Anda di halaman 1dari 56

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Fluidized Catalytic Cracking Unit (FCCU) di Refinery Unit III Plaju merupakan salah satu Secondary Processing Unit untuk mengolah komponen crude menjadi produk-produk turunannya yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Feed dari unit FCC adalah Bottom Product dari Crude Distiller (Long Residue) dan Medium Product dari High acuum Unit/H U (High!Medium acuum "as #il). Proses di FCC merupakan proses perengkahan fraksi berat destilasi crude menjadi senya a-senya a yang lebih ringan dengan bantuan katalis dalam sebuah reaktor. !atalis yang telah terpakai untuk reaksi (S$ent Catalyst) kemudian diaktifkan kembali dengan cara regenerasi dalam. !atalis dibakar dengan udara pembakaran di "egenerator. Pembakaran katalis bertujuan untuk menghilangkan karbon (coke) yang terbentuk saat reaksi perengkahan (cracking) di reaktor. #ebelum minyak dipisahkan menurut fraksi-fraksi$ terlebih dahulu dikon%ersihkan di reaktor$ dimana dalam proses ini dibantu dengan menggunakan katalis yang berfungsi untuk membantu proses Cracking (perengkahan) di dalam reaktor. Penambahan katalis ini bertujuan untuk memutuskan rantai hidrokarbon yang panjang dan lurus menjadi beberapa hidrokarbon rantai yang lebih pendek$ yang selanjutnya akan dipisahkan menjadi fraksi-fraksi tunggal di dalam kolom fraksinasi. #edangkan katalis yang dipakai dialirkan ke "egenerator untuk diregenerasi dengan cara membakar coke yang menempel pada permukaan katalis. (Pertamina "& III$ '(()). Pada unit "FCC$ dua alat yang sangat penting berlangsungnya suatu hasil produk yaitu "egenerator dan "eaktor. *imana "egenerator berfungsi sebagai tempat untuk meregenerasi katalis dan "eaktor berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi perengkahan. !emudian &nit "FCC sekarang masih menerima fresh feed yang bagus terdiri dari +,-. ( Medium acum "as #il)$ /,-. ( High acum "as #il) dan long residu. Pada tahun '(01 nanti$ P2"34+I54 "& III Plaju-sungai gerong khususnya unit "FCC akan berencana menerima seluruh umpan untuk &nit "FCC yaitu total dari long residu. #ehingga otomatis 2fisiensi

thermal akan berkurang karena kondisi operasi$ temperatur dan panas akan berubah. 4lat regenerator sangatlah berperan penting dalam hasil produk unit "FCC yang didapatkan sehingga perlu dilakukan e%aluasi kinerja regenerator secara bertahap. /al inilah yang melatar belakangi saya dalam pemilihan judul studi kasus ini. *engan menge%aluasi kinerja regenerator maka akan diketahui apakah alat tersebut sudah bekerja dengan optimal atau belum. #alah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membandingkan neraca massa dan energy pada regenerator pada kondisi actual dan designnya. 1.2 Tujuan 4dapun tujuan yang ingin dicapai dari studi kasus ini antara lain 6 0. &ntuk menge%aluasi kinerja regenerator pada &nit "FCC P3.P2"34+I54 "& III . '. &ntuk mempelajari %ariabel proses yang dapat mempengaruhi kinerja "egenerator. 1.3 Batasan Masalah "uang lingkup masalah pada laporan ini dibatasi pada e%aluasi kinerja regenerator yang meliputi perhitungan neraca massa dan energy di regenerator berdasarkan data operasi actual. #ehingga akan didapatkan nilai efisiensi regenerator aktual yang selanjutnya akan dibandingkan dengan nilai efisiensi design. 1.4 S ste!at ka Penul san #istematika penulisan dalam laporan kerja praktek ini disusun dalam beberapa bahasan (7ab) antara lain 6 I. Pendahuluan +embahas mengenai latar belakang$ tujuan$ batasan masalah dan sistematika penulisan.

II.

.rientasi &mum +enjelaskan sejarah singkat P3. Pertamina (Persero) "& III Plaju$ fungsi dan seksi "FCC&$ sarana dan fasilitas$ lindungan lingkungan$ serta #truktur .rganisasi &nit "FCC&.

III. 3injauan Pustaka +enjelaskan pengertian I,. *ata Pengamatan dan Perhitungan 7erisi data-data pengamatan "egenerator dan perhitungan dengan metode &.P/Process Calculations% Pertamina dan perhitungan nilai efisiensi regenerator. ,. !esimpulan dan #aran +encakup kesimpulan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dan beberapa saran yang didapat setelah dilakukan pengamatan dan perhitungan.

BAB II "#IENTASI UMUM 2.1 Sejarah S ngkat P3.Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik 5egara (7&+5) yang bergerak dibidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik$ serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Pada bulan 8anuari 0)90$ diidirikan Perusahaan 3ambang +inyak "epublik Indonesia yang kegiatannya meliputi ilayah 8a a 3engah dan #umatera &tara. #etelah menngalami perdebatan$ pada bulan .ktober 0)9: di tetapkan bah a lapangan minyak #umatera &tara tidak dikembalikan ke Shell dan berada di ba ah penga asan Pemerintah Pusat. Pada tanggal '' 8uli 0)9;$ pemerintah memutuskan menyerahkan lapangan minyak #umatera &tara kepada !#4*$ yang kemudian mengubah namanya menjadi P3.2<plotasi 3ambang +inyak #umatera (P3.23+#&). Pada tahun 0):( pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk membentuk tiga perusahaan negara di sektor minyak dan gas bumi. !etiga perusahaan tersebut adalah 6 0. P5. P2"34+I5$ Perusahaan 5egara Pertambangan +inyak Indonesia (disahkan berdasarkan PP 5o. 1/0):0). Perusahaan ini bermula dari perusahaan &ederlandsche 'ndische (ardolie Maatscha$$i) (5I4+) yang didirikan tahun 0)'0. Pada tanggal 0 8anuari 0)9) namanya berubah menjadi P3. Pertambangan +inyak Indonesia (P3. P2"+I5*.). !emudian pada tahun 0):9 P5 ini mengambil alih semua kekayaan P3. Shell Indonesia termasuk di dalamnya kilang Plaju$ 7alikpapan$ dan =onokromo. '. P5. P2"+I54$ Perusahaan 5egara Perusahaan +inyak 5asional (disahkan berdasarkan PP 5o. 0)>/0):0). Perusahaan ini merupakan peralihan

nama dari P3. 23+#&. #ejak tahun 0):0 P5 inilah yang melakukan operasi penyediaan dan pelayanan bahan bakar minyak dalam negeri. 1. P5. P2"+I-45$ Perusahaan 5egara Pertambangan +inyak dan -as 5asional (disahkan berdasarkan PP 5o. 0))/0):0). Perusahaan ini semula berasal dari Perusahaan 3ambang +inyak "akyat Indonesia (P3+"I) yang berlokasi di #umatera &tara$ namanya berubah menjadi P5. P2"+I-45 pada tahun 0):0. Pada tanggal : 4pril 0):'$ pemerintah Indonesia membeli semua fasilitas penyulingan dan produksi P3. Shell di 8a a 3engah. 5amun karena kinerjanya yang semakin memburuk$ P5 ini dibubarkan pada tahun 0):9 melalui #! +enteri &rusan +inyak dan -as 7umi 5o. :/+/+I-4#/ ::. !ekayaan yang dimilikinya berupa sumur minyak dan penyulingan di Cepu dijadikan pusat pendidikan dengan dibukanya 4kademi +inyak dan -as 7umi. Fasilitas pemasarannya diserahkan pada P5. P2"34+I5 sedangkan fasilitas produksinya diserahkan pada P5. P2"+I54. Pada tanggal '( 4gustus 0):> dalam rangka mempertegas struktur dan prosedur kerja demi memperlancar usaha peningkatan produksi minyak dan gas bumi$ dibentuk Perusahaan 5egara Pertambangan minyak dan -as 7umi 5asional (P5 P2"34+I54) yang melebur P5 P2"+I54 dan P5 P2"34+I5. 3ujuan peleburan ini adalah agar dapat meningkatkan produkti%itas$ efekti%itas$ dan efisiensi di bidang perminyakan nasional di dalam Com$any dengan satu manajemen yang sempurna. !emudian P5 P2"34+I54 diubah menjadi P2"34+I54 (Pertambangan +inyak dan -as negara). *an pada tahun '((1$ P2"34+I54 dijadikan Persero dengan nama P3. P2"34+I54 ( Persero). &ntuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri$ P3. P2"34+I54 hingga saat ini telah mengoperasikan enam Refinery Unit ("&) yang tersebar di Indonesia. !eenam &nit Pengolahan itu adalah 6 0. '. 1. ?. "&-II "&-III "&-I, "&-, *umai$"iau Plaju-#ungai -erong$ #umatera #elatan Cilacap$ 8a a 3engah 7alikpapan$ !alimantan 3imur adah suatu 'ntegrated #il

9. :.

"&-,I

7alongan$ 8a a 7arat

"&-,II !asim$ Papua Pada tahun pemerintah /india 7elanda membangun dengan tujuan untuk

mengolah minyak bumi yang berasal dari Prabumulih dan 8ambi. Pada tahun 0)9; kilang ini diusahakan oleh P3. Shell Indonesia yang merupakan perusahaan minyak milik Inggris. !emudian pada tahun 0):9$ pemerintah Indonesia mengambil alih kilang Plaju dari P3. #hell Indonesia. !ilang Plaju terletak dibagian #elatan #ungai +usi dan sebelah 7arat bagian #ungai !omering dengan kapasitas 0(( +7#* (Milion Barrel Per Calender Day). !ilang minyak #ungai -erong dibangun pada tahun 0)'( oleh 2##. (#345,4C) yang merupakan sebuah perusahaan minyak 4merika. P2"34+I54 membeli kilang ini terletak di persimpangan #ungai +usi dan #ungai !omering dengan kapasitas mula-mula ;( +7C*$ sekarang kapasitasnya tinggal '9 +7C* sesuai dengan unit yang masih ada. Pada tahun 0);' di Plaju didirikan (s$halt Blo*ing Plant (*emolish) dengan kapasitas produksi ?9.((( ton/tahun. Pada tahun 0);1$ di Plaju didirikan pabrik Poly$ro$ylene yang mengolah Pro$ylene menjadi Poly$ro$ylene dengan produk berbentuk $ellet. 7ersamaan dengan dibangunnya pabrik Poly$ro$ylene$ dibangun 8embatan pipa integrasi yang menghubungkan kilang Plaju dan kilang #ungai -erong (sekarang dikenal kilang musi). Pada tahun 0)>' dilaksanakan pembangunan Proyek Pla)u (romatic Center ( P4C ) dan proyek +usi Phase 0( P!+ I ). !edua proyek ini dibangun secara terintegrasi yang berupa proyek pipanisasi di dalam penyedian sistem penunjang (utilitas) dan fasilitas lindungan lingkungan. Pla)u (romatic Center didirikan di area kilang Plaju. Pembangunan kilang +usi berlanjut dengan pembangunan /igt ,acuum *istilation &nit II ( /,&) pada tahun 0)>1 mulai beroperasi tahun 0)>:. #ejarah lengkap tentang P2"34+I54 dapat dilihat pada tabel 0 berikut.

