Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (SOFTSKILL) PANCASILA SEBAGAI SIS TEM FILSAFAT

DISUSUN OLEH : FRANK MICHAEL KUMALA 2EA17 13212030

KATA PENGANTAR Pertama tama saya ingin mengucapkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan karunia-Nya kepada saya sehingga saya bisa menyusun dan menyelesaikan makalah ini. alam makalah yang berjudul !Pancasila Sebagai Sistem "ilsa#at$ ini secara garis besar akan menjelaskan mengenai bagaimana Pancasila diangkat dan dijadikan dasar atau pat%kan untuk masyarakat &nd%nesia. Saya sebagai penyusun makalah ini menyadari sepenuhnya bah'a makalah ini masih jauh dari sempurna( %leh karena itu( kritik dan saran yang ada rele)ansinya dengan penyempurnaan makalah ini sangat saya harapkan dari pembaca. Kritik dan saran sekecil apapun akan saya perhatikan dan pertimbangkan guna perbaikan di masa datang. *khir kata saya ingin mengucapkan terima kasih kepada d%sen pembimbing dan kepada segala pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat 'aktu dan baik. Sem%ga makalah ini mampu memberikan man#aat dan mampu memberikan nilai tambah kepada para pemakainya.

DAFTAR ISI ,%)er................................................................................................................................... hal 1 Kata pengantar.................................................................................................................... hal + a#tar isi-------------------------------.. hal . /*/ &--------------------------------.. hal 0 *. latar belakang /. rumusan masalah ,. tujuan penulisan /*/ &&--------------------------------. hal 1 *. system pancasila sebagai #ilsa#at /. pancasila sebagai ide%l%gy Negara /*/ &&&-------------------------------... hal 12 *. kesimpulan /. saran ,. da#tar pustaka

BAB I PENDAHULUAN

A.

La a! B"#a$a%&

Pancasila selain sebagai dasar Negara( juga merupakan #alsa#ah hidup bangsa &nd%nesia yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi %leh bangsa &nd%nesia( bahkan %leh bangsa-bangsa yang beradab. Pancasila juga sebagai sistem etika( yang dalam kehidupan berbangsa mengedepankan kejujuran amanah( keteladanan( sp%rti#itas( disiplin( et%s kerja( kemandirian( sikap t%leransi( rasa malu( tanggungja'ab( menjaga keh%rmatan serta martabat diri sebagai 'arga bangsa sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila yang kita gunakan sebagi ped%man dan acuan dalam menjalankan akti)itas dalam segala bidang. Kadang kala nilai-nilai luhur yang ada dalam pancasila yang merupakan penjelmaan dari seluruh bangsa &nd%nesia tidak dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari( tetapi diabaikan sehingga akibat dari itu nilai-nila luhur tersebut dengan sendirinya akan hilang. Menyadari bah'a untuk kelestarian nilai-nilai pancasila itu perlu diusahakan secara nyata dan terusmenerus pengahayatan dan pengamalan nila-nilai luhur yang terkandung di dalamnya( %leh sebab itu setiap 'arga Negara &nd%nesia( penyelenggara Negara( serta lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan baik di pusat maupun di daerah harus sama-sama mengamalkan nilai-nilai pancasila demi kelestarianya. 3lek karena itu( sebagai upaya nyata demi kelestarian nilai-nilai luhur pancasila( perlu ditanamkan dan atau perlu ada pemahaman kepada generasi penerus bangsa( salah satunya le'at pendidikan pancasila untuk mahasis'a disemester a'al. *tas dasar realita inilah penyulis merasa tertarik untuk membahasnya dalam bentuk makalah dengan judul4. B. RUMUSAN MASALAH

/erdsarkan uraian dalam latar belakang diatas penulis merumuskan masalah-masalah yang akan di bahas yaitu5 1. /agaimana Pancasila sebagai sistem #ilsa#at 6 +. /agaimana Pancasila sebagai ide%l%gi bangsa 6 C. TU'UAN PENULISAN

Penulisan dalam penyusunan makalah ini mempunyai beberapa tujuan( yaitu5 1. Mengetahui Pancasila sebagai sistem #ilsa#at. +. Mangetahui Pancasila sebagai ide%l%gi bangsa.

BAB II PEMBAHASAN

A. SISTEM PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT 1. P"%&"! (a% F(#)a*a &stilah F(#)a*a di dalam bahasa *rab ialah $"alsa#ah4. Secara etim%l%gi kata "alsa#ah berasal dari bahasa Yunani philosophia, yang terbentuk dari dua suku kata( yakni 5 Philein artinya $mencari4 atau $mencintai4 dan Sophia, artinya $kebenaran4 atau $kebijaksanaan4. 7adi kata philosophia kira-kira berarti $daya upaya pemikiran manusia untuk mencari kebenaran atau kebijaksanaan4 8sterben nach der Weisheit). ari istilah tersebut jelaslah bah'a %rang ber#ilsa#at ialah %rang yang mencintai kebenaran atau mencari kebenaran dan bukan memiliki kebenaran. 8&smaun( 1991 5 12.:. Mencari kebenaran dan tidak memiliki kebenaran itulah tujuan semua "ilsa#at( dan akhirnya mendekati kebenaran sebagai kesungguhan. Tetapi kebenaran yang sesungguhnya atau yang mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha ;sa. Secara sederhana setiap %rang dapat ber#ilsa#at untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah( mana yang baik dan mana yang buruk. Tetapi bagi se%rang "il%su#( #ilsa#at( ialah ber#ikir secara sungguh-sungguh sampai keakar-akarnya untuk memahami setiap hakekat dari segala sesuatu. alam arti praktis( #ilsa#at ialah alam pikiran. /er#ilsa#at ialah ber#ikir secara mendalam 8radikal < radi=( artinya akar> jadi sampai ke-akarnya: dengan sungguh-sungguh tentang hakekat segala sesuatu. &lmu #ilsa#at merupakan induk dari ilmu-ilmu eksak. *dapun de#inisi tentang #ilsa#at itu banyak sekali.Namun persamaannya yang umum dapat kita temukan juga. ?ntuk sekedar mengenal beberapa de#inisi #ilsas#at( kami kutipkan beberapa de#inisi #ilsa#at yang ada sebagai c%nt%h( misalnya5 a. PLATO 80+2 S.M.-.0@ SM:. *hli "ilsa#at Yunani 5 "ilsa#at ialah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.

