Anda di halaman 1dari 7

I.

Pendahuluan Peran protein dalam organisme hidup dan genetika yang paling penting penting adalah sebagai struktur strain protein yang membantu kita untuk memahami bagaimana kehadiran protein benar-benar mempengaruhi kita. Hal ini hanya dapat dipahami pertama, kehadiran dan kebutuhan protein, mengapa protein dibutuhkan dalam tubuh. Protein memainkan peran penting dalam siklus hidup dan kualitas hidup manusia. Tergantung pada peran dan obligasi dan struktur asam amino, protein dalam membran sel berperan sebagai saluran untuk memfasilitasi difusi. Pengangkutan aktif yang dihasilkandatang karena protein globular. Protein memfasilitasi difusi dan bertindak sebgai transporter. Protein mengikat dengan molekul glukosa untuk mengangkut mereka ke sisi lain dari membrane. Hal ini memudahkan glukosa untuk mengangkut mereka ke sisi lain dari membrane.Hal ini memudahkan glukosa untuk melepaskan diri. Potein, pada organisme hidup memainkan peran saluran untuk mentransfer molekul sesuai dengan kualitas listrik dan kimia. Untuk mengetahui adanya protein dalam mahluk hidup dapat dilakukkan beberapa test, diantaranya melalui reaksi biuret, reaksi millon, dan pengaruh alcohol terhadap air.

II. Tujuan Untuk mengetahui gugus mono hidroksi benzene dalam sampel.

III. Alat dan Bahan * Alat - Tabung reaksi - Pipet tetes - Penangas air * Bahan - Larutan albumin 2 ml - 3 tetes reagen millon - Larutan gelatin 2 ml - Larutan kasein 2 ml

IV. Cara Kerja 1. Mencampurkan 2 ml albumin dengan 3 tetes reagen millon pada tabung reaksi. 2. Mencampurkan 2 ml gelatin dan kasein dengan 3 tetes reagen millon pada tabung reaksi. 3. Memanaskan tabung reaksi di penangas air selama 5 menit. 4. Mencatat hasil dan melihat perubahan yang terjadi.

V. Teori Dasar Kata protein berasal dari kata Yunani proton atau protens yang berarti pertama atau utama. Protein merupakan komponen penting dan utama pada sel hewan dan manusia. Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam dalam pembentukkan dan pertumbuhan tubuh. Protein dapat di klasifikasikan yaitu sebagai berikut ; Berdasarkan kelarutannya a). Protein fibrosa b). Protein globular : tidak larut dalam pelarut biasa namun larut dalam asam dan basa. : larut dalam air, larutan asam, basa, bahkan garam.

Berdasarkan komplekon strukturnya a). Protein sederhana : sederhana hidrolisisnya menghasilkan asam amino, contoh: albumin,globular b). Protein konjugasi : memiliki gugus bukan protein yaitu gugus prostetik, contoh : neuro protein, kromoprotein. Protein juga memiliki sifat-sifat yaitu sebgai berikut ; a). Kelarutan. Kelarutan protein dalam berbagai pelarut berbeda. b). Sifat Koloid Didalam pelarut air, protein akan membentuk koloid. Disamping itu, protein memiliki gugus hidrofilik seperti -NH2, -COOH, -OH, sehingga kolid hidrofil, karena molekulnya cukup maka protein tidak dapat berdiskusi melalui membran. c). Sifat asam basa Sifat asam basa protein ditentukan oleh gugus asam basa pada gugus R-nya. Adanya gugus asam basa menyebabkan protein bersifat sebagai amfotir. d). Denaturasi dan koagulasi

Pada proses denaturasi protein mengalami perubahan sifat fisik dan kereaktifan biologisnya disebabkan pemanasan. e.) Penguraian Protein dan mikroba Mikroba mengeluarkan enzim-enzim proteolik yang menghidrolisiskan protein, menjadikan asam-asam amino. Perubahan selanjutnya bergantung pada jenis mikroba pembentuk dan dalam hal ini dapat terjadi deaminasi, oksidasi, atau reduksi. Uji reaksi millon merupakan uji yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya ikatan pepetida pada protein yang berganung dengan adanya derivat mono hidroksi benzene seperti tirosin dan fenol. Reaksi ini akan terganggu dengan adanya ion klorida ataau ammonium.

VI. Hasil dan Pembahasan NO 1 Larutan Albumin 2 ml + 3 tetes reagen millon Reaksi Positif terdapat endapan berwarna merah 2 Gelatin 2 ml + 3 tetes reagen millon Negatif tidak terbentuk endapan berwarna merah 3 Kasein 2 ml + 3 tetes reagen millon Negatif tidak terbentuk endapan berwarna merah

Dalam analisa protein tes reaksi millon diperlukan untuk mengetahui adanya gugus mono hidroksi benzen dalam sampel. Tabung pertama berisi 2 ml larutan sampel albumin yang mulamula ditambahkan dengan 3 tetes reagen millon yang menghasilkan endapan berwarna merah Tabung kedua berisi 2 ml larutan gelatin dan tabung kletiga berisi 2 ml larutan kasein yang ditambahkan dengan 3 tetes reagen millon. Larutan gelatin menghasilkan warna orange tanpa terbentuk endapan merah dan larutan kasein menghasilkan warna bening tanpa terbentuk endapan berwarna merah. Tujuan dari penambahan reagen ini adalah untuk mengkondisikan agar suasana menjadi basa. Perubahan warna menjadi endapan merah menandakan bahwa dalam larutan tersebut telah terbentuk senyawa kompleks yang memiliki gugus mono hidroksi benzen. Akan tetapi, pada tabung kedua yang sebelumnya berwarna bening berubah menjadi warna orange dan pada tabung ketiga yang semula berwarna keruh berubah menjadi warna bening yang didalamnya

terdapat endapan warna putih .Perubahan warna ini disebabkan oleh terjadinya proses denaturasi (perubahan struktur protein) pada saat protein dipanaskan.

VII. Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada tes ini menunjukkan adanya reaksi positif pada albumin yang mengandung senyawa kompleks.

VIII. Daftar Pustaka 1. Buku Pedoman Praktikum. Modul Biologi Molekuler. Program Pend idikan Dokter Universitas Palangka Raya. 2013. 2. Murray, Robert K Danyl k. Gramer, Victor W. Rodwell. Biokimia Harper. Edisi . Jakarta: EGC. 2009

LAMPIRAN

Larutan Millon

Memasukan 2 ml albumin ke tabung reaksi

Larutan gelatin dan kasein

Larutam albumin, gelatin, kasein di campur larutan millon sebelum ke penangas air

Tabung reaksi berisi larutan albumin, gelatin, kasein di dalam pengas air selama 5 menit

Larutan albumin, gelatin dan kasein setelah di panaskan