Anda di halaman 1dari 23

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI ENERGI TERBARUKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS

OLEH : 1. PARAMITA NILAM SARI 2. BESI BESTARI ABROR H1C007035 3. ANDY DWI PRASETYO H1C007059 I1A006032

UNI ERSITAS !ENDERAL SOEDIRMAN "AKULTAS SAINS DAN TEKNIK !URUSAN TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO PURWOKERTO 2010

BAB I PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Sampah telah menjadi masalah besar terutama di kota-kota besar di Indonesia. Hingga tahun 2020 mendatang, volume sampah perkotaan di Indonesia diperkirakan akan meningkat lima kali lipat. Tahun 199 saja, menurut data !ang dikeluarkan "sisten #eputi $rusan %imbah #omestik, #eputi & 'enteri %ingkungan Hidup, (haerudin Has!im, di )akarta baru-baru ini, setiap penduduk Indonesia menghasilkan sampah rata-rata 0,* kilogram per kapita per hari, sedangkan pada tahun 2000 meningkat menjadi 1 kilogram per kapita per hari. +ada tahun 2020 mendatang diperkirakan men,apai 2,1 kilogram per kapita per hari. 'eningkatn!a sampah perkotaan telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. -ukan han!a pemandangan tak sedap atau bau busuk !ang ditimbulkann!a tetapi juga an,aman terhadap kesehatan. $ntuk meman.aatkan sampah perkotaan sebenarn!a telah sejak lama diupa!akan para ahli. Salah satun!a adalah peman.aatan untuk produksi listrik biogas dari sampah kota. +eman.aatan biogas tersebut juga bisa ber.ungsi sebagai alternati. dalam menangani krisis energi. -eberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan !ang krusial didunia. +eningkatan permintaan energi !ang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisn!a sumber ,adangan min!ak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar .osil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, peningkatan harga min!ak dunia hingga men,apai 100 $/ per barel juga menjadi alasan !ang serius !ang menimpa ban!ak negara di dunia terutama Indonesia. %onjakan harga min!ak dunia akan memberikan dampak !ang besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. 0onsumsi --' !ang men,apai 1,1 juta2barel tidak seimbang dengan produksin!a !ang nilain!a sekitar 1 juta2barel sehingga terdapat de.isit !ang harus dipenuhi melalui impor. 'enurut data 3S#' 420056 ,adangan min!ak Indonesia han!a tersisa

sekitar 9 milliar barel. "pabila terus dikonsumsi tanpa ditemukann!a ,adangan min!ak baru, diperkirakan ,adangan min!ak ini akan habis dalam dua dekade mendatang. $ntuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar min!ak pemerintah telah menerbitkan +eraturan presiden republik Indonesia nomor tahun 2005 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternati. sebagai pengganti bahan bakar min!ak. 0ebijakan tersebut menekankan pada sumber da!a !ang dapat diperbaharui sebagai altenati. pengganti bahan bakar min!ak. Salah satu sumber energi alternati. adalah biogas. 7as ini berasal dari berbagai ma,am limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia, kotoran he8an dapat diman.aatkan menjadi energi melalui proses anaerobik digestion. +roses ini merupakan peluang besar untuk menghasilkan energi alternati. sehingga akan mengurangi dampak penggunaan bahan bakar .osil. II. Rumu an Ma ala! #ari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalahn!a sebagai berikut9 1. 2. 1. :. . 5. +engertian biogas +eman.aatan energi biomassa (o-.iring -iomass To %i;uid Sejarah perkembangan 0elebihan dan kekurangan energi biogas

III. Tu"uan 1. 2. 1. :. . 5. $ntuk mengetahui pengertian biogas $ntuk mengetahui peman.aatan energi biomassa $ntuk mengetahui (o-.iring batubara dengan biomassa $ntuk mengetahui -iomass To %i;uid 'engetahui Sejarah +erkembangan -iomassa $ntuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari -iogas tersebut

