Anda di halaman 1dari 40

ANALISIS KASUS PPK DI POSYANDU JAMBEAN DESA MENAYU, MAGELANG

Untuk memenuhi tugas akhir Blok Kesehatan Anak

Disusun Oleh : Sarjia Irna Meliya Wati Fajar Oktavianto 09711212 09711215 09711247

Tutorial 18 dr. Dewi Purbaningsih

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2012

BAB I LAPORAN STATUS KESEHATAN ANAK 1.1 IDENTITAS A. Identitas Anak Nama Tanggal Lahir Usia Jenis Kelamin : Aisyah Bintang : 20 Juli 2010 : 21 Bulan : Perempuan

B. Identitas Orang Tua Nama Bapak/Usia : Nurianto / 25 tahun Pekerjaan Nama Ibu/Usia Pekerjaan Alamat : Wiraswasta : Titi Suryati/ 25 tahun : Ibu Rumah Tangga : Dusun Jambean Desa Menayu

1.2 ANAMNESIS A. Keluhan Utama : Berat Badan tetap dan susah naik

B. Riwayat Penyakit Sekarang Berat Badan tetap sejak bulan januari 2012 dengan berat badan 7,5 kg berturut-turut Di rasakan pula berat badan hanya naik sedikit-sedikit (hanya beberapa ons saja) Kenaikan berat badan tidak stabil, naik sekali tapi bulan-bulan selanjutnya tidak naik dan berat badan tetap sama Nafsu makan kurang karena anak lebih sering suka jajan di bandingkan makan Sudah pernah diberikan vitamin 2 kali saat bulan februari dan agustus tahun 2011 Jarang minum susu sapi tapi anak masih menyusu ASI Gejala lain seperti demam (-), mual-muntah (-), batuk (-), pilek (-) dan sesak nafas (-).

C. Riwayat Penyakit Dahulu 2 minggu yang lalu ada batuk dan pilek Pernah mondok dirumah sakit selama 1 minggu karena kejang demam (step) saat usia 1,5 tahun (17 bulan), oleh dokter telah diberi obat penenang oral Anak sedang tidak mengkonsumsi obat Riwayat cacar dan campak (-) Riwayat trauma di bagian kepala (-)

D. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada riwayat kejang demam atau epilepsi Tidak ada riwayat diabetes melitus Tidak ada riwayat hipertensi Tidak ada riwayat keluarga batuk lama Tidak ada riwayat alergi

E. Riwayat Kehamilan Hamil pertama kali usia 20 tahun Menikah usia 19 tahun G2P2A0 Saat hamil aisyah bintang ibu mengalami mual-muntah hebat hingga usia kehamilan > 3 bulan Riwayat anemia saat hamil Saat hamil nafsu makan turun

F. Riwayat Kelahiran Ibunya melahirkan Aisyah Bintang usia kehamilan 32 bulan (preterm) Persalinan normal di tolong oleh bidan BB lahir pada Aisyah Bintang adalah 1500 gram TB lahir 38 cm Anak langsung menangis, kulit merah seluruhnya, saat lahir telah diberi vitamin K Anak tidak dirawat di rumah sakit tapi hanya merawat sendiri dan memakai inkubator buatan mereka

Anak diasuh oleh ibunya sendiri

G. Riwayat Pemberian Makanan Asi eksklusif 6 bulan Diberikan makanan tambahan bubur SUN saat umur 6 bulan Anak susah makan dan lebih suka jajan permen Nafsu makan menurun Makanan yang dikonsumsi sekarang adalah nasi, sayur, tempe, dan ikan kadang-kadang Saat ini masih diberikan ASI

H. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan BB sekarang TB Lingkar kepala : 8 kg : 70 cm : 44 cm

Mulai telungkup usia setengah tahun (6 bulan) Mulai duduk usia kira-kira 10 bulan Anak mulai bisa berjalan usia 1 tahun Saat ini anak usia 21 bulan dan sudah bisa berlari, memegang pulpen dan mencoret-coret dikertas, dapat memegang gelas dan meminum sendiri.

I.

Riwayat Imunisasi Imunisasi lengkap

J. Riwayat Kepribadian, Sosial, dan Lingkungan Senang bermain dengan teman-teman sebayanya Dekat dengan kakak nya dan sering bermain bersama Mudah dekat dengan orang Lebih dekat dengan ibunya Hubungan dengan saudara kandung sangat baik Diasuh oleh ibunya sendiri Aktivitas dilingkungan bermain cukup baik

K. Anamnesis Sistem Keadaan umum Serebrospinal Kardiovaskular Respirasi Digesti nyeri perut Urogenital Intergumentum Muskuloskeletal : BAK normal : ikterik (-), kemerahan (-), pucat (-) : nyeri sendi (-) nyeri otot (-) : baik : pusing (-), demam (-) : nyeri dada (-) : batuk (-), pilek (-), sesak nafas (-) : BAB susah dan sedikit, BAB tidak ada darah, tidak

1.3 PEMERIKSAAN FISIK A. Kesan Umum : tampak baik B. Vital Sign Nadi Suhu Pernafasan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan

C. Status Gizi Klinis sebayanya Antropometri o o o o o BB PB/TB Lingkar kepala Lingkar dada Lingkar lengan atas : 8 kg : 70 cm : 44 cm : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak melakukan : tampak kurus dan lebih kecil di banding umur

D. Pemeriksaan Fisik Lain (Sesuai Kasus)

1.4 PENILAIAN TUMBUH KEMBANG DENGAN KPSP A. KPSP skor nya 8 jadi interpresinya (M) jadi dianjurkan untuk melakukan KPSP kembali 2 minggu kemudian

1.5 DIAGNOSIS/DAFTAR MASALAH Gizi Kurang Gangguan pertumbuhan akibat asupan nutrisi yang kurang Gangguan pertumbuhan akibat pola asuh yang kurang baik

1.6 RENCANA PENGELOLAHAN DAN EDUKASI Beri edukasi pada ibu bahwa anak usia 21 bulan jangan hanya diberi asi saja tapi beri makanan yang cukup termasuk sayuran agar BAB anak juga lancar Edukasi makanan yang baik untuk balita Boleh jajan tapi setelah anak makan Berikan susu sapi tambahan untuk memenuhi nutrisinya.

BAB II PEMBAHASAN DAN INTERPRETASI

2.1 PEMBAHASAN ANAMNESIS A. Identitas Anak berumur 21 bulan, Pada umur 21 bulan pada anak-anak merupakan usia untuk tumbuh kembang yang sangat baik sehingga diperlukan pemantauan dari orang tua yang sangat ketat untuk selalu memperhatikan perubahan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada umur kurang dari 2 tahun otak mengalami perkembangan yang sangat pesat berupa pembentukan cabang-cabang neurit dan dendrit, proliferasi dan diferensiasi sel gila, dan diferensiasi dan pemantapan neuron pada korteks sehingga anak perlu mendapat perhatian penuh dan jangan sampai kekurangan asupan gizi bagi pertumbuhannya (Puspita, 2010). Kekebalan tubuh pada anak-anak usia kurang 2 tahun pun belum sempurna sehingga anak mudak mengalami sakit, oleh karena itu dukungan nutrisi dan sosial perlu diberikan oleh orang tuanya agar kekebalan tubuh cepat sempurna dan anak-anak terhindar dari segala penyakit .

