Anda di halaman 1dari 10

ISSN 1412 3762 http://jurnal.upi.

edu/electrans

ELECTRANS, VOL.12, NO.1, MARET 2013 , 49- 58

APLIKASI PERENCANAAN PERHITUNGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR


Indra Mustika R. P., Chris Timotius K., Hasbullah Program Studi Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung 40154Telp. (022) 201363 E-mail: bastianindra@yahoo.com

Diterima : 18 Februari 2013

Disetujui : 10 Maret 2013

Dipublikasikan : Maret 2013

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu sistem aplikasi perencanaan perhitungan instalasi listrik penerangan dengan menggunakan sistem pakar. Sistem aplikasi ini berisi tentang pemahaman dan penalaran seorang pakar yang disimpan dalam sebuah basis data komputer untuk digunakan dalam memecahkan masalah dan memperoleh keputusan dari fakta-fakta yang diberikan pengakses sistem berupa perencanaan instalasi listrik penerangan. Pembuatan aplikasi ini menggunakan Ms. Office Excel dengan modul macro. Metode yang digunakan dalam merancang sistem aplikasi ini adalah dengan mengumpulkan informasi-informasi tentang pemahaman yang dimiliki oleh pakar dalam bidang instalasi listrik untuk kemudian dihimpun dan dipindahkan ke dalam sebuah basis data komputer. Diharapkan dengan sistem ini, orang yang bukan ahli dapat menyelesaikan masalah pada bidang perencanaan perhitungan instalasi listrik penerangan tanpa bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman. Dengan mengambil salah satu objek ruangan yaitu ruang kuliah (R.130) pada gedung FPTK lantai 4 UPI sebagai sampel pengujian dalam penelitian ini disimpulkan bahwa aplikasi perencanaan perhitungan instalasi listrik penerangan menggunakan sistem pakar dapat menyelesaikan proses perencanaan dengan lebih mudah, cepat, dan akurat. Kata kunci: basis data, perencanaan instalasi listrik, sistem pakar.

ABSTRACT
This research aims to design an application system for electrical lighting installation planning and calculation using an expert system. As general, expert system is a system which transferred knowledge and experience from an expert into computer system data base, so that people can use those computer to help solving problem and designing the electrical lighting installation and calculation. Macro module from Microsoft Office Excel is used to design this application system. Data from one class room of FPTKs 4 th floor ( R 130) was applied to this application system. The result is satisfactory, the application system can help to solve problem and design electrical lighting installation planning and calculation much faster and accurate compare to manual operation. Key word: data base, electrical installation planning, expert system.

PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kebutuhan akan energi listrik sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap masyarakat modern. Hampir setiap bangunan membutuhkan energi listrik yang dapat mendukung aktivitas manusia seperti rumah, sekolah, kantor, dan sebagainya. Kebutuhan energi yang tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia sehari-hari adalah kebutuhan energi listrik terutama penerangan [1].

49

INDRA MUSTIKA R.P DKK

APLIKASI PERENCANAAN PERHITUNGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR

Untuk memanfaatkan listrik pada suatu bangunan diperlukan suatu perencanaan yang baik. Dalam merencanakan suatu instalasi listrik sebaiknya mengikuti persyaratan-persyaratan dan standar yang berlaku agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik [2]. Seperti halnya merencanakan suatu instalasi penerangan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi. Misalnya untuk menentukan jumlah armatur suatu ruangan, akan dipengaruhi faktor refleksi dari dinding, langit-langit maupun lantai. Faktor deperesiasi suatu ruangan juga akan mempengaruhi jumlah armatur ruangan tersebut [3]. Dalam merencanakan instalasi listrik, selain harus membuat denah instalasi dengan baik dan jelas, juga diperlukan perhitungan yang tepat dan akurat. Jika perhitungannya masih manual, akan membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama agar perhitungan akurat. Maka pengoptimalan dalam bidang teknologi komputer saat ini merupakan langkah bijak dalam membantu menyelesaikan suatu perencanaan instalasi listrik. Dengan menggunakan perangkat lunak atau aplikasi sederhana perhitungan dalam mendesain instalasi listrik akan lebih mudah, cepat dan akurat. Namun dalam prakteknya suatu aplikasi yang digunakan haruslah dapat memiliki sandaran yang kuat, dalam arti harus dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi syarat tersebut adalah menggunakan sistem pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang didesain untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam bidang tertentu. Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan sistem pakar, yaitu sistem akan berperan layaknya seorang pakar, sehingga seorang amatir dapat menyelesaikan permasalahan dalam suatu bidang tanpa harus bertanya langsung kepada pakar. Sedangkan bagi para ahli, aplikasi sistem pakar dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman [4]. Tujuan pengembangan sistem pakar bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak [4].

