Anda di halaman 1dari 26

Executive Summary

Daerah Target Kami Adapun daerah yang akan kami angkat untuk mewakili produk kami adalah Daerah Bandung. Bandung adalah surga kuliner Indonesia.Setidaknya itulah yang ada di benak sebagian besar masyarakat Indonesia, jika anda bertanya tentang kuliner Bandung. Berdasarkan alas an itulah kami melihat adanya potensi pasar untuk membuat sebuah produk baru dan kemudian dipasarkan di kota kembang ini. Brand image kota Bandung sebagai surga kuliner Indonesia sudah cukup kuat dan melekat di pikiran sebagian masyarakat Indonesia dimana kami akan mencoba memproduksi pangan kuliner berbahan oncom, yang dikenal dengan Nasi tutug Oncom, hanya saja resep dan packaging yang kami kreasikan sendiri Sekilas Tentang Oncom Proses pembuatan

Oncom adalah makanan rakyat di Indonesia yang terdiri dari dua jenis utama: oncom merah dan oncom hitam. Oncom merah terbuat dari kapang oncom Neurospora sitophila sedangkan oncom hitam terbuat dari kapang tempe Rhizopus oligosporus.Oncom merah umumnya dibuat dari ampas tahu, yaitu kedelai yang telah diambil proteinnya dalam pembuatan tahu. Sedangkan oncom hitam umumnya dibuat dari bungkil kacang tanah yang kadangkala dicampur ampas (onggok) singkong atau tepung singkong, agar mempunyai tekstur yang lebih baik dan lebih lunak. Ampas tahu merupakan residu dari pengolahan kedelai menjadi tahu. Bungkil kacang tanah adalah ampas yang berasal dari kacang tanah yang telah diambil minyaknya dengan proses pemerasan mekanis atau proses ekstraksi.Walaupun kedua bahan tersebut berupa limbah, tetapi ditinjau dari segi gizi sesungguhnya kedua bahan tersebut merupakan bahan yang padat gizi, sehingga sangat disayangkan kalau dibuang atau dijadikan pakan ternak. Bahan baku lainnya yang diperlukan dalam pembuatan oncom adalah kapang. Kapang oncom dapat mengeluarkan enzim lipase dan protease yang aktif selama proses fermentasi dan memegang peranan penting dalam penguraian pati menjadi gula, penguraian bahan-bahan dinding sel kacang, dan penguraian lemak, serta pembentukan sedikit alkohol dan berbagai ester yang berbau sedap dan harum. Kandungan gizi Banyak orang yang kurang menghargai oncom dibandingkan hasil olahan kacangkacangan yang lain, seperti tahu dan tempe. Pandangan negatif tersebut muncul karena oncom terbuat dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah. Pandangan tersebut sangatlah keliru, karena sesungguhnya oncom mem qwertyuioiliki nilai dan mutu gizi yang baik akibat proses

fermentasi. Dari kedua tabel tersebut diketahui bahwa oncom bungkil kacang tanah memiliki protein, lemak dan padatan terlarut yang lebih tinggi dibandingkan oncom ampas tahu. Hal lain yang perlu disempurnakan agar daya terima masyarakat meningkat terhadap oncom, adalah yang menyangkut penampilan, bentuk, serta warnanya. Untuk lebih meningkatkan daya terima oncom di masyarakat luas, perlu diperhatikan masalah sanitasi bahan baku, peralatan pengolah, dan lingkungan, serta higiene pekerja yang menangani proses pengolahan. Dengan adanya proses fermentasi, maka struktur kimia bahan-bahan yang tadinya bersifat komplek, akan terurai menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh. Proses fermentasi oleh kapang juga akan menghasilkan komponen flavor dan citarasa sehingga menjadi lebih disukai oleh konsumen. Kadang terjadi kembung dan ingin buang gas setelah memakan kacang kedelai rebus. Gejala tersebut sangat umum terjadi, akibat terbentuknya gas oleh proses fermentasi oligosakarida yang terkandung di dalam kedelai yaitu raffinosa dan stakhiosa oleh aktivitas mikroba di dalam perut. Proses fermentasi oleh kapang oncom juga telah dibuktikan dapat mencegah terjadinya efek flatulensi (kembung perut). Selama proses fermentasi oncom, kapang akan menghasilkan enzim alpha-galaktosidase yang dapat menguraikan rafinosa dan stakhiosa kedelai sampai pada kandungan yang sangat rendah, sehingga tidak berdampak pada terbentuknya gas. Pada saat pembuatan oncom, sangat penting untuk memperhatikan masalah sanitasi dan higiene untuk mencegah timbulnya pencemaran dari mikroba-mikroba lain, terutama kapang Apergillus flavus yang mampu memproduksi racun aflatoksin. Akan tetapi kapang oncom mampu pula berperan sebagai penekan produksi aflatoksin. Penggunaan kapang N. sitophila dalam proses fermentasi bungkil kacang tanah dapat mengurangi kandungan aflatoksin sebesar 50 persen, sedangkan penggunaan kapang Rh. oligosporus dapat mengurangi aflatoksin bungkil sebesar 60 persen. Aflatoksin dihasilkan pada kacang-kacangan dan biji-bijian yang sudah jelek mutunya. Untuk mencegah terbentuknya aflatoksin, sangat dianjurkan menggunakan bahan baku yang baik mutunya. (Sumber : Prof.Dr.Ir. Made Astawan, MS., Dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB, Kompas, 3 Oktober 2002)

