Anda di halaman 1dari 11

BAB 1 : DAERAH TROPIS Tropis didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara garis isotherm 20 di sebelah bumi utara

dan selatan. 1.1 Geografi Lingkungan yang terbentuk oleh kondisi iklim dan geografis dibagi menjadi: a. Daerah tropis dan kering dengan padang pasir, stepa, dan savana kering. Padang pasir sangat kering, hampir tidak mengenal hujan. Pada siang hari temperatur dan tingkat penguapannya tinggi. Bertambahnya hujan menyebabkan terbentuk stepa dan savanna kering. b. Daerah tropis dan lembab dengan hutan tropis, daerah-daerah dengan angin musim dan savana lembab. Ciri khas daerah ini adalah rendahnya perbedaan temperatur harian dan tahunan. Kondisi-kondisi ekstrim merupakan ciri tropis. Di daerah ini terdapat permukaan bumi tertinggi, kedalaman laut terbesar, sungai-sungai terbesar, dan juga depresi bumi terbesar. Afrika : Hampir seluruh bagian benua terletak di bagian tropis. Asia : Hanya sebagian kecil yang berada dalam daerah tropis. Curah hujan periodiknya sangat tinggi. Di bagian barat, perbedaan iklim meningkat.

Australia : Hanya bagian utara dan tengah yang termasuk dalam daerah tropis. Bagian utara merupakan daerah lembab, bagian utara merupakan daerah kering. Amerika : Sebagian kecil Amerika Utara, seluruh Amerika Tengah dan sebagian Amerika Selatan termasuk daerah tropis. 1.2 Meterologi Analisa meterologi di daerah tropis sukar dilakukan. Di daerah khalustiwa, temperature hanya sedikit berubah sehingga perbedaan tahunnya sangat kecil (daerah lembab). Semakin ke utara atau ke selatan, perubahan temperature tahunan semakin besar ( daerah kering). Temperatur tertinggi di daerah kering pada belahan bumi utara mencapai 50 C atau bahkan lebih.

1.3 Hewan dan Tumbuhan Daerah Kering Hewan dan tumbuhan pada daerah ini dapat menyesuaikan diri, tetapi jumlahnya sangat tergantung pada bahan makanan dan air yang tersedia Daerah Lembab Di daerah-daerah berangin musim dan savanna, sebagian daun pada pohon-pohon dan semak belukar akan rontok padabulan-bulan kering. Di daerah lembab, kekayaan tumbuhannya luar biasa, lebih dari 35.000 jenis tumbuhan. Hutan ini selalu hujan.

1.4 Penduduk Kepadatan penduduk di berbagai daerah tropis sangat berbeda-beda. Asia adalah benua dengan kepadatan penduduk tertinggi dengan sebagian besar penduduknya berdiam di daerah tropis. Australia berpenduduk sangat jarang. Angka pertumbuhan erat berhubungan dengan kondisi kesejahteraan. Sebanyak 70% penduduk dunia menerima asupan makanan kurang dari 2200 kal, karena itu sebagian besar penduduk menderita bermacam-macam penyakit yang mengurangi kemampuan fisik secara drastis.

BAB 2 : IKLIM

Iklim dibedakan menurut iklim makro dan mikro. Iklim makro adalah keseluruhan kejadian meterologis khusus di atmosfer, dipengaruhi oleh kondisi topografis bumi dan oerubahan peradaban di permukannya. Iklim makro berhubungan dengan ruang yang besar seperti negara, benua, dan lautan. Iklim mikro berhubungan dengan ruang terbatas, yaitu jalan, kota, dan taman kecil. Untuk menentukan iklim harus dilakukan pengamatan cuaca dalam waktu lama. Pengamatan terdiri dari radiasi matahari, temperatur, kelembaban, curah hujan, awan, angin, dan tekanan udara.