I#. Man$aat 'an.aat !ang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah dapat menambah 8a8asan bagi penulis dan para pemba,a di bidang pembangkit listrik tenaga -iomassa. #. Bata an Ma ala! $ntuk menghindari meluasn!a masalah, maka permasalahann!a dibatasi !aitu9 1. 2. 1. :. . 5. +engertian -iogas +eman.aatan energi biomassa (o-.iring batubara dengan biomassa +enjelasan tentang -iomass To li;uid 4-T%6 Sejarah +erkembangan 0elebihan dan kekurangan dari biomassa tersebut

BAB II BIOMASSA

%.

Pengert&an -iomassa adalah bahan organik !ang dihasilkan melalui pross .otosintetik, baik

berupa produk maupun buangan. (ontoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. 'erupakan produk .otosintesis, !akni butir-butir hijau daun !ang bekerja sebagai sel-sel sur!a, men!erap energi matahari dan mengkonversi karbon dioksida dengan air menjadi suatu sen!a8a karbon, hidrogen, dan oksigen. (<2 = H2< = 3 ----> (?4H2<6 = <2 -iomassa merupakan sumber energi primer !ang sangat potensial di Indonesia, !ang dihasilkan dari keka!aan alamn!a berupa vegetasi hutan tropika. -iomassa bisa diubah menjadi listrik atau panas dengan proses teknologi !ang sudah mapan. Selain biomassa seperti ka!u, dari kegiatan industri pengolahan hutan, pertanian dan perkebunan, limbah biomassa !ang sangat besar jumlahn!a pada saat ini juga belum diman.aatkan dengan baik. -iomassa 9 Suatu bentuk energi !ang diperoleh se,ara langsung dari makhluk hidup 4tumbuhan6. (ontoh 9 ka!u, limbah pertanian, alkohol,sampah dll -iomassa ber.ungsi sebagai 9 a6 sebagai pen!edia sumber karbon untuk energi

b6 dengan teknologi modern dalam pengkonversiann!a dapat menjaga emisi pada tingkat !ang rendah. ,6 mendorong per,epatan rehabilitasi lahan terdegradasi dan perlindungan tata air. d6 digunakan untuk men!ediakan berbagai vektor energi, baik panas, listrik atau bahan bakar kendaraan.

'.

Peman$aatan Energ& B&(ma a "gar biomassa bisa digunakan sebagai bahan bakar maka diperlukan teknologi untuk

mengkonversin!a. Terdapat beberapa teknologi untuk konversi biomassa, dijelaskan pada . Teknologi konversi biomassa tentu saja membutuhkan perbedaan pada alat !ang digunakan untuk mengkonversi biomassa dan menghasilkan perbedaan bahan bakar !ang dihasilkan. Se,ara umum teknologi konversi biomassa menjadi bahan bakar dapat dibedakan menjadi tiga !aitu pembakaran langsung, konversi termokimia8i dan konversi biokimia8i. +embakaran langsung merupakan teknologi !ang paling sederhana karena pada umumn!a biomassa telah dapat langsung dibakar. -eberapa biomassa perlu dikeringkan terlebih dahulu dan didensi.ikasi untuk kepraktisan dalam penggunaan. 0onversi termokimia8i merupakan teknologi !ang memerlukan perlakuan termal untuk memi,u terjadin!a reaksi kimia dalam menghasilkan bahan bakar. Sedangkan konversi biokimia8i merupakan teknologi konversi !ang menggunakan bantuan mikroba dalam menghasilkan bahan bakar. +eman.aatan 3nergi -iomassa9 1. 2. 1. :. . -iobriket 7asi.ikasi -iomassa +irolisa %i;ui.i,ation -iokimia %. B&()r&ket -riket adalah salah satu ,ara !ang digunakan untuk mengkonversi sumber energi biomassa ke bentuk biomassa lain dengan ,ara dimampatkan sehingga bentukn!a menjadi lebih