Sejarah Tutug Oncom


Menurut Pupuhu Caraka Sundanologi Bandung Adang S, sejak tahun 1940-an nasi tutug oncom sudah disajikan sebagai teman sarapan. Awalnya, kata Adang, oncom tersebut hanya dibakar dan ditambah garam, tanpa diberi bumbu macam-macam. Oncom bakar tersebut lalu dijadikan teman makan nasi. Disajikan dengan teh tanpa gula, oncom bakar biasanya dimakan pada pagi hari sebagai teman sarapan. Orang Sunda zaman dulu, meski

punya peliharaan ayam atau ikan, tidak pernah makan hewan peliharaan tersebut. Hewan-hewan tersebut baru dipotong saat Lebaran tiba, kata Adang. Kebiasaan suku Sunda tersebut membuat oncom seolah menjadi makanan wajib. Bisa dipastikan, pada zaman dahulu hampir setiap rumah memiliki kebiasaan memasak nasi tutug oncom. Selain rasanya yang gurih, pembuatan nasi tutug oncom ini relatif mudah dan murah. Lambat laun orang mulai memodifikasi nasi tutug oncom. Oncom tersebut tidak hanya ditambah garam, tetapi juga diberi berbagai bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, kencur, cabe merah, dan gula merah. Dari dulu yang namanya nasi tutug oncom ya kayak gini ini, kata Astuti. Perbedaan rasa, menurut Astuti, tergantung pada jenis oncom yang digunakan. Oncom sendiri ada dua jenis. ada oncom yang berasal dari bungkil kelapa dan ada yang terbuat dari kacang kedelai. Oncom yang baik untuk dijadikan nasi tutug, tambah Astuti, adalah oncom yang terbuat dari kacang kedelai dan masih baru dibuat. Kalau oncomnya sudah agak lama, rasanya enggak enak, katanya. Dedi, sebaliknya, memilih oncom kacang kedelai yang didiamkan terlebih dahulu. Oncom yang sudah agak lama, katanya, rasanya pas dengan selera. Keduanya bahkan memiliki penjual oncom langganan yang kualitas bahan dan rasanya sesuai dengan selera mereka. Apabila oncom tersebut diganti dengan oncom buatan lain, Astuti dan Dedi mengaku, kekhasan nasi tutug oncom buatan mereka seolah hilang. Sebaliknya, Adang mengatakan, dirinya lebih suka nasi tutug oncom yang dibuat menggunakan oncom dari bungkil kelapa. Selain lebih gurih, menurut dia, nasi tutug oncom dari bungkil kelapa sangat sesuai dengan lidahnya. Apalagi kalau dimakan pakai opak, dengan nasi yang pulen dan teh hangat, rasanya nikmat sekali, kata Adang. Akan tetapi, ujar Adang, kini sudah sulit mencari nasi tutug oncom yang sesuai seleranya. Selain oncom dari bungkil kelapa sulit ditemukan, nasi hangat dan pulen pun kini semakin langka. Nasi hangat mungkin ada, tetapi nasi yang pulen agak sulit mencarinya. Kondisi Tutug Oncom Sebagai Icon Budaya dan lahirnya sebuah alasan Perbedaan cara membuat, bahan oncom yang digunakan, serta tambahan lauk yang disajikan memang membuat variasi nasi tutug oncom semakin beragam. Namun, rasa nasi tutug oncom yang asli tidak ada yang pernah tahu. Standar pembuatan nasi tutug oncom itu sendiri memang tidak pernah ada.

