Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK USIA 3 BULAN DENGAN HIDROCEPHALUS NON PEMBEDAHAN (TAPPING) DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH DR. SOETOMO SURABAYA I. Pengertian Hidrocephalus adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan intrkranial yang disebabkan karena adanya penumpukan cerebrospinal fluid didalam ventrikel otak (Sharon & Terry !""# $"$%. II. &tiologi dan karakteristik Hidrosefalus disebabkan oleh !. 'elainan kongenital gangguan perkembangan janin didalam rahim. $. (idapat ). Infeksi di sebabkan oleh perlengketan meningen akibat infeksi dapat terjadi pelebaran ventrikel pada masa akut ( misal *eningitis % ). +eoplasma ). Perdarahan , misalnya perdarahan otak sebelum atau sesudah lahir. -erdasarkan letak obstruksi .SS, hidrosefalus pada bayi dan anak ini juga terbagi dalam dua bagian yaitu / 1) Hidrosefalus komunikan 0pabila obstruksinya terdapat pada rongga subaracnoid, sehingga terdapat aliran bebas .SS dalam sistem ventrikel sampai ke tempat sumbatan. 2) Hidrosefalus non komunikan 0pabila obstruksinya terdapat didalam sistem ventrikel sehingga menghambat aliran bebas dari .SS. -iasanya gangguan yang terjadi pada hidrosefalus kongenital adalah pada sistem ventrikel sehingga terjadi bentuk hidrosefalus non komunikan. III. *anifestasi klinis -ayi / 'epala menjadi makin besar 1ontanela anterior makin menonjol, sehingga fontanela menjadi tegang, keras, sedikit tinggi dari permukaan tengkorak. 2ena pada kulit kepala dilatasi dan terlihat jelas saat bayi menangis Terdapat .racked pot sign

*ata melihat keba3ah (tanda setting sun% *udah terstimulasi 4e3el 5emah 'emampuan makan kurang Perubahan kesadaran 6pisthotonus Spastik pada ekstremitas ba3ah Pada masa bayi, dengan malformasi 0rnold7.hiari, bayi mengalami kesulitan menelan, bunyi nafas stridor, kesulitan bernafas, apnea, aspirasi, dan tidak ada refleks muntah. Tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti / *ual *au muntah 6edema papil saraf 8elisah *enangis dengan suara ringgi (pitched% Peningkatan sistole pada tekanan darah, penurunan nadi, peningkatan

pernafasan dan tidak teratur Perubahan pupil, lethargi 9 stupor. Pada pemeriksaan penunjang ditemukan sutura belum menutup:melebar .SS dengan atau tanpa kuman dengan biakan dimana protein .SS normal atau menurun, 5eukosit meningkat:tetap dan glukosa menurun atau tetap. Peningkatan tonus otot ekstrimitas Tanda 9 tanda fisik lainnya (ahi menonjol bersinar atau mengkilat dan pembuluh 9 pembuluh darah terlihat jelas. 0lis mata dan bulu mata ke atas, sehingga sclera telihat seolah 9 olah di atas iris. -ayi tidak dapat melihat ke atas, ;sunset eyes< Strabismus, atropi optik. +ystagmus (mata bergerak dengan sendirinya% 0nak:-ayi sulit mengangkat dan menahan kepalanya ke atas. I2. *anifestasi klinis Penyakit ini biasanya dimanifestasikan dalam bentuk adanya infeksi geeneral pada umumnya seperti demam, mungkin juga didapati adanya sakit kepala yang hebat, photophobia, kaku kuduk, didapatinya tanda kernig dan tanda brud=inski.

2.

Pathofisiologi Infeksi +eoplasma Perdarahan

'elaianan 'onginital

'eradangan 6bstruksi salah satu jaringan otak tempat pembentukan (2entr, III:I2% 6bstruksi pd duktus rongga tenggorokan 8gn 6bstruksi .SS (1oramen *onroi, 6bstruksi tempat pembentukan : luscha & *agendie% penyerapan .SS 4angsangan produksi .SS ? >umlah .SS meningkat

*eningkatnya jumlah cairan dalam ruang sub arachnoid

*eningkatkan cairan dalam subarachnoid

jumlah ruang

Peningkatan tekanan terhadap jaringan otak (internal% dan tengkorak (eksternal% Sutura belum menutup sempurna.