teratur. -riket !ang terkenal adalah briket batubara namun tidak han!a batubara saja !ang bisa di bikin briket. -iomassa lain seperti sekam, arang sekam, serbuk gergaji, serbuk ka!u, dan limbahlimbah biomassa !ang lainn!a. +embuatan briket tidak terlalu sulit, alat !ang digunakan juga tidak terlalu rumit. #i I+- terdapat ban!ak jenis-jenis mesin pengempa briket mulai dari !ang manual, semi mekanis, dan !ang memakai mesin. "dapun ,ara untuk membuat biobriket se,ara semi mekanis disajikan dalam bentuk video. '. Ga &$&ka & B&(ma a 7asi.ikasi biomassa dapat dide.inisikan sebagai proses konversi bahan selulosa dalam suatu reaktor gasi.ikasi 4gasifier6 menjadi bahan bakar. 7as tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar motor untuk menggerakan generator. Gam)ar *. Skema Ga &$&ka & B&(ma a +an S& tem Pem)angk&t Da,a +embangkit listrik. 7asi.ikasi merupakan salah satu alternati. dalam rangka program penghematan dan diversi.ikasi energi. Selain itu gasi.ikasi akan membantu mengatasi masalah penanganan dan peman.aatan limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan. "da tiga bagian utama perangkat gasi.ikasi, !aitu 9 4a6 unit pengkonversi bahan baku 4umpan6 menjadi gas, disebut reaktor gasi.ikasi atau gasifier, 4b6 unit pemurnian gas, 4,6 unit peman.aatan gas.

*. P&r(l& a

+irolisa adalah penguraian biomassa 4lysis6 karena panas 4pyro6 pada suhu !ang lebih dari 1 00(. +ada proses pirolisa terdapat beberapa tingkatan proses, !aitu pirolisa primer dan pirolisa sekunder. +irolisa primer adalah pirolisa !ang terjadi pada bahan baku 4umpan6, sedangkan pirolisa sekunder adalah pirolisa !ang terjadi atas partikel dan gas2uap hasil pirolisa primer. +enting diingat bah8a pirolisa adalah penguraian karena panas, sehingga keberadaan <2 dihindari pada proses tersebut karena akan memi,u reaksi pembakaran.

-. L&.u&$&/at&(n Liquification merupakan proses perubahan 8ujud dari gas ke ,airan dengan proses kondensasi, biasan!a melalui pendinginan, atau perubahan dari padat ke ,airan dengan peleburan, bisa juga dengan pemanasan atau penggilingan dan pen,ampuran dengan ,airan lain untuk memutuskan ikatan. +ada bidang energi liquification tejadi pada batubara dan gas menjadi bentuk ,airan untuk menghemat transportasi dan memudahkan dalam peman.aatan. 0. B&(k&m&a +eman.aatan biokimia lainn!a adalah proses biokimia.(ontoh proses !ang termasuk ke dalam proses biokimia adalah hidrolisis, .ermentasi dan an-aerobi, digestion. An-aerobic digestion adalah penguraian bahan organik atau selulosa menjadi (H: dan gas lain melalui proses biokimia. Selain anaerobi, digestion, proses pembuatan etanol dari biomassa tergolong dalam konversi biokimia8i. -iomassa !ang ka!a dengan karbohidrat atau glukosa dapat di.ermentasi

sehingga terurai menjadi etanol dan (<2. "kan tetapi, karbohidrat harus mengalami penguraian 4hidrolisa6 terlebih dahulu menjadi glukosa. 3tanol hasil .ermentasi pada umumn!a mempun!ai kadar air !ang tinggi dan tidak sesuai untuk peman.aatann!a sebagai bahan bakar pengganti bensin. 3tanol ini harus didistilasi sedemikian rupa men,apai kadar etanol di atas 99. @.

*.