Ta$el 1. Sejarah Perta! na #U III Plaju%Sunga &er'ng Tahun 0)(1 0)': 0):9 0);( 0);' 0);1 0);1 0)>' 0)>' 0)>? 0)>: 0)>; 0)>> 0))( 0))? Sejarah (an )erke!$angan Pembangunan !ilang +inyak di Plaju oleh #hell (7elanda). !ilang #ungai -erong *ibangun .leh #345,4C (4#). !ilang Plaju/#hell *engan !apasitas 00( +7C* *ibeli .leh 5egara/Pertamina !ilang #ungai -erong/#345,4C dibeli oleh 5egara/Pertamina Pembangunan (s$halt Blo*ing Plant !apasitas ?9.((( 3on/3ahun Pendirian !ilang Poly$ro$ylene &ntuk +emproduksi Pellet Polytam *engan !apasitas '(((( 3on/3ahun. Integrasi .perasi !ilang Plaju-#ungai -erong. Pendirian Pla)u (romatic Center (P4C) dan Proyek !ilang +usi (P!+ 0) @ang 7erkapasitas )> +7C*. Pembangunan High acum Unit (/,&) #ungai -erong *an "e%amping C*& (konser%asi 2nergi). Proyek Pembangunan !ilang 34/P34 *engan !apasitas Produksi 09(.((( ton/tahun. !ilang P34 +ulai 7eroperasi *engan !apasitas 3on/3ahun. Proyek Pengembangan !onser%asi 2nergi/ +nergy Conser,ation 'ndustry (2CI) Proyek &saha Peningkatan 2fisiensi *an Produksi !ilang (&P2!) De-otlenecking kapasitas kilang P34 menjadi ''9.((( ton/tahun. P!+ II 6 Pembangunan unit Poly$ro$ylene baru dengan kapasitas ?9.'(( ton/tahun$ "e%amping "FCC&-#ungai -erong dan unit 4lkilasi$ Redesign Silikon "FCC&-#ungai -erong$ modifikasi unit redistilling I/II Plaju$ pemasangan "as .ur-ine "enerator Com$le/ (-3-C) dan perubahan frekuensi listrik dari :) /A ke 9( /A$ dan pembangunan 0ater .reatment Unit (=3&) dan Shul$uric (cid Reco,ery Unit (#4&). '((' Pembangunan jembatan integrasi !ilang +usi 09(.(((

'((1

8embatan integrasi !ilang +usi yang menghubungkan !ilang Plaju dengan !ilang #ungai -erong diresmikan Pembangunan jembatan integrasi kilang +usi. 8embatan intgrasi kilang musi diresmikan.

Sumber : Pedoman BPST Angkatan XIV. Penerbit PERTAMINA, Palembang, P2"34+I54 "&-III memiliki ' buah kilang$ yaitu 6 0. '. !ilang minyak Plaju$ yang berbatasan dengan #ungai +usi di sebelah selatan dan #ungai !omering di sebelah barat !ilang minyak #ungai -erong$ yang terletak di persimpangan #ungai +usi dan #ungai !omering. !ilang "&-III Plaju/#ungai -erong mempunyai ' unit produksi yaitu 6 0. '. &nit Produksi I (!ilang 77+/Petroleum) yang mengolah minyak mentah. !ilang 77+/Petroleum terdiri dari $rimary $roses dan secondary $roses &nit Produksi II (!ilang Petrokimia) !ilang petrokimia yang terdiri dari kilang Poly$ro$ylene. * s Perta! na 6 +enjadi perusahaan +igas 5asional !elas *unia M s Perta! na 6 0. '. 1. +elakukan usaha dalam bidang energi dan petrokimia. +erupakan entitas bisnis yang dikelola secara profesional$ kompetitif$ berdasarkan tata nilai unggulan dan berorientasi laba. +emberikan nilai tambah lebih bagi pemegang saham$ pelanggan$ pekerja dan masyarakat$ serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

2.2 Peralatan +ang ( gunakan ( Un t #,--U a. #eakt'r "eaktor berfungsi sebagai tempat kontak atau reaksi antara katalis dan minyak$ dimana uap hasil perengkahan akan diproses lanjut di menara +ain Primary Fractionator. $. #egenerat'r 4lat ini berfungsi sebagai tempat untuk mengaktifkan kembali katalis yang telah digunakan pada proses reaksi perengkahan di reaktor dengan cara membakar karbon yang menempel pada permukaan katalis yang terikut ke regenerator karena tidak lepas saat stripping dengan steam di stipper reactor. .. Menara ,raks 'nat'r 4lat ini berfungsi sebagai alat pemisah fraksi-fraksi minyak hasil perengkahan dari reaktor$ dimana pemisah tersebut berdasarkan titik didih. d. Wet a! "om#re!!or 4lat ini berfungsi untuk menekan lo pressure gas dari FC-*-'( untuk selanjutnya gas hasil pemampatan tersebut diolah lebih lanjut di light end. e. Menara Primar$Ab!orber /,L#S%T%4011 4lat ini berfungsi untuk mneyerap fraksi berat dan ringan yang terba a ke puncak menara dan sebagai media penyerap digunakan +P4 ( Middle Pum$ (round1 2. Menara S#onge Ab!orber /,L#S%T%4021 4lat ini berfungsi untuk menyerap fraksi berat yang berasal dari puncak menara (3-?(0). *isini sebagai media penyerap digunakan 3P4 (.o$ Pum$ (round). g. Menara St ))er /,L#S%T%4031 4lat ini befungsi untuk mnemisahkan fraksi-fraksi ringan yang terdapat pada dasar menara dengan menggunakan re-oiler2 Fraksi ringan berupa C0 dan C' tidak boleh ada pada dasar menara karena hal ini akan mnegganggu kondisi operasi di menara De-utanizer (FB"#-3-0(')

h. Menara De$utan 3er /,L#S%T%1021 4lat ini berfungsi untuk memisahkan fraksi-fraksi ringan berupa komponen C1 dan C? dengan fraksi yang lebih berat. !omponen C1 dan C? selanjutnya dikirim ke De$ro$anizer (#tabiliAer III) sedangkan cracked naptha dari dasar menara dikirim ke tanki produk setelah melalui treating. . Menara De)r')an 3er /LST%11 4lat ini berfungsi untuk memisahkan propane-propilen dengan butanebetilene dan fraksi yang lebih berat. Propan-propilen sebagai hasil puncak selanjutnya dikirim ke unit polipropilen Plaju. 7utana-butilene merupakan produk ba ah dari unit polipropilen selanjutnya dikirim ke tanki produk setelah di treating j. Main Air Blo%er /MAB1 +47 berfungsi menyediakan udara pembakaran untuk kebutuhan regenerasi katalis di regenerator k. "ontrol Air Blo%er /-AB1 C(B berfungsi menyediakan udara untuk membantu sirkulasi katalis dari reactor ke regenerator. l. &eat E'()anger /,-%E2%AB-D1 +erupakan alat untuk menaikkan temperature fluida dingin ( fresh feed). /eat e<changer yang digunakan adalah tipe shell and tu-e dengan arah aliran yang berla anan$ dimana fluida dingin pada bagian shell adalah fresh feed atau total feed$ sedangkan fluida panas pada bagian tube adalah slurry oil dari -ottom menara fraksionator. 2.3 Deskr )s Pr'ses #,--U +inyak bumi bila dipanaskan pada suhu 109(C C 1;((C dengan tekanan 0 atm akan mengalami perengkahan yaitu perubahan molekul dari molekul yang besar yang mempunyai titik didih tinggi menjadi molekul yang kecil yang mempunyai titik didih yang rendah. /al inilah yang menjadi dasar dari proses "FCC&$ dimana fraksi minyak berat yang mempunyai nilai ekonomi

10

yang rendah direngkah menghasilkan minyak dengan fraksi yang lebih ringan yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi. Fungsi "FCC& adalah merengkah fraksi berat yaitu -as oil dan long residu menjadi minyak fraksi ringan dengan bantuan panas dan katalis$ katalis yang digunakan adalah #ilika 4lumina (4l'.1.#i.'). *eskripsi proses dari unit "FCC& dapat dilihat dari penjelasan berikut ini 6 a. *eed S$!tem &mpan "FCC& terdiri dari campuran antara ,-. dan Long Residue dengan perbandingan 0:9.((( 7P#* ,-. dan ?.((( 7P#* Long Residue. ,-. yang berasal dari /,& dengan temperatur ''((C dipompakan ke ,essel bersama-sama dengan Long Residue dari C* II/III/I,/, Plaju dengan temperatur 09((C. &ntuk mencapai temperatur yang sesuai untuk feed reactor maka umpan tersebut dipanaskan di Furnace FC F-' sehingga mencapai temperatur 110(C. sebelum masuk reactor$ umpan diinjeksi dengan (ntimony dengan kecepatan ($;9 C '$0 kg/jam untuk mencegah adanya pengaruh metal content dalam umpan terhadap katalis. Metal Content tersebut dapat menyebabkan deakti%asi katalis.