2.1 Daerah Iklim Pengaruh radiasi matahari dengan atmosfir dan gaya berat, digabung dengan distribusi daratan dan lautan, menghasilkan bermacam-macam iklim. Dasar klasifikasi daerah iklim adalah ketiga faktor atmosfir yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup manusia, temperature, kadar kelembaban, dan gerakan udara. 2.1.1 Daerah Iklim Utama Daerah tropis terbagi dalam 2 iklim utama: Tropika basah ditandai dengan kelembaban udara yang relatif tinggi (diatas 90%), curah hujan yang tinggi, serta temperature rata-rata tahunan diatas 18C yang dapat menjadi 38C saat musim panas. Perbedaan antar musim hampir tidak ada. Tropika kering ditandai dengan kelembaban absolut dibawah 25 mb dan temperatur yang tinggi dalam bulan-bulan musim panas (lebih dari 50C) disertai radiasi matahari yang tinggi. Perbedaan antar musim sangat banyak.

2.1.2 Daerah Iklim Sekunder dan Tambahan

Daerah tropika basah dibedakan menjadi dua daerah sekunder: a. Daerah hutan hujan tropis, cth: Malaysia, Indonesia, Afrika Tengah b. Daerah musim dan savana lembab, cth: India, Asia Tenggara, Amerika Selatan Daerah tropika kering dibedakan menjadi dua daerah sekunder: a. Daerah savanna kering, cth: Pakistan, Namibia, Timur Tengah, Iran b. Daerah padang pasir dan setengah padang pasir, cth: Paraguay, Tanzania, Zimbabwe, Sudan Selatan Faktor yang membedakan daerah iklim tropis dan daerah beriklim sedang: Panas yang ekstrim Tidak terdapat embun beku, kecuali di tempat-tempat yang sangat tinggi Perbedaan temperatur harian lebih besar daripada perbedaan temperatur tahunan

Daerah Tropika Basah Daerah Hutan Hujan Tropis Vegetasi Lebat, sangat kaya. Berupa semak belukar, pohon-pohon tinggi. Tanah sangat lembab. Perbedaan musim kecil. Bulan terpanas, panas dan lembab. Bulan terdingin, panas sedang dan lembab. Berawan dan berkabut sepanjang tahun Daerah Musim, Savana Lembab

Agak lebat, bermacam-macam, tinggi. Kelembaban tanah tinggi selama musim hujan. Musim Terdapat 2 musim sekitar 2/3 panas kering, 1/3 panas lembab. Bagian utara atau selatan memiliki 3 musim. Kondisi Awan Langit biru selama musim kering, awan hujan tebal selama musim hujan Radiasi Matahari Radiasi matahari langsung Bervariasi antara daerah panas dan Panas sedang sampai tinggi. kering dan panas lembab Presipitasi Curah hujan minimum 2000 Selama musim kering, tidak ada mm, maksimum 5000 mm atau sedikit turun hujan. Curah hujan tahunan 1200-1900 mm Kelembaban Tinggi, 25-30 mb Cukup tinggi, 13-16 mb selama Udara musim kering, 20-25 mb selama musim hujan Gerakan Udara Lambat Di daerah musim terjadi perubahan arah angin Daerah Tropika Kering Daerah Padang Pasir dan Setengah Padang Pasir Hampir tidak memiliki vegetasi. Rumput, kaktus, semak berduri. Perbedaan musim kecil. Bulan terpanas, panas sampai kering . Daerah Musim, Savana Lembab Bermacam-macam, biasanya rumput tinggi, hutan berduri yang rendah, semak berduri. Terdapat 3 musim, dingin, panas, hujan. Bualn terpanas, sangat

Vegetasi

Musim

Bulan terdingin, panas. Kondisi Awan Intensitas cahaya sangat kuat bila langit terang Radiasi Matahari Radiasi matahari langsung dan Panas tinggi. Presipitasi

