Anda di halaman 1dari 49

A.

JUDUL Penentuan Struktur Granit Yang Dipreparasi dari Sumatra Barat

Menggunakan Metode Difraksi Sinar X

B. BIDANG KAJIAN Fisika Material

C. LATAR BELAKANG Sebagai negara yang terdiri atas ribuan pulau dan terletak di antara dua benua dan dua samudera, wilaya kepulauan !ndonesia memiliki sebua konstelasi yang unik, dan tiap kepulauan besarnya memiliki peran strategis masing"masing yang ke depannya akan men#adi pilar utama untuk men$apai %isi !ndonesia ta un &'&() Per$epatan dan perluasan pembangunan ekonomi !ndonesia didukung ole potensi demografi, kekayaan sumber daya alam serta posisi geografis !ndonesia) Pembangunan koridor ekonomi di !ndonesia dilakukan berdasarkan potensi dan keunggulan masing"masing wilaya yang tersebar di seluru !ndonesia) Dengan

memper itungkan berbagai potensi dan peran strategis masing"masing pulau besar tela ditetapkan enam tema koridor ekonomi pembangunan) Sala satunya yaitu

koridor ekonomi Sumatera memiliki tema pembangunan sebagai Sentra Produksi dan Pengola an *asil Bumi serta +umbung ,nergi -asional .Masterplan P/,!,&'0/1) Sumatera Barat merupakan sala satu wilaya di 2epulauan !ndonesia yang mempunyai tatanan geologi $ukup kompleks) 2eadaan ini disebabkan letaknya di

pertemuan tiga lempeng yaitu lempeng ,urasia di sebela utara, lempeng *india 3ustralia di sebela selatan dan lempeng Pasifik di sebela timur) Posisi Sumatera Barat yang berada di dekat tumbukan dua lempeng besar yaitu lempeng *india 3ustralia dan +empang ,urasia disamping menerima akibat negatif yaitu daera rawan ben$ana alam #uga mendapat manfaat yaitu mun$ulnya mineral"mineral ekonomis ke permukaan) Dinas ,nergi dan Sumber Daya Mineral Sumatera Barat ta un &'00 tela melakukan ka#ian ter adap sumber daya mineral di 0(

2abupaten42ota di Sumateri Barat) 3da 5& #enis sumber daya mineral yang suda ber asil diidentifikasi yaitu .01 dolomit, .&1 dunit ar6burgit, ./1 toseki, .51 kuarsit, .(1 pasir kuarsa, .71 obsidian, .81 kaolin, .91 trass, .:1 batu kapur, .0'1 asbes, .001 emas, .0&1 belerang, .0/1 kromit, .051 pasir besi, .0(1 tembaga, .071 batu apung, .081 bentonit, .091 granit, .0:1 fospat, .&'1 mangan, .&01 perak, .&&1 batubara, .&/1 marmer, .&51 air raksa, .&(1 andesit, .&71 basalt, .&81 batu permata4setenga permata, .&91 batu tulis4slate, .&:1 bi#i besi, ./'1 diorit, ./01 oker, ./&1 pasir dan batu, .//1 perlit, ./51 sabastone, ./(1 serpentin, ./71 silika, ./81 tana liat, ./91 tawas, ./:1 tima itam, .5'1 trak it, .501 tufa .Fau6i,&'0/1) Pengelolaan sumberdaya alam se$ara berkelan#utan .sustainable1 dengan memper atikan kualitas lingkungan idup ditargetkan pada ;en$ana Pembangunan <angka Pan#ang .;P<P1 Pro%insi Sumatera Barat =a un &'0&"&'&() Per$epatan ter adap pengelolaan sumber daya alam berkelan#utan dengan memper atikan kualitas lingkungan idup dapat dilakukan dengan menggali potensi unggulan

pertambangan sedini mungkin dan mengidentifikasi #enis"#enis mineral yang

terkandung di dalamnya untuk selan#utnya dilakukan pemurnian untuk mengambil mineral yang diinginkan) >ntuk mengimplementasikan program tersebut maka perlu dilakukan identifikasi #enis mineral beserta kadarnya yang terkandung di dalam sumber daya mineral di Sumatera Barat) !dentifikasi #enis"#enis mineral penting dilakukan untuk in%entarisasi kekayaan alam yang nantinya akan berdampak pada per$epatan dan perluasan pembangunan ekonomi di Sumatera Barat

.;atnawulan,&'0/1) Mengin%entarisasi keunggulan potensi Sumatra Barat dalam bidang pertambangan perlu dilakukan karakterisasi fisis ter adap potensi granit) Dari asil sur%ei batuan granit di 2abupaten Solok Selatan dapat diola untuk membuka satu sumber

peluang baru dalam usa a pertambangan, se ingga men#adi sala

ekonomi masyarakat setempat) ?le karena itu perlu dilakukan penelitian struktur mineral granit yang dipreparasi dari daera Sumatra Barat) Sifat"sifat fisis material padat sala satunya ditentukan ole struktur kristal material tersebut) Struktur kristal dapat ditentukan menggunakan metode difraksi sinar"X, neutron maupun elektron) Data menta dari asil difraksi di analisis dengan software se ingga didapatkan

struktur senyawa penyusun sampel tersebut, diantaranya konstanta kisinya d kl, sistem kristalnya, faktor tumpukan, dan bidang kristal semuanya dapat mempengaru i sifat ba an) Sifat ba an akan beruba apabila diberikan perlakuan seperti pemanasan pada sumber daya mineral tersebut) Peristiwa ini dapat di#elaskan se$ara fisika, ketika mineral dipanaskan pada temperatur tertentu maka ter#adi peruba an struktur mineral men#adi mineral baru yang #uga bermanfaat bagi industri)) Dari ketiga metode,

difraksi sinar"X banyak digunakan karena relatif mura

dan muda ) .Su aryana,

&'':1) Berdasarkan literatur yang tela diperole belum dilakukan penentuan struktur granit di Sumatra barat) Se ingga melakukan penelitian ini) al tersebutla yang melatar belakangi penulis

D. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masala yang tela diuraikan, terdapat beberapa perumusan masala yaitu @ a) !ndonesia dalam ta ap men#adi -egara ma#u pada ta un &'&( untuk %isi dan misi Pengembangan Masterplan Per$epatan dan Perluasan

Pembangunan ,konomi !ndonesia .MP/,!1 b) Sumatra Barat merupakan sala satu pro%insi yang ditin#au potensi

unggulannya dalam bidang pertambangan) $) Sala satu potensi unggulan Sumatra barat di bidang pertambangan adala mieral granit) d) Belum dilakukan karakterisasi sifat fisis ter adap potensi granit dari Sumatra Barat dengan menggunakan metode Difraksi Sinar X)

E. Peru usan Masalah Berdasarkan latar belakang masala yang tela dikemukakan diatas maka

dapat dirumuskan permasala an disini adala bagaimana struktur granit mengunakan metode difraksi sinar X)

!. Batasan Masalah Berdasarkan perumusan masala dan mengingat luasnya $akupan penelitian ini, maka penulisan akan memfokuskan permasala an men#adi@ a) Menentukan sistem kristal granit b) Menentukan parameter kisi granit $) Menentukan #araka antar bidang"bidang kristal kl granit)

G. Pertan"aan Penelitian Berdasarkan perumusan penelitian diatas maka yang akan dika#i dalam penelitian ini yaituA a) Bagaimana sistem kristal dari mineral granit B b) Bagaimana menentukan parameter kisi granit B $) Bagaimana menentukan #arak antar bidang"bidang kristal kl granitB

#. Tu$uan Penelitian Berdasarkan rumusan masala penelitian ini bertu#uan untuk@ a) Mengeta ui sistem kristal dari mineral granit yang belum perna dika#i dan diteliti di daera Sumatra Barat) b) Mengeta ui parameter kisi mineral granit $) Mengeta ui #arak antar bidang"bidang kristal kl mineral granit diatas maka dapat di#elaskan ba wa

I. Manfaat Penelitian 0) Manfaat bagi Sumatera Barat k ususnya dinas ,SDM adala sebagai ba an pertimbangan sebagai sala satu sumber pendapatan asli daera selain itu

untuk melengkapi data dasar Sumber daya mineral yang suda ada) &) Manfaat untuk institusi adala sebagai sarana ikut berpartisipasi dalam

membantu pemerinta daera dalam mengeksplorasi sumber daya mineral di Sumbar yang sesuai bidang kea lian) /) Manfaat bagi Ma asiswa adala sarana melati menerapkan ilmu yang

diperole diperkulia an disamping di asilkan skripsi yang berkaitan dengan penentuan struktur mineral dari ba an galian Sumatera Barat)

J. Ka$ian Pustaka %. Pen&enalan Granit Granit adala #enis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan) Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan ole karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi) 2epadatan rata"rata granit adala &,8( gr4$mC dengan #angkauan antara 0,85 dan &,9') 2ata granit berasal dari ba asa +atin granum) Dalam bidang industri dan rekayasa, granit banyak dipakai sebagai bidang a$uan dalam berbagai pengukuran dan alat pengukur) *al ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku .rigid1, non" igroskopis dan memiliki koefisien

ekspansi termal yang sangat renda ) Sala satu penerapannya adala pada mesin pengukur koordinat .Doordinate Measuring Ma$ ine1)

Gambar a) Granit . ttp@44id)wikipedia)org4wiki4Granit1

'. Karakteristik Ciri()iri * a) Batuan beku asam berbutir kasar) b) Mineral pembentuknya berwarna terang .2uarsa ?rtoklas1) $) Proses pembekuannya perla an dan #au dari permukaan bumi) d) Susunan kimianya terdiri dari 3l&?/, Si?&, =i?&, 2&?, Fe&?/, Mg?, Da?, Mn?, Fe?, -a&?, *&?E, P&?() e) Batuan granit berbentuk padat tak bereaksi dengan asam sulfat, permukaan kasar, berat, tidak muda an$ur, dan berkilau)

f) Fisik@ padat, keras, ta an gores, ta an proba an $ua$a dan $airan kimia) g) Farna@ puti , mera , $okelat, i#au, itam,dan lain"lain) ) Dorak@ bintik G itamG ke$il dan besar i) 3plikasi@ eksterior dan interior .dinding dan lantai1

#) Finis ing@ ;=M, ;=3, Split, Sandblaster, Flamed, Bus dan Polis ed

amered, *oned,

k) 2andungan Mineral@ Sili$a 7(H, Feldspar, Mi$a, Iuart6, dan lain"lain) Granit adala batuan beku plutonik, yang ter#adi dari asil pembekuan magma berkomposisi asam pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi) >mumnya bersifat masif dan keras, bertekstrur porfiritik, terdiri atas mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan ornblende) Berwarna abu"abu berbintik i#au dan itam, ke i#au" i#auan dan kemera "mera an) merupakan batuan beku dalam yang mempunyai kristal"kristal kasar) Granit adala batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar ingga

sedang, berwarna terang, mempunyai banyak warna umumna puti , kelabu, mera #ambu atau mera ) Farna ini disebabkan ole %ariasi warna dari mineral feldspar) Granit terbentuk #au di dalam bumi dan tersingkap di permukaan bumi karena adanya erosi dan tektonik) Granit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam) Ke&unaan * 2egunaan Granit sebagai ba an Bangunan ruma dan gedung, untuk

bangunan Monumen, #alan dan #embatan, sebagai batu ias .dekorasi1), sebagai ba an baku industri poles .tegel, ornamen, dll1 dan ba an bangunan .gedung, #alan, #embatan, dll1, selain itu dapat digunakan sebagai ba an baku pembuatan aksesoris ruma seperti lantai,wastafel dan me#a serta di bidang konstruksi)