$. #eakt'r (an #egenerat'r &mpan dengan kapasitas 0'(.:(( kg/jam dan temperatur 110(C diinjeksikan ke dalam riser menggunakan : buah in)ector untuk direaksikan dengan katalis dari regenerator pada temperatur :9( C ;9((C. "eaksi terjadi pada seluruh bagian riser dengan temperatur 9'((C. untuk memperoleh sistem fluidisasi dan densitas yang baik$ maka riser diinjeksikan dengan +P Steam. *i atas feed in)ector dipasang tiga buah +3C 'n)ector #il (/C.) atau hea,y na$hha. /C. digunakan untuk menambah terbentuknya coke pada

11

katalis$ sehingga dapat menaikkan temperatur regenerator$ sedangkan hea,y na$hta diperlukan untuk menaikkan cracking selecti,ity. 3iga buah cyclone mempunyai satu stage dipasang pada reactor

dengan e/isting $lenum cham-er untuk meminimalkan terba anya katalis ke kolom fraksionasi. Stri$$ing steam diinjeksikan ke daerah stri$$er untuk mengurangi kadar minyak dalam katalis sebelum disirkulasikan ke regenerator. /asil cracking yang berupa uap hidrokarbon dialirkan dari reaktor ke main fractionator untuk dipisahkan fraksi-fraksinya. S$ent catalyst dari reaktor disirkulasikan ke regenerator yang dikontrol oleh S$ent Slide al,e (##,) untuk diregenerasi. &ntuk memperlancar aliran s$ent catalyst di stand $i$e maka dialirkan Control (ir Blo*er (C47) dengan laju alir ;.((( kg/jam dengan tekanan '$?) kg/cm'g. "egenerasi katalis dilakukan dengan mengoksidasi coke pada katalis dengan udara yang di-su$$ly oleh Main (ir Blo*er (+47). Flue "as hasil pembakaran kemudian masuk ke lima buah cyclone yang memiliki dua stage untuk memisahkan partikel-partikel katalis yang terba a. Flue "as dengan temperatur :;:(C yang keluar dari stack tersebut dimanfaatkan panasnya di Flue "as Cooler untuk membangkitkan steam //P. 3emperatur dilute $hase sedikit lebih tinggi daripada temperatur dense$ yang disebabkan oleh adanya reaksi oksidasi C.. dengan adanya kondisi tersebut$ maka perlu diperhatikan konsentrasi oksigen sebagai udara pembakar. #emakin banyak kandungan oksigen atau berkurangnya coke yang terbentuk$ maka akan tercapai kondisi temperatur dilute $hase yang tinggi (D;(((C) sehingga terjadi kondisi after -urning yang menyebabkan meningkatnya temperatur secara mendadak sehingga dapat merusak peralatan dan catalyst lost melalui stack. (. Main *ra(tionator

12

-as hasil cracking dengan temperatur 9'((C dialirkan ke -ottom kolom $rimary fractionator (FC -30). Produk ba ah dari $rimary fractionator yang berupa slurry oil ditarik dengan pompa FC P-? menuju ke /2 FC 2-' untuk memanaskan umpan. Produk atas (o,erhead ,a$our) dari $rimary fractionator ditransfer ke -ottom kolom secondary fractionator FC 3-'(. Produk ba ah secondary fractionator yang berupa (Light Crude #il) BC. dibagi menjadi dua alian yaitu internal reflu/ dan sebagai umpan pada kolom stri$$er FC 3-'. 'nternal reflu/ dikembalikan ke kolom $rimary a-sor-er yang dikontrol oleh BIC '((9. 3ujuh side stream dari kolom secondary fractionator digunakan sebagai reflu< dan .otal Pum$ (round (3P4). Reflu/ dikemballikan ke secondary fractionator yang dikontrol oleh le%el control BIC '((:. #edangkan 3P4 dipompakan ke S$onge (-sor-er FB"# 3-?(' sebagai Lean #il yang sebelumnya didinginkan oleh /2 FB"# 2-?(9. 4liran 3P4 dikontrol oleh FIC '((1$ sedangkan temperatur dikontrol oleh 3IC '((? dengan mengoperasikan (ir Fan Cooler FC 2-'0 (.o$ Pum$ (round Cooler). 3P4 kemudian dikembalikan ke puncak kolom secondary fractionator setelah dicampur dengan rich oil dari S$onge (-sor-er. #,erhead ,a$our dari kolom secondary fractionator yang berupa gas dan gasoline dikondensasikan dengan $artial condenser setelah dicampur dengan *ash *ater. Condensed li3uid dan ,a$our kemudian ditampung dalam drum FC *-'(. #etelah dipisahkan dari kandungan air$ condensed li3uid dan ,a$our tersebut ditampung dalam distillate drum FC *-;. #etelah dipisakan airnya$ maka condensed li3uid (unsta-ilized gasoline) ditarik dengan pompa dan dipisahkan menjadi dua aliran$ yaitu sebagai o,erhead reflu/ dan gasoline produk yang kemudian dikirim ke Primary (-sor-er FB"# 3-?(0. #,erhead reflu/ dikontrol oleh temperatur kontrol 3IC-1 pada puncak Secondary Fractionator.

13

Lo* $ressure ,a$our (*et gas) dari distillate drum FC *-; ditransfer ke 0et "as Com$ressor FB"# C-0(0 dan akan dipisahkan kondensatnya di ,essel com$ression suction drum FB"# *-?(0. 3ekanan Main Fractionator dikontrol oleh PIC-0 yang dipasang pada 0et "as Line.

d. +ig)t End ,nit Flue gas yang berasal dari FB"# *-?(0 dihisap dengan 0et "as Com$ressor C-0(0 dan dimasukkan ke ,essel interstage recei,er (FB"# *?('). #ebagian gas keluaran com$ressor stage I disalurkan ke inlet $artial condenser FC 2-? untuk mengatur $ress -alance reactor. #utlet gas dari FB"# *-?(' dengan temperatur 1>(C dan tekanan 1$;' kg/cm'g dihisap oleh comressor stage II dengan temperatur 00((C dan tekanan 09 kg/cm'g kemudian bergabungn dengan aliran-aliran 6 #,erhead kolom stri$$er FB"# 3-?(1 Bottom $roduct kolom Primary (-sor-er FB"# 3-?(0 0ash *ater dari bottom ,essel FB"# *-?('. -abungan keempat aliran tersebut dengan temperatur ;'(C sebelum masuk ke high %essel pressure recei%er FB"# *-?(? didinginkan terlebih dahulu dengan 4ir Fan Cooler FB"# 2-?(0 (temperatur outlet 9: (C) dan cooler FB"# 2-?(' hingga diperoleh temperatur akhir 1>(C. -as dari ,essel FB"# *-?(? dengan temperatur 1>(C dan tekanan 0?$; kg/cm'g$ diumpankan ke kolom Primary (-sor-er FB"# 3-?(0 dengan menggunakan &a$hta dari distillate drum FC *-; sebagai a-sor-er. -as dari o,erhead kolom Primary (-sor-er FB"# 3-?(0 selanjutnya dimasukkan ke S$onge (-sor-er FB"# 3-?('. #ebagai a-sor-er digunakan Lean #il (dari Secondary Fractionator). Li3uid dari ,essel FB"# *-?(? dialirkan dengan pompa menuju ke kolom stri$$er FB"# 3-?(1. #ebelum masuk kolom fluida

14

tersebut dipanaskan terlebih dahulu di /2 FB"# 2-?(: hingga temperaturnya menjadi :0(C. Bottom dari kolom stri$$er FB"# 3-?(1 dengan temperatur 0''(C dan tekanan 0' kg/cm'g$ diumpankan ke kolom De-utanizer FB"# 3-0(' untuk dipisahkan antara BP- dan &a$hta. &mpan tersebut masuk ke kolom De-utanizer dipanaskan dulu oleh /2 FB"# 2-0(: hingga temperatur 0': (C. untuk kesempurnaan pemisahan maka pada bottom kolom de-utanizer dipasang re-oiler FB"# 2-0(; sehingga temperatur -ottom adalah 0;1(C. #,erhead dari kolom De-utanizer FB"# 3-0(' dengan tekanan 00 kg/cm'g dan temperatur :9(C didinginkan dengan kondenser parsial FB"# 20(> dan ditampung di akumulator FB"# *-0(1. Fluida dari akumulator tersebut sebagian digunakan sebagai reflu/$ sebagian lainnya didinginkan lagi dan dialirkan ke sta-ilizer feed drum B# *-0. Bottom dari sta-ilizer feed drum B# *-0 diumpankan ke kolom Sta-ilizer B# 3-0 dengan temperatur ;>(C. #,erhead $roduct dari kolom Sta-ilizer B# 3-0 didinginkan dalam kondenser parsial B# 2-? dan ditampung di akumulator B# *-' dengan kondisi tekanan 0)$: kg/cm 'g dan temperatur 9'(C. -as yang tidak terkondensasi kemudian digunakan sebagai fuel gas$ sedangkan li3uid yang terbentuk ($ro$ane4$ro$ylene) digunakan sebagai reflu/ dan sebagai umpan untuk unit $oly$ro$ylene Plaju. Bottom $roduct dari kolom Sta-ilizer B# 3-0 yaitu C? akan di-treating lebih lanjut. &ntuk mempertajam pemisahan$ -ottom dari B#-3-0 ditarik dengan pompa B#-P-' 47 dimasukkan ke re-oiler B#-2-: untuk memperoleh pemanasan$ agar fraksi $ro$ane $ro$ylene dapat naik puncak menara. #ebagian aliran dari bottom menara adalah fraksi BP- (C? dan deri%atnya) setelah didinginkan di cooler B#-2-9 47 dialirkan ke mericham LP" treater untuk dicuci dengan caustic soda agar senya a belerang dalam BPdapat dihilangkan/diturunkan.

15

2.4 Sarana (an ,as l tas #arana penunjang yang terdapat di "FCC& berfungsi unutk mendukung kelancaran operasi kilang$ sehingga mendapatkan produksi yang optimal$ antara lain6 0. &tilitas$ berfungsi untuk menyediakan steam$ udara bertekanan$ air juga listrik untuk penggerak motor-motor pompa maupun untuk penerangan kilang. '. 1. Baboratorium$ berfuungsi sebagai kontrol kualitas$ analisa sampel$ serta penelitian yang dilakukan untuk pengembangan produk kilang. /ealth #afety E 2n%ironment (/#2)$ mempunyai tugas pokok yaitu unutk mencegah terjadinya kecelakaan kerja$ bahaya kebakaran dan bahaya pencemaran. 2.4 Health Sa2et+ 5 En6 r'n!ent /HSE1 !eselamatan kerja disamping untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja juga untuk melindungi lingkungan sekitar daerah operasi perusahaan dengan menerapkan hal-hal sebagai berikut 6 0. #ecara aktif menggalakkan lindungan lingkungan dengan meredam dampak terhadap lingkungannya dan menekan jumlah limbah dengan meningkatkan kualitas pengolahan limbah yang ditimbulkan. '. Instalasi baru akan dilengkapi dengan sistem pengendalian polusi yang baik agar dapaat memenuhi peraturan yang terkait mauoun standar industri. 2.7 Struktur "rgan sas *idalam memanajemen perusahaannya$ Pertamina memiliki berbagai macam struktur organisasi$ daerah operasi pertamina pun dibagi atas dua bagian. yaitu *aerah .perasi /ulu dan *aerah .perasi /ilir. *aerah .perasi /ulu bertugas untuk melakukan pengembangan sumur minyak bumi sedangkan daerah .perasi hilir bertugas mengolah minyak dan mendistribusikan kepada masyarakat. *aerah .perasi /ulu Pertama atas daerah .perasi /ulu 8a a 7agian 7arat$ #umatera bagian #elatan dan #umatera bagian &tara. *aerah .perasi /ilir

