Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN OBAT DAN AROMATIK PENGAMATAN TANAMAN OBAT

Disusun oleh : Dyan Kusumaning Ayu (115040200111115)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI MALANG 2014

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Curcuma domestica b. Nama Lokal : Kunyit 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : plantae Divisio : Spermatophyta Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcumadomestica Val. 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Semak, tinggi 70 cm. b. Batang : Batang m merupakan erupakan batang semu, tegak, bulat, dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun c. Daun : Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 10 cm, lebar 8 8-12,5 12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat d. Bunga : Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10 10-15 15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan e. Buah : Tipe buah kapsula f. Akar : Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan kecoklatan, , daging rimpang merah jingga kekuning kekuning-kuningan. 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Rimpang 5. Fitokimia : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin sebanyak 10% dan bisdesmetoksikurkumin n sebanyak 1-5% dan zat- zat bermanfaat lainnya seperti minyak atsiri yang terdiri dari Keton sesquiterpen, sesquiterpen turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren , sabinen , borneol dan sineil. sineil Kunyit juga mengandung Lemak sebanyak 1 -3%, Karbohidrat sebanyak 3%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, 55%, dan garam garam-garam ram mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium. 6. Khasiat : mendinginkan badan, membersihkan, mempengaruhi bagian perut Khususnya pada lambung, merangsang, melepaskan lebihan gas di usus, menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah, selain dari itu juga digunakan sebagai bahan dalam masakan.

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Ipomoea aquatica b. Nama Lokal : Kangkung angkung 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : plantae Divisi : Spermatophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Solanales Famili : Convulvuloceae Genus : Ipomoea Species : Ipomoea aquatica 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Semak kadang-kadang kadang berumur 1 tahun, menahun. b. Batang : Batang menjalar di atas tanah basah atau terapung, kadang kadang-kadang kadang membelit, dapat dikatakan selalu gundul. Panjang sampai 3 m. tangkai daun tebal 3-20 3 cm. c. Daun : Helai daun sangat berubah berubah- ubah dalam bentuk dan ukuran. Bulat telur segi tiga, memanjang bentuk ntuk garis atau lanset, gundul rata atau bergigi. Dengan pangkal yang terpancung atau bentuk panah sampai bentuk lanset, 3 3-15 15 kali 1-9 1 cm d. Bunga : Karangan bunga di ketiak, bentuk paying berbunga sedikit, daun pelindung kecil. Daun kelopak bertepi pucat pucat, gundul, bulat telur, memanjang, tumpul, panjang 8 mm. mahkota ros atau lila pucat, sering dengan tengah ungu, jarang keseluruhan putih, bentuk corong , panjang 3 3-5 5 cm. tepian lebar lk 5 cm, benag sari tertancap dalam, tidak sama panjangnya, tonjolan dasar bunga bentuk cincin. e. Buah : Buah kangkung ngkung berbentuk bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika sudah tua dan hijau ketika muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10 mm, dan umur buah kangkung tidak lama. f. Akar : Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya cabang akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Batang dan Daun 5. Fitokimia : kadar air (85,64 % dan 85,04 %), kadar abu (0,54 % dan 0,56 %), kadar lemak (0,21 % dan 0,19 %), kadar protein (3,10 % dan 3,23 %), dan kadar serat kasar (1,16 % dan 1,17 %). 6. Khasiat : Sumber vitamin A yang penting untuk kesehatan mata mata, berkasiat erkasiat sebagai obat tidur karena banyak mengandung zat besi, , Penambah darah / mengobati yang terkena anemia, anemia obat penenang syaraf, penyembuh enyembuh penyakit sembelit sembelit, sebagai ebagai obat wasir yang diambil dari akar tanaman kangkung.
3

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Citrus aurantifolia b. Nama Lokal : Jeruk Nipis 2. Klasifikasi Tanaman : Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae giospermae Klas : Dicotyledonae Bangsa : Rutales Famili : Rutaceae Genus : Citrus Species : Citrus aurantiifolia 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Perdu, tinggi 0,5 0,5-3,5 m. b. Batang : Batang pohonnya berkayu ulet, berduri, dan keras. Sedang permukaan
kulit luarnya berwarna tua dan kusam.

