Anda di halaman 1dari 75

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Gardu induk merupakan salah satu bagian dari sistem tenaga listrik yang
mempunyai kemungkinan sangat besar mengalami bahaya yang disebabkan oleh
timbulnya gangguan sehingga arus gangguan itu mengalir ke tanah sebagai akibat
isolasi peralatan yang tidak berfungsi dengan baik. Arus gangguan tersebut akan
mengalir pada bagian bagian peralatan yang terbuat dari metal dan juga mengalir
dalam tanah di sekitar gardu induk. Arus gangguan ini menimbulkan gradien
tegangan diantara peralatan dengan peralatan, peralatan dengan tanah dan juga
gradien tegangan pada permukaan tanah itu sendiri. Besarnya gradien tegangan
pada permukaan tanah tergantung pada tahanan jenis tanah atau sesuai dengan
struktur tanah tersebut. Salah satu usaha untuk memperkecil tegangan permukaan
tanah maka diperlukan suatu pentanahan yaitu dengan cara menambahkan
elektroda pentanahan yang ditanam ke dalam tanah. Oleh karena lokasi peralatan
listrik (gardu induk) biasanya tersebar dan berada pada daerah yang
kemungkinannya mempunyai struktur tanah berlapislapis maka diperlukan
perencanaan pentanahan yang sesuai, dengan tujuan untuk mendapatkan tahanan
pentanahan yang kecil sehingga tegangan permukaan yang timbul tidak
membahayakan baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi gangguan ke
tanah.
!
"entanahan merupakan faktor terpenting untuk meningkatkan keamanan
dalam sistem tenaga listrik dan peralatan peralatan listrik, memelihara kondisi
kestabilan tegangan serta mencegah tegangan lebih puncak selama gangguan.
#ntuk mendistribusikan arus gangguan yang besar secara merata ke dalam tanah
melalui elektroda pentanahan, maka dibutuhkan tahanan tanah yang rendah.
$ahanan tanah ini dipengaruhi oleh nilai tahanan jenisnya.
%arakteristik tanah berbeda beda sehingga tahanan jenis tanahnya juga
bermacam & macam. Berbagai macam cara perlakuan dilakukan pada tanah untuk
memperkecil nilai tahanan jenis tanah tersebut. 'aka dari hal diatas penting sekali
penyelidikan tentang karakteristik tanah untuk mendapatkan nilai tahanan jenis
tanah yang ideal.
1.2 Tujuan Penelitian
$ujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perlakuan
fisik tanah dengan penambahan air, garam dan arang pada tanah kering terhadap
sistem grounding yang digunakan pada suatu daerah peralatan gardu induk.
%inerja yang dimaksud yaitu tahanan pentanahan, faktor reduksi permukaan gardu
induk, tegangan sentuh toleransi, tegangan mesh, tegangan langkah toleransi,
tegangan langkah sebenarnya dan panjang minimum penghantar.
1.3 Manfaat Penelitian
(engan dilakukannya penelitian ini maka diharapkan akan diketahui
sistem pentanahan yang baik untuk suatu daerah peralatan pada suatu gardu induk.
)
1.4 Batasan Masala
"enelitian ini membahas masalah pentanahan pada daerah gardu induk
dengan kondisi tahanan jenis tanah yang berubahubah pada daerah tersebut yang
meliputi penghitungan tahanan tanah, faktor reduksi permukaan gardu, tegangan
langkah toleransi, tegangan sentuh toleransi, tegangan mesh dan tegangan langkah
sebenarnya. Arus gangguan yang diterapkan )*** A, frek+ensi ,* -., berat
tubuh manusia diperkirakan /* %g, suhu ratarata 0*
*
1, dan kondisi tanah kering
dengan resistifitas !*** 2 dilapisi kerikil dengan resistifitas 3*** 2.
1.! "iste#atika Penulisan
#ntuk penyajiannya, penulisan dibagi dalam lima bab sebagai berikut 4
BAB 5 4 "endahuluan. Bab ini berisi latar belakang masalah, tujuan
penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.
BAB 55 4 $eori (asar. Bab ini berisi tentang sistem pengetanahan
gardu induk, macam tegangan, arus yang melalui tubuh,
dan perencanaan system pentanahan gardu induk
BAB 555 4 "ercobaan. Bab ini berisi metoda percobaan, data system
pentanahan gardu induk yang diteliti dan sistem penelitian.
BAB 56 4 "engukuran dan Analisa. Bab ini berisi hasil pengukuran
dan analisisnya.
BAB 6 4 %esimpulan dan Saran. Bab ini berisi kesimpulan dari hasil
pengukuran beserta saran & sarannya.
7
BAB II
TIN$AUAN PU"TA%A
2.1 Pengenalan Pentanaan
Sistem pentanahan merupakan pentanahan antara elektroda tanah dan
tanah disekitar elektroda tersebut. Sistem ini umumnya dilakukan dengan cara
penanaman elektroda besi atau elektroda tembaga kedalam tanah dan kalau
memungkinkan sampai ke dalam air tanah. 8lektroda yang ditanah ini kemudian
disambung dengan ka+at tembaga atau ka+at besi tebal yang gunanya adalah
untuk menghubungkan antara bangunan dan instalasi listrik yang akan diproteksi
dari sambaran petir. Bentuk dari elektroda tadi ada berbagai macam, antara lain
diantaranya elektroda batang (driven rod), elektroda strip (bentuk bintang, bentuk
cincin, bentuk grid) dan elektroda pelat.
Sampai dengan kirakira tahun !9!* sistem tenaga listrik tidak ditanahkan.
-al ini disebabkan masih kecilnya arus gangguan (kurang 3A). Bila terjadi
gangguan antara phasa ke tanah, maka busur listrik yang timbul akan padam
dengan sendirinya. "ada saat ini sistem tenaga listrik semakin besar baik
panjangnya maupun tegangannya sehingga arus yang timbul bila terjadi gangguan
tanah makin besar dan busur listrik yang muncul pun tidak dapat padam dengan
sendirinya. Gejala ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kerusakan
pada peralatan .
Oleh karena itu mulai tahun !9!*an pada saat sistemsistem tenaga relatif
mulai besar, sistemsistem itu tidak lagi dibiarkan terapung yang dinamakan
sistem delta, tetapi karena titik netral sistem itu diketanahkan melalui tahanan atau
0
reaktansi. "entanahan itu pada umumnya dilakukan dengan menghubungkan
netral transformator daya ketanah.
'etodametoda pentanahan netral dari sistemsistem tenaga adalah 4
a. "entanahan melalui tahanan (resistance grounding)
b. "entanahan melalui reaktor (reactor grounding)
c. "entanahan tanpa impedansi (solid grounding)
d. "entanahan efektif (effectif grounding)
f. "entanahan dengan reaktor yang impedansinya dapat berubahubah
(resonant grounding) atau pentanahan dengan kumparan "etersen.
"ada sistem tenaga yang semakin besar dengan panjang saluran dan
besarnya tegangan, akan menimbulkan arus gangguan yang semakin besar pula
( diatas 3A ) (engan demikian apabila terjadi gangguan tanah makin besar dan
busur listrik tidak dapat padam dengan sendirinya. (itambah lagi gejalagejala
busur tanah atau :arcing grounds: semakin menonjol. Gejala busur tanah adalah
suatu proses terjadinya pemutusan (clearing) dan pukulan balik (restriking) dari
busur listrik secara berulangulang. ini sangat berbahaya karena dapat
menimbulkan tegangan lebih transien yang tinggi yang dapat merusak peralatan.
Oleh karena pada sistemsistem tenaga relatif besar, sistem tidak lagi
dibiarkan terapung atau sistem delta, tetapi titik netral sistem itu diketanahkan
melalui tahanan atau reaktansi. "engetanahan itu umumnya dilakukan dengan
menghubungkan titik netral transformator daya dengan tanah.
3
N
I
FG
Z
A Z Z B C
A
B
C
Gambar ).! Sistem yang tidak diketanahkan dalam keadaan gangguan ka+at
tanah 5
;G
< arus gangguan
"ada sistemsistem yang tidak diketanahkan atau pada sistem delta, arus
gangguan itu tergantung dari impedansi kapasitif =a, =b dan =c, yaitu impedansi
kapasitif masingmasing ka+atfasa terhadap tanah, (Gambar ).!). Bila sistem itu
diketanahkan arus gangguan itu tidak lagi tergantung pada impedansi kapasitif
ka+atka+at tetapi juga tergantung pada impedansi alat pengetanahan dan
transformatornya,(Gambar ).)).
>adi dengan mengetanahkan titik netral sistem, arus gangguan jelas menjadi
lebih besar dibandingkan dengan arus gangguan pada sistem delta, namun
sebaliknya membatasi tegangan pada fasafasa yang tidak terganggu. >adi didalam
menentukan impedansi pengetanahan itu harus diperhatikan hubungan antara
besar arus gangguan dan tegangan yang mungkin timbul.
N
FG
I
A
Z Z
B C
C
B
A
Z N
Z
,
Gambar ).) Sistem yang diketanahkan dalam keadaan gangguan ka+at
tanah 5
;G
< arus gangguan
%eterangan diatas dapat disimpulkan bah+a tujuan dari pengetanahan
adalah4
! "ada sistem tenaga besar yang tidak diketanahakan arus gangguan relati?e
besar (@3 A) sehingga busur listrik yang timbul tidak dapat padam sendiri,
di mana akan menimbulkan busur tanah dengan pada sistem yang
diketanahkan gejala tersebut hampir tidak terjadi.
) #ntuk membatasi tegangan pada fasafasa yang tidak terganggu.
72.2 Pengetanaan &ar'u In'uk
"engetanahan gardu induk mulamula dilakukan dengan menanamkan
batangbatang konduktor tegak lurus permukaan tanah (?ertikal). $etapi kemudian
orang menggunakan sistem pengetanahan dengan menanamkan batangbatang
konduktor sejajar dengan permukaan tanah. -al ini dilakukan mulamula karena
pada suatu daerah yang berbatu sehingga tidak dapat menanamkan elektroda
pengetanahan lebih dalam. Setelah diselidiki lebih lanjut ternyata pengetanahan
dengan sistem penanaman horisontal dengan bentuk kisikisi (grid) mempunyai
keuntungankeuntungan dibandingkan dengan pengetanahan yang memakai
batangbatang ?ertikal. Sistem pengetanahan batang ?ertikal masih banyak
digunakan pada gardugardu induk,dan juga merupakan teori dasar dari sistem
pentanahan.
/
$ujuan utama dari berbagai sistem pengetanahan tersebut adalah untuk
mendapatkan tahanan kontak ke tanah yang cukup kecil. #ntuk mengetahui
sejauh mana tahanan kontak ke tanah dapat diperkecil, perlu mengetahui rumus
rumus tahanan kontak ke tanah dari masingmasing sistem pengetanahan.
(asar perhitungan tahanan pentanahan adalah perhitungan kapasitansi dari
susunan batangbatang elektroda pengetanahan dengan anggapan bah+a distribusi
arus atau muatan uniform sepanjang batang elektroda. -ubungan tahanan dan
kapasitansi dapat dijelaskan dengan suatu analogi. Analogi ini merupakan dasar
perhitungan karena aliran arus masuk ke dalam tanah dari elektroda pengetanahan
mempunyai kesamaan dengan emisi fluks listrik dari konfigurasi yang sama dari
konduktor yang mempunyai muatan yang terisolir.
Luas A cm 2
Q = q A C o ul ou mb
d cm
Gambar ).7 %onduktor plat
>umlah garis fluks yang melalui dielektrik di antara kedua pelat adalah 0 A
B.A dan kuat medannya adalah 0 A B. 'aka tegangan antara kedua pelat 6 < 0 A B
d 6olt, jumlah muatan C adalah B A 1ouloumb.
(ari hubungan 4
1 < C D 6
diperoleh,
E
A q
d q
C
.
. 0
D !


A
d
C
. 0
D !

().!)

