Anda di halaman 1dari 46

Ig{'oIn(ArOq_

rufi,{IEWA

wwtAstsAKIt

KESEHATAN DEPARTEMEN RI
tt4edik Direktorat JenderalPeiayanan Jakarta. Mei 2005
I z
t I

I t I I

KATA PENGANTAR
Perkembanganperumahsakitanpada era globalisasi dan yangjelas agar pelayanan rambu-rambu membutuhkan desentralisasi yang diberikandi rumah sakit dapat mencapaisegi kualitas,efisien sertadiselenggarakan secaraetik dan profesional. dan rnerata, Untuk kinerja rumah sakit yang tersebut, dibutuhkan mengevaluasi indikator pedoman para pengelola bagi dapat dijadikan rumahsakit. pada fungsi Penentuanindikatortersebut sangat bergantung dan tujuan rumah sakit. Keberadaanindikatorrumah sakit sangat penyelenggaraan penting sebagaiakuntabititas rumah sakit terhadap masyarakat.Sejauh ini sudah ada beberapa rumah sakit yang menggunakan indikator klinik, metoda Balance Score Card dan EQUIP. Sedangkantahap penggunaanindikatorrumah sakit juga masih bervariasi.Ada yang dalam tahap pelaksanaan,tahap pengembangan,namun ada juga yang belum mengembangkan indkator ini. Mengingat hal tersebutdiatas,diperlukan suatuindikator kinerja rumah sakit yang telah dirancangdan disepakati oleh para pelayanan stakeholder rumahsakitsertadapatdiaplikasikan di rumah sakit. Dalam menyusunIndikatorKinerja Rumah sakit, Departemen Kesehatantelah melibatkansemua stakeholderdan unsur rumah sakit terkait,seda melaluilokakaryadan ujicobadi lapangan.Oleh karenanyadiharapkan, dengan telah disepakatinya lndikatorKinerja RumahSakitini, maka parastakeholder dan rumahsakitsendiridapat melaksanakan,memonitor dan mengevaluasidengan baik dan terkoordinasi. Direktur PelayananMedik & Gigi Spesialistik

Dr. G. Pandu Setiawan,Sp KJ NtP . 14 0 0 5 8 2 5 9

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PELAYANAN MEDIK


Dengan penuh rasa syukur, saya menyambut baik diterbitkannya Buku IndikatorKinerja Rumah sakit pe-nerbitan buku ini merupakanhasil dari rangkaiankegiatanyang panjangdengan bantuandana DIP yang terah melibatkln unsur Direktorat Jenderal Pelayanan Medik,organisasiperumahsakitan dan unsurrumahsakit sendirisejaktahun 2001. seperti kita ketahuibahwa upaya peningkatanmutu pelayanan rumah sakit merupakanhal yang sangat penting karena rumah sakit memberikan pelayanan yang paling kritis dan berbahaya dalam sistem pelayanan.salah satu dimensi utama dari mutu pelayanan rumah sakit tersebut, dibutuhkan indikator yang dapat dijadikan pedoman bagi para pengelola rumah saki[. Dalam upaya pengembangan penilaian terhadapkinerjarumah sakit, Departemen Kesehatan telah rnenyusun2 (dua)jenisindikator yaitu : Indikator untuk mutu pelayananklinik ( ctinicatlnclicator ) dan indikatoruntuk mengukur kinerja rumah sakit berstatus PERJAN atau indikator kinerja kunci ( Key Perfomancerndicafors ) yang menilaiberdasarkan Balancedscore card. Indikatorkinerja ya;rg diuraikandalam buku ini merupakan hasildari pemikiran gabuhgandari keduanya cian yang terpilih berdasarkan -kan hasil-hasilpertemuan yang dilaksanakan secara berseri,yang melibatkansemua stakeholder terkait. Akhir kata saya mengharapkandengan diterbitkannya buku ini dapat memberi manfaat sebagai panduan bagi jajaran kesehatan, khususnya rumah sakitdalammengevaiuasi rinerji iumah sakit. Direktur Jenderal Bina pelayananMedik,

F a ridW. Hu s a in Nt P . 1 3 0 8 0 8 5 9 3

DAFTAR ISI
KA T A P EN GAN TAR .........,... ME D! K . . . . . . S AM B U TAN D IREKTUR JE NDE ML P E I-A Y ANA N DAFTARISI PE N D A H U LUAN DEFINISI DAN RIWAYAT PENYUSUNAN INDIKATOR RUMAHSAKIT CARA PENGGUNAAN PEMANTAUAN DAN METODEPENGUKURAN MEKANISME CARA PANDANGDAN AREA INDIKATOR iNDIKATOR KINERJA RUMAHSAKITYANG DISEPAKATI INDIKATORKINERJA RUMAH MANFAAT PEI.IERAPAN SAKIT
?7

i ii iii
4

4 7 10
tc

20

PE NUT U P
KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 40 41 42

TIMPE N Y U S U N

iii
.A

?enfafrutrnn
umah sakit adalah bagian penting dari suatu sistem pelayanan kesehatan, karenarumahsakitmenyediakan kuratif kompleks,pelayanangawat darurat, berfungsi
sebagai pusat rujukan,dan merupakanpusat alih pengetahuan dan keahlian (teknologi).Kita harus sadar bahwa rumah sakit adalah institusi kesehatan yang padat modal, padat pakar dan padat teknologi. Dengan kemampuan SDM, sarana peralatan dan keuangan memungkinkanrumah sakit mempunyai daya guna yang lebih tinggi dari institusi pelayanan kesehatan lainnya. Penilaian kinerja rumah sakit merupakan paradigma baru. Kinerja RS merupakan suatu dimensi utama dari Mutu pelayanan RS (Katz & Green 1997, lSQua Accreditation Federation2001) Untuk menilaiKinerjaRS diperlukanlndikator, terutama untuk nrengukurOutcome. Evaluasi mutu pelayanan Akreditasi RS. Panitiayang dibentuk RS dapat dilakukannrelalui oleh DepartemenKesehatan,ISO dll. Paradigmabaru ini telah menggeser sistem penilaian kinerja rumah sakit dari fokus penilaianpada Input dan proses ke pengukuranterhadaphasil atau impact. OutpuUOutcome Pengembangan penilaian terhadap kinerja rumah sakit merupakan tugas dari pemerintahdalam hal ini Departemen rr Kesehatan. penilaian kinerja rumah sakit ditujukan Misi pengemborrg?Fr untuk: publik. 1. Melindungi masyarakat dalam bentukakuntabilitas
fi SaFit I n6Eator K in4ia Q.una

