Anda di halaman 1dari 21

KASUS UJIAN

Disusun Oleh: Ega surya setya N. 110.2007.097

Penguji: Dr. K. Maria Poluan, Sp.KJ (K)

KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN KESEHATAN JIWA RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO JAKARTA 2014

STATUS PASIEN
I. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Tempat, tanggal lahir Usia Suku bangsa Agama Pendidikan terakhir Pekerjaan Alamat rumah Status Pernikahan Tanggal Masuk RSPAD Diantar oleh : Tn. D : Laki-laki : 3 april 1971 : 43 tahun : Sunda : Islam : MTs YPMI Wanayasa purwakarta : TNI Angkatan Darat : Asr Kodam 0602 Serang : Sudah menikah : 24 Februari 2014 : Kesatuan

II.

RIWAYAT PSIKIATRI A. Keluhan Utama

Autoanamnesa (9-10 Maret 2014) Pasien mengaku marah-marah dirumah.

Alloanamnesa (9 Maret 2014 Ny. T, istri pasien) Pasien marah-marah dan memukul istrinya.

Keluhan Tambahan Autoanamnesa: Pasien sering merasa bahwa banyak orang yang memperhatikan dan ingin memukul pasien, dan pasien sering mendengar bisikan-bisikan yang mengejek pasien.

B. Riwayat Gangguan Sekarang Autoanamnesis pada tanggal 9 maret 2014, Pasien mengaku marah marah dan memukul istri, sehingga istri kabur dari rumah dan membawa kedua anaknya, menurut pasien tindakannya memukul istri karena merasa disepelekan soal keuangan oleh istri pasien. Pasien juga mengaku sering mendengar bisikan-bisikan yang mengejek pasien dan pasien merasa bahwa ada banyak orang yang memperhatikan dan membenci pasien, sehingga membuat pasien kesal. Pasien mengaku sejak dirawat di paviliun Amino, pasien minum obat secara teratur dan tepat waktu. Keinginan pasien saat ini adalah ingin kembali ke rumah meminta maaf kepada istri pasien, pasien juga berharap istri pasien mau pulang ke rumah. Alloanamnesis dengan istri pasien, pada tanggal 9 maret 2014 melalui telepon, menurut istri pasien sudah satu bulan lebih pasien sering marah - marah tanpa sebab yang jelas, setiap kali pasien marah-marah istri pasien selalu dipelakukan kasar seperti dipukul dan diludahi, istri pasien mengaku kabur dari rumah karena sudah tidak tahan dengan perlakuan pasien. Istri pasien mengatakan bahwa satu bulan terakhir ini cara bicara pasien menjadi aneh, tidak jelas, dan tidak jarang pasien terlihat bicara sendiri. Perilaku pasien juga terlihat aneh, seperti rajin membersihkan rumah tetangga, namun pasien tidak pernah memperhatikan kebersihan rumahnya sendiri. Kedua anak pasien selalu merasa takut setiap kali pasien ada di rumah karena pasien sering bertindak kasar kepada kedua anak pasien. Begitu pula di tempat kerja dan lingkungan sekitar rumah, hampir semua teman dan tetangga merasa terganggu dengan perilaku pasien yang cenderung temperamental dan berkata-kata kasar. Menurut istri pasien, pasien sangat tidak suka jika ada orang lain termasuk atasannya menegur mengenai perilaku pasien yang dinilai buruk, pasien sangat berani dan cenderung tidak takut sekalipun harus berhadapan dengan atasannya, tiap kali pasien mendapat teguran pasien selalu marah-marah dan mengajak berkelahi siapapun yang menegurnya dan pasien sering melampiaskan kekesalannya ke istri pasien. Istri pasien juga mengatakan bahwa pasien tidak teratur meminum obat yang di berikan dokter spesialis jiwa, pasien selalu marah jika dipaksa agar minum obat oleh istri pasien.

