. Semakin besar jumlah sampel yang dimasukkan (semakin rendah pengenceran yang dilakukan) maka semakin sering tabung positif yang muncul. Semakin kecil jumlah sampel yang

dimasukkan (semakin tinggi pengenceran yang dilakukan) maka semakin jarang tabung positif yang muncul. Jumlah sampel/pengenceran yang baik adalah yang menghasilkan tabung positif kadang-kadang tetapi tidak selalu. Semua tabung positif yang dihasilkan sangat tergantung dengan probabilitas sel yang terambil oleh pipet saat memasukkannya ke dalam media. Oleh karena itu homogenisasi sangat mempengaruhi metode ini. Frekuensi positif (ya) atau negatif (tidak) ini menggambarkan konsentrasi mikroorganisme pada sampel sebelum diencerkan. Asumsi yang diterapkan dalam metode MPN adalah : bakteri terdistribusi sempurna dalam sampel sel bakteri terpisah-pisah secara individual, tidak dalam bentuk rantai atau kumpulan (bakteri coliform termasuk E. coli terpisah sempurna tiap selnya dan tidak membentuk rantai). Media yang dipilih telah sesuai untuk pertumbuhan bakteri target dalam suhu dan waktu inkubasi tertentu sehingga minimal satu sel hidup mampu menghasilkan tabung positif selama masa inkubasi tersebut. jumlah yang didapatkan menggambarkan bakteri yang hidup (viable) saja. Sel yang terluka dan tidak mampu menghasilkan tabung positif tidak akan terdeteksi. Pemilihan media sangat berpengaruh terhadap metode MPN yang dilakukan. Umumnya media yang digunakan mengandung bahan nutrisi khusus untuk pertumbuhan bakteri tertentu. Misalnya dalam mendeteksi kelompok coliform dapat menggunakan media Brilliant Green Lactose 2% Bile (BGLB) broth. Di dalam media ini mengandung lactose dan garam empedu (bile salt) yang hanya mengizinkan coliform untuk tumbuh. Jadi nilai MPN adalah suatu angka yang menggambarkan hasil yang paling mungkin.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1.

TEORI UMUM Metode MPN untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok

coliform sebagai indicator. Kelompok coliform mencakup bakteri yang bersifat aerobic dan anaerobic fakultatif, batang gram negatif dan tidak membentuk spora. Coliform memfermentasikan laktosa dengan pembentukan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35oC (Hadioetomo,1993) Dalam metode MPN digunakan medium cair, berbeda dengan metode cawan yang menggunakan medium padat (agar). Perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif, yaitu yang ditumbuhi oleh mikroba setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.pengamatan tabung positif dapat dilihat dengan timbulnya kekeruhan atau terbentuk gas dalam tabung durham (sutedjo,1991). Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair, meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1), kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml, 1 ml dan 0,1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. (sutedjo,1991). Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37C, maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan dengan tabel MPN-seri 9 tabung. (sutedjo,1991). Prosedur pengujian MPN Coliform sesuai Metode Analisis Mikrobiologi (MA PPOM 69/MIK/06) yaitu dengan cara menyiapkan dua tabung reaksi masing-masing berisi 9 ml PDF. Dari hasil homogenisasi pada penyiapan sampel dipipet 1 ml pengenceran 10-1 ke dalam tabung PDF pertama hingga diperoleh suspense dengan pengenceran 10-2 lalu dikocok sampai homogen. Selanjutnya dibuat pengenceran 10-3. Ada dua tahap pengujian MPN Coliform yaitu : (BPOM RI, 2006) 1. Uji Praduga (Presumtif Test) Untuk mendapatkan pengenceran disiapkan 3 tabung reaksi berisi 9 ml MCB yang dilengkapi tabung durham. Kedalam tiap tabung dari masing masing seri dimasukkan 1 ml suspensi