3. Sebagaimekanisme pemberian rewarddan penyediaan konsultan. 4. Menciptakan iklimtransparansi yangsehat dan kompetisi dalammencapai prima. misipefayanan kesehatan 5. Untukbenchmark antarrumahsakit Padatahun 1989telahdilaksanakan suatusurveiterhadap 11 rurnah sakitpemerintah daripelbagaijenis (kelas) dan ukuran di Indonesia.Tujuan dari survei ini adalah mencari sebab rendahnya mutupelayanan di rumahsakitsaatitu.Asumsi yang ada pada saat itu adalahbahwarumahsakit pemerintah yang memperolehperalatanmedik dari pemerintah,maka kinerja rumah sakitnyaakan meningkatdan mutu pelayanan juga g meningkat. Hasil survei menemukan adanya defisiensi di rumahsakityangperludiperbaiki penyebab sebagai rendahnya kinerja atau mutu pelayanandi rumah sakit. Di antara g defisiensiyang didapat yang menarik adalah terdapatnya yang menyatakan defisiensi bahwa staf rumah sakit belum mengenat apa itu konseppeningkatan mutu. Sebagaitindak lanjut dari hasil surveitersebutdijadikan sebagaidasar dan momentum dalampeningkatan mutupelayanan di rumah sakit. Donabedian menyatakan bahwameningkatkan mutupelayanan rumahsakit merupakan hal yang sangatpenting.rumahsakit pelayanan memberikan yangpalingkritisdan berbahaya dalam sistem pelayanan.Hal tersebr.lt yang menjadi dikarenakan sasarankegiatanadalahjiwa manusia,maka semua bentuk pelayanan di rumahsakit harusbermutu tinggi.sejak saat itu rumahsakitdiperkenalkan denganberbagai upayapeningkatan mutu seperti Quality Assurance,gugus kendali mutu dan akreditasi, lsQuadsb. Dengan kemajuan ilmudan terknologi, pendekatan peningkatan mutu pada saat ini lebih dikaitkan dengan penilaian
I ndi$ ator K i ncda Ru na fi 5'aEit

pendekatan peningkatan ilmu dan terknologi, Dengankemajuan mutu pada saat ini lebih dikaitkan dengan penilaian dari pelayanan,terutama dikaitkan dengan outpuUoutcome kepuasanpasien,aspek klinlk,efisiensidan lain sebagainya. pasien lebih kepuasaan Paradigma mutu yang mengutamakan luaran ataudampak darisuatupelayanan. mengutamakan Kesehatan telah menyusun 2 (dua)jenis indikator Departemen pelayanan yaitu indikatoruntuk mutu klinik (clinicalindicator) untukmengukur kinerjarumahsakit atau indikator dan indikator pefformance (key indicators), yang menilai kinerja kunci berdasarkan balancedscore card. Indikatorkinerjayang akan gabungan merupakan hasildari pemikiran diuraikan selanjutnya dari keduanya dan yang terpilih berdasarkanhasil-hasil yang dilaksanakan yang melibatkan pertemuan secarabei'seri, terkait. ua stakeholder ,sem

Iflli6.ator Kircda Ruftufr Salit

Oefinisi(Dan
Qen

ruIn

ndikatoradalah suatu cara untuk menilai penampilan instrumen. kerja suatu kegiatandengan menggunakan Indikatormerupakanvariabel yang digunakan untuk
menilaisuatu perubahan. yang idealmenurutWHO mempunyai4 kriteriayaitu: Indikator 1. Sahih (valid), yaitu benar-benar dapat dipakai untuk mengukuraspekyang akan dinilai. yaitu mampu menunjukkanhasil 2. Dapat dipercaya(reliable), yang benar pada penilaianyang dilakukansecara berulang tetap. kali,artinyakomponenindikatornya 3. Sensitif, yaitu peka untuk digunakan sebagai bahan pengukur 4 . S p e s i f i k,ya i tu ma mp u me mb er ikangambar an per ubahan ukuranyangjelas pada suatujenis kegiatantertentu. Ada juga yang menyatakan suatu indikator harus memenuhi syarat SMART yaitu : Spesific, Measureable, Achievable, Timeframedalam pencapaiannya. Rasionaldan mempunyai Indikator rumah sakit di beberapa negara Indikator ruib pelayanan runrah sakit merupakan instrumen mutu pada outcome atau dampak. Sistem untuk mengukur" p e n i l a i a ni n i te l a h l a ma d i g u n a kandi Amer ika dan Austr alia, yang merupakankegiatan lanjutandari akreditasi.Tujuan dari per nber ian i a l a h me l i h a ta p a ka h a d a kesinambungan indikator
InliQatorKiruiaqunafr.tafit ! |

pelayanan bermutu yang dilaksanakan. Di Australia iuga dijalankan sistem Indikator Kunci Kinerja, (Key Indicator Performance) lSqua. Indikator bagi rumah sakit Rumah sakit tertentu yang berstatus kepemilikannyadibawah Departemen Kesehatan indikator yang digunakan adalah indikator mutu pelayanan rumah sakit. Proses penyusunannya dilaksanakanpada tahun 1996-1997,dan telah diuji coba pada 11 rumah sakit dari berbagai kelas yang tersebar di Indonesia. Kegiatan penyusunan diawali dengan mencari indikator mana yang dapat denganmudahdilaksanakan. Dalam menyusun dan menetapkanindikatorkinerja rumah sakit ditempuh dengan cara menginventarisasidata apa daja yang tersedia di rumah sakit yang dapat dimanfaatkanuntuk diolah menjadi indikatormutu. Indikatoruntuk mengukur kineria rumah sakit juga mengadop indikator mutu pelayanan rumah sakit. Kemudian disusun definisi operasional dari setiap indikator, setiap indikatordibahas bersama dengan perhimpunanrumah sakit, rumah sakit pelbagai kelas dan jenisnya serta diikut sertakan organisasiprofesi kesehatan. Indikator Kinerja Rurnah Sakit Secara Umum Indikator yang dipergunakan untuk mengukur kinerja rumah sakit maupun Indikator mutu pelayanan rumah sakit tidak semuanya dapat diaplikasikan untuk rumah sakit pada umu m n y a . Selain itu ada beberapaindikatorlainnya yang dikembangkan seperti IndikatorAdministrasiPelayanan Rumah Sakit (IAPRS) yang disusunoleh BPKP dan berdasarkan kepada Key Indicator Performance(KlP) dari Australia.KIP telah diujicobadi RSUP
I nlifr ator Kincir :Run4h Sdqit

Sanglah, dan RSUP Sardjito dan bila sudah selesai rencananya akan diberlakukan sabagaialat ukur untukrumah sakittersebut.
Dari sisi nasional perumah sakitan, Departemen Kesehatan dalam hal ini Direktorat Jenderal Pelayanan Medik membutuhkanalat ukur kinerjaberupa indikatoratau instrumen yang dapat mengukursemua rumah sakit tanpa membedakan jenis, status atau kekhususandari rurnahsakit itu sendiri. Indikator kinerja yang telah disusun dan dibicarakan disini dimaksudkansebagaiinstrumenuntuk mengukurkinerjarumah sakit secara umum. Pada tahap tahap awal ini telah disepakati untuk ditetapkan 12 indikator kinerja, tahap berikutnyaakan dikembangkanterus sehingga menjadi indikatorkinerja yang lebih sempurna,komprehensif dan up to date. Penyusunanindikatorkinerjadilakukanoleh Direktorat Jenderal PelayananMedik dengan cara mengadakanrapat-rapat secara yang melibatkan berseri unsur perhimpunan rumahsakit seperti PE R S I , A R S A D A , l R S P l , D i tj e n PelayananM edik, RS Cipto Mangunkusurno, RS Persahabatan, RS Fatmawati,akademisi antara lain,dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia.