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Riwayat Gangguan Psikiatri Menurut pengakuan istri pasien, pasien sudah berkali-kali di rawat di Paviliun Amino RSPAD gatot Soebroto sejak tahun 1993 dan juga di RS. Dustira Bandung pada tahun 2010. Pertama kali dirawat di paviliun RSPAD Gatoto Soebroto pada tahun 1993 selama 2 minggu, karena pasien sering marah marah tanpa sebab dan merusak barang-barang di rumah. Perilaku pasien mulai berubah semenjak kepulangan pasien dari bertugas di timor-timor, sewaktu bertugas di timor-timur pasien pernah mendapat masalah yaitu tidak sengaja menembak temannya sendiri hingga tewas dan menurut keterangan beberapa teman pasien pada waktu itu, hal ini di karenakan kesalahan komunikasi. Selama menjalani perawatan pasien teratur minum obat, namun sewaktu pasien pulang ke rumah pasien jarang meminum obat dan selalu menolak jika di minta untuk minum obat. Pada tahun 2010 pasien pernah menjalani perawatan di rumah sakit dustira namun seminggu menjalani perawatan pasien kabur dan pulang ke rumah. Istri pasien mengaku tidak terlalu ingat sudah berapa kali pasien pernah menjalani perawatan dan pengobatan hal ini di karenakan pasien memang sudah terlalu sering menjalani perawatan sejak tahun 1993 hingga sekarang dengan keluhan yang sama.

2. Riwayat Gangguan Medis Pasien tidak pernah mengalami penyakit berat yang membuat pasien harus di rawat, dan istri pasien menyangkal bahwa pasien pernah mengalami kecelakaan atau trauma dikepala.

3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif dan Alkohol Pasien adalah perokok dan tidak mengkonsumsi alkohol maupun obat obatan terlarang.

D. Riwayat Kehidupan Pribadi 1. Riwayat Prenatal dan Perinatal Menurut istri pasien, Pasien lahir di purwakarta pada tahun 1971, pasien adalah anak tunggal, dan pada waktu pasien lahir ayah pasien sudah lama meninggal. Tidak didapatkan informasi yang akurat mengenai riwayat kelahiran pasien. 2. Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun) Tidak didapatkan informasi yang akurat. 3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun) Pasien mengaku Saat bersekolah ditingkat dasar pasien sudah tinggal terpisah dari ibunya, hal ini dikarenakan keterbatasan ekonomi, dan pada waktu itu pasien tinggal di rumah bibinya di purwakarta. Pasien bisa mengikuti seluruh pelajaran dengan baik, pasien mengaku sering menjadi juara kelas sewaktu di sekolah dasar. 4. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja Saat bersekolah ditingkat menengah pertama yaitu di MTs YPMI Wanayasa purwakarta, pasien bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan karena keterbatasan ekonomi, setelah lulus pasien tidak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya sehingga akhirnya pasien pulang kembali tinggal bersama ibunya. 5. Masa dewasa a. Riwayat Pendidikan Setelah lulus sekolah tingkat menengah pertama, selama empat tahun pasien bekerja membantu ibunya, hingga pada tahun 1989 pasien mengikuti pendidikan menjadi tentara angkatan darat. b. Riwayat Pekerjaan Pasien adalah seorang Tentara Angakatan Darat yang ditempatkan di purwakarta hingga tahun 2004, dan kemudian pindah ke kodam 06012 serang. c. Riwayat Pernikahan / Psikoseksual Pasien menikah pada tahun 1992 dan di karuniai 2 orang anak ( 1 anak lakilaki dan 1 anak perempuan), pada awal pernikahan pasien dengan istri hidup harmonis. d. Riwayat Kehidupan Beragama

Pasien beragama Islam dan mengaku menjalankan solat bila mau. e. Riwayat Pelanggaran Hukum Pasien pernah menembak temannya sendiri sewaktu bertugas di timor timor.

E. Riwayat Keluarga Pasien merupakan anak tunggal, sejak kecil pasien dibesarkan seorang diri oleh ibunya di karenakan ayahnya yang sudah lama meninggal sejak pasien lahir. Pasien memiliki tiga saudara tiri, dan hubungan pasien dengan saudara tirinya kurang begitu dekat.