b. ARISTOTELES (3+2 S.M,322 S.M)- murid Plat% 5 "ilsa#at ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu meta#isika( l%gika( ret%riksa( etika( ek%n%mi. P%litik( dan estatika. c. IMMANUEL KANT (172.,1+0.) ahli "ilsa#at Kat%lik 5 "ilsa#at ialah ilmu pengetahuan yang menjadi p%k%k dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya empat pers%alan 5 1: *pakah yang dapat kita ketahui6 87a'abanya 5 $mata#isika4:. +: *pakah yang seharusnya kita kerjakan 6 87a'abannya 5 $etika4:. 1

.: Sampai di manakah harapan kita 6 87a'abanya 5 $*gama4:. 0: *pakah yang di namakan manusia 6 87a'abannya 5 $*ntr%p%l%gi4:. d. NOTONEGORO 5 "ilsa#at menelaah hal-hal yang dijadikan %bjeknya dari sudut intinya yang mutlak( yang tetap tidak berubah ( yang disebut hakekat. +. Pa%/a)(#a S"0a&a( S() "1 F(#)a*a Pancasila pada a'al pertumbuhannya merupakan dasar #ilsa#at Negara( hasil kesepakatan dan perenungan yang kemudian dihayati sebagai #ilsa#at hidup bangsa. Pancasila sebagai #ilsa#at hidup merupakan seperangkat prinsip pengarahan yang di jadikan dasar dan memberikan arah untuk dicapai dalam mengembangkan kehidupan nasi%nal. alam mengembangkan Pancasila secara ke#ilsa#atan yang berusaha mengemukakan hakikatnya secara manusia'i dan juga menyusunnya secara sistematik( pertama yang harus di pelajari adalah Pancasila sebagai sistem #ilsa#at dalam membuktikannya yang utama dengan menunjukkan ciri-ciri #ilsa#at yang diterapkan dalam Pancasila dan juga dasar untuk mengembangkan ke#ilsa#atan Pancasila. asar pengembangan #ilsa#at Pancasila ini berlandaskan pada hakikat k%drat manusia. alam usaha untuk mengembangkan #ilsa#at Pancasila( lebih lanjut penting juga di pelajari dasar-dasar pada umumnya sebagai suatu aksi%ma penalaran( yang mendasari semua penalaran ke#ilsa#atan dan juga melandasi pemikiran ilmiah lainnya( yang kemudian dikemukakan juga met%de-met%de yang umum digunakan sebagai sarana perenungan ke#ilsa#atan. Selanjutnya( diuraikan juga bah'a Pancasila sebagai #ilsa#at hidup bangsa dan sebagai dasar #ilsa#at negara( pada dasarnya merupakan sebagai ide%l%gi bangsa dan negara( dan termasuk juga ide%l%gi dinamik atau ide%l%gi terbuka. Pancasila sebagai suatu ide%l%gi terbuka penting juga di kemukakan ciri-ciri kekhususannya( untuk membuktikan dan memantapkan bah'a Pancasila memang sebagai ide%l%gi dapat memenuhi tuntutan jaman dapat menyesuaikan perkembangan masyarakat yang terus berkembang. &de%l%gi yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat atau tidak menyesuaikan pemikiran para pendukungnya yang semakin maju dalam bernegara dan bermasyarakat akan di tinggalkan. Pancasila sebagai hasil perenungan yang mendalam dari para t%k%h-t%k%h kenegaraan &nd%nesia yang semula untuk merumuskan dasar negara yang merupakan suatu sistem #ilsa#at( karena telah memenuhi ciri-ciri p%k%k #ilsa#at. emikian juga Pancasila sebagai sistem #ilsa#at yang berlandaskan pada hakikat k%drat manusia( 'alaupun semula tidak terpikirkan %leh t%k%h-t%k%h kenegaraan &nd%nesia tentang hakikat manusia( namun karena betul-betul perenungannya yang mendalam maka secara langsung diji'ai %leh hakikat k%drat manusia dalam hidup bersama.

