Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDAHULUAN DIABETES MELITUS A.

DEFINISI Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multi sistem dan mempunyai karakteristik hyperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner dan Suddarth,2002). Berdasarkan klasifikasi dari !" (#$%&) dibagi beberapa type yaitu ' a. Diabetes Mellitus type insulin, (nsulin Dependen Diabetes Mellitus ((DDM) yang dahulu dikenal dengan nama )u*enil "nset Diabetes ()"D), penderita tergantung pada pemberian insulin untuk men+egah terjadinya ketoasidosis dan mempertahankan hidup. Biasanya pada anak,anak atau usia muda dapat disebabkan karena keturunan. b. Diabetes Mellitus type ((, -on (nsulin Dependen Diabetes Mellitus (-(DDM), yang dahulu dikenal dengan nama Maturity "nset Diabetes (M"D) terbagi dua yaitu ' #.) -on obesitas 2.) "besitas Disebabkan karena kurangnya produksi insulin dari sel beta pan+reas, tetapi biasanya resistensi aksi insulin pada jaringan perifer. Biasanya terjadi pada orang tua (umur lebih .0 tahun) atau anak dengan obesitas. +. Diabetes Mellitus type lain #.) Diabetes oleh beberapa sebab seperti kelainan pan+reas, kelainan hormonal, diabetes karena obat/0at kimia, kelainan reseptor insulin, kelainan genetik dan lain,lain. 2.) "bat,obat yang dapat menyebabkan huperglikemia antara lain ' 1urasemid, thyasida diureti+ glukortikoid, dilanting dan asam hidotinik 2.) Diabetes 3estasional (diabetes kehamilan) intoleransi glukosa selama kehamilan, tidak dikelompokkan kedalam -(DDM pada pertengahan kehamilan meningkat sekresi hormon pertumbuhan dan hormon +horionik somatomamotropin (!4S). !ormon ini meningkat untuk mensuplai asam amino dan glukosa ke fetus.

B. ETIOLOGI 5tiologi dari Diabetes Mellitus sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti dari studi,studi eksperimental dan klinis kita mengetahui bah6a Diabetes Mellitus adalah merupakan suatu sindrom yang menyebabkan kelainan yang berbeda,beda dengan lebih satu penyebab yang mendasarinya. Menurut banyak ahli beberapa faktor yang sering dianggap penyebab yaitu ' #. Dibetes melitus tipe ( Diabetes melitus tipe ( ditandai oleh penghan+uran sel,sel beta pankreas yang merupakan kombinasi dari beberapa faktor'
a. Faktor genetik

7enderita tidak me6arisi diabetas tipe ( sendiri tetapi me6arisi suatu predisposisi kearah terjadinya diabetas tipe ( yaitu dengan ditmukannya tipe antigen !89 (!uman 8eu+olyte antoge) teertentu pada indi*idu tertentu.
b. Faktor imunologi

7ada diabetae tipe ( terdapat suatu respon autoimun sehingga antibody terarah pada sel,sel pulau lengerhans yang dianggapnya jaringan tersebut seolah,olah sebagai jeringan abnormal.
c. Faktor lingkungan

7enyelidikan dilakukan terhadap kemungkinan faktor,faktor ekternal yang dapat memi+u destruksi sel beta, +ontoh hasil penyelidikan yang menyatakan bah6a *irus atau toksin tertentu dapat memi+u proses autoimun yang menimbulkan destruksi sel beta. 2. Diabetas Melitus :ipe (( Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetas melitus tipe (( masih belum diketahui. 1aktor genetik diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin dan juga terspat beberap faktor resiko teetentu yang berhubngan dengan proses terjadinya diabetea tipe (( yaitu'
a. ;sia ( resistensi insulin +enderung meningkat usia diatas <& tahun b. "besitas c. =i6ayat keluarga d. >elopok etnik tertentu

2. 1aktor non genetik


a. (nfeksi

?irus dianggap sebagai @triggerA pada mereka yang sudah mempunyai predisposisi geneti+ terhadap Diabetes Mellitus.
b. -utrisi a.) "besitas dianggap menyebabkan resistensi terhadap insulin. b.) Malnutrisi protein c.) 9lkohol, dianggap menambah resiko terjadinya pankreatitis. c. Stres