Kelihatannya memang soal yang sepele, hanya masalah originalitas suatu masakan. Akan tetapi, hal tersebut tidak boleh dianggap remeh jika sudah menyangkut budaya suatu bangsa. Salah seorang koki yang sudah membaca berbagai buku masakan yang ada, serta konsultasi dengan pakar yang dianggapnya mengerti masalah budaya Sunda, tidak satu pun yang tahu mengenai nasi tutug oncom. Padahal, seharusnya nasi tutug oncom dapat dikenal sebagai ciri khas daerah Jawa Barat. Seperti nasi timbel, yang kini telah mendunia, nasi tutug oncom pun seharusnya dapat diangkat ke level yang lebih tinggi. Tidak hanya terkenal di Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Menurut Adang, minimnya pengetahuan generasi muda tentang kebudayaan daerah, termasuk makanan, karena kebudayaan daerah sudah mulai tergerus kebudayaan asing. Derasnya arus informasi membuat kaum muda seolah meninggalkan segala sesuatu yang berbau tradisional. Pendapat Adang ada benarnya juga. Beberapa anak muda yang ditemui Kompas mengaku tidak tahu tentang nasi tutug oncom. Kania, misalnya. Mojang Bandung ini mengaku hanya pernah mendengar nama nasi tutug oncom, tanpa pernah mencicipi rasanya. Tutug oncom? Kayaknya aku pernah denger. Tapi aku belum pernah coba rasanya. Lagian enggak tahu juga yang jualnya di mana. Kayaknya jarang ya, kata Kania. Dahulu, kata Adang, nasi tutug oncom memang tidak dijual. Umumnya setiap rumah tangga mampu membuat nasi tutug oncom. Entah kenapa, lambat laun nasi tutug oncom ini mulai dilupakan orang. Sumber; kompas.com Dari pemaparan artikel di atas, timbullah ide di benak kami, untuk mengangkat kembali nasi tutug oncom sebagai pangan kuliner khas Bandung, sebagai produk andalan kami. Tentu dengan kreativitas dan imajinasi yang kami miliki. Bentuk sajian nasi tutug oncom Adapun bentuk penyajian nasi tutug oncom

Bila kita amati dengan seksama, dari dulu hingga kini, cara penyajian nasi tutug oncom kurang lebih sama, walaupun makin kesini makin variatif. Namun yang paling jelas adalah, nasi yang dicetak dalam porsi tertentu, dengan bentuk tertentu dan lalap serta berbagai lauk dan sambal yang menambah lezatnya citarasa nasi tutug oncom ini, sehingga membuat orang enggan untuk membungkusnya atau mejadikannya oleh-oleh bagi keluarga atau karib kerabat, karena tampilannya yang lengkap dan banyak komponen tambahan, sehingga akan lebih enak bila disantap di tempat jualan tersebut. Selain itu, ketahanan nasi tutug oncom itu sendiri untuk dibawa ke tempat yang memakan waktu lebih lama, yang membuat orang enggan untuk menjadikannya oleh-oleh. Selain itu, paradigma masyarakat yang menganggap bahwa oncom adalah sisa-sisa pangan, yang minim gizi masih mengakar kuat, padahal jelas-jelas bertolak belakang dengan penelitian pakar pangan dan gizi, yang menyatakan bahwa oncom dapat membantu melengkapi kebutuhan protein dan gizi, hanya saja tidak terlalu diekspos, dan kepopulerannya tertutup oleh makanan khas kuliner bandung lainnya, seperti batagor, brownies, bolen, dll. Kami menghadirkan Bo.Bo.TOCH Kurang lebih dua minggu yang lalu, kami melihat pengumuman kompetisi bisnis plan yang diselenggarakan oleh HMPSM UNPAR yang mengangkat tema culture dan seputar tourisme. Hal tersebut membuat kami bertiga (Amel, Novel, dan Putri) untuk bisa mengkreasikan sesuatu hingga bisa menjadi ciri khas atau icon budaya dan pariwisata daerah tertentu. Kamipun memutuskan untuk mengambi makanan sebagai icon, dan pilihan kami tertuju pada nasi tutug oncom. Melihat keberadaannya yang terlupakan sebagai icon bandung dan jawa barat. Oleh sebab itu, kami ingin mengangkat kembali nasi tutug oncom ke dunia pariwisata di Bandung khususnya, dan di Indonesia pada umumnya, sebagai icon Bandung. Kuisioner, untuk telaah konsumenpun kami lakukan, beberapa pertanyaan kami berikan kepada 50 orang sample di Universitas Padjadjaran. Hingga kami dapatkan beberapa kesimpulan, yaitu : 1. Sebagian besar pendatang yang berkuliah di Universitas Padjadjaran tidak mengetahui dan belum pernah sama sekali makan nasi tutug oncom, hingga mereka tidak tahu, kalau tutug oncom itu berasal dari Jawa barat. 2. Sebagian pendatang yang sudah pernah makan dan mengetahui nasi tutug oncom tidak pernah berfikir untuk membawa nasi tutug oncom sebagai oleh-oleh, mengingat ketidak praktisannya dalam pengemasan, dan daya tahan nasi tutug oncom itu sendiri, untuk layak dimakan. 3. Tidak ada satupun masyarakat yang telah lama menetap di Bandung, merekomendasikan nasi tutug oncom, sebagai oleh-oleh khas Bandung yang bisa dibagikan ke karib kerabat. Mereka justru menyarankan untuk membeli brownies dan bolen merek tertentu untuk dijadikan oleh-oleh, juga makanan lain, untuk disantap bersama keluarga, saat di Bandung. Melihat hasil kuisioner yang demikian, membuat kami berfikir keras, bagaimana caranya agar nasi tutug oncom ini cukup dikenal oleh masyarakat sebagai makanan khas Bandung, juga

digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan baik itu pada struktur pendapatan yang berbeda, juga struktur gaya hidup yang berbeda pula. Maka, kami bertigapun mengkreasikan nasi tutug oncom menjadi bola-bola nasi, yang kami sebut dengan Bo.Bo.TOCH (Bola-Bola-Tutug-OnCHom). Segi Keunikan & Keunggulan komparatif Bo.Bo.TOCH Menjadi hal yang wajar, saat kita bertanya-tanya dimana letak keunikan dari Bo.Bo.TOCH ini, bila dibandingkan dengan nasi tutug oncom yang telah ada sebelumnya ? jelas sudah tugas kami untuk menjelaskannya secara detail. Keunikan Bo.Bo.TOCH terletak pada : 1. Bentuk Tim kami memilih bola sebagai bentuk dari nasi tutug oncom kami,. karena bila kita amati penyajian makanan tutug oncom selama ini adalah : nasi berbentuk cetakan mangkok, berbentuk tumpeng, dililit dengan daun pisang, bahkan ada yang dibiarkan tanpa dibentuk. Tidak sekedar bundar, yang mana di dalam bola tersebut akan diisi dengan berbagai toping, yang terdiri dari : ayam, daging, udang, dan cumi. Bentuk yang bundar seperti bola, memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang pada umumnya belum menyukai makanan berat seperti nasi tutug oncom, atau lebih memilih membeli makanan siap saji lainnya yang lebih menggiurkan, sehingga kami dapat menarik mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua, sebagai target konsumen kami. 2. Praktis Bentuk yang bundar seperti bola tadi, secara tidak langsung membuat konsumen merasa dipermudah, karena yang biasanya mereka harus duduk fokus dengan nasi tutug oncom yang terhidang, dan mengambil lauk yang menjadi pasangannya, lalu dicampurkan ke nasi, baru dimakan secara bersamaan, dengan adanya Bo.Bo.TOCH , semuanya menjadi cepat dan praktis. Konsumen bisa membawa Bo.Bo.TOCH ke ruang kerja, bekerja di depan komputer sambil menikmati satu demi satu bola-bola tutug oncom yang sudah terisi lauk-pauk, tanpa harus mengotori tangan mereka, perut konsumen terisi, kerjanya di kantorpun terselesaikan. Disamping itu konsumen juga bisa menikmatinya di atas kendaraan, tanpa perlu mencari piring atau mencuci tangan dan sendok untuk bisa menikmati nasi tutug oncom. Praktis bukan ? 3. Kemasan Bobotoch dikemas dengan dua tipe pengemasan, yaitu : a. Piring kertas kecil seukuran Bo.Bo.TOCH Kemasan seperti ini, digunakan bagi konsumen yang ingin langsung memakannya, dengan kata lain konsumen tidak memiliki jeda yang terlalu panjang untuk menikmati Bo.Bo.TOCH . b. Alumunium Foil menyelimuti Bo.Bo.TOCH Kemasan yang kedua ini, diperuntukkan untuk konsumen yang memiliki jeda yang cukup panjang untuk menikmati Bo.Bo.TOCH . Sehingga khawatir, saat konsumen akan memakannya Bo.Bo.TOCH dalam keadaan dingin. Dengan adanya balutan alumunium foil, konsumen bisa memanaskan Bo.Bo.TOCH terlebih dahulu di dalam microwife, magic jar, mengukusnya, atau menggunakan teflon, sehingga konsumen

dapat menikmatinya dalam keadaan hangat. Konsumen juga bisa meletakkan Bp-BoTOCH di dalam kulkas, dan memanaskannya pada saat akan memakannya, paling lama 2 hari. Sehingga Bo.Bo.TOCH bisa dijadikan oleh-oleh bagi daerah yang waktu tempuhnya kurang dari 5 jam. 4. Rasa Bila biasanya nasi tutug oncom disantap dengan lauk-pauk seperti ayam goreng, tahu, dan kerupuk, maka kamipun mencoba mengemas itu semua dalam rasa baru, yakni tetap mengahadirkan pasangan nasi tutug oncom dengan mengisinya di bagian dalam bola. Namun yang berbeda dari Bo.Bo.TOCH ini, isi Bo.Bo.TOCH yang variatif, yang terdiri dari empat pilihan rasa, yaitu : ayam, daging, udang, cumi. Tidak lupa pula sambal khas sunda menemani kelezatan santapan Bo.Bo.TOCH . 5. Brand Bo.Bo.TOCH sebagai brand, bagi kami merupakan suatu keunikan sekaligus keunggulan, Bo.Bo.TOCH bila dibaca cepat dan sekilas akan terdengar sebagai bobotoh, dimana bobotoh adalah sebutan bagi masyarakat bandung. Secara tersirat dan tersurat brand kami menegaskan bahwa Bo.Bo.TOCH adalah punya orang bandung dan khas dari bandung, sehingga diharapkan saat konsumen membaca atau mendengar merek produk kami, orang-orang ingat Kota Bandung, konsumen ingat, bahwa Bo.Bo.TOCH asli Bandung, Bo.Bo.TOCH oleh-oleh khas Bandung. Resep Bo.Bo.TOCH
Bahan: Nasi (Porsi disesuaikan) 2 sendok makan minyak Garam, bumbu penyedap secukupnya, jika suka 1 potong oncom bungkil Kacang tanah, kukus, pecah-pecahkan Bahan Toping : Kaldu maggi 2 dadu Daun jeruk Air 750ml Ayam Daging sapi Udang Cumi-cumi