c. Daun

: Daunnya majemuk, berbentuk elips dengan pangkal membulat, ujung


tumpul, dan tepi beringgit. Panjang daunya mencapai 2,5-9 2,5 cm dan lebarnya 2 2-5 5 cm. Sedangkan tulang daunnya menyirip dengan den tangkai bersayap, hijau dan lebar 5 5-25 mm. : Bunganya berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau di ujung batang dengan diameter 1,5 1,5-2,5 2,5 cm. Kelopak bunga berbentuk seperti mangkok berbagi 4 4-5 dengan diameter 0,4-0,7 0,7 cm berwama putih kekuningan dan tangkai putik silindris putih kekuningan. Daun mahkota berjumlah 4 4-5, 5, berbentuk bulat telur atau lanset dengan panjang 0,7-1,25 0,7 cm dan lebar 0,25 0,25-0,5 cm berwarna putih. : Buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong dengan diameter d 3,5-5 cm berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning kekuning-kuningan. kuningan.

d. Bunga

e. Buah

f. Akar : Akar Tunggang 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Buah 5. Fitokimia : Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool. Selain itu, juga mengandung flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Buah masak mengandung synephrine dan N-methyltyramine. methyltyramine. Disamping itu juga mengandung asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1 dan C 6. Khasiat : Menyembuhkan enyembuhkan berbagai penyakit banyak antara lain: ambeien, amandel, anyang-anyangan anyang , batuk, batuk disertai influenza, bau badan, batu ginjal, difteri, demam, haid tidak teratur, jerawat, radang tenggorokan, tekanan darah tinggi selain itu dapat juga menghilangkan jerawat, membuat kuku cemerlang, membuat rambut halus, lembut dan berkilau, dan dapat menghilangkan ketombe.
4

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Curcuma xanthorrhiza b. Nama Lokal : Temulawak 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : plantae Divisio : Spermatophyta Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcuma xanthorrhiza 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Semak Semak, tinggi 2 - 2,5 m. b. Batang : Tanaman ini berbatang semu. c. Daun : Daun tanaman temulawak bentuknya panjang dan agak lebar. Lamina daun dan seluruh ibu tulang daun bergaris hitam. Panjang daun sekita sekitar 50 55 cm, lebarnya + 18 cm. Daun n berbentuk lanset memanjang berwana hijau tua dengan garis garis coklat. d. Bunga : Warna bunga umumnya kuning dengan kelopak bunga kuning tua, serta pangkal bunganya berwarna ungu. Panjang tangkai bunga + 3 cm dan rangkaian bunga (inflorescentia) menc mencapai apai 1,5 cm. Dalam satu ketiak terdapat 3 3-4 bunga. e. Rimpang : Rimpang induk temu lawak bentuknya bulat seperti sepe telur, dan berukuran besar. Tiap tanaman memiliki rimpang cabang antara 3 4 buah. f. Akar : Sistem perakaran tanaman temu lawak termasuk akar serabut. Akar Akar-akarnya akarnya melekat dan keluar dari rimpang induk. Panjang akar sekitar 25 cm dan letaknya tidak beraturan. 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Rimpang 5. Fitokimia : Kurkumin, kurkuminoid, P-toluilmetilkarbinol, toluilmetilkarbinol, seskuiterpen d d-kamper, mineral, minyak atsiri serta minyak lemak, karbohidrat, protein, mineral seperti Kalium (K), Natrium (Na), Magnesium (Mg), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Kadmium (Cd). 6. Khasiat : Hepatoprotektor epatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan member darah.

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Hibiscus rosa rosa-sinensis b. Nama Lokal : Bunga Sepatu 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : Plantae Divisio : Magnoliopyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malvales Famili : Malvaceae Genus : Hisbiscus Species : Hibiscus rosa-sinensis sinensis 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Perdu, tahunan, tegak, tinggi 3 m. b. Batang : Bulat, berkayu, keras, diameter 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor. c. Daun : Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm, lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau. d. Bunga : Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang bena sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah. e. Buah : Kecil, lonjong, diameter 4 mm, masih muda putih setelah tua coklat. f. Akar : Tunggang, coklat muda 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Daun, bunga dan akar 5. Fitokimia : Daun, bunga, dan akar Hibiscus rosa sinensis mengandung flavonoida. Di samping itu daunnnya juga mengandung saponin dan polifenol, bunga mengandung polifenol, akarnya juga mengandung tanin, saponin, skopoletin, cleomiscosin A, dan cleomis cleomiscosin cosin C. 6. Khasiat : Daun H. rosa sinensis berkhasiat sebagai obat demam pada anak anak-anak, anak, obat batuk, dan obat sariawan. Daun Hibiscus rosasinensis berkhasiat sebagai obat demam pada anak-anak, anak obat batuk, dan obat sariawan. Oleh masyarakat Nigeria, daun H. rosasinensis digunakan sebagai penambah vitalitas pria (aprodisiaka), membuktikan bahwa ekstrak etanolik daun tanaman ini memberikan efek anabolik k dengan ditandai adanya peningkatan berat badan tikus (22 %) serta bobot testis, epididymis, seminal vesicle dan prostate. Ekstrak etanolik bunga tanaman ini juga dilaporkandapat menurunkan kadar kolesterol darah total dan serum trigliserida (20-30 (20 %) serta rta meningkatkan level HDL hingga 12 % dan menurunkan kadar gula darah