Stres berupa pembedahan, infark miokard, luka bakar dan emosi biasanya menyebabkan hyperglikemia sementara.
d. !ormonal

Sindrom +ushing karena konsentrasi hidrokortison dalam darah tinggi, akromegali karena jumlah somatotropin meninggi, feokromositoma karena konsentrasi glukagon dalam darah tinggi, feokromositoma karena kadar katekolamin meningkat. C. MANIFESTASI KLINIK Bang la0im terjadi, pada Diabetes Mellitus sebagai berikut ' 7ada tahap a6al sering ditemukan '
1. 7oliuri (banyak ken+ing)

!al ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmoti+ diuresis yang mana gula banyak menarik +airan dan elektrolit sehingga penderita mengeluh banyak ken+ing.
2. 7olidipsi (banyak minum)

!al ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan +airan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi penderita lebih banyak minum.
3. 7olipagi (banyak makan)

!al ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel,sel mengalami star*asi (lapar).
4. Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang. !al ini disebabkan kehabisan

glikogen yang telah dilebur jadi glukosa, maka tubuh berusama mendapat peleburan 0at dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein.
5. Mata kabur

!al ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa C sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. 9kibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan pembentukan katarak. D. PATOFISIOLOGI Sebagian besar patologi Diabetes Mellitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut ' (#) 7engurangan penggunaan glukosa oleh sel,sel tubuh, dengan akibat peningkatan konsentrasi glukosa darah setinggi 200 sampai #200 mg/hari/#00 ml. (2) 7eningkatan mobilisasi lemak dari daerah,daerah penyimpanan lemak, menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding *askuler yang mengakibatkan aterosklerosis. (2) 7engurangan protein dalam jaringan tubuh. 9kan tetapi selain itu terjadi beberapa masalah patofisiologi pada Diabetes Mellitus yang tidak mudah tampak yaitu kehilangan ke dalam urine penderita Diabetes Mellitus. Bila jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal dan filtrasi glomerulus meningkat kira,kira diatas 22& mg.menit glukosa dalam jumlah bermakna mulai dibuang ke dalam urine. )ika jumlah filtrasi glomerulus yang terbentuk tiap menit tetap, maka luapan glukosa terjadi bila kadar glukosa meningkat melebihi #%0 mgD. 9sidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke metabolisme telah dibi+arakan. Bila tubuh menggantungkan hampir semua energinya pada lemak, kadar asam aseto C asetat dan asam Bihidroksibutirat dalam +airan tubuh dapat meningkat dari # MeE/8iter sampai setinggi #0 MeE/8iter.

E. PENATALAKSANAAN :ujuan utama penatalaksanaan klien dengan Diabetes Mellitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan men+egah timbulnya komplikasi a+ut dan kronik. )ika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya, ia akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. 7enatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik, diet dan inter*ensi farmakologi dengan preparat hyperglikemik oral dan insulin. 7enyuluhan kesehatan a6al dan berkelanjutan penting dalam membantu klien mengatasi kondisi ini. 7enatalaksanaan Medik diantaranya ' #. 7eren+anaan makan Standar yang dianjurkan adalah makan dengan komposisi seimbangan dalam hal >arbohidrat (>!), 7rotein, lemak yang sesuai ke+ukupan gi0i '
a. >! <0 CF0 D b. 7rotein #0 C#& D c. 8emak 20 2& D

Beberapa +ara menentukan jumalah kelori uantuk pasien DM melalui perhitungan menurut Bo++a' Berat badan (BB) (deal' (:B C #00) C #0D kg #). BB ideal G 20D untuk laki,laki BB ideal G2&D untuk anita >ebutuan kalori dapat ditambah lagi dengan kegiatan sehari,hari'

=ingan ' #00 C 200 >kal/jam Sedang ' 200 C 2&0 >kal/jam Berat ' .00 C $00 >kal/jam

2). >ebutuhhan basal dihituung seperti #), tetapi ditambah kalori berdasarkan persentase kalori basal'

>erja ringan ditambah #0D dari kalori basal >erja sedang ditambah 20D dari kalori basal >erja berat ditambah .0 C #00 D dari kalori basal 7asien kurus, masih tumbuh kumbang, terdapat infeksi, sedang hamil atau menyesui, ditambah 20 C20,D dari kalori basal

2) Suatu pegangan kasar dapat dibuat sebagai berikut'


