Anda di halaman 1dari 10

PEMANFAATAN ALGAE CHLORELLA PYRENOIDOSA UNTUK MENURUNKAN TEMBAGA (Cu) PADA INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

Benny Syahputra1 ABSTRAK Ion tembaga (Cu) termasuk ion yang berbahaya apabila dibuang ke badan air karena bersifat toksik. Pengolahan kadar Cu dapat dilakukan dengan memanfaatkan algae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume algae yang paling efektif dan efisien dalam menurunkan kadar tembaga (Cu) limbah cair pelapisan logam. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat variasi volume algae (Chlorella pyrenoidosa 400 ml l! "00 ml l! #00 mI I dengan $aktu pengamatan % hari. &ampel limbah diambil sebanyak 4 liter per ember dengan jumlah ember '( buah. )ancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (C)*) dengan + kali ulangan. ,nalisis kandungan tembaga (Cu) dilakukan sebelum dan sesudah pengamatan selama % hari di laboratorium -asil penelitian menunjukkan! rata.rata kadar tembaga (Cu) pada saat sebelum perlakuan adalah +!(/ mg 0! rata.rata akhir setelah perlakuan dengan variasi volume algae Chlorella pyrenoidosa #00 ml l kadar tembaga (Cu) turun menjadi 0!(/ mg 0! sedangkan rata.rata efisiensi tingkat penurunan kadar tembaga! masing.masing perlakuan adalah 400 ml l 1 #+!+# 23 "00 ml l = ##!443 #00 ml l 1 /0!/% 2. -al ini menunjukkan bah$a perlakuan yang paling efektif dari + perlakuan yang dilakukan adalah dengan variasi volume algae Chlorella pyrenoidosa #00 ml l.

I PENDA!ULUAN 1 1 Latar Be"a#an$ Industri pelapisan logam menghasilkan limbah cair yang cukup banyak salah satunya adalah ternbaga (Cu)! limbah cair pelapisan logam dihasilkan dari proses pembersihan! pencucian! dan penyepuhan. Industri pelapisan logam saat ini belum menggunakan pengolahan yang memadai! industri ini hanya menggunakan bak penampung sebagai tempat pembuangan limbah sementara. 4erdasarkan hasil pemeriksaan limbah industri pelapisan logam di 5ota 6ede 7ogyakarta ternyata mempunyai kadar tembaga (Cu) yang cukup tinggi yaitu +!(/ mg 0! p- 8!"! suhu (/ C!
0

menurut 5ep.0+ 9:;50- II '//' adalah ' mg 0. *engan kandungan yang cukup tinggi tersebut apabila dibuang ke perairan akan menimbulkan gangguan pada kehidupan biota air maupun manusia itu sendiri. ,lgae sebagai Chlorella pyrenoidosa limbah dipilih cair sarana penanganan

karena algae Chlorella pyrenoidosa dapat tumbuh dan berkembang biak pada air kotor! selain Itu algae Chlorella pyrenoidosa dapat menurunkan kadar tembaga. (Cu)! karena algae mempunyai kemampuan untuk menyerap logam.logam berat termasuk Cu

dengan cara melakukan penyerapan melalui permukaan selnya! karena adanya proses adsorpsi. &etelah itu logam diserap masuk

sedangkan baku mutu air limbah golongan I


1

Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA Semarang

oleh sel algae sampai pada titik optimal! penyerapan ini dilakukan selama % hari. 1 % Tu&uan Pene"'t'an 4erdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan paling efektif dalam penelitian limbah

natrium karbonat kostip! sianida! borak! sabun! atau pembersih lainnya. b. Pengasaman Pengasaman yaitu menghilangkan kerak dan karat dari logam. Pengasaman ini menggunakan larutan asam sulfat atau asam hidroklorida. c. Pelapisan *alam pelapisan tanpa listrik suatu lapisan diletakkan pada plastik atau logam dengan daya katalis atau pemindahan. 4erbagai campuran larutan digunakan tetapi paling umum adalah tembaga krom! nikel dan seng yang dilarutkan bersama sianida

