Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis (UU 24/200 !" Bencana alam merupakan suatu kejadian yang tidak akan pernah dapat dilepaskan dengan kehiduan manusia, baik sebagai indi#idu maupun masyarakat" $elah cukup banyak riwayat kejadian bencana alam yang terekam dari informasi tersebut kita dapat melihat bahwa dimanapun dan kapanpun sebenarnya terdapat potensi akan suatu bencana" %al ini dapat dikarenakan oleh faktor alam, lingkungan dan manusia, terutama faktor manusia yang masih kurangnya pemahaman, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana yang akan muncul" &alah satu bencana yang sering terjadi adalah bencana kebakaran, bencana ini kerap kali terjadi di area yang pemukimannya padat penduduk, kesalahan dalam penanganan ketika terjadi ancaman kebakaran dan perilaku masyarakat yang kurang antisipasif terhadap datangnya bencana kebakaran" 'ilayah kelurahan baros yang mempunyai luas ( ),(* %a yang terbagi menjadi (+ ,' dengan jumlah penduduk (*"((+ jiwa" &ementara untuk ,' (+ sendiri berjumlah penduduk *)0 jiwa" -aerah ini berada *20 diatas permukaan laut yang terdiri sebagian besar area pemukiman padat penduduk dengan sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai buruh harian lepas" %asil obser#asi dan wawancara di wilayah ,' (+ menunjukan bahwa bencana apapun dapat terjadi termasuk kebakaran, terlihat dari tata letak perumahan warganya berdempetan satu sama lain dengan kontruksi rumah masih terdapat semi permanen dan bilik"

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah .Bagaimana kesiapsiagaan warga ,' (+ /elurahan Baros /ecamatan Baros /ota &ukabumi dalam menghadapi bencana kebakaran01 C. Tujuan 1. Tujuan Umum $ujuan umum adalah untuk diketahuinya kesiapsiagaan warga tentang kerentanan bencana kebakaran di ,' (+ /elurahan Baros /ecamatan Baros /ota &ukabumi 20(2" 2. Tujuan husus &ecara khusus, diharapkan dapat 3 a" 4emberikan pengetahuan kepada warga tentang cara penanggulangan bencana kebakaran b" 4eningkatkan kewaspadaan warga terhadap kemungkinan bencana kebakaran yang terjadi di wilayahnya" c" 4emberikan pemahaman tentang bagaimana cara penge#akuasian saat terjadi bencana kebakaran" D. Man!aat 1. Bag" Mahas"s#a 4enambah wawasan dalam cara pengelolaan dan penanggulan bencana kebakaran" 2. Bag" Inst"tus" Pen$"$"kan 4enambah literatur dalam cara penanggulangan bencana kebakaran" %. elurahan Bar&s' R( 1) a" 4enambah wawasan dan pengetahuan tentang bencana kebakaran b" 4eningkatkan pencegahan dan kesiapsiagaan warga terhadap bencana kebakaran

BAB II TIN*AUAN TE+RITI,

A.

&nse-

e.akaran

/ebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar yang tidak kita kehendaki, merugikan pada umumnya sukar dikendalikan (5erda -/6, ())2!" /ebakaran juga merupakan bencana yang lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia (human erroe! dengan dampak kerugian harta benda, stagnasi atau terhentinya usaha, terhambatnya perekonomian dan pemerintahan bahkan korban jiwa (Bakornaspb!" /lasifikasi kebakaran adalah golongan atau pembagian atas kebakaran berdaasarkan pada jenis benda/ bahan yang terbakar" -engan adanya klasifikasi kebakaran tersebut diharapkan akan lebih mudah atau lebih cepat dan lebih tepat mengadakan pemilihan media pemadaman yang akan dipergunakan untuk melaksanakan pemadaman (5erda -/6, ())2!" 4enurut 5erda -/6 (())2! klasifikasi sesuai dengan bahan bakar yang terbakar dan bahan pemadaman untuk masing7masing kelas yaitu3 a" /elas 8 $ermasuk dalam kelas ini adalah pada bahan yang mudah terbakar biasa, misalnya3 kertas, kayu, maupun plastik" 9ara mengatasinya yaitu bisa dengan menggunakan air untuk menurunkan suhunya sampai di bawah titik penyulutan, serbuk kering untuk mematikan proses pembakaran atau menggunakan halogen untuk memutuskan reaksi berantai kebakaran"