16

meliputi : unit pengolahan dan : unit pemasaran. Pembagian *aerah .perasi hilir dapat dilihat pada tabel 1 berikut 6 Ta$el 2. Pe!$ag an Daerah ")eras H l r Perta! na Un t ")eras "& II *umai$ "iau "& III Plaju-#ungai -erong$ #umatera #elatan "& I, Cilacap$ 8a a 3engah "&-, 7alikpapan$ !alimantan 3imur "&-,I 7alongan$ 8a a 7arat Un t Pe!asaran &+P# II Palembang &+P# III 8akarta &+P# I, #emarang &+P# , #urabaya &+P# ,I 7alikpapan

"&-,II !asim$ Papua &+P# ,II #ula esi Sumber : Pedoman BPST Angkatan XIV.Penerbit Pertamina, Palembang,-../ !ilang Plaju dan #ungai -erong diintegrasikan pada tahun 0);(. #ejak tahun tersebut kedua kilang tersebut menjadi tanggung ja ab Pimpinan &nit Pengolahan III ("& III) yang bertanggung ja ab langsung pada *irektur &tama P2"34+I54 Pusat. 7erdasarkan surat keputusan 5o.!pst-((?/21(((/'(((-9( tanggal 0> Februari '((( struktur organisasi di P2"34+I54 "& III diubah. -eneral +anager "& (-+ "& III) memba ahi beberapa manager$ yaitu 6 0. '. 1. ?. 9. :. ;. >. Perencanaan *an Perekonomian 2ngineering *an Pengembangan !euangan &mum #umber *aya +anusia !ilang 8asa dan Pemeliharaan !ilang Bindungan dan Pemeliharaan !ilang -eneral +anager juga langsung memba ahi kilang P2"34+I54 "& III sekarang ini sudah menjadi perusahaan stabil data yang sesuai dengan standar internasional. #truktur .rganisasi Pertamina "& III Plaju berbentuk line staff% dipimpin oleh seorang -eneral +anager yang bertanggung ja ab langsung

17

kepada *irektur Pengolahan Pertamina Pusat di 8akarta$ #truktur .rganisasi Pertamina "& III terdapat pada gambar 0.

18

Struktur "rgan sas Un t #,--U C* E B #ection /ead

ADM

CB2 #enior #uper%isor

P=#. 84-4 -. PB453

4#3. -* E C/2+

P=#. 84-4 "FCC&

3.! #"-' B2 E +2" 3.! #"-' 2-3 E "-3 3.! #"-1 B. 25* 3.! #"-1 -. PB453 3.! #"-1 #347-1 3.! #"-1 BP/45*

3.! #"-0 C.5#.B2 "FCC&

3.! #"-' C.5#.B2 B2


3.! #"-' 4"24-0 "FCC&

3.! #"-1 4"24-' "FCC&

19

&a!$ar 1. Struktur "rgan sas #,--U Sunga &er'ng

20

!eterangan singkat pada -ambar 0 6 -+ "& III /!P /&P+4# P dan 7 "en dan 7ang /I! . dan P *iklat 6 -eneral +anager "efinery &nit III 6 /ukum dan Pertanahan 6 /ubungan Pemerintah dan +asyarakat 6 Pengkajian dan 7enefit 6 Perencanaan dan Pengembangan 6 /ubungan Industrial dan !esejahteraan 6 .rganisasi dan Prosedur 6 Pendidikan dan Pelatihan Bindungan Bingkungan !eselamatan dan !esehatan !erja P. !ebakaran Bat ! dan !B! C* dan -P C* dan B I3P PP 6 Pemadam !ebakaran Batihan dan 4dministrasi dan 4dm 6 !eselamatan dan !esehatan Bingkungan !erja 6 Crude Distiller dan "as Plant 6 Crude Distiller dan Light +nds 6 Instalasi 3angki dan Perkapalan 6 Poly$ro$ylene 7erikut deskripsi secara ringkas tugas$ e enang dan tanggung

Bind.Bing.!esel. dan !es. !erja 6

ja ab masing-masing manager yang ada di Pertamina "& III Plaju. 0. +anager Perencanaan dan Perekonomian 7idang ini bertanggung ja ab terhadap perencanaan crude untuk produksi dan penjad alan pemakaian crude untuk produksi. '. +anager 2ngineering dan pengembangan 7idang ini bertanggung ja ab atas teknologi proses$ mutu produksi yang dihasilkan dari rekayasa teknik dan perencanaan$ serta saran-saran perbaikan dan pengoperasian peralatan proses.

21

1.

+aneger !euangan +anager keuangan bertugas dan bertanggung ja ab atas keuangan perusahaannya meliputi bagian kontroler$akuntansi kilang.

?.

+anager &mum 7idang ini bertugas bertanggung ja ab atas pembinaan sumber daya manusia dan fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karya annya. *ipimpin oleh manager umum yang memba ahi bagian hukum dan pertanahan$ hubungan pemerintah dan masyarakat serta sekuriti.

9.

+anager #umber *aya +anusia 7ertanggung ja ab terhadap pengkajian karya an$ perencanaan dan pengembangan$ hubungan industri dan kesejahteraan karya an termasuk kesehatan karya an$ organisasi serta prosedur-prosedurnya.

:.

+anager !ilang 7idang ini bertugas dan bertanggung ja ab atas kegiatan pengolahan minyak mentah menjadi produk-produk kilang$ yang memba ahi 6 a. &nit Produksi I 6 yang bertugas untuk memproduksi 77+ yang terdiri dari &nit C* dan -P (Crude Distilling and "as Plant)$ C* dan B (Crude Distilling and Light +nd)% &tilitas dan I3P. b. c. d. &nit Produksi II 6 yang bertugas untuk memproduksi non 77+ yaitu !ilang Poly$ro$ylene. Baboratorium. "eliabilitas.

;.

+anager 8asa dan Pemeliharaan !ilang 7idang pemeliharaan kilang di Pertamina "& III Plaju disebut dengan jasa pemeliharaan kilang ( 8P!-"& III). 8P! ini dibagi menjadi 9 bagian 6 a. Perencanaan teknik pemeliharaan 6 bertanggung ja ab terhadap perencanaan pemeliharaan material$ suku cadang dan anggaran$ serta pembuat ikatan kerja dengan kontraktor sebagai pihak ke-1.

22

b.

Pemeliharaan I ( P2+ I ) 6 bertanggung ja ab terhadap pemeliharaan produksi dari unit-unit proses$ meliputi peralatan mechanical non rotating e3ui$ment serta peralatan sipil pada area /.C dan I3P.

c.

Pemeliharaan II ( P2+ II ) 6 bertanggung ja ab terhadap pemeliharaan produksi dari unit-unit proses$ meliputi peralatan mechanical non rotating e3ui$ment serta peralatan sipil pada area /#C dan /CC.

d.

Pemeliharaan II (P2+ III ) 6 bertanggung ja ab terhadap pemeliharan produksi dari unit-unit proses$ meliputi peralatan mechanical non rotating eFuipment serta peralatan sipil pada proses po er utilitas dan pembagian I3P serta penyedian air bersih dari #ungai +usi terhadap dengan !ilang.

e.

Perbengkelan teknik 6 bertanggung ja ab terhadap pemeliharan di lapangan dan pemelihaaran peralatan berat serta pengerjaan pengelasan.

>.

!epala 7idang Bingkungan$ keselamatan dan !esehatan !erja 7idang ini bertanggung ja ab atas terciptanya kondisi kerja yang aman dan berupaya menghindari kecelakaan kerja yang meliputi manusia$ peralatan$ lingkungan serta sebagai penasehat upaya perlindungan lingkungan. Pertamina "& III memiliki karya an yang terbagi menjadi dua

yaitu yang telibat langsung dengan proses produksi dan karya an reguler. 8am kerja karya an yang terlibat lansung dengan proses produksi terbagi atas 1 shift dengan sistem 1 hari kerja dan 0 hari libur. Pembagian shift karya an Pertamina "& III dapat dilihat sebagai berikut 6 0. '. 1. Shift pagi$ pukul (;.((-09.(( Shift sore$ pukul 09.((-'1.(( Shift malam$ pukul '1.((-(;.((

23

#edangkan karya an reguler menggunakan sistem 9 hari kerja (#enin-8umGat)$ jam karya an reguler dapat dilihat sebagai berikut 6 0. '. #enin-!amis$ pukul (;.((-09.(($ istirahat pukul 0'.((-01.(( 8umGat pukul (;.((-09.1($ istirahat pukul 00.1(-01.(( &ntuk 0. '. 1. ?. menjalankan operasinya$ Pertamina memperkerjakan

pega ai-pega ai yang secara garis besar terbagi menjadi6 Pega ai Pembina Pega ai &tama Pega ai +adya Pega ai 7iasa 6 pega ai dengan golongan ' ke atas 6 pega ai dengan golongan 9-1 6 pega ai dengan golongan )-: 6 pega ai dengan golongan 0:-0(

24

BAB III TIN8AUAN PUSTA9A "FCC&("iser Fluidized Catalitic Cracking Unit) merupakan suatu unit yang bertugas untuk menghasilkan komponen mogas (motor gasoline yang merupakan fraksi naftha) yang mempunyai angka oktan tinggi$ disebut (High #ctane Mogas Com$onent untuk di Blending dengan komponen mogas yang memiliki nilai oktan rendah$ yang disebut (B.+C) Lo* octane Mogas Com$onent yang dihasilkan dari C*& (Crude Distiler Unit). Fungsi dari unit ini digunakan untuk mengkon%ersikan minyak berat ( misal 6 acum "as #il% Long Residu yang mempunyai nilai jual rendah) menjadi produk minyak ringan yang mempunyai nilai jual tinggi melalui proses HCrackingI(thermal!catalitic) dengan bantuan katalis. *alam proses "FCC& dibagi dalam beberapa seksi yaitu 6 ( Pertamina "& III$ '(()) a. #eksi Feed $re$aration +erupakan seksi a al sebelum feed masuk ke reaktor digunakan Heat +/changer dan Furnace untuk media pemanasannya. b. #eksi Cracking 3erdiri dari "eaktor dan "egenerator dimana "eaktor berfungsi tempat perengkahan feed$ sedangkan "egenerator berfungsi untuk meregenerasi katalis. c. #eksi Fraksinasi &nit ini memisahkan produk minyak menurut fraksinya berdasarkan titik didihnya pada dua buah kolom fraksionator$ yaitu $rimary dan secondary fraksionator2 d. #eksi kompresi dan light ends #,erhead yang keluar dari menara fraksionator terdiri dari fraksi-fraksi ringan berupa gas yang kemudian diolah lebih lanjut diseksi light ends.

25

Pada seksi ini terdapat kompresor yang berfungsi untuk menaikkan tekanan. e. #eksi Sta-ilizer &nit ini berfungsi untuk memisahkan propane-propylene dan butanebutylene. *imana propane propylene yang keluar dari atas menara dikirim ke propylene unit$ sedangkan butane-butylene dialirkan ke seksi treating$ kemudian dikirim ke tangki sebagai produk BP- dan feed unit alkilasi. f. #eksi .reating &nit ini berfungsi untuk memurnikan gasoline dan BP- dari im$urities sulfur yang berupa +erkaptan dan /'# melalui proses Soda .reating sebelum dikirim ke tangki produk. #eksi ini biasa disebut juga dengan Merichem Unit. 3.1 T njaun U!u! 9atal s !atalis merupakan suatu Aat yang dapat mempercepat laju reaksi hingga mendekati keadaan kesetimbangan kimia dan reaksi tersebut tanpa Aat itu telibat secara permanen dalam reaksi tersebut. 4da tiga golongan katalis yang ada pada dunia industri yaitu 6 ("usdianasari$ '(()) 0. !atalis /omogen !atalis /omogen merupakan katalis yang mempunyai fase yang sama dengan reaktan dan produknya. '. !atalis /eterogen !atalis /eterogen merupakan katalis yang mempunyai fase yang berbeda$ pada umumnya katalis padat digunakan untuk reaktan gas dan cairan.

26

1. !atalis 2nAym 2nAym adalah molekul-molekul protein dalam koloid antara ukuran molekul katalis homogen dan ukuran heterogen. 2nAim merupakan penggerak dari reaksi bimolecular. *alam proses perengkahan digunakan jenis katalis /eterogen yaitu 4luminium #ilica (4l'.1#i.') yang berfungsi untuk mempercepat dan mengarahkan reaksi$ sehingga produk yang didapat sesuai dengan apa yang diinginkan. (Pertamina "& III$ '(()) 3.2 8en s Pr'ses Perengkahan *alam proses perengkahan ada ' macam yaitu 6 (Fadarina$ '(0() 0. Perengkahan 3ermis Proses Perengkahan termis merupakan suatu proses pemecahan molekul-molekul hidrokarbon besar atau hidrokarbon rantai lurus dan panjang menjadi molekul-molekul kecil yang mempunyai titik rendah. 4dapun macam-macam proses perengkahan termis 6 a. Pemecahan %iskositas 5 ,iscosity -reaking ) b. Perengkahan fase campuran c. Perengkahan fase uap d. Perengkahan 5afta '. Perengkahan !atalis Perengkahan katalis adalah suatu proses pengilangan minyak yang merubah hidrokarbon bukan gasoline yang mempunyai titik didih tinggi menjadi hidrokarbon gasoline yang mempunyai titik rendah. ,ariabel-%ariabel utama dalam proses perengkahan katalis adalah suhu$ tekanan$ nisbah katalis-minyak ( rasio antara berat katalis masuk reaktor per jam dengan berat minyak yang diumpankan per jam )$ dan s$ace ,elocity ( yaitu berat atau %olume minyak yang diumpankan per jam per berat atau %olume katalis dalam Aona reaksi ).

27

!enaikan kon%ersi reaksi dapat dicapai dengan cara 6 (Fadarina$ '(0() a. #uhu tinggi b. 3ekanan tinggi c. S$ace ,elocity rendah d. 5isbah katalis-minyak tinggi 3.3 Ma.a!%!a.a! )r'ses )erengkahan katal s 7erdasarkan cara penanganan katalis maka proses perengkahaan katalis terdiri dari6 (Fadarina$ '(0() 0. &nggun tetap ( Fi/ed -ed ) terdiri dari 6 Proses Houdry dan Cyclo,ersion Cataytic Cracking '. &nggun bergerak ( mo,ing -ed ) terdiri dari 6 a. Proses (irlift .hermofor Catalytic Cracking ( 3CC ) b. Proses Houdryflo* Cataytic Cracking c. Proses Houdresid Catalytic Cracking 1. &nggun terfluidisasi ( Fluidized -ed ) terdiri dari 6 Proses Fluidized Catalytic Cracking ?. Proses sekali jalan ( #nce .hrough )$ terdiri dari satu proses yaitu Sus$ensoid Catalytic Cracking. 3.4 Pro(e!! "atal$ti( "ra(king "eaksi kimia Catalytic Cracking ditunjukan oleh adanya pemutusan rangkaian-rangkaian kimia dalam molekul dalam hidrokarbon dengan bantuan panas dan katalis. ( Pertamina "& III$ '(()) "eaksi Catalytic Cracking secara sederhana menjadi dua bagian$ yaitu 6 (#ubo o$ 0))9) 0. Primar$ "ra(king Rea(tion +erupakan reaksi perengkahan beberapa grup hidrokarbon yaitu parafin$ nafthene dan aromatik.

28

a. Parafin Contoh 6 C'(/?' +inyak berat b. 5aftene Contoh 6

.lefin

Parafin

C00/''

C)/'( "asoline

.lefin

CKC " CKC c. 4romatic 4romatic J Contoh 6 .lefin C-"

C/' - " J C/' - "

-. Progre! Rea(tion Progres Reaction merupakan reaksi lanjutan dari senya a yang dihasilkan pada Primary Cracking Reaction$ antara lain 6 (#ubo o$ 0))9) a2 Secondary Cracking #enya a dari parafin akan menghasilkan parafin dan olefin dengan berat molekul lebih kecil.

29

Contoh 6

C)/'( Parafin

C:/0?

C1/: .lefin (BP-)

Parafin 5"asoline1

-2 Con,ertion #enya a .lefin yang reaktif menjadi senya a olefin yang mempunyai berat molekul yang kecil. Contoh 6 C)/0> .lefin 5"asoline1 ("asoline) c2 Dehidrogenation 3erjadi pemutusan ikatan carbon hidrogen pada senya a .lefin. Contoh 6 C)/0> .lefin("asoline) C)/0: J /' /idrogen C1/: .lefin (BP-) J C:/0' .lefin

.lefin("asoline)

Pada "FCC& Primary Cracking adalah lebih diutamakan dengan usaha memaksimumkan $roduk "asoline$ sedangkan Secondary Cracking yang menghasilkan produk gas dan coke perlu dibatasi. *alam proses perengkahan digunakan jenis katalis /eterogen yaitu 4luminium #ilica(4l'.1#i.') yang berfungsi untuk mempercepat dan mengarahkan reaksi$ sehingga produk yang didapat sesuai dengan apa yang dinginkan. (Pertamina$ '(()) *alam proses produksinya dihubungkan dengan reaktor tempat

terjadinya cracking/perengkahan sehingga katalis yang telah digunakan dalam reaktor akan diregenerasi dan dapat dikembalikan lagi ke reaktor setelah diregenerasi secara kontinue. (Pertamina$ '(()) Pada reaktor terjadi Chemical Cracking reaction dari umpan hidrokarbon yang kontak dengan katalis pada temperatur 9(( oC-9'(oC sehingga terjadi proses cracking/perengkahan ini akan terjadi pembentukan

30

coke2 Coke yang dihasilkan dari proses cracking/perengkahan tesebut akan terdeposit pada katalis (yang disebut sebagai s$ent catalist) sehingga dapat menyebabkan penurunan akti%itas katalis dalam proses cracking/perengkahan$ untuk itu s$ent catalist tersebut harus diregenerasi dalam. ( Pertamina$ '(()) Coke yang terdeposit pada katalis akan dibakar dengan bantuan udara pembakar yang di injeksikan ke dalam "egenerator sehingga terjadi proses pembakaran coke dengan temperatur berkisar antara :9(oC- ;9(oC. !atalis yang sudah di bakar dan dihilangkan deposit cokenya (disebut regenerated catalist) akan digunakan lagi pada reaktor sebagai pembantu dalam proses perengkahan. (Pertamina$ '(()) "egenerasi katalis dilakukan dengan mengoksidasi coke pada katalis dengan udara disuplai dari (+471 Main (ir Blo*er dan (C47) Conttrol (ir Blo*er. Flue gas hasil pembakaran kemudian masuk ke dalam lima buah cyclone dengan dua stage untuk memisahkan partikel-partikel katalis yang terba a. 3.4 Pr'ses *ar a$el Proses ,ariabel antara lain ( #ubo o$ 0))9) 6 0. Reactor Hold u$ Pada unit FCC& perubahan Reactor Hold U$ hanya terjadi dengan penambahan atau pengeluaran katalis dari sistem. Penambahan dari hold u$ akan menambah kon%ersi dan sebaliknya pengurangan hold u$ akan menurunkan kon%ersi. 8adi penambahan dari reactor hold u$ akan banyak pengaruhnya terhadap intensitas cracking. '. #uhu "eaktor #uhu reaktor dapat dinaikkan dengan jalan 6 a. +enambah atau mempercepat aliran sirkulasi katalis. b. +enambah injeksi torch oil ke "egenerator . (Pertamina$ '(())

31

c. +enambah suhu dapur 5 Reactor Feed $reheater ). *engan menambah suhu reaktor$ maka akan menaikkan kon%ersi. #uhu reaktor dalam operasinya adalah 9'( oC pada dense -ed$ suhu disini dapat berkisar antara 90( C 9'( oC. 1. Catalyst (cti,ity *alam operasi cracking$ katalis akan kehilangan aktifitasnya. &ntuk mengganti aktifitas yang hilang tesebut$ maka perlu ditambahkan sejumlah katalis baru dengan teratur. &ntuk unit "FCC aktifitas katalis dapat dipertahankan dengan menambahkan katalis baru kira-kira 1 ton/hari. 8ika aktifitas katalis bertambah$ maka bertambahnya kon%ersi. ?. !ecepatan #irkulasi !atalis !ecepatan sirkulasi katalis mempunyai pengaruh besar terhadap kon%ersi. Penambahan kecepatan sirkulasi katalis ini akan menaikkan suhu reaktor yang akan mengakibatkan naiknya intensitas cracking dan kon%ersi akan naik. &ntuk total bahan yang stabil$ kenaikan dari kecepatan sirkulasi katalis akan menaikan HCatalyst #il RatioI yang diteruskan naiknya intensitas cracking dan kon%ersi. 9. 8umlah &mpan 8ika jumlah feed yang masuk dikurangi maka reactor hold u$ (katalis) juga harus dikurangi$ untuk menjaga kon%ersi yang diingini. Pada umumnya bahan baku yang lebih berat akan memberikan hasil karbon yang tinggi dan hasil gasoline yang rendah$ hal ini disebabkan karena materi yang berat cenderung membentuk coke. !ebersihan dari bahan baku juga sangat mempengaruhi$ untuk bahan baku yang banyak mengandung metal$ metalnya akan menempel pada katalis sehingga hilangnya selekti%itas dari katalis itu.