InlifratorKinnia Qunafr.sdflit

CaraQenggunaan

Infr.fr,g.tor Kineia
enggunaan Indikator KinerjaRumahSakit dapat dilihat dari beberapa kepentingan tergantung dari posisi dimana rumah sakititu berada.
Di tingkat Rumah sakit

_ lndikatorkinerjarumah sakit dilaksanakan secaraswa-nilai(se/f assesmenf). Penilaian dilaksanakan setiaphari yang dikompilasi secara bulanan. Hasil penilaian ini dijadikan sebagai bahan rapat bulanan peningkatan mutu oleh Direksirumah sakit dan K o m i t eM e d i s.B a g i ka l a n g a nme d i s, hasilnya dapat digunakan untuk menilai pelaksanaan tindakan medik di beberapa bagian/instalasi/departemen. Setiap analisis yang dilakukan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan apakah kebutuhan dari bagian/insta lasildepa rtemen ruangan/pelayanan telah dipenuhisehinggamutu pelayanan dapatterjamin. Di tingkat Dinaos Kesehatan Daerah Hasil bulananini kemudianakan dikirimdan dikelolaoleh suatu badan otonom. Badan tersebut dapat memberikan suatu nilai toleransiterhadapsuatu nllai indikatorkinerja.Nilai toleransiini posisirumah sakit di merupakankesepakatan untuk mengetahui
I alift at or K i naj a Runa fi ,s af it

suatu daerah. Dalam penentuannilai toleransi disesuaikan dengan kompetensi dan keadaan dirumah sakit yang bersangkutan.Nilai toleransi yang diberikan tidak dapat kinerjayang telah ditetapkan dibawahnilai standarindikator di Pusat. Penilaian terhadap indikator kinerja rumah sakit harus dilakukansecara transparan,karena akan dijadikansumber rumah sakit yang akan bagi masyarakatdalam menentukan pemerintah dikunjungi. Bagi hal tersebutakan dijadikandata bagi sumberinformasi untukdiproseslebih lanjutdan dijadikan masyarakat. Pusat Di Tingkat DepartemenKesehatan .

_ ke Hasil penilaiankinerja rumah sakit yang disampaikan DepartemenKesehatan Pusat seharusnyamerupakan nilai yang bersifattransparan.Namun dapat juga dinjadikannilai mempunyai sifat konfidensial. Kebijakan terdapat pada rumah sakit dengan pihak antara perhimpunan kesepakatan otoritas legal. Bila nilai tersebut merupakan yang bersifai konfidensial perlu dinyatakan justifikasi secara eksak. terbagi Mekanisrne ini pentingkarenarumahsakitdi Indonesia jumlah tempat dalam beberapakategori,baik kelas maupun dan rumahsakit non pendidikan tidur. Rumahsakit pendidikan yang berbeda. karakteristik mempunyai penilaian Pelaksanaan kinerjarumahsakitpedudikembangkan d dapatmeniadisuatusistembench-marking.Dengan sehingga nilaiterbaikdapat sistemini maka rumahsakityangmempunyai digunakan sebagai tempat pendidikanatau pelatihan bagi rumahsakitlainnya.
I n6Eaur Kineda tR wu fr Saftit

Tim / Panitia yang Kesehatanakan membentuk Departemen tugas pemantauandan pengembangan akan melaksanakan pelaksanaan penilaian kinerjarumahsakit.

tn6 ( ator K incda Runafi S afiit

(Pemantauan *{e Kgnisme st


ekanisme Pemantauan bagiperaksanaan pengukuran indikator kinerja rumah sakit dilakukan melalui: Keseh.atan Propinsi dan Kabupaten / Kota) 2 . Akreditasi rumahsakit (I(ARS) 3 . Benchmark rumah (organisasijaringan sakit rumah sakit, konsil mutuwilayah, lembaga benchmarkj MetodaUntukMengukur Kinerja RumahSakit Agar suatu rumahsakitdapatdiukurdan dimonitor kinerjanya dibutuhkanmetoda tertentu.Metoda yang akan digunakin sampai saat ini belum memperoleh kesepakatan, diusulkan ditingkat pusat) nasionat (Departemen Kesehatan dapat !3hwa dibentuk komiteatau panitia yang akan merumuskan masalah tersebut.Namun demikian palingtidak ada beberapa macam yangdapatdigunakan metoda antara lain: ' . ' . ' Inspeksi petanggan Survei Penifaian olehpihakke tiga indikator statistik Penilaian internal
1 . Perijinandan monitoring periiinanrumah sakit (Dinas \

I ntifrgtto r K inerja e.uma fr .q al i t

lnspeksi Banyak negara menggunakan status inspektorat dalam memonitor pelaksanaanpenilaianyang kemudian dipublikasi. penilaian Pelaksanaan semacamini hanyadapat dilakukanoleh pihak otoritas,sebelumnyaperlu dibuat standar minimal. Cara seperti ini tidak dapat digunakan untuk menilai proses pelayanan dan out come pelayanan klinik. Pelaksanaan ini hanya semata-mata ditujukan untuk memperoleh surat Uin penyelenggaraan rumahsakit. Inspeksihanya untuk mengukurapakahsuatu rumah sakit telah minimaluntuk keamananpasien memenuhipersyaratan Suruei pelanggan 1 . I n d i k a t o r ke p u a sa n p " ri u n (dilakukan m elalui sur vei berkata) 2. Indikator kepuasan karyawan (dilakukan terhadap b e r b a g aifa kto r p e n d u ku n gki ner jadi Rumah Sakit dan a sa me d i sya n g d i dapat) . p e n i n g ka tajn ki n e rj a 3 . I n d i k a t or se ca rau mu m,ber upaBOR, LOS, angka kematiandan rasioantarabiayadenganSHU. Untuk melaksanakansurvei secara fair, dibutuhkan Standar secaranasional. dilakukan surveysyang dapatdiandalkan Kinerja rumah sakit akan menjadi tebih fokus pada pemberdayaan",terhadappasien, kenyamanan, mekanisme komplain dan kontinutaspelayanan.Ditingkatnasional survey sebaiknya dilakukan oleh suatu badan /organisasi yang independen dengan menggunakan alat yang valid, reliable, importandan aplicable.
Inlif.gtor Kineda tRunafrSa$t