7asien kurus 7asien nermal 7asien gemuk

' 2200 C 2&00 >kal ' #F00 C 2#00 >kal ' #200 C #&00 >kal

2. 8atihan jasmani Dianjurkan latihian jasmani se+ara teratur (2 C. G seminggu) selama kurang lebih 20 menit yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi penyakit penyerta. 8atihian yang dapat dijadikan pilihan adalah jalan kaki, jogging, lari, renang, bersepeda dan mendayung. Sespat muingkain 0ona sasaran yaitu F& C %& D denyut nadi maksimal ' D-M H 220,umur (dalam tahun) 2. 7engelolaan farmakologi
a) "bat hipoglikemik oral ("!")

3olongan sulfonilures bekerja dengan +ara'


Menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan Menurunkan ambang sekresi insulin Meningkatkna sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa

Biguanid Menurunkan kadar glukosa darah tapi tidak sampai ba6ah normal. 7reparat yang ada dan aman adalah metformin. "bat ini dianjurkan untuk pasien gemuk.
b) (nhibitor alfa glukosidase

Se+ara kompettitf menghambat kerja en0im alfa glukosidase di dalam saluran +erna sehingga menrunkan hiperglikemia pas+a pransial.
c) (nsulin sensiti0ing agent

:hoa0olidinediones adalah golongan obat baru yang mempunyai sfek farmakologi meningkatkan sensiti*itas insulin sehingga bisa mengatasi nasalah resistensi insulin dan berbagai masalah akibat resistensi insulin tanpa menyebabkan hipoglikemia. F. KOMPLIKASI
1. 9kut a. !ypoglikemia b. >etoasidosis c. Diabetik 2. >ronik

a. Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung

pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.


b. Mikroangiopati mengenai pembuluh darah ke+il retinopati diabetik, nefropati

diabeti+.
c. -europati diabeti+.

G. TEST DIAGNOSTIK >riteria diagnostik menurut !"(#$%&) untuk diabetes melitus pada orang de6asa tidak hamil, pada sedikitnya dua kali pemeriksaan'
1. 3lukosa plasma se6aktu I 200 mg/dl (##,# mmol/8) 2. 3lukosa plasma puasa/-u+hter I#.0 mg/dl ( F,% mmol/8) 3. 3lukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkomsumsi F&

gr >arbohidrat ( 2 jam post prandial (pp) I200 mg/dl (##,# mmol/8)


Bukan DM >adar 3D Se6aktu' (. 7lasma *ena ((. Darah kapiler >adar 3D 7uasa' (((. 7lasma *ena (?. Darah kapiler J##0 J $0 Belum 7asti DM ##0 C#$$ $0 C #$$ DM I 200 I 200

J##0 J $0

##0 C#2& $0 C #0$

I 22< I ##0

H. ASUHAN KEPERAWATAN 7engkajian pada klien dengan gangguan sistem endokrin Diabetes Mellitus dilakukan mulai dari pengumpulan data yang meliputi ' biodata, ri6ayat kesehatan, keluhan utama, sifat keluhan, ri6ayat kesehatan masa lalu, pemeriksaan fisik, pola kegiatan sehari,hari. !al yang perlu dikaji pada klien degan Diabetes Mellitus '
1. 9kti*itas dan istirahat '

>elemahan, susah berjalan/bergerak, kram otot, gangguan istirahat dan tidur, ta+hi+ardi/ta+hipnea pada 6aktu melakukan akti*itas dan koma.
2. Sirkulasi

=i6ayat hipertensi, penyakit jantung seperti (M9, nyeri, kesemutan pada ekstremitas ba6ah, luka yang sukar sembuh, kulit kering, merah, dan bola mata +ekung.
3. 5liminasi

7oliuri,no+turi, nyeri, rasa terbakar, diare, perut kembung dan pu+at.


4. -utrisi

-ausea, *omitus, berat badan menurun, turgor kulit jelek, mual/muntah.


5. -eurosensori

Sakit kepala, menyatakan seperti mau muntah, kesemutan, lemah otot, disorientasi, letargi, koma dan bingung.
6. -yeri

7embengkakan perut, meringis.


7. =espirasi

:a+hipnea, kussmaul, ron+hi, 6hee0ing dan sesak nafas.


8. >eamanan

>ulit rusak, lesi/ulkus, menurunnya kekuatan umum.