pengenceran. Diiinkubasi pada suhu 37 C selama 24-48 jam. Setelah 24 jam dicatat dan diamati adanya gas yang terbentuk dalam tiap tabung, kemudian inkubasi dilanjutkan hingga 48 jam dan dicatat tabung-tabung yang menunjukkan uji positif. 2. Uji Penegasan Biakan dari tabung yang menunjukkan uji praduga positif dipindahkan 1 sengkelit ke dalam tabung reaksi berisi 10 ml BGLB yang telah dibungkus tabung durham. Seluruh tabung diiinkubasi pada suhu 37 C selama 24- 48jam. Dilakukan pengamatan adanya pembentukkan gas. Pernyataan hasil dari uji MPN coliform ini yaitu jumlah tabung yang positif gas dicatat dan dirujuk ke tabel MPN. Angka yang diperoleh pada table MPN menyatakan jumlah bakteri coliform dalam tiap gram/tiap ml sampel yang diuji (BPOM RI, 2006). Mikroorganisme sebagai indikator air : Pada pemeriksaan mikrobiologi yang rutin terhadap air untuk menentukan aman tidaknya untuk diminum, tidaklah cukup bila mendasarkan uji-uji yang digunakan hanya terhadap adanya mikroorganisme patogenik karena alas an sebagai beikut : 1) Kemungkinan besar pathogen masuk kedalam air secara sporadic, tetapi karena tidak dapat bertahan hidup lama mungkin saja tidak dapat bertahan hidup lama mungkin saja tidak terdapat di dalam contoh air yang dikirimkan ke laboratorium. 2) Bila terdapat jumlahnya amat sedikit, maka besar kemungkinan patogen-patogen tersebut tidak terdeteksi oleh prosedur laboratorium yang digunakan. 3) Hasil pemeriksaan laboratorium baru dapat diketahui setelah 24 jam atau lebih. Arabia ternate ditemukan adanya patogen sementara itu tetntunya banyak orang telah mengkonsumsi air tersebut dan tereksposisi terhadap infeksi sebelum dapat dilakukan usaha untuk mengatasi situasi tersebut. Beberapa spesies atau kelompok bakteri telah dievaluasi untuk menentukan sesuai tidaknya untuk digunakan sebagai organism indikator. Diantaranya organism-organisem yang dipelajari, yang hamper memenuhi semua persyaratan suatu organism indikator yang ideal adalah Escherica coli dan kelompok bakteri coli lainnya. Bakteri-bakteri tersebut dianggap sebagai indikator polusi tinja yang dapat diandalkan. Escherichia Coli pertama kali diidentifikasikan oleh dokter hewan Jerman, Theodor Escherich dalam studinya mengenai sistem pencernaan pada bayi hewan. Pada 1885, beliau menggambarkan organisme ini sebagai komunitas bakteri coli (Escherich 1885) dengan membangun segala perlengkapan patogenitasnya di infeksi saluran pencernaan. Nama

Bacterium Coli sering digunakan sampai pada tahun 1991. Ketika Castellani dan Chalames menemukan genus Escherichia dan menyusun tipe spesies E. Coli. Escherichia coli dan bakteri coliform lain Escherichia coli adalah penghuni normal saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. Biasanya tidak patogenik, anggota lain kelompok koliform adalah Klebsiella pneumonia, yang tersebar ialah luas dialam terdapat dalam tanah, air, dan paddi-padian, dan juga dalam saluuran pencernaan manusia dan hewan. Eterobacter aerogenes, sejenis bakteri koliform yang terdapat dalam saluran pencernaan manusia dan juga terdapat dalam tanah, air, koliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri yang berbentuk batang gram negative, tidak membentuk spora, aerobic dan anaerobic fakultatif yang memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam wakti 48 jam pada suhu 350C.(sutedjo,1991). Kelompok koliform mempunyai beberapa cirri yang juga dimiliki oleh anggota-anggota genus Salmonella dan shigella, yaitu duagenera yang mempunyai spesies-spesies enteric patogenik. Namun, ada juga perbedaan biokimiawi utama yang nyata yaitu bahwa koliform dapat memfermentasikan lactose dengan menghasilkan asam dan gas, sedangkan salmonella dan shigella tidak memfermentasikan laktosa.(sutedjo,1991). II.2. URAIAN MIKROBA II.2.1. KLASIFIKASI MIKROBA a. Escherichia coli Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Species II.3. : : : : : : : Protista Protophyta Schyzomycutes Enterobacteriales Enterobacteriaceae Escherichia Escherichia Coli

MORFOLOGI MIKROBA

a. Escherihia coli E. Coli dari anggota family Enterobacteriaceae. Ukuran sel dengan panjang 2,0 6,0 m dan lebar 1,1 1,5 m. Bentuk sel dari bentuk seperti coocal hingga membentuk sepanjang ukuran filamentous. Tidak ditemukan spora.. E. Coli batang gram negatif. Selnya bisa terdapat tunggal,

berpasangan, dan dalam rantai pendek, biasanya tidak berkapsul.bakteri ini aerobic dan dapat juga aerobic fakultatif. E.coli berbentuk besar (2-3 mm), circular, konveks dan koloni tidak berpigemn pada nutrient dan media darah. E. Coli dapat bertahan hingga suhu 600C selama 15 menit atau pada 550C selama 60 menit. II.4. URAIAN BAHAN 1. Sampel Air sumur Pemerian Lokasi : cairan jernih tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa

: Jln. Tina Orima 3 kendari

Gambar

2. Media a. BGLB 2% ( Brilliant Green Lactose Bile Broth ) Pepton Ochsenyalle Lactose Brilliant gom 10 20 10 0,0137

b. MCB Pancreatic digest of gelatin Peptons Lactose Bile Salts Sodium chloride Netral ped Chrystal violet Cara pembuatan : Ambillah 50 gram Mac Conkey Broth. Larutkan dalam 1 liter air campur hingga merata. Panaskan sampai mendidih. Kemudian mesukan dalam autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit. 17 3 10 1,5 11,5 0,03 0,01

BAB III METODE PRAKTIKUM III.1. ALAT DAN BAHAN III.1.1. Alat-alta yang digunakan 1. Erlenmeyer 100 mL 2. Erlenmeyer 500 mL 3. Rak Tabung 4. Lampu Spiritus 5. Tabung Reaksi 6. Sprayer + Alkohol

7. Spoit 10 mL 8. Spoit 1 mL 9. Tabung Durham 10. Pipet Ukur 11. Karet Penghisap III.1.2. Bahan yang digunakan 1. MCB (Media) 2. BGLB 2 % (Media) 3. Aquadest 4. Air sumur 5. NaCl fisiologi 6. Alcohol 70% 7. Tissue 8. Minyak Bunsen

III.2. CARA KERJA III.2.1. Penyiapan sampel 1. Persiapan Alat Tabung reaksi di bersihkan sekitar 120 tabung, tabung durham juga di bersihkan. Kemudian di keringkan. Tabung durham di masukkan ke dalam tabung reaksi. 2. Perhitungan Media BGLB 2% = MCB = 20 gram 20 gram = 2/100 x 1000 = 2/100 x 1000

3. Pembuatan Media 1) Media MCB dan BGLB 2% di timbang masing- masing 20 g untuk 500 mL 2) Masukkan media ke dalam Erlenmeyer 3) Dilarutkan dengan air 500 mL, sedikit demi sedikit, di kocok.

4) Kemudian di sumbat dengan kapas. 5) Di panaskan ke dalam belanga sampai mendidih dan homogen. 6) Setelah di panaskan, media di dinginkan. Kemudian setiap media di pipet 9 mL dan di masukkan ke dalam tabung reaksi, yang telah berisi tabung durham di dalamnya. 7) Setelah semua tabung reaksi terisi oleh media, tabung-tabung itu di bungkus dengan kertas untuk di sterilisasikan ke dalam autoklaf dengan suhu 1210C selama 15 menit. 8) Setelah sterilisasi, media di dinginkan dan di simpan ke dalam kulkas untuk di gunakan keesokan harinya.

4. Prosedur Kerja 1. Di siapkan alat dan bahan 2. Di pipet sampel yakni air sumur sebanyak 10 mL, dan di masukkan ke dalam Erlenmeyer steril 3. Di pipet NaCl Fisiologis sebanyak 90 mL dan di masukkan ke dalam Erlenmeyer berisi sampel, di kocok hingga homogen. 4. Kemudian dilakukan faktor pengenceran sebanyak 2x. Di pipet 1 mL sampel di dalam Erlenmeyer steril (10-1) dan di masukkan ke dalam tabung reaksi (10-2) yang berisi 9 mL NaCl Fisiologis. Di kocok, kemudian di pipet kembali 1 mL sampel di dalam tabung reaksi (10-2) dan di masukkan ke dalam tabung reaksi (10-3) yang berisi 9 mL NaCl Fisiologis, dan di kocok homogen. 5. Setelah itu, di siapkan 9 tabung reaksi yang berisi 9 mL MCB dan di lengkapi tabung durham di dalamnya. 6. Di pipet 1 mL pengenceran 10-1 dan di masukkan ke masing_ masing 3 tabung reaksi MCB. Di lakukan hal yang sama pada pengenceran 10-2 dan 10-3. 7. Setelah itu, media di bungkus kembali dengan kertas dan di inkubasi pada suhu 350 -370C selama 2 x 24 jam. 8. Di lakukan pengamatan dan di catat tabung yang menunjukkan uji presumtif positif yaitu terbentuknya di dalam tabung durham dan perubahan warna media menjadi kuning. 9. Setelah di amati, di lakukan uji konfirmasi dengan di pindahkan 1 sengkelit biakan dengan menggunakan ose dari tabung yang menunjukkan uji presumtif positif ke dalam tabung reaksi yang berisi BGLB 2% sebanyak 10 mL yang di lengkapi tabung durham. 10. Kemudian di bungkus kembali dengan kertas dan di inkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 370C.