Standarisasi dari cara suryei ditujukan untuk mengidentffikasi Standarisasi hal-halyang bernilaibagi pasien dan masyarakat. untuk mengukur (dijahit,tailoreddimodifikasi) dapat disesuaikan dan kepuasan. terhadappengalaman hal-halyang spesifik Penilaian oleh pihak ke tiga yang dilakukanbaik melaluipenilaianinternal, Adalah penilaian penilaian eksternal secara nasional dan penilaian yang dilakukanoleh pihakinternasionai. Sfandar ISO lnternational Organization for Standardization(lSO) melakukan standar p e n i l a i a n ki n e rj a ru ma h sa ki t d engan menggunakan penilaian' ter hadap dengan u n t u k s i s te m mu tu d i b a n d i n g kan f u n g s i d a n tu j u a n d a ri ru ma h sakit. ( secar a detai! belum d i p u b l i k a si ) I S O m e m b u a tsta n d a rse ca ra b er ser iISC 9000 untuk industr i namun digunakanjuga manufaktur(obat dan alat kedokteran) untuk mengukur sistem kualitas dalarn aspek yang spesifik terhadap pelayanan kesehatan dan rumah sakit serta klinik. SertifikatISO diakui ditingkatinternasional ISO 9000 tebih banyak berhubungan dengan aspek prosedurdibandingkan dengankinerjarumah sakit. administratif Terminilogi yang digunakan sangat sulit dikaitkan dengan pelayanan kesehatan dan interpretasr4yasangat bervariasi diantara agen. sendiri. Oleh karena itu saat ini teiah diperkenalkan ISO 15189 yang akan menjadi internasional standar untuk laboratorium medir termasuk issu tentang pendapatklinis,prosesdan outcome.
fi Sa Rit t n&fr atorK inetja <Runa

Peer rcview Peer review merupakan sistem yang tertutup bagi pa.a profesionalyang bekerjadi rumah sakit. Hal tersebut dipicu oleh para profesionalyang bekerja diklinik. Pelaksanaan penilaian dilakukan oleh para profesionalyang melayani bidang yang sama sebagaipelaksanaan dari professional seif regulationdan clinicalimprovement. Hasil dari Peer review dapat digunakan sebagai sumber untk membuat standar, dan sebagai harmonisasipara profesional dan Human resourch management dalam pelaksanaan pelatihandan pendidikan secaratimbnalbalik. Akreditasi ru ma hsa ki tme l a l uiAkr editasi Pe n i l a i a n k i n e rj a dilakukan dalam rangka penerapanstandar, proses klinik dan hasil. Akreditasi di l a k u k a n o l e h b a d a n ya n g i n dependent dengan tujuan or g a n i s a s i akre d i ta si i tu se n d i ri dibandingkan pener apan peraturanpemerintah. Program akreditasibagi rumah sakit diselenggarakansecara sukarela, standar dari akreditasiharus dapat diandalkan,dan perlu dipublikasi nama dari rumah sakityang terakreditasi dalam we b s i t e ,w a l a u p u nd e rn i ki a n , ma si h banyak r um ah sakit yang. tidak ikut sertadalam program. tndikator statistik Indikatorstatistikadalah alat untuk menilaikenerja suatu rumah sakit baik secara internal maupun secara eksternal. lndikator didesain agar dapat mencapai tujuan secara objektif. Namun dalam prakteknyasuatu indikator yang terseleksi dipengaruhi
Inlifrator'A'inzid Runafr ta,[;t . ?

dengan masalahketersediaan data. standarisasi data sangat hal merupakan yang sangatesensial baik dalam rumahsakit maupun antarrumahsakit. Kinerja rumahsakityangdiukurharusdisepakti terlebih dahulu tatacarapengambilan datanya, apakahberasat dari data kasar, data agregat,data yang terahdianarisis atau yang ditetapkan olehyangmelakukan penilaian. Kesimpulandari hasil anatisiasecara statistikseharusnya dipublikasimelalui media, websites dan lain-tain.Dalam melakukan publikasiharus diikut sertakandengan pedoman untukmengintepretasikannya. Indikator statistik dipat mewakili apakahdata yang diperoleh fair dan benar.lndikator statistik juga dapatdijadikan. isue kinerja bagimanajemen, peningkatan mutudan isueyangbergulir.

I nlifr ator Kine1'aL unafi Safr it

Cara&an[ary &n

ational Health Services(NHS) memperkenalkan 6 syaratpandangan yangsecarabersamaan kinerja dan seimbang dipikirkan dafammewujudkan kinerjarumah sakityaitu:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Healthimprovement; Fair access; Effectivedeliveryof bppropriateheafth care; Efficiency; PatienUcarer experience; and Healthoutcomesof NHS care.

NHS mengusulkan 4 areayang perlu disepakatiuntuk dijadikan indikatork!nerjarumahsakityaitu : 1. 2. 3. 4. Clinical effectiveness and outcomes; Efficiency; PatienUcarer experience;and Capacity& capability.
f(

clinical effectiveness and outcomessepertiyang diusulkanoleh NHS telah dibuatoleh Departemen Kesehatan dalam dalam Petunjuk pelayanan Pelaksanaan Indikator Mutu Rumah !e1!ur sakit. Indikator tersusun berfokus pada muiu pelayanan kesehatanyaitu penurunan angka kematianibu oan ingka
InfrfatorKinciatRunafrsa$j! l.--l ---L_1_q_l

kematian anak. Indikatornya dibagi dalam 4 kategori agar mudah penggunaannya saja yaitu : l. Indikatornon bedah : 1. Angka pasiendengandekubitus 2. Angka kejadianinfeksikarenajarum infus 3. Angka kejadian penyuliUinfeksi karena transfusi darah pengisian 4. Angka lengkapan CatatanMedik 5. Angka Keterlambatan Pelayanan Pertama Gawat Darurat. pelayananBedah : ll. lndikator 1. Angka InfeksiLuka Operasi 2. Angka komplikasi PascaBedah 3. Waktu tunggusebelumOperasielektif l l . I n d i k a toP r e l a ya n a n l b u d a n Ber salin dan Bayi 4. Angka kematianibu karenaEklampsia 5. Angka Kematianibu karenaPerdarahan 6. Angka kematianibu karenaSepsis 7. Angka Perpanjangan waktu melahirkan lll. Indikator tambahan: 9. Angka kematianibu karenaEklampsia rujukan 10.Angka Kematianibu karenaPerdarahan rujukan 1 1 . An g kake ma ti a n i b u ka renaSepsisr ujukan
I nli frator K incdaRunafi SaE it