Granit .granite1 merupakan batuan beku interusif yang suda

banyak

diaplikasikan pada ruma tinggal, gedung, mal otel dan lain"lain untuk lantai, me#a dan dinding) Granit .granite1 memiliki $iri"$iri sebagai berikut@ a) Fisik @ padat, keras, ta an gores, ta an peruba an $ua$a dan $airan kimia) b) Farna @ puti , mera ,$okelat, i#au, itam dan lain"lain) $) Dorak @ bintik J itamJ ke$il dan bintik J itamJ besar) d) 3plikasi @ eksterior dan interior .dinding dan lantai1) e) Finis ing @ ;=M, ;=3, Split, sandblasted, flamed, bus dan polis ed) f) 2andungan mineral @ sili$a .7(H1, feldspar, mi$a, Kuart6 dan lain"lain) ttp@44www)naturamarmer)$om4&'0&4'04granit"granite) tml ammered, oned

+. Ke&unaan Batu Granit Granit adala batuan beku dalam yang mempunyai kristal"kristal kasar dengan komposisi mineral dari kwarsa, feldspar, plagioklas sodium dan mineral lainnya) Sifat fisik batuan granit umumnya kompak, keras, warna ber%ariasi puti abu"abu, mera muda, kekuning"kuningan dan kerap kali ke i#auan dipakai untuk bangunan"bangunan ruma .dinding, tembok, dll1, monomen"monumen, bangunan air, #alan dan #embatan, sebagai batu ias .dekorasi1

. ttp@44galeriilmia )wordpress)$om4&'004'84&&4batuan"dan"kegunaannya41)

Granit =ermasuk batuan beku) Batu ini terbentuk sebagai

asil dari

kristalisasi yang berlangsung lambat dari magma $air yang berada #au di dalam kerak bumi) Proses Mengangkat dan erosi yang ter#adi lebi dari #utaan ta un mengakibatkan out$ropping yang mengakibatkan ba an ini naik ke permukaan) Mineral, yang membentuk granit, umumnya kuarsa, feldspars, dan mineral lainnya) >kuran, dan komposisi kimia yang tepat dari ba an"ba an tersebut membentuk warna granit)

Gambar ) ;uma yang menggunakan granit Granit biasanya digunakan untuk dalam bidang industri dan rekayasa, granit #uga banyak dipakai sebagai bidang a$uan dalam berbagai pengukuran dan alat pengukur) *al ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku .rigid1, non" igroskopis dan memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat renda ) Sala satu penerapannya adala pembuatan ka$a) pada mesin pengukur koordinat, selain itu bisa untuk

,. Kristal-&rafi a. Kristal 2ristal terbentuk dari komposisi atom"atom, ion"ion atau molekul molekul 6at padat yang memiliki susunan berulang dan #arak yang teratur dalam tiga dimensi) Pada ubungan lokal yang teratur, suatu kristal arus memiliki rentang yang pan#ang pada koordinasi atom"atom atau ion dalam pola tiga dimensi se ingga meng asilkan rentang yang pan#ang sebagai karakteristik dari bentuk kristal tersebut) Ditin#au dari struktur atom penyusunnya, ba an padat dibedakan men#adi tiga yaitu kristal tunggal .monocrystal1, polikristal .polycrystal1, dan amorf .Smallman, &'''@ 0/1) Pada kristal tunggal, atom atau penyusunnya mempunyai struktur tetap karena atom"atom atau molekul" molekul penyusunnya tersusun se$ara teratur dalam pola tiga dimensi dan pola" pola ini berulang se$ara periodik dalam rentang yang pan#ang tak ber ingga) Polikristal dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari kristal"kristal tunggal yang memiliki ukuran sangat ke$il dan saling menumpuk yang membentuk benda padat) Struktur amorf menyerupai pola ampir sama dengan kristal,

akantetapi pola susunan atom"atom, ion"ion atau molekul"molekul yang dimilikitidak teratur dengan #angka yang pendek) 3morf terbentuk karena proses pendinginan yang terlalu $epat se ingga atom"atom tidak dapat dengan tepat menempati lokasi kisinya) Ba an seperti gelas, nonkristalin ataupun %itrus yaitu memiliki struktur yang identik dengan amorf ) Susunan dua"dimensional

simetris dari dua #enis atom yang berbeda antara kristal dan amorf ditun#ukan pada Gambar 0)

Gambar &) .a1) Susunan atom kristal, .b1) Susunan atom amorf) .Smallman, 0:::@ 0/1 .. /truktur Kristal Susunan k as atom"atom dalam kristal disebut struktur kristal) Struktur kristal dibangun ole sel satuan .unit cell1 yang merupakan

sekumpulan atom yang tersusun se$ara k usus, se$ara periodik berulang dalam tiga dimensi dalam suatu kisi kristal .crystal lattice1) Geometri kristal dalam ruang dimensi tiga yang merupakan karakteristik kristal memiliki pola yang berbeda"beda) Suatu kristal yang terdiri dari #utaan atom dapat dinyatakan dengan ukuran, bentuk, dan susunan sel satuan yang berulang dengan pola pengulangan yang men#adi $iri k as dari suatu kristal)

Gambar /) Sumbu dan sudut antar sumbu kristal .,di !stiyono, &'''@ 71 Sumbu"sumbu a, b, dan c adala sumbu"sumbu yang dikaitkan dengan parameter kisi kristal) >ntuk , , dan merupakan sudut antara sumbu"sumbu referensi kristal) Menurut anggapan Bra%ais .09591, berdasarkan kisi bidang dan kisi ruang kristal mempunyai 05 kisi dan berdasarkan perbandingan sumbu" sumbu kristal dan ubungan sudut satu dengan sudut yang lain, kristal

dikelompokkan men#adi 8 sistem kristal seperti yang dapat dili at pada ). /iste kristal 2isi dapat dikatakan sebagai susunan se#umla besar sel satuan yang susunannya sama, letaknya berdampingan satu sama lainnya, seperti tumpukan keping batu bata) 3da dua #enis kisi Bra%ais dan kisi non Bra%ais) 2isi bra%ais adala kisi yang semua titik kisinya sama atau eKui%alen) Sedangkan dalam kisi non bra%ais, beberapa titik kisinya tidak sama) Semua konsep dasar mengenai kristal padat dideskripsikan ole kisi Bra%ais, yang menentukan susunan

periodik dengan unit kristal yang berulang se$ara teratur .3s $roft dan Mermin,0:991) Berdasarkan parameter kisi maka berbagai sel satuan dapat digolongkan dalam tu#u sistem kristal