Bumbu halus: Bawang bombai butir. Daun serai 4 butir bawang putih 4 potong kencur 2 irisa lengkoas

Kemasan Kertas wah kue ukuran sedang (yang biasa digunakan untuk membuat bolu kukus Alumunium foil, untuk satu bola, menghabiskan 10x10 cm Kotak pelastik kecil, yang bisa memuat 4 Bo.Bo.TOCH Kotak pelastik sedang, yang bisa memuat 6 Bo.Bo.TOCH

Bahan sambal : Terasi Bawang merah Bawang putih Cabe merah

Proses Pembuatan Bo.Bo.TOCH Cara membuat: 1. Giling oncom sampai halus 2. Panaskan minyak. 3. Masukkan Bawang putih terlebih dahulu dan tumis hingga aromanya tercium dan bawang putih berwarna kekuning-kuningan. 4. Masukkan bawang bombay dan tumis hingga aromanya tercium dan bawang putih berwarna kekuning-kuningan. 5. Masukkan 2 batang serai yang sudah di potong halus dan tumis, hingga aromanya tercium 6. Masukkan oncom yang sudah digiling tumis sampai aromanya keluar 7. Masukkan daun kemangi 2 genggam 8. Masukkan garam, penyedap Aduk-aduk. Angkat. 9. Tiriskan. 10. Dinginkan. Cara menghidangkan: 1 porsi Nasi hangat seukuran mangkok kecil, dicampur dengan 2 sendok tutug oncom, lalu di aduk Jadikan 1 porsi menjadi 4 bagian sama rata, lalu isi dengan toping yang disukai Bulatkan nasi tersebut Bungkus dengan alumunium foil Nasi dicampur dengan sambal oncom. Enak dimakan panas-panas atau sajikan hangat dengan pelengkap.

Keterangan Gambar Gl Bahan

Tutug oncom dan serai yang sudah di tumbuk dan dipotong halus.

Bawang putih, bawang bombay, dan daun bawang, yang telah diiris halus

Penyedap rasa dan garam Daun kemangi

Toping daging ayam

Proses pembuatan

Bo.Bo.TOCH kemasan piring kertas

10

11

12

Bo.Bo.TOCH Kemasan Alumunium Foil

Kemasan

@ Rp 5.000 / kotak

@Rp 7.000 /kotak

Target kami Jangka Pendek a. Dalam segi ke-legalan dan kelayakan, kami ingin produk kami mendapat sertifikasi halal oleh MUI dan layak di konsumsi oleh Depkes RI. b. Sementara dalam segi pemasaran, Pada jangka pendek, kurang lebih 1 tahun ke depan, kami akan mencoba memperkenalkan Bo.Bo.TOCH ke tengah masyarakat, dengan cara: 1. Menjualnya di travel-travel antar bandung Jakarta. 2. Menjualnya di Factory-Factory Outlet yang ada di daerah bandung, mengingat kawasan ini adalah salah satu tujuan perjalanan wisata. 3. Mencoba memasukkannya di kantin-kantin kampus di kota Bandung, khususnya kantin kampus kami Unpad. 4. Menawarkan kepada teman-teman mahasiswa yang sedang mencari dana usaha untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, untuk bisa memesan dan menjual Bo.Bo.TOCH sebagai objek yang dijual. 5. Memasukkannya ke toko-toko cinderamata dan khas jajanan Bandung. Jangka Menengah Sementara di jangka menengah, kami akan mendirikan sebuah kios tetap di kawasan wisata, yaitu monumen perjuangan masyarakat Bandung. Sekaligus bereksperimen untuk menemukan resep yang mampu membuat Bo.Bo.TOCH tahan lebih dai 2 hari, tentu dengan bumbu yang sehat. Jangka Panjang Bo.Bo.TOCH akan mencoba ekspansi dengan membuka cabang di daerah lain, seperti Jakarta, Bali, Sumatera Barat, dan Jambi. (mengingat kami bertiga berasal dari Jakrta, Bali, susmatera barat) dan bila prospeknya bagus, kami akan membuat Frenchise Bo.Bo.TOCH dengan menu-menu tambahan berbahan baku oncom, namun Bo.Bo.TOCH tetap produk andalan. Bila telah stabil, kami ingin berkontribusi dalam mengatasi pengangguran di Jawa Barat khususnya, yaitu dengan melakukan tawaran wirausaha kepada masyarakat yang benarbenar memiliki kemauan, dengan sistem Dorongan Bo.Bo.TOCH dimana kami menyediakan gerobak dan bahan baku, sistem penggajian dengan bagi hasil, hingga akhirnya mereka bisa memiliki gerobak tersebut.

