Anda di halaman 1dari 6

Teknik Peledakan (Blasting)

Posted by sangminer on 29 Oktober 2011

Tujuan pekerjaan peledakan dalam dunia pertambangan itu sendiri yaitu memecah atau membongkar batuan padat atau material berharga atau endapan bijih yang bersifat kompak atau masive dari batuan induknya menjadi material yang cocok untuk dikerjakan dalam proses produksi berikutnya. dalam suatu operasi peledakan pada pertambangan didahului oleh pemboran yang bertujuan untuk membuat lubang tembak. Lubang tembak sendiri akan diisi oleh bahan peledak yang terlebih dahulu di isi oleh material atau pasir yang disebut Subdrilling bertujuan agar hasil peledakan tidak terjadi toes atau tonjolan-tonojolan pada lantai tambang yang mengakibatkan alat berat sulit bergerak saat pemuatan dan pengangkutan hasil peledakan. setelah disi oleh rangkaian bahan peledak seperti TNT atau ANFO yang dilengkapi dengan nonel, maka selanjutnya diisi material penutup yangdisebut stemming berfungsi menahan tekanan keatas agar energi yang dihasilkan oleh bahan peledak tersebar kesegala arah dan menghancurkan batuan disampingnya. Tujuan perencanaan pemboran dan peledakan pada batuan: menghasilkan batuan lepas, yang dinyatakan dalam derajat fragmentasi sesuai dengan tujuan yang akan capai. Hasil peledakan ini sangat mempengaruhi produktivitas dan biaya operasi berikutnya. Fragmentasi batuan dapat dikontrol dengan merubah pola pemboran atau mengatur powder faktor atau menggunakan kombinasi kedua faktor tersebut. Hal yg perlu diperhatikan dalam peledakan yaitu Sifat-sifat batuan yang penting:

Kekerasan: Tahanan dari suatu bidang permukaan halus terhadap abrasi. Kekerasan dipakai untuk mengukur sifat-sifat teknis dari material batuan. Abrasiveness: Parameter yang mempengaruhi keausan (umur) mata bor. tersebut. Kandungan kuarsa dalam batuan biasanya dipercaya untuk mengukur keausan mata bor (drill bit). Abrasiveness tergantung pada komposisi batuan. Keausan mata bor sebanding dengan komposisi batuan dianggap sebagai petunjuk yang dapat

Tekstur: Struktur butiran dari batuan dan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat-sifat porositas, looseness density dan ukuran butir. Tekstur juga mempengaruhi kecepatan pemboran. Struktur: Rekahan, patahan, bidang perlapisan schistosity dan jenis batuan, dip, strike. Breaking characteristic: menggambarkan sifat batuan apabila dipukul dengan palu. Setiap jenis batuan mempunyai sifat khusus dan derajat kerusakan yang berhubungan dengan dengan tekstur, komposisi mineral dan strukturnya. dalam kegiatan pemboran dan peledakan terdapat 2 ketahanan batuan Rock Drillability yaitu Kecepatan penetrasi dari mata bor ke dalam batuan. Rock drillability adalah fungsi dari beberapa sifat batuan, seperti: komposisi mineral, tekstur, ukuran butiran, derajat pelapukan dan lain sebagainya. Rock Blastability yaitu Tahanan batuan terhadap peledakan dan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan batuan. Dalam batuan yang keras dan padat peledakan dapat dikontrol dengan baik. Sedangkan dalam batuan yang banyak celahnya sebagian energi dari bahan peledak hilang ke dalam rekahan dan peledakan susah untuk dikontrol. Sebelum sampai pada rancang bangun peledakan, banyak hal yang harus diketahui terlebih dahulu, a. b. Parameter yaitu yang Parameter bahan berkaitan dengan : batuan. peledak.

c. d. e. Fragmentasi

Parameter Sasaran yang

pengisian. produksi. dikehendaki.