32

:. 3ekanan Parsial +inyak 3ekanan parsial minyak akan berubah-berubah dengan penambahan atau pengurangan steam ke #il Riser. Pengaruh terhadap kon%ersi adalah kecil$ karena jumlah injeksi steam itu kecil pula. #team ini di batasi supaya kecepatan uap naik di reaktor jangan terlalu cepat$ yang akan mengakibatkan banyaknya katalis yang akan terba ah ke Fractionator. ;. Car-on Build U$ Car-on -uild u$ adalah suatu problem di &nit "FCC yang mana tidak didapatkan suatu keseimbangan antara karbon yang terbakar di "egenerator. *alam hal ini terbentuknya karbon lebih banyak dari pada pembakaran ( masih terdapatnya sisa-sisa karbon pada regent katalis ). 4kibatnya katalis tidak aktif lagi dan akhirnya produksi makin lama makin sedikit. /al-hal yang menyebabkan car-on -uild u$ adalah 6 a. 7ahan baku terlalu berat b. !atalis terlalu aktif c. Recycle feed terlalu banyak 3anda-tanda car-on -uild u$ adalah 6 a. Pemeriksaan katalis di laboratorium menunjukkan bah a karbon contain lebih besar ($: L t b. Perbedaan suhu antara regent -ed dengan stack D '(oC c. Produksi yang menurun Cara mengatasi car-on -uild u$ adalah 6 a. +enambah pemakaian angin$ berarti menambah oksigen b. +enambah stri$$ing steam$ berarti mengurangi karbon ke regen c. +engurangi jumlah feed/memperingan feed >. (fter Burning

33

(fter -urning adalah peristi a terbakarnya C. pada daerah $ianum cham-er menuju stack . (fter -urning adalah suatu problem dimana tidak adanya keseimbangan karbon yang terbentuk di reaktor dengan suplay udara pembakaran$ dalam hal ini oksigennya berlebihan akibatnya terjadinya lagi pembakaran pada bagian atas sehinggga suhu cyclon dan suhu stack menjadi tinggi. /al ini dapat menjadi penyebab kerusakan pada cyclon$ karena suhu yang sangat tinggi itu. (fter -urning disebabkan karena 6 a. 3erlalu banyak injeksi udara dari Main (ir Blo*er (+47) b. 3erlalu sedikit car-on lay do*n dari reaktor c. 7ahan baku yang lebih ringan &ntuk mengatasi (fter -urning adalah 6 0. +engurangi pemakaian udara dari Main (ir Blo*er ( +47) '. +enambah pemakaian torch #il ke "egenerator 1. +emasukkan bahan baku yang lebih berat

34

BAB I* DATA PEN&AMATAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Penga!atan !ondisi operasi Regenerator yang meliputi tem$erature dan flo* rate Ta$el 3. 9'n( s ")eras #egenerat'r Pemeriksaa n Parameter *ense bed *ilute bed #tack +47 C47 Feed "iser 5Sum-er #atuan
o o o o o o

3anggal (0/('/'(0' (>/('/'(0' 09/('/'(0' ''/('/'(0' ')/('/'(0' :;? :): :): 0:?$' 00>$; :;' :)9 :)9 0:9 00) :;1 :): :): 0:? 00>$9 :;9 :);$9 :);$9 0:?$> 00> :;? :)> :)> 0:? 00>$1 9(9

C C C C C C

9(? 9(?$> 9(? 9(?$1 6 Morning re$ort unit RFCC P.2 P+R.(M'&( RU '''1

Ta$el 4. Has l 2l': rate u(ara )a(a alat #egenerat'r Flo rate +47 to "egen C47 to #atuan 3// (0/('/'(0' 9)$'0(( ;$;;(( (>/('/'(0' 9)$9((( ;$99(( 3anggal 09/('/'(0' 9)$>0(( ;$>((( ''/('/'(0' 9)$9:(( ;$;1(( ')/('/'(0' 9)$>:(( ;$>1((

3// 8-bend 5Sum-er

6 Morning re$ort unit RFCC P.2 P+R.(M'&( RU '''1

35

*ata analisa orsat (Flue gas1 Ta$el 4. Has l anal s s "rsat /*lue ga!1 !omposis i Flue gas #atuan 3anggal

(0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' C. L,ol ( ( ( ( ( C.' L,ol 09$1 09$'1 09$'' 0?$): 09$' .'J4r L,ol 1$0? 1$09 1$0 1$00 1$0; 5' L,ol >0$9:( >0$:'( >0$:>( >0$)1( >0$:1( #.' L,ol ( ( ( ( ( 5.' L,ol ( ( ( ( ( 5Sum-er $emeriksaan la-oratorium Feed RFCCU P.2 Pertamina RU '''1 4.2 Perh tungan Bas s Perh tungan ; 1 ja! ')eras Data tanggal 1 ,e$ruar 2012 !omposisi Flue gas L mol (by -C method) C. C.' .'J 4r *engan :. Ta$el 7. has l anal s s "rsat /,lue gas1 K( K 0?$1 K 1$0? 5' #.' 5.' K >'$9: K( K( maka data

mengambil data lembar pengesahan lampiran 4

tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel

!omposis

i Flue gas (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' C. L,ol ( ( ( ( ( C.' L,ol 09$1 09$'1 09$'' 0?$): 09$' .'J4r L,ol 1$0? 1$09 1$0 1$00 1$0; 5' L,ol >0$9:( >0$:'( >0$:>( >0$)1( >0$:1( #.' L,ol ( ( ( ( ( 5.' L,ol ( ( ( ( ( 5Sum-er $emeriksaan la-oratorim Feed RFCCU P.2 Pertamina RU '''1 1. Pen+esua an 9'!)'s s 2lue gas

#atuan

3anggal

36

Pada analisis -C komposisi oksigen (.') termasuk dengan kandungan 4r sehingga harus dikoreksi untuk mengetahui kandungan oksigen sebenarnya kandungan 4rgon diasumsi 0$' L dari kandungan 5itrogen. #ehingga$ 4r K 0$'L5' 4r K (($(0')(>'$9:) K ($))(; L mol !omposisi flue gas setelah dikoreksi 6 C. C.' .' 5'J4r #.' 5.' K K K K K K ( 0?$1 1$0? C ($))(; K >'$9: J ($))(; K ( ( '$0?)1 >1$99(;

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan penyesuaian flue gas tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel ;. Ta$el <. Pen+esua an k'!)'s s 2lue gas 2. 9'n6ers u(ara )e!$akaran ke (r+ $as s !omposisi 3anggal #atuan (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' Flue gas C. L,ol ( ( ( ( ( C.' L,ol 09$1 09$'1 09$'' 0?$): 09$' .'J4r 5' #.' 5.' L,ol L,ol L,ol L,ol '$0:0'> >'$91>;' ( ( '$0;(9: >'$9))?? ( ( '$00)>? >'$::(0: ( ( '$0':>? >'$)010: ( ( '$0)(?? >'$:(): ( (

*engan menggunakan grafik psychometric dapat ditentukan moisture content dari udara pembakaran . Pada kondisi atmosferik 3 K 1' oC dan relatif humidity K )9 L moisture content adalah 3itik embun K ($(')

l-H ' #

l- udara ker ing

37

M(B

9)$'0 . 0((( 7g '$'(':? l/ / hr 0. 0 7g

=01(?0>$10?? l-

hr

C(B

;$;; . 0((( 7g '$'(':? l/ / hr 0. 0 7g

=0;00?$90'> l-

hr

udara basah

K laju alir massa +47J laju alir massa C47 K 01(?0>$10?? l-

hr

+ 0;00?$90'> l-

hr

K 0?;91'$>';' lb/hr &dara kering


0?;91'$>';' lhr

K
udara -asah. 0 l- udara ker ing (0 + ($(') ) udara -asah

K0?11;?$)919 l/'. di udara

hr hr 0?11;?$)919 lhr

K 0?;91'$>';' lK ?09;$>;1; l-

hr

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan kon%ersi udara pembakaran ke dry basis tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel >. Ta$el =. 9'n6ers u(ara )e!$akaran ke (r+ $as s Parameter (lb/hr) +47 C47 &dara basah &dara kering /'. di udara 3anggal (0/('/'(0' 01(?0>$10?? 0;00?$90'> 0?;91'$>';' 0?11;?$)919 ?09;$>;1; (0/('/'(0' 010(9;$(>(( 0::')$)1'( 0?;:>;$(0'( 0?19'?$;)1 ?0:'$'0)( (0/('/'(0' 010;1)$>)>? 0;0>($9)'( 0?>)'($?)(? 0??;'1$9(>: ?0):$)>0> (0/('/'(0' 0100>)$'1>? 0;(':$?(;' 0?>'09$:?9: 0??(1>$9'>1 ?0;;$00;1 (0/('/'(0' 010>9($(1(? 0;'?:$:;0' 0?)():$;(0: 0??>)?$;91; ?'(0$)?;)

38

3. Perh tungan !'l 2lue gas 4liran flue gas dihitung dari 5' balance dengan asumsi udara .' 5' K K '0 L ;) L 0?11;?$)919 l'>$):: lK

&dara kering K 7+ udara K

hr

l-mol

+ol udara kering

-erat udara ker ing BM udara

0?11;?$)919 lK

hr

'>$):: l-

l-mol
hr

?)?)$;:;0 l-mol

mol

mol dlm flue gas hr ( & ' + (r ) dalam udara ker ing K hr ( & ' + (r )
;) l-mol inert l-mol hr 0(( l-mol udara

?)?)$;:;0

l-mol F" >'$91>;' l-mol inert hr 0(( l-mol flue gas

+ol Flue -as

K ?;1;$9919 l-mol

hr

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan mol flue gas tanggal ;$ 0?$ '0$ '> +aret dan ? 4pril '(00 dapat ditabulasikan seperti 3abel ). Ta$el >. M'l 2lue gas Parameter (lbmol/hr) udara kering flue gas (0/('/'(0' ?)?)$;:;0 ?;1;$9919 (0/('/'(0' ?)9?$)?(( ?;1)$(0>? 3anggal (0/('/'(0' ?)):$1'1: ?;;9$(>>1 (0/('/'(0' ?);'$:;9> ?;1;$)>: (0/('/'(0' 9(('$'199 ?;>1$:::>

39

4. Perh tungan kan(ungan kar$'n /-1 (ala! .'ke !arbon ada di coke dihitung dari komposisi flue gas setiap satu mol C yang di bakar akan menghasilkan satu mol C. atau C.' di flue gas C J .' J /' J # J 5 C K C. J C.' J /'. J #.' J 5.' J .'

mol C# + mol C#' 0 l-mol C flue gas K 0(( mol flue gas 0 l-mol C# C#'
K

?;1;$9919 l-mol

( l-mol C# +09$1 l-mol C#' 0 l-mol C hr 0(( l-mol F" 0 l-mol C# C#

'

K ;'?$>?9; l-mol

hr

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan kandungan karbon (C) dalam coke tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 0(. Ta$el 10. 9an(ungan kar$'n (ala! .'ke Parameter (lbmol/hr) Carbon (0/('/'(0 ' ;'?$>?9; (0/('/'(0 ' ;'0$;9'9 3anggal (0/('/'(0 ' ;':$;:>? (0/('/'(0 ' ;(>$>('; (0/('/'(0 ' ;';$00;1

40

4. Perh tungan kan(ungan h+(r'gen /H21 (ala! .'ke !andungan hydrogen di coke dapat dihitung dari kesetimbangan oksigen (.').4dapun reaksi-reaksinya sebagai berikut 6 C C /' # 5 J J J J J .' M .' M .' .' .' C.' C. /'. #.' 5.' K e<cess .' di flue gas J .' bereaksi menjadi C.

