Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN FIELDTRIP PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

Kelembagaan Ekonomi di Desa Permanu Krajan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang

LAPORAN FIELDTRIP PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN Kelembagaan Ekonomi di Desa Permanu Krajan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Oleh:

Oleh:

Kelas F Kelompok 2 dan 7 Primus Kibran Devara Andy Tiara Condro Adi Raharjo Luky Widyawati Anggoro Putra Pradita Rhonda Audia Rahmawati Mahrus Yuli Sarifatul Dwi Putrinda Wisnu Bayu Aji Reni Anita

135040101111053

135040101111042

135040101111050

135040101111046

135040101111067

135040101111048

135040101111058

135040101111049

135040101111065

135040101111064

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Fieldtrip Pengantar Ekonomi Pertanian di Studi Lapang Desa Permanu Krajan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dengan baik dan sesuai dengan yang kami harapkan. Pembuatan laporan ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tutorial terakhir Pengantar Ekonomi Pertanian. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sekirannya dapat membangun dan menyempurnakan laporan tersebut. Dalam penulisan laporan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan laporan ini, khususnya kepada :

1. Saudara Johan dan Saudari Saras sebagai asisten tutorial Pengantar Ekonomi Pertanian. 2. Serta teman-teman kelas Agribisnis F yang telah membantu dalam mengerjakan laporan ini. Dengan demikian kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini, tanpa bimbingan dan dukungan dari saudara/saudari kami tidak akan bisa menyelesaikan laporan dengan sempurna. Kritik dan saran yang dapat membangun selalu diharapkan kami untuk memperbaiki laporan ini. Semoga dengan adanya laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Malang, 13 Desember 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

 

halaman

KATA PENGANTAR

 

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB I PENDAHULUAN

....................................................................................

iii

 
  • 1.1 Latar Belakang ....................................................................................

5

  • 1.2 Rumusan Masalah ...............................................................................

5

  • 1.3 Tujuan .................................................................................................

5

  • 1.4 Manfaat

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

6

 
  • 2.1 Definisi

7

  • 2.2 Jenis-jenis Kelembagaan Ekonomi

7

  • 2.3 Fungsi Kelembagaan Ekonomi

8

  • 2.4 Gambaran Umum Kelembagaan Ekonomi yang Diamati Di lapang

8

BAB

III

METODOLOGI ........................................................................................

8

 
  • 3.1 Objek Survey

......................................................................................

8

  • 3.2 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

8

Kuisiner

  • 3.2.1 ............................................................................................

9

  • 3.2.2 ......................................................................................

Wawancara

9

  • 3.3 Teknik Analisis Data

9

BAB

IV

PEMBAHASAN .......................................................................................

10

  • 4.1 Peran Kelembagaan Ekonomi Di Lapang bagi Masyarakat Sekitar (dari sisi

kelembagaan itu sendiri dan dari sudut pandang petani )

.......................

10

  • 4.2 Akses Petani Terhadap Kelembagaan Yang Bersangkutan (apakah sulit atau tidak

, sebutkan pula kendala yang biasa dihadapi petani)

...............................

11

  • 4.3 Fungsi Kelembagaan Ekonomi yang Ada di Lapang (bandingkan dengan teori,

apakah sesuai atau tidak dengan disertai alasan yang logis )

12

BAB V PENUTUP

Error!

Bookmark not defined.

  • 4.1 Kesimpulan

Error!

Bookmark not defined.

4.2 Saran

...................................................................................................

Error!

Bookmark not defined.

 

E

rror! Bookmark not defined.

LAMPIRAN

17

iv

1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan potensi sumber daya alam. Potensi ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan melalui kegiatan perekonomian. Kegiatan pertanian yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan salah satu wujud pemanfaatan potensi tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu pertanian di Indonesia juga mengalami perkembangan. Dalam menyikapi perkembangan ini, tidak hanya dibahas tentang pengolahan lahan, cara bercocok tanam, pengendalian hama dan penyakit tanaman tetapi perlu dikaji juga mengenai aspek kelembagaan ekonomi yang mendukung aktivitas pertanian tersebut. Namun pada kenyataannya, aspek kelembagaan ekonomi ini kurang diperhatikan oleh petani di Indonesia. Sebagian besar petani kurang aktif bahkan cenderung apatis terhadap kelembagaan ekonomi yang ada, padahal kelembagaan ekonomi akan sangat membantu mereka jika mereka turut serta didalamnya.