.. C(!(,C(!( F(#)a*a K23"!"% yaitu merupakan hasil perenungan ke#ils#atan haruslah bersi#at k%heren( yakni berhubungan satu dengan yang lainnya secara runtut tidak mengandung pernyataanpernyataan dan hal-hal yang saling bertentangan. Pancasila sebagai sistem #ilsa#at bagianbagiannya tidak saling bertentangan meskipun berbeda saling melengkapi dan tiap bagian mempunyai #ungsi dan kedudukan tersendiri. /agian-bagian tersebut merupakan satu kesatuan yang bersi#at %rganik( bentuk susunannya adalah hierarkhis-piramidal. emikian juga pelaksanaan Pancasila dalam kenegaraan dipancarkan ke empat p%k%k pikiran dan di terjemahkan ke pasal-pasal ?ndang-?ndang asar 1901 juga runtut tidak ada penjabaran Pancasila yang bertentangan dengan k%nsep dasar sebagai nilai-nilai yang diyakini kebenarannya( atau juga tidak ada penjabaran Pancasila yang berla'anan dengan aksi%ma kehidupan manusia. M"%4"#5!53( hasil perenungan #ilsa#at harus bersi#at menyeluruh( yakni memadai semua hal dan gejala yang tercakup dalam permasalahannya sehingga tidak ada sesuatu yang di luar jangkauan. Pancasila sebagai #ilsa#at hidup bangsa di dalamnya telah tersusun suatu p%la yang dapat memadai semua permasalahan kehidupan serta menampung dinamika masyarakat( dan Pancasila sebagai dasar #ilsa#at negara dapat mencakup semua permasalahan kenegaraan yang berlandaskan hakikat k%drat manusia. Pancasila sebagai #ilsa#at hidup harus dapat mencakup semua permasalahan hidup manusia( yang pada dasarnya dikel%mp%kkan menjadi tiga kel%mp%k( yaitu 5 masalah hidup menghadapi diri sendiri( masalah hidup menghadapi sesama manusia( dan masalah hidup menghadapi Tuhan. alam menghadapi diri sendiri diuraikan di dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab. alam menghadapi sesama manusia( dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab( persatuan &nd%nesia( kerakyatan yang di pimpin %leh hikmat kebijaksanaan dalam permusya'aratan per'akilan( dan keadilan s%sial bagi seluruh rakyat. alam mengahadapi Tuhan( Sila Ketuhanan Yang Maha ;sa dan kemanusiaan yang adil dalam arti adil terhadap Tuhan. M"%6a)a!( yakni mendalam sampai ke inti-mutlak dari permasalahannya sehingga merupakan hal yang sangat #undamental. Pancasila sebagai sistem #ilsa#at di rumuskan atas dasar inti-mutlak tata kehidupan manusia menghadapi diri sendiri( sesama manusia( dan menghadapi Tuhan( dalan bermasyarakat dan bernegara( yang me'ujudkan berkeTuhanaan dan berkemanusiaan berpersatuan berkerakyatan dan berkeadilan. Bima hal ini sebagai intimutlak atau si#at hakikat eksistensi manusia dalam hidup bersama dalam menghadapi tiga pers%alan hidup manusia yang disebutkan di atas. engan demikian jelas bah'a Pancasila sebagai sistem #ilsa#at telah terpenuhi adanya inti-mutlak yang dicari dan dibahas dalam pemikiran ke#ilsa#atan. S7"$5#a)( (*( merupakan buah #ikir hasil perenungan sebagai peranggapan yang menjadi titik a'al serta pangkal t%lak pemikiran suatu hal. Peranggapan bukanlah secara kebetulan( tetapi suatu p%la dasar yang dapat diandalkan dengan penalaran yang l%gis. Pancasila sebagia dasar negara pada permulaannya merupakan satu p%la dasar sebagai titik a'al yang kemudian dibuktikan kebenarannya.

0. Da)a! F(#)a*a Pa%/a)(#a "ilsa#at hidup bangsa yang ber#ungsi sebagai ped%man hidup( memang tepat jika dirumuskan dari inti-inti kehidupan bangsa( yang berpangkal pada hakikat k%drat manusia( sehingga ped%man hidup tersebut manusia'i( dalam arti sesuai dengan k%drat manusia( dan tidak akan bertentangan dengan kehendak manusia. Cakikat k%drat manusia sebagai dasar #ilsa#at Pancasila( menurut se%rang ahli pikir &nd%nesia N%t%nag%r% 819D1-19@1:( adalah monopluralis, yaitu terdiri atas beberapa unsur menjadi satu kesatuan. Cakikat k%drat manusia m%n%pluralis ini di kel%mp%kkan menjadi tiga kel%mp%k > 8a: )5)5%a% k%drat m%n%dualis 8b: )(*a k%drat m%n%dualis( 8c: $"6565$a% k%drat m%n%dualis. a. S5)5%a% K26!a M2%265a#() Manusia hakikatnya adalah tersusun atas ji'a dan raga. 7i'a tanpa raga bukan manusia( demikian juga raga tanpa ji'a bukan manusia. ua unsur k%drat ini mempengaruhi p%la hidup manusia. 7ika manusia dalam kehidupannya hanya mementingkan kebahagiaan dari segi raganya saja tanpa mementingkan unsur ji'anya( maka hal ini akan sulit dalam mencapai kebahagiaan r%hani karena hanya mementingkan kebahagiaan jasmaninya saja( demikian juga sebaliknya. alam p%la hidup yang manusia'i adalah menyeimbangkan antara kepentingan r%hani dan kepentingan jasmani yang selaras serasi dan seimbang. Keseimbangan dua unsur ini merupakan salah satu dasar #ilsa#at Pancasila. Sehingga tujuan negara yang berdasarkan Pancasila adalah untuk me'ujudkan masyarakat adil dan makmur sejahtera lahirlah batiniah( hal ini berlandaskan pada kesatuan unsur ji'a dan raga. 0. S(*a K26!a Ma%5)(a M2%265a#() Manusia hakikatnya adalah bersi#at indi)idu dan juga bersi#at s%sial. Cal ini dapat dibuktikan bah'a manusia dapat merasakan se'aktu-'aktu si#at indi)idunya yang lebih besar dan dapat juga se'aktu-'aktu si#at s%sialnya yang lebih d%minan. ua si#at k%drat ini tidak dapat dihilangkan salah satu atau kedua-duanya( karena merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan sebagai unsur k%drat manusia. ua unsur si#at k%drat ini juga mempengaruhi p%la hidup manusia. 7ika manusia atau suatu masyarakat dalam kehidupan selalu men%nj%lkan si#at indi)idu saja( maka masyarakat tersebut bersi#at indi)idualis atau liberalis. emikian juga sebaliknya( jika manusia atau suatu masyarakat dalam kehidupanya hanya men%nj%lkan si#at s%sialnya saja( maka masyarakat tersebut bersi#at s%sialis k%munis. alam p%la hidup yang manusia'i adalah menyeimbangkan antara dua hal tersebut( kepentingan indi)idu dan kepentingan s%sial yang selaras serasi dan seimbang. Keseimbangan dua unsur ini merupakan salah satu dasar #ilsa#at Pancasila. Sehingga masyarakat yang diinginkan dalam Pancasila adalah masyarakat yang