>ika diantara kedua pelat diletakkan tanah dengan tahanan jenis F Ohmcm maka
tahanan antara pelat adalah 4
A
d
R
(ari persamaan
C
A d
0
!
D
akhirnya didapat harga tahanan 4
C
R

().))
dimana 4
G < tahanan (dalam Ohm)
1 < kapasitansi (dalam statfarad)
H < tahanan jenis tanah (dalam Ohmcm)
(alam hal ini tahanan elektrodanya sendiri tidak diperhitungkan karena
tahanan jenis konduktor kecil sekali dibandingkan dengan tahanan jenis tanah.
%alau kita perhatikan persamaan ().)), maka persoalannya adalah penentuan
kapasitansi dari sistem pengetanahan untuk menentukan tahanan
pengetanahannya. "enentuan besar kapasitansi suatu sistem pengetanahan adalah
dengan prinsip bayangan.
9
"rinsip bayangan secara sederhana dapat diterangkan sebagai berikut.
'isalkan dua elektroda titik ! dan ! bermuatan yang sama besarnya di dalam
media yang tak terbatas, dan juga dimisalkan arus I mengalir pada kedua titik
tersebut.
S
S
1
1
P
Gambar ).0 "rinsip Bayangan
Arus 5 akan mengalir ke luar dari kedua elektroda secara radial. Suatu
bidang bayangan terletak di tengahtengah kedua elektroda dan tegak lurus
terhadap garis hubung kedua elektroda. %arena kedua elektroda tersebut simetris
terhadap bidang bayangan. Apabila media dan elektroda pada kedua sisi
dihilangkan tanpa mengubah distribusi arus dan tegangan maka bidang bayangan
""I dapat disamakan dengan permukaan tanah. Apabila bidang bayangan
dianggap sebagai permuakaan tanah maka potensial disebabkan oleh elektroda di
ba+ah permukaan tanah adalah4

,
_

+
:
! !
0
!
S S
V

().7)
dimana 4
6 < potensial pada permukaan tanah,
!*
5 < arus yang masuk tanah dari elektroda
F < tahanan jenis tanah
S < jarak elektroda terhadap permukaan tanah
SI< jarak bayangan elektroda terhadap permuakaan tanah.
2.3 Taanan $enis Tana
;aktor keseimbangan antara tahanan pentanahan dan kapasitansi di
sekelilingnya adalah tahanan jenis tanah yang direpresentasikan dengan F dalam
persamaan ().)). -arga tahanan jenis tanah pada daerah kedalaman yang terbatas
tergantung dari beberapa faktor yaitu 4
a. >enis tanah 4 tanah liat, berpasir , berbatu dan lainlain.
b. Japisan $anah 4 berlapislapis dengan tahanan jenis yang berlainan
atau uniform
c. %elembaban tanah
d. $emperatur
$ahanan jenis tanah ber?ariasi dari 3** sampai 3**** Ohm per cm
7
.
%adangkadang harga ini dinyatakan dalam Ohmcm. "ernyataan Ohmcm
merepresentsikan tahanan di antara dua permukaan yang berala+anan dari suatu
?olume tanah yang berisi ! cm
7
.
Sering dicoba untuk mengubah komposisi kimia tanah dengan
memberikan garam pada tanah dekat elektroda pengetanahan dengan maksud
mendapatkan tahanan jenis tanah yang rendah. 1ara ini hanya baik untuk
sementara sebab proses penggaraman harus dilakukan secara periodik, sedikitnya
enam bulan sekali.
!!
(engan memberi air atau membasahi tanah juga mengubah tahanan jenis
tanah. -arga tahanan jenis tanah pada kedalaman yang terbatas sangat tergantung
dengan keadaan cuaca. #ntuk mendapatkan tahanan jenis tanah ratarata untuk
keperluan perencanaan maka diperlukan penyelidikan atau pengukuran dalam
jangka +aktu tertentu misalnya selama satu tahun. Biasanya tahanan tanah juga
tergantung dari tingginya permukaan tanah dari permukaan air konstan.
#ntuk mengurangi ?ariasi tahanan jenis tanah akibat pengaruh musim,
pengetanahan dapat dilakukan dengan menanamkan elektroda pengetanahan
sampai mencapai kedalaman dimana terdapat air tanah yang konstan. "ada sistem
pengetanahan yang tidak mungkin atau tidak perlu untuk ditanam lebih dalam
sehingga mencapai air tanah yang konstan, ?ariasi tahanan jenis tanah yang besar.
%arena kadang kala penanaman memungkinkan kelembaban dan temperatur
ber?ariasi, harga tahanan jenis tanah harus diambil untuk keadaan yang paling
buruk, yaitu tanah kering dan dingin.
Setelah diperoleh harga tahanan jenis tanah, dan biasanya diambil harga
yang tertinggi, maka berdasarkan harga tahanan jenis tersebut dibuat perencanaan
pengetanahan. >adi pada suatu perencanaan pengetanahan, pengukuran tahanan
jenis tanah pada tempat di mana akan didirikan gardu induk harus dilakukan
terlebih dahulu.
2.4 Pengukuran Taanan $enis Tana
"engukuran tahanan jenis tanah biasanya dilakukan dengan cara 4
!)
!. 'etode empat elektroda (four electroda method)
atau
2. 'etoda tiga titik (three pint method)
"engukuran tahan jenis tanah dengan metoda empat elektroda menggunakan
empat buah elektroda, satu batere, sebuah amperemeter dan sebuah ?oltmeter
yang sensitif, sebagai terlihat pada gambar.
A
V
a
a a
2 4 3 1
Gambar ).3 pengukuran tahanan jenis tanah dengan metoda empat elektroda
Bila arus 5 masuk ke tanah melalui salah satu elektroda dan kembali ke elektroda
yang lain cukup jauh sehingga pengaruh diameter konduktor dapat diabaikan.
Arus yang masuk ke tanah mengalir secara radial dari elektroda, misalkan arah
arus dalam tanah dari elektroda ! ke elektroda ) berbentuk permukaan bola
dengan jarijari r, luas permukaan tersebut adalah 2 r
2
, dan rapat arus radial pada
jarak r adalah J = I / 2 r
2
.
Bila F adalah tahanan jenis tanah, maka kuat medan dalam tanah pada arah
radial dengan jarak r adalah E(r) = J.
!7
>adi, ( )
)
) r
I
r E

"otensial pada jarak r dari elektroda adalah integral dari gaya listrik dari jarak r ke
titik tak terhingga 4

( )
r
I
dr r E V
r

)
K

"erbandingan antara tegangan dan arus atau tahan menjadi 4


r
R


(ari gambar, terlihat, r
!7
< r
70
< r
)0
< a.
>adi 4

,
_


a a
I
V
)
! !
)
7


dan

,
_


a a
I
V
!
)
!
)
0

Beda tegangan antara titik 7 dan 0 adalah 4



,
_

+ +
a a a a
I
V
!
)
!
)
! !
)
70


a
I

dan
a I
V
R

)
70
70

jadi 4
70
) aR
().0)

!0
Bila a dalam meter dan G dalam Ohm maka tahanan jenis dalam Ohm
meter. (engan alat ukur yang dibuat khusus untuk ini yang terdiri dari generator
yang diputar dengan tangan dan ohmmeter, dapat dibaca langsung tahanan antara
elektroda arus dan elektroda tegangan.
'etoda tiga titik (threepoint method) dimaksudkan untuk mengukur
tahanan pengetanahan. 'isalkan tiga buah batang pengetanahan di mana batang !
yang tahanannya hendak diukur dan batangbatang ) dan 7 sebagai batang
pengetanahan pembantu yang juga belum diketahui tahanannya, gambar
A
V
1 2 3
Gambar )., 'etoda tiga titik
Bila tahanan di antara tiaptiap titik batang pengetanahan diukur dengan
arus konstan, tiap pengukuran dapat ditulis sebagai berikut 4
!) )) !!
) L !
) L !
)R R R
I
V
R +
!7 77 !!
7 L !
7 L !
)R R R
I
V
R +
)7 77 ))
7 L )
7 L )
)R R R
I
V
R +
!3
)7 !7 !) !!
7 L ) 7 L ! ) L !
) ) ) ) R R R R
I
V V V
+
+ +
$etapi,
7 L ) ) L ! 7 L !
V V V +

>adi 4
)7 !7 !) !!
) L !
R R R R
I
V
R +
Akhirnya 4
)7 !7 !) !!
R R R R R + +
().3)
$ahanan batang pengetanahan dari elektroda ! diberikan oleh persamaan
().3) jika kita dapat membuat 4
*
)7 !7 !)
+ R R R
().,)
keadaan ini dapat diperoleh dengan mengatur posisi elektroda ) sehingga harga
persamaan ().,) dipenuhi.
2.! Baa(a)Baa(a (ang Ti#*ul Pa'a &ar'u In'uk Pa'a %ea'aan
&angguan Tana
Secara umum kita tinjau dahulu bahayabahaya yang mungkin dapat
ditimbulkan oleh tegangan atau arus listrik terhadap manusia mulai dari yang
ringan sampai yang paling berat yaitu4 terkejut, pingsan atau mati.
!,
Gingan atau berat bahaya yang timbul, tergantung dari faktorfaktor
diba+ah ini sebagai berikut 4
!. $egangan dan kondisi orang terhadap tegangan tersebut.
). Besarnya arus yang mele+ati tubuh manusia
7. >enis arus, searah atau bolakbalik
2.!.1 Tegangan
"ada sistem tegangan tinggi sering terjadi kecelakaan terhadap manusia,
dalam hal terjadi tegangan kontak langsung atau dalam hal manusia berada di
dalam suatu daerah yang mempunyai gradien tegangan yang tinggi. Akan tetapi
sebenarnya yang menyebabkan bahaya tersebut adalah besarnya arus yang
mengalir dalam tubuh manusia.
%hususnya pada gardugardu induk kemungkinan terjadinya bahaya
terutama disebabkan oleh timbulnya gangguan yang menyebabkan arus mengalir
ke tanah. Arus gangguan ini akan mengalir pada bagianbagian peralatan yang
terbuat dari metal dan juga mengalir dalam tanah di sekitar gardu induk. Arus
gangguan tersebut menimbulkan gradien tegangan diantara peralatan dengan
peralatan, peralatan dengan tanah dan juga gradien tegangan pada permukaan
tanah itu sendiri. #ntuk menganalisis lebih lanjut akan ditinjau beberapa
kemungkinan terjadinya tegangan dan kondisi orang yang sedang berada di dalam
dan di sekitar gardu induk tersebut.
!/
).3.!.! Ma+a# Tegangan
Sulit untuk menentukan secara tepat mengenai perhitungan tegangan yang
mungkin timbul akibat kesalahan ke tanah terhadap orang yang sedang berada di
dalam atau di sekitar gardu iduk, karenanya banyaknya faktor yang
mempengaruhi dan tidak diketahui.
#ntuk menganalisis keadaan ini maka diambil beberapa pendekatan sesuai
dengan kondisi orang yang sedang berada di dalam atau di sekitar gardu induk
tersebut pada saat terjadi kesalahan ke tanah.
"ada hakekatnya perbedaan tegangan selama mengalir nya arus gangguan
tanah dapat digambarkan sebagai berikut 4
!. $egangan sentuh
). $egangan langkah
7. $egangan pindah
2.!.1.1.1 Tegangan "entu
$egangan sentuh adalah tegangan yang terdapat diantara suatu obyek yang
disentuh dan suatu titik berjarak ! meter, dengan asumsi bah+a obyek yang
disentuh dihubungkan dengan kisikisi pengetanahan yang berada diba+ahnya.
Besar arus gangguan dibatasi oleh tahanan orang dan tahanan kontak ke tanah dari
kaki orang tersebut, seperti pada gambar )./.
!E
Gambar )./. $egangan sentuh
Gambar ).E. Gangkaian pengganti tegangan sentuh
(ari rangkaian pengganti dapat dilihat hubungannya sebagai berikut 4
k
f
k s
I
R
R E

,
_

+
)
()./)
(imana 4
E
s
< tegangan sentuh (?olt)
!9
R
k
< tahanan badan orang (< !*** Ohm)
R
f
< tahanan kontak ke tanah dari satu kaki pada tanah yang diberi
lapisan koral !* cm (< 7*** Ohm)
I
k
< besarnya arus yang melaluibadan (Ampere)
$ahanan badan orang telah diselidiki oleh beberapa ahli sebagaimana terdapat
dalam tabel /.0, dan sebagai harga pendekatan diambil
!***
k
R
Ohm.
$ahanan R
f
mendekati harga 3
s
dimana
s
adalah tahanan jenis tanah
disekitar permukaan. Arus I
k
diambil dari harga dalam persamaan /.0, dimana
t I
k
D !!, , * .
t
E
s
s
!!, , *
)
7
!***

