Anda di halaman 1dari 46

GENERATOR SINKRON

(ALTERNATOR)
Pembahasan
Generator Sinkron
Kontruksi
Prinsip Kerja
Rangkaian Ekivalen
Aliran Daya
Generator sinkron operasi sendiri
Generator sinkron operasi paralel
Pendahuluan
Mesin Sinkron:
Generator Sinkron: sebagian besar pembangkit
konvensional menggunakan generator sinkron.
Motor Sinkron: umum digunakan untuk memperbaiki
faktor daya atau disebut kondensor sinkron.

Mesin Induksi:
Motor induksi: sebagian besar penggerak beban
menggunakan motor induksi
Generator induksi: jarang digunakan pada pembangkit
yang besar.

Pendahuluan
Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan
menggunakan mesin sinkron. Generator sinkron (sering
disebut alternator) adalah mesin sinkron yang
digunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi daya
listrik. Generator sinkron dapat berupa generator
sinkron tiga fasa atau generator sinkron AC satu fasa
tergantung dari kebutuhan.

Pendahuluan
Mesin sinkron adalah mesin ac yang rangkaian medannya
disuplai oleh sumber dc eksternal. Pada generator sinkron,
arus dc diberikan pada belitan rotor, yang akan menghasilkan
medan magnetik rotor.
Rotor dari generator diputar oleh penggerak mula (Torka
mekanik yang memberikan gaya pada rotor untuk berputar),
menghasilkan suatu medan magnetik berputar dalam mesin.
Perputaran medan magnetik menginduksikan tegangan pada
belitan stator generator.
Motor sinkron, kebalikan dari proses di atas. Sifat penting
dari mesin sinkron yang membedakannya dari mesin lain
yaitu hubungan sinkron antara stator dan medan magnetik
rotor. Karena terdapat hubungan tetap antara kecepatan
rotor dan frekuensi dari emf induksi dalam stator.
Pendahuluan
Beberapa alasan penggunaan generator sinkron lebih
utama dibanding generator jenis lainnya:
1. Kebanyakan generator sinkron dibuat dalam ukuran
yang besar dibanding bagian dc-nya. Semakin besar
kapasitas daya generator maka semakin besar
konduktor pada belitan jangkar, untuk dialiri arus yag
besar dan untuk meminimasi rugi-rugi tembaga.
2. Karena output generator sinkron adalah arus bolak-
balik, konduktor jangkar dalam stator dapat
dihubungkan langsung ke saluran transmisi. Tidak
membutuhkan cincin slip untuk output ac.
Pendahuluan
1. Karena sebagian besar panas dihasilkan oleh belitan
jangkar, pendingin luar dapat lebih efisien dibanding
bagian dalam yang berputar.
2. Tegangan induksi emf dalam belitan jangkar sangat
tinggi, dan ini lebih mudah mengisolasinya bila belitan
didalam bagian yang diam dibanding bila pada bagian
yang berputar.
Pendahuluan
Kapasitas generator sinkron dapat mencapai ratusan
MVA, dan hampir semua pembangkit tenaga listrik
menggunakan generator sinkron.
Motor sinkron kecil dengan rotor magnet permanen,
mulai sering digunakan menggantikan peranan motor
induksi dalam bidang otomotif, industri dan aplikasi
domestik, karena motor ini lebih efisien dan ringan.
Konstruksi Mesin Sinkron
Bagian-bagian Generator Sinkron
- Stator (kumparan jangkar)
- Rotor (kumparan medan, belitan eksitasi dc)

Jenis-jenis Rotor:
- Cylindrical-rotor (silindris/round rotor)
- Salient pole (kutub tonjol)

Bagian-bagian Stator
a. Rangka Stator
Rangka stator merupakan rumah (kerangka) yang menyangga
inti jangkar generator.
b. Inti Stator
Inti stator terbuat dari laminasi-laminasi baja campuran atau
besi magnetik khusus yang terpasang ke rangka stator.
c. Alur (slot)
Alur merupakan tempat meletakkan kumparan stator.
d. Kumparan Stator (Kumparan Jangkar)
Kumparan jangkar biasanya terbuat dari tembaga. Kumparan
ini merupakan tempat timbulnya ggl induksi.