GENOGRAM

Keterangan: Laki-laki Perempuan Pasien

F. Situasi Kehidupan Sekarang Pasien Tinggal di Asrama Kodam 0602 Serang, dengan istri dan kedua anaknya. G. Persepsi pasien tentang diri dan lingkungan Pasien merasa nyaman dilingkungan Paviliun Amino tetapi pasien ingin segera pulang ke rumah dan bertugas kembali. H. Persepsi keluarga tentang diri pasien Istri pasien mengatakan, pasien sering marah marah dan merusak barang. Hubungan pasien dengan istri dan anaknya kurang baik, hal ini di karenakan perilaku pasien yang dianggap buruk oleh istri dan kedua anaknya.

I. Mimpi, fantasi dan nilai-nilai Pasien mengatakan ingin membuat kolam air mancur di halaman pavilion amino.

III.

STATUS MENTAL Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 10 Maret 2014 A. Deskripsi Umum 1.Penampilan Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 43 tahun dengan penampilan tidak sesuai dengan usia, kulit berwarna sawo matang, rambut hitam dan beruban. Pasien menggunakan kaos loreng, celana panjang loreng dengan alas kaki. Perawatan diri kurang baik, Pasien berjalan dengan baik dan normal. 2. Perilaku dan Aktivitas Motorik Selama wawancara pasien lebih banyak bergerak duduk dan berdiri memperagakan apa yang dibicarakan pasien. Kontak mata dengan pemeriksa baik. Pasien dapat menjawab pertanyaan, namun terkadang jawaban kurang sesuai atau keluar dari topik yang di tanyakan pemeriksa. 3. Pembicaraan Pasien cenderung lebih banyak berbicara, spontan, volume suara cukup, irama cepat, pengucapan terkadang kurang jelas. Isi pembicaraan dapat di mengerti meskipun terkadang cenderung berpindah-pindah dari satu topik ke topik lain. 4. Sikap Terhadap Pemeriksa Pasien cukup kooperatif saat diajukan pertanyaan dan pasien mau menjawab pertanyaan yang diberikan.

B. Alam Perasaan Mood dan Afek Mood Afek Keserasian : eutimik : inappropriate affect (afek yang tidak sesuai) : tidak serasi

C. Gangguan Persepsi 1. Halusinasi pasien. : Auditorik, pasien merasa ada suara-suara yang mengejek

2. Ilusi

: Tidak ada

D. Fungsi Intelektual 1. Inteligensi dan kemampuan informasi Pasien dapat menjawab tahun berapa saat ini, siapa presiden RI saat ini,wakil presiden RI saat ini serta gubernur dan wakil gubernur propinsi Banten saat ini.

2. Orientasi Waktu : Pasien dapat membedakan waktu saat pagi, siang dan malam serta mengetahui hari. Tempat : Baik, pasien mengetahui bahwa dirinya berada di RSPAD Gatot Soebroto. Orang : Baik, pasien mengenali semua temannya di bangsal dengan benar, dan mengetahui sedang di wawancarai oleh dokter muda. 3. Daya Ingatan Jangka panjang : Baik, pasien dapat mengingat tanggal lahir dan nama nama kakak dan adiknya serta orang tuanya. Jangka sedang : Baik, pasien dapat mengingat aktivitas yang dilakukannya selama berada di bangsal seminggu terakhir. Jangka pendek : Baik, pasien dapat mengingat menu makan sore sebelum wawancara. Jangka segera : Baik, pasien dapat mengulang kalimat yang diberikan pemeriksa.

4. Konsentrasi dan Perhatian Pasien tidak dapat menghitung dengan benar 100-7 dan tidak dapat menjawab pengurangan berikutnya dengan benar.

5. Kemampuan membaca dan menulis Pasien dapat membaca sebuah kalimat yang ditulis oleh pemeriksa. Pasien mau menulis namanya.

6. Kemampuan Visuospasial Pasien mampu memngambar pot bunga, kaligrafi bertuliskan basmallah.

7. Pikiran Abstrak Pasien dapat mengartikan peribahasa sederhana ada gula ada semut maupun peribahasa yang lainnya.

8. Kemampuan menolong diri sendiri Pasien mampu melakukan aktifitas mandi, makan dan menganti pakaian dengan baik.

E. Pikiran 1. Proses Pikir Flight of idea 2. Isi Pikir Waham Curiga

F. Pengendalian Impuls Pengendalian impuls pasien baik, pasien dapat mengendalikan diri dengan berperilaku baik dan sopan serta kooperatif saat dilakukan wawancara.