,
_

+

().E)

(imana 4

s
< tahanan jenis tanah disekitar pemukaan tanah (Ohmmeter) < 7***
Ohmmeter untuk permukaan tanah yang dilapisi koral !* cm.
t < +aktu kejut (detik) atau lama gangguan tanah.
(alam $abel ).! diberikan besar tegangan sentuh yang diijinkan dan lama
gangguan.
Jama gangguan t
(detik)
$egangan sentuh yang diijinkan
(6olt)
*,! !.9E*
*,) !.0**
*,7 !.!0*
*,0 99*
)*
*,3 E9*
!,* ,),
),* 007
7,* 7,)
$abel ).!. $egangan sentuh yang diijinkan dan lama gangguan
2.!.1.1.2 Tegangan Langka
$egangan langkah adalah tegangan yang timbul di antara dua kaki orang
yang sedang berdiri di atas tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan ke tanah.
#ntuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar ).E
(alam hal ini dimisalkan jarak antara kedua kaki orang adalah ! meter dan
diameter kaki dimisalkan E c dalam keadaan tidak memakai sepatu.
Gambar ).9 $egangan langkah dekat peralatan yang diketanahkan
)!
Gambar ).!*. Gangkaian pengganti tegangan langkah
(engan menggunakan rangkaian pengganti dapat ditentkan tegangan
langkah sebagai berikut 4
( )
k f k !
I R R E + )
( )
t
s
!!, , *
, !*** +
t
E
s
!
+

,9, , * !!,

().9)
(imana 4
! < tegangan langkah (?olt)
k
R < tahanan badan orang (ohm) < !*** Ohm
f
R
<
tahanan kontak ke tanah dari satu kaki (ohm) < 7
s

t
< +aktu kejut (detik)
s
< tahanan jenis tanah disekitar permukaan tanah (ohmmeter)
))
< 7*** ohmmeter untuk permukaan tanah yang dilapisi koral !* cm
(alam $abel ).) diberikan besar tegangan langkah yang diijinkan dan lama
gangguan.
Jama gangguan t
(detik)
$egangan langkah yang diijinkan
(6olt)
*,! /.***
*,) 0.93*
*,7 0.*0*
*,0 7.3**
*,3 7.!0*
!,* ).)!,
),* !.3,*
7,* !.)E*
$abel ).). $egangan langkah yang diijinkan dan lama gangguan
2.!.1.1.3 Tegangan Pin'a
$egangan pindah adalah hal khusus dari tegangan sentuh, dimana
tegangan ini terjadi bila pada saat terjadi kesalahan orang berdiri di dalam gardu
induk, dan menyentuh suatu peralatan yang diketanahkan pada titik jauh
sedangkan alat tersebut dialiri oleh arus kesalahan ke tanah, gambar ).9.
(ari gambar ).9 terlihat bah+a, orang akan merasakan tegangan yang
lebih besar bila dibandingkan dengan tegangan sentuh seperti pada gambar )./.
$egangan pindah akan sama dengan tegangan pada tahanan kontak pengetanahan
total. $egangan pindah itu sulit untuk dibatasi, tetapi biasanya konduktor
konduktor telanjang yang terjangkau oleh tangan manusia telah diisolasi. (ari
gambar ).9 diperoleh 4
E
"inda#
< I R
$
, dengan anggapan I
k
I sebab
k
f
R
R
+
)
R
$

(imana 4
)7
% r
R

+
0
*
().!*)
(an 4
r < jarijari eki?alen dari luas gardu induk
% < panjang total dari konduktor kisikisi dan batang
#ntuk +aktu tertentu dari arus gangguan dalam detik, tegangan pindah
yang diijinkan adalah sama dengan tegangan sentuh.
Gambar ).9. $egangan pindah dengan rangkaian penggantinya
2.!.2 Arus ,ang Melalui Tu*u Manusia
)0
%emampuan tubuh manusia terhadap besarnya arus yang mengalir di
dalamnya. $etapi berapa besar dan lamanya arus yang masih dapat ditahan oleh
tubuh manusia sampai batas yang belum membahayakan sukar ditetapkan. (alam
hal ini telah banyak diselidiki oleh para ahli dengan berbagai macam percobaan
baik dengan tubuh manusia sendiri maupun menggunakan binatang tertentu.
(alam batasbatas tertentu dimana besarnya arus belum berbahaya terhadap organ
tubuh manusia telah diadakan berbagai percobaan terhadap beberapa orang
sukarela+an yang menghasilkan batasbatas besarnya arus dan pengaruhnya
terhadap manusia yang berbadan sehat. Batasbatas arus tersebut dibagi sebagai
berikut 4
!. Arus mulai terasa atau persepsi.
). Arus mempengaruhi otot.
7. Arus mengakibatkan pinsan atau mati atau arus fibrilasi
0. Arus reaksi
2.!.2.1 Arus Perse-si
Bila seseorang memegang penghantar yang diberi tegangan mulai dari
harga nol dan dinaikkan sedikit demi sedikit, arus listrik yang melalui tubuh orang
tersebut akan memberikan pengaruh. 'ula mula akan merangsang syaraf
sehingga akan terasa suatu getaran yang tidak berbahaya bila dengan arus bolak
balik dan akan terasa sedikit panas pada telapak tangan.
"ada E!ectrica! &estin' %a(orator) *e+ ,ork tahun !997 telah dilakukan
pengujian terhadap 0* orang lakilaki dan perempuan, dan diperoleh arus ratarata
yang disebut threshold of perception current sebagai berikut 4
)3
!. untuk lakilaki 4 !,! mA.
). #ntuk perempuan 4 *,/ mA.
).3.).) Arus ,ang Me#-engarui .t/t
Bila tegangan yang menyebabkan terjadinya tingkat arus persepsi
dinaikkan lagi maka orang akan merasa sakit dan kalau terus dinaikkan maka otot
otot akan kaku sehingga orang tersebut tidak berdaya lagi untuk melepaskan
konduktor yang dipegangnya.
(i -niversit) of Ca!ifornia .edica! Sc#oo! telah dilakukan penyelidikan
terhadap !70 orang lakilaki dan )E orang perempuan dan diperoleh angka rata
rata yang mempengaruhi otot sebagai berikut 4
!. untuk lakilaki 4 !, mA.
). #ntuk perempuan 4 !*,3 mA.
Berdasarkan penyelidikan ini telah ditetapkan batas arus maksimal dimana
orang masih dapat dengan segera melepaskan konduktor bila terkena arus listrik
sebagai berikut 4
!. untuk lakilaki 4 9 mA.
). #ntuk perempuan 4 , mA.
2.!.2.3 Arus 0i*rilasi
Apabila arus yang mele+ati tubuh manusia lebih besar dari arus yang
mempengaruhi otot dapat mengakibatkan orang menjadi pingsan bahkan sampai
mati. -al ini disebabkan arus listrik tersebut mempengaruhi jantung sehingga
),
jantung berhenti bekerja dan peredaran darah tidak jalan dan orang segera akan
mati.
#ntuk mendapatkan nilai pendekatan suatu percobaan telah dilakukan
pada -niversit) of Ca!ifornia oleh (al.iel pada tahun !9,E , dengan
menggunakan binatang yang mempunyai badan dan jantung yang kirakira sama
dengan manusia disebutkan bah+a 99.3 M dari semua orang yang beratnya kurang
dari 3* kg masih dapat bertahan terhadap besar arus dan +aktu yang ditentukan
oleh persamaan sebagai berikut 4
/ t I
k
.
)
atau
t
/
I
k

dimana 4
k < /
/ < *,*!73 untuk manusia dengan berat 3* kg
< *,*)0, untuk manusia dengan berat /* kg
'aka 4
3*
k < *,!!, Amper
/*
k < *,!3/ Amper
>adi 4
*!73 , * .
)
t I
k
untuk berat badan 3* kg
(an
t
I
k
!!, , *


().!!)
(imana 4
)/
k
I < besarnya arus yang mengalir melalui tubuh (A"ere)
t
< lamanya arus mengalir dalam tubuh atau lama ganguan tanah (S)
2.!.2.4 Arus 1eaksi
Arus reaksi adalah arus yang terkecil yang dapat menakibatkan orang
menjadi terkejut, hal ini cukup berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan
sampingan. %arena terkejut orang dapat jatuh dari tangga, melemparkan peralatan
yang sedang dipegang yang dapat mengenai bagianbagian instalasi bertegangan
tinggi sehingga terjadi kecelakaan yang lebih fatal.
"enyelidikan yang terperinci telah dikemukan oleh (G. -ans "rin.
dimana batasanbatasan arus tersebut seperti tabel ).7.
Besar Arus "engaruh "ada $ubuh 'anusi
* & *,9 mA belum dirasakan pengaruhnya, tidak menimbulkan reaksi apa
apa.
*,9 & !,) mA baru terasa adanya arus listrik, tetapi tidak menimbulkan
akibatbkejang, kontraksi atau kehilangan kontrol.
!,) & !,, mA mulai terasa seakanakan ada yang merayap di dalam tangan
!,, & , mA tangan sampai kesiku merasa kesemutan
, & E mA tangan mulai kaku, rasa kesemutan makin bertambah
!7 & !3 mA rasa sakit tidak tertahankan, penghantar masih dapat
melepaskan dengan gaya yang besar sekali
!3 & )* mA otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar
)* & 3* mA dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia
3* & !** mA batas arus yang dapat menyebabkan kematian
$abel ).7. Batasanbatasan arus dan pengaruhnya pada manusia
2.!.3 Taanan Tu*u Manusia
)E
$ahanan tubuh manusia berkisar di antara 3** Ohm sampai !**.*** Ohm
tergantung dari tegangan, keadaan kulit pada tempat yang mengadakan hubungan
(kontak) dan jalannya arus dalam tubuh. %ulit yang terdiri dari lapisan tanduk
mempunyai tahanan yang tinggi, tetapi terhadap tegangan yang tinggi kulit yang
menyentuh konduktor langsung terbakar, sehingga tahanan dari kulit ini tidak
berarti apaapa. Sehingga hanya tahanan tubuh yang dapat membatasi arus.
"enyelidikan dan penelitian tahanan tubuh manusia yang diperoleh beberapa ahli
adalah sebagai berikut 4
"eneliti $ahanan (Ohm) %eterangan
(al.iel 3** dengan tegangan ,* cps
A588 1ommittee Geport ).77* dengan tegangan )! ?olt
!93E
tangan ke tangan
A I
k
9
!.!7* tangan ke kaki
!.,E* tangan ke tangan dengan arus
searah
E** tangan ke kaki dengan 3* cps
Jaurent 7.***
$abel ).0. Berbagai harga tahanan tubuh manusia
Berdasarkan hasil penyelidikan oleh para ahli maka sebagai pendekatan diambil
harga tahanan tubuh manusia sebesar !*** Ohm.
)., Peren+anaan "iste# Pengetanaan &ar'u In'uk
2.2.1 U#u#
)9
Sistem pengetanahan peralatanperalatan pada gardu induk biasanya
menggunakan konduktor yang ditanam secara horisontal, dengan bentuk kisikisi
('rid). %onduktor pengetanahan biasanya terbuat dari batang tembaga keras dan
memiliki kondukti?itar tinggi, terbuat dari kabel tembaga yang dipilin ((are
stranded co""er) dengan luas penampang !3*
2
dan mempunyai kemampuan
arus hubung tanah sebesar )3* kA selama ! detik. %onduktor itu ditanam sedalam
kirakira 7* c & E* c atau bila diba+ah kepala pondasi sedalam kirakira )3
c.
Juas kisikisi daerah s+itchyard sesuai dengan peralatanperalatan yang
ada, dibatasi maksimum !* 3 . %isikisi pengetanahan bersambungan satu
dengan yang lainnya dan dihubungkan dengan batang pengetanahan yang terdiri
dari batang tembaga. Batang tembaga ini berdiameter !3 , panjang 7,3 ,
ditanam dengan kedalaman minimal sama dengan panjang batang itu sendiri.
Selanjutnya batang pengetnahan ini disebut titik pengetanahan.
#ntuk pengetanahan rangka D badan dari peralatan dan struktur digunakan
batangbatang pengetanahan yang mempunyai luas penampang sama dengan luas
penampang kisikisi pengetanahan.
Semua dasar isolatorisolator, terminalterminal pengetanahan dan
pemisah pengetanahan, netral trafo arus dan trafo tenaga, dasar penangkap petir
(!i'#tnin' arrester) dan struktur dihubungkan dengan kisikisi pengetanahan.
"agar s+ithyard yang terbuat dari besiDlogam dan terisolir dari tanah diketanahkan
melaluibatang tembaga (73
2
) panjang ! meter serta ditanam di luar pagar
sedalam 3* c dengan jarak lebih dari 3 meter terhadap kisikisi pengetanahan
utama.
7*
).,.) Peren+anaan Pengetanaan "3it+ar'
Seperti yang telah dijelaskan bah+a arus gangguan tanah yang mengalir
ditempat gangguan maupun di tempat pengetanahan gardu induk menimbulkan
perbedaan tegangan di permukaan tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya
tegangan sentuh dan tegangan langkah yang melampaui batasbatas keamanan
manusia dan binatang.
Sistem pengetanahan pada gardu induk membuat permukaan tanah di
lokasi gardu induk mempunyai perbedaan tegangan yang serendahrendahnya
pada +aktu terjadi gangguan hubungan tanah atau membuat tahanan tanah
serendahrendahnya.
"engetanahan peralatan pada gardu induk biasanya menggunakan sistem
pengetanahan kisikisi ('rid) dan di lokasi s+itchyard diberi lapisan koral untuk
mengurangi besar perbedaan tegangan pada permukaan tanah.
"erencanaan sistem pengetanahan pada gardu induk ini didasarkan pada
standar 5888 E* NIEEE '0ide for safet) in s0(station 1ro0ndin'O dengan
langkahlangkah sebagai berikut 4
!. "emeriksaan tahanan jenis tanah.
). "erencanaan pendahuluan tata letak (!a)o0t) dan datadata.
7. 'enghitung arus fibrilasi.
0. 'enghitung jumlah batang pengetanahan yang diperlukan.
3. 'enghitung arus gangguan hubung tanah.
,. 'enghitung tahanan batang.
/. 'enghitung ukuran konduktor kisikisi.
7!
E. 'enghitung tegangan sentuh.
9. 'enghitung tegangan kisikisi ('rid)
!*. 'enghitung tegangan mesh.
!!. 'enghitung tegangan langkah yang diijinkan.
!). 'enghitung tegangan langkah yang sebenarnya.
!7. "emeriksaan tegangan trasfer (trasferred "otentia!).
2.2.2.1 Tata Letak 4La(/ut5
%isikisi ('rid) pengetanahan menggunakan konduktor tembaga bulat
yang ditanam pada seluruh batas gardu induk. "engaturan tata letak sistem
pengetanahan pada suatu gardu induk dapat dilihat pada gambar 9.!. "ada gambar
tersebut diberikan panjang konduktor termasuk batang pengetanahan < !.,**
meter.
2.2.2.2 Taanan $enis Tana
"engukuran tahanan jenis tanah pada lokasi gardu induk diambil pada
beberapa titik lokasi. $ahanan jenis tanah dapat dihitung dengan mengguankan
persamaan 9.0 dan ditulis sebagai 4
R a )
().!))
(imana 4

