Anda di halaman 1dari 102

Words Obstetri

Kelahiran Hidup Lahir Mati (Stillbirth) Kematian Neonatal Dini (Fetal Death) Periode Perinatal Kelahiran Berat Lahir n!"a Kelahiran n!"a Kesuburan n!"a Lahir Mati n!"a Kematian Neonatal n!"a Kematian Perinatal Kematian Ba#i ($nfant) n!"a Kematian Ba#i ($nfant) BL% BLS% BL S% Ba#i &u"up Bulan Ba#i Premature Serotinus bortus $ndu"si 'ntu" (erminasi Kehamilan Kematian $bu Lan!sun! Kematian $bu (ida" Lan!sun!

Definisi Ilmu kebidanan untuk bagian ilmu kedokteran yang khusus mempelajari segala soal yang bersangkutan dengan lahirnya bayi. Objek ilmu ini adalh : Kehamilan Persalinan Nifas Bayi yang baru dilahirkan Bayi yang pada saat / setelah lahir memperlihatkan tanda-tanda kehidupan seperti nafas spontan atau ada denyut jantung/ gerakan otot-otot sadar se!ara spontan dan definiti"e #idak adanya satupun tanda kehidupan yang terlihat pada saaat / setelah lahir Kematian seorang bayi lahir yang terjadi setelah $ hari sebelum %& hari Periode antara kelahiran dengan BB' ()) gram atau usia kehamilan %) minggu sampai janin berusia genap %$ hari setelah kelahiran Pengeluaran janin ari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusat telah dipotong atau plasentanya masih berhubungan Berat neonates yang segera ditimbang setelah lahir *setelah tali pusat dipotong+ ,umla kelahiran hidup /-))) penduduk ,umlah kelahiran hidup / -))) .anita usia subur *-( / 00 th+ ,umlah bayi yang dilahirkan per -))) kelahiran ,umlah kematian neonatal / -))) kelahiran hidup ,umlah bayi lahir mati ditambah dengan angka kematian neonatal per -))) kelahiran total 1emua bayi yang mati setelah lahir hidup sampai berusia -% bulan jumlah kematian bayi per -))) kelahiran hidup Berat BB' yang ditimbang pertama kali setelah lahir *2 %()) gram+ Berat BB' yang ditimbang pertama kali setelah lahir *2-()) gram+ Berat BB' yang ditimbang pertama kali setelah lahir 2 -))) gram Bayi yang dilahirkan setelah genap 34 minggu usia kehamilan sampai 0% minggu *%5) / %&0 hari+ Bayi yang dilahirkan sebelum 6sia kehamilan genap 34 minggu *%(& hari+ Bayi yang dilahirkan setelah usia kehamilan genap 0% minggu *%&( hari+ ,anin atau embrio yang dikeluarkan dari uterus pada usia kehamilan 2 %) minggu atau berat 2 ()) gram Bertujuan untuk mengakhiri kehamilan intrauterine dengan perhatian ditujukan untuk melahirkan bayi hidup Kematian yang disebabkan oleh komplikasi obstetri! kehamilan persalinan atau nifas dan akibat iner"ensi kelalaian tidak tepat atau serangkaian peristi.a yang diakibatkan oleh hal-hal tersebut diatas. 7ontoh : ibu mati karena rupture uteri Kematian obstetri! yang tidak se!ara langsung disebabkan oleh sebab obstetri! tetapi akibat dari penyakit yand telah ada sebelumnya atau penyakit yang timbul selama kehamilan persalinan atau nifas namun diperberat oleh adaptasi fisiologis ibu terhadap kehamilan !ontoh : kematian ibu karena stenosis mitral. Kematian ibu yang disebabkan karena ke!elakaan yang sama sekali tidak ada hubungan dengan kehamilan ,umlah kematian ibu yang disebabkan oleh proses reproduksi per -)).))) kelahiran hidup

Kematian Non Maternal n!"a Kematian $bu

)'ML H P*ND'D'K (data +,,-.+,,/) Indonesia %%( juta ,a.a tengah 3% juta 1|Page

1emarang 3 juta *1ingapore+ ,akarta -% juta 8ustralia %) juta Penduduk miskin Indonesia 3& ( juta *-5 9+ DTA (deep tansverse arrest) sudah dipmpim mengejan *mele.ati hodge 3: ;iambil tindakan partus tidak bisa spontan tapi dengan tindakan #rans"erse position hodge I II III ;eep trans"erse position hodge III : posisi melintang ;eep trans"erse arrest sudah dipimpin mengejan *primi+ $ndi"asi P$N %D 'ilitan tali pusat Partus kering lo!al !onstri!tion ring #ali pusat pendek (G)RAVIDA orang yang sedang / pernah hamil (P)ARA perempua yang pernah/sedang melahirkan yang dapat hidup *"iable+ (A)BORTUS terhentinya kehamilan pada 6sia kehamilan 2 %) minggu *keguguran+ Nuli *belum pernah+ Primi *baru pertama kali+ Multi *sudah pernah < -=+ Kembar dihitung >- dan P% *!at kembar % lahir+ ?ola hidatidosa *dihitung 8bortus+ %'M'S N *0 L* *menentukan #aksiran partus+ @P@# A @:4 B-3 #:1yarat : siklus haid %$ hari dan teratur Kalau tidak teratur hitung manual : 61> Kalau siklus tidak %$ hari !ontoh %3 hari maka #aksiran partus -( >rande multi gra"ida kehamilan < (= Primi sekundi jarak antara kehamilan terakhir dengan kehamilan sekarang < -) tahun *udah dianggap patologis+ Usia tua < 3( tahun mengarah ke primi Primi tua >- dengan umur <3) tahun 2|Page

P %('S Bisiologis Normal 1pontan *makin atas mkin baik+ Partus spontan proses pengeluaran hasil konsepsi dengan kekuatan ibu sendiri Partus normal proses pengeluaran janin dengan kriteria : & syarat harus terpenuhi -. Kehamilan aterm *34-0% minggu+ %. ,anin tunggal dan hidup *intrauterine+ 3. 'ahir spontan dengan kekuatan ibu sendiri 0. Presentasi belakang kepala *66K di depan+ (. BB' %())-3&&& gram 5. Plasenta lahir spontan lengkap 4. 'ama persalinan 2 -$ jam $. Nifasnya baik / fisiologis &. #idak ada komplikasi pada ibu dan janin *episiotomy tetap N tapi tidak fisioloigs+ P %('S F$S$OLO0$S partus normal pada ibu dengan : ,anin tunggal *teraba - bokong - punggung - kepala pun!tum ma=. -+ ,anin hidup djj terdengar ,anin intrauterine ada balotement @is : sulit teraba bagian janin @is - diraba uterusnya / dirangsang mammae/ oksitoksin test %-3 drip oksitoksin ) 3 !! /im Pemeriksaan dalam *C#+ #eraba KK sulit untuk meraba bagian janin ,8NIN PB 'eopold I *klau ga bisa pakai perasat KNBD' II *kalau ga bisa pakai perasat B6;IN 8@BD';+ III IC untuk letak kepala *ltak bokong tidak bisa+ ?endengarkan - djj keras di - - titik pun!tum ma=
P %('S L M persalinan yang lamanya < -$ jam

3|Page

P %('S ( K M )' P %('S M &*( P %('S $MM ('%'S P %('S P%*M ('%'S P %('S POS( M ('%'S (S*%O($N'S) P %('S P%*S$P$( ('S P %('S P%*M ('% $MM$N*NS P%*0N N&1 W S( 0* %$W 1 ( OBS(*(%$ )*L*K %$W 1 ( %*P%OD'KS$ )*L*K $NF*%($L$( S P%$M*% $NF*%($L$( S S*K'ND*% M*NS(%' S$ M*N %&H* HPH( M*NO%*

tidak adanya kemajuan persalinan pada kala I dalam hal penurunan kepala putaran paksi dalam dan pembukaan ser"is *syarat @I1 harus adekuat+ tidak adanya kemajuan persalinan pada kala II dalam hal penurunan kepala dan putaran paksi dalam *syarat @I1 harus adekuat+ terjadi pada kehamilan lebih dari %) minttu kurang dari %$ minggu dengan berat janin antara ()) / -))) gram terjadi pada kehamilan antara %$-35 minggu dengan berat janin antara -))) / %()) garam partus yang terjadi % minggu atau lebih dari .aktu yang diperkirakan atau partus yang terjadi pada usia kehamilan < 0% minggu partus yang terjadi dengan ke!epatan di luar batas *!epat / 2 0 jam+ baru an!aman *sama dengan partus premature+ ketidak mampuan - persalinan untuk menghantarkan hasil konsepsi sampai lahir hidup *!ontoh: abortus spontan still birth dll+ berhubungan dengan reproduksi sebelumnya misal : se!tion %= "a!uum terus still birth berhubungan dengan infertilitas abortus 3= kehamilan tidak !ukup bulan P61 sudah menikah selama < - tahun berhubungan se!ara normal tanpa alat kontrasepsi belum pernah hamil sudah pernah hamil tapi untuk hamil lagi setelah - tahun dengan hubungan normal tanpa alat kontrasepsi sulit pengeluaran darah per"aginam disertai dengan reruntuhan dinding endometrium pada perempuan usia reproduksi yang bersifat siklik periodi! dan fisiologis menstruasi yang pertama kali *-)--( tahun+ hari pertama dari haid yang terakhir tidak adanya menstruasi selama 3 bulan atau lebih Primer tidak adanya mens pada .anita usia < -$ tahun yang sebelumnya belum pernah mens 1ekunder tidak datangnya mens pada .anita yang telah mendapatkan menar!he keadaan dimana terjadi mens tetapi darah mens tidak dapat keluar karena tertutupnya "agina !er"i= hymen ;iambil patokan -$ tahun dianggap sebagai usia perubahan pubertas de.asa perdarahan per"aginam dalam jumlah banyak di luar siklus haid mens teratur yang terlampau sering datannya karena siklusnya pendek *2%( hari+ mens teratur yang terlampau jarang datangnya karena siklusnya panjang < 3( hari perdarahan per"aginam yang berlebihan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan siklus haid nyeri yang berhubungan dengan mens dan paling kuat dirasakan pada daerah bujur sangkar ?i!haaelis dan bersifat kolik atau terus menerus

PS*'DO M*NO%* 2 K%1P(OM*NO%* M*NOM*(%O% 0$ POL$M*NO%* OL$0OM*NO%* M*(%O%H %0$ D1SM*NO%*

NB: ,ika terjadi partus tidak maju / ma!et maka harus diakhiri namun harus dilihat sejauh mana proses itu berlangsung *pasti+ ,ika pada kala I umumnya diakhiri dengan operasi ,ika pada kala II lihat posisi for!eps "a!uum atau juga dengan operasi PP3 periodi4 dan Si"li" SI !US "AID *menstrual --( proliferasi/folikuler (--0 se!retory/luteal -0-%$+ 4|Page

B1@ dikeluarkan oleh hipofisis anterior folikel primer folikel sekunder folikel tersier *folikel de >raaf+ yang membuat estrogen menekan B1@ mengeluarkan '@ folikel de graaf mendekati permukaan OC6'81I o"um terlepas sisa badannya yang masih berdarah banyak disebut korpus rubrum korpus luteum *.arna kuning+ hormone progesterone kelenjar berlekuk *masa sekresi+ mempersiapkan tempat untuk nidasi bila ada pembuahan korpus luteum korpus luteum gra"idalis bila tidak korpus albi!ans estrogen dan progesterone menurun spasme dan iskemi pada endometrium degenerasi : perdarahan : pelepasan endometrium yang nekrotik. Eo"ulasi '@ meningkatF #rpus $raviditatis berfungsi untuk mempertahankan *hormone progesterone tetap tinggi+ kehamilan sampai tua kurang lebih 0 bulan kemudian fungsi ini akan diambil alih oleh plasenta ?asa hidup sperma 4% jam ?asa hidup o"um -% / %$ jam F*%($L$S S$ ;iperkirakan -)).))) folikel primordial pada seseorang perempuan yang dengan stimulasi B1@ berkembang menjadi folikel de >raf tiap bulan akan keluar - *bisa %+ kemudian ditangkap fimbriae 1etelah pertemuan sperma dan o"um fertilisasi Gigot miosis morula blastosit dalam (-4 hari terjadi nidasi yang minimal dalam fase morula/blastosit setelah nidasi blastosit berdiferensiasi untuk berkembang menjadi fetus. 1etelah nidasi kehamilan dimulai Pada stadium blastula sel-sel yang lebih ke!il membentuk dinding blastula akan menjadi trofoblas #rofoblas bersifat dapat menghan!urkan dan men!airkan jaringan sel desidua sehingga blastula dapat masuk ke endometrium. #rofoblas 'ap dalam sitotropoblas 'ap luar sisisiotrofoblas ;alam peristi.a nidasi tropoblas menghasilkan @7> fungsinya untuk mempengaruhi korpus luteum tumbuh terus dan menghasilkan progesterion sampai plasenta mampu membuat progesterion sendiri @7> khas untuk menentukan adanya kehamilan Bemale *o"ume+ %% : = ?ale *sperm+ %% : =/y H tahan lama I !epat mati 5|Page

P*%('MB'H N ) N$N

Base embrionik terjadi pada proses organogenesis Base fetal dilakukan pemeriksaan 8N7

6sia kehamilan 30 minggu normal letak janin memanjang dengan kepala di ba.ah #B6 *tinggi fundus uteri+ A *bartolinen+ 6|Page

6K %0 / %5 minggu setinggi pusat 6K 35 minggu *#B6 paling tinggi+ 6K 0) minggu (-5 !m di ba.ah pro! =yphoideus NB : 6K 3& minggu ?ultiparitas tidak harus masuk P8P !ontoh karena 7P; kalau primi harus 6K 35 minggu *primi harusnya sudah masuk P8P P*% W ( N N(*N ( L 2 N& *pemeriksaan terhadap ibu selama kehamilan sebelum persalinan+ ?enurut usia kehamilan kehamilan dibagi menjadi -. Kehamilan trimester - *)--0 minggu+ %. Kehamlan trimester % *-0-%$ minggu+ 3. Kehamilan trimester 3 *%$-0% minggu+ (rimester 5 ?engetahi hamilnya di dalam rahimJ ,umlah anak J Kelainan saat hamil J (rimester + Proses organogenesisnya sudah selesai J *%) minggu janin sudah lengkap namun ukuran ke!il+ (rimester 6 Posisi janin *memanjang melintang letak kepala letak sungsang+J 'etak ari-ari *plasenta+J Keadaan air ketuban J Besar dan profil biofisik janin baik J Tu%uan AN& -. ?era.at bumil agar sehat %. Bumil dapat bersalin dengan out!ome baik 3. Post partum baik dapat memelihara bayi dengan baik Men$'indari (T *3 terlambat+ #erlambat mengenali diagnosis #erlambat dirujuk #erlambat mendapat penanganan yang optimal di K1 7|Page

M & M P*L 1 N N N& -. Pemeriksaan ibu hamil %. Imunisasi bumil 3. Penyuluhan giGi bumil 0. 8nte natal breast !are (. 1enam hamil/stimulasi partus ) DW L P*M*%$KS N $B' H M$L

Pelayanan 8N7 yang teren!ana 6K )-%$ minggu A 0 minggu sekali *tiap bulan+ 6K %$-35 minggu A % minggu sekali *%= sebulan+ 35 / lahir A tiap minggu Pea)anan AN& )an$ dian$$ap *aik minimal #rimester - -= #rimester % -= #rimester 3 %= KL S$F$K S$ B'M$L 7 N& K-K--L K-% K-0 total pemeriksaan 0= 1emakin naik K-0 semakin baik pelayanan 8N7 (anda "ehamilan #idak pasti *subjektif objektif+ Pasti 0*) L K*H M$L N ($D K P S($ (S'B)*K($F) 8menore *tidak mendapat haid+ Nausea dengan atau tanpa "omitus morning si!kness ?engidam Konstipasi karena penurunan peristalti! usus 1ering ken!ing Pingsan M mudah lelah 8|Page

8noreksia *tidak nafsu makan+ ( ND K*H M$L N ($D K P S($ (OB)*K($F) -. Pigmentasi kulit *timbul di pipi hidung dan dahi dikenal sebagai kloasma gra"idarum oleh karena pengaruh hormone plasenta yang merangsang melanofor dan kulit+ 2. 8sdf oleh karena pengaruh hormone progesterion 3. Dpulis hipergrofi papilla gingi"al 0. Perubahan payudara Payudara menjadi tegang dan membesar *gulaktogenesis+ karena pengaruh estrogen dan progesterion. ;aerah aerola menjadi lebih hitam karena deposit pigmen berlebihan terdapat kolustrum bila kehamilan < -% minggu. (. Pembesaran abdomen 5. 1uhu basal meningkat terus antara 34 % / 34 $ 7 4. Perubahan organ-organ dalam pel"ik a. #anda !had.i!k "agina li"id *biru+ terjadi minggu ke ( oleh karena kongesti b. #anda @egar : segmen ba.ah uterus lembek pada perabaan *portio lembut+ !. #anda Pis!ase!k : uterus membesar ke salah - jurusan oleh karena implantasi plasentanya menonjol d. #anda Bra=ton-@i!ks : uterus berkontraksi bila di rangsang tanda ini K@81 untuk uterus pada masa kehamilan $. #es kehamilan Iang banyak dipakai pemeriksaan hormone korionik >onadotropin h7> dalam urin. ;asar reaksi 8g8b dengan h7> sebagai 8g. 7ara yang banyak digunakan hemaglutinasi. Kadar terendah yang terdeteksi so iu/' h7> dapat ditemukan pada hari pertama haid tidak dating. @asil N palsu dapat diperoleh pada penyakit trofoblas ganas ( ND P S($ K*H M$L N (OB)*K($F) Palpasi dirasakan bagian janin M balotemen serta gerak janin 8uskultasi terdengar bunyi jantung janin *B,,+ 61> dapat dilihat gambaran janin ukuran uterus kantung gestasi Pemeriksaan sinar = tampak kerangka janin *<33 minggu+ *sekarang tidak lagi dilakukan oleh karena dampak radiasi terhadap janin+ D$ 0NOS$S B ND$N0 K*H M$L N Pseudosiesis *perempuan yang menginginkan kehamilan menyerupai gejala seperti hamil+ Kistoma o"ary 9|Page

?ioma uteri C6 dengan retensi urin ?enopause $NFO%M S$ 'N('K $B' H M$L Kegiatan fisik dapat dilakukan dalam batas N Kebersihan pribadi khususnya genitalia lebih dijata karena selama kehamilan terjadi peningkatan se!ret "agina Pemilihan makanan sebaiknya yang bergiGi dan serat tinggi Pemakaian obat harus dikonsultasikan dahulu dengan dr/tenaga medis lainnya Kokok dan al!ohol dihentikan dulu selama kehamilan $M'N$S S$ B'M$L (a"tif) Caksin setiap tetanus / C1# atau #etanus #o=oid/## 6ntuk menghindarkan ibu dan anak dari penyakit tetanus 7ara pemberian 1. ## dasar *) ( !! C1# I?/17 %= jarak 0 minggu+ 1ebelum menikah *!alon pengantin+ 6sia kehamilan 3-$ bulan *2%minggu sebelum melahirkan+ NB : perdarahan Nyeri solusio plasenta #idak nyeri plasenta pre"ia
N MN*S$S Keluhan utama Ki.ayat kehamilan sekarang 1udah inpartu *kapan mulai ken!eng-ken!eng sering dan teratur sudah diperiksa siapa tindakan dan saran apa yang sudah dilakukan !airan ketuban sejak kapan jumlah .arna bau sudah dipimpin mengejan oleh siapa berapa lama didorong tidak disuntik dipasang infus+ Perdarahan antepartum *kapan mulai perdarahan seberapa banyak .arna dan bentuk perdarahan didahului trauma ada nyeri tegangan meninggi gerak anak bagaimana+J Preeklamsia dan eklamsia *kapan mulai bengkak kejang frekuensi kejang sifat kejang sadar sudah mendapat pengobatan apa saja obatnya+ Ki.ayat haid Ki.ayat perka.inan *berapa kali kapan terakhir jumlahanak terdahulu+ Ki.ayat keluarga Ki.ayat penyakit lama/operasi/penyakit keluarga *;? asma penyakit jantung @# operasiEbaik min 0 bulanF Ki.ayat reproduksi -< ri.ayat abortus Ki.ayat obsteteri *persalinan dahulu N atau tidak+

10 | P a g e

P*M*%$KS N F$S$K 8 status praesens

P*M*%$KS N P*N'N) N0

;ilapangan minimal 4#

8N7

Keluhan sistemik 'ain-lain a. Ki.ayat giGi Pola makan selera makan pantangan diet ekstra makanan b. Ki.ayat laktasi *laktasi terdahulu keper!ayaan tradisional hambatan anatomis+ !. Ki.ayat KB *pernah jenis kapan berhenti ren!ana pas!a persalinan nanti+ d. Ki.ayat 1O1DK -. PB generalis *status internistik+ Keadaan umum #C *BB #B N #; 1 KK+ 7or/pulmo/e=t/dst %. Pemeriksaan obstetri! *status obstetri!+ luarO dalam Inspeksi Palpasi 'i-i" #B, Perkusi @I1 8uskultasi ;,, P= anogenitalia P= dalam "agina *P;CAC#+ NB: sebelum pemeriksaan kosongkan C6 P= 'ab P= Betal phon ;oppler P= 61> P= BP8 *BNO+ P= pel"imetri radiologi! u.k. < 30 minggu P= ?KI #imbang #ensi #inggi #B6 #ablet Gat besi #etanus imunisasi #e!atat PPPPPPPPPPPPP

'etak muka ;agu depan ;agu belakang *tidak bisa per"aginam kepala sudah ekstensi+ 'anjutan *1tatus Obstretikus+ 1ebelum pemeriksaan kosongkan C6 lalu ibu diminta berbaring terlentang dam pemeriksaan dilakukan di sisi kanan ibu. L*( K ) N$N "a*itus + attitude + p#stur %anin 'etak belakang kepala 66K / "erte= 'etak pun!ak 11 | P a g e