b" /elas B /ebakaran pada kelas ini adalah yang melibatkan bahan seperti cairan combustible dengan cairan flammable, seperti bensin, minyak tanah, dan bahan serupa lainnya" 9ara mengatasinya dengan bahan foam. c" /elas 9 /ebakaran yang disebabkan oleh listrik yang bertegangan untuk mengatasinya yaitu dengan menggunakan bahan pemadaman kebakaran non kondusif agar terhindar dari sengatan listrik" d" /elas /ebakaran pada bahan logam yang mudah terbakar seperti titanium, alumunium, magnesium, dan kalium" 9ara mengatasinya yaitu powder khusus kelas ini" 4enurut -epnaker 6:; (()+0! /erugian akibat kebakaran meliputi 3 a" b" c" d" e" 8sap <as beracun /ekurangan oksigen 5anas $erbakar 4enurut -epnaker U=-5 6:; (()+ ! menyebutkan akibat kebakaran dan segala akibat yang ditimbulkan disebabkan adanya ketimpangan sebagai berikut3 a" b" c" d" $idak adanya saranda deteksi/ alarm &istem deteksi/ alarm tidak berfungsi 8lat pemadam api tidak sesuai/ tidak memadai 8lat pemadam api tidak berfungsi

e" f"

&arana e#akuasi tidak tersedia -an banyak faktor lain seperti manajemen /2 program inpeksi, dan pemeliharaan" &edangkan klasifikasi bahaya kebakaran menurut 5erda -/6 >akarta (200+! terdiri

dari3 a" Bahaya kebakaran ringan Bahaya kebakaran ringan adalah ancaman bahaya kebakaran yang mempunyai nilai dan kemudahan terbakar rendah, apabila kebakaran melepaskan panas rendah, sehingga penjalaran api lambat" ?ang dimaksud bahaya kebakaran ringan ialah hunian3 $empat ibadah, 5erkantoran, 5endidikan, ,uang makan, ,uang rawat inap, 5enginapan, %otel, 4useum, 5enjara, 5erumahan b" Bahaya /ebakaran &edang (! Bahaya /ebakaran &edang 6 8ncaman bahaya kebakaran yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, penimbunan bahan yang mudah terbakar dengan tinggi tidak lebih dari 2,* m dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, sehingga penjalaran api sedang" ?ang dimaksud bahaya kebakaran sedang 6 ialah bangunan, tempat penjualan dan penampungan susu, restoran, pabrik gelas/ kaca, pabrik asbestos, pabrik balok beton, pabrik es, pabrik kaca/ cermin, pabrik garam, restoran/ kafe, penyepuhan, pabrik pengalengan ikan, daging, buah7buahan dan tempat pembuatan perhiasan" 2! Bahaya /ebakaran &edang 66 8ncaman bahaya kebakaran yang mempunyai jumlah dan kemudahna terbakar sedang, penimbunan bahan yang mudah terbakar dengan tinggi tidak lebih dari 4m dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, sehingga penjalaran api sedang"