< resistansi jenis rataratatanah (o#2eter)


a
< jarak antara batang pentanahan yang terdekat (eter)
R < besar resistans yang terukur (o#)
'isalkan hasil pengukuran di lokasi gardu induk tersebut diperoleh besar tahanan
jenis ratarata < /3* o#2eter.
7)
2.2.2.3 Arus 0i*rilasi
Besarnya arus yang mengalir pada tubuh manusia dimana arus listrik dapat
menyebabkan jantung mulai fibrilasi, dapat dihitung berdasarkan persamaan 9.) 4
t
I
k
!!, , *

().!7)
(imana 4
I
k
4 arus fibrilasi (amper)
t 4 lama +aktu gangguan (detik) < *,/3 detik
Jama +aktu gangguan t tergantung dari beberapa faktor, antara lain
stabilitas sistem, tipe s+itc#'ear dan tipe rele dan pemutus daya yang digunakan.
Sebegitu jauh belum ada standar mengenai lama +aktu gangguan. Paktu yang
dianggap realistis berkisar antara *,3 detik sampai !,* detik. "engambilan +aktu
*,/3 detik di atas dianggap sudah memenuhi persyaratan dan cukup realistis. Bila
hargaharga tersebut dimasukan pada persamaan 9.) diperoleh 4
!70 , *
k
I
a"ere
2.2.2.4 $u#la Batang Pengetanaan (ang Di-erlukan
"ada +aktu arus gangguan mengalir antara batang pengetanahan dan
tanah, tanah akan menjadi panas akibat arus
)
i . Suhu tanah harus tetap di
ba+ah !**1 untuk menjaga jangan sampai terjadi penguapan pada air kandungan
dalam tanah dan kenaikan tahanan jenis.
%erapatan arus yang diijinkan pada permukaan batang pengetanahan dapat
dihitung dengan persamaan 4
t
d i

0
!* !0!0 , 7


().!7)
77
(imana 4
i < kerapatan arus yang diijinkan
d < diameter batang pentanahan (mm)

< panas jenis ratarata tanah (+attdetikDm


7
D1)

< kenaikan suhu tanah yang diijinkan

< resistans jenis tanah


t < lama +aktu gangguan
%enaikan suhu tanah yang diijinkan adalah antara perbedaan temperatur ratarata
tahanan dan !**1. misalkan kenaikan suhu diambil < 3*1, maka kerapatan arus
i 4
i = $3456 a"/c ( = 78$ o#2eter)
seluruh panjang batang pentanahan yang diperlukan dihitung dari pembagian arus
gangguan ke tanah dengan kerapatan arus yang diijinkan, sedangkan jumlah
batang pengetanahan yang diperlukan diperoleh dari pembagian panjang total
dengan panjang satu batang. >adi bila besar arus gangguan !)** A"ere, maka
jumlah batang pengetanahan minimum dengan panjang 7,3 meter 4
!9
!E, , * !** 3 , 7
!)**


Batang
2.2.2.6 Arus &angguan
Besar arus gangguan tanah maksimum didasarkan pada nilai pemutusan
(interr0"tin' ratin') dari peralatan pengetanahan gardu induk. 'isalkan tegangan
sistem /* %6 dan diketanahkan dengan kumparan "etersen yang dilengkapi
dengan tahanan shunt. Besar arus gangguan tanah diambil 7*M dari arus hubung
singkat tiga fasa, yaitu setelah kumparan petersen di paralel oleh tahanan. (alam
disain ini dimisalkan arus gangguan sebesar !)** Amper.
70
2.2.2.7 Ukuran %isi)%isi Pengantar Pentanaan
"ersamaan berikut yang dikembangkan oleh 5.'. Onderdonk, dapat
digunakan untuk menentukan ukuran dari konduktor tembaga minimum yang
dipakai sebagai kisikisi pengetanahan.

,
_

+
+

!
)70
log
77
!*
a
a
&
& &
t
I A
().!0)
(imana 4
A < penampang konduktor (circ0!ar i!s)
I < arus gangguan (< !)** Ampere)
t < lama gangguan ( < *,/3 detik)
&

<
suhu maksimum konduktor yang diijinkan (<!*E71)
&a <
suhu sekeliling tahanan (<7*1)
(engan menggunakan hargaharga tersebut di ataspada persamaan 9.0 diperoleh
A = 7496 circ0!ar i!s atau A = 3362
2
. luas penampang D diameter untuk
sambungansambungan dengan pengelasan atau dengan baut dapat ditentukan
dengan mensubstitusi &

dalam persamaan 9.0 yaitu 4


#ntuk pengelasan &

= 98$C.
#ntuk baut &

= 28$C.
Sehingga 4
#ntuk pengelasan A

= 9374
2
#ntuk baut A

= 83:$
2
).,.).9 Tegangan "entu (ang 'iijinkan
73
Besar tegangan sentuh yang diijinkan dapat ditentukan dengan persamaan
berikut ini 4
( )
s k k s
R I E 3 , ! +
().!3)
(imana 4
k
I < arus fibrilasi (<*,!70 Amper)
k
R < tahanan badan manusia (<!*** Ohm)
s
< tahanan jenis permukaan batu kerikil basah dimana orang berdiri
< 7*** Ohmmeter (untuk tanah yang dilapisi hamparan batu
koral).
(engan memasukan hargaharga tersebut diperoleh 4
Vo!t E
s
/7/
2.2.2.18 Tegangan Mes atau Tegangan "entu Maksi#u#
"e*enarn(a
$egangan mesh merupakan salah satu bentuk tegangan sentuh. $egangan
mesh ini didefinisikan sebagai tegangan peralatan yang diketanahkan terhadap
tengahtengah daerah yang dibentuk konduktor kisikisi (center of es#) selama
gangguan tanah. $egangan mesh ini menyatakan tegangan tertinggi yang mungkin
timbul sebagai tegangan sentuh yang dapat dijumpai dalam sistem pengetanahan
gardu induk, dan inilah yanag diambil sebagai tegangan untuk disain yang aman.
$egangan mesh itu secara pendekatan sama dengan E

, dimana tahanan
jenis tanah dalam Ohmmeter dan i arus yang melalui konduktor kisikisi.
Qb ().!,)
(imana 4
7,
( )
( )
7,93 , *
) ) )
! ) )
!*
9
E
/
,
3
0
7
ln
!
!,
ln
)
!
)

,
_

+
+
+
n
n
#d
;
/




().!/)
/
i
4 ;aktor koreksi untuk ketidakmerataan kerapatan arus, yang di hitung
dengan rumus emperis < *,,3 R *,!/) n ( < 7,0*))
; 4 >arak antara konduktorkonduktor paralel pada kisikisi (< 0 m)
# 4 %edalaman penanaman konduktor (<*,E m)
d 4 (iameter konduktor kisikisi (< *,*!, m)
n 4 >umlah konduktor paralel dalam kisikisi utama, tidak termasuk
sambungan melintang (< !,)

4 $ahanan jenis ratarata tanah (</3* Ohmmeter)


I 4 Besar arus gangguan tanah (< !)** Amper)
% 4 "anjang konduktor pengetanahan yang ditanam termasuk semua batang
pengetanahan (<!,** m)
$egangan sentuh maksimum yang timbul dalam rangkaian (mesh) tidak
terletak di pusat kisikisi (daerah persegi empat yang dibentuk konduktor kisi
kisi), dimana tegangan mesh di atas dihitung, tetapi terletak agak di bagian luar
kisikisi (grid). $etapi bila kisikisi mempunyai delapan konduktor paralel atau
kurang perbedaan tegangan sentuh maksimum yang ada dan tegangan mesh di
bagian luar kisikisi tidak akan melebihi !*M. Oleh karena itu, untuk kisikisi
dengan delapan konduktor paralel atau kurang tidak dibutuhkan perhitungan yang
eksak (teliti) bila dipergunakan faktor keselamatan yang sesuai dalam
perbandingan antara tegangan mesh dan tegangan sentuh yang diijinkan.jadi bila
kisikisi mempunyai delapan konduktor paralel atau kurang, tegangan mesh dapat
dihitung dengan persamaan 9., dan 9./. $etapi bila jumlah konduktor paralel
melebihi E, persamaan 9./ diatas harus dirubah.
7/
#ntuk pemakaian seharihari sudah cukup menggunkan persamaan 9., dan
9./ diatas, maka 4
( ) /*/ !,** D !)** /3* 0*) , 7 7,93 , *

E
6olt
>adi tegangan sentuh sebenarnya /*/ 6olt lebih kecil dari tegangan sentuh
yang diijinkan /7/ 6olt, dengan demikian pemilihan jarak antara kisikisi serta
pangjang total konduktor sudah memenuhi persyaratan.
).,.).!! Tegangan Langka (ang Diijinkan
$egangan langkah yang diijinkan dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan 9.E 4
( )
s k k !
R I E , +
().!E)
(imana 4
I
k
4 arus fibrilasi (<!,!70 Amper)
R
k
4 tahanan tubuh manusia (!*** ohm)

s
4 tahanan jenis permukaan tanah (<7*** Ohmmeter)
'aka diperoleh 4
)30,
!
E
6olt
).,.).!) Tegangan Langka "e*enarn(a
$egangan langkah sebenarnya adalah perbedaan tegangan yang terdapat
diantara kedua kaki bila manusia berjalan diatas tanah sistem pengetanahan pada
keadaan terjadi gangguan. $egangan langkah maksimum sebenarnya dapat
dihitung dengan persamaan berikut ini 4
7E
%
I
/ / E
i s !