G. Daya Nilai 1. Daya nilai sosial Pasien kooperatif, sopan terhadap pemeriksa dan perawat serta teman temannya di bangsal. 2. Penilaian realita Terganggu (adanya waham curiga dan halusinasi auditorik)

H. Tilikan Derajat 1, menyangkal bahwa dirinya sakit.

I. Taraf Dapat Dipercaya

Secara umum, keterangan yang didapat dari autoanamnesa dan alloanamnesa dapat dipercaya. IV. PEMERIKSAAN FISIK A. Status Internus Keadaan umum Kesadaran Tensi Nadi Frekuensi nafas : Baik : kompos mentis : 110 / 80 mmHg : 84 x / menit : 22 x / menit

Sietem kardiovaskular Sistem respirasi Sistem gastrointestinal Sistem ekstremitas

: dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

B.Status Neurologik GCS : E4 M6 V5

V.

IKTISAR PENEMUAN BERMAKNA Telah dilakukan pemeriksaan pada pasien, laki-laki, berinisial Tn. D berusia 43 tahun, beragama Islam, dengan pendidikan terakhir MTs, bekerja sebagai tentara yang ditempatkan di Serang dengan status sudah menikah, datang ke rumah sakit diantar oleh kesatuan pada tanggal 24 Februari 2014 dengan keluhan marah-marah dan memukul istri hingga istri pasien kabur dari rumah. Berdasarkan STATUS MENTAL, Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 43 tahun dengan penampilan tidak sesuai dengan usia, kulit berwarna sawo matang, rambut hitam dan beruban. Pasien menggunakan kaos loreng, celana panjang loreng dengan alas kaki. Perawatan diri kurang baik, Pasien berjalan dengan baik dan normal.Secara umum perilaku pasien tampak normal. Selama wawancara pasien duduk dan berdiri terus menerus. Mood eutimik (suasana perasaan dalam rentang normal, tidak adanya mood yang tertekan), afek inappropriate. Pasien cenderung lebih banyak berbicara, spontan, volume suara cukup, irama cepat, pengucapan terkadang kurang jelas. Isi

pembicaraan dapat di mengerti meskipun terkadang cenderung berpindah-pindah dari satu topik ke topik lain. Pada persepsi pasien tidak memiliki riwayat halusinasi visual, olfaktorik, gustatorik, dan taktil, namun memiliki halusinasi auditorik. Proses pikir flight of ideas dan waham curiga pada isi pikir. Pasien memiliki orientasi yang cukup baik.

VI.

FORMULASI DIAGNOSTIK

Aksis I Pada pasien ditemukan adanya pola perilaku atau psikologis yang secara klinis bermakna dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala yang menimbulkan distress (penderitaan) dan disability (hendaya) dalam beberapa fungsi psikososial dan pekerjaan.Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami suatu gangguan jiwa. Gangguan ini merupakan gangguan mental non-organik karena tidak ditemukan adanya gangguan kesadaran dan kognitif, pasien juga tidak berada dalam pengaruh zat psikoaktif dan alkohol, sehingga diagnosa gangguan mental organik dan gangguan mental akibat zat psikoaktif dapat disingkirkan.

Dari anamnesa dan pemeriksaan didapatkan bahwa pasien dicurigai gangguan kearah Skizoafektif tipe manik (F25.0). Gangguan pasien telah terjadi bertahun - tahun, dengan halusinasi auditorik dan merasa ada yang memperhatikan, sehingga berdasarkan PPDGJ III diagnosis untuk aksis I adalah F25.0 Skizoafektif tipe manik. Aksis II Belum ditemukan data yang cukup bermakna untuk menentukan suatu gangguan kepribadian, butuh didalami lebih lanjut, oleh karena itu belum ada diagnosis untuk Axis II. Aksis III (-) Aksis IV Untuk aksis IV ditemukan adanya masalah berkaitan dengan hubungan rumah tangganya.

