Anda di halaman 1dari 4

Peran Perawat Gerontik dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Klien Oleh Tania Khaerunnisa, 1006673033 Keperawatan gerontik selalu

memperhatikan promosi kesehatan dan stabilitas serta memaksimalkan fungsi perawatan diri dari lansia. Peran perawat gerontik pun harus dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia secara keseluruhan. Salah satunya adalah aspek spiritual. Menurut Tyson (1999 peran perawat gerontik terdiri dari healers! "isionary! clinician! pendidik! ad"okat! ahli anggaran dan spesialis hal yang berkenaan dengan peraturan. Perawat gerontik sebagai healers (penyembuh menggunakan #hands$on% care! sentuhan terapeutik dan holistic untuk memperbaiki keseimbangan fisik! emosi! sosial! kultural dan spiritual. Perawat gerontik sebagai "isionaries membutuhkan kemampuan untuk membuat pendekatan$pendekatan dan trend dalam bidang kesehatan. Perawat gerontik sebagai clinician harus mampu men&adi ahli dalam pengetahuan klinis yang berkaitan dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh lansia. Pendidik adalah peran perawat gerontik untuk mengambil peran pendidikan informal dalam pena&aran kesehatan pasien dan keluarga. Perawat gerontik sebagai ad"okat mempunyai peran untuk membantu dan mendampingi lansia dalam proses pengambilan keputusan berkaitan dengan perawatan kesehatan mereka. 'ansia yang kesulitan dalam penentuan pendanaan keperawatan harus dibantu oleh peran perawat gerontik. Semua peran perawat gerontik di atas dapat dihubungkan dengan peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien lansia. Perawat gerontik yang memberikan pelayanan komprehensif dan holistic tentunya harus &uga memfasilitasi lansia untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya berhubungan dengan proses penuaan. Perawat dituntut untuk dapat memberikan ketenangan dan fasilitas yang dapat menghubungkan klien lansia terkaitan kebutuhannya berhubungan dengan keagamaan! keyakinan dan ketuhanan. Perubahan fisik yang semakin menurun dan tuntutan psikologis lansia sering mengarahkan lansia untuk lebih fokus dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya. Pemenuhan kebutuhan lansia tidak hanya untuk masalah biologis tapi ada suatu aspek yang harus mereka penuhi untuk meningkatkan kualitas hidupnya yaitu dengan pemenuhan kebutuhan spiritual. Salah satu contoh peran perawat dalam memfasilitasi pemenuhan kebutuhan spiritual adalah dengan men&adi atau mencarikan pendampingan spiritual untuk pasen geriatrik. (da hubungan yang signifikan antara pendamping spiritual dengan moti"asi kesembuhan pada pasien lansia. )al ini dikarenakan peran