adalah untuk mengetahui volume algae yang menurunkan serta tembaga (Cu) pada industri pelapisan logam 5otagede 7ogyakarta mengetahui efisiensi penurunan kadar tembaga (Cu) oleh algae Chlorella pyrenoidosa! 1 ( Man)aat Pene"'t'an a. 9emberi Chlorella limbah tinggi. b. *iharapkan dapat menyumbangkan alternatif pilihan penurunan kadar tembaga pada limbah cair industri pelapisan logam dengan menggunakan algae Chlorella pyrenoidosa II TIN*AUAN PUSTAKA % 1 Pr+,e, Pe"ap',an L+$aProses pengolahan pada industri pelapisan logam (:9*I! '//4) < a. Pembersihan dan pengupasan Pada tahap a$al logam dan operasi dengan adalah cara 0emak mempersiapkan pembersihan informasi pyrenoidosa kepada dalam industri mengolah untuk pelapisan logam dalam pemanfaatan algae industri pelapisan logam

asam! alkali dan fosfat d. Penyepuhan Penyepuhan adalah suatu proses pengendapan satu lapisan tipis oksida pada permukaan logam. e. Pembilasan Pembilasan dapat dilakukan dalam penangas lengkap! penangas mengalir atau pembilasan semprot. % % Te-.a$a (Cu) >embaga dengan nama kimia Cupprum dilambangkan dengan Cu! unsur logam ini berbentuk kristal dengan $arna kemerahan. *alam tabel periodik unsur.unsur kimia tembaga menempati posisi dengan nomor atom (;,) (/ dan mempunyai bobot atom (4,) "+!84". ?nsur tambahan di alam dapat ditemukan dalam bentuk persenya$aan atau dalam senya$a padat dalam bentuk mineral. *alam badan perairan laut tembaga dapat ditemukan dalam bentuk persenya$aan ion seperti CuC@+! Cu@-! dan sebagainya (Aribeg! '/%%).

menurunkan kandungan tembaga (Cu) yang

pengupasan.

dapat dihilangkan dengan menggunakan pelarut seperti ben=ena! trikloroetilin! metil klorida! toluena! dan karbon. >etraklorida! atau larutan alkali yang mengandung

>embaga merupakan suatu unsur yang sangat penting dan berguna untuk metabolisme. 4atas konsentrasi dari unsur ini yang mempengaruhi pada air berkisar antara ' B 8 mg l merupakan konsentrasi tertinggi. *alam industri! tembaga banyak digunakan dalam industri cat! industri fungisida serta dapat digunakan sebagai katalis! baterai elektroda! sebagai pencegah pertumbuhan lumut! turunan senya$a.senya$a karbonat banyak pe$arna digunakan kuningan. sebagai pigmen dan >embaga berperan

terjadinya peningkatan kelarutan Cu dalam badan perairan. 9asuknya berbagai efek samping dari aktifitas manusia ini ditentukan oleh banyaknya yang dilakukan oleh proses daur ulang yang terjadi dalam sistem tatanan lingkungan perairan yang merupakan efek dari aktifitas biota perairan juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan Cu dalam badan perairan. 4iota perairan sangat peka terhadap kelebihan Cu dalam perairan tempat hidupnya. 5onsentrasi Cu terlarut yang mencapai 0!0' ppm kematian bagi fitoplankton kematian tersebut keluarga diakibatkan crustaceae adanya yang akan racun sel fitoplankton! jenis.jenis termasuk mengalami

khususnya dalam beberapa kegiatan seperti en=im pernapasan sebagai tirosinase dan silokron oksidasi. >embaga juga diperlukan dalam proses pertumbuhan sel darah merah yang masih muda! bila kekurangan sel darah merah yang dihasilkan akan berkurang (-eryando Palar! '//4). % / Su-.er Cu ?ntuk dapat masuk ke dalam suatu tatanan lingkungan Cu (tembaga) dapat masuk melalui bermacam.macam jalur dan sumber. &ecara global sumber masuknya unsur logam tembaga dalam tatanan lingkungan adalah secara alamiah dan non ilmiah. &ecara alamiah Cu dapat masuk ke dalam suatu lingkungan sebagai akibat dari berbagai peristi$a alam. ?nsur ini dapat bersumber dari peristi$a pengikisan dari bantuan mineral. &umber lain adalah debu! partikulat Cu yang ada dalam udara yang diba$a turun oleh air hujan. &edangkan non alamiah masuk ke tatanan alamiah akibat aktifitas manusia seperti< buangan industri! pertambahan Cu! industri galangan kapal dan bermacam.macam aktifitas pelabuhan lainnya merupakan aktifitas yang mempercepat