#ehingga .' dalam udara regenerasi

($9 mol #' mol C#


J .' bereaksi menjadi C.'

0 mol #' mol C#'


J .' bereaksi menjadi /'.

($9 mol #' mol H # '


J .' bereaksi menjadi #.'

0 mol #' mol S# '


J .' bereaksi menjadi 5.'

0 mol #' mol &# '


*imana .' di udara "egenerator K mol udara ker ing
'0 mol #' 0(( mol udara

41

K ?)?)$;:;0 l-mol hr K 0(1)$?900 l-mol 2<cess .' di flue gas K mol flue gas

'0 l-mol # ' 0(( l-mol udara

hr

( #' (r ) l-mol
0(( l-mol F"
'$0:0'> l-mol 0(( l-mol

K ?;1;$9919 l-mol hr K 0('$1)0> l-mol .' bereaksi menjadi C.


mol F"

hr

($9 l-mol #' l-mol C# 0(( l-mol F" l-mol C#

K
?;1;$9919 ($9 l-mol # ' ( l-mol C# l-mol hr 0(( l-mol F" l-mol C#

K ( l-mol .' bereaksi menjadi C.'

hr

of #'
l-mol C#' 0 l-mol #' 0(( l-mol F" l-mol C#'

K mol F" K

?;1;$9919

l-mol 09$1 l-mol C# ' 0 l-mol # ' hr 0(( l-mol F" l-mol C# '

K ;'?$>?9; l-mol .' bereaksi menjadi #.' K mol F"

hr

of #'

l-mol S#' 0 l-mol #' 0(( l-mol F" l-mol S#'

K
?;1;$9919 ( l-mol S# ' 0 l-mol # ' l-mol F" hr 0(( l-mol F" l-mol S# '

K ( l-mol

hr

of #'

42

.' bereaksi menjadi 5.'

K mol F"

l-mol &#' 0 l-mol #' 0(( l-mol F" l-mol &#'

K
?;1;$9919 ( l-mol &# ' 0 l-mol # ' l-mol F" hr 0(( l-mol F" l-mol &# '

K ( l-mol .' bereaksi menjadi /'. bereaksi K


0(90$(9:

hr

of #'

K .' di regenerator C .' e<cess C .' yang

l-mol l-mol l-mol 00'$') ;9;$1 hr hr hr

K '0'$'01: l-mol

hr

of #'

/ydrogen yang terbakar oleh oksigen didalam regenerator adalah 6 /' yang terbakar oleh oksigenK .' bereaksi menjadi /'. < 7+ /' K '0'$'01: K ?'?$?';'
l-mol H ' l-mol #' ' hr l-mol # '
l-mol H' hr

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan kandungan hydrogen (/') dalam coke tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 00. Ta$el 11. kan(ungan h+(r'gen /H21 (ala! .'ke Parameter (lbmol/hr) .' di udara "egenerator +/cess .' di flue gas (0/('/'(0' 0(1)$?900 0('$1)0> (0/('/'(0' 0(?($91;? 0('$>:1' 3anggal (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' 0(?)$''>( 0(0$''?' 0(??$':0) 0(($;:)? 0(9($?:)9 0(?$;>11

43

.' bereaksi menjadi C. .' bereaksi menjadi C.' .' bereaksi menjadi #.' .' bereaksi menjadi 5.' .' bereaksi menjadi /'. /' yang terbakar oleh oksigen

($(((( ;'?$>?9; ($(((( ($(((( '0'$'01:

($(((( ;'0$;9'9 ($(((( ($(((( '09$)'0;

($(((( ;':$;:>? ($(((( ($(((( ''0$'191

($(((( ;(>$>('; ($(((( ($(((( '1?$:>)>

($(((( ;';$00;1 ($(((( ($(((( '0>$9:>>

?'?$?';'

?10$>?11

??'$?;(:

?:)$1;);

?1;$01;9

7. Perh tungan .'ke (ar .ar$'n /-1 (an H+(r'gen 3otal massa coke yang tebakar menjadi C. J C.' J /'. adalah *ari karbon K .' bereaksi menjadi C.' < 7+ C K ;'?$>?9; hr C 0'$(0 l-mol C K >;(9$1):) l- hr C *ari /ydrogen K /' yang terbakar oleh .' < 7+ /' K ?'?$?';'
l- H l-mol '$(0: hr H ' l-mol H '
l-mol l- C

K >99$:?9' l- hr H 3otal K >;(9$1):) l- hr C + >99$:?9' l- hr H K )9:0$(?'0 l- hr coke *engan cara yang sama maka hasil perhitungan coke dari carbon (C) dan /ydrogen tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 0'.

44

Ta$el 12. Perh tungan .'ke (ar .ar$'n /-1 (an H+(r'gen Parameter (0/('/'(0' >;(9$1):: 3anggal (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' (0/('/'(0' >::>$'?;9 >;'>$?>>) >90'$;'(9 >;1'$:;)1

C (lb/hr C)

/ (lb/hr /)

>99$:?91

>;($9):'

>)'$('(;

)?:$':)?

>>0$':)'

Coke (lb/hr coke)

)9:0$(?0)

)91>$>?1;

):'($9():

)?9>$)>))

):01$)?>:

<. Perh tungan h+(r'gen (ala! .'ke

/' in Coke

( H $ l- hr )(0(() (coke$ l- hr )
'

>99$:?91 lK

hr

H coke

)9:0$(?0) l-

0((L

hr

>$)?)1 t-L hydrogen

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan L hidrogen dalam coke tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 01. Ta$el 13. ? h (r'gen (ala! .'ke Parameter (L t) H8 in /ari ke1 )$';'0

0 >$)?)1

' )$0':)

? 0($((1

9 )$0:::

45

coke =. Perh tungan )anas )e!$akaran .'ke

Panas dari pembakaran dapat dihitung berdasarkan temperatur tertinggi rata-rata di dalam regenerator .3emperatur rata-rata dari dense -ed$dilute $hase dan stack (flue gas) dihitung dengan dasar perhitungannya 3emp tertinggi rata-rata K

(0'?9$' + 0'>?$> + 0'>?$>) ( F


1

K 0';0$:(( oF /c('CJ.' 'C.) K ?:'0: J 0$?;(3rata-rata regenerator) K ?:'0: J 0$?; (0';0$:(( oF) K ?>(>9$'9' B.U l-mol C#

/c(C.) K ( #' -ereaksi men)adi C# )

' l-mol C# ( H C ) l-mol #'

l-mol ' l-mol C# # ' -ereaksi men)adi C# ( hr l-mol # ' ?>(>9$'9' B.U l-mol C#

K ( B.U

hr
C.') K 0:)019 J ($9(3rata-rata regenerator) K 0:)019 J ($9 (0';0$:(( oF) K 0:);;($>(((

/c(CJ.'

B.U

l-mol C# '
( HC )

l-mol C#' /c(C.') K ( #' -ereaksi men)adi C#' ) l-mol # '

46

l-mol 0 l-mol C# ' # ' -ereaksi men)adi C# ' ;'?$>?9; hr 0 l-mol #' 0:);;($>((( B.U l-mol C# '
K 0'1(9;:1?$?((( B.U /c('/'J.'

hr

'/'.) K 0(?9?: J 0$9>9(3rata-rata regenerator) K 0(?9?: J 0$9>9 (0';0$:(( oF) K 0(:9:0$?>:

B.U

l-mol H ' #

' l-mol H ' # /c(/'.) K ( #' -ereaksi men)adi H ' # ) l-mol # ( HC ) '

l-mol ' l-mol H ' # #' -ereaksi men)adi H ' # '0'$'01: hr 0 l-mol #' 0(:9:0$?>: B.U l-mol H # '
K ?9'';9)1$01 B.U

hr

/pembakaran coke

K ( J 0'1(9;:1?$?((( J ?9'';9)1$01 K 0:>'>9'';$9 B.U

hr

*engan basis 0 lb coke 6

/pembakaran coke

H $em-akaran coke -erat coke

0:>'>9'';$9 B.U
K

hr

)9:0$(?0) l-

hr

47

K 0;:(0$01) B.U l- coke Panas pembakaran harus dikoreksi dengan kandungan coke hydrogen dengan menggunakan persamaan 6 !oreksi K 0011 01?$:( *t L H ) K 0011 01?$: (>$)?)1 ) K ;0$9;9> B.U l- coke

/pembakaran K /pembakaran coke J koreksi


K 0;:(0$01) B.U l- coke ;0$9;9> B.U l- coke K 0;9')$9:1' B.U l- coke *engan cara yang sama maka hasil perhitungan panas pembakaran coke tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 0?. Ta$el 14. Has l )erh tungan )anas )e!$akaran .'ke Parameter N/c (C.)$ 73&/hr N/c(C.')$ 73&/hr N/c(/'.)$ 73&/hr !oreksi$ 73&/lb coke N/pembakaran$ 73&/lb coke 0 ( 0'1(9;:10$1>( ) ?9'';9)9$?'?: -;0$9;?1 0;9')$9:?: ' ( 0''910:1'$9:9 ( ?:(0:'':$0?'' -)9$?;?1 0;9;?$09;> /ari ke1 ( 0'11>1>?0$09( ; ?;0?)>))$;':' -009$('0( 0;:00$(?(0 ? ( 0'(11?>9'$>;( ( 9((0)9>0$90>) -'01$9';0 0;;):$':?' 9 ( 0'1???0:9$))? ? ?:9>1:>:$>:)) -0(($>'(' 0;9>?$;0;>

#E&ENE#AT"# HEAT BALAN-E 7asis K 0 lb coke

48

>. Panas +ang ( $utuhkan untuk !e!anaskan u(ara )e!$akaran

/ K n < Cp < 3
3emperatur udara panas keluaran dari +47 K 1';$9: (F dengan temperatur rata-rata tertinggi regenerator 0';0$:(((F dan Cp K 73&/lb(F
C$
udara $ada tem$ )?? $ (? o F

($':9 Btu

l- F

(sumber 6 buku Process Heat .ransfer !ern$ *.O Fig 1. #pecific heats of gases)

/udara

K n.Cp. 3 K .otal coke C P .


udara M(B

/udara +47
K

0?11;?$)919 lb/hr udara ($':9 Btu / l- ( F (0';0$: 1';$9:) ( F )9:0$(?0) lb/hr coke

K 1;90$?)?; 7tu/lb coke *engan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan udara regenerator tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 09 . Ta$el 14. Panas +ang ( $utuhkan untuk !e!anaskan u(ara #egenerat'r Parameter N/udara$ 73&/lb coke /ari ke0 1;90$?)? ; ' 1;?>$>?1 : 1 1;:'$?0: 1 ? 1>0?$>?: ( 9 1;>0$?'(:

10. Panas +ang ( $utuhkan untuk !e!anaskan regenerat'r

ua) a r (ala!

