Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN KORTEKS ADRENAL

Glukokortikoid Glukokortikoid adalah hormon steroid yang dikeluarkan dari korteks (bagian luar) kelenjar adrenal yang mempengaruhi banyak aspek metabolisme, terutama metabolisme glukosa. Pada manusia glukokortikoid utama adalah kortisol. Glukokortikoid juga mempengaruhi banyak sistem lain dalam tubuh, termasuk sistem kardiovaskular dan sistem imun. Glukokortikoid dilepaskan secara diurnal (harian), dengan puncaknya pada pukul 8 pagi. Efek Glukokortikoid Glukokortikoid meningkatkan kadar glukosa darah dengan merangsang glukoneogenesis (perubahan lemak dan protein menjadi glukosa di hati). Glukokortikoid juga meningkatkah kadar glukosa darah dengan merangsang otot, lemak, dan jaringan limfe untuk memakai asam-asam. lemak bebas sebagai energi dan bukan glukosa. emikian juga, glukokortikoid merangsang pemecahan protein dan menghambat pembuatan protein di semua sel tubuh. !ormon golongan ini juga merangsang rasa lapar, mendorong penimbunan lemak di daerah badan dan "ajah, dan menghambat pertumbuhan dengan menekan hormon pertumbuhan dan mela"an efek-efek hormon pertumbuhan pada pembuatan protein. Glukokortikoid meningkatkan efek hormon pertumbuhan pada jaringan lemak dan meningkatkan efek hormon tiroid pada jaringan-jaringan sasarannya.!ormon golongan ini juga meningkatkan efek katekolamin, sehingga terjadi peningkatan frekuensi jantung dan tekanan darah. #anyak dari efek glukokortikoid penting pada

saat-saat trauma dan stres. $fek-efek tersebut memungkinkan seseorang butaban hidup dari kehilangan darah, semasa kelaparan, atau pajanan terhadep lingkungan yang sangat ekstrim. $fek non metabolik kortisol yang timbul akibat kadar hormon yang sangat tinggi dalam darah adalah penekanan fungsi kekebalan dan peradangan. Glukokortikoid berperan dengan menghambat hampir sernua komponen respons peradangan dan imunitas. Penghambatan tersebut mencakup penekanan ftingsi sel % sitotoksik dan penekanan pernbentukan, pelepasan, dan pengaktivan banyak mediator peradangan termasuk interleukin, prostaglandin, dan histamin. &adar kortisol yang cukup tinggi untuk menghambat fungsi imun dan peradangan dapat dicapai dengan pernberian kortisol sebagai obat, pada tumor-tumor kelenjar adrenal atau stres kronik. 'elain itu, kortisol, atau metabolitnya, tampaknya memiliki efek kuat pada stabilitas emosi dan suasana hati. Faktor yan !en ontrol Pele"a#an Glukokortikoid Glukokortikoid dilepaskan dari kelenjar adrenal sebagai respons terhadap hormon adrenokortikotropik (()%!) dalam darah dari hipofisis anterior. ()%! dilepaskan sebagai respons terhadap corlicotropin-releasing hormone ()*!) yang diba"a dalam darah portal dari hipotalamus. )*! juga merangsang pelepasan endorfin oleh hipofisis anterior, dan mungkin jaringan lain. 'etelah dilepaskan, glukokortikoid memberi umpan balik ke hipotalamus dan hipofisis anterior untuk menurunkan pelepasan lebih lanjut )*! dan ()%!. Fakfor yan !en ontrol Pele"a#an Hor$on Kortikotro"in )*! dikeluarkan dari hipotalamus dalam suatu pola diurnal, yang selanjutnya menentukan pola pelepasan ()%! dan kortisol. *angsangan untuk meningkatkan pelepasan )*! termasuk stres, hipoglikemia. (glukosa darah yang rendah), dan penurunan kadar glukokortikoid dalam darah. 'iklus umpan balik pelepasan )*! sebagai respons terhadap hipoglikemia diperlibatkan

Efek Lain Hor$on Adrenokortikotro"in (ndrogen-androgen adrenal dilepaskan sebagai respons terhadap rangsangan ()%! pada kelenjar adrenal. (ndrogen adrenal adalah sumber utama androgen pada "anita dan anak. 'truktur ()%! serupa dengan hormon hipofisis anterior lainnya, melanin-stimulating hormone (+'!), yang menyebabkan sel-sel kulit memproduksi melanin. engan demikian, kadar ()%!

yang tinggi akan menimbulkan efek silang pada kulit dan menyebabkan kulit menjadi gelap. ()%! dalam jumlah terbatas juga tampaknya penting untuk sintesis aldosteron. A% Pen ertian Sindro$ &u#'in

'indrom )ushing adalah suatu penyakit yang terjadi akibat aktivitas korteks adrenal yang berlebihan.