Mayoritas petani di Indonesia mengandalkan keluarga sebagai pelaku ekonomi. Disini terlihat jelas jika petani kurang mengakses dan ikut serta dalam kelembagaan ekonomi yang ada. Kegiatan pertanian berbasis agribisnis di desa juga kurang berkembang, hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang cara bercocok tanam yang lebih modern dan keterbatasan modal untuk pengembangan usaha tani. Oleh karena itu, perlu ada perhatian lebih dari berbagai pihak untuk pemberdayaan petani dan pengembangan usaha tani yang ada. Karena bagaimanapun pertanian merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa.

Melihat fenomena kurang aktifnya petani dan kurang berfungsinya kelembagaan ekonomi yang ada di desa, peran ilmu ekonomi khususnya pengantar ekonomi pertanian sangat diperlukan. Oleh karena itu, dalam praktikum mata kuliah pengantar ekonomi pertanian ini, penulis melakukan analisis kelembagaan ekonomi yang ada di desa. Untuk keakuratan data, penulis melakukan pengamatan lapang di desa Permanu, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.

1.2

Rumusan Masalah

  • 1. Apa peranan kelembagaan ekonomi di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang bagi masyarakat setempat?

  • 2. Bagaimana akses petani terhadap kelembagaan yang terdapat di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang?

  • 3. Apa fungsi kelembagaan ekonomi di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang?

  • 1.3 Tujuan

    • 1. Untuk mengetahui peranan kelembagaan ekonomi di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang bagi masyarakat setempat.

    • 2. Untuk mengetahui akses petani terhadap kelembagaan yang terdapat di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

    • 3. Untuk mengetahui fungsi kelembagaan ekonomi di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

1.4 Manfaat

  • 1. Agar kita dapat memahami peranan kelembagaan ekonomi di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang bagi masyarakat setempat.

  • 2. Agar kita dapat memahami akses petani terhadap kelembagaan yang terdapat di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

  • 3. Agar kita dapat memahami fungsi kelembagaan di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  • 2.1 Definisi Kelembagaan

    • a. Pada dasarnya kelembagaan mempunyai dua pengertian yaitu : kelembagaan sebagai suatu aturan main (rule of the game) dalam interaksi personal dan kelembagaan sebagai suatu organisasi yang memiliki hierarki (Hayami dan Kikuchi, 1987)

    • b. Kelembagaan mempunyai pengertian sebagai wadah dan sebagai norma. (Nasution, 2002)

    • c. Kelembagaan adalah batasan-batasan yang dibuat untuk membentuk pola interaksi yang harmonis antara individu dalam melakukan interaksi politik, sosial, dan ekonomi

  • 2.2 Jenis-Jenis Kelembagaan

  • (Douglas North, 1993)

    a.Lembaga formal adalah kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki hubungan kerja rasional dan mempunyai tujuan bersama, biasaya mempunyai struktur organisasi yang jelas. Lembaga formal memiliki struktur yang menjelaskan hubungan-hubungan otoritas, kekuasaan akuntabilitas dan tanggung jawab serta bagamaina bentuk saluran komunikasi berlangsung dengan tugas-tugas bagi masing-masing anggota. Lembaga formal bersifat terencana dan tahan lama, karena ditekankan pada aturan sehingga tidak fleksibel. contohnya perseroan terbatas, sekolah, partai politik, badan pemerintah, dan sebagainya

    b.Lembaga non-formal adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai tujuan bersama dan biasanya hanya memiliki ketua saja. Contohnya arisan ibu-ibu rumah tangga, belajar bersama, dan sebagainya.

    (Fatimah azzahra, 2013)

    2.3

    Fungsi Kelembagaan Ekonomi

    • a. Memproduksi barang dan jasa yang di butuhkan dalam kehidupan masyarakat.

    • b. Mengatur pendistribusian barang atau jasa kepada masyarakat yang membutuhkan.

