Anda di halaman 1dari 10

ARSITEKTUR RUMAH RAMAH LINGKUNGAN Dasar Pemikiran Konsep bangunan ramah lingkungan atau green building didorong menjadi

tren dunia, terutama bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini mempunyai kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro. Dalam pemanasan global, hal yang perlu diperhatikan adalah dengan penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan. Arsitektur ramah lingkungan, yang juga merupakan arsitektur hijau, mencakup keselarasan antara manusia dan lingkungan alamnya. Arsitektur hijau mengandung juga dimensi lain seperti waktu, lingkungan alam, sosio-kultural, ruang, serta teknik bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur hijau bersifat kompleks, padat dan vital dibanding dengan arsitektur pada umumnya. Green architecture didefinisikan sebagai sebuah istilah yang menggambarkan tentang ekonomi, hemat energi, ramah lingkungan, dan dapat dikembangkan menjadi pembangunan berkesinambungan. Green architecture (dikenal sebagai konstruksi hijau atau bangunan yang berkelanjutan) adalah praktek membuat struktur dan menggunakan proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya yang efisien di seluruh siklus hidup bangunan: dari tapak untuk desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, renovasi, dan dekonstruksi. Praktek ini memperluas dan melengkapi desain bangunan klasik keprihatinan ekonomi, utilitas, daya tahan, dan kenyamanan. Tujuan umumnya adalah bahwa bangunan hijau dirancang untuk mengurangi dampak keseluruhan dari lingkungan yang dibangun pada kesehatan manusia dan lingkungan alam oleh: * Efisien menggunakan energi, air, dan sumber daya lain * Kesehatan penghuni Melindungi dan meningkatkan produktivitas karyawan * Mengurangi limbah, polusi dan degradasi lingkungan Fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Konsep pembangunan arsitektur hijau menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan, mulai dari desain building interior, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan. Desain rancang bangunan memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami. Sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari. Bentuk arsitek design bangunan yang baik dan ramah lingkungan adalah bangunan yang memperhatikan lingkungan sekitarnya seperti membuat taman di lingkungan rumah dan gedung selain itu kurangi jumlah penggunaan kaca pada rumah atau bangunan gedung kantor. Untuk desain interior, menggunakan interior yang ramah lingkungan dan mengurangi pengunaan listrik yang sangat berlebihan, selain itu gunakan bahan bahan seperti kayu, dan kurangin penggunaan kaca dan lampu atau interior lainnya yang menggandung bahan kaca. Sedangkan pada desain

eksteriornya, dengan menghindari penggunaan bahan bangunan yang berbahaya dan diganti dengan yang ramah lingkungan, dengan memperbanyak taman hijau dan taman yang memang di butuhkan untuk mengatur keseimbang lingkungan sekitar. Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan. Atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden, green roof) yang memiliki nilai ekologis tinggi (suhu udara turun, pencemaran berkurang, ruang hijau bertambah). Pemilihan material yang ramah lingkungan dapat dijabarkan menjadi dua hal yakni dari sisi teknologi dan penggunaan. Dari sisi teknologi, pemilihan bahan sebaiknya menghindari adanya toksin atau racun dan diproduksi tidak bertentangan dengan alam. Sebagai contoh, minimalkan penggunaan material kayu, batu alam ataupun bahan bangunan yang mengandung racun seperti asbeston. Sedangkan dari sisi penggunaan, pemilihan material yang ramah lingkungan misalnya menggunakan lampu hemat energi seperti lampu LED yang rendah konsumsi listrik, semen instan yang praktis dan efisien, atau pun memilih keran yang memakai tap yang hanya mengeluarkan air dalam volume tertentu. Penggunaan material bahan bangunan yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang ramah lingkungan. Beberapa jenis bahan bangunan ada yang memiliki tingkat kualitas yang memengaruhi harga. Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan sebelum konstruksi untuk mengatur pengeluaran sehingga baik building interior maupun eksteriornya tetap berkualitas.Bahan baku building interior design maupun eksteriornya yang ramah lingkungan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan bumi. Beragam inovasi teknologi proses produksi terus dikembangkan agar industri bahan baku tetap mampu bersahabat dengan alam. Industri bahan bangunan sangat berperan penting untuk menghasilkan bahan bangunan yang berkualitas sekaligus ramah lingkungan.

