Anda di halaman 1dari 40

Dalam mendisain separator (pressure vessel) beberapa faktor dibawah ini

harusdiperhatikan:
2) Dimensi
Dimensi suatuseparatortergantung oleh lajufluidauapdantekenanan dalam
separator.
3) Bentuk
Untuk menentukan bentuk dari separator, faktor-faktor di bawah ini harus
diperhatikan:
./ Rasiomaksimumantaravolumedanluaspermukaan
./ Minimum
./ Fungsidaripadabejana
./ Kemudahanfabrikasi
./ Mengacu standart
./ Biayaminimum
4) Inletdanoutlet
5) Toleransi korosi
Secara standart disain, untuk pembangkit listrik thermal adalah 30
tahun., dengantingkattoleransi korosi untukseparatorada.lah 3rnm. Tolerasi
ditentukan, dimana akan terjadi erosi, khususnya didaerah dimana fasa
air merubah laju aliran. Direkomendasikan bahwa toleransi erosi 3
mm diarea,dimana permukaan akan bersentukan dengan Sehingga, total
toleransiadalah6mm(toleransi korosidan
6) Kodedisain(design code)
Pemilihankodedisain(design code) berdasarkan
./ yang diakui ageninspeksilegal
./ Kode yang disiapkan olehpengguna
./ Kodeyang umumdigunakandi negera
./ Ketersediaan
./ materialdandisain
dibawahini:
36
7) Material
Meskipun ASME menyarankan penggunaan plat carbon steel untuk
pembuatan separator, nanum berdasarkan pengalaman hanya beberapa plat
carbon steel tersedia dan digunakan. Jenis material yang sering digunakan
untukseparatoradalahSA-516-70.
8) Flange
Flange dapat didisain berdasarkan ASME, tetapi akan lebih murah dengan
membeli Flange standart. Flange standart berdasarkan ANSI B16.5 hanya
sampai ukuran 600 mm, dan Flangejenis MSS-SP-44 tersedia untuk ukuran
besar beedasarkan ANSI B16.5 dnb B31.1. Akan tetapi FlangejenisAPI 605
disarankan untuk dipakai, karena lebih ramping dan membutuhkan lebih
banyakbautukuran kecildaripada FlangejenisMSS-SP-44. FlangejenisAPI
605 terdapat pada ASME VIII untuk ukuran besar. Flange dengan klas 300
diperlukanuntukkondisi disain padatekanan 10barg dansuhu 185C.
9) Penentuantipedan konfigurasi separatoryang akan digunakan.
Faktor-faktoryang mernpengaruhitipedan kpnfigurasi separatoradalah:
Biayaawalataucapital
Kehandalan
Required duty off
Biayaoperasional :konsumsi energi dan perawatan
Kebutuhan ruang dan biayagedung
Frekuensi dankompleksitasperawatan
Asumsi dan Prosedur Desain
Suhu dan tekanan fluida yang akan dipisahkan, tekanan fluida masuk
separatoradalah7bara.
Penentuan diameter inlet separator, sehingga bisa dilakukan perhitungan
dimensiseparator
Vessel Separatoruntukaplikasi Geothermal:
./ mempunyai ratioUDhampirsarna dengan5
./ mempunyaidiameter3kali steamoutlet
37
./ mempunyai steamvelocity30- 50 mls
4.4 CONDENSER
Kondenser di PLTP digunakan untuk mengkondensasikan uap geothermal yang
telah digunakan oleh turbin untuk memutar poros generator sehingga dapat
menghasilkan listrik. Karena dihasilkan dari uap yang mengandung berbagai
bahan pencemar lingkungan dan kondensat akan diinjeksikan kembali ke bumi,
maka dipilih kondenser tipe kontak langsung (direct contact condenser) untuk
PLTP ini.
Direct contact condenser dirancangagarmampu mengkondensasikansteamdari
outlet turbin dalam kecepaatn yang cukup untuk menjaga kondisi outlet tLirbin
tetappadatekananvakum.
Metodologi Perhitungan
Untuk merancang sebuah direct contact condenser diperlukan beberapa data
sebagai dasar perhitungan perancangan kondenser. Data-data yang diperlukan
diantaranyaadalah:
Laju alir dan kondisi (tekanan dan temperatur) uap yang akan
dikondensasikan.
Jumlah dan komposisi non-condensable gas (NeG) yang terkandung di
dalamuap.
Laju alirdan kondisi (temperaturdan tekanan)airpendinginyangtersedia.
Persyaratan kondisi operasi di kondenser, seperti temperatur kondensat,
jumJah kondensatyang dapatditampungdi hotwell, dsb.
Karakteristik spray nozzle (debit, tekanan, dan ukuran partikel sprayyang
yang akandigunakanyang tersediadipasaran.
Jenismaterial konstruksiyang akandigunakanuntukkondenser.
Standar-standar yang akan dijadikan acuan untuk perancangan
kondenser.
38
Asumsi dan Prosedur
Menyusun ulang neracamassadanenergi di kondenser.
Menentukanspraynozzleyang digunakan.
Menghitung kecepatan semprotanairkeluarnozzle.
Menghitung koefisien perpindahan panas rata rata dan holding time yang
diperlukanuntukmencapaiperpindahan massadanenergi yang diharapkan.
Menghitung ketinggian minimum agar terjadi kontak antara uap dengan air
pendingin selamawaktu holdingtime.
Menghitungdimensinosel uap airdariturbin(StandarHEI).
Menghitungdimensi nosel NeGke gasremoval system(StandarHEI).
Menghitungdimensinosel kondensat(StandarHEI).
Menggarnbar sketsa kondenser untuk memperkirakan diameter ruang yang
diperlukanagarsemprotan airpendingin merata.
Menetapkan volume yang diperlukan untuk hotweII, dan menghitung tinggi
yang diperlukan untukhotwell.
Menentukan tinggi total kondenser dengan menggunakan gambar skema
directcontactcondenser.
- Menentukan aksesorisyang diperlukan untukkondenserseperti manholedan
saluran untukmembersihkanspraynozzle.
- Melakukan perhitungan mekanikal untuk menentukan ketebalan dinding
kondenser dan nosel yang diperlukan agar bertahan terhadap tekanan dari
luar.
4.5 GAS REMOVAL SYSTEM
Uap geothermal mengandung kotoran seperti zat padat yang terlarut dan non-
condensable gases(NeG). Kandungan NeGdi dalamuap geothermal bervariasi
darihampirnol hingga15% berattergantung lokasidari sumur.