penuh kebahagiaan yang didasarkan atas hubungan manusia dengan masyarakat yang selaras serasi dan seimbang. Masyarakat yang ber#aham kebersamaan dan kekeluargaan. /. K"6565$a% K26!a Ma%5)(a M2%265a#() Manusia hakikatnya adalah berkedudukan sebagai pribadi mandiri( pribadi yang berdiri sendiri dapat berkreasi dan dapat bertanggungja'ab atas perbuatannya sendiri dan juga menyadari sebagai mahluk Tuhan . ua hal ini tidak dapat diingkari memang demikian kenyataannya. Manusia harus bertanggungja'ab terhadap diri sendiri dan juga terhadap Tuhan. 7ika manusia dalam kehidupannya baik pribadi maupun bersama( selalu men%nj%lkan sebagai pribadi yang berdiri sendiri terlepas dari pengaruh Tuhan( maka kel%mp%k manusia yang seperti ini hanya mengandalkan kemampuan akalnya( sehingga aturan kehidupan bersamaa diatur atas dasar p%la pemikiran sendiri tanpa adanya pengaruh ajaran Tuhan( demikian juga sebaliknya. ua kel%mp%k manusia yang berbeda dan berlainan p%la pemikiran dalam kehidupan bersamanya ini sering dusebut dengan kel%mp%k ekstrim kiri dan kel%mp%k ekstrim kanan. alam p%la hidup yang manusia'i( kedua ekstrim itu harus ditarik titik temunya( dalam arti harus selaras serasi dan seimbang. ari uraian di atas jelaslah bah'a untuk mencapai masyarakat yang sejahtera lahir dan batin selaras serasi seimbang dalam p%la kehidupan yang merupakan tujuan masyarakat ber Pancasila haruslah bertitik pangkal pada hakikat k%drat manusia 12%27#5!a#(). ari uraian diatas ( bah'a ajaran Pancasila dalam bermasyarakat dan bernegara( dengansistem #ilsa#at Pancasila berlandaskan pada hakikat k%drat manusia. Canya saja bedanya untuk idi%l%gi Pancasila berlandaskan pada hakikat k%drat m%n%pluralis( yaitu terdiri atas beberapa unsur menjadi satu kesatuan secara dinamis dan harm%nis( selaras serasi seimbang. &di%l%gi dunia yang sangat besar pengaruhnya pada saat sekarang ini adalah tidak menyeimbangkan si#at k%drat m%n%dualis( sehingga si#at keseimbangannya terabaikan. Cal ini akan me'ujudkan ketidakkeseimbangan kehidupan bernegara( karena menghalangi kebebasan pribadi di satu pihak sehingga menimbulkan ketidakpuasan 'arga negaranya( dan menumbuhkan kebebasan pribadi berlebihan dipihak lain sehingga mengancam kearah kemer%s%tan m%ral. Negara yang berlandaskan hakikat k%drat m%n%pluralis hal-hal tersebut terhindar( karena menyeimbangkan segi keji'aan dan keragaan( kebutuhan pribadi dan s%sial( pribadi dan sebagai mahluk Tuhan( dalam bermasyarakat dan bernegara. 1. Ha$($a S(#a,S(#a Pa%/a)(#a Sebagaimana telah diketahui ( sila-sila pancasila itu adalah sebagai berikut 5 Ketuhanan Yang Maha ;sa Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan &nd%nesia Kerakyatan yang dipimpin %leh hikmat kebijakan dalam permusya'aratanEPer'akilan 9

1. +. .. 0.