().!9)
(imana 4

< tahanan jenis ratarata tanah (< /3* Ohmmeter)


/
i
< *,,3 R *,!/) n < 7,0*) (n < !,)
I < arus gangguan tanah maksimum (< !)** Amper)
% < panjang total konduktor yang ditanam, termasuk batang
pengetanahan < !,** meter
( )

,
_

+ + + +
+
+
; n ; ; # ; #
/
s
!
!
7
!
)
! !
)
! !

().)*)
(imana 4
# < kedalaman penanaman konduktor penanaman (< *,E meter)
; < jarak antara konduktorkonduktor paralel (< 3 meter)
'aka 4
( ) Vo!t E
!
/,E !,** D !)** /3* 0*) , 7 0*!0 , *
>adi tegangan langkah sebenarnya /,E 6olt, sedang tegangan langkah yang
diijinkan )30, 6olt. (engan demikian pemilihan jarakjarak kisikisi serta
panjang total konduktor sudah memenuhi persyaratan
-asilhasil perhitungan tegangantegangan mesh dan tegangan langkah
untuk gardu induk tersebut dikumpulkan dalam $abel 9.!.
Qo Spesifikasi Satuan -arga
!.
tahanan jenis tanah ( )
Ohmmeter /3*
). jumlah konduktor paralel dalam kisikisi
utama (n)
!,
79
7. koefisien (/

) *,7,93
0. /
i
= $368 < $3472 n 7,0*)
3. panjang koduktor pengetanahan yang
ditanam (%)
meter !,**
,. koefisien (/
s
) *,0*!0
/. tegangan sentuh yang diijinkan (E
s
) 6olt /7/
E. tegangan langkah diijinkan (E
!
) 6olt )30,
9. tegangan mesh (E

) 6olt /*/
!*
.
tegangan langkah sebenarnya (E
!
) 6olt /,E
$abel ).3 "erhitungan tegangan sentuh dan tegangan langkah
(ari $abel ).3 dapat dilihat, bah+a dengan disain pengetanahan tersebut
telah diperoleh tegangan mesh E

yang lebih kecil dari tegangan sentuh E


s
dan
tegangan langkah E

lebih kecil dari tegangan langkahb yang diijinkan E


!
. (engan
demikian disain pengetanahan yang dilakukan telah memenuhi persyaratan.
Bila seandainya estimasi yang diambil menghasilkan panjang konduktor
yang terlalu kecil, maka perencanaan harus diulang lagi dengan jarak kisikisi
yang lebih kecil. Sama halnya, bila estimasi yang diambil menghasilkan panjang
konduktor yang terlalu besar, maka perencanaan harus diulang dengan jarakjarak
kisikisi yang lebih besar supaya lebih ekonomis. (alam kedua hal di atas harga
harga

/
,
s
/
dan
i
/
harus dihitung kembali. >adi perencanaan
pengetanahan ini pada hakekatnya adalah proses iterasi, dengan demikian sangat
baik bila menggunakan komputer.
Selanjutnya dapat dihitung tahanan eki?alen sistem pengetanhan
s+itchyard tersebut dari persamaan berikut 4
% r
R

+

0
*
(imana 4
0*
r < >arijari eki?alen dari luas s+itchyard (daerah pengetanahan) dalam
meter.
>adi 4
3* /3
)
r
, atau
33 , 70 r
meter
'aka 4
9 , 3
!,**
/3*
33 , 70 0
/3*
*
+

R
Ohm.
Gambar ).!* Sistem pengetanahan gardu induk
>umlah konduktor paralel pada kisikisi utama < !,
"anjang konduktor kisikisi utama < !, S 3* < E** meter
"anjang konduktor kisikisi melintang < , S /3 < 03* meter
Jainlain < !!* meter
"anjang batangbatang pengetanahan < ,E S 7,3 < )7E meter
0!
"anjang total konduktor < J < !,** meter
BAB III
MET.D.L.&I PENELITIAN
3.1 Met/'a Per+/*aan
0)
"ercobaan dilakukan dengan cara melakukan perhitungan terhadap data
resisiti?itas tanah yang telah diberikan perlakuan fisik berupa penambahan air,
garam dan arang yang bertujuan untuk mencari nilai resisti?itas yang rendah dari
tanah tersebut.
"erhitungan dilakukan dengan memakai program bantu berupa program
sistem pentanahan gardu induk yang menggunakan soft+are 8$A" "o+erStation
0.*.*.
"erhitungan yang dilakukan oleh program ini antara lain perhitungan
tahanan pentanahan grid, faktor reduksi permukaan, tegangan sentuh toleransi,
tegangan langkah toleransi, tegangan mesh, tegangan langkah sebenarnya dan
panjang minimum penghantar.
3.2 Peritungan "iste# Pentanaan &ar'u In'uk Menurut IEEE 78 2888
5888 E* )*** melakukan pembahasan mengenai panduan untuk
keamanan pada gardu induk arus bolak balik.. "anduan ini terkonsentrasi pada
gardu induk arus bolak balik baik yang kon?ensianol maupun berisolasi gas.
$ermasuk didalamnya transmisi, distribusi, maupun gardu induk pembangkitan
listrik.
"erhitungan yang dilakukan untuk mendapatkan system pentanahan gardu
induk yang baik meliputi beberapa perhitungan. (iantaranya perhitungan luas
penampang konduktor pentanahan, perhitungan tahanan pentanahan sistem grid,
perhitungan tegangan sentuh dan tegangan langkah toleransi, perhitungan
tegangan mesh dan tegangan langkah sebanarnya, dan perhitungan panjang
minimum penghantar.
07
"erhitungan luas penampang konduktor pentanahan dilakukan dengan
menggunakan persamaan
&a /o
& /o
r r ts
E=" &CA>
A
+
+

ln
.
0 .
lg

(5888 E* )***, hal 07)
(imana 4
A adalah luas penampang konduktor pentanahan
5g adalah arus gangguan maksimum
$1A" adalah faktor kapasitansi panas konduktor
T.r adalah koefisien panas resisti?itas
Fr adalah resisti?itas konduktor pentanahan
ts adalah lamanya arus gangguan
%o adalah %onstanta (!D T.G)
$m adalah $emperature maksimum konduktor
$a adalah $emperatur sekitar
"erhitungan tahanan pentanahan sistem grid pada daerah gardu induk
menggunakan persamaan

'

,
_

+
+ +
A # A %
R'
D )* !
!
!
)*
! !

(5888 E* )***, hal. ,3)


(imana4
00
Gg adalah tahanan pentanahan sistem grid
F adalah resisiti?itas tanah
h adalah kedalaman pemasangan konduktor
A adalah luas lokasi grid
J adalah total panjang pentanahan
"erhitungan faktor reduksi permukaan gardu induk dapat dilakukan
dengan menggunakan persamaan
*9 , * h )
! *9 , *
! 1
s
s
s
+

,
_


(5888 E* )***, hal )7)
(imana F adalah resistifitas tanah
F
s
adalah resistifitas permukaan gardu
h
s
adalah ketebalan material permukaan

"erhitungan ground potential rise dapat dilakukan dengan menggunakan
persamaan
G"G< 5G.Gg (5888 E* )***, hal !77)
(imana 5G adalah arus grid maksimum
Gg adalah tahanan grid

"erhitungan tegangan sentuh toleransi dapat dilakukan dengan
menggunakan persamaan
03
6t (/*) < ( !*** R !,3 1s (hs,%) U Fs ) U *,!3/ D Vts (5888 E* )*** hal.
)/)
(imana4
6t(/*) adalah tegangan sentuh toleransi berat manusia minimal /* kg
1s adalah faktor reduksi permukaantanah gardu induk
Fs adalah resisti?itas lapisan permukaan gardu
ts adalah lamanya arus shock
"erhitungan tegangan langkah toleransi dapat dilakukan dengan
menggunakan persamaan
6J (/*) < ( !*** R , 1s(hs, %) U Fs) U *,!3/ D Vts (5888 E* )***, hal.
)/)
"erhitungan tegangan mesh dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan
%r %k
I't /i /
V
!3 , ! +


(5888 E* & )***, hal 9!)
(imana
( )
( )

'

,
_

+
+

! n )
7
ln
%h
%ii
( 0
h
(d E
h ) (
hd !,
(
ln
)
!
%m
) )

(5888 E*)***,hal 97)
%ii < !, untuk grid dengan ground rod sepanjang garis keliling , atau
untuk grid dengan groung rod pada sudut grid praktis sepanjang garis
sekeliling yang melalui daerah grid
0,
%h < V!RhDho (5888 E*)***,hal 97)
ho adalah kedalaman referensi rod
h adalah kedalaman konduktor rod
n adalah jumlah paralel konduktor grid
( < !Dn adalah jarak ratarata antara paralel konduktor
d adalah diameter dari konduktor grid
J% adalah panjang konduktor pentanahan
Jr adalah total panjang rod
%i < *,,3, R *,!/) W n (5888 E* & )***, hal 90)
"erhitungan tegangan langkah sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan
persamaan
%r
% %
%r
%c
I't /i /s
V%s
) =
1
1
]
1

,
_

+
+ +

) )
)) . ! 33 . !

(5888 E* & )***, hal 9!)


(imana 4
( )
( )
1
]
1

1
]
1

+
+
+
! )
E
ln
0 E
)
!,
ln
)
!
) )
n /#
/ii
d
#
;d
# ;
#d
;
/s

(5888 E* & )***,
hal 97)
(an n, h dan ( adalah sama dengan poin sebelumnya
"erhitungan panjang minimum penghantar dapat dilakukan dengan
menggunakan persamaan
s 1s )37 , * !3/
ts 5gt %i %m
J
+


0/
(imana 4
J adalah panjang minimum penghantar
F adalah resisti?itas tanah
Fs adalah resisti?itas lapisan permukaan
1s adalah faktor redaksi permukaan gardu
ts adalah lamanya arus shock
5gt adalah arus gangguan tanah
3.3 Data)Data Peritungan
(alam melakukan perhitungan pada penelitian ini dibutuhkan data data
lapangan. (ata ini didapatkan dalam dalam kuliah kerja praktek dilokasi gardu
induk $anjung Sengkuang "$ "JQ Batam. Berikut datadata yang dibutuhkan
dalam perhitungan ini.
- Gesisti?itas lapisan permukaan tanah (Fs) 4 3*** Xm (berdasarkan harga
resisti?itas kerikil sungai)
>arak antara konduktor !* U !* meter
'aterial Yang (igunakan
Juas penampang konduktor !E3 mm
)
(diameter *,*!/, m)
"anjang konduktor )3)3 m (belum termasuk yang ke peralatan)
>umlah rod )* batang
"anjang rod 7 m
$otal panjang rod ,* m (diameter *,*!9)
$otal panjang pentanahan 4 J<)3E3 m
Juas penampang konduktor minimum yang digunakan
0E
Arus gangguan maksimum 5g )**** ampere
;aktor kapasitansi panas konduktor $1A" 7,0)) >Dcm
7
D
*
1
%oefisien panas resisti?itas T.G *,**7E!
*
1
$emperature maksimum konduktor $m 3)
*
1
$emperatur sekitar $a 0*
*
1
%onstanta (!D T.G) %o )0)
Gesisti?itas konduktor pentanahan Fr !,///0 Z XDcm
Jamanya arus gangguan ts *,3 detik
$emperature referensi $r )*
*
1
0* )0)
30) )0)
ln
///0 , ! **7E! , * 3 , *
0 00) , 7
)****
+
+