1(2$&r&ng Batu)ara +engan )&(ma a -atubara saat ini ban!ak digunakan di unit pembangkit listrik, pembangkit kukus,

dan tanur pada pabrik-pabrik. +enggunaan batubara di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat karena dikeluarkann!a +erpres Ao. tahun 2005 !ang men!atakan bah8a konsumsi batubara akan terus ditingkatkan hingga tahun 202 . "kan tetapi pembangkitan energi menggunakan batubara memiliki suatu kendala, !aitu pembakaran batubara menghasilkan emisi gas rumah ka,a !ang merupakan pen!ebab utama pemanasan global !ang sedang marak diperdebatkan. <leh karena itu, penggunaan batubara di masa depan sebaikn!a dikurangi dan diganti dengan bahan bakar !ang lebih ramah lingkungan. Salah satu ,ara !ang potensial untuk mengurangi konsumsi batubara sekaligus mengurangi emisi gas rumah ka,a dari pembakaran batubara adalah co-firing batubara dengan limbah biomassa. Co-firing

Gam)ar. (o-.iring batubara dengan limbah biomassa dapat mengurangi emisi gas rumah ka,a

Co-firing merupakan suatu proses pembakaran dua material !ang berbeda se,ara bersamaan. #engan menggunakan co-firing, emisi dari pembakaran suatu bahan bakar .osil dapat dikurangi. (o-.iring merupakan salah satu metode alternati. untuk mengubah biomassa menjadi tenaga listrik, !aitu dengan ,ara substitusi sebagian batubara dengan biomassa di dalam suatu ,oal boiler. -iomassa dikenal sebagai Bero (<2 emission, dengan kata lain tidak men!ebabkan akumulasi (<2 di atmos.er, dan biomassa juga mengandung lebih sedikit sul.ur jika dibandingkan dengan batubara. <leh karena itu,,o-.iring batubara dan biomassa men!ebabkan menurunn!a emisi (<2 dan jumlah polutan A<? dan S<? dari bahan bakar .osil.

Gam)ar. #engan ,o-.iring, dampak korosi pada dinding pembakar akan diminimalisir. Selain itu, pembakaran batubara dan limbah biomassa se,ara bersamaan mengurangi korosi !ang disebabkan oleh klorin. -iomassa apabila dibakara kana menghasilkan Bat alkali klorida !ang kemudian akan bereaksi dengan sul.ur oksida dan aluminium silikat, dimana keduan!a adalah hasil pembakaran dari batubara. Hasil reaksi akan berupa alkali sul.at dan alkali silikat serta H(l !ang tidak bersi.at korosi. sehingga aman bagi alat-alat pembakar. 'etode co-

firing batu bara dan limbah biomassa ini telah didemonstrasikan, diuji, serta dibuktikan pada semua tipe boiler !ang umum digunakan pada unit pembangkit listrik. 3.isiensi !ang di,apai dengan metode ini hampir men,apai 11 C 1D@. Hingga saat ini, terdapat tiga jenis kon.igurasi co-firing !ang telah digunakan, !aitu direct co-firing, indirect cofiring, dan parallel co-firing. %. Direct Co-firing +ada kon.igurasi ini, biomassa 4sebagai bahan bakar sekunder6 dimasukkan bersamaan dengan batubara 4sebagai bahan bakar primer6 ke dalam boiler !ang sama. Direct co-firing lebih umum digunakan karena paling murah. +ada direct co-firing sendiri, ada dua pendekatan !ang dapat dilakukan. Eang pertama adalah pen,ampuran dan perlakuan a8al terhadap biomassa dan batubara dilakukan bersamaan sebelum diumpankan ke pembakar. Eang kedua, perlakuan a8al biomassa dan batubara dilakukan se,ara terpisah, kemudian baru diumpankan ke pembakar.