Kelembaban Udara Gerakan Udara

Hujan kecil hanya terjadi dalam beberapa minggu dalam satu tahun Rendah, 7-15 mm Cukup tinggi, 15 mm selama musim kering, 20 mm selama musim hujan Sangat berbeda-beda, siang Angin kuat dan konstan hari lebih kuat dari malam.

panas dan lembab. Bulan terdingin, panas dan kering. Setiap musim berbeda. Langit cerah sehabis musim hujan. Radiasi matahari langsung sedang sampai tinggi, tergantung pada musim. Curah hujan tahunan 500-1250 mm

2.2 Keekstriman Iklim Tropis Di daerah tropis Asia ditemukan kondisi-kondisi cuaca daerah iklim panas yang paling ekstrim. Penyebab utamanya diperkirakan adalah pegunungan Asia Selatan yang sangat tinggi dan luas. Di benua ini terdapat jumlah badai tropis terbanyak, perbedaan tekanan udara tahunan terbesar, dan curah hujan tertinggi di seluruh dunia.

BAB 3 : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN

3.1 Informasi yang Dibutuhkan a. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kemampuan mental dan fisik penghuni: Radiasi matahari Kesilauan Temperatur dan perubahan temperature Resipitasi (curah hujan) Kelembaban udara Gerakan udara Pencemaran udara

b. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keselamatan bangunan: Gempa bumi Badai Hujan lebat dan banjir Gelombang pasang

Bahan biologis

Untuk memperoleh iklim interior yang baik diperlukan penelitian mengenai metode bangunan yang tepat. Keuntungan bangunan yang disesuaikan dengan iklim bukan hanya dari segi idealnya tetapi juga aspek finansialnya, seperti contohnya instalasi AC dapat dikurangi. 3.2 Matahari dan Cahaya 3.2.1 Radiasi Matahari Merupakan penyebab semua ciri umum iklim dan radiasi matahari sangat berpengauh bagi kehidupan manusia. Faktor yang menyebabkan fluktuasi radiasi matahari: Perubahan insolasi absolut akibat aktivitas bintik matahari dan jarak matahari dan bumi yang selalu berubah Berkurangnya energi pada atmosfer Berubahnya sudut jatuh radiasi yang disebabkan oleh musim, lama penyinaran dalam sehari, dan ketinggian Radiasi matahari tidak langsung (saat matahari berawan) menyebabkan penyebaran radiasi matahari. Pengaruh radiasi matahari pada suatu tempat tertentu dapat ditentukan oleh: a. Durasi Radiasi Lama penyinaran maksimum adalah 90% tidak mungkin 100%. Durasi terseut tergantung pada musim, garis lintang geografis lokasi pengamatan dan densitas awan. b. Intensitas Radiasi Hal ini ditentukan oleh energi radiasi absolut, hilangnya energi pada atmosfer, penyebaran radiasi. c. Sudut Jatuh Ditentukan oleh posisi relatif matahari dengan tempat pengamatan di bumi. 3.2.2 Diagram Matahari Garis-garis jam tidak identik dengan waktu yang ditunjukkan oleh jam, karena oada umumnya waktu resmi setempat tidak sama dengan waktu matahari yang sebenarnya. Waktu matahari sebenarnya bergeser untuk setiao derajat bujur 4 menit, atau 1 jam setiap 15.

Penentuan sudut bayangan horizontal dan vertical serta lamanya kemungkinan efek penyonaran matahari pada sebuah fasade. Kali ini diambil contoh tempat di Darusalam dengan objek fasade barat daya sebuah bangunan.

3.2.3 Pantulan dan Penyerapan Intensitas cahaya matahari dan pantulan cahaya matahari yang kuat merupakan gejala dari iklim tropis. Di daerah lembab, tingginya kelembaban udara dapat menimbulkan efek silau pada langit (silau saat memandang keatas). Di daerah kering, kesilauan terjadi karena pantulan oleh bidang tanah yang terkena cahaya (silau saat memandang kebawah). Untuk mengatasi kedua jenis kesilauan tersebut, dilakukan penghijauan, penanaman rumput untuk menatasi kesilauan tanah dan penanaman pohon-pohon tinggi untuk mengatasi kesilauan dari atas. Di daerah tropika kering, bidang-bidang yang memantulkan cahaya langsung ke jendelajendela harus diberi warna gelap. Di daerah tropika basah, pintu dan jendela untuk sirkulasi ruangan dibuat sebesar mugnkin tetapi harus terlindung dari cahaya-cahaya yang menyilaukan. 3.3 Faktor-faktor Iklim Hayati 3.3.1 Temperatur Faktor perbedaan temperatur di dunia : a. Derajat lintang, musim Sudut jatuh cahaya matahari berkurang seiring dengan jauhnya suatu tempat dari khatulistiwa. Penyinaran tahunan tertinggi berada pada garis lintang 15. b. Atmosfer Radiasi matahari berkurang ketika menembus atmosfer, pengurangan paling sedikit ketika cahaya matahari jatuh tegak lurus ke bumi yaitu di sekitar khatulistiwa c. Daratan dan air Bidang daratan menjadi panas dua kali lebih cepat daripada bidang air karena bidang air kehilangan sebagian energi panasnya karena penguapan. Temperatur terendah adalah saat 1-2 jam sebelum matahari terbit, temperature tertinggi adalah saat 1-2 jam setelah posisi matahari tertinggi. Di daerah tropis, fasade timur dan barat paling banyak terkena radiasi matahari. Sebagian besar bahan-bahan menyerap 50-95% radiasi matahari. Bagian dari radiasi matahari yang tidak dipantulkan oleh suatu bahan, tetapi diserap, akan memanaskan bahan ini, lalu panas yang diterima ini akan mengalir ke dalam ruangan.

Untuk daerah kering, ruangan-ruangan seminimal mungkin mengurangi pembuatan dinding dan atap yang menyerap panas. 3.3.2 Kelembaban Udara Kelembaban absolut adalah kadar air dari udara, dinyatakan dalam gram per kilogram udara kering. Kelembaban relatif menunjukkan perbandingan antara tekanan uap air yang ada terhadap tekanan uap air maksimum dalam kondisi temperatur udara tertentu. 3.3.3 Gerakan Udara Gerakan udara yang terjadi disebabkan oleh pemasanan lapisan udara yang berbeda-beda. Bentuk topografi yang berbukit, vegetasi dan tentunya bangunan dapat menghambat atau membelokkan gerakan udara. Deretan rumah yang tertutup dan sejajar memerlukan jarak kira-kira tujuh kali tingginya. Gerakan udara merupakan faktor perencanaan penting. Arah angin menentukan orientasi bangunan. Di daerah tropika basah, dinding luar sebuah bangunan terbuka untuk sirkulasi udara lebih besar daripada dibutuhkan untuk pencahayaan. 3.3.4 Persyaratan-persyaratan Kenyamanan Faktor-faktor penting yang mempengaruhi kenyamanan di dalam ruangan tertutup adalah : Temperatur Udara Kelembaban Udara Temperatur radiasi rata-rata dari dinding dan atap Kecepatan gerakan udara Tingkat pencahayaan dan distribusi cahaya pada dinding pandangan Batas kenyamanan di daerah khatulistiwa berkisar antara 22.5C sampai 25C dengan kelembaban udara 20-50%. Batas-batas kenyamanan untuk kondisi Khatulistiwa adalah 26C, pada temperatur diatas 26C manusia mulai berkeringat. Daya tahan dan kemampuan kerja manusia mulai menurun pada temperature 26.5-30C. Pada penyelidikan yang lebih teliti sering terbukti bahwa perbaikan-perbaikan dapat dilakukan dengan perencanaan arsitektural yang tepat, dan instalasi penyejuk udara sebenarnya tidak diperlukan. 3.4 Presipitasi Presipitasi terbentuk oleh kondensasi atau sublimasi uap air dan jatuh dalam bentuk hujan, gerimis, hujan es, atau hujan salju. Pembentukan presipitasi terjadi karena beberapa sebab antara lain oleh penggumpalan partikel air pada: Tetesan-tetesan air atau kristal es, tertutama pada awan yang bergeraj vertical Kristal garam di atas lautan Di daerah tropis presipitasi turun pada umumnya selama musim hujan. Kadang bisa tibatiba turun dengan intensitas yang sangat tinggi yang lalu menimbulkan bahaya banjir. Kekuatan aliran air juga dapat menyebabkan erosi tanah, merusak jalan dan pondasi bangunan. Penyusunan barisan rumah sejajar terhadap kemiringan air. Atap adalah konstruksi yang harus mendapat perhatian khusus sebagai pelindung terhadap hujan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan bahan peredam suara untuk menghindarkan gangguan bising ketika hujan turun, konstruksi atap yang kuat, penggunaan insektisida dan fungisida yang tahan air.