E="
A
(iperoleh luas penampang minimum A < ,).)!30 mm
)
%onduktor yang digunakan harus lebih besar dari harga minimum diatas (poin
3.!) dan juga dengan mempertimbangkan kekuatan mekanis dan perkembangan
yang akan datang, maka4
- (ipilih luas penampang A < !E3 mm
)
- (iameter d < *.*!/33 meter
%edalaman pemasangan konduktor h *,/3 meter
Juas lokasi grid A !0/9E meter
)
A < Jaa U Jbb
$otal panjang pentanahan J )3E3 meter
09
J < Jk R Jr
"anjang grid Ja < !** meter
Jebar grid Jb < E* meter
>umlah parallel Qa < 9
Qb < !!
>arak antara parallel (a < !* meter
(b < !* meter
>umlah rod Qr < )* batang
"anjang rod hr < 7 meter
$otal panjang rod Jr < ,* meter
"anjang konduktor pentanahan
Jk < (QaUJb R QbUJa) R 0(Ja! R Ja)) R Jaa R )Jbb R 3Jbl R Jr R ke
pagar
< )3)3 meter (belum termasuk ke peralatan)
(engan asumsi arus gangguan tanah yang le+at ke dalam o?erhead earth +ire
adalah 3*M, maka 4
5gt < )**** U ( ! & *,3 ) < !**** ampere
( )
( )

'

,
_

+
+

! n )
7
ln
%h
%ii
( 0
h
(d E
h ) (
hd !,
(
ln
)
!
%m
) )
%ii < !, untuk grid dengan ground rod sepanjang garis keliling ,
atau untuk grid dengan groung rod pada sudut grid praktis
sepanjang garis sekeliling yang melalui daerah grid
3*
%h < V!RhDho !,7))9
ho < kedalaman referensi rod ! meter
h < kedalaman konduktor rod *,/3 meter
n < jumlah paralel konduktor grid !!
( < !Dn 4 jarak ratarata antara paralel konduktor !* meter
d < diameter dari konduktor grid *,*!/33 meter
J% < panjang konduktor pentanahan )3)3 meter
Jr < total panjang rod ,* meter
( )
( )

'

,
_


+
+

! !! ) !0 , 7
7
ln
7))9 , !
!
*!/33 , * 0
/3 , *
*!/33 , * !* E
/3 , * ) !*
*!/33 , * /3 , * !,
!*
ln
!0 , 7 )
!
%m
) )
%m < *,/3)E
(an
%i < *,,3, R *,!/) W n
%i < ),309
( )

'

+
+
+

) n
3 , * !
(
!
h (
!
h )
! !
%s
(an n, h dan ( adalah sama dengan poin 3.3.!
%i < ),309
( )

'