Gambar 5) =u#u sistem kristal dengan empat belas kisi Bra%ais) .Lan Lla$k, &''5@ 7/1

=abel 0) =u#u sistem kristal dan empat belas kisi Bra%ais .Lan Lla$k, &''5@ 7&1

d. Bidan& kristal Suatu kristal tentunya memiliki bidang"bidang atom yang

mempengaru i sifat dan perilaku ba an) Baik bidang, maupun ara bidang dinyatakan dalam / angka yang disebut sebagai indeks miller ) o >ntuk membedakannya, maka @>ntuk ara bidang digunakan simbol atau lambang M , k, l N) Donto @ M 0, 0, 0 N o >ntuk bidang kristal digunakan lambang . , k, l 1) Donto @ . 0, 0, 0 1 Bidang kisi yang paling muda digambarkan adala bidang"bidang yang membatasi sel satuan di samping bidang lainnya) , k, l, tersebut adala bilang"bilangan bulat seperti ', 0, &, /, dan seterusnya .*) Lan Lla$k, +awren$e, 0::(1

e. Indek Miller Dalam sistem tiga dimensi, kisi kristal akan membentuk pasangan bidang"bidang se#a#ar dan ber#arak sama yang disebut bidang"bidang kisi) Bidang"bidang kisi inila yang akan menentukan ara permukaan dari suatu kristal) 3ra suatu bidang dapat dinyatakan dengan parameter numeriknya) arga kebaikan dari parameter numerik yang

!ndeks Miller merupakan

dinyatakan dengan simbol .h k l1) Pada Gambar (, se$ara umum perpotongan

bidang dengan sumbu dinyatakan dengan 2a, 2b, dan 3c se ingga parameter numeriknya adala &, &, / dan indeks Miller dari bidang di bawa adala @

.hkl1 O h @ k @ l O P @ P @ 04/) .hkl1 O .04& P 04/ 1 atau ./ / &1)

Gambar () Perpotongan bidang dan sumbu .Lan Lla$k, &''5@ 791 membentuk kristal kebanyakan mereka tersusun se$ara tidak teratur se ingga material yang terbentuk merupakan material non"kristal)

f. Difraksi Bra&& Menurut Bragg berkas yang terdifraksi ole pemantulan ole kristal ter#adi #ika

bidang se#a#ar atom meng asilkan interferensi konstruktif) sekelompok bidang paralel dalam kristal pada

Pemantulan sinar"X ole

akekatnya merupakan gambaran dari difraksi atom"atom kristal) Difraksi atom"atom kristal sebagai pantulan sinar"X ole sekelompok bidang"bidang difraksi sangat

paralel dalam kristal seperti terli at pada Gambar () 3ra

ditentukan ole geometri kisi, yang bergantung pada orientasi dan #arak antar bidang kristal)

Gambar 7) Diffraksi Bragg .3rt ur Beiser, 0::&@ 791

Gambar 7 menun#ukkan seberkas sinar mengenai atom 3 pada bidang pertama dan B pada bidang berikutnya) <arak antara bidang 3 dengan bidang B adala d) Berkas"berkas tersebut mempunyai pan#ang gelombang , dan #atu pada bidang kristal dengan #arak d dan sudut ) 3gar mengalami interferensi konstruktif, kedua berkas tersebut arus memiliki beda #arak nQ) Sedangkan beda #arak lintasan kedua berkas adala 2d sin ) !nterferensi konstruktif ter#adi #ika beda #alan sinar adala kelipatan bulat pan#ang gelombang , se ingga dapat dinyatakan dengan persamaan@
(1)

nQ O &d kl sin

Pernyataan ini adala

ukum Bragg) Pemantulan Bragg dapat ter#adi

#ika R &d, karena itu tidak dapat menggunakan $a aya kasat mata, dengan n adala bilangan bulat O 0,&,/, ))) .3rt ur Beiser, 0::&@ 771) 3ra berkas yang dipantulkan ole atom dalam kristal ditentukan ole geometri dari kisi kristal yang bergantung pada orientasi dan #arak bidang kristal) Suatu kristal yang memiliki simetri kubik .a = b = c, = = = !"1 dengan ukuran parameter kisi, a = b = c, maka sudut"sudut berkas yang didifraksikan dari bidang"bidang kristal .hkl1 dapat di itung dengan rumus #arak antar bidang sebagai berikut@
(2)

Dengan menerapkan

ukum Bragg dari Persamaan

.01 dan

mensubtitusikan ke Persamaan .&1, se ingga diperole persamaan@


(3)

(4)

a, b, dan c adala parameter kisi dan h k l adala indeks untuk menyatakan ara bidang kristal .indeks miller1) Dari Persamaan . ( 1, parameter kisi dan kristal dapat ditentukan) >ntuk menentukan parameter kisi a = b = c, akan diperole persamaan @

(5)

(6)

Struktur kristal ditentukan dengan difraksi sinar"X) <arak interplanar dapat di itung ingga empat atau lebi angka signifikan dengan mengukur sudut difraksi) !ni merupakan dasar untuk menentukan #arak inter atomik dan meng itung #ari"#ari .+awren$e *) Lan Lla$k, &''5@ :51) Penentuan orientasi kristal dilakukan dengan mengamati pola berkas difraksi sinar"X yang dipantulkan ole kristal) >ntuk X;D, pola difraksi diamati sebagai fungsi sudut 2) Pola difraksi yang ter#adi kemudian dibandingkan dengan <DPDS sebagai data standar .Dwi Fefiana 2, &'0'@ &51) >ntuk menentukan <arak antar bidang"bidang kristal . kl1 pada ke tu#u kisi Bra%ais #ika teridentisikasi sistem kristal pada ba an maka dapat menggunakan persaman persamaan sebagai berikut .Dullity, 0:(7@ 5(:1@ a) 2ubik
(7)

b) ;ombo edral
(8)