9. Seksualitas

9danya peradangan pada daerah *agina, serta orgasme menurun dan terjadi impoten pada pria. I. DIAGNOSA KEPERAWATAN Berdasarkan pengkajian data kepera6atan yang sering terjadi berdasarkan teori, maka diagnosa kepera6atan yang mungkin mun+ul pada klien Diabetes Mellitus yaitu '
a. -yeri akut berhubungan dengan kerusakan jaringan/ / terputusnya kontuinitas jaringan b. 3angguan integritas kulit berhubungan dengan adanya luka c. Defisit *olume +airan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik. d. >etidakseimbangan

nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan

ketidak+ukupan insulin, penurunan masukan oral.


e. =esiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia. f. >elelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik. g. >urang

pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan dengan kurangnya pemajanan/mengingat, kesalahan interpretasi

berhubungan informasi.

J. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN MENURUT NANDA Diagnosa I : -yeri akut berhubungan dengan kerusakan jaringan/ terputusnya kontuinitas jaringan
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Nyeri akut berhubungan dengan: Agen injuri (biologi, kimia, fisik, psikologis), kerusakan jaringan DS: , Laporan secara verbal DO: , Posisi un uk menahan n!eri , "ingkah laku berha i#ha i , $angguan idur (ma a sa!u, ampak capek, suli a au gerakan kacau, men!eringai) , "erfokus pada diri sendiri , %okus men!empi (penurunan persepsi &ak u, kerusakan proses berpikir, penurunan in eraksi dengan orang dan lingkungan) , "ingkah laku dis raksi, con oh : jalan# jalan, menemui orang lain dan'a au ak ivi as, ak ivi as berulang#ulang) , (espon au onom (seper i diaphoresis, perubahan ekanan darah, perubahan nafas, nadi dan dila asi pupil) , Perubahan au onomic dalam onus o o (mungkin dalam ren ang dari lemah ke kaku) , "ingkah laku ekspresif (con oh : gelisah, merin ih, menangis, &aspada, iri abel, nafas panjang'berkeluh kesah) , Perubahan dalam nafsu makan dan minum Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil NOC : Pain Level, NIC : Intervensi

Lakukan pengkajian n!eri secara komprehensif ermasuk


lokasi, karak eris ik, durasi, frekuensi, kuali as dan fak or presipi asi Observasi reaksi nonverbal dari ke idakn!amanan ,an u pasien dan keluarga un uk mencari dan menemukan dukungan -on rol lingkungan !ang dapa mempengaruhi n!eri seper i suhu ruangan, pencaha!aan dan kebisingan -urangi fak or presipi asi n!eri

pain con rol, comfor level


Se elah dilakukan infakan kepera&a an selama )* Pasien idak mengalami n!eri, dengan kri eria hasil: +ampu mengon rol n!eri ( ahu pen!ebab n!eri, mampu menggunakan ehnik nonfarmakologi un uk mengurangi n!eri, mencari ban uan) +elaporkan bah&a n!eri berkurang dengan menggunakan manajemen n!eri +ampu mengenali n!eri (skala, in ensi as, frekuensi dan anda n!eri) +en!a akan rasa n!aman se elah n!eri berkurang "anda vi al dalam ren ang normal

-aji ipe dan sumber n!eri un uk menen ukan in ervensi Ajarkan en ang eknik non farmakologi: napas dala, "ingka kan is iraha ,erikan informasi en ang n!eri seper i pen!ebab n!eri,
relaksasi, dis raksi, kompres hanga ' dingin ,erikan analge ik un uk mengurangi n!eri: ))***

berapa lama n!eri akan berkurang dan an isipasi ke idakn!amanan dari prosedur +oni or vi al sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik per ama kali

"idak mengalami gangguan idur

Diagnosa II : Gangguan in !g"i as #u$i %!"&u%ungan '!ngan a'an(a $u#a


Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Risiko gangguan integritas kulit Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil NOC : Intervensi NIC : Pressure +anagemen

%ak or#fak or risiko: .ks ernal : , /iper ermia a au hipo ermia , Subs ansi kimia , -elembaban udara , %ak or mekanik (misaln!a : ala !ang dapa menimbulkan luka, ekanan, res rain ) , 0mmobili as fisik , (adiasi , 1sia !ang eks rim , -elembaban kuli , Oba #oba an , .kskresi dan sekresi 0n ernal : , Perubahan s a us me abolik , "ulang menonjol , Defisi imunologi , ,erhubungan dengan dengan perkembangan , Perubahan sensasi , Perubahan s a us nu risi (obesi as, kekurusan) , Perubahan pigmen asi , Perubahan sirkulasi , Perubahan urgor (elas isi as kuli ) , Psikogenik

, "issue 0n egri ! : Skin and +ucous , , ,


+embranes S a us 2u risi "issue Perfusion:perifer Diali!sis Access 0n egri !