f. Kondisi lapangan (curah hujan, bangunan sekitar, kebisingan, dll). Suatu operasi peledakan batuan akan mencapai hasil optimal apabila perlengkapan dan peralatan yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang diterapkan. Perlengkapan peledakan (blasting supplies / blasting accessories) adalah semua bahan atau kelengkapan yang dapat digunakan hanya untuk satu kali peledakan saja. Contohnya adalah sumbu api, detonator, sumbu ledak, dan sebagainya. Peralatan peledakan (blasting equipment) adalah alat-alat yang dapat digunakan berulang kali dalam proses peledakan. Contohnya adalah blasting machine, dan sebagainya. BAHAN PELEDAK Bahan peledak (handak) adalah suatu bahan kimia yang berupa senyawa tunggal atau campurannya yang berbentuk padat atau cair, yang apabila dikenai suatu aksi panas, benturan, gesekan atau ledakan awal dapat bereaksi dengan kecepatan tinggi dan akan berubah menjadi bahan-bahan yang lebih stabil yang sebagian atau seluruhnya berbentuk gas dan disertai dengan panas dan tekanan yang sangat tinggi. Secara garis besarnya, jenis bahan peledak diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu : Bahan Bahan Berdasarkan Bahan peledak peledak lapangan peledak mekanis kimia penggunaannya, militer bahan (untuk (mechanical (chemical peledak dibagi explosives). explosives). atas :

Bahan peledak nuklir (nuclear explosives). kepentingan militer).

Bahan peledak komersil / industri (untuk keperluan pekerjaan sipil, tambang, dll), umumnya dari bahan peledak kimia. Berdasarkan -Bahan kecepatan peledak reaksinya, bahan kuat peledak dibagi (high 2 jenis, yaitu:

explosives).

-Bahan peledak lemah (low explosives). 1. Bahan peledak mekanis yaitu Senyawa dalam bahan peledak mekanis akan segera bereaksi dan berubah menjadi gas akibat suatu elemen panas yang dimasukkan ke dalam bahan peledak tersebut. Contohnya adalah cardox, yaitu bahan peledak yang terdiri dari suatu tabung dengan penutup yang mudah retak yang berisi CO2 cair. 2. Bahan peledak kimia Berdasarkan kecepatan reaksinya bahan peledak ini dibagi dua, yaitu: -Bahan peledak kuat. Bahan peledak ini memiliki kecepatan reaksi sangat tinggi, yaitu 5.000 24.000 fps (1-6 mil perdetik). Tekanan yang dihasilkan juga sangat tinggi 50.000 4.000.000 psi. Sifat reaksinya adalah detonasi, yaitu penyebaran gelombang kejut (shock wave). Bahan peledak kuat ini dibagi 2 macam lagi, yaitu: - primary explosives, yaitu bahan peledak yang mudah meledak bila terkena api, benturan, atau gesekan, misalnya PbN6, Hg(ONC)2, yaitu untuk bahan isi detonator. - secondary explosives , yaitu bahan peledak yang hanya akan meledak apabila ada ledakan yang mendahuluinya, misalnya ledakan dari sebuah detonator atau primer. Contohnya adalah TNT (Tri Nitro Toluene) dan PETN. -Bahan peledak lemah. Bahan peledak ini (low explosives) memiliki kecepatan reaksi rendah (<5.000 fps). Tekanan yang dihasilkan <50.000 psi. Umumnya dipakai di tambang batubara.

3. Bahan peledak nuklir. Bahan peledak nuklir umumnya terbuat dari plutonium, uranium 235, atau bahan-bahan sejenis yang mempunyai sifat atom aktif. METODE PELEDAKAN:

Peledakan cara non-listrik Peledakan cara listrik Peledakan cara non-listrik terdiri dari: Nonel Sumbu Sumbu api ledak (Safety (detonating fuse) fuse)

Nonel adalah Tube plastik yang mempunyai diameter luar 3 mm, di dalamnya berisi suatu bahan reaktif yang dapat menjalankan gelombang kejut (shock wave) dengan kecepatan ca. 2000 dalam detonator. Macam-macam Nonel Nonel GT-HD GT-OD jenis Nonel dan dan Nonel Nonel nonel detonator: standard Unidet-HD Unidet-OD meter (2 kilometer) per detik. Shock wave mempunyai energi yang dapat meledakkan primary explosive atau delay element

Nonel GT-HT dan Nonel Unidet HT

Macam-macam perlengkapan Nonel: tube Nonel UB 0 connector, bekerja sebagai relay; gelombang kejut yang diterima dari nonel diperkuat Nonel dan bunch didistribu-sikan connector ke dipakai sejumlah nonel tube dalam penerima. terowongan Nonel starter sama dengan UB 0, tersedia dalam 50 atau 100 m coil/reel (gulungan). kebanyakan Multiclip adalah penyambung plastik yg dipakai untuk menyambung nonel tube dengan

sumbu ledak. Geometri peledakan adalah jarak lubang tembak yang di buat pada saat sebuah area pertambangan akan di ledakkan.