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Piper betle b. Nama Lokal : Sirih 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : Plantae Divisio : Magnoliopyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Piperales Famili : Piperaceae Genus : Piper Species : Piper betle 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : semak, tinggi 15 m. b. Batang : Batang umumnya berwarna coklat kehijauan, batang berbentuk bulat, memiliki ruas, bagian ini merupakan bakal tumbuhnya akar. c. Daun : Daun sirih berbentuk jantung, tunggal, bagian ujung daun runcing, tumbuh berselang seling, setiap daun memiliki tangkai, bila daun diremas akan mengeluarkan aroma khas, panjang sekitar 5-8 5 cm dengan lebar sekitar 2 2-5 cm. d. Bunga : Bunga sirih majemuk berbentuk bulir, memiliki daun pelindung kurang lebih 1 mm dengan bentuk bulat panjang. Bulir betina memiliki panjang antara 1,5 1,5-6 6 cm.Pada bagian bulir betina ini terdapat kepala putik berjumlah antara 3 3- 5 buah dengan warna putih dan hijau kekuni kekuningan. Bulir jantan memiliki panjang 1,5-3 cm.Pada bulir jantan terdapat dua benang sari yang pendek. e. Buah : Buah sirih termasuk kedalam buah buni ( memiliki dinding dengan dua lapisan), bentuk buah bulat dengan warna hijau keabu-abuan. keabu f. Akar : Akar sirih rih termasuk akar tunggang dengan bentuk bulat serta warna coklat kekuningan. 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Daun 5. Fitokimia : Daun aun sirih mengandung minyak asitri yang berisikan senyawa kimia seperti fenol serta senyawa turunannya antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol, dan allipyrocatechol. allipyrocatechol Kandungan daun sirih lainnya yaitu karoren, asam nikotinat, riboflavin, tiamin, vitamin C, gula, tannin, patin dan asam amino 6. Khasiat : Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhka menyembuhkan luka pada kulit, kulit dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan.

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Impatiens balsamina b. Nama Lokal : Pacar Air 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : Plantae Divisio : Magnoliopyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Ericales Famili : Balaminaceae Genus : Impatiens Species : Impatiens balsamina 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Herba tegak, tinggi 30 30-80 cm. b. Batang : Batang basah, lunak, bercabang, percabangan monopodial, arah tumbuh tega c. Daun : Tunggal, tersebar, bentuk daun lanset memanjang, tepi daun bergerigi,ujung meruncing, tulang daun menyirip, warna hijau muda. Tulang daun menyirip, pangkal daun bergerigi tajam.. d. Bunga : Warna beraneka ragam, daun kelopak 3 atau 5, bertaji, daun mahkota 5 berbentuk jantung terbalik. Terdapat 5 benang sari, 5 kepala putik e. Buah : Kecil seperti kapsul, bakal buah menumpang, beruang 4-5 f. Akar : Merupakan akar serabut. 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Biji, bunga, daun dan akar 5. Fitokimia : Biji mengandung saponin dan fixel oil (terdiri dari -spinasterol, -ergosterol, ergosterol, balsaminasterol, parinaric acid, minyak menguap, quercetin, derifat kaempferol, dan naphthaquinon). Bunga mangandung anthocyanins, cyaniding, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Akar mengandung cynadin mono mono-glycoside. 6. Khasiat : Berkhasiat sebagai penghenti perdarahan (hemostatis), meningkatkan fungsi pencernaan, mempunyai efek melunakkan massa yang keras (tumor), antikangker, peluruh haid, mempermudah persalinan (parturifasien). Akar berkhasiat antiradang, peluruh haid (emenagog). Daun berkhasiat penghilang nyeri (analgesic), antiradan. Bunga berkhasiat peluruh haid, abortivum, dan membuyarkan bekuan darah.