pendampingan yang ber&alan dengan baik dapat menumbuhkan moti"asi kesembuhan yang kuat bagi pasien dengan didukung oleh keyakinan kesembuhan yang kuat dari pendampingan spiritual. Perawat melihat latar belakang keyakinan pasien saat melakukan pengka&ian pada proses asuhan keperawatan. Peran pendampingan spiritual oleh perawat dapat dilakukan mandiri tanpa harus bergantung pada profesi lain. (kan tetapi hal penting yang harus diperhatikan oleh perawat adalah kepekaan terhadap perbedaan latar belakang keyakinan yang dimiliki perawat dengan pasien lansia. Spiritualitas mencakup kepercayaan dan system nilai seseorang (Potter * Perry! +,,- . )al ini lah yang harus men&adi perhatian pertama seorang perawat dalam mengka&i nilai spiritual pasien lansia. .anyak isu psikososial yang men&adi perhatian untuk pasien lansia berkaitan dengan spiritualitas. Permasalahan tersebut mencakup disabilitas fisik berkaitan dengan proses penuaan! kemungkinan kematian! kesibukan anggota keluarga lain! pensiun serta perasaan sendiri karena ditinggalkan orang yang dicintai dan tidak diperhatikan. )al tersebut dapat men&adi ancaman bagi perasaan lansia terhadap nilai di mayarakat dan identitasnya. Sehingga! isu$isu ini menyebabkan lansia tergantung pada keyakinan spiritual dan tindakan$tindakan untuk koping yang efektif. Konflik antara kepercayaan lansia (kenapa saya/ mempertanyakan mengenai tu&uan dan makna hidup mereka. 0ungsi dukungan dan peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual lansia sangatlah berarti. Miller (+,,1 menyatakan bahwa mendukung kepercayaan dan nilai$nilai lansia membantu indi"idu untuk mengatasi tantangan yang dihadapi lansia. 0ungsi lainnya! partisipasi religios &uga dapat menurunkan la&u depresi pada lansia. Selain itu &uga memberikan rasa penguatan pada tu&uan hidup dan ketabahan secara keseluruhan. 'ansia perlu untuk menemukan arti hidup dalam penuaan. 0ungsi pemenuhan spiritual bagi lansia &uga dapat membantu lansia untuk menemukan &awaban mengapa mereka kehilangan peran sebelumnya! identitas dan kapasitas fisik. .eberapa lansia percaya pada akhirat dan agama mereka membantu mereka untuk menghadapi kehilangan seseorang yang mereka cintai. Selain itu! kehadiaran agama pada kepuasan hidup lansia sering berlangsung lama saat kesehatan lansia menurun. .erangkat dari pentingnya fungsi pemenuhan tersebut! maka perawat gerontik sangat penting untuk tidak melewatkan aspek pribadi spiritual pasien karena hal tersebut meruapakan kekuatan dalam mengatasi kesulitan untuk meningkatkan kualitas hidup (Tyson! 1999 . dan realita keadaannya menyebabkan distress spiritual. Ketika lansia merasakan distress spiritual! lansia mungkin

(rea kebutuhan spiritual mencakup pembebasan kecemasan dan ketakutan! persiapan untuk kematian! integrasi kepribadian dan filsafat hidup. 2onley dalam Tyson (1999 mendefinisikan spiritual nursing care memiliki beberapa hal seperti3 1 Perasaan iba atau #menderita dengan 4% + Membantu klien utuk menemukan makna penderitaan 5 membantu untuk menghilangkan luka dan penderitaan. )arapan dan kekuatan emosi membantu banyak lansia untuk menemukan kebutuhannya sendiri terutama ketika mereka kekurangan kesehatan! kekayaan atau cinta dari anggota keluarga. 2engan system keyakinan dan ritual agama menyediakan mekanisme sikap negati"e dapat diubah dan hidup dapat die"aluasi. Peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual dapat dituangkan dalam asuhan keperawatan klien lansia tersebut. Pada pengka&ian! perawat dapat mengka&i mengenai keteraturan ibadah! keterlibatan aktif! penyelesaian masalah dengan doa! dll. 6angguan spiritual pada lansia akan menyebabkan lansia tidak bisa men&alani masa lansia dengan bahagia dan se&ahtera serta tidak tercapainya healthy aging. 2engan terpenuhinya kebutuhan spiritual yang tinggi yaitu spiritual! maka lansia akan merasa hidupnya berkualitas. 2ari pen&elasan di atas dapat disimpulkan bahwa sangatlah penting bagi perawat untuk membantu klien lansia dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. Perawat harus mengka&i isu psikososial dan budaya dari klien tersebut dalam hal spiritual agar dapat memaksimalkan pemenuhan fungsi spiritual untuk klien tersebut.

Referensi: )amid! (.7.S. (+,,8 . .unga 9ampai (suhan Keperawatan Kesehatan :iwa. ;6<3 :akarta. Kinasih! K.2 * =ahyuningsih!(. (+,,+ . Peran Pendampingan Spiritual Terhadap Moti"asi Kesembuhan pada Pasien 'an&ut >sia. :urnal Stikes ?olume - @o. 1 :uli. Miller! <. (. (+,,1 . @ursing for wellness in older adults3 theory and practice. 1th ed. Philadelphia3 'ippincott =illiams * =ilkins. Tyson! 9.T. (1999 . 6erontologial @ursing <are. =.. Saunders <ompany3 >S(.

Ani alamat webnya ya4 http3BBid.scribd.comBdocB1+8+15-8-B6erontik$'TM1$Peran$Perawat$6er$Spiritual$Tania