1. Keadilan s%sial bagi seluruh rakyat &nd%nesia. Setiap sila Pancasila mempunyai kata pokok, yang diapit %leh a'alan ke dan akhiranan( kecuali sila ketiga yang menggunakan a'alan per- dan akhiran-an. alam bahasa &nd%nesia( a'alan ke- dan akhiran -an menyebabkan kata p%k%k yang diapitnya menjadi kata benda abstrak. emikian juga a'alan per- dan -an. /edanya( kalau Ke- dan an itu menunjukkan statika, sedangkan per- dan -an itu menunjukan dinamika. 7adi kelima sila Pancasila itu terdiri dari perkataan- perkataan p%k%k 5 Ketuhanan( Kemanusiaan( Persatuan( Kerakyatan( Keadilan . Kelima perkataan tersebut merupakan prinsip atau principles, yaitu si#at abstrak( dan menjadi acuan atau ped%man. Keterangan adalah sebagai berikut ini. 1. Ketuhanan adalah Prinsip yang berisi keharusanE ketentuan untuk bersesuaian dengan hakikat Tuhan. +. Kemanusiaan adalah Prinsip yang berisi keharusan E ketentuan untuk bersesuaian dengan hakikat manusia. .. Persatuan adalah Prinsip yang berisi keharusan E ketentuan untuk bersesuaian dengan hakikat satu. 0. Kerakyatan adalah Prinsip yang berisi keharusan E ketentuan untuk bersesuaian dengan hakikat rakyat. 1. Keadilan adalah Prinsip yang berisi keharusan E ketentuan untuk bersesuaian dengan hakikat adil 8Sunarj% Freks%suharj%( +DDD 5 .1: Pers%alan yang menuntut penyelesaian sekarang ialah apakah yang dimaksud dengan hakikatPancasila6 a. Ha$($a T53a% Tuhan menurut pemahaman akal budi manusia sebagai pertanggungja'aban terhadap kemanusiaan berdasarkan kemampuan akal budiE #ilsa#at bah'a %leh karenanya manusia perlu h%rmat dan takGim kepada Tuhan( berbakti kepada Tuhan( memuliakan Tuhan( sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Prinsip sila pertama( yang berisi keharusanE tuntutan untuk bersesuaian dengan hakikat Tuhan ialah prinsip untuk mengh%rmati dan mentaati Tuhan. Fujud realisasinya bisa memuliakan Tuhan( memandang yang Teragung melakukan yang dikehendaki Tuhan( dan sebagainya. Karena Pancasila itu bukan agama( maka cara pelaksanaan menyembah Tuhan( beribadah kepada Tuhan( terutama yang berkenaan dengan hal-hal yang si#atnya ritual dan sakral( diserahkan kepada agama dan kepercayaan masing-masing

1D

0. Ha$($a Ma%5)(a Manusia yang dimaksudkan di sini adalah manusia yang seutuhnya. 7adi bukan pemahaman terhadap manusia secara segmental( seperti animan rasi%nal( homo faber, homo economicus, zoon politicon, dan sebagainya. Menurut pandangan yang utuh ini( pada hakikatnya manusia itu ialah monopluralisme kesa!atunggalan) dari keseluruhan unsur"unsur hakikatnya yang berpasang"pasangan monodualis #aga"$i!a, monodualis indi%idu"sosial, kedudukan monodualis &akhluk 'uhan"Pribadi &andiri, yang kesemua unsure tersebut bersatu secara organis, harmonis, dan dinamis. Prinsip sila kedua( adalah prinsip untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan bah'a dirinya adalah berhakikat manusia( yang %leh karena itu harus adil dan beradab. Fujud realisasinya dapat bermacam-macam( tetapi dipertanggungja'abkan. Cakikat manusia itu seperti yang sudah dipaparkan di atas. 7adi harus diingat bah'a manusia itu memiliki tridaya ji'a 8pikir( perasaan( kehendak( atau cipta( rasa( karsa:. Pikir atau cipta membuat %rang rindu kepada kebenaranE kenyataan> perasaan atau rasa menjadikan %rang rindu kepada keindahan> sedangkan kehendak atau karsa membuat %rang rindu kepada kebaikan. 3leh karena itu menyesuaikan diri dengan kenyataan bah'a dirinya berhakikat manusia dapat berarti menyukaiE berniat untuk me'ujudkan yang benar( yang indah( yang baik dilihat dari segi kemanusiaan. /. Ha$($a Sa 5 Kata persatuan berasal dari kata dasar satu. Cakikat satu ialah 5 1: ?tuh( tak dapat dibagi( mempunyai bangun-bentuk tersendiri( berdiri sendiri> +: Terpisah dari sesuatu hal yang lain. Cakikat sila ketiga( yang berisi keharusanEtuntutan untuk bersesuaian dengan hakikat satu adalah satu prinsip untuk tetap utuh( pantangEmen%lak untuk dipecah-belah( sebagai bangsa mempunyai kepribadian sendiri( sebagai negara senantiasa merupakan negara kesatuan yang utuh( benar-benar mandiri baik sebagai bangsa maupun negara. Tidak menjadi bagian dari negara lain( melainkan bekerja sama atas dasar persamaan derajat dan saling mengh%rmati. 6. Ha$($a Ra$4a Perkataan kerakyatan berasal dari kata dasar rakyat( yang mendapat a'alan ke" dan ( an. Cakikat rakyat ialah )umlah keseluruhan !arga dalam lingkungan daerah atau negara tertentu( dalam hal ini ialah Negara Hepublik &nd%nesia. alam segala sesuatunya meliputi seluruh atau semua %rang yang menjadi seluruh 'arga kebersamaan tersebut. 7adi kesesuaian dengan hakikat rakyat ialah kesesuaian dengan keseluruhan 'arga tersebut dalam hal sikap( pendapat dan kepentingannya. Negara didasarkan %leh rakyat( tidak didasarkan atas g%l%ngan( tidak didasarkan atas perse%rangan. Negara sungguh didukung %leh seluruh rakyat( berdasarkan kekuasaan yang ada pada tangan rakyat 8kedaulatan rakyat :. /erdasarkan atas 11