'etak dahi 'etak muka Situs + lie + sum*u %anin ter'adap sum*u i*u (letak) 'etak lintang 'etak membujur A sungsang 'etak obliQue Presentati# + presentati#n 'etak kepala "erte= pun!ak dahi muka 'etak su letak bokong *frank bree!h : bokong murni + letak kaki 'etak lintang letak bahu P#siti# + p#siti#n Titik tun%uk ter'adap *a$ian %alan la'ir (p#int #, dire-ti#n) Position o!!ipitalis posterior/anterior 66K belakang / depan *paling bagusPPP+ Position trans"ersalis letak melintang Position o!!ipitalis dire!ta >8?B8K Pemeriksaan luar 6K 2 %0 minggu balotement *:+ NB : bayi berada dalam rongga berisi !airan kalau ditekan akan berpindah 6K < %0 minggu leopold L*OPOLD 1ebelumnya dilihat apakah uterus berkontraksi / tidak J bila berkontraksi harus ditunggu sampai dinding perut lemas agar dapat diperiksa dengan teliti. 8gar tidak terjadi kontraksi dinding perut akibat perbedaan suhu dengan tangan pemeriksa sebelum palpasi kedua tangan pemeriksa digosokkan dahulu. !e#p#ld . #B6 *dengan pita pengukur Bagian janin pada fundus uteri Kepala bulat keras besar Bokong bulat lunak besar !e#p#ld / Punggung tahanan keras memanjang 12 | P a g e

Bagian ke!il janin !e#p#ld ( Bagian janin yang berada di ba.ah !e#p#ld 0 ;i"ergen sudah masuk *@odge 3+ Kon"ergen belum masuk teraba balotemen kepala 1ejajar NB9 leopold --3 pemeriksa menghadap kea rah muka ibu 'eopold 0 menghadap ke arah kaki 1aat leopold - bila teraba bulat besar lunak tidak bisa disebut bokong yang disebut interpretasinya bukan hasilnya 'eopolddisebutin jumlah janin (B) *penting untuk pertimbangan memutuskan ren!ana persalinan per"aginam se!ara spontan+ #aksiran berat janin N %())-3&&& gram Ideal %$)) / 3%)) gram %umus :ohnson #B, A *#B6 / n+ = -(( gram n A -- bila sudah masuk P8P *@odge 3+ n A -% bila belum masuk P8P NB jika sungsang pakai perikraan 1yarat letak kepala intra uterine *kalau sungsang #B, empiris+ #B6 bisa dikur *yang tidak bisa polihidromnion+ @I1 / kontraksi uterus sebagai tanda a.al persalinan S#arat H$S #an! bai" dan ade"uat %= dalam -) menit INP8K#6 menurut R@O : kontraksi %-3= dalam -) menit menyebabkan perubahan pada ser"iks ;urasi 0) / 5) detik Bundus dominan 1imetris dan sinkronisasi 8da fase relaksasi 13 | P a g e

#idak teraba bagian janin @I1 dapat menyebabkan membukanya ser"iks uterus P1R"ATI AN 2 Inter"al baik (-5 menit ;urasi baik 5) detik Kelaksasi Kekuatan kontraksi saat kontraksi bagian janin sulit diraba Bundus dominan 1inkronisasi *seirama+ 1imetri Kasa sakit diperkirakan di daerah pinggang kea rah simpisis Inersiat uteri his yang mengalami kemunduran jaraknya semakin panjang semakin lemah dan durasi semakin pendek >8?B8K Bila sudah INP8K#6 perhatikan adanya B8N;'DO1 KIN> *!in!in retraksi patologis lo!al !onstri!tion ring *yang tingginya melebihi pertengahan pusat dan simfisis+ tanda patognomonis untuk rupture uteri iminens 7in!in retraksi perbatasan antara segmen atas rahim dan segmen ba.ah rahim Kupture uteri imminent perdarahan masuk perut bayi ke !a"um abdomen B% ;(ON H$&KS &ON(% &($ON (H$S palsu) Belum teratur merupakan salah satu gejala prodromal persalinan ;apat terjadi sejak %0 minggu pada primigra"ida $NP %(' (persalinan dimulai) -. Penipisan dan pembukaan ser"iks %. Kontraksi uterus min %=/-) menit 3. Keluarnya lender darah *bloody sho.+ melalui "agina oleh karena pembuluh darah melebar dan pe!ah oleh karena ditekan kepala 0. Perineum menonjol "ul"a anus membuka ibu ingin mengejan *kala II+ ;,, *denyut jantung janin+ ;iberi sela-sela dalam perhitungan karena ada "ariabilitas ;,, 14 | P a g e

;idengar segera setelah @I1 mereda pada daerah punggung janin ;ihitung dengan men!ari suara terkeras menggunakan 61> mulai hamil $ minggu Betal phone mulai hamil -% minggu 1tetoskop '8DND7 mulai hamil -5 minggu #entukan pun!tum ma=imum *hamil tunggal - pemeriksa hamil gemelli % pemeriksa+ Brekuensi Normal A -%) / -5) =/menit ;ihitung ( detik pertama ( detik ketiga dan ( detik kelima lalu dijumlah dan dikalikan 0*bisa juga dihitung menit full+ F*( L D$S(%*SS 2 !a<at :anin Ditandai den$an ;,, 2 -)) *lebih bahaya+ atau < -$) =/menit Brekuensi tidak teratur perbedaan lebih dari - *-) / -% / --+ Keluar me!onium pada letak kepala p@ darah kepala janin 2 4 % Pemeriksaan Genitalia Perhatikan bentuk kelainan dan PPC *pengeluaran per "aginam+ yang terjadi Kelainan A oedema "arises ulkus keloid perineum kaku pendek dsb. Pemeri"saan Dalam 3a!ina (PD3 8 3() *6mum panggul penurunan janin+ siapkan ibu dalam posisi litotomi bersihkan daerah "ul"a dan perineum dengan laurtan antisepti! inspeksi "ul"a dan "agina apakah terdapat radang "arises luka atau tumor inspekulo liat ukuran .arna porsio dinding dan se!ret "agina lakukan C# *!olok "agina+ -< masukkan jari tengah : telunjuk raba adanya tumor/perbesaran kelenjar di liang "agina periksa adanya massa di adnksa dan parametrium perhatikan letak bentuk ukuran uterus serta pemeriksaan konsistensi arah panjang porsio dan pembukaan ser"iks *haurs dilakukan se!ara papasi bimanual. Ukuran uterus tidak hamil sebesar telur ayam *(-4 !m+ hamil $ minggu telur bebek 15 | P a g e

-% minggu telur angsa -5 minggu tinju de.asa %5 minggu kepala bayi Indikasi pada ke'amilan -. Pemeriksaan dari luar tidak jelas %. Ibu hamil belum pernah melahirkan bayi aterm 3. 7uriga kesempitan panggul 0. Pada primigra"ida 35 minggu kepala belum masuk P8P (. Pada semua kelainan letak untuk men!ari penyebab kelainan letak 6. Ki.ayat obstetri! yang jelek lahir mati ri.ayat 17 4. Pada saat akan melakukan tindakan : C'/BNO/61> Indikasi pada persalinan -. 1emua indikasi pada kehamilan %. Pada saat akan memilih dan melakukan tindakan 3. Partus berjalan tidak seperti yang diharapkan 0. Pe!ah ketuban bagian ba.ah janin masih tinggi NB : pada pemantauan persalinan dengan Partograf P;CB dilakukan setiap ( jam sesuai .aktu 'akmus test tes p@ air ketuban Penilaian pada PD3 7ari adanya ( kelainan patologi dasar *tumor infeksi/radang kelainan kongenital trauma proses degenerasi+ #ermasuk edema "arises abses dsb Pen!eluaran per=a!inam (PP3) 'ender darah *bloody sho.+ pertanda persalinan akan mulai se!ret ser"i= dan kapiler pe!ah ber!ampur 8ir ketuban ;arah 'endir *hanya peradangan / kehamilan tua+ Pus #ali pusat 16 | P a g e

32'23 (=ul=a> uretra> =a!ina) 7ari adanya ( kelainan patologi dasar #erpenting !ari adanya kelaian yang mengganggu jalannya kehamilan dan persalinan *ingat jalan lahir lunak+ Ser=i"s 'terus Ingat selalu tentang penilaian BI1@OP Pembukaan Kelembutan Penipisan 8rah kanalis ser"ikalis Keadaan kulit ketuban Ba!ian )anin #an! (eraba Presentasi J penurunan sejauh mana J titik tunjuknya apa J penumbungan J Penilaian ,alan lahir lunak dan keras B$SHOP P*L3$& S&O%%$N0 Penilaian kematangan ser"iks
N$L $ Dilatation (dilatasi) *ffa4ement ? (penipisan) &onsisten4# ("onsistensi) Position (posisi ser=i"s) Station (penurunan "epala) , ) )-3) Birm *keras+ Posterior -3 @odge I 5 - / % !m 0) / () ?edium *sedang+ medial -% + 3 / 0 !m 5) / 4) 1oft *lunak+ anterior -6 < (!m <$) :- :%

1um of the Bishop pel"i! s!orring #he indu!tion laboris likely to su!!ed if the sum is ore than ( oksitoksin BishopLs s!ore 2 ( 1. ?isoprostol *priming+ pematangan ser"iks misoprostol %( mg *-/$ tablet+ per"aginam/diportio die"aluasi 5 jam diharapkan portio sudah lunak %. Bila sudah baik *nilai bishop naik+ dilanjutkan infus okstitoksin ( unit kalau belum baik kalau belum baik dilanjutkan misoprostol sampai dengan -)) mg *ma=+ lalu infus oksitoksin P*M*%$KS N P N00'L 17 | P a g e

Penilaian dilakukan bila 6K 3( minggu karena jaringan dalam panggul lebih lunak sehingga tidak menimbulkan rasa sakit .3 Pan$$ul luar 1ebelum memeriksa uk. Panggul harus diperhatikan ada tidaknya kelainan bentuk panggul ,enis panggul menurut S7ald.ell and ?elouT >8?B8K apan -uri$a pan$$ul sepmit 4 5 &PD Kelainan bentuk panggul Ki.ayat trauma daerah panggul Ki.ayat lahir mati/ri.ayat obstetri! jelak #inggi badan 2 -0( !m Pemeriksaan ukuran pan$$ul luar men$$unakan %an$ka OS1AND1R ;istansia spinarum : minimal %3 !m ;istansia !ristarum minimal %5 !m 7onjugate e=terna BoudelosQue minimal -$ !m pro! spinosus '3-simfisis pubis *etpi atas+ NB : tulang panggul *pel"is+ terdiri atas : Os !o=ae os ileum os is!hium os Pubis*;=-sn simfisis Os sa!rum Os !o!!ygeus Pel"is mayor di atas linea inominata Pel"is minor di ba.ah linea inominata /3 Pan$$ul dalam Pemeriksaan saat melakukan C# sekaligus untuk menilai jalan lahir lunak dan jalan lahir keras ,alan lahir keras *polisi ;okma+ ?eliputi rongga panggul Panggul atas 'inea inominata 2 -/3 o Promentorium tidak teraba Panggul tengah ;inding samping pel"is < sejajar 1pina is!hiadi!a tidak menonjol 18 | P a g e

Kelengkungan sa!rum !ukup Panggul ba.ah 8rkus pubis < &) ?obilitas os !o!!ygeus baik / !ukup 6alan la'ir lunak 1er"iks uterus Cagina Cul"a Perineum #umor yang mendesak/berada pada jalan lahir >8?B8K >8?B8K Men$ukur -#n%u$ate dia$#nalis ?engarahkan ujung ke % jari kea rah promontorium sedangkan salah satu jari tangan yang lain memberi tanda disini >8?B8K Pemeriksaan !AB ;arah rutin *@b 'D; jumlah eritrosit diff !ount+ 6rin h7g Beta protein glukosa >ol darah fh rhesus K= .arserman kahn-C;K'/#P?8 *sifilis+ 1erologi berat jenis urin 1itology "aginal @b18g #OK7@ *bila diperlukan+ Pemeriksaan la* persiapan #perasi ;arah rutin urin rutin >ula darah I/II 6reum kratinin as. 6rat 1>O# 1>P# 19 | P a g e

>ol darah trombosit 7#/B# Kolesterol #> albumin/globulin tergantung keadaan Dlektrolit eadaan 6anin dan i*u )an$ 'arus diper'atikan -. BB / #B *perhatikan peningkatan BB ibu BB ibu hamil bertambah ) ( kg perminggu %. #; *apakah kenaikan sistolik < 3) mm@g / men!apai < -0) mm@g atau kenaikkan diastolik < -( mm@g/men!apai <&) mm@g pertimbangkan adanya PD-D 3. #B6 *peningkatan #B6 pada trimester 3 0. ;,, *2-%) =/menit bradikardi <-5) =/menit takikardi+ bila tidak ditemukan ;,, pada punggung pikirkan adanyak ematian janin mola hidatiosa I6>K bila ditemukan % bunyi jantung ditempat berbeda dengan perbedaan frekuensi paling sedikit -) detik permenit merupakan diagnosis pasti gemelli (. Ddema *edema tungkai ba.ah pada trimester terakhir dapat merupakan hal fisiologis namun bila disertai edema di tubuh bagian atas seperti muka dan lengan bila diikuti peningkatan #; !uriga adanya PD 6. Besar M letak janin *uk uterus lebih ke!il I6>K kematian intrauterineO uk uterus lebih besar makrosom kehamilan mola/kehamilan ganda+ 7. Perdarahan *pada trimester - *fisiologis+ yaitu tanda h@artman perdarahan per"aginam akibat proses nidasi blastosis ke endometrium yang menyebabkan perlukaan. Perdarahan berlangsung sebentar sedikit tidak berbahaya EflekF+ Pada trimester - *patologis+ yaitu abortus KB# atau mola hidatiosa P*N'%'N N ) N$N #urunnya janin dapat ditentukan dengan Bidang @odge @O;>D I bidang yang melalui P8P *terbentuk pada o pintu atas panggul dengan tepi atas simfisis dan promontorium+ @O;>D II bidang sejajar dengan bidang @odge I terletak setinggi tepi ba.ah simfisis @O;>D III bidang yang sejajar dengan bidang hodge I dan II terletak setinggi spina is!hiadi!a @O;>D IC bidang yang sejajar dengan bidan @ I II III terletak setinggi os 7o!!ygeus >8?B8K Stasion 1tasion O bidang setinggi spina Is!hiadi!a *@ III+ Bidang di atas stasion ) -- -% -3 -0 -( *( !m di atas stasion+ Bidan ba.ah stasion ) :- :% :3 *sudah berada pada @ IC+ 20 | P a g e

&ON(OH S( ('S Nama : 6sia @amil minggu K6 KP1 @aid *menar!he lama haid sikulis hari teratur @P@# #P+ 1tatus obstetrikus P= 'uar *#B6 ;,, letak janin @I1+ C# P= ;alam *jika perlu+ P= panggul *jika perlu+ ;. spinosum *%3+ !m ; tub *-)+ !m ; 7ristarum *%5+ !m ; diagonal *-% (+ !m ;. e=terna *-$+ !m ; Cera *--+ !m 4 komponen jalan lahir keras *rongga pel"is+ P= 'ab darah *@b leukosit trombosit+ ;iagnosis >..P..8U *usia+ tahun hamil *U+ minggu anak *-/%+ U hidup intrauterine presentasi *kepala/bokong+ u/-u puki/puka inpartu/belum J U KP; atau bekas 17 UJJJ K* D N $B' P S& P*%S L$N N (4ontoh)

K6 baik kesadaran !omposmentis N #; 1 KK 6terus kontraksi kuat #B6 % jari ba.ah pusat Perdarahan : kala III U77 kala IC U!! Pla!enta bentuk/!akram : !akram uk %) = %) = - ( !m kotiledon lengkap infark *asfiksia intrauterine+ *-+ hematom *-+ #ali pusat : insersi di tengah panjang () !m Kulit ketuban : robek ditengah 8nak : jenis kelamin dst 21 | P a g e

8nemi pada kehamilan #rimester - 2 -- gr9 #rimester % 2 -) ( gr9 #rimester 3 2-- gr9 1yarat ditransfusi @b 2 4 gr9 01MO3SK1 Persalinan sungsang per"aginam !ukup 8?8N jika : -. Pada setiap persalinan sungsang per"aginam harus tetap dipersiapkan operasi setiap saat bila diperlukan %. #B, antara %))) / 0))) gram 3. 6sia kehamilan antara %))) / 0))) gram 0. 6kuran dan bentuk panggul baik (. Penga.asan ketat terhadap janin selama persalinan 5. Perjalanan kala I harus sesuai kur"a Briedman pada primigra"ida - !m/jam sedangkan multigra"ida - 3 !m/jam 4. Kepala janin tidak dalam keadaan defleksi Kalau persyaratan tersebut tidak dipenuhi maka 17 lebih dipilih @('&HN$ ND%OS B%**&H S&O%$N0 $ND*;
paritas 'sia "ehamilan (a"siran berat :anin Persalinan sun!san! sebelumn#a (A+-,,!ram) pembu"aan penurunan , Primi <3$ minggu <35%& gram ) % !m -3 / lebih tinggi 5 multi 3$ minggu 35%& - 3-45 3 !m -% + 23$ minggu 23-45 <<3 !m -- / lebih rendah

Bila s"or 9 V 3 dianjurkan 17 0 dilakukan ree"aluasi penga.asan persalinan ketat W ( persalinan diharapkan dapat per"aginam >8?B8K Perhatian Prinsip 2 1. 8proksimasi menyatu %. @omostatsis 22 | P a g e

3. 'apis demi lapis 0. #idak ada dead spa!e (. #idak boleh terlalu ken!ang Ba$i pen#l#n$ persalinan7 *ila ada laserasi perineum 'arap di-atat ;erajat laserasi Perintah pera.atan dengan jelas ;DK8,8# ?ukosa "agina Bour!hette *labia minora yang menyatu di inferior+ posterior ;DK8,8# % Penjahitan tidak diperlukan jika tidak ada perdarahan dan jika luka teraposisi se!ara alamiah ?ukosa "agina Bour!hette posterior Kulit perineum Otot perineum m.trans"ersus perinei superfi!ial ;DK8,8# 3 ,ahit menggunakan teknik = ?ukosa "agina Bour!hette posterior Kulit perineum Otot-otot perineum Otot sfingter ani esksterna *-internal+ ,angan !oba menjahitnya segera lakukan rujukan jangan lupa pasang infus jarum besar ;DK8,8# 0 *K'/N1+ ?ukosa "agina Bour!hette posterior Kulit perineum Otot-otot perineum Otot sfingter ani eksternal ;inding re!tum anterior *mukosa re!tum jken abys m agar tidka lengket diberi bougie disuruh puasa+ 1ama dengan derjat 3 7hronik %) / 3) hari Plain !ut gut 4 / -) hari Ciksil de=on &) hari Bila ada bayi lahir dengan kelainan kongenital harap lapor 1etiap penderita PD / D pemberian !airannya hanya K' karena K' tidak menyebabkan retensi !airan sedangkan ;(9 dapat menyebabkan retensi !airan 23 | P a g e

$ND*KS 0*S(OS$S (P* B *) Csudah tida" dipa"aiD


, *dema setelah istirahat barin! Proteinuria Semi"uantitatif srba4h (ensi sistoli" (ensi diastoi" 5 tibia : ).( - % -0) / -5) mm@g &) / -)) mm@g + umum :: %/( -5) / -$) mm@g -)) / --) mm@g 6

2).( 2-0) mm@g 2&) mm@g

::: <( <-$) mm@g <--) mm@g

>ejala impending e!lamsia *DI+ ya/tidak >ejala !on"ulsy el!lamsia *D7+ ya/tidak P%OS*D'% P*M K $ N 'MBL$& L &O%D &L MP pada ba#i baru lahir 6mbli!al !ord !lamp adalah klem tali pusat pada bayi baru lahir yang terbuat dari plasti! steril hanya sekali pemakian @arus dilihat masa kadaluarsa yang tertera pada kemasannya 1ebelum yabi lahir dipersiapkan alat untuk pemotongan tali pusat terdiri atas : gunting tali pusat klem arteri umbli!al !ord !lamp dalam kemasan steril dan antisepti! 1etelah bayi lahir umbli!al !ord !lamp dipasang pada tali pusat X 3 !m dari umbli!al bayi kemudian dipotong klem arteri #ali pusat digunting di antara umbli!al !ord !lamp dan klem arteri 8sepsis tali pusat yang terlah terpotong dengan antisepti! Balut tali pusat beserta umbli!all !ord !lamp dengan kasa NB : pemotongan tali pusat dilakukan segera setelah tali pusat berhenti berdenyut tapi pada beberapa kasus harus segera diklem : potong misalnya : Betal distress *asfiksia+ Dritoblastosis foetalis 1emua tindakan *"a!uum for!eps dll+ Oleh karena akan segera menolong D$S(OS$ B H' #ertahannya bahu depan di atas simfisis ketidak mampuan melahirkan bahu pada persalinan Normal Pemeriksaan 2 Kepala bayi melekat pada perineum *turtle sign+ Kala II persalinan yang memanjang >agal untukj lahir .alau dengan usaha ma= dan gerakan yang benar

24 | P a g e

A!ARM1R s" for help ib/suami/orang terdekat/pera.at/dokter lain Lift *bokong : kaki+ manu"b"er m! Kobert nterior disimpa!tion of shoulder Kotate to obliQue KubinLs ?anu"er 1uprapubi! pressure ?assantiLs ?anu"er Manual remo=al of posterior arm *pisiotom# / !onsider %oll O=er H$ND %$ EP Pani! harus tetap stay !ool Pulling menarik kepala Pushing mendorong fundus uteri Pi"ating memutar kepala se!ara ta!am dengan !o!sigis sebagai tumpuan M N )*M*N B 1$ B %' L H$%

Persiapan Penilaian 8pakah air ketuban bersih tidak ber!ampur me!onium J 8pakah bayi menangis/bernafas spontan M teratur J