'{

rawat

inap

ibu

8. Angka kematianbayi denganBBLR

Perpanjangan wakturawatinap ibu melahirkan 12.Angka rujukan 13.Angka kematian bayidenganBBL rujukan 14.AngkaSectioSecaria 15.AngkaAppendik dan tersendiri, Setiapindikator mempunyai definisioperasional formula tersendiri.
Efficiency Yang diusulkan oleh NHS masuk dalam Indikator Pelayananpada indikator Kinerja Rumah Efisiensi/ Adnrinistrasi sakit. jumlahnyacukup banyak, dan Administrasi Pelayanan, lndikator akan berkembangterus menerus sesuai dengan kebutuhan manajemen. lndikator efisiensi lebih banyak terkait dengan masalah keuangan,dalam menyusun indikator kinerja rumah sakit hal tersebuttelah banyakdibahasuntuk dipergunakan. Konsepnya adalah sama dengan dashboard indicator pada sebuah mobil.Namun karena sistem penilaianbagi rumah sakit dilaksanakanberdasarkanbalanced score card, maka selain indikatoruntukfinalcialterdapatpula beberapaindikatorlainnya yang harus ada, untuk melihat keseimbanganantara kepuasan karyawan dengan kepuasan pasien, juga dilihat dari kinerja rumah sakitdibandingkan visi dan misi dari rumah sakit. d a ri : ln d i k a t o i rn i t e rd i ri
a

Indikator Financial, Intemal Business Process dan

I n&Eator Kinzda rRunafr Sai.it

Leaming and Grovvth.Indikatoryang diusulkan dalam setiappusat pendapatan di rumahsakit terdiridari tiga indikator utama: fndikatorkinerja yang dibicarakanini disepakatimeliputi4 (empat)area, dan setiap area dijabarkan lebih lanjut menjadi yang lebih spesifik,keempatarea tersebut indicator.indikator adalah : 1. Pengembangan SDM 2. MutuProsesPelayanan 3. Kepuasan Pelanggan 4. Keuangan Pengembangan SDM . pengembangan : Indikator adalah SDMyangdisepakati jam pelatihan perkaryawan pertahun o Jumlah

Proses . yangdisepakati ada 6 jenisyaitu Indikator MutuPelayanan Pertama GawatDarurat o Kecepatan Penanganan Pasien o Kelengkapan RekamMedis Kematian lbu KarenaEklamsia o Prosensentase o WaktuTungguSebelumOperasi Elektif Karena Sepsis lbu melahirkan o Prosentase Kematian o Prosentase lnfeksi Nosokomial

I ndiQ ator Kinzda RumafiSa(.it

Lingkungan . yang digunakanadalah Indikator o Baku Mutu LimbahCair

KepuasanPelanggan . yang digunakanadalah untuk mengukurkepuasan Indikator pelangganeksternaldan internal o o Prosentase Pasien Yang Menyatakan Puas Terhadap Pelayanan KepuasanPelanggan Prosentase

Keu a n g a n . In d i k a t oy r a ng d i g u n a ka n adalah o Cost Recovery

Penerapangood corporategovernance . . . Akuntable Transparansi Kemandirian

fr Sd{it a Q.uila I ndifr, ator K incd

tl

I(inerja IndiQg.tor

WmafrSafrit
enetapan suatu indikator harus memenuhi persyaratan sebagaiberikut:
t

Nama Indikator Dimensikinerja Tujuan indikator Rational ya dan standar te rmi n o l o g i n g d i gunakan D e f i n i si standar Frekuensipembaharuan P e r io d e d i l a ku ka n a n a l i si s Numerator D e no mi n a to r dan denumerator Sumber data numerator

a a

Ke 12 Indikator kinerja yang d;oepaktitelah memenuhi persyaratan tersebut : pertahun per karyawan 1. Rerata Jam Pelatihan tenaga di UnitKhusus 2. Persentase terlatih GawatDarurat Penanganan Penderita 3. Kecepatan
Inliiator Kincda RumafiS alit

4. WaktuTungguSebelum OperasiElektif 5. Angka Kematian lbu karena persalinan (Perdarahan, Preeklampsia/Eklampsia dan Sepsis,Khusus untuk kasus non rujukan) 6. AngkaInfeksi Nosokomial 7. Kelengkapan Pengisian RekamMedis 8. Prosentase Kepuasan Pasien(survei) 9. Prosentase (survei) Kepuasan Karyawan 10.BakuMutuLimbah Cair 11.statusKeuangan RumahSakit 12.Prosentase Penggunaan ObatGenerik di RumahSakit

I n"6fator K inerj a Runrt Saftit

1. RerataJam Pelatihanper karyawanpertahun


lndikator Dirnensikineria Tujuan Indlkator Rasional Definisi terminologiyang dan digunakan Standard
SDM RumahSakit Penoembanqan

SumberDayaManusia Kualitas kepedulian Mengetahui manajemen terhadap pengembangan/pemberdayaan sumber daya manusia di rumahsakit. pelatihanlebih Karyawanyang memperoleh waktu diharapkan akan lebih banyakdari segi orofesional.
Jumlah Jam Pelatihan per karyawan per tahun. pelatihandimaksudadalah semua Pengertian pelatihan baik di dalam (on the job training) maupun di luar (off the job training) rumah sakit. Standar: 20 iam/karvawan/tahun. Tiap bulan Tiap tahun Jumlah jam pelatihan karyawan secara kumulatif dalam setahun. Jumlahk Data diperoleh dari bagian pengembangan. pendidikan dan pelatihan rumahsakit.

Frekuensi oembaharuan data Periode dilakukan an a lisis Numerator Denominator Sumber data cian numerator dan denominator

Inti$atorKincria Rundfi .iakit

T^-:_l ,--,

tenagaterlatih di Unit Khusus 2. Persentase


lndikator Dimensi ki

Persentase tenagaterlatih di unitkhusus Kualitas SumberDavaManusia


Mengetahui kepedulian manajemen terhadap pengembangan/pemberdayaan sumber daya khusus. manusiadi rumah sakitdi unit-unit

TujuanIndikator Rasional

Makin banyak tenaga terlatihkhusus, makin banyak masalah kesehatan khusus yang dapat ditangani secara bermutu dan professional (masaberlaku pelatihan 3 tahun).
Jumlah tenaga yang terlatih secara khusus dibandingkan dengantenagayang ada. Petugasyang terlatihkhusus adalah petugas yang bekerja untuk menangani masalah kesehatan secara khusus. Seperti tenaga untuk UGD, lCU, OK dll. kesehatan P P GD, B TLS,B CL C,A ' f L S , A CL S ,d ll. UGD: ICU: P P GD,FCCS ,P e la t ih a n lCU, A CL S , d ll k h u s u sO K , d ll. OK : P P GD,pelatiha n lCU, NICU : P P GD,A P L S , DG b a y i, p e la t ih a n

Definisi terminologi yang d i g u na ka n d a n standar

Ntcu,dil.
Frekuensi data oernbaharuan
Periode dilakukan analisis Standar . 5oo/o Tiap bulan

Tiaptahun
Jumlahtenaqakhususvanq dilatihper tahun

Numerator Denominator Sumber data numeratoftdan denominator

di unitkhusus. Jumlah tenaoa


Data diperoleh dari bagian pengembangan, pendidikandan pelatihanrumah sakit.

