Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sebuah organisasi merupakan sebuah kesatuan yang utuh sekaligus kompleks. Didalamnya terdapat berbagai macam elemen atau komponen yang disatu sisi harus mampu bekerja sendiri namun disisi lain juga dituntut untuk bisa bekerja sama dengan komponen lainnya. Sementara itu, selain harus mampu mengelola komponen yang terdapat di dalam agar dapat bekerja sama dengan baik, sebuah organisasi juga diharapkan untuk bisa berinteraksi serta beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Kemampuan untuk berinteraksi serta beradaptasi dengan lingkungan ini mutlak harus bisa dilakukan oleh sebuah organisasi untuk terus bisa eksis dan berkembang sesuai harapan dan tujuan organisasi itu sendiri. Organisasi merupakan bagian integral dari sebuah sistem yang secara dinamis selalu mengalami perubahan. Semakin lingkungan berubah semakin organisasi tersebut dituntut untuk menyesuaikannya. Keharusan beradaptasi dengan lingkungan, secara tidak langsung menunjukkan bahwa organisasi sesungguhnya merupakan satu kesatuan dengan lingkungannya. Dalam makalah ini diuraikan mengenai definisi organisasi, prinsip dan azas organisasi, perilaku organisasi, budaya organisasi serta pengembangan organisasi. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas dapat diperoleh beberapa rumusan masalahnya yaitu antara lain: . #. $. !pa pengertian dari organisasi" !pa saja struktur dan desain organisai" !pa saja kemungkinan yang terjadi pada desain organisasi"

1.3 Tujuan Dari rumusan masalah diatas dapat diambil beberapa tujuan, diantaranya: . %ntuk mengetahui tentang pengertian dari organisasi #. %ntuk mengetahui struktur dan desain organisai $. %ntuk mengetahui struktur dan desain organisai

BAB II !N"EP !R#ANI"A"I


Organisasi berasal dari kata &organon' dalam bahasa (unani yang berarti alat. )engertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan diantaranya adalah: . Oli*er Sheldon + ,#$-: . Organization is the process of so combining the work which indi*iduals or groups ha*e to perform with the faculties necessary for it e/ecution that the duties, so formed, pro*ide the best channels for the efficient, systematic, positi*e, and co0ordinated application of the a*ailable effort . +Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan dimana para indi*idu atau kelompok harus melakukan tugas dengan kemampuan yang diperlukan sedemikian rupa, memberikan pilihan terbaik bagi pemanfaatan usaha secara efisien, sistematis, positif dan terkoordinasi-. #. 1ames D. 2ooney + ,34- mengatakan bahwa: .Organization isthe form of e*ery human association for for the attainment of common purpose5. +Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama-. $. 6rnest Dale + ,7#-: .Organization is planning process. 8t is concerned with setting up, de*eloping and maintaining a structure or pattern of working relationship of the people within an enterprise . +Organisasi adalah suatu proses perencanaan. 9al ini berkaitan dengan penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja manusia dalam suatu perusahaan3. 2enurut :hester ;. <arnard: .Organization is a system of cooperati*e of two person or more person5. +Organisasi merupakan sebuah sistem dari akti*itas yang dilakukan oleh dua orang atau lebih-. 7. ;uther =ulick + ,74-: .Organizations is the means of interrelating the subdi*isions of work by alloting them to men who are placed in a structure of authority, so that the work may be coordinated by orders of superiors to sub0ordinates, reaching from the top to the bottom of the entire enterprise> +Organisasi adalah alat untuk menghubungkan satuan kerja dengan menempatkan orang dalam suatu struktur kewenangan sehingga tugas dapat dikoordinasikan dengan perintah atasan kepada anakbuah, menjangkau mulai jajaran atas hingga bawah suatuperusahaan?. 2enurut Dimock: .Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be