Bayi menangis/bernafas spontan M teratur

Bayi tidak menangis tidak bernafas spontan/megap-megap

8ir ketuban ber!ampur mekonium

?anajemen bayi baru lahir *normal+

B ?anajemen asfiksia bayi baru lahir

& ?anajemen air ketuban ber!ampur me!onium

25 | P a g e

Ba!an

Bayi menangis / bernafas spontan M teratur 8suhan bayi baru lahir

1egera potong tali pusat jangan membubuhi apapun Keringkan #idak perlu penghisapan jalan nafas ;ekatkan segera bayi pada payudara ibu dan berikan 81I dini ma= Y jam *3) menit+ E kontak kulit bayi dengan kulit ibu F

26 | P a g e

Ba!an B

Bayi tidak menangis tidak bernafas megap-megap

'angkah a.al *dilakukan dalam 3) detik+ ,aga bayi agar tetap hangat 8tur posisi bayi Isap lender Keringkan dan rangsang taktil Keposisi Penilaian apakah bayi menangis / bernafas spontan M teratur

Ia

#idak 'anjutkan "entilasi hentikan tiap 3) detik Penilaian apakah bayi bernafas spontan dan teratur/menangis

Ia

#idak

1etelah "entilasi selama dua detik tidak berhasil siapkan rujukan Bila bayi tidak bisa dirujuk dan tidak bisa bernafas hentikan "entilasi setelah %) detik

Konseling dukungan emosional Pen!atatan bayi meninggal

27 | P a g e

Ba!an & 8ir ketuban ber!ampur mekonium

;ekatkan penghisap lendir 1etelah kepala bayi lahir sebelum bahu keluar segera hisap lendir

1etelah seluruh tubuh bayi keluar nilai apakah bayi menangis / bernafas spontan dan teratur

Ia Potong tali pusat 'angkah a.al

#idak Buka mulut bayi dengan lebar isap lendir Potong tali pusat

8suhan pas!a resusitasi 'angkah 8.al

nilai apakah bayi menangis / bernafas spontan dan teratur

Ia 8suhan pas!a resusitasi

#idak "entilasi

8P>8K 17OKD
Penilaian ppearan4e Pulse (den#ut :antun!) 0rima4e (refle") a4ti=it# %espitrator# effort , Biru / putih 'emah 5 Pink ujung-ujung biru 2-)) meringis 1edang #idak teratur + pink <-)) ?enangis Baik baik

8sfiksia Cigerous baby *bayi sehat+ 8sfiksia ringan

#otal $--) 4 28 | P a g e

8sfiksia sedang 8sfiksia berat

0/5 )/3

KO%($KOS(*%O$D 'N('K P*M ( N0 N P %' ) N$N *%0 / 30 minggu se!ara empiris berdasar e"iden!e base batas akhir 30 minggu+ ,enis obat ;e=amethasone bethamethasone 7ara pemberian I? / IC I? ;osis 5 mg -% mg ,umlah pemberian 0= %= Inter"al .aktu -% jam %0 jam #ablet dosis %0 mg %0 mg

Kenapa 3) minggu diberi tokolitik juga mau diberi ks J agar paru janin sudah siap/matang jika se.aktu-.aktu terjadi terminasi kehamilan. 1hake test / tes busa *'esitin/sfingemielin+ M NN$N0 S&O%* Penilaian kesejahteraan janin yang dilakukan dengan ultrasonografi *61>+ dan kardiotokografi *K#>+ Bila skor W $ kesejahteraan janin baik Bila skor 2 $ kesejahteraan janin jelek sehingga harus dilakukan pengakhiran kehamilan Varia*el *i#,isik nilai 8 / -. >erakan pernapasan janin %. >erakan badan janin 3. #onus otot janin 0. B@K reaktif *yang baik : reaktif+ (. Colume !airan ketuban 1eluruhnya ditotal Nilai / 2 -. ;alam 3) menit minimal W 3) detik berlangsung gerak nafas %. ;alam 3) menit minimal 3 gerakan janin terpisah 3. 1etidaknya ada gerakan ekstensi disusul fleksi sempurna 0. ;alam 3) menit setidaknya ada % eksplorasi dalam -( detik amplitude *-( bpm+ (. 8da - paket dengan uk "erti!al - !m/lebih NB9 - % 3 ( komponen pemeriksaan 61> N1# *non stress test+ komponen pemeriksaan K#> *p= untuk e"aluasi ;,, terhadap pengaruh gerakan janin+ Indikasi -. Kehamilan le.at bulan/serotinus 29 | P a g e

%. Pertumbuhan janin terhambat / I6>K 3. Ibu dengan penyakit sistemik 0. PD berat 5. Oligohidromnion air ketuban 2 ()) m' *oleh karena KP; / KP8+ #ntra Indikasi : #idak ada p" ketu*an *asa 2 Pe!ah sebelum .aktunya I1K Ba!terial "aginalis injeksi ampisilin % gr i.". agar tidak terjai infeksi i.u *dites dulu+ KP8 / KP; *premature rupture of membrane+ PD 2 Pe!ahnya kulit ketuban sebelum inpartu V5 jam *bayi aterm / belum inpartu + Pengelolaan : 8B profilaksis *inj. PP+ Induksi persalinan lihat bishop s!ore *bila tidak ada KI !ontoh : fetal distress ri.ayat 17 dll+ Penga.asan perjalanan persalinan 2 5 jam *bayi aterm+ / belum inpartu Pengelolaan : #unggu sampai 5 jam bila belum inpartu juga maka pengelolaan sama seperti di atas Bayi premature Pengelolaan : konser"atif / dipertahankan se-aterm mungkin Dritromisin 0 = ()) mg selama 5 hari 8B profilaksis *inj. PP+ #okolitik *du"adilon 3 = - tab+ !egah @I1 kalau his *-+ tidak perlu 6sia kehamilan 2 30 minggu steroid PA Pe!ahnya kulit ketuban pada inpartu kala I fase laten *pembukaan 2 3 !m+ Karena sudah inpartu maka tak dilakukan induksi persalinan Pengelolaan : *8B profilaksis penga.asan perjalanan persalinan NB 9 Kenapa 5 jam J karena .indo. periode timbulnya infeksi sekitar 5 jam @anya di inspekulo pembukaan apa yang keluar dari O6D lakmus tes *jadi hijau+ 30 | P a g e

$ND'KS$ P*%S L$N N *mendek 61> : K#> kesejahteraan janin jelek+ 1uatu upaya guna merangsang uterus mulai mengadakan persalinan *belum inpartu dari a.al tidak ada his sama sekali+ INDI ASI -. Kehamilan le.at bulan / serotinus %. KP; 3. I6B; *intra uterine fetal death+ 0. Kehamilan dengan @# (. Kehamian dengan ;? 5. 1olution plasenta ONTRA INDI ASI -. 7P; %. Plasenta pre"ia 3. Ki.ayat 17 0. Ki.ayat distosia ser"iks (. >emelli &ARA a. ?edisinal *oksitoksin drip *PI#ON+ Prostaglandin misoprostol *bishop <t bishop 2( priming induksi+ 7airan ttt intraamnion b. Operatif 8mniotomi saat akhir @I1 ?elepas kulit ketuban / stripping of the membrane 'ain-lain : Bougie Krause ?etreurynter kateter foley dan batang laminaria O SITO SIN DRIP bishopLs s!ore < ( *kalau 2 ( boleh tetapi angka keberhasilan ke!il+ ( ui *dalam ()) ml K'+ dimulai $ tetes/menit dinaikkan 0 tetes tiap 3) menit sampai ma= %) tetes/menit Kalau belum inpartu lanjutkan botol % belum lagi tidak dinaikkan istirahat %0 jam lanjutkan % botol Kalau belum inpartu juga 17 *akhiri kehamilan+ AUGM1NTASI 5 P1RBAI AN "IS *ada penurunan his+ 8dalah ada his *persalinan kala I+ lalu terjadi inertia uteri Pengelolaan : sama dengan induksi persalinan 31 | P a g e

Kalau buka 5-$ !m tapi KK *:+ menonjol pe!ah KK*prostaglandin met+ agar kepala turun bila masih tidak baik oksitoksin O SITO SIN vs M1T1RGIN (UT1ROTONI A) Oksitoksin 1ifat : kontraksi ritmik *lambat+ teratur tidak mengganggu produksi 81I ?etergin *tidak perlu lagi bila kontraksi uterus baik+ sifat kontraksi !ontinue *!epat+ efek samping : mengganggu produksi 81I menggigil KI : hipertensi PD / D 1SO O SITO SIN *penggunaan jangka panjang+ @ipoksia janin hiperstimulasi tidak bisa mengkompensasi *@K meningkat/ akselerasi fetal distress+ Buptur uteri Intoksikasi air efek 8;@ @ipotensi "asodilatasi 'S0 INDI ASI TRIM1ST1R I 2 ?enentukan kehamilan intrauterine/ekstrauterin ?emastikan kehamilan ganda ?enentukan umur kehamilan 8bortus imminent - an!aman abortus ?ola hidatidosa 'ighted o"um kehamilan kosong TRIM1ST1R II9III ?enentukan letak M presentasi janin 'etak M kematangan plasenta ?enentukan jumlah air ketuban Biometri janin Kelainan kongenital *hydro!ephalus aneno!ephalus mikro!ephalus+ ?enentukan jenis kelamin janin 8mniosintesis Komplikasi kehamilan *perdarahan antepartum+ I6>K 32 | P a g e

?emastikan I6B; adanya spalsding sign *:+ halo sign *:+ 0% D$N0 PL &*N( >K8;D ) >K8;D >K8;D % >K8;D 3 Kasus In"erted >8?B8K *> I / III+ 'S0 di4ari !ambaran
@ead 8bdomen !ir!umferen!e Bemur length Pla!enta 7airan amnion 7ari thalamus *hipe!hoik hitam *pengukuran diameter biparietal+ dipisahkan oleh garis putih / falk !erebri yang diukur tegak lurus fal= 'ihat ".porta setinggi hepar M ada lambung C6 Sa!ousti! .indo. *". umblikalisJ+ Panjang putih satu buah seperti !angkul *e!hogeni!+ 'alu kelihatan % garis fibula : tibia 'iQuor : janin 0 kuadran dipisahkan oleh linea mediana : pusat panjangnya *-+ dijumlahkan

K*L $N N P D K*H M$L N H$P*%*M$S 0% 3$D %'M 9 ?ual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. ?ual muntah merupakan gangguan tersering dijumpai pada kehamilan trimester I *<3 bulan+ 1ti#l#$i 2 Baktor predisposisi primigra"ida mola hidatidosa kehamilan ganda Baktor organi! lergi masuknya "illi !horialis dalam sirkulasi perubahan metaboli! akibat hamil resistensi ibu hamil menurun Baktor psikologis PATO:ISIO!OGI Perasaan mual akibat kadar estrogen meningkat. ?ual dan muntah terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi hiponatremia hypokalemia penurunan 7l urin selanjutnya terjadi hemokonsentrasi yang mengurangi perfusi darah ke jaringan dan menyebabkan tertimbunnya Gat toksik. Pemakaian !adangan karbohidrat dan lemak menyebabkan oksidasi lemak tidak sempurna hingga terjadi ketosit. @ypokalemia akibat muntah dan ekskresi yang berlebihan menyebabkan frekuensi muntah bertambah dan merusak hepar selaput lender esophagus / lambung dapat robek *synd. ?allory / Reiss+ sehingga perdarahan #>I 33 | P a g e

Terapi : rehidrasi sampai urin tidak pekat lagi infus antasida 7PZ Dia$n#sis 2 8namnesis amenore tanda kehamilan mudah muntah terus menerus Pemeriksaan fisik pasien lemah apatis s/d koma nadi < -)) =/menit suhu meningkat tekanan darah menurun tanda dehidrasi Pemeriksaan penunjang elektrolit Na dan 7l menurun Pemeriksaan urin 7l turun dan dapat ditemukan keton BO%('S Berhentinya kemilan/penghentian kehamilan dan pengeluaran hasil konsepsi sebelum usia kehamilan %) minggu atau berat janin 2 ()) gram. 1ti#l#$i : ibu janin lingkungan -. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi Kelainan kromosom lingkungan sekitar tempat implantasi yang kurang sempurna pengaruh teratogen *radiasi "irus obat tembakau+ %. Kelainan pada plasenta *endorteritis "ili !horialis karena hipertensi menahun+ 3. Baktor maternal *pneumonia tifus anemi berat kera!unan toksoplasmosis malaria+ 4. Kelainan tra!tus genitalia *inkompetensi ser"iks retro"ersi uteri mioma uteri *sub mukosum+ geburt kelainan ba.aan uterus Pat#$enesis 2 Pada a.al abortus terjadi perdarahan desidua basalis diikuti nekrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. 2 $ minggu keluar total < $ minggu keluar sebagian karena "ili korialis telah menembus desidua basalis se!ara mendalam. lasi,ikasi .3 A*#rtus sp#ntan (sp#ntane#us a*#rti#n) a. A*#rtus imminent *threatened abortion+ an!aman abortus tanpa tanda-tanda dilatasi ser"iks b. A*#rtus insipiens *ine"itable abortion+ abortus yang sedang berlangsung ada tanda-tanda dilatasi ser"iks : perdarahan c. A*#rtus ink#mplit hasil konsepsi telah dikeluarkan sebagian ada tanda-tanda dilatasi ser"iks 34 | P a g e

d. A*#rtus k#mplit hasil konsepsi sudah keluar dari uterus tidak ada tanda-tanda dilatasi ser"iks e. Missed a*#rti#n -< kematian janin sebelum usia kehamilan %) minggu tetapi tidak dikeluarkan selama $ minggu / lebih. *retensi lama hasil konsepsi+ Penghentian kehamilan sebelum usia %) minggu dan hasil konsepsi masih tertahan di dalam uterus f. A*#rti#n 'a*itus *re!urrent spontaneous abortion+ abortus yang terjadi 3= / lebih berturut-turut. 1ti#l#$i 2 Kelainan o"um Kelainan kormosom Kelainan anatomi uterus 1er"iks inkompeten Inkompatibilitas rh Infeksi *#OK7@+ ;isfungsi hormonal *tiroid+ /3 A*#rtus *uatan (indu-ed a*#rti#n) a. A*#rtus pr#v#katus medi-inal 5 t'erapeuti- tujuan pengobatan demi keselamatan ibu !ontoh adanya 7a ser"iks *3 A*#rtus pr#v#katus kriminalis
Perdarahan per=a!inam : flek : banyak : banyak 1edikit *flek+ 22 / << dengan gelembung udara N#eri perut ("ontra"si) Kingan Berat Kingan J 8da (es "ehamilan : : -*J+ :

bortus $minens $nsipiens $n"omplit Komplit Missed Mola

(F' 1esuai 6K 1esuai 6K 2 6K 2 6K 2 6K <6K

Dilatasi ser=i"s : : :/: O6D membka teraba massa jaringan

'S0 >1: BP: B@?: >1: BP: B? :/- B@? :/1isa hasil konsepsi *:+ 1isa hasil konsepsi *-+ >1: BP: B?- B@?J

>1 gestational sa! BP fetal plate B? fetal mo"ement B@? fetal heart mo"ement S*( K'% ( S* P D BO%('S ($N&OMPL*(*) 35 | P a g e

-. 7unam timpon / tang abortus *-+

%. #enakulum *-+ 3. Klem o"arium *forester/ fenster !lamp+ lurus / bengkok *%+ 0. 1endok kuret *-+ (. Penalo ka"um uteri *sonde uterus+ *-+ 5. 1pe!ulum simLs *%+ 4. Kateter karet *-+ $. Pinset *-+ &ARA UR1TAS1 -. Pasien dalam posisi lithotomi %. 1untikkan "alium -) mg dan atropine sulfat ).%( mg i.". 3. 8septis genitalia eksterna "agina ser"iks 0. Kosongkan C6 (. Pasang spe!ulum simLs *yang posterior dulu baru anterior+ selanjuntya ser"iks dipresentasikan dengan tenakulum menjepit dinding depan porsio pada jam -%. 8ngkat spekulum depan dan spe!ulum belakang dipegang oleh seorang asisten 5. ?asukkan sonde uterus dengan hati-hati untuk menentukan besar dan arah uterus 4. Keluarkan jaringan dengan !unam abortus *tang abortus+ dilanjutkan dengan kuret tumpul se!ara sistematis menurut putaran jarum jam. 6sahakan seluruh ka"um uteri dikerok 8. 1etelah diyakini tidak ada perdarahan tindakan dihentikan a.asi tanda "ital -(-3) menit pas!a tindakan metil ergometrin 8bortus jepit portio dengan tenakulum/kogel tang gunakan yang lan!!ip untuk kuret oleh karena miometriumnya masih tebal ?ola kuret gunakan yang tumpul : terbesar yang masuk !a"um uteri oleh karena dinding uterusnya lebih tipis sehingga untuk menghindari perforasi uterus dan me!apai daerah yang lebih luas.

36 | P a g e

Perdarahan per=a!inam

namnesis Ki.aya terlambat haid Ki.ayat trauma Raktu jumlah dan sifat perdarahan ?ules Ki.ayat keluarnya jaringan dari "agina Kenaikan suhu badan Keadaan umum lemah / pingsan @amil J

Pemeri"saan Fisi" #anda "ital !ari tanda syok Pada pemeriksaan ginekologis/obstetri! perhatikan adanya darah jaringan bau rasa nyeri massa E Inspekulo C# sondase F

#idak hamil / tidak berkaitan dengan kehamilan

Kehamilan 2 %) minggu >IN

Kehamilan < %$ minggu OB1

DD 9 DD 9 7a 1er"iks 8bortus Drosi porsio ?ola hidatidosa Perdarahan uterus disfungsional /;6B KD# *perdarahan abnormal di dalam/diluar siklus mens yang disebabkan gangguan hipotalamus / hipofisis / o"arium dan tidak disebabkan oleh kelainan organi! kehamilan neoplasma dll.

DD 9 1olutio pla!enta Pla!enta pre"ia

MOL H$D ($DOS Kehamilan abnormal dimana hampir seluruhnya dari "ili korialis mengalami perubahan hidrofik. *penyakit trofoblas Etempat berlabuh sperma-o"umF+. 1ti#l#$i : belum pasti ada yang menyebutkan infeksi defisiensi makanan geneti! yang paling !o!ok ialah teori 87O1#8 1I1ON *defisiensi protein+. Pat#$enesis 2 ?ola hidatidosa berkembang dari trofoblas ekstra-embrionik. ?ola hidatidosa terbagi menjadi 1. ?ola hidatidosa komplet *klasik+ tidak didapatkan janin 2. ?ola hidatidosa inkomplet *parsial+ disertai janin / bagian janin 37 | P a g e

Trias -. ;egenerasi hidrofik %. Proliferasi trofoblas 3. Cilli korialis a"askuler Mani,estasi klinik mual hebag sekali oleh karena h7> meningkat 8menore dan tanda-tanda kehamilan Perdarahan per"aginam berulang. ;arah !enderung !okelat. Pada keadaan lanjut kadang keluar gelembung mola Pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan #idak terabanya bagian janin pada palpasi dan tidak terdengarnya ;,, sekalipun uterus membesar setinggi pusat / lebih PD- D terjadi sebelum kehamilan %0 minggu

D$ 0NOS$S (pasti) "eluar !elembun! mola dari "analis se=i"alis Anamnesis perdarahan per"aginam / gambaran mola gejala PD / D trimester I / II hiperemis gra"idarum gejala tirotoksikosis emboli paru Pemeriksaan ,isik uterus lebih besar dari 6sia kehamilan kista lutein balotemen *-+ Pemeriksaan penun%an$ 2 #es 8!usta sison dapat dikeluarkan jaringan mola #es @anifa sonde dapat masuk tanpa tahanan

P1NATA!AS ANAAN evaluasi ;ilatasi dan kuretase @isterektomi *bila usia < 3( th anak 3 hidup+

*NDOM*(%$'M ("a=um uteri) 1ti#l#$i 2 Baktor #uba *motilitas tuba tergangg+ salfingitis perlekatan tub kelainan kongenital tuba pembedahan sebelumnya endometriosis KD# sebelumnya tumor yang mengubah Kelainan Gigot Baktor o"arium bentuk tuba. Kelainan kromosom dan malformasi ?igrasi luar o"um *o"um dari o"arium kanan ke tuba kiri atau sebaliknya+

pembesaran o"arium unestruded o"um Penggunaan hormone estrogen *kontrasepsi oral+ Baktor lain 8borsi tuba dan pemakaian I6; DIAGNOSIS 38 | P a g e

8namnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan ginekologi

8menore tanda hamil muda nyeri perut bagian ba.ah nyeri bahu tenesmus dan perdahrahan per"aginam setelah nyeri perut bagian ba.ah Kesakitan dan pu!at bisa tanda-tanda syok #anda-tanda kehamilan muda rasa nyeri pada pergerakan ser"iks : uterus dapat teraba agak membesar dan kadang teraba tumor di samping uterus dengan batas yang sukar ditentukan : ka"um douglas *kuidosintesis+ menonjol berisi darah dan nyeri bila diraba. @b menurun setelah %0 jam jumlah eritrosit meningkat