METODE Perancangan Model Sistem Aplikasi Model sistem aplikasi ini menggunakan pola pemikiran serta pengetahuan pakar yang disimpan dalam sebuah basis data komputer. Informasi atau masukan dari pakar digunakan untuk mengembangkan model sistem aplikasi yang dikaji dengan metode inferensi. Metode inferensi adalah program komputer yang memberikan metedologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan, dan untuk memformulasikan kesimpulan [4].

Pakar

Perancang Sistem

User

Aplikasi Perhitungan Instalasi Penerangan

Gambar 1. Diagram Perancangan Sistem 50

ISSN 1412 3762 http://jurnal.upi.edu/electrans

ELECTRANS, VOL.12, NO.1, MARET 2013 , 49- 58

Pada gambar diagram perancangan sistem diatas terlihat seorang pakar memberikan informasi pengetahuan serta pemahaman yang dimiliki kepada perancang sistem untuk dimasukkan kedalam basis data pengetahuan komputer. Perancang sistem kemudian mengkaji basis data pengetahuan tersebut untuk digunakan oleh mesin inferensi dalam menentukan keputusan. Metode penalaran yang digunakan dalam sistem adalah penalaran pelacakan maju ( Forward Chaining) yaitu dimulai dari sekumpulan fakta-fakta tentang suatu gejala yang diberikan oleh pengguna sebagai masukan sistem, untuk kemudian dilakukan pelacakan sampai tujuan akhir berupa keputusan perencanaan perhitungan instalasi listrik penerangan yang meliputi perhitungan jumlah titik cahaya atau armatur, kapasitas kebutuhan daya, serta besarnya pengaman yang digunakan [4].
Pakar Pengetahuan Pakar Perancang Sistem

Rekayasa Pengetahuan

Basis Pengetahuan

Mesin Inferensi

Aksi yang di rekomendasi

Antar Muka

User

Gambar 2. Struktur sistem pakar

Gambar 2 menunjukkan suatu struktur dari sistem pakar, dimana sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan ( development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar [4]. Didalam perancangan model sistem aplikasi bantu perencanaan instalasi listrik penerangan ini, dilakukan dengan sistem operasi Microsoft Windows 7, pemrograman serta database menggunakan Microsoft Excel 2007 dengan modul macro. Untuk spesifikasi hardware dalam penggunaan aplikasi ini cukup menggunakan perangkat yang support sistem operasi Microsoft Windows XP serta terinstal Microsoft Excel minimal versi 2007. Cara kerja sistem yaitu dengan memasukkan data-data berupa fakta dari bangunan yang direncanakan instalasinya. Sistem akan bekerja setelah memperoleh input dari user yang akan diproses oleh mesin interface dan kemudian akan memberikan keputusan berupa hasil perhitungan berdasarkan informasi dari basis pengetahuan sistem.