I n6frator Kinerja a.unafiSaFit

tl

3. Kecepatan Penanganan PenderitaGawatDarurat


lndikator KecepatanPenangananPenderitadi Instalasi/ Unit Gawat Darurat

Dimensikinerja Tujuan Indikator Rasional


Definisi terminologiyang digunakan dan standar Frekuensi pembaharuan data Periode dilakukan analisis Numerator

penderita Keselamatan di lnstalasi/Unit Gawat Darurat.


Mengetahuikecepatanpelayananpenderitadi Instalasi/UnitGawat Darurat. Kecepatan penanganan pelayanan penderita mempengaruhi prognosis dan keselamatan iiwa oenderita. Penanganan pertama : Rerata waktu yang pasiensaat pasien datang sampai diperlukan pelayanandokter. mendapatkan Standar: 5 menit. Tiap bulan Tiap tiga bulan Jumlah kumulatif tenggangwaktu dari pasien datang sampai mendsapatkan penanganan pertamaolehdokteryang disurvei secaraacak di lnstalasi/Unit Gawat Darurat. Jumlah pasien yang disurvei secara acak di lnstalasi/Unit Gawat Darurat. Rekam MedikRumahSakit (secaraacak = random sampling)

Denominator

Sumber data numeratordan denominator

In&FatorKinerja Rumafi Sa(it

24

4. Waktu Tunggu SebelumOperasiElektif


lndikator Dimensi kinerja

Waktu tunggusebelumoperasielektifsecara keseluruhan dan perkelasperawatan. Komitmen dokter/rumah sakit untuk pelayarran yang waktu memberikan tepat kepada pasien (appropriateness) dan efektivitas bedah. oelavanan
efektivitas Mengetahui pelavananbedah. perencanaan

Tujuan Indikator Rasional Definisi terminologiyang d i gu n a ka n da n standar

mutu Ketepatan waktutunggumempengaruhi pasien. pelavanan terhadap


Waktu tunggu sebeium operasi elektif, adalah rerata lamanya waktu yang diperlukan pasien di setiap kelas perawatansejak masuk rumah sakit sampai dilakukanoperasi elektif (tidak terrnasuk waktu yang Ciperlukan untuk pemeriksaan penunjang, yang biasanya ini dilakukandengan rawatjalan pemeriksaan harusdiselesaikan lebihdahutu). Standar . 2 hari Tiap bulan Tiap tiga bulan

F r eku e n si oembaharuandata Periode dilakukan a n al i si s

Numerator Denominator Sumberdata dan numerator denominator

Jumlah waktutunggupasien operasi kumulatif (dalamhari). elektifdi setiapkelasperawatan


Jumlah pasien yang operasi elektif di setiap kelas perawatan.

RekamMedisRumah Sakit.

Intli(atorKincda rRumafi Sa[it

tl

ZS

5. Angka Kematian lbu karena persalinan (Perdarahan, Preeklampsia/Eklampsia dan Sepsis, Khusus untuk kasus non rujukan)
Indikator Dimensikineria Tujuanindikator
Rasional Definilsi terminologi yang dig u n a ka n dan standar

AngkaKematian ibu di RumahSakit kasus Ketepatan dan kecepatanpenanganan keselamatan ibu. dalammenjaga Mengetahui mutu pelayanan rumah sakit penanganan terhadap kasus.
Ketepatan dan kecepatan penanganan kasus akan menurunkan angka kematianibu. preeklampsia/eklampsi sepsis. dan Perdarahan adalah kematian ibu yang disebabkan karena perdarahan yang terjadi pada saat kehamilan,semua skala persalinan dan nifas. Preeklampsia dan Eklampsia mulai terjadi pada kehamilan trimester2. Preeklampsia dan Ekiampsia merupakan kumpulan dari2 dari 3 tanda yaitu . Tekanan darah sistolik >160mmHg dan >110 mmHg . diastolic . Protein uria pemeriksaan kualitatif . Oedemtungkai Eklampsia adalah tanda preeklampsi yang diserta dengan kejang dan atau penurunan kesadaran. Sepsis adalah tanda{anda sepsisyangterjadi akibat penangananaborsi, persalinandan nifas yang tidak ditangani secara tepat oleh pasien atau penolong.

I n&frotor K incrjaRunafr S alit

Standar (Gasefatality rate) Perdarahan <1Vo, pre-eklarnpsia <30o/o, sepsis < <O.2o/o. Frekuensi pembaharuan data Numerator Denominator Sumberdata numeratordan denominator Tiapbulan

Periode dilakukan Tiap tiga bulan analisis

Jumlah kematian pasien persalinan karena perdarahan, pre-eklamsia/eklamsia atau sepsia (Masinq-masinq penyebab). Jumlah pasien-pasien persalinan dengan perdarahan, pre-eklampsia/eklampsia sepsia,
Rekam Medikrumah sakit
I

I nfr ftator K incda q.unai Sai.it

6. Angka infeksi nosokomial


lndikator Angka lnfeksinosokomilal

Dimensikinerja Tujuan indikator F-asional

Keselamatan pasien, karyawan dan pengunjung Mengetahuihasil pengendalianinfeksi di RumahSakit. nosokomial Angka infeksi nosokomialyang rendah pengendalian menunjukkan keberhasilan infeksi nosokomial di rumahsakit.
lnfeksi Nosokomial adalah infeksiyang didapatdi rumah sakit. Stanciar: max 8% Tiap hari Tiap bulan

Definisi terminologi yang digunakan dan standar

Frekuensi pembaharuandata
Periode dilakukan analisis

Numerator Denominator

pasien Jumlah terkena infeksi nosokomial yangdirawat Jumlahpasien

Sumber data numerator RekamMedisRumahSakii dan denominator

-_ta

PengisianRekamMedis 7. Kelengkapan
dikator

Kelengkapan Pengisian RekamMedis


pelayanan, pendidikan, Kesinambungan penelitian perlindungan hukum dan

mensi kinerja rjuanindikator rs io n a l

Terlengkapinyapengisian rekam medis di RumahSakit. Kelengkapanpengisian rekam medis akan meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan, penelitian dan perlindungan hukum.
Percentase rekam medis yang telah diisi secara lengkap Rekam medis disebut lengkap apabila rekam medis tersebut telah berisi seluruh informasi tentang pasien termasuk resume medis, keperawatan dan seluruh hasil pemeriksaan penunjang serta telah diparaf oleh dokter yang jawab bertanggung Waktu maksimal masuk ke bagian rekam medis adafah 2 Y\24 jam untuk rawat inap dan untuk rawat jalan dan rawat darurat <24 jam Standar :95o/o

lfinisi nninologi yang g u n a ka n

ekuensi rmbaharuan rta lriode lakukan ralisis


Jmerator

Tiap bulan

Tiaptiga bulan

Jumlah rekam medis yang diisi lengkap.