Pembesaran relatif otak : kepala Peningkatan TI' Integritas 'ulit *obilitas 1isik 4esiko tinggi .idera 8angguan rasa +yaman / +yeri

8anggyuan 0ktivitas.

2I.

Pemeriksaan penunjang a% 4ongtegen 'epala / Terlihat tengkorak mengalalami penipisan dengan sutura yang terpisah7pisah dan pelebaran vontanela b% Transiluminasi / Terjadi penyebaran cahaya diluar sumber sinar melebihi dari batas. c% .T scan / (apat menggambarkan sistim ventrikuler dengan penebalan jaringan dan adanya massa pada luar kepala. d% @S8. e% Pemeriksaan cairan serebrospinal. Penatalaksanaan / !% Pengobatan dengan pembedahan (operasi% @ntuk mengangkat penyebab obstruksi, misalnya neoplasma, kista, atau hematom. Pemasangan Shunt yang bertujuan untuk mengalirkan cairan serebrospinal yangberlebihan dari ventrikel ke ruang ekstrakranial, misalnya ke rongga peritonium, atrium kanan, dan rongga pleural. $% +on Pembedahan (Tapping% / Pemberian aceta=olamide dan isosorbide atau furosemid untuk mengurangi cairan serebrospinal Pelaksanaan Tapping / 0lat dan bahan sarung tangan steril , doek berlobang, kasa steril, kapas dan plester, jarum spuit !A cc, anti septik Povidon iodini dan alkohol BAC, tabung reaksi jika diperlukan. Prosedur Pasien dalam posisi telentang tentukan daerah tapping (2entrikel kanan dan kiri%, lakukan tindakan anti sepsis disekitar daerah tapping dan tutup dengan doek steril, dimana daerah tapping dibiarkan terbuka, tentukan kembali daerah tapping dengan menekan ibu jari tangan yang telah mamakai sarung tangan, tusukkan jarum pada tempat yang telah ditentukan dan lepaskan stylet perlahan7lahan dan cairan keluar, cabut dan tutup lubang tusukan dengan kasa bethadin dan plaster.

2II. Pengkajian berdasarkan teori. !. Identitas Hidrosephalus tak terobati DA7EAC mortalitas rate akibat disorder atau intercurent illnes. Secara spontan pada kasus hidrosephalus FAC dengan intelegensi mendekati normal. 0kibat tindakan pembedahan GAC insident tertinggi mortalitas terjadi dalam tahun pertama pengobatan. Pada anak7anak

denngan hidrosephalus juga berisiko terhadap masalah perkembangan dan emosional seperti cemas, neurosis atau gangguan sikapanti sosial. Pada umunya hidrosephalus non infeksi menunjukan prognosis baik sedangkan hidrosephalus biasanya disertai dengan cerebral defect $. 4i3ayat penyakit saat ini 'eluhan utama. *untah, gelisah nyeri kepala, lethargi, lelah apatis, penglihatan ganda, perubahan pupil, kontriksi penglihatan perifer. #. 4i3ayat kesehatan yang lalu. EA 9 "A C gejala hidrosephalus terlihat sejak lahir, kelainan ba3aan. Infeksi Pembesaran kepala dapat terjadi beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah sembuh dari *iningitis. +eoplasma pada anak yang terbanyak mendapat penyumbatan bagian ventrikel I2 atau akuaduktus Sylvii bagian terakhir biasanya berasal dari seribelum, sedang bagian depan ventrikel III biasanya suatu 'raniofaringioma. Perdarahan F. perdarah sebelum dan sesudah lahir dalam otak dapat menyebabkan fibrosis leptomeningen terutama basal otak. 4i3ayat Tumbuh kembang 'elahiran / prematur. 5ahir dengan pertolongan, pada 3aktu lahir menangis keras atau tidak. 'ekejangan / *ulut dan perubahan tingkah laku. 0pakah pernah terjatuh dengan kepala terbentur. 'eluhan sakit perut. D. 4i3ayat immunisasi pada anak usia # bulan. -iasanya anak belum mendapatkan Imunisasi yang lengkap, bahkan belum sempat samasekali. E. B. Pola +utrisi/ 0nak minum 0si:Pasi (ampak Hospitalisasi/ 7 Pada umur ini anak belum bisa dievaluasi dampak hospitalisasinya

