Anda di halaman 1dari 3

SITI HAJAR AMALIA PUTRI 17212055 2EA24

POLUSI ASAP DI RIAU


Polusi asap yang terjadi di provinsi Riau lebih dari 5 pekan adalah asap yang muncul akibat pembakaran hutan dan lahan yang tak terkendali untuk areal perkebunan kelapa sawit. Kabut asap ini berdampak di beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan seperti Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi dan Kalimantan Barat. Penyebab kebakaran hutan dan lahan ini adalah perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab menginginkan areal untuk perkebunan kelapa sawit, kebakaran tersebut tersebar sebanyak 36 titik yang membuat pencemaran udara di Riau menjadi sangat parah dan terancam tak kunjung reda. Menurut data yang disajikan papan Indeks Standar Polusi Udara yang berada di Kota Pekanbaru pada hari Minggu berada pada angka 310 - 401 Psi atau berbahaya. Menurut salah seorang warga udara yang dihirup saat ini bukan lagi asap, tetapi debu. Kabut asap memang tampak semakin pekat. Tidak cuma aroma asap yang tercium. Asap juga sudah membawa debu sisa kebakaran lahan. Dalam kondisi pencemaran tersebut, lanjutnya, tingkat oksigen murni di udara menurun drastis dari batas normal sekitar 20,9 persen. Udara kini sudah dipenuhi oleh partikel berbahaya sisa pembakaran lahan gambut dan kayu, diantaranya adalah metan dan karbondioksida. Dampak dari polusi asap ini adalah terjadinya peningkatan jumlah penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sebanyak lebih dari 44.000 orang. Pencemaran ini juga berdampak pada penerus bangsa seperti bayi-bayi maupun yang masih dalam kandungan yang terancam idiot karena bagi bayi yang terpapar langsung asap, maka pertumbuhan sel-sel otaknya akan berkurang, sehingga mengurangi tingkat intelektual dan kemunduran kecerdasan serta bayi yang masih didalam kandungan ibunya juga terancam bahaya asap, karena pertumbuhan janin tidak bisa optimal dan justru mengecil. Sedang bagi orang dewasa, dalam tempo jangka waktu 10 tahun akan menyebabkan terserang kanker paru-paru.

Dampak lainnya yaitu diliburkannya para pegawai dan anak-anak sekolah karena tidak memungkinkannya mereka pergi ke tempat kerja ataupun sekolah di saat level pencemaran paling berbahaya. Sebab sebentar saja mereka ke luar dari rumah, mereka akan merasa pusing akibat menghirup udara yang tercemar. Selain itu beberapa maskapai juga membatalkan penerbangan yang bertujuan ke Riau dikarenakan jarak pandang yang pendek. Penanggulangan pencemaran yang sudah dilakukan ada yang melalui darat dan ada pula yang melalui udara. Upaya pemadaman kebakaran di darat dilakukan oleh kesatuan khusus pemadaman kebakaran lahan dan hutan, Manggala Agni dan dibantu oleh TNI. Sedangkan upaya pemadaman di udara dilakukan upaya membuat hujan buatan dengan modifikasi cuaca. Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menabur 29,9 ton garam untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan di atas Riau sebagai upaya meminimalisasi kebakaran lahan penyebab polusi asap. Proses penyemaian awan hingga 16 Maret lalu total sudah menebar 11 ton garam, dengan rincian menggunakan dua Hercules TNI AU menabur 10 ton dan Cassa 1 ton. Sedangkan, proses bom air (water bombing) total 181 kali di area Dumai dan sekitarnya, yakni menggunakan Kamov sebanyak 72 kali dan Sikorsky 109 kali di area Pelintung Dumai. Presiden yang juga berkunjung ke Riau pada Minggu, 15 Maret 2014 meminta agar seluruh lembaga dan instansi yang terkait agar segera menyelesaikan masalah ini selambatlambatnya 3 minggu dan pelaku pembakaran dihukum dengan tegas.

Referensi
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi_asap_Indonesia_2014 2. http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/06/130621_kebakaran_hutan.sht ml 3. http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/hujan-buatan-kurangi-polusi-asap-riau 4. http://www.jpnn.com/read/2014/03/30/225207/Polusi-di-Riau-Naik-Lagi-ke-LevelBahaya5. http://www.antaranews.com/berita/423478/polusi-asap-riau-bisa-bikin-bayi-idiot