Anda di halaman 1dari 7

Andrografolida dari daun sambiloto

Indonesia sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam, merupakan negara yang sangat potensial dalam bahan baku obat. Terdapat ribuan jenis tumbuhan yang diduga berkhasiat sebagai obat.Sudah sejak lama secara turun temurun dimanfaatkan oleh masyarakat, biasanya selain sebagai obat juga digunakan untuk pencegahan dan pemulihan stamina serta kosmetik.(1) Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah sejenis tanaman herba dari famili Acanthaceae, yang berasal dari India dan Sri Lanka.Sambiloto juga dapat dijumpai di daerah lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua Amerika.Genus Andrographis memiliki 28 spesies herba, namun hanya sedikit yang berkhasiat medis, salah satunya adalah Andrographis paniculata (sambiloto).Daun sambiloto banyak mengandung senyawa Andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik.Senyawa kimia yang rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun1911.(1)

Gambar 1. Daun sambiloto(4) Sambiloto merupakan tumbuhan khas tropis tergolong tanaman terna (perdu) yang tumbuh di berbagai habitat, seperti pinggiran sawah, kebun, atau hutan.Sambiloto memiliki batang berkayu berbentuk bulat dan segi empat serta memiliki banyak cabang (monopodial).Daun tunggal saling berhadapan, berbentuk pedang (lanset) dengan tepi rata (integer) dan permukaannya halus, berwarna hijau.Bunganya berwarna putih keunguan, bunga berbentuk jorong (bulan panjang)

dengan pangkal dan ujung lancip.Buah berbentuk memanjang sampai jorong kecil, bila tua akan pecah menjadi 4 keping, sedang bijinya berbentuk gepeng. Di India bunga dan buah bisa dijumpai pada bulan Oktober atau antara Maret sampai Juli.Di Australia bunga dan buah antara bulan Nopember sampai Juni, sedang di Indonesia bunga dan buah dan ditemukan sepanjang tahun.(1) Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka seperti kebun, tepi sungai tanah kosong yang agak lembap atau dipekarangan.Perbanyakan tanamanini dengan menggunakan biji atau stek batang.Waktu panen herba sambiloto dipanen sewaktu tumbuhan ini berumur 3-4 bulan setelah tanam, yakni pada saat pertanaman mulai berbunga.Pemanenan dilakukan dengan cara dipangkas sekitar 15-20 cm di atas permukaan tanah. Setelah dicuci, kemudian dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.(1) Tanaman sambiloto diklasifikasikan menjadi Divisi Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Subkelas Gamopetalae, Ordo Personales, Familia Acanthaceae, Subfamilia Acanthoidae, Genus Andrographis Spesies Andrographis paniculata, Ness.syonimnya adalah Justicia stricta, Lamk. atau J.paniculata, Burm. atau J.latebrosa, Russ(1) Di beberapa tempat di dunia tanaman sambiloto dikenal dengan berbagai istilah diantaranya adalah Ki Oray, Ki Peurat, Takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).(1) Kandungan dan Khasiat Tanaman Sambiloto Tumbuhan sambiloto ini kaya dengan berbagai kandungan zat yang berguna bagi kesehatan manusia. Diantaranya laktone dari cabang dan daun tersebut yaitu berupa deoxy andrographolide, neoandrographolide,14-deoxy-11,12 didehydroandrographolide dan hormoandrographolide. Flavonoid dari akar berupa polimetoxyflavone,andrographin, panicolin, mono-o-methilwithin dan apigenin-7-4dimethyl ether, alkane, ketone, aldehyde, kalium, kalsium, natrium, dan asam kersik(1). Senyawa identitas dari daun sambiloto ini adalah senyawa andrographolida. Berdasarkan berbagai literatur hasil penelitian dan pengalaman dari berbagai daerah dan negara, tumbuhan sambiloto dapat mengobati penyakit typus abdominalis, disentri basiler, diare, flu, sakit kepala, demam, panas, radang paru,

radang saluran napas, TBC paru, batuk rejan, darah tinggi, infeksi mulut, amandel, radang tenggorokan, kencing manis, kencing nanah (gonorrhoea), kolesterol, asam urat, dan demam(2). Herba yang termasuk kedalam familia acanthaceae ini selain sebagai antidiabetes, analgetik, dan antipiretik , juga memiliki beberapa khasiat yang sangat bermanfaat bagi manusia, diantaranya adalah sebagai anti racun, anti radang, dan anti bengkak. Obat ini merusak sel tropocyt dan tropoblast berperan dalam kondensasi cytoplasma dari sel tumor, piknosis menghacurkan intiselnya.Tumbuhan ini efektif untuk infeksi dan merangsang phagositosis.Mempunyai efek hipoglikemik, hipoterminan, hepatoprotektor, diuretik, dan antibakteri(1) Andrograpolida dari Daun Sambiloto Herba ini berkhasiat bakteriostatik pada Staphylococcus aureus, Psedomonas aeruginosa, Proteus vulgaris, Shigella dysenteriae, dan Escherichia coli. Herba ini sangat efektif untuk pengobatan infeksi, In Vitro, air rebusannya merangsang daya fagositosis sel darah putih. Andrographolida menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci. Andrographolida dapat mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta.Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskemik, efek pada resparasi sel, sifat kholeretik, antiinflamasi dan antibakteri. Komponen aktifnya seperti neoandrografolid, andrografolid, deoksiandrografolid dan 14-deoksi-11, 12-didehidroandrografolid berkhasiat sebagai anti radang dan antipiretik(2).