    • c. Mengatur penggunaan atau pemakaian barang atau jasa dalam kehidupan masyarakat.

    d.Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan

    f.Memberi pedoman untuk menggunakan

    tenaga

    kerja

    dan

    cara pengupahan

    g.Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja h.Memberi identitas diri bagi masyarakat

    (Jonhson,

    1996)

    2.4. Gambaran Umum Kelembagaan Ekonomi yang Diamati Dilapang

    Pada penelitian kami di desa Permanu RT 02/RW 05 kecamatan Pakisaji Malang kami mendapatkan informasi kelembagaan ekonomi di desa tersebut. Kelembagaan tersebut antara lain adalah Kopwan (Koperasi Wanita) dan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Menurut salah satu warga di desa Permanu, kelembagaan Kopwan merupakan kelembagaan ekonomi dalam bidang simpan pinjam.Kelembagaan ini berdiri pada tahun 2010 dan di ketuai oleh Ibu kuswati.Latar belakang berdirinya kelembagaan Kopwan ini yaitu kurangnya modal petani di desa Permanu, di harapkan petani di desa Permanu selaku suami dari anggota Kopwan dapat mengembangkan produksi pertaniannya.Kelembagaan ini sampai saat ini masih aktif.Ini di karenakan kepengurusan organisasi sudah terstruktur dengan baik. Kelembagaan ekonomi di desa Permanu yaitu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).PKK di desa Permanu sendiri di dirikan sekitar tahun 2006 dan di ketuai oleh Ibu Kuswati.Kelembagaan PKK sampai saat ini masih aktif, karena struktur organisasi di dalam PKK ini sudah jelas dan anggota dari PKK adalah ibu-ibu petani di desa Permanu. Tujuan kelembagaan PKK ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat di desa Permanu dengan cara simpan pinjam dengan mudah dan bersayarat. Selain kedua kelembagaan ekonomi di desa Permanu ada satu bidang usaha. Bidang usaha yang ada di desa Permanu adalah pengolahan kompos untuk mengurangi sampah-sampah organik yang semakin menumpuk. Bidang usaha ini di harapkan dapat

    bermanfaat untuk petani di desa tersebut dan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di desa tersebut.

    • 3.1 Objek Survey

    BAB III METODOLOGI

    Dalam penelitian makalah kami ini, yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat yang berlokasi di Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Kami melakukan penelitian terhadap petani (Bapak Giono), dan beberapa ibu PKK (Ibu Kuswati, Ibu Yuyun, Ibu Titik, Ibu Trisna Dan Ibu Ida).

    Alasan kami memiih petani dan beberapa Ibu PKK sebagai objek survey adalah karena kami ingin mengetahui adakah lembaga-lembaga atau oraganisasi-organisasi dalam bentuk pertanian ataupun bukan pertanian yang terdapat di desa tersebut. Jikapun ada apakah lembaga atau organisasi tersebut membantu masyarakat disana, bagaimanakah peran lembaga tersebut, apakah organisasi atau lembaga tersebut tersosialisasi dengan baik sehingga masyarakat dapat mengetahui, dan bagaimanakah struktur atau kinerja lembaga atau organisasi tersebut.

    • 3.2 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

    Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian dan penyusunan kami adalah metode deskriptif yang dikemukakan oleh Moch. Nazir (2003: 54), pengertian dari metode deskriptif adalah sebagai berikut.

    “Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sitematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki”

    Metode deskriptif ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sesuai keadaan sebenarnya, kemudian menginterprestasikan data dan fakta yang diperoleh untuk digunakan sebagai penarik kesimpulan secara umum mengenai keadaan masyarakat desa tersebut.

    3.2.1 Kuisoiner

    Yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan mengajukan daftar pertanyaan yang diisi oleh orang yang bersangkutan untuk mendapatkan data mengenai masalah yang diteliti yaitu, adakah lembaga yang berperan di desa tersebut, bagaimana perannya di dalam masyarakat. Langkah-langkah dalam pengambilan data secara kuisiner kami adalah sebagai berikut.

    • a. Kami menentukan masalah-masalah pokok yang kami sudah pilih dari kuisiner,

    • b. Kami mencari beberapa orang untuk menadapatkan data dari kuisiner tersebut,

    • c. Menjelaskan maksud kedatangan kami,

    • d. Melakukan sesi tanya-jawab dengan orang itu, dan

    • e. Menyimpulkan hasil pengumpulan data dari beberapa orang.

    3.2.2 Wawancara

    Yaitu teknik pengumpulan data dengan orang yang bersangkutan. Lalu dari hasil wawancara, penulis akan memperoleh data mengenai gambaran umum tentang keadaan lembaga dan oraganisasi di desa tersebut, seperti apakah lembaga tersebut dan peran- peran lembaga tersebut dalam masyarakat.