it atorKined a R.unrtSafr frft

Denominator Sumberdata numeratordan denumerator

Jumlah seluruh keluarRS RekamtvteOik numahEkit

I nli Qat ot K inelia Runafr Sa( it

8. ProsentaseKepuasanPasien(survei)
Indikator Dimensi kinerja Tujuan indikator Rasional Persentase Pasien yang menyatakan Puas terhadapPelayanan Rumah Sakit Eksternal KepuasanPelanggan Mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayananrumah sakit. pasien

Kepuasan pasien berhubungandengan lvlutu pelayanan rumah sakit. Dengan mengetahui tingkatkepuasanpasien,manajemenRumah Sakit dapat melakukan peningkatan mutu pelayanan. Persentase pasien yang menyatakan puas berdasarkan hasil survey terhadappelayanan yang baku (terlampir). denganinsirumen S tandar: min 90%

D e f in isite r m in ologi y a n g dig u n a ka n d a n sta n d a r

F r e k ue n si pembaharuandata Pe r i od e dila ku kan a n a l i si s

Tiap tiga bulan Tiap tiga bulan Jumlah pasien yang disurvei secara acak yang menyatakanpuas Jumlah Pasien yang disurveisecara acak

Numerator Denominator data Sumic,er dan numerator denominator

Hasilsurvei(secaraacak)

fr SaE it I n6F, ator K ircria Q.uma

9. ProsentaseKepuasanKaryawan(survei)
Persentase Karyawan yang menyatakan Puas terhadap berbagai faktor penCukungkinerja di RumahSakit Dimensikineria Tujuan indikator Kepuasan Pelanggan lnternal Mengetahuitingkat kepuasankaryawanterhadap pendukung berlcagaifaktor kinerja Sakit. di Rumah Kepuasan karyawan terhadap tersedianya pendukung kinerjaakan meningkatkan kinerjadan mutulayanan rumah sakit.
Definisi terminologi yang digunakan dan standar Persentase karyawan yang menyatakan puas terhaCap berbagai faktor pendukung kinerja di Rumah Sakit berdasarkan hasil survev denqan yang baku (terlampir). instrumen Faftor kepuasandapat metiputi keamanan, sarana peralatan, kesejahteraan, kenyamanan dan lingkungan kerja, aktualisasi diri, kesempatan pengembangan diri, hubungan dg atasan, reward,/punishment Standar: min 90% Frekuensi pembaharuan data Periode dilakukan analisis Tiap tahun Tiao tahun Jumlah karyawanyang disurveisecaraacak yang puas_ menyatakan

yangdisurvei Jumlahk4ryawan secaraacak


Sumber data numerator dan denominator Hasil survei (secara acak)

I n&RatorKiwda tRumah s a[it

10. Baku MutuLimbahGair


Indikator BOD (Biological cxyden demand) COD (chemicaloxyden demand TSS (total suspendedsolid) Kepedulian manajemen terhadap lingkungan Rumah Sakit

Dimensi kinerja

Tujuanindicator Untuk mengetahui kepedulian rumah sakit pengelolaan limbah terhadap cairrumahsakit.
Rasional Pengelolaan limbah cair rumah sakit yang baik akan melindungimasyarakatdi dalam dan di luar rumah sakit terhadap pencemaranlimbah rumah sakit. Manajemen RS mempunyai kewajiban untuk mengelolalimbah agar tidak mencemari lingkungan 1995 standar adalah . B OD (B iological o ry g e n d e ma n d ) 3 0 mg/liter, . COD (chemical oxygen demand) 80mg/liter, ' TSS (total suspended solid) 30 mg/liter, PH 6-9

Definisi t e r mln o lo g i yan g d i g u n a ka n

Frekuensi pem b a h a r u a n data


Periode dilakukan analisis

Tiap1 bulan

Tiap6 bulan

I ndi( ator Kinzq'a Rwnafi Saf.it

Numerator Denominator Sumber data numeratordan denominator

Hasil laboratorium pemeriksaan limbah cairrumahsakit


Tidak ada lnstalasi Pemeliharaan RumahSakitdan Sanitasi Sarana

tntiRator Kineqa R umafi Sa|it

RumahSakit 11.StatusKeuangan
ndikator ) i men si ki ne r ia fujuan indikator

CostrecoveryRumahSakit tak mampu Subsidi untukpasien keuangan Statuskesehatan status-kesehaian keuangan Untukmengetahui pemerintah dan RumahSakitdanfungsisolTbt rumahsakit. layanan masyarakat melalui Status kesehatan keuangan rumah sakit rumahsakitdan mempengaruhi mutulayanan tanggung jawab sosial pemerintah dan Rumah Sakit. masyarakat melalui

lasional

recovery rumah sakit adalah )efinisi terminologi Cost pendapatan rumah sakit dibagi d ig u n a ka n biaya Tang operasional dikali 100%. Subsidi adalah jumlah rupiah yang diterima runrah sakit dari berbagai sumber untuk melavani pasien tid a k ma mp u : r e k ue n si Tiao bulan oembaharuandata Pe r i o d ed ila ku kan r n a l isis Nulnerator Tiaptiga bulan 1. Jumlah seluruhpendapatn di rumahsakitx lOoo/o. 2. Jumlah seluruhsubsidi

Denominator
<,(

biayaoperasional seluruh 1. Jumlah rumah . sakit. pasien tidakmampu 2. Jumlah


Data keuanganrumahsakit

Sumber data numerator dan d e n om i na tor


I nli Fat or K inefurQ,umtfi .fa6.it

12. Angka penggunaan Obat Generik


lndikator Penggunaan obat generik Status Penggunaan sumber daya obat secara rasional.

Dimensikinerja

Tujuan indikator Untuk mengetahui status penggunaan obat generik di rumah sakit bagi pasien yang membutuhkan.
Rasional Status penggunaanobat generik di rumah sakit mencerminkanbahwa rumah sakit melaksanakan kebijakan DeparternenKesehatan,SK MENKES 1992 tentang kewajiban menulis/menggunakan obat generikdi rumah sakit sebagaipelaksanaan penggunaanobat. Persentase penggunaan obat generik adalah jumlah pe n g g u n a a n g e n e rik obat dibandingkanj u mla h p e n g g u n a a no b a t s e c a ra keseluruhan dikali fiA%. Tiap bulan

Definisi terminologi yan g d ig unakan

Frekuensi pembaharuan data


Periode dilakukan analisis

Tiap tiga bulan

Numerator Denominator Sumber data numerator dan denominator

penggunaan Jumlahkeseluruh obat generik.

keseluruh penggunaan Jumlah obatdi rumah sakit (( Data penggunaan obat dari instalasi farmasi rumah sakit atau apotik rumah sakit

InfrFatorKinedaRunafiSaftit

-]

36

folanfaatgenerapan Infr.Rg.tor l(ineja

Indikator engan menerapkan beberapamanfaatdapat diperoleh :


1. Dengan IndikatorKinerja rumah sakit dapat dilakukan penilaian secara objektif dan akurat atas kinerja rumah sakit karena bersifat kuantitatif dan berdasarkan pengukuranoutcome. 2. Pengukuran bersifat spesifik . kepuasandan Financial. SDM, operasional, manajemen

3. lvlendorong pengorganisasian sistem informasi.

