Anda di halaman 1dari 4

Dear kawan, Belakangan ini, beberapa teman yang kukenal menderita cacar air (hm.

semoga lekas sembuh yaaa).. Selain itu, ada pula yang kena herpes. Sama-sama gangguan ruam-ruam pada kulit yang cukup mengganggu. Aku sendiri pernah kena cacar air juga waktu kelas 4 SD. Satu dua bekasnya masih ada loh! Nah, salah satu kenalanku tadi menanyakan apa benar informasi bahwa herpes itu ada hubungannya dengan cacar air yang pernah didapat waktu kecil. Lalu pengobatannya gimana? Oke deh, tulisan kali ini mencoba mengangkat tentang herpes zoster dan cacar air, yang ternyata disebabkan oleh virus yang sama, yaitu varicella zoster virus (VZV). Lalu apa bedanya? Oya, . kalau dalam bahasa Inggris, herpes zoster ini disebut shingles, dan cacar air adalah chickenpox. Apakah herpes zoster (Shingles) itu? Herpes zoster adalah ruam kulit yang menyakitkan yang disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV). VZV adalah virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tetap dalam tubuh. Biasanya virus ini tidak menyebabkan masalah, namun, virus bisa muncul kembali beberapa tahun kemudian, menyebabkan herpes zoster. Tapi mohon diingat, herpes zoster tidak disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan herpes genital loh (suatu penyakit menular seksual). Seperti apa sakit herpes zoster itu?

herpes zoster, di daerah dahi Herpes zoster biasanya dimulai sebagai ruam di satu sisi wajah atau tubuh. Dimulai sebagai ruam lepuh yang berkeropeng setelah 3 sampai 5 hari. Ruam ini biasanya hilang dalam waktu 2 sampai 4 minggu. Sebelum ruam berkembang, sering ada rasa sakit, gatal, atau kesemutan di daerah di mana ruam akan berkembang. Gejala lain dari herpes zoster antara lain termasuk demam, sakit kepala, menggigil, dan gangguan lambung. Apakah ada efek jangka panjang dari herpes zoster? Herpes zoster umumnya jarang sekali menimbulkan efek jangka panjang. Namun pada orangorang tertentu yang mungkin cukup parah penyakitnya, herpes dapat menyebabkan pneumonia, masalah pendengaran, kebutaan, radang otak (ensefalitis) atau bahkan kematian. Satu dari 5 orang mungkin masih akan merasakan sakit walaupun ruamnya sudah hilang. Nyeri ini disebut neuralgia pasca-herpes. Pasien usia lanjut lebih berisiko mengalami neuralgia pasca-herpes, dan bahkan lebih parah.

Siapa yang bisa kena herpes zoster? Siapapun yang telah sembuh dari cacar air dapat mengalami herpes zoster, termasuk anak-anak. Namun, herpes zoster paling sering terjadi pada orang berusia 50 tahun dan lebih tua. Risiko mendapatkan herpes zoster meningkat dengan usia. Selain itu orang-orang yang sistem imunnya tertekan, seperti pada pasien kanker, leukemia, limfoma, dan human immunodeficiency virus (HIV), atau orang yang menerima obat imunosupresif, seperti steroid dan obat-obatan diberikan setelah transplantasi organ juga berisiko lebih besar untuk mendapatkan herpes zoster. Seberapa sering seseorang bisa mendapatkan herpes? Umumnya seseorang hanya mengalami satu episode herpes zoster seumur hidupnya. Namun meskipun jarang, mungkin ada yang mengalami herpes kedua dan ketiga dalam hidupnya. Apakah herpes zoster dapat menyebar ke orang lain? Herpes zoster tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain. Namun, virus yang menyebabkan herpes zoster, VZV, dapat menyebar dari seseorang dengan herpes zoster aktif kepada seseorang yang belum pernah menderita cacar air melalui kontak langsung dengan ruam. Orang yang terkena akan mengalami cacar air, bukan herpes zoster. Virus ini tidak tersebar melalui bersin, batuk, tetapi seseorang dengan herpes zoster dapat menyebarkan penyakit saat ruam berada dalam fase-melepuh. Setelah ruam kering, orang tersebut tidak lagi menularkan. Seseorang tidak menularkan sebelum lepuh muncul atau dengan neuralgia pascaherpes (sakit setelah ruam hilang). Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran herpes zoster? Risiko penyebaran herpes zoster lebih kecil bila ruam tertutup. Karena itu, orang dengan herpes zoster harus menjaga ruam supaya tetap tertutup, tidak menyentuh atau menggaruk ruam, dan sering mencuci tangan mereka untuk mencegah penyebaran VZV. Apakah ada pengobatan untuk herpes zoster? Beberapa obat, acyclovir (Zovirax), valacyclovir (Valtrex), dan famsiklovir (Famvir), tersedia untuk mengobati herpes zoster. Obat-obat ini harus dimulai sesegera mungkin setelah ruam muncul dan akan membantu memperpendek lama penyakit berlangsung dan mengurangi keparahan penyakit ini. Obat analgesik juga dapat membantu untuk mengatasi nyeri yang disebabkan oleh herpes zoster. Obat antibiotika yang ditujukan untuk membunuh bakteri tentu tidak tepat jika diberikan kepada pasien herpes, kecuali jika sudah ada kemungkinan terjadi komplikasi yang melibatkan bakteri. Lalu, apakah cacar air (chickenpox) itu? Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang menghasilkan ruam melepuh seperti, gatal, kelelahan, dan demam. Ruam muncul pertama kali pada batang dan wajah, tetapi bisa tersebar di seluruh tubuh menyebabkan antara 250-500 lepuh gatal pada orang yang tidak divaksinasi. Bagaimana orang bisa terinfeksi cacar air? Cacar air sangat menular dan menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung atau melalui udara dari orang yang terinfeksi batuk atau bersin atau dari virus yang berasal dari ruam