51

INDRA MUSTIKA R.P DKK

APLIKASI PERENCANAAN PERHITUNGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR

Proses kerja sistem dimulai dengan input data untuk menghitung jumlah armatur pada ruangan. Selanjutnya memasukkan data untuk menghitung perbaikan faktor daya menggunakan kapasitor dan menghitung besarnya kebutuhan daya serta kapasitas pengaman pada bangunan dengan memasukkan data-data berupa jumlah titk cahaya yang telah direncanakan sebelumnya, serta jumlah kontak-kontak yang dipasang pada seluruh ruangan. Besarnya kapasitas pengaman akan diperoleh setelah besarnya kebutuhan daya didapat. Untuk lebih jelas, proses kerja sistem ditunjukkan pada gambar 3.
Mulai - Intensitas penerangan - Jenis lampu - Panjang, lebar, dan tinggi ruang - Tinggi bidang kerja - Faktor refleksi - Efisiensi dan jenis pengotoran Tidak Hitung jumlah Armatur

Armatur selesai Ya Hasil Tidak

- Cos awal - Cos yang diharapkan Hitung kapasitor perbaikan daya

- Jumlah armatur - Jumlah KKB - Hitung kebutuhan daya - Hitung pengaman

Hasil

Selesai Ya Jawaban

Gambar 3. Proses Kerja Sistem

52

ISSN 1412 3762 http://jurnal.upi.edu/electrans

ELECTRANS, VOL.12, NO.1, MARET 2013 , 49- 58

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Rancangan dan Pembuatan Sistem Perancangan aplikasi dengan menggunakan Microsoft Office Excel Macro yaitu dengan menambahkan pemrograman visual basic yang terdapat dalam Microsoft Office Excel. Adapun hasil rancangan sistem aplikasi perencanaan perhitungan instalasi listrik penerangan adalah sebagai berikut:

Gambar 4. Halaman Muka Tampilan pada halaman muka dibuat sederhana dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada Ms. Excel seprti shapes, shading, border, dan font color. Pada halaman ini terdapat dua buah button yaitu PANDUAN dan MULAI, yang masing-masing akan menghubungkan ke halaman panduan dan halaman perencanaan perhitungan instalasi.

Gambar 5. Halaman Perhitungan Armatur Jumlah titik cahaya akan diperoleh dengan memasukkan setiap data-data yang diperlukan pada kolom yang tersedia. Kolom-kolom yang harus di input diantaranya kategori ruang, besarnya intensitas penerangan (E), jenis lampu yang ingin digunakan, panjang dan lebar ruangan, tinggi ruangan ke bidang kerja, faktor refleksi ruangan, efisiensi penerangan, serta jenis pengotoran ruangan tersebut. Dalam memproses data dan mengakses keputusan dari basis data pengetahuan, menggunakan modul pemrograman macro yang terdapat dalam Ms. Office Excel 2007. Hasil pemrograman tampak pada gambar 6.

53

INDRA MUSTIKA R.P DKK

APLIKASI PERENCANAAN PERHITUNGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR

Gambar 6. Pemrograman Basic dengan Macro Untuk Perhitungan Armatur Modul macro digunakan untuk memberikan perintah kepada mesin interface untuk mengakses data dari basis data pengetahuan (knowledge base), yang selanjutnya akan memproses data-data yang di input oleh user, kemudian memberikan output berupa jawaban atau kesimpulan.

Gambar 7. Basis Pengetahuan Sistem Hasil Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan dengan mengambil sampel pada salah satu ruang kuliah (R.130) di gedung FPTK lantai 4 Universitas Pendidikan Indonesia. Ruang tersebut memiliki spesifikasi data sebagai berikut: - Ukuran: Panjang = 10 m; Lebar = 6 m; Tinggi = 3.2 m; Tinggi bidang kerja = 0.8 m Lampu yang digunakan TL 2x40w Faktor depresiasi / Pengotoran ringan, d = 0.85 Faktor refleksi yang ada: langit-langit (rp) = 0.7 dinding (rw) = 0.5 lantai (rm) = 0.1 - Intensitas penerangan (E) yang di inginkan: E = 250 lux

54

ISSN 1412 3762 http://jurnal.upi.edu/electrans

ELECTRANS, VOL.12, NO.1, MARET 2013 , 49- 58

Untuk menentukan jumlah armatur serta besarnya kebutuhan daya dilakukan dengan perhitungan manual atau dengan menggunakan sistem pakar agar dapat membandingkan hasil perhitungannya. Penyelesaian dengan perhitungan manual: a. Menentukan jumlah armatur - Indeks bentuk (k) k= = = 1,5