?ang dimaksud dengan bangunan gedung yang diklasifikasikan dalam bahaya kebakaran sedang 66 antara lain3 penggilingan produk biji7bijian, pabrik roti/ kue, pabrik minuman, pabrik permen, pabrik destilasi/ penyulingan minyak asiri, pabrik makanan ternak, pabrik pengolahan bahan kulit, pabrik mesin, pabrik baterai, pabrik bir, pabrik susu kental manis, kon#ensi, pabrik bohlam dan neon, pabrik film/ fotografi, pabrik kertas ampelas, laundry dan dry cleaning, penggilingan dan pemanggangan kopi, tempat parkir mobil dan motor, bengkel mobil, pabrik mobil dan motor, pabrik teh, toko bir/ anggur dan spirtus, perdagangan retail, pelabuhan, kantor pos, tempat penerbitan dan percetakan, pabrik ban, pabrik rokok, pabrik perakitan kayu, teater dan auditorium, tempat hiburan/ diskotik, karaoke, sauna, klab malam" 2! Bahaya /ebakaran &edang 666 8ncaman bahaya kebakaran yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar agak tinggi, menimbulkan panas agak tinggi serta penjalaran api agak cepat apabila terjadi kebakaran" ?ang dimaksudkan dengan bangunan gedung yang diklasifikasikan dalam bahaya kebakaran sedang 666 antara lain3 pabrik yang membuat barang dari karet, pabrik yang membuat barang dari plastik, pabrik karung, pabrik pesawat terbang, pabrik peleburan metal, pabrik sabun, pabrik gula, pabrik lilin, pabrik pakaian, toko dengan pramuniaga lebih dari *0 orang, pabrik tepung gterigu, pabrik kertas, pabrik semir sepatu, pabrik sepatu, pabrik karpet, pabrik minyak ikan, pabrik perakityan elektronik, pabrik kalu lapis dan papan partikel, tempat penggergajian kayu" c" Bahaya /ebakaran Berat 6 (! Bahaya /ebakaran Berat 6

8ncaman bahaya kebakaran yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, menim,bulkan panas tinggi serta penjalaran api cepat apabila terjadi kebakaran" ?ang dimaksud dengan bangunan gedung yang

diklasifikasikan dalam bahaya kebakaran berat 6 antara lain3 bangunan bawah tanah/ bismen, subway, hangar pesawat terbang, pabrik korek api gas, pabrik pengelasan, pabrik foam plastik, pabrik foam karet, pabrik resin dan terpentin, kilang minyak, pabrik wool kayu, tempat yang menggunakan hidrolik yang mudah terbakar, pabrik pengecoran ligam, pabrik yang menggunakan bahan baku yang mempunyai titik nyala 2 ,)@9 ((00@A!, pabrik tekstil, pabrik benang, pabrik yang menggunakan bahan pelapis dengan foam plastik ( upholstering with plastic foams). 2! Bahaya /ebakaran Berat 66 8ncaman bahaya kebakaran yang memepunyai jumlah dan kemudahn terbakar sangat tinggi, menimbulkan panas tinggi serta penjalaran api sangat cepat apabiBla terjadi kebakaran" ?anhg dimaksud dengan bangunan gedung diklasifikasikan dalam bahaya kebakaran berat 66 antara lain3 pabrik selulosa nitrat, pabrik yang menggunakan dan/ atau menyimpan bahan berbahaya"

A. Managemen Ben/ana 1. Me$"a Alat Pema$am' (! %ydrospray

e.akaran arakter"st"k $an ,"!at Pema$amann0a

8lat pemadam dengan air ini umumnya digunakan untuk kebakaran kelas 8" 8lat ini biasanya dilengkapi dengan penera untuk mengetahui tekanan air" 5enera berwarna hijau menunjukkan alat aman untuk digunakan, sedangkan warna merah menunjukkan tekanan sudah berkurang"

2!

-rychemical 5owder >enis bubuk kering digunakan untuk kelas 8,B, 9 dan -, sedang sifat pemadaman jenis bubuk kering antara lain 3
a" b"

4enyerap panas dan mendinginkan obyek yang terbakar" 4enahan radiasi panas" Bukan penghantar arus listrik" 4enutup dengan cara melekat pada obyek yang terbakar karena adanya reaksi kimia bahan tersebut saat terjadi kebakaran (reaksi panas api!"

c"

d"

e"

4enghambat terjadinya oksidasi pada obyek yang terbakar" $idak berbahaya" Cfek samping yang muncul adalah debu dan kotor" -apat berakibat korosi dan kerusakan pada mesin ataupun perangkat elektronik"

f"

g"

h"

i"

&ekali pakai pada tiap kejadian"

2" <as 9air %allon Aree/8A ((/%alotron ( 8lat pemadam gas cair ini bisa digunakan untuk semua jenis klasifikasi kebakaran" &ifat alat pemadam ini antara lain 3
a" b"

Bukan penghantar listrik $idak merusak peralatan =on $oDic (tidak beracun! Bersih tidak meninggalkan bekas" 4emadamkan api dengan cara mengikat ;2 disekitar area kebakaran 5enggunaan yang multi purpose (semua klas kebakaran! Bisa digunakan berulang7ulang :ebih tepat digunakan di dalam ruangan

c"

d"

e"

f"

g"

h"

2" 9arbon dioksida

,acun api 9;2 ini cocok dan efektif digunakan untuk pemadaman api kelas B dan 9" &ifat7sifatnya antara lain 3 a" b" c" d" e" Bersih tidak meninggalkan bekas" =on $oDide ( tidak beracun !" Bukan penghantar listrik" $idak merusak peralatan ( elektronik / mesin ! 9ara pemadaman dengan mendinginkan dan menyelimuti obyek yang terbakar" f" g" $epat untuk area generator dan instalasi listrik" $ekanan kerja sangat besar"

4" ,acun 8pi Busa ,acun api berupa busa hanya digunakan untuk jenis kebakaran kelas 8 dan B" 9ara kerjanya menyelimuti dan membasahi obyek yang terbakar" >ika obyek yang terbakar benda cair, racun api busa ini bekerja menutup permukaan Eat cair" &ifat lainnya yaitu penghantar arus listrik sehingga tidak dapat digunakan pada ruang yang berisi peralatan komponen listrik" *" Aire &prinkler &ystem

8lat ini biasanya terinstal didalam gedung dan bersifat mengandung %g" 4ekanisme kerja sprinkler yaitu secara otomatis akan mengeluarkan air bila kepala sprinkler terkena panas" 5rinsip dasar alat ini adalah mampu menyerap kalor yang dihasilkan dari bahan yang terbakar"

F"

%ydrant -igunakan untuk jenis api kelas 8 dan B" &ecara ringkas, penggunaan media racun api berdasarkan klasifikasi bahan terbakar jadi begini 3

8gar bisa bekerja cepat dalam keadaan darurat perlu diperhitungkan persyaratan dan cara pemasangan 858, (8lat 5emadam 8pi ,ingan! yang antara lain 3

(! $empat mudah dilihat dan dijangkau, tidak boleh digembok atau diikat mati" 2! >arak jangkauan maksimum (* m" 2! $inggi pemasangan maksimum (2* cm" 4! >enis media dan ukuran sesuai dengan klasifikasi kebakaran dan beban api" *! -iperiksa secara berkala" F! Bisa diisi ulang (,efill!" ! /ekuatan konstruksi terstandar Usaha 5re#entif $anggap /ebakaran
(! 2!

5enyuluhan dan pelatihan tentang pemadam kebakaran 8danya &;5 cara pengoperasian pada tabung pemadam 5astikan listrik/api telah padam sebelum meniggalkan laboratorium Usahakan bak kamar mandi selalu penuh

2!

4!

9ara pelaksanaan pemadaman 3


(! 2!

&elalu siap mental dan jangan panik 5erhatikan arah angin (dengan melihat lidah api! 4embelakangi arah angin menghindar dari sisi lain

2!

4!

&emprotkan/arahkan pada sumber api %arus tahu jenis benda yang terbakar Usahakan mengatur dan menahan nafas

*!

F!

&edangkan prosedur emergensi e#akuasi seperti berikut 3


a" b"

Bunyikan / tekan alarm terdekat /eluar lewat pintu terdekat Berkumpul ditempat yang berjarak minimal 20 meter dari sumber kebakaran Beritahu petugas emergensi mengenai orang7orang yang ada didalam Beritahu petugas emergensi mengenai alasan pengosongan ruangan

c"

d"

e"

1. ,um.er Da0a Manus"a /etika bencana kebakaran terjadi, secanggih apa pun alat yang tersedia untuk menanggulanginya tidak akan maksimal jika sumber daya manusianya tidak tanggap dan tidak mengetahui cara menggunakan peralatan tersebut secara benar" ;leh karena itu faktor &-4 yang memahami dan tanggap terhadap bencana kebakaran sangat berperan penting terhadap penanggulanagan kebakaran itu sendiri" 5elatihan dan simulasi first responder untuk penanggulangan bencana kebakaran seharusnya diberikan secara rutin dalam janggak waktu tertentu setiap tahunnya kepada pihak7 pihak terkait di wilayah yang rentan bahaya bencana kebakaran" $ujuan dan prinsip untuk menjadi first responder adalah untuk mengamati dengan cepat dan seksama situasi lingkungan di sekitar tempat kejadian sehingga bantuan dapat dimulai secepat mungkin dari tempat kejadian dalam kondisi seadanya

tanpa alat dan sarana memadai dan do no further harm" -engan tugas G tugas first responden adalah sebagai berikut 3 (" 4emahami proses initial assesment 2" 4emiliki kemampuan dalam mengintegrasi pengetahuan dalam berfikir untuk memprioritaskan pengambilan keputusan dalam menempatkan system $,68<C" 2" 4egetahui cara menge#akuasi korban dari tempat yang berbahaya ke tempat yang lebih aman 4" 4engetahui cara meminta bantuan yang tepat *" 4engetahui cara menyelamatkan korban dalam memenuhi bantuan hidup dasar F" 4emilki kemapuan dalam melakukan proses stabilisasi korban kebakaran

H. Tehn"k atau /ara mengatas" .en/ana a-" &esuai dengan amanat 5ermen 5U =o" 2*/5,$/4/200+ dan memperhatikan berbagai aspek terkait dalam penanggulangan kebakaran serta profil / kondisi kota7 kota dan kabupaten di 6ndonesia dan arah pengembangannya kedepan, maka diperlukan suatu ,encana 6nduk &istem 5roteksi /ebakaran (,6&5/! yang dapat digunakan sebagai acuan baku dalam penyusunan ,encana /erja / 5rogram -inas 5emadam /ebakaran kota dan kabupaten untuk sekurang7kurangnya sepuluh atau dua puluh tahun ke depan" -isamping itu berbagai tuntutan yang berkembang akibat derap perkembangan kota dan kabupaten, implikasinya dikaitkan dengan resiko kebakaran serta munculnya berbagai paradigma baru dalam sistem proteksi kebakaran dan kondisi kinerja 6nstitusi 5emadam /ebakaran (65/! saat ini semakin meningkatkan urgensi

disusunnya ,encana 6nduk (Aire &afety 4aster 5lan! ,encana 6nduk &istem 5roteksi /ebakaran (,6&5/! di kota7kota / kabupaten di 6ndonesia" 5engaturan manajemen penanggulangan kebakaran di perkotaan dimaksudkan untuk mewujudkan bangunan gedung, lingkungan, dan kota yang aman terhadap bahaya kebakaran melalui penerapan manajemen penanggulangan bahaya kebakaran yang efektif dan efisien" 4anajemen tersebut meliputi penanggulangan di wilayah kota, lingkungan dan bangunan (termasuk mengenai &atuan ,elawan /ebakaran / &8$:8/8,!" =amun dalam penyusunan ,encana 6nduk &istem 5roteksi /ebakaran (,6&5/! yang sesuai dan tepat kiranya memerlukan berbagai konsep dan pendekatan metodologis yang dapat diterapkan dengan memperhatikan karakteristik dan kekhususan daerah yang bersangkutan serta mempelajari pengalaman di berbagai negara maju 9ara pelaksanaan pemadaman (" &elalu siap mental dan jangan panik 2" 5erhatikan arah angin (dengan melihat lidah api! 2" 4embelakangi arah angin menghindar dari sisi lain 4" &emprotkan/arahkan pada sumber api *" %arus tahu jenis benda yang terbakar F" Usahakan mengatur dan menahan nafas Beberapa konsep dan pendekatan yang dapat diterapkan sebagai upaya penanggulangan kebakaran khususnya di kawasan permukiman padat adalah sebagai berikut 3 a" /onsep 'ilayah 4anajemen /ebakaran ('4/! / Fire Management

Area (A48!

/onsep Fire Management Area (A48! atau sering disebut sebagai konsep 'ilayah 4anajemen /ebakaran ('4/!" '4/ merupakan salah satu dasar pokok dalam perencanaan sistem penanggulangan kebakaran di perkotaan yang menentukan efekti#itas pemadaman suatu areal atau wilayah, disamping penentuan penyediaan air untuk pemadaman" Untuk menentukan jumlah kebutuhan air untuk pemadaman di setiap '4/ dibutuhkan analisis resiko kebakaran, dimana di dalam analisis tersebut diperhitungkan #olume total bangunan, angka resiko bahaya kebakaran, serta angka klasifikasi konstruksi bangunan" /onstruksi suatu bangunan harus mampu menciptakan kestabilan struktur selama kebakaran untuk memberikan waktu bagi penghuni untuk menyelamatkan diri dan memberikan kesempatan petugas untuk beroperasi" Bangunan di k awasan padat / kumuh ser ingk al 6 menggunakan bahan G bahan bangunan yang sangat sederhana dan rentan terhadap api" -irekomendasikan agar bahan bangunan adalah 3 (" papan plester dengan ketebalan (2 mm, atau bisa juga menggunakan material lain dengan ketahanan api yang relatif samaB 2" 2" lembaran semen serat selulosa dengan ketebalan (2 mmB plester berserat yang diperkuat kawat anyam besi gal#anis yang dipasang tidak lebih dari F mm dari permukaan" &ecara fisik, '4/ dibentuk dengan mengelompokkan hunian yang memiliki kesamaan kebutuhan proteksi kebakaran dalam batas wilayah yang ditentukan secara alamiah maupun buatan" /onsep '4/ dirancang untuk mendukung tercapainya sistem penanggulangan kebakaran yang efektif yang ditentukan melalui waktu tanggap (respond time! dan bobot serangan (weight of

attack!" 'aktu tanggap terhadap pemberitahuan kebakaran adalah total waktu dari saat menerima berita G pengiriman pasukan dan sarana pemadaman kebakaran ke lokasi kebakaran sampai dengan kondisi siap untuk melaksanakan pemadaman kebakaran" 'aktu tanggap terdiri atas waktu pengiriman pasukan dan sarana pemadam kebakaran (dispatch time!, waktu perjalanan menuju lokasi kebakaran, dan waktu menggelar sarana pemadam kebakaran sampai siap untuk melaksanakan pemadaman (lihat 5eraturan 4enteri 5U =o" 2*/5,$/4/200+ sebagai referensi!" Untuk kondisi di 6ndonesia, waktu tanggap tidak lebih dari (* (lima belas! menit" Aaktor7faktor yang mempengaruhi waktu tanggap adalah 3 (" &istem pemberitahuan kejadian kebakaran untuk menjamin respon yang tepatB 2" $ipe layanan yang dilakukan oleh instansi penanggulangan kebakaranB 2" Ukuran atau luasan wilayah yang dilayani termasuk potensi bahaya di lokasi '4/ dan kapasitas kemampuan yang adaB 4" 5erjalanan petugas H kendaraan pemadam menuju ke lokasi kebakaran" Untuk menjamin kualitas bobot serangan dan respond time yang tepat termasuk unsur jarak atau aksesibilitas maka ditentukan pos7pos pemadam kebakaran dalam setiap '4/" &ecara kuantitas disebutkan bahwa daerah layanan dalam setiap '4/ tidak melebihi radius ,* km, di luar daerah tersebut dikategorikan sebagai daerah yang tidak terlindung (unprotected area!" -aerah yang sudah terbangun harus mendapatkan perlindungan dari mobil pemadam kebakaran yang pos terdekatnya berada dalam jarak 2,* km dan berjarak 2,* km dari sektor"