B. Keluhan Utama dan Riwayat Penyakit Sekarang Berat Badan tetap dan BB susah naik BAB susah dan sedikit Berat badan adalah salah satu suatu tolok ukur untuk melihat pertumbuhan. Pertumbuhan yang baik akan menunjukan bahwa keadaan fisik anak pun baik, Pada masa balita adalah suatu gold periode untuk pertumbuhan anak. Berat badan juga merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan, termasuk cairan tubuh. Berat badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun sehingga berat badan merupakan parameter yang paling banyak digunakan untuk menilai pertumbuhan anak (Soetjiningsih, 1995). Pada Kasus, Berat badan anak susah naik dan cenderung sama beratnya sudah 3 bulan berturut-turut, serta anak memiliki riwayat

kelahiran prematur dan BBLR yaitu 1500 gram. Pada keadaan bayi kurang bulan faktor yang paling mempengaruhi pertumbuhan anak adalah berat lahir, usia kehamilan, sosial ekonomi, nutrisi, stimulasi dan pendidikan ibu (Babgei, 2000) Keadaan berat badan yang menetap yang merupakan suatu kondisi adanya gangguan pertumbuhan dan menunjukan adanya ketidaksehatan pada kondisi fisik anak. Gangguan pertumbuhan dapat dipengaruhi oleh faktor organik dan non-organik. 1. Faktor Organik adalah faktor yang berhubungan dengan kelainan pada organ-organ tubuh tertentu yang dapat menyebabkan gagalnya penyerapan nutrisi yang digunakan untuk pertumbuhan. Faktor-faktor tersebut meliputi : Muntah terus menerus merupakan gejala dari adanya kelainan pencernaan atau penyakit lainnya. Saat keadaan muntah maka makanan yang dikonsumsi akan keluar sehingga nutrisi bagi tubuh tidak dapat diserap sempurna dan akan menyebabkan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan berkurang sehingga dapat terjadi gangguan pertumbuhan. Refluks gastrointestinal adalah suatu kondisi keluarnya makanan secara spontan dari lambung, sehingga nutrisi makanan belum sempat diserap oleh lambung akibatnya nutrisi bagi tubuh berkurang. Malabsorpsi Kelainan kongenital Komplikasi perinatal seperti bayi lahir rendah, prematur,

keracunan obat saat dalam kandungan (Malik, 2010). 2. Faktor Non-Organik meliputi : Kemiskinan merupakan masalah yang sangat banyak terjadi pada kejadian kurang gizi. Kurangnya pendapatan pada sebuah keluarga akan memberikan dampak pada konsumsi makanan mereka yang terbatas dan tidak memperhatikan nilai gizinya sehingga kejadian kurang gizi sangat banyak terjadi. Pemberian ASI tidak adekuat

ASI merupakan utama pada bayi, ASI memiliki kandungan gizi yang lengkap, ASI memiliki enzim-enzim yang membantu mencerna makanan sehingga makanan dengan mudah diserap oleh tubuh, dan ASI juga berfungsi sebagai antibakteri seperti lisozim, katalase dan peroksidase. Kandungan hormon-hormon pertumbuhan pada ASI pun sangat banyak seperti ACTH, TRH, TSH, EGF, dan lainnya sehingga sangat membantu pertumbuhan pada bayi. Pemberian ASI eksklusif yang dianjurkan adalah sampai usia 6 bulan dan selanjutnya ASI diberikan dengan makanan tambahan pendamping ASI hingga usia 2 tahun. Saat umur 2 tahun maka anak diharapkan sudah bisa makan dengan baik. Psikososial (kekerasan dan penelantaran anak) merupakan hal yang jelas sekali dapat menghambat pertumbuhan dan

perkembangan anak karena anak-anak saat masa pertumbuhan dan perkembangan sangat membutuhkan dukungan sosial secara penuh. Kekerasan pada anak akan membuat anak ebih

penyendiri, pendiam dan takut dengan lingkungan sekitarnya sehingga anak tersebut akan kurang nutrisi karena jarang makan sehingga akan mengalami gangguan pertumbuhan, begitupula dengan perkembangannya akan terhambat dan berbeda dengan usia sebanyanya. Penelantaran pada anak sangat jelas akan membuat gangguan pertumbuhan dan perkembangan karena anak-anak sangat membutuhkan bimbingan dan arah yang baik agar dapat bertahan hidup dan anak-anak belum memiliki kemampuan untuk dapat bertahan hidup sendiri, sehingga saat anak-anak Faktor lingkungan sosial yang tidak mendukung Ketidaktahuan dalam formula makanan (Malik, 2010) Ketidakadekuatan pertambahan berat badan pada anak secara umum disebabkan oleh banyak faktor yaitu sebagai berikut : 1. Faktor langsung a. Diet

Pemberian makanan yang memenuhi kebutuhan tubuh adalah sangat penting. Makanan yang bergizi adalah makanan yang dapat memenuhi kecukupan karbohidrat, lemak, protein dan vitamin sehingga tercapai pola makanan yang seimbang bagi tubuh. Makanan yang paling baik untuk bayi adalah ASI sehingga bagi seluruh ibu dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan memberikan ASI selama 2 tahun, dimana saat umur 2 tahun tersebut anak sudah memiliki sistem pencernaan yang sempurna. Makanan seimbang menurut Depkes RI adalah makanan yang terdiri dari 4 sehat 5 sempurna yaitu : 1. Makanan pokok untuk memberi rasa kenyang : nasi, jagung, singkong, talas dan sagu. Makanan olahan seperti mie, makaroni dan bihun dapat digunakan juga tapi jangan terlalu sering karna makanan olehan tersebut sukar dicerna oleh usus 2. Lauk untuk memberi rasa nikmat sehingga makanan pokok yang umumnya memiliki rasa netral dapat terasa lebih enak. Lauk hewani berupa daging, ayam, ikan, kerang, telur dan sebagainya sedangkan lauk nabati adalah kacang-kacangan, kedelai, tahu, tempe dan lainnya. 3. Sayuran untuk memberikan rasa segar dan melancarkan proses menelan serta pembuangan. 4. Buah-buahan untuk memenuhi asupan vitamin dan sebagai cuci mulut 5. Susu memberikan tambahan protein agar tubuh lebih sehat. Tapi saat ini penggunaan susu di Indonesia masih terbatas karena penyediaan masih terbatas dan harga nya mahal (Almatsier, 2001). b. Gangguan kesehatan dan adanya infeksi Saat anak-anak mengalami gangguan kesehatan akan membuat nafsu makan anak tersebut menurun sehingga

menyebabkan kurangnya nutrisi pada tubuh. Kekurangan nutrisi

tersebut akan menyebabkan gangguan pada pertumbuhannya karena pada masa anak-anak kebutuhan nutrisi meningkat sehingga saat nutrisi tidak terpenuhi secara adekuat membuat anak tersebut susah untuk meningkatkan berat badannya. Infeksi dapat menyebabkan kekurangan gizi pada anak begitupula saat kekurangan gizi maka dapat mudak terkena infeksi. c. Pola asuh orang tua Pola asuh yang baik diberikan pada orang tua akan memberikan rasa aman dan nyaman pada anak sehingga berpengaruh pula dengan nafsu makan anak tersebut karena saat orang tua mengasuh anaknya sediri mereka akan lebih tau apa yang dirasakan oleh anaknya sehingga orang tua akan lebih memperhatikan nutrisi anaknya, pendidikan anaknya dan interaksi sosial pada anaknya. 2. Faktor tidak langsung a. Faktor ekonomi yang kurang Pendapat yang kurang akan memberikan dampak pada pola makan yang buruk sehingga anak-anak tidak mendapatkan asupan makanan yang baik. b. Pendidikan dan pengetahuan yang rendah c. Sanitasi lingkungan Sanitasi yang buruk akan menyebabkan anak mudah sakit. Saat lingkungannya kurang bersih maka makanan yang dikonsumsi pun jadi tidak bersih, oleh karena anak-anak akan mudah mengalami diare. Sanitasi yang buruk pula akan menyebabkan penularan penyakit yang sangat cepat. d. Jarak kehamilan yang terlalu dekat dan jumlah anak yang banyak (>5 anak) Jarak kehamilan yang terlalu dekat dan jumlah anak yang banyak menyebabkan kurangnya nutrisi pada anak karena orang tua tidak dapat fokus pada kebutuhan nutrisi setiap anaknya.