kulit. Seseorang dengan cacar air sudah bisa menularkan virus 1-2 hari sebelum ruam muncul, sampai semua lepuh telah kering. Dibutuhkan 10-21 hari setelah terpapar bagi seseorang untuk menderita cacar air. Bisakah Anda mendapatkan cacar air jika Anda telah divaksinasi? Ya. Sekitar 15% -20% dari orang-orang yang telah menerima satu dosis vaksin cacar air masih mungkin mengalami cacar air jika mereka terpapar oleh virus, tapi penyakit mereka biasanya ringan. Seperti apa penyakit cacar air itu?

cacar air pada anak-anak Pada anak-anak yang tidak divaksinasi, cacar dapat menyebabkan penyakit yang berlangsung sekitar 5-10 hari. Anak-anak biasanya kehilangan 5 atau 6 hari sekolah karena cacar air dan memiliki gejala seperti demam tinggi, gatal parah, ruam tidak nyaman, dan dehidrasi atau sakit kepala. Selain itu, sekitar 1 dari 10 anak yang tidak divaksinasi yang mendapat penyakit ini akan memiliki komplikasi dari cacar air yang serius, meliputi lesi kulit yang terinfeksi, infeksi lain, dehidrasi karena muntah atau diare, atau komplikasi yang lebih serius lainnya, seperti pneumonia dan ensefalitis. Pada anak-anak divaksinasi, penyakit cacar air biasanya ringan, kadang tanpa gejala sama sekali. Apa komplikasi serius dari cacar air? Komplikasi serius dari cacar air adalah infeksi bakteri yang dapat melibatkan banyak tempat di tubuh termasuk kulit, jaringan bawah kulit, tulang, paru-paru (pneumonia), sendi, dan darah. komplikasi serius lainnya adalah akibat langsung infeksi virus varicella-zoster, meliputi pneumonia virus, masalah, perdarahan dan infeksi otak (ensefalitis Apakah cacar air dapat dicegah? Ya, vaksinasi dengan vaksin varicella (vaksin cacar) dapat mencegah cacar air. Bisakah seseorang mendapatkan cacar air lebih dari sekali? Ya, tapi kejadian tersebut jarang terjadi. Bagi kebanyakan orang, satu infeksi tampaknya memberi kekebalan seumur hidup. Cacar air pada anak-anak biasanya tidak serius, dan lebih ringan daripada yang terjadi pada orang dewasa. Mengapa tidak membiarkan anak-anak mendapatkan penyakit ini? Yah, hal ini tidak mungkin, karena sulit untuk memprediksi siapa yang akan mengalami kasus ringan dan siapa yang akan berkembang jadi parah atau bahkan

mematikan. Apalagi sekarang ada vaksin yang aman dan efektif, jadi sebaiknya dicegah dengan vaksinasi. Jika sudah terjadi, pengobatannya sama dengan herpes zoster. Demikian kawan, semoga dengan tambahnya wawasan tentang ini, bisa turut mencegah penularan cacar air pada sesama kita.