39
Pada suatu PLTP, setelah diekspansi di dalam turbin, uap geothermal
dikondensasi oleh air pendingin di dalam kondensor, sementara NeG tetap
dalam kondisi gas. Akumulasi dan NeG di dalam kondensor menyebabkan
tekanan kondensor naik, yang pada gilirannya mengurangi output power dari
turbin. Untuk menjaga tekanan kondensor tetap rendah, NeG harus dikeluarkan
secara terus menerus dari kondensor dengan menggunakan gas removal
system. Dengan demikian gas removal system merupakan peralatan penting
pada sistem PLTP, karena berfungsi untuk mempertahankan kondisi vakum di
dalam kondensor dengan cara mengeluarkan NeG dan kondensor dan
membuangnya lang sung ke atmosfir.
Metodologi Perhitungan
Menentukan tipe dan konfigurasi sistem
Menentukan spesifikasi peralatan yang digunakan
Menentukan dimensi detil dan peralatan
Asumsi dan Prosedur
Steam ejector stage 1
Tentukan entrainment ratio untuk gas NeG dan steam dari figure di bawah ini:
40
-.J.;'.L.
! -. y &' .,J ll'''- I !... I !oi O".. ::l' r_"''';
'1 :" It" -t(,...""' . ' , ' 0:' I ... . L,. !
Gambar 4.7 Grafik penentuan entrainment ratio
-
-
Tentukan total air equivalent untuk NeG dan steam.
Hitung ratio kompresi .
- Hitung ratio ekspansi steam (steam pressure/suction pressure)
- Dengan melihat Gambar 4.8, dari harga ratio kompresi dan ratio ekspansi,
tentukan ratio udara/steam
- Hitung kebutuhan
harga U.
steam dengan membagi total air equivalent dengan
- Dengan menggunakan cara
steam ejector stage kedua.
yang sama, hitung kebutuhan steam untuk
41
Gambar 4.8 Grafik penentuan ratio udara/steam
4.6 PROFIL INDUSTRI MANUFAKTUR NASIONAL
Sejak tahap rehabilitasi ekonomi pada tahun 1967 sampai dengan akhir tahap
pemulihan krisis ekonomi pada tahun 2004, rata-rata pertumbuhan industri
umumnya melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Pad a periode rehabilitasi dan stabilisasi ekonomi tahun 1967 - 1972,
pertumbuhan rata-rata sektor industri tercatat 9,1% sedangkan pertumbuhan
ekonomi rata-rata mencapai 6,8%.
Pada masa ledakan minyak dunia tahun 1973 - 1981, industri tumbuh rata-rata
13 % jauh diatas pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 7,6%. Hal yang sama
terjadi dalam peri ode penurunan harga minyak dunia tahun 1982 -1996,
pertumbuhan rata-rata industri masih tetap tinggi sebesar 10,3 %.sementara
pertumbuhan ekonomi mencapai 6,1%.
Perubahan yang besar terjadi setelah krisis ekonomi dunia pada tahun 1997 -
2004, dimana industri tumbuh rata-rata 3% walau pertumbuhan rata-rata
42
ekonomi juga hanya 1,9%. Secara kronologis pertumbuhan industri manufaktur
sejak tahun 1967 sampai tahun 2004 dapat dilihat pada Gambar 4.9.
Gambar tersebut menunjukkan bahwa sebelum krisis ekonomi, dari tahun 1967
sampai 1996, sektor industri pengolahan mampu meneatat angka pertumbuhan
dua digit. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam peri ode yang sarna
hanya pad a tahun 1968 dapat mencapai angka pertumbuhan dua digit yaitu
10,9%. Selama tiga puluh tahun, sektor industri pengo/ahan mernbukukan rata-
rata pertumbuhan 10,9%, sedangkan ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata
dengan 6,7%.
Gambar 4.9 Pertumbuhan Industri Manufaktur Dalam Negeri
Secara umum perkembangan industri manufaktur pernbangkit /istrik nasional
tidak menggembirakan. Sampai saat ini be/um ada industri manufaktur nasiona/
yang mampu membangun pembangkit listrik skala keeil dengan TKDN 100%.
Melihat kondisi tersebuf, pemerintah melalui departemen terkait te/ah
menerbitkan peraturan-peraturan yang mendukung peningkatan kemampuan
industri manufaktur pembangkit /istrik nasional.
43
Kemampuan industri nasional saat ini masih terbatas pada manufaktur
komponen pembangkitlistrik boiler, turbin skala kecil <5mW, ballanceof
plant(BOP), casingturbin, generator,dll. Secaragarisbesarkemampuan industri
manufakturkomponen pembangkitlistriknasional dapatdi klasifikasikan sebagai
berikut:
.. Turbin
PT PAL Surabaya mampu membuat komponen casing turbin hingga
kapasitas 600 MW. Nusantara Turbin dan Propulsi (PT.NTP),
Bandungmampu memproduksi partturbingasmaupunturbin uap.
.. Generator
PT Pindad mampu memproduksi generatordengankapasitas5-10 MW.
ofPlant
PT PAL, 8BI dan Barata mempunyai kemampuan dibidang
manufaktur BOP seperti komponen: condenser, deaerator, heater, HP
heater, dll. PT PAL mampu memproduksi hingga kapasitas 600 MW.
44
tn
CQ
<
CQ
Tabel 5.1 a. Kondisi Proses PLTP 5 MW Sistem Turbin Kondensasi
,stle$itNo; I '
' 2
j
4
I"
5
"6 -7 "fi .' . 9, " ..
10
: .' '< J.l
,j,
Pressure (bar) 12 7.5 7 7 6.5 6,5 6. 5 0.1 0.1 6.5 6.5
Temperature (C) 188 167.8 165 165 162 162 162 45.79 45 162 162
SteamMassFlow (kgIs) 12.47 12.47 0 12.47 0 12.47 11.45 11.45 0 1.028 0.267
Gas Mass Flow (kg/s) 0.21199 0.21199 0 0.21199 0 0.21199 0. 19465 0.19465 0 0.017476 0.004539
WaterMassFlow (kg/s) 0 0 0 0 0 0 0 0 430.6577 0 0
Tabel 5.1 b. Kondisi Proses PLTP 5 MW Sistem Turbin Kondensasi
Sln:amNo. 12 13 '14 .
is.. ..
16 17 1 ~
l'
20 .
