Anda di halaman 1dari 4

Nama NIM PRODI

: Dimas Eko Yulianto : 12 610 046 : TMAB (Pagi

!o"#"si"n $a%a $"s"k


Gaya gesek itu timbul karena ada kontak antara 2 permukaan yang kasar, yaitu permukaan benda yang cenderung akan bergerak atau sedang bergerak dan permukaan lantai yang ditindihnya. Gaya gesek sifatnya selalu melawan gaya yang cenderung menggerakkan benda. Karena itu arah gaya gesek selalu berlawanan dengan arah kecenderungan gerak benda. Gaya gesek ini dapat terjadi pada: 1. gaya gesek antara zat padat dengan zat padat kayu dengan kayu! 2. gaya gesek antara zat cair dengan zat padat kelereng dengan oli! Ketika benda cenderung akan bergerak tetapi belum bergerak, maka gaya geseknya ini disebut gaya gesek statis. Ketika benda sudah dalam keadaan bergerak, maka gaya geseknya ini disebut gaya gesek kinetis. M"ng"nai ga%a g"s"k statis: "elama benda belum bergerak, gaya gesek statis besarnya mengikuti besar gaya dorong atau gaya tarik yang cenderung menggerakkan benda. #esar gaya gesek statis memiliki batas maksimum yang besarnya tergantung pada kekasaran permukaan benda dan gaya kontak antara lantai dan benda atau yang kita sebut sebagai gaya normal!. "emakin kasar permukaan benda atau permukaan lantainya, semakin besar pula gaya gesek statis maksimumnya. M"ng"nai ga%a g"s"k kin"tis: 1. Gaya gesek ini terjadi pada saat benda bergerak. 2. #esar gaya gesek kinetis ini konstan dan selalu lebih kecil dari besar gaya gesek statis maksimum. $. Gaya gesek yang konstan ini besarnya juga tergantung pada kekasaran permukaan benda dan lantai dan besar gaya kontak antara lantai dan benda. "emakin kasar permukaan benda atau permukaan lantainya, semakin besar pula gaya gesek kinetis.

"ekali lagi ditekankan bahwa besar gaya gesek kinetis ini selalu lebih kecil dari besar gaya gesek statis maksimum. Karena itu, ketika kita mendorong benda di atas permukaan yang kasar, pada saat benda belum bergerak kita harus memberikan gaya dorong yang cukup besar untuk membuatnya bergerak. %etapi ketika benda sudah bergerak, gaya dorong kita bisa dikurangi tanpa membuatnya berhenti bergerak. !o"#isi"n g"s"k &umus untuk koefisien gesek statik sering dinyatakan dengan: ' ( tan )

&umus tersebut merupakan rumus yang digunakan sebagai cara untuk mengukur koefisien gesek. *pabila kita punya sebuah benda, misalnya buku, lalu kita ingin mengetahui berapa koefisien gesek statik antara buku dengan permukaan dari kayu, maka cara mengetahuinya adalah dengan meletakkan buku tersebut di atas permukaan kayu. Kemudian permukaan kayu itu kita miringkan terhadap horizontal! sedikit demi sedikit. +ada saat awal sudut kemiringan kecil!, buku tidak akan bergerak, tetapi setelah terus dimiringkan, pada sudut kemiringan tertentu )! buku akan mulai mulai bergerak, na& tan ' inila& %ang m"(u)akan nilai *. %erlihat bahwa nilai sudut ) adalah spesial, tidak bisa di,ariasikan sembarangan, hanya terdapat satu nilai ) untuk koefisien gesek statik antara bahan kayu dan kayu. -al ini mengakibatkan bahwa rumus diatas tidak bisa dipahami sebagai hubungan ketergantungan antara 's terhadap ). &umus itu memberitahu kita bagaimana cara mengukur '. +ada bidang miring, koefisien gesek statik diberikan oleh ekspresi : ' ( tan ), dimana ) adalah sudut kemiringan. "ecara matematis ini "kui+al"n. "aat membuat laporan, praktikan diharuskan menjawab tiga pertanyaan, diantaranya .koefisien gesek statis antara dua permukaan benda tergantung dari kemiringan permukaan benda tersebut. jelaskan/0