Membangun dan Mendesain Rumah Idaman Yang Ramah Lingkungan Rumah bukanlah hanya tempat untuk berlindung tetapi juga mencerminkan selera dan status sosial penghuninya. Apa pun konsep yang menjadi pilihan Anda, hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah bahwa rumah Anda haruslah ramah lingkungan. Konsep dari rumah ramah lingkungan mencuat setelah bergulirnya isu pemanasan global. Manusia dengan segala cara berupaya mengatasi dampak dari pemanasan global. Salah satunya yang dilakukan adalah menciptakan hunian yang hijau serta ramah lingkungan. Apakah rumah ramah lingkungan Itu? Paling tidak hal yang perlu diperhatikan ada empat faktor untuk

membangun rumah yang ramah lingkungan, pola pemanfaatan air, desain rumah itu sendiri, penggunaan listrik serta pengolahan dari limbah rumah tangga domestik. Desain Rumah Jika Anda berniat membangun rumah, coba alokasikan 30% dari luas lahan yang ada untuk ditanami berbagai tanaman penghijauan atau tanaman hias. Sifat tumbuhan yang menghisap karbondioksida dan menghasilkan oksigen tentunya sangatlah bermanfaat untuk memperbaiki kualitas udara di sekitar rumah Anda. Selain Itu juga, ruang hijau ini dapat berfungsi untuk area resapan air, sebab area yang banyak ditumbuhi oleh tanaman pastinya akan lebih banyak menyerap air. Desain rumah yang ramah lingkungan terdapat banyak memiliki bukaan baik berupa pintu maupun jendela untuk sirkulasi udara, supaya selalu mendapatkan pasokan udara bersih.

Untuk prinsip lainnya, dalam memaksimalkan terangnya matahari namun meredam teriknya. Oleh karena itu sebisa mungkin setiap sisi rumah mendapatkan sinar matahari langsung yang cukup. Sementara untuk mengurangi ultra violet dari sengatan matahari bisa diakali dengan membuatkan kanopi atau memberikan jalusi pada tiap jendela. Ciri lainnya

dari rumah ramah lingkungan ialah pada bagian atapnya datar serta terdapat taman atau biasa disebut green garden atau roof garden. Konsep ini selain bisa difungsikan sebagai taman rumah, juga dapat membantu menurunkan suhu panas di ke dalam rumah itu sendiri. Maksimalkah Pemanfaatan Air

Manusia harusnya bersikap bijaksana dan lebih prihatin, caranya ialah dengan tidak boros dalam mengkomsumsi air. Terdapat tiga hal yang dapat dilakukan, yaitu hemat dalam menggunakan air, membuat sumur resapan, dan mendaur ulang air. Contoh mendaur ulang di sini, air bekas mencuci sayuran atau bekas mandi bisa didaur ulang jadi air untuk membersihkan wc, mencuci kain pel, mencuci kendaraan atau bahkan menyiram tanaman. Air bekas mencuci pakaian atau cuci piring bisa ditampung serta disaring, dan diresapkan ke dalam sumur resapan air yang telah dilengkapi filter alami seperti kerikil, pasir, arang dan ijuk. Air kotor yang disalurkan ke dalam septik tank agar diproses secara alami dalam pembusukanna. Air hujanpun haruslah ditampung, diserap, serta dialirkan ke dalam sumur resapan. Hampir tidak ada buangan air secara percuma dari konsep rumah ramah lingkungan seperti ini. Semua dimanfaatkan sesuai konsep daur ulang. Juga jangan gunakan cara lama kamar mandi dengan bak sebagai penampung air, pakailah shower, karena mandi menggunakan gayung amatlah boros air. Penggunaan Daya Listrik Pakailah lampu listrik seperlunya, segera matikan semua lampu jika ruangan tersebut ditinggalkan dan tidak digunakan. Hal sepele seperti ini mungkin sedikit sulit dikerjakan oleh sebagian besar masyarakat, namun akan mudah jika ini dijadikan sebuah kebiasaan. Rumah yang banyak terdapat ventilasi akan lebih hemat listrik.Ventilasi ini memungkinkan ruangan untuk tidak membutuhkan terlalu banyakan pencahayaan buatan seperti lampu, karena pada siang hari akan cukup diterangi oleh sinar matahari. Konsep lain dari rumah ramah lingkungan adalah rumah yang minim sekat atau dinding karena dengan konsep seperti ini ruang akan bisa lebih multifungsi. Ruang dengan minimali sekat seperti ini akan lebih banyak terkena sinar matahari serta sirkulasi udaranya untuk bagus.