e/ercised to achi*e a gi*en purpose5. +Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian0bagian yang saling ketergantungan@berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan-. 4. Aichard !. 1ohnson, Bremont 6. Kast, 1ames 6. Aosenzweigh + ,4$-: .Che organization is an assemblage of people, materials, machines, and other resources geared to task accomplishment through a series of interaction and integration into a social system5 +Organisasi adalah kumpulan orang, barang, dan mesin, serta berbagai sumber lain yang menghubungkan penyempurnaan tugas melalui rangkaian saling pengaruh dan keterpaduan ke dalam suatu sistem sosialD. 6dgar Schein + ,4$-: .!n organization is the rational coordination of the acti*ities of a number of people for the achie*ement of some common e/plicit purpose or goal, through di*ision of labor and function, and through a hierarchy of authority and responsibility5 +Suatu organisasi adalah koordinasi yang rasional dari akti*itas sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan yang jelas, melalui pembagian kerja dan fungsi, dan melalui jenjang wewenang dan tanggung jawab,. Stephen Aobbins +#EE$- memberikan pengertian: Organisasi adalah unit sosial yang dengan sengaja dikelola, terdiri atas dua orang atau lebih, yang berfungsi secara relatif terus0menerus untuk mencapai satu sasaran atau serangkaian sasaran bersama. Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan kumpulan minimal dua orang, yang dalam usahanya mencapai tujuan bersama diatur dalam suatu struktur tugas dan kewenangan secara sistematis, efisien dan terkoordinasi. Oleh karena itu organisasi harus memiliki unsure dasar, yaitu: . 9arus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama. #. 9arus ada orang0orang yang bekerja sama. $. Kedudukan dan tugas masing0masing orang harus jelas. 3. 9arus ada tujuan bersama yang mau dicapai. Organisasi didirikan dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu sehingga menimbulkan adanya kegiatan atau akti*itas. 1ika organisasi kecil dan relatif sederhana maka akan lebih mudah melakukan kerjasama dan koordinasi. Sebaliknya jika organisasi menjadi lebih besar dan lebih komplek serta banyak kegiatan atau aktifitas yang dilakukan, maka semakin banyak orang dilibatkan, semakin sulit untuk melakukan kerjasama dan

semakin sulit untuk melakukan koordinasi sehingga permasalahan yang timbul juga semakin besar.

BAB III "TRU TUR DAN DE"AIN !R#ANI"A"I


A. "truktur !rgan$sas$ Seperti kita ketahui bersama, semakin besar suatu organisasi, semakin banyak pula jumlah personil atau tenaga kerja manusia yang dibutuhkan, serta semakin banyak pula jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil organisasi, semakin kecil tenaga manusia yang dibutuhkan dan semakin sedikit jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan. Kelangsungan hidup sebuah organisasi sebenarnya berkaitan erat dengan proses perilaku manusianya yang dapat memperkuat roh atau jiwa bagi kedinamisan sebuah struktur organisasi. =ibson menyatakan bahwa struktur organisasi merupakan pola formal kegiatan dan hubungan di antara berbagai sub0unit dalam sebuah organisasi. 2enurut pandangan =ibson, kita dapat melihat struktur organisasi sebagai : a-bagan dari susunan kotak0kotak yang berarti struktur yang bersifat statis. b-hubungan kegiatan yang merupakan struktur yang besifat dinamis. Bungsi struktur dalam sebuah organisasi adalah memberikan informasi kepada seluruh manusia yang menjadi anggotanya untuk mengetahui kegiatan atau pekerjaan yang harus ia kerjakan, berkonsultasi atau bertanggung jawab kepada siapa, sehingga proses kerjasama menuju pencapaian tujuan organisasi dapat terwujud sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kejelasan gambaran struktur organisasi akan memberikan kemudahan bagi pimpinan untuk mendistribusikan jabatan kepada seseorang yang tepat, sehingga daya guna dan hasil guna dapat terwujud. Bungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut : . Kejelasan Canggung 1awab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan. #. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang. $. Kejelasan %raian Cugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.

3. Kejelasan 1alur 9ubungan. Dalam rangka pelaksaan tugas dan tanggung jawab setiap karyawan atau pegawai dalam sebuah organisasi, maka dibutuhka kejelasan hubungan yang tergambar dalam struktur, sehingga jalur penyelesaian pekerjaan akan semakin efektif dan dapat saling menguntungkan. )ola dasar struktur organisasi sebaiknya tersusun relati*e permanen, artinya tidak perlu selamanya mengalami perubahan. Dalam akti*itas yang dilakukan harus ada jaminan fleksibilitas, artinya akti*itas itu senantiasa dapat diperluas jangkauannya, namun pola dasar struktur organisasi tidak perlu mengalami perubahan. (ang perlu mendapat perhatian dalam mengisi struktur organisasi adalah manusia yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan jenis tugas dalam bagian0bagian tugas atau pekerjaan pada struktur tersebut. )enggolongan akti*itas dalam struktur dapat kita bagi menjadi empat unsure : a-unsur pimpinanF b-unsur pembantu pimpinanF c-unsur pelakasana tugas pokokF dan d-unsur pelaksana tugas0tugas fungsional. B. "truktur !rgan$sas$ L$n$ Organisasi bentuk garis di ciptakan oleh 9enry Bayol. )ada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara *ertikal kepada bawahan. <egitu juga sebaliknya, pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung di tujukan kepada ataan yang memberi perintah. %mumnya organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan spesialisasi kerjanya masih sederhana. Dalam jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. )eran pimpinan dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenang dan perintah. 2emang bentuk organisasi semacam ini, khususnya didalam institusi0institusi yang kecil sangat efektif karena keputusan0keputusan cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih0lebih para pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot yang senantiasa siap melaksanakan perintah. Organisasi lini: semua organisasi mempunyai sejumlah fungsi0fungsi dasar yang harus dilaksanakan. :ontohnya: organisasi perusahaan biasanya mempunyai tiga fungsi dasar yaitu produksi manufaktur atau operasi, pemasaran atau penjualan dan keuangan. Bungsi0fungsi dasar tersebut dilaksanakan oleh semua organisasi.