kematian dalam tenggang $aktru /" jam. 4ila konsentrasi Cu terlarut berada dalam kisaran 0!'% sampai '00 ppm. *alam tenhggang $aktu yang sama biota yang tergolong ke dalam keluarga mollusca akan mengalami kematian bila Cu yang terlarut dalam badan perairan dimana biota tersebut hidup berada dalam kisaran 0!'" sampai 0!8 ppm. 5onsentrasi Cu yang berada dalam kisaran (!8 B +!0 ppm dalam badan perairan dapat membunuh ikan.ikan (-eryando! Palar '//4). % 0 Kara#ter',t'# Chlorella pyrenoidosa 9enurut pyrenoidosa Craft sebagai dan )eynol ('/4() aCuatik perkembangan dan daya tahan algae Chlorella tumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu< a. Cahaya matahari b. pc. 5esediaan mineral d. 5emampuan bersaing dengan flora lain ,lgae Chlorella pyrenoidosa mempunyai habitat hidup di tempat basah atau

berair.5lasifikasi algae melalui pengaruh yang ada! dan algae Chlorella pyrenoidosa ini memiliki kloroplas berbentuk mangkok (:hlers dan &teel! '/%/). Pada algae Chlorella pyrenoidosa belum ditemukan adanya organ! akar! batang maupun daun susunan tubuh semacam itu disebut thalus sel.sel tubuh algae bersifat ekkariotik terdapat dan didalam oleh sitoplasma karena itu telah algae chlorofil!

garis besar terbagi menjadi dua < ()ound! '/%+) a. Aaktor biotik Interaksi antara organisme itu sendiri maupun organisme yang lain yang hidup berada pada habitatnya. b. Aaktor abiotik *engan adanya cahaya yang cukup! suhu sekitar +80 C. &elain itu algae Chlorella pyrenoidosa merupakan ganggang hijau bersel satu yang tidak bergerak. % ( Pe-an)aatan A"$ae Chlorella Pyrenoidosa &istem pengolahan limbah cair dengan algae Chlorella pyrenoidosa sangat cocok bagi negara berkembang. 5arena selain biaya murah! algae Chlorella pyrenoidosa banyak ditemukan di empang atau sa$ah. 9ikroorganisme bersel satu ini sebenarnya sudah cukup dikenal! selain dibudidayakan untuk makanan ikan! juga untuk makanan bergi=i. *an sebagai pengolah limbah! algae ini sering disebut ganggang hijau (Chlorophy"eae). >anpa disadari ganggang ini

Chlorella pyrenoidosa bersifat autotrof. ,lgae jenis Chlorella pyrenoidosa diharapkan akan menjadi sumber karbohidrat itu Chlorella dan protein sebagai pengganti tumbuhan tinggi. *isamping pyrenoidosa memberi harapan yang baik untuk menjadi sumber makanan baru (ehlers dan steel) karena< a. Pembiakan cepat dalam lingkungan yang baik. b. 4ila ke dalam air kulturnya dimasukkan =at organik sederhana! cukup C@ ( dan cahaya maka algae ini akan berfotosintesis dan selanjutnya c. 5arbohidrat! menghasilkan protein dan karbohidrat lemak yang protein dan lemak. dihasilkan algae ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Chlorella pyrenoidosa merupakan ganggang hijau bersel satu yang tidak bergerak mempunyai ciri< a. 4entuk sel seperti bola.bola kecil b. Protoplasma berbentuk mangkok kecil c. >empat di air ta$ar dan air laut juga tempat.tempat basah d. )eproduksi aseksual dengan membelah diri Aaktor yang mempengaruhi pertumbuhan Chlorella pyrenoidosa secara