$) =etragonal
(9)

d) ?rt orombik
( 10 )

e) Monoklinik

( 11 )

f) *eksagonal

( 12 )

g) =rikinik

( 13 )

Dengan L O %olume satuan sel

( 14 )

0. 1(Ra" Diffra)ti-n 21RD3

;osana, dkk .&''/1 dalam buku yang ber#udul 2onsep Dasar Fisika Modern mendefinisikan sinar"X adala gelombang elektromagnetik dengan pan#ang gelombang yang sangat pendek, sekitar 0 angstrom) Beiser .0:981 dalam buku 2onsep Fisika Modern menyebutkan ba wa sinar"X adala gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi yang dapat diukur melalui metode difraksi) Sedangkan difraksi itu sendiri menurut Pratapa .&''51 merupakan proses amburan sinar"S ole ba an kristal) Metode ini menggunakan sebua sinar"X yang terdifraksi seperti sinar yang direfleksikan dari setiap bidang, berturut"turut dibentuk ole atom"atom kristal dari material tersebut) Dengan berbagai sudut timbul, pola difraksi yang terbentuk menyatakan karakteristik dari sampel) Susunan ini diidentifikasi dengan membandingkannya dengan sebua data base

internasional .Takaria, &''/1) X";ay Diffra$tion .X;D1 merupakan instrumen yang digunakan untuk mengkarakterisasi suatu struktur mikroskopis dari material yang selan#utnya akan di identifikasi dan di analisa struktur, sifat, dan kuantitas suatu ba an) X" ;ay Diffra$tion .X;D1 dilaboratorium Material Fakultas Matematika Dan !lmu Pengeta uan 3lam .FM!P31, >ni%ersitas -egeri Padang .>-P1,

bertipekan P3-alyti$al XUPert Powder Diffra$tometer tipe XUPert Powder Diffra$tometer)

3plikasi dari X;D .X";ay Diffra$tion1 adala sebagai berikut@ a) X";D digunakan untuk menentukan struktur kristal b) X";D digunakan untuk menentukan analisa kuantitatif dari suatu material $) X";D digunakan sebagai karakterisasi sampel film) d) X";D dapat membedakan material antara kristal atau amorf e) X";D dapat mengukur ma$am ma$am kea$akan dan

penyimpangan kristal f) X";D dapat menentukan dimensi dimensi sel satuan g) X";D dapat mengkarakterisasi mineral

Parameter yang diukur Pada X";ay Diffra$tion !nstrument .P3-alyti$al XPert Pro MPD Diffra$tometer1 dapat di asilkan ubungan antara intensitas $a aya dengan & t eta, Data menta dari asil difraksi di analisis dengan software

se ingga didapatkan struktur senyawa penyusun sampel tersebut, diantaranya konstanta kisinya .d1, sistem kristalnya, faktor tumpukan, dan bidang kristal semuanya dapat mempengaru i sifat ba an)

Gambar 8# $%&alytical '($ert $o)der *iffractometer +aboratorium Fisika Material >ni%ersitas -egeri Padang .Sukma ayati,&'0/1 =iga komponen dasar dari X";D yaitu @ sumber sinar"X +',-ay source1, material $onto yang diu#i +specimen., dete$tor sinar"X .',-ay detector1) .Sartono, &''71) a) 2omponen dasar@ Sinar X) +ogam target yang digunakan untuk meng asilkan sinar X adala logam Du) Detektor Detektor yang digunakan pada alat ini s$intilation detektor, yang berfungsi untuk menangkap radiasi dan menguba per$ikan $a aya men#adi sinyal listrik energi dari

Material >#i .spesimen1 Material u#i .spesimen1 dapat digunakan bubuk .powder1 biasanya 0 mg) Material sampel bisa #uga dari ba an padat seperti thin film) Material sampel ditempatkan pada sample holders .Sartono,&''71)

b) 2omponen Penun#ang X;D a) >PS >PS berfungsi untuk menyimpan muatan listrik, se ingga #ika pada saat pengukuran listrik mati, proses pengukuran masi bisa dilan#utkan se ingga alat X;D tidak langsung off dan dapat dimatikan se$ara procedural) *al ini dapat mengurangi resiko kerusakan pada alat)4 b# /hiller /hiller merupakan sala satu komponen penun#ang X;D yang berperan untuk men#aga temperatur instrumen)

4 Gambar 9) D iller .Sukma ayati,&'0/1 $) Personal 0omputer .PD1

4 Gambar :) Seperangkat 2omputer .Sukma ayati,&'0/1

PD berperan dalam input dan output data X;D) komputer berfungsi untuk memberi input data pada X;D berupa sudut yang ingin diukur, waktu pengukuran, memberi perinta sesuai data yang di input) Selain itu setela pengukuran berlangsung, dari dete$tor sinyal yang di asilkan dikuatkan ole 3DD sinyal analog diuba amplifier, selan#utnya melalui pengukuran

ke digital yang kemudian akan

diteruskan ke PD melalui PD! 12press Multiport >SB) Se ingga melalui PD data dapat diba$a untuk selan#utnya di ola ) Dara ker#a alat Sampel berupa serbuk padatan kristalin yang memiliki ukuran ke$il dengan diameter butiran kristalnya sekitar 0'"8 0'"5 m ditempatkan pada sample holder) Sinar"X diperole dari ele$tron yang keluar dari filamen panas dalam keadaan %akum pada tegangan tinggi, dengan ke$epatan tinggi menumbuk permukaan logam, biasanya tembaga .Du1)

4 Gambar 0'# Skema 2er#a X;D .Sukma ayati,&'0/1 Sinar"X tersebut menembak sampel padatan kristalin,

kemudian mendifraksikan sinar ke segala ara dengan memenu i *ukum Bragg) Detektor bergerak dengan ke$epatan sudut yang konstan untuk mendeteksi berkas sinar" X yang didifraksikan ole sampel) Sampel serbuk atau padatan kristalin memiliki bidang" bidang kisi yang tersusun se$ara a$ak dengan berbagai kemungkinan orientasi, begitu pula partikel"partikel kristal yang terdapat di dalamnya) Setiap kumpulan bidang kisi tersebut memiliki beberapa sudut orientasi sudut tertentu, se ingga difraksi sinar"X memenu i *ukum Bragg pada persamaan .01 @