e. Sosial Pengaruh sosial yang dimaksudkan adalah berhubungan dengan adat istiadat dan agama yang terkadang tidak memperbolehkan makanan tertentu untuk dikonsumsi Buang Air Besar (BAB) An.Aisyah saat ini dirasakan jumlahnya lebih sedikit dan susah. Sehari buang air besarnya sekali. Konstipasi pada anak didefinisikan sebagai kesulitan melakukan defekasi atau

berkurangnya frekuensi defekasi yaitu kurang dari 3 kali dalam seminggu tanpa melihat apakah tinja keras atau tidak. Dari definisi tersebut An. Aisyah belum termasuk ke dalam konstipasi karena frekuensi BAB nya pada umur 21 bulan tersebut masih terbilang normal. Pada anak usia 1-3 tahun frekuensi BAB normal adalah 4-21 kali perminggu, oleh karena itu pada kasus kami BAB nya masih normal. Untuk jumlah BAB yang sedikit dapat disebabkan oleh buruknya asupan makanan. Apabila anak tersebut jarang makan dan minum maka tinja yang dikeluarkan pun sedikit (Firmansyah, 2010).

C. Riwayat Penyakit Dahulu An.A menderita batuk pilek 2 minggu yang lalu. Batuk Pilek yang sering dialami oleh anak-anak biasanya disebabkan oleh ISPA. Kejadian ISPA pada anak terbilang sangat sering dikarenakan pada anak-anak sistem imun masih belum sempurna dan anak-anak sering bermain di tempat-tempat kotor sehingga membuat bakteri atau virus mudah masuk. Batuk pilek yang dialami oleh An.A yang masih berumur 21 bulan adalah kemungkinan akibat dari infeksi saluran pernafasan atas, karena saat usia 21 bulan tersebut pembentukan kekebalan tubuh belum sempurna sehingga anak-anak mudah terkena infeksi. An.A juga diketahui memiliki riwayat kelahiran prematur dengan barat badan lahir sangat rendah yaitu 1500 gram, faktor kelahiran tersebut juga berpengaruh dengan sistem imunitasnya. Pada anak prematur memiliki resiko terjadinya defisit respons imun seluler dan humoral sehingga anak mudah terkena infeksi (Kosim, 2006). An.A juga memiliki riwayat kejang demam usia 1,5 tahun (17 bulan). Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak usia 6 bulan-5

tahun dan berhubungan dengan demam, serta tidak didapatkan adanya infeksi atau kelainan lain di intrakranial. Kejang demam banyak disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang tinggi pada infeksi saluran nafas atas (ISPA) dan otitis media. Faktor resiko kejang demam adalah : 1. Demam tinggi dengan suhu rektal 38C dan suhu axilla 37,2C 2. Usia kurang dari 2 tahun sangat rentan terhadap terjadinya kejang demam 3. Riwayat keluarga dengan kejang demam 4. Faktor prenatal yaitu ibu saat hamil usia kurang dari 20 tahun, kehamilan dengan eklamsi dan hipertensi 5. Faktor perinatal Asfiksia akan menimbulkan hipoksia pada otak sehingga akan membuat kadar Natrium intraseluler dan meningkatkan neurotransmiter eksitatorik sehingga dapat menyebabkan kejang BBLR dapat menjadi faktor resiko terjadinya kejang demam karena keadaan BBLR rawan sekali terkena infeksi sehingga bisa timbul demam tinggi. Pada keadaan BBLR juga akan terjadi gangguan metabolisme seperti hipoglikemia dan hipokalsemia. Dalam keadaan hipoglikemia maka otak akan kekurangan energi sehingga menggaggu kanal Na+ dan pompa Na+ yang akan menimbulkan kejadian kejang. Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan kurang dari 37 bulan. Pada bayi prematur perkembangan alat-alat tubuh belum sempurna sehingga belum berfungsi dengan baik. Bayi prematur sering mengalami keadaan gangguan nafas dan asfiksia sehingga kebutuhan oksigen pada bayi prematur lebih tinggi di banding bayi matur. Bayi prematur akan mudah mengalami hipoksia sehingga dapat menurunkan ambang kejang sehingga bayi prematur mudah mengalami kejang Partus lama Persalinan dengan alat seperti Force dan lainnya (Supaat, 2008).

Faktor yang menyebabkan kejang demam pada kasus tersebut adalah karena usia anak kurang dari 2, riwayat BBLR dan riwayat prematur merupakan faktor resiko yang menunjukan bahwa

perkembangan otak pada anak tersebut belum sempurna dan pada usia kurang dari 2 tahun, produksi neurotransmiter eksitatorik lebih banyak dibanding inhibitorik sehingga anak tersebut mudah mengalami kejang.

D. Riwayat Penyakit Keluarga Keadaan keluarga tidak ada riwayat kejang demam, tidak ada riwayat kencing manis, tidak ada riwayat hipertensi, tidak ada riwayat batuk lana dan tidak ada riwayat alegri. Pada kondisi keluarganya normal tidak ada yang berhubungan dengan keluhannnya saat ini.

E. Riwayat Kehamilan Riwayat kehamilan saat ini adalah G2P2A0, Saat ibunya mengandung An.A ibu mengalami mual-muntah yang terus menerus hingga usia kehamilan > 3 bulan. Saat itu pun ibunya dikatakan anemia sehingga nafsu makan ibu sangat menurun hanya makan sekali sehari dan porsinya sedikit. Hamil pertama kali usia 20 tahun. Gizi saat ibu hamil adalah suatu hal yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kekurangan gizi saat hamil akan menyebabkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), lahir mati, cacat bawaan, anemia pada bayi baru lahir, bayi mudah terkena infeksi, prematur, abortus dan sebagainya. Anak yang lahir dari ibu yang kurang gizi dan hisup dilingkungan miskin akan mudah mengalami infeksi yang akan menghambat tumbuh-kembang anak tersebut sehingga kelak dapat menghasilkan wanita dewasa yang berat dan tinggi badannya kurang juga. Keadaan ini merupakan lingkaran setan yang akan berulang dari generasi ke generasi jika tidak dilakukan pengobatan dan pencegahan yang adekuat (Soetjiningsih, 1995). Dapat disimpulkan bahwa keadaan ibu saat mengandung An.A ini mengalami kekurangan gizi akibat hiperemesis gravidarum dan anemia yang diderita sehingga membuat BBLR pun sangat tinggi. resiko untuk lahirnya bayi dengan

F. Riwayat Kelahiran An.A dilahirkan pada pada usia kehamilan 32 bulan (prematur) dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) yaitu 1500 gram. Anak langsung menangis dan kulit kemerahan sehingga dapat dinyatakan tidak ada asfiksia. Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan dalam usia <37 minggu.bayi prematur dibagi menjadi 2 yaitu : Prematuritas murni adalah bayi lahir <37 minggu dan dengan BB sesuai dengan masa kehamilannya yaitu 1800-2000 gram Dismaturitas adalah berat badan bayi tidak sesuai dengan usia kehamilan, contoh pada usia kehamilan 9 bulan ibu melahirkan bayi dengan BB < 2500 gram. Bayi prematur disebabkan oleh banyak faktor yaitu keadaan gizi ibu saat hamil yang buruk, adanya infeksi pada janin, infeksi pada ibu hamilnya yang menyebabkan kontraksi dini pada uterus, stres,

peregangan uterus berlebihan saat hamil (polihidramnion) dan adanya gangguan implantasi janin. Bayi prematur pun merupakan bayi yang sangat rentan terhadap penyakit sehingga membutuhkan perawatan yang khusus begitupula dengan nutrisinya. Bayi prematur harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk memenuhi kebutuhannya (Kosim, 2006). Komplikasi sering timbul pada keadaan prematur adalah

perubahan suhu,otot pernafasan yang lemah, masalah imunologi, dan masalah gastrointestinal dimana saluran pencernaan belum memiliki fungsi yang sempurna sehingga tidak mampu menyerap makanan ASI yang sesuai kemampuannya. Adapun komplikasi jangka panjang adalah gangguan pertumbuhan (Kosim, 2006). BBLR merupakan hal yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak-anak dengan riwayat BBLR harus mendapat perhatian yang ekstra agar tumbuh dan kembangnya berjalan dengan baik. BBLR disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut : 1. Usia kehamilan saat melahirkan