3.5 Pasir dan Debu Serangan terus-menerus pasir dan debu yang terbawa angin dapat menyebabkan kerusakan pada kaca, galvanisasi, cat, logam, kayu, semen asbes, dan bahan sintesis (plastik). Perlindungan terhadap debu lebih susah daripada pasir karena debu dapat mencapai setiap ketinggian bangunan (mencapai 2000m). Pekarangan terbukti menguntungkan, dinding pembatas dibuat setinggi bangunan sendiri dan berjarak maksimum 6 m dari fasade yang dilindungi. Vegetasi juga dapat menghindarkan gangguan pasir dan debu. 3.6 Angin Badai 3.6.1 Umum Angin badai tropis terbentuk sebagian besar di daerah khatuliswa yang tidak berangin dan bergerak ke selatan atau utara. Ciri-cirinya adalah tekanan udara yang sangat rendah pada suatu daerah bertekanan rendah dengan bentuk tiupan angin seperti spiral dengan garis tengah 15-25 km. Angin badai selalu disertai hujan. Bangunan harus mampu bertahan terhadap kekuatan angina yang berhembus dari segala arah. Konstruksinya harus direncanakan dan dibuat dengan baik. Bangunan kecil yang ringan mempunyai resiko lebih tinggi daripada bangunan bertingkat. Atap dengan kemiringan lebih kecil dari 30 terkena bahaya lebih besar. 3.6.2 Tindakan Pencegahan Kriteria perancangan yang harus diperhatikan : a. Lokasi Bangunan Menhindari topografi yang menimbulkan efek saluran, pembangunan di daerah yang tinggi b. Pondasi harus cukup kuat dengan dasar yang lebar c. Dinding Penguat silang yang cukup untuk semua bagian bangunan dan sambungan yang kuat antara langit-langit, atap, dan dinding dengan rangka baja atau paku. d. Atap, menghindari atap datar atau atap dengan kemiringan kecil, serta sambungan yang kuat antara elemen-elemen atap e. Lobang, pengamanan yang cukup dengan tebal dan kualitas kaca yang baik untuk menahan tekanan angina f. Fasade, sebaiknya licin dan rata agar angun hanya menerjang bidang sekecil mungkin, juga pembuatan detail yang teliti. g. Menghindari pemakaian bagian-bagian yang tidak terpasang kuat

3.7 Gempa Bumi 3.7.1 Umum Daerah yang memiliki resiko gempa terbesar membentuk sebuah jalur, dari pantai Pasifik Amerika, Jepang, Cina bagian Timur, Indonesia, Timur Tengah sampai ke Laut Tengah. Penyebab terjadinya gempa adalah: a. Erosi, sedimentasi, dan runtuhan yang menyebabkan kulit bumi saling bergesekan dan bertubrukan.

b. Saat penetralisasian tegangan saat energi panas mencair, kulit bumi bisa retak akibat gerakan horizonthal dan vertical c. Tegangan yang timbul akibat pendinginan yang lambat sehingga terjadi pengerutan Pada umumnya pusat gempa atau yang disebut episentrum terletak 5-100 km dibawah tanah, kecepatan merambatnya sekitar 5 km/det. 3.7.2 Tindakan Pencegahan Bangunan harus dibuat menggunakan konstruksi tahan gempa yang hanya memakan biaya 2-7% lebih mahal dari konstruksi biasa. Pengetahuan dasar tentang gempa haris diberikan kepada ahli teknik, pengusaha, dan kontraktor. Bangunan yang tinggi dan ramping mempunyai risiko lebih besar. Pedoman konstruksi bangunan : a. Menghindari lokasi tanah miring, pantai, daerah di hilir bendungan b. Pondasi harus kuat dan homogen dengan kedalaman yang sama c. Bentuk bangunan sebaiknya sederhana dan simetris (baik vertikal dan horizonthal) d. Atap dan konstruksi seringan mungkin e. Hubungan antar bagian bangunan dibuat kuat f. Bahan bangunan kayu dan bambu relatif aman terhadap gempa karena ringan dan fleksibel. g. Konstruksi baja lebih baik daripada konstruksi beton bertulang h. Bangunan monolit dari blok tanah atau beton, batu bata, atau batu alam rentan terhadap gempa, dibutuhkan stabilisasi dengan rangka kayu atau baja i. Sebisa mungkin digunakan bahan bangunan yang ringan j. Beton bertulang dari bahan-bahan serta air yang bersih k. Jarak antara bangunan dalam arah angin utama cukup jauh

3.8 Perusak Biologis 3.8.1 Umum Perusak biologis ini adalah serangga (rayap, nyamuk, lalat, dll), binatang (tikus, kelelawar, burung) dan jamur. Serangga seperti nyamuk dan lalat dapat menyebabkan penyakit, sdeangkan rayap dan kumbang daoat merusak atau memperlemah bahan bangunan organik. Binatang bersarang dapat menimbulkan masalah kesehatan dan menimbulkan bau. Rayap dapat menimbulkan kerugian besar. Ada dua jenis rayap yaitu raya tanah dan rayap terbang. Rayap tanah membuat sarang di tanah berupa gundukan, tetapi mereka mampu naik melalui celah retak beton tembok. Rayap tanah selalu merusak dinding tipis di antara saluran-saluran batang kayu menjadi sisa bubur kayu, hingga tersisa lapisan luar kayunya saja. Rayap terbang bersarang didalam kayu membentuk saluran yang semakin lama semakin besar. Kayu adalah bahan bangunan yang memiliki risiko terbesar terhadap serangan rayap tetapi akan aman bila diberi racun anti serangga. 3.8.2 Tindakan Pencegahan

Tindakan pengamanan sudah harus dimulai pada saat oemilihan lokasi bangunan seperti menjauhi vegetasi lebat, gundukan sarang rayap, dll. Berikut beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan : a. Mencegah timbulnya genangan air yang tidak terkontrol agar tidak menjadi tempat pembiakan nyamuk b. Menutup semua lobang agar burung dan kelelawar tidak bersarang dibawah atap c. Menggunakan bahan-bahan yang keras dan licin sehingga tidak ada celah dan retakan d. Membuat lubang angin utnuk mengurangi kelembaban ruangan yang dapat menyebabkan jamur e. Memakai bahan pelindung kimiawi untuk mencegah rayap

3.9 Lokasi Bangunan Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi tapak adalah : a. Lokasi dan Luas Lokasi Jika pengudaraan silang dibutuhkan untuk kenyamanan ruangan, maka jangan pilih lokasi yang topografinya tidak memungkinkan. Selain itu diperhatikan bahwa bangunan yang direncanakan akan mengubah iklim mikro daerah sekitarnya. b. Kondisi Tanah Bangunan Di daerah tropis, air permukaan dari hujan lebat dapat menimbulkan erosi berat. Tanah yang lengket seperti tanah liat menimbulkan kesukaran besar pada pembuatan pondasi. Penyusutan dan pemuaian tanah ini sangat besar sehingga dapat menimbulkan retak. c. Pengembangan dan Pelayanan Perlu diselidiki pencapaian lokasi bangunan dan pencapaian bangunan setelah digunakan. Pencapaian lokasi bangunan penting untuk kemungkinan transportasi bahan bangunan. Eksistensi penyediaan air minum, pembuangan air limbah, serta suplai arus listrik juga harus diperhatikan dalam memilih lokasi. Instalasi pembuangan air limbah dipastikan apakah bisa digunakan saat hujan. d. Vegetasi Di samping efek positif psikologis oleh pemandangan yang hidup dan merupakan pelindung pandangan, vegetasi memberi perlindungan terhadap : Kesilauan Debu, dalam jarak 3 km dari sumber debu, lebih dari 75% debu dapat disaring oleh vegetasi yang lebat Erosi, akar pohon mengurangi terjadinya erosi Panas, sebagai perlindungan dari matahari rendah timur dan barat Angin Sebaliknya vegetasi juga dapat menyebabkan kerugian, tumbuhan yang terlalu lebat mengurangi sirkulasi udara yang diinginkan atau membelokkannya ke atas bangunan. Akar pohon dpaat menyebabkan kerusakan pada pondasi dan saluran pembuangan.

3.10 Pelaksanaan Bangunan 3.10.1 Tenaga Kerja Penting untuk mengetahui kemampuan tenaga kerja di sekitar lokasi bangunan. Perencanaan dan pelaksanaan harus dibuat sesederhana mungkin, tetapi harus dikerjakan dengan baik dan tepat oleh pekerja. 3.10.2 Bahan Bangunan Penentuan bahan bangunan didasarkan faktor ekonomi, persediaan setempat, dan kemungkinan pengerjaan dan kondisi iklim. Biaya transportasi bahan bangunan juga harus dipertimbangkan. Kemungkinan persediaan bagab yang cukup baik dari pedagang setempat harus dimanfaatkan terlebih dahulu. Pemeriksaan ketahanan bahan bangunan seperti beton dan baja perlu dilakukan sebagai faktor keamanan dalam perhitungan konstruksi. 3.10.3 Peralatan Penggunaan peralatan yang sulit dan tidak biasa mengandung resiko, reparasinya pun tidak dapat langsung dilakukan. Lebih baik jika pembangunan hanya memerlukan peralatan sederhana. 3.10.4 Lama Pembangunan Jumlah pekerja, kemampuan teknis dan fisiknya, persediaan dan penyediaan bahan serta kerusakannya, peralatan, kerusakan dan reparasinya, sangat menentukan lamanya pelaksanaan pembangunan. 3.11 Biaya Pembangunan Biaya bangunan dapat ditekan dengan perencanaan yang menggunakan bahan-bahan apa saja yang bisa didapatkan di tempat, pengalaman apa saja yang dimiliki oleh kontraktor pembangunan, kemungkinan transportasi apa yang tersedia, tindakan minimum apa untuk bangunan yang sesuai dengan iklim, dan standar pelaksanaan mana yang masih dapat digunakan. 3.11.1 Biaya Pengembangan Ketersediaan jalan penghubung, suplai air, dan listrik yang menentukan biaya pengembangan. Jalan-jalan juga harus diteliti apakah memiliki ketahanan cukup untuk lalu lintas kendaraan proyek. 3.11.2 Biaya Bangunan Biaya bangunan ditentukan oleh kualitas bahan bangunan yang dipakai dan juga biaya pengirimannya. 3.11.3 Biaya Pemeliharaan Pelapukan dapat terjadi karena kelembaban, radiasi matahari, badai, pasir, kadar garam udara, serangga, dll. Perbaikan harus segera dilakukan. Hal terbaik adalah membuat bangunan yang kuat dan bebas pemeliharaan tanpa instalasi teknis yang sensitive.