. :iri0:iri: Kesatuan perintah terjamin, pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan, organisasi tergantung pada satu pimpinan. #. Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah: - Orang0orang yang mempunyai kekuasaan bertanggung0jawab dan terbuka. #- )roses pengambilan keputusan berjalan dengan tepat. $- Disiplin kerja yang mudah dikontrol 3- Cingginya solidaritas diantara anggota 7- !danya kesempatan yang luas bagi para anggota untu dapat mengembangkan bakatnya. $. Kerugian dari struktur organisasi ini adalah: - Cujuan organisasi sama, atau tujuan dari pihak0pihak tertentu saja. #- )impinan organisasi terkadang berbuat semaunya. $- Kelangsungan hidup organisasi sangat ditentukan oleh seseorang. 3- Kurang didalam pengembangan aktifitas pada setiap anggota. %. "truktur !rgan$sas$ &ungs$'nal Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh B.G.Caylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda0beda. Dalam organisasi ini seorang tenaga pengajar tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. )ada organisasi ini pemimpin berhak memerintahkan semua para tenaga pengajar@para karyawannya, selama masih dalam hubungan pekerjaan. Sehingga seorang pekerja dapat saja diperintah oleh lebih dari satu pimpinan sesuai dengan keahliannya. . :iri0:iri Struktur organisasi fungsional : - Cidak menjamin adanya kesatuan perintah Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi )enghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama

#. Kelebihan Organisasi Bungsional: )rofesionalisme atau keahlian yang lebih )erusahaan lebih produktif 2emunculkan ino*asi )erusahaan lebih berkembang dan maju

$. Keburukan Organisasi Bungsional : )ara tenaga pengajar@karyawan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa pimpinan. Cidak adanya satu kesatuan perintah. 2enekankan pada rutinitas tugas dan kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang. 2enumbuhkan perspektif fungsional yang sempit. Sulit adanya kerja sama karena para tenaga pengajar@karyawan sudah merasa ahli dalam bidangnya dan juga terlalu mementingkan bidangnya.

D. "truktur !ran$sas$ #ar$s (an "ta) Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang di kembangkan oleh 9arrington 6merson. Struktur ini umumnya di gunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf. Staf adalorang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.

. Kelebihan Organisasi ;ini dan Staff:

!danya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas pokok organisasi dan kelompok staf yang melakukan kegiatan penunjang. !sas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat bawahan masing0 masing. )rinsip the right man on the right place dapat diterapkan dengan mudah. Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah. Dapat digunakan dalam organisasi yang lebih besar.

#. Keburukan Organisasi ;ini dan Staff:


)impinan lini sering mengabaikan nasehat atau saran dari staf. )impinan staf sering mengabaikan gagasan0gagasan yang dikemukakan oleh pimpinan lini. !danya kemungkinan pimpinan staf melampaui'batas kewenangannya.

<erikut contoh gambar bagan struktur organisasi yang terdapat dalam koperasi dan usaha kecil lainnya.

E. "truktur !rgan$sas$ &ungs$'nal (an "ta) Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam0macam struktur organisasi.dengan memakai sistem gabungan ini menguntungkan di pakai yang merugikan di tinggalkan. di mungkinkan memilih, yang

Struktur Organisasi Di <uat Dengan 2aksud : 2emperlihatkan pola hubungan antara anggota organisasi dan sarana yang dimiliki agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugasnya, kewajiban, hak dan tanggung jawab. &. T$*e "truktur !rgan$sas$ !da beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya. 1. "truktur Tra($s$'nal. Struktur ini berdasarkan fungsi di*isi dan departemen. 8ni adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh le*el manajemen. 1enis struktur dibawah struktur tradisional adalah : a- Struktur ;ini 0 adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. )ersetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. 1enis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. 2ereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi. b- Struktur ;ini dan Staff H meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. ;ini dan struktur menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi lini dan staff lebih terpusat. 2anajer lini dan staff memiliki