2. Paritas atau jumlah persalinan yang pernah dialami, BBLR banyak terjadi pada paritas yang pertama dan paritas ke-4 3. Jarak kelahiran yang dekat menyebabkan pemulihan ibu dari kehamilan yang sebelumnya belum sepenuhnya pulih sehingga kebutuhan gizi ibu tidak terpenuhi dengan baik maka resiko untuk BBLR sangat tinggi 4. Sosial ekonomi yang rendah 5. Nutrisi saat hamil yang buruk 6. Kelainan dalam kehamilan seperti hiperemesis

gravidarum,preeklamsi, dan kehamilan kembar membuat nutrisi janin tidak adekuat sehingga menyebabkan BBLR (Proverawati & Ismawati, 2010). Masalah jangka pendek pada BBLR adalah gangguan metabolik (hipotermi, hipoglikemi, hiperglikemik dan masalah penyerapan ASI), imun rendah, gangguan pernafasan. Masalah jangka panjangnya adalah : 1. Perkembangan dan pertumbuhan yang lambat karena maturitas otak yang belum sempurna 2. Gangguan bicara dan komunikasi. Kecepatan bicara pada BBLR lebih lambat dibanding bayi cukup bulan 3. Gangguan neurologi dan kognisi 4. Gangguan belajar/masalah pendidikan 5. Adanya masalah fisik yang diakibatkan karena kondisi pada BBLR sangat mudah sakit dan terinfeksi oleh karena itu kelainan fisik dapat muncul seperti penyakit paru kronis, gangguan

penglihatan,dan kelainan jantung (Proverawati & Ismawati, 2010). Kondisi BBLSR pada An.A dahulu sangat berhubungan erat dengan keluhan yang saat ini dirasakan yaitu berat badan tetap dan susah naik. Gangguan pertumbuhan merupakan masalah jangka panjang pada bayi dengan BBLSR yang sering ditemukan, gangguan pertumbuhan pada BBLSR dapat dikarenakan kematangan dari sistem orang yang belum sempurna sehingga penyerapan nutrisi untuk kebutuhan pertumbuhan terhambat.

G. Riwayat Pemberian Makanan Asi eksklusif 6 bulan yang telah diberikan sangat baik bagi masa tumbuh kambangnya. Pemberian ASI eksklusif di wajibkan dari umur 0 - 6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun, sebab ASI mengandung LCPUFAs (Arachidonic acid/AA dan Docosahexanoic acid/DHA) yang berfungsi untuk pertumbuhan otak. ASI juga banyak keunggulan dengan kelengkapan gizi, mengandung banyak zat anti selular maupun hormonal sehingga morbilitas dan mortilitas bayi yang minum ASI lebih rendah dibanding yang minum susu formula. ASI juga mengandung enzimenziman hormon-hormon peroksidase) dan diantaranya: hormon (lisozim, katalase dan (ACTH, TRH, TSH, EGF, prolaktin,

hormon

prostaglandin). Selain itu ASI juga mendekatkan hubungan batin ibu dan anak. Oleh sebab itu ASI sangat dibutuhkan oleh seorang anak untuk masa pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan gizi. Pada kasus kami, sudah mendapat ASI eksklusif dari ibu sejak umur 0 bulan hingga saat ini masih mengkonsumsi ASI ( Narendra, 2002). Saat ini An.A masih minum ASI namun untuk makan An.A cukup sulit sehingga ibunya selalu memberikan ASI saja saat An.A susah untuk makan. Keadaan tersebut harus sangat diperhatikan karena ASI

memang baik tapi untuk umur 21 bulan ASI harus diberikan dengan makanan tambahan lainnya karena kebutuhan anak semakin bertambah usia akan semakin meningkat, jika hanya mengandalkan nutrisi dari ASI maka nutrisi untuk kebutuhan tubuh akan sangat kurang. Anjuran ASI yang diberikan adalah hingga usia 2 tahun namun didampingi dengan makanan pendamping ASI agar nutrisi lebih lengkap. An.A diberi makanan tambahan bubur SUN saat umur 6 bulan dan makanan yang dikonsumsi sekarang adalah nasi, sayur, tempe, dan kadang ikan. Pemberian makanan tambahan bubur SUN saat umur 6 bulan merupakan hal yang harus diberikan terhadat bayi. Pemberian bubur SUN merupakan MP-ASI (makanan pedamping ASI) yang mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan zat makanan yang adekuat untuk keperluan hidup, memelihara kesehatan dan aktivitas sehari-hari, menunjang tercapainya tumbuh kembang yang optimal,

membina anak agar terbina selera dan kebiasaan makan yang sehat, memilih dan menyukai makanan sesuai dengan keperluan anak. Anak susah makan dan lebih suka jajan permen serta nafsu makan menurun. Turunnya nafsu makan pada anak disebabkan oleh banyak faktor yaitu : 1. makanan yang diberikan selalu sama menunya sehingga anak merasa bosan 2. lingkungan saat dia makan yang membuat dia tidak fokus untuk menikmati makanannya seperti saat dia makan banyak anak-

anak yang bermain sehingga anak tersebut lebih tertarik untuk bermain dibanding makan 3. ada gangguan saliran pencernaan 4. jadwal makan yang tidak teratur membuat anak malas untuk makan 5. kebanyakan ngemil makanan yang gurih-gurih seperti ciki-ciki an dan permen. Dari faktor-faktor tersebut maka anjurkan pada ibu untuk mengganti menu makanan nya, tidak harus mahal yang penting sehat dan memenuhi kecukupan nutrisi 4 sehat 5 sempurnanya. Langkah selanjutnya yang dapat diterapkan oleh ibu untuk menjaga nafsu makan anak tetap naik adalah sebagai berikut : 1. Ajak anak makan diluar rumah agar anak tidak bosan seperti ke taman untuk berpiknik bersama dan sebagainya 2. Jadwalkan waktu makan yang teratur bagi anak

3. Anak boleh jajan tapi setelah dia makan dan perkenalkan jajanan yang baik bagi anak yaitu jajanan yang dapat mengganti nasi seperti kentang kering, ubi tabur gula, biskuit, roti dan buah-buahan. Hati-hati pada jajanan pinggir jalan karena dapat membuat anak diare .

H. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan anak saat ini yaitu BB 8 kg, TB 70 cm, Lingkar kepala 44 cm. Perkembangannya adalah Mulai telungkup usia setengah tahun (6 bulan), Mulai duduk usia kira-kira 10 bulan, Anak mulai bisa berjalan usia 1 tahun dan Saat ini anak usia 21 bulan dan sudah bisa

berlari, memegang pulpen dan mencoret-coret dikertas, dapat memegang gelas dan meminum sendiri. Pertumbuhan dan perkembangan anak di pengaruhi oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut : 1. Faktor Genetik Faktor genetik adalah suatu hal yang paling berpengaruh pada tumbuh kembang seorang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap

rangsangan, umur puberitas dan berhentinya pertumbuhan tulang. Faktor-faktor genetik meliputi oleh faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis kelamin, suku dan bangsa. Genetik yang bermutu akan memberikan interaksi yang positif terhadap lingkungan

sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal. Faktor genetik merupakan faktor yang terbanyak menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada negara-negara maju sedangkan pada negara berkembang banyak diakibatkan oleh faktor lingkungan yang kurang memadai sehingga membuat seorang anak banyak yang meninggal sebelum usia lima tahun. 2. Faktor Lingkungan Pranatal Manusia tidak dapat terlepas dari lingkungan sekitarnya dan manusia selalu membutuhkan dukungan dari sekelilingnya.

Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya hasil yang optimal sedangkan lingkungan yang kurang baik akan membuat hambatan bagi tumbuh kembang anak. a. Gizi ibu saat hamil Kehamilan merupakan hal yang fisiologis namun

membutuhkan perhatian yang sangat ekstra karena keadaan kehamilan akan mempengaruhi pula kondisi janin. Gizi pada ibu hamil harus terpenuhi secara cukup. Ibu hamil dengan kekurangan gizi membuat pertumbuhan janin akan terhambat dan dapat terjadi berat bayi lahir rendah (BBLR) sehingga membuat bayi tersebut

rentan terhadap penyakit di mana akan terjadi penghambatan pada pertumbuhan dan diferensiasi sel-sel dalam tubuh bayi. b. Trauma mekanis Trauma dan cairan ketuban yang kurang saat kehamilan dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan. c. Toksin atau zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen seperti obat thalidomide, phenitoin, methadion dan obat-obatan anti kanker. Dapat menyebabkan kelainan bawaan bagitu pula pada ibu-ibu perokok dan peminum alkohol. d. Endokrin Keseimbangan hormonal dalam kehidupan janin akan membuat tumbuh kembang janin yang sempurna dan menghindari terjadinya kelainan-kelainan bawaan. e. Radiasi Radiasi pada janin sebelum umur kehamilan 18 minggu menyebabkan Kematian janin,kerusakan otak atau cacat bawaan lainnya. f. Infeksi TORCH merupakan infeksi yang sering menyerang intrauterin yang dapat menyebabkan penyakit pada janin sehingga dapat merusak perkembangan janin dalam rahim. g. Stres Stress yang dialami ibu saat hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, antara lain cacat bawaan, kelainan kejiwaan dan lainnya. h. Imunitas Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrops fatalis, kern ikterus dan janin mati. i. Anoksia embrio Menurunnya oksigenase janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat menyebabkan berat badan lahir rendah dan meningkatkan resiko terhambatnya tumbuh kembang bayi.

3.

Faktor lingkung postnatal a. Lingkungan biologis yang mencakup ras,jenis kelamin,suku bangsa,umur, gizi dan hormonal b. Faktor Fisik yang meliputi cuaca, musim, sanitasi dan adanya radiasi pada lingkungan yang ditinggalinya c. Status kesehatan di mana termasuk adanya infeksi atau keadaan lainnya yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi d. Faktor psikososial Stimulasi Stimulasi yang terarah dan teratur akan memberikan respons perkembangan bagi seorang bayi sehingga dapat dengan cepat terjadi pematangan organ dan perkembangan yang baik. Contoh stimulasi adalah dengan cara mengajak bicara yang akan memberikan rangsangan-rangsangan dengan cara-cara bicara pada balita. Motivasi belajar Suatu motivasi akan mendorong anak-anak untuk

melakukan sesuatu keinginannya sehingga motivasi yang positif akan memberikan hasil tumbuh kembang yang positif pula. Cara memberikan motivasi belajar bagi anak adalah dengan menyediakan lingkungan yang kondusif dan

memberikan alat-alat belajar seperti buku-buku yang menarik dan lainnya. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya, anakanak membutuhkan teman sebaya dan orang tua tetap memberikan pantauan terhadap aktivitas anak-anaknya. Stress Stress pada anak-anak akan sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya karena anak tersebut akan menarik diri dan merasa rendah diri. Oleh karena itu, bagi para orang tua jangan berikan tekanan-tekanan yang terlalu keras bagi anakanak khususnya pada umur-umur balita karena saat itu adalah masa tumbuh kembang yang sangat baik.

Cinta dan kasih sayang salah satu hak anak adalah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya sehingga kelak dapat memunculkan pula rasa kasih sayangnya pada sesama namun kasih sayang pun jangan terlalu berlebihan diberikan pada anak karna akan mendidik anak menjadi anak yang manja, kurang mandiri, pemboros, sombong dan kurang bisa menerima kenyataan. Kualitas interaksi anak dan orang tua interaksi timbal balik antara anak dan orang tua akan memberikan keselarasan dan keterbukaan diantara orang tua dan anak sehingga orang tua dapat memantau anaknya dengan baik. 4. Faktor keluarga dan Adat istiadat a. Pekerjaan atau pendapat keluarga Dimana pendidikan dan pekerjaan yang memadai dapat menunjang tumbuh kembang anak karena dengan pekerjaan atau pendapatan keluarga yang mencukupi akan menunjang

kecukupan gizi untuk pertumbuhan anak dan dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik yang primer maupun sekunder. b. Pendidikan ayah/ibu pendidikan yang baik pada orang tua akan dapat mencerminkan pola pengasuhan yang baik karena mereka telah mengerti mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang kurang baik untuk dilakukan sehingga orang tua dapat selalu menjaga kesehatan dan pendidikan anak-anaknya. c. Jumlah saudara Jumlah anak yang terlalu banyak dan ekonomi tidak mencukupi akan menyebabkan tumbuh kembang terganggu karena

kekurangan kebutuhan-kebutuhan primer dan sekunder anak dan lebih buruk lagi jika jarak anak sangat dekat. d. Stabilitas rumah tangga keharmonisan dalam rumah tangga akan membuat anak nyaman sehingga akan mempengaruhi pula proses tumbuh kembang anak (Narendra, 2002)

I.

Riwayat Imunisasi Tujuan imunisasi untuk mencegah penyakit atau mengurangi berat penyakit. Riwayat Imunisasi anak saat ibu di wawancara ibu

mengungkapkan bahwa imunisasi anak sudah lengkap. J. Riwayat Kepribadian, Sosial, dan Lingkungan Dekat dengan kakak nya dan sering bermain bersama, hubungan dengan saudara kandung sangat baik, diasuh oleh ibunya sendiri, lebih dekat dengan ibunya adalah faktor dalam keluarga yang mempengaruhi pola asuh dan mempengaruhi asupan makanan. Keluarga adalah faktor utama yang berpengaruh terhadap makan anak. Orang tua dan saudara merupakan model bagi anak yang lebih muda terhadap kebiasaan makannya. Oleh sebab itu faktor bersosialisasi dengan keluarga terhadap anak berpengaruh terhadap asupan makanan anak. Contohnya: jika harapan orang tua berlebihan terhadap makan anak, disertai teguran dan paksaan sehingga membuat saat makan menjadi hal yang tidak menyenangkan terhadap seorang anak. Sebaliknya jika suasanan saat makan menyenangkan contohnya seperti membuat suasana yang rileks, sambil terkadang bercakap-cakap sehingga dapat meningkatkan nafsu makan anak karena anak merasa saat makan itu menyenangkan. Senang bermain dengan teman-teman sebayanya, mudah dekat dengan orang, aktivitas dilingkungan bermain cukup baik adalah termsuk faktor dalam lingkup teman sebaya yang dapat mempengaruhi asupan maka. Sejak bertambah luasnya kontak sosial anak dengan

lingkungannya, tidak dapat dihindari pengaruh teman sebaya terhadap pilihan makan anak. Ditandai dengan penolakan tiba-tiba terhadap makanan yang biasanya dikonsumsi dan meminta makanan yang sedang popular. Tingkah laku ini dapat berubah jika pihak orang tua dapat membatasi pengaruh-pengaruh yang tidak diinginkan terhadap anak. Anak diasuh oleh ibunya sendiri, merupakan hal yang baik untuk stimulasi bagi tumbuh kembangnnya karena dengan adanya orang tua yang mendampinginya maka anak akan merasa aman dan nyaman. Pengasuhan yang oleh orang tua sendiri dapat memberikan keuntungan dalam pengawasan penuh tumbuh kembang anaknya sehingga dimasa

depan dapat menjadi anak yang berguna bagi bangsa, agama dan negara (Narendra, 2002).