11. Setelah itu di lakukan pengamatan kembali dan di catat tabung yang menunjukkan reaksi positif yaitu terbentuknya gas dalam tabung durham.

BAB IV HASIL PENGAMATAN IV.1. I. HASIL PENGAMATAN

Tabel pengamatan Dalam percobaan MPN dengan sampel air sumur, terdapat beberapa tabung yang menunjukkan tabung positif pada uji persumtif dan uji konfirmasi, yakni sebagai berikut :

Uji Persumtif Hari / Tanggal Senin, 7-05-2012 Jumlah tabung positif 10


-1

AMP per gram/mL

10

-2

10

-3

> 1100

Uji Konfirmasi Hari / Tanggal Rabu, 9-05-2012 Jumlah tabung positif 10


-1

AMP per gram/mL --( Tidak terdapat pada table MPN )

10

-2

10

-3

a.

IV.2. GAMBAR PENGAMATAN Uji persumtif

1. Tabung reaksi yang berisi 9 mL MCB yang dilengkapi tabung durham

2. Hasil pengamatan setelah diinkubasi pada suhu 35-370C selama 48 jam

b. Uji Konfirmasi
1. Tabung reaksi yang berisi 10 mL BGLB 2% yang dilengkapi tabung durham

2. Hasil pengamatan setelah diinkubasi pada suhu 35-370C selama 48 jam

IV.3.

PERHITUNGAN

Dalam percobaan kali ini kami tidak dapat melakukan perhitungan, karena kami gagal dalam melakukan percobaan dengan menggunakan metode MPN (Most probable Number) pada saat melakukan uji konfirmasi, jumlah tabung yang kami peroleh 0-3-3 yakni : 0 pada pengenceran 10-1 3 pada pengenceran 10-2 3 pada pengenceran 10-3 Sehingga hasil yang diperoleh tidak terdapat pada tabel MPN yang ada.

BAB V PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini yakni metode MPN (Most probable number) yaitu metode pengujian untuk memperlihatkan kualitas mikrobiologi bakteri coliform dalam air seperti bakteri Eschechia coli ,salmonella dan lain-lain. Dimana tuuan praktikum ini adalah untuk mengetahui kadar dan prinsip uju MPN (Most Probable Number) pada sedian air. Semua tehnik dan prosedur pengerjaan praktikum dilakukan dengan tehnik aseptic,baik pada alat-alat yang digunakan maupun pada bahan-bahan yang akan dipakai pada praktikum kali ini. Dalam metode MPN (Most probable number) digunakan medium air,berbeda dengan metode cawan yang menggunakan medium padat (agar). Perhitungan pun dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu ditandai dengan pertumbuhan oleh mikroba setelah proses inkubasi pada suhu dan waktu rettentu. Pengamatan tabung positif dapat dilihat dengan timbulnya kekeruhan dan perubahan warna atau terbentuknya gas dalam tabung durham. Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah erlenmeyer 250 ml dan 500 ml, rak tabung, lampu spiritus, tabung reaksi, tabung durham, sprayer, alkohol, spoit, pipet ukur, dan karet pengisap. Serta bahan-bahan yang digunakan adalah aquadest,NaCL Fisiologis, air sumur sebagai sampel,dan media yaitu MCB dan BGLB 2% media. Alat-alat tersebut kemudian dibersihkan dengan menggunakan air dan dikeringkan Pada proses pembuatan media yaitu MCB (Mac conkey broth) dan BGLG (Brilliant Green lactose Broth) masing-masing media ditimbang 20 gram dalam 500 mL aquadest lalu dimasukan kedalam Erlenmeyer 50 mL dan dikocok hingga homogen, kemudian Erlenmeyer disumbat kapas dan dimasukan kedalam belanga sampai memndidih dan homogen. Setelah dipanaskan, media tersebut didinginkan, kemudian setiap media dipipet 9 mL dan dimasukan kedalam tabung reaksi yang telah berisi tabung durham setelah semua tabung terisi oleh media, tabung tersebut dibungkus dengan kertas untuk disterilisasikan dalam autoklaf selama 15 menit pada suhu 1210C , setelah selesai didinginkan dan disimpan kedalam kulkas untuk digunakan uji lanjut Dalam percobaan ini,prosedur kerja uji MPN (Most Probable Number) , sampel yang digunakan adalah air sumur , dipipet 10 mL dan dimasukan kedalam Erlenmeyer steril ,kemudian dipipet 90 mL NaCL Fisiologis untuk pengenceran sampel dan dimasukan dalam Erlenmeyer berisi sampel,itu adalah pengenceran pertama (10-1),kocok homogen. Kemudian dilakukan pengenceran kedua (10-2) dan ketiga (10-3) , yang berisi 9 mL NaCL Fisiologis dalam tabung reaksi. Kemudian disiapkan Sembilan tabung reaksi berisi media MCB (Mac Conkey Borth) yang dilengkapi tabung durham , dipipet 1 mL dari pengenceran 10-1 dan dimasukan kemasing-masing tiga tabung reaksi MCB (Mac Conkey Bort). Dilakukan hal-hal yang sama pada pengenceran 10-2 dan 10-3 ,kemudian media dibungkus kembali dengan kertas dan