    3.3 Teknik Analisis Data

    • a. Menyiapkan alat tulis (bolpoint, kertas catatan)

    • b. Menyiapkan kuisioner yang telah terisi

    • c. Menyalin data yang dari kuisioner ke dalam sebuah catatan

    • d. Memindahkan data ke dalam laporan

    BAB IV PEMBAHASAN

    4.1 Peran Kelembagaan Ekonomi di Lapang bagi Masyarakat Sekitar (dari sisi kelembagaan itu sendiri dan dari sudut pandang petani )

    • 4.1.1 Kelembagaan Ekonomi PKK Narasumber : Ibu Kuswati (Ketua PKK)

    Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jaya Abadi adalah salah satu kelembagaan yang terdapat di Desa Permanu RT 02 / RW 05. Lembaga ini memiliki visi untuk mensejahterakan masyarakat serta memiliki misi untuk mencapai visinya yaitu dengan menambah wawasan tentang rumah tangga, penyuluhan dan sosialisasi tentang kesehatan keluarga, dan memberikan simpan pinjam untuk membantu ekonomi yang lemah. Desa ini sudah cukup lama mengelola kelembagaan ini, sekitar 8 tahun terakhir. Keberadaannya sepenuhnya dikelola oleh para ibu rumah tangga Desa Permanu RT 02 / RW 05 yang sebagian berperan sebagai ibu rumah tangga dan petani. Lembaga ini telah memiliki kepengurusan yang terstruktur. Untuk lembaga PKK diketuai oleh Ibu Kuswati, dengan Bendahara I yaitu Ibu Titik, Bendahara II yaitu Ibu Ida, Bendahara III yaitu Ibu Trisna, dan Ibu Yuyun selaku sekretaris PKK. PKK Jaya Abadi mengadakan pertemuan 2 kali dalam sebulan, dengan iuran Rp 50.000/pertemuan. Kelembagaan ini juga cukup berperan dalam menunjang peningkatan pendapatan di bidang pertanian dengan menyediakan pelayanan simpan pinjam mudah bersyarat. Ibu Kuswati, selaku ketua PKK Jaya Abadi menjelaskan bahwa lembaga ini sudah menjalankan peran dan fungsinya dengan aktif dan efektif, berdasarkan 8 fungsi PKK yaitu fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan (Drs. Mariyah, 2010). Meskipun untuk saat ini jangkauan dari kelembagaan ini masih kurang luas karena memang hanya mencakup warga Desa Permanu, RT 02 / RW 05.

    4.1.2 Kelembagaan Ekonomi Koperasi Wanita Narasumber : Ibu Kuswati (Ketua Koperasi Wanita)

    Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi adalah suatu kelembagaan yang sepenuhnya dikelola oleh para kaum hawa yang terletak di Desa Permanu, kecamatan Pakisaji, Malang. Pada dasarnya lembaga ini memiliki visi dan tujuan yang tidak jauh berbeda dengan visi PKK yaitu untuk mensejahterakan perekonomian warga dan anggotanya. Kopwan juga memiliki misi untuk mencapai visinya yaitu dengan memberikan simpan pinjam tanpa ada jaminan dan bunga ringan untuk membantu ekonomi lemah. Koperasi wanita Srikandi baru berdiri pada tahun 2010. Meskipun baru berdiri 3 tahun terakhir, Kopwan telah memiliki anggota yang relatif banyak karena anggotanya mencakup warga wanita seluruh Desa Permanu dimana sebagian besar dari anggotanya memiliki pekerjaan utama sebagai petani dan pedangang mikro. Lembaga ini telah memiliki kepengurusan yang terstruktur. Ibu Kuswati yang juga selaku ketua dari PKK Jaya Abadi juga berperan sebagai ketua dari Kopwan Srikandi, dan adapula beberapa pengurus bagian sekretaris, bendahara, dan pengawas. Seperti halnya lembaga PKK, Kopwan juga berperan untuk meningkatkan pendapatan penduduk khususnya di bidang pertanian, meningkatkan produktivitas pertanian dengan memberikan pinjaman modal bunga ringan tanpa jaminan. Kopwan mendapatkan sumbangan dana modal dari Gubernur Karwo yang diharapkan bisa diputar dan diolah penggunaannya semaksimal mungkin oleh pengurus koperasi. Sebagian dari mereka menggunakan simpan pinjam sebagai modal usaha di bidang pertanian seperti budidaya jamur. Selain itu dana pinjaman seringkali mereka manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan membeli bibit unggul, pupuk organik, pestisida organik serta alat-alat pertanian seperti cangkul dan lain lain. Menurut Ibu Kuswati, Kopwan telah memiliki peran penting dalam perekonomian desa berdasarkan fungsi

    Kopwan yang sebenarnya yaitu menguatkan kemandirian kaum perempuan, termasuk dalam memberikan sumbangsihnya pada upaya meningkatkan derajat perekonomian dan kesejahteraan keluarga (Niken Saraswati, 2010).