21
22 -
Press ure (bar) 0.1 1 0.3162 6. 5 6.5 1 1 1.5 1 1 1
Temperature (Cl 45.79 30 45 163.5 162 30 45 45.5 30 45 30
SteamMassFlow(kg/s) 0 0 0 0 0.7607 0 0 0 0 0 0
Gas Mass Flow(kgIs) 0.19465 0 0 0 0.012932 0 0 0 o 0.225053 0
WaterMass Flow(kgIs) 0 377.5 10.837 0 0 10.57 30.8707 430.6577 30. 11 0 418.18
Tabel 5.1 c. Kondisi proses PLTP 5 MW Sistem Turbin Kondensasi
StreamNQ.. " 23 i4 l5 26 27
Pressure (barl 1 1 0.3162 0.3162 1
Temperature (C) 30 30 97.5 45 97.5
SteamMass fbw(kg/s) 0 0 0.267 0 0.7607
Gas MassFbw(kg/s) 0 0 0.199189 0.199189 0.212121
WaterMassfbw(kg/s) 3.568 3.568 0 0 0
Perhitungan heat & mass balance dilakukan dengan menetapkan terlebih dahulu
process '11ow diagram (PFD) yang akan menjadi dasar sistem PLTP dengan
teknologi turbin kondensasi. Seperti yang ditunjukkan di dalam Gambar 5.1 tentang
PFD PLTP turbin kondensasi 5 MW, fluida panas bumi (dari sumur produksi dengan
asumsi tekanan 12 bara, temperatur 188 deg.C, dialirkan masuk ke throtling valve,
dalam valve ini fluida panas bumi dicekik sehingga tekanannya berkurang menjadi
7,5 bara. Setelah melalui proses pencekikan di throtling valve, f1uida panas bumi
dialirkan ke separator dan demister. Dalam separator, f1uida panas bumi dipisahkan
antara fraksi uap dan cairnya dengam gaya sentrifugal. Brine (air panas bumi) dari
pemisahan tersebut dialirkan untuk dibuang ke condensate pond, sedangkan uap
panas buminya dialirkan ke demister untuk membuang droplet-droplet air yang
masih terkandung dalam uap. Sehingga diharapkan uap keluar demister dalam
keadaan kering. Karena bila masih mengandung droplet-droplet air, bisa
mengganggu kerja sudu-sudu turbin, sehingga performa turbin menjadi berkurang.
46
Uap kering keluardari demisterdialirkan ke turbin.Tekanan uap masukturbin diset
6,5 bara dan tekanan keluar turbin di set 0,1 bara. Uap ini menggerakan turbin
dimana selanjutnya energinya dikonversi menjadi energi listrik di dalam generator.
Dayanettokeluarturbin adalah 5MW.
Selanjutnya uap keluar turbin (sudah dalam keadaan dua fasa) dialirkan ke
kondensor. Dalam kondensor uap tersebut dikondensasi dengan menggunakan air
pendingin dari cooling tower. Kondensor yang digunakan adalah jenisdirect contact
condenser. Kondensat keluarkondenseryang telah tercampurdengan airpendingin
selanjutnya disirkulasi kembali ke cooling tower untuk selanjutnya digunakan lagi
sebagai airpendingin. Sebagianairtersebutdiinjeksikanke sumurreinjeksi.
GasNCGyang terkandung di dalamuap, dibuang dalamsuatugas removal system.
Gas removal system ini terdiri dari dua stage steam ejector. Selanjutnya gas NCG
dibuangmelaluiventdalamcooling tower keatmosfer.
5.2 PIPING & INSTRUMENTATION DIAGRAM
P&ID (Piping and Instrumentation Diagram) dapat diartikan sebagai sebuah alat
bantu untuk menerangkan konsep desain dari suatu proses dan kebutuhan power
plant atau unitproduksiyang perlu atauakandibangun.
P&ID mencakupprocess system secara umumyang terlibat, utilities yang digunakan
dalam suatu power plant, juga pengintegrasian piping dalam unit-unit tersebut dan
offsite. Semua equipment dengan tag number tertentuyang digunakandalampower
plant harus dimasukkan dalam P&ID. Selain itu, semua instrumentasi dan kontrol
yang sudah ada dan yang perfu dibuat, pengintegrasian intrumentasi dengan panel-
panel kontrol dan control room, set pressure dari PSV, control valves dan posisi
failure-nya juga harusdimasukkandalamP&IO.
Oi dalam PLTP sistem turbin kondensasi 5MW, telah didesain beberapa P&IO
sebagai berikut:
a. Steamgatheringsystem
P&ID ini meliputi proses perjalanan fluida panasbum; besertainstrumentasinya
dari kepalasumurmenuju ke pembangkit.
b. Steamsupply&venting system
47
P&ID ini berisi instrumentasi-instrumentasi yang digunakan dalam separator,
demister,danturbin.
c. Steam return &condensatesystem
Setelah melalui turbin, steam dikondensasikan dalam suatu direct contact
condenser. P&ID ini berisikan instrumentasi dan peralatan yang digunakan
dalamproseskondensasitersebut.
d. Gasremoval system
P&ID gas removal system berisi mengenai beberapa peralatan serta
instrumentasi yangdigunakan dalamprosesgas/NCGremoval.
e. Rawwatersystem
P&ID raw water system berisikan peralatan dan instrumentasi yang digunakan
dalamprosespengambilan rawwaterdarisumbermataair.
f. Circulatingcoolingwatersystem
P&ID circulating cooling water system berisi tentang peralatan dan
instrumentasiyangdigunakandalamsirkulasi airpendingin daricoolingtower.
g. Auxiliarycooling watersystem
P&ID auxiliary cooling water system berisi tentang peralatan dan instrumentasi
yang digunakan dalam sirkulasi auxiliary cooling water. Dimana auxiliary
cooling water system ini digunakan untuk pendingin dalam inter/after
condenser.
h. Watertreatmentsystem
P&ID water treatment system berisikan peralatan dan instrumentasi yang
digunakan dalan proses treatement raw water yang telah diambil dari sumber
mataair.
i. Reinjectionsystem
P&ID reinjection system berisi tentang peralatan dan instrumentasi yang
digunakandalamproses reinjeksi fluida panasbumi ke sumurreinjeksi.
j. Chemical dosingsystem
P&ID chemical dosing system berisi tentang peralatan dan instrumentasi yang
digunakan dalam proses treatment air secara kimiawi seperti penginjeksian
biocide, sodakasutikdan sodiumhipoklorit.
k. Firewatersystem
P&ID fire water system berisi tentang peralatan dan instrumentasi yang
digunakandalamsuatu systempemadamkebakaran.