'indrom tersebut dapat terjadi akibat pemberian &ortikosteroid atau ()%! yang berlebih atau akibat hyperplasia korteks adrenal.

(% Patofi#iolo i

'indrom )ushing dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme yang mencakup tumor kelenjar hipofisis yang menghasilkan ()%! dan menstimulasi korteks adrenal untuk meningkatkan sekresi hormonnya meskipun hormon tersebut telah diproduksi dalam dengan jumlah adekuat.

Penyebab lain yaitu jarang dijumpai adalah produksi ektopik ()%! oleh malignita, karsinoma bronkogenik merupakan tipe malignitas yang paling sering ditemukan.

&% Etiolo i

'indrom )ushing terutama terjadi sebagai akibat dari sekresi glukokortikoid dan androgen (hormon seks) yang berlebihan, meskipun sekresi mineralokortikoid juga dapat terpengaruh. D% !anife#ta#i Klinik Gambaran klasik sindrom cushing pada orang de"asa berupa obesitas tipe sentral dengan , Punggung &erbau (#uffalo !ump)- pada bagian posterior leher serta daerah . daerah supra klavikuler, badan yang besar dan ekstremitas yang relative kurus, kulit menjadi tipis, rapuh dan mudah luka, ekimosis (memar) serta strie akan terjadi gangguan tidur sering terjadi akibat perubahan sekresi di urnal kortisol. &atabolisme protein yang berlebihan akan terjasi sehingga menimbulkan pelisutan otot dan osteoporosis. Gejala kifosis, nyeri punggung dan fraktur kompresi vertebra dapat muncul. *etensi natrium dan air terjadi akibat peningkatan aktifitas mineralokortikoid yang menyebabkan hipertensi dan gagal jantung kongestif. E% Penatalak#anaan !edi#

Pengobatan sindrom cushing tergantung ()%! tidak seragam, tergantung apakah sumber ()%! !ipofisis atau ektopik.

#eberapa pendekatan terapi dapat digunakan pada kasus dengan hiperskresi ()%! hipofisis.

/ika dijumpai tumor hipofisis, sebaiknya diusahakan reseksi tumor transpenoidal %etapi jika terdapat bukti hiperfungsi hipofisis namun tumor tidak dapat ditemukan maka sebagai gantinya dilakukan radiasi kobalt pada kelenjar hipofisis. %eknik ini merupakan modalitas pengobatan yang efektif, terutama pada orang yang muda

dengan sindrom cushing kelebihan kortisol juga dapat ditanggulangi dengan adrenalektomi total dan diikuti dengan pemberian kortisol dosis fisiologik0 dengan agen kimia yang mampu menghambat0merusak sel . sel korteks adrenal yang menskresi kortisol.

#ila pengobatan sindrom cushing berhasil dengan baik, remisi manifestasi klinis akan terjadi dalam 1 . 23 bulan setelah dimulainya terapi.

ilakukan operasi pengangkatan tumor melalui hipofisektomi transtenoidalis dan terapi pilihan.

ilakukan pemantauan ketat karena dapat terjadi gejala influen4a adrenal dan efek samping akibat obat . obat tersebut.

F% E)alua#i Dia no#tik

Pemeriksaan glukosa darah, dan penurunan kadar kalium serung serta penurunan jumlah sel . sel dalam jaringan dan pengukuran kadar plasma dan urine.

%es supresi deksametason (dengan dosis rendah0tinggi) Pemeriksaan diagnostic yang mencakup kadar kortual bebas dalam urine 35 jam. 'timulasi )*6 ()orticotrophin *eleaging 6actors)

G% Ko$"lika#i 2. &risis addisonian 3. $fek yang merugikan pada aktifitas korteks adrenal.

PROSES KEPERAWATAN
A% Pen ka*ian Pengkajian mencakup ri"ayat kesehatan dan pemeriksaan jasmani harus berfokus pada efek yang ditimbulkan. *i"ayat penyakit mencakup informasi tentang tingkat aktifitas pasien dan kemampuan dalam melaksanakan kegiatan rutin serta pera"atan mandiri. &ondisi klien harus diperiksa dan kaji untuk menemukan trauma, infeksi, fisura, memar serta edema. Perobatan dan penampakan fisik harus dicatat dan

respon perubahan diperhatikan. 'elama anamnesis dan pemeriksaan, pera"at mengkaji fungsi mental pasien yang mencakup keadaan emosi, respon terhadap kesadaran akan lingkungan tingkat depresi. (% Dia no#a Ke"era+atan #erdasarkan pada semua data pengkajian diagnosis kepera"atan utama sindrom cushing mencakup 7 2. *esiko cedera dan infeksi berhubungan dan kelemahan . kelemahan perubahan metabolisme protein serta respons inflamasi. 3. Gangguan integritas kulit b0d edema, gangguan kesembuhan dan kulit yang tipis serta rapuh. 8. &urang pera"atan diri 7 kelemahan, perasaan mudah lelah, atrofi otot dan perubahan pola tidur. 5. Gangguan citra tubuh b.d perubahan penampilan fisik, gangguan fungsi seksual dan penurunan tingkat aktivitas 9. Gangguan proses berfikir b0d fluktuasi emosi, iritabilitas depresi