    4.1.3 Badan Usaha Pengolahan Sampah Menjadi Kompos Narasumber : Bapak Giyono (Anggota Pengolahan Sampah Organik)

    Pengolahan sampah organik juga merupakan bagian dari kelembagaan yang terdapat di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Malang. Lembaga ini masih tergolong baru karena didirikan pada bulan Juni 2013. Menurut bapak Giyono, hal yang melatar belakangi lembaga ini adalah dikarenakan sampah diwilayah tersebut kian hari makin banyak, hingga tergerak untuk mengolah sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Namun, untuk saat ini belum ada wujud nyata dari program kerja tersebut dikarenakan belum adanya anggota pengurus yang terstruktur dengan baik. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, lembaga ini berencana untuk memudahkan masyarakat agar memperoleh pupuk kompos dengan mudah dan murah karena tidak memerlukan ongkos kirim, disamping itu agar desa ini bisa menjadi desa mandiri pupuk kompos.

    .

    4.2 Akses Petani Terhadap Kelembagaan Yang Bersangkutan (apakah sulit atau tidak, sebutkan pula kendala yang biasa dihadapi petani)

    • 4.2.1 Akses Petani terhadap PKK Narasumber : Ibu Kuswati

    Ibu Kuswati adalah salah satu warga desa Permanu RT.02 RW.05 yang bekerja sebagai ibu rumah tangga yang sekaligus menjadi ketua lembaga PKK di desa tersebut. Menurut penuturan beliau di desa Permanu terdapat beberapa lembaga yang aktif dalam melayani masyarakat, lembaga tersebut adalah PKK. PKK merupakan singkatan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. PKK merupakan lembaga yang beranggotakan perempuan dan berfungsi untuk menghimpun ibu rumah tangga. Berdasarkan penuturan ibu Kuswati, akses petani terhadap lembaga ekonomi (PKK) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga yang bersangkutan relatif sulit diakses karena untuk mendapatkan pinjaman dari PKK tersebut petani harus menjadi anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terlebih dahulu. Akan tetapi untuk menjadi anggota, lembaga ini membuka kesempatan kepada siapapun termasuk petani untuk bergabung menjadi anggota PKK dan dapat merasakan keuntungan yang didapat. Jumlah maksimal untuk peminjaman disesuaikan dengan anggaran dana yang

    tersedia, sebanyak-banyaknya yaitu sekitar Rp 3.000.000. Pinjaman yang dilakukan harus dikembalikan sesuai tempo yang telah disediakan dengan bunga Rp 30.000 per Rp 1.000.000. Keuntungan yang dapat dirasakan oleh anggotanya antara lain warga dapat melakukan aktifitas simpan pinjam dengan suku bunga yang rendah yakni 3%, sehingga mereka dapat melangsungkan kegiatan dan kelangsungan hidup mereka. Namun, disamping itu dalam sebuah lembaga tentunya masih ada beberapa kendala- kendala kecil yang dihadapi , yaitu pengembalian uang pinjaman oleh ibu rumah tangga dan petani sering mengalami keterlambatan dikarenakan adanya beberapa faktor diantaranya karena hasil panen tidak dapat mencukupi untuk membiayai kehidupan sehingga kesulitan untuk mengembalikan uang pinjaman.

    Berikut ini skema alur peminjaman di PKK Jaya Abadi :

    Sebelum melakukan simpan pinjam, pastikan sudah terdaftar sebagai anggota aktif PKK

    tersedia, sebanyak-banyaknya yaitu sekitar Rp 3.000.000. Pinjaman yang dilakukan harus dikembalikan sesuai tempo yang telah disediakan

    Mengajukan permohonan pinjaman ke Bendahara PKK, berdasarkan nominal yang diminta dan tujuan peminjaman

    tersedia, sebanyak-banyaknya yaitu sekitar Rp 3.000.000. Pinjaman yang dilakukan harus dikembalikan sesuai tempo yang telah disediakan

    Apabila anggaran dana bisa memenuhi peminjaman yang diminta, Bendahara berhak menyetujui dan memberikan dana tersebut.

    tersedia, sebanyak-banyaknya yaitu sekitar Rp 3.000.000. Pinjaman yang dilakukan harus dikembalikan sesuai tempo yang telah disediakan

    Memberikan tempo terakhir pelunasan pinjaman.

