Anda di halaman 1dari 6

KEGIATAN I RESEPTOR RASA 1.

Dasar Teori Panca indera adalah organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis rangsangan tertentu. Serabut saraf yang melayaninya merupakan alat perantara yang membawa kesan rasa dari organ indera menuju otak, dimana perasaan itu ditafsirkan. Beberapa kesan rasa timbul dari luar, seperti sentuhan, pengecapan, penglihatan dan penciuman juga pendengaran. Dalam segala hal serabut sarafsaraf sensorik dilengkapi dengan ujung akhir, khusus yang berfungsi untuk mengumpulkan rangsangan perasaan yang khas itu dimana setiap organ berhubungan. Nampaknya seolah-olah kita mengecap dengan ujung syaraf pada lidah, mendengar dengan saraf dalam telinga dan seterusnya, tetapi sesungguhnya otaklah yang menilai semua perasaan itu (Gunawan, 2001). Pada hakikatnya indera pengecap mempunyai hubungan yang sangat erat dengan indera khusus pengecap. Lidah sebagian besar terdiri dari dua kelompok otot. Otot intrisik lidah melakukan semua gerakan khusus sementara otot ekstrisik mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya serta melaksanakan gerakan-gerakan kasar yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan pada langit-langit dan gigi dan akhirnya mendorong ke faring (Gunawan, 2001). Lidah terletak pada dasar mulut sementara pembuluh darah dan urat syaraf masuk dan keluar pada akarnya. Ujung serta pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi-gigi bawah. Sementara dorsum merupakan permukaan

melengkung pada bagian atas lidah. Bila lidah digulungkan ke belakang, maka tampaklah permukaan bawahnya yang disebut frenulum linguale, sebuah struktur ligament halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada dasar mulut. Bagian anterior lidah bebas tidak terkait. Bila dijulurkan maka ujung lidah berbentuk bulat. Selaput lendir membran mukosa ludah selalu lembab dan pada waktu sehat berwarna merah jambu. Permukaan atasnya seperti beludru dan ditutupi papil-papil yang terdiri atas tiga jerus (Parce, 2005).

Agar suatu zat terasakan zat tersebut harus larut dalam kelembaban mulut. Hanya bila ada dalam larutan zat itu baru dapat menstimulasikan rasa. Dapat dibedakan empat tancup rasa secara morfologis. Kebanyakan terletak di permukaan lidah walaupun beberapa ditemukan di langit-langit lunak (Kimball, 1992). Pada lidah terdapat kemoreseptor yang merespon rasa asin, manis, asam dan pahit. Kemoreseptor ini berfungsi untuk menangkap rangsangan yang bersifat senyawa kimia yang larut dalam air. Bagian-bagian lidah terdapat puting kemoreseptor adalah: a. Bagian tepi depan merasakan manis b.Bagian belakang merasakan pahit c. Bagian samping merasakan asam d. Bagian depan merasakan asin 2. Cara Kerja 1. Mintalah pasangan praktikan anda untuk berkumur, kemudian keringkan lidahnya dengan kertas hisap (sebaiknya relawan tutup mata), 2. Celupkan aplikator ke dalam larutan asam, buanglah kelebihan larutan dengan menekan pada sisi pinggan, 3. Sentuhlah aplikator pada daerah ujung, sepanjang sisi tengah dan belakang lidah pasangan anda, 4. Tulislah tanda (+) pada daerah peta rasa yang sesuai jika ia merasakan larutan tersebut. Tuliskan tanda (-) pada daerah peta rasa yang sesuai jika daerah tertentu yang disentuh tidak sensitive terhadap larutan yang diuji. 5. Ulangi prosedur di atas dengan menggunakan ketiga larutan lainnya, satu demi satu.

3. Hasil Pengamatan No 1 2 3 4 5 Nama Kurniawan Nani Yulia Fratica Mael Findy Vandini Lone Winda Rivanti Mozin Fadriyanti Manis + + + + + Asam + + + + + Asin + + + + + Pahit + + + + +

4. Pembahasan Setiap bagian lidah memiliki letak reseptor yang berbeda terhadap rasa. Lidah adalah organ pengecap, pada lidah terdapat reseptor untuk rasa. Reseptor ini peka terhadap stimulus dari zat-zat kimia, sehingga disebut kemoreseptor. Reseptor tersebut adalah kuncup-kuncup pengecap (taste buds). Sensasi pengecapan terjadi karena rangsangan terhadap berbagai reseptor pengecapan, ada sedikitnya 11 reseptor kimia yang ada pada sel-sel pengecapan, antara lain: 2 reseptor natrium, 2 reseptor kallium,1 reseptor klorida, 1 reseptor adenosine, 1 reseptor inosin, 1 reseptor manis, 1 reseptor pahit, 1 reseptor glutamate, dan 1 reseptor ion hydrogen. Kemampuan reseptor tersebut dikumpulkan 5 kategori umum asam, asin, pahit dan manis. Rasa Asam, disebabkan oleh asam karena konsentrasi ion hydrogen. Rasa Asin, dihasilkan oleh garam yang terionisasi karena konsentrasi Na. Rasa Manis, di bentuk oleh beberapa zat kimia organik (gula, glikol, alcohol, aldehide, keton, asam amino). Dan garam anoraganik dari timah dan berilium. Rasa pahit, juga tidak dibentuk oleh suatu zat kimia, zat pembentuk rasa manis bila terjadi perubahan pada struktur kimianya dapat menjadi pahit (Nurbaeti, 2011). Rasa manis terletak pada ujung lidah, asam terletak pada tepi belakang lidah, pahit pada pangkal lidah, asin pada samping depan lidah. Pada lidah reseptor resptor yang sensitif terhadap rasa manis terdapat pada ujung lidah. Sedangkan pada lidah reseptor-reseptor yang sensitif terhadap rasa asam terdapat pada tepi belakang lidah. Pangkal lidah sensitif terhadap rasa pahit. (Nurbaeti, 2011).

Dari percobaan yang telah kami lakukan, semua praktikan dapat merespon berbagai rasa yang di berikan kepada praktikan, baik itu manis, asam, asin, dan pahit. Lidah seseorang memiliki reseptor lidah yang sama. Namun tingkat sensivitas lidah seseorang ada yang berbeda. Hal ini disebabkan struktur dari lidah itu sendiri yang rusak atau tidak bagus akibat dari pola makan yang salah dari seseorang. Hal lain yang mempengaruhi sensitivitas adalah proses penghantaran rangsang dari organ menuju otak, hal tersebut terjadi pada orang yang kondisi tubuhnya lemah (sakit), sehingga daya rangsang terhadap rasa berkurang. 5. Kesimpulan Dari praktikum ini kami dapat disimpulkan bahwa setiap praktikan yang melakukan pengujian, semuanya memilki bentuk peta pengecap yang sama. Ini membuktikan bahwa lidah dari tiap praktikan masih normal dan masih baik sehingga dapat merespon perbedaan rasa yang diujikan pada lidah mereka.

LAMPIRAN

Mengeringkan permukaan lidah dengan tissue

Menyentuh aplikator pada daerah ujung, sepanjang sisi tengah, dan belakang lidah

Daftar Pustaka

Parce, 2005. Biologi Kedokteran I. Bogor : Erlangga Gunawan, L. 2001. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Yogyakarta : Kanisius Kimball, 1992. Fisiologi Manusia. Malang : FMIPA UM. Nurbaeti, 2011. Alat Indera Pada Manusia. Jakarta : Gramedia

Anda mungkin juga menyukai