Gam)ar. +roses #ire,t (o-.iring 40-boiler6 '. Indirect Co-firing 0on.igurasi indirect co-firing menga,u pada proses gasi.ikasi biomassa, dimana gas hasil gasi.ikasi biomassa kemudian diumpankan ke dalam pembakar dan dibakar bersama batubara. #engan menggunakan kon.igurasi ini, abu dari biomassa akan terpisah dari abu batubara dengan tetap menghasilkan rasio co-firing !ang sangat tinggi. 0ekurangan dari indirect co-firing adalah bia!a investasin!a !ang tinggi.

Gam)ar. +roses indire,t ,o-.iring dengan menggunakan 4a6 pre-.urna,e ++, atau 4b6 gasi.ier F7 untuk biomassa 40-boiler6. *. Parallel Co-firing Parallel co-firing melibatkan suatu pembakar dan boiler terpisah untuk biomassa, dimana hasil pembakaran dari biomassa akan membangkitkan steam !ang kemudian akan digunakan pada sirkuit po8er plant pembakaran batubara. Galaupun kon.igurasi ini membutuhkan investasi !ang lebih besar daripada direct co-firing, kon.igurasi ini memiliki kelebihan tersendiri. #engan menggunakan kon.igurasi ini,sangatlah mungkin untuk digunakan bahan bakar dengan kandungan logam alkali dan klorin tinggi dan abu dari hasil pembakaran batubara serta biomassa akan dihasilkan terpisah.

Gam)ar. 0on.igurasi parallel ,o-.iring 40-boiler6

-.

B&(ma

T( L&.u&+ 3BTL4

Sebagian besar sumber energi !ang digunakan di dunia saat ini berasal dari sumber da!a alam !ang tak terbarukan !aitu min!ak bumi. 'in!ak bumi umumn!a digunakan sebagai bahan bakar pada sektor pembangkit listrik dan sektor transportasi. +ada sektor pembangkit listrik, ketergantungan terhadap min!ak bumi dapat dikurangi dengan penggunaan beberapa sumber energi alternati. seperti batu bara, angin, panas bumi, tenaga sur!a, dan sebagain!a. Sebalikn!a, ketergantungan min!ak bumi di sektor transportasi, !ang merupakan 21@ konsumsi energi primer di dunia, tidak dapat digantikan dengan sumber-sumber energi alternati. tersebut karena hingga saat ini, dengan mempertimbangan teknologi existing dan berbagai karakteristik berbagai ma,am bahan bakar, bahan bakar min!ak 4atau ,air6 merupakan satu-satun!a bahan bakar !ang dapat digunakan untuk kendaraan. Sumber energi terbarukan, seperti biomassa, dapat memegang peranan penting dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan krisis energi !ang terjadi. -iomassa adalah sumber energi terbarukan !ang ramah lingkungan, karena gas-gas emisi !ang berasal dari penggunaan biomassa akan diserap oleh biomassa lain !ang baru tumbuh, apabila manajemen siklus pertumbuhann!a dikelola dengan baik. Selain itu, biomassa memiliki kemungkinan untuk dikonversi menjadi bahan bakar kendaraan. 3tanol, metanol, dan hidrokarbon sintetik dapat diproduksi dari biomassa dan hasil produksin!a sangat mungkin diman.aatkan untuk sektor transportasi. Sistem sumber energi berbasis biomassa !ang telah terbukti dapat diandalkan dan ban!ak digunakan selama +erang #unia II adalah gasi.ikasi biomassa. -eberapa kajian telah mengindikasikan bah8a penggunaan teknologi Fischer-Tropsch untuk konversi biomassa