&% Peren,anaan% %ujuan utama pasien mencakup penururnan resiko cedera dan infeksi, peningkatan kemampuan untuk melaksanakan aktifitas pera"atan diri, perbaikan fungsi mental dan tidak adanya komplikasi. D% I$"le$enta#i Ke"era+atan -% !unurunkan Re#iko &edera Dan Infek#i

)iptakan lingkungan yang aman untuk mencegah kecelakaan seperti terjatuh.

#antu dalam mobilisasi pada klien yang lemah untuk mencegah jatuh terbentur pada tepi perabot yang tajam.

:solasi klien dari pengunjung atau klien lain yang menderita penyakit infeksi. ;bservasi tanda-tanda infeksi sesering mungkin mengingat efek anti inflamasi dari kortikosteroid.

!idangkan makanan tinggi kalsium, protein, dan vitamin kemungkinan terjadinya pelisutan otot dan osteoporosis

untuk memperkecil

*ujuk apada ahli gi4i untuk membantu memilih jenis-jenis makanan yang tepat tapi rendah natrium dan kalori.

.% Per#ia"an Prao"eratif

+empersiapkan klien untuk operasi adrenalektomi. /ika penyebabnya adalah tumor hipofise < tindakan hipofisektomi transfenoidalis. Pemantauan kadar glukosa darah, pemeriksaan dalam feses serta intervensi yang tepat, intervensi ini dilkukan jika pada cushing syndrom menderita diabetes mellitus dan ulkus peptikum,

/% !en an*urkan I#tira'at Dan Aktifita#

(njurkan melakukan aktivitas ringan untik mencegah komplikasi akibat immobilisasi.

%ingkatkan rasa percaya diri klien.

(tur jad"al "aktu istirahat sepanjang hari )iptakan lingkungan yang tenang dan rileks

0% !enin katkan Pera+atan Kulit

!indarkan penggunaan plester pada klien karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan luka pada kulit klien yang rapuh ketika plester dibuka.

;bservasi sesering mungkin pada area penonjolan tulang dan kulitnya. *ubah posisi sesering mungkin untuk mencegah kerusakan kulit.

1% !e$"er2aiki &itra Tu2u'

#erikan penjelasan tentang dampak yang ditimbulkan oleh perubahan tersebut terhadap konsep diri dan hubungannya dengan orang lain.

(njurkan diet rendah garam dan karbohidrat untuk mengurangi berat badan dan edema yang terjadi

(njurkan diet protein yang tinggi untuk mengurangi gejala-gejala yang lain.

3% !e$"er2aiki Pro#e# (erfikir%

/elaskan pada klien dan keluarga mengenai penyebab ketidak stabilan emosional, hal ini penting untuk membantu dalam mengatasi fluktuasi emosi, irritabilitas serta depresi yang terjadi.

=aporkan jika terdapat gejala psikotik

orong klien untuk mengungkapkan perasaannya.

E% E)alua#i !asil yang diharapkan 7 2. +unurunkan resiko cedera dan resiko a. #ebas fraktur atau cedera jaringan lunak b. #ebas daerah . daearah ekimosis c. %idak mengalami kenaikan suhu, kemerahana, rasa nyeri atau tanda . tanda infeksi. 3. +eningkatkan partisipasi dalam aktifitas pera"atan mandiri. a. +erencanakan aktifitas dan latihan untuk memungkinkan periode istirahat. b. +elaporkan perbaikan perasaan sehat c. #ebas komplikasi imobilitas. 8. +empertahankan integritas kulit a. +emiliki kulit yang utuh tanpa bukti adanya luka0infeksi. b. +enunjukkan bukti berkurangnya edema pada ekstrenitas dan badan 5. +encapai perbaikan citra tubuh. a. +engutamakan perasaan tentang perubahan penampilan, fungsi seksual dan tingkat aktifitas. b. +eningkatkan kesadaran bah"a perubahan fisik merupakan akibat dari pemberian kartikosteroid yang berlebihan. 9. +emperlihatkan perbaikan fungsi mental. 1. %idak adanya komplikasi

a. +emperlihatkan %%> serta berat badan yang normal dan bebas dari gejala krisis

addision. b. +engidentifikasi strategi untuk memperkecil komplikasi sindrom cushing c. +ematuhi aturan untuk pemeriksaan tindak lanjut.