48
I. Rockmuffler
P&ID rock muffler berisi tentang peralatan dan instrumentasi yang digunakan
dalamrock muffler.
P&ID yangtelahdisebutkandi atasdapatdilihatdi Lampiran.
5.3 EQUIPMENT DESIGN KOMPONENSEPARATOR
Flowratesteam ::: 12,47kg/s
Temperaturinlet ::: 165C
Tekananinlet ::: 7bara
:::
densitassteam
UkuranVessel
Ukuranvessel ::: kali flowrate
Flowratesteam
Didapatukuranvessel
BentukVessel
Dilakukanperhitungan, denganmengambildiametersteamoutlet: 10-20inch
10 0,2540 0,05065 1125,4800 30 0,7620 0,4558 131,6351 172,7495
11 0,2794 0,06128 930,1487 33 0,8382 0,5515 108,7893 129,7892
12 0,3048 0,07293 781,5833 36 0,9144 0,6564 91,4133 99,9707
13 0,3302 0,08559 665,9645 39 0,9906 0.7703 77,8906 78,6297
14 0,3556 0,09926 574,2245 42 1,0668 0,8934 67,1608 62,9553
15 0,381 0,11395 500,2133 45 1,1430 1,0256 58,5045 51,1850
16 0,4064 0,12965 439,6406 48 1,2192 1,1669 5l,42oo 42,1752
17 0.4318 0,14636 389,4394 51 1,2954 1,3173 45,5485 35,1617
18 0,4572 0,16409 347,3704 54 1.3716 1,4768 40,6281 29,6210
19 0,4826 0,18283 311,7673 57 1,4478 1,6455 36,4640 25,1858
20 0,5080 0,20258 281,3700 60 1,5240 1,8232 32,9088 21,5937
MenentukanHead Vessel
Dalamdesainini, dipilihheadvesseltipeEllipsoidal Head
49
x
T.L.
R
o
Menentukan Tebal Head dan Shell
a. TebalHead
DipilihtipeHead: Ellipsoidal
PDiK
t=
2SE-o.2P
di mana:
P:Internal Pressure, psi
Ri :jari-jari dalam, in
S:allowablestress, psi
E:jointefficiency
h:tinggi head
sehingga:
Dvessel
h
D/2h
30
7,5
2
36
9
2
39
9,75
2
42
10,5
2
DariTabel2DennisRMosshalaman20, didapatK=0,9
stress padahead:
padacentreofHead
PR'
2
cr = --
x
Zth
b. Tebal Shell
diambiltipeLongitudinal
t=
2SE+O.4P
50
stress pada shell
c. Tebal Cone
t=
4cosa(SE+OAP)
stress pada cone
PRm,
(j =
x
2tCDSQ
Data:
P operasional ::: 7 bar::: 101,50 psi
P desain ::: 131,950 psi
(P desain ::: 1.3 P operasi) Ref: Ludwig vol. I, p. 36
Material yg dipakai SA 6 grade 70
S ::: 22500
E ::: 1(Full radiography)
cos 30 ::: 0,866
Perhitungan
51
DlmenslVessel
Diameterplpa(steamo!rtlEt),Inch
10 12 13 14
DiameterVessel Inch 30 36 39 42
m 0,762 0,9144 0,9906 1,0668
PanjangVessel m 12,3026 8,5435 7,2797 6,2769
VolumeVessel m3 5,6076 5,6076 5,6076 5,6076
steamvelocity m/s 44,2895 30,7566 26,2068 22,5967
LID ratio 16,1452 9,3433 7,3487 5,8838
Head
Tebal Head Inch 0,0792 0,0951 0,1030 0, 1109
mm 2,0121 2,4145 2,6157 2,8169
Stress 24985,34 24985,34 24985,34 24985,34
Shell
TebalShell inch 0,0439 0,0527 0,0571 0,0615
mm 1,1159 1,3390 1,4506 1,5622
Stress 22526,39 22526,39 22526,39 22526,39
Cone
TebalCone Inch 0,0507 0,0608 0,0659 0,0709
mm 1,2870 1,5444 1,6731 1,8018
Stress 22552,78 22552,78 22552,78 22552,78
diambil Pipa steam outlet dg diameter 14 inch
Corrosive allowance =3mm
serlingga :
Diameter pipa steam outlet 14 inch
Diameter Vessel 42 inch
1,0668 m
Panjang Vessel 6,2769 m
Volume Vessel 5,6076 m3
Stea m Velocity 22,5967 rn/s
LID ratio 5,8838
Tebal Head 5,8169 mm
Stress 24985,34 psi
Tebal Shell 4,5622 mm
Stress 22526,39 psi
Tebal Cone 4,8018 mm
Stress 22552,78 psi
Note: diambil tebal shell, head dan cone
Menentukan Berat
Berat Head
Material yg dipakai
Densitas
r Uari-jari vessel)
diambil6 mm
diambil6mm
diambll6 mm
=6 mm
=stell SA 56 grade 70
=7860 kg/m
3
= 21 inch = 0,5334 m
52
luas setengah bola :: 179m
2
,
tebal head =6 mm = 0,006 m
volume setengah bola =0,01
Berat Head = 84,26 kg
Berat Shell
Material yg dipakai stell SA grade 70
Densitas :: 7860 kg/m
3
Luas Selubung (keliling v .....,"'... , xpanjang vessel)
Luas Selubung == 21,03
Tebal shell = 6 mm = 0,006 m
volume selubung shell :: 0,13 m
3
berat shell = 991 kg
Material yg dipakai = stell SA 56 grade
Densitas 7860 kg/m
3
Tebal cone == 6 mm == 0,006 m
Dari perhitungan volume cone didapat:
volume cone == 0,083 m
3
Berat Cone == 1kg
total berat = 1728,07 kg
Balance of material
No. Komponen I Unit Quantfty 00(Inch) PanJa""m tina"In
tellllllmm) Note
1 Headalas pes 1 10,5 6 Tipe ellipsoidal
2 Slltndershell: pes 1 42 6,2769 6
3 Conebawah pes 1 10,5 6
4 PIpe Inletdanoutlet 14 0.375In
5 NoezlesteamInlet:- Pipe pes 1 14 0.375In tlpelOST
- Range pes 1 23 2.121n
6 Nozzlesteamoutlet: Pipe pes 1 14 0.375In dlpakalclass300,tlpeslipon
- Flange pes 1 23 2.121n
