Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Phenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin fenil.

Proses pembuatan phenol ditemukan pada tahun 1834 yaitu dengan mengoksidasi batu bara. Phenol dapat digunakan sebagai antiseptik seperti yang digunakan Sir Joseph Lister saat mempraktikkan pembedahan antiseptik. Phenol merupakan komponen utama pada anstiseptik dagang, triklorofenol atau dikenal sebagai TCP (trichlorophenol). Phenol juga merupakan bagian komposisi beberapa anestitika oral, misalnya semprotan kloraseptik.
Phenol merupakan senyawa Kristal yang tak berwarna dan meleleh pada suhu 40C dan di perdagangkan dalam bentuk padatan dengan kemurnian 95%. Phenol bereaksi dengan basa kuat menghasilkan phenoksida dan phenolat. Phenol adalah senyawa yang sangat beracun seperti senyawa cresol dan juga bersifat korosif pada temperatur rendah.

Phenol berfungsi dalam pembuatan obat-obatan (bagian dari produksi aspirin), pembasmi rumput liar, dan lainnya. Phenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka. Penyuntikan phenol juga pernah digunakan pada eksekusi mati. Penyuntikan ini sering digunakan pada masa Nazi, Perang Dunia II. Suntikan phenol diberikan pada ribuan orang di kemah-kemah, terutama di Auschwitz-Birkenau. Penyuntikan ini dilakukan oleh dokter secara penyuntikan ke vena (intravena) di lengan dan jantung. Penyuntikan ke jantung dapat mengakibatkan kematian langsung.

1.2. Sifat-sifat Bahan Baku dan Produk

1.2.1.

Sifat-sifat bahan baku Cumene hidroperoksida 1. Sifat-sifat fisika Rumus molekul Berat molekul Titik didih Densitas pada 40C Kelarutan : C6H5CH(CH3)2OOH : 152,19 : 125 (C) : 1,02 (g/cm3) : 1,5 g / 100 ml

2. Sifat-sifat kimia Tidak berwarna sampai pucat kekuningan

3. Ekonomi Harga Produksi : Rp 37 600 000,- per ton : Sinomchem Nanjing Corporation, China

1.2.2.

Sifat-sifat bahan penolong a. Asam sulfat 1. Sifat fisika - Rumus molekul - Berat molekul - Bentuk - Titik lebur - Titik didih - Densitas - Kapasitas panas 2. Sifat kimia - Merupakan bahan penhidrasi yang kuat, mampu menyingkirkan air dari banyak senyawa. 3. Ekonomi - Harga - Produksi b. Natrium Hidroksida 1. Sifat fisik - Rumus molekul - Berat Molekul - Bentuk - Titik didih : NaOH : 40 : kristal putih : 1388 C : Rp 623 875 per ton : Hebei Baoshuo, China : H2SO4 : 98 : cairan tak berwarna : 10,49C : 340C : 1,834 Kg/m3 : 0,37 Kkal/g C

2. Sifat kimia - Merupakan senyawa korosif 3. Ekonomi - Harga - Produksi 1.2.3. Sifat-sifat produk a. Phenol 1. Sifat-sifat fisika - Rumus molekul - Berat molekul - Viskositas pada 30C - Titik didih - Titik beku - Densitas pada 30C 2. Sifat-sifat kimia Larut dalam etil eter, etil alkohol, carbon tetra klorida, asam asetat, gliserol dan benzene Kurang larut dalam paraffin hidrokarbon Beracun : C6H5OH : 94 : 2,47 (mm2/dt) : 181,84 C : 40,9 C : 1,132 C : Rp 935 812 per ton : Baotou, China

3. Ekonomi Harga : Rp 494.500.000,- per ton

b. Aseton 1. Sifat-sifat fisika Rumus molekul Berat molekul Panas pembakaran Viskositas Cp liquid Titik didih Densitas : CH3COCH3 : 58 : 427 Kkal/mol : 0,316 Cp : 0,517 cal/g : 56,1 C : 0,789 g/cm3

2. Sifat-sifat kimia Tidak mudah teroksidasi

3. Ekonomi Harga : Rp 132 187 500,- per ton

Perhitungan Gross Profit Margin (GPM) : Reaktan C6H5CH(CH3)2OO H2SO4 Reaksi (mol) Harga (Rp) Jumlah 1 8600 8600 1 150 150 NaOH 1 37 37 Produk C6H5OH 1 46483 46483 CH3COCH3 1 7700 7700

Dari tabel diatas dapat dihitung GPM dari pabrik Phenol adalah : GPM = Harga Produk (Rp) Harga Reaktan (Rp) = (46483 + 7700) (8600 + 150 + 37) = Rp. 45396,Maka dengan GPM (+) maka pabrik layak didirikan.