Spacing (S) PELEDAKAN CARA LISTRIK: Diameter Tinggi Kedalaman

Burden lubang lubang Subdrilling Stemming tembak( jenjang tembak

(B) ) (L) (H) (J) (T)

Tiga

elemen Detonator

dasar listrik

rangkaian (electric

peledakan: detonator)

Kawat rangkaian (circuit wiring), terdiri dari: Leg wire Connecting wire Firing line Buswire

- Sumber tenaga (power source): Blasting machine dan AC-power line. Kawat rangkaian (circuit wiring), terdiri dari:

- Legwire: Dua kawat yang menjadi satu dengan detonator listrik, yang salah satu ujungnya dihubungkan dengan bridge wire yang terdapat dalam detonator. Isolasi legwire pada ujung yang lain terkupas dan kedua kawat diikatkan satu terhadap yang lain atau dilindungi plastik shunt. dengan Panjangnya bervariasi tergantung kebutuhan. Connecting wire: Kawat yang mempunyai isolasi, dipakai untuk meng-hubungkan isolasi yang tahan terhadap air yaitu 20 AWG atau yang lebih besar.

legwire dengan firing line. Connecting wire terdiri dari kawat tunggal (solid wire) tembaga Firing line: Kawat yang dipergunakan untuk menghubungkan sumber tenaga listrik

dengan rangkaian detonator yaitu 14 AWG atau yang lebih besar. Buswire: Kawat perpanjangan dari firing line dimana masing-masing detonator (paralel

circuit) atau masing-masing detonator dalam seri (paralel series circuit) dihubungkan. Buswire memiliki ukuran (gauge) yang sama dengan semua firing line. Jenis Kelas Instantaneous Milli-second Half-second Delay detonator Detonator detonator detonator detonator Instantaneous detonator detonator

Milli-second Di dalamnya terdapat milli second delay element, berfungsi untuk menunda detonasi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Waktu tunda (delay interval) antara setiap inter-val seri tidak boleh melibihi 100 ms (0.1 detik). Half yaitu Di dalamnya terdapat half second delay element. Waktu tunda (delay interval) adalah 500 ms (0.5 detik). Beberapa sebelumnya Contoh:

istilah diiringi suara

dalam keras dan efek

Peledakan mekanis yang

Tambang merusak.

Ledakan (explosive) Ekspansi seketika yang cepat dari gas menjadi bervolume lebih besar dari

Tangki bertekanan meledak Balon karet meletus Kriteria:

Tidak melibatkan reaksi kimia Transfer energi ke gerakan massa (efek mekanis) Disertai panas dan bunyi Deflagrasi Adalah proses kimia eksotermis di mana transmisi dari reaksi dekomposisi didasarkan pada konduktivitas termal (heat/thermal conductivity) Merupakan fenomena reaksi permukaan di mana reaksinya meningkat menjadi peledakan dengan kecepatan rendah, yaitu antara 300-1000 m/s, atau lebih rendah dari kecep suara (subsonic) Deflagrasi 20NaNO3 + terjadi Potassium 30C Sodium + 10S pada reaksi nitrat nitrat 6Na2CO3 + + peledakan + Na2SO4+ LOW EXPLOSIVE charcoal 3Na2S charcoal (black + +14CO2 +10CO + + powder): sulfur 10N2 sulfur

20KNO3 + 30C + 10S 6K2CO3 + K2SO4+ 3K2S +14CO2 +10CO + 10N2 Detonasi Adalah proses kimia-fisika yang mempunyai kecepatan reaksi sangat tinggi, sehingga menghasilkan gas dan temperature sangat besar yang semuanya membangun ekspansi gaya yang sangat besar pula. Kecepatan reaksi yang sangat cepat dan diawali dengan panas tersebut menghasilkan gelombang tekanan kejut (shock compression wave) dan membebaskan energi dengan mempertahankan shock wave serta berakhir dengan ekspansi hasil reaksinya. Contoh: TNT ANFO NG meledak meledak meledak : : C7H5N3O6 : 3 1,75 3 CO2 + 2,5 2,5 H2O CO2 + H2O + + 7 1,5 1,5 N2 + + N2 + 5,25 3 0,25 C N2 O2 NH4NO3 + CO2 + CH2 H2O