otoritas pada bawahannya. )ada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan melupakan formalitas didalamnya. c- Struktur fungsional H jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. <agan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Iice )resident, Sales department, :ustomer Ser*ice Department, 6ngineering atau departemen produksi, departemen !kunting dan !dministratif . 2. "truktur D$+$s$'nal 8ni adalah jenis struktur yang berdasarkan di*isi yang berbeda dalam organisasi. Struktur0struktur ini dibagi ke dalam: a- Struktur produk H struktur sebuah produk berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. 1ika perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki tiga di*isi yang berbeda untuk produk tersebut . b- Struktur pasar H struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki $ pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan di*isi dalam struktur. c- Struktur geografis H organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah. 3. "truktur Matr$, 2erupakan struktur, yang menggabungkan struktur fungsi dan produk. Kedua gabungan ini merupakan gabungan terbaik untuk membuat struktur organisasi yang efisien. 8ni adalah struktur organisasi yang paling kompleks. )enting untuk menemukan struktur organisasi yang terbaik untuk organisasi, karena penetapan yang keliru akan merusak fungsi organisasi 2enurut Keith Da*is ada ? bagan bentuk struktur organisasi yaitu : . <entuk Iertikal #. <entuk 2endatar @ horizontal $. <entuk ;ingkaran @ circular 3. <entuk Setengah lingkaran @ semi Sircular 7. <entuk 6lliptical ?. <entuk )iramida terbalik +8n*ented )iramid-

<agan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi. . <agan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

#. <agan ;ingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

$. <agan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya. 3. <agan 6lips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat 6lips kea rah bidang elips Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. <agan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak +Iertikal- dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya. 9al ini dikemukakan pula oleh Keith Da*is sebagai berikut F .)erubahan0perubahan penggambaran bagan kadang0kadang diterima untuk menggalakan pertalian kedudukan atasan bawahan dari kebiasaan bagan0bagan organisasi, tetapi perubahan0perubahan ini tidak mengubah keadaan kedudukan yang sebenarnya. Cermasuk di dalamnya perubahan0perubahan bagan mendatar, lingkaran, setengah lingkaran, elips dan piramida terbalik.5

-. "truktur !rgan$sas$ . !rgan$/at$'nal "tru0ture 1

Stuktur organisasi pada setiap perusahaan berbeda0beda bergantung pada budaya dan jenis industri dimana mereka berusaha. :ontohnya saja perusahaan konsultan dan perusahaan pertambangan. Struktur organisasi mereka bisa sangat berbeda. %mumnya pada perusahaan konsultan, jabatan tertinggi adalah .partner5 sedangkan pada perusahaan tambang bisa :6O. %mumnya stuktur organisasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis: Bungsional, )roject, dan Organisasi 2atri/. Cipe struktur organisasi berpengaruh pada bagaimana komunikasi didalam perusahaan. 2. &un0t$'nal !rgan$/at$'n . !rgan$sas$ &ungs$'nal 1

Organisasi fungsional umum ditemui pada perusahaan0perusahaan yang memproduksi suatu barang. +Kebanyakan perusahaan di 8ndonesia mungkin menggunakan Bunctional Organization tapi Saya belum mendapatkan hasil sur*ey tentang ini-. )ada functional organization, semakin besar organisasi, semakin dalam pula hirarkinya dan semakin terspesialisasi pekerjaannya. Semua orang melapor kepada hirarki diatasnya, seterusnya hingga mencapai puncak hirarki +:6O-. Keuntungan dari Bunctional Organization adalah kesederhanaan dalam komunikasi dan efisiensi proses yang berulang. Kerugiannya bila menghadapi sebuah proyek antar di*isi, pergerakan dari tiap anggota tim akan terbatasi oleh sekat0sekat di*isi dan manajer proyek dapat merangkap menjadi manajer salah satu di*isi yang mengakibatkan keputusannya terpengaruh kedudukannya pada di*isi. Kerugian lain dari sistem ini adalah komunikasi menjadi sangat terbatas +umumnya top down- dan kreati*itas terbatasi oleh rangkaian persetujuan birokratis. 3. Pr'je0t$/e( !rgan$/at$'n . !rgan$sas$ Pr'4ek 1

Organisasi proyek seperti ini berfokus hanya saja proyek daripada fungsionalitas. Saya sendiri belum pernah menemukan organisasi besar yang menggunakan tipe organisasi proyek ini. 2ungkin tipe organisasi ini ada pada

beberapa kelompok konsultan freelancer yang bekerja secara lepas tetapi memiliki seorang koordinator. 2anajer proyek memiliki kuasa yang besar selama sebuah proyek berlangsung. Keuntungan dari tipe organisasi ini adalah kemudahan untuk memasukkan seorang konsultan luar, efisiensi dalam mengerjakan proyek, kemudahan untuk membagikan sumber daya antar proyek, fleksibilitas dan independensi yang besar dari tiap karyawannya. Kekurangan yang dapat muncul adalah setiap karyawan harus cukup memiliki moti*asi, bertanggung jawab, dan terbiasa untuk mengambil inisiatif. Struktur ini tidak terlalu cocok bila perusahaan memiliki banyak aspek administrasi atau operasi. 5. Matr$, !rgan$/at$'n . !rgan$sas$ Matr$, 1