Anjurkan pasien un uk menggunakan pakaian !ang


longgar

/indari keru an padaa empa idur 3aga kebersihan kuli agar e ap bersih dan kering +obilisasi pasien (ubah posisi pasien) se iap dua jam
sekali

Se elah dilakukan indakan kepera&a an selama)* $angguan in egri as kuli idak erjadi dengan kri eria hasil: 0n egri as kuli !ang baik bisa diper ahankan +elaporkan adan!a gangguan sensasi a au n!eri pada daerah kuli !ang mengalami gangguan +enunjukkan pemahaman dalam proses perbaikan kuli dan mencegah erjadin!a sedera berulang +ampu melindungi kuli dan memper ahankan kelembaban kuli dan pera&a an alami S a us nu risi adekua Sensasi dan &arna kuli normal

+oni or kuli akan adan!a kemerahan Oleskan lo ion a au min!ak'bab! oil pada derah !ang +oni or s a us nu risi pasien +emandikan pasien dengan sabun dan air hanga $unakan pengkajian risiko un uk memoni or fak or risiko
pasien (,raden Scale, Skala 2or on) 0nspeksi kuli eru ama pada ulang# ulang !ang menonjol dan i ik# i ik ekanan ke ika merubah posisi pasien* 3aga kebersihan ala enun -olaborasi dengan ahli gi4i un uk pemberian inggi pro ein, mineral dan vi amin +oni or serum albumin dan ransferin er ekan +oni or ak ivi as dan mobilisasi pasien

Diagnosa III : >ekurangan *olume +airan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Defisit Volume Cairan ,erhubungan dengan: , -ehilangan volume cairan secara ak if , -egagalan mekanisme penga uran DS : , /aus DO: , Penurunan urgor kuli 'lidah , +embran mukosa'kuli kering , Peningka an den!u nadi, penurunan ekanan darah, penurunan volume' ekanan nadi , Pengisian vena menurun , Perubahan s a us men al , -onsen rasi urine meningka , "empera ur ubuh meningka , -ehilangan bera badan secara iba# iba , Penurunan urine ou pu Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil NOC: %luid balance /!dra ion NIC : Intervensi

Per ahankan ca a an in ake dan ou pu !ang


akura +oni or s a us hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekua , ekanan darah or os a ik ), jika diperlukan +oni or hasil lab !ang sesuai dengan re ensi cairan (,12 , /m , osmolali as urin, albumin, o al pro ein ) +oni or vi al sign se iap 56meni 7 5 jam

2u ri ional S a us : %ood and


%luid 0n ake Se elah dilakukan indakan kepera&a an selama)** defisi volume cairan era asi dengan kri eria hasil: +emper ahankan urine ou pu sesuai dengan usia dan ,,, ,3 urine normal, "ekanan darah, nadi, suhu ubuh dalam ba as normal "idak ada anda anda dehidrasi, .las isi as urgor kuli baik, membran mukosa lembab, idak ada rasa haus !ang berlebihan Orien asi erhadap &ak u dan empa baik 3umlah dan irama pernapasan dalam ba as normal .lek roli , /b, /m dalam ba as

-olaborasi pemberian cairan 08 +oni or s a us nu risi ,erikan cairan oral

,erikan penggan ian nasoga rik sesuai ou pu (69 7 599cc'jam) Dorong keluarga un uk memban u pasien makan