diinkkubasi pada suhu sedang yakni 350-370C selama 2 x 24 jam. Setelah itu dilakukan pengamatan dan dicatat jumlah tabung yang menunjukan uji presumtif pasif yaitu terbentuknya gas dalam tabung durham dan perubahan warna media menjadi kuning atau keruh. Dengan demikian didapat tabel hasil pengamatan pada sampel air sumur pada hari senin 07/05/2012 pukul 14.30, yakni sebagai berikut : Hari / Tanggal Senin, 7-05-2012 Jumlah tabung positif 10
-1

AMP per gram/mL

10

-2

10

-3

> 1100

Berdasarkan table pengamatan tersebut diperoleh hasil yang menunjukan bahwa jumlah tabung positif pada percobaan MPN persatuan volume atau massa sampel yakni diperoleh tiga tabung positif dari pengenceran 1/10 (10-1), dan tiga tabung positif dari pengnceran 1/1000 (103

) sehingga berdasarkan table MPN (Most Probable Number) angka yang diperoleh yakni

>11000 jumlah bakteri coliform dalam tiap gram atau tiap ml. Setelah itu dilakukan uji konfirmasi atau uji lanjut dengan tujuan untuk memastikan jumlah bakteri coliform yang terdapat pada tabung yang telah dilakukan uji presumtif. Uji konfirmasi dilakukan dengan proses pemindahan satu sengkelit biakan dengan menggunakankemudian dibun ose dari tabung yang menunjukan uji persumtif kedalam tabung reaksi yang berisi BGLB 2% sebanyak 10 ml,yang telah dilengkapi dengan tabung durham,kemudan dibungkus kemali dengan kertas dan diinkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 350-370C. Setelah itu dilakukan pengamatan kembali serta dicatat tabung yang menunjukan reaksi positif yaitu terbentuknya gas dalam tabung durham. Pada pengamatan uji konfirmasi diperoleh hasil pengamatan pada sampel air sumur pada hari rabu tanggal 09/05/2012 jam 16.00, yakni sebagai berikut : Hari / Tanggal Rabu, 9-05-2012 Jumlah tabung positif 10-1 0 10-2 3 10-3 3 --(Tidak terdapat pada table MPN) AMP per gram/mL

Berdasarkan tabel pengamatan tersebut diperoleh hasil yang menghasilkan bahwa jumlah tabung positif yakni diperoleh nol tabung positif (tidak ada tabung positif) dari pengnceran 1/10

(10-1) , tiga tabung positif dari pengenceran 1/100 (10-2) , serta tiga tabung positif dari pengenceran 1/1000 (10-3) Hasil yang diperoleh, tidaklah sesuai berdasarkan table MPN (Most Probable Number) yang ada , hal ini terjadi dimungkinkan karena kurang telitinya atau terjadi kesalahan pada saat pemindahan sengkelit, dan juga percobaan dilakukan tidak secara aseptik pada saat praktikum berlangsung.. kemungkinan selanjutnya yakni pada saat pemindahan sengkelit pada label (pelabelan) sehingga jumlah angka bakteri coliform dalam tiap gram atai tiap ml tersebut tidaklah sesuai dengan table MPN (Most Probable Number) yang ada. .