permusya'aratan dan g%t%ng r%y%ng( kepentingan serta kebahagiaan seluruh rakyat. Cakikat sila keempat( adalah suatu prinsip untuk berdem%krasi( baik dem%krasi p%litik maupun dem%krasi ek%n%mi(dengan melalui permusya'aratan E per'akilan yang bijaksana dan penuh hikmat( berusaha menjamin kepentingan dan kebahagiaan seluruh rakyat. Fujud realisasinya dalam kehidupan bernegara adalah seperti yang sudah berkali kali kita jalankan( baik melalui pemilihan umum( maupun tindak lanjutnya di dalam lembaga Negara . ". Ha$($a A6(# Keadilan berasal dari kata dasar adil yang mendapat a'alan ke" dan akhiran (an. Cakikat adilialah telah dipenuhinya hak yang ada didalam hubungan hidup( dengan pengertian bah'a 'ajib harus didahulukan daripada hak. i dalam setiap hubungan hidup itu selalu dan pasti terdapat yang namanya hak dan 'ajib. Pada sila kelima pancasila ini tekanannya ialah keadilan s%sial bagi seluruh rakyat &nd%nesia. 7adi hubungan antar masing masing 'arga Negara dengan pemerintah Negara dan sebaliknya( hubungan antar sesama 'arga Negara secara timbale balik. alam hubungan antar Pemerintah Negara dengan Farga Negara( masing masing pihak mempunyai hak dan 'ajib. *pabila hak satu pihak telah dipenuhi %leh pihak yang lain( maka terciptalah di situ keadilan. Pemerintah Negara mempunyai hak terhadap Farga Negara( yaitu hak untuk ditata secara hukum. *pabila hak itu telah dipenuhi %leh 'arga negara( maka terciptalah yang dinamakan keadilan hukum. Sebaliknya Farga Negara mempunyai hak terhadap Pemerintah Negara( yaitu hak untuk dilindungi kepentingannya. *pabila hak itu telah dipenuhi %leh pemerintah Negara( maka terciptalah yang dinamakan keadilan distribusi# atau keadilan membagi 8maksudnya membagi perlindungan kepentingan terhadap seluruh 'arga negara :. *ntara sesama 'arga Negara yang lain di dalam hubungan hidupnya( maka disitu telah terjadi keadilan k%mutatip. *rtinya keadilan sama sama timbal balik. Mengartikannya haruslah setiap ada hubungan hidup pastilah ada hak dan 'ajib. Fajib itu perlu didahulukan daripada hak yang namanya hak itu pada dasarnya dapat dituntut dengan paksa. Karena hadirnya hak itu ada landasannya( yaitu hukum dan peraturan. Kalau hak itu tidak dipenuhi dan si pemilik hak tidak menuntut ( maka itu merupakan hutang. Kita harus ingat bah'a kelima sila Pancasila itu merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. 7adi hubungan manusia dengan Tuhan juga menimbulkan hak dan 'ajib. Manusia mempunyai hak terhadap Tuhan( yaitu hak untuk dikasihi dan disayangi. Tetapi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah terlebih dahulu mengasihi dan dan menyayangi manusia. Maka dari itu tinggallah hak Tuhan yang harus selalu dipenuhi %leh manusia( yaitu ke'ajiban manusia untuk selalu mengh%rmati menaati Tuhan. Cubungan manusia dengan benda dan dengan alam juga menimbulkan permasalahan hak dan 'ajib antar kedua belah pihak. *lam( laut misalnya( yang telah diekspl%rasi manusia mempunyai hak untuk dipelihara baik baik %leh manusia( dan manusia mempunyai ke'ajiban untuk memenuhi hak alat tersebut. Tidak b%leh keindahan laut seperti di Baut /anda( misalnya dib%m untuk diambil ikannya( yang berarti pengrusuh laut. &ni adalah perbuatan yang tidak adil terhadap laut.

1+

7adi( hakikat sila kelima ialah suatu prinsip untuk memenuhi hak %rang atau pihak lain yang mempunyai hubungan hidup dengan aku E kamu E kita( dengan pengertian 'ajib setepatnya didahulukan dari pada hak. 7adi kalau kita pegang teguh prinsip bah'a setepatnya ke'ajiban didahulukan terhadap hak maka perbuatan kita terhadap alam( tanaman( he'an piaraan( sesama manusia( dirisendiri( apalagi terhadap Tuhan( itu selalu merupakan perbuatan yang positif, artinya bukan merusak tanaman( bukan merusak he'an( dan sebagainya. B. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

1. P"%&"! (a% I6"2#2&( &de%l%gi berasal dari bahasa Yunani &dein( yang berarti melihat atau idea yang berarti raut muka( pera'akan( gagasan( buah pikiran dan logika yang berarti ajaran. engan demikian ide%l%gi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran 8science and ideas:. idalam ensikl%pedia p%pular P%litik Pembangunan Pancasila( ide%l%gis merupakan cabang #ilsa#at yang mendasari ilmu-ilmu seperti pedag%gi-etika dan p%litik 8Subandi *l Marsudi( +DD15 12:. &de%l%gi dalam arti praktis adalah kesatuan gagasan-gagasan yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya( baik yang indi)idual maupun yang s%cial. Penerapan ide%l%gi dalam kehidupan kenegaraan dapat diartikan sebagai suatu c%nsensus may%ritas 'arga negara tentang nilai-niali dasar yang ingin di'ujudkan dengan mendirikan negara. alam hal ini sering juga disebut Philosofische *rondslag atau Weltanschauug yang merupakan pikiran-pikiran terdalam( hasrat terdalam 'arga negaranya untuk diatasnya dididrikan suatu negara. /erikut ini disajikan pendapat para ahli lainnya tentang pengertian ide%l%gy5 a. Pa612 Wa382%2 Menurut pakar hukum tata negara &nd%nesia ide%l%gi merupakan suatu kelanjutan atau k%nsekuensi dari pada pandangan hidup bangsa( dan akan berupa seperangkat tata nilai yang dicita-citakan akan direalisis di dalam kehidupan berkel%mp%k. 0. M504a! 2 &de%l%gi adalah sejumlah d%ktrin( kepercayaan dan simb%l-simb%l sekel%mp%k masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan dan ped%man karya 8atau perjuangan: untuk mencapai tujuan masyrakat atau bangsa. /. M. Sa) !a7!a "68a &de%l%gi ialah seperangkat gagasan atau pemikiran yang ber%rientasi pada tindakan yang di%rganisir suatu sistem yang teratur.