Mampukah Bo.Bo.TOCH menjadi Heritage Bandung ??? Bila berbicara mampu atau tidaknya Bo.Bo.TOCH menjadi heritage Bandung, maka kami dengan yakin menyatakan bahwa Bo.Bo.TOCH mampu menjadi heritage. Alasannya sangat sederhana, oncom dan nasi tutug oncom memang sudah dikenal sebagai pangan kuliner khas Jawa Barat, dimana dengan sudah dikenalnya oncom tersebut, mempermudah kami untuk mengangkatnya dan meletakkannya kembali mendai icon Bandung, dengan kreatifitas dan kemampuan kami, seperti yang telah kami nyatakan di atas, di samping itu segi keunikannyapun akan membantu pangan kuliner ini terangkat kembali. Analisis SWOT

weakness
1. Makanan ini berbahan baku nasi, yang dikenal rentan dan mudah basi 2. Nasi saat sudah dingin kurang enak dinikmati 3. Bo.Bo.TOCH kurang mampu untuk mengganjal perut yang kosong. 1. Bentuk yang unik seperti bola 2. Praktis karena didukung oleh bentuk dan kemasan 3. Kemasan yang membuat konsumen bisa menikmati Bo.Bo.TOCH dalam keadaan hangat 4. Harga yang SPORTIF 5. Rasa yang variatif 6. Trik marketing yang unik. 7. Penjualan per porsi (terdiri dari 4 6 Bo.Bo.TOCH)

Threat
1. Nasi tutug Oncom belum digemari oleh kalangan usia remaja dan anak-anak. 2. Jarangnya penduduk Asli Bandung yang menyarankan membawa nasi tutug oncom sebagai oleh-oleh
1. Bandung adalah kota pariwisata 2. Wisatawan di kota Bandung selalu meningkat 3. Wisatawan butuh oleh-oleh khas Bandung 4. Terdapatnya FO dan pool travel yang banyak di kota Bandung. 5. Di bandung banyak universitas untuk tempat pemasaran Bo.Bo.TOCH Kami adalah yang pertama yang menjual nasi tutug ocom dalam kemasan tersebut.

OPPORTUNITY

Strength

Financial Statement
Startup Cost Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Total Harga (dalam rupiah) 35.000 10.000 250.000 120.000 5.000 3.500 5.000 25.000 3.500 500 200.000 657.500

Jenis Kebutuhan Penggorengan Sodet Kompor Gas Talenan Wadah Pisau Cobek Pisau Sarung Tangan Magic Com Total Monthly cost

Jenis Biaya Beban Operasional Beban Bensin Total

Total Biaya (dalam rupiah) 50.000 150.000 200.000

Total biaya di akhir bulan pertama adalah sebesar Rp 857.500 Sales Forecast (monthly)

*asumsi satu bulan=tiga puluh hari Conservative 1.200 5.000 6.000.000 Target 1.500 5.000 7.500.000 Minimal 600 5.000 3.000.000 Maksimal 1800 5.000 9.000.000

Jumlah (Porsi) Harga (Porsi) Total

Analisis Investasi Expected Cash Flows Cash Inflow Startup Fee Bulan Pertama Bulan Kedua Bulan Ketiga Total Cash Inflow Average Conservative Target Minimal Maksimal (657.500) (657.500) (657.500) (657.500) 5.142.500 7.500.000 3.000.000 9.000.000 5.800.000 7.300.000 2.800.000 8.800.000 5.800.000 7.300.000 2.800.000 9.200.000 16.085.000 21.442.500 7.942.500 26.342.500 5.361.666 7.147.500 2.647.500 8.780.833

Payback Period Payback Period 0.127856101

Kesimpulan : titik balik modal setelah bisnis berjalan adalah sekitar 0.127856101 tahun atau sekitar 1.56 bulan

Net Present Value and Internal Rate of Return


Expected return : 6%

Month Month End Cashflow 0 657.500 1 5.142.500 2 5.800.000 3 5.800.000 cash flow summary 17.400.000 net present value 16.415.160 IRR 6.5% Keterangan : Present Value dari jumlah cash inflow selama 3 bulan adalah Rp 16.415.160 Bisnis ini diestimasikan akan menghasilkan 24.97% dari setiap Rp 1 yang diinvestasikan dengan tingkat risiko tertentu.

Profitability Index Tingkat Profitabilitas ( NPV / Initial Cash Outflow ) adalah 1.53, artinya, Nilai sekarang dari total cash inflow diestimasikan sebesar 1.53 kali nilai investasi di awal Tahun (belum termasuk biaya tahunan untuk tahun pertama).