- Efisiensi penerangan ()

Berdasarkan tabel dengan rp = 0.7, rw = 0.5, rm = 0.1, untuk k = 1.5 maka diperoleh = 0.51 - Flux armatur (arm) Efikasi untuk lampu TL 40 watt adalah 70 lumen/watt, maka: arm = (2 x 40) watt x 70 lumen/watt = 5600 lumen

- Jumlah armatur
n= = = 6,178 6 Armatur

b. Menentukan kapasitor perbaikan daya


n = 6 armatur, 2xTL 40 w = 80 w, maka: P = 6 x 80 = 480 w, Cos = 0.4, = 66.42 S= = = 1200 VA Q = S sin = 1200 sin 66.42 = 1100 VAR Ingin dirubah menjadi Cos = 0.95 lagging dengan memasang kapasitor: P = P = 480 w ; Cos = 0.95, = 18.19 Q = P tan = 480 tan 18.19 = 158 VAR Qc = Q - Q = 1100 158 = 942 VAR Maka nilai kapasitor adalah: C= ; f = 50 Hz sehingga C = = 62 f.

c. Menentukan kebutuhan daya dan pengaman


Grup lampu: n = 6 armatur, 2xTL 40 w = 80 w, maka: P = 6 x 80 = 480 w ; V = 220 v ; Cos = 0,4 S= In = = 1200 VA = = 5,46 A

Grup KKB: Dipasang 4 buah KKB dengan kapasitas masing-masing sebesar 100 VA, maka: S = 4 x 100 VA = 400 VA ; V = 220 v In = = = 1,82 A Daya total = S lampu + S KKB = 1200 + 400 = 1600 VA In (total) = 5,46 + 1,82 = 7,28 A Mencari arus pengaman (Ip) untuk penerangan digunakan rumus: Ip = In x 1,1 = 8,18 x 1,1 = 8 A Berdasarkan hasil perhitungan, maka hasilnya disesuaikan dengan daya dan pengaman yang disediakan oleh jasa penyedia listrik. daya yang dibutuhkan pada ruangan tersebut minimal sebesar 2200 VA dengan arus pengaman sebesar 10 A. Setelah faktor daya diperbaiki besar kebutuhan daya menjadi 1300 VA dengan pengaman sebesar 6 A. 55

INDRA MUSTIKA R.P DKK

APLIKASI PERENCANAAN PERHITUNGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR

Penyelesaian menggunakan sistem pakar a. Menentukan jumlah armatur

Gambar 8. Hasil Perhitungan Jumlah Armatur

Seperti terlihat pada gambar diatas menunjukkan hasil perhitungan yang sama dengan perhitungan secara manual, yaitu untuk jumlah armatur sebanyak 6 armatur.

b. Menentukan kapasitor perbaikan daya

Gambar 9. Hasil Perhitungan Kapasitor Perbaikan Faktor Daya Perhitungan koreksi faktor daya dilakukan dengan memasukkan besarnya nilai faktor daya awal dan faktor daya yang diinginkan. Sama halnya dengan pehitungan armatur sebelumnya, hasil perhitungan kapasitor perbaikan daya juga memiliki kesamaan dengan perhitungan manual yakni 62 f.

56

ISSN 1412 3762 http://jurnal.upi.edu/electrans

ELECTRANS, VOL.12, NO.1, MARET 2013 , 49- 58

c.

Menentukan kebutuhan daya dan pengaman

Gambar 10. Hasil Perhitungan Kebutuhan Daya dan Pengaman Gambar 10 menunjukkan hasil perhitungan kebutuhan daya dan pengaman sebelum perbaikan faktor daya diperoleh besar kebutuhan daya sebesar 2200 VA dengan pengaman 10 A. Setelah faktor daya diperbaiki dengan cara yang sama dilakukan perhitungan dan diperoleh hasil kebutuhan daya sebesar 1300 VA dengan pengaman 6 A. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada salah satu ruang kuliah gedung FPTK lantai 4 UPI menunjukkan bahwa aplikasi bantu perencanaan perhitungan instalasi listrik penerangan menggunakan sistem pakar mampu menyelesaikan masalah layaknya seorang pakar. Hal ini dibuktikan dengan membandingkan hasil antara perhitungan dangan cara manual dan perhitungan menggunakan aplikasi dalam menghitung jumlah armatur ruangan, besar kapasitor perbaikan faktor daya, serta kebutuhan daya dan pengaman. Dari hasil perhitungan masing-masing diperoleh hasil yang sama, yakni untuk jumlah armatur ruangan sebanyak 6 titik cahaya, besarnya kapasitor perbaikan faktor daya yakni 62 f, dan kebutuhan daya serta pengaman sebelum perbaikan faktor daya adalah 2200 VA dan 10 A. Setelah faktor daya diperbaiki hasil kebutuhan daya menjadi 1300 VA dengan pengaman 6 A. Berdasarkan temuan tersebut maka dapat dikatakan bahwa perhitungan menggunakan aplikasi bantu menggunakan sistem pakar memiliki keandalan yang sama layaknya seorang pakar dalam menyelesaikan masalah atau memberikan jawaban atau kesimpulan. Akan tetapi didalam menggunakan aplikasi bantu menggunakan sistem pakar memiliki kelebihan yakni dapat memberikan kemudahan dalam melakukan perhitungan, lebih cepat dalam menyelesaikannya, serta diperoleh hasil yang akurat dan dapat dipertaggungjawabkan. Namun tentu masih terdapat kekurangan pada aplikasi bantu ini, yaitu tampilan untuk penentuan letak masing-masing armatur, bentuk ruangan yang masih dibatasi untuk ruangan berbentuk normal saja, serta sumber pengetahuan dari pakar yang masih sangat perlu untuk ditambahkan kedalam basis data aplikasi ini. Untuk itu penulis akan melakukan pembelajaran lebih lanjut untuk bisa melengkapi kekurangan-kekurangan tersebut serta untuk mengembangkan aplikasi ini kedepannya.

57

INDRA MUSTIKA R.P DKK

APLIKASI PERENCANAAN PERHITUNGAN INSTALASI LISTRIK PENERANGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR

KESIMPULAN Sistem aplikasi perencanaan perhitungan instalasi listrik penerangan menggunakan sistem pakar membantu dalam melakukan proses perhitungan yang mudah, cepat, dan akurat. Hal tersebut dibuktikan dengan melakukan pengujian pada ruang kuliah (R.130) gedung FPTK lantai 4 UPI. Dari hasil perhitungan baik secara manual maupun menggunakan sistem pakar didapat hasil yang sama yakni untuk jumlah armatur sebanyak 6 armatur, besar kapasitor perbaikan daya 62 f dan besar kebutuhan daya serta pengaman sebelum faktor daya diperbaiki sebesar 2200 VA dan 10 A. Setelah faktor daya diperbaiki besar kebutuhan daya menjadi 1300 VA dengan pengaman 6 A.

DAFTAR PUSTAKA [1] Sumardjati, P. dkk. (2008). Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1 . Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. [2] Badan Standar Nasional. (2000). Persyaratan Umum Instalasi Listrik. Jakarta: BSN. [3] Harten, P.V. dan Setiawan, E. (1980). Instalasi Listrik Arus Kuat. Jakarta: Tri Mitra Mandiri. [4] Rohman, F.F. dan Fauzijah, A. (2008). Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar Untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Pada Anak. Dalam Media Informatika [Online], Vol. 6, 23 halaman. Tersedia:http://journal.uii.ac.id/index.php/media- informatika/article/ viewFile/ 106/66 [15 Mei 2012] [5] Diana, Anastasia. (2010). Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Kecil Dengan Menggunakan Template Microsoft Excel. Yogyakarta: CV. Andi Offset

58