    4.2.2

    Akses petani terhadap lembaga KOPWAN Narasumber : Ibu Kuswati

    Selain menjadi ketua PKK Jaya Abadi Ibu Kuswati juga berperan sebaga ketua Koperasi Wanita Srikandi Desa Permanu RT 02 / RW 05. Menurut beliau di desa Permanu terdapat beberapa lembaga yang aktif dalam melayani masyarakat selain PKK ada juga lembaga Koperasi Wanita atau Kopwan. Kopwan juga melayani akses simpan pinjam dengan mudah bersyarat. Seperti halnya PKK, Kopwan hanya melayani peminjaman dari anggota saja. Kopwan mengelola dana sumbangan dari Gubernur Karwo sehingga dia mampu memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat ringan, hanya 0,1% per Rp 1.000.000. Kendala yang dihadapi dalam kelembagaan dalam Desa Permanu Krajan, Kecamatan Pakisaji yaitu terkadang para ibu rumah tangga dan petani yang meminjam modal di kelembagaan tersebut tidak menggunakan pinjaman tersebut sebagaimana mestinya yaitu tidak digunakan untuk modal usaha pertanian mereka sendiri. Pinjaman tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti untuk biaya sekolah anak-anak, membeli beras dan untuk membeli keperluan sehari- hari. Hal tersebut terjadi karena hasil dari panen mereka tidak mencukupi, sehingga modal tersebut tidak digunakan untuk mengembangkan usaha tani mereka.

    Berikut ini skema alur peminjaman di Kopwan :

    Pastikan telah menjadi anggota aktif dari Kopwan sebelum melakukan peminjaman

    4.2.2 Akses petani terhadap lembaga KOPWAN Narasumber : Ibu Kuswati Selain menjadi ketua PKK Jaya Abadi

    Menyatakan tujuan peminjaman dan nominal yang dibutuhkan

    4.2.2 Akses petani terhadap lembaga KOPWAN Narasumber : Ibu Kuswati Selain menjadi ketua PKK Jaya Abadi

    Bendahara berhak menyetujui atau tidaknya atas pengajuan yang diminta

    4.2.2 Akses petani terhadap lembaga KOPWAN Narasumber : Ibu Kuswati Selain menjadi ketua PKK Jaya Abadi

    Memberikan tempo pelunasan kredit

    4.2.3

    Akses petani terhadap lembaga Pengolahan Sampah Menjadi Kompos Narasumber : Bapak Giono

    Bapak Giono adalah salah satu petani di desa Permanu, kegiatan sehari-hari beliau adalah bekerja di sawah. Menurut beliau di desa Permanu terdapat kelompok usaha tani yaitu pengolahan sampah sayuran dan kotoron ternak untuk dijadikan pupuk kompos. Menurut beliau, akses petani terhadap lembaga ini masih cukup sulit karena lembaga ini masih belum bisa berjalan semaksimal mungkin. Untuk saat ini tugas sebagian warga desa tersebut adalah memisahkan antara sampah organik dan non-organik dan mengumpulkannya untuk kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang memiliki daya jual. Sebagaimana berjalannya suatu lembaga, pengolahan sampah menjadi kompos ini tak lepas dari beberapa kendala seperti kurangnya partisipasi warga sekitar terhadap kelangsungan program ini, kurangnya sosialisasi dari lembaga luar untuk menambah wawasan pembuatan kompos yang baik dan benar, masih belum adanya lembaga pemasaran yang mampu menyalurkan hasil pupuk kompos nantinya, selain itu kurangnya dana untuk membeli alat dan bahan tambahan pembuatan kompos yang belum tersedia hingga saat ini sehingga menyebabkan terhambatnya progam ini.