Pemeriksaan lab P1NATA!A SANAAN 'aparotomy

1alpingektomi / salphigestomi/reanestomosis tuba 7hemoth / metotreksat

Umur ke'amilan /; min$$u (ped#man /;;<) @IPDK#DN1I PKO#DIN6KI #imbulnya desakan darah sistolik W -0) mm@g dan diastolik W &) mm@g diukur %= selang 0 jam setelah penderita istirahat a. 8danya protein W 3) mg/' dari urin tengah a!ak * -: dipsti!k+ b. 8danya protein W 3)) mg dalam %0 jam produksi urin D;D?8 PKDDK'8?1I8 KIN>8N DK'8?1I8 1IN;. @D''P PKDDK'8?1I8 BDK8# !. ;engan memakai Sdipsti!kT *tungkai+ tak dipakai lagi sebagai kriteria hipertensi dalam kehamilan ke!uali edema anasarka ;esakan darah W -0)/&) mm@g setelah umur kehamilan %) minggu disertai dengan proteinuria W 3)) mg/%0 jam atau dipsti!k W :Kejang-kejang pada preeklamsia disertai koma PD / D dengan adanya hemolysis peningkatan enGyme hepar disfungsi hepar dan trombositopenia PD dengan salah satu / lebih gejala dan tanda di ba.ah ini : a. ;esakan darah W -5)/--) mm@g b. Proteinuria W ( gr/%0 jam atau dipsti!k : 0: !. Oliguria : produksi urin 2 0))-()) !! / %0 jam d. Kenaikan kreatinin serum e. Ddema paru dan sianosis f. Nyeri epigastrium M nyeri kuadran kanan atas abdomen pandangan kabur+ h. >angguan fungsi hepar - peningkatan alanine atau 1>O# i. j. @emolysis mikroangiopatik anemi ikterik #rombositopenia : 2 -)).))) sel/mm 39 | P a g e g. >angguan otak dan "isus *perubahan kesadaran nyeri kepala s!otoma dan

k. 1ynd. @D''P komplikasi : perdarahan karena ;I7 sepsis

Terapi 2 1egera masuk K1 #irah baring miring ke kiri Infus K' Pemberian anti kejang ?g1O0 sebagai pen!egahan dan terapi kejang 8nti hipertensi *nifedipine -) / %) mg oral Ema= -%) mg/%0 jamF+ diulangi Y jam jika tekanan darah W -$)/--) mm@g ;iuretikum jika ada *edema paru P,K edema anasarka+ ;iet seimbang hindari protein dan kalori

&ara persalinan (k#nservati, 5 ekspektati,) Belum inpartu kehamilan dipertahankan sampai kehamilan aterm Inpartu perjalanan persalinan diikuti seperti laGimnya *kur"a Briedman+ diutamakan per"aginam ke!uali ada indikasi untuk 17. &ara persalinan akti,7 a$resi, 1edapat mungkin per"aginam Belum inpartu induksi persalinan bila bishop W $ harus sudah men!apai kala II dalam .aktu %0 jam kalau tidak dianggap gagal 17 INDI ASI S& #idak ada indikasi per"aginam Induksi persalinan gagal #erjadi maternal/fetal distress

17 elektfif *bila janin : ibu baik puasa 5 jam+ Suda' inpartu Perjalanan persalinan diikuti dengan kur"a Briedman ?emperpendek kala II 17 bila terdapat maternal/fetal distress Primi direkomendasikan 17 8nastesi : regional anestesi epidural anastesi ditak dianjurkan general anastesi 1 !AMSIA PD yang disertai dengan kejang tonik-klinik disusul dengan koma #erapi : sama seperti PD berat semua kehamilan dengan Dklamsi harus diterminasi tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin

40 | P a g e

7a 7hannel blo!ker sehingga men!egah eksitasi impus saraf otot ?g1O0 4@%O #idak untuk menurunkan tekanan darah Kalau berlebih mempengaruhi ke organ nafas dan jantung ?g1O0 maintenan!e - gram/jam ?g1O0 %)9 %( !! seetiap ( gram ?g1O0 0)9 %( !! setiap -) gram

S)arat pem*erian 2 Kefle= patella Normal KK < -5 =/menit Produksi urin dalam 0 jam sebelumnya < -)) !! atau ) ( !!/kgBB/jam 1iapkan ampul kalsium >lukomat -)9 *antidotum+ dalam -) !! selama 3 menit

Nifedipine *3 = -) mg+ 7a 8ntagonis 8nti hipertensi [ metildopa *3 = %() mg+ [ / blo!ker propranolol \ blo!ker

KD@8?I'8N 'DR8# R8K#6 / 1DKO#IN61

Bungsi plasenta menurun Kadar hormone *estriol : pla!enta la!togen+ yang dihasilkan oleh pla!enta menurun

Kehamilan mele.ati 0% minggu *W 0% minggu+ Dtiologi : tidak timbulnya his karena kurangnya air ketuban insufisiensi plasenta dan keretanan akan stress. Mani,estasi klinis 2 >erakan janin yuang jarang yaitu se!ara subjektif 2 4= / %) menit atau se!ara objektif dengan K#D 2 -)=/%) menit Bayi akan ditemukan tanda-tanda le.at .aktu a. 1tadium I -< kulit kehilangan "ernks kasposa dan termaserasi sehingga kulit kering rapuh dan mudah mengelupas b. 1tadium II sama dengan I disertai pe.arnaan me!onium *kehijauan+ di kulit c. 1tadium III sama I disertai pe.arnaan pada kuku kulit dan tali pusat. Pemeriksaan Penun%an$ 2 61> untuk menilai usia kehamilan oligohidramnion derajat maturitas plasenta 41 | P a g e

K#> untuk menilai ada/tidaknya ga.at janin Penilaian .arna air ketuban dengan amnioskopi/amniotomi *tes tanpa tekanan dinilai apakah reaktif atau tidak dan tes tekanan oksitoksin+ Pemeriksaan sitology bila hasil : segera induksi persalinan.

:un$si Plasenta 2 8lat untuk memberi makan janin ?engeluarkan sisa metabolism ?enyalurkan antibody ?embuat hormone

P*%D % H N N(*P %('M Perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan W %$ minggu *karena pada %& minggu mulai terbentuk segmen ba.h rahim jadi kalau ada kontraksi lebih mudah berdarah *1BK mulai melebar sedang plasenta tetap sehingga terjadi robekan plasenta+. Pen)e*a* -. Plasenter *plasenta pre"ia solusio plasenta "asa pre"ia+ 2. Non plasenter *laserasi jalan lahir kelainan ser"iks uteri erosi polip kelainan darah+ PL S*N( P%*3$ diagnosis sesaat JJ Plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen ba.ah rahim sehingga dapat menutupi sebaigan / seluruh pembukaan jalan lahir. Pat#,isi#l#$i 2 6sia kehamilan %$ minggu 1BK mulai terbentuk dan muai melebar. 6mumnya terjadi pada trimester II karena 1BK lebih banyak mengalami perubahan. Pelebaran 1BK dan pembukaan ser"iks menyebabkan sinus uterus robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena robekan sinus marginalis dari plasenta. Perdarahan tak dapat dihindarkan karena ketidak mampuan serabut otot 1BK untuk berkontraksi seperti pada plasenta letak normal. Mani,estasi linis Anamnesis perdarahan jalan lahir ber.arna merah segar tanpa rasa nyeri !enderung berulang Pemeriksaan :isik 2 Pemeriksaan luar bagian terba.ah janin biasanya belum masuk P8P ada kelainan letak janin Pemeriksaan inspekulo *C# forbidden+ perdarahan berasal dari ost uteri e=t. 42 | P a g e

Pemeriksaan Penun%an$ 61> diagnosis pasti yaitu untuk menentukan letak plasenta *normal di fundus+ Pemeriksaan darah @b @t

Dia$n#sis Berdasarkan derajat abnormal pla!enta pre"ia dibagi 1. P.P. totalis ostium internum ser"iks tertutup sama sekali 2. P.P. parsialis ostim internum ser"iks tertutup jaringan plasenta sebagian 3. P.P. marginalis tepi plasenta terletak pada bagian pinggir ostium internum ser"iks 4. Plasenta letak rendah implantasi plasenta pada 1BK hingga letak tepi plasenta sangat dekat dengan ostium internum ser"iks. >8?B8K SOL'S$O PL S*N( *pla!enta abruption ablation pla!entae+ berdasarkan perdarahan yang terlihat *e=ternal internal+ berdasarkan derajat *ringan sedang berat+ 1ti#l#$i : *belum diketahui pasti+ :akt#r predisp#sisi 2 @ipertensi kronik #rauma eksterna #ali pusat pendek ;ekompresi uterus mendadak Obstruksi ". !a"a inferior dan " o"arika 8nomaly / tumor uterus ;efisiensi giGi ?erokok Konsumsi al!ohol Penyalahgunaan kokain

Pat#,isi#l#$i (kerusakan vaskuler l#-al) Peningkatan tekanan yang mendadak di dalam pembuluh "ena uteri solution pla!enta dipi!u oleh perdarahan ke dalam disidua basalis yang lemah terbelah dan meninggalkan lapisan tipis yang melekat pada myometrium dan akhirnya menghan!urkan plasenta yang berdekatan dengan bagian tersebut. Kupture a. spinalis menyebabkan hematom retroplasenta yang akan memutuskan lebih banyak pembuluh arah hingga pelepasan plasenta makin luas dan men!apai tepi plasenta. Karena uterus tetap beristensi dengan

43 | P a g e

adanya janin uterus tidak mampu berkontraksi optimal untuk menekan pembuluh darah tersebut selanjutnya darah yang mengalir keluar dapat melepaskan selaput ketuban. Mani,estasi linik Anamnesis perdarahan per"aginam ber.arna kehitaman yang sedikit sekali nyeri perut uterus tegang seperti papan perdarahan per"aginam yang banyak syok dan kematian janin intrauterine pusing lemas pu!at anemi. P: normal sama dengan tanda syok Pemeriksaan distensi nyeri tekan uterus dan tegang bagian janin sukar dinilai ;,, sulit dinilai / - air ketuban ber.arna kemerahan karena ber!ampur darah. Pemeriksaan penun%an$ Pemeriksaan lab darah @b] @t] trombosit ] .aktu protrombin *P#+ .aktu pembekuan .aktu tromboplastin parsial *P##+ kadar fibrinogen ] dan elektrolit plasma K#> 61> letak plasenta usia kehamilan dan keadaan janin retroplasenter

#mplikasi perdarahan infeksi emboli syok hipo"olemik '(*%'S &O'3*L $%* *apopleksi uteroplasental+ seluruh perukaan uterus berber!ak biru / ungu karena e=tra"asasi darah yang hebat ke serabut myometrium. 3 S P%*3$ Pembuluh darah di depan jalan lahir pada saat menempel di kulit ketuban *hati-hati saat memerah kulit ketuban+ dampak pada janin ibu tidak merasa apa-apa 8khiri kehamilan $N*%S$O F$L M*N(OS pembuluh darah le.at kulit ketuban tapi tidak di depan O6I. *SS*NS$ L H* L(H S*&(O% $N(*%3*N($ON FO% S F* MO(H*%HOOD

44 | P a g e

1afe mother hood

Basi! @ealth 1er"i!e DQuity Dmotional M psy!hologi!al support

POS( P %('M H*MMO%%H 0* Penyebab 0 # 1. #onus atonia uteri 2. #rauma laserasi jalan lahir 3. #issue pla! restan KK 4. #hrombin gangguan pembekuan darah Setela' *a)i la'ir = <;; -- (perva$inam7 =.;;; -- (<-) 5F *arl# PPH (G +E :am a. @ipotonia / atonia uteri b. 'aserasi jalan lahir *!er"i= uteri jam % dan jam & forni= posterior perdarahan arterial lain+ !. Ketensio plasenta d. Kelainan darah +F Late PPH (A +E :am) a. @ipotonia uteri b. 1isa pla!enta / pla!enta restan *<<<+ !. 1isa KK d. Infeksi *endometriosis+ e. Kelainan darah 1arl) PP" 45 | P a g e

Dss enti al obs tetri ! !ar e

Po stp art um !ar e

7le an/ saf e deli "er y

8nt ena tal !ar e

Po st abo rtio n

Ba mil y Pla nni ng

-. @ampir semuanya kasus ga.at darurat obstetri! %. #ingkat fatalitas paling tinggi 3. Dmergen!y skill penolong - siapa saja 4. Penguasaan resusitasi !airan menjaga hemodinamika (. Kujukan !epat dan tepat H$PO(ON$ (ON$ '(*%$ Kontraksi tidak adekuat dari myometrium sehingga tidak menjepit pembuluh darah pada pla!enta side perdarahan arteriae Se*a* : *grandemultiparitas anemia o"erdistensi uterus PD-D tumor uterus+ Tanda klinis 2 Perdarahan hebat 6terus kontraksi lembek keras flail *atonia+ K6 C1 !epat Dksplorasi tidak ada laserasi yang bermakna

Tatalaksana 2 'angkah a.al -. ,alur infus dengan jarum besar *elasti!+ %. Pantau dan kuasai K6 hemodinamika 3. ?assase uterus : uterutonika i.". dan perinfus *oksitoiksin+ ?etylerometrin maleat tetanik Oksitoksin ritmik 4. Pastikan tidak ada laserasi arterial masih berdarah lanjut ke ( 5. Bimanual kompresi eksterna interna *siklus ( menit karena .aktu kembalinya darah kira-kira ( menit+ 6. Persiapan merujuk obat emergen!y !airan alat resusitasi 7PK 4. ;iantar oleh dokter ligase a.hipogastri!a *histerektomi+ L S*% S$ ) L N L H$% Kobekan ser"iks jam 3 dan & Perdarahan arteridal dari a.uterina Se*a* 2 Persalinan pembukaan belum lengkap 8kibat tindakan operatif Partus pre!apitatus 46 | P a g e

Tanda klinik 2

Perdarahan arterii Kontraksi uterus baik *pada a.al kejadian+ ?asih tetap berdarah .alau telah di : uterotonika M kontraksi baik K6 #C !epat menurun Dksplorasi manual dis!ontinue ser"iks jam 3/& Inspekulo laserasi jam 3/& daerah arterial Pasang jalur infus se!ara benar #etap berikan uterotonika Dkspolrasi asal perdarahan dengan *inspekulo penerangan baik peralatan jahit o"arium !lampN Klemp suber perdarahan 'akukan jahitan situasi yang penting perdarahan harus berhenti Bila sulit menjahit klemp besar perdarahan berhenti tinggalkan -%-%0 jam Penga.asan K6 C1 kontraksi uterus siap resusitasi !airan.

Penatalaksanaan

L S*% S$ 3 0$N P D FO%N$; L (*% L$S Kobekan ramus "aginalis dari a.uterina arterial Pen)e*a* 2 Partus presipitatus Bayi besar Dlastisitas berkurang #indakan operasi le.at "agina

Mani,estasi klinis 2 Perdarahan arterial Kontraksi uterus baik Dsplrasi manual robekan "agina sampai forni=

Penatalaksanaan 1ama seperti laserasi lain 1umber perdarahan M "agina harus dijahit dengan benar *sistematis+ 1ulit - harus !epat !ermat

%*(*NS$O PL &*N( * Plasenta yang tidak lahir setelah < 3) menit anak lahir

47 | P a g e

Pen)e*a* 2 Kesalahan managemen in!ar!erate Kelainan perlekatan pla!enta *adhesi"e a!reta - in!reta+

:akt#r presipitasi 2 ?ultiparitas Ki.ayat perlukaan rahim Ki.ayat kuretase anemia

Tanda linis Pakai perasat kurner / strassman Perdarahan sedikit mungkin pla!enta belum lepas Perdarahan banyak lepas sebagian

Penatalaksanaan -. Pasang infus 2. ?anual pla!enta !ara benar 3. Pastikan in!ar!erate adhesi"e in!reta per!reta In !ar!erat adhesi"e uterotonika In!reta pastikan seberapa kotiloden tertinggal berdrah -< 3 hari kuretase Per!reta histerektomi Saat #perasi per'atikan 2 #itik 8 : pertemuan a.uterina ureter M kelenjar limfe diradiasi die=spose lebih dahulu *lesi 7a 1er"iks stadium III+ #itik B : limfonodi di per.obturatoria limfonodinya paling banyak

M N' L PL &*N( #indakan melepaskan pla!enta dari dasarnya dan menariknya keluar dari jalan laihir ibu se!ara manual. Indikasi 2 Ketensio pla!entae Perdarahan yang banyak pada kala uri Persalinan dengan narkose #ali pusat putus pada pangkalnya 48 | P a g e

S)arat Pembukaan ser"iks uteri masih dapat dilalui untuk tangan penolong *obstetri! hand+ Prinsip 2 -. ?asukkan tangan ke dalam !aum uteri guna melepaskan dan mengambil pla!enta %. Bila kanalis ser"iks uteri sudah menyempit *pada ibu yang sudah lama bersalin+ pada umumnya diperlukan narkose Teknik pelaksanaan -. #angan kanan penolong masuk ke dalam kanalis ser"iks uteri *obstetri! hand+ menelusuri tali pusat kemudian jari-jari tangan dibuka dengan tujuan untuk melebarkan kanalis ser"is uteri tersebut. %. 1etelah sampai pada ka"um uteri jari-jari tangan diluruskan dan dirapatkan dengan menggunakan sisi dan ujung tangan plasenta dilepaskan dari dasarnya kemudian di!ekam dan ditarik keluar dari jalan lahir. 1elama pemasukan tangan dan pelepasaan plasenta fundus uteri oleh tangan kiri penolong 3. 1egera setelah pla!enta dilepaskan dari dasarnya uterotonika diberikan se!ara i.". #mplikasi 8tonia uteri Kupture uteri 1isa plasenta Infeksi jalan lahir

$NF*KS$ $N(% '(*%$N* *amnionitis korioamnionitis+ Tanda9tanda 2 8ir ketuban bau kehijauan #anda-tanda infeksi leukosit meningkat * < %).)))+ Betal distress Bebris *< 3$o7+ #akikardi *fetal/maternal+ KK pe!ah 6terus lembek

%'P('% '(*%$ $M$N*NS (%'$) Peregangan pada 1BK relaksasi uterus tak kembali seperti keadaan semula. Tanda > tanda 2 BundleLs ring Ibu kesakitan 49 | P a g e

Nadi !epat J -)) =/menit @ematuria 'igamentum rotundum teregang *karena ikut naik-naik+

%'P'(% '(*%$ (%') Tanda9tanda 2 1udah tidak kesakitan 1yok tensi turun Kontraksi hilang #erdapat distress 8da bagian / bagian anak yang teraba dari dinding abdomen Bayi bisa di dorong ke atas C# keluar darah

>8?B8K M*MP*%$N0 N K L $$ #ujuan membantu persalinan kala II Bor!eps Ca!uum ;orongan !epat kristaller *dorongan tangan penolong persalinan padda fundus uteri dengan arah menuju panggul bersamaan dengan @I1 dan pengejanan ibu+ Dfisiotomi lebar

FO%&*PS Prinsip : pasang yang sulit dulu dan jangan menyilang Persalinan buatan dengan !ara : Kotasi Dkstraksi Dkstensi Bleksi

;engan alat for!eps yang dipasang pada kepala janin sehingga janin lahir 1epasang for!eps : kanan *ka-long+ bolong Kiri dipegang tangan kiri operator !dan ditahan dipanggul kiri ibu Ba$ian ,#r-eps daun for!eps *lengkung kepala lengkung panggul+ #angkai for!eps 50 | P a g e

Kun!i for!eps Pemegang for!eps

>8?B8K FO%&*PS MN*'MON$& 8 anesthesia assistan4e : *adeQuate pain relief neonatal support+ ?enurunkan nyeri dengan anastesi di perineum inflitrasi dan blok n.pudendus Neonatal support kesulitan memilih for!eps kesulutan posisi ?!. 7ro"ert maneu"er B bladder : bladder empty agar tidak terjepit 7 4er=iH : fully dilated membranes ruptured : KK harus pe!ah agar tidak terjadi solusio pla!enta ; determine : position *min @ 3: / engaged+ station dan pel"id adeQua!y think possible shouder dystosia D eIuipment *for!eps anestesi partus set episiotomy set jahit set baju masker sarung tangan sedati"e mus!le rela=an spuit baju duk steril resusitasi bayi+ B for4eps dari phantom *membayangkan+ sampai dengan for!ep ^M^M_ > !entle tra4tion : applied .ith !ontra!tion / e=pulsi"e effort @ handle ele=ated : tra!tion in a=is of birth !anal do not ele"ate handle to early I in4ision : !onsider episiotomy *efisiotomi medial nyeri 22+ , :a< : remo"e for!eps .hen ja. is rea!hable or deli"ery a!Quired INDI ASI Ibu : ,anin : >a.at janin #angan / kaki menumbung Presentasi ganda #ali pusat menumbung Indikasi PIN8K; ;#8 POPP *persisten o!!iput posterior position+ 51 | P a g e PD berat / D Kupture uteri membakat Penyakit jantung paru-paru dan penyakit sistemik yang berat Bekas 17 miomektomi histerektomi Ddedma "ul"a Ibu lemah untuk mengejan

Obstetri :

KI : 7P; S)arat 2

Kala II < ( jam

-. Pembukaan ser"iks lengkap %. Kepala sudah turun di @odge 3 : / sudah !ukup 3. Kepala janin harus bisa dipegang dengan for!eps 0. Ketuban sudah pe!ah / dipe!ah :#r-eps Ga$al &ara 1. 'ange *langsung sulit tidak langsung : .andering mudah+ %. 1!an!oni 66K di belakang 3 K'M (terbentu" Kaput Su"sedaneum) Persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi teknik *-+ pada kepalanya dengan menggunakan ekstraktor dari ?alstrom. Bagian : 7up *ke!il 0 !m sedang ( !m besar 5 !m+ semakin besar !up "akum semakin sedikit trauma yang terjadi kalau bisa gunakan yang terbesar Kantai penghubung Pipa penghubung Botol Pompa hisap @andle pemegang Indikasi :#r-ep Ke!uali PD-D penyakit jantung rupture uteri membakat I 7P; letak muka preterm 52 | P a g e #idak dapat dikun!i 3= traksi bayi belum lahir 'aserasi jalan lahir Perdarahan post partum Infeksi

#mplikasi : *lebih ke arah ibu+

S)arat 2 -. Pembukaan ser"iks lengkap %. Kepala janin sudah !akap 3. Ketuban udah pe!ah/dipe!ah 0. Kontraksi baik (. Ibu dapat mengejan Bersamaan dengan timbulnya @I1 ibu dipimpin mengejan dan ekstraksi dilakukan dengan !ara menarik pemegang sesuai sumbu panggul. Vakum $a$al NB 9 Benang !romik !ut gut *% - ) -.) %.) 3.)+ kenapa tidak memakai side J ,ahitan selain subkutikular *satu-satu+ ,arum bulat untuk mukosa otot !utting untuk kulit. *F$S$O(OM$ #indakan menggunting perineum ibu dengan tujuan mempermudah pengeluaran janin pada persalinan kala II. Indikasi 2 Primigra"ida Persalinan buatan Bekas rupture uteri Perineum tinggi Introitus "agina kaku Persalinan preterm. 7up terlepas 3=/lebih 3) menit dari pemasangan bayi belum lahir 3 tarikan tidak ada kemajuan persalinan Bayi sudah lahir ;efi!it neurologis *tidak segera terlihat+ 1efalhematom Braktur tengkorak Inserasi kulit kepala janin dll