,a-a.ann%a a/ala&:

"ecara matematis, apabila dalam praktikum diambil 1 data dengan nilai ) yang berbeda2 beda, mulai dari ) bernilai kecil sampai ) bernilai besar, maka nilai ' juga ber,ariasi dari kecil sampai besar. Karena nilai ' ( tan ). 3isal diperoleh tabulasi data sebagai berikut: ) derajad! 19 2: 2:,1 21 21,1 ' :,$;;$2<=1$ :,$=$9<:2$; :,$<$>>;=<9 :.$>$>=;:$1 :,$9$91:;<1

"ecara perhitungan dari data praktikum, pernyataan tersebut ."na(. 4adi untuk pertanyaan nomor $ saya benarkan semua meski juga ada yang menjawab salah! 5amun pernyataan tersebut cenderung bisa menjadi 6m"n%"satkan6. 3enyesatkan, karena seolah2 olah mengimplikasikan bahwa dengan mem,ariasikan sudut kemiringan, kita dapat mem,ariasikan koeffisien gesek statik. 7ni salah, .ukan itu %ang /imaksu// &umus ' ( tan ) sering dipahami bahwa koefisien gesek statik '! tergantung pada besarnya sudut kemiringan bidang )!. +adahal koefisien gesek statik hanya tergantung pada 0"nis .a&an1.a&an %ang ."(g"s"kan. *tau dalam bahasa fisika, koefisien gesek statik merupakan ka(akt"(istik dua bahan yang bergesekan misalnya, antara kayu dengan kayu, dll!. Koefisien gesek statik adalah ka(akt"(istik int"(nal /a(i k"mulusan )"(mukaan %g ."(kaitan, tidak bergantung sama sekali dari berapa sudut kemiringan yang kita berikan faktor eksternal!. "eharusnya, relasi yg benar secara fisika adalah: ) ( arc tan '. 8i sini, kalimat implisitnya adalah 2su/ut k"mi(ingan %ang m"m.uat ."n/a /i atasn%a ."(g"s"( tu(un ."(gantung )a/a ko"##isi"n g"s"k statik ."n/a t"(s".ut /"ngan )"(mukaan .i/ang mi(ing2. *da beberapa praktikan yang menjawab faktor2faktor yang mempengaruhi koefisien gesek antara lain:

1. kecepatan relatif 4awaban ini kurang tepat karena untuk kelajuan sampai beberapa m?s, besarnya koefisien gesek kinetis 3AMA ATA4 5AMPIR 3AMA. 2. Gaya gesek maksimum tergantung pada luas permukaan bidang gesek 4awaban ini salah karena selama kekasaran permukaan batu bata adalah sama dan merata homogen!, maka besar gaya geseknya sama. Kalau tidak percaya, kita bisa melakukan eksperimen,tapi dengan syarat pastikan dulu bahwa kekasaran permukaan batu bata tersebut sama dan merata di kedua permukaan yang akan dihadapkan ke lantai. ini yang agak susah!

$. Gaya normal, karena fgesek ( ' @normal 4awaban ini juga kurang tepat. Ketika dikatakan bahwa f ( ' 5, ini berarti bahwa ga%a g"s"k itu proporsional terhadap ga%a no(mal yang dialami oleh benda tersebut. Kebalikannya %78*K berlaku. kita tidak bisa dan tidak boleh! mengekspresikan gaya normal sebagai 5 ( f ? ', meskipun secara matematis keduanya ekui,alen. Gaya normal tidak dipengaruhi oleh gesekan, melainkan 3A&57 #B&*"*C dari persentuhan benda dengan bidang. disini adalah konstanta atau ko"#isi"n. 4adi gaya normal berasal atau timbul atau bergantung dari adanya persentuhan benda dengan bidang koefisien gesek!, #AK*5 sebaliknya.