1.

6. S2"!8a% 2 P2")729a!6282 Se%rang pakar s%si%l%gi-budaya mengartikan ide%l%gi adalah k%mplek pengetahuan dan nilai( yang secara( keseluruhan telah menjadi landasan bagi sese%rang atau masyarakat untuk memahami jagad raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk meng%lahnya. ". F!a%: Ma&%() S2")"%2 Se%rang pakar #ilsa#at( mengartikan ide%l%gi dalam arti luas dan dalam arti sempit. alam arti luas dan kurang tepat istilah( $ide%l%gi4 dipergunakan untuk segala kel%mp%k( cita-cita( nilai-nilai dasar dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai ped%man n%rmati#. Penggunaaan kata $ide%l%gi4 ini %leh kebanyakan penulis dianggap tidak tepat( bahkan menyesatkan apalagi pada banyak %rang kata ide%ligi langsung menimbulkan as%siasi negati#. "rans Magnise Susen% menggunakan kata ide%l%gi sebagai sesuatu yang p%siti#( yaitu sebagai nilai-nilai dan cita-cita yang luhur( yaitu dalam arti sebagai $ide%l%gi terbuka4. alam arti sempit yang sebenarnya ide%l%gi adalah gagasan atau te%ri menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagimana manusia harus hidup dan bertindak. &de%l%gi dalam arti ini disebut $ide%l%gi tertutup4 karena kemutlakannya tidak mengiGinkan %rang mengambil jarak terhadapnya.

2. K"$5a a% (6"2#2&( Menurut *l#ian( se%rang pakar p%litik( mengemukakan bah'a $"$5a a% )5a 5 (6"2#2&( ( 5 "!&a% 5%& 7a6a $5a#( a) 3 ( (&a) 6(1"%)( yang ada pada ide%l%gi itu sendiri. a. D(1"%)( R"a#( a /ah'a nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ide%l%gi tersebut secara riil berakar dalam danEatau hidup dalam masyarakat atau bangsanya( terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya 8menjadi %olkgeistEji'a bangsa:. b. D(1"%)( (6"a#()1 Nilai-nilai dasar ide%l%gi tersebut mengandung idealisme yang memberikan harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik kehidupan bersama dengan berbagai dimensinya. c. D(1"%)( F#"$)(0(#( a);D(1"%)( P"%&"10a%&a% Memiliki kelu'esan yang memungkinkan dan merangsang pengembangan pemikiranpemikiran baru yang rele)an dengan ide%l%gi bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat atau jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya( dan menurut pakar ini Pancasila memunuhi ketiga kriteria dimensi tersebut.

10

3. Pa%/a)(#a S"0a&a( I6"2#2&( T"!05$a Pancasila sebagai ide%l%gi mencerminkan seperangkat nilai terpadu dalam kehidupan p%litik bangsa &nd%nesia( yaitu sebagai tata nilai yang dipergunakan sebagai acuan di dalam kehidupan bermasyarakat( berbangsa dan bernegara. Sebagai ide%l%gi( pancasila berlaku sebagai ped%man dan acuan dalam menjalankan akti)itas di segala bidang( dan karena itu si#atnya harus terbuka( lu'es dan #leksibel( dan tidak bersi#at tertutup maupun kaku( yang akan menyebabkan ketinggalan Gaman. Pancasila telah memenuhi syarat sebagai ide%l%gi terbuka( hal ini dibuktikan dari adanya si#at-si#at yang melekat pada Pancasila itu sendiri maupun kekuatan yang terkandung didalamnya( yaitu memenuhi persyaratan kualitas . 8tiga: dimensi diatas. Mengenai pengertian pancasila sebagai ide%l%gi terbuka( bukanlah berarti bah'a nilai dasarnya dapat diubah atau diganti dengan nilai dasar yang lain( karena bila dipahamkan secara demikian 8sebagai pemahaman yang keliru:( hal itu sama artinya dengan meniadakan pancasila atau meniadakan identitasEjati diri bangsa &nd%nesia yang mana berla'anana dangan nalar dan tidak masuk akal. Maka di dalam pengertian pancasila sebagai ide%l%gi terbuka itu mengandung makna bah'a nilai-nilai dasar dari pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa &nd%nesia dan tuntutan perkembangan Gaman. engan perkembangan atas nilai-nilai dasar ini pancasila tidak berubah menjadi sebuah ide%l%gi yang tertutup atau kaku yang hanya bersi#at d%ktriner seperti halnya yang terdapat pada negara yang berpaham t%taliter( disamping itu juga bukan sebagai ide%l%gi yang bersi#at ut%pia atau hanya terdapat dalam angan-angan belaka( melainkan bah'a ide-ide atau gagasan dasarnya tersebut dapat dilaksanakan. engan demikian nilai-nilai dasar pancasila perlu di%perasi%nalkan( yaitu dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai dasar dari pancasila seperti tercantum dalam pembukaan ?? 1901 dijabarkan menjadi nilai instrumental( dan penjabaran atas nilai instumenstal ini tetap mengacu pada nilai dasarnya( dan nilai instrumental menjadi nilai praksis. *dapun d%kumen k%nstitusi%nal yang disediakan untuk menjabarkan secara kreati# atas nilai-nilai dasar tersebut antara lain termaksud didalam Iaris-garis /esar Caluan Negara 8I/CN: yang menjadi 'e'enang Majelis Permusya'aratan Hakyat 8MPH: dan berupa peraturan perundang-undangan( serta kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya. Sebagai t%l%k ukur dalam kebenaran penjabaran nilai dasar pancasila ialah kebersamaan, persatuan dan kesatuan. alam kaitan ini adanya gagasan-gagasan dari per%rangan maupun g%l%ngan disalurkan hingga menjadi kesepakatan bersama( baik secara #%rmal maupun secara in#%rmal( yang didalam kehidupan %rde baru dikenal dengan sebutan Konsensu +asional. /angsa &nd%nesia tidak men%lak atau menerima budaya asing yang masuk ke &nd%nesia( yaitu sepanjang budaya tersebut tidak bertentangan dengan budaya bangasa &nd%nesia( dan sebaliknya akan memperkaya serta memperkuat atau memantapkan budaya yang telah ada( yang sudah barang tentu untuk dapat diterima harus melalui pr%ses penilaian dan penyaringan dengan t%l%k ukur budaya bangsa &nd%nesia sendiri( yakni pancasila.