!andungan uap air di udara regenerasi akan dipanasi dari temperatur '?9$:: oF menjadi 0';0$: oF.
C$
*ater $ada tem$ 0('9$ )? o F

($9 Btu

l- F

49

(sumber 6 buku Process Heat .ransfer 7ern% D29 Fig :2 S$ecific heats of gases)
H H '#

K n.Cp. 3 K K
H ' # dalam udara C P . .otal coke

?09;$>;1; l-

hr H ' # ($9 B.U (0';0$: '?9$::) F l- F )9:0$(?0) l- coke hr


K ''1$(;>; B.U l- coke

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan uap air dalam "egenerator tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 0: . Ta$el 17. Panas +ang ( $utuhkan untuk !e!anaskan ua) a r Parameter
H H '#

0 ''1$(;>;

' ''1$0)(0

/ari ke1 ''1$;1':

? '';$11;'

9 ''?$>>?9

(73&/lb coke)

11. Panas +ang ( $utuhkan untuk !e!anaskan .'ke Coke yang dipanaskan dari temperatur reaktor )1)$' temperatur tertinggi "egenerator 0';0$: ($? B.U l- F K (3rata tertinggi regenerator C 3riser reaktor) < CP K 0';0$:
o o

F sampai ke K

F dengan kalor jenis

/coke

F )1)$' F ($? B.U

l- F

K 01'$): B.U l- coke

50

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan coke tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 0; .

Ta$el 1<. Panas +ang ( $utuhkan untuk !e!anaskan .'ke Parameter N/coke$ 73&/lb coke /ari ke0 01'$): ' 010$?'? 1 01'$;' ? 011$;( ? 9 011$'

12. Nera.a Panas #egenerat'r (an E2 s ens #egenerat'r *engan menggunakan ketetapan .y$ical Regenerator Heat Loss '9(

B.U

l- coke

H reg . katalis K H com- coke H coke H udara H ' # H loss H "e mo,ed

K (0;9')$9:?: 01'$): 1;90$?)?; ''1$(;>; '9( ( ) 73&/lbcoke K 010;'$(10' B.U l- coke Ta$el 1=. Heat Balan.e #egenerat'r Panas Panas pembakaran coke di regenerator Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan udara pembakaran Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan kandungan air di udara pembakaran Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan coke Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan katalis Panas yang hilang di regenerator Panas BTU@l$ .'ke In)ut "ut)ut 0;9')$9:?: 1;90$?)?; ''1$(;>; 01'$):(( 010;'$(10' '9($((((

51

Panas yang diambil sebagai katalis cooler T'tal

1<42>A4747
H regenerasi H com-ustion

($(((( 1<42>A4747
katalis of coke

E2 s ens ther!al #egenerat'r K

0((

K K

l- coke 0(( B.U 0;9')$9:?9> l- coke


?9$0?0> L

010;'$(10' B.U

*engan cara yang sama maka hasil perhitungan efisiensi thermal "egenerator tanggal 0$ >$ 09$ '' dan ') Februari '(0' dapat ditabulasikan seperti 3abel 0)

Ta$el 1>. E2 s ens ther!al #egenerat'r Parameter


H regenerasi
katalis

H com-ustion

of coke

0 010;'$(10 ' 0;9')$9:? : ;9$0?0>

' 01''($;(( ' 0;9;?$09; > ;9$''>0

/ari ke1 01'?'$0;0 0 0;:00$(?( 0 ;9$0)'?

? 011;($1;; ( 0;;):$':? ' ;9$01('

9 010)9$'0' : 0;9>?$;0; > ;9$(1>(

2fisiensi thermal "egenerator$ L 4.2 Pe!$ahasan

Proses cracking yang terjadi pada unit "FCC bertujuan untuk mengkon%ersi +//,-. dari /,& dan Bong "esidu menjadi produk minyak ringan yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Proses cracking berlangsung dengan adanya bantuan dari katalis sehingga proses perengkahan fraksi minyak berat menjadi fraksi minyak yang lebih ringan menjadi lebih cepat dan effisien.

52

2fisiensi regenerator didapat dengan membandingkan panas yang dibutuhkan untuk meregenerasi katalis (P/ regenerated catalist) dengan panas yang dibutuhkan untuk membakar coke (P/ combustion of coke). Idealnya semua panas yang diguakan untuk membakar coke adalah panas yang digunakan untuk meregenerasi katalis$ namun pada kenyataannya tidak semua panas pembakaran coke digunakan untuk meregenerasi katalis. /al ini dapat dilihat pada diagram neraca panas diba ah ini 6
!"ue ga#

Ra$iation "o##e#

Regenerator H Combution of co e

()ent cata"&#t Co e

Heat remo%a"

Regenerate$ cata"&#t

'$ara

*ambar 2+ ,eraca -ana# Rea tor

Persamaan neraca energi pada saat steady state ditampilkan sebagai berikut 6 Energ+ n B Energ+ )r'(u.e( C Energ+ 'ut B Energ+ .'nsu!e( 2nergy in K 2nergy (air J spent catalyst J coke) 2nergy produced K Combution of coke 2nergy out K 2nergy (flue gasJ regenerated catalyst J remo%ed J radiation loss) 2nergy consumed K ( -DH A r % DH S)ent -atal+st % DH .'ke B DH .'!$ut 'n '2 .'ke C DH re!'6e( B E ra( at 'n l'ss DH S)ent -atal+st C DH .'!$ut 'n '2 .'ke % DH .'ke -DH A r % DH re!'6e( % E ra( at 'n l'ss 3erlihat bah a tidak semua panas pembakaran coke digunakan untuk meregenerasi katalis$ hal ini karena panas pembakaran coke terlebih

53

dahulu harus dikoreksi terhadap panas yang dibutuhkan untuk memanaskan udara pembakaran$ uap air yang terkandung dalam udara pembakaran$ dan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan coke$ serta terhadap panas radiasi dan panas yang hilang. Panas pembakaran coke sangat dipengaruhi oleh laju udara pembakaran yang masuk dan total coke yang masuk ke regenerator. #emakin banyak coke yang masuk ke regenerator maka semakin banyak pula udara pembakaran yang dibutuhkan. 5amun pembatasan udara masuk juga perlu dilakukan untuk menjaga temperatur regenerator sehingga tidak terlalu tinggi. 3emperatur dilute phase sedikit lebih tinggi dari pada temperatur dense phase. /al ini disebabkan karena adanya reaksi oksidasi C. eksoterm. *engan adnya kondisi seperti itu maka perlu diperhatikan konsentrasi oksigen sebagai udara pembakar. #emakin banyak kandungan oksigen atau berkurangnya coke yang terbentuk maka akan tercapai kondisi afterburning yang menyebabkan meningkatnya temperatur secara mendadak sehingga dapat merusak peralatan dan catalyst loss melalui stack. *ari hasil perhitungan dengan metode &.P Process Calculation didapat nilai effisiensi rata-rata regenerator pada bulan Februari '(0' adalah sebesar ;9$0?:0L dimana nilai efisiensi design sebesar ;>$9>L. /al ini menunjukan bah a alat regenerator masih dalam keadaan baik.

54

BAB * 9ESIMPULAN DAN SA#AN 4.1 9es !)ulan *ari uraian dan data hasil perhitungan dapat diambil kesimpulan bah a didapat nilai effisiensi rata-rata regenerator pada bulan Februari '(0' adalah sebesar ;9$0?:0L dimana nilai efisiensi design sebesar ;>$9>L. /al ini menunjukan bah a alat regenerator masih dalam keadaan baik. Faktor Cfaktor yan mempengaruhi antara lain6 a. !ondisi operasi *ari data$ kondisi operasinya yaitu temperatur actual dense bed dan stack regenerator lebih besar dari design$ akan tetapi pada kenyataanya alat regenerator ini masih dapat beroperasi dengan baik. b. !emampuan effisiensi regenerator masih bisa dinaikkan dengan mempertimbangkan kondisi operasi dan sirkulasi katalis. 4.2 Saran &ntuk mencapai hasil yang optimal diperlukan analisa$ e%aluasi dan perbaikan yang berkelanjutan terhadap hasil dan kendala yang dihadapi. 7eberapa hal yang sebaiknya ditingkatkan $ diantaranya adalah6 a. +enjaga kondisi %ariabel proses pada unit "FCC khususnya pada alat regenerator dan reaktor seperti le%el katalis$ sirkulasi katalis$ flo udara yang masukdan press balance. b. +enjaga performance unit dan semua aspek penunjangnya agar unit dapat dioperasikan pada kondisi optimum.

55

DA,TA# PUSTA9A Fadarina$ Ir. +.3 .dkk. '(0(. .eknologi Minyak Bumi. 8urusan 3eknik !imia Politeknik 5egeri #ri ijaya. Palembang. !ern$ *.O. 0)9(. Process Heat .ransfer$ +c--ra Inc 5e @ork. /ill 7ook Company$

+anual &.P. 0))?. Fluid Catalytic Cracking Process% U#P Process Calculations. Pertamina &P III. Palembang. HRingkasan Unit4Unit Proses CD ; L<2 '((). Palembang 6 P2"34+I54 "efinery &nit III. #adeghbeigi$ "eAa. '((). Hand-ook Fluid Catalytic Cracking2 8akarta 6 7P#3 QIQ.

56