Bagian-bagian Rotor
a. Slip Ring
Slip ring merupakan cincin logam yang melingkari poros rotor
tetapi dipisahkan oleh isolasi tertentu. Terminal kumparan
rotor dipasangkan ke slip ring ini kemudian dihubungkan ke
sumber arus searah melalui sikat (brush) yang letaknya
menempel pada slip ring.
b. Kumparan Rotor (kumparan medan)
Kumparan medan merupakan unsur yang memegang peranan
utama dalam menghasilkan medan magnet. Kumparan ini
mendapat arus searah dari sumber eksitasi tertentu.
c. Poros Rotor
Poros rotor merupakan tempat meletakkan kumparan
medan, dimana pada poros rotor tersebut telah terbentuk
slot-slot secara paralel terhadap poros rotor.

Salient pole (kutub tonjol)
Pada jenis salient pole, kutub magnet menonjol keluar
dari permukaan rotor. Belitan-belitan medannya
dihubung seri. Ketika belitan medan ini disuplai oleh
Exciter, maka kutub yang berdekatan akan membentuk
kutub berlawanan.

Salient pole (kutub tonjol)
Rotor kutub menonjol umumnya digunakan pada generator
sinkron dengan kecepatan putar rendah dan sedang (120-400
rpm). Generator sinkron tipe seperti ini biasanya dikopel
oleh mesin diesel atau turbin air pada sistem pembangkit
listrik.
Rotor kutub menonjol baik digunakan untuk putaran rendah
dan sedang karena:
Kutub menonjol akan mengalami rugi-rugi angin yang besar
dan bersuara bising jika diputar dengan kecepatan tinggi.
Konstruksi kutub menonjol tidak cukup kuat untuk menahan
tekanan mekanis apabila diputar dengan kecepatan tinggi.
Cylindrical-rotor (silindris)
Pada jenis silindris, konstruksi kutub magnet rata dengan
permukaan rotor. Jenis rotor ini terbuat dari baja tempa
halus yang berbentuk silinder yang mempunyai alur-alur
terbuat di sisi luarnya. Belitan-belitan medan dipasang pada
alur-alur di sisi luarnya dan terhubung seri yang diberi
muatan oleh Eksiter.
Cylindrical-rotor (silindris)
Rotor silinder umumnya digunakan pada generator
sinkron dengan kecepatan putar tinggi (1500 atau 3000
rpm) seperti yang terdapat pada pembangkit listrik
tenaga uap. Rotor silinder baik digunakan pada
kecepatan putar tinggi karena :
Konstruksinya memiliki kekuatan mekanik yang baik
pada kecepatan putar tinggi
Distribusi di sekeliling rotor mendekati bentuk
gelombang sinus sehingga lebih baik dari kutub
menonjol.


Cylindrical-rotor (silindris)
Kecepatan tinggi
3600 r/min


2-pole
1800 r/min


4-pole
Direct-conductor cooling (using
hydrogen or water as coolant)
Rating up to 2000 MVA
Cylindrical-rotor (silindris)

Cylindrical-rotor (silindris)
Salient pole (kutub tonjol)
Salient pole (kutub tonjol)
Salient pole (kutub tonjol)
Salient pole (kutub tonjol)
Prinsip Kerja
Rotor dari generator digerakkan (diputar) oleh
penggerak mula (prime-mover).



Arus dc disuplai ke kumparan medan yang ada
di rotor, menghasilkan perputaran medan
magnetik dalam mesin.



Perputaran medan magnetik menginduksikan
tegangan induksi tiga fasa dalam belitan stator
generator.
Penggerak Mula (Prime Mover)
Penggerak mula:
Turbin Uap
Turbin Gas
Turbin Air
Turbin Angin
dll
Penggerak Mula (Prime Mover)
Penggerak Mula (Prime Mover)
Arus dc Eksitasi
Untuk membangkitkan flux magnetik kumparan medan
yang berada di rotor diperlukan eksitasi DC.
Arus dc disuplai ke kumparan medan yang ada di rotor.
Ada 2 cara untuk mensuplai arus dc:
1. Slip rings and brush (digunakan pada generator daya
rendah)
2. Suplai dc yang terpasang pada poros (brushless
exciter), digunakan pada generator daya besar.