Organisasi 2atri/ merupakan peleburan dari kedua tipe organisasi diatas. Organisasi 2atri/ mencari keseimbangan antara operasional@administrasi dan proyek. :ontohnya adalah seorang manajer proyek yang ingin mengerjakan proyek in*entory. Cim proyek akan terdiri dari bagian purchasing dan finance. Organisasi 2atri/ mempunyai tiga buah sub Organisasi berdasarkan kekuatan manajer proyek dan manajer fungsional. Keuntungan yang diberikan tipe organisasi matri/ adalah pemanfaatan sumber daya manusia yang efisien, anggota tim mempunyai pekerjaan operasional tetap setelah proyek selesai, sharing pengetahuan antar di*isi yang lebih baik dari pada tipe fungsional, dan adanya keterlibatan stakeholder yang kuat. Kekurangan yang dapat muncul adalah dengan adanya dua buah atasan, karyawan bawah harus melapor pada dua atasan dan hal ini dapat membingungkan. !tasan0atasan dapat memperebutkan karyawan sehingga membingungkan mereka dalam membuat prioritas kerja dan memahami perannya. )rosedur komunikasi dan pemanfaatan sumber daya harus ada dan jelas untuk menghindari kekacauan ini. a- Struktur 2atriks )engembang permainan elektronik <ioGare mengembangkan bisnis ini dengan team dan struktur yang simple di mana semua orang bekerja sama untuk menciptakan permainan mereka yang pertama. Jamun, pada saat mereka

meluncurkan permainan mereka yang kedua, sang pemimpin mengambil keputusan untuk merubah bentuk struktur yang sudah ada. Salah satu pilihan yang ada adalah dengan cara membentuk dua tim yang bekerja secara independen. Jamun, multitim ini akan melakukan penggandaan sumber0sumber yang ada serta dapat melemahkan loyalitas terhadap perusahaan yang sudah ada. 1alan keluar alternati*e adalah dengan cara menciptakan departemen0 departemen berdasarkan spesialisasi yang ada. 9al ini akan memungkinkan para ahli untuk saling bekerja sama dan berbagi informasi di kalangan yang sama. 2enge*aluasi struktur matriks. Struktur ini mengoptimalkan sumber0sumber serta tenaga ahli yang ada. <ilamana dilakukan secara baik, struktur ini dapat meningkatkan efisiensi komunikasi, fleksibilitas proyek, dan ino*asi. Struktur ini memfokuskan para pekerja pada pelayanan terhadap klien atau membuat produk0produk namun juga tetap menjaga para tenaga ahli di sekitar spesialisasi mereka sehingga pembagian pengetahuan dan sumber0sumber yang ada dapat digunakan secara efisien. Struktur ini juga merupakan pilihan yang masuk akal bilamana terdapat dua dimensi berbeda +proses dan wilayah- yang sama0sama penting. Struktur ini akan bekerja dengan baik bilamana kedua dimensi yang ada mendapatkan perhatian yang sama besar. Jamun, di luar keuntungan yang ditawarkan, ada beberapa masalah yang ditemukan. Salah satu yang muncul adalah konflik tujuan dan ambiguitas. 9al ini terjadi karena para pekerja yang bekerja di bawah struktur matrik mempunyai # pemimpin yang secara tidak langsung mempunyai # prioritas yang berbeda. 2asalah lain yang ditemukan adalah tingginya tingkat stress para pekerja. 9al ini dikarenakan adanya masalah yang muncul dan tidak diselesaikan oleh kedua pemimpin yang ada. 9al ini disebabkan oleh ambiguitas kepemimpinan dan prioritas. 6. Pem7ag$an erja (an ''r($nas$

Semua struktur organisasi termasuk dua persyaratan mendasar di*isi tenaga kerja kedalam pemisahan tugas dan koordinasi tenaga kerja supaya karyawan dapat mencapai tujuan umum. Organisasi adalah kelompok orang

yang bekerja independen untuk mencapai tujuan. !gar pencapaian tujuan lebih efisien, kelompok ini membagi tugas kedalam pembagian tugas. Secara khusus, ketika ada banyak perbedaan tugas tampak. Struktur organisasi juga mengenalkan *ariasi mekanisme koordinasi untuk meyakinkan bahwa semua orang bekerja dengan efisien menuju tujuan yang sama. a. )embagian Kerja )embagian kerja berhubungan dengan subdi*isi kerja kedalam pembagian tugas bagi masing0masing orang. )embagian kerja membentuk pada spesialisasi kerja karena tiap pekerjaan saat ini termasuk pembagian tugas yang kecil sekalipun perlu untuk melengkapi layanan. )ekerjaan dibagi dalam spesialisasi kerja, karena berpotensi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Canggung jawab kerja dapat membuat tugas diselesaikan dengan cepat karena alur kerja sangat pendek. &Sedikit waktu yang terbuang' diubah dari &satu tugas ke tugas yang lain'. <iaya pelatihan dikurangi karena karyawan membutuhkan lebih sedikit kemampuan fisik dan mental untuk menyelesaikan pekerkjaan yang ditugaskan dengan baik. !khirnya, spesialisasi kerja membuat lebih mudah untuk mencocokan orang dengan spesikasi kemampuan atau keterampilan kerja dimana karyawan paling tepat ditempatkan. b. 2engkoordinasi !kti*itas Kerja Segera setelah pembagian kerja diantara mereka sendiri, mekanisme koordinasi dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa setiap orang bekerja dalam kecocokan. Setiap organisasi mulai dari toko kecil sampai pada perusahaan terbesar terwujud dengan menggunakan satu atau lebih dari mekanisme koordinasi seperti: komunikasi informal, hirarki formal, dan standardisasi. 8. Mekan$sme ''r($nas$