pada limbah pabrik tapioka disitu secara alami algae telah ,lgae maksimal mengurangi bisa yaitu kadar pencemar secara limbah algae organik. dimanfaatkan untuk mengolah pemenfaatan

peternakan dan industri logam. Penelitian yang berhubungan dengan Chlorella pyrenoidosa sudah banyak dilakukan! baik untuk mengolah air limbah maupun untuk tujuan lain. ,dapun Chlorella pyrenoidosa dipilih sebagai sarana penanganan limbah tekstil karena Chlorella pyrenoidosa dapat tumbuh dan berkembang biak pada air kotor (&uria$iria! '/#"). &elain itu keberadaan

fitoplankton

terutama

algae

merupakan

konsekuensi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan (5ataraman! '/"/). 0imbah organik hampir mengandung unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan algae seperti< &! P dan 5 sehingga algae dapat tumbuh subur. >etapi unsur hara disini ada yang berbentuk sebagai kompleks organik sehingga harus dioksidasi terlebih dahulu menjadi bentuk anorganik yang dapat diserap sdeperti ;o(! ;-+! &@4 dan lain. lain. @ksidasi ini dilakukan oleh aktifitas simbiosis algae dan bakteri. @ksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi pada lapisan aerob diperoleh melalui reaerasi pada permukaan air tetapi sebagian besar diperoleh dari hasil fotosintesis algae yang tumbuh secara alami pada kolam jika terdapat sinar matahari dan nutrien yang cukup. ,lgae mampu menggunakan karbondioksida sebagai sumber karbon utama untuk sintesis sel baru dan melepaskan oksigen melalui mekanisme fotosintesis (9ara! '/%"). III METODE PENELITIAN / 1 Bahan a. >anaman algae Chlorella pyrenoidosa menggunakan sebanyak 8!8 liter vang diambil dari pembiakan dengan plankton net. b. 4# liter limbah cair pelapisan logam (Cu) c. 0arutan -C0 I menetralisir p-. / % Cara Per"a#uan Chlorella pyrenoidosa ,lgae Chlorella pyrenoidosa dibeli dari reaktor pembiyakan balai budidaya air payau 5ab. Fepara dan selanjutnya ditanam pada ember II! III! IG pada ember I dibiarkan tanpa ; sebanyak /00 cc

produsen primer bagi kehidupan air! karena fitoplankton tersebut menghasilkan oksigen dari aktifitas fotosintesis. &ebagai mikroorganisme Chlorella pyrenoidosa punya keterbatasan yanga lain. Chlorella pyrenoidosa tidak bisa bekerja pada suasana basa atau p- di atas %! selain itu kalau kadar pencemar terlalu berat! algae ini bisa seperti Cu maksimal '# mg l! sedang Cd! Cr dan Dn maksimal '0 mg l. % 1 Peranan A"$ae 2a"a- Pen$+"ahan L'-.ah Ca'r ,lgae merupakan jasad fotosintesis tidak berpembuluh! mempunyai sederhana. fotosintesis mengandung struktur ,lgae uniseluler! klorofil dan yang jasad benang. reproduksi merupakan berbentuk

benang tetapi ada pula yang berbentuk lain sesuai speciesnya! ukuran mulai dari yang mikropis sampai yang sangat besar. 9enurut 5ataraman ('/"/) selama pertumbuhan organisme ini seluler seperti algae! tiap sel akan tumbuh ke suatu ukuran tertentu! kemudian membelah membentuk dua sel anakan. Eaktu yang diperlukan bagi pertumbuhan satu seldi dua sel disebut $aktu generasi. >erdapat mempengaruhi delapan pertumbuhan faktor algae yang yaitu

cahaya! temperatur! unsur hara dan organik! karbon dioksida! oksigen! unsur hara organik! pengapungan! penenggelaman dan grassing. Pertumbuhan algae dirangsang oleh nitrat dan phosfat. &ebagian besar algae menggunakan ;@+ sebagai sumber nitrogen (9ara! '/%"). &ebagian besar algae menggunakan phosfat bervariasi antara #!/ B '%!# mg ptlt dan