C3H5N3O9

NG + AN meledak Kriteria: Handak Reaksi

: 2 C3H5N3O9 + NH4NO3 6 CO2 + 7 H2O + 4 N4 + O2 Melibatkan dapat ledakan digunakan tidak reaksi dalam dapat lubang kimia ledak dipadamkan

- Oksigen utk reaksi terdapat dalam bahan itu sendiri (tanpa oksigen dari udara)

- Reaksi sangat cepat (> Kecepatan suara supersonic); contoh VoDANFO = 4500 m/s - Shock compression: mempunyai daya dorong sangat tinggi, merobek retakan yang sudah ada - Shock Bahan wave: bahaya dan symphatetic Komposisi detonation, Bahan menentukan safety - Ada ledakan (gerakan massa, bunyi dan panas) Peledak Kimia Hampir semua bahan peledak komersial adalah campuran dari senyawa-senyawa yang mengandung 4 unsur dasar, yaitu karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Ke dalam senyawa dasar ditambahkan unsur-unsur seperti sodium (Na), aluminium (Al), kalsium (Ca), dan sebagainya, yang dimaksudkan untuk memperoleh efek tertentu, misalnya untuk menambah tenaga peledakan. Suatu bahan peledak tidak harus selalu mengandung senyawa-senyawa eksplosive seperti nitrogliserin, nitrostarch, TNT, dan lain-lain, tetapi yang paling penting adalah apakah sifat masing-masing bahan itu cocok untuk suatu campuran. kesimpulan bahwa dalam setiap proses peledakan dalam tambang, paramater yang harus diperhatikan yaitu 1. kelengkapan alat, perlengkapan peledakan (ANFO, PTEN, Detonator, Nonel dan lain) sebelumnya distance

2. sifat-sifat batuan yang akan di ledakkan (kekerasan, stuktur, rekahan, tekstur, dan lain-lain) 3. yang tepenting ialah keamanan dan keselamatan para pekerja disekitar area peledakan

MENGAPA BLASTING DIPERLUKAN


Sekitar sepuluh tahun terakhir ini perkembangan industri pertambangan begitu pesat terutama Pertambangan Batubara. Seiring dengan pesatnya perkembangan Pertambangan Batubara ini membawa pengaruh positif bagi industri banahan peledak dan jasa peledakannya.

Mengapa blasting diperlukan

di

Pertambangan

Batubara?

Blasting adalah pilihan yang sangat tepat apabila anda ingin membuka Tambang Batubara dengan biaya yang relatif murah dalam waktu yang sangat singkat bila dibandingkan Di semua dengan anda menggunakan batubara alat kelas mekanis dan saja. besar

perusahaan

pertambangan

menengah

semuanya telah merasakan manfaat dari blasting, bahkan perusahaan berskala kecil saat ini telah memiliki akses yang cukup mudah untuk melakukan balsting. Dari segi keselamatan kerja juga sangat baik asalkan semua pihak atau pelakunya mematuhi dan melaksanakan prosedur yang ada maka tingkat keselamatannya dapat terkontrol. Bila perusahaan anda bergerak di bidang penambangan batubara, tambang batu andesit, granit, emas, dll namun belum menggunakan blasting maka sekarang saatnya Apa 1. 2. 3. Ijin saja anda yang untuk diperlukan anda dari mempertimbangkan untuk dapat memiliki Gudang Departemen ESDM atau pekerjaan blasting ini.

melakukan AMDAL Dinas

pekerjaan pekerjaan

peledakan? peledakan Peledak Daerah

Perusahaan Gudang

harus

Memiliki

Bahan Pertambangan

4. Ijin Pemilikan, Penguasaan dan Penyimpanan yang dikelurkan Mabes Polri 5. Ijin Pembelian dan Penggunaan Bahan Peledak dikeluarkan Mabes Polri Setelah itu Perusahaan anda sudah siap membeli bahan peledak dan melaksanakan pekerjaan Blasting