BAB VI PENUTUP VI.1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan, dapat disimpulkan beberapa hal yakni sebagai berikut : a Uji Persumtif Hari / Tanggal Senin, 7-05-2012 b Uji Konfirmasi Hari / Tanggal Rabu, 9-05-2012 Jumlah tabung positif 10-1 0 10-2 3 10-3 3 --(Tidak terdapat pada table MPN) AMP per gram/mL Jumlah tabung positif 10-1 3 10-2 3 10-3 3 > 1100 AMP per gram/mL

VI.2.

SARAN Adapun saran yang ingin diajukan dalam pelaksanakan praktikum ini adalah diharapkan

semua praktikan lebih serius dan disiplin lagi dalam melakukan praktikum berikutnya. Dan sebaiknya para praktikan sebelum melakukan sterilisasi harus melakukan berdasarkan prosedur

tehnik pengerjaan yakni pengerjaan atau prosedur kegiatan di laboratorium mikrobiologi harus dikerjakan secara aseptic. Dengan tujuan untuk mencegah adanya kontaminasi silang atau tercemarnya biakan murni dari mikroorganisme luar baik melalui kontak langsung dengan permukaan atau tangan sekaligus melindungi diri dari infeksi dan orangorang yang berada di dalam laboratorium. DAFTAR PUSTAKA BPOM RI. 2006. Metode Analisis Mikrobiologi Suplemen 2000. Pusat Pengujian Obat Dan Makanan Badan Pengawasan Obat Dan Makanan Republik Indonesia : Jakarta. Hadioetomo, R.S 1993. Mikrobiologi dasar dalam praktek teknik dan prosedur dasar laboratorium. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta Lalo, Ahmad., dkk, 2012. Penuntun Praktikum Mikrobilologi dan Parasitologi.Akfar Bina Husada : Kendari Lay, Bibiana W. 1994. Anaisis Mikroba di aboratorium. PT RajaGrafindo Persada : Jakarta. Sutedjo, M.M. 1991. Mikrobiologi tanah. Rineka Cipta : Jakarta Waluyo Lud, 2007. Edisi Revisi Mikrobiologi Umu. Penerbit UMM PRESS : Malang. file:///C:/Users/speedy/Downloads/mikrobiologi%20modul%204%20_%20dizzideepinsohard-blog.htm

Beberapa ciri penting suatu organisme indikator ialah : 1) Terdapat dalam air tercemar dan tidak ada dalam air yang tidak tercemar. 2) Terdalam dalam air bila ada bakteri pathogen. 3) Jumlah mikroorganisme indikator berkorelasi dengan kadar polusi. 4) Mempunyai kemampuan bertahan hidup yang lebih besar daripada bakteri patogen. 5) Mempunyai sifat yang seragam dan mantap. 6) Tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. 7) Terdapat dalam jumlah yang lebih banyak daripada bakteri patogen. 8) Mudah dideteksi dengan teknik-teknik laboratorium yang sederhana. Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtive test), uji penetapan (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Dalam uji tahap pertama, keberadaan coliform masih dalam tingkat probabilitas rendah; masih dalam dugaan. Uji ini mendeteksi sifat fermentatif coliform dalam sampel. Karena beberapa jenis bakteri selain coliform juga memiliki sifat fermentatif, diperlukan uji konfirmasi untuk mengetes kembali kebenaran adanya coliform dengan bantuan medium selektif diferensial. Uji

kelengkapan kembali meyakinkan hasil tes uji konfirmasi dengan mendeteksi sifat fermentatif dan pengamatan mikroskop terhadap ciri-ciri coliform: berbentuk batang, Gram negatif, tidak-berspora (Fardiaz,1989). Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu 1. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. 2. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. 3. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. 4. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidoglikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm). Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif yaitu: Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu: Struktur dinding selnya tipis, sekitar 10 15 mm, berlapis tiga atau multilayer. Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%), peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku, sebelah dalam dengan jumlah sedikit 10% dari berat kering, tidak mengandung asam tekoat. Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. Tidak resisten terhadap gangguan fisik. Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat Peka terhadap streptomisin Toksin yang dibentuk Endotoksin Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu: Struktur dinding selnya tebal, sekitar 15-80 nm, berlapis tunggal atau monolayer. Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%), peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Mengandung asam tekoat. Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.

Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. Lebih resisten terhadap gangguan fisik. Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut Tidak peka terhadap streptomisin Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin