Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN MENGHITUNG DAN MENGGAMBAR PETA KONTUR SERTA PETA LERENG

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Interpretasi Ruang Dosen Pengampu: Dra. Bitta Pigawati, MT
TKP 256

Disusun Oleh:

Nafisah Anas
21040113120054

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014

LAPORAN PEMBUATAN PETA KONTUR SERTA PETA LERENG

A.

TUJUAN Dapat mengerti tentang definisi dan sifat-sifat garis kontur. Dapat menghitung titik-titik tinggi selanjutnya digambar menjadi garis-garis kontur. Mampu menghitung lereng. Mampu menggambar peta lereng. Mampu menghitung luasan daerah yang dibatasi garis kontur tertentu dan menghitung volume kontur. Dapat membuat tracing jalan pada peta kontur.

B.

ALAT DAN BAHAN Peta titik tinggi Penggrais Pensil Pensil warna Kertas kalkir ukuran A4 Kalkulator

C.

KAJIAN TEORI 1. Pengertian Peta kontur adalah peta yang menunjukkan lokasi titik yang sama tinggi yang digambarkan dalam garis khayal/garis-garis kontur. (Bitta dan Pangi, 2010) 2. Sifat-sifat garis kontur 1. Garis kontur tidak bercabang atau berpotongan. 2. Garis kontur merupakan garis tertutup, jika terbuka maka akan terhubung dengan garis kontur pada lembar selanjutnya. 3. Garis kontur yang lebih rapat lerengnya akan lebih curam. 4. Garis kontur akan selalu membelok mengikuti lereng dari lembah ke arah hulu. 5. Garis kontur selalu tegak lurus terhadap arah air yang mengalir di permukaan. 3. Metode pembuatan garis kontur Hal pertama yang dilakukan untuk membuat garis kontur adalah menentukan jarak antar kontur dari suatu titik yaitu dengan menghitung menggunakan rumus perbandingan maupun dengan cara metode grafis. Berikut merupakan cara menentukan jarak antar kontur menggunakan perbandingan.

Misalkan dari suatu titik ketinggian 160 (B) menuju titik 250 (A) dengan kontur interval 50 m. A (250m) X B (160m)

Misal diketahui panjang AB 5cm dan kontur intervalnya 50m, berarti untuk menentukan titik selanjutnya yaitu 200m (250-50) kita beri tanda X. Untuk menentukan jarak dari titik A menuju X yaitu: = = = AX = AX = 2,77 Jadi, jarak antar kontur (titik A ke X) adalah 2,77 cm. Selanjutnya untuk menentukan titik ketinggian 150, 100, 50 (kelipatan 50) dengan cara memberi titik pada perpanjangan garis dengan jarak 2,77cm. 4. Menghitung luas dan volume kontur a. Menghitung luas kontur Untuk menghitung luas kontur dapat menggunakan square method dan stripped method. Menghitung kontur dengan square method dilakukan dengan membagi luasan yang dibatasi garis kontur tertentu dengan segi empat yang sama besar dan kemudian semua persegi tersebut dihitung dan dikalikan skala penyebut peta.

Cara untuk menghitung luas kontur diatas adalah sebagai berikut: 1. Buatlah grid segi empat dengan panjang sisi kotak =2 cm, jadi luas untuk satu segi empat adalah 4cm2. 2. Luas 1 kotak sebenarnya = (2cm x 10.000) x (2cm x 10.000) = 400.000.000. cm2. Luas daerah = jumlah kotak x luas kotak sebenarnya 3. Cara menghitung jumlah kotak adalah kotak yang terisi penuh dihitung 1, yang tidak terisi penuh diperkirakan besarnya dan digabungkan dengan kotak lain yang tidak terisi penuh.

4. Contoh pada gambar diatas , luas daerah = 10 x 400.000.000 cm2 = 4.000.000.000 cm2 = 40 km2.

b. Menghitung luas volume kontur Perhitungan volume kontur dilakukan untuk mengetahui isi baik dari kontur berupa cekungan maupun berupa bukit. Dengan perhitungan kontur ini dapat

diketahui seberapa besar isi bukit jika dilakukan pengerukan, volume waduk dan lainlain. rumus untuk perhitungan volume yaitu:

Volume = volume 1 + volume 2 + volume 3 Volume I Volume I = Volume II Volume II = Volume III Volume III = 5. Menghitung lereng. Membuat peta kelerengan dengan data dasar dari peta kontur. Untuk membuat peta lereng, buatlah grid atau kotak agar lebih mudah dalam penghitungan lereng baik datar, landai, curam, atau sangat curam. Cara menghitung kelerengan dapat dilakukan dengan rumus berikut: L= L = Kemiringan lereng (%) n = Jumlah kontur yang terpotong garis diagonal ki = Kontur interval

Berikut adalah ketentuan warna kelerengan.

Lereng datar

: 0%-15%

Lereng landai

: 16%-30%

Lereng agak curam

: 31%-45%

Lereng curam

: 46%-60%

Lereng sangat curam : >60%

6. Membuat tracking jalan dengan pertimbangan. Berbagai pertimbangan dalam pembangunan jalan salah satunya adalah pertimbangan dengan garis kontur. Pertimbangan ini, mempertimbangkan tingkat kelerengan/tanjakan serta panjang jalan yang akan dibangun supaya lebih aman dan ekonomis. Sebagai contoh adalah pembuatan tracking jalan seperti pada gambar berikut.

Skala 1: 25.000 Untuk membuat tracking jalan perlu diperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. Jika tracking jalan dari A ke B maksimal melewati lereng 5% artinya dibutuhkan jarak 100m untuk naik 5m. 2. Dari gambar diatas diketahui kontur interval 25m, maka dibutuhkan jarak maksimal 500m. 3. Jarak maksimal untuk tracking jalan = 2 cm, jadi, untuk membuat

tracking jalan dari kontur 25 m ke 50 m maksimal adalah 2 cm.

D.

LANGKAH KERJA

a. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. b. Membuka peta titik ketinggian dan menentukan titik ketinggian tertinggi sebagai pusat kontur kemudian menarik garis dari titik tersebut ke titik-titik lainnya. c. Menghitung jarak antar kontur dari tiap titik-titik ketinggian menuju pusat (titik 250) dan memberi tanda seperti gambar dibawah :

d. Menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama. e. Membuat grid 2x2 cm dan menghitung kelerengan dari tiap-tiap grid yang dibuat. f. Memberi tanda letak titik A-B pada ujung diagonal peta kemudian membuat tracking jalan dari titik A menuju titik B dengan kelerengan maksimum 10%. g. Membuat grid 1x1 cm dan menghitung luas dan volume dari tiap-tiap kontur. h. Menyiapkan kertas kalkir pertama untuk membuat peta kontur dan tracking jalan. i. Merekatkan kertas kalkir dengan solatip pada peta titik tinggi dengan posisi kertas kalkir diatas peta titik tinggi. j. Mulai menjipak kontur dan tracking jalan pada peta titik tinggi menggunakan millipen tanpa mewarnai daerah. k. Melepaskan perekat pada kertas kalkir dan peta titik tinggi. l. Membuat indeks tepi peta pada kertas kalkir pertama.

m. Menyiapkan kertas kalkir kedua dan peta titik tinggi yang telah dihitung kelerengannya. n. Merekatkan kertas kalkir dengan solatip pada peta titik tinggi dengan posisi kertas kalkir diatas peta titik tinggi. o. Mulai menjipak kelerengan pada peta titik tinggi menggunakan millipen p. Melepaskan perekat pada kertas kalkir dan peta titik tinggi. q. Membalik kertas kalkir kedua dan mewarnai daerah sesuai aturan warna kelerengan. r. Membuat indeks tepi peta pada kertas kalkir kedua.