VIII. Pemeriksaan Fisik Sistim Pernapasan/ 44 meningkat Sistim 'ardiovaskuler/ Peningkatan sistol tekanan darah, penurunan nadi (bradikardi%

Sistim Persyarafan/ 'ejang, nyeri kepala bila TI' meningkat, bola mata terdorong keba3ah oleh nistagmus horisontal, tekanan dan penipisan tulang supra orbital, perkembangan motorik terlambat. Sistim integumen/ ubun7ubun melebar dan tegang, sutura melebar, vena kepala pronsnen, kepala membesar, cracked pot sign pada perkusi kepala, suhu meningkat. Sistim musculoscletal/ tonus otot meningkat, hyperfleksi reflek lutut: aHiles. Sistem pencernaan/ *ual dan muntah proyektil bila TI'.

II 0. Pre Tapping/ !% $% #% -. Post Tapping/

(iagnosa 'epera3atan 8angguan rasa nyaman/ +yeri sehubungan dengan

meningkatkanya tekanan intrakranial . 'ecemasan 6rang tua sehubungan dengan keadaan anak yang akan mengalami operasi. Potensial 'ekurangan cairan dan elektrolit sehubungan dengan intake yang kurang diserta muntah. !% 8angguan rasa nyaman / +yeri sehubungan dengan Tindakan invasif yang dilakukan tapping $% 4esiko tinggi terjadinya infeksi sehubungan dengan infiltrasi bakteri melalui luka Tapping #% 4esiko tinggi terjadi kerusakan integritas kulit dan kontraktur sehubungan dengan imobilisasi. I. Perencanaan !% 8angguan rasa nyaman/ +yeri sehubungan dengan meningkatkanya tekanan intrakranial . (ata Indikasi / 0danya keluahan +yeri 'epala, *eringis atau menangis, gelisah, kepala membesar Tujuan ; Klien akan mendapatkan kenyamanan, nyeri kepala berkurang K !"# !a $a%!&' 7 7 7 anak tidak rewel/ nangis terus Tanda-tanda peningkatan TIK berkurang Nadi dan dalam batas normal 6

Pre Tapping

In"# (#n%! ' 7 7 7 7 7 7 7 Ka!i tanda-tanda nyeri asional mengidentifikasi perkembangana komplikasi" #onitor $ital sign, %atat reaksi non $erbal &pu%at, berkeringat) asional men$alidasi $erbal dan menge$aluasi keefektifan interfensi 'iptakan lingkungan yang menyenangkan dan kurangi stimulus rasional meningkatkan kemampuan istra(at Ka!i tanda-tanda peningkatan TIK asional deteksi dini ter(adap ter!adinya peningkatan TIK )erikan posisi yang nyaman asional menurunkan gangguan pada tulang sendi Kolaborasi pemberian antibiotik dan antipiretik asional #enurunkan rangsangan nyeri Kolaborasi dengan tim medis untuk tindakan tapping asional mengurangi %airan 'erebrospinal)

$% 'ecemasan 6rang tua sehubungan dengan keadaan anak yang akan mengalami operasi. (ata Indikasi / &kspresi verbal menunjukkan kecemasan akan keadaan anaknya. Tujuan ' Ke%emasan orang tua berkurang atau dapat diatasi K !"# !a $a%!&' Ibu mau kooperatif Ibu mema(ami kondisi sakit anaknya Ibu tampak tena In"# (#n%! ' *elaskan pada orang tua tentang kondisi anaknya asional +rang tua kooperatif ter(adap tindakan keperawatan dan tindakan medis *elaskan tu!uan tindakan tapping asional Ibu mengeta(ui keuntungan dilakukan tapping" )erikan informasi yang %ukup tentang prosedur tndakan tapping asional men(indari kesala(pa(aman orang tua ter(adap tindakan ,ibatkan orang tua dalam setiap tindakan Keperawatan diberikan -$aluasi pema(aman ibu tentang perawatan pada anaknya asional *awaban yang benar pada ibu menandakan tingkat pema(aman tentang perawatan anaknya asional meningkatakan keper%ayaan keluarga ter(adapa setiap tindakan yang