Generator sinkron daya rendah
Slip rings dan brushes menimbulkan beberapa masalah
saat digunakan untuk menyuplai daya dc ke belitan
medan.
Brushes harus di maintenance secara reguler
(perawatan tinggi)
Slip rings dan brushes digunakan pada generator sinkron
kecil.
Generator sinkron daya rendah
Generator sinkron daya besar
Brushless exciters digunakan untuk menyuplai arus dc ke
medan.
Brushless exciters adalah generator ac kecil dengan
belitan medan terpasang pada stator dan belitan jangkar
terpasang pada poros rotor.
Arus 3 fasa disearahkan dan digunakan untuk menyuplai
arus medan dari exciter (pada stator)
Output dari rangkaian jangkar dari exciter (pada rotor)
disearahkan dan digunakan menyuplai arus medan dari
generator utama.
Untuk membuat generator indipenden sempurna, sebuah
exciter kecil dibuat dalam sistem.
Sebuah pilot exciter adalah generator ac kecil dengan
magnet permanen terpasang pada poros rotor dan belitan
3 fasa pada stator.
EXCITOR BASICS
The exciter is the "backbone" of the generator control
system. It is the power source that supplies the dc
magnetizing current to the field windings of a
synchronous generator thereby ultimately inducing ac
voltage and current in the generator armature
Two basic kinds of excitors
Rotating (Brush and brushless)
Static exciters (Shunt and series)

ROTATING EXCITERS
Brushless: do not require slip-rings, commutators,
brushes and are practically maintenance free.
Brush Type: require slip-rings, commutators and
brushes and require periodic maintenance

STATIC EXCITERS
Static excitation means no moving parts. It provides
faster transient response than rotary exciters
Shunt Type: operating field power from generator
output voltage
Series Type: operating field power from generator
output voltage & current
Blok diagram Generator sinkron daya besar (contoh 1)
Permanent
magnets
Pilot exciter
field
Exciter
armature
Pilot exciter
armature
Three-
phase
rectifier
Exciter field
Three-
phase
rectifier
Main field
Synchronous
Generator
Exciter Pilot Exciter
Main
armature
Rotor
Stator
R
F
R
Y
B
Blok diagram Generator sinkron daya besar (contoh 2)
Generator
Rotating rectifier Exciter rotor
Exciter stator
Field
winding
Phase
windings
Rotates
Stationary
u I
dc
Generator sinkron tiga phasa dengan penguatan generator DC Pilot Exciter.
Generator sinkron tiga phasa dengan sistem penguatan brushless exciter system.
Konvensional

Static
Brushless
Brushless tanpa Pilot exciter

Brushless dengan Pilot exciter

Frekuensi Listrik
Putaran medan magnetik mesin berhubungan dengan
frekuensi listrik stator, dengan persamaan:



dimana:
fe = frekuensi listrik, Hz
n = kecepatan rotor, rpm
P = jumlah kutub
Jadi untuk membangkitkan tegangan listrik dengan
frekuensi 50 atau 60 Hz, generator harus berputar
dengan kecepatan tetap bergantung pada jumlah kutub
mesin.
Contoh: untuk membangkitkan tenaga listrik dengan
frekuensi 60 Hz dengan mesin 2 kutub, rotor harus
berputar dengan kecepatan 3600 rpm
120
nP
f
e
=
Tegangan yang dibangkitkan Generator
Tegangan yang dibangkitkan oleh generator sinkron didapat dengan
persamaan:


dt
d
N e
|
=
( )
t
np
N e
t f N e
t N e
m
m
m
e | t
e | t
e e|
cos
120
2
cos 2
cos
|
.
|

\
|
=
=
=
m eff
m
eff
m
m
eff
m m
cn E
Npn
E
np
N
E
E
np
N E
|
|
| t
| t
=
=
|
.
|

\
|

= =
|
.
|

\
|
=
120
44 , 4
2
120
2
2
120
2
dengan:
120
44 , 4 Np
c =
dimana : E
m
= ggl induksi maksimum (Volt)
E
eff
= ggl induksi efektif (Volt)
N = jumlah lilitan
e = ggl induksi sesaat (Volt)
c = konstanta
f = frekuensi (hz)
n = putaran rotor (rpm)

m
= fluks magnetik maksimum (Weber)