Aksis V Penilaian kemampuan penyesuaian menggunakan skala Global Assesment of Functioning (GAF) menurut PPDGJ IIIdidapatkan pada Aksis V GAF pada saat ini adalah 60-51 (gejala sedang, disabilitas sedang).

VII.

EVALUASI MULTIAKSIAL : (Menurut PPDGJ III) F25.0 Skizoafektif tipe manik / DD : bipolar

Aksis I episode manik Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V

: Belum ada diagnosis :: Masalah yang berkaitan dengan rumah tangga : GAF saat ini 60-51

VIII.

DAFTAR PROBLEM Organobiologik Tidak ada Psikologik Mood Afek :Eutimik : inappropriate affect

Gangguan persepsi Proses Pikir Isi pikir Tilikan

: Halusinasi auditorik : flight of ideas : Waham curiga : Derajat 1, RTA terganggu

IX.

PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad bonam

Quo ad fungtionam : dubia ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad malam

X.

TERAPI a. Psikofarmaka

Risperidon 2 x 2 mg

b. Psikoterapi Terhadap pasien: Psikoterapi suportif: untuk membina hubungan, menunjukan empati dan reassurance, dimana terapis ikut terlibat dan berperilaku aktif, berempati dan memberikan perhatian pada pasien, menerima pasien tanpa menghakimi, mensupport usaha adaptif pasien, dan menghormati pasien sebagai manusia seutuhnya. Mengembalikan pasien pada fungsi optimal terutama dalam kehidupan social ekonomi, minimal pasien dapat mengendalikan emosi dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

c. Sosioterapi Terhadap keluarga: Psikoedukasi mengenai : a. Penyakit pasien Memberikan penjelasan yang bersifat komunikatif, informatif dan edukatif mengenai penyakit pasien, gejala-gejalanya, faktor-faktor yang

memberatkan, dan bagaimana cara pencegahan. Sehingga keluarga bisa menerima dan mengerti keadaan pasien serta mendukung proses terapi dan mencegah kekambuhan.

b. Terapi yang diberikan Memberikan penjelasan mengenai terapi yang diberikan pada pasien dimana diterangkan kegunaan obat terhadap gejala pasien serta efek samping yang mungkin muncul pada pengobatan. Selain itu ditekankan pentingnya pasien kontrol dan minum obat secara teratur sehingga diharapkan keluarga turut serta dan bekerja sama dalam berjalannya program terapi.

XI.

DISKUSI Pada pasien ditemukan adanya pola perilaku dan alam pikir yang secara klinis bermakna dan menimbulkan penderitaan (distress) dan hendaya (disability) dalam fungsi pekerjaan dan sosial, dengan demikian berdasarkan PPDGJ III dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami suatu gangguan jiwa. Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan status mental pasien didapatkan adanya gangguan ini selama bertahun - tahun, adanya gejala berupa halusinasi auditorik yaitu mendengar suara bisikan dan adanya waham curiga yang menonjol. Oleh karena itu, berdasarkan PPDGJ III, diagnosis untuk aksis I adalah F25.0, yaitu Skizofrenia tipe manik.

Dalam subtipe Skizoafektif terdapat klasifikasi seperti : Halusinasi atau waham harus menonjol secara bersamaan dengan adanya ganguuan afek; Halusinasi auditorik mendengar suara suara bisikan yang mengejeknya. Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi pada pasien waham yang ada hanyalah waham curiga saja. Adanya gangguan afek yang menonjol bersamaan dengan munculnya gejala gejala psikotik.

Pada pasien terdapat ciri-ciri skizofrenia seperti yang dilampirkan diatas, serta adanya gangguan pada afek yang menonjol secara bersamaan. kecenderungan pada Skizoafektif tipe manik (F.25.0) dimana pasien berhalusinasi mendengar suara bisikan yaitu adanya halusinasi auditorik, dan merasa bahwa istrinya selalu berselingkuh dengan banyak laki-laki lain yaitu waham curiga, serta adanya suatu perasaan yang selalu ingin marah marah terhadap istrinya sampai memukul istrinya terus menerus. Berdasarkan autoanamnesis dan alloanamnesis serta hasil pemeriksaan, kecenderungan pasien ini menderita Skizoafektif tipe manik yang dijelaskan pada PPDGJ III F25.0. Psikofarmaka yang diberikan untuk pasien tersebut adalah obat atipikal. Pemberian Risperidone (derivat Benzisoxazole) yang merupakan APG II pertama