#mplikasi *lebih ke janin+

S)arat : janin *bagian ba.ah+ sudah berada di dasar panggul. 53 | P a g e

Teknik : .3 1,isi#t#mi median ;inding "agina kulit m.bulboka"ernosus m. tran"ersus perinei superfisialis dan sebagian m. sfingter ani e=t. ?udah berlanjut menjadi rupture perinei totalis tetapi penyembuhan baik M jarang dispareuni. /3 1,isi#t#mi medi#lateral 1ama dengan median tetapi tidak mengenai m. sfingter ani e=t. paling sering dilakukan (3 1,isi#t#mi lateral @anya dinding "agina kulit m.bulbo!a"ernosus jarang dilakukan Cul"a dibersihkan dengan antisepti! >unting tajam yang berujung tumpul agar bagian janin tidak tertusuk 8nestesi infiltrasi/blok n.pudendus Benang !romik !atgut %.) ,ahit jelujur subkutikuler P %('S L M 'ama persalinan < -$ jam *R@O+ #mplikasi 2 ,anin : Ibu : 1epsis puerpuralis Kupture uteri Perdarahan Bistula *"esiko"aginal rekto"aginal+ Kematian 8sfiksia / !erebral palsy 1epsis neonatal Kematian

1ti#l#$i : janin 7P; maternal *panggul sempit tumor jaringan lunak pada pel"ik+ Mani,estasi klinik 2 ;ehidrasi nadi !epat turgor menurun Oliguria Ketoasidosis *asidosis metaboli!+ nafas !epat 1epsis Kelelahan 54 | P a g e

Kupture uteri

Penatalaksanaan 2 Pen4e!ahan 9 S& Pemeriksaan 'ab darah : anemi *@b+ leukosit *lekositosis+ trombosit Dlektrolit : Na ] K ] 7l] NI:AS Setela' partus selesai sampai den$an 0/ 'ari p#st partum (? min$$u) *Puerperium : fisiologis patologis+ Pen$a@asan ni,as 2 Keluhan utama ?ammae / laktasi lembek 81I *:+ @ari ke % / 3 81I ma= *hari I kolostrum protein <<< mudah di!erna+ ?astitis engagement *81I dikeluarkan / drain kasih antibioti! *penisilin+ Nipple pump -< untuk retraksi dan gerakkan @offman Kefle= : Oksitoksin rongrongan putting susu Prola!tin untuk memproduksi Breast !are dira.at dengan air panas .; lan$kan menu%u ke*er'asilan men)uusui 1. Kebijakan tertulis tetntang manajemen yang mendukung pelaksanaan K1 saying bayi *K11B+ pelarangan promosi susu formula di K1 %. Pelatihan petugas untuk melaksanakan kebijakan K11B 3. Penjelasan manfaat 81I kepada ibu hamil 0. ?embantu ibu untuk menyusui segera segelah melahirkan *-/% jam pertama+ (. ?enunjukkan teknik menyusui yang benar 5. #idak memberikan makanan lain selain 81I 4. ?elaksanakan ra.at gabung $. ?emberi 81I sesuai kebutuhan ankk &. #idak memberi kempengan / dot -). ?embentuk kel. Pendukung 81I 55 | P a g e >iGi yang baik sejak kke!il Promosi 8N7 Penggunaan partogram Pembangunan system dan .aktu rujukan yang !epat

Uterus #B6 berin"olusi *syarat pemeriksaan C6 kosong+ Bayi lahir setinggi pusat Pla!enta lahir % jari ba.ah pusat - minggu pertengahan % minggu tak teraba $ minggu kembali semula 8tonia / hipotonia 1isa plasenta ?imoa uteri Perdarahan Infeksi ?yoma Plasenta rata Kk tertinggal

1ub in"olusi

>anguan proses in"olusi :

1ar.ono *in"olusi hemokonsentrasi laktasi+ 1esudah mules oleh karena uterus terapi analgetik / sedati"e PPC *lo!hea+ se!ret yang berasal dari !a"um uteri dan "agina dalam masa nifas Kubra --% hari sisa KK "erniks ;arah disea"e me!onium 1anguinolenta 3 / 4 hari *darah lender+ 1erosa - minggu *darah - kuning+ 8lba $ / 0% hari *!airan putih+

Purulenta patologis oleh karena adanya infeksi Cul"a bersih J B8K sesegera mungkin harus B8K N 0 jam post partum Ketensio urin *oleh karena desakan kepala bayi pada mus!ulus sfingter "esi!a+ ;7 *untuk member istirahat pada kandung kemih+ blader training *konsul K?+ Nekrosis otot fistula B8B ma= ( hari post persalinan #erapi laksatif *dul!ola!+ 56 | P a g e

$NF*KS$ N$F S Bebris < 3$o 7 Bebrie puerpurium : % / 4 hari post partum *hari - adalah normal+ #erapi : antibioti! triple drug 8mpi!illin ?etronidaGon *bulat kuning+ >entamisin *makrolid+ ;iberikan minimal 3 / ( hari bebas panas NB : pasien post partum 1ensasi ingin berak mungkin ada hematom #anyakan muai ken!ang-ken!ang sejak kapan #anyakan ri.ayat KP; *kalau sering demam+

Prola!tin kelenjar berisi 81I *tetek anak prola!tin Normal+ N1K *normo snus ritme+

,anin @idup P8K#61 ,ain ?ati 1elalu pikirkan per"aginam

Cakum 'etak kepala Bor!eps Cersi ekstraksi letak lintang Perabdominal 17 Per"aginam Per"aginam embriotomi Perabdominal histerektomi

1yarat : pembukaan lengkap kepala sudah turun di @odge III : / IC / Kalau tidak maju C# : jika pembukaan tidak lengkap kepala belum turun 17 jika pembukaan belum lengkap kepala di dasar panggul 17

$M'N$S S$ (( 8lat steril : spuit ( !! aQuabides kapas al!ohol obat yang dibutuhkan

8lat tidak steril : - bengkok 57 | P a g e

Pelaksanaan : -. !u!i tangan %. memberi penjelasan pada penderita mengenai tindakan yang akan dilaksanakan 3. penderita duduk / tiduran 0. mengisi spuit dengan obat sesuai dosis ) ( !! (. disinfektan daerah lengan kiri atas 5. menyuntikkan o"at se!ara pelan-pelan "ia I? 4. tunggu ` jam setelah penyuntikan $. bila tidak terjadi apa-apa boleh pulang &. !u!i tangan sampai bersih Bila ibu hamil se.aktu !alon pengatin sudah mendapat ## %= maka selama kehamilan !ukup mendapat suntikan -= di!atat sebagai ## ulang Pada kehamilan selajjutnya tetap diberikan ## -= di!atat sebagai ## -= Bila hamil selama!alon pengantin baru mendapat ## -= atau kehamilan sebelumnya baru ?endapat ##-=/belum pernah sama sekali maka perlu diberi ## %= selama kehamilan dan pada kehamilan selajutnya hanya diberikan ## -= sebagai ## ulang Bila bumil sudah pernah mendapat ## %= pada kehamilan sebelumnya maka pada kehamilan sekarang dan berikutnya tetap mendapat ## -= sebagai ## ulang. OB ( N& 7 POS( P %('M
Kelompo" :enis obat ntibioti4 (!ol penisilin) nal!eti" 'terotoni"a (o"oliti" ntiemeti4 %oboransia !eneri" amoksisilin 8s. ?efenamat ?etil ergometrin Iso=suprin Promamin ?eto!lopramide ?ulti"itamin Nama da!an! Nufama= gltaramin Pospargen @ystolan Nufapreg ;amaben ?irabion

OB ( 1 N0 %*SM$ D$0'N K N
PBF Kalbe 0olon!an Obat 8mi injeksi 8mo= injeksi 8s. #rans injeksi m. ergot injeksi tramadol injeksi ketoprofen supp 8mo= tab 7ipro tab KarboGokram ? ergo tab ? ergo inj. 7efota=im inj. ?ulti"itamin Nama Da!an! Kalpi!illin inj. Kalmoksi!illin inj. Kalne= inj. Pospargin inj. Katrasik inj. Ketrofen sup. #ikimo= ()) mg Riaflo= ()) mg 8drome tab ?eherinal tab ?etherinal inj. 'an!ef inj. ?irabion tab

Landson

Se"ar Merah

58 | P a g e

K8'NDH antifibrinolitik / antiperdarahan ?g1O0 %) 9 * !okelat muda+ 0) 9 *abu-abu+ ;iaGepam *%ml+ ( mg/d' Nifeipine *-) mg+ tokolitik ?isoprostol / !ytote= *%)) ag+ untuk pematangan ser"iks Papa"erin spasmolitik *NDOK%$NOLO0$ @IPO#8'8?61 ?DN>@81I'K8N >onadotropin Kealising @ormone *>nK@+ mempengaruhi hipofisis anterior untuk menghasilkan folli!le stimulating @ormone *B1@+ B1@ untuk pematangan folikel-folikel folikel primordial folikel primer folikel sekunder folikel terseier *folikel de graff+ S$KL'S H $D "aid : perdarahan se!ara periodi! dan siklik dari uterus disertai pelepasan endometrium panjang siklus %- / 3( hari lama haid 3 / 4 hari banyaknya darah () / $) !!

mekanisme dan system hormonal 0 kompartemen -. uterus %. o"arium 3. hipofisis anterior 0. hipotalamus

59 | P a g e

Hipotalamus >nK@ @ipofisis anterior *-+ B1@ '@ *-+

O"arium Dstrogen 6terus Haid Progesteron

menore Patolo!is 8menore Primer 8menore 1ekunder #es progesteron #ablet pro"era b -) mg -= selama -) hari *:+ @ypotalamus N 3 siklus -5 / %( *-+ 6ji D : P %- hari dengan pil KB *:+ Berikan pl KB selama 3 siklus *-+ Konsul

#umor o"arium a.alnya asimptomatik akan menimbulkan gejala bila : 1angat besar 8bnormal distention *61>+ 1IN>K8#8N
@P@# ;,, #B6 #B, 8N7 7P; @ari Partama @aid #erakhir ;enyut ,antung ,anin #inggi Bundus 6teri #aksiran Berat ,anin 8ntenatal 7are 7ephalo Pel"i! ;ispresporsion

@81I' '8B
Hematolo!i @b @t Dritrosit ?7@ ?7C -% / -( gr9 3( / 04 9 3 & / ( 5 juta / mm3 %4 / 3% pg 45 / &5 B'

60 | P a g e

I6>K a.i. e.!. "/u/" 76# 8P / 7; 17 ;7 8' PK' 1O1 #8@ PND;

Intrauterine >ro.th Kate 8tas Indikasi Dt 7ausa Cul"a 6retra Cagina 7a"um 6teri 8dne=a / Perineum / 7a"um ;ouglas 1e!tion 1e!aria ;o.er 7ateter 8fter 'oading Pas!a Kadiasi 'engkap 1alfingo Ooforetonii 1inistra #otal 8ud. @isterektomi Pelayanan Obstetri! Neonatal Dsensial ;asar

?7@7 'eukosit #rombosit Kimia darah >lukosa se.aktu 6rea Kreatinin 1>O# *81#+ 1>P# *8'#+ Dlektrolit : Natrium Kalium !hlorida

%& / 35 g/d' 0 / -- ribu/mm3 -() / 0)) ribu/mm3 $) / --) mg/d' -( / 3& mg/d' ) 5 / - 3 mg/d' -( / 34 a/' 3) / 5( a/' -35 / -0( mmol/' 3 ( / ( - mmol/' &$ / -)4 mmol/'

8nemia : Kingan $ / -) gr9 1edang ( / $ gr9 Berat 2 ( gr9

61 | P a g e

B N0S L 0$N*KOLO0$ Lapor follo. up pagi jam (.)) ikut operasi *!ari tahu program yang adaa+ "isit tentiran residen .aktu luang liat 7? *!atat : anamnesis kelainan diagnosis terapi+ laporan pagi tutorial kursus fantom

< %urus %itu -u-i tan$an 2 -. telapak tangan "s telapak tangan %. telapak tangan "s sela-sela jari 3. telapak tangan "s punggung tangan 0. ujung dari punggung jari saling mengait (. gosokkan memutar pada ibu jari #unggul "agina - ujung "agina 0$N*KOLO0$ Pemeriksaan ginekologik dikenal 3 jenis letak : -. letak litotomi *fle=i sendi genue fleksi dan abdu!tor sendi !o=ae+ %. legak miring 3. letak sims >8?B8K Alat dan perlen$kapan sarung tangan spe!ulum sims dan spe!ulum !o!or bebek !unam kaper *kurentang+ kateter nelaton dan kateter lobam kapas sublimat atau lisol ka!a benda *pemeriksaan >O dan sitology "agina+ spatel 8yre dan etil al!ohol *&( 9+ sitology "agina kapas lidi >O trikomoniasis kandidiasis botol ke!il berisi garam fisiologis *sediaan segar trikomoniasis dan kandidiasis+ 62 | P a g e

!unam portio sonde uterus !unam biopsy mikrokuret N9

& % P*M*%$KS -

Pemeriksaan genitalia eksterna Pemeriksaan dengan spe!ulum Pemeriksaan genitalia interna / bimanual a. Perabaan "ul"a dan perineum b. Perabaan "agina dan dasar panggul !. Perabaan ser"iks d. Perabaan korpus uteri e. Perabaan parametrium dan adneksum

Pemeriksaan rektal Pemeriksaan dalam narkosis

5F Pemeri"saan !enitalia esterna Inspeksi 2 Bentuk : bengkak kembang kol J Rarna : tanda radang kemerahan *erosi+ Kualitas : fluor :/- flu=us :/- .arna kekentalan J*>O : nanah kental+ Kuantitas : banyaknya Peradangan Iritasi kulit Dkserma #umor Karunkula Polip 1istokel *C6 menonjol ke "agina+ Kektokel *re!tum menonjol ke "agina+ Prolas Kambut pubis *distribusi amenore primer+ 'abia mayor/minor himen 63 | P a g e

&ari 2

+F Pemeri"saan den!an spe4ulum ;ilakukan pada pemeriksaan sitology >O triomniasis dan kandidiasis atau ada proses yang mudah berdarah *kanker ser"iks+ Dinilai 2 ;inding "agina Porsio "aginalis ser"iks uteri *erosion tumor polip peradangan ulkus/!a

6F Pemeri"saan !eintalia interna 2 bimanual (re4tum 7 3' harus dalam "eadaan "oson!) 1ebelumnya dilakukan sondase *untuk mengukur panjang !m !a"um uteri+ a3 Pera*aan vulva dan perineum >landula bartholini : abses*!airan meningkat sakit radang kista tidak ada !airan+ 6rethritis gonoreika Perineum *tebal tegang elastisitasJ+

*3 Pera*aan va$ina dan dasar pan$$ul Nilai : Introitus "agina *berapa jari masuk J normal % jari+ ;inding "agina *peradangan laserasi+ Polip tumor 7a benda asing Kelainan ba.aan septum #erkumpulnya feses/skibala Korpus uterus retrofleksi 8bses di !a"um douglas @ematokel retrouterine pada KD# #umor rektosigmoid Kemana menghadapnya Bentuk Besar dan konsistensi 8pakah turun ke ba.ah prolapse elangatio !er"iks *in"ertilitas < ( N A % !m+ 8pakah kanalis ser"ikalis dapat dilalui oleh jaringan terutama ostium uteri internum Nyeri tekan Nyeri goyang *slinger sign+

Penonjolan forniks posterior :

-3 Pera*aan serviks

#angan kiri di atas simfisis kanan C# !ari dulu portio d3 Pera*aan k#rpus uteri (&UT) 'etaknya Bentuknya 64 | P a g e

Besar dan konsistensi normal seperti telur ayam Permukaan >erakan/mobilitas Nyeri tekan ;aerah forni=

e3 Pera*aan parameterium dan adneksum (AP) ;isebabkan oleh : f. Infeksi dan peradangan Neoplasma

&avum d#utlas di*lekan$ p#rti# a$ak ke dalam men#n%#l (dara'5tum#r)

EF Pemeri"saan re"tal ;ilakukan pada .anita yang mengaku belum pernah bersetubuh *"irgo+ atau pada kelainan ba.aan. ;inilai : #onus otot sfingtaer ani *#18+ ?ukosa re!tum 8danya tumor Infeksi *abses douglas+ #umor / 7a

-F Pemeri"saan anterior Perlu5'arus dilakukan pada 2 8nak ke!il Biara.ati Cirgo dengan introitus "agina sempit atau hymen rigidus Caginismus pada kelainan psikis Penegangan perut tdiak bisa dihilangkan #idak didapatkan data yang jelas Perdarahan yang tidak Normal Bluor albus Kelainan endokrin Persangkaan interseksualitas

Indikasi pemeriksaan 2

KO18K8#8
Berning Kolposkopi Kuldoskopi Penampakan pola seperti pakis pada spe!imen mu!us ser"ikal kering petunjuk terdapatnya estrogen 1pe!ulum untuk memeriksa "agina dan ser"iks dengan bantuan lensa pembesar Pemeriksaan "isual terhadap "isera .anita dengan bantuan endoskop yang dimasukkan ke dalam rongga pel"ik melalui forniks posterior *"agina+

65 | P a g e

@istereskopi @isterosalfingografi 1pin burkelt

kataminie

Dndoskop untuk pemeriksaan "isual langsung saluran ser"iks dan rongga uterus Kadiografi uterus dan tuba uterine Pembentukan benang oleh mu!us dan ser"iks uteri ketika dioleskan pada objek glass dan ditarik dengan de!k-glass O saat mu!us ini dapat ditarik sampai panjangnya masimal biasanya mendahului atau bertepatan dengan o"ulasi Penggambaran pola haid 3 bulan

>8?B8K
8N8?ND1I1 Identitas nama alamat umur profesi Keluhan utama a. Perdarahan/flu=us b. 'eu!orrhea !. 8menorrhea/dysmenorrhea d. Nyeri perut bagian ba.ah e. Benjolan perut bagian ba.ah f. Ingin anak Ki.ayat obstetri! *>P8 ri.ayat persalinan sebelumnya+ Ki.ayat menstruasi *menar!he siklus menahun keluhan nyeri dan banyaknya+ Cital sign Inspeksi Perubahan .arna / pigmentasi Benjolan 1ikatriks 1imetris Palpasi : *dengan tangan jangan menggunakan ujung jari+ 1upel / tidak Nyeri tekan / nyeri lepas 8danya massa tumor *ukuran konsistensi mobilitas sensasi nyeri+ Penyebaran nyeri Perkusi 8s!ites *pekak alih+ ?assa tumor *redup absolut+ 8uskultasi Ileus *metalik sound bourborigmi Bising tumor *hiper"askular+ Preparat apus *tri!homonas !andida+ Kultur 6rine Pap smear test *d= dini !a ser"i=+ 1ondase *a!usto sion pada KD# Biopsy / retage *diagnose molahidatidosa+ Kolpaskopi *pembesaran daerah "agina+ Kuldoskopi *!uldesa! / !a"um douglas+ 61>/kisterografi/histereskopi/endoskopi

PD?DKIK188N 6?6?

'8BOK8#OKI6?