7 Underflowdischarge:- Pipe pes 1 14 0.375In
- Range pes 1 23 2.121n
8 iScreen pes
9 Ufting lug pes
10 Support pes 1m
11 Man Hole
I
pes 1
53
5.4 EQUIPMENTDESIGNKOMPONENCONDENSER
Uapdariturbin ::: airpendingin
Laju alirsteamtotal ::: 11 kg/s
Laju alirairpendingin ::: 377,5kg/s
NCG =0,195kg/s
Temperaturinlet ::: 30 C
Steam ::: 11,45kg/s
Tekanan =0,1 bara
Temperatur ::: 45,79C
Temperaturoutlet =45C
a. Air leakage allowance for turbine table1)
Max. steamyang dikondensasikan ::: 7,8905kg/s:::62623,75Ib/jam
Air leakage allowance ::: 35 Ibfjamudarakering
::: 0,00441 kg/s
b. Air leakage allowance for process service (HEI grafik5)
Tekanancondenser =0,15bara:::4,43inHg
Volumesistem ::: 1659,08cuff
Air leakage allowance 27,1 Ib/jamudarakering
=0,00342kg/s
c. Udarayang dilepasoleh condensing water (HEIgrafik6)
Temperaturinletcondensing water =30C =86 F
Lajualircondensing water =282,5kg/s
Asumsi massajenisair ::: kg/m3
Makadebitcondensing water =0,28374m3/s
=74,9549gal/s
=4497,29gpm
Berdasarkangrafik6:
Udara yang dilepas pendingin ::: 10,15 Ib/jam udara kering/1000 gpm
condensing water
54
Totaludarayang dilepasair =45,6Ib/jamudarakering
=0,005744kg/s
d. UapairdalamNCGoutlet(HEI Standardhal. 5-12)
NCGdari sumberuap =0,1365kg/s
=1083,0151b/jam
Total NCG =1190,71b/jam
Asumsi NCGterdiri dari :
C02 = 1083Ib/jam =24,61 Ibmol
Udara =107,71b/jam =3,7341bmol
=28,3481bmol
BM CO
2
=44
BM Udara=28,84
BM NCG=42
Asumsi : temperature NCG keluar condenser 5F di atas temperature air
pendingininlet=91 F=32,8C
Berdasarkangrafik7 HEI untuk:Tcamp=91F, tekanan =4,429inHg
Maka:Ib uapllbudarakering =0,31
Total uapairbersamaNCG =369,12 Ib/jam
=0,04651 kgIs
NeracaMassadanEnergi
Asumsi :Temperaturudaralingkungan=28C
No. Kondlsl
Flowrate(kgls) TemperaturJdeg.C) Tekanan DHv Cp
In Out In Out (bara) kJlkg kJIkg.C
1 Saturatedsteamdanturbln 7,8905 75,24 o 15 2358 41844
2 NCGdarisumber(CO2) 0,1365 01365 75,24 32 778 0,39 08937
3 Udara kebocoranturbin 0,0044 0,0044 28 32 778 1 1,0056
4 Udarakebocorandanproses 0,0034 0,0034 28 32,778 1 1,0056
5 Udara dilepasairpendingin 00057 00057 30 32 778 1 10056
6 Airpendingin masuk 282,5 30 1 41844
7 Uap keluarbersamaNeG 0,04651 32,778 0,9085
8 Kondensat +air!>endinginkeluar 290344 46 584 41844
Total 290,541 290,541 NCG keluarkondenser 0,9085
Jumiahpanas masuk=
Jumlah panaskeluar=
388320 kJls
388320 kJ/s
Secaraskemat;sdatadiatasdapatdisusunmenjadigambarberikut:
55
Uap dan Turbin: Air Penli ngi n dart CT :
Laju allr steam to LaJu allr air pendlngln: 282,5 kg/s
NCG: Temperatur Inlet 30
ll
C
Steam
Udara Inftltrall :
dart turbin ..
dart proses::::
dari air penlingin
Temperatur :
tal: 8.027 kg/s
0,1385 kgls
7,8905 kgls
an: Tekan
Temperatur: 75,24
11
C
0,0136 kg/I
0,0044 kgls
0,0034 kg/s
0,0057 kgls
0,15 bara
II>
,
i
28 OC NCG ke jet ejector
LSiIu allr total" 0,1965 kg/s
uap" 0,0485 kg/s
udara '" 0,1500 kg/s
Temperatur: 32,78"C
Kondensat:
LSilu aUr '" 290,34 kg/I
Temperatur" 46,58 OC
Massa jenis air pendingin ::: 995,647 kg/m
3
Q air pendingin ::: 0,283735 m
3
/s
::: 17024,11 liter/menit
Jumlah spray nosel yang akan digunakan ::: 7 unit
Q tiap nosel liter/menit ::: 642 GPM
Pin ::: 0,5 bar::: 7,25 psi
Digunakan nozzle tipe : 8 TJJX 5000 S316
Q ::: liter/menit pada 0,5 bar
::: 700 GPM
Mean diameter ::: 3200 micron
Sudut ::: 85 deg
Kecepatan Spray (Kakac. p.613)
DP
::: 7,25 psi::: 50000 Pa
Density ::: 995,647 kg/m
3
Asumsi K
::: 0,8
U1
::: (2*DP/rhol)1I0,5
56
= 10,02184 mls
Holding Time
(Tout - Tin)/(Tsat - Tin) = 0,366585
Density = 995,647 kg/m
3
Cp = 4184,374 J/kg.K
k = 0,6172
DvO,5 = 0,0032
SMD droplet = 0,002560 m
hd/k = 21,89
h = 5278,578 W/m2.K
tc = 0,105172 s
Tinggi zone kontak minimal yang diperlukan
A =9 =9,8 mls2
S efektif =Vo.t +1/2 =1,108216 m
Toleransi =10%
S req = 1,219 m
Tg =32,8 C =305,8 K
R =8,314 m
3
.Pa/mol.K
BM rata2 =42 gr/mol
P =0,15 bar a =15000 Pa
V = 0,1695 m
3
/mol
=4,035 m
3
/kg
Densitas = 0,247 kg1m
3
Diasumsikan =viskositas C02 karena dominan
Viskositas = 1,522E-05 Pa.s
Viskositas kinematik =6,14E-05 m
2
/s
u2 = 8,11
L = 0;863 m
Dari hasil metode perhitungan di atas disimpulkan untuk keamanan disain, tinggi
minimal zone kontak adalah 1,5 m.