Dari detector, sinyal yang di asilkan dikuatkan ole amplifier, selan#utnya melalui 3DD sinyal analog diuba ke digital yang kemudian akan diteruskan ke PD komputer melalui PD! 12press Multiport >SB) Bentuk keluaran dari difraktometer dapat berupa data analog atau digital) ;ekaman data analog berupa grafik garis" garis yang terekam per menit sinkron, dengan detektor dalam sudut &V per menit, se ingga sumbu"S setara dengan sudut &V) Sedangkan rekaman digital menginformasikan intensitas sinar"X ter adap #umla intensitas $a aya per detik) Pola difraktogram yang di asilkan berupa deretan pun$ak" pun$ak difraksi dengan intensitas relatif ber%ariasi sepan#ang nilai &V tertentu) Besarnya intensitas relatif dari deretan pun$ak"pun$ak tersebut bergantung pada #umla atom atau ion yang ada, dan

distribusinya di dalam sel satuan material tersebut) Pola difraksi setiap padatan kristalin sangat k as, yang bergantung pada kisi kristal, unit parameter dan pan#ang gelombang sinar"X yang digunakan) Dengan demikian, sangat ke$il kemungkinan di asilkan pola difraksi yang sama untuk suatu padatan kristalin yang berbeda .Farren, 0:7: dalam <amaludin, &'0'1)

Prosedur menggunakan alat@ 0) ?perator memasuki labor &) Memastikan semua kabel tela ter ubung /) Meng idupkan alat X;D 5) Meng idupkan $ iller dengan menekan tombol ?- pada chiller, set su u chiller sesuai dengan su u ruangan dengan $ara tekan set"pili tombol atas untuk menaikan su u dan tombol

bawa untuk menurunkan su u) () Meng idupkan X";aynya dengan $ara memutar kun$i yang ada pada alat X;D) 7) 2emudian meng idupkan komputer a) Menekan i$on XUpert data colector DP>, dan komputernya) Pada

4 b) Memasukan unsername dan password setela dimasukan tekan tombol oke)

$) Mengklik submenu instrumen, memili connect d) Menset tegangan yang digunakan pada alat X;D, dengab $ara doble klik status set tegangan pada 5' 2L dan /' m3) 2emudian tekan apply) Se$ara otomatis pada X;D akan tampil tegangan dan arus yang tela kita set) e) Menset waktu penggukuran dan interfal &

4 8) Menyiapkan sampel .reparasi sample1, 9) Memasukan sampel pada sampel holder, dengan sample yang terisi merata pada sample holder)

:) Memulai persiapan

penggukuran dengan mengklik sample

setting, non"aktifkan line up nya, memasukan sample pada tempat specimen .chamber1, aktifkan kembali line up, pili #enis sampel holder yang digunakan #ika dia sample holder nya bulat maka pili spirring #ika berbentuk plat pli none) %pply)

0')>ntuk memulai pengukuran maka klik measure pada menu data $ole$tor, klik start akan mun$ul kotak dialog tentang deskripsi dari sampel yang akan diukur mulai dari nama, !D, comentar tentang sample)

00)2lik ?2, maka penggukuran mulai dilakukan, dan X;D akan terkun$i se$ara otomatis) 0&)Detektor bergerak sesuai dengan apa yang tela kita atur

diawal tadi, asil pengukuran langsung dapat kita li at pada layar komputer) Yaitu diperli atkan data dengan sudut & t eta) ubungan intensitas $a aya

4 0/)Pengukuran selesai dilakukan)

05)Data siap dianalisis dengan menggunakan program pembantu, highscore plas, retika dan soft)are lainya) 3dapun software software yang digunakan dalam menganalisis output dari X;D ini iala @ 3nalisa data beserta softwarenya

!dentifikasi fasa 2omposisi fasa >kuran kristal ;egangan tak seragam Parameter kisi

ig S$ore Plus ig S$ore Plus, ;ieti$a ;ieti$a, Mo6aiS, M3>D, FPPF ;ieti$a, Mo6aiS, M3>D, FPPF ;ieti$a

4. Penelitian "an& rele5an Penelitian dilakukan untuk meneliti karakteristik mineralogi endapan nikel laterit pada batuan ultramafik, ter adap 05 sampel titik bor, yang kemudian dianalisis dan dideskripsi untuk mengeta ui proses lateritisasi, karakteristik mineralogi) Batuan penyusun daera penelitian merupakan dunit dan ler6olit, dimana mineral"mineral yang adir di dominasi ole mineral oli%in, piroksen dan serpentin, serta ke adiran mineral"mineral opak seperti kromit dan magnetit yang persentasenya relatif ke$il) Sedangkan mineral"mineral lempung yang adir berdasarkan asil analisi X";ay Diffra$tion diantaranya $ lorite, $lino$ lore, kaolinite dan di$kite .Musna#am,1

6. Keran&ka .erfikir 2erangka 2onseptual

4 Gambar 00 Skema 2erangka 2onseptual Berdasarkan Gambar 00 dapat di#elaskan ba wa sampel yang tela dipreparasi akan dikarakterisasi dengan metoda X;D yang akan meng asilkan ubungan antara intesitas $a aya dengan & t eta), se$ara langsung dapat dili at apaka 2ristal4amorf) Dari data sampel yang dikarakrterisasi berupa difraksi akan dianalisis dengan

asil

menggunakan software untuk mendapatkan struktur senyawa penyusun sampel tersebut, seperti @ sistem kristal, parameter kisi dan #arak antar bidang"bidang kristal kl, bidang 2ristal akan mempengaru i sifat ba an)