    4.3 Fungsi

    Kelembagaan

    Ekonomi

    yang

    Ada

    di

    Lapang

    (bandingkan

    dengan

    teori,apakah sesuai atau tidak dengan disertai alasan yang logis)

    • 4.3.1 Fungsi kelembagaan PKK

    Fungsi PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) telah tercantum dalam visi kelembagaan ini, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan ibu tangga di desa

    tersebut, menambah wawasan mengenai rumah tangga, memberi sosialisasi kesehatan keluarga dan untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan menurut literatur yang ditulis oleh (Mardiya, 2010), PKK merupakan salah satu dari gerakan ibu-ibu sebagai pendamping suami untuk mencapai kemuliaan keluarga. Kemuliaan yang dimaksud adalah keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera lahir batin. Karena bahagia, sejahtera lahir dan batin dalam konteks operasionalditandai dengan ketahanannya yang tinggi seiring dengan dapat dilaksanakannya 8 fungsi keluarga (fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi,sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan

    lingkungan) maka tidaklahterlalu salah bila sasaran akhir dari kegiatan PKK adalah mencapai keluarga yang sehatdan berketahanan.

    Pada implementasinya, kelembagaan PKK di desa Permanu sudah dapat melakukan fungsinya dengan baik, seperti memberikan pinjaman uang kepada ibu- ibu rumah tangga yang berasal dari uang iuran anggota satu bulan 2 kali, memberikan wawasan pengetahuan dan memberikan sosialisasi kesehaan dari bidan desa Permanu agar ibu rumah tangga dapat mengaplikasikan dan menjaga kesehatan keluarga. Struktur organisasi PKK sudah terdapat pembagian tetapi belum terstruktur dengan baik. Sedangkan untuk pembagian kerja seperti sosialisasi belum berjalan dengan baik karena lembaga ini belum berkembang secara meluas hanya dalam ruang lingkup lembaga tersebut.Oleh sebab itu, akses petani terhadap kelembagaan tersebut lambat dan sulit.Selain itu, para ibu masih kurang dalam pengaturan keuangan kelembagaan tersebut akibat kurangnya pemberian motivasi dan tidak adanya pendampingan dalam pengelolaan pinjaman.Dapat dikatakan bahwa pelaksanaan kegiatan PKK di desa Permanu kurang menyentuh aspek pemberdayaan.

    4.3.2 Fungsi kelembagaan KOPWAN

    Fungsi KOPWAN (koperasi wanita) di desa Permanu ialah untuk memberikan pinjaman modal kepada petani, untuk mensejahterakan petani dalam bidang pertanian, untuk meningkatkan penghasilan ibu rumah tangga di desa tersebut, dan untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan menurut literatur yang ditulis (Gunawan Sumodiningrat, dalam Panggabean Riana, 2010 : 9-10) fungsi lembaga ekonomi di masyarakat adalah (1) Menyediakan beragam jenis pelayanan keuangan yang relevan atau sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat; (2) Melayani kelompok masyarakat berpenghasilan rendah; (3) Menggunakan prosedur dan mekanisme yang kontektual dan fleksibel agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat miskin yang membutuhkan. Dengan demikian LKM memiliki fungsi sebagai lembaga yang memberikan berbagai jasa keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil. Pada implementasinya, kelembagaan Koperasi Wanita (KOPWAN) telah melakukan fungsinya dengan baik, hal ini terlihat dari keberadaan lembaga ini di bidang pertanian sangat membantu petani, seperti memberikan pinjaman modal

    kepada petani untuk mengembangkan usaha tani mereka dengan bunga yang ringan yaitu 3% dan dengan syarat yang mudah.

    4.3.3 Fungsi kelembagaan pengolahan kompos

    Fungsi badan usaha Pengolahan kompos di desa Permanu ialah untuk memanfaatkan sampah dan kotoran ternak yang ada di desa tersebut menjadi pupuk kompos, penambah pendapatan masyarakat, menyediakan pupuk kompos untuk petani, dan dapat menjaga kelestarian lingkungan dari sampah serta membantu petaniuntuk mendapatkan pupuk kompos dengan mudah . Menurut bapak Giono kelompok usaha tani pengolahan kompos belum berjalan dengan baik karena usaha kelompok tani tersebut baru berjalan satu bulan yang lalu. Menurut literatur (Imamul Arifin dan Gina Hadi , 2007:77) badan usaha merupakan kesatuan yuridis dan ekonomis dari penggunaan faktor-faktor produksi yang mempunyai fungsi mencari keuntungan dan memberi pelayanan kepada masyarakat. Pada implementasinya, badan usaha yang ada di desa Permanu yaitu pengolahan kompos belum dapat melakukan fungsi kerja dengan baik karena kerja dari lembaga ini belum bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan karena lembaga ini tidak dapat menggunakan faktor-faktor produksi yang ada untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Pada badan usaha ini belum ada pembagian struktur kerja, proses produksi dari pengumpulan sampah hingga mengolah sampah menjadi pupuk kompos tidak berjalan. Badan usaha tersebut juga belum bisa menyediakan pupuk kompos dengan harga murah bagi warga. Oleh karena itu pelaksanaan bidang usaha Pengolahan Kompos di desa Permanu belum bisa dikatakan dapat berfungsi sesuai dengan perananya.