Dimensi nosel uap inlet condenser
57
Kondisi uap inlet:
Laju alir
P
T
::: 8,027 kg/s
::: 0,15 bar a ::: 15000 Pa
::: 75,2 C ::: 348,39 K
Perhitungan massa jenis uap (asumsi 100% uap dan gas sebagai gas ideal)
R
BM air
V
Massa jenis uap
Debit uap inlet condenser (0)
Tekanan suction (0,39 bar)
Maximum inlet velocity at vapor inlet
Rekomendasi HEI ::: v
2
* rho
v
Luas penampang yang diperlukan
Diameter pipa
Dipilih pipa nominal size
00
Tebal
10
A
V
Laju alir NCG
Dipilih pressure drop
::: 8,314 J/K.mol
::: 18 gr/mol
:::: 0,193 m
3
/mol:::: 10,73 m
3
/kg
::: 0,0932 kg/m3 ::: 0,0058 Ibrnlcuft
:::: 86,11 m
3
/s
::: 4,43 inHg
::: 260 ftldet
::::400
:::: 262,1738 ftldet :::: 79,91 rnldet
:::: 1,077608
:::: 1,171347 m:::: 46,11602 in
:::: 48 in
=48 in
:::; 0,375 in :::; 9,525 mm
= in:::: 1200,15 mm:::: 1 m
=1,131256 m
2
:::: 76,12096 rnldet =249,7407 ftldet
:::: 0,393 kg/s :::; 3119,67 Ibrnljam
:::; 3% 100 ft pipe
Berdasarkan grafik gr.12 HEI diperoleh Diameter Pipa :::: 12 in
Dipilih pipa dengan Nominal 12 in SchAO
00 =1 =325.85 mm
Thickness ::: 0,375 in :::: 9,525 mm
00
::: 12 in::: 304,8 mm
58
Perhitungan Diameter Nose' Kondensat
Laju alir kondensat = 290,34 kg/s
Kecepatan yang direkomendasikan oleh referensi ( Ludwig, Vol 1 , p.85 ) :
1 sId 5 fps untuk pump suction lines
Dipilih kecepatan =3 fps =0,9144 mls
Massa jenis Kondensat = 995,647 kg/m
3
Debit ( Q ) Kondensat = 0,291613 m
3
/s
Luas penampang pipa diperlukan = 0,318912 m
2
Diameter pipa diperlukan =0,637222 m =25,08748
Dipilih Pipa nominal
size =24 in
00 =24 in
Tebal =0,687 in =17,4498 mm
10 =22,6in =574,7 mm =0,57 m
A = 0,259402 m
2
v = 1,12 mls = 3,69 ftls
Dasar kondenser berbentuk cone dengan ID besar =2,8 m dan ID keci' =
0,5747 m
Jika ditentukan Panjang Selubung Cone = 3 m
Jika digunakan pelat ukuran 3000 mm x 1500 mm ( tebal dari 3 sId 12 mm )
Diameter besar =2,8 m
Diameter kecil = 0,575 m
Tinggi, t1 = 2,786 m
Tinggi cone kecil, t2 = 0,718 m
Tinggi total, t1 + t2 = 3,504 m
Volume cone besar = 1/3 * t.total * A.alas =7,191985 m
3
Volume cone kecil =1/3 * t2 * A.al
as
= 0,062148 m
3
Vol. cone condenser (Vcone besar - Vcone kecil) = 7,13 m
3
Volume kondensat yang harus ditampung =17497 m
3
,
Kekurangan Vol Hotwell = 10367 m
3
,
Tinggi Hotwell pada tabung condenser = 1,683627 m
59
2800 mm
Perhitungan Panjang Silinder Kondenser yang diperlukan dan Oaya Tampung
Hotwell
Head atas menggunakan head rd =dia.dengan tebal 10 mm
Untuk D =2800 =110 in, maka ICR = 18,82 in =478 mm
SF =100 mm
Panjang keliling silinder shell =8,796459 m
Tinggi ruang Spray nozzle =1191 mm
Tinggi bag. head yang masuk ke ruang spray nosel = 442 mm
Tinggi silinder untuk ruang nosel = 749
Tinggi ruang kotak =1500 mm
Tinggi Hotwell pada silinder = 1684 mm
Jika digunakan pelat ukuran 3000 mm x 1500 mm (tebal dari 3 sId 12rnm )
Maka diperlukan 3 sheet kesamping ( panjang total: 3x 3000mm =9000 mm )
Dan 3 sheet ke bawah ( 3 x 1500 mm = 4500 mm )
Tinggi silinder yang tersedia = 4500 mm
Tinggi untuk Hotwell yang tersedia = 1068 mm
Volume kondensat yg dapat ditampung di hotwell bagian silinder = 6,573935 m
3
Total volume hotwell tersedia =13,70377 m
3
Jumlah tersebut mencukupi untuk = 46,99294 detik operasi atau % menit operasi
60
Gambar skematis direct contact condenser.
Covel"o.ge 7 unit Nozzle
0
I 7jS
f----'<-'80 [}----i
0
0
L-_--" I
lOll
:189
I

L----.....-;t-t--t-
61
5.5 EQUIPMENT DESIGNJET EJECTOR
P03 dihitung dari rumus : P
03
= Pint=sqrt(Patm/P2)*P2
Patm
= 1 bar
P2
= 0.39 bar
P
03 = sqrt(1/0.39)*0.39
P03 = 1.60*0.39
P03 = 0.6245 bar
POb = 0.39 bar
Max. compression ratio = 0.6245/0.39 = 1.6
Expansion ratio, poJP oa
POb = 0.39 bar
Poa = 6.5 bar
poJPoa = 0.39/6.5 = 0.06
Dengan menggunakan grafik pada Garnbar 10-102 (Perry, ih. Ed.), diperoleh Area
ratio = A2/At = 25 dan
Entrainment ratio, W"rNVa = 1,25.
Entrainment ratio yang dikoreksi dihitung dengan persamaan
WNJa = WbNJa*sqrt(Toa*MbfTob*Ma)
WNJa = 1,25*1,7287
WNJa = 2,16
W=Wa*2,16
Kebutuhan motive steam, Wa = W/2, 16
W=Wb= Laju alir massa suction fluid = 0,1635 kg/s
Kebutuhan motive steam, Wa = 0,1635/2,16 = 0,08 kg/s
Dengan menggunakan nilai WNJa = 2,16 dan menggunakan grafik pada Gambar
10-102, diperoleh area ratio koreksi, A2/At = 37.