#% Potensial 'ekurangan cairan dan elektrolit sehubungan dengan intake yang kurang diserta muntah. (ata Indikasi keluhan *untah, >arang minum. Tujuan ' Tidak ter!adi kekurangan %airan dan elektrolit" In"# (#n%! ' Post Tapping !. 8angguan rasa nyaman / +yeri sehubungan dengan Tindakan invasif yang dilakukan tapping (ata Indikasi adanya keluhan nyeri, &kspresi non verbal adanya nyeri. Tujuan ' asa Nyaman Klien akan terpenu(i, Nyeri berkurang In"# (#n%! ' 7 7 7 7 7 7 Ka!i tanda-tanda nyeri asional mengidentifikasi perkembangana komplikasi" #onitor $ital sign, %atat reaksi non $erbal &pu%at, berkeringat) asional men$alidasi $erbal dan menge$aluasi keefektifan interfensi 'iptakan lingkungan yang menyenangkan dan kurangi stimulus rasional meningkatkan kemampuan istra(at )erikan posisi yang nyaman asional menurunkan gangguan pada tulang sendi Kolaborasi pemberian antibiotik dan antipiretik asional #enurunkan rangsangan nyeri Kolaborasi dengan tim medis untuk tindakan tapping asional mengurangi %airan 'erebrospinal) Ka!i tanda . tanda kekurangan %airan #onitor Intake dan out put )erikan t(erapi %airan se%ara inta$ena" /tur !adwal pemberian %airan dan tetesan infus" #onitor tanda . tanda $ital"

$.

4esiko tinggi terjadinya infeksi sehubungan dengan infiltrasi bakteri melalui 5uka tapping. Tujuan ' Tidak ter!adi infeksi / Klien bebas dari infeksi" K #"# !a $a%!& ' Tidak ada luka, lesi, iritema, dan makulla" ,uka bersi( Tanda-tanda infeksi tidak ada" In"# (#n%! ' #onitor ter(adap tanda . tanda infeksi"

asional 0 mengeta(ui adanya infeksi se%ara dini Tempatkan pasien pada ruang k(usus asionalnya 0 melindungi pasien dari sumber pat(ogen 1erta(ankan tek(nik kesterilan dalam prosedur perawatan asionalnya 0 men%ega( ter!adi infeksi sekunder" +bser$asi tanda-tanda $ital asional 0 peningkatan su(u merupakan indikasi ter!adi infeksi" Kolaborasi dengan pemberian anti biotika asionanya 0 antibiotika dapat meng(ambat timbulnya infeksi" #. 4esiko tinggi terjadi kerusakan integritas kulit dan kontraktur sehubungan dengan imobilisasi. Tujuan ; 1asien bebas dari kerusakan integritas kulit dan kontraktur" In"# (#n%! ' #obilisasi klien &#iki dan #ika) setiap 2 !am asionalnya 0" +bse$asi ter(adap tanda . tanda kerusakan integritas kulit dan kontrkatur" *asgala( kebersi(an dan kerapi(an tempat tidur" )erikan lati(an se%ara pasif dan perla(an . la(an" DA)TAR PUSTAKA 5aboratorium @P1 Ilmu 'esehatan 0nak, Pedoman (iagnosis dan Terapi, 1akultas 'edokteran @+0I4 Surabaya, !""G +gastiyah, Pera3atan 0nak Sakit, Penerbit -uku 'edokteran &8., >akarta, !""B. 4ahman *, Petunjuk Tentang Penyakit, Pemeriksaan 1isik dan 5aboratorium, 'elompok *inat Penulisan Ilmiah 'edokteran Salemba, >akarta, !"GE. Sacharian, 4osa *, Prinsip 'epera3atan Pediatrik, &disi $ Penerbit -uku 'edokteran &8., >akarta ,!""#. Sutjinigsih (!""D%, Tumbuh kembang 0nak, Penerbit &8., >akarta.