Segera setelah membagi kerja diantara para karyawan, mekanisme koordinasi diperlukan untuk meyakinkan bahwa semua orang bekerja sesuai dengan tugasnya. Setiap organisasi mulai dari toko kecil sampai dengan perusahaan terbesar semuanya menggunakan satu atau lebih mekanisme koordinasi seperti: komunikasi informal, hirarki formal, dan standardisasi. a. Koordinasi melalui komunikasi informal

Komunikasi informal adalah sebuah mekanisme koordinasi di semua organisasi. Didalamnya termasuk saling tukar informasi mengenai tugas0 tugas saat ini. Oleh karena itu karyawan mensinkronkan akti*itas kerja. Komunikasi informal adalah penting dalam situasi nonrutin dan meragukan karena karyawan dapat saling tukar informasi dalam jumlah besar melalui tatap muka dan media lainnya. Organisasi0orgasnisasi yang lebih besar juga mendorong koordinasi melalui komunikasi informal dengan menciptakan integrasi. Orang0orang ini bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan proses kerja dengan mendorong karyawan disetiap unit kerja untuk bertukar informasi dan mengkoordinasikan akti*itas kerja secara informal. b. Koordinasi melalui hirarki formal 9irarki formal secara trdisional telah teruji sebagai mekanisme koordinasi yang optimal bagi organisasi besar. Satu abad yang lalu para ahli mengemukakan pendapat bahwa organisasi hampir efektif dimana para managernya melatih wewenang mereka dan karyawan menerima perintah hanya dari seorang super*isor. Koordinasi seharusnya terjadi melalui rantai perintah yang mana melampaui hirarki dan melintasi unit kerja lainnya. Koordinasi melalui hirarki formal bisa saja menjadi popular, tetapi dapat menjadi mekanisme koordinasi yang tidak efisien. Canpa mengandalkan mekanisme koordinasi lainnya, manager dapat mensuper*isi hanya dalam jumlah karyawan yang sedikit. Seperti halnya bisnis yang berkembang, jumlah super*isor dan tingkatan management harus juga meningkat. 1uga, berkomunikasi melalui rantai perintah jarang secepat dan seakurat komunikasi langsung diantara karyawan. c. Koordinasi melalui standardisasi Standardisasi, bentuk ketiga dari koordinasi, termasuk bentuk rutin dari output atau perilaku. 2ekanisme koordinasi ini terdiri dari beberapa bentuk :

- Standardisasi proses

2utu dan konsistensi produk atau jasa seringkali produk atau jasa seringkali dibuktikan dengan menetapkan standar akti*itas kerja melalui deskripsi kerja dan prosedur kerja. 2ekanisme koordinasi ini dapat terwujud pada pekerjaan rutin atau sederhana, tetapi kurang efektif pada pekerjaan yang rutin dan kompleks seperti halnya disain produk. #- Standardisasi output <entuk standardisasi ini termasuk didalamnya bahwa indi*idu dan unit kerja telah jelas mengartikan tujuan dan ukuran output +seperti halnya kepuasan pelanggan dan efisiensi produksi-. $- Standardisasi keterampilan Ketika akti*itas kerja terlalu kompleks untuk distandarkan melalui proses dan tujuan, perusahaan kadang mengkoordinasi kerja dengan melatih karyawan secara ekstensif atau mempekerjakan orang yang telah belajar mengenai peran perilaku melalui program pendidikan. )embagian kerja dan koordinasi kerja menggambarkan dua unsure dasar organisasi. <agaimana pekerjaan dibagi, siapa yang membuat keputusan dimana mekanisme koordinasi disesuaikan, dan isu lain yang berhubungan dengan empat elemen struktur organisasi. #. emungk$nan 4ang Terja($ (alam D$sa$n !rgan$sas$ Kebetulan pendekatan ini tentunya adalah rele*an ketika memilih perusahaan yang paling sesuai struktur organisasi. )ada bagian ini kami memperkenalkan empat organisasi Kontinjensi desain: lingkungan eksternal, ukuran, teknologi, dan strategi. . ;ingkungan eksternal ;ingkungan eksternal yang mencakup hal0hal di luar organisasi, termasuk paling stakeholder +pelanggan, pemasok, pemerintah-, sumber daya +bahan baku, sumber daya manusia, informasi, keuangan-, dan kompetitor. 6mpat karakteristik lingkungan eksternal mempengaruhi jenis struktur organisasi terbaik sesuai dengan situasi tertentu: Dynamic *ersus lingkungan stabil. Dinamis lingkungan memiliki tinggi menilai perubahan, yang mengarah ke no*el situasi dan kurangnya pola dapat dikenali. Sebaliknya, lingkungan yang stabil dicirikan oleh siklus kegiatan rutin dan stabil perubahan dalam penawaran dan permintaan untuk masukan dan keluaran.