PD?DKIK188N PDN6N,8N>

K*0 N S N 0$N*KOLO0$K Pembagian kanker ginekologik menurut anatomi : Cul"a Cagina 1er"iks 66 | P a g e

7orpus uterus *76#+ O"arium #uba fallopi Penyakit trofoblas ganas Keganasan pada .anita masih tinggi frekuensinya 6rutan teratas diantara tumor ganas pada .anita Indonesia 1krinning dengan tes Pap smear menurunkan frekuensi () / 5)9 biasanya .anita sering enggan skrining se!ara rutin karena *ketidaktahuan rasa malu rasa takut faktor biaya+ Pap smear segera dilakukan setelah .anita mulai akti"itas se= pada gadis usia *%) / %( tahun+

& S*%3$KS *timbul di sambungan skuamos kolumner ser"iks+

:akt#r Risik# : Ranita banyak partner Ranita ka.in usia muda @ygiene genitalia kurang Penyakit hubungan seks *I?+ yang tidak diobati se!ara tuntas ?erokok ?ultipara 6sia 3( / 0( tahun Pada a.alnya umumnya tanpa gejala *.aktu diketahui sudah stadium lanjut+ Keputihan *fluor albus+ / purulent Perdarahan sentuh *!onta!t bleeding+ setelah bersetubuh Pengeluaran !airan en!er yang berbau busuk dari "agina *bau khas+ dan tidak gatal 6mumnya !airan "agina seperti !airan !u!ian daging Nyeri daerah panggul karena infiltrasi tumor pada syaraf / adanya radang panggul 8danya perdarahan air seni atau le.at anus dapat terjadi pada keadaan tumor telah menginfiltrasi C6/re!tum. Kapuh * mudah berdarah+ bila diperiksa 7hrobak disentuh pentol korek s!hiller pemberian yod / as. 8setat PapLs smear Kolposkopi dan biopsy terarah >ambaran P8 *Brodes I / IC+ ?akroskopis : *endofilik tumbuh ke atas e=ofilik+ ?ikroskopis *aQena !ar!inoma *endofilik+ !a epidermoid <<<*eksofitik++ Penyebaran *limfogen laparoskopi+ 67 | P a g e

Ge%ala dan tanda 2

Usa'a men$'indari &A serviks 2 #es pap smear se!ara rutin *%= tiap tahun+ Berhenti merokok ?emakai kondom untuk men!egah penyakit hubungan se= ?en!ari pertolongan ahli jika ada perdarahan "agina/!airan "agina abnormal #idak berganti-ganti pasangan ?enjaga higienitas kelamin dan jalan lahir #idak menikah di usia muda 2 %) tahun

DIAGNOSA 2 @arus dipastikan dengan pemeriksaan histopatologi *biopsy+ >old standard adeno 7a *!enderung lebih resisten terhadap radioaktif+ 7a epidermoid sensiti"e &IN I > &IN II > &IN III > &a Serviks #erapi doksisiklin : !ontrol 3 bulan pap smear*dysplasia berat+ S( D$'M B*%D S % F$0O *diagnose klinis+
, $ 'esi belum menembus membrane basalis *insitu 'esi tumor masih terbatas di ser"iks $ 5 lesi telah menembus membrane basalis 2 3mm dengan diameter permukaan tumor 2 4 mm $ + lesi telah menembus membrane basalis 3 / ( mm dengan diameter permukaan tumor < 4mm $B5 lesi terbatas di ser"iks dengan ukuran lesi primer 2 0 !m $B+ lesi terbatas di ser"iks dengan ukuran lesi primer < 0 !m 'esi telah keluar dari ser"iks *meluas ke parametrium dan -/3 pro=imal "agina $$ lesi telah meluas ` "agina pro=imal $$B lesi telah meluas ke parametrium tapi tidak men!apai dinding panggul 'esi telah keluar dari ser"iks *menyebar ke parametrium dan -/3 distal "agina+ $$$ lesi menyebar -/3 "agina distal $$$B lesi menyebar ke parametrium sampai dinding panggul *dengan C#+ 'esi keluar dari organ genitalia $3 lesi meluas ke rongga panggul dan atau menyebar ke mukosa C6 $3B lesi meluas ke mukosa re!tum dan atau meluas ke organ jauh

$$

$$$

$3

NB 9 Bila disertai hidronefrosis *oleh karena ureter tersumbat uremia+ tidak berfungsinya ginjal masuk stadium IIIB Blunting platening !lubbing ballooning *beberapa mm perbesaran dan kaliksnya III B yang sering menyebabkan kematian

Penatalaksanaan Stadium ; konisasi/biopsy keru!ut hiesterektomi total *uterus N porsio+ #8@ Stadium IA. konisasi reproduksi masih diperlukan histerektomi tota .anita fertilitas !ukup

68 | P a g e

Stadium IA/7 IB7 IIA histerektomi radikal dengan limfadeknetkomi pel"ik bilateral *uterus s/d -/3 "agina pro= % orarium/B1O bilateral+ Stadium IIB7 III7 IVA radiasi eksterna DK *())) rad+ %( = b%)) rad dilanjutkan after loading *bra!hith/ ato intrako"ith 8'-/8'II R B1O 2 !>y *tapi yang dipakai 4() !by+ #erapi / penunjang : !hemoterapi *sitostatika+ Platosin *nama dagang !isplatin+ platosin neoadju"ant *sebelum terapi radiasi+ untuk men!egah metastasis/ sel 7a tidak menyebar dengan dosis lebih banyak daripada platosin adju"ant *bersamaan dengan radiasi karena menambah sensifitifitas sel terhadap radioterapi+ NB : penelitian menduga bah.a kombinasi Platosin dan KD mempunyai efek1inergisme

1tadium ICB terapi paliatif *radiasi paliatif+ 0))) rad A %) = b%)) rad BDK / 8'I/8'II*b4() 7BI+ NDO8;,6C8N# *4( --)) mg = 'PB menunggu DK ma= 0+ 8dju"ant *0) mg = 'P bareng DK ada (= *hari ke - 5 -- -5 %-+ 0 bulan setelah DK terakhir hasil papsmear baik pasien usulkan remisi

NB 9

Pertan)aan 2 6ntuk ibu yang menderita 7a ser"iks uteri *insitu+ apakah ibu punya anak J Punya 0 anak histerektomi total Punya - anak konisasi tepi harus bersih dari sel ganas *'DDP *ler ele!trosurgi!al e=!itian pro!edure+ keuntungan tidak dilakukan penjahitan se!ara rutin. KON$S S$ *termasuk pembedahan+ Pengambiln jaringan ser"iks berbentuk keru!ut dengan basis pada portio untuk mengmbil jaringan ektoser"iks dan endoser"iks baik untuk tujuan diagnosti! M terapeutik. @arapan sel tumor dapat terangkat semua. Kenapa std IIB ke atas tidak di operasi J karena jaringannya mudah rapuh sehingga tidak bisa dioperasi. B$OPS$ S*%3$KS '(*%$ diagnose pasti *histopatologi+ karena yang diambil jaringan Tu%uan 2 ?endapatkan kepastian diagnosis dari sediaan ser"iks uteri ?engetahui hasil pengobatan terhadap keganasan ser"iks uteri ?emberi panduan pada tenaga medis pelaksana untuk pengelolaan penderita keganasan ser"iks uteri 7uriga keganasan pada ser"iks uteri Penderita keganasan ser"iks uteri pas!a pengobatan 69 | P a g e

Indikasi 2

Peralatan 2 1pe!ulum Pinset Kapas lidi #ang biopsy Botol berisi formalin -)9 Kalne= injeksi 8nalgetik suppositoria *profenid+

Persiapan pasien

Pr#sedur 2 -. Penderita tidur terlentang dengan posisi lithotomi di atas meja ginekologi %. ;ilakukan antisepti! daerah "ul"a dan sekitarnya 3. ;ipasang spe!ulum anterior dan posterior 0. Portio uteri dibersihkan dengan menggunakan lidi kapas agar jelas tempat yang akan di biopsy (. ;engan tang biopsy diambil jaringan pada daerah yang di!urigai dengan menggunakan mengikut sertakan daerah yang sehat. ;ibagi menjadi 0 kuadran *jam 3 5 & -%+ agar hasil representati"e 5. @asil biopsy dimasukan ke dalam botol dan dikirim ke P8 untuk pemeriksaan histopatologi 4. Perdarahan yang terjadi dihentikan dengan menekannya menggunakan kapas lidi jika perlu dengan dibasahi yodium $. ,ika diperlukan dapat diberikan obat hemostatika P P SM* % *sitology+ hanya apusan sel bukan jaringan Pemeriksaan usapan dari leher / ser"iks uteri yang berguna untuk mendeteksi berbagai penyakit pada rahim .anita khususnya. Siapa )an$ 'arus diperiksa 2 Ranita yang sudah menikah Ranita ka.in usia muda Ranita banyak pasangan se= Ranita yang menderita P?1 atau pasangannya menderita P?1 Ranita banyak anak Ranita hygiene sanitasi buruk 6sia < () tahun Perokok Koitus pertama pada usia muda *early age of !oitus+

Uraian umum 2 70 | P a g e

?erupakan program skrining yang !ukup akurat untuk mendeteksi kelainan ser"iks uteri mulai pra kanker sampai dengan kanker ?ampu menurunkan frekuensi 7a ser"iks sampai () 9 ?udah pelaksanaan ?urah dan biaya terjangkau 7epat .aktunya *hanya ( menit+ 8kurat dan hasil bisa diper!aya #idak sakit ;eteksi dini keganasan ?engetahui status hormonal *maturasi indeks / ?I+ ?amastikan adanya sperma *!uriga pemerkosaan+ ?enilai respon radioterapi Penderita dipersiapkan diberi nasehat untuk tidak melakukan pen!u!ian "agina koitus obat per"aginam %0 jam sebelum melakukan pemeriksaan tidak menstruasi *flek tidak apa-apa+. Penyediaan peralatan : *spe!ulum !o!or bebek spatula ayre !ytobrush gelas objek : salah satu sisi diberi label al!ohol &(9 untuk fiksasi formulir konsultasi sitology+

euntun$a5keun$$ulan 2

Man,aat 2

Persiapan PAP smear 2

&ara pen$am*ilan PapAs Smear )an$ *enar 2 Kosongkan Cu terlebih dahulu 1eluruh ser"iks harus dilihar se!ara baik dengan spe!ulum !o!or bebek melihat daerah transformasi *area skuama !olumnar jun!tion+ ?embersihkan dengan Na7' * air steril+ untuk menghindari hasil yang / ?elakukan ser"ikal !mear memakai spatula kayu pada daerah ektoser"ik dan daerah endoser"iks dengan lidi .atten atau memakai spatula pyre *diputar 35)o+ pada daerah transfomasi hasil signifikan apabila pengambilan pada daerah endoser"iks. 7ytobrsah dapat pula digunakan. Bahan dioleskan pada gelas objek 1ediaan segera difiksasi dengan al!ohol &(9 jangan berada di udara < -) detik karena mungkin akan terjadi arerfak. Biarkan dalam larutan fiksasi min. 3) menit 1etelah - jam dalam keadaan kering diberi label dan kirim ke P8 bersama formulir permintaan yang telah diisi. Pada gadis - memakai lidi kapas yang dimasukksan le.at lubang hymen diteruskan sampai menyentuh portio. &IN &ervi-al Intraepit'elial Ne#plasma 71 | P a g e

7In I dysplasia ringan 7IN II dysplasia sedang 7IN III dysplasia berat Kelas ) sediaan tidak representati"e Kelas - sel normal Kelas % sel abnormal *atifik+ tidak tersangka keganasan Kelas 3 sel abnormal N dengan dysplasia *7INI 7INII+ meragukan keganasan Kelas 0 sel abnormal : dengan 7IN III / 7a insitu men!urigakan keganasan Kelas ( pasti keganasan *7a in"asi"e+ #idak didapatkan sel abnormal tetapi terdapat metaplasia #erdapat sel abnormal dengan sel atipik benigna infeksi keratinisasi metaplasia atifpik kondiloma #erdapat sel abnormal dengan dysplasia dysplasia ringan sedang berat *7IN I II III+ #erdapat sel-sel abnormal dengan keganasan *7a insitu !a in"asi"e+

Penilaian 'asil (s)stem dera%at Iapani-#lau)

S)stem B"O

S)stem Bet'esda *lebih sering digunakan karena objektif+ 1el epitel skuamosa dalam batas normal #erdapat sel epitel skuamosa atipik yang tidak dapat ditentukan *atypi! sQuamous !ell of undetermined signifi!an!y /81761+ 'alu grade sQuamous intraepithelial 'ession *'1I'+ -< iinfeksi @PC dan 7IN I @igh grade sQuamous intraepithelial 'ession *@1I'+ 7IN II 7IN III 7a insitu Karsinoma sel sQuamous Bila terdapat infeksi dilakukan terapi dan dilakukan tes pap ulang bulan kemudian dan bila hasil tetap abnormal dilakukan kolposkopi Bila terdapat sel atipik/ askus atau '1I' dilakukan tes pap ulang 0 bulan kemudian dan bila hasil tetap abnormal dilakukan kolposkopi Bila terdapat '1I' dilakukan kolposkopi biopsy atau kuretase endoser"iks dengan pengelolaan selanjutnya : @asil kolposkopi biopsy sama atau lebih tinggi disbanding hasil pap dilakukan terapi sesuai derajat / stadium !a ser"iks uteri @asil kolposkopi biopsy lebih rendah dibanding hasil pap atau terjadi diskrepansi sitology-histopatologi dilakukan konisasi *pengelolaan tergantung hasil konisasi+. KOLPOSKOP$ 72 | P a g e

Tindak lan%ut tes Pap smear a*n#rmal

Pemeriksan gambaran epitel ser"iks dengan kalposkop sehingga dapat dilakukan pengambilan sediaan se!ara lebih terarah baik untuk pemeriksaan sitology maupun histopatologi. Indikasi : sitology abnormal *7IN II 7IN III 7a Insitu+ "asil 2 Kolposkopi Normal epitel kolumner dan Gona transformasi Kolposkopi abnormal moGaik pun!tasi a!eto.hite leukofakia 7uriga 7a in"asi"e *tidak terdeteksi se!ara klinis+ ?erupakan pemeriksaan pelengkap untuk rujukan hasil Pap yang abnormal terutama untuk derajat riongan yang kurang menggambarkan kelainan patologik yang sebenarnya Kolposkopi dapat mengurangi tindakan histerektomi atau konisasi Ki.ayat post !oital bleeding 8tipik persisten border line abnormal sel kelenjar

Peran #lp#sk#pi 2

@asil kolposkopi biopsy searah dan sitology akan menghasilkan diagnosis &$ 59 Pap 1mear -< dysplasia sedang berat !uriga keganasan *porsio berbenjol-benjol+ tapi porsio terlihat titik berbenjol-benjol *tidak ada kelainan+ lakukan biopsy lakukan kolposkopi Kolposkopi 1atisfa!tory @asil jelas yg abnormal misal moGaik 6nsatisfa!tory Zona perbatasan tak tampak *!uriga ganas+ 'akukan Konisasi 8tas indikasi 7IN II III

&ON(OH K S'S
Ny. 1urkati *(0 th+ Kel utama KP1 Keluar darah dari jalan lahir #anggal %4/& jam )3.)) keluar darah banyak dari jalan lahir merongkol-mrongkol perut tidak mules ri.ayat mioma -.penderita pernah dira.at di K1;K tgl $/- %))5 s/d $/% %))5 dengan ;? : 7a epid. 7er"iks uteri std I8*hasil P8+ ren!ana akan dilakukan operasi tetapi pasien menolak Inspeksi C# : Bl= *:+ fl *-+ C/u/" : tak ada kelainan Portio berbenjol-benjol rapuh mudah rapuh 76# sebesar telur ayam 8P infiltrate :/: tidak sampai dinding pel"i= 7; tak ada kelainan

1tatus >inekologi

73 | P a g e

K# : #18 !ukup mukosa li!in B71 *free !an!er spa!e+ :/: infiltrate :/: tidak sampai dinding pel"is 7a epid. 7er"i= uteri std IIB ;? *>;P 3-)) >;PP %$$+ ?enorrhagia ?etroragia Pas!a DK -) 'ekopeni *%)$)+ #rombositopeni *($.4))+ Injeksi de=ametason %=- ampul *trombositopeni >lu!obay *3=-)) mg+ *;?+ >lurenerem - -) -) *;?+ ?etoklopramid 3=?irabion -=- tab 1upertin %=;iet ;m -&)) kkal : &) gr protein 7ek >; I-II senin/kamis Penga.asan K6 #C PPC Kadiasi di tunda oleh karena >; naik lekopeni trombositopeni

;iagnosis

1/

Ny. 6rip 05 tahun Kel utama KP1

1tatus >inekologi

;iagnosis

1/

Kanker leher rahim ingin melanjutkan pengobatan Penderita pernah dira.at di K1;K K.&! dengan diagnose epidermoid ser"iks uteri 1td. III B tgl -5/& / %$/& %))5 dengan ren!ana DK %(= ())) rad ulai tanggal -%/-) %))5 *takut baru+ di !hemoterapi platosin adju"ant nafsu makan baik B8B M B8K tidak ada kelainan. Inspeksi C# : Bl= *-+ fl *-+ C/u : taka da kelainan Cagina : infiltrate :/: -/3 pro=imal Portio sesuai jempol tangan berbenjol-benjol rapuh mudah berdarah O6D tertutup 76# sebesar telur ayam 8P infiltrate :/: sampai dengan dinding pel"i= 7; taka da kelainan K# : #18 !ukup mukosa li!in B71 *free !an!er spa!e+ infiltrate -/7ar!inoma epidermoid ser"iks uteri std III B Pas!a DK -4 Pas!a platosin adj. I Nupamo= 3 = ()) mg Nitrabion -=- tab roboransia Cit 8 -= ().))) persiapan penyinaran ronitidin antasida Ne. diatab -=- tiap diare *karena ada keluhan diare :+ Penga.asan K6 C# PPC Ken!ana DK -4

Ny. 1umiyati *(-th+ Kel utama

Kujukan 1pO> K1 mardi rahayu dengan 7a epid !er"i= uter std IIB

74 | P a g e

KP1

1tatus >inekologi

;iagnosis

1/

X % tahun timbul benjolan di perut bag. Ba.ah makin lama makin membesar X 3 bulan terakhir keluar darah dari jalan lahir sedikit kadang merongkol disertai keputihan bebau busuk post !onta!t bleeding *:+ B8B sulit B8B lan!ar nafsu makan berkurang BB ] Inspeksi C# : Bl= *:+ fl *-+ Portio sama jempol kaki berbenjol-benjol tak rapuh tidak mudah berdarah O6D terbuka teraba jaringan rapuh mudah berdarah 76# sebesar telur angsa 8P teraba massa kistik sesuai hamil $ bulan mobilitas !ukup permukaan rata 7; tak ada kelainan K# : #18 !ukup mukosa li!in B71 *free !an!er spa!e+ :/: infiltrate :/: tidak sampai dinding pel"is 7a epid ser"iks uteri IIB IIIB *#B6+ Kistoma o"arii tumor pada o"arium !uriga ganas Dfusi pleura duple= *dari foto thora=+ Kista soliter renal de=tra *dari 61> abd+ 8s!ites Ken!ana kemoterapi DK -(/-Plastonin adj -(/-Cit 8 -= ().))) Cit. B7/7/1B %=- tab Penga.asan K6 #C PPC 7ek hasil 7a -%(

Ny.1ri ? *0(th+ Kel utama KP1 1tatus >inekologi

;iagnosis

1/

?elanjutkan pengobatan %-/& / -)/-) %))5 ra.at di K1;K e.!. 7a epid. 7er"i= uteri std. IIIB PK' maret %))5 partial respon P8178 ??7 II 3)/-) Inspeksi C# : Bl= *:+ fl *-+ Portio berbenjol-benjol tak rapuh tidak mudah berdarah 76# sebesar telur ayam 8P infiltrate -/7; tak ada kelainan K# : #18 !ukup mukosa li!in B71 *free !an!er spa!e+ :/: infiltrate :/: tidak sampai dinding pel"is 7a epid ser"iks uteri stadium IIB PK' *maret %))5+ Partial respon *agustus %))5+ 8nemi ringan *@b: $ % gr9+ #rombositopenia *$&))+ ?irabion -=Cit. 8 -=().))) 8s. ?efenamat 3=()) mg

75 | P a g e

;iet biasa Ken!ana ??7 II Penga.asan K6 #C PPC 7ek darah rutin pas!a ??7 Injeksi de=amethasone %=- ampul trombositopeni #ransfuse PK7

NB9 ??7 *mitomy!in 7+ PK' *pas!a radiasi lengkap+ S$(OS( ($K ("emoterapi) S)arat 2 -. ;iagnose pasti se!ara histopatologis %. K6 penderita baik *penilaian keadaan umum menggunakan derajat status performan!e I677 L&-+ 3. ?emenuhi skor prioritass pemberian sitostatika *<5+ 0. Penderita mengerti tujuan pengobatan dan D1O yang mungkin terjadi (. Bungsi hati dan ginjal baik 6. @b < -) gr9 anemi *anoksik jaringan+ efekti"igas 4. 'eukosit < 3()) /a' $. #rombosit < -().))) / a' Kanker sensitir terhadap kemoterapi yang akan diberikan

Ma-am kem#tarapi 2 Kuratif untuk mematikan semua sel kanker *metrote=at untuk ##> untuk risti dan ris.rendah ?87 untuk ##> risti 8dju"ant untuk membantu memperkuat hasil terapi utama *??7 untuk 7a ser"iks uteri+ Paliatif untuk meringankan penderitaan *rasa sakit dsb+ karena dapat men!egah pertumbuhan lebih lanjut dari sel kanker 6enis kem#terapi 8lkylating agent !hlorambusil !iklofosfamit 8lkaloid "inkristin 8ntimetabolite metotre=at 8B mitomi!in / ??7 aktinomisin ; adriamisin @ormone progesterone ketosteron ?eselanous !isilatin

#ntraindikasi kem#terapi bsolut 9 76 | P a g e

%elatif 9 -

Kehamilan #? 1tadium terminal Koma 1epsis 6sia 2 3 bulan 6sia lanjut ?etastasis ke otak >angguan organ "ital *ginjal hati jantung+ ;epresi sumsung tulang *pansitopenia+ 8lopesia re"ersible / rambut rontok ?ual / muntah 1tomatitis Phlebitis atau nekrosis pada tempat pemberian Keaksi alergi #oksisitas paru hepar ginjal jantung Kespon lengkap *!omplete response+ menghilangnya massa tumor dari %= pemberian dengan jarak .aktu kurang dari 0 minggu Kespon sebagian *partial response+ menghilangnya < ()9 dari massa tumor dan tidak didapatkan lesi baru #idak ada respon *no response+ massa tumor berkurang 2 ()9 atau membesar < %(9 ?enjadi progresif *progressi"e disease+ terjadi perbesaran tumor < %( 9 dari lesi yang diukur atau timbul lesi baru

1S kem#terapi

Kespon tumor terhadap kemoterapi : *objektif+

% D$O(*% P$ 7ara pengobatan dengan sinar pengion supaya terjadi kerusakan sel abnormal / sel ganas tanpa menimbulkan kerusakan berat pada jaringan sehat disekitarnya. Ma-am radi#terapi 2 Teleterapi 1umber sinar pengion berjauhan dengan tumor primer X 3) !m *misalnya DK dengan 7o 5) 7aesium -34 untuk membunuh sel kanker pada daerah regional dan metastasis parametrium pada 7a ser"iks uteri. Brak'l terapi (A! 5intrakaviter)

77 | P a g e

1umber sinarpengion berdekatan dengan tumor primer *misal : intraka"uter radiasi pada 7a ser"iks uteri dengan radium berbentuk batang/ka.at/jarum untuk melisiskan sel kanker pada ser"iks dan "agina. urva S)arat 2 Isodose / sama dengan syarat sitostatika *- % 0-$+ Kanker sensiti"e terhadap radioterapi Pada daerah terapi tidak didapatkan lesi luka / kulit. Penurunan ?ual muntah *paling berbahaya sehingga perlu direhidrasi sampai 0 botol+ ;epresi sumsum tulang *pansitopenia+ Kombutio / terbakar pada kulit 1istitis 1tenosis ureter / re!tum Kistula rekto / "aginal / "esiko /"aginal / uretro / "aginal