K. Anamnesis Sistem Keadaan umum anak sangat baik dan terlihat cukup aktif tapi anak memang tampak kurus. Keluhan dari anamnesis sistem adalah BAB yang susah dan sedikit. Keluhan BAB dirasakan saat ini mungkin disebabkan karena pola makan yang tidak teratur atau makan tidak sesuai dengan gizi yang dibutuhkan oleh seorang anak. Sehingga anak tersebut kurang serat yang menjadikan BAB nya susah serta kekuranganya intake makanan yang menyebabkan BAB terkesan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Keluhan pusing, demam, nyeri dada, batuk pilek, dan nyeri sendi tidak ada.

2.2 PEMBAHASAN PEMERIKSAAN FISIK A. Kesan Umum : tampak baik B. Vital Sign Nadi Suhu Pernafasan : tidak dilakukan karena anak tidak kooperatif : tidak dilakukan karena anak tidak kooperatif : tidak dilakukan karena anak tidak kooperatif

Dari vital sign kita dapat melihat adakah kelainan pada anak tersebut atau tidak karea vital sigi merupakan pemeriksaan yang sensitif dengan segala perubahan tubuh. Pada anak-anak nilai vital sigi normal nya adalah sebagai berikut : Suhu Nadi Pernafasan : 36,5-37,5C : 130x/menit : > 60x/menit

C. Status Gizi Klinis sebayanya Anak terlihat kurus karena anak tersebut merupakan bayi prematur dan anak tersebut susah makan sehingga asupan gizi bagi tubuhnya kurang. : tampak kurus dan lebih kecil di banding umur

Antropometri o o o o o BB PB/TB Lingkar kepala Lingkar dada kooperatif Lingkar lengan atas kooperatif : tidak dilakukan karena anak tidak : 8 kg : 70 cm : 44 cm : tidak dilakukan karena anak tidak

Penilaian Status Gizi dengan Z-score Z-score digunakan untuk menilai status gizi secara langsung dengan cara melihat status antropometri. Antropometri secara umur diartikan sebagai ukuran tubuh manusia. Cara ini digunakan untuk melihat keseimbangan asupan protein dan energi yang akan terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air tubuh (FKUII, 2012). Rumus Z-score :

Z-scores = (nilai antropometris anak)-(median standar) 1 SD dari standar

Bila nilai antropometri anak > median Bila nilai antropometrik anak< median

: 1 SD dari standar = (+1SD - Median) : 1 SD dari standar = (Median- (-1SD)

Z-score Pada kasus An.Aisyah adalah sebagai berikut : Diketahui : seorang anak perempuan bernama Aisyah berumur 21 bulan dengan BB : 8 kg dan TB : 70 cm Simpang Baku Indeks -3 SD TB/U BB/U BB/TB 74,3 7,7 6,0 -2 SD 77,4 9,0 6,8 -1 SD 80,6 10,2 7,6 Median 83,8 11,4 8,4 +1 SD 87,0 12,6 9,1 +2 SD 90,2 13,8 9,9 +3 SD 93,4 15,0 10,7

Hasil nya 8,0 11,4 BB//U = 11,4 10,2 = 1,2 -3,4 = -2,8 SD (gizi kurang)

70,0 83,8 TB//U = 83,3 80,6 =

-13,8 = 3,2

-4,3 SD (pendek)

BB//TB =

8,0 8,4 8,4 7,6 =

-0,4 = 0,8

-0,65 SD (Normal)

Interpretasinya Penilaian status gizi menurut Depkes RI (2000) Indikator PB/U TB/U BB/U -2 SD 2 SD -2 SD sampai +2 SD -2 SD sampai -3 SD -3 SD BB/TB 2 SD -2 SD sampai +2 SD -2 SD sampai -3 SD -3 SD Nilai Batas Normal Pendek (Stunded) Gizi Lebih Gizi baik Gizi Kurang Gizi Buruk Gemuk Normal Kurus Sangat Kurus Klasifikasi

atau -2 SD sampai + 2 SD

Interpretasi BB/U Normal, dulu kurang gizi Sekarang kurang ++ Sekarang kurang + Normal Sekarang kurang Sekarang lebih, Rendah Rendah Rendah Normal Normal dulu Normal

Indeks yang digunakan TB/U Rendah Tinggi Normal Normal Tinggi Rendah BB/TB Normal Rendah Rendah Normal Rendah Tinggi

kurang Tinggi, Normal Obese Sekarang obese Malnutrisi kronis lebih Tinggi Tinggi belum Tinggi Rendah Tinggi Rendah Normal Rendah Normal Tinggi Tinggi Rendah

2.3 PEMBAHASAN HASIL PENGUKURAN KPSP

KPSP ANAK UMUR 21 BULAN (1 TAHUN 9 BULAN) No. Kuisioner Aspek penilaian 1. Tanpa berpegangan atau menyentuh Gerak kasar ya tdk

laintai, dapatkah anak anda membungkuk untuk memungut mainan atau benda lain dilantai dan kemudian berdiri kembali 2. Dapatkan anak anda menunjukkan apa Sosialisasi yang di inginkannya tanpa menangis atau dan merengek? Dia melakukan dengan menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang kemandirian

menyenangkan 3. Dapatkah anak anda berjalan sepanjang Gerak kasar ruangan huyung 4. Jika anak anda memungut enda kecil Gerak halus seperti kacang apakah ia akan tanpa jatuh atau terhuyung

mengambilnya dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk? 5. Jika anda menggelindingkan bola ke anak Gerak halus anda apakah ia menggelindingkan atau melempar kembali kepada anda? 6. Dapatkan anak anda memegang sendiri Sosialisasi

cangkir atau gelas dan meminum dari dan tempat tersebut tanpa tumpah 7. kemandirian

Jika anda sedang melakukan pekerjaan Sosialisasi rumah tangga, apakah anak anda meniru dan apa yang anda lakukan? kemandirian

8.

Dapatkan anak anda meletakan satu Gerak halus kubus diatas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan berukuran sekitar 2,5 cm, bukan kubus yang berukuran lebih dari 5 cm.

9.

Dapatkah anak anda mengucapkan paling Bicara sedikit 3 kata yang dapat mempunyai arti bahasa selain pa...pa... dan ma...ma...

dan

10.