+
+
+

) !!
3 , * !
/3 , *
!
/3 , * !*
!
/3 , * )
!
!0 , 7
!
%s
%s < *,)/7,
3.4 "I"TEM PENELITIAN
"enelitian dilakukan dengan menggunakan soft+are 8$A" "o+erStation
0.*.*
3!
BAB I9
HA"IL DAN ANALI"A
(ari data perubahan resisti?itas tanah terhadap penambahan air garam dan
arang, maka dilakukan perhitunganperhitungan berupa tahanan pentanahan
sistem grid, faktor reduksi permukaan gardu induk, tegangan sentuh toleransi,
tegangan langkah toleransi, tegangan mesh, dan tegangan langkah sebenarnya.
Berikut adalah data perlakuaan fisik terhadap tanah kering dan perubahan nilai
resisti?itas dari tanah tersebut.
3)
%/nsentrat tana Taanan jenis tana 4.# : +#5
$anah kering !***
$anah kering R ),3M air /E*
$anah kering R 3M air 300
$anah kering R /,3M air 7,*
$anah kering R !*M air 73)
$anah kering R !),3 M air )*E
$anah kering R !3M air !)0
$anah kering R ),3M arang !***
$anah kering R 3M arang !***
$anah kering R /,3M arang 9E*
$anah kering R !*M arang !***
$anah kering R !),3M arang !***
$anah kering R !3M arang !***
$anah kering R ),3M garam R 3M air 9*
$anah kering R 3M garam R 3M air !9
$anah kering R /,3M garam R 3M air !!
$anah kering R !*M garam R 3M air E
$anah kering R !),3M garam R 3M air 0
$anah kering R !3M garam R 3M air 7
$abel 0.! konsentrat tanah dan tahanan jenis tanah
37
Gambar 0.! Grafik $ahanan >enis $anah 6S %ondisi ;isik $anah
4.1 Hasil
4.1.1 1esistansi Tana
%/nsentrat tana 1g 4;5
$anah kering 3.,9,
$anah R ),3M air 0.007
$anah R 3M air 7.*99
$anah R /,3M air ).*3!
$anah R !*M air ).**3
$anah R !), M air !.!E3
$anah R !3M air *./*,
$anah R ),3M arang 3.,9,
$anah R 3M arang 3.,9,
$anah R /,3M arang 3.3E7
$anah R !*M arang 3.,9,
$anah R !),3M arang 3.,9,
$anah R !3M arang 3.,9,
$anah R ),3M garam R 3M air *.3!7
$anah R 3M garam R 3M air *.!*E
$anah R /,3M garam R 3M air *.*,7
$anah R !*M garam R 3M air *.*0,
$anah R !),3M garam R 3M air *.*)7
$anah R !3M garam R 3M air *.*!/
Ta*el 4.2 $ahanan $anah
4.1.2 0akt/r 1e'uksi Per#ukaan
%/nsentrat tana <s
$anah kering *./3!/)0!7E
$anah R ),3M air *./7E*,E9,,
$anah R 3M air *./)70)*,9
$anah R /,3M air *./!)
$anah R !*M air *./!!3*700E
$anah R !), M air *./*)3,33!/
30
$anah R !3M air *.,9/73!/)0
$anah R ),3M arang *./3!/)0!7E
$anah R 3M arang *./3!/)0!7E
$anah R /,3M arang *./3*0E)/39
$anah R !*M arang *./3!/)0!7E
$anah R !),3M arang *./3!/)0!7E
$anah R !3M arang *./3!/)0!7E
$anah R ),3M garam R 3M air *.,93)0!7/9
$anah R 3M garam R 3M air *.,9*E700E7
$anah R /,3M garam R 3M air *.,9*77/97!
$anah R !*M garam R 3M air *.,9*!3!/)0
$anah R !),3M garam R 3M air *.,E99*700E
$anah R !3M garam R 3M air *.,E9E0!7/9
Ta*el 4.3 ;aktor reduksi permukaan gardu induk
4.1.3 Tegangan "entu T/leransi
%/nsentrat tana 9t495
$anah kering !0/7.E)99/9
$anah R ),3M air !03!.*9*EEE
$anah R 3M air !0),.,9E*03
$anah R /,3M air !0*/.,/9E9,
$anah R !*M air !0*,.E37*)
$anah R !), M air !79!.9,9)3!
$anah R !3M air !7E7.)E/*37
$anah R ),3M arang !0/7.E)99/9
$anah R 3M arang !0/7.E)99/9
$anah R /,3M arang !0/!./,)/E9
$anah R !*M arang !0/7.E)99/9
$anah R !),3M arang !0/7.E)99/9
$anah R !3M arang !0/7.E)99/9
$anah R ),3M garam R 3M air !7/9.//)E)9
$anah R 3M garam R 3M air !7/).0707*3
$anah R /,3M garam R 3M air !7/!.,*/0)E
$anah R !*M garam R 3M air !7/!.)9/73
$anah R !),3M garam R 3M air !7/*.EE79!!
$anah R !3M garam R 3M air !7/*./E*33)
Ta*el 4.4 $egangan sentuh toleransi
33
4.1.4 Tegangan Langka T/leransi
%/nsentrat tana 9l495
$anah kering 3))9.))37)E
$anah R ),3M air 3!7E.),E9,7
$anah R 3M air 3*0*.,9/39!
$anah R /,3M air 09,0.,)0993
$anah R !*M air 09,!.7!/09!
$anah R !), M air 09*!./E)0!,
$anah R !3M air 0E,/.*37,))
$anah R ),3M arang 3))9.))37)E
$anah R 3M arang 3))9.))37)E
$anah R /,3M arang 3))*.93,3/
$anah R !*M arang 3))9.))37)E
$anah R !),3M arang 3))9.))37)E
$anah R !3M arang 3))9.))37)E
$anah R ),3M garam R 3M air 0E3).99,/7
$anah R 3M garam R 3M air 0E)7.,0),7
$anah R /,3M garam R 3M air 0E)*.773!),
$anah R !*M garam R 3M air 0E!9.*90E!)
$anah R !),3M garam R 3M air 0E!/.00!*3E
$anah R !3M garam R 3M air 0E!/.*)/,)
Ta*el 4.! $egangan langkah toleransi
4.1.! Tegangan Mes
%/nsentrat tana Vm
$anah kering !//E.3
$anah R ),3M air !7E/.)
$anah R 3M air 9,/.3
$anah R /,3M air ,0*.7
$anah R !*M air ,),
$anah R !), M air 7,9.9
$anah R !3M air ))*.3
$anah R ),3M arang !//E.3
$anah R 3M arang !//E.3
$anah R /,3M arang !/0).9
$anah R !*M arang !//E.3
3,
$anah R !),3M arang !//E.3
$anah R !3M arang !//E.3
$anah R ),3M garam R 3M air !,*.!
$anah R 3M garam R 3M air 77.E
$anah R /,3M garam R 3M air !9.,
$anah R !*M garam R 3M air !0.)
$anah R !),3M garam R 3M air /.!
$anah R !3M garam R 3M air 3.7
Ta*el 4.2 $egangan mesh
4.1.2 Tegangan Langka "e*enarn(a
%/nsentrat tana 9ls 495
$anah kering E73.E
$anah R ),3M air ,3!.9
$anah R 3M air 030./
$anah R /,3M air 7**.9
$anah R !*M air )90.)
$anah R !), M air !/7.9
$anah R !3M air !*7.,
$anah R ),3M arang E73.E
$anah R 3M arang E73.E
$anah R /,3M arang E!9.!
$anah R !*M arang E73.E
$anah R !),3M arang E73.E
$anah R !3M arang E73.E
$anah R ),3M garam R 3M air /3.)
$anah R 3M garam R 3M air !3.9
$anah R /,3M garam R 3M air 9.)
$anah R !*M garam R 3M air ,./
$anah R !),3M garam R 3M air 7.7
$anah R !3M garam R 3M air ).3
Ta*el 4.6 $egangan langkah sebenarnya
4.1.6 &r/un' P/tential 1ise
%/nsentrat tana &P1495
$anah kering !!0)7.!
$anah R ),3M air E9!*
$anah R 3M air ,)!0.)
3/
$anah R /,3M air
0!!).7
$anah R !*M air
0*)*.9
$anah R !), M air )7/,
$anah R !3M air !0!,.3
$anah R ),3M arang !!0)7.!
$anah R 3M arang !!0)7.!
$anah R /,3M arang !!!90./
$anah R !*M arang !!0)7.!
$anah R !),3M arang !!0)7.!
$anah R !3M arang !!0)7.!
$anah R ),3M garam R 3M air !*)E.!
$anah R 3M garam R 3M air
)!/
$anah R /,3M garam R 3M air !)3./
$anah R !*M garam R 3M air
9!.0
$anah R !),3M garam R 3M air 03./
$anah R !3M garam R 3M air 70.7
4.2 Analisa
4.2.1 Peru*aan 1esisti=itas Tana Tera'a- Perlakuan 0isik Tana
(ari tabel dapat dilihat bah+a nilai resistifitas tanah pada saat tanah dalam
kondisi kering adalah !*** Xm. "enambahan ?olume air ),3M!3M kedalam
fisik tanah kering dapat mempengaruhi perubahan nilai resisti?itas tanah tersebut.
Semakin banyak ?olume air yang ditambahkan kedalam tanah maka nilai
resisti?itas tanah akan semakin menurun. "enambahan arang ),3M!3M pada
tanah kering tidak memeperlihatkan perubahan yang berarti pada nilai resisti?itas
tanah tersebut. "enambahan garam beserta air pada tanaha kering memperlihatkan
perubahan yang sangat besar pada nilai dari resistifitas tanah, dimana nilai
resisti?itas tanah jauh menurun dibandingkan dengan nilai resisti?itas tanah
kering.
3E
-al ini dapat terjadi karena air merupakan .at elektrolit yaitu cairan yang
dapat menghantarkan arus listrik yang baik dimana air memiliki unsur kimia -
)
O.
Garam memiliki unsur kimia Qa1l, larutan garam juga merupakan larutan
elektrolit dimana ionion yang menyusun unsurunsur ini sangat baik dalam
mengalirkan arus listrik. (engan penambahan air dan garam pada fisik tanah,
akan menyebabkan kemampuan tanah dalam menghantarkan arus listrik akan
menjadi lebih baik dan seterusnya akan menurunkan nilai resistifitas tanah itu
sendiri. Selain air, garam dan arang, ada beberapa bahan yang dapat digunakan
untuk menurunkan nilai tahanan jenis tanah yaitu bentonite, marcionite, gypsum.
"enggunaan langsung sodium klorida, magnesium, tembaga sulfat, untuk
meningkatkan konduktifitas tanah secara langsung.
4.2.2 Taanan Tana
"ada sistem pentanahan grid ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai
tahanan tanah itu sendiri yaitu luas area lokasi grid, kedalaman pemasangan
konduktor dan nilai dari resisti?itas tanah. (ari persamaan tahanan pentanahan
sistem grid dapat dilihat bah+a nilai resisti?itas tanah sebanding dengan nilai
tahanan pentanahan sisitem grid. (ari hasil perhitungan dapat dilihat hal tersebut.
"erubahan resisti?itas tanah menyebabkan perubahan nilai tahanan pentanahan
sistem grid. Semakin kecil nilai resisti?itas tanah maka semakin turun nilai
tahanan pentanahan sistem grid. (alam hal ini, nilai yang baik dari suatu tahanan
pentanahan sistem grid adalah kecil dari ! X (Gg[!X).
(ari hasil pengukuran dapat dilihat bah+a kondisi tanah dengan tahanan
jenis !)0 Xm, 9* Xm, !9 Xm, !! Xm, E Xm, 0 Xm, dan 7 Xm
39
menghasikan tahanan pentanahan sistem grid diba+ah ! X yaitu *./*, X, *.3!7
X, *.!*E X, *.*,7 X, *.*0, X, *.*)7 X, *.*!/ X. >adi untuk mendapatkan tahanan
pentanahan sistem grid yang baik maka diperlukan perlakuan fisik pada tanah
dengan menambahkan air sebanyak !),3M atau lebih, dan juga bisa dengan
menambahkan larutan garam dengan kombinasi ),3M garam R 3M air, 3M garam
R 3M air, /,3M garam R 3M air, !*M garam R 3M air, !),3M garam R 3M air, dan
!3M garam R 3M air. Akan tetapi pada penambahan larutan garam /,3M !3M
selisih penurunan tidak terlalu besar.
Gambar 0.) Grafik $ahanan >enis $anah
4.2.3 0akt/r 1e'uksi Per#ukaan &ar'u In'uk
;aktor reduksi permukaan akan dipengaruhi oleh nilai resisti?itas tanah,
resisti?itas lapisan permukaan gardu dan ketebalan permukaan material gardu.
Semakin kecil nilai resisti?itas tanah maka semakin kecil pula faktor reduksi
permukaan gardu. Qilai faktor reduksi permukaaan tanah ini akan mempengaruhi
besarnya nilai tegangan langkah toleransi dan tegangan sentuh toleransi. Semakin
,*
besar nilai faktor reduksi permukaan gardu, maka semakin besar pula nilai
tegangan langkah toleransi dan tegangan sentuh toleransi yang akan didapatkan.
(apat pula kita artikan bah+a semakin besar nilai resistifitas lapisan permukaan
gardu maka semakin kecil pula tegangan langkah toleransi dan tegengan sentuh
toleransi yang akan didapatkan. (alam penilitian ini, material yang digunakan
untuk lapisan permukaan gardu induk adalah kerikil dengan nilai tahanan jenisnya
3*** 2m. "emberian material kerikil setebal !* cm selain berfungsi untuk
meningkatkan faktor reduksi permukaan gardu, juga sebagai penyerap air hujan
sehingga ketika hujan turun akan membentu mempercepat penyerapan air
kedalam tanah, mempertahankan persentase kelembapan tanah.
(ari hasil perhitungan dapat kita lihat bah+a semakin banyak persentase
air dan air R garam, maka semakin kecil nilai faktor reduksi permukaan gardu
induk.
Gambar 0.7 Grafik ;aktor Geduksi "ermukaan
,!
4.2.4 Tegangan "entu T/leransi
Qilai tegangan sentuh toleransi akan dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya faktor reduksi permukaan gardu, nilai resisti?itas lapisan permukaan
gardu, dan lamanya arus shock terjadi. Semakin besar faktor reduksi permukaan
gardu dan nilai resisi?itas lapisan permukaan, maka akan semakin besar tegangan
sentuh toleransi. (ari hasil perhitungan yang dilakukan, didapatkan bah+a
semakin kecil faktor reduksi permukaan gardu maka semakin kecil pula nilai
tegangan sentuh toleransi yang didapatkan.
Gambar 0.0 Grafik $egangan Sentuh $oleransi
4.2.! Tegangan Langka T/leransi
$egangan langkah toleransi juga dipengaruhi oleh faktor yang sama
dengan yang mempengaruhi tegangan sentuh toleransi, yaitu faktor reduksi
permukaan gardu, nilai resistifitas lapisan permukaan gardu dan lamanya arus
shock. Qamun yang membedakan adalah konstanta pengali dari faktor reduksi
,)
permukaan. Sama halnya dengan tegangan sentuh toleransi, tegangan langkah
toleransi akan menurun ketika faktor reduksi permukaan gardu juga menurun.
Gambar 0.3 Grafik $egangan Jangkah $oleransi
4.2.2 Tegangan Mes
$egangan mesh adalah tegangan sentuh masimum dengan adanya mesh
pada grounding grid. Beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tegangan mesh
diantaranya adalah resisti?itas tanah (), faktor geomitri (%m), faktor korektif
(%i), dan ratarata arus perunit dari panjang efektif konduktor sistem pentanahan
yeng terkubur (5gDJm). 'aka semakin besar resisti?itas tanah, akan semakin besar
pula nilai tegangan mesh yang didapatkan. #ntuk mendapatkan sistem pentanahan
gardu induk dengan grid yang baik maka diperlukan syarat tegangan mesh harus
lebih kecil dari teganagn sentuh toleransi (6m6t). 'aka dari hasil perhitungan
didapatkan syarat tersebut akan terpenuhi pada saat nilai resisti?itas tanah sebesar
!)0, 9*, !9,!! E,0,7 ohmm.
,7
Gambar 0., Grafik $egangan 'esh
4.2.6 Tegangan Langka "e*enarn(a
;aktor yang mempengaruhi nilai tegnagn langkah sebenarnya adalah
resisti?itas tanah (), faktor geomitri (%s), faktor korektif (%i), dan ratarata arus
perunit dari panjang efektif konduktor sistem pentanahan yeng terkubur (5gDJs).
Sama halnya dengan tegangan mesh. Semakin besar resisiti?itas tanah maka
semakin besar pula tegangan langkah sebenarnya yang didapatkan. Syarat untuk
mendapatkan sistem pentanahan gardu induk yang baik adalah tegangan langkah
sebenarnya harus lebih kecil dari tegangan langkah toleransi (6ls6l). (ari hasil
perhitungan didapatkan syarat yang terpenuhi adalah pada saat nilai resisti?itas
tanah sebesar !)0, 9*, !9,!! E,0,7 ohmm.
,0
Gambar 0./ Grafik $egangan Jangkah Sebenarnya
4.2.7 Efek Peru*aan Taanan $enis Tana
4.2.7.1 1esisti=itas Tana 1888 ;)#
"ada tahanan jenis tanah !*** 2m, dan atau penambahan arang ),3M,
3M, !*M, !),3M dan !3M kita dapatkan resistansi tanah sebesar 3,,9, 2, yang
mana standar kelayakan resistansi tanah untuk gardu (Gg) diba+ah ! 2. (an
pembangkitan tegangan tanah (G"G) sebesar !!0)7.! 6. $egangan sentuh
toleransi (6$) !,0/7.E 6, tegangan mesh (6') !//E,3 6. (ari hasil perhitungan
juga didapatkan tegangan langkah toleransi (6J) 3))9.) 6, dan tegangan
langkah sebenarnya (6JS) E73,E 6, jadi nilai ini sudah memenuhi syarat
6Js[6J. >ika dibandingkankan antara G"G dengan tegangan sentuh toleransi
maka didapatkan G"G@6$, dan jika kita bandingkan antara tegangan mesh
dengan tegangan sentuh toleransi maka akan didapatkan 6'@6$.
(ari hasil perbandingan diatas, maka resisti?itas tanah !*** 2m sangat
tidak baik karena nilai tegangan mesh melebihi dari nilai tegangan sentuh
,3