1,ek sampin$ 2

Resp#n radiasi klinis C resp#n radiasi 'ist#l#$is a. Resp#n radiasi klinis (RR ) VT la$i Penilaian se!ara klinis keberhasilan radioterapi yang dilakukan 0 bulan setelah intraka"iter radiasi I untuk menentukan remisi atau tidaknya keganasan pemeriksaan ini berdasarkan : Berhentinya perdarahan Permukaan portio li!in Infiltrate tumor *pada paramerium+ hilang #ak didapatkan sel ganas pada pemeriksaan sitologi

b. Resp#n radiasi 'ist#l#$is (RR") *i#ps) Penilaian keberhasilan radioterapi berdasarkan gambaran histologi jaringan hasil biopsy yang diambil pada pemasangan intraka"iter radiasi II *menentukan prognosis keganasan+ ( year sur"i"al rate+ DK system bo= -) = b %)) !>y A %))) !>y ('MO% M %K*% 8dalah substansi yang terbentuk pada pertumbuhan sel-sel ganas atau dipa!u oleh sel-sel lain sebagai akibat pertumbuhan keganasan yang dipakai untuk menetapkan adanya kega.atan atau membedakan tumor ganas dengan jaringan normal. Berdasarkan pengukuran dalam darah atau !airan tubuh lainnya

78 | P a g e

S)arat 2 1pesifik untuk organ tertentu spesifisitas sensifisitas serta nilai ramal yang tinggi berkorelasi dengan massa tumor / derajat keganasan berkorelasi dengan prognosis produk tumor sendiri h7> 177 7D8 8Bc senya.a yang dihasilkan sekunder dari proses keganasan >8--%( 78 / -& / & P8P diagnose tumor *h7> untuk karsinoma dan 78--%( untuk endometriosis M 7a o"arium+ memantau perkembangan tumor *78 -%( 78 -&-& dll+ *8PP untuk 7a hepatoseluler+ menentukan prognosis *78 / -%( pada 7a o"arium+ !horio!ar!inoma \ h7> 7a ser"iks uteri 177 *sQuamous !ell !ar!inoma+ 78 / -%( *!arbohydrate antigen -%(+ 7D8 *!ar!inoembrioni! antigen+ 7a endometrium 78--%( sensiti"itas rendah 78 / -& / & M 7D8 hanya untuk pemantauan pas!a terapi 7a o"arium 7a / -%( *<<+ 7D8 \ h7> 8BP

Asal tum#r marker

Guna tum#r marker

Tum#r marker Ginek#l#$i

S( 0$N0 Guna 2 ?eren!anakan terapi ?eramalkan prognosis D"aluasi hasil terapi ?emudahkan pertukaran informasi di antara pusat pendidikan Keperluan penelitian lanjut

Sta$in$ TNM #idak digunakan dalam dipergunakan ke!uali 7a "ul"a dan 7a "agina karena kesulitan dalam menentukan besar tumor dan kondisi kel. 'imfe regional. S( ('S P*%FO%M N&* M*N'%'( K FNOFSK1
-)) &) $) 4) 5) () Normal tidak ada keluhan tidak tampak sakit ;apat melakukan akti"itas sehari-hari dengan gejala klinik minimal 8kti"itas Normal dengan sedikit dipaksakan dengan beberapa gejala klinik ;apat memelihara diri sendiri tak dapat melakukan akti"itas normal/melakukan perkerjaan aktif ?emerlukan bantuan orang lain tapi dapat memenuhi beberapa yang dikehendaki 'ebih banyak memerlukan bantuan orang lain dan perlu pera.atan rumah

79 | P a g e

0) 3) %) -) (

Perlu pera.atan khusus 'emah perlu pera.atan di K1 tidak ada an!aman kematian #ampak sakit perlu pera.tan di K1 bila perlu dengan terapi suportif Kegang nya.a ?eninggal

S( ('S P*%FO%M N&* M*N'%'( SW$SS &OOP> 0%O'P


) % 3 0 ( Penderita melakukan akti"itas normal mampu hidup di rumah adanya toleransi terhadap manifestasi tumor #erdapat hambatan akti"itas tapi .aktu di tempat tidur kurang dari ()9 #erdapat hambatan akti"itas yang berat < ()9 .aktunya ditempat tidur 1angat lemah meninggal

TTG *tumor trofoblast gestasional+ MA& A metroreksat aktinomisin !hlorambusil #umor yang berasal dari khorion janin *trofoblas+ yang terdiri atas : % 3 0

?ella in"asi"e / korio !a "illosum Korio !a *korio 7a non-"illosum+


#umor terbatas pada uterus ?eluas keluar dari uterus tapi terbatas pada struktur genitalia *adneksa "agina lig. Kotundum+ #umor menyebar ke paru dengan atau tanpa penyebaran ke genitalis ?etastasis jauh *hepar otak+

Klasifi"asi stadium ((0 (F$0O 5JJ5)

TTG risik# renda' (terapi5kem#terapi 5 tn$$al met#rektrsat) h7> 2 -)).))) I6/%0 jam urine atau h7> 2 0).))) mI6/ml serum gejala timbul 2 0 bulan dari mola/abortus *pas!a kuret+ tidak didapatkan metastasis ke hati / otak tidak ada ri.ayat pemberian kemoterapi sebelumnya berasal dari kehamilan yang belum aterm *abortus molla KD#+

TTG Risik# tin$$i (terapi MA&51MA&O5&"AMO&A) h7> W -))).))) I6/%0 jam urin atau h7> < 0).))) mI6/ml serum gejala timbul W 0 bulan dari mola/abortus didapatkan metastasis jauh ke!uali paru-paru terdapat kegagalan kemoterapi sebelumnya berasal dari kehamilan yang aterm

terapi : pemberian 7hemoth tiap 0 minggu sekali dilakukan sampai dengan tes kehamilan & O3 %$'M

80 | P a g e

;ikatakan silent lady killer karena sulit dideteksi dini dan mempunyai prognosis yang jelek sehingga hampir ()9 angka kematian dari penyebab kematian keganasan ginekologk. ;eteksi dini dilakukan dengan pemeriskaan ginekologi disertai pemeriksaan pe unjang pertanda tumor dan 61> pada .anita usia lanjut dengan perdarahan abnormal kelainan gastrointestinal asites dan tumor pada di adne=a. Dan$ mempen$aru'i pr#$n#sis &a #var) 2 usia *makin tua prognosis makin jelek+ stadium klinik ma!am hisologi keterlibatan o"arium kontralateral kapsula pe!ah permukaan o"arium berbenjol adanya as!ites metastasis jauh respon terapi tumor ganas pada o"arium diagnosis : jenis histopatologis M stadium tanpa gejala a.al *sampai massa tumor besarnya !ukup memberi tekanan pada C6 dan re!tum / rasa sakit yang hebat seperti torsi+ tingkat lanjut *kembung nafsu makan turun rasa penuh diperut perdarahan per"aginam haid tidak teratur perut membesar dan timbul benjolan dalam .aktu relati"e !epat+ S( D$'M P*MB*D H N (F$0O K, (+,,,))
I #umor terbatas pada o"arium I8 : tumor terbatas pada - o"arium kapusl tumor masih utuh tidak ada pertumbuhan di perumkaan tumor tidak ada sel tumor !airan as!ites ataupun pada bilasan !airan di rongga peritoneum IB : tumor terbatas pada % o"arium tidak ada pertumbuhan tumor pada permukaan kapsul tidak ada sel tumor !airan as!ites ataupun pada bilasan !airan di rongga peritoneum I7 : tumor terbatas pada -/% dengan salah satu faktor dari kapsul diketemukan sel tumor ganas pada !airan as!ites ataupun bilasan rongga peritoneum #umor pada -/% o"arium dengan perluasan di pel"is II8 : tumor meluas ke uterus dan atau ke tuba tanpa sel tumor di !arian as!ites ataupun bilasan rongga peritoneum IIB : tumor meluas ke jar. Organ pel"is lainnya tanpa sel tumor !airan as!ites ataupun bilasan rongga peritoneum II7 : perluasan di pel"is sel tumor : ditemukan di !airan as!ites atau bilasan rongga peritoneum #umor pada -/% o"arium disertai dengan perluasan tumor pada rongga peritoneum di luar pel"is dengan atau metastasis ke kel. >etah bening regional III8 : metastasis mikroskopik di luar pel"is IIIB : metastasis makroskopik di luar pel"is dengan besar lesi metastasis yang V % !m paling banyak. III7 : metastasis makroskopik di luar pel"is dengan besar metastasis < % !m dan atau metastasis ke kel. >etah bening regional ?etastasis jauh *diluar rongga peritoneum+

Uraian Umum 2 Anamnesis 2

II

III

IC

81 | P a g e

G#ld Standard : P8 *pemeriksaan histopatologis+ didapat dari pembedahan NB 9 kista dermoid *ada rambut : gigi pada usia muda+ Histolo!i (&a O=arii) .3 epitel a. serosum *<<+ khas : pertumbuhan papiller b. musinosum Khas : pseudomiksoma peritonei *peritonitis+ !ontoh : kistadeno 7a musinosum !. endometrioid d. sel jernih *!lear !ell+ e. Brenner f. ?i= g. ;ifferented h. 6ndifferented #erapi : !y!lofosfamid / !orborin *3 siklus+ pa=us !arbosin /3 Sel $ermin#mal a. ;igerminoma sangat radiosensiti"e >erm !ell << sama se"itoma testis pria 6sia muda (9 dari tumor o"arium $(9 unilateral ?akros : tidak terlalu khas !oklat keabuan diameter 3-( !m konsistensi semisolid seperti karet permukaan rata ?ikros : kumpulan sel bulat / polygonal berukuran besar *sel germ primiti"e yang dipisahkan jar. Ikat terinfiltrasi *limfosit+ 6nilateral salfingo ooforektomi kemoterapi #umor marker ';@ h7> *jarang+ dikatikan dengan sdisgermigonad perlu karioptype #erapi BD7 C87

b. Iolk sa! tumor !. Dmbryonal 7a d. Polienbrioma e. Korio 7a f. #eratoma ?atur *kistik *jinak+ padat *ganas+ Imatur

82 | P a g e

;ari jaringan embrional yang pluripotent mampu membentuk elemen-elemen dari ke tiga lapisan embrional Benigna << .anita lebih tua ?aligna jarang berla.anan dengan teratoma testis Kistik kista adenoid *tidak sama gonor+ 1olid tidak ada !ampuran jaringan sel telur yang matang M tidak matang Pada anak-anak #umbuh !epat prognosis buruk PB tumor disamping uterus kadang disertai perdarahan dari uterus M as!ites g. ?alignant missed germ !ell tumours (3 SeE -#rd str#mal C ster#id -ell tum#r #umor sell granulera *tipe de.asa / tipe anak-anak+ #ipe de.asa : s"ere estrogen postmenopause bleeding Pen$el#laan 2 (( H L BSO L omente"tomi) pembedahan ba"u Panhisterektoi *histerektomi : ooforektomi bilateral/B1O+ : omentektomi terapi utama adalah pengangkatan tumor primer dan tumor potensial untuk metastasis bila tidak memungkinkan dilakukan pengangkatan massa tumor sebanyak mungkin *debulking pengangkatan tumor : limfadenektomi+. NB 9 Penyebaran 7a o"arii dapat terjadi perkontinuitatum melalui omentum lig. Kotundum tuba sehingga perlu omentektomi untuk men!egah metastasis jauh melalui omentum dan terjadi as!ites. ?engapa perlu panhisterektomi O Penyebaran 7a o"arii dapat terjadi ke uterus se!ara limfaen dan perkontinuitatum melalui tuba dan lig. O"ary porprium/lig. Kotundum untuk men!egah metastasis dilakukan panhisterektomi. ;isamping itu uterus se!ara embrional berasal dari du!tus ?uller sebagaiman o"arium sehingga berisiko tinggi untuk terjadinya o!!ult metastasis. Tu%uan pem*eda'an 2 -. #erapi 2. ;iagnosti! *histopastologi+ diagnosis pasti 83 | P a g e Kadioterapi pas!a pengangkatan tumor Kemoterapi pas!a pembedahan / paska radioterapi untuk membunuh sel-sel hanas yang tersisa asat pembedahan / radiasi *!ontoh C87 A "isiteristin aktinomisin !i!lofosfafin diulang setiap minggu+ Imunoterapi Ke!ent look operation untuk melihat hasil terapi yang dilakukan *( / $ bulan pas!a kemoterapi+

3. Penentuan stadium untuk .anita usia muda / belum memiliki anak : bila masih stadium I8 dan memenuhi kriteria ?orro. dilakukan pembedahan konser"atif yaitu pengangkanan o"arium *yang bersifat patologis+ dan dilakukan pengamatan lanjut *dengan tumor marker 78--%( dan pemeriksaan klinis+. Pengangkatan uterus o"aium kontralateral dan omentum dilakukan setelah berhasil mendapatkan keturunan. K%$(*%$ MO%%OW syarat dilakukan pembedahan konser"tif *ooforektomi unilateral+ pada 7a o"ary meliputi : 7a o"ary stadium I8 ?a!am histologi baik *borderline malignan!y / dif. Baik pure dysgerminoma granulosa sel tumor arrhenoblastoma+ 6sia muda dengan paritas rendah #umor berkapsul tanpa perlekatan #idak ada in"asi pada kapsula sal. 'imfe dan meso-o"arium Bilasan peritoneum tidak didapatkan sel ganas Biopsy u"arium kontralateral dan omentum normal ;apat dilakukan pengamatan lanjut dengan !ermat *penderita kooperatif+ Penderita bersedia dioperasi lagi setelah berhasil mendapatkan anak.

>8?B8K #mplikasi 2 #orsi *akut abdomen+ Kupture perdarahan intraabdominal Infeksi ;egenerasi ganas *!ystadeno 7a+ Kistektomi : B1 *froGen se!tion / potong beku+ Ooforektomi unilateral : B1 indikasi !ito laparotomi indikasi !ito laparotomi

Pengelolaan :

F%O@*N S*&($ON (FS) Pemeriksaan histopatoloi jaringan hasil operasi yang dilakukan durante operasi yang berfungsi untuk menentukan ganas/jinak sehingga dapat digunakan sebagai pedoman menentukan jenis tindakan/operasi yang dilakukan beserta tindak lanjut pas!a operasi *radioterapi / kemoterapi+ NB 9 84 | P a g e

1emua kistoma indikasi operasi / pembedahan 1olid W ( !m Kistik W $ !m / W-( !m *!enderung ganas dioperasi+ #anda-tanda torsi / rupture kista o"arium 8s!ites yang tidak diketahui penyebabnya 8s!ites dipungsi bila terjadi sesak nafas ?enggganggu 17 : ambil massa tumor tidak mengganggu per"aginam lalu ambil tumor setelah nifas setelah nifas karena : in"olusi uterus keadaan umum diperbaiki mengurangi perdarahan memberi kesempatan pada ibu untuk memberi breast feeding

Apaka' ter%adi $an$$uan %ika kist#ma ter%adi pada ke'amilan aterm 4

per*edaan kist#ma ateri vs as-ites kistoma o"ary perut tampak mebun!it ke depan palpasi undulasi - perkusi didapatkan pekak di bagian atas dan timpani di bagian samping serta tida adanya pekak sisi as!ites perut tampak membun!it ke samping *perut katak+ palpasi undulasi : perkusi didapatkan timpani pada bagian atas dan pekak di bagian samping serta didapatkan pekak sisi ist#ma #varii di-uri$ai 1GANASAN (TPO) terdapat bagian padat permukaan berbenjol-benjol pertumbuhan !epat perlekatan *sulit digerakkan+ terfiksasi disertai as!ites sel menghasilkan mediator !airan << disertai penurunan BB usia muda belum menikah belum punya anak fungsi reproduksi masih diinginkan kesuolitan teknik operasi *banyak perlekatan+

OO%*K(OM$ 'N$L (*% L> bila

S1ND%OM M*$0 -. fibroma o"arii *keras+ %. as!ites 3. hidrotoraks DD 2 kehamilan 85 | P a g e

as!ites mioma uteri dengan kistik kista mesenterium *letaknya di atas sehingga bila didorong ke ba.ah nyeri tidak terfiksasi/menggantung karena bertangkai seolah-olah seperti pendulum jam.

Pemeriksaan :isik (&a Ovarii) ditemukan tumor di rongga pel"is dan dapat meluas sehingga seluruh isi perut mengisi parametrium kiri kanan dan !a"um douglas permukaan tumor tidak rata konsistensi padat / kistik dengan bagian padat mobilitas terbatas karena perlekatan sering disertai as!ites 61> hepar ginjal omentum as!ites Barium enema bila !uriga in"asi ke re!tum / sigmoid 1itology dari hapusan "agina / !a"um peritoneum Konsistensi padat / kistik dengan bagian padat 8danya pertumbuhan tumor pada kapsul >ambaran pelebaran pembuluh darah pada permukaan tumor >ambaraan hematoma #erdapat as!ites terutama bila hermmoragis 8danya perlekatan dengan organ lain 8danya metastasis pada peritoneum / omentum

Pemeriksaan penun%an$ (&a Ovarii)

Perlu di-uri$ai ke$anasan pada pemeriksaan makr#sk#pis saat pem*eda'an *ila 2

&ontoh Kasus
Ny. Kasmiyah*50th+ Kel utama KP1 ?elanjutkan pengobatan Penderita pernah dira.at di K1;K 0 / -$ /-) %))5 dengan diagnose granulosa !ell 7a o"arii std. III pas!a histerektomi pas!a laparatomi biopsy *$/$ %))5+ efusi pleura de=tra mendapatkan C87 I ren!ana C87 II *4/--+ Inspeksi C# : Bl= *-+ fl *-+ C/6/C : tak ada kelainan Portio : tak ada kelainan 76# 8P teraba massa padat seukuran kepala bayi batas tak tegas 7; tak ada kelainan >ranuloma !eli 7a o"ary std. III Pas! aa panhisterektomi *juni %))%+ Pas!a laparatomi biopsy *agustus %))5+ ?irobion -=;iet biasa

1tatus >inekologi

;iagnosis

1/

86 | P a g e

Penga.asan K6 C1 PPC Ken!ana C87 II *4/--+

C87 : Pasang infus ;(9 atau Na7l ) &9 $ / -% jam 1elang - jam diberi Caneristin % mg i.". pelan-pelan melalui selang infus hari I M CIII 8!tinomy!in ; ) %( mg pelan-pelan melalui selang infus setiap hari hari I / C 7y!lofosfamid %)) mg i.". pelan-pelan melalui selang infus setiap hari I - C
Ny. 1arinah *() th+ Kel utama KP1 Ingin melanjutkan pengobatan Penderita pernah di ra.at di K1;K tgl -5/% / (/3 %))0 dilakukan #8@ : B1O : omentektomi atas indikasi kistadeno 7a O"arii mus!inosum std. I7 hasil P8 didapat kistadeno 7a musinosum multilobuler disertai metastasis adeno 7a diff. moderat. ;isarankan melanjutkan terapi sitostatika tapi keluarga menolak karena alasan keuangan Inspeksi C# : Bl= *-+ fl *-+ Portio *-+ 76# *-+ 8P tak ada kelainan 7; tak ada kelainan Kistadeno 7a o"ary musinosum 1td. IC Pas!a #8@ : 1OB : Omentoektomi ?etastasis hepar 8s!ites ?irobion -=;iet biasa Penga.asan K6 #C PPC Ken!ana siklofosfamid / !arbosin !a o"arii residif !ek darah rutin urin rutin

1tatus >inekologi

;iagnosis

1/

M$OM '(*%$ (sondase A J 4m) NB: uterus miomatosus *sondase $-& !m+ Biromioma A fibroid uteri A leiomyoma #umor jink pada myometrium dan jaringan ikat oleh karena estrogen berlebih ?yometrium paling sensiti"e terhadap estrogen hyperplasia mioma uteri 6enis mi#ma uteri 2 1ubmukosum *bila kelauar ser"iks / dilahirkan disebut mioma geburt bedakan dengan polip+ >ebut : < keras dari myometrium < lunak dari kelenjar dari miometrium Intramural 1ubserosum *bila tumbu di abdomen / terlepas dari uterus dan mendapatkan "askularisasi dari omentum disebut parasiti! mioma+ 7er"i!al mioma Pene$akkan dia$n#sis 87 | P a g e

8namnesis

Pemeriksaan Bisik Pemeriksaan Penunjang

;ysmenorrhea knapa J ?enometorhagia oleh karena adanya hyperplasia endometrium permukaan endometrium yang lebih luas gangguan kontraksi uterus SP8#O>NO?ONI1T Benjolan perut bagian ba.ah >angguan penekanan *ureter C6 re!tum+ >angguan B8B / B8K Infertilitas dan abortus *habitualis+ Palpasi : teraba massa padat pada perut bagian ba.ah *biasanya di medial+ C# ser"iks ikut bergerak bila massa tersebut digerakkan a. 1ondase b. Kuretase : sering disertai hyperplasia glandularis endometrium dan untuk menyingkirkan 7a endometrium c. @isterekskopi tampak gambaran ber.arna merah *7a endometrium ber.arna merah kehitaman+ 7a endometrium infertilitas hiperestrogen menar!he terlalu a.al d. 61> tampak gambaran uterus yang besar dengan endometrial line berlekuklekuk dengan sarang-sarang mioma yang hipere!hoi! 61> ;oppler untuk mengetahui adanya neo"askularisasi pada keganasan e. BNO / ICP pada mioma uteri yang besar / dengan perlekatan dapat merubah topografi ureter

#mplikasi 2 Perdarahan *anemia+ ;ismenorhea Nyeri panggul Infertilitas Keganasan

Pen$el#laan 1. N#n #perati, (medikament#sa mematikan ,un$si #varium) Kadiotokastrasi *radiasi pada o"arium diharapkan terjadi menopause pre!o= sehingga estrogen berhenti >nK@ diberikan pra bedah untuk mengurangi perdarahan dan menge!ilkan "olume tumor /3 Operati, ?iomektomi *tidak selalu+ biasanya subserosum aau yang masih menginginkan anak #8@ : 1OB J karena lengket besar e"iden!e base akan menjadi 7a ser"iks #8@ *parsial/total+ Dnukleasi intramural ?enopause #idak ada keluhan *perdarahan berulang+ KI operasi *penyakit jantung gangguan ginjal/hati K6 jelek+ Paritas rendah Besar 76# tidak lebih dari telur ayam Mi#ma uteri tidak di#perasi *ila 2

Pen$aru' Mi#ma uerus usia ke'amilan .3 Pen$aru' mi#ma uteri ter'adap ke'amilan 88 | P a g e

Infertilitas mengganggu transport seprma dan gangguan implantasi 8bortus -< gangguan kontraksi Kelainan letak dan presentasi Partus tak maju Partus ma!et 8tonia uteri Inertia uteri Perdarahan post partum Partus prematorus Partus immatorus Pertumbuhan menjadi lebih !epat oleh karena estrogen << ;egenerasi merah neo"askularisasi banyak dengan perdarahan ke!il-ke!il ?ioma subserosum dapat terjadi torsi #umor padat o"arium *#P;+ sondase lebih ke!il 8denomiosis 7a !orpus uteri *hasil P8 kuretase bertingkat+ hiperplasi glandularis hiperplasi atipik ?ola hidatidosa Kehamilan 7a endometri ?ioma saat mens tidak sakit berbenjol-benjol seperti sarang 8denomiosis saat mens sakit *dismenorhea+ pembesaran simetris Dndometriosis *terdapatnya jaringan endometrium diluar uterus+ pengamatan se!ara laparoskopi

/3 Pen$aru' ke'amilan ter'adap mi#ma uteri

DD 5mi#ma uteri 2

Mem*edakan mi#ma uteri vs aden#mi#sis

Dstrogen dependent menurunkan progesterone tidak terjadi o"ulasi *un-o"ulasi+ !apar#sk#pi 2 Iang dibuka adalah 'igamentum latum lamina anerior 'ig.rotundum 'ig. 'atum lamina posterior

Bipolar koagulasi untuk menghentikan perdarhan a. o"erika : lig. O"ary proprium Kista o"ary serosum ditusuk dikeluarkan !airannya Kista o"ary mus!inosum dimasukkan dalam endopa!k *tidak boleh dikeluarkan !airannya+ K$S(OM O3 %$$ 89 | P a g e

#umor kistik yang bersifat neoplasti! *pertumbuhan baru M abnormal+ ,enis kistoma o"arii *menurut letaknya+: Intraligamenter *di antara lig. 'atum+ gerak terbatas Bertangkai *melekat pada mesoo"arium+ gerak bebas Pseudo intraligamenter gerak terbatas *melekat pada lamina posterior lig. 'atum+

Pene$akkan dia$n#sis
Ny. 1umiyati *(-th+ 8namnesis 8menorrhea Benjolan perut bagian ba.ah membesar !epat / gaJ Nyeri perut bag. Ba.ah *karena peregangan kapsula torsi atau ruptur+ >angguan penekanan *ureter "u re!tum+ >ejala endokrin *maskulinisasi atau feminisasi+ Palpasi #eraba massa kistik pada perut bg. Ba.ah biasanya di lateral 1ering disertai as!ites *meningkatkan permeabilitas kapiler transudasi ke !a"um peritoneum+ C# 1er"iks tidak ikut bergerak bila massa digerakkan *bedakan dengan mioma uteri+ 1ondase normal karena tidak ada perbesaran uterus 61> tampak gambaran uterus normal dengan masa sonolusen di adne=a sering bersekat-sekat / multilokuler dan pada ke!urigaan keganasan dapat dijumpai gambaran papiler dan neo"askularisasi H-foto thora= BNO / ICP kistoma besar dapat merubah topografi ureter 'eukosit M 'D; Ds kehamilan laparoskopi

Pemeriksaan fisik

P= penunjang

NDOP'81?8 OC8KI6?