Perhitungan Luas Penampang Leher Nozzle. At
Kecepatan motive steam dihitung dengan menggunakan asumsi Mach Number,
M=V/c=1, aliran critical atau sonic. V=c= sqrt(kRT/Mw), di mana: k = 1,4, R= 8,314
Jlkgmol.K, T=435, Mw = 18.
c = 530,3681 mls
Volume spesifik motive steam pada kondisi jenuh, tekanan 6,5 bara = 0.292 m
3
lkg
62
Laju alirmassa motivesteam =0,08kg/s
Laju alirvolume motivesteam =0.08*0.292m
3
/s ::: 0,022 m
3
/s
Keeepatan motivesteam =530 mls
Luas penampang leher nozzle = Laju alir volume motive steamlkeeepatan motive
steam:::0,022/530=0,42em2
Darigrafiktelah diperolehA2/At::: 37
2
At
I =42 em
Dt =0,73em
A2 :::: 37*0,42 em
2
::: 15,42em
2
02 ::: 4,43em
At::: Luas penampang lehernozzle
Dt::: Diameterlehernozzle
A2 ::: Luas penampang constantareamixingsection(diffuserthroat)
02:::: Diameterconstantareamixingsection(diffuserthroat)
63
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 KESIMPULAN
a. Percepatan pemanfaatan potensi sumber panas bumi di Indonesia yang
sangat besar ini dapat dilakukan melalui penerapan PLTP skala kecil,
dimana seluruh proses engineering design sistem pembangkit, equipment
design komponen-komponen utama pembangkit dilakukan oleh BPPT,
sedangkan manufaktur komponen-komponennya dapat dilakukan oleh
industri di dalam negeri dalam rangka membina kemandirian industri
nasionaldi bidang ketenagalistrikan.
b. Lapangan-Iapangan panas bumi di Indonesia seperti Sibayak, Lahendong
dan Wayang Windu mempunyai sumur produksi skala kecil dengan
kapasitas kurang dari 10 MW yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber
produksi uapuntukPLTPtipeturbin kondensasi 5MW.
c.Engineering design sistem PLTP tipe turbin kondensasi 5 MW dan
equipment design komponen-komponen utamanya telah dilakukan
berdasarkan sumber panas bumi dengan karakteristik fluida 2 fasa yang
sangat banyak terdapat di lapangan panas bumi di Indonesia. Dari
p e k e ~ n engineering design telah dihasilkan 1gambar PFD, 14 gambar
P&IDdan 3gambarkomponen PLTP.
6.2 SARAN
a. Sebagai tindak lanjut pekerjaan rancang bangun PLTP tipe turbin
kondensasi 5MW, perlu dilakukan pekerjaan detailed engineering design
dan equipment design komponen terpenting PLTP yaitu turbin dan
generator, sehingga PLTP 5 MW ini dapat dibangun dan diwujudkan
sebagai pilot plant yang akan menjadi produk PLTPdalamnegeri dengan
.TKDN yang sangat tinggi. Pilot plant ini sangat diperlukan untuk
64
pengguna seperti PT PLN bahwa industri nasional
mampu membangun
b. ukung kemandirian industri nasional, perlu
dikeluarkan peraturan yang dapat memberikan insentif bagi industri di
dalam negeri, misalnya, keringanan bea masuk bahan baku yang
digunakanuntukpembuatankomponen-komponen PLTP.
c. Kebijakan tentang listrikdari sumber energi panas bumi yang
saatini adalah .....
NO.32 tahun 2010, dimana harga tertinggi
yang telah ditetapkan 9,7 sen dolar Amerika per kWh. Supaya QUC;UQI
PLTPskala kedIdapat rnl""::lnn denganekonomis, Pemerintah perlu
mengeluarkan peraturan harga listrik dan PLTP skala kedl
dengan harga yang lebih tinggi, memasukkan ketentuan besaran
TKDN yang harus industn mengembangkan energi panas
bumidenganPL TPskala
65
DAFTARPUSTAKA
Laporan Akhir: Penyusunan System Design Pilot Plant Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi Siklus biner - BPPT, 2008
NAW, "PLTP Mini BPPT Berhasil Diuji Coba", Harian Kompas, Senin, 17 November
2008.
R. DiPlppo, "Geothermal Power Plants, Principles, Applications, Case Studies and
Environmental Impact", Elsevier, 2007
Yunus A. Cengel & Afshin J. Ghajar, "Heat and Mass Transfer: Fundamentals and
Applications, 4th Edition", McGraw-Hili Science/Engineering/Math, February
22,2010
Yogesh Jaluria, "Design and Optimization of Thermal System, 2nd Edition", CRC
Press, 2008
Karl Jousten, "Handbook of Vacuum Technology", Wiley-VCH Verlag GmBH & Co.
KgaA, 2008
Paola Bombarda & Ennio Macchi, "Optimum Cycles for Geothermal Power Plants",
Proceedings World Geothermal Congress 1995, Florence-Italy, 18-21 May,
1995
Taufan Surana dan Widyawati, "Penerapan Teknologi Combined Cycle pada
Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi untuk Pemanfaatan Sumur LHD-5",
Konferensi ESDAL'97, PKA-BPPT, 11-12 Maret, 1997
66
LAMPIRAN
PERHITUNGAN HEAT AND MASS BALANCE DENGAN MENGGUNAKAN
PROGRAM EES (ENGINEERING EQUA TION SOLVER)
function Ifmass(p,q,r)
If (p > q) Then
a .= r
a := p . r
Ifmass := a
End Ifmass
function Ifdem(x,y,z)
If (x > y) Then
b .= z
b := x z
Ifdem := b
End Ifdem
function lfinject(d,e,f)
If (d > e) Then
c .= 0
c .= (1 - d) . f
lfinject := c
End lfinject
mS3 =
Ifmass (X3 , 1 , mS2 )
mSS
=
Ifdem (Xs , 1 , mS3 )
m12 =
Ifinject (Xs 1 , mS3 ) I
P1
=
12
h1 =
h ('Steam' ,P=P1I X=1 )
T1 =
T ('Steam' ,P=P1I X=1 )
Fraksisteam = 0.99
Flowrate = 50
mS1 =
S1
=
T2 =
OP1
=
= P
2
hf2
=
hg2
=
X2 ==
mS2 =
OP2
=
=
h
f3
==
:::
hg3
h3 =
x3 =
S3
==
=
OP3
=
=
=
h5
=
hf5
=
h =
a Flowrate
Fraksisteam
S ( 'Steam' ,P=P1 ,x=1 )
T('Steam' P=P2,X =1) I
P
1 - oP1
h ('Steam' P=P
2
,x=a) I
h ('Steam' ,P=P
2
,X=1)
h1 - hf2
hg2
-
hf2
mS1
0.5
P
2 - OP2
h ('Steam',P=P3,x=0)
h ('Steam' ,P==P3 ,x=1)
h1
h3 - hf3
-.----
hg3 - hf3
S ('Steam' ,P==P3 ,x=1)
T ('Steam' ,P==P
3
,x=1 )
0.5
T('SteamI , P=P5.X =1)
P3 -
OP3
h3
h ('Steam' ,P=P5 x=a) I
h ('Steam' P=P5 X =1)
kg!s
tonlhr
mss ::: mS6 + ms
T6 = T ('Steam' ,P=P
6
,x=1)
Sg6 = S (
h = h ('SteamI , P::: ,X=1)
P
7
= 0.1
T7 = T('Steam',P= ,h=h
7
)
5f7 = s ('Steam' ,p:::P
7
,x=0 )
5
9
7
::: S ( 'Steam' ,P::: P7,X=1)
5 - 5f7
s
- Sf7
hf7 = h ('Steam' ,P=P7 ,X:::0 )
hg7 ::: h ('Steam' ,P=P
7
,x=1)
h7i ::: hf7 + X7i (h hf7)
W ::: mS6 (hg6 - h7i) llturbin
llturbin =
tvf.N
0.001
Wturbin ::: W
kW
W
h7 - hf7
= ---..--
h - hf7
Wetness = 1 - X7ac
::: 30
hci ::: h (Water' ,T=Tci,x::: 0)
Ts
ha = h('Water',T=Ta,x=O)
Pa = 1
= 0.001 .