,lgae selama H % hari. ?ntuk penanaman hanya menggunakan air limbah! tanpa menggunakan media penyangga karena algae dapat mengapung bebas. *isamping itu untuk menjamin bah$a penurunan tembaga hanya oleh algae bukan oleh faktor pengendapan. ?ntuk pdianalisis sebelum algae f. / / Cara Sa-p"'n$ a. >eknik pengambilan Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik grap sample yaitu pengambilan yang dilakukan pada $aktu dan titik yang sama. b. Cara pengambilan Pengambilan sampel limbah cair dilakukan pada bagian bak dalamnya penampung dengan cara dengan j. dibilas menggunakan jerigen. Ferigen dibersihkan dengan menggunakan air limbah yang akan diambil. 5emudian jerigen dimasukkan ke dalam limbah cair secara perlahan.lahan dan c. Eaktu Eaktu pengambilan sampel dilakukan pada jam 0/<00 EI4! hal ini dilakukan karena aktivitas industri sudah berjalan. / 0 Pr+,e2ur Pene"'t'an a. 5edua belas ember diisi dengan limbah cair masing.masing sebanyak 4 liter. b. ,lgae Chlorella pyrenoidosa diambil dari reaktor pembiakan di daerah Fepara Fa$a >engah menggunakan erlenmeyer. c. *isaring dengan plankton net dengan berat yang diinginkan yaitu 400 ml l! "00 ml l! #00 ml l (setiap satu ml algae Chlorella hindarkan terjadinya turbulansi di dalam jerigen. dimasukkan ke dalam ember perlakuan.

pyrenoidosa mengandung 40 . 80 juta sel algae) d. 0imbah cair diukur dulu dengan p- meter untuk mengetahui nilai p- a$al! sebelum dimasukkan ke ember. e. &embilan buah ember ditanami algae Chlorella pyrenoidosa dengan perlakuan volume 400 ml l! "00 ml l! #00 ml l :mber I sebanyak + buah tidak ditanami algae Chlorella pyrenoidosa dan berfungsi sebagai kontrol g. :mber II sebanyak + buah berisi 4 00 nil I algae Chlorella pyrenoidosa h. :mber III sebanyak + buah berisi "00 ml l algae Chlorella pyrenoidosa i. :mber IG sebanyak + buah berisi #00 ml l algae Chlore#la pyrenoidosa *iaduk + kali sehari untuk setiap ember yang ditanami algae Chlorella pyrenoidosa agar tidak terjadi pengendapan. k. Pengamatan dilakukan dengan $aktu % hari l. Percobaan menggunakan sistem dengan pengulangan + kali. / ( Ana"',', Pen$u#uran L'-.ah Ca'r Te-.a$a (Cu) a. 9enyiapkan sampel >embaga (Cu) b. 9enuangkan sampel Cu kedalam tabung reaksi dengan suhu 80C . +00 C c. *ilanjutkan dengan menuangkan reagent C?.', sebanyak ' sendok penuh kedalam tabung sedangkan untuk reagent Cu (, sebanyak 8 tetes. d. >utup dan digojok! selanjutnya didiamkan selama 8 menit e. 5emudian diukur dengan kertas $arna. / 1 Ana"',', Data $at"h

9etode analisis o# metode Completely

varian (,;@G,) dengan %andomi&ed Design

(*esain efisiensi.

acak

0engkap)!

dan

perhitungan

I3 !ASIL PENELITIAN DAN PEMBA!ASAN

>,4:0 IG.'. -,&I0 ,E,0 P:;6?5?),; 0I94,- C,I) I;*?&>)I P:0,PI&,; 0@6,9 5@>,6:*: *:;6,; P,),9:>:) >:94,6, (C?) ;o Parameter &atuan mg 0 -asil +!(/

. '. >embaga (Cu) &umber < hasil pengukuran

>,4:0 IG. (. -,&I0 ,;,0I&I& 5,*,) >:94,6, (C?) P,*, 0I94,- C,I) I;*?&>)I P:0,PI&,; 0@6,9 5@>,6:*: &:>:0,- *I>,94,- *:;6,; ,06,: C'L(%)LLA *+%)N(ID(SA &:0,9, % -,)I ?langan ' ( 5onsentrasi algae Chlorel!la pyrenoidosa (ml l) 400 "00 0!"( 0!48 0!8+ 0!80 0!88 0!+" 0!+4 0!+#