menjadi hidrokarbon sintetik, mena8arkan sebuah alternati. untuk menggantikan min!ak diesel, kerosin, dan bensin konvensional. Setelah produksi biodiesel melalui proses transesteri.ikasi dilakukan, ,endekia8an,endekia8an dunia tidak berhenti dalam upa!a meman.aatkan biomassa menjadi bahan bakar ,air. -iodiesel -T% merupakan teknologi lanjutan 4sering disebut dengan biodiesel generasi kedua6 dari pen,iptaan bahan bakar berbasis biomassa. Teknologi -T% 4Bio ass To Liquid6 pada dasarn!a terdiri atas dua proses, proses pen,airan tidak langsung dimulai dengan reaksi re.ormasi2gasi.ikasi bahan baku menjadi gas sintesis 4,ampuran gas hidrogen dan karbon monoksida6, diikuti dengan sintesis Fischer-Tropsch 4H-T6 dari gas sintesis menghasilkan min!ak sintesis 4syncrude6, dan upgrading min!ak sintesis menjadi bahan bakar sintesis seperti diesel 4solar6 sintesis !ang dikenal sebagai F-T diesel, liquefied petroleu gas 4%+76, kerosin dan na.talen. F-T liquid memiliki keunggulan, !aitu hampir bebas dari kandungan sul.ur 4I ppm6, rendah kandungan aromatik 4I 1 persen6, biodegradable, tidak bera,un, dapat digunakan tanpa modi.ikasi in.rastruktur, dan memiliki emisi polutan !ang rendah. 7ambar di ba8ah ini menampilkan diagram alir sederhana teknologi -T%.

Gam)ar. #iagram alir proses konversi biomassa menjadi bahan bakar ,air. #ari diagram alir di atas, terlihat bah8a teknologi -T% ini dimulai dengan melakukan perlakuan a8al terhadap biomassa !ang digunakan sebagai umpan. +erlakuan a8al ini men,akup penge,ilan ukuran dan pengeringan !ang dilakukan dalam sebuah rotary dryer. +anas !ang diperlukan pada proses pengeringan ini diperoleh dari panas sensibel gas buang.

-agian proses selanjutn!a adalah proses gasi.ikasi biomassa. 7asi.ikasi biomassa adalah proses bertemperatur tinggi 4500-1000J(6 untuk mendekomposisi hidrokarbon dalam biomassa menjadi molekul-molekul gas !ang terutama terdiri dari hidrogen, karbon monoksida, dan karbon dioksida. +ada ban!ak kasus, proses gasi.ikasi juga menghasilkan arang, tar, serta metanol, air, dan berbagai molekul dan sen!a8a lainn!a. 0onversi biomassa menjadi gas sintesis se,ara umum melibatkan dua proses. +roses pertama adalah pirolisis. +irolisis melepaskan gasgas terbang !ang terkandung dalam biomassa pada temperatur di ba8ah 500J( melalui serangkaian reaksi !ang kompleks. +roses berikutn!a adalah konversi arang. -an!ak metode gasi.ikasi !ang tersedia untuk memproduksi gas sintesis. 'etodemetode ini akan menghasilkan komposisi gas sintesis !ang beraneka-ragam !ang mana variasi perbandingan (< dengan H2 dapat ter,apai. 7as sintesis !ang diproduksi oleh metode !ang berbeda akan mengandung pengotor !ang berbeda-beda. +engotor ini selanjutn!a akan mempengaruhi proses !ang akan berlangsung dalam reaktor Fischer-Tropsch berkaitan dengan ra,un katalis sehingga diperlukan pen,u,ian gas sintesis. Salah satu metode gasi.ikasi berskala komersial telah dikembangkan oleh C!"#$%.

Gam)ar. (H<F3A (arbo-& +ro,ess. 7as sintesis !ang dihasilkan dari proses gasi.ikasi mengandung kontaminan !ang berbeda-beda seperti partikulat, tar, alkali, H2S, H(l, AH1, dan H(A. 0ontaminan ini akan menurunkan aktivitas pada sintesis Fischer-Tropsch karena akan mera,uni katalis. Sul.ur adalah

