Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN KADAR RHODAMIN B PADA MINUMAN BERWARNA YANG DIJUAL DI DAERAH MANAHAN

Disusun oleh : Asti Dwi Nugraheni (A.102.08.006) Desy Novianitasari Elis Dwi Safitri Henny Anggitarani (A.102.08.014) (A.102.08.022) (A.102.08.030)

AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL SURAKARTA 2014

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting dan juga merupakan faktor yang sangat esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Menariknya penampilan makanan, lezatnya rasa makanan dan tingginya nilai gizi makanan yang dikonsumsi apabila tidak aman untuk dikonsumsi maka makanan tersebut tidak ada nilainya sama sekali (Winarno dan Rahayu, 1994). Salah satu masalah dalam dunia pangan yang masih memerlukan perhatian dan pemecahan adalah pengawasan penggunaan bahan tambahan pangan untuk berbagai keperluan. Penggunaan bahan tambahan pangan terutama penambahan pewarna buatan biasanya dilakukan oleh industri pengolahan pangan maupun pembuat makanan jajanan baik industri kecil maupun rumah tangga (Depkes RI, 2006). Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat terutama untuk anak-anak. Anak-anak cenderung memilih makanan jajanan yang memiliki penampilan fisik menarik seperti bentuk yang unik ataupun warna yang mencolok. Makanan jajanan tersebut ternyata memiliki resiko terhadap kesehatan karena ada beberapa faktor yang dapat menjadikan makanan tersebut menjadi beresiko seperti penanganan yang tidak higienis yang memungkinkan makanan tersebut terkontaminasi oleh mikroba maupun penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diijinkan (Supraptini, 1996) Rhodamin B adalah pewarna terlarang yang sering ditemukan pada makanan terutama makanan jajanan. Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar atau berfluoresensi. Rhodamin B merupakan zat warna golongan xanthenes dyes yang digunakan pada industri tekstil dan kertas serta sebagai pewarna kain. Menurut WHO, rhodamin B berbahaya bagi kesehatan manusia karena sifat kimia dan kandungan logam beratnya. Rhodamin b mengandung senyawa klorin (Cl). Senyawa klorin ini merupakan senyawa halogen yang berbahaya dan reaktif. Jika tertelan maka senyawa ini akan berusaha mencapai kestabilan dalam tubuh dengan cara mengikat senyawa lain dalam tubuh, hal ini yang bersifat racun bagi tubuh. Selain itu rhodamin B juga memiliki senyawa pengalkilasi (CH3-CH3) yang bersifat radikal sehingga dapat berikatan dengan protein, lemak dan DNA dalam tubuh. Selain itu Rhodamin B juga bersifat karsinogenik yang

ditandai dengan gejala adanya perbesaran hati, ginjal dan limfa diikuti perubahan anatomi berupa pembesaran organnya (Anggraini, 2008) Konsumsi rhodamin B secara terus menerus dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kanker hati dan kerusakan ginjal (Sugiyatmi, 2006). Namun demikian, bila terpapar rhodamin B dalm jumlah besar maka dalam waktu singkat akan terjadi gejal akut keracunan rhodamin B(Yuliarti, 2007). Alasan peneliti memilih subyek penelitian ini anak anak sekolah karena mereka memiliki uang jajan yang terbatas sehingga mereka lebih banyak memilih jajanan yang harganya lebih terjangkau untuk kantong mereka tanpa memperhatikan kualitas dari jajanan yang mereka beli. Hal ini diperkuat oleh jurnal dari Supraptini tahun 1996 yang mengatakan bahwa anak-anak cenderung memilih makanan jajanan yang memiliki penampilan fisik menarik seperti bentuk yang unik ataupun warna yang mencolok. Lokasi yang dipakai oleh peneliti adalah daerah Manahan karena di daerah tersebut banyak ditemukan adanya penjual jajanan (minuman berwarna) yang dijual tanpa ijin dari BPOM atau P/IRT. Selain itu didaerah Manahan juga ditemukan beberapa sekolah, sehingga anak anak yang bersekolah di daerah tersebut berpotensi besar untuk membeli jajanan (minuman berwarna) tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah terdapat Rhodamin B pada minuman berwarna pada penjual di daerah Manahan? 2. Berapa banyak penjual minuman berwarna yang memakai zat pewarna Rhodamin B?

C. TUJUAN PENELITIAN 1. TUJUAN UMUM 1) Untuk mengetahui bahaya mengkonsumsi zat pewarna Rodamin B pada kesehatan 2) Untuk mengidentifikasi adanya zat pewarna Rhodamin B pada minuman berwarna mencolok yang dijual di daerah Manahan 2. TUJUAN KHUSUS Untuk menginformasikan pada masyarakat agar tidak hanya tertarik pada warna dan kemasan minuman tersebut

D. MANFAAT PENELITIAN 1. MANFAAT TEORITIS Untuk memperkuat teori yang dikemukakan oleh Rahayu dan Winarno tahun 1994 yang menyatakan bahwa menariknya penampilan makanan, lezatnya rasa makanan dan tingginya nilai gizi makanan yang dikonsumsi apabila tidak aman untuk dikonsumsi maka makanan tersebut tidak ada nilainya sama sekali. 2. MANFAAT PRAKTIS 1) Subyek Penelitian Untuk menginformasikan bahaya penggunaan zat pewarna Rhodamin B pada penjual sehingga penjual tidak lagi menggunakan zat pewarna tersebut pada minuman yang dijualnya 2) Lembaga BPOM a. Agar BPOM melakukan pengawasan dan melakukan tindak lanjut penggunaan Rhodamin B pada minuman yang dijual oleh pedagang kaki lima b. Untuk evaluasi pengendalian pemakaian zak pewarna Rhodamin B yang beredar bebas di masyarakat