Dapatkah anak anda berjalan mudur 5 Gerak kasar langkah atau lebih (anda tanpa kehilangan dapat

keseimbangan?

mungkin

melihatnya saat anak menarik mainan) Interpretasinya adalah skor KPSP jawaban YA sebanyak 8 sehingga anak dikatakan (M) yaitu meragukan sehingga harus dilakukan : o o o Beri dukungan pada ibu untuk lebih sering melakukan stimulasi kepada anaknya Ajarkan cara melakukan stimulasi sesuai umur anak Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencari kemungkinan adanya o o penyakit yang menyebabkan penyimpangan

keseimbangannya Lakukan penilaian ulang KPSP 2 minggu kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang sesuai dengan umur anak Jika hasil KPSP ulang jawaban iya tetap 7 atau 8 maka kemungkinan ada penyimpangan (P)

2.4 DIAGNOSIS/DAFTAR MASALAH A. Masalah Aktif - Berat badan tidak naik dan cenderung tetap - Berat badan susah naik - BAB sedikit dan susah - Nafsu Makan anak menurun dan lebih suka jajan B. Masalah Inaktif - Anak batuk pilek 2 minggu sebelumnya - Kejang demam saat usia 1,5 tahun - Bayi kurang bulan atau prematur - BBLSR yaitu 1500 gram C. Diagnosis 1. Gizi Kurang Status gizi adalah keadaan gizi seseorang yang dapat dilihat untuk mengetahui apakah seseorang tersebut itu normal atau bermasalah (gizi kurang).Gizi kurang adalah gangguan kesehatan yang

disebabkan oleh kekurangan zat-zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, kecerdasan dan aktivitas atau produktivitas. Status gizi juga dapat merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh (nutrien input) dengan kebutuhan tubuh (nutrien output) akan zat gizi tersebut (Nelson, 1999). Dampak dari gizi kurang pada balita terhadap pertumbuhan, perkembangan intelektual dan produktivitas. Anak yang kekurangan gizi pada usia balita akan tumbuh pendek, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak yang berpengaruh pada rendahnya tingkat kecerdasan, karena tumbuh kembang otak 80 % terjadi pada masa dalam kandungan sampai usia 2 tahun (Nelson, 1999). Penilaian status gizi terhadap balita untuk mengetahui apakah kekurangan gizi atau dalam keadaan normal dapat diketahui dari informasi yang diperoleh dari informasi berbagai cara penilaian. Cara penilaian status gizi yang sering digunakan yaitu antopometri. Antopometri digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai

ketidak seimbangan antara asupan nprotein dan energi (Narendra, 2002). Pada kasus kami, indeks BB/U didapatkan gizi kurang/ rendah, TB/U didapatkan pendek/ rendah, dan BB/TB didapatkan normal. Jadi intepretasi hasil dari status gizi berdasarkan z-score bahwa pasien dalam keadaan normal, dulu pernah kurang gizi. 2. Gangguan Pertumbuhan Gangguan pertumbuhan disebabkan karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal dari dalam diantaranya: ras, keluarga, umur kehamilan, jenis kelaminn pada wanita saat sebelum pubertas lebuih cepat daripada laki-laki dan setelah masa pubertas laki-laki lebih cepat dibanding wanita, kelainan gen, kelainan kromosom dan hormon. Sedangkan faktor ekternal: faktor pranatal (gizi, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, kelainan imunologi dll), faktor persalinan (trauma), pasca natal (gizi, penyakit kronis/ kelainan kongenital, lingkungan). Pada kasus kami, pasien mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurangnya nutrisi dan akibat pola asuh yang buruk. Dari segi kekurangan nutrisi kami memilki alasan sebagai berikut : 1. riwayat kehamilan pada ibu mengalami hiperemesis gravidarum saat hamil dan anemia sehingga menjadi faktor resiko gangguan pertumbuhan akibat masa prenatal yang tidak baik 2. Anak dilahirkan kurang bulan (usia kehamilan 32 minggu) mengakibatkan bayi lahir dengan BBLSR yaitu 1500 gram

merupakan faktor resiko terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak. Saat bayi dilahirkan kurang bulan dengan BBLSR maka jika pola makan yang diberikan tidak adekuat menyebabkan

komplikasi jangka panjang yaitu gangguan pertumbuhan. 3. Pemberian makanan yang tidak teratur dan lebih sering jajan dibandingkan makan membuat nutrisi anak tidak adekuat. Jajanan akan membuat nafsu makan juga berkurang. Gangguan pertumbuhan akibat pola asuh yang kurang diakibatkan karena :

1. Ibu terlihat tidak begitu mengerti tentang pola asuh yang seharusnya beliau berikan kepada sang buah hati, pola asuh yang buruk dapat memberikan efek ke sisi lain contohnya dalam sisi mengkonsumsi makanan yang tidak teratur bahkan makanan apa adanya, bila pola asuh baik maka perolehan nutrisi bagi anak juga baik serta perkembangan anak menjadi normal. 2. Anak lebih sering diberikan ASI saja tanpa diberikan makanan tambahan pendamping ASI, keadaan tersebut menunjukan bahwa pengetahuan ibu tentang nutrisi yang baik bagi anak masih kurang. 2.5 RENCANA PENGELOLAAN DAN EDUKASI A. Rencana Pengelolahan a. Perbaikan Gizi - Memberikan edukasi tentang gizi yang seharusnya diberikan pada anak-anak usia 1-2 tahun - Memberikan bantuan makanan berupa makanan pokok seperti beras, lauk pauk, susu, sayuran serta buah-buahan agar asupan gizinya seimbang sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna B. Edukasi a. Beri edukasi pada ibu bahwa anak usia 21 bulan jangan hanya diberi asi saja tapi beri makanan yang cukup termasuk sayuran agar BAB anak juga lancar b. Edukasi makanan yang baik untuk balita Bayi dengan usia di atas 1 tahun, biasanya sudah memiliki gigi yang cukup untuk mengunyah makanan lunak. Sehingga kita bisa memberi makanan bayi 1 tahun dengan makanan yang biasa kita makan tetapi dibuat lebih lunak untuk makanan yang keras. Supaya kebutuhan gizi bayi tercukupi, maka nutrisi yang lengkap pada makanan bayi adalah penting seperti tercukupinya protein,

vitamin, dan mineral. Untuk sumber protein dapat menggunakan daging sapi segar, daging ayam kampung, ikan laut, keju, tahu, dan tempe. Sedangkan untuk vitamin dan mineral, bisa mendapatkannya

dari

sayur

dan

buah-buahan.

Cara

menyajikan

sayur

bisa bersamaan dengan nasi dan lauk, atau bisa juga disajikan sendiri. Anak diberi makanan buah tiap pagi dan sore seperti pisang, pepaya, jeruk manis, apel mangga, dan lain-lain. Hindari buah yang asam, menghasilkan gas yang banyak, atau bersifat panas, seperti durian dan nangka. c. Boleh jajan tapi setelah anak makan. d. Berikan susu sapi tambahan untuk memenuhi nutrisinya e. Ajarkan Pola Asuh yang baik Pola asuh yang baik dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut : - Menyediakan waktu untuk anak Komunikasi yang baik memerlukan waktu yang berkualitas. Bila orang tua bisa memberikan waktu yang berkualitas bagi anaknya, maka itu berarti ia sudah mengasihi dan memperhatikan anaknya. - Berkomunikasi secara pribadi Jangan tunggu sampai anak bermasalah. Setiap kali ada kesempatan, manfaatkan momen tersebut untuk mengajak anak bicara. Bicara di sini tidak sekadar basa-basi menanyakan apa kabarnya hari ini. Akan tetapi sebaiknya orang tua juga bisa menyelami perasaan senang, sedih, marah maupun keluh kesah anak. Menghargai anak Hargai keberadaan anak. Jangan hanya menganggapnya sebagai anak kecil. Kalaupun sedang bicara dengan anak, posisikan dirinya sebagai sosok yang dihargai dan sederajat. Mengerti anak Dalam berkomunikasi dengan anak, orang tua sebaiknya berusaha untuk mengerti dunia anak, memandang posisi mereka, mendengarkan apa ceritanya dan apa dalihnya. Mengenali apa yang menjadi suka dan duka, kegemaran, kesulitan, kelebihan, serta kekurangan mereka. Menciptakan hubungan yang baik

Hubungan yang erat dapat mempersempit jurang pemisah antara orang tua dan anak. Dengan demikian anak mau bersikap terbuka dengan menceritakan seluruh isi hatinya tanpa ada yang ditutup-tutupi di hadapan orang tua. Berikan sentuhan/kedekatan fisik dan kontak mata Usahakan setiap hari untuk menyentuh, melakukan kontak mata dan kedekatan fisik dengan anak. Anak akan merasakan kasih sayang dan kehangatan orang tua bila ayah atau ibu mau melakukan hal-hal tersebut. Dengarkan anak Orang tua sebaiknya belajar untuk menjadi pendengar aktif bagi anaknya. Dengan demikian anak akan tahu bahwa orang tua mampu memahaminya seperti yang mereka rasakan. Bukan seperti yang dilihat atau disangka orang tuanya. Cara ini akan membuat anak merasa penting dan berharga. Selain itu anak akan belajar untuk mengenali, menerima, dan mengerti perasaan mereka sendiri, serta menemukan cara untuk mengatasi

masalahnya (Sumitro, 2006).