DEFINISI BANGUNAN

Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air. Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun

peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi, dan lain-lain. Suatu benda dapat dikatakan sebagai bangunan bila benda tersebut merupakan hasil karya orang dengan tujuan untuk kepentingan tertentu dari seseorang atau lebih dan benda tersebut tidak dapat dipindahkan kecuali dengan cara membongkar.

Definisi Rumah Tinggal


1. Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick,2006:1). 2. Rumah merupakan sebuah bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat.Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya.Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148). 3. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. (UU No.4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman). 4. Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia, 1997). 5. Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau

kandang. Sedangkan dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosialkemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur,beraktivitas, dll. (Wikipedia, 2012). 6. Rumah merupakan suatu bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya. Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148)

Fungsi Rumah Tinggal


1. Turner (dalam Jenie, 2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang terkandung dalam sebuah rumah tempat bermukim, yaitu : a. Rumah sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan pada kualitas hunian atau perlindungan yang diberikan oleh rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal dimaksudkan agar penghuni dapat memiliki tempat berteduh guna melindungi diri dari iklim setempat. b. Rumah sebagai penunjang kesempatan (opportunity) keluarga untuk berkembang dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi atau fungsi pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini diterjemahkan dalam pemenuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja guna mendapatkan sumber penghasilan. c. Rumah sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya. keadaan keluarga di masa depan setelah mendapatkan rumah. Jaminan keamanan atas lingkungan perumahan yang ditempati serta jaminan keamanan berupa kepemilikan rumah dan lahan (the form of tenure). 2. Rumah berfungsi sebagai wadah untuk lembaga terkecil masyarakat manusia,yang sekaligus dapat dipandang sebagai shelter bagi tumbuhnya rasa aman atau terlindung. Rumah juga berfungsi sebagai wadah bagi berlangsungnya segala aktivitas manusia yang bersifat intern dan pribadi. Jadi, rumah tidak semata-mata merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan dan pengaruh fisik belakang melainkan juga merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan, dan pengaruh fisik belaka, melainkan juga merupakan

tempat tinggal, tempat berisitirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. (Ridho, 2001 : 18) 3. Secara garis besar, rumah memiliki fungsi (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu: a. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia. b. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusia. c. Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit. d. Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar. e. Rumah menunjukan tempat tinggal. f. Rumah merupakan mediasi antara manusia dan dunia. g. Rumah merupakan arsenal, yaitu tempat manusia mendapatkan kekuatan kembali.

PENGERTIAN RAMAH LINGKUNGAN

amah lingkungan itu sendiri adalah pemakaian produk dan metode yang tidak akan berdampak negatif pada lingkungan, seperti dengan polusi atau pengurasan sumber daya alam. Ketika beberapa orang skeptis mengenai bahaya dari pemanasan global maka tidak ada seorangpun yang dapat meragukan fakta bahwa polusi dan pengurasan sumber daya alam dapat mempengaruhi keseimbangan planet di mana kita tinggal. Ketika perdebatan mengenai konsekwensi masa depan terus berlanjut, maka semakin banyak orang yang berpihak untuk tidak mau mengambil resiko. Pemilihan metode-metode alternatif atau pilihan lain yang menghilangkan atau menurunkan kebutuhan akan sumber daya alam, menghasilkan hasil yang positif. Jadi ini sebenarnya adalah pilihan tangung jawab. Beberapa perubahan untuk ramah lingkungan mudah dilakukan dengan sedikit atau tanpa pengorbanan. Perubahan-perubahan tertentu dapat meningkatkan kualitas hidup. Salah satu contoh manfaat dari gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi pemakaian kertas. Ketika surat harus dikirim maka pohon-pohon dihancurkan untuk membuat kertas. Sebagai tambahan, bahan bakar dan sumber daya alam lain juga digunakan untuk memproduksi kertas. Pembayaran secara online benar-benar bisa menghapus kebutuhan untuk menghancurkan pohon dan penggunaan sumber daya alam untuk produksi. Transaksi online itu mudah dilakukan, nyaman dan merupakan pilihan yang bijaksana. Contoh-contoh lain adalah penggunaan perlengkapan ramah lingkungan seperti lantai bambu atau yang terbuat dari bahan daur ulang, menyetel ukuran termostat pemanas ruangan seefisien