ra,un !ang tidak dapat dihilangkan dari katalis !ang mengandung kobalt dan besi karena sul.ur akan melekat pada sisi akti. katalis. Selain sul.ur, tar !ang dihasilkan pada proses gasi.ikasi dapat menimbulkan kerak pada peralatan dan memasuki pori pada pen!aring ketika terkondensasi. $ntuk menghindari terjadin!a hal-hal tersebut, tar harus berada di ba8ah titik embunn!a pada tekanan operasi sintesis Fischer-Tropsch. <leh karena itu, tar sebaikn!a direngkah menjadi hidrokarbon dengan rantai !ang lebih pendek. Setelah mengalami gasi.ikasi, gas sintesis akan diproses dalam reaktor sintesis Fischer-Tropsch. +ada umumn!a, katalis !ang digunakan dalam proses ini adalah besi atau kobalt dengan silika sebagai support. Aamun, kualitas gas sintesis hasil gasi.ikasi biomassa belum memenuhi pers!aratan dilangsungkann!a sintesis Fischer-Tropsch, karena itu perlu dilakukan pengkondisian terlebih dahulu. 7as sintesa hasil gasi.ikasi memiliki rasio H22(< sekitar 0.5-0.*, sedangkan sintesis Fischer-Tropsch membutuhkan rasio tersebut sekitar 2. 0arenan!a, gas sintesa akan mengalami shift reaction untuk menambahkan H2 hingga memenuhi pers!aratan berlangsungn!a sintesis Fischer-Tropsch. &hift reaction berlangsung dengan mekanisme sebagai berikut9 (< = H2< -> (<2 = H2 0atalis !ang digunakan dalam shift reaction adalah He1<: atau logam-logam transisi !ang lain. Feaksi ini sangat sensiti. terhadap temperatur dengan ke,enderungan bergeser ke arah reaktan jika temperatur dinaikkan. Feaksi Fischer-Tropsch menghasilkan hidrokarbon dengan panjang rantai !ang bervariasi dengan mereaksikan ,ampuran karbon monoksida dengan hidrogen 4gas sintesis6. Saat ini, reaksi ini dioperasikan se,ara komersial oleh Sasol di ".rika Selatan 4dari gas sintesis batubara6 dan Shell di 'ala!sia 4dari gas sintesis gas alam6. +roduk !ang dihasilkan oleh reaksi H-T adalah hidrokarbon dengan panjang rantai !ang bervariasi. Selektivitas ,airan !ang tinggi sangat diharapkan untuk mendapatkan jumlah maksimum dari hidrokarbon rantai panjang. +erolehan (1-(: akan menurun seiring dengan meningkatn!a selektivitas ( =. 0eberadaan (1(: pada o..gas dapat digunakan se,ara e.isien pada turbin gas sebagai pembangkit listrik. +roses H-T umumn!a beroperasi pada rentang tekanan dan temperatur sebesar 20-:0 bar dan 1*0-2 0J(. Semakin tinggi tekanan parsial H 2 dan (< akan memberikan selektivitas !ang semakin tinggi untuk ( =. -an!akn!a inert pada s!ngas akan menurunkan tekanan parsial H2 dan (< dan menurunkan selektivitas ( =.

)ika produk akhir !ang diinginkan adalah diesel, produk H-T memerlukan hydrocrac'ing. Hidrogen ditambahkan untuk memutuskan ikatan rangkap setelah H-T-li;uids direngkah se,ara katalitik dengan menggunakan hidrogen. +roduk H-T telah seluruhn!a bersih dari sul.ur, nitrogen, nikel, vanadium, asphaltene dan aromatik !ang selama ini ditemukan dalam produk pengilangan min!ak bumi. H-T diesel dengan angka ,etane !ang sangat tinggi juga dapat digunakan sebagai komponen blending untuk meningkatkan kualitas solar pada umumn!a. +roduk ,air dari sintesa Fischer-Tropsch ini sangat sesuai untuk digunakan pada kendaraan dengan fuel cell. Aamun, penerapan teknologi ini membutuhkan bia!a investasi !ang sangat besar dengan pay bac' period sekitar 1 -20 tahun. +erhitungan dilakukan berkaitan dengan .easibilitasn!a untuk diterapkan di Indonesia, karenan!a beberapa asumsi perhitungan juga disesuaikan dengan kondisi di Indonesia seperti bahan baku !ang digunakan adalah tandan kosong sa8it 4T0S6 dengan harga Fp 00,-2kg dan harga bahan bakar -T% ini sama dengan harga --' di Indonesia tanpa subsidi 4berarti sekitar Fp10.000 untuk bensin dan Fp*.000 untuk solar6. +erhitungan dilakukan tanpa mempertimbangkan nilai suku bunga !ang berlaku, karena pabrik tidak mengalami keuntungan jika suku bunga diterapkan.