BAB III PENUTUP 3.1 SARAN Kegiatan PPK ke posyandu Alhamdulillah berjalan lancar. Kegiatankegiatan di posyandu memberikan kami banyak pelajaran dan sebagai ladang kami untuk menimba ilmu. Dalam kegiatan posyandu di dua tempat yaitu posyandu jambean dan sorogenan kami melihat sudah terstruktur dengan baik namun ada beberapa yang perlu ditingkatkan yaitu proses penyuluhan makanan bagi peserta posyandu belum sepenuhnya diterapkan sehingga kegiatan posyandu terkesan hanya seperti penimbangan berat badan masal saja. 3.2 MANFAAT Kegiatan Posyandu yang kami lakukan Alhamdulillah memberikan kami pengetahuan dan pengalaman yaitu sebagai berikut : - Kami dapat mengetahui bentuk kegiatan di posyandu - Kami mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para balita dan ibunya - Kami mendapat kesempatan untuk melakukan imunisasi kepada peserta posyandu - Kami mendapat pelajaran tentang pengisian KMS dan melihat tumbuh kembang anak dari KMS tersebut - Kami dapat bersilaturahmi dengan teman sejawat dipuskesmas dan dengan warga - Mempererat kekompakan dan kebersamaan kelompok tutorial.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita., 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Babgei, Laily., 2000. Tumbuh Kembang Bayi Kurang Bulan Pada Usia 2-6

Bulan, Tesis, Jurusan Pendidikan Dokter Spesialis-1 fakultas kedokteran, Universitas Diponogoro. Fakultas kedokteran Universitas Islam Indonesia., 2012. Panduan Ketrampilan Medik Blok Kesehatan Anak. Yogyakarta : FKUII Firmansyah, Agus., 2010., Konstipasi pada Anak. Jakarta : IDAI http://creasoft.wordpress.com/0200/05/27/pola-asuh-kombinasi-caramendidik-anak-yang-lebih-baik/ Isa,Noor., 2011. Makanan Untuk Bayi Usia 1-2 Tahun. http://bayi.co/makananbayi/makanan-untuk-bayi-usia-1-2-tahun/ Kosim, M.Sholeh., Gawat darurat Neonatus Pada Kelahiran Preterm. Sari pediatri 2006;7: 225-231 Malik,Adam., 2010. Gagal Tumbuh. Medan : Universitas Sumatra Utara. Narendra, M., Sularyo, T., Soetjiningsih., Suyitno, H., Ranuh, I., 2002. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Jakarta: Sagung Seto. Proverawati,A., Ismawati, C., 2010. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Yogyakarta : Nuha medika. Puspita., 2010. Kejang Demam. http://www.dp-

coass.blogspot.com/2010/05/kejang-demam.html Soetjiningsih., Ranuh, I., 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta, Kedokteran EGC. Sumitro., 2006. Pola Asuh Kombinasi Cara Mendidik Anak yang Lebih Baik. http://creasoft.wordpress.com/0200/05/27/pola-asuh-kombinasi-caramendidik-anak-yang-lebih-baik/

LAMPIRAN LAPORAN KEGIATAN POSYANDU

I. OBSERVASI POSYANDU 1. Posyandu 1 A. Nama Posyandu B. Lokasi : Posyandu Jambean : Desa Menayu, Magelang

C. Sasaran (Jumlah Balita) : 50 balita D. Jumlah yang hadir E. Jumlah Kader nita, dan Ibu Siti) 2. Posyandu 2 A. Nama Posyandu B. Lokasi : Posyandu Sorogean : Desa Menayu, Magelang : 37 balita : 5 orang (ibu astia, ibu yanti, ibu ton, ibu

C. Sasaran (jumlah Balita) : 50 balita D. Jumlah hadir E. Jumlah Kader susanti, Dan ibu antik ) II. KEGIATAN POSYANDU Posyandu adalah suatu kegiatan yang diadakan oleh masyarakat untuk masayarakat sebagai pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Posyandu memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat karena dengan adanya posyandu akan dapat memantau kesehatan bagi setiap masyarakat dan posyandu sendiri termasuk pelayanan kesehatan yang mudah di jangkau bagi masyarakat karena posyandu diadakan pada setiap desa. Sebagian besar kegiatan-kegiatan di posyandu adalah sama yaitu 5P (pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pemberian makanan Tambahan, dan pelayanan) kegiatan 5P tersebut selalu tersedia di setiap posyandu begitupula posyandu yang kami datangi yaitu posyandu Jambean dan Sorogean. Pada kedua posyandu tersebut memiliki sistem kegiatan yang sama yaitu 5P. : 48 balita : 6 orang (ibu sukarni, ibu sri haryati, ibu sri

Pendaftaran adalah suatu kegiatan registrasi bagi ibu dan anak. Fungsi dari pendaftaran ini adalah untuk mengetahui jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan posyandu dan mendata bagi anak balita yang pertama kali datang sehingga dapat dimasukan ke buku dokumentasi pada bagian pencatatan. Penimbangan dan pengukuran tinggi badan merupakan hal yang sangat penting pula dalam kegiatan posyandu, karena dengan kegiatan

penimbangan dan pengukuran berat badan akan dapat memantau pertumbuhan balita. Pencatatan yang dilakukan di posyandu adalah pencatatan dari hasil penibangan dan pengukuran berat badan pada buku KMS, buku milik posyandu dan buku milik puskesmas. Kegiatan selanjutnya adalah PMT (Pemberian makanan tambahan) dimana terdiri dari penyuluhan yaitu makanan yang disediakan untuk seluruh peserta posyandu sebagai pengenalan makan yang sehat dan pemulihan yaitu makanan yang diberikan bagi peserta tertentu yaitu seperti peserta yang mengalami gizi buruk atau lainnya. Kegiatan Posyandu yang terakhir adalah pelayanan. Kegiatan

pelayanan ini dilakukan oleh bidan-bidan desa yang akan memberikan pelayan berupa imunisasi.

III. ALUR KEGIATAN POSYANDU

Posyandu Jambean dan Sorogean memiliki alur kegiatan posyandu yang sama dan hanya sedikit perbedaan nya. Alur kegiatan Posyandu pada Posyandu Jambean dan Sorogean adalah sebagai berikut : PENDAFTARAN

PENIMBANGAN DAN PENGUKURAN TINGGI BADAN KMS

DATA POSYANDU

PENCATATAN

PENYULUHAN YAITU BERUPA MAKANAN BAGI SETIAP PESERTA POSYANDU

DATA PUSKESMAS

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN YAITU MAKANAN YANG DIBERIKAN BAGI ANAK GIZI BURUK

PELAYANAN (IMUNISASI)

DOKUMENTASI

Suasana Kegiatan di Posyandu Jambean

Aisyah Bintang

Kami dan keluarga pasien

Kondisi rumah pasien

KMS Pasien