Gambar 2. Struktur Andrographolida(4)

Daun sambiloto yang memiliki sifat kimiawi berasa pahit, dingin, memiliki kandungan kimia sebagai berikut: daun dan percabangannya mengandung diterpen laktone yang terdiri dari andrographolida, neo andrographolida, deoksiandrographolida, dehidroandrographolida, flavonoid, tannin dan saponin.Senyawa yang dominan paling aktif adalah andrograpolida. Berdasarkan penelitian andrograpolida ini berkhasiat sebagai antidiabetes, analgesik, antipiretik.Andrographolida sekurangnya-kurangnya 1% dalam daun dan percabangan sambiloto. Andrographolida memiliki sifat kalmegin, zat amorf dan hablur kuning, pahit sampai sangat pahit(7)

cara meningkatkan kadar betaendorfin dalam plasma, betaendorfin merupakan suatu neurotransmitter yang dapat berefek analgesik (pereda rasa sakit) dan antipiretik (penurun demam). Dan andrograpolida juga berkhasiat sebagai antidiabetes. Dimana kondisi stres akan dapat mengacaukan metabolisme tubuh sehingga pasien akan sulit mengendalikan kadar gula darah(7).

Andrograpolida berkhasiat sebagai analgesik dan antipiretik adalah dengan

Andrograpolida berkhasiat untuk menurunkan aktivitas pembentukkan glukosa dari senyawa-senyawa nonkarbohidrat seperti piruvat dan laktat. Dengan begitu kadar gula darah pasien dapat dikendalikan. Kandungan aktif dari tanaman sambiloto terbukti aman, karena berdasarkan jurnal penelitian hasil uji toksisitas akut menunjukkan LD50 sambiloto mencapai 27,5 g/kg/BB artinya herbal itu aman dikonsumsi karena efek toksik hanya muncul pada dosis yang sangat tinggi. Pada pasien dengan berat badan 60 kg akan berefek racun bila mengkonsumsi lebih dari 1,65 kg(7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 tanaman obat tradisional Indonesia yang diskrining aktivitasantikanker dengan metode HTS, akhirnya diperolehlead compound (senyawa penuntun) yaitu senyawaandrografolida dari herba sambiloto ( AndrographispaniculataNees) yang memiliki aktivitas inhibitorenzim DNA topoisomerase II. Untuk mengembangkanlead compound yaitu senyawa andrografolidamenjadi obat antikanker yang selektif dapat digunakanmetode Selective Apoptosis Antineoplastic Drug (SAAND)(1).

Andrographolida secara umum termasuk ke dalam golongan senyawa terpenoid, khususnya diterpen lakton. Berikut adalah skema jalur metabolisme
senyawa terpenoid secara umum, yaitu :

Gambar 3. Jalur metabolisme terpenoid secara umum Terpenoid dihasilkan melalui jalur asam mevalonat.Terpenoid disusun oleh kelipatan lima dari kerangka karbon dikenal dengan unit isoprena (C5) .Unit-unit ini bergabung secara teratur mengikuti kaidah kepala dari unit yang satu berikatan dengan ekor dari unit yang lain (head and tail combination).Jadi Terpenoid terdiri dari dua atau lebih unit isoprena yang berikatan secara teratur.

Gambar 4. Skema pembentukan diterpen Isolasi dan identifikasi senyawa andrographolidadari Herba Sambiloto : Isolasi senyawa andrografolida bisa dilakukan dengan Metode Matsuda, 1994, dan isolasi senyawa andrograpolide dari tanaman sambiloto ini berdasarkan jurnal penelitian yang ada yaitu sebagai berikut: 1. 1. Pembuatan serbuk herba sambiloto:(1)

Tanaman sambiloto yang telah di panen sesuai ketentuan dibersihkan dengan air, kemudian dipotong-potong dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 40-50 derajat celcius. Setelah kering dihaluskan dengan mesin grinder untuk menghasilkan serbuk kering herba sambiloto 1. 2. Isolasi dan identifikasi herba sambiloto:(1)

Serbuk herba sambiloto di maserasi dengan metanol pada suhu 60oC selama 24 jam, maserasi dilakukan sampai 5 kali. Hasil maserasi disaring dan dipekatkan dengan rotavapour. Ekstrak kental metanol dipartisikan dengan air dan etil asetat 1:1 dengan menggunakan corong pisah. Fraksi etil asetat dikumpulkan dan diuapkan

dengan rotavapour. Andrograpolide yang masih kotor dimurnikan dengan proses rekristalisasi dengan metanol panas / kromatografi kolom dengan eluen kloroform : metanol sehingga terbentuk kristal andrograpolida. Selanjutnya diidentifikasi dengan spektrofotometri FTIR, 1H-13CNMR dan MS serta dibandingkan dengan andrograpolida standar dari Aldrich.