0.

Se"ara! Perkem)angan (ina Sejak Tahun 19D Kbiogas .or ever! hoeseholdL. +ada tahun 1992, juta rumah tangga di ,ina menggunakan biogas.

Feaktor biogas !ang ban!ak digunakan adalah model sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak dan manusia serta limbah pertanian. India #ikembangkan sejak tahun tahun 19*1 melalui KThe Aational +roje,t on -iogas #evelopmentL oleh #epartemen Sumber 3nergi non-0onvensional. Tahun 1999, 1juta rumah tangga menggunakan biogas. Indonesia 'ulai diperkenalkan pada tahun 19D0-an, pada tahun 19*1 melalui +ro!ek +engembangan -iogas dengan dukungan dana dari H"< dibangun ,ontoh instalasi biogas di beberapa provinsi. +enggunaan biogas belum ,ukup berkembang luas antara lain disebabkan oleh karena masih relati. murahn!a harga --' !ang disubsidi, sementara teknologi !ang diperkenalkan selama ini masih memerlukan bia!a !ang ,ukup tinggi karena berupa konstruksi beton dengan ukuran !ang ,ukup besar. 'ulai tahun 2000-an telah dikembangkan reaktor biogas skala ke,il 4rumah tangga6 dengan konstruksi sederhana, terbuat dari plastik se,ara siap pasang 4kno,kdo8n6 dan dengan harga !ang relati. murah.

5.

Kele)&!an +an Kekurangan

BAB III KESIMPULAN

1. Harga bahan bakar min!ak !ang makin meningkat dan ketersediaann!a !ang makin menipis serta permasalahan emisi gas rumah ka,a merupakan masalah !ang dihadapi oleh mas!arakat global. 2. $pa!a pen,arian akan bahan bakar !ang lebih ramah terhadap lingkungan dan dapat diperbaharui merupakan solusi dari permasalahan energi tersebut. $ntuk itu indonesia !ang memiliki potensi luas 8ila!ah !ang begitu besar, diharapkan untuk segera mengaplikasi bahan bakar nabati. 1. -iogas merupakan gas !ang dihasilkan dari proses anaerobik digestion dan memiliki prospek sebagai energi pengganti bahan bakar .osil !ang keberadaaan!a makin menipis.

#"HT"F +$ST"0"

",id )a!a, -udi. (enge bang'an $nergi Biogas. http922888.indobio.uel.,om2gratis @201*.php. #iakses terakhir pada tanggal 1D )uni 2009 pukul 1D.00. "nonim. Biogas. http922id.8ikipedia.org28iki2-iogas. diakses terakhir pada tanggal 1D )uni 2009 pukul 1D.00. Aurrahman, "rip. Pe bang'it Listri' Tenaga Biogas. http922888.banjar-

jabar.go.id2redesign2,etak.phpMidN:91. #iakses terakhir pada tanggal 1D )uni 2009 pukul 1D.01. +ambudi, "gung A. Pe anfaatan Biogas sebagai $nergi Alternatif. http922888.dikti.org2M ;Nnode299 . diakses terakhir tanggal 1D )uni 2009 pukul 15. 5. +rohumasi. +embangkit %istrik Tenaga -iogas dari I+-. http922888.indobio.uel.,om2gratis @201*.php. #iakses terakhir tanggal 1D )uni 2009 pukul 1D.05