0 (!%/ (!"8

#00 0!+' 0!(/ 0!(/ 0!(/

+ (!"4 )ata.rata (!"/ &umber < hasil pengukuran

>,4:0 IG.+. :AI&I:;&I P:;?)?;,; 5,*,) >:94,6, (C?) P,*, 0I94,- C,I) I;*?&>)I P:0,PI&,; 0@6,9 5@>,6:*: &:>:0,- *I>,94,- *:;6,; ,06,: C'L(%)LLA *+%)N(ID(SA &:0,9, % -,)I ?langan ' ( 0 '8!(/ '/!48 :fisiensi penurunan tembaga (Cu) setiap perlakuan (2) 400 "00 #'!48 #"!+( #+!#/ #4!#0 #+!+# #/!08 #/!/" ##!#4 #00 /0!8% /'!'# /'!'# /0!/%

+ '/!%8 )ata.rata '#!'+ &umber < hasil pengukuran

>,4:0 IG.4. P:)-I>?;6,; ),;C,;6,; P:)C@4,,; C)* (C(,*L)T)L+ %AND(,I-)D D)SI.N) *:;6,; 9:9,5,I ,;@G, >:)-,*,P P,):9:>:) >:94,6, (C?) &umber Fumlah 5uadrat rata. A hitung A tabel

Gariasi Perlakuan :rror >otal

df (4.') 1 + 4(+.') 1 # 4.+.' 1 '' hasil

5uadrat ''!#(#4 0!0+# ''!#""4 analisis

rata +!/4(# 0!004%8 +!/4%88

#+0!0"+'8

4!0% %!8/

4erdasarkan

dan "00 ml l menunjukkan penurunan limbah cair tembaga yang sangat nyata. Penurunan kandungan limbah cair tembaga dikarenakan proses fotosintesis *engan algae proses Chlorella fotosintesis algae pyrenoidosa. yang

menunjukkan bah$a perlakuan algae Chlorella pyrenoidosa mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadar tembaga (Cu) limbah cair pelapisan logam. -al ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan tingkat penurunan rerata kadar tembaga antara perlakuan dan kontrol. )erata penurunan kadar tembaga sebelum perlakuan adalah (!"/ mg 0 dan penurunan terendah pada perlakuan dengan variasi algae Chlorella pyrenoidosa #00 ml l terjadi penurunan sebesar 0!(/ ml l. Pada ember kontrol tidak diberi

tersebut maka akan menghasilkan clorofil digunakan dalam aktivitas Chlorella kandungan penurunan. Penurunan kadar tembaga tertinggi pada penambahan algae Chlorella pyrenoidosa #00 ml l karena semakin banyak algae Chlorella pyrenoidosa ditambahkan ke dalam limbah cair tembaga! maka clorofil yang ada akan bertambah banyak serta pada pengamatan % hari algae Chlorella pyrenoidosa akan mengalami sintesis sel yang berjalan cepat! sehingga terjadi pertambahan sel yang akan melakukan penyerapan melalui permukaan selnya! dimana partikel.partikel logam akan menempel pada permukaan sel! sehingga pada umur % hari algae Chlorella pyrenoidosa masih melakukan penyerapan tembaga dengan baik. Penurunan kadar tembaga (Cu) juga diikuti algae dengan Chlorella meningkatnya pyrenoidosa kandungan yang akan oksigen terlarut! melalui proses fotosintesis menghasilkan oksigen yang langsung larut dalam limbah cair pelapisan logam! kemudian oksigen dimanfaatkan bakteri untuk membantu proses biodegradasi baban organik yang pyrenoidosa limbah dalam tembaga penyerapan mengalami