Kompleks *ersus lingkungan sederhana. ;ingkungan kompleks ada banyak unsur, sedangkan lingkungan yang sederhana ada beberapa hal untuk memantau. Semakin kompleks lingkungan, yang lebih harus menjadi organisasi.

<eragam *ersus lingkungan terpadu. Cerletak di berbagai organisasi lingkungan yang lebih besar memiliki berbagai produk atau layanan, klien, dan daerah. Semakin di*ersifikasi lingkungan, semakin banyak perusahaan perlu menggunakan di*isionalized formulir yang berpihak dengan keanekaragaman.

9ostile *ersus banyak lingkungan. )erusahaan yang berlokasi di lingkungan yang berseteru menghadapi kelangkaan sumber daya dan lebih banyak kompetisi di pasar. <erseteru lingkungan yang dinamis biasanya karena mengurangi kemungkinan meramalkan akses ke sumber daya dan permintaan untuk output.

#. %kuran Organisasi Organisasi yang lebih besar harus memiliki struktur berbeda dari organisasi yang lebih kecil. Karena jumlah karyawan meningkat, spesialisasi pekerjaan meningkat karena adanya pembagian kerja yang lebih besar. )embagian kerja yang lebih besar ini memerlukan mekanisme koordinasi yang lebih detil. Oleh karena itu perusahaan besar membuat lebih besar penggunaan standarisasi +khususnya proses dan hasil kerja- untuk mengkoordinasikan kegiatan bekerja. 2ekanisme koordinasi ini membuat sebuah hirarki administratif dan formalisasi yang lebih besar. Secara historis, organisasi yang lebih besar telah mengurangi penggunaan komunikasi informal sebagai mekanisme koordinasi. Jamun, munculnya teknologi informasi dan peningkatan penekanan pada pemberdayaan telah menyebabkan komunikasi informal kembali menjadi penting dalam perusahaan besar. Organisasi yang lebih besar juga cenderung lebih terdesentralisasi. 6ksekutif tidak memiliki cukup waktu dan keahlian untuk semua proses pengambilan keputusan yang signifikan mempengaruhi bisnis dan perkembangannya. Oleh karena itu, otoritas pengambilan0keputusan didorong ke bawah ke tingkat lebih rendah, di mana pemegang jabatan dapat menanggulangi berbagai masalah dalam jangkauan lebih kecil di bawah kontrol mereka. $. Ceknologi Ceknologi adalah faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat merancang struktur organisasi yang terbaik untuk situasi tertentu. Teknologi mengacu pada mekanisme atau proses yang digunakan oleh sebuah organisasi yang menghasilkan

produk atau layanannya. Salah satu kemungkinan secara teknologi adalah *ariabilitasnya0jumlah pengecualian untuk prosedur standar yang cenderung terjadi. Dalam proses kerja dengan *ariabilitas rendah, pekerjaan adalah rutin dan mengikuti standar prosedur operasi. Kemungkinan lain adalah kemampuan analisa0 kemampuan meramalkan atau kesulitan dari pekerjaan yang diperlukan. Semakin pekerjaan kurang dapat dianalisa, semakin banyak memerlukan tenaga ahli dengan kebijaksanaan yang cukup untuk mengatasi tantangan bekerja. Ceknologi cara menyusun bagian0bagian memiliki *ariabilitas rendah dan kemampuan analisa tinggiF pekerjaan yang rutin dan sangat mudah diramalkan. 1enis teknologi ini bekerja sangat baik dengan struktur yang terdiri dari sentralisasi dan formalisasi tinggi. Ketika karyawan menjalankan tugas dengan *ariasi tinggi dan kemampuan analisa rendah, mereka menerapkan ketrampilan mereka ke situasi yang unik dengan sedikit kesempatan untuk pengulangan. Cim riset proyek beroperasi di bawah kondisi ini. Situasi ini membutuhkan sebuah struktur organik dengan formalisasi rendah, otoritas pengambilan0keputusan yang sangat terdesentralisasi, dan koordinasi terutama melalui komunikasi informal di antara anggota tim. Cugas0tugas dengan *ariasi0tinggi dan kemampuan analisa0tinggi memiliki banyak pengecualian untuk kegiatan rutin, namun pengecualian ini biasanya dapat diselesaikan melalui prosedur standar. Kelompok pemeliharaan + maintenance- dan tim rekayasa desain +engineering design teams- mengalami kondisi ini. %nit kerja yang masuk ke dalam kategori ini harus menggunakan struktur organik, tetapi mungkin untuk mempunyai lebih sedikit formalisasi dan sentralisasi disebabkan oleh kemampuan analisa masalah. )edagang0pedagang terampil cenderung bekerja dalam situasi dengan *ariasi rendah dan kemampuan analisa rendah. Cugas mereka melibatkan beberapa pengecualian, namun masalah yang timbul sulit untuk diselesaikan. Situasi ini memungkinkan lebih dari sentralisasi dan formalisasi dalam struktur organik murni, tapi koordinasi harus menyertakan komunikasi informal di antara karyawan terampil sehingga masalah unik dapat diselesaikan. 3. Strategi Organisasi Strategi organisasi merujuk kepada bagaimana suatu organisasi