E.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa garis kontur merupakan garis yang menghubungkan lokasi ketinggian yang sama dengan sifat; tidak bercabang atau berpotongan, garis tertutup , garis kontur yang lebih rapat lerengnya akan lebih curam dan garis kontur akan selalu membelok mengikuti lereng dari lembah ke arah hulu. Berikut merupakan perhitungan pembuatan jarak garis kontur dengan rumus : A (250m) = = = AX = AX = 2,77 cm Titik Ketinggian 50 130 30 30 60 30 60 65 110 40 70 180 jarak menuju titik ketinggian 250 pada peta (cm) 5,2 2 3,7 7,7 4 8 5 7,2 5,7 7,7 6 3,4 jarak antar kontur (cm) 1,3 0,833333333 0,840909091 1,75 1,052631579 1,818181818 1,315789474 1,945945946 2,035714286 1,833333333 1,666666667 2,428571429 X B (160m)

90 80 160 40 25 100 30 80 165

5,6 5 2,1 4,2 7 2,9 7,5 5,5 3,2

1,75 1,470588235 1,166666667 1 1,555555556 0,966666667 1,704545455 1,617647059 1,882352941

Luas daerah yang dibatasi garis kontur ketinggian 50-250 yaitu: Luas I (ketinggian 200 m) Pada ketinggian 200 m terdapat 7 kotak berukuran 1 cm x 1 cm, maka luasnya adalah L = 7 x (1cm x 10.000) x (1cm x 10.000) = 900.000.000. cm2. = 0,09 km2 Luas II (ketinggian 150 m) Pada ketinggian 150 m terdapat 29 kotak berukuran 1 cm x 1 cm, maka luasnya adalah L = 29 x (1cm x 10.000) x (1cm x 10.000) = 2.900.000.000. cm2 = 0,29 km2 Luas III (ketinggian 100 m) Pada ketinggian 100 m terdapat 61 kotak berukuran 1 cm x 1 cm, maka luasnya adalah L = 61 x (1cm x 10.000) x (1cm x 10.000) = 6.100.000.000. cm2 = 0,61 km2 Luas IV (ketinggian 50 m) Pada ketinggian 50 m terdapat 102 kotak berukuran 1 cm x 1 cm, maka luasnya adalah L = 102 x (1cm x 10.000) x (1cm x 10.000) = 10.200.000.000. cm2 = 1,02 km2

Volume daerah yang dibatasi garis kontur ketinggian 50-250 yaitu: Volume I Volume I = = = 0,0095 km2 Volume II Volume II = = = 0,0225 km2 Volume III Volume III = = = 0,041 km2 V = VI + VII + VII = 0,0095 + 0,0225 + 0,041 = 0,073 km2 Maka volume daerah yang dibatasi garis kontur ketinggian 50-250 m adalah 0,073 km .
2

Berikut merupakan tabel hasil perhitungan kemiringan lereng dengan rumus dan standar warna: L= L = Kemiringan lereng (%) n = Jumlah kontur yang terpotong garis diagonal ki = Kontur interval a 0 1 1 2 1 2 0 0 jumlah garis kontur yang terpotong diagonal (n) b c d e f 0 0 0 0 0 1 1 2 2 2 2 3 2 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 3 1 2 1 2 3 1 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 g 0 1 1 1 0 0 0 0

1 2 3 4 5 6 7 8

Dari data diatas terdapat beberapa data kelerengan yaitu: 1. Jika n=0 L= 0% 2. Jika n=1 L=
( )

L=0 % 3. Jika n=2 L=


( )

L=17,67% 4. Jika n=3 L=


( )

L=35,35% Maka didapat warna kelerengan yaitu : a 0 1 1 2 1 2 0 0 jumlah garis kontur yang terpotong diagonal (n) b c d e f 0 0 0 0 0 1 1 2 2 2 2 3 2 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 3 1 2 1 2 3 1 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 Keterangan: Lereng datar : 0%-15% g 0 1 1 1 0 0 0 0

1 2 3 4 5 6 7 8

Lereng landai

: 16%-30%

Lereng agak curam

: 31%-45%

Untuk membuat tracking jalandari titik A-B perlu diperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. Tracking jalan dari A ke B maksimal melewati lereng 10% artinya dibutuhkan jarak 100m untuk naik 10m. 2. Dari data diketahui kontur interval 50m, maka dibutuhkan jarak maksimal 500m. 3. Jarak maksimal untuk tracking jalan = 5cm, jadi, untuk membuat tracking jalan dari

kontur 200 m ke 250 m maksimal adalah 5 cm.

Sumber: Pigawati Bitta dan Pangi. 2010. Kartografi. Semarang: Media Plano.