terhadap limbah cair tembaga (Cu)! sehingga

penambahan algae Chlorella pyrenoidosa ke dalam limbah Cu (tembaga)! karena ember ini digunakan sebagai perbandingan antara limbah Cu yang mengalami perlakuan algae Chlorella pyrenoidosa dengan limbah tanpa algae Chlorella pyrenoidosa! sedangkan pada ember perlakuan diberi penambahan algae Chlorella pyrenoidosa sebanyak 400 ml l berpengaruh terhadap penurunan limbah cair Cu (tembaga.). -al ini dilihat pada tabel 4.( dimana kandungan Cu dengan sampel a$al +!(/ mg 0! $aktu penambahan % hari turun menjadi 0!84 mg 0. Penambahan algae Chlorella pyrenoidosa ke dalam bak perlakuan sebanyak "00 ml l juga berpengaruh terhadap penurunan kandungan limbah cair (Cu) seperti terlihat pada tabel 4.(. *imana kandungan tembaga (Cu) dengan sampel a$al (!(/ mg 0 $aktu penambahan % hari turun menjadi 0!+# mg 0. Pada ember perlakuan dengan penambahan algae Chlorella pyrenoidosa sebanyak 400 ml l

terdapat dalam limbah cair yang diproses secara biologis untuk digunakan mensuplai 0(. Pada industri pembahasan diatas terlihat dengan bah$a penurunan kadar tembaga! limbah cair pelapisan logam menggunakan variasi volume algae Chlorella pyrenoidosa terdapat perbedaan nyata antara rerata kadar tembaga (Cu) terhadap jumlah variasi algae Chlorella pyrenoidosa! yakni penurunan mencapai 0!(/ ml l dari kadar limbah +!(/ ml l dan mengalami efisiensi penurunan sebesar /0!/% 2. 3 KESIMPULAN DAN SARAN ( 1 Ke,'-pu"an a. Penambahan algae Chlorella pyrenoidosa sebanyak #00 ml l! mampu memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan kadar tembaga (Cu) sebesar #+0!0"+'8 I 4!0%. *an hat ini terbukti bah$a penurunan yang paling efektif pada variasi algae Chlorella pyrenoidosa #00 ml l. b. Pada pengolahan limbah cair tembaga (Cu) dengan perlakuan algae Chlorella pyrenoidosa #00 ml l mempunyai efektifitas penurunan sebesar 0!(/ mg 0! sedangkan efisiensi penurunan dengan algae Chlorella pyrenoidosa c. Perlakuan pada dengan volume algae #00 mg 0 mencapai /0!/% 2. Chlorella pyrenoidosa terhadap limbah cair tembaga (Cu) ternyata dapat menurunkan kadar tembaga (Cu) diba$ah baku mutu air limbah golongan I sebesar ' mg 0 sesuai dengan 5ep.0+ 9:;50- II '//'.

( % Saran a. Penelitian menggunakan ,lgae satu jenis pengolahan limbah cair secara biologis ternyata disarankan terjadi optimal. b. Perlu dengan Chlorella dilakukan penelitian agar lebih lanjut algae penambahan pyrenoidosa volume sudah efektif! akan algae operasi tetapi dalam kolam menggunakan bak unit

bentuk aneka ragam seperti yang telah pada stabilisasi agar hasil pengolahan lebih

penurunan

limbah dapat semaksimal mungkin.

DAFTAR PUSTAKA Craft and )eynold! '/4(! /eed Control Airst :dition! 9c 6ra$ -ill 4ook Company Inc.! ;e$ 7ork. :hlers! G. ;. and :E &teel! '/%/! ,uni"ipi"al and %ural Sanitation! &iJth :dition! ne$ *elhi! >ata! 9c 6ra$.-ill Publishing Company 0td! ;e$ *elhi. :9*I! '//4. Lim$ah Cair 0er$agai Industri di Indonesia! 5erjasama dengan 4,P:*,0. Fakarta. 5ataraman G! '/"/! The Cultivation o# Algae Indiana Council of ,griculture )esources! India. 9ara *.! '/%"! Se1erage Treatment in 'ot Climate. Fohn Eiley and &ons! ;e$ 7ork. )ound A.! '/%+! 0io The logy o# The Algae &econd :dition! :d$ard ,rnold! 0td! 0ondon.

5elompok 4 < -anna -anifa