-olaborasi dok er jika anda cairan berlebih


muncul meburuk A ur kemungkinan ranfusi

Persiapan un uk ranfusi

, /+" meningka , -elemahan

normal

p/ urin dalam ba as normal 0n ake oral dan in ravena adekua

Pasang ka e er jika perlu +oni or in ake dan urin ou pu se iap : jam

Diagnosa I): ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak+ukupan insulin, penurunan masukan oral.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh ,erhubungan dengan : -e idakmampuan un uk memasukkan a au mencerna nu risi oleh karena fak or biologis, psikologis a au ekonomi* DS: , 2!eri abdomen , +un ah , -ejang peru , (asa penuh iba# iba se elah makan DO: , Diare , (on ok rambu !ang berlebih , -urang nafsu makan , ,ising usus berlebih , -onjung iva puca , Den!u nadi lemah Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil NOC: a. 2u ri ional s a us: Ade;uac! of nu rien b. 2u ri ional S a us : food and %luid 0n ake c. <eigh =on rol Se elah dilakukan indakan kepera&a an selama)*nu risi kurang era asi dengan indika or: Albumin serum Intervensi

-aji adan!a alergi makanan -olaborasi dengan ahli gi4i un uk menen ukan jumlah kalori
dan nu risi !ang dibu uhkan pasien

>akinkan die !ang dimakan mengandung inggi sera un uk


mencegah kons ipasi

Ajarkan pasien bagaimana membua ca a an makanan


harian*

Pre albumin serum /ema okri /emoglobin "o al iron binding capaci ! 3umlah limfosi

+oni or adan!a penurunan ,, dan gula darah +oni or lingkungan selama makan 3ad&alkan pengoba an dan indakan idak selama jam +oni or kekeringan, rambu kusam, o al pro ein, /b dan
kadar / makan +oni or urgor kuli

+oni or mual dan mun ah +oni or puca , kemerahan, dan kekeringan jaringan
konjung iva

+oni or in ake nun risi 0nformasikan pada klien dan keluarga en ang manfaa
nu risi

-olaborasi dengan dok er en ang kebu uhan suplemen -elola pemberan an i eme ik:***** Anjurkan ban!ak minum
makanan seper i 2$"' "P2 sehingga in ake cairan !ang adekua dapa diper ahankan* A ur posisi semi fo&ler a au fo&ler inggi selama makan

Per ahankan erapi 08 line =a a adan!a edema, hiperemik, hiper onik papila lidah dan
cavi as oval

Diagnosa ): =esiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.


Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Risiko infeksi %ak or#fak or risiko : , Prosedur 0nfasif , -erusakan jaringan dan peningka an paparan lingkungan , +alnu risi , Peningka an paparan lingkungan pa ogen , 0monusupresi , "idak adekua per ahanan sekunder (penurunan /b, Leukopenia, penekanan respon inflamasi) , Pen!aki kronik , 0munosupresi , +alnu risi , Per ahan primer idak adekua (kerusakan kuli , rauma jaringan, gangguan peris al ik) Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil NOC : 0mmune S a us -no&ledge : 0nfec ion con rol Intervensi NIC : Per ahankan eknik asep if

(isk con rol


Se elah dilakukan indakan kepera&a an selama)) pasien idak mengalami infeksi dengan kri eria hasil: -lien bebas dari anda dan gejala infeksi +enunjukkan kemampuan un uk mencegah imbuln!a infeksi 3umlah leukosi dalam ba as normal +enunjukkan perilaku hidup seha S a us imun, gas roin es inal, geni ourinaria dalam ba as normal

,a asi pengunjung bila perlu =uci angan se iap sebelum dan sesudah indakan $unakan baju, sarung angan sebagai ala pelindung $an i le ak 08 perifer dan dressing sesuai dengan $unakan ka e er in ermi en un uk menurunkan infeksi
kandung kencing "ingka kan in ake nu risi ,erikan erapi an ibio ik:********************************* +oni or anda dan gejala infeksi sis emik dan lokal Per ahankan eknik isolasi k'p 0nspeksi kuli dan membran kemerahan, panas, drainase +oni or adan!a luka Dorong masukan cairan Dorong is iraha Ajarkan pasien dan keluarga anda dan gejala infeksi -aji suhu badan pada pasien neu ropenia se iap ? jam mukosa erhadap pe unjuk umum kepera&a an

Diagnosa )I : >elelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.


Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Kelelahan berhubungan dengan , psikologis: kecemasan, ga!a hidup !ang membosankan, depresi, s ress , Lingkungan: kelembaban, caha!a, kebisingan, suhu , Si uasi: -ejadian hidup !ang nega if, , Psikologis: Anemia, s a us pen!aki , malnu risi, kondisi fisik !ang buruk, gangguan idur* DS: , $angguan konsen rasi , "idak er arik pada lingkungan , +eningka n!a komplain fisik , -elelahan , Secara verbal men!a akan kurang energi DO: , Penurunan kemampuan , -e idakmampuan memper ahankan ru ini as , -e idakmampuan mendapa kan energi sesudah idur , -urang energi , -e idakmampuan un uk memper ahankan ak ivi as fisik

NOC: Activity Tollerance

NIC : Energy !anagement , +oni or respon kardiorespirasi erhadap ak ivi as ( akikardi, disri mia, dispneu, diaphoresis, puca , ekanan hemodinamik dan jumlah respirasi) , +oni or dan ca a pola dan jumlah idur pasien , +oni or lokasi ke idakn!amanan a au n!eri selama bergerak dan ak ivi as , +oni or in ake nu risi , +oni or pemberian dan efek samping oba depresi , 0ns ruksikan pada pasien un uk menca a anda# anda dan gejala kelelahan , Ajarkan ehnik dan manajemen ak ivi as un uk mencegah kelelahan , 3elaskan pada pasien hubungan kelelahan dengan proses pen!aki , -olaborasi dengan ahli gi4i en ang cara meningka kan in ake makanan inggi energi , Dorong pasien dan keluarga mengekspresikan perasaann!a , =a a ak ivi as !ang dapa meningka kan kelelahan , Anjurkan pasien melakukan !ang meningka kan relaksasi (membaca, mendengarkan musik) , "ingka kan pemba asan bedres dan ak ivi as , ,a asi s imulasi lingkungan un uk memfasili asi relaksasi

Energy Conservation Nutritional Status Energy


Se elah dilakukan indakan kepera&a an selama )* kelelahan pasien era asi dengan kri eria hasil: -emampuan ak ivi as adekua +emper ahankan nu risi adekua -eseimbangan ak ivi as dan is iraha +enggunakan ehnik energi konservasi +emper ahankan in eraksi sosial +engiden ifikasi fak or#fak or fisik dan psikologis !ang men!ebabkan kelelahan +emper ahankan kemampuan un uk konsen rasi

Diagnosa )II : >urang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/mengingat, kesalahan interpretasi informasi.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Kurang "engetahuan ,erhubungan dengan : ke erba asan kogni if, in erpre asi erhadap informasi !ang salah, kurangn!a keinginan un uk mencari informasi, idak menge ahui sumber#sumber informasi* DS: +en!a akan secara verbal adan!a masalah DO: ke idakakura an mengiku i ins ruksi, perilaku idak sesuai

NOC: -o&l&dge : disease process

NIC :

-o&ledge : heal h ,ehavior


Se elah dilakukan indakan kepera&a an selama )* pasien menunjukkan penge ahuan en ang proses pen!aki dengan kri eria hasil: Pasien dan keluarga men!a akan pemahaman en ang pen!aki , kondisi, prognosis dan program pengoba an Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur !ang dijelaskan secara benar Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa !ang dijelaskan pera&a ' im keseha an lainn!a

-aji ingka penge ahuan pasien dan keluarga 3elaskan pa ofisiologi dari pen!aki dan bagaimana hal
ini berhubungan dengan ana omi dan fisiologi, dengan cara !ang epa * $ambarkan anda dan gejala !ang biasa muncul pada pen!aki , dengan cara !ang epa $ambarkan proses pen!aki , dengan cara !ang epa epa

0den ifikasi kemungkinan pen!ebab, dengan cara !ang Sediakan informasi pada pasien en ang kondisi, dengan Sediakan bagi keluarga informasi en ang kemajuan Diskusikan pilihan erapi a au penanganan Dukung pasien un uk mengeksplorasi a au mendapa kan
second opinion dengan cara !ang epa a au diindikasikan .ksplorasi kemungkinan sumber a au dukungan, dengan cara !ang epa pasien dengan cara !ang epa cara !ang epa

DAFTAR PUSTAKA Doenges 5, Marilynn, dkk. (2002). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perancanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. 5disi 2. )akarta ' 534

Smelt0er, Su0anne 4 dan Brenda 3 Bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & uddarth. 5disi %. )akarta '534. -9-D9. (20#2,20#.). Panduan !iagnosa keperawatan. 7rima Medika