Target Pelanggan di Indonesia


Bandung adalahsurgakuliner Indonesia. Setidaknya itulah yang ada di benak sebagian besar masyarakat Indonesia jika anda ditanya tentang kuliner Bandung. Berdasarkan alasan itulah kami melihat adanya potensi pasar untuk membuat sebuah produk baru dan kemudian dipasarkan di kota kembang ini. Brand image kota bandung sebagai surga kuliner Indonesia sudahcukup kuat dan melekat di pikiran masyarakat Indonesia. Makanan olahan dari Oncom, adalah salah satu kuliner Indonesia yang juga terkenal di Bandung. Seperti kita ketahui bahwa oncom merupakan makanan dengan bahan dasar ampas atau sisa dari pembuatan tempe yang sejatinya , tidak memiliki value added. Tetapi dengan sedikit kekreatifan, ampas tempe tersebut dapat disulap menjadi sebuah makanan yang memiliki cita rasa khas yang banyak disukai orang, yaitu oncom. Melihat fakta tersebut, kami tertantang untuk membuat value added dari oncom tersebut menjadi semakin tinggi, dengan mengkreasikan oncom menjadi makanan yang lebih elegant, praktis, dan higienis. Sehingga, kelak oncom dapat kembali menjadi sebuah harta kekayaan kuliner di kota Bandung.

Siapa Pesaing Bo.Bo.TOCH ?


Adapun pesaing yang dimiliki oleh produk ini ialah; penjual nasi tutug oncom, makanan siap saji dengan merek yang telah lebih dulu mencapai masa growing di pasaran, danoleh-oleh khas bandung lainnya.

Daerah Inti Pemasaran Bo.Bo.TOCH


Berikut adalah peningkatan jumlah penduduk dan PDB penduduk Bandung dari tahun 2010
0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 Pembagian Daerah Bandung Persentase penduduk Series1 Series2 Series3

melihat trend peningkatan jumlah penduduk dan PDB masyarakat bandung maka kami memilih kota Bandung untuk menjadi daerah inti pemasaran produk kami. Dan untuk memaksimalkan potensi pasar yang tersaji di kota Bandung, makadisini kami menggunakan tools manajemen pemasaran berupa pemetaan pasar atau yang lebihdikenaldengan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) serta kami akan mencoba menjabarkan tentang marketing mix yang akan kami terapkan di dalam produk ini.

Proses segmenting, targeting, positioning.


Segmenting Segmenting dari Bo.Bo.TOCH adalah parawisatawan yang datang ke Bandung minimal 3% dari pangsa pasar wisatawan Bandung yang berjumlah sekitar 380.000 orang per tahunnya. Selainitu kami akan mencoba untuk berkonsentrasi untuk meraih market share dari daerah Bandung selatan dan utara karena berdasarkan data, kedua daerah tersebut memiliki market share yang cukup menjanjikan. Berikutiniialah data tentangpemetaanpenduduk di kota Bandung. (Sumber : WWW.BPS.Go.id)

Pembagiandaerahbandung Utara Barat Selatan Timur

Persentasependuduk 32% 21% 28% 19%

Utara barat selatan timur

Targeting Target konsumen kami ialah parawisatawan yang ingin memberikan buah tangan kepada keluarganya di kota tujuan. Maka dari itu kami membuat sebuah produk yang memiliki daya tahan yang cukup lama dan bisa dipanaskan kembali jika ingin dinikmati pada waktu tertentu. Melihat trend pasar yang berkembang saat ini, konsumen utama dari makanan khas daerah Bandung ialah para wisatawan dan dengan produk yang tidak cepat basi maka produk ini pasti dapat bersaing dengan para kompetitornya yaitu makanan khas Bandung yang telah lebih dahulu mapan, seperti brownies, pisangbolen, batagor, dll. Positioning kami ingin mencitrakan produk ini sebagai oleh-oleh khas Bandung yang simple dan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Selain itu produk kami ingin diingat sebagai makanan berbahan baku oncom pertama yang memiliki nilai kepraktisan yang lebih tinggi dibanding dengan produkproduk dengan bahan baku oncom lainnya.