Kistadenoma o"arii simple= Kistadenoma o"arii serosum KI1#IK Dtiologi : #eori o"ulasi #eori endokirn #eori substansi e=ogenous #eori transformasi 1O'I; Kistadenoma o"arii mus!inosum Kista endometroid *unilateral+ Kista dermoid *usia muda+

Kata halus bilateral bertangkai membesar khas : papiller histologi psemoma bodies Khas pseudo mikroma pertonei @istologi : sel bentuk bulat 3 komponen emtrional Dkso *kult/rambut+ ?eso *tulang/gigi+ Dndo *usus+

Bibroma 'eiomioma Birboadenoma Papiloma 'imfangioma #umor Brenner Bumor 1isa 8drenal *?askulina - O"oblastoma
O1D : the o"arium surfa!e epihelium is physiologi!ally mu!h more !omple= than .ould be predi!ted from it

&ON(OH K S'S
Ny #arti *3$ th+ Kel utama KP1 @endak operasi X 3 bulan yang lalu penderita mengeluh ada benjolan di perut bagian ba.ah sakit *-+ jika ke!apean

90 | P a g e

1tatus >inekologi

;iagnosis 1/

perut terasa sakit kemudian oleh penderita dipijat karena dirasakan tidak membaik kemudian periks ke 1pO> sebanyak 3= dikatakan kista rujuk ke K1;K Inspeksi C# : Bl= *-+ fl *-+ "/u/" tidak ada kelainan 76# sebesar telur ayam 8P teraba massa sebesar tinju de.asa 7; tak ada kelainan Kistoma o"arii Dfedrin ?irobion -=;iet biasa Penga.asan K6 #C PPC Ken!ana operasi *oofonektomi JJ+

Ny. 1umarti *3$th+ Kel utama KP1 1tatus >inekologi

;iagnosis 1/

Keluar darah dari jalan lahir Penderita mengeluh keluar darah dari jalan lahir sejak -% hari yang lalu sampai sekarang .arna merah banyak ganti pembalut < (=/hari nyeri *-+ ri.ayat trauma *-+ Inspeksi C# : Bl= *:+ fl *-+ Portio sama jempol kaki berbenjol-benjol tak rapuh tidak mudah berdarah O6D tertutup 76# sebesar telur bebek 8P tak ada kelainan 7; tak ada kelainan 6terus miomatosus *sondase $-& !m+ uterus yang menyerupai mioma tapi ukuran lebih ke!il ?enometroraghia Kalne= 3=- tab *())mg+ antifbrinolitik CI# B7/7J1B 3=;iet biasa Penga.asan K6 #C PPC Pro kuretase bertingkat tujuan untuk diagnosti! *mengetahui asal keganasan+ P8 *endometrium : 7a endometri+ *endoser"iks : 7a ser"iks+ untuk terapeutik menghentikan perdarahan Indikasi mioma uteri dengan menometrorahgia uterus miomatosus dengan menometroraghia perimenopausal bleeding pikirkan keganasan lakukan endoser"iks dulu baru endometrium Konsul anastesi IGin tindakan Puasa 5 jam pre operasi Kosongkan C6

>anas : 7a endometri M 7a ser"iks ,inak : hyperplasia simpleks kompleks Ada / tes seder'ana )an$ dapat dilakukan pada siklus 'aid utnuk menilai lender serviks 2 .3 Spinn*arkeit 91 | P a g e

6ntuk melihat elastisitas getah ser"iks yang ma= pada .aktu o"ulasi. ,ika getah ser"iks dari kanalis ser"ikalis di ambil dengan pinset pada .aktu itu getah tersebut tidak terputus-putus sampai sepanjang -) / %) !m. /3 :en9test (tes daun pakis) Bila getah ser"iks dikeringkan di atas objek glass dan dilihat di ba.ah mikroskop akantampak kritalisasi getah tersebut dalam bentuk daun pakis DD 5 ke'amilan muda 2 ?ioma uteri Kistoma uteri KD#

Tes ke'amilan tes lateE pakai O*at terlaran$ pada @anita 'amil 2 Cit 8 pada kehamilan a.al *teratogenik+ Rarfarin #alidamil 8ntibiotik

BO%('S $MM$N*NS (an4aman) Ge%ala 2 DD 2 KD# ?ioma uteri ?ola hidatidosa mules nyeri mual muntah flu=us *:+ O6D menutup 76# sebesar umur kehamilan keluar flek-flek darah dari jalan lahir tapi tidak keluar jaringan ada ri.ayat terlambat haid bisa didahului ri.ayat trauma minum obat-obatan dipijat !oitus muda

Pemeriksaan O*stetri 2

BO%('S $NS$P$*NS (sedan! berlan!sun!) Perdarahan sangat banyak M aktif VT 2 92 | P a g e

#eraba KK O6D membuka 76# masih sebesar usia kehamilan

BO%('S $N&OMPL*(* (ada :arin!an #an! "eluar seba!ian) VT 2 O6D terbuka 76# 2 usia kehamilan #eraba jaringan

BO%('S &OMPL*(* (semua :arin!an sudah "eluar VT 2 O6D tertutup 76# 2 umur kehamilan

M$SS*D BO%($ON VT 2 O6D menutup 76# 2 umur kehamilan atau sesuai ,anin tak bergerak Keluar flek-flek Besar perut tidak sesuai umur kehamilan

elu'an 2

BO%('S -. imminent : konser"atif *bedrest+ papa"erin 61> 2. insipient : e"akuasi / hasil konsepsi dikeluarkan perhatikan K6 infus line oksitoksin untuk kontraksi uterus supaya tidak sakit dan segera dilahirkan kalau ada sisa kuretase 3. in!omplete *e"akuasi kuretase sebelumnya diinfus+ 0. !omplete : obser"asi *didiamkan saja karena tidak perdarahan lagi+ (. missed abortion : e"akuasi dengan dilatasi *jika belum dilatasi+ kuret urutan ter%adin)a 2 imminents insipiens in!omplete / !omplete Bedakan 2 93 | P a g e

imminens - insipient insipient / inkomplet inkomplet - komplet

DIAGNOSIS : hamil *amenore+ mengalami perdarahan nyeri keluar jaringan J O6D terbuka/tertutup #B6 sesuai umur kehamilanJ Pernah dipijat Obat

1etiap abortus harusnya dilakukan pemeriksaan P8 karena untuk kasus !riminal digunakan hasil P8. K*( *boleh hamil lagi setelah 3 bulan Kehamilan di luar !aum uteri 1etelah menimbulkan gejala akut abdomen+ kehamilan ektopik yang sudah mengalami perdarahan dan nyeri mungkin karena pe!ah / rupture perdarahan lebih banyak dari abdomen. 1ebagian ke!il saja yang le.at abdomen sehingga hanya berupa flek-flek sama seperti abortus imminent. Anamnesis 2 VT 2 !a"um douglas menonjol karena darah tertampung disitu nyeri goyang porsio porsio digoyang timbul nyeri perut karena rangsangan perineum *"is!eralis M parietalis+ slinger sign *:+ tanda patognomonis / diagnose pasti kuldosintesis *menusuk !a" douglas le.at "agina pakai spe!ulum pasien posisi sims forni= posterior dijepit tenakulum lalu !a" douglas di spuit %) !! *:+ bila ada butir-butir darah kehitaman *kalau darah segar berarti menusuk pembuluh darah+ 94 | P a g e nyeri perut bagian baa.ah *tanda abdomen akut :+ .anita reproduksi disertai pingsan mual muntah ri.ayat hamil *amenore+ ri.ayat infertilitas tampak anemis *tambah turun turun+ Eanemis karena perdarahan intraabdomen tanda abdomen akut : *kebiruan+

Pemeriksaan :isik 2

DD 2 NB 9 hamil diluar kenapa uterus juga membesar karena ada reaksi desidua tentunya hamil intra/ekstra uterin J dari gambaran P8 post op *gambaran kollesterol+ pemeriksaan penunjan 61> ada gestastional sa! tidak pada uterus laparotomy *K1+ appendi!itis nyeri perut bagian ba.ah adne=itis abortus imminens

BL$0H(*D O3'M *tidak pernah keluar darah #B6 tidak ada pertambahan+ #idak terbentuknya !alon janin pada hasil konsepsi. Bisa ditegakkan dengan 61> saja. ;itegakkan setelah 6sia kehamilan $ minggu yang tampak hanya gestasional sa! saja tanpa foetal plate *BP+ / bakat janin. Tanda 2 dilatasi C -uretta$e7 mekanik : laminaria busi !analis ser"ikalis *pj. $ -) mm balon+ medi!ated : misoprostol p.o/sublingual *jangan per"aginam buat induksi+

Ri@a)at a*#rtus 2 #OK7@ 1ynd fosfolipid 1'D 1er"iks inkompeten *tidak mampu menampung beban janin+

Pemantauan 1BT K6 #C #anda-tanda syok tensi turun nadi naik #anda-tana abdomen akut defan!e mus!ular *keras seperti papan+ @b serial tiap U menit / jam disesuaikan keadaan pasien KD *pengelolaan+ : lebih aktif laparotomy bersihkan !a"um abdomen

POS( M*NOP 'S* @iperplasi glandularis endometri dengan ditemiukan sel-sel atipik ()9 jadi 7a endometri

95 | P a g e

?oti"asi untuk histerektomi total *karena menopause reproduksi sudah tidak berfungsi takut nanti terlambat dan berkembang menjadi keganasan+ Kalau usia reproduksi terapi hormonal dikasih tablet ;?P8 injeksi -)= suntikan oral tiap 0 minggu b -)) mg minggu ke ( *%)) mg+ minggu ke 5 / -) b%)) mg N S$(OLO0$

P*M*%$KS -

.3 sit#'#rm#nal fungsi hormonal maturasi inde= ditemukan sel-sel parabasal geser ke kiri diagnose infeksi *erosion portioni= *akut/kronis penyebabnya+ ;iagnose keganasan D"aluasi terapi misal : a. 3 / 5 bulan baru diulang terapi menunjukkan terapi berhasil atau tidak misal 7a ser"iks pada erosion portionis b. Pada keganasan : e"aluasi setelah radiasi hasilnya bagaimana (3 Sit#$enik 'aki-laki drum sti!k Perempuan barr bodies

/3 sit#pat#l#$i

H*M (OK*L *terkumpulnya darah di suatu ruangan yang sebelumnya sudah ada+ MOL H$D ($DOS #umor jinak trofoblas merupkan kehamilan abnormal dan tidak terbentuk janin hanya berupa gelembung deenerasi hidrofik pada sel. Pen$amatan le*i' lan%ut pas-a m#la - minggu / - bulan dianjurkan !ontrol tiap minggu pada 3 bulan pertama % minggu / - bulan !ontrol tiap bulan pada 3 / 5 bulan berikutnya JJ 7ontrol tiap bulan sampai % tahun #otal %3 bulan -3= :#ll#@ Up 2 Perdarahan *menometroragi+ Kadar @!> In"olusi uterus *C#+ 96 | P a g e

#anda-tanda metastasis ke paru-paru *batuk darah+ #anda-tanda metastasis ke "agina *!onta!t bleeding+ Perdarahan #iroksikosis PD Infeksi Berlanjut menjadi !horio!arsinoma *##>+ bisa sesak nafas

#mplikasi 2

?ola menghasilkan tiroid hormone like system *hipertiroid+ N <-))=/menit #1@ ] #3 #0 c takypneu hipotermi #iroksikasi #1@ #3 #0 c FL';'S (perdarahan) .3 :isi#l#$is a. Bungsional *organi! non organi!+ b. Non fungsional /3 Pat#l#$is a. Organi! b. Non organi! *fungsional : ;6B gangguan hormonal+ F$S$OLO0$S 9 ?enstruasi @artman sign *flek-flek+ Bayi baru lahir oleh karena estrogen ka!au Perforasi hymen 1aat o"ulasi nidasi Cul"a 7a "ul"a Cagina laserasi "agina *< pada !oitus ?P+ 1er"iks *7a ser"iks erosi portio+ 6terus *7a endometri perdarahan antepartum+ #uba KD# O"arium jarang perdarahan Kelainan mens yang tidak fisiologis 8bortus

P (OLO0$S 9

#anyakan : adakah ri.ayat suntikan hormone J jika iya berarti diagnose ;6B.

97 | P a g e

K'%*( S* Indikasi 2 8bortus inkomplit *miss abortion+ Blighted o"um ?eno/metroragia ?olahidatidosa

-. #erapeutik *molahidatidosa abortus in!omplete+ %. ;iagnosti! *kuretase bertingkat+ 3. 1u!tion : mola tapi karena bisa menyebabkan perdarahan banyak dan lama *pada mola besar+ sehingga biasanya pakai kuretase surgery 0. 1urgery D'B (d#sfun4tional uterine bleedin!) Perdarahan uterus disfungsi : perdarahan abnormal di dalam / luar siklus mens yang disebabkan gangguan poros hipotalamus-hipofisis / o"arium dan tidak disebabkan oleh kelainan organi! kehamilan neoplasama atau kelainan perdarahan. DUB ada ( 2 O"ulatorik 6no"ulatorik Bolikel persisten

Pen$el#laan 2 -. Birst line *anti prostaglandin untuk hentikan perdarahan asam mefenamat 3 = ()) mg/ ibuprofen / ketoprofen diberikan -) hari sebelum mens berikutnya 2. 1e!ond line *hormonal+ progesterone *;?P8+ -) mg selama -) hari uji progesterone *-+ uji estrogen / progesterone 3. Kadiokastrasi 4. Operatif *ablasi endometrial dengan laser koagulasi kuretase histerektomi bila rekuren dan tidak respon terhadap terapi hormonal atau usia tua+ FL'O% LB'S (4airan #an! "eluar) ?ebedakan *jumlah .arna bau kekentalan+ Normal : jernih bening tidak bau -. Bisiologis a. @amil *pengaruh progesterone+ b. Pertengahan siklus mens/o"ulasi !. Bayi baru lahir *masih menyimpan hormone ibunya+ d. 1aat akan mens 98 | P a g e

e. Perangsangan seksual sebelum !oitus %. Patologis a. Infeksi b. Keganasan !. Kadang ;isertai gatal *trikominaiasis kandidiasis ;?+ ;isertai nyeri *"aginitis se"ilis+ D$SM*NO%%H* Nyeri menjelang *@-%+ dan sesaat menstruasi dibedakan : .3 Dismen#r'ea primer O6D menutup sehingga uterus kontraksi terus untuk membuka O6D Karena prostaglandin menyebabkan kontraksi uterus ?enstruasi spasme pembuluh darah nekrosis

#erapi *analgetik / antiprostaglandin spasmolitik+. /3 Dismen#r'ea sekunder Karena ada kelainan di dalam pel"is. 7ontoh : Dn!ometriosis M adenomiosis PI; 6terus miomatosus Polip endometrium Kelainan bentuk dan letak uterus 1tenosis !analis ser"i!alis Pemakaian I6;

#erapi #ergantung penyebab *kausatif+ P%OL PS '(*%$ (uterus melorot) Iang mempertahankan uterus : 'igamentum *latum rotundum sa!routerina Esa!rum ke ser"iksF+ Bas!ia ;iafragma urogenital #idak bisa menahan ken!ing #eraba masssa keluar dari jalan lahir sepeti daging uterus melorot Konser"atif 99 | P a g e

elu'an 2

Penan$anan 2

Operatif

Pen)e*a* 2 Biasanya orang tua terapi pessarium karena usia tua resiko pada operasi < besar *ukuran pesarium 5/ke!il 4/sedang $/besar+. K$S( B %(HOL$N$ Terapi 2 -. Dkstrinpasi M insisi dulu lalu dikeluarkan *diangkat+ sekapsulnya. Keuntungan daya re!urrent rendah Kerugian : kalau kista diangkat semua daya lubrikasi kurang %. ?arsupialisasi Keuntungan : lubrikasi masih ada Kerugian daya rekurensi tinggi insisi kapsul di buka dijahitkan ke mukosa dengan simple interuptus & *NDOM*(%$'M Pasien dengan perdarahan biasanya dikuret kuretase bertingkat *endoser"iks dikouret setelah itu endometriumnya dikuret+. Kuret mempunyai tujuan terapi dan diagnosti! *apakah ada keganasan pada !orpusJ+ USG intrava$inal li'at 2 Ketebalan sel-se endometrium ,aringan endometrium masuk ke myometrium *in"asi"e+

Neo"askularisasi hitung *resistensi inde= persistensi inde=+ KIPI *resissten!y inde= pulsatility+ @isterektomi limfodesektomi 6rutan besarnya uterus :
'rutan besarn#a uterus #elur ayam *uterus normal+ #elur bebek *uterus miomatosus+ #elur angsa *mioma uteri+ #inju de.asa Kepala bayi 1ebesar hamil U bulan #B6 setinggi pusat 'sia "ehamilan $ minggu -% minggu -5 minggu %) minggu Sondase ( / 4 !m $ / & !m <-) !m -0 / -( !m %5 / %$ !m

Besar diperut *hamil mioma uteri kistoma uteri+ SOND S* 100 | P a g e

-. ?engetahui arah uterus *ante/retro+ %. ?engetahui kedalaman uterus 3. ?engetahui ada tidaknya massa tumor 4. ?engetahui diagnosti! a!usta sison+ bisa diputar ke segala arah tanpa hambatan berarti mola hidatidosa (. ?enghindari infeksi *sepsis perforasi perdarahan+ (ena"ulum : untuk mendatarkan uterus sehingga memudahkan melkukan tindakan 8da keluhan perdarahan / flek *tumor / gangguan hormonal+ baik usia muda/tua D'% N(* OP*% S$ Operasi optimal A- !itoreduksi primer histerektomi total perabdominal *#8@+ salfingo ooforektomi bilateral *1OB+ omentektomi pengambilan !airan peritoneum sitology P8 *epitel gesin sel se= !ord stromal+ terapi sitostatika *tergantung golongannya+ : (1) epital *siklofosfamit / !arbosin+ *pa=us / !arbosin+ 3 siklus *%+ >erm !ell *BDP / bleomisin etonoside !isplatin+ *C87 *Cinristin a!tindunisin 7iklofosfamit+ #umor marker *-+ se!ond loo!k operation Biopsy di tempat yang men!urigakan 7itoreduksi sekunder

#umor O"arium Non Neoplasma radang 'ain ,inak Neoplasma >anas

Neoplasma :ina" namnesis Pertumbuhan Nyeri #anda keganasan 6mum BB nafsu makan 6sia Pemeri"saan fisi" 6ni/bilateral Konsistensi #erfiksasi/mobile Batas 8s!ites Pemeri"saan penun:an! 'ambat *-+ Biasa muda 6nilateral Kistik ?obile #egas *-+

Neoplasma !anas 7epat *:+ #urun #ua Bilateral Padat/heterogen #erfiksasi Batas tidak tegas *:+ *:+ makin tebal

101 | P a g e

61> : Konsistensi Papil 1ekat 7airan bebas Neo"askularisasi ?etastasis H / foto thora= *untuk mengetahui metastasis+ #umor marker *mahal+

102 | P a g e