    5.1 Kesimpulan

    BAB V

    PENUTUP

    • a. Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang memiliki tiga kelembagaan yang aktif, yaitu PKK Jaya Abadi (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), KOPWAN Srikandi (Koperasi Wanita), dan Pengolahan Kompos.

    • b. PKK berperan dalam meningkatkan kesejahteraan ibu rumah tangga dengan adanya program simpan pinjam, arisan, sosialisasi kesehatan dari bidang dan memberikan wawasan untuk ibu rumah tangga.

    • c. KOPWAN berperan untuk memberikan pinjaman modal kepada petani, untuk mensejahterakan petani, untuk meningkatkan penghasilan ibu rumah tangga, untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    • d. Pengolahan Kompos berperan untuk mengolah seluruh sampah yang ada di desa tersebut menjadi pupuk kompos.

    • e. PKK di desa tersebut sulit diakses karena untuk mendapatkan pinjaman tersebut petani harus menjadi anggota PKK terlebih dahulu tetapi dalam realitanya anggota PKK adalah ibu-ibu rumah tangga.

    • f. Kelembagaan KOPWAN mudah diakses petani karena untuk mendapatkan pinjaman tersebut petani tidak harus menjadi anggota KOPWAN terlebih dahulu, peminjamannya mudah, dan pembayarannya dapat dicicil.

    • g. Pengolahan Kompos didesa tersebut sulit diakses karena dalam penerapannya desa tersebut terlalu banyak memiliki sampah, dan tidak adanya pengkoordinasian yang baik dari sampah tersebut.

    • h. Dilihat dari visinya, kedua kelembagaan baik PKK maupun KOPWAN tersebut sudah menjalankan fungsi sesuai dengan literatur fungsi kelembagaan yang sesungguhnya. Namun, untuk Pengolahan Kompos sendiri belum berjalan dengan baik.

    5.2 Saran

    • a. Petani seharusnya lebih berperan aktif dalam kelembagaan yang ada didesa tersebut.

    • b. Kelembagaan yang ada didesa tersebut seharusnya lebih aktif mensosialisasikan lembaga tersebut kepada masyarakat

    • c. Kelembagaan yang ada didesa tersebut seharusya lebih membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat desa untuk mengikuti kelembagaan tanpa terkecuali.

    • d. Kelembagaan yang ada didesa tersebut seharusnya lebih membuka kesempatan kepada seluruh petani untuk meminjam modal tanpa harus menjadi anggota aktif lembaga tersebut.

    DAFTAR PUSTAKA

    Arifin, Imamul dan Gina Hadi Wagiana.2002. Membuka Cakrawala Ekonomi. PT.Setia Purna Invest.Bandung.

    Fatimah. Ekonomi dan Kelembagaan.

    fatimahazzahra594.wordpress.com/2013/05/11/makalah-pengantar-ekonomi

    kelembagaan.html. diakses tanggal 12 Desember 2013.

    Hairiah,K.,dkk.2011.MODUL PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN.Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya:Malang. Kenny. Koperasi Wanita. Kennysiikebby.wordpress.com/2010/11/01/koperasi-wanita.html. diakses tanggal 12 Desember 2013. Mardian.Definisi Kelembagaan.

    mardianpratama10.blogspot.com/2012/10/definisi-kelembagaan.html.

    diakses tanggal 12 Desember 2013.

    Panggabean, Riana. 2010. Kerjasama Bank, Koperasi dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Mendukung Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil ,Menengah (UMKM).

    Sutrisno, Noer. 2003. Ekonomi Rakyat Usaha Mikro Dan UKM Dalam Perekonomian Indonesia.Suatu Pandangan Struktural Alternatif.

    Lembaga ekonomi” Wikipedia, 14 desember 2013 dari http:id.wikipedia.org/wiki/Lembaga sosial#Lembaga ekonomi.

    LAMPIRAN

    LAMPIRAN 23
    LAMPIRAN 23
    LAMPIRAN 23
    LAMPIRAN 23
    LAMPIRAN 23