Marketing mix:
Product produk yang kami tawarkan memiliki kandungan gizi dan manfaat yang besar. Selain itu kami memberikan jaminan, bahwa produk kami tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya di dalamnya dan nilai kepraktisan yang terdapat di dalam produk ini diharapkan dapat menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Price Harga yang kami berikan untuk produk kami cukup sportif dan bersahabat, yaitu berkisar antara Rp 5000 Rp 7000 per/porsi. Maka dari itu dengan harga dan kualitas yang sangat kompetitif, kami yakin produk ini akan mudah untuk beradaptasi dan diterima olehpasar Place Untuk tahap awal bisnis ini, kami akan mejualnya melalui sistem menitipkan produk kami di tempat-tempat yang ramai didatangi oleh wisatawan, tempat tersebut seperti : travel dan factory outlet terkemuka di kota Bandung. Dari data yang kami dapat, pada saat weekend satu Factory Outlet di Bandung bisa dikunjungi hingga 3000 orang. (sumber : www.antarajawabarat.com) Selain itu kami juga memasarkan produk kami dengan cara menitipkan produk kami di kantin-kantin SMA danUniversitas ternama yang ada di kota Bandung sehingga diharapkan para konsumen akan dengan mudah jika ingin mendapatkan produk kami. Promotion kami akan melakukan promosi dengan menyebarkan brosur di Facatory outlet, travel, maupun kampus-kampus tempat kami menitipkan produk kami, serta kami akan melakukan sistem bundling, yaitu menjual barang kami dengan harga yang lebih murah dalam kuantitas tertentu. Berdasarkan data yang kami dapatdari 2 pool travel yang berbeda. Kami memperoleh fakta bahwa travel melayani rata-rata sekitar1424 orang setiap minggunya dari Jakarta ke Bandung dan menurut kami jumlah tersebut cukup untuk menjalankan konsep mouth-to-mouth marketing.

Bauran Promosi
Menurut Kotler dan Gary A. dalam Alexander Sindoro (2000). Bauran promosi adalah ramuan khusus dari iklan pribadi, promosipenjualan, dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya. Maka dari itu, selain menggunakan konsep 4P, kami juga ingin mencoba menerapkan konsep bauran promosi di dalam strategi pemasaran kami. Internet marketing kami akan mencoba menggunakan ajang advertising terbaik saat ini yaitu melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan blog. Kami akan coba untuk memprovokasi pasar potensial kami, yaitu mahasiswa, untuk dapat mencoba produk kam. Sehingga kami harapkan strategi tersebut akan menyebabkan efek karambol berupa mouth to mouth strategy. Personal Selling Pada strategi ini kami akan mencoba mengikuti festival-festival jajanan kuliner yang ada, baik di kota Bandung maupun di wilayah Jawa Barat. Dengan menggunakan strategy ini kami berharap dapat berinteraksi langsung dengan para konsumen sehingga produk kami dapat berkembang berdasarkan feedback yang diberikan oleh para konsumen penikmat produk kami. Sales promotion pada tools bauran promosi ini kami akan mencoba untuk membuat strategi yaitu berupa tester dan pemberian bonus 1 bola oncom untuk pembelian tertentu. Kami juga akan memberikan potongan untuk setiap pembelian dalam jumlah tertentu.

Brand Awareness. Sebagai produk baru yang keluar di pasaran, perlu kiranya bola oncom ini diberikan nama yang dapat mengundang brand awareness masyarakat luas. Maka dari itu kelompok kami memberi nama yang terdengar sangat familiar di telinga masyarakat Jawa Barat terutama kota Bandung yaitu Bo.Bo.TOCH atau jika dibaca cepat akan terdengar menjadi bobotoh. Jawa Barat sangat identic dengan kecintaannya terhadap olahraga sepakbola, dan masyarakat Jawa Barat terutama kota Bandung juga dikenal sebagai pendukung setia team sepakbola mereka yaitu Persib Bandung. Adapun nama kelompok supporter pendukung Persib Bandung ialah Bobotoh Persib. Harapan kami dengan memberi nama Bo.Bo.TOCH pada produk kami, akan menciptakan brand awareness yang sangat baik bagi produk kami. Karena Bobotoh Bandung sangat mencintai Persib, dan kami harapkan

para masyarakat Jawa barat terutama kota Bandung dapat mencintai produk kami sebagaimana mereka mencintai Persib Bandung yang membawa kebanggan mereka. Brand Mantra:
Bo.Bo.TOCH. NENDANG oncomnya, SPORTIF harganya. Itulah brand mantra yang ingin kami bawa di dalam produk ini. Brand mantra sangat berguna sebagai pemicu terhadap brand activation produk kami. Seperti telah dibahas sebelumnya, Bo.Bo.TOCH terisnpirasi dari olah raga sepakbola. Sepakbola merupakan olahraga universal yang banyak disukai orang, dan tentu saja menyehatkan. Hal tersebut sangat berkorelasisecara positif dengan produk yang kami produksi yang menawarkan rasa yang lezat dengan tentunya manfaat yang melimpah. Dengan

menggunakan brand mantra NENDANG rasanya, SPORTIF harganya, kami berharap paradigma konsumen tentang produk kami telah terbentuk menjadi sebuah jajanan lezat, bergizi, serta memiliki harga yang sangat bersahabat dan bersaing sehat.Adapun logo yang terdapat pada produk kami berupa pasangan pria dan wanita dengan menggunakan aksesoris khas JawaBarat ialah representasi bahwa produk kami siap menjadi kuliner andalan dan kebanggan Jawa Barat dankota Bandung khususnya. Makna lain dari logo kami ialah bahwa semua orang, baik pria maupun wanita menyukai .produk kami karena Bo.Bo.TOCH, NENDANG oncomnya, SPORTIF harganya.