Anda di halaman 1dari 4

Zat Warna Reaktif Zat warna reaktif adalah suatu zat warna yang dapat digunakan untuk mewarnai

serat selulosa selain dengan zat warna bejana, direk dan belerang. Zat Warna reaktif mengadakan reaksi dengan serat dan membentuk ikatan kovalen sehingga zat warna tersebut menjadi bagian dari serat ikatan kovalen terbentuk dari hasil reaksi antara sistem reaktif pada zat warna reaktif dengan gugus-OH,- H.-!H" dan !H. #alam pemakaiannya, selain terjadi reaksi zat warna dengan serat juga terjadi reaksi hidrolisis sehingga akan mengurangi efesiensi fiksasinya. $eaksi yang terjadi selama proses pen%elupan zat warna reaktif dalam suasana alkali& $eaksi ionisasi selulosa& OH ' el ( OH el (O ' H"O $eaksi fiksasi& el (O ' Zw-)* el-O-Zw ' )*$eaksi hidrolisis& OH- ' Zw-)* Zw-OH ' )*Penggolongan Berdasarkan Reaksi +enurut reaksi yang terjadi, zat warna reaktif dibagi menjadi " golongan , yaitu & ,.-olongan , .aitu zat warna reaktif yang dapat mengadakan reaksi adisi dengan dan membentuk ikatan eter, ikatan ini biasanya tahan terhadap suasana asam tetapi kurang tahan pada suasana alkali. sebagai berikut & Zw- O"-)H"-)H"-)l ' !aOH Zw- O"-)H/)H" ' !a)0 'H"O Zw- O"-)H/)H" ' el-OH Zw- O"-)H"-)H"-O- el ".-olongan " alah satu zat warna reaktif yang mengadakan reaksi adalah golongan vinilsulfon. $eaksi yang terjadi adalah

.aitu zat warna reaktif yang dapat mengadakan reaksi subtitusi dengan serat dan membentuk ikatan pseudoester yang tahan terhadap kondisi alkali tetapi kurang tahan terhadap suasana 1sam. Zat warna reaktif yang mengadakan reaksi jenis ini adalah -olongan diklorotriazin. $eaksi yang terjadi adalah & )l #-!H )l )l #-!H ' H - OH #-!H OH ' el - OH #-!H )l O- el O- el

)l Penggolongan Berdasarkan Cara Pemakaian yaitu & ,.2emakaian %ara dingin

+enurut pemakaiannya, zat warna reaktif digolongkan menjadi " ma%am

.aitu zat warna reakif yang memiliki kereaktifan tinggi, misalnya zat warna reaktif dengan sistem reaktif diklorotriazin. 3emperatur pen%elupannya tidak lebih dari 45o) karena pada temperatur yang lebih dari itu zat warnaakan mudah sekali bereaksi dengan air. ".2emakaian )ara 2anas .aitu zat warna reaktif yang memiliki kereaktifan rendah, misalnya zat warna reaktif sistem monoklorotriazin dan vinilsulfon. 3emperatur pen%elupannya antara 65o) ( 75o). truktur 8imia Zat Warna $eaktif truktur zat warna reaktif yang larut dalam air terdiri dari bagian ( bagian yang masing ( masing mempunyai fungsi tersendiri, tapi se%ara umum dapat digambarkan sebagai berikut & ( 8 ( 2 ( $ (9 dimana &

& -ugus pelarut. :anyaknya gugus pelarut yang terdapat dalam struktur molekul zat warna menentukan kelarutan zat warna reaktif, misalnya ( O;H atau ( O;!a dan ()OO!a.

8 & 8romofor, misalnya sistem yang mengandung gugus azo, antrakuinon dan ftalosianin. 2 & -ugus penghubung antara kromofor dan sistem reaktif, misalnya gugus amina, sulfoamina dan amida. $ & istem reaktif mempunyai pengaruh yang sangat dominan terhadap kereaktifan zat warna reaktif karena pada gugus ini terdapat atom ) pusat nukleofilik yang akan bereaksi dengan gugus fungsi serat yang berkarakteristik nukleofilik seperti gugus hidroksil pada selulosa, gugus amino, karboksil, hidroksil dan tiol pada serat wol, kesatbilan zat warna pada hidrolisis, kestabilan ikatan zat warna dengan serat, substantifitas dan kelarutan sehingga menentukan metoda pen%elupan dan metoda fiksasi yang sesuai untuk zat warna tersebut. 9 & -ugus reaktif yang mudah lepas dari sistem reaktif, misalnya gugus klor, fluor da alkil sulfonat. Mekanisme Reaksi Zat Warna Reaktif #alam larutan netral zatwarna mula ( mula akan berdifusi masuk ke dalam struktur selulosa dimana sebagian akan teradsorpsi pada antar muka selulosa-air di dalam serat. 2ada saat kesetimbangan ter%apai zat warna berada dalam keadaan berdifusi masuk<keluar serat serta teradsorpsi dan terdesorpsi dari permukaan serat dengan laju yang sama. 2ada kondisi larutan seperti ini konsentrasi ion hidroksil dan ion selulosat di dalam larutan sangat rendah sehingga dapat dikatakan bahwadalam hal ini proses yang terjadi hampir seluruhnya fisika. 2enambahan alkali ke dalam larutan akan menaikkan konsentrasi ion selulosat hingga suatu jumlah tertentu yang akan memungkinkan terjadinya reaksi antara zat warna dengan serat, dimana ion selulosat akan menyerang atom karbon yang kekurangan ele%tron melalui suatu mekanisme adisi atau

substitusi, mengahasilkan suatu ikatan kovalen antara keduanya. *katan kovalen yang terjadi antara molekul zat warna dengan serat dapat berupa ikatan eter atau pseudo ester, pada reaksi adisi atau reaski substitusi. 3erbentuknya senyawa ( senyawa warna menyebabkan desorpsi terhenti dan mengakibatkan berkurangnya jumlah zat warna di dalam larutan di dalam serat. 2erbedaan konsentrasi zat warna pada kedua fase, yaitu fase larutan dan fase serat menyebabkan zat warna berdifusi masuk ke dalam serat dan memperbesar penyerapan yang semula ke%il. Penambahan Alkali 2enambahan alkali pada proses pen%elupan tresebut dapat memper%epat jalannya reaksi pen%elupan. Hal ini disebabkan alkali akan mnetralkan asam yang terbentuk dari reaksi pen%elupan antar serat dengan zat warna sehingga reaksi bergeser ke kanan yaitu ke arah ikatan antara serat dan zat warna. $eaksi yang terjadi adalah sbb & )l #!H $ H)l ' OH HOH ' )l ' HO - el #!H O- el ' H)l $

elain itu penambahan alkali akan mendorong terbentuknya ion selulosat. emakin tinggi pH larutan semakin besar ion selulosat terbentuk dan semakin banyak pula muatan negatif pada permukaan serat.