menempatkan dirinya sendiri dalam hubungannya dengan para pemangku kepentingan +stakeholder-, menentukan sumber daya, kemampuan, dan misi organisasi. Dengan kata lain, strategi merupakan keputusan dan tindakan yang diterapkan untuk mencapai tujuan organisasi. Galaupun ukuran, teknologi, dan lingkungan mempengaruhi struktur organisasi yang optimal, kesatuan tiga hal ini

tidak harus menentukan struktur. Sebaliknya pemimpin perusahaan merumuskan dan menerapkan strategi yang membentuk baik karakteristik kesatuan tiga hal ini serta struktur organisasi yang dihasilkan. Konsep ini diringkas dengan frase sederhana >Struktur mengikuti strategi.> )emimpin organisasi memutuskan seberapa besar perkembangannya dan teknologi mana yang digunakan. 2ereka mengambil langkah0langkah untuk menetapkan dan memanipulasi lingkungan mereka daripada membiarkan nasib organisasi ditentukan sepenuhnya oleh pengaruh dari luar. Selain itu, struktur organisasi tidak berkembang sebagai respon alami terhadap kesatuan ini. Cetapi mereka merupakan hasil dari keputusan organisasi. Dengan demikian strategi organisasi mempengaruhi baik kesatuan dari struktur dan struktur itu sendiri. 1enis strategi yang dipilih organisasi mengarah ke struktur organisasi yang terbaik untuk diadopsi. Organisasi dengan strategi kepemimpinan biaya yang harus mengadopsi mekanistik, struktur fungsional dengan spesialisasi pekerjaan dan standar proses kerja tingkat tinggi. 9al ini mirip dengan kategori teknologi rutin yang dijelaskan sebelumnya, karena pendekatan ini dapat memaksimalkan efisiensi produksi dan layanan. Sebuah strategi diferensiasi, di sisi lain, memerlukan hubungan lebih disesuaikan dengan klien. Sebuah matriks atau struktur berbasis0tim dengan sedikit sentralisasi dan formalisasi adalah paling tepat di sini sehingga pakar teknis dapat mengkoordinir kegiatan bekerja mereka lebih dekat dengan kebutuhan klien. Secara keseluruhan, sudah jelas bahwa struktur organisasi sangat dipengaruhi oleh ukuran, teknologi, dan lingkungan, tetapi strategi organisasi dapat membentuk kembali elemen dan melepaskan hubungan mereka ke struktur organisasi.

DA&TAR PU"TA A . !zwar, !zrul, )engantar !dministrasi Kesehatan, 1akarta, )enerbit <inarupa !ksara #. Drucker, )eter B., Che )ractice of 2anagement, Jew (ork , 9arper K <rother
)ublishers, ,73

$. Koontz, 9arold, :yrill O'Donell, 9einz Geihrich, 2anajemen + Cerjemahan - )enerbit


6rlangga 6disi ke D, 1akarta

3. Aobbins, Stephen )., )erilaku Organisasi +Cerjemahan-, )C 8ndeks, 6disi E,


1akarta, #EE4. 7. Aobbins, Stephen )., Ceori Organisasi +Cerjemahan-, 1akarta, !rcan, ,,3

?. Aobbins, Stephen )., Cimothy !. 1udge, Organizational <eha*ior + )erilaku


Organisasi -, Salemba 6mpat, 6disi #, 1akarta, #EED

4. Sutarto. Dasar0Dasar Organisasi. 1ogjakarta, )enerbit %=2 =adjah 2ada %ni*ersity


)ress :etakan ke H # , #EE?