Mendorongpengarnbilan keputusanberdasarkanfakta / data Mendorong partisipasiSDM dalam meningkatkanmutu

rumahsakit. 2. Penil-aian digunakan secaraintemaluntukperbandingan kinerjaantar periode/waktu dan secara eksternaluntuk perbandingan terhadap ukuranregional / nasional 3. Peningkatan kinerja lebihmudahkarena lebihspesifik 4. dapatdigunakan untukbenchmark

t n6ftator K ineriaRundfrSafit

ndikator kinerja rumah sakit rnerupakan?l?t ukur outputrumahsakit.Padatahapawal baru 12 terhadap indikator yang disepakati untuk dipergunakan' Sedikitnya jumlah indikator yang disepakati . semata-mata yangdapatdijadikan indikator menentukan sulitnya dikarenakan a la tu kurk i nerj abagi s emua r u m a h s a k it t a n p a m e m a n d a n g serta besar kecilnya jenis, kekhusui"n ti"rprn kepemilikan suaturumahsakit. dari upayaDepartemen sebagian merupakan Alat ukurtersebut mutu rumah sakit. indikator Kesehatanuntuk meningkatkan kinerja untukmengukur d;g telahada baikyangfOimatsudkan indikator untuk maupun lndicator iumin sakit Key Periormance bagianyang saling merupakan sakit rumah mutu pelayanan m e l e n gk api y angdapatdi gu n a k a n o | e h r u m a h s a k it s e s u a i kebutuhannYa. meliputi4 (empat) area balance fndikatoryang disepakati yang dan Financial' Kepuasan yaituSDM, Proses, scorecard, lebihlaniut' dijabarkan masing-masing dengan U"l!' Agar indikator kinerja dapat dilaksanakan baik (monitoring) untuk pemantauan diUutunfanmekanisme' metoda ditingkatpusat meupundaeralr.Perlupula ditentukan survei, bagimetoda Khusus y"nj akandigunakan. penjukuran -"t"t fair' secara digunakan perti ditetapian rrt"i yangdapat cara perluiuga.disepakati kinerja indikator Dalammenyajikan pedoman dengan menggunakan menginterprbtasikannya
it nafi .f aF, I n&L atorK ircri a Q.u

,enilaian. atau dapat Hasil monitoringkinerjadapat dipublikasi litentukan sesuai nilai toleransiatau tetap menjadikonfidensial iengankesepakatan. )engembangan sistem ini memerlukansosialisasicepat dan ,enar terutama kepada lingkungan medik dan paramedik. Jpayakan pengertian bahwa tujuannya ialah agar pasien hasilyang terbaik,karena tanggungjawab sosial nendapatkan umah sakitialahkepadapasiendan harusdisadariialah karena itu ada. kesehatan rdapasienlah maka pelayanan dilakukanmelalui )alam pelaksanaannya apabilapelaksanaan perasaan diperiksa. netoda inspeksimaka harus dihilangkan )eningkatan mutu tidak dapat berdirisendiribila tldak dikaitkan lengan reward,dengan cara itu akan lebih dirasakan manfaat lari kegiatanpelingkatanmutu.

t ntifrator Kineda&uwfr Sa(it

1. Tglah disepakati 12 Indikator Kinerja yang dijaikan atat ukur kinerjasuaturumahsakit.Dalamera otonomi dan blobalisasi hal tersebut penting menjadi bagirumahsakit agar dapat mengetahui posisikinerjanya, baik ditingkat wilayah,regionalmaupuninternasional. Tentu s4i lZ indikator belum cukup sebagai alat ukur kegiatan keseluruhan outputrurnah sakit,namunhal ini menjadi - langkahawal yang akan disempurnakan terus menerus sesuaidengan perumahsakitan. kemajuan
2- Indikator kinerja tersebut b'aru dapat dilaksanakan apabila telah disepakatilebih lanjuttentangmekanisme, metoda dan cara intepretasinya. yang telah ada Indikator d a n d i g u n a ka n d i ru ma hsakithandaknya menjadi bagian yang tidakterpisahkan dari indikator kinerjaini.

I nfrl ator Kinzric Qlunafr it SaR

DAFTARPUSTAKA
) Mulyadi B, Sutarjo US etal. Pedoman Indikator Mutu Pelayanan RumahSakit,cetakanll, Jakarta,2001. ) Kaplan, BalancedScore Card and its OperationalGuide, HarvardPress,1997. A QualityAssurance: corporateresponsibility for I Donabedian multi hospital system.Qualityreview Bulletin1986. ) WHO, Catalogue of Health lndicators, a selection of important health indicator recommended by WHO programmers, Unit of Strengthening Country Health lnformation, Geneva, Augnst 1996. r WHO, A review of Determinants of HospitalPerformance, Report of the WHO Hospital Advisory Group meeting, Geneva,1994. r JeffersonT, Demichelli V, Mugford M, Elementary Economy In H e a l th Evaluation C a re ,B MJ, L ondon,1996 lndicators: February 20A2 ' NHS Performance

{i fr, ator K inzda Q, uma fi SaF,it

TIM PENYUSUN
1. D r . F aridW. Husain(Direktur B in aP e la y a n a n Me d ik ) 2. Dr. SriAstutiS. Suparmanto, MSc 3 . D r . RustamS . P akaya, MP H (D it . J e n . Y a n . Me d ik ) 4. Drg. NaydialRoesdal, MSc, PH, FICD 5. Dr. G. PanduSetiawan, SpKJ 6. Dr. Ahmad Hardiman, MARS 7. Dr. Laksono Trisnantoro, PhD (FK-UGM) 8. D r . UntungS useno, M.K es L Dr. Sutoto.M. Kes 10 . D r . HardiY usa, S pOG 11 . D r .A gungS utiyoso, S pB O 12 . D r .Wresti 13 . Dr . A uiiaS ani 14 . D r . NatsirNugroho, S pOG 15. Dr. PoltakSianturi 16. Dr. Tjahyono Kuncoro 1 7 . Dr . RatnaDewiUmar 18 . Dr . NurdinP erdana' 19 . Dr . Lanang 2Q. Dr. Suranto, MM 2'1. Dr. Mast ldris Usman 22. Dr. BanggaS 2 3 . D r . M- S ubuh 24. Rokiah,SKM, MHA 25. Drg. LilianaL, MKes 26. Dr. Suryo Purhananto,h4Kes MKes 27. Drg. SophiaHermawan, MM. MA R S 2 8 . Dr . FainalWirawan, MKes 29. Dr. EndangWidyaswati, 3 0 . Dr g . E ndahRibriana, MK es ' 3 1 . Dr . Eko B udi P rivanto
I ndiFato r Kme ia rR urutfr qa6it

r_;-l