,. MET7DE PENELITIAN a) <enis penelitian <enis penelitian yang dilakukan untuk menyelesaikan proposal penelitian ini adala penelitian dasar dan ,S"Post Fa$to) Penelitian dasar ini merupakan penelitian yang masi menganalisis ka#ian dari temuan yang tela ada untuk kemudian dapat dilan#utkan penelitian ke ta ap berikutnya) Penelitian ,S"Post Fa$to adala mengungkapkan kondisi awal yang terdapat didalam sampel ba an galian tanpa memanipulasi %ariable penelitian .;atnawulan,&'0/1 b) 3lat dan ba an 3lat yang akan digunakan pada penelitian diantaranya@ Difraksi sinar"X Pres Dar%er untuk Penekan Pelet Software *anawalt untuk >kuran kisi

Ba an yang akan diperlukan pada penelitian diantaranya@ Plastik transparan warna 2ertas *LS

Pensil gambar 2ertas Buram Plastik transparan biasa Spidol w ite board dll

$) Sampel dan =empat Pengambilan Sampel Sampel pada penelitian ini adala mineral Dunit diambil dari daera kabupaten Pasaman d) Pengambilan Sampel Pengambilan sampel menggunakan peralatan penentuan posisi mengunakan Sistem -a%igasi Satelit =erpadu dari Mo%ing GPS Marine) Pengambilan Donto Sedimen ba an galian )Pengambilan $onto sedimen ba an galian diambil menggunakan sekop ke$il lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik) Selain mengambil $onto sedimen, dilakukan #uga

pemerian .deskripsi1 se$ara %isual di lokasi pengambilan $onto dengan menggunakan +oupe dengan perbesaran 0 S 0' dan 0 S &' .;atnawulan,&'0/1 e) 3nalisa +aboratorium .dilakukan di laboratorium FM!P3 >-P1 .;atnawulan,&'0/1

3nalisa laboratorium dilakukan ter adap sampel sedimen mineral berupa analisa besar butir .grain si6e analysis1, sayatan oles, analisa kimia berupa mineral berat, ma#or element, base metal, dan tra$e element) 0) 3nalisa Besar Butir 3nalisis besar butir di asilkan dari pengambilan $onto Sampel

berkisar antara 0 2g ingga 0,( 2g) =u#uan dari pengambilan $onto ini adala untuk mengeta ui sebaran sedimen) Data yang dianalisis sebanyak ',( kg, dan sisanya disimpan pada ruang pendingin) Se$ara umum analisis besar butir ini dilaksanakan melalui metoda pengayakan dan pipet, kemudian diklasifikasi) Prosedur umum laboratorium untuk analisis besar butir dapat diterangkan sebagai berikut @ 0) Sampel basa 0 2g di aduk omogen &) Sampel basa ('' gram dikeringkan pada su u 00'o D /) Setela sampel kering, ditimbang untuk berat asal sebanyak 0'' gram 5) Sampel direndam se ari semalam, selan#utnya dimasukkan pada sampel () Stirrer. pengaduk $onto 1, supaya butiran lebi $epat terpisa

7) Sampel basa dengan saringan 5 p i, untuk memisa kan butiran lumpur dengan butiran di atasnya 8) Sampel Pan.di bawa 5 p i1 dan butiran di atasnya dikeringkan 9) Sampel butiran di ayak kering dengan menggunakan Sie%e S aker dengan inter%al ayakan ',( p i 0' menit .ayakan mulai dari "&,' p i s4d 5,' p i1 :) *asil tiap ayakan ditimbang dan ditulis dalam bentuk tabular 0') <ika asil ayak basa lebi dari &' gram .lebi dari &'H1 sampel diambil &' gram untuk dipipet, #ika kurang dari 0( gram sampel tidak dipipet 00) >ntuk sampel yang berdasarkan asil deskripsi a li geologi

berbutir lumpur4lempung, penger#aannya langsung dikeringkan $onto basa E 0'' gram, setela dikeringkan, diambil &' gram $onto untuk berat asal pipet 0&) Pemipetan memakai tabung gelas dengan %olume 0''' ml dan pipa kapiler &' ml, untuk mendapatkan ukuran butiran 5,(,7,8,9 p i) &) 3nalisa Mineral Berat Metoda yang digunakan untuk memisa kan #enis mineral yang terdapat di dalam sedimen lepas .pasir, lanau, dan lempung1 yaitu

pemisa an dengan $airan berat . ea%y liKuid1) Metoda Dairan Berat .*ea%y +iKuid1 yang digunakan untuk studi analisis mineral berat umumnya dilakukan pada sedimen pasir yang berukuran butir antara ')'( mm dan ')'7/ mm ./ p i, pasir sedang" alus1) Mineral berat yang dianalisis adala mineral yang mempunyai Berat <enis .B<1 lebi besar dari &)99 gr4$$ .$airan Bromoform1) Dairan pembilas Bromoform dari mineral berat dan mineral ringan lainnya yang digunakan adala Ben6ol dan DDl5) Mineral berat yang

terkonsentrasikan asil $airan berat dipisa kan dari mineral magnetik dan bukan magnetik dengan menggunakan magnet tangan dan ,le$tromagneti$ Separator untuk mendapatkan presentase dan #enis mineral magnetik yang lebi rin$i) /) 3nalisa Senyawa Material Mineral 3nalisa senyawa mineral dilakukan menggunakan metode Difraksi Sinar X .X;D1 dan analisa kadar .persentasi1 mineral digunakan metode 3tomi$ 3dsorbent Spe$top otometry .33S1) Per$obaan dilakukan dilaboratorium Material Fakultas Matematika Dan !lmu Pengeta uan 3lam .FM!P31, >ni%ersitas -egeri Padang .>-P1, Peralatan yang digunakan adala P3-alyti$al XUPert Powder Diffra$tometer tipe XUPert Powder Diffra$tometer) X";ay Diffra$tion .X;D1 merupakan instrumen yang digunakan untuk mengkarakterisasi suatu struktur mikroskopis dari

material yang selan#utnya akan di identifikasi dan di analisa struktur,sifat, dan kuantitas suatu ba an) +angka "langka analisa adala sebagai berikut @ 0) =imbang sampel lalu $etak se ingga men#adi pelet) Pemanfaatan ini dimaksud agar pada per$obaan nanti sampel tersebut tidak ter$erai berai) Pemampatan $uplikan ini menggunakan alat pen$etak buatan@