Berdasarkan unsur7unsur di atas, maka selanjutnya dibuat peta jangkauan layanan penanggulangan kebakaran secara rinci yang menunjukkan lokasi dari setiap pos pemadam di wilayah tersebut" 5eta jangkauan layanan penanggulangan kebakaran secara geografis bisa kurang tepat dengan mengingat adanya jalan atau infrastruktur lainnya, sungai, bukit7bukit dan batas7batas fisik lainnya" 5enerapan '4/ memiliki peran strategis dalam penentuan persyaratan sumber air untuk pemadaman kebakaran di wilayah kota yang sebagaimana telah disebutkan diatas, merupakan unsur utama dalam perencanaan Master Plan. /ebutuhan air untuk setiap '4/ ditentukan dengan analisis resiko kebakaran dengan memperhitungkan potensi bahaya kebakaranyang terdapat dalam '4/, yang dinyatakan dalam #olume bangunan yang terkena kebakaran, kelas bahaya hunian, kelas konstruksi bangunan dan factor bahaya kebakaran" Bagan 8lir untuk menyusun ,encana 6nduk &istem 5enanggulangan /ebakaran /ota / kabupaten 2Permen PU N&. 234PRT4M4255)6 -ari kebutuhan air total yang dibutuhkan pada setiap '4/, serta dengan memperhitungkan laju pengeluaran air (deli#ery rate! dan laju penerapan air efektif (application rate! untuk pemadaman kebakaran, maka dapat ditentukan kebutuhan pos atau stasiun kebakaran yang memadai termasuk sarana hidran, mobil tangki dan titik7titik penghisapan air yang diperlukan untuk menjamin efekti#itas pemadaman kebakaran" -ari #olume ini dapat direncanakan jumlah dan kualifikasi personil, sarana, peralatan dan kelengkapan penunjang lainnya" 5eralatan sederhana seperti 8lat 5emadam 8pi ,ingan (858,! sebaiknya tersedia pada tiap pos kebakaran lingkungan (min (0 buah I (0 kg!" Untuk lingkungan atau gugus bangunan yang berada dalam kelompok beberapa kepemilikan tertentu harus dianggap sebagai satu '4/ tersendiri dan berlaku ketentuanketentuan bagi '4/" Bagan alir

proses penyusunan rencana induk sistem penanggulangan kebakaran kota diperlihatkan pada Bagan "

b" 5endekatan 8nalisis ,esiko /ebakaran ,esiko dalam konteks kebakaran diartikan sebagai kombinasi antara kecenderungan ditimbulkannya" terjadinya kebakaran terjadi dan konsekwensi dan potensi bencana yang lainnya

/ecenderungan

kebakaran

dipengaruhi oleh faktor7faktor 3 (" 2" 5ertumbuhan kebakaran (fire history! 5enggunaan lahan (land use!

2" 4" *" F"

/epadatan penduduk /erapatan bangunan :e#el proteksi terpasang :e#el kesiapan masyarakat &edang konsekwensi potensial ditunjukkan antara lain dengan korban luka

atau meninggal, kerugian materi dan terjadinya stagnasi bisnis atau usaha" 6lustrasi mengenai resiko ini digambarkan pada Bagan 2" -alam penaksiran resiko bahaya kebakaran perlu dipertimbangkan faktor7faktor sbb 3 (" 2" 2" 4" *" F" " +" /ecenderungan terjadinya kebakaran /onsekwensi potensial (yang paling berbahaya! 5ertimbangan bobot serangan 4emerinci penaksiran resiko 5erlakuan terhadap resiko /ondisi institusi pemadam kebakaran 5eran masyarakat 4anfaat yang ingin diperoleh (outcome!

;leh karena itu maka hal penting yang perlu disusun adalah pembuatan peta Eonasi bahaya (haEard mapping! dalam rangka memandu 65/ untuk mencapai tingkat atau bobot serangan yang paling efektif" 5enaksiran resiko dapat dirinci dengan melihat atau memperhitungkan peta resiko bahaya tersebut diatas yang bisa didasarkan pada 3 (" /ategori resiko yang laEim digunakan oleh 65/ 2" 5embagian Eoning yang ditetapkan oleh 65/ berdasarkan ,$,' 2" &istem lain seperti adanya benda7benda berbahaya, Aasilitas industri yang mengandung bahan atau benda berbahaya -apat disimpulkan bahwa efekti#itas pemadaman tidak semata7mata tergantung pada response time dan kualitas serangan, tetapi harus sudah diperluas kepada hal7 hal yang menyangkut kondisi apakah upaya pencegahan kebakaran telah

dilakukan, sejauh mana analisis resiko bahaya kebakaran telah diterapkan dan setiap pengerahan kendaraan operasional, &-4 dan peralatan lain ke lokasi kebakaran atau bencana lainnya didasarkan pada peta resiko bahaya yang sudah ditetapkan sebelumnya"