Anda di halaman 1dari 4

Hairy Tongue Hairy tongue berhubungan dengan kondisi yang biasa dengan etiologi yang tidak diketahui.

Lesi melibatkan dorsum lidah, terutama bagian tengah dan 1/3 posterior. Jarang sekali anak-anak terkena. Papilla mengalami elongasi, terkadang sangat jelas, dan memiliki penampakan seperti rambut. Papilla hiperplastik kemudian menjadi terpigmentasi oleh kolonisasi dari bakteri chromogenik, yang mana dapat memberikan variasi warna dari hijau sampai coklat kemudian hitam. Berbagai macam makanan, terutama kopi dan teh, dapat mendukung pembauran pewarnaan. Secara mikroskopis, papilla filiformis secara ekstrim berelongasi dan hiperplastik dengan keratosis. Kolonisasi eksternal dari papila oleh koloni mikroba basofilik merupakan ciri-ciri yang mencolok. Sebaliknya, tidak ditemukan patologi pada perbaikan epithelium atau jaringan ikat. Kondisi ini sangat klasik dalam penampakan klinis, di mana biopsi tidak dianjurkan, dan diagnosis klinis adalah cara yang tepat. Perawatan meliputi penyikatan lidah dan menghindari teh dan kopi selama beberapa minggu. Sejak kasus ini tidak dapat ditentukan, kondisi tersebut dapat terulang lagi. (Burkets Oral Medicine Diagnosis and Treatment,2003).

Pigmentation Related to Heavy-Metal Ingestion Beberapa tahun yang lalu, macam-macam compound logam digunakan untuk pengobatan, tetapi beberapa obat yang lama ini sudah jarang digunakan. Pemasukan logam berat atau garam logam dapat menimbulkan bahaya dalam pekerjaan karena banyak logam yang digunakan dalam industri dan pengecatan. Timah, merkuri, dan

bismuth memiliki gambaran khusus dalam jaringan mulut jika tertelan dalam jumlah yang cukup banyak. Pigmen-pigmen yang tercerna ini cenderung untuk berekstravasasi dari pembuluh darah dalam bentuk foci dari permeabilitas kapiler yang meningkat seperti jaringan terinflamasi. Jadi dalam rongga oral, pigmentasi biasanya ditemukan sepanjang free marginal gingiva, di mana pigmentasi ini mengelilingi gingival cuff. Garis logam ini terlihat abu-abu sampai hitam. Logam berat dapat terkait dengan gejala sistemik dari toksisitas, termasuk perubahan perilaku, neurologic dissorders dan sakit pencernaan. Kondisi ini sekarang jarang ditemui. (Burkets Oral Medicine Diagnosis and Treatment,2003).

Dental discoloration Pewarnaan gigi sangat sering kita jumpai, berhubungan dengan masalah klinik dan estetik. Pada dasarnya ada 2 tipe pewarnaan gigi; ada yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan congenital instrinsik atau pengaruh sistemik (pewarnaan gigi
akibat berkurangnya kualitas enamel dan akibat hypomineralization pada perubahan porositas pada enamel). Pewarnaan dari gigi tersebut akan lebih buruk apabila terjadi

kerusakan enamel. (Journal of Esthetic and Restorative Dentistry, Faiez N.Hattab). Faktor ekstrinsik bisa disebabkan makanan atau minuman sehari-hari. Pada pewarnaan gigi ini ada yang disebut fluorisis yang merupakan manifestasi dari hypomineralisasi dari enamel.