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Orthosiphon aristatus b. Nama Lokal : Kumis Kucing 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : Plantae Divisio : Spermatophyta Kelas : Dycotilidonea Ordo : Lamiales Famili : Lamilaceae Genus : Orthosiphon Species : Orthosiphon aristatus 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Semak, Tahunan Tahunan, tinggi 50-150 cm. b. Batang : Berkayu, segi empat, beruas, bercabang, coklat kehijauan. c. Daun : Tunggal, bulat telur, panjang 7 7-10 cm, lebar 8-50 50 cm, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, tipis hijau. d. Bunga : Majemuk, bentuk malai, di ujung ranting dan cabang, kelopak berlekatan, ujung terbagi empat, hijau, benangsari emp empat, at, keapal sari ungu, putik satu, putih, mahkota bentuk bibir, putih. e. Buah : Kotak, bulat telur, masih muda hijau, setelah tua coklat. f. Akar : Tunggang, putih kotor. 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Daun 5. Fitokimia : Daun orthoshipon spicatus mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, dan polifenol. 6. Khasiat : Daun orthishipon spicatus berkhasiat sebagai peluruh air seni, obat batu ginjal, obat kencing manis, obat tekanan darah tinggi dan obat encok encok.

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Apium graviolens b. Nama Lokal : Seledri 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : Plantae Divisio : Magnoliopyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Apialesles Famili : Apiaceae Genus : Apium Species : Apium graviolens 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Semak, tinggi 50 cm b. Batang : Tidak berkayu, bersegi, beralur, beruas, bercabang, tegak, hijau pucat. c. Daun : Majemuk, menyirip ganjil, anak daun 3 7 helai, pangkal dan ujung runcing, tepi beringgit, panjang 2 7 cm, lebar 2 5 cm, pertulangan pertulanga menyirip, tangkai 1 2,7 cm, hijau keputih-putihan, hijau. d. Bunga : Majemuk, bentuk payung, tangkai 2 cm, delapan sampai dua belas, tangkai kelopak 2 cm, hijau, benang sari lima, berlepasan, berseling dengan mahkota, ujung runcing, mahkota berbagi l lima, ima, bagian pangkal berlekatan, putih. e. Buah : Kotak, bentuk kerucut, panjang 1 1 mm, hijau kekuningan. f. Akar : Tunggang, putih kotor. 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Daun 5. Fitokimia : Daun Apium graveolens mengandung saponin, flavonoida, polifenol, dan minyak atsiri (aliin dan alisin). 6. Khasiat : Herba Apium graveolens berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, obat masuk angin, dan penghilang rasa mual, asma, rematik.

10

1. Nama Tanaman a. Nama Latin : Zingiber officinale b. Nama Lokal : Jahe 2. Klasifikasi Tanaman : Kerajaan : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Zingiber Species : Zingiber officinale 3. Deskripsis Tanaman a. Habitus : Herba semusim, tegak 40 50 cm b. Batang : Batang pohon semu, beralur dan memiliki warna hijau. c. Daun : Daun tunggal dan berwarna hijau tua, tangkai daun berbulu halus, helai daun berbentuk lanset, bagian tepi rata dan b bagian agian ujung runcing serta pangkal daun tumpul. Panjang daun antara 20 20-40 cm dan lebar antara 2-4 cm. d. Bunga : Bunga berupa malai tumbuh dari dalam tanah berbentuk tongkat atau bundar telur, panjang malai berkisar antara3,5 antara3,5-5 cm dengan lebar 1,5-1,75 1,75 cm. Gagang bunga hampir tidak berbulu dengan panjang sekitar 25 cm, sisik pada bunga berjumlah 5-7 7 buah, berbentuk lanset. Letaknya berdekatan, panjang sisik 3-5 3 cm. mahkota bunga berbentuk tabung 2 2,5 cm dengan helai agak sempit, memiliki bentuk tajam, warna arna kuning kehijauan, panjang sekitar 1,5 2,5 mm dengan lebar 3 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap e. Buah : Buah berbentuk bulat hingga bulat panjang, berwarna coklat sedang biji berbentuk bulat dengan warna hitam. f. Akar : Akar berbentuk serabut d dengan warna putih kotor. 4. Bagian yang dimanfaatkan untuk obat : Rimpang 5. Fitokimia : Rimpang jahe mengandung minyak asitri dimana didalamnya terkandung beberapa senyawa seperti Zingeron, seskuiterpen, oleoresin, zingiberen, limonen, kamfena, sineol, zingiberal, sitral, felandren, dan borneol. Selain itu, terdapat juga damar, pati, vitamin A, B, C, senyawa flavonoid dan polifenol, serta asam organik seperti asam malat dan asam oksalat. 6. Khasiat : Selain dikenal sebagai rempah rempah-rempah rempah ternyata jahe juga dapat dijadikan sebagai obat beberapa penyakit. Seperti obat masuk angin, batuk, sakit kepala,rematik, nyeri pinggang dan punggung,mabuk perjalanan, mual, panu, borok, digigit ular, gatal karena gigitan serangga,serta obat cacingan.

11