mungkin, menyetel pengukur waktu untuk lampu dan menggunakan bohlam lampu hemat energi CFL (compact fluorescent light). Produk yang bersih dan ramah lingkungan untuk peralatan rumah tangga seperti air perasan jeruk nipis, baking soda dan cuka adalah pembersih alami yang sempurna untuk menggantikan bahanbahan kimia yang berbahaya. Jadi selain ramah lingkungan, harganya juga lebih murah sehingga ada dua keuntungan. Jika kita semua melakukan hal-hal untuk mencapai tujuan ramah lingkungan yaitu lingkungan yang sehat, maka kita bisa membantu menghentikan efek kerusakan di masa lalu dan membuahkan masa depan yang lebih baik bagi kita semua.

Sumber: Frances Robinson - www.squidoo.com/green-and-clean

KEUNTUNGAN RUMAH RAMAH LINGKUNGAN

Dengan alasan untuk menciptakan sistem keseimbangan dan kehidupan alam yang lebih baik, makin banyak orang tertarik dan memilih bahan yang bersifat ramah lingkungan untuk membuat rumah hunian dan tempat tinggal. Mereka memakai bahan yang tidak menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan sekitar pada khususnya dan lingkungan lain pada umumnya. Ada banyak keuntungan jika kita mau membangun rumah yang menggunakan bahan ramah lingkungan misalnya kayu. Selain mudah di dapat, bahan ini juga punya sifat tidak merusak alam karena ketika sudah tidak digunakan bisa hancur tanpa mengakibatkan masalah yang tidak bagus bagi alam. Tapi tentu saja dengan catatan bila kayu tersebut didapat dari hasil penebangan pohon yang sesuai dengan aturan dan tidak berlebihan. Dengan menggunakan kayu, rumah hunian juga terlihat lebih alami dan mampu memunculkan suasana yang lebih akrab dengan maksimal. Terlebih lagi jika rumah tersebut punya ukuran yang lebih besar dan tidak sendirian dihuni, namun dengan beberapa teman atau kerabat dan anggota keluarga yang lain. Suasana yang tercipta makin terlihat harmonis dan hangat. Tentu hal ini bisa menjadi kegembiraan tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan uang. Hanya yang sering menjadi kendala adalah, kadangkala kita merasa kesulitan untuk membuat desain dan konsep bangunan rumah dengan tampilan yang lebih menarik. Karena selama ini kita hanya bisa membuat desain dengan konsep yang selalu sama meski menggunakan desain yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini ada satu contoh desain dan teknik serta cara membuat rumah ramah lingkungan dari kayudengan tampilan yang sangat indah dan istimewa. Seperti yang terlihat pada gambar, jika dilihat dengan jeli bentuk rumah ini seperti binatang ulat lengkap