11

/udaya asing yang bernilai negati)e( misalnya tentang samen le%en yang tidak dilarang di dalam kehidupan budaya barat( akan dit%lak %leh bangsa &nd%nesia yang mendasarkan diri pada sikap budaya dan pandangan m%ral religi%us( demikian pula dengan pandangan keagamaan yang dikenal dengan sebutan ,hildren of *od, dit%lak karena tidak sesuai dengan pandangan keagamaan yang telah dihayati %leh bangsa &nd%nesia sejak lama. .. Pa%/a)(#a D(a% a!a I6"2#2&( K215%() 6a% I6"2#2&( L(0"!a# ?ntuk kajian yang lebih mendalam maka ide%l%gi pancasaila kita bandingkan dengan ide%l%gi K%munis dan ide%l%gi Biberal. Pancasila M%n%theis 1. C*M dilindungi tanpa +. melupakan ke'ajiban .. asasi. 0. Nasi%nalisme dijunjung tinggi. 1. Keputusan melalui A. musya'arah mu#akat dan 2. pengutan suara. @. Tidak ada d%minasi. *da %p%sisi dengan alasan. *da perbedaan pendapat Kepentingan seluruh rakyat. K%munis Biberalis *theis Sekuler C*M diabaikan C*M dijunjung secara mutlak Nasi%naliasme dit%lak. Nasi%nalisme diabaikan. Keputusan ditangan pimpinan Keputusan melaui )%ting. partai. %minasi may%ritas. %minasi partai p%litik. *da %p%sisi Tidak ada %p%sisi. *da perbedaan pendapat. Tidak ada perbedaan pendapat. Kepentingan may%ritas. Kepentingsan negara

1. +.

.. 0.

1. A. 2. @.

7ika melihat perbandingan diatas( maka tampak jelas bah'a ide%l%gi Pancasila mencerminkan adanya keseimbangan( keserasian diantara unsur-unsur negara dan masyarakat. Namun dalam hal mencapai keserasian ini sering memunculkan celah-celahcelah bagi terjadinya penyimpangan penyimpangan.

1A

BAB III PENUTUPAN

A. KESIMPULAN Pa%/a)(#a S"0a&a( S() "1 F(#)a*a Pancasila sebagai #ilsa#at hidup bangsa dan sebagai dasar #ilsa#at negara( pada dasarnya merupakan juga sebagai ide%l%gi bangsa dan negara dan termasuk juga ide%l%gi dinamik atau ide%l%gi terbuka. Pancasila sebagai hasil perenungan yang mendalam dari para t%k%h-t%k%h kenegaraan &nd%nesia yang semula untuk merumuskan dasar negara yang akan merdeka adalah merupakan suatu sistem #ilsa#at( karena telah memenuhi ciri-ciri p%k%k #ilsa#at. M"1a3a1( Pa%/a)(#a S"0a&a( I6"2#2&( &de%l%gi merupakan ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikir 8 science and ideas : dalam arti praktis ide%l%gi merupakan kesatuan gagasan-gagasan yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya( baik yang indi)idual maupun yang s%sial. Pa%/a)(#a S"0a&a( I6"2#2&( T"!05$a Pancasila berlaku sebagai ped%man dan acuan dalam menjalankan akti)itas di segala bidang dan arena itu si#atnya terbuka( lu'es dan #leksibel dan tidak bersi#at tertutup maupun kaku yang akan menyebabkan ketinggalan Gaman. Maka dalam pengertian pancasila sebagai ide%l%gi terbuka itu mengandung makna bah'a nilai-nilai dasar dari pancasila dapat di kembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa &nd%nesia dan tuntutan perkembangan Gaman. B. SARAN Pancasila sebagai dasar negara dan #alsa#ah hidup bangsa dan ped%man hidup bangsa yang di dalamnya sudah memuat berbagai macam aspek kehidupan. 3leh karena itu dengan ped%man pancasila ini para pemimpin mampu mengemban tugas ketatanegaraan dan pemerintahan berdasarkan pancasila. Sehingga timbul rasa cinta terhadap tanah air yaitu &nd%nesia. /hineka Tunggal &ka( 'alaupun berbeda-beda tetap satu jua.

12

C. DAFTAR PUSTAKA http5EE'''.Ga-e.c%mE+D1+ED1E10-pengertian-#ilsa#at-menurut-10-t%k%h.html http5EE'''.pengertianahli.c%mE+D1.ED1Epengertian-ide%l%gi-menurut-para-ahli.html Pancasila dan Paradigma ?? 1901( /pk Sigit Cand%k%

1@

Anda mungkin juga menyukai