kW
8Pa = 0.5
P
aa
= Pa + 8Pa
Taa = Ta + 8Pa
v88 = v('Steam',P=Paa,T=T
aa
)
11 pump =
0.65
Tinggihead = 12
Tinggihead
( mS 6 + mew + mcw,intcd + mSejector + m cw,aftcd) , 9.80665' 1000
(Paa - Ps ) 100000 . Nb/mar2 . I]
I
mow + m cW,intcd + ms ejector ) . 1068 . . 10.001 . kWW 1 + Phead
T]pump
Pcp
Pew
= 2
mew
= mS6 .
[ h7
ha l
ha - h
ei
A:;w =
p ( Water' , T = Tei , P =Pew )
mew,tot
=
mew
+
mew,inted
+
mew,afted
m eW,tot
m
3
/hour
volew,tot
= 3600
m
3
/s
A:;w
totHead = 25
11 motor = 0.95
m13 = mS6 + mSejector - (0.00085 . 1.8 . (mew + mew.inted + mcw,afted) . (T8 - Tel))
totHead
Piwp = miw . 9.80665
11 pump . 11 motor . 1000
Patmosferik = 1
Tapproach =
3
NCG
=
0.017
mwg
=
44
mwa
=
29
mNCG =
NCG mS6
ma
=
0.05
entg = 1.19
entv = 1.1
Tgas1 = Tci + Tapproach
Ppv1 = P ('Steam' I T=Tgas1 Ix=1)
vg1 = v ('Steam' ,P=Ppv1 ,X=1)
Ppga1 = P
7
- Ppv1
3
mNCG + \ . T
gaS1
+ 273.15 )]
1.0x10-6 . -- Vol1 = 83.14472 . .
m
cm
3
I
[
(
mwg mwa j
(
Ppga1
Vol1
mv1 =
vg1
mNCG
mv1
stg1 = + -- + ma
entg entv
Patmosferik
Pint = P
7
P
7
Pint
gcr1 = - -
P
7
P
6
ser1 =
P
7
U1 = 0.8
stg1
ms1stg
=
U1
Tcond =
45
::::
h
cond
h ( 'Water' , T ,x:::: 0 )
::::
2
::::
hsteam1
h ( 'Steam' , T ,x:::: 1 )
::::
Qintcd
ms1
( h steam1 hcond )
h steam 1 - h
cond
1
m cW,intcd :::: ms 1 stg .
hcond - hci
:::: 3 T
ineo
m NCGextra :::: ms NeG
mNCG2 :::: mNCG + m
= Tci +
Ppv2 :::: P ( 'Steam' , T , x:::: 1 )
vg2 :::: V ( m' , p:::: Ppv2 ,x:::: 1 )
:::: Pint Ppv2
3
+ 273.15 rn
(rnNCG2 rna
--- + . 83.14472 . 1.0 x 10-6 . Vol2 ::::
Ppga2 \ rnwg rnwa
Vol2
m ::::
vg2
mNCG2 mv2
stg2 :::: ---+ --+ ma
entv
Patmosf erik
gcr2 ::::
Pint
::::
Pint
U2 ::: 0.3
ms2stg ::::
U2
ms :::: ms 1 stg + ms2stg
=
2
hsteam2 =
h ('Steam' ,T =Teject2 ,X = 1)
Qaftcd = ms2stg (hsteam2 - hcond )
_h_s_te_am_2 ___hcond 1
mcW,aftcd = ms2stg
h
cond
hci
11generator
= 0.95
llmekanik
= 0.99
Pparasitic Pcp +
Pi""P
=
=
Pturbin,net Wturbin
1000
=
SPout
mss
1000
::
SPout
MN
0.001 Q
ev
= ( (mss +
mSejector ) ( h1 - h8 .
kW
T
lingk
= 30
::::
Plingk
1
Slingk
=
S ( 'Air' ,T =Tlingk ,P= Plingk )
Twet,bulb
= 25
exergy
= h1 - (Tlingk Twet,bulb ) . 8s
1000
11NTE = Pturbin,net . ( +
100
ms6 msejector ) . exergy
Pgenerator = Pturbin,net 11generator . 11mekanik . (1 - NeG . 0.0059)
Paux ::: 0.1 . Pgenerator
=
'1NTE = 16.29 [0/0]
NeG =0.017
Wetness = 0.1362
P
5
=6.5
mS5 =12A7
Ps =
mS6=11A5
Flowrate =50 [tonlhr]
T7=45.79
P7 =
2.877 [kg/s]
P
1
=12
P2 =7.5
h1 =2784
mS1 =12A7
6.5
Ts = 162
0.1
Pa =1
Ts = 45
=81.8[kW]
Cc:dlngPuTlp
ml w=2B77 [kg/s]
CcrQN"Pcr.druTlP
m12 = 0
Piwp =1.142 [kW]'w.,
CCI'Ictlnsap:::nd
fhlr,lecDCI'Iw.n