toleransi, dan nilai tegangan G"G juga lebih besar dari nilai tegangan sentuh
toleransi. Qilai G"G yang sangat tinggi ini dapat sangat membahayakan bagi
keselamatan baik manusia, alatalat elektronik, maupun instalasi komunikasi dan
radio yang berada dekat dengan daerah gardu induk tersebut.
4.2.7.2 1esisti=itas Tana 678 ;)#
#ntuk penambahan ?olume air ),3M pada tanah kering didapatkan
resistifitas tanah /E* 2m, nilai resistansi tanah sebesar (Gg) 0,007 2. (engan
nilai tersebut masih terlalu tinggi dari syarat maksimal resistansi tanah gardu
induk. Qilai tegangan G"G yang didapatkan sebesar E9!* 6. #ntuk nilai tegangan
sentuh toleransi (6$) didapatkan !03!,! 6, dan tegangan mesh (6') !7E/,) 6.
#ntuk nilai tegangan langkah toleransi didapatkan (6J) 3!7E,7 6, dan tegangan
langkah sebenarnya (6Js) ,3!,9 6. (ari hasil tersebut maka didapatkan nilai
pembangkitan tegangan tanah lebih besar dari tegangan sentuh toleransi
(G"G@6$), tegangan langkah toleransi lebih besar dari tegangan langkah
sebenarnya (6J@6Js), dan tegangan sentuh toleransi lebih besar dari tegangan
mesh (6$@6'). (engan demikian maka sistem ini belum memenuhi syarat,
karena nilai G"G masih besar dari nilai 6$.
4.2.7.3 1esisti=itas Tana !44 ;)#
"ada penambahan air sebanyak 3M pada tanah kering didapatkan nilai
resisitifitas tanah menjadi 300 2m. (engan nilai resisiti?itas tersebut, nilai
resistansi tanah berubah menjadi 7,*99 2. Qilai G"G didapatkan ,)!0.) 6, nilai
tegangan sentuh toleransi (6$) !0),,/ 6, nilai tegangan mesh (6') 9,/,3 6,
,,
nilai tegangan langkah toleransi (6J) 3*0*,/ 6, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) 030,/ 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih besar dari tegangan
sentuh toleransi (G"G@6$). $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari
tegangan langkah toleransi (6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari
tegnagn sentuh toleransi (6'[6$). %arena nilai G"G yang masih tinggi dari nilai
tegangan sentuh toleransi, maka nilai resisti?itas tanah ini masih sangat tinggi dan
belum aman untuk keselamatan dalam garduinduk maupun luar gardu induk.
4.2.7.4 1esisti=itas Tana 328 ;)#
"ada penambahan air sebanyak /,3M pada tanah kering didapatkan nilai
resisitifitas tanah menjadi 7,* 2m. (engan nilai resisiti?itas tersebut, nilai
resistansi tanah berubah menjadi ),*3! 2. Qilai G"G didapatkan 0!!),7 6, nilai
tegangan sentuh toleransi (6$) !0*/,/ 6, nilai tegangan mesh (6') 0,*,7 6,
nilai tegangan langkah toleransi (6J) 09,0,, 6, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) 7**,9 6.
(ari perbandingan diatas terlihat bah+a pembangkitan tegangan tanah lebih
besar dari tegangan sentuh toleransi (G"G@6$). $egangan langkah sebenarnya
lebih kecil dari tegangan langkah toleransi (6Js[6J), dan tegangan mesh lebih
kecil dari tegangan sentuh toleransi (6'[6$). 'elihat hasil perbandingan ini,
maka resisti?itas tanah 7,* 2m masih dapat membahayakan keselamatan
peralatan dan makhluk hidup dilingkungan gardu induk tersebut.
,/
4.2.7.! 1esisti=itas Tana 3!2 ;)#
"ada penambahan air sebanyak !*M pada tanah kering didapatkan nilai
resisitifitas tanah menjadi 73) 2m. (engan nilai resisiti?itas tersebut, nilai
resistansi tanah berubah menjadi ),**3 2. Qilai G"G didapatkan 0*)*,9 6, nilai
tegangan sentuh toleransi (6$) !0*,,9 6, nilai tegangan mesh (6') ,),,* 6,
nilai tegangan langkah toleransi (6J) 09,!,7 6, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) )90,7 6.
$erlihat bah+a tegangan G"G lebih besar dari tegangan sentuh toleransi
(G"G@6$). $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari tegangan langkah
toleransi (6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari tegangan sentuh
toleransi (6'[6$). (ari hasil tersebut maka nilai resisti?itas 73) 2m masih
belum memenuhi syarat keselamatan dalam lingkungan gardu induk dan perlu
penambahan ?olume air lagi.
4.2.7.2 1esisti=itas Tana 287 ;)#
"ada penambahan air sebanyak !),3M pada tanah kering didapatkan nilai
resisitifitas tanah menjadi )*E 2m. (engan nilai resisiti?itas tersebut, nilai
resistansi tanah berubah menjadi !,!E3 2. Qilai G"G didapatkan )7/, 6, nilai
tegangan sentuh toleransi (6$) !79),* 6, nilai tegangan mesh (6') 7,9,9 6,
nilai tegangan langkah toleransi (6J) 09*!,E 6, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) )90,7 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih besar dari tegangan
sentuh toleransi (G"G@6$). $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari
tegangan langkah toleransi (6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari
,E
tegangn sentuh toleransi (6'[6$). #ntuk perbandingan antara 6' dan 6$ serta
6Js 6J sudah dapat memenuhi syarat. Qamun nilai resistansi yang masih tinggi
dari ! 2 belum memenuhi syarat dan nilai G"G masih lebih besar dari nilai 6$,
sehingga kondisi ini masih berbahaya dan perlu penambahan ?olume air lagi.
4.2.7.6 1esisti=itas Tana 124 ;)#
"ada penambahan air sebanyak !3M pada tanah kering didapatkan nilai
resisitifitas tanah menjadi !)0 2m. (engan nilai resisiti?itas tersebut, nilai
resistansi tanah berubah menjadi *,/*, 2. Qilai G"G didapatkan !0!,,3 6, nilai
tegangan sentuh toleransi (6$) !7E7,7 6, nilai tegangan mesh (6') ))*,3 6,
nilai tegangan langkah toleransi (6J) 0E,/,! 6, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) !*7,, 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih besar dari tegangan
sentuh toleransi (G"G@6$). $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari
tegangan langkah toleransi (6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari
tegnagn sentuh toleransi (6'[6$).
4.2.7.7 1esisti=itas Tana >78 ;)#
"ada penambahan arang sebanyak /,3M pada tanah kering didapatkan nilai
resisitifitas tanah menjadi 9E* 2m. (engan nilai resisiti?itas tersebut, nilai
resistansi tanah berubah menjadi 3,3E7 2. Qilai G"G didapatkan !!!90,/ 6, nilai
tegangan sentuh toleransi (6$) !0/!,E 6, nilai tegangan mesh (6') !/0),9 6,
nilai tegangan langkah toleransi (6J) 3))!,* 6, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) E!9,! 6.
,9
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih besar dari tegangan
sentuh toleransi (G"G@6$),. $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari
tegangan langkah toleransi (6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari
tegnagn sentuh toleransi (6'@6$). Qilai resistansi yang masih tinggi dari ! 2
belum memenuhi syarat. Qilai G"G yang sangat besar sangat membahayakan bagi
peralatan dan keselamatan makhluk hidup di sekitar lingkungan gardu induk.
4.2.7.> 1esisti=itas Tana >8 ;)#
"ada penambahan air sebanyak 3M R ),3M garam pada tanah kering
didapatkan nilai resisitifitas tanah menjadi 9* 2m. (engan nilai resisiti?itas
tersebut, nilai resistansi tanah berubah menjadi *,3!7 2. Qilai G"G didapatkan
!*)E,! 6, nilai tegangan sentuh toleransi (6$) !7E7,7 6, nilai tegangan mesh
(6') ))*,3 6, nilai tegangan langkah toleransi (6J) 0E37,* 6, dan nilai tegangan
langkah sebenarnya (6JS) /3,) 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih kecil dari tegangan
sentuh toleransi (G"G[6$). $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari
tegangan langkah toleransi (6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari
tegnagn sentuh toleransi (6'[6$). #ntuk hal ini sudah dapat memenuhi syarat.
Qilai resistansi sudah lebih kecil dari ! 2, jadi sudah bisa memenuhi syarat.
4.2.7.18 1esisti=itas Tana 1> ;)#
"ada penambahan air sebanyak 3M R 3M garam pada tanah kering didapatkan
nilai resisitifitas tanah menjadi !9 2m. (engan nilai resisiti?itas tersebut, nilai
resistansi tanah berubah menjadi *,!*E 2. Qilai G"G didapatkan )!/,* 6, nilai
/*
tegangan sentuh toleransi (6$) !7/),0 6, nilai tegangan mesh (6') 77,E 6, nilai
tegangan langkah toleransi (6J) 0E)7,, 6, dan nilai tegangan langkah sebenarnya
(6JS) !3,9 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih kecil dari tegangan
sentuh toleransi (G"G[6$), sehingga system pentanahan grid ini sudah bisa
dipakai. $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari tegangan langkah toleransi
(6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari tegnagn sentuh toleransi
(6'[6$). #ntuk hal ini sudah dapat memenuhi syarat. Qilai resistansi sudah
lebih kecil dari ! 2, jadi sudah bisa memenuhi syarat.
4.2.7.11 1esisti=itas Tana 11 ;)#
"ada penambahan air sebanyak 3M R /,3M garam pada tanah kering
didapatkan nilai resisitifitas tanah menjadi !! 2m. (engan nilai resisiti?itas
tersebut, nilai resistansi tanah berubah menjadi *,*,7 2. Qilai G"G didapatkan
!)3,/ 6, nilai tegangan sentuh toleransi (6$) !7/!,, 6, nilai tegangan mesh
(6') !9,, 6, nilai tegangan langkah toleransi (6J) 0E)*,7 6, dan nilai tegangan
langkah sebenarnya (6JS) 9,7 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih kecil dari tegangan
sentuh toleransi (G"G[6$), sehingga system pentanahan grid ini sudah bisa
dipakai. $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari tegangan langkah toleransi
(6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari tegnagn sentuh toleransi
(6'[6$). #ntuk hal ini sudah dapat memenuhi syarat. Qilai resistansi sudah
lebih kecil dari ! 2, jadi sudah bisa memenuhi syarat.
/!
4.2.7.12 1esisti=itas Tana 7 ;)#
"ada penambahan air sebanyak 3M R !*M garam pada tanah kering
didapatkan nilai resisitifitas tanah menjadi E 2m. (engan nilai resisiti?itas
tersebut, nilai resistansi tanah berubah menjadi *,*0, 2. Qilai G"G didapatkan
9!,0 6, nilai tegangan sentuh toleransi (6$) !7/!,7 6, nilai tegangan mesh (6')
!0,) 6, nilai tegangan langkah toleransi (6J) 0E!9,!6, dan nilai tegangan
langkah sebenarnya (6JS) ,,/ 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih kecil dari tegangan
sentuh toleransi (G"G[6$), sehingga system pentanahan grid ini sudah bisa
dipakai. $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari tegangan langkah toleransi
(6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari tegnagn sentuh toleransi
(6'[6$). #ntuk hal ini sudah dapat memenuhi syarat. Qilai resistansi sudah
lebih kecil dari ! 2, jadi sudah bisa memenuhi syarat.
4.2.7.13 1esisti=itas Tana 4 ;)#
"ada penambahan air sebanyak 3M R !),3M garam pada tanah kering
didapatkan nilai resisitifitas tanah menjadi 0 2m. (engan nilai resisiti?itas
tersebut, nilai resistansi tanah berubah menjadi *,*)7 2. Qilai G"G didapatkan
03,/ 6, nilai tegangan sentuh toleransi (6$) !7/*,9 6, nilai tegangan mesh (6')
/,! 6, nilai tegangan langkah toleransi (6J) 0E!/,06, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) 7,7 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih kecil dari tegangan
sentuh toleransi (G"G[6$), sehingga system pentanahan grid ini sudah bisa
dipakai. $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari tegangan langkah toleransi
/)
(6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari tegnagn sentuh toleransi
(6'[6$). #ntuk hal ini sudah dapat memenuhi syarat. Qilai resistansi sudah
lebih kecil dari ! 2, jadi sudah bisa memenuhi syarat.
4.2.7.14 1esisti=itas Tana 3 ;)#
"ada penambahan air sebanyak 3M R !3M garam pada tanah kering
didapatkan nilai resisitifitas tanah menjadi 7 2m. (engan nilai resisiti?itas
tersebut, nilai resistansi tanah berubah menjadi *,*!/ 2. Qilai G"G didapatkan
70,7 6, nilai tegangan sentuh toleransi (6$) !7/*,E 6, nilai tegangan mesh (6')
3,7 6, nilai tegangan langkah toleransi (6J) 0E!/,* 6, dan nilai tegangan langkah
sebenarnya (6JS) ),3 6.
(ari hasil tersebut terlihat bah+a tegangan G"G lebih kecil dari tegangan
sentuh toleransi (G"G[6$), sehingga system pentanahan grid ini sudah bisa
dipakai. $egangan langkah sebenarnya lebih kecil dari tegangan langkah toleransi
(6Js[6J), dan tegangan mesh lebih kecil dari tegangan sentuh toleransi
(6'[6$). #ntuk hal ini sudah dapat memenuhi syarat. Qilai resistansi sudah
lebih kecil dari ! 2, jadi sudah bisa memenuhi syarat.
(ari hasil secara keseluruhan maka dapat dikatakan bah+a system grounding
grid yang baik memiliki nilai resisti?itas antara 9* 2m sampai * 2m. -al bisa
terjadi karena persyaratan (G"G[6$), (6Js[6J), (6'[6$), dan Gg[GmaW
dapat terpenuhi. Sementara untuk nilai resisti?itas !*** 2m sampai !** 2m
tidak memenuhi syarat tersebut diatas.
/7
BAB 9
PENUTUP
!.1 %esi#-ulan
!. "ada penambahan air sebanyak ),3M !3M, terjadi penurunan nilai resisitifitas
tanah yang sangat tajam, yaitu dari /E* 2m pada penambahan ),3M air menjadi
!)0 2m pada penambahan !3M air. -al ini dapat terjadi karena air adalah .at
elektrolit yang baik. Sehingga akan berdampak baik kepada kinerja dari
grounding grid pada suatu gardu induk.
). "ada penambahan arang sebanyak ),3M !3M, tidak terlihat adanya perubahan
nilai resistifitas tanah yang sangat mencolok. $erlihat penurunan nilai resistifitas
tanah hanya mencapai 9E* 2m pada penambahan arang /,3M. Sehingga dapat
dikatakan .at arang tidak baik dalam perbaikan kondisi kinerja grounding grid.
7. "ada penambahan air 3M dan garam sebanyak ),3M !3M, terlihat penurunan
nilai resistifitas tanah yang sangat signifikan, yaitu 9* 2m pada penambahan 3M
air R ),3 M garam sampai menjadi 7 2m pada penambahan ),3 M air R !3 M
garam. -al ini dikarenakan air dan garam memiliki ionion penghantar yang baik.
0. (idapatkan hasil yang baik untuk kinerja grounding grid pada perlakuan tanah
kering dengan penambahan air !3M, air 3M R garam ),3M, air 3M R garam 3M,
air 3M R garam /,3M, air 3M R garam !*M, air 3M R garam !),3M, dan air 3M R
garam !3M.
/0
!.2 "aran
!. "enggunaan jenis tanah yang berbeda bisa didapatkan hasil yang berbeda
). "enggunaan jenis konduktor dan rod yang difariasikan dapat dilakukan untuk
mendapatkan system ground grid yang lebih baik.
7. "enambahan sodium klorida, magnesium, dan kalsium klorida dapat dilakukan
untuk menambahkan konduktifitas tanah.
0. penggunaan bentonit dapat dilakukan untuk menurunkan nilai resistifitas tanah.

/3