44444 Gambar 0&) Preparasi sampel serbuk .Sukma ayati,&'0/1 &) =empatkan pada $onto *older atur pan#ang gelombang dengan unsur yang diu#i) /) Periksa dengan X";ay Sampel berupa serbuk padatan kristalin yang memiliki ukuran ke$il dengan diameter butiran kristalnya sekitar 0'"8 0'"5 m ditempatkan pada sample older) Sinar"X menembak sampel

padatan kristalin, kemudian mendifraksikan sinar ke segala ara dengan memenu i *ukum Bragg) Detektor bergerak dengan ke$epatan sudut yang konstan untuk mendeteksi berkas sinar" X yang didifraksikan ole sampel) Sampel serbuk atau padatan

kristalin memiliki bidang"bidang kisi yang tersusun se$ara a$ak dengan berbagai kemungkinan orientasi, begitu pula partikel" partikel kristal yang terdapat di dalamnya) Setiap kumpulan bidang kisi tersebut memiliki beberapa sudut orientasi sudut tertentu, se ingga difraksi sinar"X memenu i *ukum Bragg f) Data Bentuk keluaran dari difraktometer dapat berupa data analog atau digital) ;ekaman data analog berupa grafik garis"garis yang terekam per menit sinkron, dengan detektor dalam sudut &V per menit, se ingga sumbu"S setara dengan sudut &V) Sedangkan rekaman digital

menginformasikan intensitas sinar"X ter adap #umla intensitas $a aya per detik) Pola difraktogram yang di asilkan berupa deretan pun$ak" pun$ak difraksi dengan intensitas relatif ber%ariasi sepan#ang nilai &V tertentu) Besarnya intensitas relatif dari deretan pun$ak"pun$ak tersebut bergantung pada #umla atom atau ion yang ada, dan distribusinya di dalam sel satuan material tersebut) Pola difraksi setiap padatan kristalin sangat k as, yang bergantung pada kisi kristal, unit parameter dan pan#ang

gelombang sinar"X yang digunakan) Dengan demikian, sangat ke$il kemungkinan di asilkan pola difraksi yang sama untuk suatu padatan kristalin yang berbeda .Farren, 0:7: dalam <amaludin, &'0'1) Dari data yang terba$a pada personal computer X";D dapat diketa ui ba wa sampel yang digunakan adala suatu unsur yang memiliki struktur 2ristal berbentuk kubik dan d kl seperti tertera pada data dibawa ) Serta informasi lain yang terba$a di PD dalam format pdf) Grafik diatas menyatakan ubungan sudut & t eta dengan intensitas $a aya dimana

ketika intensitas $a aya maksimum, itu berarti sampel memiliki banyak 2ristal yang sebidang atau tela ter#adi difraksi) =api #ika dalam suatu data tidak didapatkan intensitas maksimum, artinya sampel bersifat amorf)

4 Gambar 0/) *asil peak peak difraksi .sukma ayati,&'0/1

Gambar 0&) *ubungan itensitas dan & t eta .Sumber@ +aboran +aboratorium Fisika Material >-P1

Lisible ;ef)Dode Fa$) D em) Formula X '0"'80"57/0

S$ore

Dompound -ame

Displ)MW&= N S$ale

9( Sili$on

')'''

')97( Si

-o) 0 & / 5 ( 7 8 9 : 0' 00 0& 0 & / & 5 / 5 ( 5 ( 7 (

k 0 & 0 & ' / & 0 5 / & /

l 0 ' 0 & ' 0 & 0 ' 0 ' /

d M3N /)0/7'' 0):&'5' 0)7/88' 0)(79'' 0)/(8:' 0)&570' 0)0'98' 0)'5(/'

&= etaMdegN ! MHN &9)5/9 58)&:7 (7)00( (9)958 7:)0&0 87)/7( 99)'0: :5):/: 0'')' (8): /0)8 ')0 8)5 0')& 0&)/ 7)( /)7 7)5 ()( &)(

'):7'&' 0'7)798 '):090' 005)'8/ ')9(99' 0&8)(&' ')9&9/' 0/7)97&

g) =eknik pengumpulan data

=eknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan $ara @ 0) Studi +iteratur) Studi +iteratur pada penelitian ini dilakukan untuk mendasari penyelesaian masala di dalam proposal penelitian ini) &) Pengambilan Data +apangan Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang tela diukur ole peneliti yang lebi da ulu karena data bersifat sekunder bukan data primer, diamana penelitian ini memanfaatkan data"data tersebut berdasarkan parameter yang dibutu kan, yaitu data dari keluaran alat X;D ) =eknik pengola an data =eknik pengola an data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengaplikasian metode difraksi sinar S ter adap struktur material tersebut) Dalam per itungan data nantinya akan menggunakan persamaan .01

sampai .051 untuk menentukan nilai parameter kisi dan #arak antar bidang k l nya) =eknik pengola an data yang dilakukan mengggunakan menggunakan *ukum bragg dan beberapa persamaan yang tela diperole maka untuk menentukan kebenaran dari asil yang tela kiita $ari kita dapat

menggunakan software diantaranya *aig s$ore plus, 33 ;ieti$a, maud, mat$ ) i) =eknik 3nalisa Data =eknik analisa data yang dilakukan dalam penelitian yang

meng asilkan kesimpulan tertentu sesuai dengan tu#uan penelitian sesuai sofware yang digunakan) Berikut tabel analisa data beserta softwarenya) 3nalisa data beserta softwarenya

!dentifikasi fasa 2omposisi fasa >kuran kristal <arak antar bidang kl Parameter kisi

*ig S$ore Plus *ig S$ore Plus, ;ieti$a ;ieti$a, Mo6aiS, M3>D, FPPF *ig S$ore Plus ;ieti$a

( 14 )