dengan tampilan muka berikut matanya. Untuk membuatnya, kita membutuhkan dua konstruksi utama yang diletakan pada bagian depan dan belakang. Dua konstruksi ini kemudian dijadikan satu melalui kayu lain yang juga dijadikan sebagai konstruksi pada bagian tengahnya. Jadi dua kontruksi ini juga berfungsi sebagai kaki dan tiang penyangga bangunan. Masing-masing dari konstruksi diletakan di atas pondasi cor beton yang ditanam di dalam tanah. Penggunaan cor beton ini mampu menjadikan kontruksi tersebut lebih kuat menahan beban. Kemudian untuk dindingnya, semua bagian ditutup dengan papan kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan tampilan seperti binatang ulat. Papan kayu ini dipadukan dengan bahan lain yaitu kaca bening yang dipasang pada bagian samping dan berfungsi sebagai jendela. Sedangkan bagian atas atau atap, ditutup dengan alumunium anti panas warna hitam. Pemilihan warna hitam pada lapisan penutup ini bukan sekedar untuk menciptakan kesan yang sejuk saja, tapi juga untuk menyerap sinar matahari dengan lebih maksimal sehingga tidak memunculkan udara dan suasana yang pada pada ruang. Penggunaan alumunium ini juga punya fungsi yang lain, yaitu untuk memberi perlindungan pada atap kayu agar tidak terkena panas dan sinar matahari dan air hujan secara langsung sehingga bisa lebih awet dan tidak mudah lapuk atau keropos. Sementara itu di bagian paling bawah, ada ruang terbuka dan dipakai untuk teras. Meski terbuka, teras ini juga punya atap pelindung yang berasal dari badan atau lantai yang ada di bagian tengah, antara tiang konstruksi yang ada di depan dan belakang. Lalu yang terakhir, pada bagian depan diberi jendela kaca yang dibuat sedemikian rupa sehingga punya tampilan seperti muka atau wajah ulat. Kemudian di atasnya diberi tonjolan seperti mata. Padahal tonjolan ini sebenarnya merupakan suatu alat untuk menciptakan sistem sirkulasi udara pada bagian atap.

Konsep green building & green construction merupakan gerakan untuk kembali memadukan rancangan bangunan agar selaras dengan kondisi lingkungan atau berkelanjutan (sustainable), juga meminimalisir penggunaan energy dalam proses pengerjaan konstruksi. Untuk rumah ramah lingkungan, ada lima hal penting yang patut menjadi perhatian saat pembangunannya, yakni pola pemanfaatan air, desain rumah itu sendiri, jenis material yang digunakan, daur ulang limbah rumah tangga dan penghematan penggunaan listrik. Beberapa disain langsung mengintegrasikan teknologi dalam mencapainya tapi tidak menutup kemungkinan secara sederhana kita dapat melakukan hal tersebut. Pertama, minimalkan buangan air hujan ke luar site (lahan), caranya antara lain dengan tritisan lebar, tersedianya sumur resapan dan saluran drainase keliling rumah yang di optimalkan.

Kedua, disain bangunan mengedepankan kontrol terhadap temperature dalam rumah secara alami, terutama terhadap panas dan sirkulasi udara. Tujuannya mengurangi ketergantungan terhadap teknologi pendingin buatan dan penerang buatan. Memanfaatkan terang cahaya matahari dan menghindari panas nya melalui atap yang dingin dan kanopi di tiap jendela. Membentuk sirkulasi udara melalui efisiensi ruang, plafon yang tinggi dan ventilasi bersilang. Ketiga, Peduli Lingkungan dengan memilih bahan baku lokal atau dari pabrik terdekat, memilih material yang mencantumkan logo ramah lingkungan, memilih material alternative pengganti material alam, memilih material yang dapat didaur ulang dan menggunakan kembali material sisa bangunan lain. Sederhananya, dengan memilih bahan baku lokal saja dapat menghemat transportasi dan mengurangi karbon emisi CO2 dari kendaraan. Kempat, Reduce, Reuse, Recycle dan Recharge dengan cara penerapan sistem pengelolaan sampah serta sistem daur ulang air limbah rumah tangga. Kelima, Hemat Energy listrik baik saat berlangsungnya pekerjaan pembangunan maupun dalam disain rumah itu sendiri. Gunakan colokan yang dilengkapi dengan pembatas arus listrik dan surge protector (pelindung dari naik-turun tegangan listrik secara drastis dan tiba-tiba), gunakan lampu pijar hemat energy atau penggunaan panel surya ( Solar cell ) untuk kebutuhan energy listrik adalah salah satu cara menghemat energy. Sebenarnya masih banyak cara lagi agar rumah menjadi bangunan hijau, tergantung eksplorasi pemikiran. Yang penting adalah kesadaran bahwa dengan bangunan hijau dapat membantu mengurangi pemanasan global.