1.3. Kegunaan Phenol

Phenol banyak digunakan dalam berbagai macam industri, seperti : Industri bahan peledak Industri bahan perekat Insektisida Industri farmasi Industri glasswool Sebagai zat pewarna

1.4. Penentuan Kapasitas Produk

Kapasitas produksi suatu pabrik perlu direncanakan terlebih dahulu dalam mendirikan pabrik, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi permintaan baik dalam negeri serta mengurangi laju impor phenol dalam negeri. Pabrik phenol direncanakan didirikan pada tahun 2014 dengan peluang kapasitas yang ditujukan untuk menutupi nilai impor dari luar negeri. Untuk menghitung kapasitas menggunakan rumus : X = X0 (1+i)n Dimana : X = peluang kapasitas pada tahun yang diinginkan

X0 = data terakhir i n = tingkat kebutuhan = selisih tahun 2009 dan 2014 (5 tahun)

Tabel. 1.1. Data eksport di Indonesia (Sumber : BPS)

Tahun 2006 2007 2008 2009

Jumlah 720263 1148138 1234336 923679 Rata-rata

Pertumbuhan (%) 59,40538387 7,5076341 -25,16794455 10,43626835

Dari data pada table 1.1. didapatkan rata-rata persen kenaikan kebutuhan phenol sebesar 10,4362%. Sehingga besarnya ekspor pada tahun 2014 diperkirakan : X = X0 (1+i)n X = 923679 (1+0,1043)5 X = 1516898,182 kg/tahun
Tabel. 1.2. Data impor di Indonesia (Sumber : BPS)

Tahun 2006 2007 2008 2009

Jumlah 14735325 18987920 18608338 14037581 Rata-rata

Pertumbuhan (%) 28,85986566 -1,999070988 -24,5629513 0,574460845

Dari data pada table 1.2. didapatkan rata-rata persen kenaikan kebutuhan phenol sebesar 0,5744%. Sehingga besarnya ekspor pada tahun 2014 diperkirakan : X = X0 (1+i)n X = 14037581 (1+0,0057)5 X = 14442238,94 kg/tahun
Tabel. 1.3. Data Kosumsi di Indonesia (Sumber : BPS)

Tahun 2006 2007 2008 2009

jumlah 14015062 17839782 17374002 13113902 Rata-rata

Pertumbuhan (%) 27,29006836 -2,610906344 -24,51996955 0,039798116

Dari data pada table 1.3. didapatkan rata-rata persen kenaikan kebutuhan phenol sebesar 0,0397%. Sehingga besarnya ekspor pada tahun 2014 diperkirakan : X = X0 (1+i)n X = 13113902 (1+0,00039)5 X = 13139494,06 kg/tahun 13.139,49506 ton/tahun Jadi berdasarkan data tersebut diatas, kapasitas pabrik phenol yang akan didirikan tahun 2014 adalah 13139494,06 kg/tahun. Pada perancangan pabrik phenol ini di ambil kapasitas produksi sebesar 14.000 ton/tahun.

1.5. Pemilihan Lokasi

Lokasi yang dipilih untuk pendirian pabrik phenol ini adalah Pasuruan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu bahan baku, pemasaran, faktor utilitas (air, listrik, dan bahan bakar), keadaan geografis dan iklim, tenaga kerja, transportasi dan faktor-faktor lainnya. Faktor bahan baku merupakan salah satu faktor utama dalam pemilihan lokasi pabrik, karena akan menentukan tingkat keekonomisan dari perusahaan dan kapasitas dari bahan baku tersebut mempengaruhi lancar atau tidaknya produksi. Pasuruan Industrial Estate Rembang memiliki fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan bahan baku, dan juga pasuruan merupakan kota industri yang dapat memasok kebutuhan bahan hasil produk dari pabrik tetangga. Sehingga tidak memerlukan biaya tranportasi yang besar. Kota Pasuruan sebagai kota industri juga memiliki banyak hal yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik. Ditunjang dengan Pasuruan Industrial Estate yamg memfasilitasi segala bentuk kebutuhan dari industri sehingga kebutuhan listrik dan air untuk pabrik dapat dipenuhi, selain itu akses jalan di kota Pasuruan cukup banyak dan dapat dilalui truk-truk besar. Selain itu untuk telekomunikasi juga tersedia cukup baik. Hal ini dikarenakan letak kota yang tidak jauh dari Surabaya. Karena Pasuruan dikenal sebagai kota industri, maka ijin untuk mendirikan pabrik di Pasuruan tidaklah susah. Selain itu pasokan tenaga kerja berkualitas juga dapat dipenuhi, karena dekat dengan kota Surabaya.

Anda mungkin juga menyukai