diberikan 2 x 2 mg yang bekerja sebagai antagonis poten serotonin dan dopamin, obat ini berafinitas terhadap dopamin D2 receptor juga terdapat serotonin 5-HT2 receptor sehingga efektif terhadap gejala positif dan gejala negatif pada pasien. Selain diberikan psikofarmaka sebagai terapi utama, perlu ditambahkan juga terapi yang lain yaitu psikoterapi suportif untuk mensupport pasien dalam masa adaptasinya dan psikoedukasi perihal penyakit pasien serta menekankan betapa pentingnya kepatuhan minum obat. Dari hasil autoanamnesis terakhir dengan pasien, pasien kooperatif dan mau bergabung bersama pasien lain dan selalu makan dan minum obat teratur. Pasien berkeinginan untuk segera keluar dari RSPAD agar bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang tentara dan sangat ingin memlakukan hubungan seksual dengan istrinya.

XII.

LAMPIRAN

XIII.

Hhh

XIV.

FOLLOW UP Nama Jenis Kelamin Usia Pekerjaan Nomer rekam medis Status Pernikahan Tanggal Masuk RSPAD Diagnosis : Tn. D : Laki-laki : 43 tahun : TNI Angkatan Darat : 34 40 - 56 : Sudah menikah : 24 Februari 2014 : Skizoafektif tipe manic

Tanggal 9 maret 2014 (14:30) Subyektif pasien masih banyak bicara dan banyak bergerak,pasien mengatakan ingin pulang bertemu anak dan istrinya. Obyektif laki laki tampak lebih tua dari usianya perawatan diri kurang sikap / psikomotor : kooperatif bicara spontan, cepat semakin lama semakin mengacau mood / afek : eutimik, inapproppiate affect proses / isi pikir : flight of ideas, waham curiga persepsi : halusinasi auditorik RTA : terganggu Assessment / penilaian Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : skizoafektif tipe manic ::: masalah rumah tangga : GAF 60 - 51

Planning / perencanaan Risperidon 2 x 2 mg

Tanggal 10 maret 2014 (10:30) Subyektif pasien berkali kali bertanya kapan pasien bisa pulang, pasien masih banyak bicara dan mondan mandir saat bicara. Obyektif laki laki tampak lebih tua dari usianya perawatan diri kurang sikap / psikomotor : kooperatif bicara spontan, cepat semakin lama semakin mengacau. mood / afek : eutimik, inapproppiate affect proses / isi pikir : flight of ideas, waham curiga persepsi : halusinasi auditorik RTA : terganggu Assessment / penilaian Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : skizoafektif tipe manic ::: masalah rumah tangga : GAF 60 - 51

Planning / perencanaan Risperidon 2 x 2 mg

Tanggal 11 maret 2014 (08:00) Subyektif Pasien sedang berolahraga, pasien juga meminta cuti untuk pulang sebentar ke rumahnya karena rindu dengan keluarganya. Obyektif laki laki tampak lebih tua dari usianya perawatan diri kurang sikap / psikomotor : kooperatif bicara spontan, cepat semakin lama semakin mengacau. mood / afek : eutimik, inapproppiate affect

proses / isi pikir : flight of ideas, waham curiga persepsi : halusinasi auditorik RTA : terganggu Assessment / penilaian Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : skizoafektif tipe manic ::: masalah rumah tangga : GAF 60 - 51

Planning / perencanaan Risperidon 2 x 2 mg

DAFTAR PUSTAKA 1. Kaplan HI, Sadock BJ. Synopsis of Psychiatry, 8th edition. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia; 1996. 2. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Pedaman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III), cetakan pertama, Jakarta; 1993. 3. Maslim, Rusdi.Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. 2007. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya: Jakarta. Edisi ketiga. 4. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Buku Ajar Psikiatri, cetakan pertama, edisi kedua, Jakarta; 2013.